Bab 1216
Bab 1216
Dua bn tidak bertemu, pria ini seperti menjadi orangin.
Tubuhnya menjadi lebih kurus, wajahnya yang awalnya tampan, leher, dan jakunnya menunjukkan
kontur yang lebih js. Kedua tangannya yang kekar juga memperlihatkan sendi–sendinya dengan
sangat js.
Matanya cekung ke dm, membawa perasaan mnkolis yang samar.
Rambutnya menjadi lebih panjang, gaya rambut yang ditata dengan sepenuh hati terlihat lebih liar dan
misterius…
Namun, di mata Tracy, dia melihat semuanya itu dengan perasaan sedih dan kasihan.
Terlebihgi tatapan mata yang terluka itu, membuat dirinya merasakan rasa bersh yang sangat
dm.
Daniel mendongak dan menatapnya, Tracy pun segera mengalihkan pandangannya, tidak ingin
membiarkan pria itu tahu bahwa dirinya sedang melihatnya.
Dm sekejap, Tracy menjadi dingin dan menjauh. Mengabaikan tatapan Daniel, dia menurunkan
tatapannya dan pehanhan berjn mendekat.
“Tracy, kamu sudah datang? Kebetn, cepat katakan dengan js pada Presdir Daniel.”
Melihat Tracy datang, Maggie buru–buru berkata…
“Dia mungkin ada sedikit sh paham terhadap Duke. Mungkin karena telu sibuk, jadi dia tidak
melihat berita, tidak tahu bahwa kamu dan Duke sudah bertunangan, mengira Duke bersikap tidak
sopan padamu, sehingga menuduh Duke di sini!
“Ibu…” Duke menghentikan perkataan ibunya dengan suara kecil, “Ibu keluah dulu. Kami bisa
berbicara sendiri dengan Daniel. Ibu tidak perlu ikut campur.”
“Untuk apa terburu–buru?‘ Maggie memelototi
why
STAY
Duke,lu berkata pada Daniel dengan nada sebagai tuan rumah, “Presdir Daniel, smat datang di
kediamanku. Kamu dan Duke adh teman baik, aku sangat senang bertemu denganmu. Aku dengan
tulus mengundangmu untuk tinggal beberapa hari, kebetn bisa menghadiri acara pernikahan Duke!”
Meskipun perkataan ini diucapkan dengan sangat sopan, tetapi tetap membawa sikap menunjukkan
kekuatan dan menantang.
“Ibu, jangan bicaragi…”
Duke menatap Daniel dengan tegang, buru–buru mendorong ibunya keluar.
“Kenapa kamu mendorong Ibu?” Melihat Daniel tidak ada reaksi apa pun, Maggie menjadi lebih arogan,
“Ini adh rumah Ibu, sebagai tuan rumah, apakah sh menyambut
kedatangannya…”
“Jangan bicaragi.” Duke terus mendorong ibunya keluar dari ruangan itu.
Di ruangan itu, Tracy bisa merasakan aura
membunuh yang tersembunyi di udara. Tadi Daniel tidak meluapkan emosinya, bukan karena
temperamennya baik, hanya saja dia sama sekali tidak memedulikan perkataan Maggie.
Dia hanya peduli terhadap Tracy.
“Aku sedang menunggu penjsan darimu.”
Suara Daniel berat dan serak, dia menatap Tracy dengan perasaan rumit, menunggu jawaban wanita
itu.
Tidak peduli apa pun yang wanita itu katakan, dia akan percaya.
Daripada matanya sendiri, dia lebih bersedia memercayai perkataan Tracy.
“Tidak ada yang perlu dijskan.” Tracy tidak berani menatap Daniel. Dengan mata melihat ke bawah,
dia berkata dengan dingin, “Sejak awal kita sudah tidak memiliki hubungan apa pun. Apa pun yang
kkukan tidak ada hubungannya denganmu.”
Perkataan ini memiliki daya melukai yang ribuan kali lebih kuat dibandingkan dengan sikap Maggie tadi
yang menunjukkan kekuatannya dan menantangnya.
Tidak peduli apa pun yang orang luar katakan, Daniel bisa tidak peduli, tetapi Tracy berbeda.
Setiap perkataan dari wanita ini bagaikan sebh pisau yang menusuk hatinya.
“Jadi…” Daniel pehanhan membuka mulut, bertanya dengan mengucapkan satu per satu kata,
“Kemarin mm, kamu dan Duke, sungguh…”
Perkataan di bagian bkang tidak sanggup diucapkannya. Gambaran yang terlintas di benaknya sudah
cukup untuk membuat jantungnya sakit hingga kehabisan napas. This is property ? N?velDrama.Org.
Udara seh–h bertambah suram, ruang kerja sebesar itungsung hening.
Tracy menundukkan kepnya, kedua tangannya memegang roknya dengan erat karena tegang.
Hatinya sangat kacau, tidak tahu
TIMEC (90413
1
bagaimana harus menjawab pertanyaan Daniel. Dia sangat ingin bng tidak, tetapi dia sendiri tidak
berani memastikan sebenarnya terjadi sesuatu atau tidak…
Dia sangat ingin mengatakan bahwa dia sendiri juga tidak tahu apa yang terjadi kemarin mm. Namun,
dia merasa jika berkata seperti itu, hanya akan menjadi lelucon. Pria itu pasti tidak akan percaya.
“Katakah!!!”
Tiba–tiba Daniel berseru marah, dia sudah hampir tidak bisa mengontrol emosinya.
Seruan marah ini membuat Duke sangat terkejut. Dia baru saja mendorong ibunya keluar, saat bersiap
kembali, dia punngsung bergidik mendengar suara ini.
“Duke…” Maggie buru–buru menyelipkan sesuatu ke tangannya, “Lindungh dirimu dengan baik!”
Kemudian, dia pun pergi…
Sh