AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Seorang Bos Besar > Bab 1156

Bab 1156

    Bab 1156


    Bab 1156


    “Tapi sekarang tidak bisa menghubungi Papi, aku khawatir.”


    Mata Ca berlinang air mata, wajah kecilnya penuh dengan kepanikan.


    “Begini saja, Mami coba hubungi Papi.”


    Tracy menenangkannya, “Jangan khawatir, tunggu Mami png ya?”


    “Ya.”


    Ca baru bisa bernapas lega,lu mengangguk dengan patuh.


    “Mami pergi kerja dulu saja.”.


    Carlos sudah memperhitungkan waktu, “Saat ini Kota Bunaken sudah mm, saat Mami png mm


    nanti, di sana sudah terang, nanti kita coba, apa bisa berhasil menghubungi Papi.”


    “Baih.”


    Tracy mengelus kep Carlos,lu pergi seth mengganti pakaian. –


    Dm waktu setengah bn ini, Tracy sudah mengembalikan sahamnya dan mengundurkan diri dari


    dewan direksi Grup Moore, persiapan pernikahan di Kota Snowy juga th selesai diatur.


    Kemarin Lorenzo memintanya untuk bersiap–siap, mengaturnya pergi ke Negara Prancis dm dua hari


    ke depan.


    Namun tadi Naomi tiba–tiba mengatakan bahwa terjadi sesuatu pada Lorenzo, dan memintanya untuk


    datang ke sana, Tracy sangat cemas: “Mungkinkah kakak terlukagi?”


    “Masih belum tahu.”


    Naomi mengerutkan keningnya, “Kak Jasper tadi hanya mengatakan untuk meminta Nona segera


    bergegas ke sana.”


    “Ayo kita lebih cepat.”


    Tracy mendesak dengan sikap acuh tak acuh.


    “Baik.”


    Sangat cepat, mobil sudah tiba di depan kastil Lorenzo.


    Begitu berhenti, Tracy buru–buru berjn ke dm: “Jasper mana?”


    “Nona Tracy, Jasper ada dintai atas…….‘


    Para pyan mengantarnya kentai atas, “Nona jangan khawatir, Tuan sebentargi


    akan kembali.”


    “Kakak tidak ada di rumah?”


    Tracy sangat terkejut, “Ku begitu……”


    “Nona Tracy.”


    Pada saat ini, Jasper berjn keluar dari ruang kerja, memberi isyarat untuk meminta para pyan


    mundur.


    “Sebenarnya apa yang terjadi?”


    Tracy mengerutkan kening dan menatap Jasper.


    “Masuk dulu baru kita bicarakan.”


    Jasper secara misterius membuka pintu ruang kerja.


    Tracy dengan wajah kebingungan mengikutinya masuk ke dm, mengangkat kep dan melihat,lu


    tertegun…..


    Di dm kamar, duduk tiga sosok mungil yang menggemaskan, kira–kira berumur sekitar dua tahun,


    semua adh anak perempuan, mereka terlihat persis satu samain, sangat sempurna dan imut


    seperti boneka barbie, benar–benar hampir meluluhkan hati Tracy!


    “Ini…..”


    Tracy menatap tiga anak kecil itu dengan heran, “Apa yang terjadi?”


    “Sudah diperiksa DNA–nya, semuanya darah daging Tuan.”


    All text ? N?velD(r)a''ma.Org.


    Jasper menunjuk ke arah tiga anak kecil itu,lu berkata dengan gugup, “Untuk menjamin kesmatan


    mereka, Tuan ingin meminta Nona membawa mereka ke Negara Prancis…..”


    Tracy tercengang, ia sudahma mendengar kakaknya memiliki anak di luar nikah, tapi ia tidak


    menyangka ada tiga, apgi mereka bertiga adh anak perempuan yang masih sekecil ini dan sangat


    menggemaskan.


    “Wow, siapa wanita yang cantik ini?”


    Pada saat ini, gadis kecil yang duduk di atas bangku piano, dengan cara yang menggemaskan menatap


    Tracy, berbicara denganncar, dengan suara yang lucu dan menggemaskan, “Sedikit mirip dengan


    Papi.”


    “Sepertinya adiknya Papi.”


    Gadis kecilinnya, duduk di atas meja kerja, sedang mencoret–coret dokumen menggunankan bolpen


    Lorenzo, dia mengangkat kepnya dan melirik Tracy, berpura–pura ahli dan berkata, “Adiknya Papi


    berarti panggilnya Bibi!”


    “Bibi, Bibi!”


    Pada saat ini, anak gadis imutinnya dengan rambut ikal minya merangkak dari sofa mendekatinya,


    memeluk kaki Tracy,lu memanjat ke atas, “Bibi mau peluk!”


    “Anak pintar!”


    Tracy buru–buru membungkuk dan memeluknya, memandang rambut ikalnya, ditambah dengan wajah


    mungil yang imut dan menggemaskan ini,lu ia tidak bisa menahan senyumnya, “Siapa namamu?”


    “Tini!”


    Anak gadis kecil yang sopan itu menjawab, kedua tangan menyentuh wajah Tracy, dan menatapnya


    dengan rasa ingin tahu.


    “Halo Tini, aku adh Bibimu.”


    Tracy memperkenalkan dirinya, kemudian ia bertanya kepada anak yang duduk di atas bangku piano,


    “Ku kamu? Siapa namamu?”


    “Wini!”


    Gadis kecil itu sedang membuka tutup piano, ingin mencoba memainkan piano, hampir saja jarinya


    terjepit.


    Tracy dengan cepat mngkah maju untuk memegang penutup piano,lu membujuk dengan lembut,


    “Anak pintar, sekarang jangan main dulu, kamu akan melukai dirimu sendiri, nanti Bibi ajari cara bermain


    piano, oke?”
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul