AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Ruang Untukmu > Bab 667

Bab 667

    Bab 667


    Ruang Untukmu


    Bab 667


    “Tanganmu! Bagaimana kamu bisa melukai tanganmu?” Me menjerit kesakitan saat melihat goresan


    di tangan Arya.


    Sementara itu, Salsa menundukkan kepnya. Bagaimanapun, Arya terluka karena dia.


    Content ? N?velDrama.Org 2024.


    “Bukan apa–apa. Kami akan menanganinya saat kami png.” Arya kemudian membawa Me


    kembali ke mobil. Saat Me masuk, dia berkata, “Arya, saya ingin naik mobil yang sama denganmu.”


    “Saya berlumuran tanah,” Arya hanya menjawab sebelum menutup pintu di depan wajahnya.


    Me kemudian memperhatikan ketika Arya berbelok ke mobil kedua dan bergabung dengan Salsa di


    mobilnya. Matanya berkobar karena amarah. Apakah pyan sederhana lebih baik darinya sekarang?


    Mereka memi perjnan png.


    Salsa tidak bisa menanganinyagi. Mengemudi menuruni bukit bahkan lebih menakutkan daripada


    menanjak. Salsa mencengkeram erat pegangan di mobil dan memalingkan muka dari jn di depan.


    Di sisiin, Arya sangat tenang. Arya sangat percaya pada keterampn mengemudi pengawalnya.


    Begitu mobil–mobil itu akhirnya kembali ke jn beraspal yang mulus, mereka melesat menuju kota


    seperti kuda yang beri kencang menembus mm.


    Sekarang sudah gp di luar. Seth hari yang penuh peristiwa, Salsa kelhan. Meskipun Arya


    duduk tepat di sampingnya, dia tidak bisa tidak tertidur.


    Saat Salsa tertidur, kepnya terki ke samping dan bersandar di bahu Arya. Alih–alih


    mendorongnya pergi, Arya membiarkannya begitu saja.


    Salsa menghabiskan seluruh perjnan png dengan tertidur. Pada saat mereka tiba kembali di


    kediaman, sekitar pukul tujuh.


    Seseorang dengan lembut menepuk pipinya. “Kita sudah sampai, Salsa.”


    Salsa membuka matanya dan menghngkan rasa kantuknya. Ketika Salsa menyadari dia th tidur


    di bahu Arya, dia segera duduk tegak.


    Astaga! Apakah sepanjang perjnannya dia tertidur di bahu Arya?


    Dua pyan Me segera datang untuk menyambut mereka saat mereka mngkah melewati pintu.


    Aryangsung pergi ke kamarnya untuk mandi. Salsa juga akan mkukan hal yang sama namun


    Me memanggilnya. Tatapan tajam Me mengamatinya. Dengan bantuanmpu ruangan, Me bisa


    melihat tanah dan rerumputan menempel di pakaian Salsa. “Salsa, bagaimana Arya bisa terluka?”


    Me bertanya dengan curiga.


    Salsa bs menatapnya, tertegun.


    “Saya tidak akan berbs kasih jika kamu membohongi saya,” ancam Me.


    “Saya hampir digigit r saat berada di puncak, dan saya kehngan keseimbangan. Tuan Muda Aiya


    jatuh


    dari sisi gunung bersama saya karena dia ingin melindungi saya,” jawab Salsa terus terang. Lagip


    Salsa tidak berencana untuk berbohong.


    Mata Me memelotot. Me bisa membayangkan dengan js apa yang th terjadi. Kecemburuan


    meraung dm dirinya saat dia mengejek. “Apakah kamu yakin kamu tidak sengaja kehngan


    keseimbangan sehingga Arya akan memelukmu dan berguling melindungimu? Kamu benar–benar


    mkukan banyak hal hanya untuk merayu Arya. Kamu akan mkukan apa saja, bukan?”


    “Saya…” Tepat ketika Salsa hendak berbicara, Me menampar wajahnya dan berteriak, “Berani–


    beraninya kamu mempertaruhkan nyawa Arya. Ambil tamparan itu sebagai peringatan untukmu.”


    Kep Salsa berpaling karena kekuatan tamparan itu. Terdengar suara dengungan yang keras,


    bergema di telinganya.


    Namun, Salsa masih bisa mendengar suarakiki berteriak, “Hentikan, Me.”


    Arya th turun kembali ketika dia mendengar keributan itu. Arya bergerak untuk berdiri di antara


    mereka. “Kamu tidak diizinkan untuk menamparnya.”


    “Arya, Salsa hampir membunuhmu. Itu hanya pjaran.” Me tidak berpikir dia mkukan keshan.


    Dm benaknya, Salsa harus diberi peringatan.


    Seorang pyan tidak pantas dilindungi oleh Arya.


    “Cukup. Kamu tidak berhak menamparnya,” kata Arya dengan dingin. Arya kemudian berbalik melihat


    Salsa. Ketika dia melihat tanda merah cerah di kulitnya, Arya mengerutkan kening. “Pergh kentai


    atas dan mandh.”


    Salsa bergerak mkukan apa yang diperintahkan. “Arya, apa kamu tahu betapa khawatirnya saya


    padamu?” Me menangis, air matanya berlinang.


    “Kamu juga pasti lh. Istirahah,” kata Arya sambil mengerutkan keningnya.


    Me terisak. “Seharusnya kamu membiarkan dia berguling menuruni gunung sendirian. Kamu tidak


    perlu melindunginya. Lagi p, kamu adh orang penting!“
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul