AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Ruang Untukmu > Bab 1054

Bab 1054

    Bab 1054


    Ruang Untukmu


    Bab 1054


    Seth itu, Rendra akan pergi.


    Di bkangnya, Raisa mau tidak mau berkata kepadanya, “Nona Valencia sangat menyukaimu, jadi


    kamu bisa mencoba untuk menerimanya.”


    Rendra membeku sebelum menoleh sedikit. “Bagaimana denganmu?”


    Raisa kehngan kata–kata untuk sesaat. Kemudian, dengan tergesa–gesa, dia berkata, “Saya tidak


    suka seseorang yang lebih tua dari saya. Begitu Raisa mengatakan itu, dia menarik kata–kata ini di


    dm hatinya. Tidak, saya tidak bermaksud untuk menknya. Saya hanya ingin menggunakan san


    ini untuk menk membiarkan hubungan kita semakin dm. Jika orang tua saya tahu bahwa dia dan


    saya th melewati batas seperti itu, mereka akan marah besar. Raisa dibesarkan di luar negeri, tetapi


    pada dasarnya, dia adh seorang gadis berprinsip kuno.


    Pria itu berbalik. Di bawah cahayampu, ktan samar mengerlip di matanya,lu matanya menjadi


    gp, seh–h dia akan marah kapan saja.


    Raisa menn ludah. “Maaf … saya tidak bermaksud untuk menkmu…” dia buru–buru


    meminta maaf.


    Awalnya, dia mengira pria itu akan menceramahinya dengan marah. Namun, dia mendengar Rendra


    berkata, “Oke, saya mengerti. Tiduh.” Pria itu tidak memberikan tanggapan, tetapi dia terdengar


    terluka.


    Raisa tiba–tiba merasa bahwa dia adh orang jahat yang menyakiti Rendra dengan kata–katanya.


    Mengambil napas dm–dm, dia berjn ke arah pria itu alih–alih kembali ke kamarnya. “Maafkan


    saya, Pak Rendra. Jangan marah, oke? Bukan itu maksud saya. Saya hanya merasa kamu pantas


    mendapatkan orang yang lebih baik. Saya sama sekali tidak pantas untukmu, saya juga tidak memenuhi


    syarat untuk menjadi seseorang yang kamu cintai …” Raisa menjskan di bkangnya sambil


    menyesali apa yang tadi dia katakan mengikuti dorongan hatinya.


    Pikiran Raisa kacau, dan dia tidak melihat ke mana dia pergi. Karena itu, ketika pria itu menghentikan


    langkahnya, Raisa menabrak punggungnya.


    Raisa dengan cepat mundur sngkah, sementara pria itu berbalik dan menatapnya. “Saya tidak suka


    permintaan maafmu.” Rendrangsung menyatakan pendiriannya.


    Raisa mengerjapkan matanya. “Ku begitu, permintaan maaf seperti apa yang kamu inginkan?” Apa


    ada cara yang lebih baik untuk meminta maaf sin meminta maaf?


    Tatapan Rendra tertuju pada bibir merah Raisa, dan matanya menjadi gp dengan sedikit bahaya.


    “Bagaimana menurutmu?” Rendra bertanya sebagai jawaban.


    “Saya-”


    Sebelum Raisa bisa menyelesaikan kalimatnya, pria itu melingkarkan lengannya di pinggangnya,


    membungkuk, dan mencium bibirnya. Dia kecanduan bibir Raisa yang lembut, yang rasanya semanis


    permen; mencium bibir Raisa membuat Rendra merasa seh–h dipukul dengan keras di dada.


    Mata Raisa memblak kaget. Napasnya penuh dengan aroma hormon pria yang mendominasi, dan


    akalnya tersapu oleh pria itu juga. Seh–h tidak ada wanita yang bisa menahan ciumannya yang


    lembut namun mendominasi di bawah cahaya redup di koridor yang sunyi itu, dan dia juga merasa


    pusing. Pada akhirnya, dia hampir mati lemas. Napasnya tersengal karena gugup. Tidak hanya


    wajahnya bersemu merah, tapi dia hampir gagal mengatur napas.


    Menyadari tubuh Raisa melemas, pria itu akhirnya melepaskannya. Melihat bagaimana dia terengah–


    engah sambil menarik napas, Rendra tiba–tiba tertawa kecil. Senyum bermain di wajahnya, dan dua


    lesung pipit muncul di pipinya, seh–h mengandung anggur yang memabukkan yang akan


    membuat seseorang tenggm di dmnya.


    This belongs ? N?velDra/ma.Org.


    Tiba–tiba, Raisa merasa sangat malu. Dia mengayunkan tinjunya dan memukul dada Rendra.


    “Beraninya kamu menertawakan saya?” Pada saat ini, dia lupa siapa dia, identitasnya, dan usianya,


    mengungkapkan sisi paling manis dan menawan dari dirinya.


    Rendra menepuk punggungnya sambil berkata dengan simpati, “Oke, shkan semuanya kepada


    saya.”


    Baru saat ith Raisa sadar. “Baih. Sekarang saya sudah meminta maaf dan kamu th


    memanfaatkan saya, saya akan kembali tidur,” kata Raisa. Dengan itu, dia pergi dengan buru-


    buru.


    Awalnya, Rendra ingin turun untuk mengambil sebotol anggur merah. Namun, pada saat ini, dia sangat


    ingin kembali ke kamarnya dan mandi air panas, jika tidak, mungkin dia tidak akan mampu menahan api


    nafsu di dm dirinya mm ini.


    Raisa juga tidak bisa tidur. Pikirannya begitu sibuk dengan apa yang baru saja terjadi sehingga tidak ada


    ruang untuk halin di hatinya. Saat dia memikirkannya, wajahnya memerah. Hatinya berdebar, dan


    semuanya tampak kacau. Sebelum dia menyadarinya, dia sudah tertidur. Saat dia bangun, matahari


    sudah bersinar terang di luar jend.
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul