Bab 169
Bab 169
Karena mengkhawatirkan kesmatan Samara, Javier memaksa ikut naik ke kapal pesiar.
Sampai pada jam dua tiga dini hari, anak itu sudah melewati jam tidurnya dan kelopak matanya mi
memberontak.
“Javier, saya akan menyuruh Wilson mengantarmu kedm kamar untuk tidur.” Asta berkata dengan
tenang.
“Saya tidak mau, saya mau mencari ibu.” Javier membuka matanya lebar lebar dan bersikeras, “Saya
tidak akan mengantuk sebelum menemukan ibu, saya juga tidak akan tidur!”
Javier sudah meminta bantuan penymat seperti Asta, tapi hatinya masih tidak bisa tenang.
This is property ? N?velDrama.Org.
Ibunya adh segnya bagi dia dan kakaknya.
Ku sesuatu terjadi pada ibunya, maka dia dan Xavier akan menjadi anak yatim piatu yang tidak
memiliki siapa-siapa.
Dia sangat takut, tapi dia berusaha sekuat mungkin untuk berpura-pura tenang.
“Tidur.”
“Saya sudah bng, saya tidak mau tidur!” Javier meraung seperti seekor binatang buas kecil yang
mengamuk, “Saya tidak mau menjadi yatim piatu, saya mau ibuku! Asalkan ibuku kembali dengan
smat, saya akan mkukan apapun!”
“Saya berjanji akan patuh pada kata-kata ibu, dan akan menjadi anak yang berbakti padanya.”
Javier yang sebelumnya tidak menangis sekarang sudah tidak bisa menahan diri, air matanya yang
seperti mutiara jatuh dari matanya. Dia menyeka matanya dengan kuat, dan tidak membiarkan dirinya
menangis, tapi sebaliknya air matanya tidak berhenti turun.
Asta berjongkok dan menatap Javier.
“Untuk apa kamu menangis?” mata tajam Asta sangat dingin, “Apa kamu percaya ibumu sudah tidak
berada di dunia ini?”
“’Tidak! Ibuku pasti masih hidup!” Javier mengepalkan tangannya dengan erat dan menjawab dengan
lantang.
“Benar, ibumu masih hidup.”
Asta membi kep Javier, dan berkata dengan lembut.
“Ibumu hanya sedang tenggm saat ini, tapi saya berjanji padamu saya akan menggunakan seg
cara untuk menemukannya.”
Ini adh janjinya pada Javier.
Juga permintaan kepada dirinya sendiri.
Sebelumnya, dia mungkin berpikir bahwa Samara hanyh seorang wanita yang membuat hatinya
berdebar, tetapi sekarang dia tahu dengan js bahwa baginya, Samara bukan hanya wanita yang dia
inginkan, tetapi dia juga merupakan hidupnya!
Dia harus menemukan Samara.
Javier merasakan kepnya dipenuhi dengan kehangatan, dan mengenduskan hidungnya.
“Paman, terima kasih.” Dua tangan mungil Javier melingkar pada lengan Asta, dan berkata dengan
suara terisak, “Saya…saya akan mengingat jasamu dm menymatkan ibu, saya Javier, akan terus
mengingat kebaikanmu.”
“Iya.”
Seth dibujuk oleh Asta, Javier dibawa Wilson turun dari kapal dan png ke rumah untuk tidur.
Asta masih berdiri di dek kapal, menyaksikan tim SAR yang tak terhitung juhnya bekerja secara
intensif di sungai, dia bahkan terjaga sepanjang mm.
Mm berganti.
Begitu juga dengan siang.
Para petugas SAR berganti shift, namun Asta nyaris tidak tidur.
Dia makan sangat sedikit, dan hanya tidur sebentar, bahkan terkadang sama sekali tidak tidur dan
hanya mengandalkan rokoknya untuk membuatnya terjaga.
Beberapa hari ini, tim SAR belum mendapatkan informasi tentang keberadaan Samara.
Namun seiring berjnnya waktu, peluang Samara untuk bertahan hidup semakin kecil.
Alfa datang ke lokasi penymatan dan terkejut saat melihat Asta.
Asta adh seorang pria yang terkenal dingin, namun tidak melihatnya sma dua hari ini, dia
menjadi sangat kacau, kemejanya sudah tidak beraturan, janggutnya mi memanjang, mata
tajamnya juga memancarkan tatapan yang kosong dan mati rasa, sosoknya terlihat sangat loyo.
“Kakak, kamu harus istirahat!” ini adh pertama kalinya Alfa menggunakan nada memerintah pada
Asta.
“Tidak bisa.”
“Kenapa tidak bisa?” Alfa merasa kasihan pada Asta, dan nada bicaranya menjadi menggebu-gebu,
“Kak, kamu sudah mengerahkan seluruh kapal pesiar yang dimiliki oleh Keluarga Costan, dan sudah
mencari sma 48 jam dan belum mendapatkan kabar apapun…
Ku wanita itu tidak mati,lu apa? Ku bawahanmu tidak berani mengatakannya, saya yang akan
mengatakannya! Meskipun kamu tidak mau menerimanya, saya juga harus mengatakannya!”
Next Chapter