AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Seorang Bos Besar > Bab 1157

Bab 1157

    Bab 1157


    Bab 1157


    “Aku bisa main piano.”


    Wini menyedot ingusnya, dengan ekspresi wajah yang serius berkata, “Aku pintar main piano, Bibi.”


    “Oh...


    “Dia ingin kamu berhenti menganggunya sekarang.”


    Gadis kecil di atas meja kerja itu berkata tanpa mengalihkan pandangannya, “Namaku Biti, halo Bibi!”


    “Halo!”


    Tracy tidak bisa menahan tawanya, nama ketiga anak ini sungguh mudah diingat.


    Mereka benar–benar sangat imut, sedikit mirip Ca saat masih kecil, tetapi rambut mereka ikal secara


    mi, rambutnya juga sangat tebal, tampang mereka sedikit mirip steran, jadi mereka lebih kelihatan


    seperti boneka barbie.


    “Ini semua adh nama panggn, nama formalnya belum diberikan.”


    Jasper menambahkan.


    “Dimana ibu mereka?”


    Tracy bertanya dengan suara rendah.


    “Sulit dijskan.....”


    Jasper sepertinya tidak bisa berkata–kata, “Jangan bahas ini dulu, pesawat pribadi sudah disiapkan,


    Tuan memintaku mengantar kalian ke bandara tepat jam l nanti,lu ketiga anak ini, mohon


    bantuannya.”


    “Apa yang terjadi?” Tracy bingung, “Sekarang sudah jam dua bs, jam satu sudah harus berangkat?”


    “Benar.”


    Jasper mengangukkan kep, “Nona cepat minta seseorang untuk berkemas, saat Tuan png nanti,


    Tuan akan mengatakan beberapa patah kata pada Nona,lu kita akan berangkat.”


    Belongs to N?velDrama.Org - All rights reserved.


    “Kapan kakak png?”


    Tracy mengerutkan kening dan bertanya.


    “Seharusnya sudah mau tiba.”


    Jasper melihat jam tangannya, “Palingma sepuluh menitgi.”


    Tracy hanya bisa membiarkan Naomni kembali dan meminta seseorang untuk mengemasi barang


    bawaannya, mempersiapkan dokumen, dan meminta mereka mengabari Carlos dan Ca, jam satu


    berangkat ke bandara.


    Naomi segera kembali dan mempersiapkannya.


    Kebetn ada waktu luang sma menunggu, Tracy duduk di atas sofa, mengobrol dengan ketiga anak


    itu.


    Tini lebih manja, masuk ke dm pelukan Tracy, mengobrol dengannya tanpa henti.


    Wini masih memainkan pianonya, sementara Bitinjut menulis dan menggambar di atas meja kerja.


    “Tracy.”


    Pada saat ini, Lorenzo bergegas kembali dengan tergesa–gesa dan mendorong pintu ruang kerja,


    melihat ketiga anak itu, ekspresinya yang slu tenang itu menjadi rumit, keningnya berkerut.


    “Papi!!!”


    Tiga gadis kecil imut itu melihat Lorenzo, segera beri ke arahnya.


    Tini memegang yogurt yang baru dibuka di tangannya, baru beri beberapangkah,lu terdengar


    suara “gedebuk“, ia terjatuh dintai, yogurtnya tumpah dan mengenai seluruh wajahnya, ia masih


    sempat menjulurkan lidah kecilnya untuk menjt yogurt itu.


    U


    Wini yang sedang memainkan piano, mngkah dengan kaki yang pendek, beri dan melemparkan


    dirinya ke dm pelukan Lorenzo, lembaran not piano di tangannya mengenai wajah tampannya...


    Lalu, Biti yang di depan meja kerja, beri dengan bolpen dan dokumen yang dipenuhi dengan coretan


    menyerupai b besi, hendak beri memeluk ayahnya dengan tangan kecil yang berlumuran tinta


    bolpen.....


    Lorenzo mengambil dokumen itu dari tangannya,lu mengerutkan kening dan bertanya: “Siapa yang


    menyuruhmu coret–coret di atas dokumen ini?”


    Proyek yang berni puluhan milliar itu, dirusak begitu saja oleh si kecil.,


    “Papi memarahi aku.”


    Mulut Biti mengempis,lu terdengar suara tangisan “Hwaaa“.


    Suara tangisan itu sangat menr, seketika Tini dan Wini juga ikut menangis, tangisannya nyaring dan


    kuat, bergema di seluruh sudut ruang kerja.


    Lorenzo mengangkat tangan dan menutupi dahinya, merasakan kepnya sakit sekali.....


    “Para Tuan Putri kecil, jangan nangis, jangan menangisgi.”


    Jasper tiba–tiba panik, tidak tahu harus berbuat apa.


    “Sayang–sayangku, jangan nangis, jangan nangis, Bibi ada disini.”


    Tracy buru–buru mngkah maju menghibur keriga anak kecil itu, pertama ia menggendong Tini yang


    terjatuh dintai, membersihkan wajah yang dipenuhi yogurt dengan handuk basah,lu mengambil


    lembaran not piano di tangan Wini, kemudian mengambil bolpen yang ada di tangan Biti dan


    membersihkan tinta di tangannya.....


    Kemudian ia memeluk ketiga anak kecil itu dm pelukannya, membujuk sambil tersenyum: “Sayang–


    sayangku, rumah Bibi dh sebuah kastil besar yang sangat indah,lu ada kakakkiki dan


    perempuan yang akan menemani kalian bermain, kalian mau bertamu ke rumah Bibi?”


    “Mau!!!”


    Ketiga anak kecil itu segera mengacungkan tangan kecil mereka, dan menjawab dengan serempak
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul