《Ruang Untukmu》 Bad 1 Bad 1 ¡°Tasya, tolong! Aku dilecehkan di kb!¡± Suara putus asa dan tak berdaya sahabatnya adh satu- satunya yang ada di benak Tasya Merian saat dia bergegas menuju kb mm. Ruang 808. Tasya menatap kat nomor di pintu ruangan pribadi itu. Nomor ruangan tersebut sama dengan yang dikirimkan sahabatnya, Helen Sanjaya, kepadanya mlui pesan teks. Tanpa berpikir panjang, wanita itu mendobrak pintu untuk menymatkan temannya. Ketika pintu berayun terbuka, dia disambut oleh kegpan yang ada di dmnya. Tiba-tiba, sebuah tangan kuat mencengkram pergngan tangannya dan menyeretnya ke dm ruangan gp itu, diikuti oleh bunyi gedebuk keras ketika pintu dibanting menutup. ¡°Hei¡ªsiapa kau, dan apa yang kau inginkan?!¡± Tasya berteriak, matanya bergerak liar saat dia mencoba melihat sekeliling. ¡°Tenanh dan aku akan mempekukanmu dengan baik.¡± Suara dm dan serak seorang pria berbicara di dekat telinganya. Detik berikutnya, Tasya dilempar begitu saja ke sofa, dan sebelum dia bisa bangkit, sebuah tubuh ramping dan kuat menindihnya. Tasya menangis tertahan ketika sepasang bibir yang terasa seperti pepermin menangkap bibirnya. Pria yang berada di atasnya terasa begitu panas ketika kulit mereka bersentuhan. Perasaan putus asa membuatnya menangis. Tasya mencoba untuk mwan, namun pada akhirnya, dia tidak bisa mkukan apa pun sin menghadapi keganasan pria itu. Satu jam kemudian, Tasya terhuyung- huyung keluar dari ruangan itu dengan penampn yang berantakan. Dia baru saja mengmi mimpi buruk, namun hal itu tidak membuatnya berhenti mengkhawatirkan kesmatan sahabatnya. Dia baru saja hendak menelepon nomor Helen ketika dia melihat sekelompok pria dan wanita berjn keluar dari pintu samping. Di bawah cahayampu, diangsung mengenali kedua wanita yang ada dm kelompok itu. Sh satunya adh Helen, sahabatnya yang berteriak minta tolong di telepon sebelumnya, sementara yang satugi adh saudara tiri Tasya, Elsa Merian. Kedua gadis itu berjn berdampingan dengan tangan tertaut, seh-h mereka adh teman terdekat satu samain. Rasa terkejut dan marah mewarnai wajah Tasya ketika dia melihat mereka. ¡°Berhenti di situ, Helen!¡± Dia berteriakntang dari kejauhan sementara tinjunya mengepal erat di sisi tubuhnya. Mendengarnya, Helen dan Elsa berbalik untuk menatapnya. Tasya memelototi keduanya dengan tatapan marah dan wajah pucat saat dia membentak Helen, ¡°Kenapa kau berbohong padaku?!¡± Helen menyeringai. ¡°Bukan shku ku kamu slu mudah tertipu, Tasya.¡± ¡°Apa kamu bersenang-senang dengan gigolo itu di sana?¡± Elsa bertanya dengan nada yang terdengar seperti nyanyian sembari tersenyum jahat. Baru pada saat ith Tasya menyadari bahwa mereka berdua th menjebaknya. Kesucian yang dia junjung tinggi sma sembn bs tahun terakhir kini th dikorbankan untuk kesenangan jahat mereka. Saat ini, tatapan mata Helen begitu dingin sementara dia mendidih oleh amarah, ¡°Apa kamu benar-benar mengira aku adh temanmu, Tasya? Aku hidup dm bayanganmu sejak pertama kali kita bertemu! Aku benci padamu dan aku tidak menginginkan apapun sin menghancurkan wajahmu itu!¡± Elsa, di sisiin,ngsung meny dengan cemoohan, ¡°Aku punya bukti yang aku butuhkan untuk menunjukkan kepada Ayah bahwa kamu th menjual dirimu sendiri di kb demi uang. Tidak butuh waktuma hingga kau diusir dari rumah!¡± ¡°Kalian berdua¡ª¡± Tasya benar-benar marah sehingga dia sempoyongan. Tubuhnya tercabik-cabik seth cobaan berat yang dia mi. Ditambah p dengan beban pengkhianatan temannya dan kekejaman saudarinya yang secara bersamaan nyaris merobohkannya. ¡°Ayo pergi, Helen! Kita tidak ingin terlihat membawa sampah, bukan?¡± Dengan tangan yang melingkar di lengan Helen, Elsa menuntunnya menuju mobil sport yang dia parkirkan di tepi jn. Tiga hari kemudian, di Kediaman Merian, terdengar suara dm seorang pria yang berteriak marah, ¡°Kau menjadi perempuan bayaran demi uang hanya karena aku tidak mengizinkanmu mnjutkan studi ke luar negeri? Bagaimana bisa aku, Frans Merian, memiliki seorang putri yang tak tahu malu sepertimu?¡± ¡°Ayah, aku tidak mkukan¡ª¡± ¡°Kamu tidak mkukannya? Tapi kamu mkukannya, Tasya! Bagaimana bisa kamu mkukan hal tidak senonoh semacam itu? Apa kami membuatmu kparan, atau apakah kami membuatmu kehngan sesuatu? Aku tidak percaya kamu akan menjual diri kepada sembarang orang di kb mm yang menjijikan. Untuk kebaikanmu sendiri, kuharap kamu tidak membawa png penyakit apa pun ke rumah ini. Siapa yang tahu penyakit apa yang bisa kau trkan kepadaku dan putriku.¡± Wanita yang mengenakan perhiasan dan pakaian bagus itu mencibir dari tempat duduknya di sofa. ¡°Ayah, aku benar-benar tidak mkukannya. Aku¡ª¡± Tasya mencoba menjskan. Namun, Frans tidak ingin mendengar sepatah kata pun darinya. Pria itu memelototinya dengan marah saat dia membentak, ¡°Jadi begitu. Kau masih berbohong padaku. Keluar dari rumah ini sekarang juga! Mi sekarang, kau bukangi anakku!¡± Sementara itu,Property belongs to N?vel(D)r/ama.Org. di tangga, Elsa menyaksikan adegan ini dimainkan sgi dia bersandar di pegangan tangga sambil bertopang dagu. Segnya berjn persis seperti yang dia rencanakan. Dm hitungan menit, Tasya akan diusir dari rumah dan berkeliaranyaknya anjing liar yang menyedihkan. Di ruang tamu yang terletak dintai bawah, Tasya terdiam ketika melihat ekspresi murka dan kecewa di wajah ayahnya. Tanpa berkata-kata, wanita itu bangkit dari tempat duduknya dan berjn menaiki tangga untuk mengemasi barang-barangnya. Dia baru saja mengitari tangga ketika Elsa menghnginya. Dengan angkuh, gadis yang lebih muda itu menyngkan tangan di depan dadanya dan mencibir, ¡°Keluar dari sini! Jangan bemamayaknya perusak pemandangan. Rumah ini tidak akan pernah punya tempat untukmugi!¡± Tasya mengepalkan tinjunya saat dia menatap ekspresi senang Elsa dengan penuh amarah. Melihat kebencian dan kemarahan di mata Tasya, Elsa mencondongkan tubuhnya ke depan. ¡°Apa? Apa kau ingin menamparku atau semacamnya?¡± Dia menghadapkan pipinya ke arah gadis yang marah itu dan berkata dengan angkuh, ¡°Ku begitu, skan!¡± Tanpa menahan diri, Tasya mengarahkan tangannya ke wajah Elsa, menghasilkan sebuah tamparan keras. ¡°Ah!¡± Elsa menjerit nyaring. ¡°Kau baru saja memukulku! Ibu, Ayah¡ªTasya baru saja memukulku!¡± Dia melolong sambil beri menuruni tangga. Pingkan Hikari dengan cepat menarik putrinya ke dm pelukannya dan berteriak sembari menaiki tangga, ¡°Beraninya kau menyerang putriku, Tasya! Apa-apaan?!¡± Frans melirik ke arah jejak merah di pipi Elsa dan merasa sangat kecewa. Sejak kapan putri sulungku menjadi sangat memberontak? ¡°Ayah, sakit¡­¡± Elsa terisak dan dia membenamkan diri ke dm pelukan ayahnya. Secara berlebihan, dia menarik napas dm-dm seh dia sangat kesakitan. ¡°Keluar dari sini, Tasya!¡± Frans meraung sembari menaiki tangga. Seth mengemasi barang- barangnya, Tasya mengambil paspornya dan berjn menuruni tangga. Hatinya menjadi membeku ketika dia melihat bagaimana ayahnya sendiri memeluk Elsa seakan-akan gadis itu adh sesuatu yang berharga. Tasya pun tahu bahwa dia memang tidak memiliki tempat di hati pria itu. Frans hanya mendengar cerita dari perspektif Elsa alih-alih bertanya kepada Tasya tentang kejadian mengerikan yang dia mi tadi mm. Sejak ibunya wafat, dia th menghabiskan bertahun-tahun hidup di rumah iniyaknya orang luar, karena ayahnya th membawa png selingkuhan dan anak haramnya untuk membentuk keluarga baru. Ibu Tasya yang mng tidak pernah mengetahui perselingkuhan suaminya, bahkan seth kematiannya. Aku tidak akan pernah kembaligi ke tempat ini. Di dm rumah, Elsa memperhatikan Tasya yang menyeret kopernya keluar dari pintu depan. Senyum jahat tersungging di bibirnya. Aku akhirnya menyingkirkan perusak pemandangan yang tidak berguna itu! ¡­ Lima tahun kemudian, ketukan datang dari pintu depan sebuah apartemen di Bekasi. Wanita yang tinggal di apartemen tersebut tengah mengamati desainnya ketika dia mendengar ketukan itu. Sedikit kebingungan, dia berjn menuju pintu dan membukanya dengan kesal. Ketika dia melihat dua pria Asia yang mengenakan setn, wanita itu bertanya dm bahasa Cina, ¡°Anda mencari siapa?¡± ¡°Apakah Anda Nona Tasya Merian?¡± Sh satu dari kedua pria itu bertanya dm bahasa Indonesia. ¡°Ya, benar. Dan Anda?¡± Tasya ditekan. ¡°Kami diminta untuk mencarimu. Ibumu, Amalia Chandra, dulu pernah menymatkan nyawa tuan muda kami. Nyonya besar yang kamiyani ingin bertemu denganmu.¡± Wanita itu mengernyitkan kening. ¡°Siapa nyonya yang Andayani?¡± ¡°Nyonya Prapanca,¡± pria pertama menjawab dengan hormat. Mendengar hal ini, Tasya mengerti apa yang membawa kedua pria ini kemari. Nyonya Prapanca adh sosok wanita di bkang Grup Prapanca, perusahaan konglomerasi terkemuka di negeri ini. Bertahun-tahun yanglu, ibu Tasya th mengorbankan hidupnya untuk menymatkan cucu tertua Nyonya Prapanca. Tasya sangat bangga dhirkan oleh seorang perwira polisi yang cakap dan jujur seperti Amalia. ¡°Maaf, tapi aku tidak ingin menemuinya,¡± Tasya berkata dengan tegas. Dia menduga bahwa keluarga Prapanca ingin membs kebaikan besar Amalia, namun dia tidak berencana untuk menerima kebaikan mereka sama sekali. Saat itu juga, suara anak kecil yang penasaran terdengar dari suatu tempat di dm apartemen itu, bertanya, ¡°Bu, siapa itu?¡± ¡°Bukan siapa-siapa,¡± jawab Tasya dengan terburu-buru. Kemudian, dia berbalik untuk berbicara kepada para pria di pintu, ¡°Maaf, tapi aku benar-benar tidak ingin ada tamu saat ini.¡± Seth itu, dia menutup pintu. Sementara itu, di pedesaan, seorang pria duduk di sofa di dm v yang terletak di tengah bukit. ¡°Apakah kamu sudah mcaknya?¡± ¡°Ya, Tuan Muda n. Gadis dari kb mm lima tahunlu itu baru saja menjual jam tanganmu di pasar barang bekas.¡± ¡°Cari dia,¡± kata pria di sofa, suaranya dm dan berwibawa. ¡°Baik, pak!¡± Bad 2 Bad 2 Ruangan itu disinari oleh cahaya hangat darimpumpu. Pria yang duduk di sofa memiliki sosok wajah yang sempurna, wajahnya yang tampan adh suatu karya seni yang luar biasa dari surga. Dia mengenakan setn jas yang dirancang dengan baik yang menonjolkan sosoknya yang kuat. Mata n Prapanca berubah sedingin es saat suara keras neneknya bergema di benaknya. n, kamu harus menjadikan Tasya Merian sebagai seorang istri. Aku hanya menginginkan Tasya dan tidak ada orangin yang bisa menjadi cucu menantuku di Keluarga Prapanca. Namun, saat ini, satu-satunya orang yang n pikirkan adh gadis yang th diperkosanya dm kegpan bertahun-tahun yang lalu. Mm itu, minumannya th dicampur dengan sesuatu dan membuatnya sangat mabuk sehingga satu-satunya hal yang dia ingat adh bagaimana wanita itu menangis tersedu-sedu saat dia memohon bs kasihan dari n. Seth selesai memperkosanya, n melepas jam tangannya dan meletakkannya ke tangan gadis itu, seth itu n pingsan dm kegpan di ruangan itu. Lima tahun kemudian; n masih mencari gadis itu. Minggulu n mengetahui bahwa gadis itu th menjual jam tangannya di pasar barang bekas, tetapi n tembat mengetahui kabar tersebut, karena neneknya bersikeras agar n menjadikan gadisin untuk dijadikan seorang istri. Saat itu, ponsel n berdering sekaligi. Dia mengambilnya dan menyapa dengan kasar, ¡°Ada apa?¡± ¡°Pak n, kami th menemukan gadis itu. Namanya Helen Sanjaya, dan dih yang secara pribadi menjual jam tangan tersebut.¡± ¡°Kirimkan matnya padaku, dan aku akan mengunjunginya,¡± perintah n saat kegembiraan melintas di matanya. Gadis misterius di mm itu akhirnya ditemukan! Aku harus menemukannya, apa pun yang terjadi. Aku harus menebusnya untuk hal-hal yang th kkukan di mm itu. Sementara itu, Helen sedang berada di butik. Dia th mengambil alih butik kurang lebih setahun yanglu, tetapi bisnisnya terus menurun. Dia berjuang untuk membayar sewa dengan menemukan seg cara untuk mengumpulkan uang. Akhirnya, dia memutuskan untuk menjual jam tangan yang dimilikinya, dan yang sangat mengejutkannya, jam tangan itu dijual dengan harga satu miliar. Sejak awal jam tangan itu bukan miliknya. Lima tahun yanglu, karyawan kb mm th menghubunginya dan mengatakan kepadanya bahwa mereka th menemukan jam tangan dari ruangan pribadi, dan menyuruhnya untuk mengambil jam tangan tersebut di departemen bagian kehngan dan penemuan. Seth tiba di kb mm dan melihat bahwa itu adh jam tangan dari seorang pria desainer, tanpa ragu sedikit pun Helen mengakui jam tangan tersebut sebagai miliknya. Sejak saat itu, jam tangan tersebut hanya tersimpan di lemarinya sampai minggulu akhirnya Helen memutuskan untuk menjualnya di pasar barang bekas. Saat akan menjualnya, dia tidak menyangka bahwa jam tangan itu akan berni tinggi, ternyata dia ditawari seharga satu miliar yang sangat mencengangkan. Mata Helen bersinar ketika dia menatap juh uang di rekeningnya, dan dia berpikir dengan gembira dibenaknya, kurasa aku bisa hidup nyaman untuk waktu yang lebihma. Pada saat itu, pintu butiknya terbuka, dan dia dengan cepat bangkit berdiri untuk menyambut pnggan. ¡°Smat Datang di¡­¡± Kemudian Helen terdiam, sangat tercengang sehingga dia tidak mnjutkan kata-katanya. Pria bertubuh tinggi yang memasuki butiknya berdiri tegak. Dia sangat tampan, dan dia memiliki aura bangsawan dm dirinya. Butuh beberapa saat bagi Helen untuk tersadar dari kelinglungannya sebelum dia bertanya dengan gagap, ¡°A-Apakah ada seseorang yang Anda cari, Pak?¡± Itu pertanyaan yang wajar, mengingat Helen menjnkan usaha butik wanita. Tidak mungkin seorang pria yang mengenakan setn jas yang dirancang dengan baik akan berada di sini untuk melihat-lihat gaun dan sejenisnya. Pria itu terlihat setinggi 187 cm. ¡°Helen Sanjaya?¡± n bertanya saat tatapan matanya yang menyipit terkunci padanya. Dia mengamati wajah Helen, dengan putus asa berusaha menemukan jejak gadis di lima tahun yanglu. ¡°Y-Ya, itu aku. Dan Anda¡­¡± Helen tidak bisa menyelesaikan kata-katanya; kemampuan bicaranya menjadi kacau di bawah tatapan membara pria itu. Seth mendengar jawabannya, pria itu merogoh sakunya dan menunjukkan sebuah jam tangan di hadapannya,lu bertanya dengan suara pn, ¡°Apakah jam tangan ini sudah Anda miliki sma bertahun-tahun?¡± Helen melirik jam tangan itu danngsung merasa takut. Berkedip dengan rasa bersh, dia menjawabnya dengan tergagap, ¡°Y-Ya, jam tangan itu¡­ milikku.¡± ¡°Dan kamu adh seorang gadis dari Kb Mm Retro di lima tahun yanglu? Yang berada di Kamar nomor 808?¡± n bertanya dengan mendesak, menatap gadis di depannya dengan saksama sambil berpikir, Mungkinkah dia benar-benar gadis di mm itu? Pikiran Helen mi berputar dengan ganas. Kamar 808 di lima tahun yanglu¡­ Bukankah itu ruangan tempat Elsa dan aku menjebak Tasya? Mengapa pria ini bertanya kepadaku tentang kejadian itu? Tanpa telu memikirkan hal tersebut, Helen menjawab dengan lugas, ¡°Tentu saja, itu aku.¡± ¡°Simpan jam tangan ini mi sekarang, dan jangan coba untuk menggadaikannyagi. Aku akan menebusmu atas apa yang terjadi mm itu,¡± kata n sambil menyerahkan jam tangan itu padanya. ¡°Aku n Prapanca. Kamu ingat namaku, bukan?¡± Helen menatapnya kaget. n Prapanca? Seperti, pewaris Perusahaan Prapanca, konglomerat terkemuka? ¡°Ka-Kamu n Prapanca?¡± Helen bertanya, sangat kewhan sehingga dia hampir pingsan. Pria di sebh n memberinya kartu nama dan meny, ¡°Nona Helen, ini kartu nama Pak n. Anda boleh mencarinya jika Anda membutuhkan bantuannya.¡± Helen mengambil kartu itu dengan tangan gemetar, dan dia terkejut ketika melihat nama yang tercetak di kertas emas itu, jantungnya hampir melompat keluar dari dadanya. Jadi pria yang tidur dengan Tasya lima tahunlu bukah pria yang kami atur untuknya, namun orang baik yang kebetn menjadi pewaris Keluarga Prapanca? Saat kesadaran muncul di benaknya, Helen mengulurkan tangan dan meraih lengan n, lalu memaksa air mata mengalir dari matanya saat dia marah. ¡°Kamu harus bertanggung jawab, n. Apa kamu tahu betapa terluka dan traumanya aku seth mm itu?¡± Dengan itu, Helen menunduk dan menangis dengan air mata palsunya, terisak-isak sedih seh-h dih yang dilecehkan di lima tahun yanglu. Hanya ada satu hal di pikiran Helen saat ini: mengambil posisi Tasya dan mengambil peran sebagai korban di mm lima tahun yanglu itu. Helen bertekad untuk meminta n bertanggung jawab sehingga dia bisa mendapatkan lebih banyak manfaat akan hal ini. Pada akhirnya, dia berharap untuk menikahi pria itu dan menjadi Nyonya Prapanca. ¡°Jangan khawatir, aku berjanji untuk bertanggung jawab,¡± kata pria itu dengan sungguh-sungguh, suara seraknya meyakinkannya. ¡°Nona Helen, Pak n th mengatur sebuah v untuk Anda, dan Anda dapat pindah kapan saja. Pak n akan mengurus semua kebutuhan Anda mi sekarang.¡± Asisten pribadi n, Roy Okananda membantu menjskan. Mata Helenngsung berbinar. Dia sangat gembira sehingga dia hampir pingsan. Dunia yang kaya dan mewah akan segera ada di tanganku! ¡°Ada beberapa hal yang harus aku tangani, jadi aku harus pergi,¡± kata n,lu seth melirik Helen sebentar, n berbalik untuk pergi. Ketika pintu terayun tertutup, Helen mencengkeram jam tangan itu erat-erat. Dia sangat kewhan oleh pergantian peristiwa yang tak terduga ini sehingga dia hampir menangis. ¡°Aku akan menjadi orang kaya! Kaya!¡± Ketika dia merayakan peristiwa ini, dia berharap dengan kejam bahwaN?velDrama.Org is the owner. Tasya sudah mati dm lima tahun terakhir sehingga dia tidak akan muncul. Dm perjnan, n duduk di kursi bkang dengan mata tertutup. Apakah Helen benar-benar gadis di lima tahun yang lalu? Kenapa dia terlihat berbeda? Atau apakah lima tahun th mengubahnya? Sinar jingga dari matahari terbenam menembus jend mobil dan menyinari fitur wajah n. Dia tampak sangat tampan sehingga sulit dipercaya bahwa dia bukah karya seni berharga yang dimiliki museum; tidak ada orang yang bisa meniru penampnnya. n adh penerus Grup Prapanca. Dia th mengambil alih kendali lima tahunlu dan meningkatkan status konglomeratnya, sehingga dinobatkan sebagai posisi pertama di antara perusahaan terkemuka dunia. Pada mm di lima tahun yanglu itu, pertama kali n mengmi kehancuran dm hidupnya. Sh satu saingannya th membubuhi obat di minumannya dengan harapan dapat memanipsi n untuk merusak reputasinya sendiri. n th menymatkan dirinya sendiri dengan melesat ke kamar pribadi, tetapi ketika efek obat itu mencapai puncaknya, seorang gadis bergegas masuk dan membebaskan n dari kesulitannya karena efek obat tersebut. Sejak saat itu, fakta bahwa n th memperkosa dan mengambil keperawanan seorang gadis membebani hati nuraninya. n yakin bahwa gadis itu masih perawan saat mm itu, karena ketika n bangun seth memperkosanya, dia melihat di bawahmpu kamar pribadi tersebut ada jejak darah yang menodai sofa. Saat n memikirkan kekacauan yang terjadi di ruang pribadi itu dia merasa sangat bersh, dia berhenti meragukan identitasnya dan kesannya terhadap Helen. Aku harus bertanggung jawab atas apa yang th kkukan padanya. Sementara, Tasya yang sedang berada di apartemennya di suatu tempat di luar negeri, dia berkata di telepon, ¡°Baih. Beri saya waktu tiga hari untuk kembali ke negara dan bersiap untuk kompetisi.¡± ¡°Mama, apakah kita akan kembali?¡± Seorang anak kecil berjn di sampingnya. Dia mengenakan kemeja kotak-kotak biru dana pendek denim. Wajahnya lembut, meskipun kekanak-kanakan. Dia baru berusia empat tahun atau lebih, dia sangat tampan dan elegan. Tasya tersenyum dan mengangguk. ¡°Maukah kamu kembali bersama mama?¡± Bad 3 Bad 3 ¡°Tentu saja! Aku akan pergi ke mana pun mama pergi!¡± si kecil berseri-seri, matanya yang besar tampak seperti batu onyx yang berku saat mata tersebut melengkung menjadi seperti bn sabit. Tasya mau tidak mau memikirkan betapa tampannya anak itu. Setiap kali Tasya melihat wajah mungilnya, dia merasakan kenyamanan dan penuh rasa syukur, seh-h dia terus-menerus kagum bagaimana dia berhasil mhirkan bayi yang begitu menggemaskan. ¡°Ku begitu, sebaiknya kita mengemasi barang-barang kita sekarang. Kita akan berangkat ke bandara besok sore.¡± ¡°Oke!¡± Si kecil mengangguk,lu beri ke kamarnya untuk mengemasi barang-barangnya. Tasya mengh napas. Dia th tinggal di luar negeri sejak ayahnya mengusirnya dari rumah lima tahun yanglu. Bukan karena dia tidak ingin png namun karena dia tidak punya tempat tinggal. Tasya bahkan tidak memberitahu ayahnya seth dia mhirkan anaknya di luar negeri, dan sekarang dia akan kembali ke tanah airnya untuk sebuah pekerjaan dan karirnya, Tasya th memutuskan untuk menemui ayahnya. Bagaimanapun juga, dia tetah ayahnya. Tiga hari kemudian, di bandara internasional Tasya mendorong keranjang bagasi. Putranya duduk di atas koper besar di keranjang bagasi, dan dia melihat sekeliling dengan heran. Seg sesuatu mengenai tanah khiran mamanya tampak menarik minatnya, dan ada sinar penasaran di matanya yang berbinar. Saat Tasya baru saja mngkah keluar dari pintu kedatangan, dua pria berjas berjn ke arahnya, kemudian menyapanya dengan sopan, ¡°Nona Tasya, kami th dikirim ke sini oleh Nyonya Prapanca, untuk menyiapkan kendaraan Anda di luar pintu masuk. Jika Anda berkenan¡ª¡± Tasya mengedipkan mata pada mereka dan berkata dengan sangat sopan, ¡°Saya menghargai sikap baik keluarga Prapanca, tetapi saya tidak membutuhkan tumpangan, terima kasih.¡± ¡°Nona Tasya, Nyonya Prapanca benar-benar ingin bertemu dengan Anda,¡± kata pria paruh baya itu dengan hormat. Tasya tahu bahwa Nyonya Prapanca tidak memiliki niat buruk, tetapi Tasya benar-benar tidak ingin menerima bantuan darinya. ¡°Tolong beri tahu Nyonya Prapanca bahwa sudah tugas ibuku untuk menymatkan orangin, dan tidak perlu membs perbuatan itu kepadaku.¡± Seth itu, Tasya berjn melewati kedua pria itu, mendorong keranjang bagasi ke arah pintu keluar. Sh satu pria mengeluarkan ponselnya dan memberi tahu dengan patuh, ¡°Tuan Muda n, Nona Tasya th menk tawaran kami untuk menjemputnya.¡± Tiga mobil Rolls-RoyceProperty belongs to N?vel(D)r/ama.Org. berwarna hitam dengan jend yang gp diparkir di pintu masuk bandara. Ada seorang pria yang duduk di kursi bkang Rolls-Royce yang terus menatap pintu bandara, dan dia melihat seorang wanita muda mendorong keranjangnya melewati pintu keluar tepat saat dia meletakkan ponselnya. Wanita itu mengenakan kemeja putih dana jin polos. Rambutnya terurai di tengkuknya, memperlihatkan wajahnya yang halus dan cantik. Kulitnya putih, dan sikapnya agak santai saat dia mendorong keranjang. Tanpa ragu, kehadirannya di antara kerumunan sangat mempesona. Saat itu, tatapan n teralihkan oleh sesuatu, atau lebih tepatnya, seseorang¡ªanakkiki kecil yang melompat dari keranjang bagasi wanita itu. Dia tampaknya berusia sekitar empat atau lima tahun, dan dia mengenakan sweter abu-abu dengana jogger, rambutnya yang tebal dan lembut menutupi dahinya. Dia mungkin masih muda, tapi wajahnya memiliki struktur tng yang kuat membuatnya semakin menggemaskan. Pada saat itu, Tasya berjongkok dan membantu si kecil merapikan pakaiannya; dia menatapnya dengan lembut dan memanjakan. Siapa anak itu? Apakah Tasya sudah menikah? Jika demikian, maka aku tidak perlu menikahinya hanya untuk memenuhi keinginan Nenek. Dengan pemikiran tersebut, n memperhatikan ketika Tasya dan anaknya masuk ke dm taksi. Tidakma seth itu, n juga pergi. Ketika baru saja mobil berjn, ponselnya berdering. n melirik nama penelepon dan menyapa, ¡°Hei, Helen.¡± ¡°n, kapan kamu datang menemuiku? Aku merindukanmu.¡± Suara Helen yang malu-malu merengek. ¡°Aku agak sibuk saat ini, tapi aku akan menemuimu segera seth aku ada waktu luang,¡± jawab n dengan suara basnya. ¡°Janji?¡± Helen bertanya dengan genit. ¡°Ya,¡± jawab n dengan kesabaran yang dipaksakan. Sementara itu, di Kediaman Keluarga Prapanca, seorang wanita tua berambut putih sedang duduk di sofa sambil menyesap tehnya ketika dia mendengar informasi terbaru dari bawahannya. Dia mendongak terkejut dan berkata, ¡°Apa? Tasya punya anak? Apakah dia sudah menikah?¡± ¡°Menurut penyelidikan kami, ayah anak itu tidak pernah muncul, jadi kami berasumsi bahwa dia memiliki anak di luar nikah.¡± ¡°Oh, anak yang mng. Menjadi ibu tunggal di usia yang sangat muda¡­¡± Hana Prapanca, atau lebih dikenal sebagai Nyonya Prapanca, mengh napas. Rasa bersh melonjak dm dirinya saat dia memikirkan tentang petugas polisi wanita pemberani yang th meninggal seth mengmi dpan bs tusukan fatal dari seorang bajingan yang th mengancam akan menyakiti n bertahun-tahun yanglu. Nyonya Prapanca baru saja meratapi hal ini ketika sosok berwibawa dan tinggi melenggang ke ruang tamu. Dia adh n, dan dia th kembali dari bandara. ¡°Kemarh, n,¡± kata Hana sambil memberi isyarat kepada cucunya. n segera duduk di tempat duduk di sebh Nyonya Prapanca dan mi berkata, ¡°Nenek, Tasya menk tawaran kita, jadi mungkin aku¡ª¡± ¡°Aku baru tahu bahwa Nona Tasya adh seorang ibu tunggal yang memiliki anak di luar nikah. Kamu harus merawat ibu dan anak yang mng itu, n. Itu tugasmu.¡± n ternganga pada wanita tua itu tanpa berkata- kata, tertegun oleh sarannya. n mengira bahwa neneknya akan menyerah pada mash ini, tetapi ternyata, neneknya semakin bertekad untuk menjodohkannya. ¡°Nenek, aku tidak harus menikahinya. Kita bisa menggunakan carain untuk membs perbuatan baik ibunya dan menebusnya,¡± jawab n dengan tenang, berharap neneknya akan berpikir masuk akal. Namun, saat Hana mendengar ini, Neneknya menatap n dengan dingin dan berkata, ¡°Tidak, itu tidak akan berhasil. Kamu harus menikahi Tasya dan melindunginya serta merawatnya sma sisa hidupnya.¡± n mengerutkan kening. Dia tidak berpikir ada kebaikan yang bisa datang dari pernikahan tanpa cinta, tapi n bahkan tidak bisa menk saran neneknya karena n bertekad untuk membs pengorbanan ibu Tasya sma bertahun-tahun yanglu. ¡°Kamu bahkan tidak bisa membayangkan berapa banyak tusukan yang dimi oleh Polisi Amelia Chandra hanya untuk melindungimu. Banyaknya darah¡­ kejahatan yang mengerikan¡­¡± Mata Hana sedih saat dia mengatakan ini. Kemudian, dia mendongak dan menatap cucunya, mengatakan, ¡°Merawat putrinya adh hal yang harus kamukukan. Kamu tidak akan pernah bisa membs perbuatan tanpa pamrih ibunya, bahkan jika kamu harus menjaga Tasya untuk smanya.¡± n mengangguk pn. ¡°Baih, ku begitu aku akan menjadikannya sebagai istri.¡± Tapi ada wanitain yang tidak bisa n abaikan, yang harus dia bs juga. Meski begitu, dia belum punya rencana untuk memberitahu neneknya tentang hal ini, dan dia tahu bahwa bahkan jika dia memberitahunya, itu tidak akan menghngi neneknya untuk memaksanya menikahi Tasya. ¡°Tasya punya seorang anak,¡± katanya. Itu menjadi bumerang baginya karena neneknya tampak senang dengan berita itu. ¡°Benar! dia seorang anakkiki kecil, mungkin sekitar tiga atau empat tahun. Aku tidak percaya ada seorang bajingan yang meninggalkan mereka begitu saja. Dengarkan aku, n¡ªjangan berani kamu menghina anak itu, mengerti?¡± n hampir tidak bisa mempercayai ini. Dia menatap neneknya, bingung dan berpikir, Apakah ini semacam beli satu gratis satu? Atelir Perhiasan Jewelia adh sebuah perusahaan tua dan terkenal yang th diakuisisi oleh atasan Tasya. Untuk mengembangkan merek tersebut, Tasya¡ªdiposisikan menjadi kep desainer untuk Grup Mahkota Ratu¡ªth dipindahkan kembali ke tanah khirannya untuk bekerja dm perusahaan Atelir Perhiasan Jewelia. Mlui pengaturan yang dibuat oleh perusahaan Atelir tersebut, Tasya ditempatkan di sebuah apartemen. Tasya mendekorasi dan merapikan tempat tinggal barunya sementara putranya tidur, dan dm waktu dua jam, apartemen itu berubah menjadi tempat nyaman yang sempurna untuk pasangan ibu dan anak itu. Tasya lh, tetapi dia tidak ingin pergi tidur ketika dia melihat sosok putranya yang tidur sangat menggemaskan. Apapun yang terjadi di kota ini lima tahunlu masih menghantuinya dan membuatnya mual. Pengkhianatan sahabatnya, kejahatan saudara tirinya, dan ultimatum ayahnya yang mengakibatkan dia diasingkan, lukanya telu dm untuk disembuhkan. Sungguh sebuah keajaiban bahwa Tasya bisa bertahan sma lima tahun terakhir. Dia harus membesarkan putranya sebagai ibu tunggal dan mengambil kursus desain, dan sma lima tahun, statusnya pehanhan meningkat dan menjadi kep desainer. Dia th bekerja lebih keras daripada orangin, dan Tuhan th memberinya keberuntungan yang dia butuhkan untuk sampai pada posisinya hari ini. Tasya memiliki tabungan, putranya, dan pekerjaan yang memberinya kebebasan. Tasya mengambil ponselnya dan melihat nomor ayahnya. Beberapa kali Tasya berpikir untuk meneleponnya, tetapi sesuatu membuatnya ragu. Sudah lima tahun. Aku ingin tahu apakah ayah masih marah padaku. Kemudian, Tasya mengh napas. Lupakan. Bad 4 Bad 4 Di Grup Mahkota Ratu, tim akuisisi misterius sedang bernegosiasi dengan pemilik bernama Julius di ruang konferensi. Julius akhirnya menandatangani kontrak akuisisi dengan harga 20 triliun. Sampai saat ini, belum ada yang tahu bahwa bos Grup Mahkota Ratu th diganti. Pria paruh baya yang berjn keluar dari ruang pertemuan akuisisi mengeluarkan ponselnya dan mporkan kepada seorang pria, mengatakan, ¡°Tuan Muda n, akuisisi th berhasil diselesaikan, dan Anda sekarang th menjadi CEO Grup Mahkota Ratu Internasional.¡± ¡°Baih,¡± n menjawab dengan santai. Untuk memenuhi janjinya kepada neneknya untuk mengejar Tasya, n menghabiskan 20 triliun untuk mengakuisisi perusahaan tempat Tasya bekerja. Hanya Tasya yang bisa menk pernikahan ini, dm prosesnya, n harus menunjukkan kepada neneknya apa yang th diakukan. Tetap saja, tidak diketahui apakah n bisa menikahi Tasya pada akhirnya. n berharap Tasya akan menknya. Lagi p, setiap pernikahan yang baik perlu didasarkan atas dasar kepentingan emosional bersama. Jika tidak, tidak ada artinya hidup bersama tanpa cinta dm sebuah hubungan. Dm hal ini, Tasya tidak tahu bahwa bosnya th berubah. Dm beberapa hari berikutnya, Tasya th menemukan sekh taman kanak-kanak swasta untuk putranya dan mengantar putranya ke sekh ketika dia ada waktu luang. Anakkiki itu tertarik dengan sekh barunya, dengan tas di punggungnya, dia meraih tangan gurunya dan bergegas masuk ke dm ks. ¡°Apakah itu anakmu? Dia sangat tampan! Aku belum pernah melihat anakkiki yang sangat tampan,¡± komentar seorang ibu dengan takjub. Tasya mengerutkan bibirnya dan tersenyum; tasya tentu saja bahagia sebagai seorang ibu ketika seseorang memuji ketampanan putranya. Di perusahaan Atelir Perhiasan Jewelia, Tasya datang untuk bekerja pada hari pertamanya. Sebagai seorang desainer yang dikirim oleh departemen desain, dia menikmati banyak fasilitas. Misalnya, dia memiliki kantor khusus dan asisten pribadi yang cakap. Sin itu, Tasya hanya mendesain desain khusus secara eksklusif untuk beberapa orang terpilih dan bukan untuk publik. Ini juga merupakan sh satu ni jual unik dari Grup Mahkota Ratu Internasional¡ªsetiap pnggan akan memilikiyanan kustomisasi seumur hidup yang unik. Asisten Tasya bernama Maya. Dia adh seorang wanita muda, energik, cerdas, dan cakap. ¡°Bu Tasya, ini kopi untuk Anda.¡± Maya membawakan kopi. ¡°Terima kasih.¡± Tasya mengangguk. Dm waktu kurang dari 2 menit, Maya mengetuk pintugi. ¡°Bu Tasya, manajer mengatakan bahwa rapat akan diadakan pada pukul 15:00, dan bos akan ada di sana, jadi bersiah.¡± Pukul 15.00 tepat, Tasya duduk di kursinya di dm ruang rapat. Ada banyak anggota penting di ruangan itu, jadi sepertinya ini adh rapat perusahaan yang besar. Saat Tasya sedang memperhatikan sekitar, Tasya secara tidak sengaja bertatapan dengan sepasang mata tajam milik seorang wanita seksi berusia 20-an. Label namanya tertulis: Kep Desainer Alisa. Tasya segera mengerti. Menjadi seorang desainer tentu sangat kompetitif. Oleh karena itu, tidak ada yang disebut teman di industri ini hanya ada saingan. Karena Tasya dipindahkan dari luar negeri, hal itu normal baginya untuk tidak disukai oleh orangin. Saat itu terdengarngkah kaki dari luar pintu, seh-h akan ada orang yang datang. Pintu ruang konferensi kemudian didorong terbuka, dan orang pertama yang masuk adh seorang pria bertubuh jangkung dengan sosok tegak mengenakan setn jas. Dia memiliki sosok wajah yang memancarkan aura kuat. Seth dia masuk, dia berjn ke kursi utama dan duduk. Tanpa perlu mengatakan sepatah kata pun, aura kepemimpinannya membuat identitasnya yang kuat diketahui semua orang. Ketika semua orang melihatnya, suasana menjadi hening. Mengapa bos besar berbeda hari ini? Para desainer wanita di antara mereka semua terkejut dan bersemangat saat mereka melihat pria tampan itu. Adapun Tasya, dia juga terkejut. Bukankah bos Jewelia adh seseorang yang berusia lima puluhan tahun? Mengapa pria ini sangat muda? Wakil direktur perusahaan, Luki Yuwana, terbatuk. ¡°Izinkan saya memperkenalkan kepada kalian semua Tuan n Prapanca. n Prapanca sekarang adh CEO dan ketua Grup Mahkota Ratu. Mi sekarang, beliau akan mengambil alih semua urusan Jewelia. Semuanya, tolong beri sambutan hangat.¡± Tiba-tiba ada han napas dari para peserta rapat. n Prapanca? Dia membeli Grup Mahkota Ratu? Sementara yangin terengah- engah karena kaget dan bingung, Tasyangsung mengangkat kepnya dan menatap pria tersebut, yang kebetn juga sedang menatapnya. n memiliki sepasang mata yang sangat dm yang setajam mata ng, sehingga orangin bahkan tidak memiliki keberanian untuk melihatnya. Namun, Tasya punya keberanian, dan Tasya mungkin sudah menebak mengapa pria ini muncul di sini. Mungkinkah sma aku tidak menerima bsan dari Keluarga Prapanca, mereka akan terus muncul di sekitarku? Apakah penjsan dariku tidak cukup js? ¡°Mari kita mi rapatnya! Anda yang memimpin rapatnya,¡± n mengalihkan pandangannya dan berkata kepada Luki di sampingnya. Para wanita yang hadir sangat bersemangat sehingga tatapan mereka bersinar. Isi rapat itu sama sekali tidak penting, karena mereka hanya menatap n dengan terpesona. Pria ini benar-benar memancarkan keunggn yang tak tertandingi dari ujung kep hingga ujung kaki, dan dia juga sangat kaya. Jadi, dia adh pria yang diimpikan setiap wanita di negara ini untuk dinikahi. Tasya juga tidak mendengarkan isi rapat karena dia linglung. Ketika dia melihatnya dari waktu ke waktu, Tasya mendapati bahwa pria itu sedang menatapnya, membuatnya merasa tidak nyaman. Segera, semua orang dm rapat itu menyadari hal ini. Kenapa n hanya menatap Tasya saja? Apakah karena dia masih muda dan cantik? Seketika, semua wanita menatapnya dengan iri. Tampaknya pekuan khusus n terhadap Tasya membuat mereka marah. Tasya benar-benar ingin berteriak dan menyuruh n untuk berhenti menatapnya. Namun demikian, dia menahannya. Tasya hanya ingin menyelesaikan rapat ini dan pergi, dan dia tidak ingin tinggal di perusahaan inigi, tetapi ketika Tasya ingat dia baru saja menandatangani kontrak sma 5 tahun, dia tidak bisa berkata-kata apapun. Seth beberapa waktu, rapat itu akhirnya selesai. Tasya adh orang pertama yang bergegas keluar dari ruang rapat. Dia kembali ke ruangan kantornya dengan perasaan gelisah. Pada saat itu, ada ketukan di pintu kantornya. Begitu dia berbalik, n mendorong pintu terbuka dan masuk. Segera, Tasya memelototinya, merasa kesal dengan kehadirannya. ¡°Apakah ada sesuatu yang Anda butuhkan, Pak n?¡± Tasya duduk di kursinya, tampak sedikit tidak sabar, dan sama sekali tidak memberinya rasa hormat yang seharusnya diberikan kepada bos mereka. Mendengar itu, n menarik kursi di seberang mejanya dan duduk dengan anggun dengan sikap arogan dan superioritas. Kemudian, dia berkata dengan dingin, ¡°Nona Tasya, mari kita bicara.¡± ¡°Apakah kita akan membicarakan pekerjaan?¡± Tasya bertanya dengan alis terangkat. ¡°Kamu harus tahu bahwa aku diculik ketika aku berusia lima tahun. Ibumu yang memberikan hidupnya untuk menymatkanku, dan aku smat. Untuk itu, Keluarga Prapanca smanya berterima kasih dan ingin membs kebaikanmu. Katakan saja, dan aku akan mencoba memenuhi permintaanmu.¡± n menatapnya dengan tenang sambil mengungkapkan pikirannya. Benar, dia mkukan ini hanya untuk membayar perbuatan baik almarhum ibuku. ¡°Tidak perlu. Ibuku menymatkanmu karena itu adh tanggung jawabnya sebagaiProperty belongs to N?vel(D)r/ama.Org. polisi. Kamu tidak perlu membayarku, dan aku tidak akan menerimanya.¡± Tasya menk dengan tegas. ¡°Kudengar kamu memiliki seorang putra. Jika kamu mau, aku bisa membesarkannya bersamamu dan merawatnya.¡± n mmar dengan mata menyipit. Tasya tiba-tiba mengangkat kepnya untuk melihat pria di seberangnya, dan pada saat yang sama, sebuah pikiran tiba-tiba muncul di benaknya. Hah? Tasya berpikir sejenak bahwa putranya terlihat mirip seperti pria ini. Fitur wajah, mata, temperamen, dan bahkan rambut mereka mirip. Sungguh aneh. ¡°Aku tidak membutuhkan orangin untuk membesarkan putraku.¡± Tasya menkgi. Bad 5 Bad 5 ¡°Nenekku ingin aku menikahimu, merawatmu dan anak-anakmu sma sisa hidupmu. Apakah kamu bersedia menikah denganku?¡± n berkata terus terang. Meskipun dia sedang membicarakan tentang pernikahan, namun tatapannya acuh tak acuh; seperti dia hanya bertanggung jawab. Tiba-tiba merasa geli, Tasya mengusap rambut panjangnya dan menatap pria di seberangnya. ¡°Perhatikan aku baik- baik. Apa aku terlihat seperti tipe orang yang tidak akan pernah bisa menikah?¡± Tasya sangat cantik. Sebenarnya, tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa Tasya benar-benar menakjubkan. ¡°Nona Tasya, apakah kamu tidak ingin menikah denganku?¡± n menggerakkan sudut mulutnya dan diam- diam menarik napas. ¡°Meskipun kamu berkuasa dan tampan, aku tidak peduli padamu,¡± jawab Tasya dengan sangat percaya diri. Wajah tampan n menunjukkan ekspresi yang sedikit terkejut. Sepertinya n sama sekali tidak menarik bagi wanita ini. Yah, ith yang aku inginkan. Seperti yang n harapkan, mereka tidak tertarik satu samain. ¡°Aku harap kamu bisa mengunjungi nenekku secarangsung, Nona Tasya.¡± Lagi p, hanya Tasya yang bisa menk keinginan neneknya, di dm hatinya, n juga harus bertanggung jawab terhadap wanitain. Tasya merenung sma beberapa detik,lu bertanya dengan mata menyipit, ¡°Kamu benar-benar th mengambil alih Grup Mahkota Ratu?¡± ¡°Mi sekarang, aku akan menjadi bosmu, jadi jangan khawatir. Aku akan menjagamu.¡± n mengungkapkan bahwa meskipun dia tidak bisa menikahinya, n akan menjaganya di tempat kerja. Mendengar itu, Tasya mengerjap. ¡°Oke, ku begitukukan! Skan keluar, Pak n.¡± n terkejutgi dengan kata-kata Tasya. Belum pernah ada seorang wanita yang mengabaikannya begitu saja. Kemudian, n bangkit berdiri dan pergi. Seth itu, Tasya mengh napas kecil. Tiba-tiba, Maya mengetuk pintu dan bertanya, ¡°Bu Tasya, apa yang Anda bicarakan dengan Pak n? Apakah dia sangat menyukai Anda?¡± ¡°Siapa yang bng?¡± ¡°Semua orang mengatakan bahwa Pak n th menatap Anda di ruang rapat,¡± Maya memberitahu Tasya atas gosip menarik saat ini. Ketika Tasya mendengar gosip itu, dia kesal. Tampaknya n menyebabkan mash baginya di tempat kerja. Sebagai seorang bos, dia harus menjadi bos yang baik. Tasya bekerja di bawahnya, dan n seharusnya tidak muncul di depannyagi. Berdiri di depan jend yang tinggi, Tasya mengambil ponsel dan menelepon ayahnya. ¡°Halo! Maaf, ini siapa?¡± Suara yang familiar terdengar dari panggn telepon. Hidung Tasya memerah saat dia menjawab, ¡°Ayah, ini aku. Aku Tasya.¡± ¡°Tasya? Kamu¡­ Kemana saja kamu sma lima tahun? Aku tidak bisa menemukanmu.¡± Frans terkejut. Sekarang seth seorang ayah dan anak perempuannya terhubung, bagaimana kebencian bisa bertahan? Mata Tasya berlinang air mata saat dia berkata, ¡°Ayah, maafkan aku. Aku th tinggal di luar negeri sma bertahun-tahun, dan sekarang aku th kembali ke tanah air, bekerja disini .¡± ¡°Oke, yang penting kamu sudah kembali. Kapan kamu akan png kerumah?¡± ¡°A-aku akan png kerumah dua harigi.¡± ¡°Oke, yang penting kamu sehat dan aman. Ini shku. Aku seharusnya tidak mengusirmu.¡± ¡°Mari kita lupakan semua masalu.¡± Tasya menghiburnya. Tasya th mlui semua kesulitan, dan dia tidak ingin memikirkannyagi. ¡°Oke, pnh kerumah secepat mungkin!¡± Frans mengh napas. Tasya menutup telepon dan menarik napas dm-dm. Sebenarnya dia masih belum mau png. Sudah cukup mengetahui kabar ayahnya yang sehat dan aman. Seketika, Luki mengetuk pintu dan datang dengan sebuah kotak di tangannya. ¡°Tasya, aku membawakanmu sesuatu.¡± Tasya melihat kotak yang Luki taruh di atas meja dengan terkejut. ¡°Apa ini?¡± ¡°Tebak.¡± Tasya melihat kotak dengan tulisan ¡®Perumahan Cenderawasih No. 1¡¯ di atasnya. Itu seperti nama sebuah bangunan. ¡°Kamu lebih baik memberitahuku secarangsung!¡± Tasya tersenyum; dia tidak ingin menebak. ¡°Perumahan Cenderawasih No. 1 adh rumah mewah besar seluas 370 meter persegi yang seharga 240 miliar. Ini adh unit properti teratas yang direnovasi secara mewah dan didekorasi dengan dekorasi mewah, dan siap untuk kamu tinggali. Kamuyak mendapatkannya.¡± Luki selesai berbicara dan membuka kotak itu. Ada enam kunci dan kartu pintu di dmnya. Tasya mengerutkan kening. ¡°Apakah ini untukku?¡± ¡°Tasya, ini adh keuntungan khusus dari Pak n. Dia mengubah tempat tinggalmu menjadi unit Perumahan Cenderawasih No. 1. Tidakkah kamu terkejut dan senang karenanya?¡± ¡°Ambil itu; aku tidak membutuhkannya.¡± Tasya menk dengan dingin. Tasya sama sekali tidak ingin menerima bantuan dari Keluarga Prapanca. Ketika ibunya meninggal, dia th mlui masa kecil yang sangat menyakitkan. Ibunya th meninggal dengan cara yang terhormat, dan Tasya th kehngan orang yang paling dicintainya. Mendengar penkannya, Luki tercengang sma beberapa detik. Apakah dia baru saja menk hadiah yang luar biasa itu? ¡°Tasya, kamu tidak bercanda, kan? Ini adh keuntungan yang hanya untukmu!¡± Luki berusia 35 tahun danjang. Dia juga jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Tasya yang masih muda dan cantik, tapi dia tidak menyangka n sudah lebih dulu unggul. ¡°Beri tahu Pak n bahwa aku tidak memerlukan pekuan khusus di perusahaan.¡± Seth Tasya selesai berbicara, dia mendorong kotak itu ke arah Luki dan mengngi kata-katanya. ¡°Ambil ini.¡± ¡°Jangankukan ini padaku. Bagaimana aku harus memberitahukan ini kepada pak n? Terima saja!¡± Luki dapat melihat bahwa n tertarik pada Tasya. Namun, Tasya tetap berkata dengan tegas, ¡°Kembalikan itu. Aku benar-benar tidak membutuhkannya. Terima kasih.¡± Ketika Luki melihat bahwa Tasya serius mengatakannya, Luki mengambil kotak itu. Pada saat ini, n tidak kembali bekerja di perusahaannya Perusahaan Dakota, tetapi mi bekerja di kantor utama Jewelia. ¡°Pak n, Tasya tidak menerima ini dan tidak peduli dengan apa yang saya katakan,¡± Luki mporkan tanpa daya. ¡°Baih.¡± Mata n menjadi gp. n th menduganya, tetapi akan lebih baik jika dia bisa membayar hutangnya dengan hal-hal materi sehingga dia tidak harus mengikat dirinya dengan Tasya mlui pernikahan. Di Kediaman Keluarga Merian, Frans baru saja kembali. Dia melihat istrinya menonton TV di sofa,lu mengh napas dengan gembira dan berkata, ¡°Pingkan, aku menerima telepon hari ini. Coba tebak dari siapa?¡± ¡°Siapa?¡± Pingkan menatapnya dengan rasa ingin tahu. ¡°Dari Tasya! Tasya th tinggal di luar negeri sma bertahun-tahun. Tidak heran aku tidak bisa menghubunginya,¡± kata Frans dengan gembira. Frans tidak menyadari bahwa ekspresi istrinya tiba-tiba berubah, dan muncul kebencian di matanya. ¡°Kenapa kamu masih memikirkannya? Tasya th mempermalukanmu di masalu, jadi jangan biarkan dia kembali ke rumah ini.¡± ¡°Pingkan, aku sudah berpikir sma beberapa waktu, dan aku merasa Tasya bukan orang seperti itu. Pasti ada keshpahaman, dan bagaimanapun, sudah bertahun-tahun belu. Biarkan saja!¡± ¡°Keshpahaman apa? Elsa memfoto Tasya bahwa dia sering mengunjungi tempat seperti itu di tengah mm. Buktinya kuat.¡± Pingkan benar-benar tidak menyangka Tasya, yang th diusir, akan kembali sekarang. Apakah Tasya memperhatikan perkembangan perusahaan kita dan kembali untuk bersaing memperebutkan aset keluarga? Huh! Itu semua milik putriku. Melihat istrinya tidak senang, Frans tidak berkata apa-apagi dan naik kentai atas, sedikit lh. Kemudian, Pingkan dengan cepat mengambil ponselnya dan menelepon nomor putrinya. ¡°Hai! ibu.¡± ¡°Elsa, tebak siapa yang kembali?¡± ¡°Siapa?¡± ¡°Tasya si jng itu menghubungiN?velDrama.Org is the owner. ayahmu hari ini. Dia kembali.¡± ¡°Apa? Bagaimana dia bisa kembali?¡± ¡°Tasya pasti menginginkan aset keluarga kita dan ingin kembali untuk mendapatkannya. Sma ada aku disini, Tasya bahkan tidak akan bisa menyentuh harta kita.¡± Pingkan mendengus dingin, wajahnya penuh kepahitan. ¡°Aku bisa mengusirnya lima tahun yanglu, jadi bahkan jika dia kembali, aku masih bisa mengusirnyagi.¡± Elsa juga sangat yakin akan hal itu. Bad 6 Bad 6 Pada saat itu, Elsa yang berada di tempat spa segera menghubungi Helen seth menutup telepon ibunya. Saat itu, mereka bekerja sama untuk membuat Tasya kehngan keperawanannya dan kemudian mengusirnya dari rumah. Sekarang Elsa dan Helen th menjadi teman baik, tetapi dm dua minggu terakhir, Helen tidak berkomunikasi dengannya, dan toko Helen juga tutup. Karena itu, Elsa tidak tahu apa yang dkukan Helen. Takma kemudian terdengar suara Helen dari telepon. ¡°Halo, Elsa.¡± ¡°Helen, apa yang kamukukan sekarang? Mengapa tokomu tutup?¡± ¡°Oh! A-aku sedang bepergian! Ada apa?¡± ¡°Helen, aku mau memberitahumu kabar buruk. Tasya th kembali ke negara ini.¡± Di sebuah v mewah, Helen, yang sedang menikmatiyanan seorang pyan di sofa, sangat ketakutan sehingga dia menjatuhkan ponselnya. Helen dengan cepat mengambil ponsel itu, menarik napas dm-dm,lu bertanya dengan gugup, ¡°Kapan dia kembali? Mengapa dia kembali?¡± ¡°Kenapa kamu begitu gugup? Kamu masih takut padanya?¡± ¡°Tidak, aku hanya bertanya.¡± ¡°Ayahku memberitahuku. Aku tidak tahu apa yang Tasyakukan, tapi aku yakin dia akan kembali untuk memperebutkan aset keluargaku sekarang, dan dia mungkin akan membuatmu kesulitan juga.¡± Ktan kekejaman berkuan di mata Helen ketika dia mendengar itu. Mengapa Tasya tidak mati saja di luar negeri? Dengan begitu, aku tidak perlu panik. Semua yang dinikmati Helen sekarang adh berkat Tasya. Helen tidak akan pernah membiarkan n mengetahui kebenarannya sma dia masih hidup. Aku tidak bisa membiarkan n tahu bahwa gadis pada saat itu adh Tasya. ¡°Elsa, aku juga takut dia akan membs dendam padaku. Bisakah kamu memberitahuku semua yang kamu ketahui tentang Tasya? Aku akan lebih bersiap-siap,¡± kata Helen kepada Elsa. Elsa menjawab, ¡°Oke, kita akan berurusan dengannya bersama nanti.¡± Seth menutup telepon, Helen menggigit bibirnya. Dia sekarang terbiasa dipekukan seperti gadis muda kaya, dan dia memiliki yang terbaik dari segnya. Untuk menebusnya, n memberikan semua yang dia inginkan. Helen menjadi rakus; dia menginginkan lebih dari sekadar kompensasi materi. Bahkan, Helen ingin menjadi istri n. Pasti hal yang paling membahagiakan di dunia menjadi wanita dari pria seperti n. Karena itu, Helen tidak akan pernah membiarkan Tasya mengacaukan rencananya. Bahkan Elsa tidak boleh mengetahuinya. Jika Elsa mengetahuinya, dia akan iri padanya dan mengeksposnya. Karena itu, Helen harus memiliki pemahaman yang baik tentang seg sesuatu tentang Tasya, dan yang terbaik adh menemukan cara untuk membuatnya menghng dari dunia ini. Pada pukul 17.00, Tasya datang di taman kanak- kanak tepat waktu untuk menjemput putranya. Anakkiki kecil dengan gembira mengucapkan smat tinggal kepada guru dan beri ke arahnya. ¡°Mama!¡± ¡°Bagaimana sekhmu?¡± ¡°Luar biasa! Guru sangat menyukaiku, dan teman seksku juga menyukaiku,¡± anak kecil itu mporkan dengan gembira. ¡°Bagaimana ku kita makan mie?¡± ¡°Oke!¡± Tasya sangat beruntung mhirkan anak dengan karakter baik seperti mikat. Sejak dia masih bayi, dia tidak pernah membiarkan Tasya mengkhawatirkannya. Anaknya tidak pilih-pilih tentang makanan, dia memiliki kepribadian yang baik, dan dia adh anak yang baik dan penyayang. Seth berbnja di supermarket, mereka png untuk memasak makan mm. Anakkiki itu bermain dengan Lego sementara Tasya memasak makan mm untuk mereka berdua. Saat itu, apartemen kecil itu penuh kehangatan dan kenyamanan. ¡°Ma, apakah pekerjaan mama berjnncar hari ini?¡± anak kecil itu bertanya dengan prihatin. ¡°Ya, pekerjaan mama berjn dengan baik.¡± Tasya melengkungkan bibirnya dan tersenyum. Di depan putranya, dia tidak pernah mengeluh tentang hidup atau pekerjaan. Meski hidup susah, senyum anaknya manis dan bisa menyembuhkan seg ketidakbahagiaannya. ¡°Jodi, apakah tidak apa-apa jika mama mengajakmu menemui kakekmu dm dua hari?¡± Tasya bertanya pada putranya. ¡°Oke. Aku juga sangat ingin bertemu Kakek.¡± Anak kecil itu mengedipkan matanya. Mendengar itu, Tasya merasa rumit karena dia tahu Pingkan dan putrinya pasti tidak akan menyambut Jodi. Dia juga tidak akan membiarkan Elsa tahu bahwa dia hamil ketika dia secara tidak sengaja kehngan keperawanannya lima tahun yanglu, dan dia berencana untuk memberitahu ayahnya bahwa dia mengandung anak itu dengan pria yang dia cintai. Pada mm hari, Tasya tidur dengan putranya di pelukannya. Cahaya bn dari luar jend bersinar masuk, mereka tertidur bersama. Keesokan paginya, seth mengantar putranya, Tasya naik taksi ke perusahaan. Jewelia terletak di sebuah bangunan dpanntai di pusat kota, yang sedikit tidak mencolok karena gedung pencakarngit yang lebih tinggi di sebhnya. Namun, merek perusahaan Jewelia sempat mendapatkan popritas di tanah air. Sekarang seth diakuisisi oleh Mahkota Ratu, ni pasarnya juga meningkat. Karena itu, satu bn kemudian, Jewelia diundang untuk berpartisipasi dm pameran perhiasan lokal. BeberapaThis is from N?velDrama.Org. seri rancangan Tasya dipilih untuk ditampilkan di pameran, yang juga merupakan metode efektif untuk tujuan pemasaran. Segera, Tasya turun dari taksi. Karena dia membeli sarapan agak tembat, Tasya membayar taksi sambil menggigit roti di tangannya, seth itu Tasya berjn cepat menuju a. Ketika Jodi pergi ke sekh pada pukul 8.30 pagi, Tasya sedikit terburu-buru untuk bekerja pada pukul 9.00. Di pintu masuk lift, Tasya mencoba untuk menghabiskan sarapannya sebelum memasuki kantor, karena tidak pantas masuk kantor sambil makan. Jadi, Tasya mengisi mulutnya dengan roti suapan besar terakhir. Saat Tasya mengunyah dengan pipi yang penuh, pintu lift terbuka, dan sosok tampan dan dewasa tiba-tiba muncul di depan matanya. Menegangkan sma beberapa detik, Tasya menn roti dengan susah payah dan berjn dengan seanggun mungkin. ¡°Pagi,¡± n menyapa dengan suara pn. ¡°Pagi!¡± Tasya menjawab, dan seth itu, Tasya dikejutkan oleh cegukannya yang tiba-tiba. Saat cegukan, Tasya merasa wajahnya memerah saat dia hampir tersedak rotinya. Yang lebih mengkhawatirkan adh lift itu memiliki cermin di sekelilingnya. Sekarang, Tasya tidak punya tempat untuk menyembunyikan rasa malunya. Tasya menutup mulutnya, tetapi tubuhnya memprotes karena dia makan telu cepat, dan munculgi cegukan yang sangat tidak elegan. Tatapan n yang tertuju pada wajahnya mlui cermin saat dia melihat tindakan canggung Tasya. Akhirnya, ketika mereka tiba dintai 6, Tasya keluar dari lift dengan segera seth pintu terbuka. Tasya merasa sangat malu sehingga dia ingin menggali lubang dan mengubur dirinya sendiri. Ekspresi tenang n di wajahnya yang tampan tampak tersenyum di matanya yang gp. Gadis ini sangat menarik. Tasya kembali ke kantor dan dengan cepat mengambil beberapa teguk air untuk menyembuhkan cegukannya, tetapi adegan memalukan itu tidak dapat diurungkan. Tasya tidak akan merasa malu jika itu priain, tapi pria itu adh n. n pasti menertawakanku. 10.30 pagi. ¡°Bu Tasya, ada rapat departemen sekarang.¡± Tasya menjawab, ¡°Baih.¡± Di ruang rapat, direktur departemen, Felly Erman, duduk di satu sisi ruang konferensi. Dia memiliki dpan desainer di bawahnya, termasuk Tasya. ¡°Tunggu sebentar. Pak n akan segera datang.¡± Felly meneguk air dan mengangkat bahu dengan gugup. Siapa yang mengira bahwa rapat departemen akan melibatkan bos besar juga? Ini sangat menegangkan. ¡°Tasya, apakah kamu mengenal Pak n sebelumnya?¡± Alisa menatap Tasya dengan penuh arti. Tasyangsung membantahnya. ¡°Aku tidak mengenalnya.¡± ¡°Lalu mengapa Pak n terus menatapmu kemarin?¡± desainer wanitain bertanya, tidak puas. ¡°Kamu harus menanyakan hal ini kepada Pak n,¡± jawab Tasya. ¡°Pekerjaan adh pekerjaan, dan perusahaan bukah tempat bagimu untuk jatuh cinta, atau tempat untuk berbuat curang untuk mendapatkan sesuatu. Kalian semua sebaiknya mengingatnya dengan baik.¡± Felly menatap bawahannya dengan tegas. Kemudian, Alisa melirik Tasya. Di matanya, Tasya adh seseorang yang ingin merayu n untuk mendapat keunggn. Pada saat itu, pintu ruangan terbuka, dan sosok yang mengesankan masuk. n masuklu duduk di ujung meja. Siapapun yang melihat orang ini akan berpikir bahwa Tuhan tidak adil. Tuhan memberinya kekayaan yang bisa menyaingi kekayaan pemerintah, wajah tampan yang dipuja semua makhluk, sosok sempurna seperti dewa, sikap anggun dan kebangsawanan, dan aura agung seperti seorang kaisar. Pria ini hidup untuk dipuja wanita. Bahkan Felly buru-buru mengusap rambutnya sambil menunjukan sikapnya yang lembut dan feminim. Meski sudah berusia 35 tahun, Felly masih bermimpi untuk menikah dengan orang kaya. ¡°Shkan dimi.¡± Suara rendah dan menawan itu terdengar dingin. Bad 7 Bad 7 Fellyngsung terbatuk. ¡°Baih, pokok bahasan rapat hari ini adh kompetisi yang kita ikuti. Pertama, smat kepada dua desainer terpilih, Alisa dan Tasya.¡± Tasya mengangkat kepnya dan bertemu dengan tatapan provokatif Alisa. Jika dia menang kali ini, perusahaan akan memberinya bonus besar. Oleh karena itu, mereka adh saingan. Felly segera menganalisis situasi kompetisi ini. Sebagai seorang desainer berpengman, dia sangat percaya diri dengan pekerjaannya. Sementara Tasya sedang menatap meja, dia tiba-tiba merasakan ada sepasang mata tertuju padanya. Tidak diragukangi, n yang menatapnya. Apakah pria ini benar-benar kurang kerjaan? Kenapa dia menatapku sepanjang waktu? Ibu Tasya mengorbankan hidupnya untuknya. Sejujurnya, Tasya sangat tidak ingin bertemu dengannya. Meskipun Tasya baru berusia lima tahun pada saat itu, dan dia tidak bisa menyhkannya siapapun, Tasya tetap memiliki perasaan benci di dm hatinya. ¡°Tasya, katakan pendapatmu.¡± Felly tiba-tiba memberi isyarat padanya. Tasya mmun, dan sekarang dia tidak tahu apa yang Felly bicarakan. Tasya mengangkat kepnya dan menatap Felly dengan bingung. ¡°Uh¡­ pendapat apa yang kamu maksud?¡± Wajah Fellyngsung berubah jelek. Beraninya seseorang mmun di rapat ini? ¡°Tasya, meskipun kamu adh seorang desainer yang dikirim dari pusat, kamu tidak boleh telu sombong dan mengabaikanku. Kamu tidak mendengarkan apa yang aku katakan barusan, kan?¡± Felly adh wanita yang keras dan ingin memberi pjaran kepada Tasya. Para desainerin memandang Tasya seh-h mereka sedang melihatnya mempermalukan dirinya sendiri, sementara wajah Tasya juga sedikit memerah. Sementara dia tidak tahu harus berkata apa, suarakiki terdengar. ¡°Katakan padaku apa ni jual unik dari desainmu.¡± n mengingatkannya. Ketika menanyakan tentang pekerjaannya, Tasya segera menjadi percaya diri. ¡°Karya saya kali ini menggunakan tinum, bahan yang paling cocok, dengan tambahan rhodium dan pdium. Kuan, kekuatan, dan daya tahannya sangat baik, dan juga merupakan bahanngka. Konotasinya unggul, tidak mudah terdepresiasi, dijamin tidak berubah warna, memiliki kestabn yang baik, dan cocok untuk keperluan koleksi. Target konsumen saya adh orang-orang yang suka mengoleksi dan membeli barang-barang mewah.¡± Seth Tasya selesai berbicara, dia tiba-tiba melihat tatapan dm dari pria di seberangnya, dan Tasya segera menghindari tatapannya. ¡°Singkatnya, itu mahal!¡± Alisa menyeringai. ¡°Saya tidak sama dengan Tasya. Saya fokus pada elemen fashion. Saat ini, tren berubah-ubah. Saya pikir ide saya lebih cocok untuk pasar.¡± Tasya mengerutkan bibirnya dan tersenyum. ¡°Setiap karya kita memiliki ni jualnya sendiri.¡± Segera, rapat itu akhirnya berakhir. n hanya datang untuk mendengarkan dan tidak telu banyak mengungkapkan pendapatnya. ¡°Oke, rapat selesai,¡± Felly mengumumkan. ¡°Tasya, tetap di sini. Yangin boleh pergi,¡± kata n tiba-tiba. Saat mendengarnya Tasya hampir tersedak ketika hendak menyesap air untuk membasahi tenggorokannya. Diangsung dikelilingi oleh tatapan iri dan kebencian, terutama Alisa, yang memelototinya dengan kesal seh-h Tasya th merayu n dengan cara kotor. Tasya juga tidak bisa berkata-kata. Tidak bisakah n melihat situasiku di perusahaan? Aku dicemooh oleh orangin, dan dia tetap mkukan ini! Seth semua orang pergi, Tasya bersandar di kursinya dan berkata dengan dingin, ¡°Apakah ada sesuatu yang Anda butuhkan, Pak n?¡± ¡°Mengapa kamu tidak menerima rumah yang kuberikan padamu kemarin?¡± n menyipitkan matanya dan menatapnya. ¡°Kenapa harus aku terima? Aku sudah mengatakan bahwa aku tidak akan menerima apapun dari keluarga Prapanca.¡± Tasya menekankangi. ¡°Kamu harus memikirkan putramu. Tempat yang aku pilih memiliki fasilitas luar biasa yang dapat mendukungnya. Ada taman kanak-kanak yang jauh lebih baik untuk orang-orang elit di masyarakat. Juga lebih aman dan lebih cocok bagimu untuk tinggal bersama anakmu.¡± n meninggalkan statusnya sebagai atasannya dan berubah menjadi sales penjun. Apa yang n katakan sangat menarik bagi Tasya karena, sebagai seorang ibu, adh keinginan terbesarnya untuk memberikan pendidikan dan lingkungan terbaik kepada putranya. ¡°Tidak perlu. Aku bisa memberikan yang terbaik untuk anakku.¡± Tasya tidak setuju. Untuk seorang pengusaha seperti n, dia tidak bisa menyadari bahwa hal yang paling berharga bukah kekayaan materi tetapi keluarga. Sma putranya bersamanya, bahkan jika Tasya hidup dm kondisi yang kurang baik, dia akan sangat bahagia. Sambil mengerutkan kening, n menatap wanita kejam itu dan merasa bermash. ¡°Besokgi, jika bukan urusan pekerjaan, tolong jangan mencarikugi.¡± Seth Tasya selesai berbicara, dia mengambil dokumennya,lu bangkit berdiri dan pergi. Sore harinya, Tasya menerima telepon dari ayahnya, yang memintanya png untuk makan mm besok. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengannya. Karena itu, Tasya setuju, berpikir bahwa Tasya perluProperty belongs to N?vel(D)r/ama.Org. png untuk berkunjung. Di kantornya, n duduk dengan anggun di kursinya, mendengarkan laporan kerja asisten di sampingnya. ¡°Pergi periksa informasi mengenai ayah dari putra Tasya.¡± Karena kompensasi materi tidak membuat Tasya terkesan, n bisa memi pada halin. ¡°Baih.¡± Roy Okanada segera pergi untuk menyelidiki. Pada saat itu, ponsel n berdering,lu dia mengangkatnya dan melihat bahwa itu telepon dari Helen. ¡°Halo,¡± jawab n selembut mungkin. ¡°n, apa kamu sibuk dengan pekerjaan? Bisakah aku makan mm denganmu mm ini?¡± ¡°Oke, aku akan memesan restoran.¡± n setuju. ¡°Ku begitu aku akan menunggumu menjemputku.¡± Helen sangat bersemangat. ¡°Baih.¡± n menutup telepon sementara wajah Helen muncul di benaknya. Untuk beberapa san, Helen tidak seperti wanita saat lima tahun yanglu baginya. Samar-samar n ingat wanita mm itu. Bibirnya sangat lembut, dan tubuhnya memiliki aroma yang samar. Meskipun dia menangis terus menerus, suaranya menarik, sementara suara Helen agak telu tajam. Karena sudah lima tahun, siapa pun akan mengmi perubahan signifikan. Jadi, n hanya ingin menebusnya. Lagi p, apa yang diakukan mm itu menyebabkan kerusakan permanen dm hidupnya. Di sebuah restoran mewah, Helen datang dengan gaun Chanel baru, menggunakan kosmetik mahal dan keterampn seorang penata rias, Helen meningkatkan penampnnya yang agak rata-rata, tetapi dia tetap saja belum cukup menarik. Helen termasuk dm kategori seorang gadis cantik rata-rata. Dia tidak jelek, tapi juga tidak mempesona. Namun, mm ini, Helen adh wanita yang paling membuat iri di seluruh restoran. Pria yang duduk di seberangnya adh seorang pria ks atas yang tampan, anggun, menawan, dan memancarkan aura agung. ¡°n, bersng.¡± Helen mengambil inisiatif untuk mengangkat gsnya dan menatap pria di seberangnya dengan penuh semangat. Meskipun Helen sudah mengenalnya sma hampir tiga minggu, n slu mempekukannya dengan baik dan sopan. Namun, yang diinginkan Helen jauh lebih dari itu, karena Helen menginginkan hati, tubuh, dan akhirnya, menjadi istrinya. Sekarang, karena Helen th mendapatkan perhatiannya dan semua yang n berikan padanya, dia benar-benar takut kehngan semuanya. Helen merasa senang menjadi orang kaya. Apa yang dia inginkan dapat diberikan kepadanya dm hitungan detik. Gaun Chanel baru kesukaannya dikirimkanngsung padanya untuk dia pilih. Jika dia menginginkan tas tertentu, dia bisa mendapatkannya dm setiap warna yang tersedia. Jika dia menginginkan perhiasan berlian, yang perlu Helenkukan hanyh memilih mana yang dia suka. Perasaan ini seperti sedang mengambang di awan, dan Helen tidak pernah ingin jatuh kembali ke tanah sma dia hidup. Bad 8 Bad 8 Namun, Helen memiliki firasat buruk bahwa Tasya akan tiba-tiba kembali dan mengetahui kebenaran tentang apa yang terjadi mm itu. Jika itu terjadi, Helen akan kehngan segnya dan terpaksa menjni hidupnya seperti dulugi. Memikirkan hal itu, Helen berkata pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan pernah membiarkan hal seperti itu terjadi. Jadi, ketika n mengantarnya png ke rumah mewah seth makan mm, Helen dengan malu-malu mengajak n masuk ke dm rumah. ¡°n, maukah kamu masuk dan minum teh?¡± ¡°Tidak, terima kasih. Aku masih memiliki hal-hal yang harus aku tangani.¡± ¡°Tapi aku takut sendirian. Aku ingin kamu menemaniku.¡± Helenngsung mencoba mempermainkan simpati pria itu dengan berpura-pura takut. ¡°Aku akan meminta Na untuk menemanimu.¡± n meraih ponselnya. ¡°Tidak! Tolong! Aku hanya ingin ditemani kamu.¡± ¡°Tapi aku benar-benar memiliki sesuatu hal yang harus akukukan di tempat kerja. Mungkinin kali aku akan menemanimu.¡± n dengan lembut menatapnya. ¡°Istirahah. Smat mm.¡± Helen kecewa seth mendengar jawaban n, tetapi sikap lemah lembut n mendorongnya untuk berhenti bersikeras dan Helen mengangguk dengan cemberut. ¡°Baih ku begitu.¡± Menatap mobil n, Helen menggigit bibirnya sambil berharap dia bisa berada dm pelukan pria itu. Aku bersumpah aku akan menjadikannyakikiku suatu hari nanti! Aku akan menjadi wanita yang membuat iri setiap wanita lain. Sementara itu, Tasya memutuskan untuk menghabiskan hari indahnya dengan memeriksa beberapa outlet bersama Felly. Seiring waktu belu dengan cepat, Tasya png kerja lebih awal dari biasanya, sekitar pukul 16.30, berpikir Tasya ingin mengajak putranya png ke rumah untuk menemui ayahnya. Di sisiin, Frans th secara khusus memberi tahu juru masak di Kediaman keluarga Merian untuk menyiapkan makan mm untuk kedatangan Tasya, tetapi Pingkan memastikan juru masak hanya menyiapkan hidangan kesukaan putrinya, tanpa memikirkan Tasya sama sekali. Segera, pyan itu datang dan bertanya, ¡°Nyonya, Tuan Frans berkata bahwa udang adh makanan kesukaan Nyonya Tasya, ith sebabnya Tuan Frans menyuruh saya untuk membelinya. Apakah Anda yakin tidak ingin saya memasaknya?¡± ¡°Tentu saja tidak. Lanjutkan dan masak udangnya, tapi pastikan rasanya sangat pedas sehingga jng itu tidak mau memakannya,¡± jawab Pingkan. Segera seth pyan mnjutkan untuk mkukan apa yang diperintahkan, Pingkan dengan marahT¨ºxt belongs to N?velDrama.Org. memikirkan niat Tasya untuk png ke rumah. Jauh di lubuk hatinya, Pingkan mau tidak mau berpikir bahwa Tasya png karena aset keluarganya sekarang karena Frans dan perusahaannya mkukannya dengan sangat baik sehingga mereka th mengumpulkan kekayaan lebih dari miliaran. Sma ada aku di keluarga ini, Tasya tidak akan mendapatkan bagian warisannya. ¡°Bu, apakah kamu tahu bahwa Tasya akan png untuk makan mm?¡± Elsa masuk mlui pintu dengan frustrasi. Pingkan mengangguk. ¡°Ayahmu bersikeras mengundang Tasya untuk bergabung makan mm dengan kita, dan aku tidak bisa mengatakan apa-apa tentang itu.¡± ¡°Sudah lima tahun. Aku bertanya-tanya bagaimana dia sekarang.¡± Elsa mengerucutkan bibirnya. ¡°Seberapa baik hidupnya? Tasya bahkan tidak menyelesaikan kuliahnya ketika dia pergi saat usia 19 tahun. Menurutku, dia png untuk mendapatkan warisan karena dia th berjuang untuk memenuhi kebutuhan.¡± Pingkan mendengus tidak puas. ¡°Jangan biarkan dia mengambil milikku, Bu. Aku yang memiliki semua milik Ayah,¡± kata Elsa dengan berani, seh-h dia adh pewaris sah dari warisan ayahnya. ¡°Tentu saja, Tasya tidak ada hubungannya dengan warisan sama sekali,¡± jawab Pingkan tegas. ¡°Baih, aku akan memakai make-up dan memakai baju baruku.¡± Elsa menuju kentai atas segera seth dia menyelesaikan kata-katanya, berpikir dia harus menunjukkan kepada Tasya bahwa tempatnya di Keluarga Merian tidak tergantikan. Di sisiin, Tasya naik taksi dan sedang dm perjnan menuju ke Kediaman Merian bersama putranya sambil mengajari putranya apa yang harus dkukan nanti. Syukuh, putranya adh anak yang cerdas yang mengerti apa yang dikatakan Tasya kepadanya, melelehkan hatinya sehingga Tasya segera memeluk dan menciumnya. ¡°Ini baru anak mama tersayang!¡± Jauh di lubuk hati, Tasya bersimpati dengan putranya sendiri, berpikir anaknya mungkin akan dipekukan berbeda jika dia dhirkan dm keluarga yang berbeda. Pada saat yang sama, Tasya merasa ironis karena kehadirannya dipekukan dengan cara yang tidak ramah di rumah ayahnya. Sementara itu, Frans kebetn berada di depan pintu rumahnya. Dia png dari kantornya lebih awal dari biasanya karena dia tidak sabar untuk melihat putrinya, yang th jauh darinya sma lima tahun. Segera, Frans melihat sebuah taksi datang ke arahnya dan berjn mendekatinya tepat ketika mobil itu berhenti. Kemudian, seorang wanita bertubuh ramping keluar dari taksi, dan wanita itu ternyata adh Tasya. Tidakma seth itu, Frans melihat seorang anakkiki muncul dari bkang Tasya dan sangat tertegun dengan apa yang dia lihat. Kenapa putriku memiliki seorang anak lakiki yang terlihat seperti dia berusia 4 atau 5 tahun? Apakah dia¡­ Frans mau tidak mau merasa terkejut dengan apa yang dilihatnya. Sementara itu, Tasya menatap ayahnya, menyadari berapa usianya seth lima tahun. Karena itu, Tasya mi memahami apa yang terjadi saat itu sambil menyhkan dirinya sendiri karena tidak menghubungi ayahnya sma lima tahun terakhir. ¡°Aku png, Ayah.¡± Tasya meraih tangan putranya dan berjn mendekati Frans. Kemudian, Tasya memandang putranya dan berkata, ¡°Jodi, sapa kakekmu.¡± ¡°Kakek.¡± Jodi mendongak dan memanggil Frans. Kakek? Frans terkejut ketika dia mendengar suara anak itu, memandang Jodi dengan kagum. ¡°Ini¡­ cucuku? Kamu sudah punya anak?¡± ¡°Ya, Ayah. Namanya Jodi, dan dia berusia tiga setengah tahun.¡± Tasya tidak memberi tahu Frans usia sebenarnya putranya karena Tasya tidak ingin ayahnya menyimpulkan kapan dia mhirkan Jodi. ¡°Tiga setengah tahun, dan dia sudah setinggi ini.¡± Frans merasa tidak percaya bahwa dia sudah memiliki cucu yang tampan. ¡°Ya!¡± Tasya tersenyum. ¡°Bagaimana dengan ayah anakmu?¡± Frans bertanya. ¡°Aku tidak pernah tinggal bersamanya sejak aku mhirkan Jodi,¡± jawab Tasya. ¡°Ya, aku hanya tinggal bersama mama sepanjang waktu, Kakek,¡± kata anak itu. Mata Frans dipenuhi air mata ketika dia menyadari bahwa dia tidak mkukan apa pun untuk membantu putrinya membesarkan cucunya. Aku kakek yang mengerikan. Lebih burukgi, aku mengusir putriku sendiri dari rumah lima tahun yanglu. ¡°Ini shku! Semua shku, Tasya! Maafkan ayah. Ayah akan menebusnya untukmu.¡± Frans diliputi oleh rasa bershnya sendiri. ¡°Tidak perlu seperti itu ayah. Jodi dan aku th hidup dengan baik.¡± Tasya tidak ingin rasa bersh ayahnya membebaninya. ¡°Ayo masuk! Biarkan aku memelukmu, Jodi sayangku!¡± Frans membungkuk dan memeluk Jodi, ayahnya berpikir bahwa Jodi diberi makan dengan baik karena tubuhnya yang kuat. Sin itu, Frans bangga dengan betapa tampannya cucunya sendiri, karena Frans menganggap Jodi adh anak paling tampan yang pernah dia lihat. Begitu Tasya memasuki ruang tamu bersama ayahnya, Pingkan melihat suaminya menggendong seorang anak dan bertanya dengan heran, ¡°Siapa anak itu, suamiku?¡± ¡°Pingkan, ini anak Tasya. Dia mhirkan seorang anak ketika dia tinggal di luar negeri.¡± Frans dengan senang hati memberitahunya, menunjukkan kegembiraannya atas kedatangan cucunya. Lagi p, penyesn terbesarnya adh tidak memiliki seorang putra, meskipun Frans tidak secara khusus ingin memilikinya. Oleh karena itu, Frans mempekukan cucunya seperti putranya sendiri karena Jodi masih merupakan keturunan dari garis keturunannya. ¡°Apa?!¡± Pingkan tercengang mengetahui bahwa anak itu adh anak Tasya. ¡°Ibu.¡± Tasya dengan dingin menyapa Pingkan. ¡°Oh, sayang! Kami tidak tahu bahwa kamu sudah menjadi seorang ibu seth lima tahun. Mengapa kamu tidak memberitahu kami?¡± Pingkan berpura-pura menunjukkan kekhawatirannya, berpikir bahwa itu adhngkah yang perlu dkukan ketika di depan suaminya. ¡°Siapa ayahnya? Kenapa dia tidak ada di sini?¡± ¡°Pingkan, Tasya membesarkan anak ini sendirian.¡± Frans dengan cepat mengingatkannya untuk berhenti mengajukan pertanyaan yang tidak perlu. Pada saat itu, Pingkanngsung berpikir bahwa Tasya akan menggunakan putranya untuk mengambil bagian yang lebih besar dari warisan, menganggap mereka berdua sebagai ancaman terbesar, ketika Pingkan melihat bagaimana Frans mencintai anak itu. ¡°Oh! Seorang ibu tunggal! Betapa menyentuh dan mulianya!¡± Pingkan berkata dengan nada sarkastik. Tampak merasakan apa yang ditunjukkan oleh nada suara Pingkan, anakki- laki itu memandang wanita itu dan bertanya, ¡°Siapa Anda?¡± Pingkan memandang anak itu dengan curiga dan berkata, ¡°Saph nenekmu.¡± ¡°Mamaku mengatakan bahwa nenekku sudahma meninggal, jadi bagaimana kabarmu nenekku?¡± tanya anakkiki itu, kepolosannya secara tidak langsung memberitahu niat buruk Pingkan. ¡°Ya ampun, lihat anak ini! Betapa kasarnya dia! Tasya, jika kamu tidak mengajarinya sopan santun, bagaimana kamu berharap dia bisa hidup dengan baik ketika dia dewasa nanti?¡± Pingkan mempertanyakan didikan Tasya dengan kesal. ¡°Bagaimana anakku berperku bukan urusanmu.¡± Tasya berdiri memb anaknya. Bad 9 Bad 9 Mengetahui ketegangan di antara para wanita, Frans memelototi Pingkan dan menceramahinya. ¡°Tasya dan putranya baru saja tiba, jadi tidak perlu telu sarkastis. Bersahabah dengannya, bisa kan?!¡± ¡°Siapa anak itu, Bu?¡± Elsa muncul di tangga dan menjadi penasaran ketika dia melihat ayahnya bersama seorang anak di pelukannya. ¡°Jaga mulutmu! Ini keponakanmu yang dhirkan oleh kakakmu ketika dia tinggal di luar negeri,¡± jawab Pingkan tidak senang. Mata Elsangsung terbuka lebar. ¡°Apa?!¡± Elsa kemudian berjn menuruni tangga dan mendekati Tasya. ¡°Kenapa kamu tidak memberi tahu kami tentang anakmu? Ada apa? Dia dirahasiakan?¡± ¡°Bagaimana kamu bisa mengatakan hal seperti itu, Elsa? Jodi adh bagian dari keluarga kita sekarang, jadi aku ingin kamu menarik kembali kata-katamu.¡± Frans dengan tidak senang memelototi Elsa. Pingkan memperhatikan reaksi suaminya dan segera memendam dendam yang lebih besar terhadap Tasya, merasa tidak percaya bahwa sikapnya terhadap Elsa berubah begitu banyak hanya karena Jodi. ¡°A-Ayah, aku hanya menunjukkan¡­ perhatianku padanya!¡± Elsa dengan cemberut memb dirinya sendiri. ¡°Kemarh. Aku akan mengajakmu jn-jn ke taman.¡± Frans ingin menjalin ikatan dengan Jodi. Segera seth Frans pergi bersama Jodi, Elsa mendekati Tasya dengan senyum dingin. ¡°Kamu berselingkuh dengan pria yang sudah menikah dan mhirkan anak haram itu, kan?!¡± Sementara mata Tasya dipenuhi dengan kebencian, dia tidak pernah bisa melupakan apa yang Elsa dan Helenkukan padanya saat itu. Karena itu, dia berkata pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan pernah memaafkan mereka berdua atas apa yang merekakukan padanya. ¡°Urusanku bukan urusanmu,¡± jawab Tasya dengan dingin. Untuk beberapa san, Elsa mi berpikir bahwa Tasya menjadi lebih cantik. Tasya mengeluarkan aura yang lebih mendominasi sekarang, dibandingkan dengan dirinya di lima tahun yanglu. Pada saat itu, Elsa mi merasa iri pada kecantikan Tasya. Elsa pikir tidak akan ada orang lain yang menghngi jnnya seth Tasya meninggalkan Keluarga Merian, Elsa terkejut dengan kulit Tasya yang putih, sosoknya yang ramping, dan sikapnya yang anggun ketika mereka bertemu lagi. Astaga, Tasya bahkan tidak terlihat seperti dia sudah pernah mhirkan sebelumnya. ¡°Tasya, aku tidak tahu apa yang kamu rencanakan untuk kembali ke sini, tapi aku memperingatkanmu¡ªlupakan ide konyol apapun yang ada dm pikiranmu. Keluarga ini tidak ada hubungannya denganmu sama sekali.¡± Pingkan mengancamnya. Tasya tertawa kecil dan bertanya, ¡°Mengapa tidak ada? Ketika ayahku pertama kali membangun perusahaannya, kakek-nenekku juga berinvestasi di dmnya, tetapi kalian berdua berani mengambil semuanya tanpa mkukan apa-apa.¡± ¡°Kamu¡­¡± ¡°Sadar posisimu, Tasya. Aku mengusirmu dari Keluarga Merian lima tahunlu, dan aku slu bisa mkukan hal yang sama.¡± Elsa mencoba mengintimidasi Tasya. ¡°Ayahku adh satu-satunya orang yang membuatku kembali ke keluarga ini, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kalian berdua. Terlebihgi, ayahku dapat mkukan apa pun yang dia inginkan dengan warisannya, yang, sekaligi, bukan urusanmu.¡± Tasya membantah Elsa dan Pingkan, mengejek mereka berdua. ¡°Ngomong-ngomong, jangan pernah berpikir bahwa kamu akan mendapatkan bagian warisan yang lebih besar dengan putramu.¡± Pingkan menggertakkan giginya. ¡°Ayahku masih hidup dan perjnan hidupnya masih panjang, tetapi kalian berdua tidak berhenti membicarakan tentang warisannya. Apakah kalian sangat ingin ayahku meninggal? Jika seperti itu, aku akan memastikan ayahku panjang umur sehingga kalian berdua bisa melupakan warisan kekayaannya.¡± Tasya memberikan jawaban dingin, mengetahui bahwa Elsa dan Pingkan hanya mencintai uang ayahnya daripada ayahnya. ¡°Kamu¡­¡± Pingkan terdiam tetapi segera berbicara kembali untuk menymatkan dirinya dari rasa malu. ¡°Dia adh suamiku, jadi tentu saja aku ingin dia berumur panjang.¡± Elsa dengan cepat memb ibunya. ¡°Apa yang kamu bicarakan, Tasya?! Ibuku mencintai ayahku.¡± Meskipun demikian, Tasya meraih ponselnya dan duduk di sofa, mengabaikan ibu dan anak itu. Segera, pyan itu mnjutkan untuk menyajikan hidangan sementara Frans menyuruhnya menyiapkan dua hidangangi yang tidak pedas untuk cucunya. Melihat itu, Pingkan dan Elsa memanas karena mereka bisa tahu dari mata Frans bahwa Tasya dan putranya mi mendapatkan kembali cintanya. ¡°Apa pekerjaanmu, Tasya?¡± Frans bertanya dengan rasa ingin tahu sma makan. ¡°Aku bjar desain perhiasan ketika aku tinggal di luar negeri, dan sekarang aku menjadi desainer di Jewelia.¡± ¡°Tidak buruk. Jewelia adh nama yang cukup besar.¡± Frans memuji Tasya. ¡°Aku juga sedang mencari pekerjaan, Ayah! Saat ini aku sedang wawancara sebagai model salon mobil.¡± Elsa dengan putus asa memperkenalkan pekerjaannya kepada ayahnya. ¡°Pekerjaan macam apa itu? Sebaiknya kamu berhenti sebelum mempermalukanku.¡± Frans menatap Elsa, memberinya tatapan tegas. ¡°Sayang, Elsa hanya bersenang-senang sambil menjjahi peluang diProperty belongs to N?vel(D)r/ama.Org. sekitarnya. Aku yakin dia akan bekerja di perusahaanmu di masa depan.¡± Pingkan segera memb putrinya. ¡°Huh! Apa yang bisa diakukan di perusahaanku? Resepsionis?¡± Frans mendengus dingin. Di sisiin, Elsa menyimpan dendam yang kuat terhadap Tasya, menyhkannya karena secara tidak langsung mengungkapkan kelemahannya. ¡°Kakek, mama adh seorang desainer yang mengesankan. Dia bahkan mengikuti Kompetisi Desain Perhiasan Internasional,¡± kata Jodi dengan gembira. Kata-kata anak itu membuat wajah Frans tersenyum. ¡°Benarkah? Luar biasa! Jodi, aku akan memberimu hadiah nanti sore, jadi katakan saja apa yang kamu inginkan. Oke?¡± ¡°Tentu, terima kasih, Kakek!¡± Bocahkiki itu dengan sopan mengungkapkan rasa terima kasihnya. Sementara Tasya senang bahwa ayahnya sangat menyukai Jodi meskipun dia terkejut, Pingkan dan Elsa semakin kesal dengan kehadiran anak itu, menganggapnya sebagai bocah lki licik yang harus mereka waspadai, meskipun usianya masih muda. Seth makan mm, Frans membawa mereka ke pusat perbnjaan terdekat, di mana dia membelikan cucunya beberapa hadiah mahal, termasuk mainan robot dan Lego. Meskipun harganya jutaan, ayahnya tidak ragu untuk membayarnya sama sekali. ¡°Cukup, Ayah. Jangan memanjakannya.¡± Tasya dengan cepat mencoba menghentikan ayahnya. ¡°Baih. Baih, itu saja untuk hari ini. Aku akan membelikannya yangingi dm beberapa hari lagi.¡± Frans masih merasakan dorongan untuk menunjukkan niat baiknya. ¡°Tidak apa-apa, Kakek. Aku tidak butuh mainangi karena aku sudah punya banyak.¡± Jodi menjawabnya dan Frans membi kep anak itu. Ketika mereka selesai berbnja, Frans mengantar putri dan cucunya kembali ke apartemen mereka. Saat ayahnya melihat bangunan itu, dia mi berpikir bahwa sudah waktunya baginya untuk menebus Tasya karena perusahaannya th memberinya cukup banyak uang sma beberapa tahun terakhir. Seth melihat ayahnya pergi, Tasya memeluk Jodi. ¡°Jodi, kakekmu sepertinya sangat menyukaimu.¡± ¡°Aku juga menyukainya.¡± Jodi dengan senang hati berkata sambil cemberut pada saat yang sama. ¡°Ma, bisakah mama memberitahuku dimana Ayah berada?¡± Tasya terdiam di hadapan pertanyaan tak terkkan yang dia tahu akan ditanyakan Jodi. Tasya kemudian menatap Jodi dengan serius dan berkata, ¡°Mama tidak tahu di mana dia, Jodi. Sebenarnya, kita mungkin tidak akan pernah melihatnyagi, tapi bagaimanapun, mama berjanji akan berada di sisimu. Mama mencintaimu, Sayang!¡± Jodi mengangguk dan mengangkat Legonya. ¡°Baih ku begitu, aku akan bermain sekarang!¡± ¡°Lanjutkan!¡± Tasya mengangguk, melihat putranya membuka bungkus mainan barunya sambil tenggm dm pikirannya. Jauh di lubuk hatinya, Tasya tahu sama sekali tidak sulit untuk menemukan ayah putranya karena dia yakin Elsa dan Helen mengetahuinya. Bagaimanapun, Tasya percaya bahwa mereka menipunya untuk tidur dengan seorang gigolo, tetapi karena itu, Tasya bersumpah untuk tidak pernah memberi tahu putranya tentang profesi memalukan ayahnya. Tidak apa-apa. Aku mencintai Jodi, dan itu sudah cukup untuk kami berdua. Sekarang ayahku menyukai Jodi juga, aku kira tidak adagi yang bisa membuat hidupku lebih bahagia daripada keadaan saat ini. Bad 10 Bad 10 Marah dan kesal, Elsa segera memikirkan Helen, yang menurutnya adh satu-satunya orang yang bisa membantunya bekerja sama mwan Tasya. Karena itu, Elsa menghubungi Helen untuk menemuinya di sebuah kafe. Ketika Helen tiba, dia mengenakan pakaian yang tidak mencolok. Seperti yang biasa Helenkukan, dia berjn menuju Elsa dan duduk di seberangnya. ¡°Kamu bng kamu pergi untuk jn-jn. Kemana kamu pergi?¡± Elsa bertanya dengan rasa ingin tahu. ¡°Erm¡­ Itu hanya perjnan singkat keliling kota sma beberapa hari. Lagi p, aku butuh istirahat,¡± jawab Helen dengan panik karena dia tidak ingin Elsa tahu bahwa dia th hidup menjadi wanita kaya akhir-akhir ini. ¡°Bagaimana dengan tokomu? Apakah kamu tidak akan kembali berbisnis?¡± ¡°Tidak. Penjun di toko sedang tidak bagus akhir-akhir ini, jadi aku memutuskan untuk istirahat.¡± Helen tampak tidak peduli meskipun ada situasi mengkhawatirkan dm bisnisnya. Elsa menjawab dengan gusar. ¡°Tahukah kamu? Tasya membuat ibuku kesal dan gugup hari ini. Dia png kerumah, bukan itu saja ¡ªdia sekarang menjadi seorang ibu dari anak haram.¡± Helen tercengang ketika dia mendengar itu, memegang tangan Elsa sambil dengan cemas bertanya, ¡°Apa yang kamu katakan?! Dia punya anak?!¡± Melihat reaksi dramatis temannya, Elsa berhenti sma beberapa detik dan menghibur Helen. ¡°Anak itu adh anak haramnya. Apakah kamu khawatir Tasya akan membawa pria yang kita atur untuk bermm bersamanya dan mengejar kita? Tenang, tidak akan terjadi apa-apa!¡± ¡°Seperti apa wajah anak itu? Berapa umurnya?¡± Helen menjadi sangat sensitif, berpikir bahwa dia perlu menyadari seg sesuatu tentang Tasya. Jauh di lubuk hatinya, Helen mau tidak mau bertanya-tanya apakah anak Tasya adh anak n. ¡°Aku mendengar dari ayahku bahwa anak itu berusia tiga setengah tahun, dan ayahnya mungkin adh seseorang yang bersamanya ketika dia tinggal di luar negeri,¡± jawab Elsa dengan tidak senang. Tiga setengah tahun? Helen dengan cermat menghitung waktu dan menyimpulkan bahwa anak itu bukan anak n,ngsung mengh napas lega. Tasya hanya bermm semm dengan n, tidak mungkin Tasya hamil dengan mudah hanya dm satu mm. Memikirkan hal itu, Helen menyerah pada rasa ingin tahunya dan bertanya kepada Elsa lebih banyak tentang Tasya. ¡°Bagaimana dia sekarang? Di mana dia bekerja?¡± ¡°Tasya sekarang seorang desainer di Jewelia, tapi apa hebatnya? Dia hanya seorang desainer biasa?¡± Elsa tampaknya tidak senang. PadaProperty belongs to N?vel(D)r/ama.Org. saat yang sama, Helen juga menghina Tasya, mengungkapkan apa yang ada di pikirannya. ¡°Yah, aku harus mengakui bahwa dia slu berbakat dm menggambar, tetapi dia bahkan tidak lulus dari universitas, jadi seberapa hebatnya dia dm karirnya sebagai desainer?¡± ¡°Tepat sekali! Tasya hanya berpura-pura berusaha untuk terlihat cerdas, namun dia berhasil mendapatkan pujian dari ayahku. Sin itu, bahkan putranya yang bodoh pun tahu bagaimana membuat ayahku bahagia. Brengs*k!¡± Elsa tidakgi peduli dengan kesopanannya saat dia bertindak seperti ibunya yang penuh semangat. Sementara itu, Helen, yang lebih licik dan cerdik, memberinya nasihat. ¡°Kamu tahu, Elsa? Kamu harus mengusirnya dari rumah dan bahkan mungkin keluar dari negara ini karena kamu tidak begitu menyukainya! Lagi p, kamu harus menyingkirkan sesuatu yang merusak pemandanganmu.¡± ¡°Ith yang ada di pikiranku juga. Ketika saatnya tiba, aku akan memastikan dia pergi.¡± Elsa mengepalkan tinjunya dan bersumpah pada dirinya sendiri. Meskipun demikian, sedikit yang Elsa tahu bahwa Helen tidak menginginkan apa pun sin Tasya pergi smanya karena ith satu-satunya cara bagi Helen untuk terus menikmati hidupnya yang kaya dan bantuan n. Tiba-tiba, Elsa tertarik pada kalung yang dikenakan Helen. ¡°Helen, apa merek kalung yang kamu pakai? Terlihat sangat cantik!¡± Helen mengusap kalungnya sambil tersenyum. ¡°Oh, ini hanya kalung palsu yang aku beli dari penjual barang bekas.¡± Mengetahuitar bkang keuangan Helen, Elsa tidak merasa ada yang sh dengan ketidakmampuannya untuk membeli kalung asli. Namun, kalung yang dikenakan Helen sebenarnya adh produk seni lebih dari empat miliar dari Grup Mahkota Ratu. Tak perlu dikatakan, dia tidak tahu siapa yang merancang kalung itu. Seth mendengar keluhan dan gerutuan Elsa, Helen tidak bisa berhenti melihat waktu. Lagip, dia sangat terobsesi untuk memenangkan hati n sehingga dia bahkan ingin menjni operasi stik untuk membuat dirinya terlihat lebih cantik. Tiga hari kemudian, sekitar pukul 5 pagi, Helen bermimpi buruk di mana dia melihat n mengenali Tasya ketika dia bertemu dengannya. Karena itu, Helen diusir dengan kasar dari rumah mewah dan dia melihat Tasya mengambil semua yang Helen miliki darinya. ¡°Tidak! Tolong! Tidak!¡± Helen duduk tegak dengan wajahnya yang berkeringat sambil dengan panik melihat sekelilingnya sampai dia menyadari itu hanya mimpi. Takut jika mimpi buruk menjadi nyata, Helen mi mengerti bahwa dia tidak akan pernah bisa mendapatkan apa yang n berikan padanyagi begitu dia kehngan semuanya. Ketika keserakahannya akan kekayaan menguasai dirinya, obsesinya dengan kenyamanan hidupnya saat ini tanpa sadar mengambil alih pikirannya. Tidak, aku tidak boleh kehngan apa yang aku miliki sekarang! Aku tidak boleh! Segera, Helen melemparkan bantalnya kentai, seh-h itu adh Tasya. ¡°Kenapa kamu tidak mati, Tasya? Kenapa kamu tidak mati?!¡± Sma Tasya masih hidup, dia hanya akan menjadi ancaman bagiku. Tiba-tiba, Helen menyipitkan mata dan menyadari bahwa dia perlu bertemu dengan Tasya karena dia ingin tahu apakah Tasya mengetahui apa yang terjadi saat itu. Lebih pentinggi, Helen ingin mengetahui apakah Tasya tahu bahwa dia tidur dengan n. Jika Tasya tahu apa yang terjadi, kurasa aku harus mkukan sesuatu untuk mencegah hal buruk terjadi. Terlepas dari pemikiran itu, Helen yakin n tidak dapat mengingat dengan siapa dia tidur mm itu karena jam tangan itu adh petunjuk yang n miliki sebelum dia memutuskan bahwa Helen adh orang yang dia cari. Meskipun demikian, Helen khawatir dengan kemungkinanin ketika dia bertanya- tanya apa yang akan terjadi jika Tasya dapat mengenali n. Helen tidak menyadari apa yang terjadi mm itu, tetapi setiap perkataan apa pun yang mereka katakan sma percakapan mereka dapat menggerakkan ingatan mereka dan membantu mereka mengenali satu samain. Diliputi oleh ketakutan dan kecemasannya, Helen memutuskan untuk bangkit dari tempat tidurnya dan berdandan karena dia ingin bertemu Tasya di Jewelia untuk mengetahui seberapa banyak yang Tasya ketahui. Sementara itu, Tasya sedang menuju ke kantornya seth mengantar putranya ke sekh pagi-pagi sekali. Kemudian, Tasya disibukkan oleh rapat mengenai peluncuran produk baru perusahaan, di mana Felly ingin semua orang mengirimkan lebih dari sepuluh proposal pada akhir bn. Ketika semua orang meninggalkan ruang rapat, Alisa dengan sengaja menabrak Tasya dan memprovokasi dia. ¡°Aku mendengar bahwa Pak n th menaikkan hadiah menjadi dua miliar, kamu harus tahu bahwa aku tidak akan dikhkan olehmu, Tasya.¡± Pada saat itu, Tasya tercengang oleh provokasi tiba-tiba dari Alisa, yang membuatnya bertanya-tanya apa yang n rencanakan dengan hadiah dua miliar. Entah bagaimana, Tasya merasa bahwa n mencoba mencampuri kompetisi, mengingat kekuasaan dan statusnya. Apakah orang ini mencoba memberiku dua miliar dengan cara seperti itu? Tidak mungkin! Keadn adh hal terpenting dm kompetisi ini! Lagi p, hal terakhir yang aku inginkan adh menjadi juara dm kompetisi curang yang diatur olehnya. Sementara Tasya kembali ke kantornya dengan emosi yang rumit, Maya datang dengan secangkir kopi dan berkata, ¡°Bu Tasya, Anda punya tamu.¡± ¡°Seorang tamu? Siapa?¡± ¡°Dia sekarang di ruang tunggu. Apakah saya harus mengantarnya ke sini,¡± jawab Maya. ¡°Tentu.¡± Tasya tidak tahu siapa tamu itu, jadi dia memutuskan untuk menunggu dan mencari tahu. Tidakma kemudian, ketukan pintu terdengar sebelum Maya membuka pintu dan sosok yang muncul dari bkang. Meskipun sudah lima tahun sejak kejadian itu, Tasyangsung dipenuhi dengan kebencian dan dendam. Begitu Maya menutup pintu di bkang dan pergi, Tasya dengan dingin bertanya, ¡°Beraninya kamu datang.¡± Helen melengkungkan bibir ke atas. ¡°Kudengar kamu bekerja di sini, dan karena aku kebetn berada di suatu tempat di dekat sini, kupikir aku harus mampir untuk berkunjung.¡± ¡°Kamu membuatku jijik.¡± Tasya mengatupkan rahangnya, menekan keinginannya yang marah untuk menampar wajah wanita itu. ¡°Aku membuatmu jijik? Kenapa? Apa kamu tidak puas dengan gigolo yang kamu tiduri mm itu? Aku memilih yang paling tampan untukmu.¡± Helen tersenyum sinis. ¡°Jangan bng kamu masih ingat wajah pria itu.¡± ¡°Diam!¡± Tasya gemetar dari ujung kep sampai ujung kaki karena marah. ¡°Apakah kamu bisa mengenali pria itu jika dia berdiri di depanmu?¡± Helen terus bertanya menyelidiki Tasya. Bad 11 Bad 11 ¡°Pergi dari hadapanku! Aku ms melihat wajahmu!¡± Tasya menunjuk ke pintu dan berteriak pada Helen. ¡°Kenapa? Apakah pria itu tidak menyenangkanmu dengan baik karena dia tidak kuat dan cukup bugar? Sebaiknya kamu mempekukanku dengan sopan sebelum semua orang di perusahaan tahu tentang rahasia gpmu. Jika kabar tersebut tersebar, aku bertanya-tanya bagaimana kamu akan mnjutkan karirmu.¡± Segera, Tasya menelepon dan berbicara dengan Maya. ¡°Datanh kemari.¡± Begitu asistennya tiba, Tasya menunjuk Helen, yang sedang duduk di sofa, dan dengan dingin berkata, ¡°Dia bukan tamuku. Tolong bawa dia keluar dari gedung ini.¡± ¡°Siapa bng aku bukan tamumu? Aku datang ke sini karena aku ingin merancang perhiasan.¡± Helen melipat tangannya, bertingkah sombong. Namun, sedikit yang dia tahu bahwa kalung yang Helen pakai mi menarik perhatian Tasya saat dia menyipitkan mata dan melihat lebih dekat. Kenapa Helen memakai karyaku? Apakah kalung itu benar- benar dibuat khusus, atau hanya kalung palsu yang terlihat seperti asli? ¡°Sebaiknya kamu pergi dari hadapanku sebelum kamu membuatku kesal.¡± Tasya berdiri, berbicara tidak sopan kepada Helen. Namun, Helen bereaksi dengan ekspresi gp di wajahnya dan menggertakkan giginya saat membuka pintu. ¡°Aku akan berbicara dengan manajermu tentang sikapmu dan memastikan kamu dipecat dari perusahaan.¡± Sementara itu, Maya tercengang ketika melihat itu, awalnya mengira Helen memang tamu, ternyata dia ada di sini untuk mengacaukan Tasya. Begitu Maya keluar dari kantor, Maya dengan cemas mendesak Tasya untuk mkukan sesuatu. ¡°Dia tidak boleh komin tentang Anda, Bu Tasya. Tolong hentikan dia!¡± Kehngan kesabaran, Tasya membuka pintu kantornya tepat sebelum dia disambut oleh pemandangan Helen yang menggeram di ruang kerja. ¡°Katakan pada bosmu untuk menemuiku. Aku ingin komin tentang desainer Tasya! Aku melibatkannya sebagai klien, tapi dia dengan kasar menkku dan menyuruhku untuk pergi.¡± Pada saat itu, semua orang di kantor hanya menyaksikan kegan wanita itu, seh-h mereka sedang menikmati sebuah pertunjukan. Segera, Tasya menarik napas dm-dm dan berjn mendekati Helen. ¡°Apa yang kamu inginkan?¡± ¡°Apa yang aku inginkan? Aku ingin kamu keluar dari perusahaan ini!¡± Helen mengatupkan rahangnya dan menunjukan sifatnya yang jahat. Sudah termakan oleh amarahnya tentang kejadian yang terjadi lima tahunlu, Tasya akhirnya menyerah pada emosinya. Dia mendorongnya untuk memberi Helen pjaran, meskipun itu mungkin merugikan pekerjaannya. Sebelum Helen bisa bereaksi, Tasya mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan mengayunkannya ke wajahnya, memberinya tamparan keras di pipi. ¡°Ah¡­¡± Helen berteriak kesakitan, jatuh kentai. ¡°Aku klienmu, Tasya.¡± Seketika itu juga, semua orang yang ada di kantor itu mengh napas dengan cemas saat melihat Tasya menampar kliennya. Apakah Tasya kehngan akalnya? Bagaimana bisa dia berani menampar kliennya seperti itu? Apakah keluarganya yang memiliki perusahaan ini atau apa? Di sisi lain, Tasya pandangannya tertuju pada kalung yang melingkar di leher Helen, agak merusak pemandangannya. Oleh karena itu, Tasya tidak memikirkan keaslian kalung itu dan bergegas merusak kalung palsu Helen dengan menariknya secara paksa dari leher Helen. ¡°Ah!¡± Helen berteriak ketakutan. Ketika Tasya mencoba menarik kalung itu darinya, Helen, yang terusik olehnya, dengan cepat memegang tangan Tasya dan menk untuk membiarkan Tasya menghancurkannya. Ini kalung kesukaanku! Ini berharga beberapa miliar, jadi tidak ada yang bisa menghancurkannya! Sementara kedua wanita itu saling berebut kalung itu, suara berat seorang pria terdengar di dm lift. ¡°Berhenti, Tasya!¡± Tasya mendongak tepat ketika Helen juga mendengar suara yang dikenalnya. Dengan memegang pipinya, Helen mendongak tak percaya sebelum dia terpana oleh siapa yang dilihatnya. Kenapa n ada di sini? Melihat cengkraman kuat Tasya pada kalung Helen, n segera menggenggam pergngan tangannya dan menariknya dengan kerutan di wajahnya yang js menunjukkan bahwa n sedang marah. ¡°Apakah kamu sudah selesai bermain-main di sini?¡± Begitu n menyelesaikan kalimatnya, dia berjn mendekati Helen, yang membeku ketakutan karena dia tidak berharap n muncul di sana dan tidak tahu bahwa dia mengenal Tasya. Oh, aku sangat kacau! Tepat ketika Helen mengira rahasianya akan terbongkar, pria itu tiba-tiba berjongkok dan bertanya dengan suara lembut, ¡°Apakah kamu baik-baik saja, Helen?¡± ¡°n, sakit¡­¡± air mata Helen mengalir dari matanya seperti air terjun dm sekejap. Kemudian, dia dengan lemah bersandar pada lengan n dan berpura-pura batuk, menutupi lehernya dengan tpak tangannya seperti dia baru saja mati lemas karena kesakitan. Pada saat itu, Tasya memblakan matanya, tidak percaya bahwa Helen dan n saling mengenal. Mengapa n mempekukannya dengan sangat lembut? Apa hubungan mereka satu samain? Tanpa sepengetahuan Tasya, setiap orang yang melihatnya mau tidak mauT¨ºxt belongs to N?velDrama.Org. merasa takut padanya, berpikir itu akan menjadi akhir karirnya karena menampar kekasih bosnya. Di sisiin, Helen mengamati interaksi Tasya dan n dengan wajahnya yang penuh air mata, tetapi saat dia terus memperhatikan dengan seksama, dia mi merasa lebih bahagia karena dia yakin bahwa Tasya tidak tahu bahwa dia th menghabiskan mm dengan n. Oleh karena itu, Helen menyimpulkan bahwa tak satu pun dari mereka menyadari bahwa mereka th tidur bersama mm itu, Helen merasa bersyukur bahwa keberuntungan ada di pihaknya. ¡°Gendong aku, n¡­¡± Helen melingkarkan lengannya di bahu n, memohon dengan menyedihkan. Ketika n menyadari keadaan Helen yang menyedihkan dan pipinya yang bengkak, n menggendongnya dan berjn menuju lift. Begitu pintu lift tertutup, Tasya masih terjebak dm ketidaksadarannya. Aku tidak percaya Helen bisa menjadi pacar n. ¡°Tunggu apagi, Tasya? Kemasi barang-barangmu dan pergi dari sini! Aku tidak percaya kamu baru saja mkukan hal yang sh kepada kekasih Pak n, menyinggung klien tidak cukup buruk. Menyinggung kekasih Pak n itu sangat buruk!¡± Alisa mendekat dan mengejek Tasya, berpikir bahwa itu adh keuntungannya. Sementara itu, Tasya mengambil napas dm-dm dan memutuskan untuk merenungkan peristiwa tersebut, merasa sulit untuk percaya bahwa Helen th menjadi kekasih n. Aku tidak tahu bagaimana Helen bisa terlihat menarik bagi pria luar biasa seperti n. Satu-satunya penjsan adh bahwa pria ini th menjadi buta. Itu pasti satu-satunya san. Lagip, n pantas mendapatkan wanitain yang lebih baik daripada wanita jahat seperti Helen. Tasya kembali ke ruang kantornya dengan kebingungan saat dia menutup pintu. Sementara itu, n sedang duduk di sofa di ruang kantornya sementara Helen menyeka air matanya dengan tisu dan merengek tentang apa yang terjadi sebelumnya. ¡°Tasya adh¡­. teman seksku. Dia dan aku memiliki masalu yang pahit, tapi aku tidak berpikir dia akan mengusirku, apgi mempermalukanku. Ketika aku mengancam untuk mporkan perbuatannya, Tasya datang padaku, bahkan mencekikku dengan menarik kalungku. Lihat leherku. Sekarang merah semua.¡± Melihat tanda merah di leher Helen, n dapat mengetahui seberapa keras Tasya menariknya dan mi memahami karakter Tasya. ¡°Aku bersimpati terhadapnya atas kehngan ibunya di usia muda dan juga memahami bahwa ayahnya mengabaikannya sma masa kecilnya, tetapi aku tidak tahu dia akan bertindak sejauh itu untuk menamparku.¡± Helen menutupi wajahnya, meskan air mata dm diam. ¡°Aku akan mengurus mash ini.¡± n menghibur Helen. ¡°Aku akan meminta seseorang untuk mengantarmu png.¡± ¡°Bagaimana kamu akan mengurus mash ini, n? Apakah kamu akan memecatnya?¡± Helen menatap n dengan wajah penuh air mata, mencoba mempermainkan simpati pria itu dengan menunjukkan sisi rapuhnya. Segera, n menelepon dan menyuruh asistennya untuk membawa Helen png. Ketika Helen berdiri dari tempat duduknya, dia meraih lengan baju n dan mendesaknya untuk mengambil tindakan terhadap Tasya. ¡°n, kamu tidak boleh bersikap baik pada wanita itu. Seseorang tanpa sopan santun seperti dia tidakyak menjadi karyawanmu.¡± Bad 12 Bad 12 ¡°Jadh gadis yang baik, oke?¡± n dengan lembut membi kep Helen. Pada saat itu, Helen merasa senang, merasa puas bahwa dia th mendapatkan pemban dari n. Tidak seperti Tasya, Helen tersanjung oleh keberuntungan tiba-tiba yang datang di hidupnya. Namun, Helen dengan cepat memutuskan untuk berhenti menekan karena ketakutannya dengan dampak yang mungkin mengikuti keserakahannya. Snjutnya, Helen berharap untuk memenangkan hati n dengan karakternya yang lemah lembut. Helen berusaha selembut mungkin karena Helen tidak memiliki penampn menarik yang bisa membuat pria mana pun tertarik. Berpikir Helen th memenangkan perkhian, dia percaya Tasya akan segera dipecat. Begitu Helen menghng dari pandangan, n meraih ponsel dan menelpon. ¡°Halo.¡± Suara Tasya terdengar. ¡°Datang ke kantorku segera,¡± jawab pria itu dengan suara yang terdengar marah. Pada saat yang sama, Tasya mengambil napas dm-dm di ruang kantornya, berpikir bahwa nasibnya th ditentukan sambil mempersiapkan yang terburuk. Baih, aku akan berhenti dan meninggalkan Jewelia jika situasi menjadi semakin buruk. Kemudian, Tasya naik lift kentai 8 dan berjn ke kantor CEO, Tasya mengetuk pintu dan memasuki ruangan. Sementara itu, n sedang duduk di kursinya, memancarkan aura menakutkan yang memenuhi suasana di sekitar ruangannya. ¡°Jskan apa yang terjadi.¡± Pria itu menanyai Tasya tentang kekerasan yang dkukan Tasya sebelumnya. Tasya menyipitkan mata, berpikir tidak ada gunanya Tasya menjskannya karena dia menganggap n akan percaya semua yang dikatakan pacarnya, Helen. ¡°Siapa Helen bagimu?¡± Tasya mengerutkan alisnya dan bertanya. ¡°Apakah kamu tidak tahu posisimu, Tasya? Kamu adh karyawanku, dan karena kamu th berbuat sh sekarang, kamu yang harus menjawab pertanyaanku,¡± jawab n. Mengetahui apa yang pria itu coba katakan, Tasya melengkungkan bibirnya ke atas. ¡°Kamu th melihat apa yang terjadi. Aku menampar wajahnya, jadi penjsan macam apa yang ingin kamu dengar dariku?¡± ¡°Kenapa kamu menamparnya? Apakah karena dia ingin mporkan komin tentangmu?¡± ¡°Itu mash pribadi, yang merupakan san yang sama dia datang menemuiku hari ini. Aku tahu aku sh th mkukan penyerangan fisik terhadapnya, tetapi dia pantas mendapatkannya.¡± Tasya berdiri teguh, menk untuk mundur. n menatap Tasya dengan tatapan rumit, bertanya-tanya apakah san di balik sifatnya yang tidak masuk akal itu benar-benar karena kematian ibunya dan metode pengasuhan ayahnya yang dipertanyakan. ¡°Jika kamu mau mengakui keshanmu, aku berjanji akan memaafkanmu kali ini, Tasya.¡± ¡°Mengakui keshanku? Maksudmu minta maaf pada Helen?¡± Tasya terkikik sarkastik dan mengatupkan rahangnya. ¡°Tidak mungkin aku mkukan itu.¡± ¡°Tasya, ini kantor, bukan tempat bagimu untuk menyelesaikan mash pribadimu.¡± n dengan marah menceramahi Tasya, mendapati dirinya berada di ujung kesabarannya ketika mencoba berunding dengan putri penymat hidupnya. Terlebih lagi, Helen adh wanita yang dia pikir dia cari sma lima tahun terakhir. ¡°Ku begitu, aku akan mengundurkan diri.¡± Tasya mengeraskan hatinya dan mengambil keputusan, berpikir dia harus pergi begitu saja dan meninggalkan semua mash ini. Baih, aku akan berhenti. ¡°Berhenti, Tasya,¡± teriak pria itu padanya. Tasya menghentikanngkahnya tanpa melihat ke bkang karena dia tidak ingin melihat wajah ngi. Sekarang Tasya menyadari bahwa dia adh pacar Helen, Tasya tidak bisa menahan perasaan kesal. Percuma, n! Kamu pria yang tampan, tapi sayangnya, kamu buta. ¡°Aku tidak akan memecatmu. Kamu bisa tetap bekerja disini, tapi aku ingin kamu berjanji padaku bahwa kamu tidak akan mengnginya. Apakah kamu dengar?¡± n mencoba yang terbaik untuk menjaga Tasya di perusahaannya, karena dia terikat oleh keinginan neneknya untuk menjaganya. Tidak perlu dikatakangi, Tasya tidak r meninggalkan posisinya saat ini karena hasratnya yang besar untuk mendesain. Sin itu, Tasya juga menyukai pekerjaannya di Jewelia seth bekerja di sana sma tiga tahun. Segera, Tasya melihat ke bkang dan menatap pria yang menopang dirinya dengan tangan di atas meja, memperingatkannya untuk berhati-hati dengan Helen. ¡°Helen tidak sebaik yang kamu kira. Aku yakin kamu tidak ingin jatuh cinta pada sh satu triknya suatu hari nanti, jadi buka matamu saat berada di dekatnya.¡± ¡°Baih, kamh yang mkukan kekerasan hari ini,¡± n menyipitkan mata dan menjawab. Tanpa diketahui n, Tasya ingin mkukan lebih dari sekedar menghkan Helen. Jauh di lubuk hatinya, Tasya berharap dia bisa membunuh Helen tetapi memutuskan untuk menyimpan pikiran itu, mengingat betapa n sangat peduli pada Helen. Segera, Tasya kembali ke ruangan kantornya, sementara Felly tidak menerima pemberitahuan tentang pemecatannya, yang mengejutkan semua orang di perusahaan. Lagi p, mereka semua bertanya- tanya bagaimana bisa Tasya lolos seth menampar pacar bos mereka. Maya datang denganT¨ºxt belongs to N?velDrama.Org. secangkir kopi, menghibur atasannya. ¡°Bu Tasya, apakah Anda yakin baik-baik saja?¡± ¡°Aku baik-baik saja.¡± Tasya sangat marah sehingga dia hampir kehngan semua inspirasinya. Jadi, dia meletakkan pensil dan menggosok dahinya. ¡°Apa yang digosipkan orang-orang di luar sana?¡± ¡°Bu Tasya, Anda sebaiknya mengabaikan gosip yang ada,¡± kata Maya. ¡°Katakan padaku apa yang mereka bicarakan.¡± ¡°Mereka mengatakan bahwa Anda didukung oleh seseorang yang begitu kuat sehingga bahkan Pak n tidak dapat memecat Anda. Beberapa dari mereka bahkan mengatakan bahwa Anda adh kekasihnya, ith sebabnya wanita itu mengkonfrontasi Anda seth mengetahui tentang hubungan Anda dengannya,¡± jawab Maya sambil mengamati ekspresi wajah Tasya. Seth mendengar itu, Tasya merasa geli, dia hampir tertawa terbahak-bahak, jijik dengan gosip mengenai pacar Helen, tidak peduli seberapa bodohnya dia. Tidakma seth itu, Felly memanggil Tasya ke ruang kantornya dan memberikan pjaran tentang tata krama yang baik dm menangani klien. Jika tidak, dia pasti akan menendang Tasya keluar dari perusahaan, terlepas dari keputusan n. Seperti yang Tasya rasakan, dia tidak ingin menjskan keseluruhan cerita karena telu banyak jika harus diceritakan antara dia dan Helen. Sin itu, Tasya telu malu untuk menceritakan apa yang terjadi lima tahunlu. Terlepas dari semua kejadian yang mengecewakan, suasana hatinya berubah menjadi lebih baik ketika ponselnya berdering saat dia kembali ke ruang kantornya. ¡°Halo.¡± ¡°Kenapa kamu terdengar sangat lh?¡± Terdengar suara seorang pria. ¡°Ya, aku memang lh. Kapan kamu kembali?¡± ¡°Beberapa hari lagi, kurasa. Lagi p, aku punya kabar baik untukmu. Ada pameran perhiasan ks atas yang akan segera hadir, dan aku akan menambahkan namamu ke daftar undanganku. Saat itu, kamu akan memiliki kesempatan bagus untuk menjjahi pameran sebanyak yang kamu inginkan karena aku yakin perhiasan favoritmu mungkin akan ada di sana.¡± ¡°Benarkah? Luar biasa! Kapan?¡± Tasya merasakan gelombang kegembiraan di sekujur tubuhnya. ¡°Akan diadakan hari Sabtu ini pukul 7 mm. Mungkin akan memakan waktu dua jam dan berakhir sekitar pukul sembn. Apakah ada orangin yang bisa menjaga Jodi?¡± pria itu bertanya dengan prihatin. ¡°Ya, ada. Aku bisa menyuruh asistenku atau ayahku untuk menjaganya.¡± Tasya tidak mau melewatkan kesempatan emas untuk menjjahi pameran perhiasan, di mana dia bisa menyaksikan beberapa mahakarya berkualitas dari beberapa desainer papan atas. ¡°Tentu. Bersenang-senanh. Saat aku kembali, aku akan mentraktirmu makanan yang enak.¡± ¡°Baih. Aku akan menunggu!¡± Tasya menutup telepon tepat ketika sosok menarik melintas di benaknya. Penelepon itu adh teman baiknya, Nando Sofyan. Sementara pria itu dibesarkan dm keluarga kaya, keduanya saling mengenal sebelum Tasya kembali ke negaranya. Berpikir setiap orang akan bertemu seseorang yang akan membantu mereka di beberapa titik dm hidup mereka, Tasya percaya seseorang yang membantunya adh Nando. Sabtu mm? Itu dua mm dari sekarang, bukan? Tasya mi menantikan kesempatan itu. Di sisi lain, Helen sedang menggosok pipinya yang bengkak dengan es di rumah mewah itu. Jauh di lubuk hatinya, dia tidak bisa menahan dendamnya terhadap Tasya, karena menyebabkan pipinya bengkak. Wajahku adh yang paling penting bagiku, namun Tasya menamparku. Sin! ¡°Aku tidak akan pernah membiarkan ini begitu saja, Tasya!¡± Helen kemudian meraih iPad-nya dan mi menelusuri berita tepat ketika dia melihat seorang selebriti wanita memamerkan kartu undangannya di pameran perhiasan ks atas. Pada saat itu, Helen menjadi tergoda untuk menghadiri acara tersebut, percaya bahwa acara itu dapat membantu meningkatkan statusnya karena dia th berusaha keras untuk menyesuaikan diri di tengah-tengah masyarakat ks atas. Meskipun Helen tahu acara seperti itu bukah tempat untuk orang seperti dirinya, Helen bertanya-tanya apakah dia bisa menggunakan nama Keluarga Prapanca untuk menghadiri acara tersebut. Bad 13 Bad 13 Memikirkan hal itu, Helen meraih ponselnya dan menelepon n. ¡°Halo, apakah masih sakit?¡± ¡°n, aku ingin menghadiri pameran perhiasan. Bisakah kamu membawaku ke sana?¡± Helen memohon. ¡°Pameran perhiasan apa?¡± ¡°Akan aku tunjukan videonya.¡± Helen menutup telepon dan mengirimkan video itu kepada n sesaat sebelum dia menerima pesan teks singkat yang berbunyi, ¡®Baih, aku akan membawamu ke sana.¡¯ Helen berseru kegirangan tetapi secara tidak sengaja melukai pipinya yang bengkak. Saat dia kesakitan, dia mi mengutuk Tasya sekaligi. ¡°Dasar Tasya jng! Kamu seorang desainer perhiasan, tapi kamu bahkan tidak bisa menghadiri pameran perhiasan ks atas seperti ini.¡± Di sisiin, Tasya menemukan video yang sama tentang pameran perhiasan di kantornya dan mengetahui dari orangin yang diundang bahwa ada aturan berpakaian formal yang diperlukan untuk acara tersebut; jika tidak, akses akan ditk. Karena itu, Tasya menjadi khawatir, tidak tahu apa yang harus diakukan karena dia tidak mampu menyewa gaun yang terlihat bagus. Tepat ketika Tasya mengkhawatirkan aturan berpakaian untuk pameran perhiasan, pikirannya tiba-tiba terganggu oleh panggn telepon, yang ternyata merupakan nomor tak dikenal. Meskipun demikian, Tasya tetap menjawab telepon dan berkata, ¡°Halo.¡± ¡°Halo, bisakah saya berbicara dengan Bu Tasya? Saya dari Butik mor ingin memberitahu Anda bahwa pnggan kami baru saja memesankan gaun untuk Anda. Apakah Anda bisa mampir dan mencobanya nanti sore?¡± ¡°Gaun untukku?¡± Tasya tercengang tetapi dengan cepat tahu bahwa Nando yang mkukannya untuknya. ¡°Tentu, aku akan mampir nanti.¡± Betapa baiknya pria itu! Tasya meraih ponselnya dan mengirim pesan teks kepada pria itu dengan emoji terima kasih. ¡°Terima kasih banyak, Nando.¡± ¡®Tidak mash. Aku harap kamu menyukainya!¡¯ Nando menjawab dengan emoji tersenyum lebar. Takma kemudian, Tasya izin satu jam sore itu karena dia menyadari toko pakaian tersebut sangat dekat dari kantornya. Karena Butik mor adh merek internasional, tokonya sering menjadi tempat banyak sosialita berkunjung dan berbnja. Begitu Tasya memasuki toko, dia disambut oleh pemilik toko itu sendiri. ¡°Skan ikut saya, Nona Tasya.¡± Seth itu, Tasya dibawa ke ruang VIP dintai dua, di mana dia berhadapan dengan gaun di manekin, seh-h diam-diam menunggu kedatangannya. Ya ampun! Ini sangat indah! Tasya memuji gaun itu tepat ketika pemilik toko menunjuk gaun di manekin. ¡°Ini adh gaun yang disiapkanProperty belongs to N?vel(D)r/ama.Org. Tuan Nando Sofyan untuk Anda, Nona Tasya. Apakah Anda menyukainya?¡± Tasya melebarkan matanya sedikit, bertanya-tanya seberapa kaya sebenarnya Nando itu. Apakah dia seorang miliarder atau bagaimana? Aku tidak percaya dia menyiapkan gaun yang sangat mahal untukku. Segera, Tasya mendengar pemilik toko menjskan lebih banyak tentang gaun itu sambil tersenyum. ¡°Gaun ini adh mahakarya dari desainer papan atas kami. Kainnya dijahit dengan sekitar dpan ribu manik- manik berlian, dan gaun ini dijual seharga enam bs miliar di toko kami.¡± Jantung Tasya berdetak kencang ketika dia mendengar apa yang dikatakan pemilik toko. Apakah Nando mencoba membuatku terkena serangan jantung atau bagaimana? Gaun ini tentu tidak murah sama sekali! Beberapa manik- manik berlian lebih dari cukup untuk membuatku bangkrut, jadi bayangkan jika aku kehngannya secara tidak sengaja. ¡°Apakah ada gaunin yang bisa Anda rekomendasikan, mungkin?¡± Tasya menganggap gaun itu telu mahal untuknya. ¡°Tapi Tuan Nando sudah membayar gaun ini atas nama Anda, Nona Tasya. Lagi p, saya pikir gaun ini cocok untuk Anda.¡± Pemilik toko menunjukkan persetujuannya dengan memuji kecantikan Tasya meskipun pakaiannya biasa saja. Sementara itu, Tasya sangat mencintai gaun itu karena dia menyukai seg sesuatu tentangnya sin harganya. ¡°Baih ku begitu, aku akan mencobanya.¡± Tasya memutuskan untuk berhenti malu-malu, berpikir dia bisa membs Nando dengan mentraktirnya beberapa makanan mewah sepanjang tahun. Bagaimanapun, Tasya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menghadiri pameran perhiasan yang akan datang. Jadi, Tasya segera mencoba gaun tersebut, menyadari betapa cocoknya gaun itu untuknya. Segera, Tasya disuruh datang ke toko pakaiangi keesokan harinya sekitar jam 4 sore karena penata rias dan penata rambut akan ada di sana untuk membantunya berdandan dengan perhiasan itu. Mmnya, Tasya memberi tahu Jodi bahwa dia akan menghadiri pameran perhiasan dan bertanya kepadanya apakah dia lebih menyukai Frans atau Maya untuk menjaganya. Sementara anakkiki itu ingin kakeknya datang, Tasya menelepon Frans dan mengatur rencananya dengan ayahnya. Tak perlu dikatakan, Frans setuju untuk menjaga Jodi sementara Tasya pergi, mengatakan kepadanya bahwa ayahnya akan membawa anak itu bersamanya untuk makan mewah dan menghabiskan mm bersamanya. Seth rencana tersebut dibuat, Tasya akhirnya bisa merasa lega tentang putranya. Ketika hari Sabtu tiba, Tasya membawa putranya ke pusat perbnjaan di pagi hari untuk membeli beberapa sayuran dan makanan ringan untuknya. Kemudian, Tasya kembali ke rumah untuk mnjutkan pekerjaan desainnya sementara Jodi bermain dengan Lego-nya. Pada saat yang sama, mereka ditemani oleh angin sepoi-sepoi yang berhembus mlui jend. Suasana damai dan tenang bengsung hingga pukul 15.30 ketika Frans datang dengan membawa beberapa buah dan susu. Kemudian, Tasya meninggalkan putranya bersama ayahnya dan segera pergi sementara Frans duduk di sofa dan menatap Jodi dengan penuh kasih. Astaga! Aku sangat mencintai anak kecil yang lucu ini! Tidakma seth itu, Tasya buru-buru ke toko pakaian tempat pemilik toko th menyiapkan segnya untuknya. Kemudian, sh satu penata rias mengamatinya dan mengomentari penampnnya dengan terkejut. ¡°Nona Tasya, Anda memiliki kulit yang sempurna, seperti tidak ada pori-pori sama sekali. Bagaimana Anda menjaga kesehatan kulit Anda sebaik itu? Produk perawatan kulit premium seperti apa yang Anda gunakan?¡± ¡°Oh, hanya pelembab yang biasa aku aplikasikan pada kulit anakku.¡± Tasya mengerucutkan bibirnya dan tersenyum sementara kedua penata rias itu langsung mengerti bahwa Tasya dhirkan dengan warna kulit yang begitu sempurna. Oh sayang, aku sangat berharap aku bisa memiliki kulit seperti ini. Takma kemudian, Tasya memejamkan matanya saat para penata rias mi mengaplikasikan foundation ke wajahnya. Seth itu, mereka mempertahankan alisnya yang tebal secara mi dan mi menggambar eyeliner-nya. Kemudian, mereka mnjutkan untuk mengoleskan lipstik di bibirnya tepat saat kecantikannyangsung mengejutkan mereka seperti berlian yang mencolok. Seth itu, para penata rias mengeriting rambut yang menggantung di sekitar telinganya dan membantunya mengenakan sepasang anting berlian agar serasi dengan kalung yang dikenakannya. ¡°Biarkan kami membantu Anda mengganti gaun Anda, Nona Tasya.¡± Tasya mengangguk sebagai tanggapan, berganti ke gaun putih dia melihat betapa cantiknya gaun tersebut terlihat di cermin. ¡°Nona Tasya, kami juga th mengatur sopir untuk membawa Anda ke tempat yang Anda tuju. Kendaraan Anda menunggu di pintu keluar.¡± ¡°Terima kasih.¡± Tasya tersenyum penuh terima kasih. ¡°Smat menikmati mm Anda.¡± Pemilik toko melihat Tasya keluar dari toko pakaian sementara Tasya melihat mobil Benz di depannya. Kurasa aku tidak begitu mengenal Nando sebaik yang kukira. Dia memberitahuku bahwa keluarganya menjnkan bisnis hotel ketika kita bertemu satu samain di luar negeri. Di sisiin, Helen juga bekerja keras untuk membuat dirinya terlihat secantik mungkin. Untuk itu, dia menyewa penata rias profesional yang pernah myani beberapa selebriti sebelumnya, bertekad untuk menutupi penampnnya yang biasa dengan make-up sehingga dia terlihat seperti seorang sosialita. Pada saat itu, sebuah mobil Rolls-Royce hitam misterius berhenti di luar rumah mewahnya, di mana n membuka pintu mobil dan mngkah keluar dari kendaraan. Saat matahari terbenam menyinarinya, aura kejantanannya membuatnya tampak sangat menawan dan menarik. Sementara itu, Helen berdiri di ruang tamu sambil menatap pria yang berjn lebih dekat dengannya, jantungnya berdebar kencang. Ya ampun! Dia sangat tampan. ¡°Bagaimana penampnku, n?¡± Helen berkedip malu-malu, ingin mendengar pujiannya. ¡°Kamu terlihat luar biasa!¡± n mengangguk, meskipun dia menganggap perasaannya pada Helen hanya sekadar menarik. Bagaimanapun, n berkesan karena dia mengorbankan keperawanannya sendiri untuknya lima tahun yanglu dan menderita trauma yang akan mengikutinya smanya. Karena itu, n berkata pada dirinya sendiri bahwa dia akan mkukan yang terbaik untuk menebus Helen. ¡°Ayo pergi!¡± Helen meraih lengan n, menantikan pameran perhiasan nanti mm. Pada saat yang sama, Helen senang ada n di sisinya, berpikir Helen akan menjadi wanita yang membuat iri setiap wanita lain kemanapun mereka pergi. Bad 14 Bad 14 Sementara pameran perhiasan diadakan di ruang pameran pribadi dengan keamanan yang ketat, gang-gang dan jn-jn di sekitar tempat itu disegel dengan penjaga keamanan yang dengan hati- hati memeriksa setiap tamu yang diundang ke acara tersebut. Sementara itu, Tasya mengh napas lega ketika dia th melewati pemeriksaan keamanan dengan dompet manik-manik mutiaranya. Seth itu, Tasya siap untuk menikmati hak istimewa yang seharusnya dimiliki oleh tamu VIP di acara tersebut, Tasya diantar oleh petugas wanita ke ruang perjamuan. Segera, Tasya berada di a yang tampak megah di mana dia bisa melihat deretan lemari kaca, tetapi karena acaranya belum dimi, para tamu diundang untuk menikmati prasmanan sebelum mereka duduk. Ternyata kursi Tasya ada di baris keenam, yang merupakan tempat yang diinginkan semua orang. Namun, sedikit yang mereka tahu Tasya menganggap dirinya beruntung karena kursinya awalnya dimaksudkan untuk Nando. Sementara tamu-tamuin pehan mengisi kursi kosong, Tasya mendapati dirinya duduk di sebh seorang pria yang tampaknya berusia tiga puluhan. Dengan rambut berku dan pakaian bermerek, itu menunjukkan bahwa dia bukan pria biasa. Pada saat itu, pria itu menatap Tasya, menganggapnya berbeda dari yangin, meskipun ada banyak wanita cantikin di sekitarnya. ¡°Senang bertemu dengan Anda, Nona. Nama saya Jimmy Kristian. Ini kartu nama saya.¡± Jimmy memberikan Tasya kartu namanya yang bertuliskan, ¡®direktur dari Perusahaan Megah Jaya¡¯. ¡°Hai, saya Tasya Merian.¡± Tasya memperkenalkan dirinya dengan senyum sopan. Sementara itu, ada dua tamu yang datang tembat di ruang pameran. Melihat dua sosok seorang pria dan wanita memasuki tempat itu dengan tangan saling berpegangan, Tasya mau tidak mau bertanya-tanya siapa yang datang tembat, tetapi ketika Tasya melihat ke atas, diangsung tertegun mengetahui bahwa mereka adh n dan Helen. Oh sial! Dunia sangat sempit. Tasya menatap Helen, yang berpakaian seperti mikat, mengencangkan cengkeramannya dia hampir tidak bisa menyembunyikan kebenciannya terhadap Helen. Di sisiin, n mengenakan setn hitam mahal dana panjang halus, yang menonjolkan aura kuat dan menakutkannya. Pada saat yang sama, setiap wanitain, yang memperhatikan pria itu, semua tercengang melihat direktur dari Perusahaan Prapanca, tetapi ketika mereka melihat wanita yang menemaninya, mereka mi mengerutkan kening pada penampnnya yang biasa dan bertanya- tanya apakah dia adh pacarnya. Meskipun demikian, mereka mau tidak mau merasa iri pada Helen, berharap mereka bisa berada di tempatnya sebagai gantinya. Tasya berpura-pura seh-h dia tidak menyadari kehadiran mereka dan mengangkat gsnya, menyesap anggur merah di gsnya. Meskipun demikian, Helen dengan cermat memperhatikan kehadiran Tasya,ngsung merasa tercengang karena Helen tidak menyangka bahwa Tasya akan muncul di acara ks papan atas seperti ini. Siapa dia bisa menghadiri pameran perhiasan ini? Apakah dia bahkan cukup memenuhi syarat untuk berada di sini? Tidakma seth itu, n juga menyadari kehadiran Tasya dan secara kebetn duduk di seberangnya. Kemudian, Tasya tidak punya pilihan sin enggan menghadapinya, tidak peduli seberapa besar dia tidak mau. Saat Tasya melihat ke atas, dia bertemu dengan sepasang mata yang menawan di bawah cahaya lilin yang bersinar tepat ketika wajah tampan dan ketampanan pria itu terlihat. Dengan alisnya yang tebal dan natural, tatapannya yang menarik dan batang hidungnya yang mancung semakin terlihat, membuatnya terlihat semakin menawan. Ya Tuhan! Bagaimana seseorang bisa begitu tampan seperti dia? Tasya mengedipkan mata dan menatap pria yang juga melihat ke arahnya pada saat yang sama sementara mereka saling mengunci mata sma beberapa detik. Segera, Tasya merasakan sepasang mata penuh kebencian menatapnya sesaat sebelum dia menyadari Helen memelototinya. ¡°Mari kita bersng, Nona Tasya.¡± Jimmy mencoba memi percakapan dengan Tasya. Tasya mengangkat gsnya dan memanggang John, tersenyum padanya karena dia lebih suka melihat Jimmy daripada n. Huh! Karena Helen adh musuhku, aku akan membuat pacarnya menjadi musuhku juga. ¡°Nona Tasya, Anda harus mencoba ini. Percayh. Anda akan menyukai rasanya.¡± Jimmy bisa merasakan antusiasme Tasya, memiliki perasaan yang baik bahwa dia bisa memenangkan hati wanita itu. ¡°Terima kasih.¡± Tasya mengambil kue yang diberikan pria itu padanya dan menggigitnya sambil menunjukkan senyum manis. Sementara itu, Helen meraih lengan n dan dengan malu-malu menunjuk makanan penutup yang jauh darinya. ¡°n, aku mau yang itu.¡± n kemudian mengambil kue itu untuknya, di mana Helen menikmati kue itu. Pada saat yang sama, Helen sesekali menatap Tasya dengan gembira untuk menertawakan Tasya. Sementara itu, Tasya memutar matanya ke atas ke arah Helen, bertanya-tanya bagaimana Helen berhasil memenangkan hati n dan membuat n menuruti setiap keinginannya. Ada apa dengan n? Aku tidak percaya dia mempekukan wanita itu dengan sangat baik. ¡°Maaf, saya ingin pergi ke kamar kecil.¡± Tasya merasakan dorongan untuk menjawab panggn m saat dia berdiri dan memperlihatkan gaun berkuannya yang menonjolkan pinggang rampingnya, yang akan membuat siapa pun terpesona. Di sisiin, mata Jimmy terpaku pada Tasya, yang sedang berjn pergi, tepat ketika n mengangkat gsnya dan kebetn menyadari kehadiran wanita itu. Astaga, sungguh mengejutkan melihatnya ada di sini. ¡°n, aku akan segera kembali. Aku harus ke kamar kecil.¡± Helen juga bangkit berdiri dari tempat duduknya dan mengikuti tepat di bkang Tasya. Sementara Tasya sedang mencuci tangannya sendirian di toilet yang tampak megah, Helen segera masuk dan mendekatinya. ¡°Jangan bng kamu masuk ke sini dengan bantuan pria yang kamu kencani.¡± Helen memandang Tasya di cermin dan mengejeknya. ¡°Itu bukan urusanmu!¡± Tasya membs tatapan dingin pada bayangan wanita yang bermusuhan di cermin. ¡°Kudengar mereka sangat ketat dm memilih tamu mm ini. Lagi p, tidak ada orang biasa yang punya kesempatan untuk berada di sini, dan kamu sh satunya, jadi kenapa kamu bisa berada di sini?¡± ¡°Bagaimana denganmu? Lagip, kamu tidak jauh lebih baik daripadaku.¡± Tasya mengejek Helen. ¡°Aku pacar n, dan itu membuatku bisa berada di depanmu,¡± jawab Helen puas. Tasya mendengus dan berkata, ¡°Apakah kamu percaya jika aku berkata bahwa aku bisa menjadikan diriku sebagai istrinya hanya dengan satu kata? Apakah kamu percaya?¡± ¡°Apa maksudmu?¡± Wajah Helen berubah. Apakah dia ingat apa yang terjadi mm itu?N?velDrama.Org is the owner. Bad 15 Bad 15 Tasya tersenyum dingin. ¡°Kamu benar-benar ingin tahu? Ku begitu akan kuberitahu. Orang yang dismatkan Ibuku saat itu adh n.¡± Helen tercengang dan ketakutan saat mendengarnya, sambil bertanya-tanya apakah Ibu Tasya benar-benar menymatkan n. Tidak mungkin! Telu banyak kebetn yang terjadi! Ku itu memang benar, Tasya pasti sudah meminta keluarga Prapanca untuk bs budi meskipun dia tidak tahu apa yang terjadi mm itu. ¡°Makanya, aku peringatkangi, jangan membuatku kesal. Ku tidak, akh yang nanti akan jadi Nyonya di keluarga Prapanca,¡± ancam Tasya pada Helen. Helen seketika merinding mendengarnya. Dia mengepalkan tangannya saat rasa takut itu mi memenuhi kepnya. ¡°Tasya, maafkan aku atas apa yang terjadi waktu itu. Apakah kamu mau memaafkanku?¡± pinta Helen memohon ampunannya. ¡°Kamu ingin pengampunanku?¡± Tasya memercikkan air yang ada di tangannya. ¡°Teruh bermimpi!¡± Meskipun Helen melindungi dirinya dari percikan air itu dengan tangan, wajahnya masih basah terkena air. Matanya terus menatap Tasya yang pergi, dan dirinya dipenuhi amarah dan dendam membara. Meskipun penampn Tasya menarik perhatian banyakkiki di acara itu, Helen teringat dengan penampn cantiknya yang populer saat mereka masih kecil. Tasya, aku tidak akan membiarkanmu menikahi n! Dia hanya milikku seorang! Helen mengepalkan tangannya saat dia memikirkan hal itu. Ketika Tasya kembali ke mejanya, dia dengan centil mengibaskan rambutnya di bkang telinganya. Lalu, dia mengangkat kepnya, dan bertatapan dengan matakiki itugi, mata yang terlihat seperti kristal hitam saat terkena cahaya lilin. Di satu sisi, bagi n wanita itu seperti mutiara yang bersinar dm kegpan, membuat kecantikan dan keanggunannya menyihir semuakiki yang menatapnya. Tapi, Tasya tidak sadar ku dia adh sh satu dari sosialita paling cantik dm acara pameran perhiasan itu. Tak berapa lama, Helen pun kembali dari kamar mandi, sambil berpura-pura terlihat bersimpati saat dia kembali duduk di samping n. Tidak seperti sikapnya yang kasar dan angkuh saat di kamar mandi tadi, dia sekarang bersikap polos seperti sosok wanita yang membutuhkankiki untuk melindunginya. Hal ini membuat Tasya jijik dan tidak napsu makan. Makanya, dia meraih segs air untuk menenangkan dirinya. ¡°Nona Tasya, ini menu daging panggang dengan truffle yang baru saja dihidangkan. Apakah kamu mau mencobanya?¡± tanya Jimmy sembari mengambilkan segs air untuknya. ¡°Terima kasih.¡±This is from N?velDrama.Org. ujar Tasya sambil tersenyum. Ketika mereka selesai makan mm, sesi snjutnya dnjutkan dengan mengenalkan menu jamuan. Tapi, Tasya pergi ke balkon sendirian sambil membawa segs anggur merah, mungkin karena dia satu-satunya tamu yang datang tanpa pasangan. Menatapngit kota yang tampak seperti hamparan sawah emas yang bersinar di mm hari, dia hanya bisa merasa sedih melihat orang-orang yang kehngan jati diri mereka demi mengejar kekayaan di lingkungan mereka. ¡°Kenapa kamu disini?¡± Sebuah suara berat seorangkiki tiba-tiba muncul. Tanpa menoleh, Tasya sudah tahu siapa yang berbicara dan tertawa lirih. ¡°Memangnya kenapa? Apa aku harus memberitahumu dulu sebelum datang ke pameran perhiasan ini?¡± ¡°Nando Sofyan itu siapamu?¡± Tasya membalikkan badannya dan tercengang, sambil menatap sosokkiki tampan yang memegang segs anggur merah sambil mengernyitkan keningnya. ¡°Kamu kenal Nando?¡± ¡°Iya, tentu saja¡± jawab n tenang, dan Tasya sama sekali tidak terkejut melihatnya. Apgi, Tasya yakin san Nando diundang ke pameran perhiasan ini mungkin karena kekayaan dan keluarganya yang sangat berpengaruh. Makanya, Tasya sama sekali tidak terkejut ketika keduakiki ini, yang merupakan bagian dari sosialita ks atas, bisa saling mengenal satu samain. ¡°Kamu belum menjawab pertanyaanku. Nando itu siapamu?¡± Lakiki di bkang Tasya itu terus bersikeras dengan pertanyaannya. Tasya menyesap anggurnya. ¡°Kenapa aku harus memberitahumu?¡± ujarnya sambil beranjak dari balkon tanpa menunggu jawaban n, karena merasa jijik mengingat n adh pacar Helen. Seth wanita itu pergi, n ditinggal sendirian, sambil menyipitkan matanya dan ekspresi wajah muram. Sementara itu, Helen sedang berbincang dengan sh satu sosialita di antara para tamu saat dia melihat Tasya pergi dari balkon. Tahu n masih ada di balkon, dia merasa sangat cemburu pada wanita itu. Apa Tasya mencoba menggoda n? Lalu, dia juga melihat n pergi dari balkon. Tiba-tiba, sebuah ide muncul di kepnya dan dia segera mendekati Tasya sambil membawa segs anggur di tangannya. Bad 16 Bad 16 Bab 16 Saat itu, Tasya sibuk bersng dengankikiin yang mendekatinya tepat sebelum dia berpapasan dengan Helen saat dia berbalik. ¡°Mari bersng. Tasya. Aku ingin meminta maaf atas apa yang sudah kkukan saat di kantor saat itu.¡± ujar Helen meminta maaf, tapi sebagai bsannya, Tasya hanya tertawa dingin karena dia tahu ku Helen hanya sedang berpura-pura saja. Makanya, dia memilih untuk mengabaikan Helen dan pergi dari sana, tapi Helen tiba-tiba meraih tangan Tasya, yang sedang memegang segs anggur merah, dan menumpahkan pada gaunnya sendiri sebelum Tasya sempat bereaksi. ¡°Ah!¡± teriak Helen panik. Saat n mendekat untuk melihat apa yang terjadi, Helen mundur duangkah ke bkang dan jatuh ke pelukan n. ¡°Kenapa kamu mkukan ini padaku, Tasya?¡± tanya Helen pada Tasya dan menyhkannya karena sudah merusak gaunnya dengan anggur merah. Di satu sisi, Tasya berdiri dan tercengang melihat Helen yang berpura-pura tidak bersh. Si jal¡¯ng ini layak dapat pi Oscar karena aktingnya. ¡°Tasya, aku tahu aku sh karena memprotesmu, tapi kamu juga tidak bisa mkukan ini padaku¡­¡± ujar Helen sambil menangis, mencoba terlihat semenyedihkan mungkin. Saat itu, para sosialita dari ks atas yang ada di ruangan perjamuan menatap Helen penuh simpatilu menatap Tasya dengan tatapan benci karena perbuatan buruknya. ¡°Cepat minta maaf, Nona Tasya.¡± suara n terdengar dingin, dan tatapannya menunjukkan ku dia sedang merasa jengkel. Tasya menatap n tidak percaya, dia mengira n hanya menyimpulkan tanpa tahu situasi yang sedang terjadi. Apgi, Helen yang menarik tangannya dan membuatnya menuangkan anggur itu ke gaunnya sendiri. Makanya, Tasya tidak terima ku dia yang harus meminta maaf karena dia tidak mkukan keshan apapun. ¡°Kenapa aku harus minta maaf?¡± tegas Tasya sambil mengangkat dagunya, menatapkiki itu dengan tatapan tajam. *Tidak apa, n. Aku baik-baik saja. Aku bisa ganti baju.¡± ujar Helen menggelengkan kepnya, sambil menutupi rasa sedihnya dan berpura-pura menjadi sosok yang bermoral. ¡°Aku memaafkannya.¡± Tasya mengepalkan tangannya. ¡°Aku tidak butuh maafmu.¡± ¡°Tasya, minta maaf sekarang juga!¡± ujar n maral?, matanya penuh dengan tatapan dingin dengan wajah memerali karena marah?. Tasya menatap n dengan matanya yang indah dan tertawa sinis. ¡°Aku bisa minta maaf, tapi ku dia mau berlutut saat mendengarnya.¡± Saat itu, dm hatinya Helen merasa senang karena rencananya herjnncar, untung saja dia tahui karakter Tasya karena sudah mengenalnya sejak kecil. Melihat Tasya yang keras kep, Ilelea mencoba membuatnya marah di depan n, untuk membuatnya jadi sosok yang keteluan. ¡°Kamu¡­¡± mata n penuh dengan amarah saat menatap Tasya. *Tolong jangan shkan dia, n. Ini semua shku. Aku memang ceroboh, jadi jangan khawatirkan akil. Aku akan baik-baik saja. Tolong jangan bersikap kasar pada Tasya.¡± ujar Helen sambil menggigit bibirnya, dan bergyut di lengan n sambil pura-pura menahan rasa sedihnya. Mendengar perkataan Helen, Tasya ingin sekali menampar Helen. Takma, seorang manajer perempuan mendekat dan berkata, ¡°Nona Helen, kami sudah menyiapkan sebuah gaun baru untuk Anda. Mari ikut saya.¡± Helen menganggukkan kepnya dan mengikuti manajer itu. Sementara itu, Tasya bisa merasakan tatapan tak nyaman dari orang-orang disekitarnya tapi dia hanya menggigit bibirnya dan menahan itu semua. Apgi, dia masih belum melihat perhiasan kesukaannya dan tidak ingin meninggalkan acara itu. ¡°Ikut aku.¡± Takma, Tasya merasakan cengkraman tangan n, dan dia ditarik dengan paksa ke sebuah ruangan tertutup. ¡°Lepaskan aku, n.¡± Tasya ingin melepaskan dirinya tapi kekuatannya tidak kuat mwan kekuatan lakiki itu. Seth mereka masuk ke dm ruangan itu, n segera melepaskan Tasya, yang sekarang sedang melipat tangannya dan menatap n dengan tajam. ¡°Apa yang kamukukan?¡± Tapi, Tasya hanya menatapnya tajam, sambil berdiri tegak dan tidak ingin mengh. ¡°Apa yang mau kamukukan ku aku tidak meminta maaf?¡± Mengingat Helen adh pacar n, Tasya yakin ku n akan mkukan apapun untuk melindungi Helen. Makanya, dia merasa percuma saja ku harus menjskan apa yang sebenarnya terjadi. ¡°Tasya, aku tahu Ibumu meninggal saat kamu masih kecil, tapi tidak bisakah kamu bersikap sopan dan mempekukan orangin dengan baik? Kenapa kamu slu bersikap jahat dan keteluan?¡± Entah kenapa n merasa jengkel, sambil bertanya-tanya kenapa Tasya tidak mau menjauh dari mash.N?velD(ram)a.?rg owns this content. Bad 17 Bad 17 Bab 17 Tasya menatapkiki yang sedang mengkhawatirkannya, ¡°Apakal? sikapku sangat penting bagiinu, n? Aku tidak menikah denganmu, jadi tidak ada hubungannya denganmu, meskipun aku menghancurkan diriku sendiri.¡± Lalu, dia berbalik dan ingin pergi dari sana, tapi tangannya ditarik olehkiki itu dan mendorongnya ke dinding, dan dm sekejap saja wajahnya yang tampan jadi sangat dekat dengan wajah Tasya. Sekelebat amarah terlihat di matakiki itu saat dia mencibirnya, ¡°Sepertinya aku telu berlebihan meni kemampuanmu, Tasya.¡± ¡°Lepaskan aku, n. Dasar brengs¡¯k!¡± Sin kejadian lima tahunlu, Tasya belum pernah sedekat ini dengan seorangkiki. Dia menghindar dengan rasa jijik ketika aroma tubulikiki itu menusuk hidungnya. Tidak peduli seberapa tampan n, Tasya jijik dengan semuakiki yang pernah menyentuh Helen. Di satu sisi, n terpesona sejenak ketika dia semakin dekat dengan tubuh? Tasya dan aroma tubuh Tasya mengingatkannya pada kejadian lima tahun yanglu. Aromanya sama seperti aroma bunga yang membuatnya terpesona, dan dia hanya bisa membayangkan rasanya bibir merah Tasya yang tebal dan lembut saat dia menciumnya. Ketika n sadar dengan apa yang dia pikirkan, dia segera melepaskan Tasya, dan tangan Tasya sudah tenjur memerah karena cengkramannya. ¡°Menjauh dariku, n,¡± ujar Tasya padanya saat dia membuka pintu dan pergi dari ruangan itu. Seth dia keluar dari sana, Helen sudah mengganti gaunnya dan sedang dihibur oleh para tamu perempuaninnya. Di saat yang bersamaan, semua orang masuk ke dm pameran yang ada di a karena acara akan segera dimi. Saat Tasya masuk bersama dengan yanginnya, dia mi memperhatikan setiap perhiasan seh h dia adh seorang ahli perhiasan. ¡°Aku dengar perempuan itu masuk menggunakan nama tuan muda dari keluarga Sofyan. Bisa ya kamu bertemu dengan orang-orang seperti itu disini, hah?¡± ¡°Aku yakin dia pasti punya semacam trik kotor! Kamu tahu kan maksudku.¡± ¡°Dia cuma seorang desainer biasa! Aku yakin dia balikan tidak mampu membeli satu berlian disini!¡± Tasya bisa mendengar percakapan antara dua orang perempuan di bkangnya yang terlihat js sedang mengejeknya. Property belongs to N?vel(D)r/ama.Org. Sebagai teman n, semua perempuan itu pasti teman Ileleni, jadi mereka tahu ku Tasya adh seorang desainer perhiasan. Tapi, Tasya tidak mempedulikan mereka dan terus mengamati karyanya ketika suara seorang perempuan yang lembut terdengar di bkangnya. ¡°n, aku dengar kita bisa membeli satu perhiasan dari pameran mm ini, dan aku sangat suka perhiasan ini, Maukah kamu membelikannya untukku? Tapi sayang perhiasan ini sedikit mahal. Harganya 20 miliar!¡± ujar Helen sambil menunjuk sh satu perhiasan yang harganya sekitar sebs digit dan bertanya sambil menggandeng tangan n. ¡°Baih. Aku akan berbicara dengan manajer nanti.¡± ujar n dengan suara berat. ¡°Baih. Terima kasih, n!¡± Helen menggandeng lengan n dengan erat sambil menatap Tasya dengan tatapan penuh ejekan. Tapi, Tasya berpura-pura seh dia tidak mendengar perkataan Helen dan terus mengamati perhiasan. Awalnya dia datang untuk menikmati pameran itu, tapi tamu perempuaninnya terus membuatnya merasa tidak nyaman, jadi dia memutuskan untuk pergi seth dia mengamati beberapa perhiasan. Di saat yang bersamaan, n menatap sosok yang sedang berdiri di depan meja perhiasan itu. Di bawah cahayampu, wajah cantik Tasya dan keseriusannya itu membuatnya terlihat mempesona seperti berlian yang sedang dipamerkan. ¡°Nona Tasya, kenapa kita tidak melupakan kejadian buruk tadi? Apakah ada sesuatu yang menarik perhatianmu?¡± ujar Jimmy sambil berjn mendekati Tasya dengan membawa segs anggur di tangannya. Dia tidak bisa berhenti memikirkan kecantikan Tasya dan sikapnya yang keras kep itu sangat membuatnya terpesona. Aku yakin dia juga akan bersikap seperti itu saat di tempat tidur. Seth Jimmy tidak sengaja mendengar tamu perempuanin ku Tasya hanyh seorang desainer perhiasan biasa, dia merasa yakin bisa mendapatkannya dengan mudah, karena Tasya hanya orang biasa. ¡°Saya disini hanya untuk menikmati pameran,¡± ujar Tasya sambil tersenyum. ¡°Tidak apa. Aku bisa membelinya untukmu ku kamu suka.¡± ujar Jimmy pada perempuan muda itu. Tapi, Tasya tahu ku dia tidak boleh menerima tawarannya, jadi dia hanya menggelengkan kepnya. ¡°Tidak perlu, terima kasih. Saya hanya melihat-lihat saja.¡± Meskipun begitu, Jimmy terus mengikuti Tasya kemanapun dia pergi. Dia sama sekali tidak memperhatikan perhiasan-perhiasan itu dan hanya fokus pada Tasya. Melihat hal ini, entah kenapa n merasa jengkel. Sebagai seorangkiki, dia tahu apa niat tersembunyi Jimmy dengan bersikap baik pada Tasya, dan dia hanya bisa merasa marah setiap kali Tasya berinteraksi dengan Jimmy tanpa tahu ku dia dm bahaya. Apa dia tidak bisa membaca pikiran: Jimmy? Perempuan ini benar-benar tidak tahu cara melindungi dirinya sendiri! Bad 18 Bad 18 Bab 18 Ketika Tasya mengecek jam dan melihat sudali pukul 09.00 mm, dia teringar harus segera mengembalikan gaunnya, jadi dia berpamitan pada Jimmyn berkata, ¡°Maal, saya harus pergi sekarang.¡± N?velD(ram)a.?rg owns this content. ¡°Biar ku antar.¡± *Tidak perlu.¡° Tasya berbalik dan menk tawarannya sebelum dia tidak sengaja berpapasan dengan seorang perempuan. Marah, perempuan itu mendorongnya. ¡°Kamu sudah buta, ya?¡± Tasya mundur beberapangkah dan mengangkat kepnya, dia melihat seorang sosialita dengan wajah angkuhnya. Tasya pun meminta maaf, ¡°Maafkan saya. ¡°Kamu kira minta maaf saja sudah bisa menyelesaikan semuanya? Cepat berlutut dan bersihkan sepatuku yang kamu injak tadi!¡± Perempuan itu js tidak mau membiarkan Tasya pergi dan ingin mempermalukannya. Saat itu, Tasya mengerucutkan bibirnya. ¡°Saya tidak menginjak kaki Anda.¡± ¡°Beraninya kamu bng ku kamu tidak menginjak kakiku?! Kakiku sudah terasa sakit!¡± bentak perempuan itu penuh emosi. Ketika Tasya sadar ku perempuan itu sengaja berdiri di depannya agar dia menabraknya, Tasya tidak mempedulikannyagi. ¡°Maaf, tolong minggir. Saya harus pergi sekarang.¡± ¡°Kamu kira kamu bisa pergi begitu saja?¡± Lalu, perempuan itu menarik gaun Tasya dan takma terdengar suara robekan. Kain satin di gaun Tasya dirobek dan sh satu pundaknya terlihat. Tasya langsung menutupi pundaknya dengan tangannya. Ketika Jimmy ingin melepaskan jasnya untuk Tasya, ada seseorang yang lebih cepat dari dirinya saat dia menyelimutkan jas di pundak Tasya dan menutupi dadanya. Saat itu, Tasya berbalik dan ingin mengucapkan terima kasih tapi dia baru sadar ku orang yang membantunya adh n. Seketika, Tasya tercekat. Sebenarnya, dia bahkan tidak butuh jaskiki itu. ¡°Lepaskan jasmu.¡± Meskipun Tasya tahu ku dia akan menarik perhatian banyak orang, dia benar- benar tidak mau menerima kebaikan n. ¡°Jangan bercanda,¡± tegas n. Kenapa dia masih saja keras kep di situasi seperti ini? Di sisiin, Helen, yang berdiri di tepi ruangan, menatap Tasya tajam karena dia melihat sendiri betapa sigapnya n melepaskan jasnya dan menutupi Tasya. Helen, aku akan menjempuimu namu,¡± ujar n sebelum dia menarik Tasya keluar a saat Tasya kesulitan melepaskan cengkraman erat tangannya, n.. Helen rasanya ingin marali karena cemu. Beraninya dia meninggalkanku disini demi mengantar Tasya png?! Sementara itu. Tasva akhimva meron kan as Than Sulletita m o na linnalilibini cari sisi ajun yang robek. Hanya melihat kondisi Tasya saat ini saja sudah bisa membuatkiki manapun bernafsu karenanya. Saat itu, tatapan n terlihat marah sambil melihat sikap keras kep Tasya dan bertanya dengan jengkel, ¡°Kamu yakin akan pergi seperti itu?¡± ¡°Memangnya kenapa? Meskipun akuri keluar tnjang, itu bukan urusanmu.¡± Tasya tidak tahu kenapa, tapi dia ingin berdebat dengan n dan membuatnya marah. ¡°Kamu seorang Ibu yang punya anakkiki, harusnya kamu memikirkan dia juga.¡± n tidak pernah bertemu dengan seorang perempuan yang dengan mudah membuatnya marah hanya dari beberapa patah kata saja, dan sepertinya perempuan ini berhasil mkukan itu. ¡°Jangan bercanda, Tasya. Tidak bisakah kamu menurut saja kali ini?¡± pinta n sambil menyelimuti pundak Tasya dengan jasnyagi ketika dia sadar liftnya sudah berhenti. Ada beberapa orang asing yang sedang berbincang di depan lift dan Tasya bergegas menuju pintu keluar tanpa melepaskan jas Elen kali ini. Ketika dia melihat sebuah taksi baru saja menurunkan penumpangnya di tepi jn, dia segera mendekati taksi itu sambil tetap memakai jas m, dan n hanya bisa menatap Tasya yang sudah menutup pintu taksi dan pergi. Saat itu, pikiran Tasya berkecamuk. Aku benar-benar sudah merusak kaun seharga sembn digit! Bagaimana aku mengganti rugi gaun ini?! Sial¡¯n! Bad 19 Bad 19 Bab 19 Seth Tasya kembali ke toko dan menjskan apa yang sudah terjadi, pemilik toko menatap gaun yang robek itulu tersenyum dan menenangkan Tasya, ¡°Tidak apa-apa, Nona Tasya. Saya sudah mengasuransikan gaun ini dan mereka yang akan mengurusnya untuk saya.¡± ¡°Saya minta maal. Saya benar-benar minta maaf.¡± Tasya semakin merasa bersh. ¡°Tidak apa-apa, yang penting Anda bersenang-senang tadi,¡± ujar pemilik toko meyakinkannya. Meskipun Tasya masih merasa bersh ketika dia menaiki taksi dan png ke rumah, dia juga sangat kelhan. Yang ingin diakukan hanya png dan memeluk anakkikinya hingga tertidur. Akhirnya Tasya tiba di rumah pukul 10.00 mm. Ketika dia melihat Frans masih bermain bersama Jodi, Tasya berkata, ¡°Ayah, aku sudah png. Ayah bisa istirahat sekarang.¡± *Tasya, Jodi benar-benar anak yang pintar, dan aku bahkan tidak percaya ku dia masih berumur empat tahun! Kamu benar-benar pintar mendidiknya,¡± ujar Frans. Mendengar ini, Tasya hanya bisa tersenyum kecut karena Jodi bjar semua hal sendirian tanpa Tasya perlu mengajarinya, dan yang diakukan hanya menemani Jodi saja. Seth Frans masuk ke kamarnya, Tasya mandilu memeluk Jodi dengan letih dan menciumi wajahnya. ¡°Ayo tidur sekarang, Jodi.¡± Karena Jodi sudah bermain seharian, dia juga kelhan, diangsung tertidur dm sekejap mata. Tapi, Tasya tidak bisa tidur. Saat dia menundukkan kepnya melihat Jodi, dia terkejut. Kenapa wajah Jodi jadi terlihat mirip n? Mungkin karena n orang yang tampan dan setiap orang yang tampan biasanya mirip. Berarti Jodi akan jadi orang tampan saat dia besar nanti. Meskipun n orang yang menyebalkan, dia memang tampan. Keesokan harinya, Tasya memberitahu Nando semua yang terjadi sma pameran perhiasan sedangkan Nando terus bertanya apakah dia terluka atau tidak. This is from N?velDrama.Org. ¡°Aku akan png beberapa harigi, dan aku akan menjagamu.¡± ujar Nando dengan tulus. ¡°Aku harus mentraktirmu saat kamu png nanti.¡± ¡°Baih. Lagip aku juga kangen Jodi,¡± ujar Nando sambil tertawa. ¡°Dia juga kangen denganmu.¡± Tasya pun ikut tertawa. Di hari Senin, Tasya pergi ke binalu pagi-pagi untuk mengambil jas n agar dia bisa mengembalikannya di kantor nanti. Seth menghabiskan kopinya dan membs semua email pekerjaannya, Tasya melihat jam dulu sebelum menghubungi nomor kantor n. ¡°Halo?¡± Sebuah suara yang mempesona terdengar. ¡°Ini Tasya. Aku mau mengembalikan jasmu.¡± Lalu Tasya menutup teleponnya sebelumn n sempat mengatakan apapun. Ketika dia sampai di depan pintu ruangan n, dia mengetuk pintu dahulu sebelum masuk ke dm sedangkan n yang sedang duduk di ruangannya, menatap Tasya tajam. Seth meletakkan jas yang dibungkus tas pakaian, Tasya berkata, ¡°Aku sudah membawa jasmu ke binatu untuk dicuci.¡± ¡°Kamu yakin tidak mau berterima kasih padaku?¡± ujar n sambil memicingkan matanya dan mengangkat dagunya sambil menatap Tasya. ¡°Terima kasih,¡± bs Tasya terburu-buru sebelum pergi dari ruangan itu. Saat menatap perempuan yang bergegas pergi seth dia datang, tatapan n terlihat muram. Benarkah Nenek ingin aku menikahi wanita ini? Di satu sisi, ketika Tasya kembali ke ruangannya, Maya tiba-tiba masuk bersama seorang tamu tanpa memberitahunya. ¡°Nona Tasya, Anda kedatangan tamu.¡± Ketika Tasya mengangkat kepnya, dia terkejut. Bukankah ini Jimmy yang kemarin itu? ¡°Nona Tasya, kamu benar-benar ada disini!¡± Jimmy terkejut karena dia datang ke tempat yang tepat. Seth png dari pameran kemarin, yang ada di pikirannya hanya Tasya dan dia tidak akan menyerah sampai dia mendapatkan Tasya. ¡°Pak Jimmy¡­ Kenapa Anda datang kemari?¡± Tasya menyapa dengan ramah karena Jimmy adh tamu disana. Disaat yang bersamaan, Jimmy terkejut ketika dia melihat Tasya. Ku dengan gaunnya Tasya terlihat seperti seorang dewi, kali ini Tasya terlihat berkarisma dm balutan pakaian kerjanya hanya sebuah blus putih dan rok pendek saja sudah bisa membuatnya terlihat seksi. Bad 20 Bad 20 Bab 20 ¡°Nona Tasya, aku datang kesini ingin memesan perhiasan khusus untuk ng tahun Ibuku bn depan, dan aku ingin memesan satu set perhiasan untuk beliau.¡± Jimmy tidak membutuhkan uang dan dia ingin lebih banyak bersenang-senang, jadi dia tidak mash ku harus mengeluarkan uang untuk Tasya. Tasya tentu saja tidak akan menk kesempatan bisnis yang diberikan padanya, jadi dia berkata, ¡°Maya, tolong ambilkan kami kopi dan sepiring buah.¡± Seth Maya pergi, mata Jimmy kembali menatap Tasya. ¡°Pak Jimmy, apa boleh saya tahu apakah Ibu Anda memiliki bentuk ataupun warna perhiasan yang beliau sukai? Sin berlian, beliau lebih suka batu giok atau kristal?¡± ¡°Sepertinya berlian saja. Paling bagus ku ukurannya yang lebih besar dan lebih mahal,¡± jawab Jimmy terus terang sedangkan Tasya hanya tersenyum. ¡°Baih, Saya akan menyiapkan draft untuk desain Anda dan mengirimkannya ke rumah Ibu Anda tiga harigi. Bagaimana menurut Anda?¡± ¡°Karena ini hadiah dariku untuk Ibuku, lebih baik ini tetap jadi rahasia. Bagaimana ku kamu datang ke tempatku seth draftnya sudah selesai?¡± Tatapan licik terlihat di mata Jimmy saat melihat Tasya yang sedang mengecek dokumen sambil menundukkan kepnya. ¡°Baih, Pak Jimmy. Saya akan menghubungi Anda jika draftnya sudah jadi.¡± ¡°Baih. Tidak mash. Oh iya, apa kamu ada waktu luang siang ini? Bagaimana ku kita makan siang bersama¡± Tapi, Tasya bukan orang bodoh dan tahu ku Jimmy sedang mencoba menggodanya. Yah, bagaimanapun juga Tasya tidak akan menk kesempatan bisnis, jadi dia menganggukkan kep dan berkata, ¡°Baih. Saya tahu sebuah restoran dengan makanan enak di dekat kantor. Saya akan memesan tempat untuk dua orang.¡± Jimmy mengangguk senang. ¡°Nona Tasya, ku begitu aku akan menunggu waktu istirahatmu.¡± ¡°Kenapa Anda tidak menunggu di ruang tunggu? Di sana jauh lebih sunyi.¡± ujar Tasya sambil mengantar Jimmy keluar dari ruangannya, Seth selesai berurusan dengan Jimmy, dia segera memberitahu Felly dan Felly meminta Tasya untuk memastikan agar Jimmy tidak membatalkan pesanannya, karena mereka bisa mendapat banyak keuntungan dari satu set perhiasan. Ketika Tasya pergi makan siang bersaina Jimmy siang itu, Jimmy menggunakan kesempatan itu untuk memamerkan kekayaan dan asetnya beserta perusahaannya, sedangkan Tasya berpura-pura seh dia terkejut dan kagum dengannya. Setl? makan siang, Tasya berpamitan dan mengatakan ku dia ada rapat dan harus segera pergi, jadi Jimmy tidak punya pilihanin sin mengantarnya kembali ke Jewelia Property belongs to N?vel(D)r/ama.Org. Ketika Tasya kembali, dia mengli napas lega sebelum kembali ke mangannya untuk bekerja. Sementara itu, n mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang dari tangan kantornya. llei. n! Kenapa kamu menufubunciku?¡± Terdentar bebuah suarakiki yang sedang sening di ujarig telepon. ¡°Apa kamu kenal Tasya Merian?¡± n bertanya terus terang. ¡°Bagaimana kamu bisa tahuu?¡± tanya Nando kaget. ¡°Dia karyawan di perusahaanku. Aku bertemu dengannya kemarin di pameran perhiasan dan aku sudah tahu ku dia masuk menggunakan namamu.¡± ¡°Oh! Sepertinya kamu memang benar-benar mengambil alih Grup Mahkota Ratu! Iya, itu benar. Tasya dan aku berteman baik.¡± ujar Nando terus teranglu tertawa dan bertanya, ¡°Bagaimana dia? Dia cantik, kan?¡± ¡°Apa kamu mencoba mengejarnya?¡± ¡°Dia tidak mudah untuk didapatkan. Aku sudah mencoba sejak tiga tahun terakhir, tapi aku bahkan belum bisa mendapatkannya, jadi aku tetap berteman dekat dengannya!¡± ujar Nando putus asa. Meskipun begitu, wajah n masih terlihat muram. ¡°Bagaimana kamu bisa kenal dengannya?¡± ¡°Masih ingat keckaan mobilku tiga tahun yanglu? Dia orang yang menymatkanku. Ku bukan karena dia yang menarikku keluar dari mobil, mungkin aku sudah mati meledak bersama mobilku.¡± Tentu saja, n masih ingat keckan mobil mengerikan yang dimi Nando waktu itu. Nando hampir saja berhadapan dengan mikat maut saat mobil yang dia tumpangi meledak tepat seth dia pergi. Tapi, n tidak menyangka Tasya adh orang yang menymatkan Nando waktu itu. Apakah ini takdir? Ini berarti keluarga Prapanca berng budi pada keluarga Merian ¡°n, aku sebentargi akan kembali. Nanti aku akan bekerja di Jewelia juga, jadi aku bisa menemani Tasya.¡± ¡°Jangan bercanda. Kamu png untuk mewarisi bisnis keluargamu, bukan untuk mengejar seorang perempuan.¡± n mengomelinya. ¡°Yah, ku begitu kamu harus membantuku menjaganya di perusahaan.¡± Nando hanya bisa mengatakan ini. Ketika n menutup teleponnya, wajahnya yang tampan terlihat sedang memikirkan sesuatu. Sepertinya Nando, cucu kesayangan Nenek, juga mengejar-ngejar Tasya. Tiga hari kemudian, draft desain Tasya disetujui oleh Felly, dan siap untuk dikirimkan pada Jimmy. ¡°Apa kabar, Pak Jimmy? Draft yang saya buat sudah selesai. Apa boleh saya tahu kapan Bapak ada waktu luang agar saya bisa mengirimkan drafinya pada Bapak?¡± tanya Tasya pada Jimmy ¡°Hei! Maafkan aku, tapi aku sedang dm perjnan png dari perjnan bisnis dan baru tiba sekitar pukul 07.00 mm. Bagaimana ku begini saja, kenapa kamu tidak membawa drafinya ke rumahku jam 08.00 mm?¡± ¡°Hmm¡­ Mm?¡± Tasya seketika waspada Bad 21 Bad 21 Bab 21 N?velD(ram)a.?rg owns this content. ¡°Ada apa? Apa kamu takut denganku? Jangan khawatir. Nona Tasya, aku bukan orang jahat. Hanya saja aku sedang sangat sibuk di pagi hari, dan baru ada waktu kosong saat mm.¡± Mendengar hal ini, Tasya tidak punya pilihanin sin menyetujuinya. ¡°Baih. Saya akan mengirimkan draftnya ke rumah Anda pukul 08.00 mm ini.¡± ¡°Oh iya, aku tidak suka ada orang asing yang datang ke rumahku. Jadi, lebih baik ku kamu datang sendirian, Nona Tasya.¡± ujar Jimmy. Tasya mi tegang. Apa dia benar-benar memintaku datang sendirian ke rumahnya? Tapi, Tasya hanya bisa mengangguk dan setuju dengan permintaan Jimmy karena dia adh kliennya. ¡°Baih. Saya akan datang pukul 08.00 mm tepat.¡± ¡°Aku akan mengirimkan matnya.¡± Lalu, Jimmy menutup teleponnya. Seth menelpon Jimmy, Tasya menuju ruangan Felly dan memberitahunya tentang pembicaraan mereka. Felly berpikir sejenak. ¡°Yang aku tahu, Jimmy Kristian itu CEO terkenal tanpa ada rumor buruk tentangnya, jadi dia mungkin tidak akan mkukan hal-hal buruk. Tasya hanya bisa berharap mm ini semuanyancar. Sma rapat siang, n, yang tidak pernah datang sma tiga hari berturut-turut, akhirnya datang juga. Dia tampak lebih muda dengan gaya rambutnya dan setn berwarna abu-abu tua, tapi ekspresi wajahnya tetap dingin seperti biasanya. Tasya menundukkan kepnya sambil membaca dokumen, sedangkan Alisa, yang duduk di seberang Tasya, terus bertingkah dan berharap bisa menarik perhatian n. ¡°Tasya Merian, tolong fokus pada rapat dan berhenti mencoret-coret,¡± tiba-tiba Felly menyadarkannya. Tasya memang sedang mencoret-coret buku catatannya tanpa memperhatikan rapat, dia segera menegakkan badannya dan menganggukkan kepnya dengan wajahnya yang memerah. ¡°Baih.¡± Seth meletakkan pensilnya di meja, matanya bertatapan dengan sepasang mata, yang seh sedang memberitahunya betapa kecewanya dia dengan perku Tasya. Bagi n, Tasya sekarang bertingkah seperti anak keras kep yang tidak mau bjar di ks. *Tasya, saya harap kamu bisa bjar cara menghormati orangin di perusahaan ini,¡± ujar n tiba- tiba. Takma, terdengar beberapa suara tawa dm ruangan rapat, beberapa dari mereka merasa senang karena Tasya baru saja diomeli oleh si bos. Tapi, Tasya mengedipkan mata dan menopang dagunya sambil tersenyum menatap n. Terima kasih karena sudah mengajari saya cara bersikap yang baik, tapi saya hanya ingin menjadi diri saya sendiri. Pak n, Anda bisa memecat saya ku Anda tidak menyukai saya.¡± Saat itu, suara orang-orang yang terkesiap terdengar di ruangan rapat. Bukankah Tasya telu gekat? uara or ora Beraninya dia berbicara seperti itu pada Pak n? n bukan hanya sekedar Presdir dari Grup Mahkota Ratu. Tapi, dia juga bagian dari Perusahaan Prapanca, jadi dia adh orang kaya dan berkuasa. Makanya, hanya orang bodoh yang berani mwan na. Apa Tasya sudah g?! Felly pun merasa gugup. Lalu, dia menoleh ke arah Tasya dan menegurnya, ¡°Tasya, beraninya kamu berbicara seperti itu pada Pak n?!¡± Tapi, ada sekelebat tatapan genit saat Tasya menatap n dengan serius. ¡°Pak n, apakah Anda mau saya menyerahkan surat pengunduran diri saya?¡± ¡°Tasya, kamu tidak bisa mengundurkan diri begitu saja sedangkan kamu harus bertemu Pak Jimmy mm inil¡± seketika Felly mencegah Tasya sebelum dia membuat n semakin marah. Terdiam, wajah n seketika muram dan dia mengerutkan keningnyalu bertanya pada Felly. ¡°Kenapa dia bertemu klien di mm hari?¡± Melihat n tidak marah dan menanyakan hal itu padanya, justru membuat Felly bingung. Dia berdeham dan menjawab, ¡°Sh satu klien kita memesan perhiasan khusus, tapi beliau sangat sibuk dan hanya bisa ditemui mm hari. Jadi, Tasya akan pergi ke kediaman beliau sendirian mm ini.¡± ¡°Beritahu klien itu ku tidak ada karyawan kita yang kerja lembur. Tidak boleh ada urusan bisnis yang dkukan di luar jam kerja,¡± tegas n dingin. Dari apa yang dia tahu, Pak Jimmy adhkiki dan tidak punya reputasi buruk. ¡°Hmm . Tapi, kami sudah menentukan jam untuk bertemu dengan klien,¡± ujar Felly mencoba menjskan. Di satu sisi, meskipun Tasya tahu ku n sedang berusaha membantunya, dia masih tidak mau menurut dan menk untuk mendengarkannya. ¡°Jangan khawatir, Felly. Aku pastikan akan bertemu Pak Jimmy mm ini tepat waktu.¡± Ujarnya meyakinkan Felly tentang mash ini. ¡°Aku mrangmu pergi, Tasya,¡± tegas n tiba-tiba Bad 22 Bad 22 Bab 22 Meski begitu, Tasya membs tatapan n dengan tegas, ¡°Tidak ada yang bisa mrangku pergi.¡± N?velDrama.Org is the owner. Saat itu, semua orang terkejut melihat sikap Tasya yang membuat n marah. Dia menk semua permintaan n, padahal tidak ada orang yang berani mwan n. ¡°Baih, ku begitu. Rapat ini sudah selesai!¡± Bahkan Felly merasa khawatir ku n akan marah dan tidak akan memberikan Tasya kesempatan untuk terus membuatnya marah, Saat itu, Tasya beranjak dari tempat duduknya dengan membawa berkasnya sedangkan Alisa menatapnya penuh rasa iri. Siapa yang membiarkan Tasya bersikap seperti itu? Beraninya dia mempekukan n seperti itu? Ketika Tasya kembali ke ruangannya dan ingin menyesap segs air, tapi tiba-tiba pintu ruangannya dibuka dengan kasar dan seseorang masuk ke dm dengan penuh emosi. Kapan ini semua akan berakhir? Tasya menyipitkan matanya dan menatapkiki itu dengan ekspresi marah sebelum dia meletakkan cangkirnya. ¡°Ada apa, Pak n?¡± ¡°Tunjukkan rancangan untuk Pak Jimmy.¡± n meraih dokumen dari Tasya. ¡°Kamu sudah bertemu dengannya di pameran perhiasan kemarin mm. Namanya Jimmy Kristian,¡± jawab Tasya jujur. Mendengar ini, ekspresi wajahkiki itu terlihat semakin marah. Kenapa dia tidak mau menk ajakan ¡°Apa kamu tidak bisa melihat ku dia punya niat jahat?¡± ¡°Yang aku tahu, draft desainku seharga sembn digit.¡± Yang Tasya inginkan hanyh mendapatkan bonus dari pekerjaannya. ¡°Ku begitu minta orangin untuk bertemu dengannya,¡± ujar n. ¡°Tidak. Aku harus menemuinyangsung karena ini adh desainku. Aku tidak mau kamu mengkhawatirkanku.¡± Lalu, Tasya membuka pintu ruangannya dan meminta n untuk pergi. ¡°Lebih baik kamu pergi! Aku harus mnjutkan pekerjaanku.¡± Tapi, n menggerakkan giginya dan berkata, ¡°Tasya, kamu pasti akan menyesal.¡± Terdiam, Tasya mengangkat alisnyalu tersenyum. ¡°Itu bukan urusanmu, Pak n.¡± ¡°Kamu¡± wajah n terlihat semakin marah. Sejak dia bertemu Tasya, dia tidak bisa mengontrol emosinya dan terus menerus merasa jengkel karena tingkahkunya. Sementara itu, Tasya mengh napas ketika melihatkiki itu pergi dengan penuh amarah. Entah kenapa, dia merasa sedikit senang karena n adh pacar Helen. Dia pasti akan tetap mengusirnya meskipun n benar-benar mengkhawatirkan dirinya. Karena Tasya harus kerja lembur, dia hanya bisa meminta tolong Frans untuk datang dan menjaga Jodi. Tentu saja, Frans setuju untuk menjemput Jodi di sekh, karena dia sendiri juga merindukan Jodi seth tidak bertemu dengannya sma beberapa hari dan ingin mengajaknya makan mm di luar. Seth tahu Ayahnya akan menjaga anaknya, Tasya bisa bekerja lembur tanpa khawatirgi, karena dia masih belum menyelesaikan draft rutin yang harus dia kumpulkan setiap akhir bn. Sekitar pukul 06.30 mm, Tasya memesan makanan dan makan di dapur kantor sambil menikmati pemandangan dibalik jend dengan penuh kekaguman. Di saat yang bersamaan, n, yang masih ada di ruangannya, memijat pelipisnya dan bertanya pada Roy, Apa dia masih ada di kantor?¡± ¡°Nona Tasya baru saja memesan makanan dan sekarang sedang makan di dapur. Saya rasa Nona Tasya akan bekerja lembur sampai pukul 07.00 mmlu pergi ke tempat Jimmy Kristian.¡± ¡°Baih. Terus awasi dia.¡± n masih mengkhawatirkannya. Karena dia sudah berjanji pada Hana untuk menjaga Tasya dan juga bs budinya pada Ibu Tasya, dia tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada Tasya. Seth selesai makan, Tasya istirahat sebentarlu pergi pukul 07.10 mm. Saat dia pergi dengan sebuah taksi yang berhenti di depan kantor, sebuah mobil hitam segera mengikuti taksi itu dan membuntuti mereka. Di sisiin, Tasya merasa gugup saat dia melihat pemandangan mm hari di luar jend mobil. Dia berharap bisa segera pergi seth desain itu disepakati dan akan memberitahu Jimmy ku teman kantornya sedang menunggunya di luar. Semoga saja, dia tidak akan mkukan apapun ketika tahu itu! Lalu, taksi itu masuk ke area perumahan elit sebelum akhirnya berhenti di depan sebuah v mewah. Seth taksi itu pergi, sebuah mobil juga berhenti di dekatnya. Tapi, Tasya tidak menyadari hal itu. Di sisiin, n mencoba untuk menahan dirinya agar tidak keluar dari mobil saat dia melihat Tasya memencet bel. Takma, dia meminta Roy masuk ke dm v untuk mengeceknya. Ketika pintu di depan Tasya terbuka, suara Jimmy terdengar. ¡°Masuh, Nona Tasya! Aku sudah menungguinu di ruang tamu.¡± Mendengar ini, Tasya segera masuk ke dm rumah. Seperti orang kaya pada umumnya, v itu sangat mewah. Ketika Tasya masuk ke ruang tamu, Jimmy, yang duduk di sofa dengan mantel hitamnya sambil memegang segs wine, mi terlihat. Saat itu,kiki kaya ini entah kenapa terlihat senang. Bad 23 Bad 23 Bab 23 Tapi, Tasya tegang ketika melihat Jimmy. Terdiam, dia tidak punya hak untuk mengomentari pakaian kliennya, meskipun mereka sedang membicarakan urusan bisnis. Lalu, Tasya pun duduk di sofa sebelum memberikan draftnya pada Jimmy. ¡°Anda bisa melihat-lihat dulu draft yang saya rancang untuk Anda. Shkan beritahu saya jika ada yang ingin Anda jubah.¡± Seth melihat-lihat isi draft itu, Jimmy memujinya dengan ramah, ¡°Semua ini desain yang bagus! Namanya juga desainer handal. Aku sangat suka desainmu, Nona Tasya.¡± This is from N?velDrama.Org. Lalu, dia menuangkan segs teh untuk Tasya. ¡°Shkan diminum tehnya,lu nanti kita bicarakan tentang kontraknya.¡± ¡°Hmm, saya tidak haus dangip saya akan pergi makan mm bersama rekan kerja saya seth ini.¡± Tasya menknya dengan sopan. ¡°Kamu tidak perlu merasa segan, Nona Tasya. Bagaimana bisa kamu menk secangkir teh saja saat kamu sedang bertamu di rumahku? Bukankah itu tidak sopan?¡± ujar Jimmy, menunjukkan ku dia kecewa. Tasya menatap secangkir teh itu dan akhirnya memutuskan untuk meminumnya. ¡°Pak Jimmy, karena sekarang sudah mm, bagaimana ku kitangsung menandatangani dokumen kontraknya? Rekan kerja saya sedang menunggu saya di luar.¡± ¡°Rekan kerjamu?¡± tatapan Jimmy sedikit teralihkan. ¡°Iya. Rekan kerja saya yang mengantar saya karena saya tidak bisa menyetir. Apgi, sulit untuk mendapatkan taksi, saya membutuhkan bantuannya untuk mengantar saya png nanti.¡± ujar Tasya sambil tersenyum, bersikap seh ada seseorang yang sedang menunggunya dan pasti akan segera mpor ke polisi ku dia tidak segera keluar dari sana. ters eseo ¡°Ku begitu, aku harus mengecek ng draftnya dulu. Tunggu sebentar,¡± ujar Jimmy sambil melihat- lihat draftnyagi. Tapi, dia masih mengamati Tasya dari sudut matanya. Memangnya kenapa ku rekan kerjamu sedang menunggumu, sedangkan kamu sudah minum tehnya? Aku bisa menyogoknya dengan uang seth semuanya selesai. Teh yang diminum Tasya tadi adh teh yang sudah disiapkan Jimmy, karena dia ingin mendapatkan Tasya mm ini. Seth itu, dia akan menyogok Tasya dengan sejuh uang, dan semuanya akan berakhir. Ini adh taktik yang slu Jimmykukan, dan berhasil membuat banyak perempuan terjerat padanya, jadi dia berharap tasya juga menurut saja. Saat menunggu Jimmy mengamati draftnya, Tasya tiba-tiba merasakan keringat dingin mengalir di lehernya dan dadanya terasa hangat, dia merasa pendiogin ruangan disana sepertinya tidak telu dingin. Melihat hal ini, Jimmy segera menuangkan secangkir tebgi untuknya. ¡°Nona Tasya, kamu terlihat kepanasan. Ini, minuh teh ini dulu!¡± Tidak menaruh curiga, Tasya meraih cangkir teh itu dan meminumnya. Meskipun dinginnya teh bisa menenangkannya, dia tidak tahu ku dia baru saja meminum cukup banyak obat. Apa ada yang sh dengan draftnya?¡± tanya Tasya khawatir karena dia ingin segera pergi dari sana. ¡°Tidak ada yang sh dengan draftnya, dan aku percaya dengan kemampuanmu. Tunggu dulu. Aku mau ke kamar mandi sebentar.¡± Saat itu, Jimmy mencoba mengulur waktu sampai obatnya bereaksi. Saat Tasya mi tidak sadar, dia yakin Tasya pasti akan setuju untuk mkukan apapun yang dia minta. Di sisiin, Tasya masih mengira ku pendingin ruangannya tidak telu dingin karena dia mi merasa sangat kepanasan dan wajahnya sampai memerah. Tiba-tiba dia merasakan sensasi yang begitu kuat dari bagian bawah tubuhnya, saat ith dia sadar ku ada yang tidak beres. Kenapa badanku pehan terasa kebas? Rasanya seperti¡­ Rasanya seperti ada api membara dm tubuhku dan pehan mengacaukan kesadaran dan pikiranku. Mungkinkah aku¡­ Tasya meraih cangkir tehnya dan menatap teko teh itu. Tiba-tiba, dia tersadar akan sesuatu,lu dia segera beranjak dari tempat duduknya dan berusaha keluar dari ruang tamu itu. Ketika Jimmy kembali ke ruang tamu dan melihat Tasya tidak ada disana, dia segera keluar mengejarnya dan melihat Tasya terhuyung-huyung keluar dari hman rumahnya. ¡°Kamu mau kemana, Nona Tasya?¡± terdengar tanya Jimmy dengan suara liciknya. ¡°Apa yang Anda masukkan dm minuman saya?¡± ¡°Tasya Merian, kamu menarik perhatianku. Kamu sangat cantik dan tidak mungkin ku aku tidak menginginkanmu. Kenapa kamu tidak menginap saja mm ini?¡± Saat itu, sosok Jimmy yang sebenarnya terungkap saat dia menunjukkan niat jahatnya. ¡°L-lepaskan saya. Saya tidak memberikanyananin sin desain draft. Lepaskan saya!¡± teriak Tasya. ¡°Kamu mabuk. Ku tidak adakiki yang membantumu, kamu akan merasa sangat tidak nyaman.¡± Bad 24 Bad 24 Bab 24 Jimmy tertawa dingin. Baginya, Tasya seperti seekor burung yang terjebak dm sangkar, sepenuhnya ada dm kendalinya. Di saat yang bersamaan, Tasya mi merasa sangat pusing. Tepat saat Jimmy hampir saja meraihnya, sebuah suara dingin terdengar. ¡°Lepaskan Nona Tasya.¡± Lalu, seseorang melompat dari balik pagar dan berdiri di depan Tasya, menghadang Jimmy di depannya. Sambil menatapkiki yang menghadangnya, Jimmy membentak, ¡°Beraninya kamu masuk tanpa izin ke rumahku, hah? Cepat minggir!¡± Roy berbalik dan berkata pada Tasya. ¡°Cepat pergi, Nona Tasya.¡± ¡°Pak Roy?¡± Tasya terperangah. Tapi, dia terus berjn menuju gerbang saat tubuhnya mi terasa panas dan tidak nyaman. Tepat saat dia membuka gerbang, dia jatuh ke pelukan hangat dari sepasang tangan yang kekar untuk menyeimbangkan tubuhnya, membuat Tasya mengerang dan mengangkat kepnya. Ketika dia melihatkiki di depannya, yang lebih tinggi darinya, matanya terblak. Kenapa harus dia? Kenapa n ada disini? ¡°Kamu keras kep seperti seekor keledai!¡± n sama sekali tidak ingin melunak, dia berbicara terus terang saat Tasya muncul di depannya. Mendengar ini, Tasya hanya terdiam, dan dia tidak menyangkal ku n lebih bisa diandalkan daripada Jimmy. Lalu, dia mengulurkan tangannya meraih pundak n untuk menyeimbangkan dirinya. ¡°Tolong aku .. Keluarkan aku dari tempat ini.¡± Mendengar perkataan Tasya, n berkata pada Roy, ¡°Beri dia pjaran.¡± Seth itu, dia menggendong Tasya, yangngsung meringkuk di pelukannya, dan bergegas ke mobil. Di sisiin, Roy, yang awalnya hanya ingin menghadang Jimmy saja, myangkan pukn ke wajah Jimmy tanpa ampun dan mengakhirinya dengan pukn ke perut Jimmy. Seketika tubuh Jimmy terjerembab ke tanah kesakitan. ¡°Siapa kamu? Siapakiki yang ada di luar itu? Aku tidak akan membiarkan kalian berdua pergi begitu saja!¡± ¡°Siapa yang memberimu hak untuk menggoda perempuan Pak n?¡± ¡°Apa?! Apakahkiki yang di luar itu ¡­ n Prapanca?¡± ujar Jimmy tercengang dan seketika memohon ampun, ¡°Aku minta maaf ¡­ Aku mkukan keshan. Tolong becitahu Tuan Muda n ku aku menyesal Seth Roy pergi, Jimmy meringkuk di tanah. Dia sangat kesakitan dan pehan keringat dingin mengucur di tubuhnya. Tasya jadi perempuan n? Meskipun Jimmy menduga ku n juga tertarik pada Tasya, dia tidak mengira ku rencananya akan gagal begitu saja. Di satu sisi, tubuh Tasya mi terasa panas saat dia duduk di kursi bkang mobil, dan dia semakin merasa tidak nyaman dengan posisi tubuhnya yang setengah berbaring. Tiba-tiba, dia merangkulkan tangannya ke leher n, seh berada di dekat tubuhnya membuatnya merasa lebih baik. ¡°Tolong smatkan aku¡­ Bawa aku ke rumah sakit ¡­¡± Tasya menatap n dengan mata berkaca- kaca seh dia adh seekor kelinci yang menyedih. Saat itu, Roy masuk ke dm mobillu berbalik padakiki yang duduk di kursi bkang mobil dan bertanya, ¡°Kemana kita pergi, Tuan Muda n?¡± ke rumah sakit,¡± bs n. Lalu, Roy menykan mobil dan mju pergi. Tapi, Tasya masih merasa sangat tidak nyaman. Di bawah bayanganmpu jnan, wajah tampan n tidakgi terlihat menyebalkan. Tiba-tiba dia duduk di pangkuan n dan melingkarkan tangannya di leher n dan mencium bibir tipis n yang menggoda. Seketika, tubuh n menegang. Beraninya dia menciumku dengan paksa? Meskipun dia terkejut dengan ciuman Tasya yang tiba-tiba, dia masih bisa merasakan tubuh Tasya yang halus itu menekan tubuhnya. Diangsung menarik kaca pemisah mobil di bagian depan,lu meraih kep Tasya dan membs ciumannya dengan penuh gairah. ¡°Hmm ¡± Tasya merasakan sensasi menggairahkan di seluruh tubuhnyalu melingkarkan tangannya ke punggung n sambil menikmati ciuman n yang menggairahkan. Di saat yang bersamaan, tangan Tasya terus meraba-raba punggung n, membuatnya semakin tegang dan terengah-engah. n memicingkan matanya. Apa perempuan ini tahu apa yang sedang diakukan? Property belongs to N?vel(D)r/ama.Org. Tapi, perempuan ini entah kenapa begitu penurut. Dia tidak keras kep seperti dirinya biasanya, dan membiarkan n melumat bibirnya. Sedangkan n sendiri kehngan kontrol atas dirinya dan pikirannya, dan terus mencium Tasya tanpa sadar. ¡°Hmm ¡­¡± Tiba-tiba Tasya tersadar dan mendorong n menjauh. ¡°n Prapanca, dasar bajingen! Menyingkih!¡± Seketika, wajah n menahan amarah. Kenapa dia menggodakulu meninggalkanku begitu saja? Kenapa dia bisa plin-n begini? Meskipun begitu, gairah yang membara kembali Tasya rasakan ketika dia melepaskan pelukan n. Di saat yang bersamaan, mobil tiba-tiba berhenti, membuat wajahnya bersandar di leher n. Tepat saat Tasya menyentuh kulit n, dia mengatupkan bibirnya dan pehan menggigit dan menghisap leher n seperti lintah dan tidak mau melepaskannya. Bad 25 Bad 25 Bab 25 Tapi n membiarkan Tasya mkukan apa yang dia mau. Seh dia juga terpengaruh dengan apapun yang diminum Tasya, dan merasa dia juga akan lepas kendali atas dirinya. Sepertinya perempuan ini pintar menggodakiki dan suka mencari mash dengan yangin. ¡°Apa kita sudah sampai di rumah sakit?¡± tanya n pada Roy. yang sedang menyetir. ¡°Kita hampir sampai,¡± bs Roy sebelum berbelok dan sampai di pintu masuk rumah sakit. Lalu, Roy segera turun dari mobil dan membukakan pintu bagian bkang mobil untuk bosnya. n turun dari mobil dan merapikan pakaiannyalu membawa perempuan yang ada dm mobil itu keluar dan menggendongnya masuk ke rumah sakit. Sepuluh menit kemudian, Tasya berada di kamar VIP rumah sakit. Seth mendapatkan obat penenang dan diinfus, Tasya akhirnya tenang, dan pehan menutup matanya, sedangkan wajahnya masih memerah. Property belongs to N?vel(D)r/ama.Org. Saat itu, Roy memberi n tisu. ¡°Tuan Muda n, ada bekas darah di leher Anda. Anda harus membersihkannya.¡± n mengusap lehernya dengan tisu dan melihat bekas darahnya. Gigi perempuan itu setajam gigi vampir! Seth Roy pergi, n tetap menemani Tasya di sana. Tak berapama, Tasya, yang berbaring di ranjang rumah sakit, pehan mi sadar dan dia membuka matanya. Tapi, dia terkejut ketika dia menoleh dan melihatkiki itu di sampingnya. ¡°Kamu .¡± wajah Tasya seketika pucat pasi ketika dia teringat semua yang terjadi di mobil tadi. ¡°Ini akibatnya ku kamu tidak menurut.¡± ujar n sinis. Tasya benar-benar meremehkan sosok Jimmy. Awalnya dia mengira ku Jimmy tidak akan mkukan apapun padanya ku dia bng ada rekan kerja yang menunggunya di luar, tapi dia tidak menyangka ku Jimmy akan mengabaikan perkataannya. ¡°Terima kasih. Boleh aku tahu sekarang jam berapa?¡± tanya Tasya sambil mengangkat kepnya. 09.30 mm.¡± ¡°Aku harus segera png.¡± Tasya tiba-tiba tidak ingin berada di rumah sakit. Dia menatap infus yang sudah setengah penuh. ¡°Ku kamu mengkhawatirkan anakmu, aku bisa meminta Roy untuk menjaganya sampai infusmu habis.¡± ¡°Itu tidak perlu. Sekarang aku baik-baik saja.¡± tegas Tasya, dengan sifatnya yang keras kep itu. ¡°Lebih baik kamu memikirkan akibatnya ku kamu tidak menunggu infusnya sampai habis. Bagaimana ku obatnya bereaksigi?¡± tanya n sambil menggerakkan giginya. Seth berpikir sejenak, Tasya menatapsnya. ¡°Boleh minta tolong ambilkan tasku?¡± Seth n memberikan tasnya Tasya menanluarkan nongolnun doe man hukumni seperti tidak terjadi apa-apa. ¡°Ayah, sepertinya aku akan png jam 10 mm, atau bisa lebih mm, jadi aku butuh bantuan Ayah untuk menidurkan Jodi mm ini.¡± ¡°Baih. Jangan khawatir dan fokuh dengan pekerjaanm Frans senang menjaga cucuki- lakinya ¡°Iya. Baih.¡± Tasya menutup teleponnya sebelum menatapkiki di depannya, dengan wajah yang berbinar terkena cahayampu. Dia melihat kancing bagian atas bajunya tidak dikancingkan, dan ada memar merah di lehernya. Seketika, Tasya tercengang. Memar itu pasti bukan karena gigitanku, kan? Ditambahgi, apa yang kamikukan di mobil tadi ¡­ Oh, ya Tuhan! Rasanya aku ingin menghng saja! Ku aku tidak sh ingat, aku duluan yang menciumnya sebelum dia membs ciumanku ¡­ Oh, ya Tuhan! Aku harus berhenti memikirkannya! Tasya memegangi kepnya dengan kedua tangannya dan tiba-tiba merasakan efek obat itu mi muncul kembali. ¡°Ada apa? Apa kamu merasa tidak nyaman?¡± tanya n seketika. ¡°Aku baik-baik saja!¡± Tasya terengah-engah dan dia menelungkupkan kepnya ke dadanya. ¡°Aku kehngan kesadaranku, dan aku tidak bisa mengingat apapun sekarang, jadi kamu tidak perlu mengingatkanku apa yang terjadi. Aku tidak mau mengingat apapun yang sudah terjadi.¡± Mendengar ini, n tersenyum. Apa dia mencoba menyangkal apa yang baru saja terjadi? ¡°Apa yang akan kamukukan seth menciumku dengan paksa tadi?¡± n tidak mau membiarkan semuanya begitu saja jadi dia memaksa Tasya untuk mengingat apa yang sudah terjadi. ¡°Aku ¡­ Cari tahu sendiri saja!¡± bentak Tasya dengan penuh rasa malu. Ketika n melihat Tasya yang sangat malu, dia akhirnya berhenti mengganggunyagi. ¡°Kamu berutang budi padaku.¡± Ujar n sebelum duduk di sofa. Tasya terdiam. Meskipun dia sering mendengar orang-orang saling berng budi, ini pertama kalinya dia berutang budi pada seseorang karena sebuah ciuman! Baih! Sepertinya ini adh cara untuk menyelesaikan semuanya. Aku yakin cepat ataumbat dia pasti akan lupa. Akhirnya, Tasya menunggu sampai infusnya habis. Seth itu dia meminta perawat untuk segera melepas infus dari tangannya saat n masih sibuk bermain dengan ponselnya sejak tadi. Seth itu, dia beranjak dari sofa dan menemani Tasya keluar Ketika mereka sampai di pintu masuk rumah sakit, Tasya memutuskan untuk tidak mau merepotkan ngi. ¡°Aku akan png naik taksi.¡± ¡°Biar ku antar ke rumah.¡± n tidak mau membiarkan Tasya png sendirian ke rumah karena cukup berbahaya untuk orang dengan penampn seperti dia. ¡°Tak apa.¡± tegas Tasya. Meskipun begitu,kiki itu menarik tangan Tasya dengan paksa dan menyeretnya ke mobil Roy. Bad 26 Bad 26 Bab 26 ¡°Hei! kenapa kamu mengatur-ngaturku seperti ini?¡± Meskipun Tasya terus berteriak di bkang n, dia tidak mau melepas Tasya, dan dia mendorong Tasya masuk ke dm mobil begitu saja. N?velDrama.Org is the owner. Baih! Ku begitu antar saja akul Setidaknya aku bisa menabung ongkos taksinya. Seth Tasya masuk ke dm mobil, dia memberitahu mat rumahnya pada Roy dan berpura-pura tertidur di dm mobil karena dia tidak mau berbicara dengan n. Untungnya, n sendiri tidak mau memi percakapan dengannya, jadi keduanya hanya duduk di mobil dm diam sambil mengamati pemandangan di luar jend mobil. Satu jam kemudian, mereka akhirnya sampai di rumah Tasya, dan dia segera berterima kasih pada Roy. ¡°Terima kasih, Pak Roy.¡± Sebelum dia turun dari mobil, Tasya menarik napas dm-dm sebelum menoleh padakiki itu, dan mengucapkan terima kasih. ¡°Terima kasih untuk mm ini.¡± Saat itu, mata n bertatapan dengan mata Tasya dan dia menganggukkan kepnya, menunjukkan ku dia mendengar perkataan Tasya. Lalu, Tasya menutup pintu mobil dan pergi, sedangkan mobil itu berjn pehan untuk memastikan ku Tasya benar-benar sudah masuk ke dm apartemennya. Ketika Tasya png, Jodi sudah tidur, sedangkan Frans masih terjaga di samping Jodi. Ketika Frans melihat Tasya pngrut mm, dia mengeluarkan sebuah kartu dari dompetnya dan memberikannya pada Tasya. ¡°Tasya, di kartu ATM ini ada uang 4 miliar, dan kurasa kamu harus menerimanya. Kamu seharusnya tidak kerja lembur. Ku kamu lh, lebih baik mengundurkan diri saja dari pekerjaanmu dan rawat Jodi dengan uang ini!¡± Mendengar hal ini, Tasya terkejut ketika dia tahu Frans mengkhawatirkannya. Tapi, dia mengerucutkan bibirnya dan berkata, ¡°Pingkan pasti akan marah ku dia tahu soal ini.¡± ¡°Bagaimanapun juga, Ayah yang menghasilkan uang ini, dan tidak ada yang bisa menghentikan Ayah untuk memberikan uang ini padamu.¡± Ujar Frans sambil meletakkan kartu itu di tangan Tasya. ¡°Ambih.¡± Terkadang seorang Ayah menunjukkan cinta mereka dm diam. Seth memberikan kartu itu, Frans tidak mengatakan apapun dan pergi sambil membawa tasnya, sedangkan Tasya hanya mengh napas. Dia tahu Pingkan yang memaksa naik ke tempat tidur Frans dan memaksa Frans untuk menikahinya ketika dia hamil. Itu adh satu-satunya san kenapa Frans mau menikah dengan Pingka meninggal. Meskipun dia membenci apa yang dkukan Frans saat itu, tapi Tasya sudah mengikskannya. IS I 1 Seth mandi, Tasya berbaring di samping Jodilu mengecup kening Jodi yang pucat. Takma, Tasya yang kelhan pun terlp. Keesokan harinya, Tasya samar-samar mendengar suara Jodi memanggilnya. ¡°Mama, bangun. Aku bisa tembat nanti.¡± Ketika dia terbangun, dia segera beranjak dari tempat tidur karena sudah pukul 08.20 pagi, dan ks Jodi akan dimi sepuluh menitgi. Obat penenang kemarin benar-benar mengacaukan jam tidurnya. ¡°Mama akan mengantarmu ke sekh sekarang.¡± Tasya bergegas mengantar Jodi ke sekh dan dia mengh napas lega. Lalu, dia segera menghentikan taksi dan bergegas ke kantor ketika dia melihat jam tangannya dan sadar ternyata sudah pukul 08.50 pagi. iuram. Ketika Tasya tiba di kantor, sudah pukul 09.40 pagi saat dia masuk ke kantor dengan wajah muram Sepertinya bonus kehadiranku di bn ini akan dipotong. Apgi, kesepakatan dengan Jimmy pasti dibatalkan. Aku tidak percaya sudah buang-buang tenaga dan justru ditipu olehkiki itu! Lain kali aku harus lebih pintargi. Saat itu, Felly mengetuk pintu ruangan Tasya dan masuk. Belum sempat Tasnya mengatakan apapun, Felly tersenyum senang dan berkata, ¡°Tasya, kerja bagus karena berhasil negosiasi kontrak kemarin!¡± ¡°Apa? Kontraknya jadi? Apa Jimmy sudah membayar?¡± ¡°Dia mentransfer uang dua ratus juta pagi tadi sebagai uang deposit karena harga set perhiasan khusus miliknya harganya sekitar 4 miliar, dan semuanya akan selesai di akhir bn.¡± Tasya memicingkan matanya. Apa yang ingin Jimmykukan? Apa dia mencoba membayar ganti rugi untukku karena dia tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau kemarin mm? Tasya merasa jijik ketika mengingat wajah Jimmy,lu berkata pada Felly, ¡°Lebih baik kamu minta orangin untuk mengurusnya. Aku tidak mau terlibat dengannyagi.¡± ¡°Karena kamu sudah menyelesaikan draftnya, aku sudah meminta orangin untuk mengurus yang lainnya. Omong-omong, kamu terlihat kurang sehat. Apa kamu tidur cukup semm?¡± tanya Felly penuh khawatir. ¡°Jangan bicarakan itu. Ada hal yang tidak menyenangkan terjadi kemarin.¡± Sin apa yang dkukan Jimmy padanya kemarin mm, Tasya juga sangat menyesal karena berani mencium n padahal dia adh pacar Helen. Dan Helen adh orang yang paling dia benci sepanjang hidupnya. Sekitar pukul 11.00 pagi, Tasya pergi ke kamar mandi, dan dia mendengar suarangkah kaki masuk ke kamar mandi saat Tasya ada di sh satu bilik kamar mandi. Sebuah suara dari seorang perempuan terdengar. ¡°Coba tebak apa yang baru saja kulihat?¡± ¡®Apa?¡± ¡°Aku tadi beruntung sekali bisa satu lift dengan Pak n, dan aku melihat sebuah cupang di lehernya! Ya Tuhan! Aku penasaran perempuan mana yang beruntung bisa memberinya sebuah cupang sebesar itu!¡± Bad 27 Bad 27 Bab 27 Perempuaninnya menimpali dengan nada iri, dia berkata, ¡°Wow, mereka benar-benar serius mkukannya! Aku yakin itu pasti pacarnya! Kamu tahu, kan, yang datang ke kantorlu ditampar Tasya?¡± ¡°Aku penasarantar bkang Tasya seperti apa, karena dia tidak dihukum meskipun sudah menampar pacar Pak n.¡± ¡°Sepertinya Pak n tidak mau memecatnya karena dia sangat cantik.¡± ¡°Menurutmu apakah Pak n menyukainya?¡± ¡°Mungkin saja. Mungkin posisinya di kantor juga akan berubah ku dia sudah tidur dengannya!¡± ¡°Sial¡¯n! Aku juga mau jadi cantik seperti dia! Pak n bahkan tidak mau menatap karyawan biasa seperti kita-kita ini.¡± Saat itu, Tasya, yang masih ada di dm bilik kamar mandi, tahu dengan js siapa orang yang memberikan cupang di leher n. Ku untuk urusan tidur dengan n, Tasya sudah punya jawaban pasti. Tidak mau! Tidak akan pernah kkukan sama sekali! Seth para perempuan yang bergosip itu pergi, barh Tasya keluar dari bilik kamar mandi dan kembali ke kantornya, tepat sebelum telepon kantornya berbunyi. ¡°Halo.¡± ¡°Tolong ke ruanganku seben?ar¡± suara n yang memabukkan itu terdengar di ujung telepon. Belum sempat Tasya mengatakan sepatah kata, n sudah menutup teleponnya, dan Tasya hanya bisa mengh napas karena n adh orang yang paling tidak mau dia temui hari ini. Mungkin dia ingin membahas sesuatu soal kerjaan. Sambil memikirkan hal itu, dia bergegas menuju lift. Ketika Tasya sampai di depan pintu ruangan presdir, dia mengetuk pintu sebelum masuk ke dm ruangan dan melihat n yang sedang membaca-baca dokumen di sofa. n menatapnya sebentar kemudian kembali membaca dokumen-dokumennya. ¡°Kenapa kamu mencariku?¡± tanya Tasya. ¡°Apa badanmu baik-baik saja sekarang?¡± n mi menatapnya dari atas ke bawah, sedangkan Tasya menjawabnya dengan tegang, ¡°Aku baik-baik saja sekarang. Terima kasih sudah bertanya.¡± ¡°Lain kali, jangan keras kep.¡± N?velD(ram)a.?rg owns this content. Tasya terdiam. Apakah dia memintaku datang kesini untuk mengatakan hal itu? Anda tidak perlu mengkhawatirkan saya, Pak n. Sekarang saya akan kembali mnjutkan pekerjaan saya.¡± Lalu, baru saja Tasya akan berbalik dan pergi, tiba-tiba n bertanya, ¡°Kamu suka nando?¡± Mendengar pertanyaannya. Tasya segera membalikkan badannya. ¡°Apa hubunganmu dengan Nando?¡± Tapi, n tidak menjawab pertanyaan Tasya dan bertanyagi, ¡°Apa kamu menyukainya?¡± Tanpa ragu, Tasya menjawab. ¡°Tentu saja aku menyukainya.¡± Nando sudah sangat membantu Tasya dan Jodi, jadi Tasya menganggapnya sebagai temannya yang paling dekat. Tapi, dia tidak sadar, ku jawabannya tadi, membuat ekspresikiki yang sedang duduk di sofa itu terlihat muram. Pehan, sebuah tatapan penuh makna muncul dari wajah n yang tanpa emosi. ¡°Ku begitu, lebih baik kamu jangan ceritakan apapun yang terjadi kemarin mm padanya,¡± ujar n sambil menggertakkan giginya. Saat itu, Tasya tercengang. Kenapa aku akan memberitahu Nando tentang urusan pribadi seperti ini? Tapi, aku yakin Nando dankiki ini saling kenal. Jangan khawatir. Aku tidak akan menceritakan hal ini pada siapapun seumur hidupku.¡± ¡­.. Lalu, matanya menatap cupang yang terlihat di leherkiki itu, tepat di balik kerah pakaian putihnya. ¡°Ku begitu pergh!¡± ujar n dingin, seh dia mengusirnya saat Tasya berbalik dan pergi dari ruangannya. Seth pintu itu ditutup,kiki yang duduk di sofa itu menutup matanya dan mengernyitkan dahinya. Sma rapat, Felly memuji Tasya karena berhasil mendapatkan kontrak seni dua puluh dpan miliar dan para desainerinnya ikut senang karenanya, meskipun diam-diam mereka juga merasa iri. Sementara itu, di kediaman Merian, Elsa dieliminasi dari kompetisi model karena tinggi badannya. Perempuan muda itu tidak memiliki cukup uang untuk menghidupi dirinya. Karena dia terbiasa hidup mewah, jadi dia hanya bergantung pada Pingkan yang memberinya uang saku, sedangkan Frans hanya memberinya uang saku dua puluh juta setiap bnnya. ¡°Ibu, bisakah Ibu mencari-cari san biar Ayah memberiku uang saku lebih banyak di bn ini? Ada tas merek Louis Vuitton dan aku ingin sekali membelinya.¡± ujar Elsa sambil meraih tangan Pingkan dan terus merengek Tidak tega menk rengekan Elsa, Pingkan berdirilu berkata, ¡°Ibu akan cari barangkali Ayahmu menyimpan uang di rumah.¡± Seth dia masuk ke kamar utama, dia membuka brankas tempat Frans menyimpan uangnya dan dia melihat setumpuk uang di dmnya. Tapi, disana juga ada sebuah dokumen di samping tumpukan uang itu. Karena penasaran, Pingkan mengambilnya dan membaca isi dokumen itu. Seketika dia terkejut saat membacanya. Suamiku benar-benar membeli sebuah rumah dengan dua kamar dan dua ruang tamu di perumahan elit yang ada di pusat kota, yang harganya sekitar 16 miliar tanpa memberitahuku? Apakah rumah itu untuk orangin dan bukan untuk mereka sendiri? Bad 28 Bad 28 Bab 28 Dasar Tasya sin! Membujuk Frans membelikan rumah untuknya segera seth dia png, bahkan membelinya tanpa sepengetahuanku! Konyol! Pingkan dengan kesal menggertakkan giginya sebelum dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon suaminya. ¡°Halo.¡± Frans menjawab. ¡°Frans, kamu membelikan Tasya rumah, tetapi kamu bahkan sama sekali tidak memberitahuku. Maksudmu apa?¡± ¡°Oh, tapi kamu boleh saja mengacak-acak brankasku untuk memberi Elsa uang jajan?¡± sebaliknya Frans tampaknya th menebak apa yang diakukan. N?velD(ram)a.?rg owns this content. ¡°Ku kamu bisa merogoh 16 miliar untuk membelikan Tasya rumah, 20-40 juta untuk putriku tak akan berarti bagimu, kan?¡± sahut Pingkan. ¡°Tak aman bagi Tasya untuk tinggal di apartemen sewaan dengan seorang anak. Sin itu, Elsa tinggal di rumah bersama kita. Itu sudah cukup.¡± ¡°Jadi bagimu cuma Tasya saja yang mng? Putriku bahkan tak mampu membeli tas, tapi dia sama sekali tidak mng bagimu? Frans, itu namanya pilih kasih!¡± ¡°Sudah, sudah, berhenti mengoceh. Lagi p aku sudah membeli rumah itu. Sebenarnya aku mau memberitahumu, tapi aku takut kamu akan ribut tentang hal itu.¡± Pingkan benar-benar murka, seakan-akan dia bisa menyemburkan asap kapan saja. Taktik apa sih yang digunakan Tasya yang membuat Frans begitu menyukainya? 16 miliar untuk membelikannya rumah begitu saja! Dan rumah itu juga akan menjadi aset pribadi Tasya! Bahkan aku pun belum menentang Tasya tentang Frans yang mengasuh anaknya! Di ujung telepon, Frans sudah menutup teleponnya. Pingkan mengambil semua uang dari brankas, bersama dengan kontraknya. Lalu, dia turun dan bertanya kepada Elsa, ¡°Kasih tahu, di mana Tasya bekerja? Aku mau menemuinya sekarang.¡± ¡°Ma, kenapa mencarinya?¡± tanya Elsa, bingung. ¡°Papamu diam-diam membelikannya rumah seni 16 miliar. Aku mau membuat perhitungan sama dia.¡± Pingkan tak mampu menahan amarahnyagi. ¡°Apa? Papa menghabiskan 16 miliar untuknya? Aku gimana? Aku tak punya apa-apal¡± Elsa juga kesal. Dia putrinya juga, jadi dia juga menginginkan seg yang Tasya miliki. Elsa segera masuk ke dm mobil dan pergi ke arah Jewelia bersama ibunya. Sekitar pukul 3 sore, Tasya sedang mengerjakan proposalnya. Bkangan ini dia slu mujur, proposal dan proyek yang dia pegang berjn mulus. ¡°Maya, tolong ambilkan aku secangkir kopigi.¡± Tasya menelepon asistennya agar dia bisa membuatkannya kopi untuk membangkitkan semangatnya. Takma kemudian, Maya datang dengan secangkir es kopi, teksturnya yang lembut serta krim di atasnya hanya membuat kopi itu terlihat sangat menggugah selera. Tasya mengulurkan tangan dan mengambilnya,njut menyesapnya. ¡°Hmm, lumayan. Ini sedap sekali.¡± ¡°Tasya, bisakah kamu memberiku tips untuk menurunkan berat badan? Bagaimana kamu mempertahankan bentuk badanmu?¡± Maya merupakan gadis manis yang sedikit montok, dan dia terus-menerus memikirkan cara menurunkan berat badannya. Tasya memikirkannya sesaat,lu menggelengkan kepnya dan tersenyum. ¡°Setiap hari, aku telu banyak bekerja dengan otakku, jadi ya aku jadingsing.¡± Sebenarnya, dia tak akan bisa menambah berat badan, sebanyak apa pun dia makan. Sin itu, dia harus mengurus putranya dan bekerja juga, jadi tak mungkin ia bisa menambah berat badan. Sementara itu, Pingkan dan Elsa th tiba di parkiran dintai bawah. Merekangsung menuju lift dan menuju departemen desain. Begitu Pingkan keluar dari lift, dia melihat seorang asisten wanita. ¡°Apa kamu tahu di mana ruangan Tasya?¡± Asisten wanita itu dengan cepat menunjuk ke suatu arah. ¡°Ruangan terakhir yang di sana.¡± Pingkan bergegas dengan kontrak properti di tangannya, sementara Tasya asyik menggambar saat pintu tiba tiba terbuka. Dia segera mendongak dan mendapati Pingkan dan Elsa bergegas dengan marah. Sorot mata Tasya menjadi dingin saat dia bertanya dengan kasar, ¡°Apa?¡± Pingkan melemparkan kontrak di tangannya ke atas meja. ¡°Kasih tahu aku, Tasya. Taktik apa yang kau pakai agar bisa meyakinkan papamu membelikan rumah ini untukmu?¡± Bad 29 Bad 29 Bab 29 Tasya tercengang,lu dia mengambil kontrak itu dan membacanya. Dia juga terkejut bahwa ayahnya membelikannya rumah, karena ayahnya bahkan tak membicarakan hal ini dengannya sebelum mkukan transaksi. ¡°Jangan pura-pura tak tahu apa-apa, Tasya. Kontraknya ada di sini; kau tak bisa menyangkalnya!¡± Elsa mengarahkan jarinya dan berteriak ke arah Tasya. ¡°Aku tahu semua! Ya, Papa membelinya untukku, terus kenapa? Mash sama kamu?¡± Tasya mengernyitkan alisnya dan bertanya. ¡°Uang Papamu itu punya seluruh keluarga, dan dia juga harus mendapatkan izin dariku dan Elsa sebelum membelikanmu rumah. Separuh dari rumah ini akan menjadi milik Elsa.¡± Pingkan seketika memperjuangkan hak istimewa untuk putrinya. Tasya merasa aneh saat dia melihat Pingkan. ¡°Rumah ini atas namaku, jadi gimana ceritanya aku bisa memberikan separuhnya untuk anakmu?¡± ¡°Ku gitu aku akan minta Papa membelikanku rumah juga, atau memberiku uang 16 miliar,¡± kata Elsa angkuh. This is from N?velDrama.Org. ¡°Ku begitu, minta saja padanya! Kenapa datang ke kantorku?¡± Ekspresi Tasya terpampang angkuh saat dia berbicara. ¡°Tasya, aku ke sini untuk memberimu peringatan. Ku kau terus meminta Papamu membelikanmu barang dan memberimu uang di bkangku, aku akan berpisah dengannya. Kau yang akan bertanggung jawab atas perceraian kami saat itu terjadi,¡± ancam Pingkan. Tasya tersenyum kecut. ¡°Ku gitu, jangan lupa kasih tahu aku saat kalian bercerai. Jadi aku tahu kapan harus mencarikan ayah wanitain yang aku jamin akan jauh lebih baik darimu.¡± ¡°Kau¡ª¡± Pingkan sangat marah hingga dia hampir meledak. Elsa juga sangat kesal. ¡°Tasya, aku akan membuatmu kehngan pekerjaanmu sekarang juga.¡± ¡°Kau mau apa?¡± Tasya menyipitkan matanya dan bertanya. ¡°Aku akan bng ke semua orang ku kau punya anak haram, anak yang tehir karena kau menjadi selingkuhan seseorang!¡± Elsa berseru, mengancam akan merusak reputasinya. Tasya mendengus. ¡°Apa aku harus memberimu mikrofon? Jadi kau bisa mengatakannya lebih keras lagi?¡± ¡°Kau pikir aku takut mkukan itu?¡± Seth itu, Elsa berbalik dan membuka pintu, pergi. Pingkan merasa puas dengan keberanian putrinya, dan dia juga ingin Tasya kehngan pekerjaan ini. Di kantor utama, Elsa berteriak sekuat tenaga, ¡°Aku punya berita untuk kalian semua! Tasya Merian adh wanita simpanan! Dia merusak keluarga orangin dan mhirkan buah cintanya di luar negeril Hati-hati dengannya karena dia wanita yang tak tahu malu dan licik!¡± Seketika, karyawan di kantor semua berdiri dan memperhatikan Elsa yang berteriak. Sh satu dari merekangsung bertanya, ¡°Masak? Nona Tasya simpanan seseorang?¡± ¡°Tentu saja, itu benar. Kenapa aku berbohong? Sin itu, lima tahun yanglu dia itu kupu-kupu mm, bekerja di kb dan menjual dirinya demi uang ¡­ Ith san papaku mengusirnya.¡± Elsa mnjutkan untuk membicarakan kejadian lima tahun yanglu. Saat Elsa berbicara dengan bersemangat, seseorang muncul di bkangnya. Sesaat berikutnya, orang itu meraih bahu Elsa dan mendaratkan tamparan keras di wajahnya. Itu takin adh Tasya, yang sudah muak dengan omong kosong saudaranya sma lima tahun terakhir. Sekarang, dia tak kuasa menahannyagi, terutama saat dia mendengar Elsa menyebut putranya sebagai anak haram, dan saat ith Tasya kehngan rasionalitasnya. ¡°Ah-¡± Elsa menjerit dan mencoba untuk memukulnya kembali, tapi Tasya mengk tepat pada waktunya. Dia mencengkeram rambut panjang Elsa dan menjambaknya kentai. Ketika Pingkan keluar dari ruangan, hal pertama yang dia lihat adh putrinya dipukul, jadi diangsung meledak. ¡°Tasya, dasar kau jng! Beraninya kau memukul putriku! Lepaskan dia!¡± Rambut Tasyangsung dijambak saat Pingkan berusaha sekuat tenaga menymatkan putrinya. Namun, cengkeraman Tasya pada rambut Elsa meningkat seiring dengan rasa sakit yang dia rasakan sendiri. ¡°Ah! Sakit! Lepaskan, Tasya¡ª¡± Elsa menjerit kesakitan karena Tasya menjambak rambutnya sekuat tenaga. ¡°Lepaskan, jng!¡± Hati Pingkan menjadi sakit demi putrinya, ia sangat marah, mengangkat tangannya dan menampar wajah Tasya. Tasya menahan rasa sakitnya dan mendaratkan tamparan ke wajah Elsa. Elsa terjepit kentai, berlutut, dan tak bisa bangun atau melepaskan diri, ia berada pada posisi yang tepat untuk ditampar Tasya. ¡°Pukul aku sekali, dan aku akan memukulnya tiga kali. Ayo sini.¡± Tasya mungkin terlihat mengerikan, tetapi keberaniannya yang menakutkan itu menyokongnya. Segera, Pingkan melepaskan Tasya, dan Tasya melihat Felly membawa orang, jadi dia melepaskan bisa juga. Tasya memegang segenggam rambut di tangannya, dan wajah Elsa yang memar sudah pucat karena kesakitan. Pingkan membantu putrinya berdiri, bersiap untuk bertengkargi. felly herteriak ¡°Siapa kalian?! Dan kalian menyebabkan keributan di kantor kami?¡± Bad 30 Bad 30 Bab 30 Tasya merapikan rambutnya yang acak-acakan, patci tpak tangan merah tampak js di wajahnya yang cantik. ¡°Usir mereka!¡± kata Tasya pada Felly. ¡°Aku ibu tiri Tasya, dan aku punya urusan pribadi yang harus kuselesaikan dengannya,¡± Pingkan membentak. ¡°Aku tidak peduli kau siapa. Ini kantor, bukan hman bkang rumahmu. Ku kamu tidak mau pergi, aku akan memanggil polisi.¡± Felly tidak memperdulikan Pingkan. Pingkan merasa dia tak bisa melibatkan polisi dm mash ini, jadi dia menarik putrinya dan berkata, ¡°Ayo pergi, Elsa. Kita selesaikan ini nanti.¡± Tasya menggigit bibir merahnya dan mengh napas lega saat melihat keduanya pergi. Adapun orang-orang di kantor, kebanyakan dari mereka memperhatikan Tasya dm pandangan baru. Meskipun tubuhnya ramping, dia benar-benar bisa mwan keduanya. ¡°Ada apa denganmu, Tasya? Kok bisa orang-orang sering sekali mengganggumu?¡± Felly dan Tasya sama-sama jengkel dengan kejadian baru-baru ini, dan Tasya berjanji kepada atasannya. ¡°Aku akan berusaha keras untuk tidak membawa mash pribadi ke kantor.¡± Property belongs to N?vel(D)r/ama.Org. Tasya kembali ke ruangannya, dan dia hendak mengikat rambutnya saat teleponnya berdering. Dia mengulurkan tangan dan mengangkatnya. ¡°Halo.¡± ¡°Bertengkargi?¡± Suara seorang pria yang dm dan kesal terdengar dari telepon. Tasya terdiam. Bagaimana berita ini sampai padanya begitu cepat? Tetapi kemudian dia ingat bahwa ada banyak tukang gosip di kantor ini. ¡°Kabar baik. Aku menang,¡± jawab Tasya genit. ¡°Dan kamu masih berani membual. Kamu itu seorang ibu sekarang tidak seharusnya berkhi sepanjang waktu,¡± kata n putus asa. Tasya menyeringai, tetapi gerakan itu memengaruhi luka di wajahnya, menyebabkannya mendesis. ¡°Aku akan menutup telepon sekarang. Wajahku sakit.¡± Segera dia mengakhiri telepon itu. Takma kemudian, Roy tiba di ruangan Tasya, membawakan es batu untuknya. ¡°Pak n memintaku membawa ini. Tolong lebih berhati-hatiin kali, Nona Tasya.¡± Tasya menatap Roy tapi tetap menerima bungkusan es itu. ¡°Terima kasih, Roy.¡± ¡°Kamu harus berterima kasih kepada Pak n. Roy tersenyum kecil sebelum pergi. Tasya mengompres wajahnya dengan es, dan rasa sakitnya inereda saat dia menyadari bahwa kontrak itu masih ada padanya. Dia mengh napas, karena dia tak percaya bahwa ayahnya benar-benar membelikannya sebuah rumah. Karena itu, dia mengambil ponselnya dan menelepon ayahnya. ¡°Ada apa. Tasya?¡± ¡°Pa, kenapa kamu tidak bng ku kamu membelikagku rumah? ¡°Kok kamu tahu?¡± ¡°Pingkan sendiri yang membawa kontrak itu ke kantorku. Pa, tolong jangankukan iniin kali, takutnya dia marahgi.¡± Tasya tetap menasihati ayahnya. ¡°Aku merasa bersh sma lima tahun terakhir, jadi ini kompensasiku padamu. Kamu bisa pindah bn depan.¡± ¡°Terima kasih, Pa.¡± ¡°Aku juga mau memberimu dan Jodi rumah tetap,¡± kata Frans. Di ruangan presiden, Roy mengambil rekaman CCTV di kantor utama dan memutarnya untuk n. Dia menatap gadis yang muncul diyar, dan saat dia mendengar kata-katanya, alisnya berkerut dm. Tasya wanita simpanan, dan anaknya itu anak haram? Dia bahkan menjajakan dirinya di kb lima tahunlu? Apa? Dm rekaman itu, Tasya menyerbu dengan marah dan menampar Elsa. Kemudian, dia menjambak rambut Elsa dan menjepitnya kentai. Segera seth itu, seorang wanitainnya bergegas dan menjambak rambut Tasya dan menamparnya. Lalu Tasya menampar gadis itu kentai beberapa kali lagi sebelum Felly muncul dan membereskan kejadian itu. Dia harus mengakui bahwa wanita ini pejuang yang tangguh. ¡°Bisakah kamu mencari tahu siapa ayah dari putra Tasya?¡± n meminta Roy. ¡°Orang-orang kita di luar negeri hanya dapat menemukan informasi tentang rumah sakit tempat Nona Tasya mhirkan putranya. Tak ada info tentang ayah anak itu,¡±por Roy. Tatapan n menjadi suram. Mungkinkah wanita ini benar-benar simpanan seseorang, dan dia th mrikan diri ke luar negeri untuk mhirkan seorang anak yang harus dia besarkan sendiri? Dan juga hal tentang dirinya yang menjual diri di kb lima tahunlu? Apakah dia sangat membutuhkan wang? Bad 31 Bad 31 Bab 31 n menutup komputernya. Hanya Tasya yang punya jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu- apakah dia benar-benar pernah menjadi simpanan tak talu malu seseorang yang pada akhirnya menghancurkan keluarga pria itu. ¡°Teruskan penyelidikan,¡± pinta n pn. Roy menyuarakan persetujuannya dan pergi, seth itu tatapan suram n menatap sudut ruangan. Dia bahkan mhirkan anak, jadi apa sebenarnya yang dia inginkan? Saat Elsa kembali ke rumah, dia bergegas ke kamarnyalu menelepon Helen, karena dia hanya bisa mmpiaskan amarahnya kepada Helen. ¡°Kau membuat onar di kantor Tasya?¡± tanya Helen kage. N?velDrama.Org is the owner. ¡°Papaku membelikannya sebuah rumah seni 16 miliar di bkangku dan mamaku. Js aku sangat kesal.¡± ¡°Aku tak menyangka Tasya bisa mkukan itul Elsa, kamu harus berhati-hati. Kamu tidak boleh membiarkannya merebut seluruh harta ayahmu pada akhirnya,¡± Helen mengingatkan. ¡°Hmm! Aku tak akan pernah membiarkannya lolos dan aku juga tak akan membiarkannya hidup dm damai,¡± Elsa mendidih. ¡°Kamu di rumah, Helen? Ayo pergi minum mm ini!¡± ¡°Hmm ¡­ Aku tidak enak badan akhir-akhir ini, jadi aku tidak bisa minum untuk saat ini,¡± Helen menk. ¡°Kamu harus mengajak orangin untuk menemanimu.¡± Elsa merasa bahwa Helen menjadi sangat tertutup akhir-akhir ini padahal mereka dahulu sering nongkrong. Di v mewah, Helen mengakhiri teleponnya dengan Elsa saat tatapannya menjadi suram. Ibu Tasya th menymatkan n, yang berarti Tasya bisa memanfaatkan hal itu untuk meminta apa pun dari n. Dia bahkan bisa meminta untuk menikahinya dan kemungkinan besar itu akan dkukannya. Adapun san Tasya belum membuat permintaan ini, tu pasti karena kepribadiannya. Dia orang yang keras kep dan js bukan orang yang g haita. Singkatnya, dia menjni kehidupan yang cukup tenang. Oleh karena itu, dia tak akan menikahi seseorang hanya karena dia ingin membs kebaikan. Dia pernah bng saat SMA bahwa dia membenci orang yang menyebabkan kematian ibunya, jadi mungkinkah Tasya masih membenci n akan hal itu? Entah apa yang akan terjadi, Helen harus menghentikan Tasya membuat permintaan itu dan cara terbaik untuk mencapainya adh dengan menunjukkan kepada Tasya betapa intimnya dirinya dengan n. Lalu, Tasya akan semakin membenci dirinya dan n. Helen melirik waktu. Sudah hampir waktu png kerja, jadi dia juga harus pergi dan mengunjungi Jewelia. Dia menikmati fasilitas yang sepadan untuk seorang wanita muda kaya saat dia mengendarai mobil sport yang diberikan n padanya. Setiap kali dia berada di jn di masalu, dia hanya bisa mengagumi putri-putri kaya dan cantik dari keluarga kaya. Sekarang, dia sendiri th menjadi objek kekaguman juga. Semua mata akan tertuju padanya setiap kali dia berhenti di jn. Para pria muda akan ternganga kagum dan hatinya yang angkuh akan merasa sangat puas. Helen naik lift danngsung menuju departemen desain di Jewelia. Kehadirannya th membuat seluruh karyawan wanita di kantor tampak kagum dan hormat karena dia adh istri bos mereka. Dia segera berjn ke pintu ruangan Tasya dan membuka pintu tanpa basa-basi. Tasya sedang mengumpulkan barang-barangnya dan bersiap untuk png saat dia melihat Helen menerobos masuk. Ekspresinya menjadi suram saat dia bertanya, ¡°Mau apa kamu ke sini?¡± Helen mengenakan gaun kerah V dengan satu set perhiasan yang bersinar terang di dadanya. Itu merupakan perhiasan yang persis dipajang hari itu. Dia menyentuh perhiasan itu dan berkata kepada Tasya, ¡°n memberiku ini. Cocok tidak?¡± ¡°Ku kamu mau pamer, kamu bertemu orang yang sh.¡± Tasya menatap Helen dengan dingin karena dia cukup mengenal wanita itu. Helen bukan berasal dari keluarga kaya, tetapi kesombongannya tak ada duanya. Begitu dia menerima sesuatu yang bagus, dia akan memamerkannya kepada semua orang yang dia kenal. ¡°Aku ke sini untuk mengajak n makan mm. Kami akan berkencan romantis yang menunggu kami mm ini, jadi aku tak akan menahanmu.¡± Dia sebenarnya ke sini untuk memamerkan hubungannya dengan n. ¡°Meskipun aku tak tahu betapa butanya dia untuk melihat dirimu yang sebenarnya, siapa pun yang punya mata akan tahu bahwa dia pantas mendapatkan yang lebih baik,¡± bs Tasya tanpa ampun. Ekspresi Helen bergk dan dia mendengus. ¡°Tasya, kau sama sekali tak tahu cara dia melihatku. Apa hakmu mengatakan itu?¡± ¡°Ku begitu, katakan padaku, bagaimana kau menariknya masuk?¡± Bad 32 Bad 32 Bab 32 ¡°Itu bukan Isanmu. Apa pun yang terjadi di antara kami, in Nema sudah tvrjadi. Kau tak tahu seberapa benar dia mencintaiku. Dia memberikai Neg yang aku minta darinya.¡± I leteni mengangkat alisnya, wang Tasya tertegun sma beberapa saat. Sepertinya mereka sudah tidur bersama? Sepertinya aku sudah meremehkan kemampuan Itelen, * Tasya, jangan bng kau juga jatuh cinta padanya?¡± tanya llelen rage-ragu ¡°Ipa¡¯ Apa kau takut aku akan merebulnya darimu?¡± Tasya tidah bodoh. Tentu saja Helen takut pada Tasya dan tak akan membiarkannya hidup tenang, ¡°K-kau tidak akan bisa merebutnya.¡± Kebencian meny di mata Helen. Tasya merasa tidak nyaman saat mengingat kejadian ciuman di mobil semm. Ku n benar- benar tidur dengan Helen, Tasya benar-benar tak ingin mkukan sesuatu yang intim dengannya, ¡°Jangan khawatir, semua yang kau gunakan sebelumnya itu sangat kotor bagiku,¡± jawab Tasya dingin. ¡°Baih, aku akan memberi tahu n setiap kata yang kau ucapkan.¡± Helen mencibir, menduga bahwa Tasya akan takut karena dia th mengatakan sesuatu yang sh. Sebaliknya, Tasya tak begitu peduli tentang hal itu. ¡°Ku begitu, pastikan kau tidak melewatkan satu suku kata pun. Coba tiru nada bicaraku supaya kau bisa terlihat lebih meyakinkan juga.¡± Keterkejutan terlihat js di mata Helen. Tasya memancarkan kepercayaan diri dari ujung rambut sampai ujung kaki, yang membuat Helen iri. Pada akhirnya Helen pergi, seth itu Tasya mengh napas. Ku Helen datang untuk pamer, dia tak akan mendapatkan apa yang dia inginkan. Di ruangan presiden. Helen mengetuk pintu. ¡°Masuk,¡± suara pria yang dm dan memikat menjawab. Helen membuka pintu untuk melihat sosok tampan yang duduk di sofa sebelum dia berseru dengan suara manis yang sakit-sakitan, ¡°n.¡± n menyipitkan matanya dan bertanya. ¡°Mengapa kamu ke sini?¡± ¡°Aku agak bosan, jadi aku mau jn-jn.¡± Seth itu, Helen menggigit bibir merahnya dengan menyedihkan,lu duduk di samping n dan tetap diam. ¡°Ada apa? Ada yang merundungmu?¡± n bisa merasakan bahwa Helen kesal. ¡°Aku pergi menemui Tasya barusan. Aku mau minta maaf atas apa yang terjadi terakhir kali, tapi dia ¡­ Tapi dia menk untuk menerima permintaan maafku dan mengusirku. Dia bahkan bng ¡­¡± n mengerutkan kening. ¡°Apa yang dia bng?¡± ¡°Dia menanyakan hubungan kita, jadi aku bng kepadanya bahwa hubungan kita itu yang paling intim. Kemudian, dia tiba-tiba bng bahwa semua yang akukukan itu kotor baginya.¡± Mata Helen dipenuhi dengan kekesn. n segera mengerti bahwa dirinyh orang kotor yang disebutkan wanita itu. Dia hanya bisa mendengus dm diam. Aku? Kotor? Lalu, kenapa dia memi ciuman itu semm? Sekarang dia bng aku kotor? Dasar wanita yang tak tahu berterima kasih. Helen diam-diam mengamati ekspresi pria di sampingnya. Namun, dia mendapati n tenggm dm pikirannya tanpa berniat menghiburnya. Apa n tidak paham ku Tasya menghinanya? ¡°Ya sudah, jangan datang ke kantorgi ku tidak ada yang penting. Ada begitu banyak kemurkaan di tempat ini jadi kamu bisa saja akan marahgi.¡± n pehan menghiburnya dengan niat untuk memintanya juga. ¡°Bagaimana ku aku merindukanmu?¡± ¡°Aku yang akan mengunjungimu saat aku ada waktu. Ku tidak, kamu bisa meneleponku, mengirimiku pesan, atau mkukan panggn video.¡± n menatap Helen. Meskipun Helen memberinya kesan yang sepenuhnya berbeda dari 5 tahun yanglu, dia tetap tidak akan mempekukannya dengan buruk, Saat Helen menatap rupa sempurna pria itu, dia tiba-tiba melihat tanda merah di lehernya. Dia tersentak dan buru-buru mendekatkan tubunya ke tanda itu. ¡°n, kenapa dengan lehermu?¡± ¡°Tak apa, itu cuma reaksi alergi.¡± n menyesuaikan kerahnya untuk menyembunyikan tanda itu. ¡°Kok bisa?¡± N?velD(ram)a.?rg owns this content. ¡°Aku alergi makananut,¡± js n pehan sambil berdiri. ¡°Tolong tunggu sebentar, aku harus menangani beberapa surel.¡± n berjn ke mejanya sementara Helen pergi ke kamar kecil untuk memperbaiki rias wajahnya. Helen berdiri dan berjn ke kamar kecil seth itu dia membuka pintu dan memasuki sebuah bilik. Begitu dia masuk beberapa karyawan wanita juga masuk. ¡°Kwan, aku melihatnya dengan js saat aku pergi mengantarkza dokumen tadi. Tanda di letur Pakn itis Bad 33 Bad 33 Bab 33 ¡°Masak?¡± Lalu, apa pacarnya sengaja memamerkan hubungan mereka? Masuk akal ku dia meninggalkan tanda yang js di lehernya. ¡°Ya! Ini berarti Pak n itu orang yang sangat paans. Aku penasaran bagaimana rasanya beradu di ranjang bersamanya.¡± ¡°Tunggu, siapa di kantor kita yang mampu beranjak ke tempat tidurnya?¡± ¡°Kurasa Tasya punya peluang bagus. Dia itu cantik, tentu saja, tetapi dia juga terhidar dari pemecatan meskipun dia berbuat onar. Aku tak akan percaya ku dia tak ada apa-apanya dengan Pak n dm hal itu. Kau tahu ku dia memecat Pak Lukman tempo hari, kan? Dan Pak Lukman cuma mkukan keshan kecil.¡± ¡°Mungkinkah cupang itu bukan dari pacarnya tapi Tasya? Dan dia meninggalkan bekas itu sebagai tantangan untuk pacar Pak n?¡± Ketiga karyawan wanita itu membiarkan imajinasi mereka menjadi liar, seakan-akan mereka benar- benar penulis novel detektif. Di dm bilik, ekspresi Helen terus berubah. Dia sudah menduga bahwa tanda di leher n itu bukah karena alergi, tapi dia tak pernah mengira bahwa itu cupang. Pacar yang mereka maksud pasti Helen sendiri, tapi cupang itu tak ada hubungannya denganya. Ku bukan dia, pasti ada wanitain yang mkukannya. Siapa yang bersamanya semm? Apa memang Tasya? Helen sangat cemburu sehingga tampaknya hal itu membuatnya kewhan. Ku bukan Tasya,lu siapa? Apa ada wanitain di sisi n yang bisa seintim itu? Tak peduli siapa itu, Helen ingin wanita itu pergi. n hanya boleh menjadi miliknya seutuhnya. Dia kembali ke ruangan dan mendapati Roy duduk di sofa, tetapi n tidak terlihat. ¡°Di mana n?¡± ¡°Maaf, Nona Helen. Pak n ada urusan di kantor utama, jadi dia memintaku untuk mengantarmu png.¡± kata Roy sopan. Kekecewaan besar menggenang di hati Helen. Meskipun n th memenuhi kebutuhan materinya dengan berlimpah ruah, dia belum pernah berhubungan intim dengan n sebelumnya. Dia merasa seperti mereka berdua dekat dan jauh pada saat yang bersamaan. Sin itu, dia th jatuh cinta pada n tanpa daya. Dia akan memikirkannya setiap hari sampai pada (ilik bahwa dia ingin menyuguhkan dirinya kepada lki itu sesegera mungkin. Dia tak menginginkan kompensasi materi; dia mendambakan segnya, menjadi Nyonya Prapancanya. ¡°Aku menyetir sendiri ke sini. Roy, apa n lembur semm?¡± Helen bertanya dengan rasa ingin tahu. Roy menganduk ¡°Ya! Pak n bekerja lembur di kantor akhir-akhir ini. N?velD(ram)a.?rg owns this content. Helen mengetatkan bibirnya. ¡°Ku begitu, bng padanya untuk lebih sering beristirahat, dan jangan telu memaksakan diri.¡± Tentu saja.¡± Roy tersenyum Kemudian, Helen mengambil tasnya dan pergi. Mau tak mau dia penasaran siapa wanita yang menemani n semm Pada saat ini, ponsel Helen berdering. Itu telepon dari Elsa, ¡°Helen, aku sedih! Minuh bersamaku, kumohon!¡± Helen sendiri juga tidak dm suasana hati yang baik, jadi dia menjawab, ¡°Baih, di mana kamu? Aku akan datang dan menjemput mu.¡± Satu jam kemudian, dia th melepas seluruh perhiasan yang dia kenakan dan mengikat rambutnya untuk bertemu Elsa. Saat Elsa melihat Helen, dia merasa Helen jauh lebih cantik dengan kulit yang lebih cerah. ¡°Apa yang kamukukan bkangan ini?¡± Elsa bertanya sambil duduk bersama Helen di bar musik. ¡°Aku sering pergi ke salon bkangan ini.¡± Helen juga tahu bahwa dia menjadi jauh lebih cantik. ¡°Oh, bei, apa kamu pakai pakaian terbaru dari Chanel? Aku lihat di inte sebelumnya.¡± ¡°Ini cuma KW 1. Sulii bagiku untuk membelinya,¡± seketika Helen berbohong. Elsa buru-buru menyentuh kain itu. ¡°Kain ini sangat bagus; ini seperti aji mumpung! Di mana kamu beli? Aku juga mau satu.¡± ¡°Itu cuma ada satu.¡± Seth itu, Helen mengubah topik pembicaraan. ¡°Bagaimana kabarmu bkangan ini?¡± ¡°Si jng Tasya itu menghancurkan keluargaku. Papaku menghabiskan lebih sedikit waktu di rumah sekarang karena dia memilih untuk pergi ke rumah si jng itu kapan pun dia punya waktu. Dia bahkan berada di rumahnya semm sekitar jam 10 dan hampir pagi saat dia kembali,¡± ¡°Kenapa?¡± tanya Helen penasaran. Tasya bng ku dia harus lembur, jadi dia meminta ayahku menjaga putranya. Kurasa dia cuma menyuruh ayahku di sana supaya dia bisa bersenang-senang di luar.¡± Helen bisa merasakan pikirannya berdengung. Boy bng ku n lembur di kantor semm dan Tasya juga lembur¡ªdi tempat dan waktu yang sama? Apa ada kebetn seperti itu? Bad 34 Bad 34 Bab 34 Jangan-jangan mereka th mkukan sesuatu yang tak seharusnya di kantor? Apa Tasya bohong waktu dia bng ku dia tidak menyukai n? Apa dia sudah bersama n sejakma? Jadi, Tasya sengaja meninggalkan cupang di leher n agar dilihat Helen. Kebencian dan kecemburuan membara di mata Helen saat dia memikirkan itu, Tasya benar-benar licik. Tasya bng ku dia tidak menyukai n, tapi diam-diam merayunya. Bisa-bisanya dia jadi selicik ini dm 5 tahun? Helen memutuskan ku dia tak bisa meremehkan Tasya. ¡°Dasar tak tahu malu,¡± geram Helen dengan sambil menggertakkan gigi. Elsangsung setuju. ¡°Tuh, kan? Dia itu tidak tahu malu! Dia menjambak rambutku hari ini dan membuat wajahku bengkak. Aku tak akan membiarkannya lolos begitu saja.¡± Kata-kata Helen tak hanya diucapkan atas nama Elsa, tetapi juga demi dirinya sendiri. ¡°Berapa umur anak Tasya?¡± Helen bertanya, penasaran, Elsa segera mengeluarkan ponselnya dan membk-balik albumnya sebelum dia berhenti di beberapa foto. ¡°Ini. Aku diam-diam mengambil beberapa foto di rumah. Aku penasaran siapa ayah bocah ini.¡± Saat Helen mengambil ponsel itu dan melihat wajah anak di foto, pupil matanyangsung berkelebat. Dia sangat terkejut sehingga pikirannya benar-benar kosong dm sekejap. Bagaimana bisa? Bagaimana putra Tasya bisa sangat mirip dengan n? Dia terus melihat foto-foto itu, dan semakin dia mkukannya, dia semakin ketakutan. Kecurigaannya bahkan berubah menjadi konfirmasi. Anak Tasya itu bukah bocah dari pria sembarangan. Dia terkandung dari benih yang ditanam oleh n sendiri 5 tahun yanglu dan dia diam-diam mhirkan anak itu ke luar negeri. ¡°Berapa umurnya?¡± ¡°Si licik Tasya itu bng ku dia berusia 3 tahun, tapi aku tidak percaya. Tidak ada anak berusia 3 tahun setinggi ini,¡± jawab Elsa, berpikir bahwa Tasya penuh dengan kebohongan. Saat Helen melihat anak itu diyar ponsel, dia hanya bisa merasakan sebuah tangan mendekap jantungnya dan hampir terengah-engah. Tasya tak tahu bahwa h pria dari 5 tahun yanglu, jadi dia js tidak tahu bahwa putranya adh anak n. Sekarang, hubungan Tasya dengan n th berubah jauh lebih rumit daripada pengorbanan ibunya sebagai ganti dari kesmatan n. Saat ini, yang paling penting adh putranya memiliki darah Keluarga Prapanca yang mengalir di nadinya. Helen berada di ambang keputusasaan. Kenapa Tasya begitu beruntung? Hanya satu mm dm 5 tahun vanglu dan dia sudah memiliki anak n? Helen memutuskan bahwa dia harus bersama dengan n sesegera mungkin. Hanya dengan memiliki anak n, dia akan mendapatkan kekuatan yang diperlukan untuk mwan Tasya. Kemudian, putra Tasya tak akan berarti apa-apa sedangkan putranya sendiri yang akan menjadi pewaris kerajaan Keluarga Prapanca. Memikirkan hal itu, Helen tampaknya th menghidupkan kembali dirinya sendiri. ¡°Helen, kenapa kamu tampak suram? Apa semuanya baik-baik saja bkangan ini?¡± Elsa memperhatikan bahwa ekspresi Helen suram. ¡°Tidak apa. Aku telu sibuk, jadi aku tidak bisa berpikir jernih,¡± Helen berbohong sambil memasang ekspresi kelhan. Elsa tidak meragukannya. Ku dia tahu bahwa Helen menjni kehidupan mewah dan hanya menggunakan barang-barang terbaik, dia mungkin akan marah karena cemburu. Itu karena di mata Elsa, Heleh yang slu mengikutinya. Oleh karena itu, inh kebencian terdm Helen. Dia hidup bagai anjing sebelumnya, tak ada satu pun yang mengakuinya. Dia bersumpah bahwa suatu hari nanti dia akan menjadi Nyonya Muda dari Keluarga Prapanca, sehingga dia akhirnya bisa merasa bangga dan dihormati oleh semua orang. Seth png kerja hari itu, Tasya pergi menjemput putranya. Saat mereka tiba di rumah kecil mereka di mm hari, dia memasak beberapa masakan, sh satunya adh kaserol ayam favorit putranya. Anak itu bisa mhap semuanya. ¡°Mama, Kakek bng ku Mama tidak mudagi dan Kakek ingin Mama menemukan pasangan hidup. lki kecil itu tiba-tiba meny. Tasya tak bisa menahan tawa. ¡°Mama kan punya kamu dan kita rekan terbaik, kan? N?velD(ram)a.?rg owns this content. ¡°Mama, Kakek juga bertanya siapa ayahku. Bisakah Mama memintanya untuk kembali?¡± anak kecil itu bertanya. Bad 35 Bad 35 Bab 35 Tasya berhenti tertawa dan menatap putranya dengan serius. ¡°Jodi, tidak usah mencari Papagi, oke? Mama bisa membesarkanmu sendirian.¡± ¡°Kakek bng ku papaku tidak berhak menghindari tanggung jawab. Dia harus bertanggung jawab terhadapku dan Mama,¡± k bocah itu dengan ekspresi seperti orang dewasa, Tasya terdiam. Kenapa ayahnya membicarakan hal-hal seperti itu dengan putranya? ¡°Kakek bng ku kakek akan menjadi tua dan suatu hari tidak akan bisa merawat kitagi.¡± Sekarang Tasya bisa merasakan air mata mi berlinang. Ayahnya khawatir bahwa dia akan menjadi tua dan lemah, sehingga tidak dapat merawatnya dan putranya. Dia mencoba menahan air mata itu saat menjawab, ¡°Jadh anak yang baik, Jodi. Mama akan menjadi kuat dan menjagamu dan juga Kakek.¡± ¡°Oke. Aku juga akan tumbuh dengan cepat dan menjadi sangat tinggi, jadi aku bisa menjaga Mama dan Kakek.¡± Seth itu, si kecil kembali menghabiskan makan mmnya. Hati Tasya melunak mendengar kata-kata anaknya. Putranya adh segnya baginya, jadi dia benar-benar harus membangun lingkungan yang protektif untuknya Keesokan harinya adh hari Sabtu. Saat itu di pagi hari dan dia pikir dia tidak harus pergi bekerja, tetapi kemudian dia menerima telepon dari Felly. ¡°Tasya, kenapa kamu tidak ke sini untuk lembur?¡± ¡°Haruskah?¡± Tasya duduk dan memegang dahinya saat dia bertanya. Kenapa harus lembur ku mereka cuma cabang lokal? ¡°Karena kita akan segera mengeluarkan rilis terbaru. Sudah menjadi tradisi untuk bekerja lembur sma beberapa minggu ini. Kemarh sekarang!¡± ¡°Ku begitu ¡­ Bisakah aku membawa anakku ke kantor?¡± Tasya bertanya dengan tergesa-gesa. ¡°Baih, tentu saja.¡± Felly setuju, karena dia tahu Tasya merupakan seorang ibu tunggal. Tasya segera membangunkan putranya dengan ciuman dan berkata padanya, ¡°Jodi, ayo pergi. Ikut Mama ke kantor untuk lembur ya.¡± Si kecil sepertinya masih setengah tertidur, tetapi dia tp mengangguk. Dia membawa putranya ke bawah dan memanggil taksi menuju kantor. Dia th membeli roti dm perjnan untuk sarapan dan sudah jam 09:50 ketika dia tiba di kantor. Maya sedang membawa kopi saat dia melihat anakkiki imut di sofa, yangngsung mengejutkannya. Property belongs to N?vel(D)r/ama.Org. ¡°Wow! Ya Tuhan! Dia imut sekali!¡± Pria kecil itu mengenakan kaus hitam yang dipasa ngana jin. Rambut hitamnya th menutupi dahi kecilnya yang penuh dan sepasang mata besar yang cerah bersinar seperti permata saat dia mengintip dari balik bulu matanya yang lebat dan lentik. Rupanya sangat tampan dan memukau, seperti boneka yang cantik. ¡°Hei, ganteng, apa kamu membuat bulu matamu lentik saat kamu masih di perut ibumu? Bulu matamu sangat panjang dan lentik!¡± Maya berkata dengan kagum. Mendengar itu, Tasya hanya bisa bng ku tamu pada mm itu juga cukup rupawan. Saat Tasya sedang membaca dokumen sambil menunduk, Maya mencuri kesempatan untuk mengulurkan tangannya. Anak kecil itu menatapnya dengan marah. ¡°Bu, bisakah kamu berhenti mencubit pipiku? Sakit tahu.¡± ¡°Maaf, maaf. Wajahmu itu gembul sekali sehingga aku tidak bisa menahannya. Aku akan berhenti sekarang,¡± Maya buru-buru meminta maaf. Pada saat ini, Tasya menjawab telepon dari Felly. ¡°Datanh ke ruanganku sebentar.¡± ¡°Maya, aku akan ke ruangan Direktur Felly sebentar. Tolong jaga Jodi untukku sma aku pergi.¡± ¡°Tentu saja! Tak mash.¡± Maya memberi isyarat dengan tanda ¡®oke¡¯. Di tempat parkir Jewelia, Bentley yang sederhana namun mewah baru saja berhenti saat n turun dari kursi pengemudi. Dia baru saja menerima telepon dari Luki, memberi tahunya bahwa ada dokumen penting yang harus dia tanda tangani. Saat ith dia menyadari bahwa seluruh staf Jewelia bekerja lembur. Luki menawarkan untuk membawakan dokumen itu kepadanya, tetapi karena n secara kebetn berada di sekitar sana, dia datang ke kantor sendiri. Dia menekan tombol lift dan naik lift ruangannya. Maya bermain-main dengan si anak kecil itu beberapa saat sebelum teringat bahwa ada dokumen yang harus dia tanda tangani. Dia memberi tahu anak itu, ¡°Jodi, berjanjh padaku kamu tidak akan berkeliaran ke mana-mana. Aku akan kembali segera seth aku mengantar dokumen, oke?¡± ¡°Oke!¡± Si kecil mengangguk patuh. Belumma saat Maya pergi ketika Jodi harus ke kamar mandi. Dia membuka pintu ruangan itu dan beri ke kamar mandi yang terletak dintai yang sama, hanya untuk menemukan tanda yang tertulis dm pemeliharaan¡¯ tergantung di luar. Si kecil segera beri ke lift dan menekan tombol untuk menuju ke atas KI tas Takma kemudian, pintu lift terbuka dengan bunyi ding. Dia mendongak dan melihat seorang pria tinggi di dm lift. Begitu dia mengangkat kepnya, dia bertanya, ¡°Pak, di mana kamar mandi? Aku mau buang air kecil. Karena pertanyaan tiba-tiba anak itu, n terkejut sebelum mata hitamnya jatuh pada anak yang tingginya Bad 36 Bad 36 Bab 36 Dari mana anak ini berasal? ¡°Pak, cepah dan antar aku ke sana. Aku tak tahangi!¡± Anak kecil itu mencengkerama n sambil berteriak dengan wajah meral?. n menjawab pn, ¡°Baih, aku akan mengantarmu ke sana.¡± Pintu lift terbuka dengan bunyi ding. Dia membungkuk dan menggendong anak itu saat dia berjn menuju kamar mandi. n membawa anak itu ke dm dan menungguinya saat si kecil mi buang air kecil. Seth selesai, dia mengh napas puas sebelum akhirnya dia ingat untuk berterima kasih kepada orang asing yang tampan ini. ¡°Terima kasih, Pak.¡± ¡°Siapa namamu? Kenapa kamu di sini?¡± n tak bisa menahan diri untuk tidak bertanya dengan rasa ingin tahu. N?velD(ram)a.?rg owns this content. ¡°Namaku Jodi Merian dan aku datang untuk menemani mamaku bekerja,¡± jawab Jodintang. n mengerutkan kening. ¡°Apakah ibumu Tasya Merian?¡± ¡°Kamu mengenal mamaku, Pak?¡± Dia js hanya menduga tanpa san. Tasya seorang ibu tunggal, jadi putranya mungkin memiliki nama bkangnya. Si kecil beri keluar dan mencuci tangannya. Saat dia melihat bayangan pria tinggi itu di cermin, dia tiba tiba berkomentar, ¡°Pak, kita terlihat mirip!¡± n membatu sebelum dia dengan sungguh-sungguh memperhatikan wajah mereka dan menyadari bahwa mereka memang mirip satu samain. Mata, alis, hidung, bibir, dan bahkan lekukan dagu mereka sama persis. ¡°Pak, apa kamujang? Apa kamu punya pacar?¡± Si anak kecil yang ingin tahu itu mengangkat kepnya dan bertanya. n bisa menduga apa yang dipikirkan anak itu di balik matanya yang besar. Namun, meski mengetahui niat anak itu, dia mengatakan yang sebenarnya. ¡°Ya, akujang. Aku tidak punya pacar.¡± ¡°Ku begitu, maukah kamu mempertimbangkan mamaku? Dia masih muda, cantik dan rupawan. Dia juga baik dan lembut sin juga jago memasak.¡± Si kecil mi memasarkan ibunya. Dia ingin menyelesaikan mash kakeknya dan juga mencari seorang pria untuk menjaga mamanya. Keterkejutan mewarnai mata n. Si kecil ini cukup menarik, pikirnya. Dia menyipitkan matanya dan menjawab, ¡°Ku begitu, kamu harus bertanya padanya apakah dia mau menikah denganku. Jika iya, aku Si kecil ini mengedipkan matanya yang besar, senang mengetahui bahwa semua orang mencintai ibunya. Lagi p, pria tampan ini mengatakan bahwa dia bersedia menikahinyangsung. ¡°Baih, aku akan bertanya. Siapa namamu?¡± Si kecil mengangguk dengan sungguh-sungguh, berjn menuju lift ketika dia selesai mencuci tangannya. ¡°Namaku n Prapanca,¡± jawab pria itu dengan suaranya yang dm dan memikat. ¡°Oke! Aku ingat.¡± Pria kecil itu mengingatnya. Entah mengapa, dia ingin bersama pria tampan ini lebih lama. *Pak, mamakugi rapat sekarang, jadi bolehkah aku pergi bermain di ruanganmu?¡± ¡°Tentu saja.¡± n mengangguk. Dia baru saja memimpin si kecil keluar ketika dua karyawan datang berjn dari arahin. Merekangsung terkejut saat melihat anak kecil di samping n. Pak n punya anak? ¡°Pak n, sepertinya ini putra Anda? Dia imut sekali!¡± ¡°Ya! Dia mirip denganmu!¡± Kedua karyawan wanita itu berseru kaget. n mengerutkan kening saat dia melihat pria kecil di sebhnya. Apa kami terlihat sangat mirip? Aku dan anak ini? Kemudian, dia menatap pria kecil itu. Meskipun anak itu bukan putranya, entah bagaimana dia masih merasa terikat pada anak ini dan mau tidak mau ingin memanjakannya. Neneknya benar untuk mendesaknya merawat anak itu karena dia bisa merasakan kedekatan yang tak terlukiskan dengan anak ini. Di ruang rapat, Maya membuka pintu dan bergegas masuk dengan ekspresi panik. ¡°Tasya, Jodi hng.¡± ¡°Apa?¡± Tasya segera bangkit dan beri keluar dari ruang rapat tanpa sepatah kata pun. Dia mendapati bahwa putranya memang hng dari ruangannya, dan Maya juga th mengrifikasi bahwa dia th mencari di seluruhntai, tetapi tidak berhasil. Pada saat ini, seorang asisten datang darintai 8 untuk mengantarkan dokumen dan berkata kepada Tasya, ¡ª Nona Tasya, aku baru saja melihat seorang anak dengan Pak a!¡± Bad 37 Bad 37 Bab 37 t 5 mutiara ¡°Aku bjar sendiri. Pak Tampan, berapama kamu akan menyelesaikannya?¡± si kecil itu tertawa saat dia bertanya. n mengambil kubus itu dan mengacaknya,lu dia menyelesaikannya dm waktu 10 detik. Dia melemparkan kubus itu kembali ke lki kecil itu, yang ternganga saat dia melihat n dengan kagum. ¡°Kamu hebat, Pak!¡± Itu hanya pujian dari anak kecil, tetapi n merasa sangat senang dengan hal itu. Dia tersenyum dan berkomentar, ¡°Kamu sendiri juga hebat.¡± Jika seseorang kebetn melihat hal ini, dia pasti akan takjub mendapati bahwa keduanya tampak persis sama ketika mereka tersenyum. Tasya kembali ke ruang rapat. Untungnya, Felly tak begitu keberatan dengan kepergiannya dan sudah waktunya makan siang saat rapat selesai. Tasya ingin tahu ke mana dia harus membawa putranya makan siang saat teleponnya berdering. Dia mengulurkan tangan dan menjawab, ¡°Halo.¡± ¡°Jodi akan ikut denganku untuk makan siang. Datang dan bergabunh dengan kami. Kami berada di restoran di seberang perusahaan.¡± Suara rendah pria itu terdengar, tampaknya tak mau menerima jawaban ¡®tidak¡¯. Pikiran Tasya mi berdengung. n mengajak anakku makan siang? Tanpa seizinku? Sin, pria ini baru saja membawa anakku pergi tanpa pemberitahuan. Sangat tidak sopan! Tasya mengambil ponsel dan tasnya sebelum dia buru-buru keluar. Restoran di seberang pecusahaan memiliki status yang lebih tinggi, dan saat dia berjn ke dm dia segera melihat putranya dan n duduk di dekat jend. Tasya menarik napas dm-dm dan berjn mendekat untuk duduk di samping putranya. ¡°Makan siang ini aku yang mentraktir, sebagai ucapan terima kasihku kepada Pak n karena th menjaga putraku.¡± N?velD(ram)a.?rg owns this content. Seth itu, dia akhirnya merasa lebih baik tentang situasi ini. n menatapnya dengan tatapan penuh arti, pikirannya menjadi rumit. Wanita ini bahkan menk sedikit kebaikan darinya. ¡°Mama, Pak Tampan hanya perlu 10 detik untuk menyelesaikan kubus Rubik,¡± komentar si kecil karena dia ingin ibunya tahu betapa hebatnya Pak Tampan. Tasya tersenyum seenaknya. ¡°Ah, benarkah?¡± Seth memesan, mereka disajikan es krim sebelum makan. Si kecil dengan senang hati mengambil es krim itu dan mi mhapnya. Karena Tasya tahu bahwa Jodi memiliki mash perut sejak dia kecil, dia tidak bisa makan telu banyak makanan alkali. Jadi, Tasya meminta. ¡°Mama coba juga ya.¡± ¡°Ini, Ma.¡± Pria kecil itu mengambilkan es krim untuk mamanya, yang dia makan dengan tergesa-gesa. Beberapa saat seth itu, dia mengambilgi dan melihat ke arah pria yang duduk di seberang mereka. ¡°Pak, kamu mau juga?¡± Tasya segera panik saat dia buru-buru menghentikannya. ¡°Jodi. Mama kan makan dari mere jadi kamu tidak boleh menawarkannya kepada orangin. Itu tidak sopan.¡± Namun, pria yang duduk di seberang mereka menyipitkan matanya dan berpikir, Kita kan sudah berciuman sebelumnya, jadi kenapa mash buatmu? Bad 38 Bad 38 Bab 38 Si kecil hanya bisa memakannya sendiri sementara Tasya juga makan es krim sesuai dengan porsinya. Pria di seberang mereka menyaksikan interaksi mereka dan menganggap adegan itu menarik. Dia tiba-tiba sangat penasaran akan identitas ayah anak itu. Pria macam apa yang tidur dengan wanita ini dan mhirkan anak ini? Pada saat ini, ponsel n berdering. Dia mengeluarkan ponselnya dan meliriknya sebelum mengangkat telepon itu. ¡°Halo, Helen.¡± ¡°n, kamu di mana? Kita makan mm yuk mm ini?¡± ¡°Aku di kantor.¡± ¡°Kamu tidak perlu lembur, kan?¡± ¡°Ada hal penting yang harus aku tangani.¡± ¡°T-Tapi aku mau kamu bersamaku.¡± ¡°Aku akan meneleponmu seth aku selesai, oke?¡± n membujuknya dengan suaranya yang paling lembut. Tasya segera tahu bahwa itu Helen. Dia menatap pria di seberangnya dan memperhatikan ekspresi lembut n saat dia membujuk Helen bak seorang kekasih. Sepertinya Helen tak pernah berbohong. Memang benar ku Helen seseorang yang penting bagi n. ¡°Pak n, apa Helen pacarmu?¡± Tatapan Tasya tajam saat dia melihat pria di hadapannya. ¡°Kami hanya berteman,¡± n menjskan dengan suara pn. ¡°Pak Tampan masihjang. Dia tidak punya pacar,¡± pria kecil itu tiba-tiba bersaksi. Tasya berbalik untuk melihat putranya. ¡°Dan kamu kenapa bisa tahu?¡± ¡°Dia sendiri yang memberitahuku. Dia juga bng ku sma Mama bersedia menikah dengannya, dia juga bersedia menikahi Mama. Mama, jangan pilih-pilih, oke? Nikah saja!¡± bocah 4 tahun itu mengkhawatirkan ibunya. Tasya tercengang. Lalu, dia menyipitkan matanya saat dia menembakkan tatapan peringatan pada pria di seberangnya. Apa yang dia katakan pada Jodi? Namun, Tasya disambut dengan tatapan yang rumit dan bermakna. ¡°Kamu bisa mempertimbangkanmaran itu,¡± n menambahkan dengan suara rendah. Tasya menjawab tanpa ragu-ragu, ¡°Tidak akan.¡± ¡°Aku sangat menyukai Jodi dan aku bersedia menjaga kalian berdua seumur hidupku.¡± n menatap lki kecil itu dan menyadari bahwa keengganan di hatinya th menghng tanpa jejak. Dia benar-benar bersedia menjaga mereka. Tasya tak habis pikir. Dia tahu betul bahwa pria itu berkata demikian tanpa makna yang sesungguhnya. n hanya ingin membs kebaikan dan membayar kenyataan bahwa ibu Tasya th mengorbankan dirinya untuk menymatkan n. Dan Tasya ingin pria ini mengingat betapa besar pengorbanan ibunya, dan itu bukan sesuatu yang bisa dikompensasi dengan membs kebaikan. Terlebihgi, dia masih sangat runyam bahwa pria ini pernah tidur dengan Helen sebelumnya. Tasya baru menciumnya mm itu, tetapi dia sudah muak tentang hal itu seth dia tahu hubungan yang dimiliki Helen dan n. Dm hal ini, apa ada kemungkinan bahwa dia menikahi n? Tidak ada. Tidak akan pernah. ¡°Aku tidak membutuhkannya, terima kasih,¡± Tasya menk dengan sopan. n juga bs menatapnya dan tatapan mereka bertemu; yang satu rumit dan runyam sementara yangin tenang dan js. Seth makan siang, Tasya buru-buru pergi bersama putranya. Si kecil tak lupa untuk menoleh ke bkang dan mengucapkan smat tinggal pada pria itu. ¡°Smat tinggal, Tuan Prapanca.¡± ¡°Smat tinggal.¡± n mmbai pada si kecil. Tasya izin png sore itu, karena dia ingin mengajak putranya berkunjung ke museum di kota. C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. Hari sudah mm saat mereka menyelesaikan satu putaran di museum. Tasya membeli beberapa bahan makanan dan kembali ke apartemen mereka. Kemudian Jodi bermain agar Tasya bisa fokus menyiapkan makan mm. Lalu, sebuah pemberitahuan pesan berdering di ponselnya saat ini. Itu dari Nando. ¡®Aku akan mendarat dari pesawat jam 10.00 pagi besok. Maukah kamu dan Jodi datang dan menjemputku?¡¯ Tasya mengiran bahwa dia akan meringkuk di rumah bersama putranya sma akhir pekan, jadi bertemu dengan Nando terdengar seperti ide yang bagus. Dia membs, ¡®Tentul Sampai jumpa di bandara besok. Aku tidak sabar melihat kalian berdua.¡± ¡®Kamu akan bertemu kami saat kamu kembali besok.¡¯ ¡®Tunggu aku ya, aku akan membawa hadiah.¡¯ Tasya tersenyum saat dia menjawab, ¡®Sebaiknya jangan yang berlebihan atau aku tidak akan menerimanya. Dia memberi tahu putranya tentang hal itu kemudian. Si kecil juga gembira dengan rencana bertemu Nando. Lagi p, Nando sering datang bermain dengannya saat mereka tinggal di luar negeri, seperti halnya paman sejati. Bad 39 Bad 39 Bab 39 Di sebuah v mewah pribadi di tengah gunung, n menerima telepon dari neneknya. Karena cucu kesayangannya akan png, dia meminta n untuk mencari waktu menjemputnya keesokan hari dan mereka akan makan siang di kediaman Prapanca seth itu. n setuju. Lalu, dia meminta asistennya memberinya informasi penerbangan Nando dan melihat bahwa dia harus menjemput Nando pada pukul 10.00 pagi keesokan harinya. Akhir pekan itu, Tasya menemani putranya sarapan di sebuah restoran di luar pada pukul 08.30. Seth memeriksa waktu, dia pergi ke arah bandara sendiri. Kemudian, dia memutuskan untuk mencari kafe dan menghabiskan waktu di bandara. Pukul 09.30, Tasya menemani putranya melihat pesawat lepasndas mlui jend besar. Akhirnya, pada pukul 09.50, dia mengantar putranya menuju bagian kedatangan bandara, ternyata sudah dipenuhi dengan orang-orang yang menunggu orang yang mereka cintai Sambil memegang tangan putranya, dia menunggu di ruang terbuka di sisi kedatangan. Para pncong akhirnya muncul satu demi satu. Di tengah kerumunan muncul sosok yang sangat memesona yang segera mngkah maju. Pria itu mengenakan kemeja biru dana jin kasual sementara sepasang kacamata hitam bertengger di rambutnya yang tebal. Rupa wajahnya tampan dan menawan, dan dia dikelilingi oleh aura superior. Bahkan, dia lebih memikat daripada selebriti. ¡°Om Nando!¡± Jodi segera beri sementara Tasya juga bergegas. Belongs ? to N?velDrama.Org. Nando segera mendorong troli ke samping,lu berjongkok dan memeluk si kecil itu. ¡°Halo, Nak! Apa kamu merindukanku?¡± ¡°Ya! Tentu saja.¡± Jodi mengangguk. ¡°Aku juga merindukanmu.¡± Seth berbicara, Nando menggendong anak kecil itu dan meletakkannya di troli, dengan mantap mendorong troli ke arah Tasya, yang juga tersenyum padanya saat Tasya menunggunya datang. Pada saat ini, di pintu masuk lorongin, sosok tampan dan dewasa dengan cepat masuk bersama asistennya, Roy. n tembat. Namun, diangsung melihat Nando pada pandangan pertama dan juga melihat sesosok ramping serta anak lki yang duduk di troli pada saat yang bersamaan. Ternyata Tasya juga ada di sini. Tepat saat n memutuskan untuk ke sana, dia melihat Nando memeluk Tasya dengan erat. Melihat itu, dia tiba-tiba berhenti di antara kerumunan yang berjarak 10 meter. Pupil matanya mengerut sementara dia terus melihat pasangan yang berpelukan erat itu. Pada saat ini, kepnya dipenuhi dengan pemikiran yang sangat rumit. ¡°Pak n, apakah kita masih mau ke sana?¡± tanya Roy n menatap pasangan yang masih berpelukan itu dengan acuh tak acuh, wajahnya yang tampan tampak sedikit jelek. ¡°Sepertinya dia tidak membutuhkanku untuk menjemputnya. Ayo kembali!¡± n tidak menunggu Roy bereaksi sebelum dia berbalik untuk pergi. Bagian punggungnya tampaknya memancarkan kemarahan pada saat ini. Tasya, yang tiba-tiba dipeluk oleh Nando, mematung sma beberapa saat sebelum dia menepuk pria yang memeluknya erat-erat itu. ¡°Cukup. Kamu meremasku teluma dan aku hampir kehabisan napas.¡± Nando tersenyum. ¡°Aku merindukanmu! Bagaimana caranya kamu bisa mengerti ku aku tidak memelukmu?¡± ¡°Oke, ayo pergi!¡± Tasya berkata padanya. Dengan demikian, kelompok tiga itu berjn keluar dari bandara. Nando tidak membiarkan siapa pun dari keluarganya datang menjemputnya saat Tasya naik taksi ke sini, jadi mereka hanya bisa menunggu taksi. Pada saat ini, sebuah mobil hitam mju dan supir di dmnya adh supir n. ¡°Tuan Muda Nando, skan masuk ke mobil.¡± ¡°Hai! Leo, kenapa kamu ada di sini?¡± Nando bertanya dengan heran. ¡°Tuan Muda n th mengatur agar saya datang,¡± Leo menjskan sambil turun dari mobil,lu buru-buru membawa barang bawaan dan ditempatkan di bagasi. Di mobil di bkang, n yang belum pergi, duduk di mobil Roy sambil menatap orang di depannya. n melihat Nando memeluk anak kecil itu dan menciumnya sebelum menempatkannya di kursi bkang. Kemudian, Tasya masuk ke dm mobil sementara Nando duduk di kursi penumpang depan. ¡°Pak n, sepertinya Tuan Muda Nando dan Nona Tasya memiliki hubungan yang baik,¡± komentar Roy. ¡°Kembali ke Kediaman Prapanca,¡± perintah n. Bad 40 Bad 40 Bab 40 Dm perjnan, Nando menerima telepon dari neneknya. Namun, karena dia sudah setuju untuk menemani Tasya dan putranya makan siang, dia memutuskan untuk kembali ke Kediaman Prapanca untuk makan mm di mm hari. Di restoran, Nando membicarakan rencananya kembali ke negara itu. Dia kembali karena mewarisi bisnis keluarga kali ini. ¡°Apa sebenarnya usaha keluargamu? Coba kasih tahu aku secara spesifik?¡± tanya Tasya yang penasaran. Nando tersenyum misterius; dia sengaja menyembunyikantar bkang keluarganya di luar negeri dan Tasya hanya mengenalnya sebagai manajer hotel biasa. Pada saat ini, dia tak ingin menyembunyikan kebenarangi, jadi dia menunjuk ke hotel paling mewah di luar jend dan berkata, ¡°Itu milik keluargaku.¡± Belongs ? to N?velDrama.Org. Tasya menoleh untuk melihat ke luar jend. Itu adh hotel mewah bintang 7, dan ternyata milik keluarganya? ¡°Keluargaku punya bisnis di 36 negara di seluruh dunia. Hotel tempatku magang di luar negeri itu juga punya keluargaku. Tasya, maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyembunyikannya darimu,¡± dia meminta maaf. Tasya tersenyum. ¡°Tenang saja. Aku tak menduga ku kamu tuan muda dari keluarga kaya.¡± ¡°Jangan bng begitu. Di matamu, aku tetah aku; tak ada yang berubah,¡± Nando buru-buru menjskan. Tasya mengangkat bahu dan menjskan, ¡°Aku juga beruntung bisa berteman denganmu! Aku bisa dengan bangga mengatakan kepada dunia luar bahwa aku berteman denganmu!¡± Nando menatapnya dengan senyum masam. Kenapa Tasya hanya ingin menjadi temannya? Nando ingin memiliki hubungan yang lebih dm dengannya. Namun, Nando tidak terburu-buru dan bisa menunggunya. Sore harinya, dia menemani Jodi membeli pakaian dan mainan. Jika Tasya tidak menghentikannya, Nando mungkin saja akan memindahkan seluruh toko Lego ke rumah Jodi. Tasya tahu bahwa Nando kaya, tetapi dia tidak bisa telu memanjakan putranya karena dia takut Jodi akan menjadi anak mami. Anakkiki kecil itu sangat gembira hari ini karena dia th menerima banyak hadiah, yang semuanya adh kesukaannya. Si anakkiki itu pergi ke kamar untuk membuka hadiah di apartemen Tasya. Kemudian, Tasya menuangkan segs air untuk Nando dan bertanya, penasaran, ¡°Nando, kamu kenal n?¡± Nando hampir tersedak oleh air saat dia mendengar itu, seth itu dia buru-buru menutupi bibirnya yang tipis dan terbatuk. ¡°Tasya, kamu tidak jatuh cinta padanya, kan?¡±! Seth tertegun sma beberapa detik, Tasya mengerutkan kening. ¡°Kenapa kamu bng begitu?¡± ¡°Aku akui ku dih satu-satunya pria yang lebih tampan dan lebih menarik dari aku di dunia ini. Aku khawatir kamu akan jatuh cinta padanya, dan jika demikian, aku tak akan bisa memenangkan pertarungan,¡± kata Nando sedikit bercanda. ¡°Kamu kenal dia?¡± ¡°Dia sepupuku,¡± js Nando. Mendengar itu, Tasya terkejut dan tak bisa berkata-kata. Apa? n itu sepupu Nando? Tak heran ku keluarganya kaya raya! Ternyata mereka satu keluarga! ¡°Tasya, aku tahu dia sudah mengakuisisi Grup Mahkota Ratu dan sekarang menjadi bos barumu. Kamu menyukainya?¡± Tasya menjawab dengan acuh tak acuh, ¡°Tidak. Jangan bicara yang enggak-enggak deh! Kamu pikir aku segampang itu?¡± Nando yang menyeringai segera santai. ¡°Tentu saja, aku tahu karaktermu itu eksentrik. Ku tidak, berdasarkan penampnku saja, kamu pasti sudah jatuh cinta padaku sejakma.¡± Tasya tersenyum sebelum dia melihat waktu dan berkata, ¡°Kamu tidak png ke keluargamu untuk makan mm? Ayo sana! Ini sudah jam 5.30 sore.¡± ¡°Oke, ku begitu aku akan menghubungimu besok.¡± Nando pergi ke kamar, mengucapkan smat tinggal pada si anak kecil,lu pergi. Tasya sedang duduk di sofa, masih kehngan kata-kata tentang bagaimana dia mengenal lebih banyak tentang keluarga n. Tak heran ku n tidak mengizinkannya membicarakan apa yang terjadi mm itu. Jadi, apakah dia juga takut dipermalukan? Ketika Senin tiba, Tasya mengantar putranya ke taman kanak-kanak. Melihat betapa penurutnya putranya pergi ke sekh, dia juga pergi bekerja dengan pikiran yang sangat tenang. Begitu dia tiba di kantor, dia disambut oleh perhatian semua orang. Dia tidak tahu apa yang terjadi sampai seorang asisten wanita berkata kepadanya, ¡°Nona Tasya, pacarmu sangat tampan! Pacar? Pacar apaan? Bad 41 Bad 41 Bab 41 Tasya baru saja tiba di kantor ketika dia melihat pemuda itu duduk di sofa dengan kaki disngkan dan seikat mawar merah yang menawan di atas mejanya. Melihatnya, dia tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis. ¡°Nando, kenapa kamu sudah ada di sini pagi-pagi sekali?¡± tanya Tasya bingung. ¡°Aku di sini untuk melihat lingkungan kerjamu, Ruangan ini telu kecil. Kamu mau jika aku minta sepupuku untuk memindahkan kamu ke ruanganin?¡± Nando bertanya dengan alis terangkat. ¡°Tidak perlu, aku suka sekali di sini,¡± jawab Tasya. Dia tidak mau diistimewakan. ¡°Aku akan menemanimu di kantor dan kita bisa makan siang bersama nanti pada jam istirahat.¡± Nando kelihatannya sedang tidak bekerja sehingga dia bebas. Tasya tersenyum. ¡°Kamu tidak kerja?¡± ¡°Meskipun kali ini aku kembali untuk manangani bisnis keluarga, aku sudah ijin ayahku untuk ambil cuti sma dua minggu.¡± Senyum tersungging di bibir Nando. Sma cuti, dia tidak ingin pergi ke mana-mana, dia hanya ingin berada di sisi Tasya. ¡°Kenapa kamu tidak menungguku di kafe saja? Aku tidak bisa konsentrasi nanti ku kamu di sini.¡± ¡°Apa? Apa aku telu ganteng sampai-samapi membuatmu tidak konsentrasi kerja?¡± Nando menyipitkan matanya yang indah. Pria ini memang pantas untuk percaya diri. Tasya merasa geli dan mendengus. ¡°Ya, maka dari itu.¡± ¡°Baih, ku begitu aku akan menunggumu di ruang sepupuku.¡± Seth berbicara, dia mengambil seikat mawar dan memberikannya kepada Tasya. ¡°Ini untukmu. Kamu suka tidak?¡± ¡°Kenapa kamu kasih aku bunga?¡± kata Tasya sambil mengulurkan tangan dan menerima bunganya. ¡°Jika kamu suka, aku akan mengirimkan seikat bunga setiap hari.¡± N?velD(ram)a.?rg owns this content. ¡°Jangan, terima kasih.¡± Tasya dengan sopan menknya. Mendengar jawaban Tasya, Nando hanya menatapnya dm-dm dengan penuh kasih sayang. ¡°Sampai nanti siang ya.¡± Seth berkata, dia belu dengan enggan. Begitu Nando pergi, Maya, dengan semangat mengetuk pintu dan masuk. ¡°Wow! Tampan sekali dia! Apa dia pacarmu?¡± Tanpa mengangkat kepnya, Tasya merapikan ruangannya. ¡°Hanya teman.¡± ¡°Aku tidak percaya. Dia js tertarik padamu. Lihat mawar ini!¡± Tasya telu ms untuk menjskan,lu dia berkata kepada Maya, ¡°Ambilkan aku secangkir kopi!¡± Di ruangan Presiden Direktur. n datang tembat hari ini, tetapi dia sudah memutuskan untuk bekerja tetap dari sini. Dibandingkan dengan kantor di Grup Prapanca, kantor di sini tidak telu bagus. Sebelum dia memasuki kantor, asisten wanitanya memberitahukan bahwa ada tamu di ruangannya. Dia mngkah ke ruangan dan menatap sosok ramping dan tampan dengan biasa saja, tanpa merasa kaget. ¡°Kenapa kamu di sini?¡± dia bertanya dengan ringan. ¡°n, aku di sini hanya untuk mengisi waktu. Aku akan menunggu Tasya sampai png kerja dan mengajaknya makan siang nanti,¡± kata Nando berterus terang, tanpa menutup-nutupi niatnya. n duduk di tempatnya dan menykan komputer untuk memeriksa emailnya sementara Nando yang bosan menunggu, bermain game di ponselnya. Kedua sepupu itu diam-diam sepakat untuk tidak mengganggu satu samain. Telepon meja n berdering,lu dia menjawab panggn itu. ¡°Halo!¡± ¡°Pak n, apakah Anda akan hadir di pertemuan rutin departemen hari ini?¡± Suara Felly terdengar di ujung telepon. n sudah berpesan, setiap ada pertemuan rutin Departemen Desain, dia harus diberitahu, maka Felly slu bertanya terlebih dahulu setiap akan dksanakan pertemuan. ¡°Ya. Sebentargi saya selesai, ¡°jawabnya. Tasya juga diberitahu bahwa dia perlu menghadiri pertemuan tersebut. Seth mengumpulkan materi untuk rapat, Tasya keluar. Namun, dia baru saja berbelok diujung jn, tiba-tiba dia menabrak seseorang di koridor. Untungnya, dia segera sadar dengan apa yang terjadi, dan tiba-tiba dia terhenti di depan dada seorang pria yang hanya berjarak beberapa senti darinya. Dia menengadah dan melihat kemeja pria itu bersih dan bebas debu,lu melihat ke tng sngka seksi pria itu, jakun, dan garis rahang yang sempurna¡­ Sebelum dia bisa berhenti mengagumi sosoknya, pria itu th belu dan berjn dengan acuh tak acuh menuju ruang pertemuan. Tasya hanya bisa mengikuti jejaknya dengan canggung dan berjn menuju ruang pertemuan juga Begitu pintu terbuka, pria itu duduk di kursinya sementara Tasya hari ini duduk di sebhnya. Melihat itu, Alisa menatap Tasya dengan cemburu. Dia merasa Tasya slu beruntung. Meskipun Tasya th mrmbuat beberapa keshan, dia masih bisa terus bekerja di perusahaan itu bahkan tidak mendapatkan hukuman Karena itu, Alin curiga bahwa Tasya Bad 42 Bad 42 Bab 42 ¡°Topik pertemuan hari ini adh bahwa setiap orang harus menyerahkanporan riset pasar dan karya desain secara rutin pada akhir bn ini. Tasya dan Alisa harus bersiap-siap untuk berpartisipasi dm kompetisi perhiasan di akhir bn,¡± Felly mengumumkan. ¡°Felly, bukankah ada aturan di perusahaan bahwa orang luar tidak diijinkan keluar masuk kantor ini sesuka hati? Mengapa anggota keluarga, teman, dan pacar Tasya bisa masuk? Ini mnggar peraturan!¡± Alisangsung angkat bicara. Felly juga agak canggung dm hal ini. Dia menatap Tasya dan berkata, ¡°Tasya, beri tahu pacarmu untuk tidak sering datang ke kantor. Dengan mengirimkan bunga ke kantor, itu akan mempengaruhi karyawanin di kantor ini.¡± Wajah Tasya seketika panas saat mendengarnya. Apakah semua orang menganggap Nando sebagai pacarku? Kemudian, dia juga merasakan tatapan yang dm dan menyelidik padanya. ¡°Itu benar! Melihat ada seikat mawar membuatku cemburu! Tasya, pacarmu sangat tampan. Berani sekali kamu bawa dia ke kantor? Apa kamu tidak takut dicuri orang?¡± gurau desainer wanitainnya. ¡°Baih, aku akan berbicara dengannya.¡± Tasya hanya mengakui begitu saja bahwa Nando adh pacarnya karena akan menjadi mash jika menjskan sebaliknya. Pada saat itu, tatapan n sangat tidak bisa diartikan, begitu rumit, apgi ketika dia mengingat Nando dan Tasya saling berpelukan di bandara, dan dia juga ingat bahwa wanita itu juga tidak menk rayuan Nando. Sekarang, dia bahkan secara terbuka berani mengakui bahwa Nando adh pacarnya. Seth pertemuan rutin yang membosankan itu selesai, n berkata dengan wajah cemberut, ¡°Yang lain boleh kembali, tapi Tasya tetap di sini dulu.¡± Semua orang di ruangan itu merasakan kemasaman raut muka bos mereka, maka mereka segera bangkit dan keluar dari ruang rapat karena takut terkena imbas kemarahannya. Tasya juga tidak bisa berkata-kata. Kenapa mukanya masam seperti itu? Ketika pintu ruang rapat ditutup, n kembali ke kursinya, dan dengan wajah menakutkan dia melotot tajam ke arah Tasya. Menatap Tasya dengan mata dingin, dia berkata, ¡°Kamu seharusnya menyadari hubunganku dengan Nando.¡± Dia mengangguk. ¡°Ya saya sadar. Ada apa ini, Pak?¡± n semakin marah dibuatnya. ¡°Apa kamu ingat ku berhutang sesuatu padaku?¡± Dia mengunci mata Tasya dengan menatapnya dm-dm, memancarkan aura membahayakan bagi Tasya tanpa bisa dijskan. C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. Tasya berpikir sejenak, tapi tidak bisa mengingat dia berhutang apa pada n sebenarnya, maka dia bertanya, ¡°Apakah saya berhutang sesuatu pada Anda? ¡°Kamu sudah lupa?¡± Dia tiba-tiba menjadi marah karena wanita itu benar-benar lupa. ¡°Tolong beri saya petunjuk.¡± Bagaimana aku punya waktu untuk mengingat hal-hal yang tidak penting? Pria itu berdiri tiba-tiba,lu mencengkeram pergngan tangan Tasya dengan lengan panjangnya. Mendorong pinggang Tasya ke meja, kemudian menekan dengan tubuhnya yang tiba-tiba menjadi liar. Ketika Tasya dm posisi bersandar, tangan pria itu memegang bagian bkang kepnya. Dia mencekal dagu Tasya dan mengangkatnya dengan dingin,lu mendaratkan bibirnya di atas bibir Tasya dengan luapan kemarahan. Tiba-tiba dia menghujani bibir lembut wanita itu dengan ciuman tanpa persetujuan sebelumnya. Ciuman yang mendominasi, kasar, dan agresif seh-h itu semacam hukuman. Mata indah Tasya terblak karena terkejut, dia tidak percaya bahwa pria ini akan mkukan hal tersebut padanya di tempat umum. Napas n memburu, membuat pikiran Tasya menjadi kosong. Tasya sangat kesal,lu dia mendorong n dengan segenap tenaganya dan berteriak, ¡°n, apa yang kamukukan?¡± ¡°Bukankah kamu memintaku untuk mengingatkanmu? Inh hutangmu padaku.¡± Suara pria itu serak, sementara matanya gp, dan kata-katanya penuh cibiran. Sambil mengambil napas dm-dm, Tasya kemudian mengangkat tangannya dan menyeka bibirnya dengan jijik. Mengingat bahwa Helen sedang menjalin hubungan dengan pria ini, dan bahwa dia th menyentuh Helen sebelum menciumnya, dia merasa sangat jijik. ¡°Jangan cium aku!¡± Tasya berteriak dengan marah. ¡°Jika kamu mkukan inigi, aku akan menuntutmu.¡± n menatap mata Tasya, bagai mawar yang meny-ny. Bibirnya sangat lembut, yang membuat n tidak bisa melepaskan diri darinya. Itu bahkan mengingatkannya pada sentuhan mm itu lima tahun yanglu. Faktanya, memang ada perasaan halus yang membuatnya luluh. Mengapa wanita ini membuatku merasa seperti ini? Aneh! Bad 43 Bad 43 Bab 43 Tasya mendorong pintu dengan kesal dan keluar meninggalkan ruang rapat. Bajingan ini benar-benar menciumku! Beraninya dia? Ketika kembali ke ruangannya, Tasya tiba-tiba teringat ketika terakhir kali dia bertemu dengan pria itu di di rumah sakit. Ketika dia menymatkan dirinya, Tasya mengatakan dia ingin berterima kasih padanya, tetapi tadi dia mengatakan bahwa dirinya berhutang pada pria itu. Jadi, apa aku berhutang ciuman? Oww.in kali aku bisa berhutang apa pun kepada siapa pun, tetapi aku tidak bisa berhutang apa pun kepada pria ini. Bisa mati aku! Dia benar-benar binatang buas. Nando baru saja selesai bermain game ketika dia melihat sepupunya yang muram masuk. ¡°n, ada apa?¡± Tidak ada apa-apa.¡± n duduk di kursi dm suasana hati yang kacau. ¡°n, Atelir Perhiasan Jewelia ini telu sederhana, tidak sesuai dengan identitasmu sama sekali. Kenapa kamu tidak kembali ke kantor Grup Prapanca saja?¡± ¡°Apa urusanmu?¡± n mendengus ringan. Nando menatap n dengan pandangan kosong. n, apakah kamu benar tidak apa-apa? Siapa yang membuatmu menjadi sedemikian kacau? *Apa hubunganmu dengan Tasya?¡± n bertanya tiba-tiba. Kebahagiaan seketika melintas di mata Nando. ¡°Yah¡­ Kamu tahu! Aku menyukainya, dan aku sedang mengejarnya!¡± Apakah kamu berhasil?¡± n bertanyagi sambil melihatyar komputer dengan suara yang dm. ¡°Akan segera berhasil.¡± Nando sangat yakin bahwa dia pasti akan segera mendapatkan hati Tasya jika dia terus meluncurkan serangkaian serangan romantis setiap hari. ¡°Lain kali, jangan mengirim bungagi kepadanya! itu akan mempengaruhi kinerjanya, dan itu juga akan membuat rekan-rekannya punya pendapat negatif tentang dirinya,¡± kata n. Nando terkejut dm hatinya. Bagaimana n bisa tahu dengan cepat tentang dia mengirim bunga? ¡°n, bantu aku! Bagaimana ku kamu menggunakan kekuasaanmu sebagai atasannya untuk memberinya liburan dan aku akan membawanya pergi keluar untuk bersenang-senang? Atau, bagaimana ku kamu memindahkan ruangannya dintai yang sama dengan ruanganmu. Dengan begitu, aku akan merasa akan jauh lebih nyaman untuk berkencan dengannya,¡± Nando berbicara dengan senyum polos. ¡°Mustahil.¡± n mendengus dingin. Kamu adh bos besar! Kamu punya kuasa.¡± Nando menggertakkan giginya dan berusaha memohon. n menatapnya dengan dingin. ¡°Gunakan kemampuanmu sendiri untuk mendapatkannya. Jangan harap aku bantu kamu.¡± ¡°Kamu jahat sekali,¡± ujar Nando kesal dan meneruskan permainannya. Pada saat itu, sebuah panggn masuk di ponselnya, dan dia menjawab, ¡°Halo!¡± ¡°Pak Nando, apakah Anda membuat reservasi di Restotan Candi?¡± ¡°Ya, benar. Restoran Candi.¡± Nando menegaskan dan menutup telepon. n tiba-tiba dan tanpa basa-basi mengusirnya. ¡°Jika kamu ingin bermain game, pergh ke ruang tunggu sebh. Jangan ganggu aku kerja.¡± Nando dengan patuh bangkit dan pergi menuju ke ruang sebh. Kemudian, n membi bibir tipis atasnya dengan jari-jarinya yang ramping. Ciuman di ruang rapat tadi masih melekat dm pikirannya. Anehnya, sentuhan lembut itu membuatnya sangat menginginkan lebih. Saat itu, Roy mengetuk pintu dan masuk. ¡°Pak n, di mana Anda ingin makan siang hari ini?¡± N?velDrama.Org is the owner. Bibir tipis n terbuka, dan dengan elegan dia menjawab, ¡°Candi.¡± ¡°Baik, Pak. Saya akan segera memesan tempat untuk Anda.¡± Roy mundur dari ruangan. Di ruangannya, Tasya masih kesal karena semua ide di kepnya jadi hng. Semua ini disebabkan oleh ciuman tiba-tiba yang dkukan oleh n di ruang rapat. Ketika dia teringat bahwa pria ini th mencium Helen sebelumnya, dia merasa tidak nyaman di hatinya. Hal semacam ini tidak boleh terjadi lagi! Siang harinya, di Restoran Candi, Tasya dan Nando duduk di dekat jend. Dia sangatpar, sehingga diangsung mengambil menu dan mi memesan makanan. Pada saat itu, pyan restoran mengantar dua tamugi. Tasya melirik mereka dengan rasa ingin tahu, dan seketika, matanya yang indah melebar saat melihat sosok n dan asistennya, Roy datang. Bagaimana mungkin bisa kebetn? Mengikuti arah pandangan mata Tasya, Nando juga terkejut. Kemudian, Roy dengan sopan menyapanya, ¡°Pak Nando, smat siang.¡± ¡°Kamu¡­? Kenapa kalian makan di sini juga? Mau gabung dengan kami?¡± Nando kemudian berdiri tegak dan berjn menghampiri n dan Roy. ¡°Tidak perlu. Kami mau diskusi soal pekerjaan.¡± n menk dan berjn menuju meja yang sudah dipesan, tetapi dia memilih untuk duduk di tempat dimana dia bisa memandang wajah Tasya. Nando juga sedang sibuk berusaha untuk menggapai cintanya, jadi dia segera kembali ke tempat duduknya. Sedangkan Tasya, dia menatap menu sambil mengutuki nasib buruknya dm hatinya. Sial, kenapa aku bisa ketemu n dimana-mana! Tasya mengangkat kepnya, dia tiba-tiba melirik Nando, kemudian tatapannya tertumbuk pada pria di meja seberang yang sedang memegang secangkir teh. Menatapnya tanpa san, cahaya di mata Tasya menjadi dingin. Teringat apa yang sudah dkukan oleh pria ini padanya di ruang rapat tadi, rasanya Tasya semakin marah. Bad 44 Bad 44 Bab 44 ¡°Tasya, rindukah kamu padaku sethma kita berpisah?¡± Nando memegang dagunya dan menatap Tasya dengan penuh kasih sayang dan mata yang menggoda. Tasya mengalihkan pandangannya, dan ketika dia melihat Nando, dia tersenyum. ¡°Tentu saja!¡± Kemudian, dia mengeluarkan kunci mobil dengan gantungan kunci kristal yang terpasang. ¡°Setiap aku merindukanmu, aku slu mengambil ini dan melihatnya. Bagaimana dengan punyamu? Kamu tidak membuangnya, kan?¡± Tasya agak malu. ¡°Aku lupa membawanya kesini.¡± ¡°Kamu? Bisa-bisanya kamu tidak menyimpan hadiah yang kuberikan padamu dengan baik? Aku akan membelikanmu yangin nanti,¡± Nando memarahinya sambil tersenyum. ¡°Apakah perlu?¡± ¡°Ya, aku akan membeli sepasanginnya. Satu untukmu, dan satu untukku. Di saat kita berjauhan, kita dapat memandanginya untuk mengobati kerinduan kita.¡± Nando juga cukup romantis dan kini, apa yang ada dipikirannya hanyh Tasya. ¡°Oke! Aku akan pilihkan nanti dan kuberikan satu untukmu.¡± ¡°Sepasang gantungan kunci, dan harus pasangan yang cocok.¡± N?velDrama.Org is the owner. ¡°Baih.¡±Tasya mengangguk sambil tersenyum. Saat dia memalingkan muka, matanya sekaligi bertemu dengan mata dingin milik pria yang duduk meja sebrang. Entah kenapa, dia merasa tatapan n menjadi lebih dingin seh-h seseorang th menyinggung perasaannya. Hari ini Roy diajak makan siang bersama oleh n karena ada pekerjaan yang harus dibicarakan, tetapi seth ditunggu-tunggu, n tidak berbicara tentang pekerjaan sama sekali. Mh, n semakin menunjukkan ekspresi yang tidak sedap dipandang di wajahnya. Roy th bekerja dengan n sma lima tahun, dan dia adh orang yang paling dekat dengan n, jadi dia tahu kenapa ekspresi n seperti itu. Takma kemudian, hidangan makan siang yang mewah datang. Karena Tasya sudahpar, dia langsung mi makan. ¡°Ini enak! Coba cicipi.¡± Nando mengambil beberapa makanan dengan garpu dan menyodorkannya ke mulut Tasya yang nampak terkejut. Tanpa sadar, dia membuka mulutnya dan mi menggigit. ¡°Gimana? Enak?¡± tanya Nando dengan senyum bahagia. Rasa hangat seks merambat di wajah Tasya, dia sadar bahwa ini adh sesuatu yang hanya dkukan oleh pasangan! Namun, dia mengangguk. ¡°Ya, enak.¡± Pria yang duduk di seberang, melihat sikap mesra mereka dengan wajah muram. Menghadapi makan siang di depannya, dia jadi tidak selera untuk menyentuhnya. ¡°Pak, mari dimakan! Nanti sore, kita harus kembali ke Grup Prapanca untuk rapat.¡± Roy mencoba membujuk bosnya. n sebenarnya bukan tidak mau makan, tetapi hanya karena dia marah melihat Tasya mengumbar Seth menikmati udang keju, Tasya tidak menyadari ku ada saus keju yang tertinggal di sudut mulutnya. Tetapi Nando, yang duduk di depannya melihatnya,lu dia menyipitkan matanya dan tersenyum. ¡°Jangan bergerak.¡± Seketika Tasya diam tak bergerak. Dia kemudian mengedipkan matanya yang indah dan menatap Nando yang mengulurkan tangannya dengan lembut dan jari-jarinya menyeka sudut mulut Tasya. ¡°Ada saus yang tertinggal.¡± Seketika, wajah Tasya memerah, dan buru-buru meraih serbetnya dan menyeka sudut mulutnya dengan elegan. Namun demikian, Tasya terlihat tersipu malu wupun tetap anggun. Bukan hanya Nando yang tertarik padanya, nbahkan pria di meja di seberang mereka juga menyipitkan matanya saat melihatnya. ¡°Aku ke kamar kecil,¡± ujar Tasyalu bangkit dan pergi. Tidakma seth Tasya menuju kamar kecil, n juga mengikutinya. Ketika Nando berbalik, dia melihat Roy sendirian. ¡°Dimana sepupuku?¡± dia bertanya. ¡°Pak n keluar untuk menerima telepon,¡± jawab Roy, meskipun dia melihat bahwa n js-js pergi ke arah kamar kecil. ¡°Oh!¡± jawab Nando, dan tidak telu memikirkannya. Di kamar kecil, Tasya baru saja keluar seth mencuci tangannya ketika dia tiba-tiba melihat n merokok di area merokok di sebh koridor. Jari-jarinya yang panjang menjepit rokok, menghisapnya dan mengepulkan asapnya hingga menutupi wajahnya yang dingin tapi tampan. Tasya pura-pura tidak melihatnya dan melewatinya sambil berpura-pura merapikan rambut panjangnya. Namun, ketika dia sema tangan pria itu dengan elegan mematikan rokoknya, dan ketika Tasya melewatinya, dia meraih pergngan tangannya dengan kuat sehingga susah bagi Tasya untuk melepaskannya. Kemudian n mendorong Tasya ke dinding yang jauh dari area merokok. ¡°n, apa yang kamukukan? Sakit¡­¡± Tasya merasa seh tngnya akan dihancurkan olehnya. Bad 45 Bad 45 Bab 45 Tatapan dingin dan keras, penuh dengan peringatan melintas di matanya. ¡°Tasya, aku tidak akan membiarkanmu mempermainkan perasaan Nando. Jika kamu sebenarnya tidak peduli padanya, jangan membohonginya.¡± Ketika napasnya yang sedikit berasap bertiup di wajahnya, Tasya berbalik dengan rasa jijik dan menjawab, ¡°Aku tidak mempermainkan perasaannya. Kita berteman.¡± ¡°Jika kamu hanya ingin berteman dengannya, jangan menggodanya.¡± ¡°Kenapa kamu begitu peduli?¡± tanya Tasya sambil memelototinya keheranan, kenapa dia ikut campur urusannya. n mengertakkan gigi dan nadanya dingin ketika menjawab, ¡°Tentu aku peduli.¡± ¡°Ini urusanku! Apa pedulimu?¡± ¡°Shkan kamu main hati dengan pria-priainnya, tetapi jangan dengan Nando.¡± ¡°Kapan kamu melihatku mempermainkan hatinya? Jangan asal bicara tanpa bukti.¡± ¡°Baru saja. Aku melihat dengan kedua mataku.¡± n mendengus dingin. Dia tidak buta, dan dia th melihat dengan matanya sendiri. Tasya tak bisa bisa berkata-kata. Bagaimanapun, dia rasa itu hanyh cara dia dan Nando bergaul meskipun mereka benar-benar hanya berteman. ¡°Lepaskan aku¡­¡± Tasya kemudian menyadari bahwa dia terjebak di pojokan sempit oleh pria dengan nafas yang berat itu. ¡°Asalkan kamu berjanji untuk menjaga jarak darinya.¡± Pria itu menatapnya dengan penuh peringatan. Saat dia berdiri di depan pria ini, Tasya merasa muak. Dia tidak mau menurutinya dan memilih membuat n marah. N?velDrama.Org is the owner. ¡°Aku tidak butuh campur tanganmu dm urusanku dengan Nando.¡± Tasya mengangkat alisnya dan berbicara denganntang. ¡°Kamu mau nikah dengannya?¡± n bertanya dengan tatapan suram. ¡°Ya, aku akan menikah dengannya. Ada mash?¡± Tasya mencibir. Toh tidak mash juga jika dia menikah dengan Nando. Menatapnya dengan dingin, n merasa wanita yang keras kep tapi cantik di hadapannya itu benar-benar mengacaukan emosinya. Bahkan, dia kesal karena dia tidak tahu harus berbuat apa dengannya. Tasya tertegun ketika bertatapan dengannya. Apa yang akan dkukan pria ini? Tapi tidak mau peduli, jika pria itu berani menyentuhnya, dia akan berteriak. Pria itu menjatuhkan pandangannya ke alis Tasya,lu bergerak ke matanya, hidungnya, dan kemudian ke bibir merahnya yang sangat lembut. Bahkan, dia sudah merasakannya, betapa lembutnya bibir itu. Seth memandang beberapa detik, tatapan n berubah menjadi gp dan berbahaya. Begitu Tasya menyadari apa yang akan dkukan oleh pria itu, dagunya sudah dicubit, dan bibirnya yang tipis sudah ada di bibir Tasya tanpa bisa dihindari. Pikiran Tasya kosong, dan dia mengutuk dm hati melihat kegigihan pria itu. Namun, ciuman pria ini memiliki kekuatan yang tidak dapat dijskan yang membuat seluruh tubuhnya mati rasa seperti tersengat aliran listrik. Ciumannya sangat mendominasi seh dia ingin memiliki, membuat Tasya benar-benar tidak tahan. Sin itu, ini adh ruang merokok di restoran, bisa saja orang datang dan pergi setiap saat. Memikirkan hal itu, Tasya merasa semakin gugup dan bingung. Pria ini benar-benar mesum¡­ Tasya mendorongnya dengan keras dengan tangannya, tetapi ditangkap oleh n. Semakin Tasya mendorong. semakin liar dia menciumnya dan melilit lidah Tasya dengan lidahnya. Saat mereka berciuman, tangan n memeluk pinggang Tasya dengan erat, seh-h ciuman itu th membangkitkan hawa nafsu pria mana pun¡­ Pada saat itu, Tasya tersadar. Dengan rasa khawatir, dia menangkap lidah n dan menggigitnya dengan keras. Pria itu seketika melepaskan ciumannya dengan kesakitan, sementara matanya yang berkabut menatapnya dengan marah. Kemudian, Tasya buru-bururi darinya dan keluar dari tempat itu. Belum hng rasa bekas darah n di mulutnya ketika dia kembali ke ruang makan. Seth menarik napas dm-dm, dia kembali ke meja tempat Nando duduk seh-h tidak terjadi apa-apa. Kemudian, dia mengambil gs dan meminumnya sekaligus. Dia sungguh keteluan! Ketewatan! n, kamu bajingan mesum yang mengerikan! ¡°Kenapa wajahmu merah, Tasya? Apa kamu demam?¡± Nando bertanya dengan cemas. ¡°Aku baik-baik saja. Aku masih ada pekerjaan sore ini, Nando. Aku kembali ke kantor dulu.¡± Tasya sama sekali tidak nafsu makan. ¡°Kenapa buru-buru? Ku begitu aku antar kamu.¡± Nando segera bangun, menuju kasir, dan berseru, ¡°Kirim tagihan ke Grup Prapanca.¡± ¡°Baik, Pak Nando,¡± jawab Manajer segera. Beberapa saat kemudian, n kembali ke tempat duduknya. Kemudian menatap kursi kosong di meja seberangnya dengan pandangan yang tidak bisa ditebak. *Pak n, Pak Nando dan Bu Tasya th membayar tagihan dan pergi.¡± Bad 46 Bad 46 Bab 46 Tasya menk ketika Nando hendak mengantarnya sampai ke dm ketika mereka tiba di kantor, jadi dia hanya bisa mengantarkan sampai depan pintu. Nando merasa bingung ketika dia melihat Tasya bergegas masuk. Kenapa makan siangnya tiba-tiba berakhir seperti itu? Nando masih ingin menyampaikan beberapa hal padanya! Tasya menutupi wajahnya ketika dia kembali ke ruangannya, pikirannya dipenuhi dengan ingatan tentang kejadian yang baru saja terjadi di restoran. Sangat keteluan, dirinya dipekukan tidak senonoh oleh pria itu dua kali di hari yang sama. Sementara itu, di sebuah v mewah, Helen tidak bisa makan atau tidur nyenyak bkangan ini. Itu semua karena Tasya th menghantuinya seperti mimpi buruk. Dia mimpi beberapa kali bahwa n marah dan menyuruhnya keluar. Tidak peduli seberapa gigihnya dia memohon, namun n tetap membencinya sehingga dia meninggalkannya tanpa berpikir. Mimpi- mimpi itu membangunkannya setiap saat, dan seluruh tubuhnya dibasahi oleh keringat dingin. Kehadiran Tasya tampak seperti beban berat yang mengganjal di dada Helen, dan jika dia tidak segera menyingkirkannya, dia akan smanya muncul dm mimpi-mimpi buruknya. ¡°Aku tidak akan membiarkanmu merusak rencanaku, Tasya.¡± Helen menggigit bibirnya dan mengepalkan tinjunya dengan keras. Ketika dia memikirkan hal itu, terlintas ktan iblis di matanya. Jika dia ingin membunuh Tasya, orang yang tepat untuk bisa dimanfaatkan adh ibu dan putri dari Keluarga Merian. Dia tahu bahwa Elsa sangat membenci Tasya karena mash aset di keluarga mereka, dan Helen berpikir bahwa dia pasti bisa memanfaatkannya. Bukankah Tasya sangat mencintai anaknya? Maka, dia akan membuat anak itu menderita! Pikirannya tentang darah n yang mengalir pada bocah itu membuatnya marah karena cemburu. Maka dari itu, semua kemarahan dan kebenciannya tertuju pada anak itu. Helen segera menghubungi Elsa dan mi mncarkan rencana jahatnya. ¡°Hai, Helen.¡± ¡°Kamu sedang apa, Elsa? Apakah Tasya sudah mengembalikan aset properti yang seni 16 milyar?¡± ¡°Dia bahkan tidak sabar untuk mengambil semuanya dari ayahku sekarang! Apa mungkin dia akan mengembalikan ni sebesar itu?¡± Elsa menggertakkan giginya. Ya, kamu tidak bisa membiarkannya begitu saja. Kamu harus memberinya pjaran. Ku tidak, dia akan menindasmu dan ibumu.¡± ¡°Tentu saja, aku harus memberinya pjaran. Begitu ada kempatan, aku¡­¡± ¡°Kesempatan apa yang sebenarnya kamu cari? Aku tahu tidak mudah menckakannya, tetapi bukankah dia mempunyai seorang putra berusia tiga tahun? Jika kamu bisa membuat anaknya menderita, dia akan merasa seratus kali lebih menderita dibandingkan jika kamu menckakannya langsung.¡± ¡ª ¡ª lovnL Amo cohonning maksud kamu?¡± ¡°Pikirkan cara untuk membawa anak itu kembali ke rumahmu dan berpura-pura membawanya jn- jn untuk bersenang-senang. Anak-anak biasanya nakal pada usia itu, jadi wajar jika dia tiba-tiba menghng tanpa sepengetahuan kita. Nanti kamu akan lihat betapa Tasya akan g karena sangat khawatir saat itu.¡±N?velD(ram)a.?rg owns this content. Hati Elsa mendidih karena marah, maka ketika dia mendengar saran Helen, matanya meny. ¡°Ya! Kenapa aku tidak pernah terpikir akan hal ini? Jika Tasya menjadi g dan mati karena marah, aku akan lebih bahagia.¡± Helen sangat mengenal Elsa, pikirannya slu sederhana dan mudah dipengaruhi. ¡°Elsa, kamu tidak bisa membiarkan Tasya menguasai aset ayahmu dm keadaan apa pun. Sekarang, dia menginginkan aset dari perumahan seni 16 Milyar. Tahun depan, dia akan menginginkan mobil seni 2 Milyar, atau dia akan mencari kesempatan untuk meminta perusahaan ayahmu. Kemudian, semuanya akan tembat. Kamu harus menunjukkan kekuatanmu terlebih dahulu.¡± Helen terus menyulutkan api untuk mempengaruhi pikiran Elsa dengan membuat agar situasi semakin buruk supaya bersedia mendukungnya. Benar saja, aset milik keluarganya adh hal yang paling menjadi perhatian Elsa. Jadi, semakin dia mendengarkan kata-kata Helen, semakin panik dia. ¡°Ya, aku harus menakutinya dulu. Jika tidak, dia akan berpikir bahwa kita adh sasaran empuk baginya untuk digentak.¡± Melihat Elsa berhasil termakan umpannya, Helen mengh nafas lega dan menunggu Elsa menindanjutinya. Sin itu, Elsa harus mengambil ponsel Tasya pada hari itu. Begitu anak itu hng, dia tidak akan bisa menghubungi ibunya. Jika seorang pedagang anak melihat anak itu dan menculiknya, Tasya pasti akan hidup dm duka sma sisa hidupnya. Yang terpenting. anak n ini juga akan menghng smanya. Bad 47 Bad 47 Bab 47 N?velDrama.Org is the owner. Ketika Helen sedang memikirkan rencana jahatnya, berpikir juga olehinya bahwa dia harus menyiap seseorang yang bekerja di kantor Tasya, untuk membantunya mengambil ponsel Tasya Sementara itu, Tasya sedang sibuk dengan pekerjaannya. Tunggal pengumuman hasil kompetisi perhiasan semakin dekat, dan dia sangat menantikannya. Jika dia bisa memenangkan hadiahnya, rekeningnya akan bertambah 2 Milyar. Untuk masa depan putranya, dia th menjadi wanita yang cerdas dan penuh perhitungan hingga slu berusaha untuk mendapatkan setiap receh dari apa yang bisa dia kerjakan. Dia ingin menabung sebanyak-banyaknya untuk putranya sehingga dia tidak perlu khawatir tentang biaya sekh dan biaya pernikahannya. Meskipun putranya masih kecil, dia sudah membuat beberapa rencana jangka panjang ¡°Tasya, ada tur ke beberapa toko Jumat mm ini. Tolong luangkan waktumu untuk itu!¡± Felly datang untuk memberitahunya. ¡°Jumat mm? Jam berapa minya?¡± ¡°Mi pukul 18.00. Kamu harus membuatporan yang akan dimasukkan ke dm penian penghargaan untuk semester kedua tahun ini.¡± Felly mengingatkannya. Karena hadiah untuk kompetisi tersebut adh sejuh uang yang sangat besar, maka Tasya ingin memenangkannya. ¡°Baih, aku akan datang tepat waktu.¡± Tasya mengangguk. Bagaimanapun juga, hngnya kesempatan untuk mendapatkan penghargaan pada kompetisi yanglu, cukup membuatnya menyesal. Karena lusa adh hari Jumat, Tasya merasa tidak punya pilihan sin meminta tolong ayahnya untuk ke rumahnya untuk menemani putranya. Di kafe di sebh Jewelia, Helen mengajak Maria Pratama, seorang desainer wanita, keluar untuk minum kopi. Ketika Maria melihat bahwa Helen Sanjaya, yang juga dikenal sebagai pacar Presdir n yang mengajaknya minum kopi, dia sangat bersemangat dan bahagia. ¡°Apakah Anda benar-benar ingin memesan satu set perhiasan dari saya, Nona Sanjaya?¡± ¡°Ya. Saya sangat mengagumi bakal Anda, jadi saya memutuskan untuk memesan satu set perhiasan rancangan Anda.¡± Helen berpura-pura angkuh. ¡°Dan, saya ingin Anda mkukan sesuatu untuk saya.¡± ¡°Apa yang bisa sayakukan untuk Anda?¡± Tentunya Anda sudah mengetahui mengenai persaingan antara saya dan Tasya. Saya ingin Anda mengawasinya dan mporkan seg urusannya kepada saya setiap saat.¡± Helen memegang secangkir kopi dengan elegan, bergaya menjadi wanita berks. Karena Maria adh pendatang baru, dia sangat ingin maju di perusahaan tempat dia bekerja. Kesempatan yang baik ada di depan matanya, jadi bagaimana mungkin dia tidak memanfaatkanya? Sin itu, dia juga iri dengan kemampuan Tasya yang luar biasa dan dia semakin membenci bakat desainnya. mo ¡°Nona Sanjaya, sama seperti Anda, saya juga mwmbwm Tawa Mia pikir dhe tek shu momsdenin, karena kecantikannya. Sin itu, saya kuual melihat dia yanglu s ha mae Pafka¡¯ Helen mendengus dingin. Apakah Tasya slu merayun di kanton? ¡°Terima kasih sudah mendukung saya. Saya merasa sangat marah padanya. Apatite An mernbantu saya, saya akan memesan perhiasan kepada Anda ni 1 Milyar.¡± k 10 Milyar? Maria menahan rasa terkejut dan bahagianya. Dia akan semiliki hampir saa 10 juz w biaya komisi saja! Ya Tuhan! Aku akan menjadi kaya. Auda ¡°Saya akan mengawasi Tasya, Nona Sanjaya. Jika dia berani merayu Pak n, saya akan members sesegera mungkin.¡± Maria menunjukkan kesetiaan dan kepatuhannya kepada Helen. Seth merasakan sedikit keganjn pada diri Maria, Helen mengangguk ¡°Baih, sya akan mempekukan Anda dengan baik jika Anda bisa bekerjasama.¡± Maria bertekad untuk menjt Helen, maka dia bersiap menjadi mata-mata bagi Helen untuk memantau gerak gerik Tasya di kantor. Hari ini, sama dengan hari-hari kemarin yang dlui dengan pertemuan rutin departemen Ketika Tasya memasuki ruang rapat, dia mengh napas lega ketika melihat kursi n kosong Lagip, dia muak melihat n sekarang. Namun, terdengarngkah kaki yang tegas datang dari pintu ruang rapat, dan dengan tiba-tiba masuh seorang sosok pemimpin. Kesan berkuasa dan siap membuat semua orang yang hadir merasa tertekan saat n berjn mwan cahaya seperti dewa yang turun. Begitu melihatnya, Tasyangsung kehngan kata-kata. Apa dia tidak punya pekerjaanin yang lebih penting? Ini hanya pertemuan departemen rutin, kenapa dia harus hadir? Kecuali Tasya, para desainer wanita di sini menyarnbut n, tetapi orang pertama yang dia lihat setiap kali dia duduk slu Tasya. Dengan demikian, para wanita yang hadir semua semandangnya dengan cemburu. tidak terkecuali Maria. Sekarang dia sedang bekerjasama dengan Helen, sehingga harus ekstra jeli memperhatikan apa yang dikatakan dan dkukan oleh Tasya. Sedangkan Tasya, dia hanya memutar-mutar penanya dengan bosan. Saat peoa berputar, tiba-tiba terlepas dari jari-jarinya dan meluncur ke arah n. Bad 48 Bad 48 Bab 48 Seth tertegun beberapa saal, Tasya kemudian mengangkat kepnya untuk menatap sepasang mata yang terlihat sendu dan tidak bahagia itu. n menyipitkan matanya dan meliriknya dengan dingin. Dia mengambil pena itu dan meletakkannya di depannya tanpa mial mengembalikannya, Karena Tasya harus mencatat semuanya menggunakan pena itu, dia berdiri dengan malu dan wajah memerah. Kemudian, dia berjn ke arah n untuk mengambil pena itu n meliriknya, tetapi dia tidak berbicara atau menunjukkan aura ketidaksenangannya Melihat pemandangan tersebut, Felly terbatuk dengan canggung. ¡°Baih, mari kitanjutkan rapat ini dan tidak mkukan hal-halinnya.¡± Sementara wajah Tasya kian memerah. Tasya merasa hal-hal yang tidak mengenakkan slu terjadi apab dia berada di sekitar n. ¡°Tasya, kamu satu tim dengan Maria untuk acara Jumat ini.¡± Felly mi mengelompokkan para desainer ke dm beberapa tim. Mariangsung berpura-pura bahagia. ¡°Mari kita bekerja sama dengan baik, Tasya.¡± Tasya mengangguk dan tersenyum pada Maria. Seth Felly membagi semua orang menjadi beberapa tim, dia mi menganalisa karya para desain dan pasar. n tidak mengatakan sepatah kata pun, tetapi dia mendengarkan semuanya. Namun, tatapannya tertuju pada Tasya dari waktu ke waktu, dan terus menatapnya sma beberapa menit, seh-h dia terkacaukan oleh kehadirannya. Hal ini membuat Tasya merasa tidak nyaman, karena mata pria itu seperti lem saat memandangnya tanpa ingin beralih. Akhirnya, rapat berakhir. Tasya tidak sabar untuk segera beranjak, tetapi n tiba-tiba berkata dengan dingin, ¡°Tasya, jangan pergi dulu.¡± Kaki Tasya yang hendak bergerak berhenti di tempat. Dia menengok untuk melihat pria yang acuh tak acuh itu dan bertanya, ¡°Apakah ada sesuatu yang Anda butuhkan, Pak n?¡± Belongs ? to N?velDrama.Org. Pria itu tidak berbicara. Desainerin ingin mendengarkan percakapan mereka, tetapi mereka semua merasa seh diterkam oleh pandangan n yang membuat mereka gemetar ketakutan dan buru- buru pergi. merasa mau Sementara itu, Alisa dan Maria merasa mau mati karena cemburu. Tasya adh pengecualian di kantor dan slu mendapat pekuan baik di mana-mana. Seh-h n ada di kantor ini hanya untuk Tasya, dan dia tidak mengindahkan apa yang dkukan oleh karyawanin. Ketika pintu ruang rapat ditutup, Tasya mi marah. Dia berhenti berpura-pura dan menggebrak meja dengan marah. ¡°Apagi yang akan kamukukan, n?¡± ¡°Aku ingin membawamu kembali untuk melihat nenekku Senin depan.¡± n berbicara tiba-tiba, matanya terlihat tenang. Tasya terperanjat. Dia ingin membawaku menemui Nyonya Prapanca? Yang terlintas seketika dm benaknya hanya: menk! *Tidak. Aku tidak ingin berurusangi dengan keluarga Prapanca!¡± Tasya menk terus terang. ¡°Benarkah? Maka kamu tidak diijinkan untuk bertemu dengan Nando, dan kamu tidak diijinkan untuk menggodanya.¡± Tatapan n membara saat dia memaksanya. Tasya menatapnya kehabisan kata-kata. ¡°Dia adh temanku.¡± ¡°Dia juga anggota keluarga Prapanca, Tasya. Bukankah kamu sudah bertekad untuk menghindari keluarga kami?¡± n mencibir. Tasya mengh napas dan berkata dengan sedikit kesal, ¡°Pak n, Anda masih mempunyai banyak pekerjaan penting setiap harinya. Anda seharusnya kembali ke Grup Prapanca untuk bekerja! Bagaimana mungkin perusahaan sekecil ini menempatkan bos besar seperti Anda?¡± ¡°Bukan urusanmu dimana aku seharusnya bekerja,¡± jawab n dengan mendengus. ¡°Tentu urusan saya! Anda th membawa pengaruh negatif pada kinerja saya!¡± Tasya menggertakkan giginya. ¡°Bahkan jika kamu tidak mau, kamu akan bertemu nenekku pada hari Senin,¡± ujar n Tasya menatapnya dengan marah. ¡°Tidak mau. Aku tidak akan mau.¡± Selesai berbicara, dia membuka pintu dan keluar. Wajah pria di bkangnya suram dan dipenuhi amarah. Ketika Tasya kembali ke ruangannya, Maria sudah menunggunya. Dia berkata dengan lincah, ¡°Tasya, aku dengar bahwaporan tur ke beberapa toko nanti akan dipertimbangkan untuk penghargaan semester kedua tahun ini, jadi kita tidak boleh ceroboh!¡± ¡°Ya, ini akan menjadi yang pertama buatku untuk menulisporan semacam itu. Mari kitakukan yang terbaik untuk menyelesaikannya!¡± Tasya berkata padanya. Maria berkedip dan menunjukkan senyum kekagumannya. ¡°Tasya, kamu adh satu-satunya yang dikirimgi dari kantor pusat oleh perusahaan kita. Pasti karena kamu hebat. Aku akan mengikuti jejak keberhasnmu nanti.¡± Bibir Tasya yang berkerut berubah menjadi senyuman. Dia memang percaya diri dengan bakat desainnya, tetapi dia tidak telu berkecimpung dm urusan kantorinnya. ¡°Oke, mari kita mi bekerja!¡± Tasya hanya menganggap sanjungan Maria sebagai sesuatu yang biasa dkukan oleh para pem, dia tidak menyadari jika Maria adh serig berbulu domba. Karena proyek tersebut, Tasya menelpon Frans terlebih dahulu untuk meminta tolong, yang tentu saja membuat Frans sangat gembira ketika dia mendengar bahwa dia akan dititipi cucunya. Oke, aku punya waktu. Kamu pikirkan saja pekerjaanmu. Aku akan mengajak Jodi makan beberapa makanan lezat.¡± eth mengatur urusan putranya, Tasya merasa lebih tenang. Kemudian, dia menerima telepon dari Nando. Dia sudah ada di pintu masuk kantor dan hendak mengajak Tasya dan putranya makan mm mewah mm ini. Tasya juga tidak menk karena dia tidak punya teman di sini. Jadi, senang rasanya memiliki teman seperti Nando. Bad 49 Bad 49 Bab 49 Begitu selesai berbicara, Royngsung berusaha menutup mulutnya. Dia tahu bahwa n tidak ingin mendengar hal ini. Seth mendengar apa yang dikatakan Roy, n mendengus dingin. Nando benar-benar tidak punya kerjaan sepanjang hari, dia hanya fokus dengan usahanya untuk mengejar wanita. Sambil menyipitkan matanya, dia meraih telepon mejanya dan menekan nomer ekstensi Tasya. ¡°Halo, siapa ini?¡± Terdengar suara manis Tasya di ujung telepon. . ¡°Aku peringatkan kamu untuk tidak telu dekat dengan sepupuku. Apa kamu tidak menganggap ini serius ya?¡± n berkata dengan dingin. ¡°Kenapa kamu sibuk dengan urusan orang, n? Kamu memang bos perusahaan, tetapi seth jam kerja, kamu bukan siapa-siapa bagiku,¡± bantah Tasya. Wajah nngsung gp. Wanita ini benar-benar menjengkelkan. ¡°Jika kamu berani mempermainkan hatinya¡­¡± ¡°Kami hanya keluar untuk jn-jn sebagai teman. Dan itu bukan urusanmu!¡± Tasya menutup telepon begitu dia selesai berbicara. Wajah n menjadi lebih suram. Wanita ini benar-benar kasar. Mengapa nenek ingin aku menikahi wanita seperti itu? Begitu waktu png kerja tiba, Tasya bergegas keluar ruangan danngsungri ke bawah. Kendaraan off road Nando diparkir di pintu depan, dan itu sangat menarik perhatian orang. Tidakma kemudian, Tasya masuk ke mobil dan duduk ke kursi penumpang,lu berkata kepada Nando, ¡°Ayo kita jemput Jodi!¡± Nando menatap wanita itu, yang masih mengenakan seragam kerjanya, dan ketertarikannya padanya melintas di matanya. ¡°Kamu adh wanita tercantik yang pernah kulihat dengan seragam.¡± Hati Tasya merasa bahagia. ¡°Aku suka mendengar komentar seperti ini.¡± Ketika mereka menjemput Jodi di sekh, bocah kecil itu sangat senang. Dia duduk di kursi yang disiapkan khusus untuknya di bkang sambil menyanyikangu yang baru saja dia pjari dengan keras. ¡°Ibu dan ayah berangkat kerja¡­ dan aku pergi ke sekh. Aku tidak boleh menangis atau nakal, tetapi jadh anak yang baik dan menyapa guruku, smat pagi¡­¡± Suaranya yang jernih dan nyaring terdengar bahagia saat bernyanyi. Tasya bertepuk tangan mengikuti tempo, menyemangati Jodi untuk bernyanyi lebih keras. Akhirnya, dia menyanyikannya beberapa kali. Bahkan Nando pun ikut bersenandung, dan suasana di dm mobil terasa ceria . Di sebuah restoran mewah, Nando inemesan makanan yang enak dm juh banyak. Saat dia melihat wajah tampan bocah kecil itu, keinginannya untuk menjadi ayah dari bocah itu semakin besar dm hatinya, Meskipun Jodi bukan anaknya sendiri, dia pasti akan mencintainya seperti putra kandungnya. Takma kemudian, tatapannya jatuh pada wanita di seberangnya. Jika wanita itu setuju, Nando akan segera menikahinya dan memberi mereka tempat yang aman dan nyaman sebagai rumah tinggal. Mereka berjn-jn di mal seth makan mm, dan bocah lki itu mendapat beberapa hadiah lagi. Namun, Tasya benar-benar tidak setuju dengan cara Nando menunjukkan kasih sayang pada putranya. Untungnya, putranya bukah tipe anak yang akan kecanduan mendapatkan hadiah. Pukul 9.30 mm, mobil Nando diparkir di depan apartemen Tasya. Dia merasa sedih ketika mendengar apartemen itu disewakan kepadanya oleh perusahaan. Jadi, sepertinya sudah waktunya bagi Nando untuk menunjukkan kemampuannya. Dia memutuskan untuk memberi Tasya sebuah unit apartemen besar di pusat kota besok sehingga mereka bisa hidup di lingkungan yang paling aman. ¡°Sini, cium aku dulu sebelum pergi.¡± Nando memeluk bocah itu, yangngsung mencium pipinya. Kemudian, Nando menatap wanita di sebhnya dan rasanya dia ingin menciumnya juga, tetapi dia tidak punya keberanian untuk bertanya. Dm hal ini, dia tidak berani telu menunjukkan niatnya, yang mungkin mh akan membuat Tasya takut. Tasya mmbaikan tangan sambil menggendong putranya sebelum kembali ke apartemennya. Namun, Nando tidak segera beranjak untuk meninggalkan tempat itu. N?velD(ram)a.?rg owns this content. Begitu tiba di dm apartemen, dia menanyakan hal yang sma ini dia pikirkan. ¡°Ma, apakah Om Nando orang baik?¡± ¡°Ya. Dia orang baik.¡± ¡°Apakah Mama menyukainya?¡± ¡°Ya.¡± Tasya dengan rapi mengemasi mainan di rumah sambil menjawab pertanyaan putranya. ¡°Apa Mama ingin menikah dengannya?¡±anak kecil itu bertanyagi. hanya menganggapnya sebagai teman!¡± Anakkiki itu tidak begitu mengerti perasaan di antara orang dewasa, Tidak bisakah mereka bersama jika mereka saling menyukai? ¡°Ma, sepertinya Om Nando sangat menyukai Mama.¡± Ada rasa tidak berdaya melintas di hati Tasya. Dia juga bisa merasakan bahwa Nando mempunyai perasaan romantis terhadapnya, tetapi dia merasa bahwa dia tidakyak untuk Nando. Nando pantas mendapatkan wanita yang lebih baik. Bad 50 Bad 50 Bab 50 Mm itu, lima tahunlu, Tasya th ternoda seth diperkosa oleh orang brengsek. Sejak itu, dia tidak tertarik pada priagi. Putranya adh segnya dm hidupnya, dan dia tidak membutuhkan pernikahan, cinta, atau pria Dia slu menganggap Nando sebagai teman. Ketika dia sedang dm perjnan untuk bertemu klien, dia bertemu dengan Nando. Saat itu dia mengmi keckaan mobil. Melihat mobil Nando dipenuhi asap, Tasya beri ke arah mobilnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun dan menyeret pria yang terluka itu keluar dari kursi pengemudi Dm waktu kurang dari dua menit, mobilnya meledak di tempat. Pada saat itu, dia basah kuyup oleh keringat dingin karena ketakutan. Seandainya dia meninggal di sana, putranya akan menjadi yatim piatu. Karena Tasya dan Nando hampir menghadapi kematian bersama, hubungan mereka lebih dm daripada persahabatan pada umumnya. Seth menymatkannya, Tasya pergi. Kemudian, Nando berusaha menemukannya dan terus mengejar wanita itu untuk membs budi kepadanya. Lambat laun, mereka berkenn dan berteman satu samain. Ketika Frans png ke rumah pada mm hari, Pingkan bertanya sambil mengambil tas Frans, ¡°Aku akan pergi untuk bertemu dengan beberapa teman lusa mm, Frans. Temani aku untuk ke acara tersebut.¡± ¡°Lusa? Jam berapa?¡± ¡°Kita datang untuk makan mm saja.¡± ¡°Aku tidak bisa.¡± ¡°Apa? Apa kamu harus lembur?¡± ¡°Tidak, aku harus menjaga putra Tasya. Dia harus bekerja lembur mm itu, jadi aku harus menemani Jodi.¡± Frans tidak menganggap Pingkan sebagai orangin, jadi dia terus terang dengannya. Seketika Pingkan cemberut. Dia mendengus dan menjawab, ¡°Kamu hanya memikirkan putri sulungmu saja setiap hari, kan? Jangan lupa bahwa dih yang mengacaukan keluarga kita.¡± ¡°Sulit baginya untuk membesarkan anak sendirian. Sudah seharusnya aku berusaha semampuku untuk membantunya,¡± kata Frans tanpa daya. ¡°Membantu dia? Kamu slu tahu bagaimana harus membantu Tasya, tapi kenapa kamu tidak mau membantu Elsa?¡± Pingkan mendengus, terlihat sangat kesal. Frans juga terjebak di tengah-tengah antara keluarganya dan Tasya, tetapi dia masih sangat ingin membantu Tasya karena dia berng banyak padanya dm lima tahun terakhir ini. Sementara itu, Elsa mendengar percakapan mereka dintai dua, dan merasa bahwa kesempatannya th tiba. Frans segera mandi dan duduk di ruang kerja dintai dua untuk menonton berita. Tidakma kemudia, Elsa datang dengan sepiring buah-buahan. ¡°Aku lihat Ayah belum tidur.¡± ¡°Ya.¡± N?velD(ram)a.?rg owns this content. ¡°Aku dengar Ayah akan menjaga putra Tasya. Sebenarnya, aku ingin mengurus Jodi bersama Ayah. Bagaimanapun juga, Jodi adh keponakanku, dan aku ingin mkukan yang terbaik untuknya juga.¡± Mata Frans meny dengan sukacita, tampaknya putrinya bungsunya cukup peka! Diantas memujinya, ¡°Elsa, Ayah sangat senang kamu mempunyai niat baik. Oke, kamu bisa ikut Ayah lusa mm!¡± Elsa mengangguk. ¡°Baih Ayah, tapi jangan bng Tasya dulu. Aku takut dia tidak akan mengijinkan aku datang jika dia mendengar bahwa aku ingin ikut.¡± ¡°Oke! Aku tidak akan memberitahunya.¡± Frans sama sekali tidak bisa menangkap adanya rencana jahat Elsa. Baginya, hal yang paling membahagiakan adh kedua putrinya bisa bergaul dengan damai. Tanpa terasa, hari Jumat th tiba. Ketika Tasya mengantarkan putranya ke sekh di pagi hari, dia bng bahwa kakeknya akan menjemputnya nanti sore. Bocah lki itu mengangguk. ¡°Jangan khawatir, Ma. Aku akan nurut sama kakek.¡° ¡°Oke, Mama akan cari uang yang banyak untuk kita.¡± Tasya menepuk-nepuk kep kecilnya dan sangat bahagia. Sma dua hari terakhir, Maria sering mondar-mandir ke ruangan Tasya untuk minta saran dan nasihat. Dia juga membelikan kopi dan camn untuk mengambil hati Tasya. Tentu saja, Tasya tidak mau begitu saja menerima kemurahan hati Maria, tetapi dia terpaksa menerimanya karena Maria bersikeras. Pada pukul 14.00, Nando muncul di Jewelia sambil memegang hadiah dan seikat bunga di tangannya. Bahkan, dia benar-benar tampak seperti pacar Tasya. Dia adh pria yang tampan dan ceria, jadi dia menarik perhatian ke mana pun dia pergi. Para staff wanita benar-benar iri pada Tasya. ¡°Wow! Lihat dia mengirim bungagi.¡± ¡°Seksi sekali!¡± ¡°Dia tidak cuma seksi, dia juga terlihat sangat kaya.¡± ¡°Aku rasa dia adh bagian dari keluarga super kaya itu. Jam tangan yang dikenakannya berni milyaran. *Ck¡­ck¡­ck, bagaimana Tasya bisa seberuntung itu?¡± Bad 51 Bad 51 Bab 51 Tasya baru saja selesai menggambar konsep desainnya di ruang kerjanya, dan tangannya terasa agak sedikit nyeri. Tepat, pada saat dia menggosok bahunya, pintu ruangannya terbuka dan Nando tiba-tiba muncul ¡°kenapa kamu kesini, Nando?¡± Tasya sangat senang melihatnya. ¡°Aku punya hadiah untukmu.¡± Begitu selesai bicara, dia menutup pintu ruangan sebelum meletakkan bunga dan kotak hadiah di mejanya. ¡°Lihat! Tebak apa itu?¡± Tasya melihat tulisan besar ¡®Perumahan Cendrawasih No. I¡¯ yang tercetak di kotak. Dia tertegun sesaat, kemudian ingat bahwa itu adh nama perumahan elit di pusat kota. Dia mendorong kotak itu kembali ke arah Nando. ¡°Nando, aku tidak berani menerima hadiah ini. Ini telu mahal.¡± N?velDrama.Org is the owner. ¡°Ini tidak mahal, hanya satu unit berukuran 200 meter persegi lebih. Awalnya aku ingin membeli tipe dupleks dintai atas, tetapi aku pikir itu telu besar dan akan tampak kosong karena hanya kalian berdua yang akan tinggal di sana. Jadi, aku pilih unit yang lebih kecil,¡± kata Nando lemah, karena dia berpikir bahwa dia seharusnya bisa memberinya unit yang lebih baik. Tasya kehngan kata-kata. Memang benar, mereka yang memiliki uang dapat mkukan apa pun yang mereka inginkan! Mereka bahkan dapat memilih unit termahal dari perumahan elit. Untuk pekerja kantoran seperti aku, bahkan mungkin tidak akan sanggup membeli kamar mandi dari unit itu, bahkan dengan satu tahun gaji sekalipun. ¡°Nando, kita berteman. Aku tidak akan menerima hadiah darimu sin persahabatan denganmu.¡± Tasya berbicara dengan serius. ¡°Kamu menymatkan hidupku. Apakah kamu tahu betapa berninya hidupku?¡± Nando segera membs. ¡°Hidupmu tak terni harganya, dan itu tidak dapat diukur dengan uang.¡± Tasya tersenyum dan menggelengkan kepnya. ¡°Menymatkanmu juga merupakan cara mengumpulkan amal baik untuk diriku sendiri.¡± ¡°Tidak. Hidupku adh milikmu, dan barang-barangku adh milikmu juga. Kamu harus menerima rumah ini,¡± kata Nando keras kep. Tasya merasa tidak bisa berkata-katagi. ¡°Kamu th banyak membantuku dan anakku sma bertahun tahun. Jika kamu mengirim hadiah seperti inigi, maka aku tidak akan berani berteman denganmu nanti. Sin itu, ayahku sudah membelikanku unit apartemen, dan aku bisa pindah bn depan.¡± ¡°Itu pasti tidak akan senyaman Perumahan Cendrawasih No. 1, ¡± kata Nando dengan cemas. ¡°Aku benar-benar tidak membutuhkan rumah ini. Lagi p, aku ada rapat sebentargi, jadi skan png! Seth Tasya selesai berbicara, dia mengambil buku catatannya dan pergi keluar. Nando segera memikirkan carain sambil menggigit bibirnya yang tipis. Dia mengambil kotak hadiah dan pergi ke ruangan Presiden Direktur di mana n sedang sibuk dengan beberapa pekerjaan pada waktu itu. Melirik tamu tak diundang itu, dia mnjutkan pekerjaannya kembali. ¡°Tolong aku, nl¡± ¡°Pergh.¡± ¡°Yah, aku membeli rumah di Perumahan Cendrawasih No. I untuk Tasya. Bisakah kamu memberikannya atas nama perusahaan? Misalnya, kamu bng ku itu adh bonus akhir tahun untuknya.¡± Tangan n yang sedang menandatangani dokumen berhenti. Kemudian, dia menjawab dengan singkat, ¡°Tidak.¡± ¡°Kenapa? Aku ingin memberikannya sekarang, tapi dia menk. Aku tidak tahu harus gimanagi!¡± Nando bersandar di meja dan berbicara tanpa daya. ¡°Jika dia tidak menerimanya, itu berarti dia tidak tertarik padamu.¡± n mengejek. Dia juga pernah menawarkan rumah di properti ini dan ditk oleh Tasya. ¡°Bukan itu! Tasya sangat menyukaiku, aku sangat percaya diri dm hal ini,¡± kata Nando pada dirinya sendiri. n mengerutkan kening dan berkata mengejek, ¡°Jangan telu percaya diri.¡± ¡°Jangan meremehkanku, n! Aku pasti akan menikahi Tasya. Entah itu tiga tahun, lima tahun, atau sepuluh tahungi, aku akan menunggunya sma dia tidak menikah dengan priain.¡± Nando tampak seperti dia bertekad untuk menjadikan wanita itu istrinya. ¡°Ku begitu, tahukah kamu, siapa ayah dari anaknya?¡± n bertanya dengan dingin tiba-tiba. Bad 52 Bad 52 Bab 52 Wajah tampan Nando tampak terkejut, karena ini adh satu-satunya hal yang Tasya tidak pernah ceritakan padanya. Beberapa kali Nando th mencoba mengisyaratkan, tetapi Tasya tetap tidak ingin memberi tahukannya. ¡°Kamu tahu siapa dia?¡± Tanya Nando. Dia agak penasaran kenapa n juga tertarik dengan gosip karyawan semacam ini. *Terakhir saudara perempuannya datang ke kantor dengan membawa mash, dia mengatakan bahwa, lima tahun yanglu, Tasya adh simpanan seorang pria. Dia bahkan menjual tubuhnya di klub untuk mendapatkan uang.¡± Nando tiba-tiba memblakkan matanya yang cerah saat dia mendengarkan informasi yang baru diterimanya dengan tidak percaya. Diangsung membs, ¡°Tidak mungkin! Tasya bukah orang seperti itu, dan dia tidak akan pernah mkukan hal seperti itu.¡± ¡°Sebanyak apa yang kamu ketahui tentang dia?¡± n menatap sepupunya, berharap dia tidak akan peduli dengan Tasyagi. N?velD(ram)a.?rg owns this content. Nando tidak ingin memikirkannyagi. Dia berkata dengan tegas, ¡°Aku tidak peduli seperti apa masa lalunya. Aku hanya ingin menghabiskan masa depanku bersamanya, dan aku tidak ingin tahu siapa ayah anaknya. Bagaimanapun juga, aku bersedia menemani dan membesarkan anaknya bersama- sama dan mempekukannya seperti anakku sendiri.¡± n benar-benar meremehkan tekad sepupunya untuk mengejar wanita ini. Dia menggertakkan giginya dan mendengus, ¡°Apa bagusnya dia?¡± Nando mengerutkan bibirnya dan tersenyum. ¡°Tasya memiliki kecantikan yang unik. Terkadang, dia sepanas api, terkadang seanggun mawar. Tidak peduli dari sisi mana dia dilihat, saya sangat terpesona oleh wanita ini.¡± Dm hati n, dia hanya memiliki tiga kata sifat untuk Tasya: keteluan, biadab, dan kasar. ¡°n, maukah kamu bantu aku?¡± Nando dengan semangat duduk di meja n sambil menatap dan memohon. ¡°Tidak,¡± jawab n dengan dingin. ¡°Kamu benar-benar sadis. Apakah kamu masih menganggapku sebagai keluarga?¡± Nando cemberut. n tetap tidak mau peduli, dan Nando akhirnya pergi dengan rasa kesal. Nando tetap akan terus membujuk Tasya sampai dia mau menerima hadiah itu, maka dia kembaligi ke ruangan Tasya. Takma kemudian, Tasya kembali ke ruangannya dan melihat Nando masih ada di sana, dia hanya bisa mengatakan, ¡°Nando, aku benar-benar tidak bisa menerima hadiahmu. Pnh!¡± ¡°Aku tidak akan pergi jika kamu tidak menerimanya,¡± jawab Nando keras kep. Tasya kemudian tertawa dan berkata, ¡°Kamu tahu itu tidak akan berhasil.¡± Nandongsung menggelengkan kepnya dan menjawab dengan sedih, ¡°Tasya, tidak bisakah kamu menjadi sedikit lebih materialistis? Dengan begitu, aku bisa membelimu dengan uang.¡± Tasya tertawa terbahak-bahak. ¡°Aku sangat tertarik pada uang, tetapi aku hanya menyukai uang yang kuhasilkan.¡± Saat itu, ponsel Nando berdering. Dia mengambilnya dan melihat sebelum berbicara dengan serius, ¡°Halo, Ayah.¡± ¡°Datanh ke kantor, Nando. Ayah punya sesuatu untukmu.¡± ¡°Baih, aku datang sekarang.¡± Masa cuti Nando akan segera berakhir, dan mi besok dan seterusnya, dia harus kembali bekerja di kantor dan mematuhi perintah ayahmya. ¡°Aku akan kembali untuk menemui ayahku dulu. Hubungi aku jika kamu membutuhkan sesuatu. Aku akan slu ada buatmu kapan pun kamu membutuhkanku.¡± Nando menatap Tasya dengan penuh kasih sayang. Tasya sengaja berpura-pura tidak melihatnya dan hanya berkata kepadanya, ¡°Pergh! Jangan membuat ayahmu menunggu.¡± Seth Nando pergi, Tasya mengh nafas. Pada saat itu, Maria menelepon dan berkata, ¡°Tasya, sebentargi kita png.¡± ¡°Oke,¡± jawab Tasya. Seth itu, Maria bersembunyi di koridor kosong dan menelepon Helen, yang memintanya untuk mkukan sesuatu. Dia meminta Maria untuk membuat Tasya meninggalkan ponselnya di kantor bagaimanapun caranya, dan jangan sampai Tasya membawanya. §ã§Ñ§ä Maria mengiyakan, meskipun dia tidak tahu mengapa Helen memintanya untuk mkukan ini, dia hanya mematuhi perintahnya. Lalu, Maria tiba di ruangan Ta?ya dan melihat bahwa dia sedang menyoitir beberapa dokumen dan tasnya ada di sofa. Saat itu, Maria, dengan sengaja duduk di sebh tas Tasya, dia kemudian berkata kepada wanita yang sedang mengatur dokumen, ¡°Apa kamu sudah menyelesaikan desainmu yang harus diserahkan pada akhir bn? Aku masih ada beberapagi yang harus aku kerjakanl Stress rasanya!¡± Sambil mengeluh, dia sengaja mengawasi gerakan Tasya. Ketika pandangan Tasya terhng, dia mengulurkan tangannya dan meraih ponsel wanita itu yang ada di dm tasnya dan membenamkannya ke sofa. Bad 53 Bad 53 Bab 53 Tasya sama sekali tidak menyadari apa yang th dkukan Maria. Seth dia meletakkan dokumen dokumen itu di kab, dia melirik jam dan berkata kepada wanita itu, ¡°Oke, kita harus pergi. Ada tiga toko yang akan diperiksa mm ini, jadi kita harus buru-buru.¡± ¡°Oke, ayo kita pergi!¡± Maria segera berinisiatif memegang tas Tasya. ¡°Aku bawakan tas kamu.¡± Begitu Tasya keluar, Maria masih memegang tas Tasya. ¡°Aku bawa sendiri saja!¡± Maria segera mengembalikannya,lu keduanya turun. Karena mereka berdua tidak punya mobil, maka mereka berencana pergi naik taksi. Sayangnya, saat itu adh waktunya sif taksi, jadi tidak ada taksi yang mau berhenti. Tasya menjadi putus asa. Tiba-tiba Rolls-Royce Phantom mju di depan mereka. Pehanhan jendnya diturunkan dan akhirnya terbuka, memperlihatkan seorang pria tampan berjas hitam yang duduk dengan elegan di kursi pengemudi. Dia adh seorang yang berkuasa, misterius, dan sangat menawan. Maria tercengang melihat pemandangan itu. Apakah ini mobil Pak n? ¡°Masuk! Aku akan antar kalian berdua ke sana,¡± kata n dengan sikap baik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tasya menjawab dengan sopan, ¡°Tidak perlu, terima kasih.¡± Namun, n tidak mau pergi. Matanya terpaku menatap Tasya yang keras kep. Kemudian dia mengngi perintahnya untuk kedua kalinya, ¡°Masuk!¡± Maria tidak sabar untuk duduk di mobil n. Jika dia bisa memanfaatkan keberuntungan Tasya dan ikut menumpang kali ini, dia akan menjadi gadis paling beruntung di muka bumi. ¡°Tasya, kita tidak akan dapat taksi sekarang. Kita akan tembat, jadi kita ikut mobil Pak n saja!¡± Lalu Maria membuka pintu mobil dan menarik Tasya untuk masuk ke dm mobil, Sebenarnya Tasya tidak senang, tetapi karena n bersikeras mengantarkan mereka ke tujuan dan Maria sudah membuka pintu mobil, dia berkata kepada Maria, ¡°Kamu duduk di depan.¡± Seth itu, dia membuka pintu bkang dan duduk di kursi bkang. Seth mendengar itu, Maria menjadi g saking gembiranya. Dia cukup beruntung duduk di kursi depan bersama n. Seth dia duduk, dia bahkan tidak berani bernapas. Seluruh tubuhnya tegang, dan dia sangat gugup sepanjang jn. Sementara Tasya, dia duduk di kursi bkang. Begitu dia mengangkat kepnya, matanya bertemu dengan mata pria itu dari kaca spion. Dengan cepat, dia melemparkan tatapannya ke luar jend, dan mobil pehan mju pergi, menuju jn komersial yang mereka tuju ¡°Bagaimana Anda tahu bahwa kita akan pergi ke sana. Pak n?¡± Maria bertanya dengan heran. ¡°Saya sudah baca informasinya,¡± jawab n. Setengah jam kemudian, mobil n diparkir di depan pusat perbnjaan. Maria keluar dari mobil dengan berat hati, sementara Tasya berkata dengan cepat kepada pria di kursi pengemudi, ¡°Terima kasih.¡±C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. Seth itu, n melihat mereka berjn menuju toko Jewelia. Dia memarkir mobilnya di lokasi terdekat, tetapi dia tidak segera pergi. Sebaliknya, dia keluar dari mobil dan ikut berjn menuju toko. Di dm toko, Tasya memperkenalkan dirinya kepada Manajer Toko, yang segera mempershkan mereka masuk ke ruang tamu. Pada saat ini, seorang pria mngkah ke pintu masuk. Dia mengenakan setn jas dengan potongan lurus dan rapi, yang dirancang sedemikian rupa sehingga menampakkan kesan paling hebat, misterius dan temperamen. Di bawah cahayampu, terpancar aura penguasa di dirinya. ¡°Pak n ¡­¡± Manajer Toko terkejut ketika dia melihat bahwa bos besar tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan. Itu membuatnya lengah dan panik. Apakah ada yang sh dengan toko ini? ¡°Di mana Tasya Merian dan yanginnya?¡± ¡°Oh! Ibu Tasya ada di ruang tamu, dan saya sudah memberikan informasi pnggan kepada beliau.¡± Seth itu, Manajer bergegas mengantar n ke ruang tamu. Tasya sedang melihat informasi pnggan yang terbaru dan catatan penjun barang-barang paling populer di toko ketika pintu tiba-tiba terbuka dan sosok ramping dan tampan itu masuk. Maria terblak ketika melihat pemandangan di depannya. Mengapa Pak n ada di sini? Sementara itu, Tasya hanya terkejut dan merasa sebal. Pria ini terus menerus mengikutiku kemana pun aku pergi! *Lanjutkan saja pekerjaanmu,¡± kata n dengan suara rendah saat dia duduk di samping mereka Bad 54 Bad 54 Bab 54 Tasya terdiam. Apa pria ini sedang mengawasi pekerjaanku? Lupakan, aku lebih baik menyelesaikan pekerjaan ini! Bagaimanapun, aku harus mendapatkan bonus akhir tahun ini! Pada saat itu, Frans sudah membawa Elsa untuk menjemput Jodi dan mereka tengah makan mm di sebua restoran sekarang. Elsa menatap Jodi di bawah sinarmpu restoran dan rasa iri muncul di hatinya. Dengan pria mana sebenarnya Tasya memiliki anak ini? Saat dia tumbuh dewasa, dia pasti akan menjadi sangat tampan. Jika bocah kecil ini menikahi gadis kaya nantinya, Tasya pasti tidak akan kekurangan uang. ¡°Ayah, ayo bawa Jodi ke taman bermain terdekat seth kita makan mm! Di sana pasti menyenangkan,¡± saran Elsa. Karena Frans adh seorang pria tua, dia tidak tahu bagaimana cara para remaja bersenang-senang. Namun, dia juga ingin membawa bocah kecil itu ke taman bermain. ¡°Oke, kita akan membawanya ke sana nanti.¡± Ucapnya sambil mengangguk. ¡°Makan yang banyak, Jodi.¡± Frans menatap cucunya itu dengan tatapan senang. Melihat itu, Elsa diam-diam merasa benci. Sudah pasti, senjata terbaik Tasya untuk meluluhkan hati ayahnya adh bocah iblis kecil ini. Frans slu menginginkan seorang anakkiki, tapi Pingkan sudah tidak bisa hamilgi. Sekarang karena Tasya sudah mhirkan seorang putra, Frans diliputi dengan perasaan bahagia. Jadi, Elsa yakin ku Tasya sengaja mhirkan seorang anakkiki agar dia bisa kembali untuk merebut seluruh harta keluarganya! Semakin dia menatap bocah_ity, semakin dirinya merasa merasa jijik. Dia berharap semoga bocah itu segera diculik oleh orang jahat, sehingga dia tidak perlu munculgi di rumahnya smanya. Seth mereka selesai makan, mereka naik mobil dan mencari tempat parkir di dekat taman bermain. Karena tempat parkir yang tersedia sangat jauh, Frans khawatir mereka harus berjn kaki jauh, jadi dia meminta mereka untuk turun dari mobil di depan pintu masuk taman bermain dulu. Hal ini tentu saja memuluskan rencana jahat Elsa, jadi dia segera berkata kepada bocah itu, ¡°Ayo, Jodi. Kita akan turun di sini dulu. Kakekmu harus memarkirkan mobilnya di tempat yang jauh!¡± ¡°Jadh anak baik dan pergh bersama bibimu dulu, Jodi,¡± ucap Frans lembut pada bocah itu. Jodi mengangguk patuh sebelum mengikuti Elsa keluar dari mobil. Seth Elsa melihat mobil ayahnya pergi, dia tersenyum mengejek di dm hati, dan tatapan jahat muncul di matanya. Dia menatap dingin ke arah bocah yang berdiri di sampingnya, merasakan kebencian yang sama pada bocah itu seperti kebenciannya pada Tasya. ¡°Ada jajanan enak di sanal Ayo kita beli dulul¡± Elsa tidak membawanya masuk ke dm taman bermain karena di sana akan ada para staf yang akan menjaga keamanannya. Sebaliknya, dia ingin membawanya ke arah jnan padat di mana tidak akan ada orang yang memedulikannya. Bocah kecil itu tidak punya pilihanin sin mengikutinya. Saat Elsa melihat keramaian yang padat di sana, dia berkata pada Jodi, ¡°Tunggu aku di sini dan jangan keinana-manal Aku akan membeli beberapa buah.¡± ¡°Oke.¡± Bocah kecil itu mengangguk. ¡°Apa kamu memakai jam pintar?¡± ¡°Tidak.¡± Bocah itu menggelengkan kepnya. Seketika, Elsa diam-diam merasa senang. Jika bocah seperti hng, akan sangat sulit untuk menemukannya. Apgi, banyak sekali orang di sini-bahkan mungkin ada pku perdagangan anak yang tengah bersembunyi di sekitar sana. Oleh karena itu, Elsa meninggalkan bocah itu dan pergi begitu saja. 10 menit kemudian, Elsangsung kembali pintu masuk taman bermain untuk menunggu ayahnya. Jodi menunggu di tempat yang sama dm waktu yangma, tapi dia belum melihat Elsa kembali. Segera seth dia mendongak, dia melihat banyak kerumunan orang di sekitarnya. Dia masih seorang anak kecil, dan tidak bisa bng dimana dirinya sama sekali. Saat dia mengedipkan sepasang mata besarnya, perasaannya berubah tidak enak seh dia tersesat. Kenyataannya, dia tidak tahu harus kemana untuk menemukan kakeknya. Namun, dia tidak panik ataupun menangis. Dia mh berjn masuk ke dm sebuah toko dan bertanya pada pramuniaga di dm sana. ¡°Permisi. Aku tersesat dan tidak bisa menemukan keluargaku. Apa aku boleh meminjam ponselmu untuk menghubungi ibuku?¡± ¡°Apa kamu tersesat, bocah kecil? Oke, shkan.¡± Pramuniaga itu segera memberikan ponselnya. N?velD(ram)a.?rg owns this content. Jodi menghubungi nomer ibunya dan di seberang mi berdering, namun tidak ada jawaban. Dia langsung mengnginya sebanyak dua kali, tapi tetap tidak ada mengangkatnya. Sin nomer ibunya, dia tidak mempunyai nomer orangin. ¡°Apakah ibumu mengangkat teleponmu, bocah kecil?¡± Jodi menggelengkan kepnya, sehingga pramuniaga itu kemudian berkata padanya, ¡°Yah, kamu bisa menunggu sebentar sebelum meneleponnyagi. Jangan khawatir, aku orang baik. Aku akan menjagamu.¡± Bocah itu segera mengangguk dan memutuskan untuk menelepongi nanti saja. Sedangkan Frans, dia bergegas menuju pintu masuk taman bermain seth dia memarkirkan mobilnya, namun segera seth dia sampai, dia melihat putrinya. Elsa, mendatanginya sambil bercucuran air mata. Dia berkata kepadanya dengan sedih, ¡°Ayah, sesuatu yang buruk terjadi¨CAku kehngan Jodil Aku mengajaknya membeli es krim, tapi dia mhri dan aku tidak bisa menemukannya¡­¡± Bad 55 Bad 55 Bab 55 N?velDrama.Org is the owner. ¡°Apa?¡± Ucap Frans terkejut. Dia menolehkan kepnya dan melihat ke sekitar. Orang-orang belu- lng di sekitarnya, tapi cucunya tidak ada di manapun. ¡°Jodi! Di mana kamu kehngan Jodi!¡± Teriak Frans marah. Hanya dm beberapa menit, Elsa sudah kehngan cucunya! Apgi, anak itu masih berusia tiga tahun! ¡°Maafkan aku, Ayah! Dia telu nakal, dan dia beri karena ingin main. Aku tidak bisa terus mengawasinya!¡± Elsa mi menangis dan menyhkan semuanya pada Jodi. Frans segera menghubungi polisi sebelum menghubungi Tasya, tapi meski dia terus mengnginya, Tasya tidak menjawab panggnnya. Dia kemudian berteriak pada Elsa dengan cemas. ¡°Cepat temukan dia! Beraninya kamu mh berdiri diam di sini dan hanya menangis?¡± Elsa sejenak terkejut; dia tidak pernah melihat ayahnya marah seperti ini dan itu sangat menakutkan. Dia ingin kembali ke tempat di mana dia meninggalkan Jodi untuk mengetahui apakah bocah itu masih ada di sana, tapi dia tidak mau memberitahu ayahnya. Jadi, dia berpura-pura mencari bocah itu secara terpisah. Saat dia kembali ke tempat tadi dan mengetahui ku Jodi sudah tidak di sana, dia merasa lega. Tasya, anakmu akhirnya hng. Kamu tidak akan pernah menemukan anak itugi seumur hidupmu. Anak itu tidak bisagi menjadi senjatamu untuk merebut harta keluargaku. Saat Elsa memikirkan hal itu, hatinya berdebar-debar senang Sementara itu, Frans segera menghubungiyanan pnggan milik Jewelia. Seth dia menjskan kondisinya, staf pyanan kemudian segera menghubungi Felly. Saat Felly mendengar berita itu, dia langsung ingat ku Maria dan Tasya sedang bersama, jadi dia segera menghubungi Maria. Tasya sedang memeriksa informasi dan membuatporan detail mengenai hal itu. Maria tengah duduk di sebhnya saat dia mendengar ponselnya berdering. Jadi dia mengangkatnya dan melihat ku itu dari Felly. Jadi, dia segera mengangkat telepon itu dan berkata, ¡°Halo, Felly.¡± a ¡°Apa Tasya sedang bersamamu?¡± ¡°Iya, dia berada di sampingku.¡± ¡°Berikan ponsel ini kepadanya.¡± Maria menyerahkan ponsel itu pada Tasya. ¡°Felly mencarimu. Tasyangsung meraih ponsel itu. ¡°Halo, Felly.¡± ¡°Tasya, aku baru saja menerimaporan dari mejayanan. Ayahmu menelepon dan bng ku anakmu hng dan memintamu untuk segera menghubunginya. Dokumen-dokumen di tangan Tasyangsung terlepas dan jatuh begitu saja kentai saat dia mendengar berita itu. Wajahnya memucat saat dia berkata dengan gemetar, ¡°Apa? Anakku hng?¡± Pria yang tengah membaca berita di ponselnya di sebh merekangsung mengangkat wajah tampannya, dan matanya terlihat nanar saat melihat wajah khawatir Tasya, Lalu, Tasya meraih ponsel Maria dan berkata, ¡°Aku pinjam ponselmu, Maria.¡± Seth berkata demikian, dia menghubungi nomer ayahnya dengan tangan gemetar. ¡°Hei!¡± Suara bingung Frans menyapanya dari seberang. ¡°Apa ini Tasya?¡± ¡°Ayah, dimana Jodi hng? Ayah ada dimana?¡± Tasya sangat khawatir sampai berkeringat dingin. ¡°Dekat taman bermain. Elsa dan aku berencana membawanya kemari, tapi dia tiba-tiba hng. Tasya.. Aku minta maaf¡­ Aku..¡± Frans merasa sangat cemas pada akhirnya sampai dia tersedu dan hampir menangis. Kehngan seorang anak adh mash serius! Saat Tasya tahu ku Elsa juga ada di sana, dia dengan cepat mengerti ku bukan ayahnya yang kehngan putranya, tapi Elsah yang menyebabkan mash sampai putranya itu hng. Ima ¡°Tasya, apa Jodi mengingatkan nomermu? Kenapa kamu tidak mengangkat teleponmu?¡± Tasya segera membuka tasnya, tapi ponselnya tidak ada di sana. Dia sangat kebingungan. Kemana ponselku? Kemana benda itu pergi? Dia js-js ingat ponselnya ada di dm tas, dan putranya memang ingat nomer ponselnya juga. Oleh karena itu, dia percaya ku putranya itu cukup pintar untuk meminta tolong orangin untuk menghubunginya. ¡°Ayah, aku akan kembali ke kantor dan mencari ponselku. Jangan khawatir! Jodi pasti baik-baik saja. Jika Ayah menemukannya, hubungi saja nomer ini. Aku akan pergi ke kantor dulu.¡± Seth Tasya selesai bicara, dia memohon pada n yang tengah duduk di sofa dan berkata, ¡°Pak n, apa Anda mau mengantar saya ke kantor? Saya sedang terburu-buru.¡± ¡°Ayo!¡± Tentu saja, n tahu ku dia sedang terburu-buru. Sedangkan Maria, dia masih duduk di sofa dan diam-diam mengusap peluh di dahinya. Jadi, inikah san kenapa Hayley memintaku untuk menghngkan ponsel Tasya? Apakah Tasya benar-benar sudah kehngan putranya? Bad 56 Bad 56 Bab 56 Meski Tasya mencoba untuk tetap tenang dan berpikir jernih, dia tidak merasa optimis. Dia duduk di kursi penumpang di mobil n dan mereka segera pergi menuju kantor. Tasya merasa sangat cemas sampai matanya berkaca-kaca. Dia memegang ponsel Maria erat-erat, berharap ayahnya akan segera memberinya berita baik. ¡°Putramu kelihatannya sangat pintar, jadi dia pasti baik-baik saja.¡± Sambil menenangkannya, n mi menyalip mobil-mobil di depannya dengan cekatan, dan mobil hitam itu mju cepat menuju Gedung Jewelia. Saat mobil sampai di depan gedung, Tasyangsung membuka pintu mobil dan keluar dengan tergesa-gesa, namun karena dia terburu-buru, dia akhirnya jatuh. Saat kaki kanannya mengenai ujung tajam tepian jn, rasanya nyeri luar biasa sampai dia tidak bisa berdiri untuk sejenak. Saat itu, sebuah lengan kuat melingkari pinggangnya dan mi mengangkat tubuhnya. n ingin memeriksa lukanya, tapi dia menurunkan tubuhnya secara paksa dan mencoba untuk terus berjn. Lalu, Tasya mengetuk pintu kantor dengan perasaan cemas. Penjaga keamanan yang sedang bertugas mengenalinya dan segera membuka pintu untuknya, namun dia menjadi lebih terkejutgi saat melihat n tepat berada di bkang wanita itu. Seth itu, Tasyangsung berjn menuju lift. Saat dia menekan tombol lift, tubuhnya menjadi gemetaran sementara darah keluar dari lututnya. n menatap wanita dengan dingin. Saat pintu lift th terbuka, Tasya bergegas masuk, dan dia juga ikut masuk dengan sepasang kaki panjangnya. ¡°Jodi akan baik-baik saja. Jodi akan baik-baik saja. Meskipun dia masih kecil, dia sangat pintar¡­ Tidak, putraku tidak akan terkena nash apapun.¡± Tasya hampir hng akal dan tubuhnya hampir limbung: dia terus berbicara pada dirinya sendiri seh sedang menenangkan diri. Dm tatapan mata n, ada tanda-tanda kekhawatiran yang tidak disadari oleh dirinya sendiri. Segera, lift berhenti dintai departemen desain. Tasyalu segera bergegas keluar danngsung menuju ruangannya. Dia menghubungi ponselnya dengan ponsel Maria dan mendengar deringan ponselnya dari sudut sofa. Seth mencarinya di sofa, Tasya menatap ponselnya dengan tangan bergetar. Saat dia membukanya, dia menyadari ada 16 panggn tidak terjawab. Terkecuali kontak ayahnya, ada sebuah nomer tak dikenal yang sudah menghubunginya berkali-kali. Dia menahan nafasnya segera menghubungi balik nomer itu. Segera sethnya, seseorang di seberang sana mengangkatnya. ¡°Halo?¡± ¡°Halo, apa ada anak kecil yang menghubungi nomer ini lewat ponselmu?¡± ¡°Iya, apa kamu ibunya?¡± ¡°Iya, aku ibunya. Apa anakku ada bersamamu?¡± ¡°Iya, aku menyuruhnya menunggu di tokoku. Jangan khawatir, dia baik-baik saja dan aku akan menjaganya.¡± Suara wanita di seberang sana terdengar masih sangat muda namun juga baik. Beban berat yang ditimpakan di dada Tasya akhirnya lerangkat, dan pada saat itu, suara lembut putranya menyapa telinganya. ¡°Aku baik-baik saja, Mama. Jangan khawatir.¡± ¡°Jodi¡­ Anakku.¡± Emosi Tasyangsung tumpah saat itu juga, dan air mata mengaliri pipinya. ¡°Anakku! Terima kasih Tuhan! Aku akan menjemputmu sekarang juga!¡± ¡°Jangan menangis, Mama. Aku baik-baik saja.¡± Bocah lki itu menenangkannya dari seberang telepon. Gadis asing itu kembali menjawab panggn itu dan berkata, ¡°Bu, aku akan mengirim mat toko kami. Tolong segera kesini!¡± ¡°Oke, terima kasih! Aku akan segera ke sana.¡± Tasya memutuskan panggn itu. Tiba-tiba, dia merasa pusing. Sekarang, karena tubuh tegangnya pehan melemas, darahngsung terpacu menuju kepnya dan itu membuatnya pusing. Dia otomatis mencari pegangan pada sesuatu yang ada di dekatnya. Yang diraihnya adh lengan seorang pria, dan dia memeluknya erat agar tubuhnya tidak jatuh. Snjutnya, sebuah lengan yangin melingkari pinggangnya, dan seluruh tubuhnya ditarik mendekati sebuah dada bidang. Namun, dia tidak mwan karena dia perlu berpegangan pada pria itu dan menunggu rasa pusingnya berangsur hng. Belongs ? to N?velDrama.Org. Saat dia menundukkan kepnya, n menatap wanita yang tengah bernafas terengah-engah dm dekapannya. Wajahnya begitu pucat ditambah dengan wajah lemah yang jarang tampil di sana. Itu sangat berbeda dengan wajah biasanya, dan saat itu, dia terlihat sangat memerlukan perlindungan dari orangin. Bad 57 Bad 57 Bab 57 ¡°Merasa lebih baik?¡± Tanya n dengan nada suara rendah. Rasa pusing yang membuat kaki Tasya lemas pehan mi menghng, namun saat ith dia sadar ku nh yang sudah memeluknya dengan kedua lengannya. Dia segera mngkah mundur untuk menciptakan jarak di antara mereka, namun mh tidak sengaja menabrak meja di bkangnya. ¡°Ow!¡± Jeritnya. Seth itu, dia kembali ditarik ke dm pelukan n, meskipun dia tadi sudah terlepas dari sana. Saat wajahnya menabrak otot-otot di dada pria, dia bisa mendengar suara benturan keras yang diikuti oleh rasa nyeri di tng pipinya. Bagaimanapun, saat dia masih belum menyesuaikan diri dengan rasa nyeri itu, dia merasakan sebuah tangan besar menggenggam tangannya. Dirinya masih linglung saat ditarik menuju sebuah mobil yang terparkir di tepi jn. Saat pintu di kursi penumpang terbuka, n dengan lembut mendorongnya masuk. Segera seth dia duduk, dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomer ayahnya, yang ternyata tengah menangis panik di seberang sana. ¡°Tasya, Jodi masih belum ditemukan.¡± ¡°Jangan khawatir, Ayah. Jodi baik-baik saja. Dia aman, dan aku sekarang akan menjemputnya.¡± ¡°Apa? Dimana Jodi? Dimana dia sekarang?¡± ¡°Seorang pemilik toko yang baik sedang menjaganya sekarang dan aku akan menjemputnya ke sana.¡± ¡°Berikan aku matnya dan aku juga akan ke sana.¡± Elsa pasti sedang bersama ayah sore ini, dan karena Elsa adh orang yang berbahaya, aku tidak mungkin membiarkannya mendekati Jodi. Seth memikirkan itu, Tasya dengan cepat menjawab, ¡°Ayah, aku yakin Ayah pasti lh, jadi Ayah harus istirahat. Aku akan pergi dan menjemput Jodi sendiri.¡± ¡°Tidak, aku ingin memastikan Jodi baik-baik saja,¡± kekeuh Frans; dia merasa sangat panik sampai isi perutnya rasanya ingin keluar. ¡°Aku tahu, tapi aku akanngsung menemuimu begitu aku selesai menjemput Jodi,¡± ucap Tasya mencoba menenangkan. Dia ingin tahu bagaimana Jodi bisa hng sejak tadi mm karena dia mencurigai Elsa terlibat dm hal itu. Dia memutus panggn itu dan di sanipingnya, n sudah mengemudikan mobilnya menuju mat toko tadi. Saat mobil itu mju di jnan, Tasya terus memejamkan matanya dan mencoba menenangkan diri. Hanya Tuhan yang tahu betapa khawatir dirinya tadi; dia bampir kehngan akalnya. Ini pertama kalinya seth khiran Jodi dirinya merasa sangat ketakutan. Akhirnya, mereka sampai di sebuah butik. ¡®Tasya melihat putranya tengah duduk di atas sofa seth dia masuk lewat pintu air matanya menangis lega. ¡°Jodil¡± ¡°Mama, Mama, Mama datangi¡± Bocah kecil itungsung beri ke arahnya dan memeluknya. Dia juga menunduk dan menariknya ke dm pelukannya, air mata diam-diam mengalir di pipinya. Sementara itu, pemilik toko yang sedari tadi menjaga Jodi menyadari keberadaan pria di bkang Tasya, seth dia menyuarakan kekagetannya dm hatt, Wow, menakjubkan sekalil Ini pasti ayah dari anak itu. Mereka sangat mirip satu samain! Dengan wajah tampan beserta balutan jas mahal, n terlihat sangat bersinar saat dia berdiri tegap dan tepat di bawah cahayampu. Auranya menampilkan keteduhan sekaligus kemewahan. Meskipun dia tidak mengatakan apapun, dia kelihatannya lega karena matanya terus tertuju pada sepasang ibu dan anak itu. Tasya menegakkan tubuhnya dan melepaskan kalung yang dipakainya, yang mana merupakan satu- satunya barang berharga yang dimilikinya saat itu. Dia meraih tangan gadis pemilik toko itu dan mengucapkan terima kasih. ¡°Saya tidak membawa tas, tapi ambih kalung ini sebagai hadiah atas kebaikan Anda; Harga kalung ini kira-kira empat puluh juta rupiah.¡± ¡°Oh, tidak, tidak perlu. Semua orang pasti akan mkukan hal yang sama. Anak itu sangat berharga. Tolong jaga diain kali,¡± ucap pemilik toko itu lembut seraya mendorong tangan Tasya menjauh karena dia menk menerima hadiah itu. ¡°Terima kasih banyak. Anda adh penymat hidup putra saya. Apa kami setidaknya boleh meminta nomer Anda?¡± Tasya menatap ke arah pemilik toko itu, rasa syukur terlihat di matanya. N?velDrama.Org is the owner. Gadis itu menjadi agak ggapan dan kemudian mendesaknya, ¡°Tidak usah telu formal denganku. Bawa anakmu png dan istirahah.¡± Melihat gadis itu tetap menk pemberiannya, Tasya tidak punya pilihanin sin mengucapkan terima kasih kepadanya. Bocah kecil di sampingnya tampak menatap n pada saat itu dan bertanya, ¡°Tuan Tampan, apa Anda yang mengantar ibuku ke sini?¡± ¡°Itu benar, nak. Apa kamu tahu betapa cemas ibumu? Kamu sudah membuatnya sangat ketakutan,¡± Ucap n sembari berjongkok dan menarik bocah kecil itu ke dm pelukannya. ¡°Aku minta maaf, Mama. Ini semua shku; aku harusnya tidak beri sendirian seperti itu.¡± Jodi meminta maaf dengan perasaan bersh, menyadari situasi dan kondisi saat itu. Seth berterimakasih pada pemilik toko itu, Tasya berbalik menghadap ke arah Jodi dan bertanya padanya, ¡°Jodi, apa kamu bisa menjskan bagaimana dirimu bisa tersesat?¡± ¡°Kakek sedang memarkirkan mobil saat Bibi Elsa memberitahuku ku dia ingin membelikanku jajanan yang enak, tapi dia pergi dan tidak pernah kembaligi. Aku ingin pergi mencarinya, tapi aku mh tersesat,¡± jawab bocah itu k-kan. Emosi mi membara dm diri Tasya saat mendengar hal icu. Sambil menggertakkan gigi, dia memba Kamu mencoba membuang putraku dengan sengaja, iya kan, Elsa? Bad 58 Bad 58 Bab 58 Untuk bocah sekecil dirinya yang ditinggalkan di tengah keramaian, Jodi bisa saja diculik oleh orang jahat yang bekerja dm sebuah sindikat dan tidak akan ada orang yang menyadarinya. Taman bermain tidah telu jauh dari sini. n mengendarai mobilnya ke sana dan keluar dari tempat parkiran. Saat ini, tidak banyak orang di taman bermain dan hanya Frans yang sedang berdiri di sana, sedang menunggu dengan ditemani oleh Pingkan dan Elsa. Saat Elsa tahu ku Jodi sudah ditemukan, sikapnya seh-h mengk jika dirinya terlibat dm insiden hngnya Jodi. Mobil misterius itu berku di bawah sinarmpu saat mesinnya tiba-tiba berhenti. Lalu, pintu mobil itu tiba tiba terbuka dan menampilkan Tasya yang keluar sambil menggendong Jodi. Fransngsung bergegas ke arah mereka danngsung mendekap Jodi di dadanya, air matanyangsung mengalir karena dia merasa sangat bersh. ¡°Oh, Cucuku tersayang. Kamu membuatku takut!¡± Namun, di tengah acara berbahagia itu, tatapan membunuh Tasya terus tertuju pada Elsa. Emosi yang sudah meledak di dm dirinya memaksa untuk dikeluarkan; jika tidak, dirinya rasanya akan terbakar saja. Melihat raut wajah berbahaya Tasya, Elsa dengan waspada memundurkanngkahnya dan bertanya, ¡°Kenapa kamu melihatku seperti itu, Tasya?¡± Saat ith dia melihat betapa khawatir dan mengknya Elsa sampai kemarahan di dm diri Tasya semakin meningkat. Dia mengangkat tangannya dan mengayunkannya dengan keras ke wajah Elsa, bunyi tamparan itu beradu dengan angin sepoi-sepoi sore itu. ¡°Ow!¡± Jerit Elsa, matanya melotot marah. ¡°Kamu baru saja menamparku! Kamu sudah g, Tasya!¡± Dia beri ke bkang Pingkan untuk meminta perlindungan sambil merengek, ¡°Ibu, dia baru saja menamparku!¡± Pingkan spontan memeluk putrinya sebelum menoleh ke arah Tasya dan membentaknya, ¡°Beraninya kamu menampar putriku, Tasya!¡± ¡°Jika kamu tidak bisa menjaga anakku, Elsa, maka jangankukan itu! Jangan kira aku tidak tahu apa yang kamu rencanakan,¡± ucap Tasya sambil menatap Elsa marah terus-menerus. ¡°Dasar wanita gl Apa kamu punya bukti ku Elsa sengaja menghngkan putramu?¡± bs Pingkan dengan tegas, mencoba melindungi putrinya. Frans tahu ku diah yang memiliki tanggung jawab paling besar di sini, jadi dia kemudian mendekati para wanita itu dan menginterupsi mereka dengan suara terluka, ¡°Tasya, ini semua shku. Jangan shkan Elsa.¡± Dengan amarah yang semakin memuncak, Tasya terus menatap Elsa dan dia memperingatinya dengan tegas, ¡°Menjauh dari putraku! Jika kamu mendekatinya atau mencoba untuk menyakitinya, aku akanngsung membunuhmu di tempat!¡± ¡°Jangan asal tuduh, Tasya,¡± bs Elsa, menk untuk mengakui kejahatannya. Hati Frans berkecamuk saat melihat kedua putrinya saling berseteru. Dia menatap Tasya dan membujuknya, ¡°Tasya, ini shku. Benar-benar shku. Aku janji tidak akan membiarkan Jodi menghng dari pandangankugi.¡± Jodi, di sisiin, mengerucutkan bibirnya. ¡°Mama, jangan marah. Aku harusnya bisa mencari jn sendiri.¡± Emosi Tasyangsung melunak saat mendengar suara Jodi. Yang terpenting adh putranya bisa kembali dengan smat, jadi dia mencoba menahan emosinya dan berbalik untuk menurunkan Jodi dari gendongan Frans. ¡°Ayah, terima kasih atas bantuanmu mm ni. Aku yakin ku Jodi pasti juga sangat terkejut. Aku akan membawanya png sekarang dan Ayah juga harus kembali dan beristirahah sejenak.¡± Seth mengatakn itu, Tasya memberikan tatapan seks pada n dan berjn kembali menuju mobilnya. Sementara itu, Elsa terus menatap Tasya dan saat ith dia menyadari pria di sampingnya. Matanya terblak kaget saat dia melihat js wajah pria itu lewat pancaranmpu. Kenapa pria ini mirip dengan putra Tasya? Apa mungkin dia ayahnya? Saat Elsa mencoba menatapnya pria itugi untuk yang kedua kalinya, pria itu sudah membkanginya dan yang bisa dilihatnya hanyh bayangan punggungnya yang sulit dia cermati. Saat mobil n menjauh, Frans mengh nafas lega dan berkata pada Pingkan dan Elsa, ¡°Ayo, kita png.¡± Dia tidak bisa menyhkan Elsa atas apa yang terjadi pada Jodi. Bagaimanapun, dia tidak punya pengman sama sekali dm mengurus anak atau apapun, dan saat dia lengah, bukan berarti semua itu shnya. Pingkan, bagaimanapun, tetap saja marah karena putrinya harus menjadi sasaran amarah Tasya. Dia tidak mkukan keshan apapun, jadi kenapa dia harus ditampar? Namun, hanya Elsa yang tahu js ku dia memang dari awal berniat membuang Jodi di tempat ramai seperti itu. Kenyataannya, dia sangat berharap ku anak itu akan diculik. Sayangnya, takdir menentangnya, karena anak itu mh kembali dengan smat. Yang lebih penting, dia ingin mengetahui siapa pria misterius itu. Dia hanya perlu menatapnya sekali untuk bisa mengetahui ku pria itu termasuk pria kngan atas, dan dia tidak sebanding dengan Joe. Sementara itu, n sudah mengehentikan mobilnya di luar barisan apartemen dimana Tasya tinggal. Saat dia melihat ada apotik di dekat tempat itu, diangsung menuju kesana, meninggalkan Tasya yang hanya tercengang menatapnya sambil menggendong Jodi. Takma seth itu, n kembali sambil menentang sebuah kantong stik berisi sesuatu. Karena merasa sangat bersyukur akan bantuannya sore tadi, Tasya berkata, ¡°Terima kasih banyak atas apa yang sudah Andakukan mm ini, Pak n. Ini sudah tengah mm, dan Anda sepertinya harus kembali.¡± n menatap dirinya dan menawarkan diri, ¡°Aku akan menemanimu sampai ke apartemenmu.¡± Tasya membalikkanngkah kakinya dan mngkah menuju lift bersama n. Mereka terus berjn menuju kentai atas, dan sampai tiba di apartemennya, dia membukakan pintu dan menykan lampu. Bocah lki itu pindah ke atas sofa dan duduk di atasnya, terlihat bak anak anjing yang menunggu untuk diomeli. Belongs ? to N?velDrama.Org. ¡°Mama, aku sh. Tolong jangan marahgi.¡± ¡°Aku tidak marah, hanya¡­. bingung saja. Aku sangat bingung sampai aku kehngan kontrol,¡± ungkapnya. Dia tahu ku putranya sudah melihat perselisihan sengit antara dirinya dan Elsa. Tiba-tiba saja, n meraih pergngan tangan Tasya dan membawanya duduk ke atas sofa. Dia langsung menjauh darinya, namun sebelum dia bisa bertanya, pria itu sudah meringkuk di depannya. Tangan besarnya menggenggam betis kirinya, dan saat ith dia menyadari luka darah yang berukuran sekitar dua seati di kakinya. Bad 59 Bad 59 Bab 59 ¡°Mama terlukal¡± jerit Jodi, terdengar melenguh sakit saat melihat luka Tasya. Tasya juga merasa tertegun. Pria ini pergi ke apotik hanya untuk membeli obat salep dan perban untukku? Dia melihat n menyentuh luka di sepanjang kakinya dengan kapas pentul antiseptik sebelum memasangkan perban pada area itu. Dia sangat terampil merawat luka itu seh dia sudah terbiasa mkukan itu sebelumnya, dan tidak butuh waktuma baginya untuk menyelesaikan wamua itu. Contentt bel0ngs to N0ve/lDra/ma.O(r)g! ¡°Terima kasih,¡± ucap Tasya agak kaku. Dia mengira pria itu sudah mkukan telu banyak hal untuk dirinya sedari sore. n menempatkan kotak pertolongan pertama di atas meja kopi dan berkata, ¡°Ganth perbannya sendiri dm beberapa hari.¡± ¡°Aku mengerti. Terima kasih.¡± Mengingat betapa kasar dirinya pada pria itu beberapa hari terakhir, Tasya tidak berani menatap pria itumama. Apgi, semua bantuannya sore ini hanya membuatnya semakin malu, ¡°Terima kasih, Tuan Tampan,¡± ucap Jodi sambil menatap n dengan tatapan penuh terima kasih. ¡°Sama-sama.¡± n mengulurkan tangannya untuk mengelus kep Jodi dengan penuh sayang. Lalu, dia menatap kearah Tasya yang terus menunduk sedari tadi. Tanpa berkata-katagi, dia berjn menuju pintu depan, membukanya,lu pergi. Saat ith Tasya baru bisa bernafas lega. Dia menarik Jodi ke dm pelukannya, memeluknya dengan erat untuk mengurangi perasaan membuncah di perutnya dan menenangkan jantungnya yang berdebar-debar. Mirip dengan itu, Jodi melebarkan tangannya untuk membs pelukan itu. Aku tidak akan pernah meninggalkan putraku bersama orang-orang jahat seperti Elsa dan ibunyagi, karena aku lebih baik mati daripada harus mempercayai mereka. Mm itu, dia merasa hatinya tenang saat melihat Jodi tertidur ps. Dia tadinya merasa takut, dan dia yakin akan kehngan kemauannya untuk hidup jika sesuatu terjadi pada anaknya. Dia berbaring dan membawa Jodi ke dm rengkuhannya. Saat dia berbaring sambil memeluknya dengan protektif, dia merasakan rasa nyeri yang hebat di lututnya. Dia mendesis pn dan mh memikirkan bagaimana n sudah menemaninya mm tadi sementara dia mencari Jodi. Dia sudah menjadi supir pribadinya yang mengelilingi jnan kota dan menolongnya saat dia limbung. Tasya tiba-tiba saja merasa sangat bersh. Dia sudah mempekukannya bak orang jahat, dan pria itu sama sekali tidak pantas menerimanya. Kelihatannya aku harus lebih ramah padanya. Bukankah dia bng dia ingin aku bertemu dengan neneknya? Kupikir aku akan mewujudkan rencana itu dan membuat hubungan kami menjadi lebih baik. Itu pasti akan bekerja. Dia bisa bertemu dengan Nyonya Prapanca dan membahas tentang wanita tua itu yang ingin membs kebaikan tanpa pamrih Amalia sma bertahun-tahun yanglu. Bagaimanapun, Amalia hanya mksanakan tanggungjawabnya sebagai seorang polisi wanita saat dia mengorbankan hidupnya demi melindungi n. Keesokan paginya, Frans datang ke apartemen dengan membawa buah-buahan dan hadiah. Kali ini, dia datang sendirian tanpa ditemani oleh Pingkan dan Elsa. Dengan kondisi begini, dia mengerti ku Elsa berperan dm hngnya Jodi kemarin. Namun, dia tetah putrinya, dan Frans tidak bisa menganggap wanita itu mampu mkukan hal sekejam itu. Mendengar permintaan maaf Frans secara terus-menerus, Tasya akhirnya menghiburnya, ¡°Lupakan saja, Ayah. Semuanya sudah berakhir sekarang, jadi kita tidak perlu membicarakannyagi.¡± Frans berhenti mengucapkan permintaan maafnya, namun matanya seh masih menyhkan dirinya sendiri. Jodi bahkan mi merasa bersh pada pria itu karena dia duduk di sampingnya dan berjanji dengan sungguh-sungguh, ¡°Aku tidak akan beri sendiriangi, Kakek. Janji.¡± ¡°Kamu anak yang baik, Jodi,¡± ucap Frans, dirinya mi terlihat nyaman saat mengelus kep bocah kecil itu. Sementara itu, di Kediaman Merian, Elsa sedang berbaring di atas ranjangnya sambil memberitahu Helen tentang kejadian kemarin sore. Di seberang telepon, Helen tidak tahan untuk tidak mengerucutkan bibirnya masam seth mendengar detailnya, ¡°Ini bukan pertanda baik untukmu, Elsa. Aku yakin Tasya pasti akan membicarakan hal buruk tentangmu di depan ayahmu dan memberitahunya ku kamu membiarkan putranya menghng dengan sengaja. Siapa yang tahu berapa banyak harta yang bisa kamu dapatkan seth ini?¡± Wajah Elsa memucat saat mendengar itu, dan amarah mi muncul di dm dirinya. ¡°Jika si jng itu berani membicarakan hal buruk tentangku satu katapun pada Ayah, aku akan memberinya pjaran!¡± ¡°Dia menamparmu tadi mm bahkan saat ayahmu melihatnya, jadi aku tidak akan terkejut ku dia berani mengatakan omong kosong soal dirimul¡± ucap Helen tajam membicarakan Tasya. Elsa memikirkan kemungkinan hal itu terjadi dan menyadari masih ada kebenaran di dmnya. Tasya mungkin sudah memberitahu Ayah betapa mengerikannya aku. Itu sudah cukup buruk sampai Ayah mungkin akan memikirkan hal itu. Ayah mungkin saja percaya padanya dan memberikan semua harta kekayaan keluarga ii sementara aku tidak mendapatkan apapun. Apa yang harus akukukan ku begitu? ¡°Tasya bahkan tidak akan tahu apa yang akan terjadil Aku tidak akan membiarkannya mendapatkan itu semua.¡± Sebuah ide tiba-tiba melintas di pikirannya seth mengatakan ini, dan seth memikirkannya sejenak, dia berkata, ¡°Aku melihat Tasya bersama seorang pria tadi mm, dan aku akui, dia dan Jodi terlihat mirip. Tapi, aku tidak tahu siapa dia.¡± ¡°Yah, bagaimana rupanya?¡± Paksa Helen, penasaran ingin tahu soal siapa pria misterius di dm hidup Tasya. Bad 60 Bad 60 Bab 60 Helen sedang berms-msan di dm vi mewah itu, bak seseorang yang masa bodoh dengan hak istimewa yang dimilikinya dengan segs anggur pagi di tangannya dan juga gaun mm mahal yang dikenakannya. Di hadapannya sudah tersaji sarapan kesukaannya yang sudah disiapkan oleh para pyan sejak pagi-pagi sekali. Seth itu, sebuah panggn mengganggu percakapannya dengan Elsa, dan Helen segera berkata, ¡°Kita bicaragi nanti, Elsa. Aku harus mengangkat panggnin.¡± Sethnya, dia memutuskan panggnnya dengan Elsa dan menerima panggn Maria. ¡°Halo?¡± ¡°Nona Helen, ini saya, Maria.¡± ¡°Kerja bagus untuk tadi mm.¡± ¡°Terima kasih, Nona Helen. Tapi, ada mash penting yang harus kusampaikan padamu¨CTasya bersama Pak n tadi mm.¡± Wajah Helenngsung memucat. ¡°Apa?¡± ¡°Aku memang sedang menulisporan evaluasi bersama Tasya tadi mm, tapi Pak n juga ada di sana, dan mereka berdua pergi bersama seth itu.¡± Amarahngsung muncul di mata Helen saat dia berpikir dengan keras, Jadi nh pria yang menemani Tasya tadi mm? Apa mungkin dia orang yang dimaksud Elsa? Orang yang mirip dengan anak Tasya? Sin! Tasya pasti diam-diam mencoba menarik simpatinya dan memaksanya melindunginya! Helen punya firasat ku Tasya slu memperhatikan n. Dia tidak menampik kemungkinan ku lima tahun terakhir ini mungkin merubah Tasya menjadi wanita serakah dan berpikiran dangkal, meski sejujurnya, tidak akan ada y a waras yang akan menk barang bagus seperti n. Apa ini berarti dia mencoba mencuri pria-ku? Helen menggertakkan giginya dan bersumpah tidak akan melepaskan Tasya dengan muslihat jahatnya. Minggu kemarin, Tasya tidak membiarkan putranya menghng dari pandangannya, dan ini terus benjut sampai hari Senin. Seth dia mengantar Jodi ke TK melihatnya masuk gerbang dengan gembira, dia mengh nafas lega. Lalu, saat dirinya melihat jami, dia bergegas pergi ke kantor. Sesampainya di kantor, dia meneguk segs air. Sekarang sudah jam 10 lewat, dia mengumpulkan niatnya dan meraih ponselnya yang ada di atas meja oakas,lu menghubungi ruang n. Tak bersngma, sebuah suara serak dan rendah milik seorang pria muncul di seberang telepon. ¡®Halo?¡± ¡°Ini saya, Tasya. Saya¡­ Saya sudah memutuskan ingin bertemu dengan nenek Anda,¡± ucap Tasya dengan ragu, masih mencoba menyusun kata-katanya. Seth kejadian di mm itu, dia memutuskan untuk berhenti menyulitkan n. Sma beberapa detik, hanya kebeningan ada di seberang telepon. Dia berpikir jantungnya mungkin akanngsung jatuh ke perutnya saat dia mendengar pria itu bertanya dengan nada rendah, ¡°Kapan kamu senggang?¡± ¡°Saya punya waktu senggang sampai jam 3 siang,¡± jawabnya. Dia harus menjemput Jodi manti, dan dia juga tidak punya waktu di mm hari. ¡°Oke, ku begitu kita pergi sekarang,¡± ucapnya, suaranya begitu rendah dan memikat seh dia menekan setiap kata-katanya. Pada saat itu, pikiran Tasya seh meledak. Tunggu, apa? Sekarang? Itu telu cepat! ¡°Tapi aku harus bekerja,¡± ucapnya, meskipun dia tahu ku san itu begitu memaksa. ¡°Libur saja pagi ini, ku begitu.¡± ¡°Tapi, aku¨C¡± *Apa aku harus mkukannya untukmu?¡± Tanyanya dengan nada senang. ¡°Tidak, tidak apa-apa. Aku akan mkukannya sendiri.¡± Dia tidak mau membebaninya, dan dia juga tidak mau ada rumor tidak-tidak mengenai mereka menyebar nantinya. ¡°Ku begitu, aku tunggu di pintu keluar utama dm sepuluh menit,¡± ucap pria itu singkat dengan nada memerintah sebelum memutuskan panggn itu. Sontak saja, Tasyangsung bergegas menuju ruangan Felly dan meminta cuti 1 hari, bersan ku putranya, memiliki trauma karena kejadian mm itu, dan membutuhkan dampingannya. Tentunya, Felly tidak bertanya apa-apagi padanya mengabulkan permintaannya. Maria baru saja melewati ruangan Tasya saat dia melihat wanita itu tengah sibuk merapikan barang barangnya sebelum meraih tasnya dan bersiap untuk pergi. Dia bertanya dengan curiga, ¡°Kamu mau kemana, Tasya?¡± ¡°Aku ingin keluar sebentar.* , ¡°Tapi aku sudah menulisporan dan aku harap kamu bisa memeriksanya untukku.¡± ¡°Letakkan saja di atas mejakul¡± Ucap Tasya seraya bergegas pergi ke lift. Masia mengedipkan matanya bingung dan segera mengikutinya.Belongs ? to N?velDrama.Org. ¡°Aku juga mau turun ke bawah untuk minum teh, ku begitu.¡± Mereka berdua berdiri di depan pintu, dan Maria pura-pura mengutak-atik ponselnya sambil bersembunyi di bkang pintu kaca itu. Dia melihat Tasya mendekati sebuah mobil Roll-Royce yang berhenti di pinggir jn. Seth mengamati sekitar dan memastikan tidak ada orang yang melihatnya, Tasya segera membuka pintu mobil dan masuk ke dmnya. Di balik pintu kaca, mulut Maria terbuka lebar. Apa Tasya akan pergi kencan bersama n di jam kerja seperti ini? Dia segera memotret mobil itu dan mengirimnya ke Helen. Sementara itu, Helen tengah berbnja di mall dan mencari kenyamanan lewat berbnja sesuka hatinya saat dia mendengar bunyi notifikasi kecil di ponselnya. Dia mengeluarkan ponselnya dan membuka pesan dari Maria, yang bertuliskan, ¡®Nona Helen, ini foto Tasya masuk ke dm mobil Pak n. Sepertinya mereka akan pergi kencan.¡¯ Bad 61 Bad 61 Bab 61 Suasana hati Helenngsung hancur saat dia berpikir, Tasya semakin tidak tahu malu sekarang! Dia benar benar menggoda n bahkan di jam kerja siang-siang beginil Dia menggigit bibir bawahnya dan memutuskan untuk menjnkan rencananya. Dia menghentikan kegiatan bnjanya,lu bergegas kembali ke mobilnya dan mi mengendarainya. Dia melihat jnan rendah di samping tempat parkiran, dan tanpa berpikir panjang, diangsung menginjak pedal gas dan membawa mobilnya menuju tempat itu. Hal itu membuat kep Helen sampai terantuk roda setir. C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. Nyeri yang dirasakannya juga begitu parah sampai dia harus mengh nafas berkali-kali untuk meredakannya. Sekarang karena dia sudah menabrakkan mobilnya dan punya san untuk menangis, Helen menarik nafas dm dan mengambil ponselnya sebelum menghubungi nomer n. Pada saat itu, ponsel n, yang terhubung ke sistem mobil, berdering karena ada panggn masuk, yang mana memecah keheningan di dm kendaraan itu. Nama Helen muncul diyar dasbor. Tasya sudah mi merasa tidak nyaman, dan saat dia melihat nama itu, dia merasa semakin buruk. Dia membuang muka dariyar itu; kelihatannya, namanya saja sudah sangat mengancam dirinya. n yang melihat itu merasa ragu, tapi dia tetap memutuskan untuk mengangkat panggn itu. ¡°Hei, Helen. Ada apa?¡± ¡°Mobilku tabrakan, n!¡± Jerit Helen dengan nada merengek. ¡°Aku sangat takut. Kumohon, bantu aku, ya?¡± Dia mi menangis dan merengek meminta tolong. Gerakan mobil itungsung berhenti pehan karena n menginjak remnya. ¡°Apa kamu terluka?¡± ¡°Kepku sakit, aku aku merasa sangat pusing. n, aku membutuhkanmu. Rasanya sakit sekali¡­¡± Helen mi menangis sedih, Tentunya, hal itu membuat n inginngsung pergi ke tempatnya berada. ¡°Kirimkan aku matnya dan aku akanngsung ke sana.¡± Disampingnya, Tasya mendengus saat mendengar suara Helen. Sudah lima tahun sejak kita terakhir bertemu, tapi harus kuakui ku aktingnya memang benar-benar mengagumkan. Sekarang. n sudah memutuskan panggn itu dan nielihat mat yang dikirim oleh Helen. Dia menoleh dan berkata pada Tasya dengan nada pn, ¡°Apa kamu keberatan ku kita putar arah?¡± Tasya hanya mengedikkan bahunya setengah hati. Dia berpikir mungkin dia bisa pergi dan melihat kerusakan yang dimi oleh Helen. n mjukan mobilnya menuju sebuah mall terbesar di pusat kota dan pergi kentai tiga parkiran bawa tanah. Mobil Porsche Helen masih berada dimana dia menabrak tembok, sementara pemiliknya terduduk di samping mobil itu, kelihatannya masih mencoba meredakan pusing di kepnya. Tapi, dia tidak terlihat terkejut sama sekali saat melihat Tasya juga ikut. ¡® Sontak, diangsung bergyut manja di lengan n seperti anak burung. ¡°Kamu akhirnya datang. n.¡± Aku pikir kepnya akan bocor dan berdarah karena tabrakan itu, tapi gerakannya masih selincah biasanya. Sayang sekali yang rusak hanya mobilnya saja, pikir Tasya dongkol. ¡°Apa yang kamukukan disini, Tasya?¡± Tanya Helen, berpura-pura terkejut seraya memeluk pinggang n semakin erat. Tasya menyipitkan matanya dan menunjuk wanita itu sambil mengejek, ¡°Sebagai seorang pengendara wanita, aku malu memberitahumu hal ini, Helen. Apa kamu mendapatkan SIM-mu dengan menyuap atau apa?¡± Helen menggigit bibirnya sambil menatap ke arah Tasya dengan tatapan mata tajam sebelum dia menuntut, ¡°Kenapa kamu kasar sekali, Tasya?¡± ¡°Oh, aku kasar, begitukah? Aku pikir kaki atau tanganmu akan patah karena tabrakan itu. Kenyataannya, aku akan menykan kembang api untuk merayakan acara berbahagia karena keckaan fatalmu itu!¡± Ejek Tasya. Mendengar hal itu, n mengerutkan alisnya dan menatap wanita itu sejenak, seh mengatakan ku dia sudah mengatakan hal yang senonoh. ¡°Tasya, kamu¡­¡± Mata Helen memerah saat itu, dan dia terlihat seperti orang yang akan oleng. Dengan sebuah tangan yang menempel di dahinya, dia bergyut pada lengan n. Terkejut dengan refleks cepat itu, n menjauhkan dirinya dari Helen dan memperhatikannya sebelum bertanya dengan khawatir, ¡°Ada apa, Helen?¡± ¡°Dia hanya berpura-pura saja! Dia baik-baik saja,¡± seru Tasya dengan sinis, dengan cepat tahu itu semua hanya kepura-puraan Helen. n berkata dengan nada serius, ¡°Apa kamu bisa diam sebentar?¡± Tasya menggigit bagian dm pipinya. Karena dia tidak mau tetap tinggal dan melihat perhatian n pada Helen, dia memutar matanya jenuh dan berkata, ¡°Aku akan pergi ku begitu.¡± ¡°Tidak, jangan pergi,¡± panggil n, menghentikanngkahnya. Tasya berbalik dan menatap pria ituma. Apa, apa kamu sebenarnya masih punya waktu untuk membawaku bertemu dengan nenekmu? n menunduk menatap Helen dan berkata, ¡°Helen, Roy sedang dm perjnan ke sini. Aku akan memintanya untuk mengantarmu ke rumah sakit agat kamu bisa diperiksa secara keseluruhan, oke? Jika dokter bng kamu baik-baik saja, pnh ke rumah dan beristirahah.¡± Bad 62 Bad 62 Bab 62 ¡°Tidak. n-aku ingin pergi ke rumah sakit bersamamu,¡± Helen mengerucutkan bibirnya sambil memegang lengan baju n dengan eratyaknya anak kecil yang takut kehngan kasih sayang. ¡°Aku tidak bisa ikut denganmu karena aku masih punya urusan. Jadh anak baik dan Roy akan membawamu ke rumah sakit,¡± bujuk n dengan lembut. ¡°Tidak. Aku ingin pergi bersamamu, atau aku tidak akan pergi sama sekali,¡± rengeknya keras kep. n mengerutkan dahinya sambil menimbang-nimbang. Dia tahu ku wanita itu masih syok karena keckaan, jadi masuk akal ku dirinya membawanya ke rumah sakit menemaninya menjni pemeriksaan. Tapi, saat dia memikirkan ini, Tasya tiba-tiba mengejek, ¡°Ku begitu, kamu tidak perlu ke rumah sakit saja, Helen. Pak n dan aku masih harus mengurus sesuatu. Ayo, Pak n, kita harus pergi!¡± Dada Helen kembang-kempis tak beraturan saat mendengar itu, dan dia mi gemetar dan merintih, ¡°Aku merasa pusing, n!¡± Seth itu, matanya terlihat tak fokus dan kakinya terlihat akan limbung. Gerakan tanggap n yang menangkap tubuhnya yang membuatnya tidak sampai jatuh ke tanah. Diangsung mengangkat tubuhnya dan membawanya ke kursi penumpang mobil,lu berkata, ¡°Aku akan mengantarmu ke rumah sakit, Helen.¡± Dialu menatap Tasya, yang berdiri diam di tempatnya, ¡°Apa kamu bisa kembali ke kantor sendirian?¡± Tasya melihat mobil itu mju pergi dari parkiran, meninggalkannya begitu saja. Dia mengh nafas berat sebelum pergi menuju kantor. Di rumah sakit pribadi yang beroperasi di bawah naungan Perusahaan Prapanca, Helen sudah mkukan beberapa pemeriksaan, dan disimpulkan ku dia baik-baik saja kecuali syok dan gegar otak ringan. Dokter juga mengatakan ku dia akan sehat seth istirahat beberapa hari ke depan. n duduk di pinggir ranjang rumah sakit. Melihat benjn dan wajah pucat Helen, dia menghiburnya dan berkata, ¡°Jangan khawatir, kamu hanya harus di sini sma dua hari untuk pemeriksaan.¡± ¡°n, apa yang akan kamukukan bersama Tasya? Apa kalian akan pergi bekerja atau apa?¡± Tanya Helen sambil berbaring khidmat di ranjangnya, pura-pura penasaran, n menggelengkan kepnya. ¡°Aku ingin membawanya ke kediaman Prapanca untuk bertemu dengan nenekku.¡± Helen merasa terkejutlu bertanya, ¡°Kenapa kamu ingin dia bertemu dengan nenekmu?¡± i mera n ne ¡°Aku dulu pernah diculik ketika kecil, dan ibu Tasyah yang mengorbankan hidupnya untuk menymatkanku. Sejak saat itu, nenekku slu ingin membs kebaikannya,¡± js n berterus- terang. N?velD(ram)a.?rg owns this content. ¡°Apa? Kamu anak yang pernah dismatkan oleh ibu Tasya hari itu? Tasya dan aku adh teman seks semasa SD dan SMP. Aku sudah dengar ku ibunya meninggal ketika bekerja, tapi aku tidak menyangka orang yang dismatkannya adh kamu. Ibunya adh wanita yang tidak mementingkan dirinya sendiri,¡± Helen menyuarakan kekagumannya. ¡°Aku slu mengagumi ibunya.¡± Apa sesuatu terjadi diantara dirimu dan Tasya?¡± Tanya n penasaran. Bisa dikatakan Tasya sangat membenci Helen sampai kebencian wanita itu sangat tidak bisa terkkangi. Helen tampak merenungma sebelum menjawab, dan dia mengh nafas pn, ¡°Tasya pernah menymatkanku sekali saat aku dimanfaatkan orang, tapi pada akhirnya, dia mh dilecehkan. Sejak saat ith dia membenciku.¡± ¡°Dilecehkan?¡± Wajah n memucat, memikirkan maksud Helen mungkin adh pelecehan tertentu. ¡°Iya. Beberapa gigolo berakhir memperkosanya. Karena akuh, dia mengmi hal mengerikan seperti itu,¡± Helen hampir menangis dan matanya mi berkaca-kaca. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan berkata dengan sedih, ¡°Aku tidak pernah berhasil mendapatkan maaf darinya, bahkan meski aku harus menghabiskan seluruh hidupku untuk menebus keshanku.¡± n merasa kerongkongannya kering. Tasya pernah dilecehkan seorang pria sebelum ini? Apa kamu yakin dia¡­¡± Kata-kata itu terhenti dan dia menatap Helenmatmat, tidak ingin menerima apa yang baru saja didengarnya. Air mata Helen mengalir dan dia mengangguk pn sebelum berkata, ¡°Iya, kesuciannya diambil dengan kejam mm itu tanpa kehendaknya. Itu adh pertama kali baginya dan aku¡­ Dia dilecehkan karena aku, dan aku tidak pernah bisa mendapatkan maafnya. Dia slu membenciku seth kejadian mengerikan itu, dan aku pantas mendapatkannya. Aku pantas untuk dibenci olehnya seumur hidup.¡± Seth mengatakan hal itu, Helen berkata di dm hati dengan sungguh-sungguh, Aku hanya ingin n tahu ku Tasya bukah wanita yang suci dan polos. Sekarang, tidak peduli betapa cantiknya dia, dia pasti akan slu jelek di matanya! n, di sisiin, merasa dirinya seh mengmi gempa bumi susn. Dia sangat terkejut sampai wajah tampannya terlihat membeku, dan matanya terblak sambil memikirkan apa yang baru saja diketahuinya. ¡°Dia berhak membenciku. Tidak ada yang bisa kkukan untuk menebus dosaku, I Kkukan untuk menebus dosaku, n. Aku tahu ku aku punya pengman yang sama sepertinya, tapi aku bersyukur karena kamu mau bertanggungjawab. Aku tidak bisa mengatakan Tasya meridapatkan n yang sama; dia bertemu den ao bajingan yang menidurinya dan membuangnya begitu saja seth itu.¡± ¡°Apa itu artinya anak itu milik si gigolo itu?¡± Ucap d dengan nada pn, tangannya mengepal di atas lututnya. Aku tidak percaya dia pernah mengmi hal Bad 63 Bad 63 Bab 63 ¡°Aku tidak tahu. Dia pergi ke luar negeri seth hari itu dan kami hng kontak satu samain,¡± Ucap Helen pn sambil menggelengkan kepnya. Lalu, dia mendongak menatap n dan memohon dengan sedih, ¡°n, kamu harus berjanji padaku ku kamu tidak akan menanyakan hal ini pada Tasya. Aku tidak mau kamu mh mengingatkannya pada masalunya, oke? Sin itu, jika dia tahu ku aku yang sudah memberitahumu tentang semua yang terjadi padanya, dia akan semakin membenciku.¡± n tahu ku peristiwa mengerikan itu tentunya sangat mengerikan bagi setiap wanita. Oleh karena itu, dia mengangguk dan berkata dengan nada kasihan, ¡°Aku berjanji aku tidak akan mengatakan satu katapun padanya.¡± Sambil menutup wajahnya dengan tangannya, Helen mi kembali menangis tersedu-sedu, meski di balik itu dia diam-diam tersenyum licik. Sekarang karena n sudah tahu masalumu, apa dia masih menginginkan orang sekotor dirimu, Tasya? Sekarang, n menepuk-nepuk pn bahu Helen. ¡°Sudah, sekarang-berhenti menangis dan beristirahah. Aku akan kembali ke kantor.¡± ¡°Jangan pergi, n.¡± Helen memegang erat ujung kemeja n dan menatapnya dengan pilu. ¡°Tidak bisakah kamu tinggal bersamaku lebihma?¡± Dia baru saja bangkit dari duduknya, tapi karena Helen memintanya tetap tinggal, dia menuruti permintaannya dan kembali duduk. Itu membuatnya mengingat kejadian lima tahunlu, saat dia kehngan akalnya sampai memperkosa Helen bak binatang. Dia masih bisa mendengar tangisannya mm itu seperti nada menyeramkan yang melekat di ingatannya, dan dia masih bisa merasakan gerakan mwan wanita itu saat berada di bawah kungkungannya. Akan tetapi, dia tidak berhenti mkukan perbuatannya, mh semakin menekannya ke bawah agar dia lebih leluasa mkukan hal kejam itu padanya. untukku, n,¡± Helen berkata dengan malu-malu sambil menatap n ¡°Mm itu¡­ Itu juga pertan dengan sepasang mata cantiknya. n mengangguk dan berkat dengan lembut, ¡°Aku tahu.¡± Dia sudah tahu, memang, karena dia sudah melihat tetesan darah di atas seprei seth dia terbangun dari aksi brutal itu. Mengingat itu membuatnya ingin semakin bertanggung-jawab padanya. ¡°n, ak?¡­ Aku ingin tetap menjadi wanitamu,¡± ucap Helen berterus-terang, membuang semua rasa sungkannya dan mengungkapkan perasaannya padanya. Tatapan pria itu menghangat dan tegas saat dia mengatakan, ¡°Kita bicarakan hal ini seth kamu sehat. Aku masih punya banyak hal untuk dikerjakan sekarang.¡± Helen bisa memahami penkan dibalik kata-kata kosong dan dipilih dengan cermat itu, tapi itu tidak menghnginya sama sekali. ¡°n, tolong jangan tk aku. Aku tahu aku tidak cantik, tapi aku.. Aku sangat menyukaimu.¡± Tepat seth itu, ponsel n berdering, dan dia bangkit untuk keluar dari ruangan itu. ¡°Aku harus mengangkat telepon.¡± Helen melihat figurnya yang tinggi dan tegap keluar meninggalkan ruangan. Dia tersenyum kecewa, namun dia tetap memiliki keyakinan yang teguh ku suatu hari nanti dia pasti bisa menjadi wanita n. Orang yang ada di seberang telepon adh Hana, yang sudah menantima kedatangan Tasya. Saat tamu kehormatan itu tidak kunjung datang, dia mi kebingungan dan memutuskan untuk menelepon cucunya dan meminta kejsan. ¡°n, kenapa Nona Tasya belum ke sini juga?¡± ¡°Sesuatu terjadi di perjnan tadi, Nek. Aku akan membawanya ke rumah besok.¡° ¡°Ada apa?¡± ¡°Itu sebagian besar karena aku.¡± ¡°Baik, ku begitu! Bawa dia ke sini besok pagi. Lebih cepat lebih baik, kita harus makan siang bersama!¡± ¡°Oke, aku akan segera mengaturnya,¡± ucap n penuh hormat. Dia memutuskan panggn itu dan terdiam sejenak,lu berbalik masuk ke dm ruangan tadi. Seth membuka pintu, dialu berkata pada Helen, ¡°Aku harus kembali ke kantor, jadi aku akan pergi sekarang. Istirahah yang banyak.¡± Helen tidak berani menahannya, jadi dia terpaksa mengangguk patuhlu berkata, ¡°Oke.¡± Dengan anggukan lega kecil, n berbalik dan meninggalkan ruangan rumah sakit itu. Sementara itu, Tasya sudah berkendara kembali menuju kantor, yang menghabiskan waktu dua jam. Seth itu, dia segera memeriksa beberapa dokumen dan mi mengumpulkan semua kerugian akhir di kantor, tapi dia belum banyak menulis saat ponselnya berdering. Dia mengangkatnya dan bertanya, ¡°Halo, siapa ini?¡± ¡°Ini aku,¡± sahut n. ¡°Oh, lihat siapa yang kembali. Apa Helen akhirnya mau melepaskanmu?¡± Tanya Tasya sambil mengernyitkan alisnya. ¡°Aku sudaj mengatur ng pertemuanmu dengan nenekku besok pagi.¡± ¡°Baik, ku begitu, yang penting kamu sudah berbicara dengannya. Omong-omong, aku harus kembali bekerja sekarang.¡± ¡°Aku ingin membelikanmu dan Jodi makan mm mm ini,¡± tawar n tiba-tiba. N?velD(ram)a.?rg owns this content. ¡°Tidak, terima kasih,¡± bs Tasya. Dia sangat tidak mau melihat pria itu seth melihat bagaimana dirinya dan Helen bersama di parkiran tadi. Jika dia harus jujur, dia sangat membenci Helen. Mereka dulu pernah sedekat saudara, tapi js persahabatan itu hanyh candaan bagi Helen, yang tidak ragu menusuk Tasya dari bkang sedari awal dan mendorongnya dari tebing menuju lubang dm yang gp. Jika bukan karena Jodi, Tasya tidak pernah berpikir dia akan bisa terbebas dari kesakitan seth kejadian yang sudah membuatnya terluka itu. Dia mungkin akan jatuh dm depresi dan kebencian. Dia masih ingat bagaimana pria itu-bajingan yang kesnan itu-sudah merobeknya berkeping-keping mm itu. Dia ingat pernah berpikir ku dirinya akan mati, Bad 64 Bad 64 Bab 64 Saat jam menunjukkan pukul 4.30 sore, Tasya meraih (asnya dan meninggalkan kantor 10 menit lebih awal dari biasanya, hendak menghentikan taksi di bawah nanti. Tapi, entah kenapa, tidak ada taksi yang melewati area itu. Dia baru saja hendak pergi ke stasiun bis terdekat saat sebuah mobil Roll-Royce yang hitam cemeng berjn di sampingnya dengan pehan. Jend kursi kemudinya terbuka untuk menampilkan si pengemudi mobil, dan dia memperhatikan wanita itu dengan tatapan tajamnya seraya berkata, ¡°Masuh.¡± Contentt bel0ngs to N0ve/lDra/ma.O(r)g! Tasya mmbaikan tangannya menk tawaran itu. ¡°Tidak, terima kasih.¡± Dia lebih memilih naik bis. Tepat seth itu, pria itu menghentikan mobilnya dan membuka pintu mobil. Dia keluar dari kendaraan itu dan berjn ke arahnya, dan Tasya tidak tahu apa yang akan diakukan. IU Sebelum dia bisa memberikan tanggapan apa-apa, pria itu sudah membuka pintu di kursi penumpang lalu meraih pergngan tangannya. Lalu, tanpa berkata-kata, dia mendorongnya masuk ke dm mobil. ¡°Hei! Aku tidak mau naik mobilmu, n!¡± Bentaknya pada pria itu, dia tidak pernah pria sekasar dirinya. n mengabaikannya, dan seth melihat Tasya duduk di kursinya, dia menutup pintu mobil dan mengunci mobilnya. Dia suda mengunci pintu mobil, dan karena Tasya tidak bisa kemana-mana sekarang, matanya terblak putus asa saat pria itu mengelilingi mobil sebelum masuk ke dm kursi kemudi. Lalu, dengan masih mengabaikan tatapan tajamnya, dia dengan elegan mi menjnkan mobil itu dan turun keluar pinggir jn. Tahu ku dia tidak boleh menyia-nyiakan waktu sekarang dan dirinya juga sudah agak tt menjemput Jodi di sekh, Tasya memutuskan untuk membiarkan hal ini. Dia mengencangkan sabuk pengamannya dan berkata dengan gusar, ¡°Hanya karena kamu adh bos-ku dan kamu sudah membantuku, bukan berarti kamu bisa bersikap tidak sopan begitu padaku.¡± ¡°Aku tidak akan mkukannya jika kamu lebih patuh, sahut n dingin sambil terus menatap jnan di depannya. ¡°Dan kenapa aku harus mematuhimu?¡± Bsnya menyangkal. ¡°Aku tidak menerima penkan,¡± terang n seraya menoleh seks ke arahnya. Dia hendak mengejek. Karena terbukti, pria itu tidak punya san sama sekali. Saat dia memutuskan mencari topikin, dia bertanya dengan nada mengejek. ¡°Jadi, bagaimana hasil pemeriksaan dari kekasihmu itu? Apa dia sekarang berubah menjadi orang bodoh?¡± ¡°Helen bukan kekasihku; dia hanya seseorang yang perlu kuperhatikan,¡± ucap n tak terpengaruh. Tasya mencibir, ¡°Teruh begitu, kamu bisa akui ku punya perasaan padanya. Aku melihat bagaimana kalian berpelukan dan semua halinnya.¡± ¡°Itu antara aku dan Helen,¡± ucapnya sambil mengernyit. Endah kenapa, dia sedang tidak ingin menjskan hubungan antara dirinya dan Helen. ¡°Baik, ku begitul Kamu pernah tidur dengannya, kan?¡± Tasya tidak mau membuang-buang waktu danngsung ke intinya. Wajah nngsung mengeras mendengar itu, dan dia agak membuang muka dari wanita itu untuk menghindari pertanyaan itu. ¡°Apa kamu tidak tahu ku kamu pernah tidur dengannya?¡± Tekan Tasya, tidak mau melepaskan pertanyaan itu. Apa dia sebenarnya sedang mencoba menunjukkan betapa baik dan polosnya dia di depanku? Kenapa dia tidak mengaku saja ku mereka pernah bersetubuh? ¡°Aku tidak ingin membicarakannya,¡± bsnya tegas. ¡°Ayh, pikirkan dosa kotormu itu,¡± ejek Tasya sambil mendengus. ¡°Kalian para pria memang sampah.¡± Namun, n tidak tersinggung dengan itu, karena san wanita itu membenci pria sudah js. ¡°Hei, jangan menyamaratakan kami seperti itu,¡± dia memutuskan untuk tidak berargumen. Tasya menggigit bibirnya dan memutuskan untuk diam. Dia sudah berkata seenaknya. Setidaknya, n bersedia mengurus Helen seth menidurinya, yang mana berarti dia adh pria yang bertanggungjawab. Sedangkan untuk pria bajingan yang menghancurkanku lima tahunlu, aku harap dia membusuk di neraka! Mereka segera tiba di depan gerbang TK. Tasya turun dari mobil dan masuk ke dm untuk menjemput Jodi sementara n menunggu di luar. Tidak butuh waktuma sebelum Tasya kembali dengan membawa anaknya, dan seth dia membuka pintu mobil untuk anak itu, dia menyapanya dengan sopan, ¡°Halo, Pak n.¡± n menatap bocah kecil itu yang terlihat menawan dan sopan dm balutan seragam sekhnya. Dia tidak sanggup membayangkan bagaimana hidupnya pasti akan lebih sempurna jika dia memiliki putra seusia Jodi, dan dia tiba-tiba merasa iri pada Tasya. Seth memesan tempat di restoran, n mjukan mobilnya menuju tempat itu. Di kursi penumpang, Jodi terigah memberitahu ibunya mengenai semua yang terjadi hari ini, dan hal yang paling menyenangkan adh ditinya menjadi yang pertama selesai menghabiskan makanannya. Tasya merasa senang mendengar hal itu dan mencium keningnya lembut. ¡°Kerja bagus, sayang! Pertahankan itu.¡± ¡°Okel¡± Jodi mengangguk dengan sungguh-sungguh. Seth mereka diarahkan ke meja mereka, n segera memesan makanan. Sma makan mm, Tasya terus mengawasi Jodi sepanjang waktu, memastikan ku dia makan tanpa berantakan. Bagaimanapun, dia adh seorang ibu, dan itu adh bagian dari insting keibuannya ketika dia mengabaikan makanannya saat dia memastikan anakaya makan dengan baik, atau sebaliknya, dia akan merasa sangat khawatir. Di sebuah meja yang tidak jauh dari mereka, seorang wanita bangsawan yang terus berkedip sambil menatap mereka dm waktu yangma, dan dia bahkan mengeluarkan ponselnya untuk memotret n dan pasangannya. Ternyata, wanita muda itu adh orang yang sudah mempermalukan Tasya di pameran perhiasan kemarin. Wanita itu dengan cepat berteman dengan Helen, yang menjadi populer di antara para wanita muda kngan atas seth dia menyebut dirinya sebagai kekasih n dan menjadi media bagi mereka yang ingin panjat sosial. Wanita itu segera mengenal Tasya dari awal, karena dia iri dengan Tasya sejak kejadian di pameran perhiasan. Dia memberinya perhatian sma pameran itu, dan sekarang mereka makan mm bersama secara pribadi. Dan, siapa anak itu? Apa dia keponakan n? Melihat wajah mereka, sepertinya mereka Bad 65 Bad 65 Bab 65 Wanita itu mengambil beberapa foto mereka dan mengirimkan semuanya ke Helen beserta kalimat yang bertuliskan, ¡®Nona Helen, kamu mungkin perlu mengawasi pria-mu karena wanita itu sedang mencoba untuk menggodanya! Helen tengah berbaring di kamar rumah sakitnya dan memeriksa beberapa video di ponselnya saat dia mendapatkan sebuah pesan. Saat dia melihat foto n dan Tasya, matanya terblak tidak percaya dan amarah bergemuruh di dadanya. Tasya sedang berkencan dengan n bersama anaknya! Dia marah saat berpikir ku Tasya ingin menjadikan n sebagai ayah baru untuk anaknya. Janda seperti dirinya jarang atau mh tidak akan dipilih orang untuk dibawa ke jenjang pernikahan, dan dia sangat mungkin memanfaatkan pengorbanan Amalia bertahun-tahunlu untuk menjebak n dm sebuah pernikahan sebagai bentuk bsan atas kebaikan tanpa pamrih itu. Tidak hanya itu, dia juga ingin n menerima anaknya! Helen pikir dia sudah mengetahui rencana Tasya, dan dia bersumpah tidak akan membiarkan wanita itu berhasil mencapai tujuannya. Sepertinya inh waktu bagi dirinya untuk mendekati keluarga n dan memberitahu mereka ku dia sudah kehngan kesuciannya agar bisa keluar dari situasi sulit itu. Sementara itu, di bawah pancaran sinarmpu restoran, n terlihat bercahaya dan elegan saat dia menyesap anggur merahnya, sinarmpu membuat dirinya semakin terlihat tampan dan menawan. Dia mengangkat kepnya dan melirik ke arah Jodi yang ada di seberang meja. Pada saat itu, dia tiba-tiba merasa ku dirinya dan bocah cilik itu semakin sering bertemu di waktu-waktu tertentu, yang membuatnya tanpa sadar menyayangi anak itu. Begitu juga dengan J¨®di yang merasakan hal yang sama. Dia hanya pernah bertemu dengan n di beberapa tempat, namun hal itu entah kenapa membuatnya merasa hangat dan menganggapnya sebagai pbuhan yang aman. Sejauh yang dirasakannya, n adh orang yang bisa dia percaya. Jodi hanyh anak kecil, dan anak kecil yang merasa nyaman bersama orangin yang tidak tinggal bersamanya sangat jarang terjadi. Seth makan mm sore itu, n mengantar mereka png ke apaitemen. Tasya memegang tangan Jodi dan membantunya turun dari mobil sebelum menatap n, ¡°Terima kasih untuk sore ini.¡± Seth itu, dia membawa Jodi menjauh dari mobil itu dan berjn menuju apartemen. Tepat sethnya, Jodi tiba-tiba berseru, ¡°Mama, karena Pak n sudah membelikan kita makan mm, bukankah kita seharusnya memperskannya minum the di rumah?¡± Tasya membeku. Dia tidak berniat meminta pria itu mampir untuk minum the, tapi karena Jodi sudah mengatakan hal itu sekarang, tidak sopan ku dia tidak mengajak n mampir. ¡°Apa kamu mau mampir untuk minum the?¡± Tanyanya seth berbalik untuk menatap pria di kursi kemudi itu. Dia menyangka ku pria itu pasti akan menk, karena jadwalnya yang sibuk atau yanginnya. Dia hanya bertanya atas dasar formalitas, dan ith satu-satunya cara agar anaknya yang sopan itu mau png. Akan tetapi, dia sama sekali tidak menyangka n akan mematikan mesin mobilnya dan mi membuka pintu mobil. Tubuhnya yang tinggi dan tegap akhirnya keluar dari mobil dan berjn menuju gerbang. ¡°Aku pikir aku perlu minum the,¡± ucapnya seraya mendekati mereka. Tiba-tiba saja, Tasya merasa tertekan saat melihat sosok tingginya. Aku seharusnya tidak bertanya, ucapnya mendumel sambil menyesali perbuatannya. ¡°Pak n, Anda bisa berhenti dulu di rumahku untuk minum air!¡± Tawar Jodi sambil melompat senang seh dia sedang mkukan pentomim. Dan seperti ith, Tasya akhirnya membawa pria itu ke rumahnya. Dia menggeledah lemarinya untuk mencari gs cadangan, namun saat dia tidak berhasil menemukannya, dia memutuskan untuk mengisi gs Jodi dengan air. Saat dia menyerahkan gs bergambar kartun itu pada n, dia berkata, ¡°Aku harap kamu tidak keberatan memakai gs putraku.¡± Pria itu tidak keberatan sama sekali dan diangsung meraih gs itu sebelum meneguk isinya. Sementara itu, bocah kecil itu tengah menyusun susunan kotak di atas sofa. Dia melirik sebuah kotak yang berisi beberapa permainan di atas sofa, dan dm sekali lihat, dia tahu tidak ada mainan yang terlihat murah di sana. n segera berpikir ku mainan-mainan itu pasti dibelikan oleh Nando. Tanpa memikirkan hal itu, dia mengalihkan pandangannya pada Jodi, yang tengah asyik memainkan permainan susunnya, dan kesuraman di matanyangsung menghng saat melihat hal yang menghangatkan itu. Sementara itu, hujan kelihatannya akan segera turun. Tasya membawa jemurannya di balkon masuk, namun saat dia melewati ruang tamu, sebuah kain berwarna merah muda jatuh dari genggamannya. Dia tidak menyadari hal itu, namun n, dengan mata ngnya, menyadari hal itu. Kain berwarna merah muda itu adha dm wanita. Dia bangkit dari sofa dan meraih kain tipis itu darintai. Lalu, dia mngkah menuju ruangan di mana Tasya berada dan berkata, ¡°Hei, kamu menjatuhkan ini.¡± Tasya berbalik, dan matanya agak terblak saat melihata dmnya tergantung di tangan n. Dia segera bergegas mendekati pria itu dan mengambila dm itu dari tangannya, dan wajahnya memerah saat berkata, ¡°Terima kasih.¡± Saat itu, sebuah kt berwarna keunguan muncul dingit yang gp, dan diikuti oleh suara guntur yang keras. Jeritan ketakutan anak kecil datang dari ruang tamu diikuti dengan Jodi yang menangis, ¡°Mamal¡± Dia langsung membuang mainannya dan menutup telinganya dengan kedua tangannya, terlihat ketakutan. C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. n spontan kembali ke sofa dan inenggendong bocah itu, memeluknya erat. Bocah kecil itu ditekan erat ke dada bidangnya, tenggm dm pelukan pria itu saat dia beesembunyi dari petir. Saat Tasya berjn keluar dari ruangan dengan tergesa-gesa, dialu melihat pemandangan n yang sedang memeluk Jodi dengan protektif dan erat. Suara petirin kembali menyambar dingit, dan kali ini, turun hujan dengan sangat lebat. Bulir-bulir air hujan terlihat di balkon, dan saat Tasya sedang memeriksa cuaca lewat jend, kt berwarna putih kembali muncul dengan ganas. Petir yang datang begitu keras bunyinya, membuat Tasya menutup telinga dengan sendirinya. Dia kelihatannya ingin bersembunyi, dirinya juga merasa takut. Pada saat itu, Jodi memeluk erat n, dirinya sangat ketakutan. Saat ith n ingat ku ketakutan pada Bad 66 Bad 66 Bab 66 Hujan sepertinya tidak akan berhenti dm waktu dekat. Melihat pria yang berada di sofa, Tasya memberikan tawaran, ¡°Aku akan mencarikanmu payung.¡± Akan tetapi, n hanya terdiam sebelum berkata dengan lugas, ¡°Aku ingin menginap mm ini.¡± Tasya tertegun, dia mengedip-ngedipkan matanya sejenak dan bertanya, ¡°Kenapa?¡± ¡°Karena Jodi membutuhkanku.¡± Ingin memperjsnya, n mengelus kep Jodi dengan tpak tangan besarnya bak seorang dewa penjaga, dan bocah kecil itu mendongak ke arahnya dengan wajah mems dan memohon. ¡°Pak n, Mama dan aku takut kt dan petir, jadi bisakah Anda tinggal bersama kami dan melindungi kami untuk mm ini?¡± Tasya segerak mengk, ¡°Tentu saja tidak, Jodi. Aku lebih mampu menjagamu saat ada petir.¡± ¡°Tapi Mama juga takut petir!¡± Kekeuh Jodi, menggertaknya tanpa ampun. ¡°Tidak. Aku hanya-¡°Dia hendak membuat san saat semesta, yang ingin membuktikan ku dia sh, mh kembali memunculkan kt yang meny-ny dingit mm. Seperti biasa, kt itu diikuti oleh gemuruh petir yang sangat keras. Belongs ? to N?velDrama.Org. Tasya menjadi gemetaran, tanpa sadar menutup kedua telinganya dengan tangannya. Dia menunggu petir itu berhenti dan menatap ke arah n, dan dia tidak mengabaikan tatapan mata berkunya. Dengan wajah memerah, dia berkata sambil menggertakkan giginya, ¡°Garis bawahi ku kamu tidak bisa tinggal di sini. Itu tidak nyaman bagi kita berdua.¡± ¡°Aku akan pergi seth badaiyya berhenti,¡± tegasnya. Melihat bagaimana lengketnya Jodi dengan n, Tasya mengangguk dan berkata pasrah. ¡°Baih, ku begitu. Kamu juga tidak bisa kembali ke mobilmu, dengan adanya badai di luar sana.¡± Dialu meninggalkan ruang tamu bersama Jodi dan pergi masuk ke kamarnya. Saat melihata dm yang diambilnya tadi, dia menjadi ingin menendang dirinya sendiri. Dari semua jenis jemuran, kenapa yang jatuh harusa dmkul Petir terus berbunyi kencang, dan badai masih bengsung di luar jend. Bahkan ada peringatan cuaca yang mengingatkan orang-orang untuk tetap tinggal di rumah agar aman karena badai petir mungkin akan bengsung sepanjang mm. Tasya berpikir dengan muram, Tentunya aku tidak bisa membiarkan seorang pria tinggal di sini semman, kan? Jika orang-orang tahu ku kami menghabiskan waktu bersama di tempatku, rumor itu pasti akan menyebar kemana-manal Apgi, dia tidak tinggal di tempat yang cukupyak. Dengan ukuran apartemen yang terbatas, dia tidak punya ruangangi untuk ditempati n, dan hanya ada satu ranjang yang ditempati bersama olehnya dan Jodi. Waktupun belu dan badal mi agak mereda. Tasya meminta Jodi membersihkan diri di kamar mandi supaya tubuhnya bersih sebelum tidur. Beberapa saat kemudian, Tasya sudah keluar dengan beberapa bagian bajunya yang basah terkena percikan air mandi. Seth meletakkan Jodi di ruang tamu, dia memutuskan 112 untuk membersihkan diri juga. Seth itu, ponsel Tasya berdering pn dan sebuah pesan masuk. Jodi segera mengambil ponselnya dan memasukkan kata sandinya sebelum membaca pesan itu. ¡°Ini pesan dari Pak Nando!¡± Ucapnya sambil berteriak senang n memicingkan matanya seraya menunduk membaca pesan Nando, yang mana bertuliskan, ¡®Tasya, apa kamu dan Jodi baik-baik saja? Apa kamu mau aku datang untuk menemanimu?¡± n tidak tahu harus membs apa, jadi dia menaruh ponsel itu kembali dan menyibukkan diri dengan mainan lego-nya sekaligi. nlu kembali meraih ponsel berwarna merah muda itu, jemari panjangnyalu mengetik beberapa kata di sana, ¡®Tidak perlu.¡¯ Akan tetapi, hal itu tidak menyurutkan semangat Nando. ¡®Kamu tahu aku hanya mengkhawatirkanmu dan Jodi, Tasya. Aku akan segera datang ke sana, bagaimana? ¡°Tidak, tidak usah. Kamu tidak pantas datang mm-mm begini,¡¯ n membs pesan itu dengan perasaan semakin dongkol. ¡®Kenapa tidak pantas? Aku sering tinggal di tempatmu berkali-kali saat kita masih di luar negeri, ingat?¡¯ Wajah n berubah km, sekmngit di luar sana saat dia merenung, Hal apa yang mereka lakukan? Apakah mereka pernah memi sesuatu? Sebelum dia bisa membsnya, pesanin datang dari Nando. ¡°Tasya, kamu hanya perlu mengatakan iya dan aku dengan senang hati akan mengurusmu dan Jodi seumur hidupku. Aku akan menjaga kalian berdua, dan pelukanku akan menjadi tempat teraman bagi kalian.¡¯ Melihat pernyataan menyentuh sepupunya membuat n merasa mual. Dia merasa jijik danngsung melempar ponsel itu ke tempat kosong di sofa sebelumnya, tidak mau membacanyagi. Dia bangkit dan meni apartemen itu dengan penuh minat. Saat dia masuk ke kamar Jodi, dia membaca tanda tangan yang ada di atas meja dengan teliti, yang mana ada foto Tasya bersama Nando. Jodi duduk di atas bahu Nando, dan orang-orang yang tidak tahu mungkin akan mengira itu sebagai foto keluarga. Tatapan n berubah km. Seth itu, Jodi datang dengan mengantuk ke kamarnya. Dia menggosok-gosok matanya dan berkata, ¡°Aku mau tidur, Pak n.¡± ¡°Kemari.¡± n berlutut dan membawa Jodi ke dm gendongannya. Seh berada pelukan ibunya, Jodi menguap kecil dan jatuh tertidur,saat n menggendongnya. Tasya sudah keramas dan mengeringkan rambutnha sebelum dia keluar dari kamar mandi,lu dirinya melihat pemandangan Jodi yang tertidur lp di bahu n. Dia membeku, karena dia sudah banyak menyulitkan n sore ini. Dia seh menjadi pengasuh bagi anaknya beberapa jam tadi. Menyadari sosoknya yang mendekat, n menaruh jarinya di depan bibir, memberi peringatan bagi Tasya untuk tidak bersuara atau dia akan membangunkan bocah kecil yang sedang tertidur itu. Dia mengerti apa yang coba n ucapkan, dan menunjuk kamar Jodi sebelum berbisik, ¡°Sini, aku akan menidurkannya di ranjang.¡± n mengikuti Tasya masuk ke dm kamar itu sambil menimang bocah kecil itu,lu wanita itu pehan mengambilnya dari rengkuhannya. Jarak dekat yang tiba-tiba di antara mereka membuat n sempat mencium aroma segar Tasya sehabis mandi, dan tubuhnya berubah kaku seh baru saja terkena aliran listrik. Sebuah hasrat mi tiba-tiba saja mendatanginya saat dia mengamati karisma mi dan mematikan wanita itu, dan dia bisa merasakan jantungnya berdebar kencang. Bad 67 Bad 67 Bab 67 n rasanya seperti sudah kehngan akal saat melihat Tasya yang sedang memeluk Jodi di dm dekapannya sebelum membaringkan bocah lki itu di atas tempat tidur. Jodi mungkin sudah sangat lh sehingga saat kepnya menyentuh bantal, bocah itungsung menggeliat mencari posisi yang nyaman dan terlp. Seth membaringkan putranya, Tasya pun berbalik dan memberi isyarat agar n juga meninggalkan kamar itu dengan tenang. Pria itu mkukan apa yang diperintahkan dan mengambilngkah yang panjang untuk keluar dari kamar itu diikuti oleh Tasya di bkangnya. Seth menutup pintu di bkangnya, Tasyalu mengh nafas kecil dan berkata, ¡°Terima kasih untuk mm ini.¡± ¡°Bagaimana bsanmu untuk berterima kasih padaku?¡± n bertanya, suaranya terdengar berat dan mempesona sambil menatap Tasya dengan rasa penasaran. casa n ma Tasya pun mengerutkan keningnya, dan ada rasa kebingungan di dm matanya yang cantik ketika dia berpikir, Bagaimanagi aku bisa berterima kasih padanya sin mengucapkan ¡®terima kasih? ¡°Ah¡­ aku bisa mentraktir makanan atau membelikan sesuatu jika kamu mau?¡± dia menebak, tak yakin apakah itu yang diinginkan oleh n. ¡°Oh, kamu tak perlu mkukannya,¡± katanya acuh tak acuh. Tasya mengh nafas lega. Baguh ku begitu, karena aku juga sedang sibuk. Ponsel Tasya bergetar saat itu, dan mereka berdua menoleh untuk melirik ponsel yang tergeletak di atas meja kopi. Bahkan dari jarak tempatnya berdiri, n bisa melihat nama kontak si penelepon di layar ponsel; orang yang menelpon adh Nando. Tasya pun pergi untuk mengangkat telepon itu. Satu-satunya ruang pribadi yang dia miliki di apartemen kecil itu adh kamar tidurnya sendiri, tempat dimana dia masuk dan menerima telepon, meskipun wanita itu membiarkan pintunya masih terbuka. ¡®Halo, Nando. Ada apa?¡± ¡°Tasya, izinkan aku pergi ke rumahmu dan menemanimu mm inil¡± Nando menawarkan dengan ceria sambil berceloteh di ujung telepon. ¡°Kenapa kamu ingin pergi ke rumahku? Tidakkah kamu tahu ku cuaca di luar sangah buruk? Kamu pasti akan kebasahan bahkan sebelum kamu masuk ke dm mobill¡± ¡°Tapi aku benar-benar mengkhawatirkanmu dan Jodi. Kalian berdua sangat takut dengan badai dan petir.¡± Belongs ? to N?velDrama.Org. Tasya merasa jantungnya terhimpit saat mengingat n yang masih berada di dm apartemen. Dia pun buru-buru menjawab, ¡°Tidak, tidak, jangan datang. Jodi dan aku harus menghadapinya sendiri setiap saat. Oke, sudah ya. Sampai jumpal¡± Demikiah, Tasya menutup teleponnya dan berbalik, wanita itu pun merasa sangat terkejut ketika melihat sosko n yang tiba-tiba saja muncul di dm kamarnya. Belumgi, pria itu sudah berdiri tepat di bkangnya, menatap Tasya seperti sedang menyelidikinya. ¡°Pak n, Kamu¡ª* Tasya mengedipkan matanya lebar-lebar ke arahnya. Astaga, kenapa dia harus membuatku takut seperti ini? ¡°Apakah kamu sudah tidur bersama Nando?¡± n bertanya dengan tidak bijaksana. Tasya ternganga menatapnya, dibuat terdiam oleh pertanyaan pria itu. Tidakkah dia tahu bahwa mencari tahu itu tidak sopan? Tasya pikir ku n tidak memiliki hak untuk menyelidiki kehidupan pribadinya, tetapi wanita itu tetap berterus terang ketika dia menjawab, ¡°Tidak, memangnya kenapa?¡± ¡°Lalu seberapa dekat hubunganmu dengannya?¡± n mendesaknya, seh-h dia harus segera menyelesaikan mash itu. Tasya memutuskan untuk bersabar dengan sikapnya karena semua bantuan yang th diberikan oleh n padanya sejauh ini. ¡°Kami hanya berpelukan sebagai teman, jika itu yang sudah membuatmu penasaran. ¡°Apakah kalian sudah pernah berciuman?¡± dia bertanya, semakin rinci dm setiap pertanyaannya. Tasya berkedip, seh tak dapat mengerti apa yang sedang terjadi saat ini. Kenapa aku harus menceritakan semuanya hanya karena dia menanyakan hal itu? Lagip, orang ini tampak semakin berbahaya setiap menitnya. Aku tak bisa membiarkannya untuk tinggal di sini lebihmagi! Dengan senyum kecil, dia pun menyarankan, ¡°Pak n, ini sudahrut mm. Sebaiknya kamu segera png.¡± nlu menatapnya untuk waktu yangma. Tasya baru saja mandi, dan aromanya terasa bersih, harum, dan sangat memikat. Pria itu tiba-tiba menyipitkan matanya, dan seketika saja dia bisa merasakan dorongan hasratnya yang th mengambil alih m bawah sadarnya sambil menatap Tasyayaknya seekor hewan pemangsa yang sedang mengincar mangsanya. Tasya baru saja mngkah melewatinya ketika tangan n melesat keluar dan meraih pinggangnya. Dia terhuyung mundur karena terkejut dan akhirnya tersandung pada kakinya. Dm jalinan kaki dan lengan, mereka jatuh ke tempat tidur dengan posisi n yang berada di atasnya. Untuk sesaat, nafas n th bercampur dengan semburan nafsu di udara. Tepat ketika Tasya akan mengatakan sesuatu sebagai protes, n segera menangkupkan wajahnya dan menempelkan bibirnya ke bibir Tasya, menyegel suara wanita itu sepenuhnya. Tasya hanya bisa mengeluarkan rengekan teredam ketika pikirannya juga ikut menjadi kosong. Di Juar kemauannya sendiri, Tasya merasakan nadinya berdenyut dibarengi dengan sebuah dengungan yang mirip dengan arus listrik yang ringan; tubuhnya kini benar-benar menyerah pada ciuman n. Ciuman n terkesan berani day agresif. Dia tidak menawarkan ruang untuk bernegosiasi atau pun udara ketika dia mencumbu bibir wanita itu. Pada saat yang sama, tubuh n yang tinggi dan tegap menahan nafas darinya. Tasya tak bisa berbuat apa-apa sin membiarkan n menciumnya, dan baru seth dia merasakan bahaya atas tindakan ini, Tasya seperti merasakan seluruh indra di tubuhnya kembaligi padanya. Matanya segera terbuka lebar, dan saat dia selotot pada n, wanita itu mendorongnya untuk menjauh dengan kuat. n akhirnya melepaskan ciumannya, dan ketika ujung hidung mereka bersentuhan dan garis pandang keduanya th bertemu, udara tampak semakin tebal dengan aura ketegangan. Keduanya tampak terengah engah dengan suasana yang panas di antara mereka. Tasya pun mi menggigit dengan gerahamnya yang terkatup. ¡°Lepaskan aku, n. Aku sudah memperingatkanmu Bad 68 Bad 68 Bab 68 n pun memotong ucapan Tasya dengan mendorong ujung jarinya ke bibir Tasya yang terbuka dan bergumam dengan suara serak, ¡°Jangan telu kencang atau kamu akan membangunkan Jodi.¡± Tasya segera terdiam, tetapi ketika dia melihat aura jahat di dm mata n, dia terus berusaha untuk mendorongnya. Ketika n melepaskannya, Tasya tak bisa memungkiti perubahan mendadak di tubuh n dari area pinggang ke bawah. Hal itu segera membuatnya tersipu sambil berpikir, Oh, demi Tuhan, bukankah niatnya tampak begitu js? n juga merasa seba sh, dan ada ekspresi muram di wajahnya yang tampan saat dia berbicara dengan suara yang berat dan serak, ¡°Ku begitu aku akan pergi dulu.¡± Tanpa sepatah kata pun, Tasya juga turun dari tempat tidurnya dan pergi untuk membukakan pintu depan. Dialu memperhatikannya pergi dan bersumpah ku tak akan pernahgi membiarkan pria itu memasuki apartemennya. Dia tahu sekarang betapa berbahayanya n; ada binatang buas dm dirinya yang bisa menyerang Tasya kapan saja. Saat ini, hujan belum juga berhenti, dan seth n menghng dari pandangan, Tasya menyadari bahwa dia tidak memberinya payung. n tadi memarkir mobilnya agak jauh dari apartemen, dan pada kondisi seperti itu, dia pasti akan kebasahan sebelum masuk ke mobilnya. Tasya hampir saja bersimpati padanya saat berpikir bahwa n perlu berteduh dari hujan, namun ia mengingat kembali kejadian yang begitu tiba-tiba dan menegangkan yang mereka mi beberapa menit yanglu. Sementara itu, sma di rumah sakit, Helen makin tersiksa dengan pikiran bahwa Tasya dan n sedang jn bersama. Wanita itu mungkin memiliki beberapa trik yang th direncanakannya yang akan digunakan olehnya untuk merayu n. Dengan pemikiran itu, Helen segera keluar dari rumah sakit pada mm itu juga. Saat itu sudah fajar ketika Helen menelepon nomor seorang sopir yang ditugaskan oleh n untuknya. Sopir itu slu siap siaga untuk mengantarnya dengan aman dari ke tempat manapun yang dituju. ¡°Pak Beni, bolehkah saya bertanya apakah Anda tahu di mana Rumah Keluarga Prapanca?¡± tanya Helen begitu dia naik ke ke dm mobil. ¡°Apakah Anda ingin mampir ke Rumah Keluarga Prapanca, Nona Helen?¡± Beni bertanya, merasa kaget. ¡°Ya, tolong antarkan aku ke sana. Ini darurat,¡± katanya angkuh. Beni th melihat betapa baik dan ramahnya n saat mempekukan Helen, jadi dia tidak menanyainya sambil terus melesat jauh dari trotoar, seth itu segera mengemudikan mobil itu ke Rumah Keluarga Prapanca. Setengah jam kemudian, Helen mendapati dirinya sudah berdiri di depan sebuah rumah mewah yang dikelilingi oleh tiang-tiang yang elegan. Dia menn ludahnya. Ketika berada di pusat kota, di area perumahan yang mewah dan mahal, dan untuk memiliki rumah yang begitu megah di sini membutuhkan lebih dari sekadar kekayaan. Bahkan, juga membutuhkan kekuasaan yang tinggi. Helen tiba-tiba menyadari betapa sedikit yang dia ketahui tentang Keluarga Prapanca; semua yang dia ketahui tentang n hanya diperoleh dari majh dan surat kabar, serta dari media sosial. Sekarang saat Helen sudah berdiri di sini dan menikmati kemegahan dari rumah keluarga pria itu, dia pun merasakan ambisinya yang mi tumbuh. Helen sangat berambisi untuk menjadi nyonya rumah yang mewah ini. Dia ingin tinggal di sini dan menjadi istrinya n. Helen masih memiliki dua saudarakiki yang slu memburunya, dan posisi wanita itu dm keluarganya slu dibayangi oleh kedua saudarakikinya itu. Helen th menyia-nyiakan seluruh hidupnya dengan perasaan panik karena slu berusaha untuk mrikan diri dari kehidupannya yang km. Wanita itu slu diabaikan, baik di rumah atau pun di dm masyarakat, dan dia sangat menginginkan kehidupan yang nyaman dan mewah. Dia ingin memiliki sesuatu untuk dirinya sendiri, atau memiliki kekuasaan yang bisa digunakan olehnya. Dan sekarang, Helen sudah memiliki jn pintas untuk mencapai mimpinya itu, dan wanita itu akan mkukan semua yang ia bisa untuk mewujudkannya. khususnya, Tasya dan Helen tak akan ragu untuk melenyapkan mereka yang menghngi jnnya putranya. Dengan tekad yang baru ini, Helenlu menegakkan bahunya dan membunyikan bel yang ada di samping pintu. Lalu seorang pyan datang ke pintu dan berbicara kepadanya, bertanya dengan sopan, ¡°Apakah Anda mencari seseorang, Nona?¡± ¡°Hai, aku di sini untuk menemui Nyonya Hana,¡± jawab Helen. Dia th membaca dari koran bahwa Nyonya Hana, nenek n, adh Nnyonya yang memimpin keluarga itu. Contentt bel0ngs to N0ve/lDra/ma.O(r)g! ¡°Bisakah Anda mengisi informasi pribadi Anda di sini? Kami akan mengizinkan Anda untuk masuk seth kami memverifikasi identitas Anda.¡± Pyan itulu memberinya sebuah papan klip dengan formulir di atasnya. Helen mkukan apa yang diperintahkan dan bahkan menyerahkan kartu identitasnya pada pyan itu. Seth menunggu di luar sekitar sepuluh menit, dia akhirnya diizinkan untuk melewati pintu. Pada saat itu, Hana sedang sarapan di sebuah paviliun yang elegan ketika dia mendengar bahwa ada seorang wanita muda yang ingin bertemu dengannya. Tertegun, dia bertanya-tanya sebentar apakah wanita yang dimaksud adh Tasya. Apakah itu Nona Tasya?¡± *Tidak, Nyonya Hana. Dia adh seorang wanita yang bernama Flelen Sanjaya; wanita itu berkata ku dia adh teman Tuan Muda n.¡± Sambil dengan elegan mengusap sudut bibirnya, Hana pun berkata, ¡°Suruh dia masuk!¡± Takma kemudian, dia disambut oleh pemandangan seorang wanita muda yang mengikuti pyan itu ke paviliun. Hana awalnya berencana untuk menemui Tasya hari ini, tapi tamu tak diundang ini membuatnya penasaran. Siapa gadis ini? Bad 69 Bad 69 Bab 69 Helen memandang Hana dengan rambut abu-abunya, yang memancarkan aura seorang Nyonya Pimpinan yang berkuasa di rumah itu. Jadi, Helen tidak berani bertingkah sembarangan di depan nyonya tua itu. Segera saja, dia berjn ke arah Hana dan dengan sopan menyapanya. ¡°Sm, Nyonya Prapanca. Nama saya Helen Sanjaya. Saya adh pacarnya cucu anda.¡± Hana mengerutkan keningnya dan bertanya dengan heran, ¡°Apa benar kamu pacarnya n?¡± ¡°Ya, n dan saya belum cukupma berkencan sehingga saya belum pernah mampir dan menyapa anda, jadi saya minta maaf karena hal itu, Nyonya Prapanca.¡± Helen bertingkah seh-h dia sedang menyhkan dirinya sendiri. Hana slu tahu bahwa n tidak menyukai perjodohannya, yang membuatnya bertanya-tanya apakah Helen adh gadis yang menjadi san mengapa cucunya tidak ingin menikahi Tasya. ¡°Helen, bisakah kamu memberitahuku bagaimana kamu bisa mengenal n?t Nyonya tua itu menyelidiki Helen, memperhatikan penampnnya yang biasa karena dia juga bisa mengatakan bahwa Helen tidak berasal dari keluarga kaya. Namun, pertanyaan terbesar yang mengganggunya adh apakah n benar-benar berkencan dengan Helen. Ketika Helen menundukkan kepnya dan mengerucutkan bibirnya dm diam, Hana yang penasaran kemudian bertanya, ¡°Ada apa? Kenapa kamu diam saja?¡± Helen menggigit bibirnya dan menatap nyonya tua itu. THal itu sangat memalukan.¡± ¡°Kenapa? Hal apa yang sangat memalukan itu? Ceritakan saja padaku.¡± Rasa penasaran Hana semakin kuat. Helen kemudian berpura-pura mengumpulkan keberanjannya dan bercerita tentang insiden yang terjadi lima tahunlu dengan Hana. Karega bisa membayangkan bagaimana kemesraan yang terjadi antara Tasya dan n, dia berhasil menceri kisahnya, seh-h dia yang mengminya sendiri. Seth mendengar cerita dari Helen, mata Hana pun terbuka lebar karena dia belum dapat percaya ku cucunya sudah berani mengambil keperawanan seorang wanita. ¡°Jam tangan itu merupakan sebuah petunjuk yang membantu n mencari saya sebelum dia mengatakan kepada saya bahwa dia akan menebus perbuatannya sma sisa hidupnya.¡± Mata Hana dipenuhi dengan rasa kasihan seth dia mendengar ceritanya Helen. Bagaimanapun juga, dia menganggap ku Helen pantas untuk mendapatkan simpatinya karena th mengorbankan keperawanannya sebagai ganti nyawa cucunya. ¡°Helen, aku ingin meminta maaf padamu atas nama n. Sin itu, aku akan memastikan ku dia akan menebus perbuatannya kepadamu.¡± Nyonya tua itu merasakan jika dia berada pada posisi Helen sehingga dia juga dapat berempati pada wanita muda itu sebagai sesama wanita. Yah, Helen mungkin masih berusia 19 tahun ketika hal itu terjadi padanya. Saat ith seorang wanita berada di masa keemasannya, namun hal bueruk seperti itu sudah menimpanya. Aku yakin dia pasti sangat menderita karenanya. ¡°Apakah kamu sudah sarapan, Nak?¡± dia bertanya dengan prihatin. ¡°Tidak, aku belum sarapan¡­¡± Helen menggelengkan kepnya, ¡°Pyanl Tolong siapkan sarapan.¡° Hana memerintahkan pyannya sementara Helen menundukkan kepnya dengan ekspresi kemenangan yang melintas di wajahnya. Jauh di lubuk hatinya, dia percaya bahwa perubahan positif dm sikap Hana merupakan sebagai tanda bahwa posisinya semakin penting dm Keluarga Prapanca. Sementara itu, Tasya sedang memeriksa beberapa file di kantor Jewelia ketika teleponnya berdering. Dia kemudian menerimanya dan bertanya, ¡°Halo, siapa ini?¡± ¡°Aku menunggumu di pintu masuk. Turuh ke sini sekarang.¡± n berbicara dengan suara yang begitu dm dan karismatik sehingga tak ada priain yang gaya bicaranya bisa menyamainya. Tasya menahan nafasnya sma sepersekian detik ketika ingatan tentang pria yang menciumnya dengan paksa itu benar-benar sudah menghantui dan membanjiri pikirannya. Memikirkan hal itu saja, dia merasa enggan untuk bertemu dengan n. Karena itu, dia menk undangan pria itu. ¡°Aku sibuk hari ini, jadi aku tak akan pergi ke rumah nenekmu.¡± ¡°Apakah kamu akan turun, atau aku yang harus pergi ke sana untuk menjemputmu sendiri? Skan pilih,¡± jawab pria itu dengan kesal. Tasya menggigit bibirnya, menyadari ku memang tidak tepat baginya untuk mengingkari ucapannya. Karena itu, dia segera mengemasi barang-barang dan mengambil dompetnya sebelum meninggalkan kantor. Ketika sudah tiba dintai bawah, Tasya disambut oleh pemandangan dari sebuah mobil sedan berwarna hitam. Kemudian, dia membuka pintu mobil dan duduk di dm saat pria yang mengenakan setn hitam itu mengeluarkan aura yang mengintimidasi. Takma seth Tasya memasuki mobil, dia melihat ke arahin dan mengarahkan matanya ke luar jend sambil segera merasakan aliran adrenalin di sekujur tubuhnya seth dia mengingat tindakan tak terduga dari n pada mm sebelumnya. Belongs ? to N?velDrama.Org. Di sisiin, n mengarahkan pandangannya ke sisi wanita itu sambil menykan mesin mobil dan mengemudi meninggalkan gedung kantor. Untuk beberapa saat berikutnya, suasana di dm mobil itu diselimuti dengan kebeningan sampai saat pria itu secara tiba-tiba mengebut di jn raya. Takut akan hal itu. Tasya pun memegang sabuk pengamannya dengan cemas dan beceriak ngeri, ¡®n, batas kecepatan di sini adh 50 mil per jam! Bad 70 Bad 70 Bab 70 Apa yang sedang dkukan oleh pria ini? Apakah dia mencoba untuk menunjukkan seberapa cepat mobilnya bisa mju dengan kecepatan dari 30 mil sampai 70 mil?l Astaga, ini membuatku hampir terkena serangan jantung! n melengkungkan bibirnya membentuk senyuman sebelum ia berkata, ¡°Aku pikir kamu bisu.¡± Tasya kembali menatap n, merasa kesal karena pria itu terdengar seperti sedang mengutuknya. ¡°Kamu tuh yang bisu,¡± bsnya. Meskipun demikian, n tidak marah minkan ia merasa lucu dengan tanggapan dari Tasya sambil bereaksi dengan seringai yang lebih lebar. Saat mobilnya mmbat di jn, pria itu memutuskan untuk tidak mengerjainyagi dan tetap diam sampai mereka tiba di Rumah Keluarga Prapanca. Ketika melihat ke arah atas, Tasya disambut oleh pemandangan dari sebuah gerbang yang tampak megah di depan perumahannya. Saat ith dia akhirnya menyadari betapa kaya dan berkuasanya n sambil menghubungkannya dengan apa yang dia dengar dari media bahwa tak ada yang bisa memperkirakan berapa ni kekayaan keluarga Prapanca secara akurat. Lagi p, apa yang mereka ungkapkan tentang kekayaan n hanya sekedar puncaknya saja. Dengan segera, Tasya cepat-cepat memperbaiki pakaiannya, berharap untuk menampilkan dirinya yang terbaik di depan Hana. Sementara itu, n sudah berjn melewati pintu dengan Tasya yang mengikuti tepat di bkangnya, seh h mereka sedang memasuki sebuah taman di istana kerajaan dengan seg jenis pemandangan yang mahal dan spesies tanamanngka di sekitar area tersebut. Sementara itu, Hana sedang berbicara dengan Helen ketika dia mendengar tentang kedatangan n dari seorang pyan. Sementara Hana menyuruh Helen untuk pamit, Helen memanfaatkan kesempatan itu untuk bertanya kepada pyan itu, ¡°Apakah n membawa Nona Tasya bersamanya?¡± ¡± Helen, Apa kamu mengenal Tasya?¡± Hana yang tertegun berbalik dan menyampaikan kebingungannya kepada Helen ¡°Ya, aku mengenalnya. Dia adh teman baikku ketika kami masih di sekh dasar dan sekh menengah.¡± Helen tersenyumlu menambahkan, ¡°Namun, kami kemudian terpisah satu samain karena beberapa keshpahaman.¡± ¡°Apakah dia tahu apa yang terjadi antara kamu dan n?¡± tanya Hana. ¡°Ya, dia mengetahuinya.¡± Helen mengangguk. Hana mengh nafas, ia merasa sedih untuk mempercayai bahwa Helen, wanita yang memberikan keperawanannya kepada n, adh mantan teman sekh Tasya yang ibunya th menymatkan nyawa cucunya itu. Ketika n dan Tasya muncul di depan pintu ruang tamu, pria itu tercengang melihat Helen yang sedang duduk di samping neneknya karena dia tidak tahu sama sekali ku Helen akan berada di sana. Pada saat yang sama, Tasya mhan sangat kesal saat mengetahui kehadiran Helen sambil memperlihatkan kedua matanya yang dipenuhi oleh rasa dendam dan kebencian setiap kali dia melihat Helen di depannya. 1. 1. ¨C La d i.9¡å ci¨C 1. L. u.1¨C -Ln ! and norintannanninin ¡°Maafkan aku, n. Aku hanya ingin bertemu dengan keluargamu, jadi¡­¡± Helen menggigit bibirnya dan menunduk terlihat seperti ketakutan untuk dimarahi. Di sisiin, n menatap lurus ke wajah Helen, berpikir bahwa dia pasti sudah mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya dia katakan kepada Hana. ¡°Nah, ini dia, Nona Tasya. Skan masuk dan duduh.¡° Hana hampir tak bisa menyembunyikan perasaan sukanya pada Tasya. Tasya pun dengan sopan menyapa Hana. ¡°Smat siang, Nyonya Prapanca.¡± ¡°Nona Tasya, aku sudah tak sabar ingin bertemu denganmu. Sekarang seth kita berdiri di sini saling berhadap-hadapan, kamu terlihat jauh lebih cantik dari yang aku bayangkan!¡± Hana memuji Tasya, secara tidakngsung ia mengungkapkan rasa sukanya pada Tasya. Di sisiin, Helen, yang melihat interaksi dia antara mereka, sudah tak bisa menahan rasa cemburu pada Tasya karena mereka menganggap bahwa Keluarga Prapanca sudah berhutang budi pada Tasya karena ibunya th menymatkan n. Untuk itu, Helen berharap dia bisa bertukar tempat dengan Tasya dan mengim tempatnya sebagai Nyonya Muda Keluarga Prapanca. ¡°Kamu sudah di sini, Tasya,¡± Helen pun menyapa Tasya. Tasya hanya menatapnya dengan dingin sebelum mengalihkan perhatiannya kembali pada Hana. ¡°Nyonya Hana, kami ingin berbicara dengan anda secara pribadi.¡± Mendengar hal itu, n menyspitkan matanya sambil bertanya-tanya apakah Tasya akan menk bantuan neneknya. ¡°Tentu saja! Lagip aku juga ingin berbicara denganmu.¡° Hana pun meraih tangan Tasya. ¡°Ayo. Mari kita duduk dan bicara.¡±, . Dengan segera, Tasya dan Hana berjn ke arah taman di luar ruang tamu di mana ada sofa yang nyaman dengan pemandangan yang indah. Tidakma seth itu, seorang pyan segera menyuguhi kedua wanita itu dengan beberapa buah dan kue kering. ¡°Ini teh Anda, Nona Tasya.¡± ¡°Terima kasih, Nyonya Prapanca.¡± Tasya mengangkat cangkir tehnya dan menyesap teh yang memancarkan aroma menyegarkan itu. Belongs ? to N?velDrama.Org. ¡°Nona Tasya, aku ingio mengucapkan terima kasih atas perjuangan ibumu yang th menymatkan cucuku saat itu. Dan aku juga sedih tentang kematian ibumu, aku sebenarnya th mencoba mencari kesempatan untuk menebusnya kepadamu dan keluargamu,¡± kata Hana dengan tulus. Merasakan kedukaan Hana, Tasya pun menggelengkan kepnya dan menjawab, ¡°Tolong jangan sungkan, Nyonya Prapanca. Ibuku sudah menymatkan cucurou karena itu adh hal yang memang sudah sepatutnya kukan olehnya.¡± ¡°Nak, aku ingin kamu tahu bahwa Keluarga Prapanca akan slu nienjadi rumah keduamu sma kamu tidak keberatan. Sementara itu, aku juga ingin menjadi nenekmu dan mkukan yang terbaik untuk menjagamu dan putramu,¡± tutur Hana sambil berlinangan air mata Bad 71 Bad 71 Bab 71 Tasya merasa bersyukur seth mendengar niat baik yang diutarakan oleh Hana, tapi tetap saja, dia menggelengkan kepnya dengan kuat. ¡°Anda tak tahu betapa bersyukurnya saya ssat mengetahui bahwa anda tak pernah melupakan tentang ibu saya, tapi saya tidak mengharapkan ku anda akan membs hutang budi pada saya. Sebenarnya, saya datang ke sini hanya untuk menyapa anda, bukannya untuk menerima imbn apa pun.¡± Hana yang merasa gelisah pun segera meraih tangan Tasya. ¡°Nak, ibumu sudah tiada, dan ith yang membuatku jadi bertanggung jawab untuk menjagamu. Tolonh! Biarkan aku mempekukanmu sebagai cucuku.¡± Tasya sudah tidak memiliki orangin di keluarganya sin ayahnya sejak kakek-neneknya juga sudah meninggal. Oleh karena itu, dia tak bisa menahan perasaannya yang jadi tersentuh ketika melihat senyuman Hana yang tulus. ¡°Nak, anggap saja aku ini sebagai saudaramu yang bisa kamu kunjungi sesekali, oke? Aku tahu ku kamu dan ibumu adh wanita yang baik, dan aku tak meminta banyak karena yang aku inginkan hanyh kehidupan yang bahagia dan damai untukmu.¡± Hana dengan tulus menatap Tasya sambil menunggu jawaban darinya. Takma kemudian, Tasya akhirnya menyerah karena sudah tak tahugi bagaimana caranya untuk menk nyonya tua itu. Meskipun ini adh pertama kalinya dia bertemu dengan Hana, entah bagaimana Tasya seperti memiliki perasaan akrab yang sudahma tak dirasakan olehnya. Saar berpikir ku dirinya sudah diberkati dan beruntung bisa memiliki nenek seperti Hana, Tasya mengangguk dan menjawab, ¡°Baih, Nyonya Prapanca.¡± Contentt bel0ngs to N0ve/lDra/ma.O(r)g! Kemudian, Hana tampak tersenyum dengan bahagia dan menjawab, ¡°Bagus! Ku begitu, aku punya satu cucugi sekarang.¡± ¡°Nyonya Prapanca, sudah waktunya bagi anda untuk minum obat sekarang.¡± ¡°Oh, iya! Tasya, Aku harus minum obat dulu. Kamu skan duduk di sini atau jn-jn di sekitar taman. Aku nanti akan datang menemuimugi.¡± ¡°Baih, skan dnjutkan saja untuk meminum obatnya.¡± Tasya mengangguk dan melihat Hana yang mngkah pergi,lu ia berjn ke sekitar taman sebab dia enggan menuju ke ruang tamu karena tak ingin melihat wajah Helen. Sementara itu, n sedang mengajak Helen untuk berkeliling di Kediaman Keluarga Prapanca sambil berjn-jn di taman. Kemudian, n menatap wajah wanita itu dengan tatapan tajamnya dan bertanya, ¡°Helen, kenapa kamu tidak memberitahuku dulu ku ingin datang kemari untuk mengunjungi Nenek?¡± Meskipun demikian, sedikit yang n tahu bahwa Helen sebenarnya hanya mkukan apa yang dia bisa untuk mewujudkan keinginannya karena dia berniat untuk mempertahankan posisinya agar sejajar dengan Tasya. Jika dia memang ingin membuat Keluarga Prapanca bertanggung jawab padanya, aku akan mendapatkan persetujuan dari nenek agar kami bisa impas. ¡°Aku jatuh cinta padamu, n. Aku ingin berhubungan lebih jauh denganmu.¡± Helen menatap pria itu dengan penuh kekaguman sambil benar-benar mengungkapkan isi hatinya. ¡°Helen, aku akan menebusnya dengan memberimu kesejahteraan dan uang yang banyak,¡± jawab n dengan ramah, mengetahui dengan js apa yang sudah dia ucapkan. Jauh di dm hatinya, n yakin bahwa dia hanya akan menebus perbuatannya tanpa harus mengorbankan status hubungannya. Sementara itu, Helen tadinya ingin mengatakan bahwa n th mempekukannya dengan sangat baik akhir-akhir ini karena th memberikan semua yang dia inginkan, tetapi sayangnya, Helen menginginkan yang lebih dari itu. ¡°n, apa kamu sudah jatuh cinta dengan Tasya?¡± Dia mendongakkan kep dan bertanya, saat ini matanya dipenuhi dengan kebencian dan kefanatikan. Meskipun begitu, n hanya menyipitkan mata tanpa memberikan jawabannya. Helen pura-pura tersenyum dengan getir. ¡°Yah, Tasya memang membenciku, terutama sekarang saat dia tahu ku kita pernah tidur bersama sebelumnya. Terlebihgi, dia sudah dinodai di masalunya, yang membuatnya terluka dan tidak percayagi pada pria.¡± Wajah n membeku sma beberapa detik. Jauh di lubuk hatinya, entah bagaimana, n tak suka mendengar apa pun tentang hubungan Tasya dengan priain. ¡°Baih, itu sudah cukup.¡± jawab pria itu, tampak sedikit linglung. Pada saat itu, Helen tiba-tiba melihat siluet yang datang ke arah mereka dari balik semak-semak dan dengan cepat menyadari ku bayangan itu adh Tasya. Dengan demikian, Helen segera memeluk n dengan sengaja, dan dengan erat melingkarkan lengannya di pinggang pria itu. ¡°n, kamu adh pria pertama yang pernah kuberikan kesucianku, tapi aku bersumpah ku aku tak akan pernah jatuh cintagi dengan priainnya dm hidupku. Aku hanya mencintaimu, n.¡± n membeku,lu menundukkan kepnya dengan mata yang tertuju pada Helen sambil terkejut dengan pengakuannya yang tak terduga. n menghiburnya secara pehan meskipun dm keadaan yang panik sambil berkata, ¡°Tolong jangankukan ini, Helen.¡± ¡°Tidak? Aku masih bisa mengingat ciumanmu dan setiap hembusan nafasmu mm itu, sikap liarmu saat berada di dekatku¡­¡±, Sementara itu, Tasya tampak muak dengan tindakan Helen dan n yang sedang bermesraan ketika berpikir ku acara jn-jnnya di taman akan damai dan tidak terganggu. Astagal Tak bisakah mereka memilih tempatin untuk mkukan hal seperti itu? Tindakan mereka sangat memalukan! Bad 72 Bad 72 Bab 72 n n kemudian mendorong tangan Helen dan mngkah mundur, untuk menjauhkan diri darinya sambil tetap menatap wajahnya. ¡°Aku tahu itu ku sekarang aku harus bertanggung jawab seth aku menemukanmu,¡± Sementara itu, Helen tampak seperti anak kucing yang sedang terluka, dengan wajah cemberut saat air mata mengalir dari sudut matanya. ¡°Baih, aku percaya padamu, n. Kamu adh orang yang paling aku percayai di dunia ini. Karena itu, yang aku inginkan hanyh berada di sisimu sepanjang hidupku dan tidak pergi ke mana pun. Aku ingin dilindungi dan merasa dibutuhkan olehmu.¡± n yang merasa kasihanlu menepuk bahunya. ¡°Baih, berhenth menangis, oke? Kamu tak akan terlihat cantik dengan wajah yang berlinangan air mata.¡± Segera saja, Helen menundukkan kepnya dengan malu-malu seperti setangkai bunga sambil mengarahkan matanya ke suatu tempat di semak-semak yang cukup jauh, merasa gembira saat menduga bahwa Tasya pasti th mendengar percakapan mereka. Pada saat yang sama, n juga dapat mendeteksi gerakan yang ada di bkangnya dengan pendengarannya yang tajam sambil berteriak, ¡°Siapa di sana? Tunjukkah dirimu!¡± Meskipun demikian, Tasya memang tak berniat untuk terus bersembunyi, jadi dia muncul dari balik semak semak tanpa rasa takut. Ketika n melihatnya, tatapannya dipenuhi dengan berbagai emosi yang rumit karena dia tak bisa tidak penasaran apakah Tasya th mendengar percakapan antara dia dan Helen. ¡°Tasya¡­¡± seru Helen. Tasya melengkungkan bibirnya dan tersenyum dengan dingin. ¡°Lanjutkah. Anggap saja aku tidak ada di sini karena aku hanya lewat saja.¡± ¡°Apa yang sudah Nenek katakan padamu, Tasya?¡± Helen segera mendekati Tasya, menyebut Hana dengan panggn Nenek dengan akrab, ¡°Kenapa aku harus memberitahumu?¡± Tasya mengangkat alisnya dengan marah. ¡°Aku hanya bertanya, jadi tolong kamu santai saja,¡± jawab Helen dengan senyuman yang getir. ¡°Berhenti berpura-pura tidak bersh, Helen. Kamu dan aku sama-sama tahu orang seperti apa dirimu itu.¡± Tasya berharap dia bisa membuka kedok kemunafikan Helen dan mengungkapkan sifat aslinya kepada n. Helen tampaknya th meninggalkan harga dirinya dan dengan menguraikan air mata ia pun meminta maaf, ¡°Maalkan aku, Tasya. Jika bukan karena aku saat itu, kamu tak akan¡­¡± Wajah Tasya menjadi pucat saat dia nieny wanita itu dengan murka, ¡®Diaml Jangan membuatku jadi semakin membencimu.¡± Merasa tercengang. Helen menoleh ke arah n untuk meminta pemban. Sementara itu, n sudah mengetahui insiden apa yang mereka maksudkan itu dan dapat terlihat dari wajah pucat Tasya bahwa wanita itu th mengmi sebuah mimpi buruk yang tak ingin dia bicarakangi. Tunggu aku di ruang tamu, Helen. Aku ingin berbicara dengan Nona Tasya secara pribadi.¡± Ucap n pada Helen. Terlepas dari keengganannya untuk memberikan kesempatan pada mereka untuk berbicara satu sama lain secara pribadi, Helen tidak berani mengambil risiko untuk mwan n dengan cara yang sh, jadi dia memutuskan untuk mengangguk dengan patuh dan mngkah pergi. Belongs ? to N?velDrama.Org. Saat melihat kepergian Helen, Tasya pun ingin mengabaikan n seth dia mendengar apa yang th dikatakan oleh Helen tentang kencan satu mmnya dengan pria itu. Idih! Bahkan dengan hanya memikirkannya saja sudah sangat menjijikkan. Membayangkan betapa liarnya dia saat berada di atas Helen benar-benar membuatku merasa ingin muntah. Dengan segera, Tasya mi menyimpulkan bahwa hasrat yang dimiliki n th membuat pria itu jadi lupa diri dan nekat saat ia mengingat betapa bernafsunya n yang mencoba untuk bersamanya juga. Aku kira ith sebabnya kenapa orang mengatakan ku pria memang tak pernah bersikap dewasa seumur hidup mereka. ¡°Tasya, Helen sudah memberitahuku apa yang terjadi padamu, tapi karena kejadian itu sudah belu, mari kita lupakan saja dannjutkan hidupmu.¡± n memperhatikannya sambil berjn dan menghiburnya. Tasya menghentikanngkahnya, ia sudah mengetahui apa niat Helen yang sebenarnya. Jauh di dm hatinya, Tasya mengetahui ku Helen hanya akan melebih-lebihkan cerita masalunya yang suram dan dihkan daripada yang sebenarnya kepada n. Oleh karena itu, dia tak tahan untuk tidak bertanya- tanya apakah pria itu menunjukkan keprihatinannya, tetapi meskipun demikian, dia tak akan menerima rasa simpati dari n. Lagi p, pria itu, yang th tidur semm bersamanya, mkukan banyak kerusakan mental dm diri Tasya, tetapi untungnya, kehadiran putranya bisa berhasil menyembuhkan traumanya sehingga hampir membuat Tasya melupakan apa yang th terjadi mm itu pada lima tahun yanglu. Untuk itu, dia bahkan tidak repot-repot memikirkannya, apgi untuk mengungkitnya. ¡°Khawatirkan saja dirimu sendiri, Tuan Muda nl¡± Tasya mendengus. ¡°Ku begitu, apa yang bisa akukukan untukmu?¡± n mengarahkan pandangannya ke wajah pucat wanita itu, debaran di jantungnya terasa kencang. ¡°Ya, mi sekarang, terimatah Helen untuk hidup bersamamu dan juga jauhi aku¡± Tasyalu pergi begitu saja seth dia menyelesaikan kalimatnya. Bad 73 Bad 73 Bab 73 Saat dia melihat Tasya pergi, n bisa merasakan kegigihan dan kehendak yang kuat dari wanita itu di luar dari sosoknya yang mungil, yang membuat n merasa tak berdaya. Pada saat itu, seorang pyan datang kepadanya dan mengatakan, ¡°Tuan Muda n, Nyonya Prapanca menunggu anda di ruang makan.¡± Sementara n sudah menganggukkan kep dan berjn pergi dengan pyan itu, Helen sedang berjn ke ruang tamu, namun dia tersesat di area taman yang luas. Oleh karena itu, dia terpaksa mengikuti nalurinya sambil berjn keluar dari sana, entah bagaimana ia merasakan ku di sekelilingnya agak sepi. Kemudian, dia melihat sebuah paviliun yang tampak kuno yang tak jauh dari tempatnya berdiri dan berpikir mungkin saja di sana dia bisa menanyakan arah menuju ke ruang tamu. Namun, tepat ketika Helen mendekat, dia mendengar suara seorang wanita tua dari balik tirai. ¡°Nyonya Prapanca, apakah anda yakin akan memaksa Tuan Muda n untuk menikahi Nona Tasya? Bagaimana dengan nasib Nona Helen?¡± Kemudian, Hana dengan tegas menjawab, ¡°Keputusanku tetap sama. Satu-satunya wanita yang harus dinikahi n adh Tasya. Adapun Helen, aku akan memastikan ku n bisa menebusnya dengan uang dan kesejahteraan. Untuk beberapa san, Sepertinya aku tidak cocok dengan Helen karena aku merasa sikapnya telu licik dan penuh dengan trik. Lagi p, Tasya adh satu-satunya cucu menantu yang pernah aku setujui.¡± Seth mendengarnya, Helen pun menahan nafas dengan ngeri begitu dia mengenali suara Hana. Ya Ampun! Terlepas dari pertunjukan yang aku cobakukan pagi ini, dia masih belum puas denganku? Yang lebih burukgi adh dia hanya menginginkan Tasya yang menjadi cucu menantunya. UCU menan Helen sudah diliputi dengan kebencian di dm hatinya ketika dia tiba-tiba mendengarngkah kaki yang mendekat ke arahnya. Karena itu, Helen segera bersembunyi dengan cepat di dm semak- semak yang ada di bawah pohon dan berusaha untuk tetap diam. ¡°Apakah kamu mencariku, Nek?¡± Suara n sudah terdengar. Hana memandang cucunya dan menceramahi, ¡°Apa yang terjadi saat itu, n? Bagaimana kamu bisa mkukan sesuatu yang tidak masuk akal sampai kamu bisa meniduri Helen?¡± ¡°Maafkan aku, Nenek. Aku th dijebak dan kehngan akal sehatku untuk berpikir jernih.¡± ¡°Yah, meskipun begitu kamu sudah bertanggung jawab untuk menebus keshanmu, jadi aku tidak menyhkanmu untuk itu, tetapi bagaimana kamu akan menyelesaikan mashmu dengan Nona Helen?¡± Hana menanyai cucunya dengan kasar. ¡°Aku sudah mkukan semua yang aku bisa untuk menebusnya.¡± ¡°Baih, aku tak akan mencampuri urusanmu, tapi aku ingin kamu mengingat satu hal-satu-satunya cucu menantu yang akan kusetujui adh Tasya. Jika dia setuju untuk menikahimu, dia akan menjadi Nyonya Muda dari Keluarga Prapanca, tetapi jika tidak, kamu sebaiknya mempekukannya dengan baik sepanjang hidupmu,¡± dia berbicara kepada n dengan sikap yang tegas. Meskipun Helen tak bisa melihat ekspresi di wajah pria itu, dia merasa seperti baru saja jatuh ke dm sebuah genangan air es. Aku hanya ingin menjni kehidupan yang nyaman dan mewah, tetapi mengapa Tasya tak berhenti menghngku? Tidak! Aku tak akan membiarkan Tasya mengambil apa yang seharusnya Dengan segera, Helen mendengar jawaban singkat dari n yang terdengar seh-h seperti sebuah pisau tajam yang menusuk ke dm jantungnya. ¡°Oke.¡± Jadi, sejak awal n memang tak ada rencana untuk menikahiku. Takma seth itu, Helen diam-diam menyelinap pergi dan bertemu dengan seorang pyan, yang th dimintai petunjuk olehnya agar dia bisa kembali ke ruang tamu. Beberapa saat kemudian seth hidangan makan siang sudah disiapkan, Tasya akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal karena suasananya yang terasa canggung meskipun awalnya Tasya enggan mkukan hal itu. Seth semua orang sudah berkumpul di sekitar meja makan, Hana dengan sopan meminta Helen untuk masuk. ¡°Shkan myani dirimu sendiri, Nona Helen. Buah dirimu seperti di rumah sendiri.¡± ¡°Baih, Nenek.¡± Helen tersenyum dan mengangguk sambil berharap ku nyonya tua itu bisa segera mati. C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. ¡°Kamu juga, Tasya. Layani dirimu sendiri.¡± Hana menatap Tasya, seh-h dia adh cucunya sendiri. ¡°Baih, tentu.¡± Tasyalu myani dirinya sendiri untuk menyendok makanan. Seth makan siang. Hana mentraktir kedua wanita itu dengan makanan penutup sementara n naik ke atas untuk beristirahat. Sambil berbaring di sofa, pria itu tampak terganggu dan putus asa karena dia tak bisa berhenti memikirkan antara Helen dan Tasya. Hubungan antara aku dan Helen hanyh berhubungan intim semm saja yang pernah kamikukan lima tahun yanglu, tapi aku ragu saat ini karena tak pernahgi merasakan aroma nafas yang sama dengannya seperti pada mm itu. Untuk beberapa san, bagi n tampaknya Helen lebih terasa seperti orang asing daripada seseorang yang memiliki perasaan yang dekat dengannya. Bad 74 Bad 74 Bab 74 Namun, n sepertinya tak bisa melupakan keintiman yang dia rasakan pada mm itu ketika wanita itu mkukan upaya yang sia-sia untuk mwannya di tengah kegpan sambil berlinangan air mata. Meskipun dia hanya menanggung kegan n karena pria itu sedang di bawah pengaruh obat- obatan, n masih bisa mengingat saat-saat manis sma keintiman dengannya sampai hari itu. Sebelum pingsan, n bahkan sempat berjanji pada dirinya sendiri ku dia akan bertanggung jawab penuh atas apa yang th dkukannya pada wanita itu. Pada saat itu, entah mengapa wajah Tasya terus muncul di benak n. Untuk beberapa san, nalurinya mengatakan bahwa perasaan yang dia miliki dengan Tasya sama dengan yang dia mi pada mm itu. Kemudian, n mengambil napas dm-dm untuk menahan khaynnya agar tidak bertambah liar, Bagaimanapun juga, aku akan bertanggung jawab pada dua wanita ini. Sementara aku harus menebus keshanku kepada sh satu dari mereka, aku terikat oleh kehormatan dan tanggung jawabku untuk menebus wanita yang satunya. Sementara itu, Tasya sedang berada di taman ketika dia memberi tahu Hana ku dia harus pergi untuk tugas yang penting nanti sore. Sementara itu, Hana memutuskan untuk tidak menahannya untuk tetap tinggal, mengetahui bahwa tak mudah bagi Tasya untuk membesarkan seorang anak sendirian. Karena itu, Hana dengan cepat memberitahukan kepada pyan untuk memanggil n dan memintanya untuk mengantar Tasya png. Ketika Helen melihatnya, diangsung berpura-pura ku dia juga sudah mempunya janji dengan teman temannya, tapi sebenarnya dia hanya ingin pergi bersama dengan Tasya. Karena Hana tepat di depannya, Tasya tak bisa berkata apa-apa sebab Hana sudah mengizinkan Helen mkukan keinginannya.N?velD(ram)a.?rg owns this content. Hanalu menyuruh seorang pyan untuk membawakan dua buah hadiah untuk para wanita itu. Tak lama kemudian, terlihat dua gng mewah yang sudah diletakkan di atas meja ruang tamu, namun tetap saja, Hana tidak memberitahukan gng yang mana dan untuk siapa. Sebagai gantinya, dia hanya tersenyum dan bertanya, ¡°Kemari dan lihah, nona-nona. Mana h, pona-nona. Manakah gng yang lebih kamu sukai?¡± Dibutakan oleh keserakahannnya, Helen bisangsung membedakan gng mana yang lebih mahal dan mengarahkan pandangannya ke sebuah gng yang lebih berku. Seth itu, dia menoleh ke arah Tasya dan bertanya, ¡°Tasya, aku suka gng yang ini, dan kurasa kamu tidak keberatan, kan?¡± Tasya dengan tenang menjawabnya, ¡°Ini adh hadiah dari Nyonya Prapanca, jadi sebaiknya kamu bertanyangsung pada beliau.¡± ¡°Tidak, aku tak keberatan. Sma kalian menyukainya.¡± Hana mengangguk sambil tersenyum. Saat Helen mengambil kotak yang berisi gng yang diinginkannya, Tasya memandang Hana dan bertanya, ¡°Nyonya Prapanca, ni gng ini telu mahal. Aku tak bisa menerimanya.¡± Seth mendengar hal itu, Helen tercengang sambil berpikir bahwa Tasya sedang berusaha untuk mempermalukannya. Karena itu, dia dengan canggung meletakkan kembali gng itu dan berkata, ¡°Ya, itu benar! Hadiah ini telu mahal. Aku juga tak bisa menerimanyai¡± ¡°Tidak, gng itu sama sekali tidak mahal. Bagaimanapun juga, niatku yang lebih penting, jadi terimh gng itul¡± Hana tersenyum anggunyaknya seseorang yang bijaksana dan baik hati. Di sisiin, Tasya merasa terjebak dm dilema karena dia tahu dari penampnnya ku gng itu memiliki ni pasar sekitar puluhan miliar rupiah. Namun, dia tahu bahwa itu hanyh sebuah hadiah kecil bagi Hana dan sadar bahwa situasinya akan berubah menjadi buruk jika dia bersikeras untuk menk Hana. Karena itu, Tasya hanya mengangguk dan berterima kasih kepada Hana. ¡°Terima kasih, Nyonya Prapanca.¡± Pada saat yang sama, Hana meni kedua wanita itu dengan caranya yang cerdik dan akhirnya mengarahkan pandangannya pada Tasya, berpikir bahwa Helen tampak lebih seperti orang miskin yang serakah. Tasya adh sosok wanita yang anggun dan sopan, dan tak ada orangin yang lebih sempurna darinya untuk menjadi menantu perempuanku. Berbeda dengan sikap Helen yang seperti seorang budak yang serakah dan haus akan kekayaan, dia tak tahu bahwa Hana sebenarnya sedang menguji karakternya. Pada saat yang sama, Helen tidak merasakan ada yang sh dengan perkunya karena dia belum pernah melihat sesuatu yang begitu berharga sejak dia masih kecil, ith sebabnya dia secara tak sadar mencoba mengim ku gng itu sebagai miliknya. Takma kemudian, kedua wanita itu sudah memasuki mobil n yang diparkir di hman saat Helen mencoba untuk menegaskan kekuasaannya seperti seorang satpam. Di sisiin, Tasya sudah duduk di kursi bkang, merasa nyaman duduk di sana sambil memikirkan tempat yang cocok untuk turun di pinggir jn. Lagi p, dia lebih suka naik taksi daripada berbagi tumpangan dengan Helen. Dengan segera, n pergi dari Kediaman Keluarga Prapanca saat Helen menunjukkan gngnya padanya. ¡°Lihah, n. Nenek memberikannya padaku. Bagaimana kelihatannya? Apakah itu terlihat bagus untukku? Bad 75 Bad 75 Bab 75 ¡°Ya, itu bagus¡° n melirik gng di pergngan tangan Melen sambil mengangguk. C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. ¡°Nenek mempekukanku dengan cukup baik dan sepertinya ia sangat menyukaiku.¡± Helen sengaja memastikan ku Tasya mendengar kata-katanya, karena dia ingin wanita itu tahu bahwa dia begitu penting bagi Hana. ¡°Pastikan kamu menyimpannya.¡± n mengalihkan pandangannya ke arah kaca spion dan mengamati wanita yang sedang duduk di kursi bkang mlui pantnnya. Tasya terus menatap ke luar jend, dan tampn samping wajahnya membuat wanita itu tampak seperti seorang dewi suci yang dipuja oleh banyak orang. Akhirnya, Tasya sudah merasa bosan untuk tinggal di dm mobil. Saat mereka sampai di jn raya, dia kemudian berkata pada pria yang duduk di depannya. ¡°Pak n, tolong hentikan mobilnya.¡± n menepi di pinggir jn dan menatap wanita itu dengan cemberut. ¡°Apa ada yang sh?¡± ¡°Aku ingin keluar dari mobil sekarang.¡± Tasya menyelesaikan kalimatnya dan dengan cepat membuka pintu, mngkah keluar dari kendaraan tanpa sedikitpun keraguan. Seth menyaksikan reaksi Tasya, n tercengang sambil bertanya-tanya apakah dia enggan menerima tumpangannya, tetapi Helen senang melihatnya pergi karena itu berarti dia bisa berduaan dengan pria itu. Meskipun begitu, n keluar dari mobilnya sesaat kemudian, meninggalkan Helen yang segera terkejut saat melihatnya mengejar Tasya. Melihatnya, dia semakin penuh dengan obsesinya, berpikir bahwa Tasya sudah dengan sengaja berusaha untuk merayu n. Di sisiin, Tasya sudah melihat n yang sedang mengejarnya tetapi ia memutuskan untuk mengabaikan usaha pria itu. Dia kemudian menemukan tempat yang cocok untuk berdiri di pinggir jn sambil berusaha memanggil taksi. ¡°Aku bisa menurunkanmu di tempat tujuanmu, jadi kenapa kamu mh naik taksi?¡± n mengerutkan keningnya dengan jengkel. ¡°Itu bukan urusanmu. Antarkan saja si Helen dan segera pergi dari sini,¡± Tasya menoleh ke bkang dan menjawabnya. ¡°Aku akan mengantarnya png dan mengantarmu ke kantor seth itu,¡± jawab n dengan suara berat yang terdengar seperti sedang berusaha keras untuk membujuknya. ¡°Aku tidak suka berbagi tumpangan dengan wanita itu, jadi aku atau dia yang akan kamu antar. Skan pilih sh satu.¡± Tasya menaikkan dagunya dengan angkuh. nlu terdiam sebentar meskipun dia sudah tidak kagetgi dengan sikap Tasya yang di luar nr. Dengan segera, dia meraih pergngan tangan wanita itu dan berkata, ¡°Tasya, tak bisakah kamu bertindak yang lebih inasuk akal?¡± Namun, Tasya menarik tangannya dengan murka. ¡°Aku bisa bersikap masuk akal kepada siapa pun kecuali padamul Lepaskan tanganmu dariku sekarang!¡± Pada saat itu, sebuah taksi tiba sebelum dia membuka pintu dan duduk di dmnya, belu meninggalkan n dengan raut wajahnya yang tampak kesal. Siall wanita ini benar-benar keras kep, bukan? Sementara itu, Helen masih merasa benci pada Tasya meskipun wanita itu sudah pergi, ia merasa jijik deagan perku malu-malunya. Bukankah saat ini dia bertingkah seperti seorang ratu drama? Ketika n kembali ke dm mobil, Helenngsung memperhatikan ekspresinya yang gp dan segera mengambil kesempatan untuk memainkan senar hatinya. ¡°Apakah Tasya pergi karena diriku? Jika aku tahu lebih awal, seharusnya tadi aku naik taksi saja.¡± ¡°Bukan begitu. Dia hanya memiliki sesuatu yang penting untuk dikerjakan di kantor.¡± Mata n tampak lebih melembut. Helen pun pura-pura mengh nafasnya. ¡°Tasya dan aku tak akan pernah bisa dekatgi seperti dulu, dan aku juga tak akan pernah bisagi menebus keshan yang aku sebabkan padanya.¡± n menghibur wanita itu dan berkata, ¡°Apa pun itu, semuanya sudah berakhir. Jadi jangan pernah mengungkitnyagi.¡± ¡°Tasya sudah membenciku sma lima tahun, sma itu juga aku menyhkan diriku sendiri. Bahkan, setiap mm aku membayangkan bagaimana dia sudah dilecehkan, aku merasa ingin menampar wajahku sendiri. Kenapa? Kenapa sesuatu yang begitu kejam bisa terjadi padanya?¡± Sementara itu, tanpa disadari n sudah mengencangkan cengkeramannya pada stir kemudi ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Helen. Pada saat yang sama, dia sangat ingin tahu apakah Tasya th bertemu dengan pria mesum yang membuatnya menderita seperti itu. Di sisiin, Helen tak berhenti menekankan betapa Tasya th disakiti dan dilecehkan dengan harapan hal itu bisa membuat n kehngan minat padanya. Lagi p, dia percaya bahwa tak ada pria yang akan menerima wanita yang th dilecehkan oleh priain, tetapi Helen tidak tahu bahwa dia sudah sh menerka jn pikiran n. Nyatanya, penekanan Helen pada aib Tasya hanya membuat n semakin bersimpati pada Tasya. Alih-alih merasa jijik dengannya, pria itu mh lebih merasakan dorongan yang kuat untuk melindungi Tasya lebih dari sebelumnya. Sin itu, persepsinya tentang Tasya juga th berubah dari yang awalnya enggan untuk menikahinya menjadi kesediaannya untuk menjadikan Tasya sebagai istrinya, tetapi bagaimanapun, entah bagaimana pria itu gagal untuk memenangkan hati Tasya. Apa yang sudah terjadi itu adh hal yang th belu, jadi jangan membicarakannyagi. Kamu tak perlu menyhkan dirimu sendiri untuk kejadian itu dan tetap mnjutkan hidupmu.¡± n menghibur Helen sambil menatap wajah bershnya. Bad 76 Bad 76 Bab 76 Pada saat yang sama, Helen memaksakan beberapa air mata untuk keluar dari matanya dan berpura- pura menyekanya dengan tangan sampai mereka tiba di perumahan. Kemudian, dia menatap pria itu dengan penuh semangat dan bertanya, ¡°n, apakah kamu ingin masuk ke dm dan minum teh sebelum pergi?¡± ¡°Tidak, terima kasih. Ada rapat yang harus aku hadiri nanti.¡± n menk wanita itu. ¡°Yah, itu tak akanma bagimu untuk menikmati secangkir teh, ditambahgi aku merasa sedikit kesepian berada di sini sendirian.¡± C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. ¡°Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, kamu bisa mengundang keluargamu untuk tinggal bersama jika kamu merasa kesepian,¡± saran n. ¡°Aku sudah memberi tahu mereka tentang hal itu sebelumnya, tetapi mereka merasa ku tak akan terbiasa untuk tinggal bersamaku di sini.¡± Reaksi dadakan dari Helen adh berbohong karena dia tak akan pernah mau membagi semua yang dia miliki dengan keluarga yang dibencinya. Lagi p, mereka tidah berguna sin hanya memberikan rasa sakit dan penderitaan ke dm hidup Helen, yang cukup untuk menambah kebenciannya terhadap mereka. ¡°Bujuk mereka untuk menemanimu ku begitu,¡± kata n. Dia kemudian melihat arlojinya dan mnjutkan, ¡°Aku harus pergi sekarang.¡± Meskipun tahu bahwa tak mungkin baginya untuk membuat n tetap tinggal, Helen tenggm dm senyuman menawan pria itu sebelum akhirnya dia mengumpulkan keberaniannya dan mencondongkan tubuhnya lebih dekat untuk memeluk dan menciumnya. Namun demikian, n sngkah lebih maju untuk menahan niat Helen dengan tpak tangannya sambil bisa merasakan nafasnya yang hanya beberapa senti jauhnya. Kemudian, n memberikan tatapan yang tajam dan berkata, ¡°Keluah dari mobil sekarang!¡± Menghadapi penkan dingin dari pria itu, Helen tak punya pilihan sin keluar dari mobil itu karena merasa malu. Saat dia melihat n pergi dengan wajah memerah, dia tak bisa tidak penasaran kenapa pria itu sama sekali tidak memiliki hasrat birahi padanya. Apakah dia sudah memiliki wanitain di sisinya? Helen mau tak mau mengingat tanda cupang di leher n tempo hari. Jika tanda merah itu bukan berasal dari Tasya, itu berarti tanda cupangan dari orangin. Di sisiin, Tasya sedang menghngkan kejenuhannya dengan membaca pesan teks di dm taksi, lalu terkejut ketika dia melihat bsan pesannya kepada Nando karena dia tak ingat ku pernah mengetik pesan itu sendiri. Tasya pun berusaha untuk mengingat apa yang terjadi sehari sebelumnya dan akhirnya dia ingat ku saat itu dia sedang mandi sekitar jam 9.00 mm. Meskipun begitu, Tasya tak berpikir ku putranya yang membs pesan dari Nando, oleh karena itu kemungkinanin adh n yang menjadi satu-satunya tersangka untuk berpeluang mkukannta karena pria itu berada di apartemennya kemarin mm. Apakah itu perbuatannya? Ya, aku pikir mungkin saja n yang th mkukannyal Sial! Beraninya dia mencampuri kehidupan pribadiku dan membs pesan atas namaku?! Firasat Tasya mengatakan bahwa nh yang mengirim SMS pada Nando di bkangnya. Namun, dia kemudian merasa lucu ketika membaca pengakuan dari Nando. Bagaimanapun juga, Tasya sudah terbiasa dengan pengakuannya karena pria itu sudah sering mkukan hal itu dengan penuh perasaan. Sementara itu, Tasya sudah tiba di kantornya tepat waktu untuk menghadiri rapat yang diadakan oleh Felly untuk membahas persiapan pameran perhiasan yang akan diadakan minggu depan. Kebetn hasil karyu Alisa dan Tasya sama-sama masuk dm nominasi, Felly berharap ku keduanya bisa meraih penghargaan demi meningkatkan reputasi perusahaan. Namun, hal itu yang juga membuat Alisa dan Tasya menjadi pesaing dm acara pameran perhiasan itu. Alisa tampak percaya diri dm pertemuan itu, namun terlepas dari tatapan wanita itu yang menantang, Tasya tetap tidak merasa terganggu dan semakin bertekad karena hadiahnya yang menggiurkan. Sementara Jewelia yang terletak di Timur, gedung kecil itu tampak dibayangi oleh sebuah bangunan yang takin adh gedung perusahaan Grup Prapanca. Gedung itu tampak kokoh di antara naungan awan seperti pr yang menjng dari tanah hingga kengit. Karena ketinggiannya, bangunanin yang mengelilinginya tampak seperti pengikut yang patuh dan tunduk pada pemimpin mereka. Pada saat itu, n sedang duduk di kursinya pada ruang rapat Grup Prapanca, tampak seperti seorang raja yang berada di singgasananya. Meskipun demikian, hampir tak ada emosi yang terlihat di wajahnya yang tampan saat dia menatap kosong dmmunan meskipun penampnnya masih terlihat tegas. ¡°Pak n¡­ Pak n?¡± Kep departemen keuangan memanggil n karena dia membutuhkan persetujuannya dengan segera seth menampilkan proposalnya. ena Dengan segera, n mengalihkan pandangannya dari titikmunannya dan mengalihkan perhatiannya ke arah pria itu dengan tatapan yang dingin. ¡°Tolong katakangi tentang hal itu padaku.¡± Seth mendengarnya, kep departemen keuangan merasa terkejut sambil berdehem dengan cepat dan mengngi presentasinya, tetapi untungnya, n bisa memperhatikannya kali ini. Segera seth pertemuan itu selesai, n berdiri di depan jendnya dan mengarahkan pandangannya ke arah gedung Jewelia, sedang merasa putus asa karena pikirannya saat ini sangat terganggu dengan Tasya. Berengsek! Ini adh pertama kalinya aku kehngan akal sehatku. Dengan segera, n melihat arlojinya dan berbalik ke telepon kantor sebelum memutar nomor. ¡°Bersiah dan ikut aku ke Jeweli?¡± ¡°Baik, Pak n.¡± Di sisiin, Tasya sudah menyelesaikan tugasnya untuk hari itu tepat setengah jam sebelum dia png kerja. Wanita itu sudah bersiap-siap untuk pergi dan menjemput putranya dari sekh ketika dia mendengar ponselnya berdering. Lalu ia menjawabnya dan berkata, ¡°Halo?¡± ¡°Datanh ke kantorku.¡° Terdengar suara yang memikat dari pria itu. Ada apa, Pak n?¡± Nada bicara Tasya terdengar menviratkan keengganannya untuk bertemu dengan n. Bad 77 Bad 77 Bab 77 ¡°Ini terkait pekerjaan.¡± n menyelesaikan kalimatnya dan menutup telepon sebelum Tasya bisa menaggapinya. Sementara itu, Tasya tak punya pilihangi sin pergi ke kantor Presdir. Seth mengetuk pintu dan memasuki kantor, dia disambut oleh pemandangan dari sosok pria yang sedang mengenakan setn kemeja putih. Ada sebuah tatapan mempesona di mata n yang sepertinya ingin mencoba untuk merayunya. Tasya pun berjn mendekat dan bertanya, ¡°Pak n, Apakah ada tugas harus aku kerjakan?¡± n menatap wanita itu dengan tenang. ¡°Apakah kamu yakin dengan desain mu di pameran perhiasan kali ini? Apakah kamu pikir bisa memenangkan hadiahnya?¡± ¡°Tentu saja, aku merasa percaya diri.¡± Tasya melengkungkan bibirnya dan tersenyum. Aku th menaikkan hadiahnya dari 200.000.000 menjadi dua miliar, jadi ku kamu bisa memenangkan hadiahnya, uang itu akan menjadi milikmu sepenuhnya.¡± n dengan pehan duduk di kursinya, matanya tampak berbinar seperti seorang perayu wanita. Sementara itu, Tasya tak bisa menahan diri untuk tidak memikirkan sebuah pilihan karirinnya yang cocok bagi n jika saja dia bukah seorang pebisnis. Pria itu bahkan bisa menjadi seorang superstar di industri hiburan dengan ketampanannya. Pada pikiraninnya, Tasya yakin bahwa dia bisa memenangkan hadiah seni dua miliar rupiah; wanita itu bahkan berencana untuk menyimpan uang itu untuk putranya sehingga dia tak perlu khawatirgi tentang masa depannya nanti. ¡°Sudah waktunya jam png. Aku harus pergi sekarang. Tasya menyiratkan bahwa dia harus pergi. ¡°Pekerjaanku juga sudah selesai. Biarkan aku memberimu tumpangan untuk menjemput Jodi.¡± ¡°Anda tidak perlu mkukapnya, tapi terima kasih atas tawarannya.¡± Tasya menk tawaran baik dari n. n menyipitkan mata dan menatapnya tanpa berkedip. ¡°Aku berjanji pada nenek untuk menjagamu dan putramu.¡± Meskipun Tasya tidak memiliki mash untuk bisa dekat dengan Hana, namun dia tidak merasakan hal yang sama kepada n, jadi dia menknya sekaligi. ¡°Aku tidak membutuhkanmu untuk menjaga kami.¡± Contentt bel0ngs to N0ve/lDra/ma.O(r)g! Sepuluh nenit kemudian, Tasya turun ke bawah dan berdiri di pinggir trotoar untuk memberhentikan sebuah taksi ketika siluet hitam berhenti di depannya. Kemudian, jend mobil turun saat n berkata dengan tegas, ¡°Masuh.¡± Namun, Tasya menanggapinya dengan memberikan tatapan yang tidak bersahabat. Dia merasa ku n sangat menjengkelkan karena pria itu tak akan pernah berhenti mengikutinya meskipun ia sudah menknya. Pada saat itu, sebuah taksi sudah berhenti di depan kendaraan n dan Tasya pun segera membuka pintu sebelum memasukinya. Begitu taksi mi bergerak, n mengikuti tepat di bkang mobil dengan Rolls Royce Phantom miliknya. Saat Tasya berbalik dan menatap dengan dingin mobil n yang mengikutinya, dia mengutuk dm hatinya dan mempertanyakan niat pria itu dengan sangat kesal. Sebenarnya apa sih maunya? Pada saat n sudah tiba di depan gerbang sekh, dia melihat Tasya yang sedang masuk ke dm sekh sesaat sebelum dia kembaligi keluar gerbang sambil memegang tangan Jodi. Ketika bocah kecil itu melihat n yang tampan sedang bersandar di samping mobilnya dengan mata yang tertuju pada mereka, Jodi dengan ceria melepaskan tangan ibunya dan menyambut n dengan gembira sambil mengatakan, ¡°Pak n.* Jodi kemudian bergegas menuju ke arah pria itu seth menyelesaikan kalimatnya. Tak perlu dikatakangi, n dengan senang hati segera berjongkok dan memeluk bocah itu dengan tangannya. Detik berikutnya, dia menggendong si bocah dan membiarkannya duduk di lengannya yang berotot dengan kegembiraan yang luar biasa. Pada saat itu, mereka didekati oleh seorang ayah dan anak yang bertanya, ¡°Jodi, apakah dia ayahmu?¡± Jodi memandang teman seksnya dan mengalihkan pandangannya ke pria itu, siap menggelengkan kepnya sebagai tanggapan tepat ketika n tersenyum dan menjawab, ¡°Ya, aku memang papanya Jodi.¡± Sementara itu, Jodi pun dibuat tercengang saat mendengarnya, Tasya, yang berjn mendekat, memelototi pria itu dan menggerutu pada dirinya sendiri tentang motifnya yang dipertanyakan untuk menyamar sebagai ayah dari putranya. Begitu ayah dan anak itu pergi, Jodi mengalihkan perhatiannya kepada n. ¡°Om n, bisakah kamu menjadi papaku untuk sementara waktu?¡± ¡°Apakah kamu benar-benar ingin aku menjadi papamu?¡± n bertanya. ¡°Tentu sajal¡± ¡°Tidak mungkin!¡± Tasya meny percakapan antara pria dan anak itu,lu memarahi n yang th memanjakan putranya. ¡°Mama, guruku mengatakan ku akan ada acara untuk orang tua dengan anak di bn ini, dan semua siswa akan membawa ayah mereka. Oleh karena itu, aku ingin Om n membantuku dan terus berpura-pura sebagai papaku untuk sementara waktu agar aku dapat berpartisipasi dm acara itu.¡± ¡°Tidak adakah acara bagi para ibu untuk hadir bersama anak-anak mereka?¡± ¡°Ada sih, tapi hanya anak perempuan yang bisa mengbadiri acara itu bersama ibu mereka. Anakki- laki diminta untuk ikut acara ini bersama ayah mereka,¡± jawab Jodi. Seth mendengar penjsan putranya, Tasya terkejut karena guru di TK Jodi tak peduli dengan siswa yang tidak mempunyai ayah, tetapi dia juga tidak bisa menyhkan sekh terkait dengan hal itu. n menjawab dengan tegas, ¡°Baih, aku akan mengikuti acara orangtua-anak ini bersamamu.¡± Bad 78 Bad 78 Bab 78 ¡°Luar biasa!¡° Jodi dengan senang hati mengangguk. ¡°Jodi, mungkin sebaiknya kita mengundang Om Nando saja. Bagaimana menurutmu?¡± Tasya menganggap bahwa Nando adh pilihan yang lebih baik. ¡°Nando baru saja mengambil alih perusahaannya, jadi dia tak akan punya waktu untuk menghadiri acara itu.¡± ¡°Biarkan aku bertanya padanya dulu dan melihat bagaimana tanggapannya.¡± Meskipun demikian, Tasya menganggap ku dia perlu menanyakannya pada Nando. ¡°Tidak, Bu! Fandi baru saja mendengar ku Om n adh papaku, jadi jika Om Nando yang hadir denganku, penyamaran kita akan terbongkar.¡± Sergah Jodi tak setuju. Seth mendengar penjsan putranya, Tasya merasa putus asa sambil merutuki n jauh di dm hatinya karena memberi tahu orangin ku dia adh ayah Jodi. Mengapa orang ini sudah berbohong dengan mengatakan ku dia adh ayahnya Jodi? n pun tersenyum dan berkata, ¡°Aku akan memainkan peranku dengan baik sebagai papamu. ¡°Aku sangat menantikannya.¡± Ucap Jodi sambil bertepuk tangan. ¡°Ayo, aku akan mentraktirmu makananan yang enak.¡± n kemudian membuka pintu mobil dan hendak memasukkan bocah itu ke dm mobilnya namun seketika saja Tasya datang dan meraih putranya. ¡°Tidak perlu, Pak n. Aku ingin memasak sendiri hidangan untuk mm ini.¡± Seth kembali ke pelukan ibunya, Jodi mendongak dan menatap n. ¡°Om n, maukah kamu datang ke rumahku dan mencoba masakan mamaku? Dia adh juru masak yang sangat hebat¡­¡± Bocah itu hendak mengacungkan jempol, tetapi dia sudah dihngi oleh tangan ibunya. Sambil menutupi mulut Jodi dengan tangannya, Tasya memandang pria itu dan menjawab, ¡°Masakanku payah, jadi kurasa aku tidak perlu mengundangmu.¡± n tersenyum dan menjawab, ¡°Aku tak keberatan.¡± Dia kemudian dengan rasa rasa kasihan mengalihkan pandangannya ke anak yang saat itu mulutnya sedang ditutupi oleh tangan ibunya. ¡°Berhenti mkukan hal seperti itu pada Jodi.¡± Saat ith Tasya menyadari apa yang sedang diakukan dan dengan cepat menarik tangannya dari wajah Jodi. Sethnya, anakkiki itu pun tampak terengah-engah dan mengedipkan mata pada ibunya. ¡°Mama, kenapa kamu berbohong tentang masakanmu? Kamu memang pandai memasak.¡± Seth mendengar kata-kata Jodi, Tasya menatap dengan tak berdaya pada putranya, merasa agak kesal karena bocah itu baru saja mengatakannya tepat di depan n karena sifatnya yang polos. Sayang! Kurasa aku memang tak bisa menyhkan anakku karena mengatakan yang sebenarnya. Lagip, aku slu mengajarinya untuk tidak berbohong, dan aku juga cukup percaya diri dengan kemampuan memasakku. ¡°Om n, Mama akan membeli beberapa bahan untuk menyiapkan makan mm. Ikuh dengan kami. Bocah itu mendongak sesaat sebelum dia memasuki mobil tanpa memberi Tasya kesempatan untuk mengatakan tidak. Meskipun demikian, Tasya segera menyadari bahwa dia mungkin harus mentraktir n untuk makan saat mengingat kembali bantuan yang th diberikan oleh n, serta kesediaannya untuk membantu Jodi dengan menghadiri acara untuk orangtua dan anak itu. Oleh karenanya, dia hanya mengikuti Jodi untuk masuk ke dm mobil n,lu pria itu mengantar mereka ke pusat perbnjaan yang terdekat. Kemudian, Tasya menyuruh putranya untuk menunggu di dm mobil bersama pria itu sementara dia berbnja sebentar dan kembaligi dengan tas yang penuh bnjaan yang berisi bahan-bahan yang cukup untuk membuat hidangan makan mm sebelum mereka kembali ke apartemen Tasya. Setibanya di sana, Tasya entah bagaimana merasa rumahnya telu kecil dengan keberadaan n di sekitarnya. Bagaimana pun juga, dia slu berpikir ku unit apartemen dengan dua kamar dan ruang tamu itu sudah cukup besar untuk dia dan putranya. C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. ¡°Kamu bisa menemani Jodi sementara aku menyiapkan hidangan di dapur.¡± Dm hati, keinginan Tasya satu satunya adh menyiapkan makan mm secepat mungkin sehingga n bisa segera pergi. Sementara itu, Jodi menganggap ku dia sudah cukup dewasa untuk mandiri tanpa perlu ditemani siapa pun, jadi dia mengatakan pada n untuk membantu Tasya, ¡°Om n, kenapa kamu tidak membantu mamaku di dapur? Karena sekarang aku akan mengerjakan Pekerjaan Rumahku.¡± ¡°Baih, skan kerjakan saja PR-mu!¡± seru n sambil menatap sosok mungil yang ada di dapur. Segera seth Jodi kembali ke dm kamarnya untuk mengerjakan PR, n pun berjn menuju ke dapur untuk menawarkan bantuan pada Tasya, tetapi dia tidak menyadari ku wanita itu sedang mngkah mendekati lemari pendingin untuk mengambil sesuatu pada saat yang bersamaan. Oleh karena itu, keduanya berhadapan satu samain di pintu masuk dapur tepat sebelum Tasya membenturkan kepnya ke dada pria itu, tapi untungnya, n cukup cepat melingkarkan lengannya di pinggang Tasya yang ramping dan menariknya ke dm pelukannya. Terkejut dengan apa yang baru saja terjadi, Tasya ingin mundur tetapi secara tidak sengaja dia tersandung di ambang pintu masuk dapur. Pada saat itu, reaksi spontannya adh memaksanya untuk meraih tangan pria itu tepat pada saat n sudah melingkarkan lengannya di pinggang Tasya dengan lebih erat kali ini. Dengan demikian, Tasya baru menyadari ku lengannya juga sudah melingkar erat di pinggang berotot pria itu. Detik berikutnya, Tasya segera membebaskan dirinya dan mngkah mundur dengan panik. Kemudian, dia memarahi n dengan kesal dengan mengatakan, ¡°Tak bisakah kamu duduk saja di sofa dengan tenang? Kamu sudah membuat kekacauan di sini.¡± Menghadapi omn kejam dari wanita itu, n merasa kasihan pada dirinya sendiri, ia berpikir ku niat baik dan polosnya seharusnya bisa dibs dengan sesuatu yang lebih baik daripada omn kejam dari Tasya. Aku datang untuk melihat apakah dia membutuhkan bantuan dan sudah dua kali aku menymatkannya saat hampir jatuh, tetapi yang aku dapatkan hanyh omn kasarnya. n kemudian menyipitkan mata dan bertanya padanya, ¡°Apakah kamu butuh bantuan?¡± Bad 79 Bad 79 Bab 79 ¡°Tidak, aku tidak butuh bantuanmu.¡± Tasya mengejutkan kening sambil memberinya jawaban. Jadi, n akhirnya kembaligi duduk di sofa, sambil mengawasi wanita itu saat dia sedang menyiapkan makanan untuk mereka bertiga di dapur. Pada saat itu, entah bagaimana n merasa seh-h ada sebuah energi posotif di dm apartemen kecil itu yang dapat menghngkan rasa lhnya dan membuatnya merasa santai. Ira merasa Dm waktu satu jam, Tasya sudah memasak ayam jamur favorit Jodi, beberapa hidangan sayuran, dan sup jagung yang dibuat dengan kaldu tng. Di sisiin, n tetap duduk di sofa sambil mengawasinya sma satu jam itu, entah mengapa n tak pernah merasa puas wupun dia sudah terus-menerus memperhatikan Tasya. Apa yang sh denganku? merasa Us-mene Sementara itu, Jodi sengaja bersembunyi di dm kamarnya karena ingin memberikan ruang pribadi pada n dan ibunya agar mereka bisa saling akrab. Jauh di dm hatinya, dia berharap ku n bisa menjadi ayahnya suatu hari nanti. Meskipun usia anak itu masih muda, dia sudah mengerti bahwa ibunya hanya mempekukan Nando sebagai temannya, dan berpikir bahwa ibunya itu sama sekali tidak berniat untuk menikah dengan Nando. Karena itu, Jodi mencoba melihat apakah Tasya bisa jatuh cinta pada n. Ketika Tasya sedang menyajikan hidangan, dia dengan dingin menatap pria yang duduk di sofa dengan sikap mempesona dan wajah tampannya. ¡°Waktunya makan mm.¡± Kemudian, dia pergi ke kamar putranya dan mengetuk pintu untuk memberitahukan Jodi bahwa makan mm sudah siap. Jodi membuka pintu dan kembali menatap pria yang di sofa. ¡°Om n, ayo kita cuci tangan dan bersiap-siap untuk makan mm!¡± ¡°Baik.¡° n membawa Jodi ke kamar kecil dan memastikan dia mencuci tangannya dengan benar. Kemudian, dia berjn menuju meja makan dan disambut oleh pemandangan dari beberapa hidangan yang menggugah selera. Meskipun semuanya Jah masakan rumahan, n menganggap ku hidangan itu lebih menggiurkan daripada makanan yang ada di restoran bintang lima. Sementara itu, Tasya mengp tangannya dan mngkah keluar dari dapur sebelum melihat pria yang duduk di balik meja. Wanita itu mi makan seth memastikan bahwa putranya dapat mengambil piring dan meletakkan makanannya di atas piringnya. ¡°Layani dirimu sendiri, Om n.¡± Jodi meletakkan beberapa hidangan di piring n. ¡°Bagaimana masakan ibuku, Om?¡± Dia bertanya. ¡°Lumayan.¡± ¡°Ku begitu Om ELan harus lebih sering mampir dan bergabung dengan kami untuk makan mm.¡± Jodi menyarankan kepada pria itu. ¡°Pastinyal¡± n segera menjawab. Tasya, yang sedang mengunyah makanannya, hampir saja meludahkannya sambil melihat putranya dengan rasa kebingungan. Ada apa dengan anakku? Kenapa dia berusaha untuk membuat hidupku begitu sulit? Sudah cukup melhkan bagiku seth seharian penuh bekerja dan akhirnnya bisa png ke rumah, dan sekarang aku harus memasak untuk satu tamugi? Rasanya seperti di neraka ku aku harus mkukan hal itu. ¡°Om n, bisakah kamu menaikkan gaji Mama? Bocah itu menatap n dengan matanya yang tampak tersenyum. Seth mendengar hal itu, Tasya menghentikan makannya sejenak dan menatap n yang sedang duduk di seberangnya, bertanya-tanya apakah pria itu benar-benar akan menaikkan gajinya. Dengan segera, pria itu memandang Jodi danngsung menjawab, ¡°Tentu saja, aku akan menaikkan gajinya besok.¡± Kemudian, Tasya merenung sejenak dan menyadari bahwa besok adh tanggal lima di bn itu, yang merupakan hari di mana dia biasanya menerima gaji. Karena itu, dia tak bisa menahan rasa penasaran apakah n akan menepati janjinya. Seth makan mm, Tasya mi mencuci piring di dapur sementara Jodi membawa n ke kamarnya dan bermain dengannya. Saat itu sudah pukul 20.30,lu Tasya melihat ke arah pria yang sedang duduk di tempat tidur putranya itu dan memberitahukan waktu padanya, secara tersirat ia menyarankan agar n bisa segera pergi. ¡° Pak n, ini sudahrut mm.¡± Kemudian, n mengusap kep Jodi dan berkata, ¡°Baih, sudah waktunya aku pergi.¡± Om n, sampai jumpa di acara orangtua dan anak!¡± ¡°Tentu saja! Aku akan menghadirinya.¡± n berjanji pada anak itu bahwa dia akan datang pada hari itu. C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. Ketika n mngkah keluar dari unit apartemen, Tasya menunjuk ke kantong sampah dan menatap pria itu. ¡°Pak n, tolong buangkan sampah itu untukku. Ada tempat sampah di dekat pintu masuk.¡± Terlepas dari statusnya sebagai pewaris Keluarga Prapanca, n membawa sampah itu bersamanya tanpa mengeluh sama sekali, dan itu sedikit meluluhkan hati Tasya. Yah, kurasa pria itu orang yang cukup baik, meskipun terkadang dia agak mengekang. Bad 80 Bad 80 Bab 80 Pada saat itu, Tasya mendapat telepon dari ayahnya. ¡°Halo, Ayah.¡± ¡°Tasya, rumah barumu sudah siap untuk ditinggali, dan Ayah akan menyuruh orang untuk membantumu memindahkan semua perabotan ke sana dm dua hari ini. Bagaimanapun rumah itu akan menjadi milikmu, jadi kamu harus memastikan dirimu nyaman di dmnya.¡± ¡°Baik, aku akan mengemas semua barangku dan harus selesai dm dua hari.¡± ¡°Tasya, Ayah minta maaf atas apa yang terjadi dengan Jodi waktu itu. Ku saja Ayah lebih berhati- hati, mungkin kejadian itu tidak akan menimpanya.¡± ¡°Tidak apa-apa, Ayah. Lagip nasi sudah menjadi bubur, jadi tidak perlu telu dipikirkan.¡± Tasya menenangkan Frans, dan menurutnya kejadian itu sepenuhnya bukan keshan ayahnya. ¡°Baih, seth seg urusan pindah rumah selesai, kita harus makan bersama.¡± ¡°Tentu! Ku begitu aku minta Jodi untuk berbicara dengan Ayah.¡± Tasya memberikan teleponnya ke anakkikinya, kemudian mi mengemas pakaiannya. Keesokan paginya, sepenjuru kantor penuh dengan suasana gembira karena hari itu seluruh karyawan akan menerima gaji. Jewelia merupakan sh satu dari sedikit perusahaan yang menjamin jenjang karir dan juga gaji yang menggiurkan pada tiap karyawannya, tetapi sejak dikel oleh Grup Prapanca, semua mendapat kenaikan pada gaji pokoknya yang membuatnya semakin menguntungkan. Tepat pukul 8 pagi, sebagian besar karyawan mendapat pesan elektronik yang menginformasikan bahwa gaji mereka sudah dibayarkan. Di waktu yang sama, Tasya juga mendengar notifikasi dari ponselnya, di mana ketika dibukanya tertera gabungan gaji dan bonus seni 136 juta. Meskipun hampir slu dimanfaatkan oleh Jimmy, Tasya bersyukur bahwa my akhirnya membayar semua yang seharusnya iakukan; Tasya merasa senang karena mendapat komisi yang memang sudah menjadi haknya. Lagip, gaji pokoknya hanya sedikit lebih banyak dari 20 juta, tanpa komisi. Saat itu, ia merasa sedih ketika mengingat kehngan penghargaan seni 3,6 juta sebelum ini. Tidakma kemudian, Tasya mendapat pesangi. Saat membuka dan membacanya, ia menyadari ku rekening banknya mendapat tambahan 200 juta. Tunggu dulu. Apakah aku baru saja mendapat 200 juta dari perusahaan? Apakah terjadi keshan oleh Divisi Keuangan? Mata Tasya tak berkedip, bertanya-tanya dari mana uang ini karena komisinya sudah termasuk dm gaji. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk mengkonfirmasi dengan departemen keuangan jika saja ini adh keshan karena ia tidak ingin kecewa. Sesaat seth menelepon departemen keuangan, panggnnya langsung disambungkan ke ruang direktur. Halo, Direktur Erman. Aku ingin bertanya mengenai gajiku karena baru saja mendapat tambahan sebesar 200 juta. Apakah ini suatu keshan atau halin? Belongs ? to N?velDrama.Org. ¡°Aku tahu kamu akan bertanya, Nona Merian. Sebenarnya, transaksi pertama adh gaji bnanmu, sedangkan yang berikutnya adh atas perintahngsung dari Presdir Prapanca, tetapi aku tidak yakin mengenai rincian pastinya. Mungkin kamu bisa bertanya sendiri kepada beliau.¡° Dm sekejap, Tasya hanya bisa mendengar dengungan di kepnya, merasa tidak percaya b baru saja mendapat 200 juta dari n. Kenapa ia memberiku uang sebanyak ini? Kemudian ia menutup telepon dan menelepon ruang presdir. ¡°Halo?¡± Terdengar suarakiki yang karismatik tetapi agakmban. ¡°Mengapa kamu memberiku 200 juta?¡± ¡°Aku sudah berjanji pada Jodi untuk menaikkan gajimu, maka begith,¡± js n. Tasya tertegun karena tidak menyangka n akan benar-benar menaikkan gajinya dengan memberi tambahan sebesar 200 juta. Meskipun tidak mash baginya menerima beberapa juta atau lebih, ia justru sulit membenarkan sikapnya menerima 200 juta darikiki itu. Takut b uang sebesar ini akan menimbulkan keterikatan, ialu teringat masa ketika sadar bahwa n sedang memanfaatkannya. Jadi, seketika Tasya menganggap bahwa n membayarnya dengan juh sangat besar ini bukah pertanda baik. ¡°Aku akan mengirim kembali uang itu ke rekeningmu. Gajiku tidak perlu dinaikkan olehmu karena aku sudah puas dengan gaji normalku.¡± Tasya menk menerima kenaikan gaji dari n. ¡°Yah, ku begitu anggap saja itu sebagai uang makan Mi sekarang aku akan sering mampir untuk makan mm.¡± ¡°Apa?! Kamu ingin mampir makan mm di rumahku? Kamu bergurau? Sejak kapan aku mengizinkan kamu ikut makan mm denganku terus menerus?¡± Tasya kehabisan kata-kata. ¡°Aku membayarmu 200 juta. Bukankah itu cukup untuk menyiapkan bagianku?¡± n tampak tidak menangkap penkan Tasya. ¡°Bukan mash uangnya; dari awal aku memang tidak ingin memasak untukmu.¡± Tasya menggerutu. ¡°Skan saja, pokoknya aku akan tetap berkunjung untuk makan mm, terlepas dari kamu menerima uangku atau tidak. Tetapi seth itu, awas saja kamu menuduhku sebagai orang yang suka mengambil keuntungan dari orangin. n menyelesaikan kalimatnya dan menutup telepon. Tasya tidak bisa berkata-kata sambil keheranan apa yang sebenarnya direncanakan n. Apakah masakanku begitu lezatnya sampai tak bisa berhenti memikirkannya? Tidak mungkinl Ku meni dari san yang ia gunakan untuk memberiku uang,kiki ini sedang mkukan sesuatu yang lebih dari sekadar membs budi. Memikirkan hal itu. Tasya memutuskan untuk menarik uang tunai dan mengembalikannya kepada sore nanti. Bad 81 Bad 81 Bab 81 Saat itu sekitar pukul 10.00 pagi k§ãtika Helen sedang mengelilingi toko Louis Vuitton di sebuah mal mewah. Ketika sedang melihat-lihat berbagai tas yang dipajang, ponsel Helen berbunyi. Ia menjawab telepon itu dengan kasar, ¡°Hei, Ibu.¡± ¡°Helen, apakah kamu sedang tidak memiliki uang lebih? Adikmu saat ini perlu membayar uang sekh, maka kami pikir kamu bisa membantu.¡± ¡°Dari mana aku bisa mendapatkan uang, Bu? Aku sendiri tidak memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhanku sendiri saat ini, jadi aku tidak bisa membantu,¡± jawab Helen, membuat kecewa ibunya. Beberapa saat kemudian, suara nyaring ibunya memenuhi jalur telepon. ¡°Lalu memangnya apa yang kamu kerjakan bkangan ini? Pasti kamu hanya berms-msan, bukan? Rupanya ibu membesarkanmu sma ini hanya untuk menjadikanmu orang yang tidak berguna sampai sampai kau tak bisa membantu kami memberi 4 juta saja! Merenunh, bahwa kamu anak yang tidak berbakti!¡± Helen masa bodoh dan mendengarkan ucapan kasar ibunya dengan tenang. Seth perempuan tua itu puas dengan penghinaan yang diucapkan dm waktu singkat, Helen menutup teleponnya. Saat ith Helen menoleh ke arah asisten toko, dan dengan nada suara yang terdengar seakan sedang memerlukan pmpiasan kekesn, ia membentak, ¡°Juhkan harga semua tas yang ada di rak ini sekarang juga.¡± Asisten itu menatapnya ragu. Ia mendengar semua yang Helen katakan di telepon baru saja sehingga hampir tidak percaya ku gadis itu memiliki uang untuk membayar semua tas ini. Ahh, ternyata, sambil cekatan menggesek kartu kredit tak berbatas miliknya, Helen membayar semua tas dan meninggalkan toko itu sambil mendengus. Sore itu, Maria sedang duduk di tepi kursi yang berseberangan dengan Helen sambil mengamati sekeliling restoran mewah itu. ¡°Ini pertama kalinya aku datang ke tempat mewah seperti ini, Helen! Luar biasa!¡± Helen mengangkat gs ke bibirnya seanggun yang ia bisa dan menyeruput. ¡°Ceritakan padaku perkembangan terbaru tentang Tasya, Maria.¡± ¡°Kamu tahu tentang lomba desain perhiasan yang baru-baru ini diadakan? Ternyata, desain Tasya berhasil sampai babak final, dan pemenangnya akan diumumkan minggu depan. Jika menang, dia akan mendapat hadiah uang sebesar dua milyar!¡± Maria memberikan informasi ke perempuan itu dengan rasa cemburu tersirat di matanya. Belongs ? to N?velDrama.Org. Helen ikut terkejut mendengarnya. ¡°Apa? dua milyar?¡± ¡°Betul! Lomba seperti ini biasanya membatasi hadiah uang sampai sekitar 200 juta tetapi yang kudengar Presdir Prapanca tahun ini begitu dermawan dan menaikkan hadiahnya sampai dua milyar. Benar-benar terobosan hebat.¡± Helen menguatkan pegangan tangannya pada cangkir. Jika pegangannya ia kencangkan sedikitgi, gs itu bisa pecah. Rupanya n yang menaikkan hadiah uangnya? ¡°Presdir Prapanca benar-benar dermawan,¡± Maria mmun dengan han napas penuh harap. Helenngsung berpikir ku ini merupakan cara n untuk membs budi ibu Tasya, yang berarti sudah diatur sedemikian rupa Tasya akan memenangkan lomba dan mendapatkan hadiah uang tunai dua milyar. n menggunakan kekuasaan di beberapa industri di bawah konglomerasi, tentu hal mudah baginya memanipsi hasil lomba desain perhiasan. Karena, sebagaimana mestinya, bukangi sesuatu yang mengejutkan jika Tasya yang akan jadi pemenang. Tidak, aku tidak akan membiarkan dia melenggang, mendapatkan uang itu dengan mudah. Aku tidak akan membiarkannya memenangkan lomba itu tanpa berkeringat sedikit pun! Helen dipenuhi amarah seakan ingin menendang Tasya keluar dari Jewelia dan melenyapkannya dari industri desain sma- lamanya. Aku ingin reputasinya hancur berkeping-keping! Lomba desain perhiasan kali ini adh kesempatan terbaik untuk Helen mengusir Tasya. Kita lihat saja apakah kamu masih bisa berdiri tegak saat kehormatanmu lenyap seketika. Seth makan siang, Tasya kembali ke kantor dengan uang tunai 200 juta di tangan. Ia mengambil tas berisi uang dan berjn ke ruang kerja presdir,lu mengetuk pintu. Roy yang membuka pintu itu dari dm, dan sambil memandangnya, Tasya bertanya, ¡°Apa Presdir Prapanca ada di tempat?¡± ¡°Ya, ada,¡± jawab Roy dengan sopan. Tasya mengangguk. ¡°Ada sesuatu yang ingin kudiskusikan dengan beliau.¡± Seth itu, ia masuk melewati pintu dan melihat n tengah duduk di sofa, terlihat tengah terpaku membk balikkan tumpukan dokumen yang menggunung. Menyadari kedatangan Tasya, n hanya seks mendongak menatapnya,lu kembali memusatkan perhatiannya pada tumpukan dokumen di depannya sambil bertanya datar, terkesan tak berminat, ¡°Ada sesuatu yang bisa kubantu?¡± Tanpa basa-basi, Tasya menaruh setumpuk uang tunai di hadapan n dan berkata, ¡°Aku ke sini untuk mengembalikan 200 juta hutangku padamu.¡± Pulpen n berhenti sejenak di hman dokumen,lu bergerak kembali untuk menandatangani dan menutupnya. Seth selesai, ia menengadah sambil berkata dingin, ¡°Tunggu dulu, Tasya. Ambil kembali uangmu inil¡± Demi rasa cintanya pada uang, Tasya tidak ingin menyimpan sesuatu yang bukan haknya. Ia membalik badan sambil berkata, ¡°Donasikan saja uangmu ini untuk amal jika kamu benar-benar tidak tahu akan dihabiskan untuk apa. Di dunia ini masih ada orang yang akan menghargai kebaikanmu ini.¡± Ucapann itu mendorong Roy, yang berdiri di samping, angkat bicara atas nama bosnya. ¡°Nona Merian, Presdir Prapanca sudah memiliki yayasan amal atas namanya sendiri, dan setiap tahun menyumbang trilyunan ke yayasan itu,¡± katanya. Saat mendengarnya, Tasya tersentak sambil terbatuk kikuk. ¡°Ku begitu, anggap saja aku tidak mengatakan apa-apa.¡± Tasya tersipu malu dan pergi meninggalkan ruang kerja n. Bad 82 Bad 82 Bab 82 Sore itu, ketika menjemput Jodi dari sekh, Tasya memperoleh rincian acara Hari Keluarga yang dijadwalkan pada hari Jumat. Tiap kelompok akan terdiri dari maksimum dua siswa, dan idealnya, didampingi oleh orang tua mereka. ¡°Ibu Merian, kami dengar dari Jodi ku ayahnya juga akan hadir di acara Hari Keluarga. Dengan begitu, kami membutuhkan data tentang tinggi dan berat badan ayahnya agar bisa menyiapkan kaos untuk dikenn saat mengikuti program ini. Kaosnya akan dibuat sesuai dengan kelompok keluarga.¡± Seketika, gambaran figur tinggi dan tampan muncul di benak Tasya, dan kemudian ia bertanya kepada guru pengurus, ¡°Apakah pakaian yang dikenakan keluarga harus seragam?¡± ¡°Ini persyaratan dari sekh, Ibu Merian, dan ditetapkan sebagai pakaian seragam untuk Hari Keluarga para siswa di sini. Lagip acaranya tidak akan seru dan menyenangkan apab setiap peserta mengenakan pakaian sesuka mereka saat mengikuti permainan,¡± ucap guru dengan ramah, sambil menegaskan ku persyaratan itu memang wajib. Hmm, n sendiri yang berjanji pada anaknya ku dia akan turut serta dm acara Hari Keluarga, jadi mau tidak mau dia harus mengenakan kaos itu, meskipun kurang bagus, pikir Tasya dengan geli. ¡°Ku begitu, tinggi badan ayahnya sekitar 191cm.¡± ¡°Wow, ayah Jodi tinggi, ya? Bagaimana dengan berat badannya?¡± ¡°Ia memiliki tubuh yang ideal.¡± ¡°Baih. Sekarang, b Ibu bisa mentransfer pembayarannya mlui grup diskusi orangtua murid dan guru, ya, kami akan berterima-kasih!¡± Seth menuliskan rinciannya, guru penguruslu pergi untuk mengerjakan urusanin. Tasya baru saja tiba di rumah dengan Jodi mengikuti di bkangnya ketika Frans menelepon dan mengabarkan bahwa ia sedang berada di sini dan ingin mengajak mereka untuk melihat- rumah baru. Tempat tinggal barunya merupakan apartemen dengan dua kamar, dengan luas mencapai lebih dari seratus meter persegi. Meskipun dengan dua kamar tidur, ruang tamunya luas dan dapat diisi dengan berbagai gaya pengaturan. Tasya sudah bisa membayangkan bagaimana ia akan membagi ruang dan menyiapkan arena bermain anak-anak di ruang keluarga yang akan cocok sekali untuk Jodi. Rumah baru itu juga memiliki dua balkon, satu untuk mencuci baju dan yangin untuk menampung tanaman. Begitu ditambahkan meja kecil untuk minum kopi dan bekerja di sana, Tasya dapat mengubahnya menjadi tempat kerja luar ruang. Tasya menyukai tempat yang dipilih Frans untuknya ini, dan ia menghargai bagimana ayahnya sudah mwan Pingkan dan Elsa sehingga dapat menyediakan rumah untuknya dan Jodi. ¡°Kamu bisa mengemas perabotan dan pindah kapan pun kamu mau. Jika membutuhkan apapun, ada mal yang bisa dicapai dengan turun lewat lift!¡± js Frans dengan riang sambil duduk di sofa dan memangku Jodi. Tasya mengangguk, ¡°Baik, aku akan kembali dan mengemas semua barang kita mm ini. Tak banyak, sehingga urusan pindah rumah bisa selesai besok sore. Kita bisa mi memasak makanan pertama di sini besok!¡± ¡°Bagus, nanti aku akan mampir dan makan mm bersama kalian,¡± ucap Frans tersenyum 1113 rsamContentt bel0ngs to N0ve/lDra/ma.O(r)g! Semestinya, Tasya akan merasa senang b ada ayah di sisinya, tetapi ia tidak bisa menyembunyikan rasa khawatir di hadapannya. Seakan bisa membaca pikiran Tasya, Frans menambahkan dengan cepat, ¡°Jangan khawatir. Aku akan mampir, sendiri saja.¡± Tasya sungguh-sungguh tidak berharap Pingkan dan Elsa akan hadir di tengah mereka. Ia mengangguk sambil berkata, ¡°Baik, Ayah.¡± Di Kediaman Merian, Pingkan masih merasa tidak senang suaminya membelikan sebuah unit apartemen untuk Tasya. Kenyataan itu menjadi duri di dadanya, dan ia sudah berencana meminta Frans untuk juga membelikan apartemen bagi Elsa sebagai hadiah perkawinan. vd IC Namun, Pingkan tahu bahwa Frans tidak akan sanggup membeli apartemengi meskipun perusahannya sedang berkembang pesat akhir-akhir ini. Seh semesta sedang membantunya; seluruh penawaran bisnisnya diterima, dan semuanya berjnncar, belumgi pembukuan perusahaan yang terlihat begitu positif. Akan tetapi, tidak mudah bagi perusahaan kecil dengan aset hanya beberapa milyar untuk menjadi sebuah entitas yang terdaftar. Di tempatin, n sedang di ruang kerjanya di Perusahaan Prapanca, akan png seth mengunjungi Jewelia mm ini untuk menyelesaikan beberapa urusan. Sesaat kemudian, Roy mendatanginya dengan dokumen di tangan, ¡°Presdir Prapanca, baru saja ada penawaran baru dari perusahaan milik Frans, dan kita sudah menyetujuinya.¡± n mengangguk dengan puas. ¡°Bagus.¡± ¡°Presdir Prapanca, kurasa Frans tidak tahu ku bapah yang diam-diam sudah menyokong perusahannya dan membuatnya tumbuh berkembang sampai seperti sekarang.¡± ¡°Tidak perlu dia tahu. Istrinya sudah mengorbankan nyawanya untuk hidupku, dan sudah semestinya aku mempekukan keluarganya dengan baik, membs budi kebaikan istrinya.¡± n menggosok- gosok ruang di antara alisnya karena lh yang ia rasakan. ¡°Presdir Prapanca, kami juga sudah memberitahu tim yang menangani lomba desain perhiasan.¡± ¡°Baih,¡± ucap n membs pernyataannya, matanya tiba-tiba memancarkan aura penuh harap. ¡°Bapak harus bersiap png. Sekarang sudah jam 9 mm,¡± Roy mengingatkan dengan ramah. Setengah jam kemudian, n kembali ke vinya yang terletak di perbukitan. Saat berdiri di ruang tamu yang luas, ia menyadari betapa rumah itu terasa kosong. Hal itu membuatnya teringat akan apartemen Tasya yang kecil tetapi nyaman. Sepertinya yang diperlukan rumah ini hanyh sentuhan perempuan, pikirnya. Seorang anak juga bisa menghidupkan suasana. Saat pikirannya myangyang, ia memikirkan Tasya dan Jodi. Tasya adh orang yang keras kep yang akan menk cara mudah dm banyak hal. Sin itu, ia juga mandiri, tegas, dan tidak pernah merendahkan dirinya demi uang. Ia bukah orang yang bisa dibeli, dan dengan seg kekuasaan yang dimiliki, n tahu ia tidak bisa membuatnya menikah dengannya. Yang terpentinggi, n adh orang yang th berhutang budi padanya. Bagaimanapun juga, ia merasa jauh lebih sulit memenangkan hati Tasya daripada mengel sebuah korporasi besar dengan kekayaan trilyunan. semakin besar gairah membara, menjr di sekujur tubuhnya. Tiba-tiba saja ia merasaany.