AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Seorang Bos Besar > Bab 838

Bab 838

    Bab 838


    Bab 838


    “Kak Carles, kenapa berkata seperti itu pada Kak Carlos?”


    Ca terkejut. Ini pe;tama kalinya Carles marah–marah pada Carlos.


    “Aku tahu, kakak membenci Kakek Buyut karena mash Mami. Kakak slu menyhkan dan


    mempersulitnya. Sekarang dia terjatuh, kakak senang, ‘kan?”


    Carles mengepalkan tinju, berteriak dengan emosional.


    “Ya, akh yang sudah menakuti Kakek Buyut, akh yang membuatnya terjatuh.” Carlos


    mendongak, melihat Carles dengan tenang, “Ku dia mati, aku akan membayarnya dengan


    nyawaku!”


    Saat mendengar ucapan ini, Carles tercengang seketika, memblakkan mata, tidak berani bicara


    lagi.


    “Carlos...” Lily terkejut, segera membujuk, “Jangan berkata seperti itu. Ini adh keckaan, tidak bisa


    menyhkanmu...”


    “Tapi..” Tiba–tiba Carlos meny Lily, melihat Carles dengan tenang dan tegas, “Mengenai mash


    Mami, apa tidak seharusnya membencinya???”


    “Aku, aku...” Carles ketakutan, tidak tahu bagaimana menjawab.


    “Sudah, kamu tidak mengerti apa–apa.”


    Carlos tersenyum pahit. Dia bisa mengerti kenapa Carles bisa punya pemikiran dan suasana hati


    seperti itu. Biar bagaimanapun, Kakek Buyut benar–benar sangat baik pada mereka. Sin itu, saat


    Mami dipaksa pergi, hanya dia sendiri yang melihatnya.


    Carles dan Ca tidak tahu apa–apa.


    Sin itu, seth kejadian tersebut, Kakek Buyut dan Papi menyepakati hal yang sama, bng bahwa


    mengantar Mami pergi berobat, Mami sakit parah dan tidak bisa diobati, jadi mami meninggal.


    Mereka percaya.


    Hanya Carlos yang tahu, kebenarannya bukan seperti itu.


    “Kak Carlos, apa maksud ucapanmu?” Samar–samar Carles merasa ada yang tidak beres, bertanya


    dengan tidak tenang, “Apa kakak merahasiakan sesuatu dariku?”


    Text content ? N?velDrama.Org.


    “Tidak ada apa–apa.” Carlos sangat dingin, “Kamu teruh menjadi seorang anak yang polos!”


    Selesai bicara, dia berdiri dan berjn keluar...


    S... Carles mengejar, bertanya dengan emosional, “Aku tidak mengerti, setiap kali ada mash,


    kenapa kakak slu menyembunyikannya dari aku dan Ca? Ca seorang anak perempuan, butuh


    perlindungan, itu bisa dimengerti. Tapi aku juga seorangkiki, aku juga


    ingin menanggungnya bersarnamu. Kakak tidak memberitahuku, juga bng aku tidak mengerti apa–


    apa...


    Saat bicara, Carles sangat sedih dan mi menangis...


    Carlos sedikit terkejut, menoleh dan melihat Carles. Tiba–tiba dia merasa, Carles yang kelihatan polos


    dan naif, sebenarnya juga sudah dewasa...


    “Aku tahu, aku tidak sepintar kakak, juga tidak sehebat kakak.” Carles menyeka air matanya, berkata


    dengan tercekat, “Tapi aku juga bagian dari keluarga. Mash mencari Mami, aku juga punya


    tanggung jawab, dia adh mami kita bertiga, bukan mamimu seorang...”


    “Diam!” Carlos menutupi mulut Carles dengan tangan kecilnya, berkata dengan pn sambil


    mengerutkan kening, “Ini rahasia, tidak boleh diketahui oleh orangin.”


    Mata besar Carles yang jernih dipenuhi dengan air mata, mengangguk dengan panik.


    “Jangan asal bicaragi.” Carlos memperingatkan dengan tegas,lu melepaskan tangannya.


    “Maaf, tadi aku telu panik.” Carles menunduk dan minta maaf, “Tapi, Kakek Buyut sangat baik pada


    kita. Aku tetap berharap dia bisa sembuh, kk kakak jangan marah padanyagi, ya?”


    “Aku tahu...” Carlos mengangguk, mengalihkan pandangan. Saat melihat Ca sedang berdiri di depan


    pintu dan melihat mereka dengan mata berkaca–kaca, diangsung memarahi Carles, “Coba lihat,


    kamu membuat Ca ketakutan sampai menangis.”


    “Juga Roxy!”


    Roxy meringkuk dm pelukan Ca, gemetar, tubuh kecilnya yang hijau seperti sebuah b kecil.


    “Ca, Roxy, maaf.” Carles menghampiri, mengulurkan lengan kecilnya untuk memeluk Ca, “Kakak


    sudah mengagetkanmu!”


    “Huhuhu...” Cangsung menangis.


    Carlos segera menghampiri dan memeluk mereka berdua: “Jangan menangisgi, jangan takut, ada


    Kakak, tidak akan terjadi apa–apa...”


    Ketiga kakak–beradik berpelukan. Kedua kakak menghibur adik. Ada air mata di rongga mata Carles,


    tapi dia berusaha menahan diri untuk tidak menangis.


    Terdapat ketegasan dan keberanian di sorot mata Carlos, bahu yang kecil melindungi kedua adik,


    seperti sebuah pohon besar.


    Di sudut koridor, Tracy diam–diam melihat adegan ini, jantungnya bergetar tanpa san. Begitu


    menunduk, air matanya mengalir...
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul