Bab 420
Ruang Untukmu
Property belongs to N?vel(D)r/ama.Org.
Bab 420
Apagi yang bia diakukan jika dia bisa mcmnicahkan Tasya dan n?
Saat itu ponsel Elu berbunyi kouka dia mengambiliya, dia melihat pesan dari Rompi yang berbunyi.
Datanh ke tempatku mm ini.
Scih membaca pesan itu, dia tersenyum dan menjawab, “Tentu!‘
Sekarang, seth dia dan Romi berhubungan, hubungan mereka semakin jauh. Mereka bahkan
pernah vidur bersama sebelumnya.
Helen pergi udur begitu Elsa pergi, tetapi sebelum tidur, dia mengeluarkan arloji dari mejanya. Baginya,
itu adh satu–satunya hal yang dia miliki yang dimiliki oleh n sebelumnya.
Arloji itu berisi kehadiran n dan bisa memberikan kenyamanan pada kekosongan hatinya.
Seth mematikanmpu, arloji itu tiba–tiba bersinar dengan warna hijau teduh dm gp dan
berliannya menyinari seluruhyar. Bentuk kep serig juga terlihat di tengah arloji.
Arloji ini memang indah.
Sama seperti pemiliknya, arloji itu bersinar dm kegpan dan memamerkan keanggunannya.
Ku hijau tua yang dipasangkan dengan kep serig adh totem dari Keluarga Prapanca.
Itu adh arloji yang Hana rancang khusus untuk n, jadi hanya ada satu di dunia.
Di rumah n, Tasya berbaring di tempat tidur memikirkan janjinya kepada n untuk menghadiri
perjamuan keluarganya pada hari Minggu. Namun, dia tidak ingin membawa
putranya.
Oleh karena itu, dia memutuskan untuk bertanya apakah ayahnya bisa menjaga putranya sma satu
hari.
Dm mimpinya, Tasya tanpa sadar kembali ke mm lima tahunlu. Dia merasa ada sepasang
tangan yang menggenggam erat di sekelilingnya. Saat dia berjuang,mpu hijau samar melintas di
depannya. Ith satu–satunya sumber cahaya di tengah kegpan.
Itu adh arloji yang bersinar hijau. Tasya masih mengingat dengan js kep serig yang terukir
di arloji. Di saat putus asa, dia berjuang untuk melihat sumber cahaya yang dipancarkan dari hewan
iblis itu. Sayangnya, dia tidak bisa melihat pria itu dengan js.
Keesokan paginya, Tasya menghubungi ayahnya. Frans yang tidak bertemu dengan cucunya dm
beberapa hari sangat ingin bertemu Jodigi.
Di sisiin, n setuju dengan keputusan Tasya. Dia bahkan menugaskan pengawalnya untuk
mengirim Jodi.
“Nenekku menyayangi Jodi. Dia bng Jodi mirip denganku saat aku masih muda.” Saat n melihat
mobil itu pergi, dia mengh napas.
Tasya harva lycrus melindungi pnya Jika lodi menghadiri aran yang ramas, dia mungkin
dipandang rendah sebagai anak dengan orang tua tunggal
“Maat. Aku udak bermaksud uniuk ridak membawa Jodi. Aku harap kamu mengerti,” js Tasya sambil
mengangkat kepnya,
*Aku nichgerti kamu udak perlu meminta maaf.” Kemudian, n memegang tangannya “Kamu udak
bolch berpakaian seperti ini hari ini.”
Serh mclinik pakaiannya, Tasya menyadari pakaiannya agak polos. “Apa yang harus aku
kenakan?”
“Avo kembali ke kamar. Aku akan memilih pakaianmu.” Sambil mengatakan itu, n menariknya ke
ruang tamu.
Sesampainya di kamar Tasya, keduanya berdiri di depan lemari. n th membelikannya banyak
pakaian modis dengan merek terbaru, tetapi Tasya tidak pernah memakainya. Seth jari–jarinya yang
ramping menyusuri deretan pakaian wanita itu, n akhirnya memilih gaun renda yang elegan. “Pakai
ini.”
Seth itu, dia mengambil mantel panjang dan berkata, “Dan ini.”
Tasya merasa pria ini memiliki selera yang bagus, dia pun setuju, “Baih, aku akan memakainya
nanti.”
“Pakai sekarang,” n melipat tangannya di depan dada. “Aku ingin melihat bagaimana seleraku.”
Tasya pun mengambil gaun itu dan masuk ke kamar mandi. Seth beberapa saat, dia keluar dengan
gaun itu dan meminta tolong dengan tatapan tak berdaya, “Apa kamu bisa membantuku menutup
resletingnya?”
Sambil tersenyum, n berjn ke punggungnya dan menarik resletingnya. Pada saat yang sama, dia
mematuk leher indah Tasya.
Tasya merasa malu dan dengan cepat masuk ke kamar mandilu mengambil mantelnya. Benar saja,
pakaian itu tampak modis dan elegan di dirinya. Penampnnya menjadi menarik dan menyenangkan
untuk dilihat.
“Itu terlihat bagus untukmu,” puji n. Dia kemudian menambahkan, “Itu karena kamu slu terlihat
cantik dengan apapun yang kamu kenakan.”
Tasya menerima pujiannya dengan baik. Dia melihat jam dan bertanya, “Kita pergi sekarang?‘
“Tentu! Ayo pergi!”
“Kamu tidak mengundang Helen, kan?” Tasya uba–uba bertanya.
“Aku tidak akan mengundangnya.” n udak ingin melihat Helen sekarang ataupun smanya.
Di kediaman Keluarga Prapanca, Helen yang datang tanpa diundang membuat Hana terkejut. Namun,
mengingat apa yang dkukan cucunya pada Helen saat itu, Hana menyapanya seperti biasa dengan
sopan.
Previous Chapter
Next Chapter