Bab 839
Bab 839
Saat melihat air mata meneies di tangannya, Tracy tercengang...
Mungkin ini adh, respons secara naluriah.
Tiba–tiba dia menyadari, jangan–jangan ketiga anak ini, benar–benar adh...
“Dokter Lily, Dokter Lily...” Saat ini, seorang perawat beri dan berteriak dengan tergesa–gesa,
“Cepat, cepat pergi ke UGD.”
Lily segera beri ke arah UGD, juga tidak lupa berpesan pada bawahan: “Jaga ketiga anak dengan
baik.”
“Apa terjadi mash pada Kakek Buyut?” Ca ketakutan sampai gemetar, wajah kecilnya pucat.
“Tidak, tidak akan terjadi apa–apa.”
Meski Carlos terlihat tenang, tapi tangan kecilnya tetap gemetar. Dia takut sungguh terjadi sesuatu
pada Kakek Buyut, bahkan itu karena dia...
“Kalian masuk dulu, aku akan pergi melihatnya.”
Carlos mendorong Carles dan Ca masuk ke ruang tunggu,lu segera beri ke arah UGD.
Saat melewati sudut koridor, samar–samar dia merasa ada orang yang sedang melihatnya, ia menoleh
tanpa sadar...
N?velDrama.Org owns all ? content.
Tracy bereaksi dengan sangat cepat, segera bersembunyi di bkang dinding.
Carlos tidak melihat apa–apa, mengira dirinya berilusi, jadi tidak memedulikannyagi.
“Tuan Muda!” Dua petugas medis segera mengikuti.
IT
“Kak Carles, aku juga ingin pergi melihatnya...” Kata Ca sambil menangis.
“Oke, aku temani.”
Carles menggandeng Ca, berjn ke arah UGD.
Kedua anak semakin mendekat. Tracy bisa melihat tampang mereka dengan js, ada sebuah
dorongan kuat dm hatinya, bagaikan gelombangut yang bergulung–gulung...
Jantungnya, berdegup sangat kencang seperti seekor binatang buas, hampir melompat keluar dari
dadanya.
Saat ini, dia hampir yakin, mereka adh anak–anaknya!!!
Anak–anaknya!!!!
“Mami, Mami...”
Tiba–tiba, Roxy yang berada dm pelukan Ca mengepakkan sayap, berteriak dengan penuh
semangat.
Ca terkejut sampai bergidik, menghentikanngkah, berbalik dan melihat sekeliling,
Carles tercengang, menoleh tanpa sadar.
Masih belumn sempat merespons, tiba–tiba Roxy terbang seperti anak panah...
“Roxy!” Ca segera mengejarnya.
Tracy segera bereaksi, menghng dengan cepat, bersembunyi dintai atas.
“Mami, Mami!”
Roxy berputar–putar di area tangga, seperti kehngan arah, terus terbang dan mencarinya...
Tracy bersembunyi di bkang, tidak berani keluar. Tapi saat melihat bayangan beo kecil itu, dia
sedikit tergerak. Peliharaan kecil itu, punya intuisi dan cerdas seperti anak kecil, bisa mengenalinya!
“Mami––”
Hewan sangat sensitif. Dengan sangat cepat, Roxy menemukan Tracy, terbang ke arahnya dengan
tergesa–gesa.
“Tertangkap!” Tiba–tiba, sebuah tangan menangkap Roxy dari bkang, “Tuan Putri, ini untukmu!”
Kiki menangkap Roxy, mengembalikannya pada Ca dengan hati–hati.
Ca memeluk Roxy dengan erat, menepuk bokongnya dua kali dengan pn, berkata dengan marah:
“Roxy, kamu sangat tidak patuh. Sekarang adh saat yang kritis, kamu masih menambah mash.”
“Benar.” Carles mengerutkan kening dengan marah, “Akhir–akhir ini kamu telu dimanja. Tidak
mash ku kamu terbang sembarangan di rumah, tapi jangan di sembarang tempat. Ku tidak
patuhgi, aku akan mengurungmu seth png nanti.”
“Mami, Mami...” Roxy terus berteriak ke arahntai atas.
“Jangan asal berteriak.” Carles mengira, karena hari ini Roxy mengikuti Carlos ke V sisi utara untuk
mencari Mami, maka ia terus memanggil Mami. Dia takut rencananya akan ketahuan, maka segera
menghentikannya, “Jangan asal berteriak, tutup mulutmu!”
Roxy menutup mulutnya dengan sedih, tidak berani asal bicaragi, hanya saja, kep kecilnya yang
berbulu terus menoleh, mata kecilnya terus melihat kentai atas...
Ekspresinya sangat tidak r!
“Cepat jn, kita lihat bagaimana kondisi Kakek Buyut.”
Ca memeluk Roxy, berjn ke arah UGD dengan cepat.
Carles menoleh dan melirik ke arah pandangan Roxy, tapi tidak menemukan apa–apa, jadi ia tidak
banyak berpikir, ia pun pergi mengikuti Ca...