Bad 898
Ruang Untukmu
Bab 898
“Kapten Raditya?” Arini bergumam pada dirinya sendiri. Pada saat yang tepat ini, dia melihat Kapten
Raditya dan seniornya mendekat, dan dia tidak bisa menahan diri untuk tidak menyelipkan rambut
panjangnya, berusaha terlihat semenarik mungkin sambil menunjukkan
rayuan asmara.
Text ? by N0ve/lDrama.Org.
Namun di sisiin, Raditya tidak memperhatikannya. Akibatnya, ketika Raditya lewat, Arini
memanggilnya, “Kapten Raditya.”
Saat dia mendengar seseorang menyapanya, Raditya berbalik menghadapnya. Jantungnya berdegup
semakin cepat ketika dia bertemu dengan tatapan Raditya. Tatapannya berwibawa dan kuat dan
menusuknya sampai ke inti.
“Apa kamu baru di sini?” tanya Raditya.
“Ya. Saya baru saja pindah ke sini bersama rekan saya.”
Senior Raditya, yang berdiri di sampingnya, th menerima pemberitahuan sebelumnya dan
menjskan, “Oh benar! Mereka dibawa ke sini dan akan tinggal di sini untuk sementara
waktu.”
Raditya mengangguk sambil mnjutkan percakapannya dengan atasannya. Di sisiin, Arini terpikat
oleh Raditya saat dia berjn pergi.
Dia dulu berpikir bahwa pria berjas dan sepatu kulit adh pria yang paling menarik, tetapi sekarang dia
percaya bahwa pakaian kamuse adh orang yang paling tampan.
“Dia sangat tampan!” Arini tidak bisa menahan diri untuk memuji Raditya.
Pada saat yang sama, Arini melihat sosok yang tidak pantas berada di sana: seorang wanita mungil
berjn menyusuri koridor, berpakaian hraga dengan rambut panjangnya yang terurai. Wanita itu
tampak kelhan danmban.
Mata Arini menyipit pada wanita itu dengan perhitungan. Apa yang dkukan seorang wanita
cantik di sini?
Tentu saja wanita cantik itu adh saingannya. Arini sudah tidak senang dan cemburu ketika pertama
kali dia melihat wanita ini.
Candra datang untuk menghiburnya dengan membawakan makanan ringan kesukaan Arini ketika dia
kembali ke kamarnya, karena dia tahu bahwa Arini sedang kesal.
Begitu dia mengetuk pintu, Arini, yang sedang dm suasana hati yang baik, membukakan pintu
untuknya. Wajahnya terlihat cerah dan ceria, tanpa jejak kesedihan.
“Kenapa kamu tiba-tiba dm suasana hati yang begitu baik?” Candra bertanya, terkejut.
Day 070
“Coba tebak,” jawabnya sambil mengemutkan bibirnya.
“Bukankah kamu tidak senang ada di sini?”
“Saya hanya tidak menyukai tempat ini, tetapi saya tidak mengatakan apa-apa tentang orang- orang di
sini. Saya batu saja bertemu pria paling tampan yang pernah saya lihat seumur hidup saya.” Dia
menggenggam tangannya dan meletakkannya di dadanya dengan matanya yang indah berbinar.
Seh-h tempat ini adh tempat berburunya, dan dia akan memangsa binatang yang paling kuat.
Candra menatapnya dengan curiga. Dia th mengenal kepribadian Arini sma tiga tahun mereka
bekerja sama. Arini hanya memandang orang kaya dan dia hanya akan menikahi orang kaya. Namun,
dia ingin menikah dengan keluarga kaya karena dia adh seorang wanita biasa. Bagaimana mungkin
dia bisa bertemu cinta sejatinya di darah terpencil seperti itu?
“Apa kamu serius?”
“Ya! Saya melihat pria paling menarik yang pernah saya lihat. Dia tidak hanya tampan tetapi dia juga
terlihat sangat berwibawa. Dia tampaknya adh putra dari keluarga kaya. Kamu harus membantu saya
mengejarnya, Candra.” Dengan nada memerintah, Arini menginstruksikannya.
Arini adh atasan Candra karena dia hanyh asisten dan bawahan Arini. Terlebihgi, Candra, yang
tampak polos dan lembut, memiliki kepribadian yang lemah, yang membuatnya mudah dimanipsi.
“Oke! Saya akan mencoba yang terbaik,” katanya dengan sopan. Sejujurnya, dia punya perasaan untuk
Arini, tapi Arini tidak pernah memperhatikannya.
Arini menjni operasi stik untuk mengubah fitur wajahnya yang biasa menjadi wajah yang sangat
memukau. Dengan fisiknya yang seksi, Arini merasa bahwa dia bisa membuat setiap kep menoleh
padanya setiap kali mereka melihatnya.
Bahkan sekarang, dia menganggap dirinya sangat cantik, menyaring dan memilih pria dari seluruh dunia
dengan harapan dia bisa menemukan seseorang yang akan membuatnya kaya sma sisa hidupnya.
Di sisiin, Anita kembali ke kamarnya. Otot-ototnya sakit karenatihan hari ini sehingga membuat
seluruh tubuhnya kesakitan.
Dia menatapngitngit, mengingat bagaimana Raditya mengambil inisiatif untuk memeluknya hari ini.
Pelukannya memiliki efek menenangkan bagi Anita. Sementara dia mengingat-ingat kembali adegan itu,
dia jadi merasa frustrasi dan bertanya-tanya apakah wanitain akan jatuh cinta padanya jika Raditya
memeluk wanitainnya seperti Raditya memeluknya.