AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Ruang Untukmu > Bab 942

Bab 942

    Bab 942


    Bab 942


    “Kenapa kamu tidak memberikan mobil itu kepada saya dan saya akan mengendarainya png?” tanya


    Anita dengan berani.


    Raditya tidak akan setuju. Lagi p, Anita tidak memiliki kemampuan untuk menangani jn


    pegunungan yang curam dan berbahaya.


    “Tidak,” Raditya menk.


    Saat itu,ngit berubah mendung, js bahwa hujan akan segera turun. Benar saja, hujan mi gerimis


    di kep Anita seth beberapa saat, menyebabkan dia menutupi kepnya dengan tangannya.


    Namun, hujan turun dengan deras secara tiba-tiba.


    “Cepat masuk ke dm mobil,” perintah pria di dm mobil itu dengan suara rendah. Apa dia mencoba


    untuk membuat dirinya basah kuyupgi seth dia baru saja sembuh dari demamnya?


    Kesal dengan cuaca yang tidak masuk akal itu, Anita buru-buru berjn ke kursi penumpang,lu


    membuka pintu dan masuk ke dm tanpa melirik pria di kursi bkang.


    Di dm mobil sangat tenang, terissi dari hujan di luar. Pikiran Anita benar-benar berantakan, dan


    semua indranya terfokus pada pria di kursi bkang saat dia mendengarkan suara pria itu mengetuk


    keyboard dan desahan kecilnya.


    “Bukankah kamu pergi untuk sebuah misi? Kenapa kamu masih di sini?” Anita bertanya dengan marah.


    “Saya pikir kamu tidak ingin bertemu dengan saya?” Raditya mengarahkan pandangannya padayar,


    bertanya tanpa mengangkat kepnya.


    “Saya hanya bng kita tidak boleh bertemu. Saya tidak bermaksud untuk mengusirmu keluar dari


    markas.” Anita bertanya-tanya apakah Raditya th menghabiskan beberapa hari terakhir di kota kecil


    itu. Di mana dia tidur? Bagaimana makanannya? Apa dia tinggal di mobil ini sepanjang waktu? Dengan


    pemikiran itu, dia berbalik untuk melirik Raditya dengan sedih, tetapi dia melihat bahwa baju pria itu


    bersih dan rapi dan dia tidak terlihat seperti dia th tinggal di dm mobil.


    Raditya tidak berbicara, tetapi Anita merasa mulutnya menjadi agak kering dan dia ingin minum air. Oleh


    karena itu, dia tidak punya pilihan sin bertanya, “Apa ada air di mobilmu?”


    Raditya mengulurkan tangan dan mengeluarkan gs di kompartemen penyimpanan pintu mobil dan


    menyerahkannya kepada wanita itu. Ketika Anita melihat bahwa itu adh gsnya, dia tiba-tiba


    menegang sma beberapa detik. “Maksud saya air mineral.”


    Mendengar kata-katanya, Raditya mengangkat kepnya, alisnya berkerut erat. “Saya tidak punya.”


    Kenapa día menk gsnya? Bukankah Anita minum dari gsnya ketika dia berada di kamar


    Raditya?


    Wajah Anita berubah agak malu saat dia juga teringat hal itu. Semm, ketika dia berada di kamar


    Raditya, dia tidak memiliki mash dengan minum dari gsnya, tetapi wajah Anita akan sepeni


    tertampar jika dia menk gs Raditya sekarang


    Anita mengeluarkan ranselnya dan mengeluarkan dompetnya,lu membukanya. Kecuali sekumpn


    kattu, tidak ada uang yang tersisa di dmnya. Dia juga tidak memiliki uang receh, karena dia th


    memberikan


    sisa uangnya kepada orang-orang tua tadi.


    “Apa kamu punya uang? Pinjamkan saya dua ratus ribu,” Anita bertanya kepada pria di bkangnya,


    mengulurkan tangannya untuk meminjam uang darinya.


    dari


    Raditya berhenti sejenak karena terkejut sma beberapa saat sebelum dia mengambil dompetnya


    sakunya dan mengeluarkan uang dua ratus ribu rupiah. Dia kemudian menyerahkannya kepada Anita.


    “Saya akan mengembalikannya kepadamu suatu hari nanti,” jawab Anita sambil mengambil uang itu


    darinya.


    Raditya meliriknya dan berkata dengan acuh tak acuh, “Kamu tidak perlu mkukannya.”


    “Saya akan mengembalikannya. Saya tidak ingin berutang budi padamu.” Anita benar-benar ingin


    memutuskan semua hubungan dengannya saat ini dan dia akan menyelesaikan semuanya dengan pria


    ini.


    Raditya sangat marah sehingga dia mendorong lidahnya ke bagian dm pipinya dan memelototi


    bagian bkang kep Anita dengan kesal. Perku wanita ini slu membuatnya marah.


    Text ? by N0ve/lDrama.Org.


    Namun, Anita mengambil uangnya dan keluar dari mobil di tengah hujan untuk membeli air. Seth


    beberapa saat, dia kembali dengan sebotol air dan uang kembaliannya. Poni Anita basah, dan dia


    menyisir rambut panjangnya sebelum dia membuka tutup botol dan minum dari botol itu.


    Raditya bisa mendengar suara air minumnya dan dia tiba-tiba merasakan ketertarikan yang tak bisa


    dijskan yang membuat tubulnya menjadi panas. Dia mendongak dan melihat leher Anita yang


    ramping dan pucat yang sedikit terangkat, membuatnya ingin berubah menjadi vampir dan


    menggigitnya.


    Anita bisa merasakan bahwa pria di bkangnya sedang menatapnya. Seth dia selesai minum, dia


    menoleh dan bertanya, “Kapan kita akan pergi?”


    “Ketika hujan reda sedikit,” jawab Raditya.


    “Jika kita tidak segera pergi, hari akan berubah menjadi gp dan jn pegunungan akan lebih sulit


    untuk dlui. Jika kamu tidak ingin menyetir, biar saya yang menyetir.” Anita sangat ingin mencoba


    karena dia th memiliki SIM sma sekitar lima tahun dan sangat percaya diri.


    “Tidak.” Raditya menutupptopnya, menk untuk mengizinkannya mengemudi.
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul