Bab 941
Bab 941
“Mobil siapa itu? Apa dia benar-benar akan mengantar saya png?” Anita meraih lengan Teddy saat
dia menanyainya.
“Saya dapat meyakinkanmu bahwa dia akan mengantarmu png. Teddy mengangguk dengan serius.
“Bagaimana jika dia meninggalkan saya?” Anita mengerutkan keningnya.
“Jika dia berani meninggalkan Anda, tim kami tidak akan membiarkannya pergi, jadi Anda tidak perlu
khawatir.”
Anita bertanya-tanya apakah Teddy dan yanginnya akan membantu Raditya. Jika demikian, akan lebih
baik baginya untuk tidak mengganggu mereka. Pada pemikiran itu, dia mengangguk. “Baih, saya
akan png dengan mobil orang itu nanti. Kalian harus pergi.”
“Baih. Pergi dan temui dia seth kami pergi, oke?” Seth Teddy selesai berbicara, dia melirik Sean
dan yanginnya sebelum mereka menarik Anita ke titik buta. “Tunggu di sini sma sepuluh menit
sebelum Anda pergi.”
“Kenapa?” Anita bingung. Kenapa mereka menyembunyikannya di sini?
“Pokoknya, dengarkan saja kami.” Jodi tersenyum nakal.
Kemudian, mereka masuk ke dm mobil dan seth mengemudi, mereka dengan cepat mundur ke
dm hutan tetapi tidak pergi dan tetap bersembunyi.
Di dm mobil, Wilmar mengerutkan keningnya dan berkata, “Apa kamu tidak takut Pak Raditya akan
memukulmu?”
“Saya tidak takut. Lagi p, kita mkukan ini demi mereka! Pak Raditya tidak akan tega memukuli
kita.”
“Nona Anita pasti tidak akan menduga bahwa Pak Raditya akan mengantarnya png.”
“Pak Raditya juga pasti tidak akan menduga kita akan meninggalkan Nona Anita di sini.”
Jantung Anita agak berdebar kencang. Teddy dan yanginnya memintanya png dengan mobil
siapa? Bagaimanapun juga, perjnan png ini akan makan waktu dua jam mlui pegunungan dan
akan merepotkan jika mereka tidak bisa bergaul dengan baik.
Anita melirik arloji di pergngan tangannya,lu melihat kembali ke arah Teddy dan mobil mereka,
hanya untuk mendapati bahwa mereka sudah pergi. Melihat bahwa sepuluh menit th belu, dia
mengumpulkan keberanian untuk keluar dari pojok itu,lu berjn ke arah mobil SUV hitam tersebut.
Pada saat ini, pria itu, yang sedang duduk di kursi bkang dan sibuk bekerja, menyadari dengan indra
tajamnya baliwa seseorang sedang mendekati mobilnya. Begitu dia mendongak, mata Raditya agak
terblak. Kenapa Anita ada di sini?
N?velDrama.Org content rights.
Orang yang berjn ke arah mobilnya adh Anita, dan wanita itu sepertinya tidak tahu bahwa dia ada
di dm sama sekali. Memutar tangannya dengan ekspresi agak gugup, Anita pehan berjn ke
jend mobil. Kemudian, dia mengulurkan tangan dan mengetuk pintu.
Raditya melihat mlui jend mobil. Karena jendnya ditutupi dengan film berwarna, bagian dm
mobil tidak bisa dilihat dengan js dari luar dan hanya orang-orang di dm yang bisa melihat orang-
orang di luar dengan js.
Bingung, Anita mi bertanya-tanya apa ada orang di dm mobil. Jika kosong, bukankah dia akan
cka? Apa dia harus menghabiskan mm di kota kecil itu? Teddy dan yanginnya tidak akan
menipunya seperti ini, bukan?
Ketika dia mengetuk pintugi, akhirnya ada gerakan di dm. Seseorang menekan sebuah tombol dari
dm dan jend mobil pehanhan diturunkan. Saat seraut wajah yang tajam dan tampan
memasuki pandangannya, Anita terkejut, dan mata pria itu yang dm dan tak terduga menatapnya.
Anita menarik tangannya dengan kaget seh-h dia th tersengat listrik,lu dia mundur beberapa
langkah.
“Kamu … Kenapa kamu di sini?” Raditya yang ada di dm mobil?
Anita tiba-tiba memahami niat Teddy dan yangin. Pada saat yang sama, dia menyadari bahwa pria ini
tidak sedang dm misi sama sekali dan dia hanya berada di kota. Apa saya san kenapa dia
terpaksa tinggal dan bekerja di kota?
“Masuk,” kata Raditya dengan suara rendah.
Pria itu juga th menduga bahwa ini adh pekerjaan anak buahnya. Mereka sengaja mendorong
Anita kepadanya.
Anita menatapnya dengan kesal saat dia memalingkan wajah mungilnya dan dadanya sedikit
membusung. Pria ini sebenarnya th berbohong padanya sementara dia berada di sini sma ini.
Di dm mobil, Raditya mengenakan baju hangat hitam dan jas hujan hitam, memancarkan aura elegan
dan
anggun.
Anita mengerucutkan bibir merahnya dan berkata dengan gusar, “Saya tidak akan masuk ke dm
mobilmu.”
“Mereka sudah png. Jika kamu tidak masuk ke mobil saya, bagaimana kamu akan png?” tanya
Raditya.
Anita merasa pabit. Dia lebih suka png dengan orang asing daripada berada di mobil bersama
Ráditya sma dua jam perjnan.