Bab 2296
2/2
Bab 2296 Kekuatan untuk Menggng Pendukung
Perkataannya menyadarkan Dewi. Dia bergumam dengan pn, “Bukan Lorenzo yang mengirim,
berarti Presiden yang mkukannya.”
“Dia bahkan tahu nomor teleponku dan tahu kamu bersamaku?” Brandon tidak menyangka.
“Kamu dan Paman Joshua baru masuk ke wyah Kota Snowy, pasti tidak akan terlepas dari
matanya.” Kecerdasan Dewi akhirnya kembali. “Dia seharusnya juga tahu kita berdua sudah kembali
ke Swednd bersama… Ku begitu, dari awal dia sudah tahu Paman Joshua akan pergi.
mencarinya untuk bs dendam? Apa konferensi pers itu juga sengaja dibuatnya? Tujuannya adh
untuk memancing Paman Joshua masuk ke perangkapnya?”
“Menakutkan sekali.” Bulu kuduk Brandonngsung berdiri. “Semua pertarungan politik sangat
menakutkan sekali. Aku merasakan setiap gerak gerikku berada dm pengawasan orang. Orang-
orang itu mkukan sesuatu dan mengatakan sesuatu punya tujuan tersendiri.”
“Ya.” Dewi mengelus dahinya. “Aku harus tenang, tenang. Harus tenang. Saat ini tidak boleh
mendengarkan hasutan siapa pun.”
Dia sekarang sangat menyesal. Saat itu dia justru telu percaya pada ucapan Nyonya Presiden baru
bisa dimanfaatkan orang, sampai dijebak dan masuk penjara. Oleh karena itu, dia sampai melibatkan
Bibi Lauren, Sonny dan yanginnya sampai kehngan nyawa….
Dari pengman ini, dia tidak boleh gegabahgi.
“Ya.” Brandon juga mengangguk terus. “Bibi Lauren dan Paman Joshua mengakui sifat Lorenzo.
Berarti tidak ada mash dengannya. Hanya saja karena lingkungan dan juga statusnya bisa
membahayakan orang di sekitarnya.”
“Seharusnya begitu….”
Dewi berusaha agar dirinya tenang.
Saat sedang sembarangan berpikir, Willy kembali menelepon. Dewilu memberitahunya mengenai
mash rekaman dan berdiskusi dengannya tentang mash Paman Joshua.
Saat Willy mendengarnya, dia segera berkata, “Dewi, ini pasti rencana licik Presiden. Kamu jangan
percaya. Rekaman bisa dipotong dan diedit, mash pemotongan untuk memutarbalikkan fakta
sangat mudah.”
“Di tambahgi, kupun perkataan itu diucapkan oleh Lorenzo, itu juga semacam strategi. Karena
Ku berdiskusi dengan musuh, wibawa tidak boleh kh. Tidak mungkin dia memohon. dengan
rendah hati pada Presiden untuk melepas orang, ‘kan?”
“Apa yang kamu bng juga benar.” Dewi mendengar ucapannya. “Jadi, sekarang harus bagaimana?
Ada cara apagi untuk menymatkan Paman Joshua?”
“Tidak ada, hanya bisa menunggu,” kata Willy.
Property ? 2024 N0(v)elDrama.Org.
Б
“Harus tunggu sampai kapan?” Dewingsung panik. “Bibi Lauren meninggal karena aku. Aku tidak
mungkin membiarkan sesuatu terjadi pada Paman Joshua. Sudah, aku cari cara sendiri untuk
menolongnya.”
“Dewi, jangan bergerak sendiri, jangan gegabah.” Willy segera membujuknya dengan panik,
“Sebelumnya justru karena Bibi Lauren dan Sonny telu gegabah, makanya bisa terjadi akhir
menyedihkan ini. Ku mereka bisa tenang dan menunggu, Jeff bisa membawa orang untuk
menymatkanmu.”
“Jeff dan yanginnya sangat mengerti letak dan mekanisme penjara bawah tanah. Padahal bisa
mencegah tragedi ini….”
“Aku tahu kamu tidak suka mendengarnya, tapi aku tetap akan memberi tahu. Meskipun kamu punya
banyak kemampuan ajaib, tetap saja tidak bisa menandingi Departemen Militer.”
“Sekarang bagi L, situasi ini tidak menguntungkannya. Sekarang yang diposisi atas adh Presiden.
Ku di pertempuran ini Presiden menang dan L. kh, jangankan Paman Joshua, bahkan kamu,
Brandon dan juga anak–anak panti asuhan akan ikut bermash.”
“Aku bukan menakut–nakuti, ini juga tidak berlebihan. Kamu harus mengerti, ku terjadi sesuatu
pada L. Presiden akan menghabisi orang yang berhubungan dengannya, satu pun tidak akan dia
lepaskan. Termasuk Bibi N dan pyaninnya juga tidak akan dia lepaskan.
“Saat itu, akan ada pertumpahan darah di Keluarga Moore. Kamu, kerabat, serta temanmu juga tidak
akan luput….”
“Ah….”
Saat mendengar perkataan ini, Dewingsung tercengang. Dia pernah berpikir, jika Lorenzo gagal,
bisa ada akhir seperti apa. Namun, dia tidak menyangka bisa begitu serius dan kejam.
Sekarang, seth diperingatkan oleh Willy, dia baru mengerti. Dia berpikir mash telu sederhana.
“Di permukaan terlihat seperti sedang bertarung mlui opini publik dan kekuasaan. Sebenarnya ini
adh sebuah medan perang!”