AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Ruang Untukmu > Bab 1289

Bab 1289

    Bab 1289


    Bab 1289 Qiara Tidak Ingin Menemuimu


    Di sisiin, Bianca juga mendengar suara mesin dan merasakan jantungnya berdegup kencang. Apa


    Nando ada di sini? Kemudian, dia dengan cepat menghadap ibunya. “Bu, kenapa Nando datang


    berkunjung pada jam srut ini? Tidak pantas, bukan? Mereka bahkan belum bertunangan, dia juga


    belum mmar, jadi kenapa dia datang ke sini sekarang?”


    Dia sengaja mengarahkan Maggy ke beberapa pemikiran negatif, yang sudah ada di kep Maggy. Ini


    sudah pukul 21:00, jadi agak tidak pantas baginya untuk datang sekarang.


    All content is ? N0velDrama.Org.


    Tiba–tiba, bel pintu berbunyi. Tepat ketika Maggy hendak bangkit, dia mendengar Qiara berteriak dari


    pagarntai dua, “Bu, katakan padanya saya tidak di rumah. Saya lh, jadi saya tidak ingin bertemu


    dengannya.”


    Maggy tercengang. Apa mashnya? Apa Qiara sedang tidak berbicara dengan Nando? Apa mereka


    terlibat berkhi?


    Begitu Bianca mendengarnya, diangsung melompat dari sofa. “Bu, saya akan menemanimu ke


    pintu. Jangan khawatir, Qiara! Kami tidak akan membiarkan Tuan Muda Nando melewati pintu.”


    Sementara itu, Qiara memilih untuk menutup telinga. Terserah! Lagip dia merasa sangat frustrasi


    mm ini.


    “Bu, pasti ada sesuatu yang terjadi antara Qiara dan Tuan Muda Nando. Mungkin Nando


    mempekukannya dengan buruk.” Bianca hanya ingin pasangan itu memutuskan hubungan, ith


    sebabnya dia mengatakan itu kepada Maggy.


    Mendengar itu, Maggy tenggm dm pikirannya. Apa dia mempekukan Qiara dengan buruk? Dia


    kemudian mendekati pintu kecil di hman dan senyum kemenangan muncul di wajah Bianca. Ha!


    Akhirnya, Qiara dan Nando berselisih! Saya harus mengambil kesempatan ini untuk menghancurkan


    mereka sepenuhnya.


    Seperti yang mereka duga, orang yang berdiri di luar pintu adh Nando, yang menyapa mereka


    mlui gerbang, “Smat mm, Nyonya Maggy. Apa Qiara ada di rumah?”


    “Qiara masih keluar menemui klien dengan ayahnya! Apa ada hal penting sehingga kamu harus


    menemui dia?” Maggy bertanya dengan menyelidik.


    “Oh, jadi dia belum png! Saya kira dia sudah png jam segini. Kekecewaan memenuhi hati Nando,


    namun dia juga merasa tertekan untuknya. Apa dia sesibuk itu seth mengambil alih perusahaan?


    “Tuan Muda Nando, Kamu dan Qiara belum bertunangan. Apa Kamu tidak takut orangin akan


    merasa cemburu atau menjelek–jelekkan Qiara karena kamu datang ke rumahnya pada jam srut


    ini?” Bianca mengompori.


    “Saya tidak mengatakan sesuatu yang sh.” Bianca mengerucutkan bibir merahnya.


    “Ku begitu, maka saya akan mengunjunginya besok. Saya mencoba meneleponnya, tapi dia tidak


    mengangkatnya, jadi saya mengkhawatirkannya.”


    “Dia bersama ayahnya. Apa yang membuatmu begitu khawatir?” Nada bicara Bianca tegas. Ini adh


    pertama kalinya dia berani berbicara begitu kasar kepada Nando.


    Bagaimanapun juga, dia sudah berhenti berharap bahwa Nando akan jatuh cinta padanya, jadi dia


    tidak repot–repot bersikap sopan kepadanya.


    “Cukup, Bianca. Hentikan itu. Tuan Muda Nando, Qiara saat ini bersama suami saya, jadi tidak ada


    yang perlu dikhawatirkan. Smat beristirahat!”


    Pada saat itu, Bianca berbisik ke telinga Maggy, “Bu saya baru saja melihat Qiara menangis. Mengapa


    Ibu tidak kembali dan berbicara dengannya? Ku–ku dia mkukan sesuatu yang tidak masuk


    akal.”


    Mendengar itu, Maggy menjadi cemas dan berkata kepada Nando, “Tuan Muda Nando, tolong pergi.”


    Segera, dia berbalik dan kembali ke dm, meninggalkan Bianca sendirian. Snjutnya, Bianca


    memanggil pria yang hendak pergi itu. “Tuan Muda Nando, tunggu sebentar. Ada sesuatu yang ingin


    saya sampaikan kepadamu.”


    Itu membuat Nando mengernyitkan kening. Meskipun dia tidak menyukai Bianca, dia masih adik


    perempuan Qiara, jadi dia sangat menghormatinya. “Nona Bianca, apa yang ingin kamu katakan


    kepada saya?” dia bertanya mlui gerbang.


    “Sebenarnya, Qiara ada di rumah, tapi dia tidak ingin menemuimu.” Dia bersikap seh–h dia


    mengatakan itu pada Nando karena dia berusaha bersikap baik. Dia sangat penasaran apa yang


    terjadi di antara mereka.


    “Dia ada di rumah?” Nando terkejut, namun segera berubah menjadi kesedihan. Dia di rumah, tapi


    kenapa dia tidak ingin menemui saya?


    “Ya. Qiara bng dia tidak ingin menemuimu dan meminta Ibu untuk mengusirmu. Apa kamu


    mempekukan dia dengan buruk?” Tanya Bianca.


    Dengan mata menyipit, Nando memeras otaknya, namun tidak bisa memahami bagaimana dia


    membuat Qiara marah. Kami baru saja berciuman tadi mm!


    “Bianca, tolong buka pintunya. Saya harus masuk dan berbicara dengan Qiara.”
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul