AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Ruang Untukmu > Bab 1148

Bab 1148

    Bab 1148


    Bab 1148 Keputusan Berani


    Mata Raisa terblak. Kami belum menikah tetapi dia sudah membeli rumah untuk orang tua saya?


    “Itu telu berlebihan!” Raisa merasa sedikit kewhan.


    “Sudah sepantasnya saya untuk mengatur situasi kehidupan yang lebih baik untuk mertua saya,” kata


    Rendra sambil tersenyum. “Saya akan memngkanmu sebelum Natal agar kamu bisa menghabiskan


    musim perayaan bersama mereka juga.”


    Raisa tersentuh. Dia sangat gembira karena orang tuanya akan tinggal di tempat yang lebih baik


    sekarang. Karena mereka sering bekerja di luar negeri, mereka memutuskan untuk tidak membeli rumah


    baru dan memilih untuk menyimpan uangnya untuk dia gunakan begitu dia menikah. Ayahnya pernah


    menyatakan bahwa dia akan memastikan agar Raisa mengadakan pernikahan yang megah.


    Makan mm disajikan dan ketiganya duduk di meja makan bersama. Emir mengambil kesempatan


    untuk mengeluarkan iPad–nya dan mengubah rencana perjnan Rendra untuk besok. Sekaligi,


    Rendra memiliki jadwal yang padat dan Raisa merasa hampir tidak bisa bernapas hanya dengan


    mendengar betapa banyak yang harus dkukan!


    Apgi, jadwal ini sudah ditetapkan dua minggu sebelumnya. Emir hanya mkukan beberapa


    penyesuaian kecil sehari sebelumnya.


    Raisa melirik penuh simpati pada Rendra. Ku saja dia memiliki kemampuan untuk membantunya. Dia


    berharap dia bisa mengambil beberapa pekerjaannya atas namanya, tetapi dia. tidak bisa mkukan


    apa pun sin merasa kasihan padanya, dan dia merasa agak tidak berdaya karena ini.


    Emir pergi seth makan mm, dan para pyan juga pergi begitu mereka selesai bersih- bersih.


    Rendra, Raisa, dan kucing kecil itu adh satu–satunya yang tersisa di rumah besar itu.Content provided by N?velDrama.Org.


    Rendra menuju ruang kerjanya. Adapun Raisa, dia mandi dan kemudian mi bermain dengan si


    kucing, Celin, di ruang tamu dintai dua. Saat itu hampir jam sepuluh mm ketika dia meringkuk di


    sofa untuk tidur. Raisa terus menggerakkan mainan kucing sampai dia mengantuk. juga. Kepnya


    mi miring ke depan, dan dia juga tertidur di sofa.


    Ketika Rendra keluar dari ruang kerjanya pada pukul setengah sepuluh, dia berjn melewati ruang


    tamu dintai dua dan melihat wanita muda dan kucing itu sedang tidur di sana. Hatinya melembut saat


    melihat mereka.


    Dia memutuskan untuk tidak membangunkannya sekarang. Sebagai gantinya, dia mengambil selimut


    dan menutupinya sebelum kembali ke kamarnya untuk mandi. Dua puluh menit kemudian, dia keluar


    dengan mengenakan piyama hitam.


    Seth menatap Raisa sma beberapa detik, dia membungkuk dan mengecup keningnya sebelum


    menggendongnya.


    Meskipun Raisa tidak mkukan banyak hal sma dua hari terakhir, dia masih merasa sangat lh.


    Saat Rendra menarik Raisa ke dm pelukannya, wanita itu tersentak bangun dan melihat wajah


    tampan menjng di atasnya. Dia dengan senang hati melingkarkan lengannya di lehernya.


    “Apa kamu sudah selesai dengan pekerjaan?” diangsung bertanya karena takut Rendra harus kembali


    bekerjagi.


    “Ya. Saya sudah selesai. Ayo tidur.” Suara Rendra yang dm dan serak terdengar sedikit seksi.


    Ketika Raisa mendengar apa yang Rendra katakan, wanita itu bersandar padanya dengan malu- malu


    dan menikmati pelukannya saat dia menggendongnya ke kamar tidur utama.


    Raisa mengumpulkan semua keberaniannya dan membuat keputusan yang berani. Dia akan


    menyerahkan dirinya pada Rendra mm ini! Jika itu yang dia inginkan, dia dengan senang hati


    menurutinya.


    Dengan pemikiran itu, dia mencoba yang terbaik untuk menjaga dirinya tetap nyaman. Rendra


    meletakkannya di tepi tempat tidur dan dia sendiri meringkuk di bawah selimut. Dia bahkan bergeser


    untuk memberi ruang bagi Rendra.


    Rendra naik ke tempat tidur dan mematikanmpu. Jantung Raisa berdegup kencang saat pria itu


    mengulurkan tangan untuk menariknya mendekat. Dia terselip dengan aman di dada Rendra yang


    bidang.


    Kebetn dia ditekan ke jantung Rendra. Dia bisa mendengar detak jantung Rendra yang stabil dan


    kuat, dan jantungnya sendiri mi berdebar kencang.


    Dia mengulurkan tangan untuk melingkarkan lengannya di pinggang Rendra. Dm kegpan, dia


    menarik dagu pria itu ke atas. Begitu kepnya dimiringkan cukup tinggi, dia merasakan sesuatu yang


    hangat menekan bibirnya. Ciumannya datang tanpa peringatan apapun.


    Rendra tidak terburu–buru. Ciumannyambat dan lembut seh sedang menikmati rasa bibir Raisa.


    Aroma segar mint tidak mempengaruhi dominasi yang dia tampilkan. Seh–h Raisa adh


    hadiahnya hadiah


    yang harus dia buka dengan sabar, alih–alih mkukannya dengan paksa.


    –


    Raisa seh myang karena ciuman itu. Dia tidak bisa memikirkan halin sin tenggm dm


    hasratnya. Kehangatan ciumannya bahkan menghangatkan ch hatinya, dan tubuhnya mi


    bergetar…
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul