AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Ruang Untukmu > Bab 1288

Bab 1288

    Bab 1288


    Bab 1288 Apa Kamu Kesal dengan Saya?


    Satu–satunya kemunduran hari ini adh bahwa Nando tidak mempekukannya secara berbeda, dia


    bahkan tidak meliriknya lebih dari beberapa kali sepanjang mm. Dia masih bisa mengetahui apakah


    seorang pria tertarik padanya.


    Kini seth Indira masuk ke mobil Nando, dia tentu saja tidak akan melepaskan kesempatan untuk


    menjskan lebih banyak tentang dirinya, seperti studinya dan bagaimana dia berencana untuk


    memi bisnisnya sendiri seth lulus. Dia ingin Nando tahu betapa pekerja keras dan ambisiusnya


    dia.


    Sementara dia mkukannya, dia juga mencoba serangkaian gerakan menggoda pada pria itu.


    Misalnya, tiba–tiba bersandar padanya atau dengan riang memainkan rambut keritingnya sambil


    menatap Nando dengan mata polosnya.


    “Nando, saya dengar kamu suka bpan. Kamu sangat berbakat!”


    “Saya hampir kehngan nyawa karena mkukan itu, jadi saya sudahma berhenti,” jawabnya.


    “Hah? Benarkah? Kamu harus lebih berhati–hati!” din mengingatkannya dengan prihatin.


    Seperti yang Indira katakan, rumahnya memang tidak jauh dari restoran dan hanya berjarak dua puluh


    menit berkendara. Oh,betapa saya berharap saya tinggal lebih jauh. Saya bisa mengobrol lebih banyak


    dengannya.


    “Nando, bisakah kita bertukar nomor? Dengan begitu, saya slu bisa bertanya padamu ku saya


    punya pertanyaan,” pintanya sambil menatap Nando dengan mata memohon.


    “Maaf, tapi saya dibanjiri oleh pekerjaan dan tidak bisa banyak membantumu,” tknya sebelum turun


    dari mobil.


    Sambil mengedipkan matanya, Indira merasakan jantungnya berdegup kencang ketika dia melihat


    Nando berjn ke sisinya. Dia benar–benar pria sejati!


    Namun, tindakan Nando hanya dimaksudkan agar dia keluar dari mobil lebih cepat supaya dia tidak


    menunda rencananya ke Kediaman Shailendra. Dm situasi seperti itu, Indira tidak punya pilihan


    sin turun dari kendaraan. Begitu Indira mkukannya, Nando menutup pintu dan kembali ke kursi


    pengemudi.


    “Nando, s-” Sebelum dia bisa menyelesaikan kata–katanya, mobil sudah mju pergi, dan yang dia


    lihat hanyhmpu bkang yang menghng.


    Dia mengh napas karena dia tidak bisa memahami situasi ini. Apa saya tidak cukup baik? Kenapa


    Nando sama sekali tidak tertarik pada saya?


    Sementara itu, Qiara sudah tiba di rumah saat dia menenangkan diri sebelum memasuki ruang tamu,


    di mana dia bertemu dengan adegan dimana Bianca dan ibunya membaca setumpuk


    brosur.


    Ketika Bianca melihat Qiara sudah kembali, dia sengaja memanggilnya. “Qiara, bantu saya pilih rumah


    terbaik di antara semua ini. Ibu dan saya pusing dengan semua pilihannya.”


    Karena Qiara sedang tidak ingin mkukan apa pun, dia menggelengkan kepnya dan menk,


    “Saya lh.”


    dan


    “Qiara, apa


    kamu sedih karena saya akan membeli rumah baru?” Bianca sengaja menanyakan pertanyaan itu.


    “Saya tidak sedih. Kamu bisa membeli rumah mana saja yang kamu suka,” kata Qiara dengan


    tenang.


    Di sisiin, Maggy juga melirik putri sulungnya, yakin dia tidak akan ambil pusing tentang hal ini.


    Kemudian, dia menoleh ke arah Bianca dan meyakinkannya, “Qiara hanya lh. Jangan konyol.”


    “Bu, lihat yang ini. Ini yang paling mahal dari semuanya. Harganya 160 miliar, tapi ini yang paling saya


    suka! Ku saya tinggal di sini, saya akan bertetangga dengan para selebriti! Bu, saya mau yang ini.”


    Bianca mengeraskan suaranya sambil mengatakan itu. Dia tahu rumah Qiara berni 100 miliar,


    sedangkan miliknya akan memakan biaya 60 miliar lebih dari milik Qiara!


    “Tentu. Ku kamu suka yang ini, kami akan membelinya dan melupakan yangin,” Maggy setuju.


    “Ya! Terima kasih, Bu. Saya tahu Ibu sangat menyayangi saya.” Seth mengatakan itu, Bianca


    memeluk ibunya dengan gembira.


    Sementara itu, Qiara mendengarkan percakapan mereka sambil menuju kentai atas dan menn


    semua pikiran batin yang memenuhi hatinya. Dulu, dia akan berbagi perasaannya dengan ibunya,


    namun kini seth Bianca kembali, hubungannya dengan ibunya tiba–tiba tampak menjauh.


    Content property of N?velDra/ma.Org.


    Dia tidak berani memberi tahu ibunya tentang hal–hal yang membuatnya kecewa karena dia takut


    Bianca akan mengetahuinya dan menabur garam di atas lukanya.


    Seth menuju ke atas, Qiara mandi dan berganti pakaian dengan sepasang piyama yang nyaman,


    namun tepat ketika dia hendak pergi tidur, dia mendengar deru mesin mobil sport yang familiar mlui


    balkon. Itu adh mm yang tenang, jadi dia yakin dia tidak sh dengar. Itu Nando. Apa dia di sini?
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul