Bab 1158
Bab 1158
“Ku begitu kalian yang patuh ya, makan camn dulu, kemudian ikut Bibi png, oke?”
Tracy membujuk mereka pergi ke ruang istirahat untuk makan camn, juga membiarkan Pa dan 2
pyaninnya untuk menemani mereka.
“Oke....” Ketiga anak ini tersenyum dm sekejap.
“Anak baik!” Tracy mengusap–usap rambut mereka yang cantik dan ikal, kemudian pergi ke ruang kerja.
Lorenzo melihat ruang kerja yang sudah berantakan, mengerutkan keningnya, dia sangat suka
kebersihan dan ada gangguan OCD, akan mudah marah ketika melihat barang–barang yang tidak rapi.
“Anak–anak mkukan sesuatu slu tidak masuk akal. “Tracy membereskannya sambil berkata
dengan tersenyum, “Melihat Kakak memiliki anak, aku sungguh merasa senang!”
Sebelumnya ada rumor yang mengatakan bahwa Lorenzo homo, bahkan Tracy hampir memercayainya.
Karena dia tidak pernah bersama wanita, tidak peduli secantik apa pun wanita di depannya, dia tidak
akan meliriknya sama sekali.
Ild
Sin itu, dia sangat menk wanita yang mendekatinya, bahkan menk percintaan antara pria dan
wanita.
Seorang pria berusia 33 tahun, tetapi masih perjaka, jika mengatakan ia tidak tertarik pada wanita juga
tidak ada orang yang percaya.
Jadi, ada rumor di luar yang mengatakan bahwa dia homo, bahkan Tracy pun hampir memercayainya....
Namun, sekarang kenyataan membuktikan bahwa Lorenzo adh pria normal.
Tracy sangat penasaran, seperti apa wanita yang membuat kakaknya jatuh cinta itu?
“Apanya yang perlu digembirakan? Tiga iblis kecil.”
Lorenzo mengerutkan keningnya, mengenai anak–anak, dia sepertinya tidak memiliki banyak perasaan
dengan mereka, mh sedikit bingung dan tidak tenang, sepertinya tidak tahu bagaimana menghadapi
ketiga anak ini....
Còntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org
Tracy tertawa: “Anak–anak lebih nakal, Carlos, Carles, dan Ca saat kecil juga seperti ini, sampai
sekarang Carles masih nakal.”
“Ku semuanya seperti Carlos itu bagus.”
Lorenzo merasa ngkah baiknya jika setiap anak bisa seperti Carlos.
“Sifat setiap anak berbeda.” Tracy berkata sambil tersenyum, “Tini, Wini, Biti lumayan lucu, aku
sangat menyukai mereka!”
“Kamu suka kamu bawa dan besarkan mereka saja.” Lorenzo seh–h menunggunya untuk
mengucapkan kata–kata ini, “Cepat bawa mereka pergi!”
“Apa kakak r?”
Tracy mengerti bahwa kakaknya ingin menjamin kesmatan anak–anak itu, makanya membiarkannya
membawa mereka pergi bersama.
Lorenzo menatapnya dengan dingin, dia mengalihkan topik pembicaraan dan bertanya pada Jasper:
“Siapa yang mengantar anak–anak kemari?”
“Ekspedisi yang mengirim mereka ke perusahaan. “Jasper menjawab dengan suara rendah, “Untungnya
Jeff menemukan mereka tepat waktu dan segera memberitahuku.......”
“Wanita sin!!!” Lorenzo mengertakkan giginya.
Tracy sedikit terkejut, seperti apa sebenarnya wanita itu? Dia mengirimkan anak–anak lewat
ekspedisi??
“Dia mungkin terpaksa dan tidak berdaya.....”
mu
Jasper terdiam sebelum selesai berbicara, ekspresi Lorenzo sangat dingin dan menakutkan, dia segera
menundukkan kep dan tidak berani banyak berkata.
Lorenzo menoleh dan berkata pada Tracy: “Berangkat ke bandara pukul 1 tepat, bawa ketiga iblis kecil
itu ke Paris, pikirkan cara agar mereka mengubah kata–katanya, jangan biarkan orangin tahu bahwa
mereka adh anak–anakku.”
“Aku mengerti.” Tracy melihat kakaknya begitu serius, dia juga tidak berani bertanya lebih banyak,
“Serahkan anak–anak padaku, Kakak tenang saja.”
“Pergh.” Lorenzo berbalik badan dan pergi.
Awalnya Tracy ingin berkata beberapa patah katagi padanya, tetapi melihat punggungnya yang pergi
dengan tegas, dia menarik kembali kata–kata yang ingin dia ucapkan.....
“Ayo kita berangkat, masih harus kembali untuk menjemput kedua anak.” Jasper berkata dengan
hormat, “Aku akan mengantar Nona.”
“Ya.”
Tracy pergi ke kamar sebh untuk membujuk ketiga anak itu pergi bersamanya, membawa mereka
dan bersama–sama kembali ke kastil Tracy.
Untungnya, ketiga anak ini idak menempel pada Lorenzo, terhadap Tracy juga ada semacam rasa
kedekatan dan kepercayaan, hanya perlu membujuk mereka beberapa patah kata saja.
Saat naik mobil, Tracy menoleh ke arah ruang keria dintai 2, dia berpikir apakah kakaknya akan
melihat kemari mlui jend, dia mengajari anak–anak untuk mengatakan: “Anak–anak, ucapkan
sampai jumpa pada Papi!”
“Papi, sampai jumpa.” Ketiga anak itu mmbaikan tangan ke udara....