AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Ruang Untukmu > Bab 897

Bab 897

    Bab 897


    Bab 897


    “Jika kamu bereaksi, itu artinya kamu tidak sakit, Anita mencibir sambil menutupi mulutnya.


    Raditya terdiam saat menatap Anita; sudah dipastikan bahwa wanita ini memang tidak tahu malu.


    “Kapten Raditya, kamu juga harus berhati-hati! Jangan dibutakan oleh kecantikan!” Anita


    memperingatkannya.


    Dia tidak punya san untuk khawatir dm hal ini karena tidak ada wanita yang pernah memikatnya.


    Ya, tentu saja, Anita adh satu-satunya pengecualian.


    Anita hendak menggerakkan tangannya ketika dia merasakan sakit di tng belikatnya sehingga


    membuatnya mendesis. “Aduh! Sakit!”


    Tangan itu adh tangan yang dipegang dengan sangat kuat dan tergesa-gesa oleh Raditya. Oleh


    karena itu, dia secara tidak sengaja menarik Anita telu keras karena perhatiannya pada Anita.


    “Jangan bergerak. Biar saya lihat.” Dia mendekatinya, menggenggam pergngan tangan Anita dan


    memijat sendi bahunya dengan lembut. Persendiannya tampak baik-baik saja, tetapi tendonnya


    kemungkinan besar tegang.


    “Kamu akan baik-baik saja seth beberapa hari istirahat,” ucap Raditya sambil melepaskan tangan


    Anita.


    Anita mengangguk dan menundukkan kepnya dengan tatapannya yang mengembara. Tanpa diduga,


    Raditya tiba-tiba menoyor kep Anita dengan jarinya.


    “Apa yang begitu menarik?” Raditya menegur dengan pn.


    “Hah? Tidak ada yang menarik bagi saya,” ucap Anita sambil menggosok kepnya yang sakit dan


    mundur sngkah.


    Raditya tetap diam seth mendengar tanggapan Anita dan diamnya js terasa meragukan.


    Karena tidak ada apa-apa yang ingin dikatakan, Anita berbalik dan meninggalkan ruangan. Dia slu


    dm suasana hati yang buruk ketika dia bersama pria itu.


    Pada saat yang sama, sebuah kendaraan petungan berawarna hitam masuk mlui pintu bkang


    markas. Ketika pintu mobil terbuka, seorang pria dan wanita muda muncul. Pria itu berpakaian modis,


    dan wanita itu mengenakan rok ketat yang sangat seksi; mereka melihat sekeliling mereka dengan


    bingung.


    “Apa kita akan tinggal di sini?” wanita itu bertanya, jijik.


    Text ? by N0ve/lDrama.Org.


    “Arini, Candra, kalian akan tinggal di sini untuk saat ini. Harap patuhi semua aturan yang diterapkan


    untuk kesmatan kalian sendiri. Kami akan memberi tahu kalian seth kalian berdua aman,” seorang


    pria memperingatkan merek


    dengan tegas sebelum membawa mereka


    ke pintu.


    “Ini semua shmu,” kata Arini, menggigit bibirnya dan meninju Candra dengan ekspresi


    enggan.


    Candra, yang dipukul, tampak tak berdaya dan membujuknya, “Oke, oke. Kami akan berlindung di sini


    untuk sementara waktu untuk menghindari bahaya.”


    Arini dan Candra bekerja sebagai jurnalis. Mereka pergi ke luar negeri untuk meningkatkan kinerja


    mereka, tetapi mereka secara tidak sengaja memvideokan perdagangan senjata geng internasional,


    yang oleh para gangster dan mereka memburu keduanya.


    kemudian diketah Mereka tidak punya pilihan sin mrikan diri kembali ke rumah untuk bersembunyi


    dari para gangster itu, begith kenapa mereka bisa berakhir di sini.


    “Saya harap tempat ini aman, jika tidak, kita akan mati.” Arini masih gemetar saat teringat kejadian di


    mana mereka hampir diburu.


    “Tampaknya di sini terlihat aman, jadi santai saja!” Candra meyakinkannya.


    Mereka diantar ke kamar mereka. Seth map, Arini tidak sabar untuk mengunjungi lokasi di sana,


    jadi dia pergi ke luar dan melihat sekelilingpangan.


    Dm sekejap muncul dua bayangan dari kejauhan.


    Perhatiannya tertuju pada kedua orang itu, dan ketika dia berbalik, dia melihat dua pria berjn di


    ladang bunga sambil mengobrol, berjn ke arah Arini.


    Pria muda yang ada di sebh kiri menggelitik minatnya. Pria itu tinggi dan menarik, dengan hidung


    mancung dan alisnya yang hitam. Pria itu memancarkan pesona yang luar biasa.


    Jantung Arini berdebar kencang seperti drum. Dia tidak pernah menduga jika dia akan bertemu pria


    terhormat seperti itu di sini dm seribu tahun. Pria itu tidak seperti priainnya. Dia memancarkan aura


    yang mulia dan luar biasa meskipun masih muda.


    Seks, dia tampak tidak biasa, dan dapat dilihat bahwa priainnya mempekukannya dengan


    hormat.


    Siapa namanya? Apa identitasnya? Dia tidakgi merasa tertekan; setidaknya, dia bisa mengenal pria


    yang menarik ini dengan lebih baik.


    Mungkin akan ada benih-benih cinta di antara mereka berdua, karena dia adh wanita ambisius yang


    akan mkukan apa saja untuk mencapai tujuannya.


    Ketika dia melihat seorang anggota tim muda itu mendekat, dia dengan cepat bertanya sambil


    tersenyum, “Halo. Bisakah kamu memberi tahu saya siapa orang itu?”


    “Dia adh Kapten Raditya.”
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul