《Empat bayi Kembar Kesayangan Ayah Misterius》 Bab 1 Bab 1 ¡°Huah¡­.¡± Saat Samara terbangun, sekujur tubuhnya terasa seperti akan runtuh. Dibawah selimut itu tubuhnya tidak terbalut sehi benangpun, kulit putih mulusnya dihiasi dengan bekas cupang yang lumayan banyak sehingga dia sendiri tidak berani melihatnyangsung. Apa yang terjadi? Tiba-tiba, pemandangan indah yang terjadi tadi mm diputar ng dm benaknya. Dia memasuki kamar dm kondisi tidak sadarkan diri, dan dimainkan oleh seorang pria asing dengan g-gan sepanjang mm. Suaranya sudah serak karena terus menangis, tapi pria itu sama sekali tidak bergeming dan terus memperkosanya. Samara mengganti pakaiannya, dan menahan kedua kakinya yang masih lemas, dia turun dari tempat tidur dan berniat menemukan bajingan yang merebut keperawanannya. Tapi dia sama sekali tidak melihat sosok pria itu diseluruh kamar suite, dan hanya menemukan sebuah anting-anting salib dari perak di atas ranjang. Apa dia meninggalkannya disini? Samara menyimpan anting itu kedm kantongnya, dan hendak pergi. Pintu suite hotel ditendang oleh seseorang hingga terbuka, seorang pria paruh baya berusia sekitar 50 tahun, Heru Wijaya, masuk dengan wajah penuh amarah, dibkangnya diikuti oleh adik kembarnya Samara, Samantha. ¡°Ayah, Samantha¡­..¡± Samara terkejut, dan wajahnya memucat. Heru jengkel danngsung mencaci maki Samara : ¡°Kamu tidak png semman dan membuat kami mengira ku kamu mengmi sesuatu, tidak tahunya kamu mh sibuk bercumbu dengan pria di hotel!¡± Samantha juga terlihat marah dan berkata : ¡°Kak Samara, kamu sangat keteluan kali ini! Ayah, Tante Emma, dan saya sibuk mencarimu semman, kami sudah hampir g!¡± Samara terus menggelengkan kepnya. ¡°Tidak, saya tidak.¡± ¡°Kamu sebenarnya masih punya urat malu atau tidak! Lihat apa yang ada di lengan dan lehermu itu? Masih berani mengatakan tidak!¡± ¡°Ayah, saya dijebak, saya juga tidak tahu kenapa bisa seperti ini.¡± Heru melihat Samara yang masih berani membantahnya, meraih sebuah asbak yang ada disampingnya dan melemparkannya ke arahnya. ¡°Piang¡ª¨C¡± Samara tidak sempat mengk, dan keningnya seketika terluka dan darah terus bercucuran hingga seluruh wajahnya. ¡°Samara, saya baru saja menyetujui permashan pernikahanmu dengan Pak Budi, sekarang kamu mh mkukan hal memalukan seperti ini! Sekarang tubuhmu sudah kotor, bagaimana saya bisa menjskan hal ini pada Pak Budi?¡± Samara memblakan matanya seh tidak percaya dengan apa yang dia dengar : ¡°Budi itu sudah hampir berumur 60 tahun! Sudah 3 istrinya yang meninggal, dan kamu mau saya menikah dengannya?¡± ¡°Kenapa? Menikah dengannya masih termasuk menyusahkanmu?! Bisa menikah dengannya adh keberuntunganmu.¡± Heru meraih tangan Samantha, dan wajahnya terlihat penuh kebencian : ¡°Untung saja kamu dan Samantha hanya memiliki wajah yang sama, dan memiliki sikap dan kepribadian yang bertk bkang! Kamu sudah mencoreng nama Keluarga Wijaya dengan sikapmu ini!¡± Samantha melirik Samara dengan jijik : ¡°Ayah, jangan lupa, dia kan tumbuh besar di kampung!¡± Heru menatapnya dengan dingin, dan Samatha juga tidak memperdulikan luka di keningnya. Huh! Ini adh ayah kandungnya, dan saudari kandungnya! Kening Samara masih terus mencucurkan darah, tapi hatinya, sudah mati rasa. ¡­¡­ Sepuluh bn kemudian. Di apartemen Samara yang terletak di pinggiran kota. Diiringi dengan suara tangisan bayi ¡°Uwaa..uwaa¡ª-¡±, dua bayi dhirkan denganncar. Samantha menggendong dua bayi yang masih berlumuran darah dan menatap Samara yang masih lemas di tempat tidurnya. ¡°Kembalikan¡­anakku padaku¡­.¡± Samara berkata dengan wajah pucatnya dan masih berusaha keras untuk mengangkat tubuhnya. ¡°Kembalikan padamu? Apa kamu sanggup menghidupi sepasang bayi kembar ini?¡± ¡°Saya adh kakakmu¡­kakak kandungmu!¡± Samara menatap wajah Samantha yang terlihat percis dengan dirinya : ¡°Kenapa¡­ Kenapa kamu ingin menjebakku?¡± ¡°Wanita itu¡­adh ibumu! Bukan ibuku! Saat dia disuruh memilih satu diantara dua, dia memilihmu, dan meninggalkanku dirumah yang dipenuhi dengan serig, singa, dan macan tutul, meninggalkanku untuk menghadapi seluruh anggota Keluarga Wijaya seorang diri! Pada saat saya menderita, dimana kamu yang katanya kakakku ini?!¡± Samantha tertawa, dengan mengerikan. ¡°Samara, wajah ini hanya boleh ada satu di dunia, dan itu adh wajahku, Samantha!¡± ¡°Apa yang mau kamukukan?¡± ¡°Membunuhmu!¡± Samantha menuangkan bensin yang sudah dia siapkan keseluruh sudut ruangan, dan menykan koreklu melemparkannya kentai, dan pergi dengan membawa dua bayi kembar itu. Dibkangnya, api yang bertemu dengan bensin mi menjr dan membakar seisi apartemen. Samantha berjn keluar dari apartemen, melirikutan api di bkangnya,lu melirik kearah dua bayi kembar yang menangis dm gendongannya. Sepuluh bn yanglu, dia kembali ke hotel dan ingin menghancurkan bukti ku Samara dijebak, dan bertemu dengan Asta. Dan dia baru menyadari ku orang yang meniduri Samara mm itu bukah bajingan yang diutusnya, tapi mh Asta yang bisa membalikkanngit bagaikan membalikkan tpakBelonging to N?velDrama.Org. tangannya. Dm keterkejutannya, dia juga segera membuat keputusan, dia ingin Asta berpikir ku wanita yang menggunakan tubuhnya untuk memuaskannya mm itu adh dirinya! Bagaimanapun dia dan Samara adh kembar identik, mereka terlihat sama percis, asalkan Samara menghng dari dunia ini, maka tidak adagi orang yang mengetahui rahasianya. Dan kedua bayi kembar ini, akan menjadi t yang berguna untuk mendekati Asta nantinya. ¡°Siapa yang menyuruh kalian menangis! Ku kalian bukan anaknya Asta, kalian juga pasti sudah kubunuh.¡± Seth jeda sesaat, Samantha mnjutkan : ¡°Tapi dengan dukungan kalian, cepat ataumbat, saya pasti akan masuk kedm Keluarga Costan.¡± Dan saat Samantha tenggm dm imajinasinya, dia tidak tahu ku Samara berusaha sekuat tenaganya dan sudah berhasil mrikan diri dari jend. Dia bergerak dengan susah payah. Tiba-tiba, rasa sakit yang familiar kembali terasa dari bagian bawah tubuhnya, seperti suara anak kucing yang menangis. Ternyata, dia tidak hanya mengandung dua bayi kembar¡­. Samara menggendong bayi ketiga dan keempatnya dengan tangan yang gemetar. Demi kedua bayinya, dia harus bertahan tidak peduli betapa sulitnya. Samara menggertakkan giginya, dan ada kebencian yang mandarah daging dm tatapannya. ¡°Saya akan mengambil kembali apa yang kalian rebut dari ku, satu per satu¡­.¡± Bab 2 Bab 2 Lima tahun sethnya. Bandara Internasional Metro. Seorang anakkiki yang mengenakan jumpsuit biru dan kemeja kotak-kotak muncul dan menjadi pusat perhatian orang-orang. Rambutnya yang sedikit keriting, fitur wajahnya yang lembut, dan bulu matanya yang tebal seperti boneka. Masih kecil saja sudah begitu menawan, kk ku sudah dewasa pasti akan menjadi idaman berjuta-juta wanita. Dan pada saat orang-orang penasaran dengan siapa ibu cantik dari pria kecil ini, seorang wanita dengan bintik-bintik di wajahnya, dan bibirnya yang tebal memanggil pria kecil itu. ¡°Sayang, apa kamu sudah membeli C nya?¡± ¡°Sudah, Bu.¡± Satu panggn itungsung membuat para gadis, ibu- ibu yang melihatnya melongo, pria kecil yang bagaikan bangsawan itu bagaimana bisa memiliki seorang ibu yang begitu¡­? Sejak ibunya mengenakan topeng wajah yang menakutkan itu, pemandangan seperti ini sudah tidak jarang dia temui. Dia berjn ke sisi Samara, dan menyerahkan C ditangannya kepadanya,lu dia sendiri meminum air putih dengan patuh. ¡°Ibu, topeng jelek ini mau ibu kenakan sampai kapan?¡± ¡°Sayang, kamu sedang mengataiku jelek?¡± ¡°Ibu, mana mungkin, saya¡­saya hanya takut kamu akan tidak nyaman karena mengenakannya teluma.¡± Javier merasa bersh seth mengatakannya, dia tidak mempunyai hak untuk mengatai ibunya sendiri! Mereka bertiga sekeluarga, Samara, Xavier dan Javier, yang paling jelek adh Javier. Sebagai yang paling jelek diantara mereka sekeluarga, dia tentu tidak mempunyai hak, dan tidak memiliki keberanian itu untuk berkomentar tentang penampn ibunya. ¡°Sayangku, baguh ku kamu tahu kamu yang jelek ya.¡± Orang-orang yang belulang memblak ketika mendengar ucapannya, apakah mereka yang tidak memiliki selera estetik? Js-js ibunya jauh lebih jelek dibandingkan anaknya! ¡­¡­ Mlui jend besar di bandara, Samara menatap kota yang begitu akrab namun begitu asing baginya, dan sudut bibirnya terangkat. Sudah lima tahun. Sudah waktunya untuk menagih dan memperhitungkan semua hutang-hutang Keluarga Wijaya padanya! Dan saat Samara sedang mmunkannya, seorang gadis kecil yang begitu putih dan berkulit halus bagaikan giok terjatuh dan menabrak kakinya, gadis kecil itu tidak berdiri, dan terus terdiam dintai. Samara berjongkok dan memapah gadis itu untuk berdiri. ¡°Apa ada yang terbentur? Sakit tidak?¡± Sepasang matanya yang hitam menatap Samara tanpa berkedip. Dia tidak menangis, juga tidak membuat keributan atau mengeluh kesakitan, hanya membuka mulutnya dengan lembut : ¡°Ibu¡­ibu¡­.¡± Javier yang berwajah tembem itu terlihat cemburu :ConTEent bel0ngs to N?v(e)lD/rama(.)Org . ¡°Hei hei hei! Kamu tidak boleh memanggil ibu sembarangan! Dia ini ibuku, bukan ibumu!¡± Olivia tidak memperdulikan Javier, danngsung memeluk Samara. Samara merasakan gadis kecil ini memeluknya dengan sangat erat, seh takut kehngannya. Javier yang berdiri disampingnya sudah cemberut karena cemburu, tapi Samara mh memberinya isyarat untuk tetap diam, jadi dia hanya berdiri disana dan meminum airnya sampai habis dengan raut wajah tidak senang. ¡°Apakah kamu tersesat dan kehngan ibumu? Dimana ibumu? Saya akan membawamu kesana ya?¡± Olivia terus menggelengkan kepnya, dan wajahnya terlihat panik. Samara merasa ku anak ini hanya merasa aman dengannya dan membi wajahnya : ¡°Percayh pada bibi ya? Bibi akan membantumu mencari ibumu.¡± Olivia yang berusia lima tahun tidak bisa berbicara, dan tidak bisa mengeluarkan suara. Samara Tapi hari ini dia bertemu dengan Samara, dia memang tidak bisa mengatakan ku dia menyukainya, namun berada dihadapannya dia tiba-tiba bisa mengeluarkan suara dan memanggilnya ibu. Olivia sendiri juga tidak tahu apa sannya, namun dia sangat ingin menjadikan Samara tempat bernaungnya. Gadis kecil itu juga sangat keras kep, dia terus berbisik kepada Samara. ¡°Ibu¡­ibu¡­.¡± Samara juga kewhan dibuat oleh Olivia, sedangkan Javier sudah sangat cemberut karena kecemburuannya. Di sisiin, Tuan Muda kedua Keluarga Costan, Alfa yang akhirnya menemukan sosok putri keluarga Costan, Olivia merasa sangat lega dan bersyukur! Ku dia tidak bisa menemukan putri kecil itu, maka kakaknya pasti akan mengirimnya ke neraka! Alfa yang melihat Olivia sedang bersama dengan seorang wanita tidak dikenal, bersiap segera membawanya pergi. Namun, detik berikutnya, dia mendengar Olivia yang tidak pernah berbicara sedang mengoceh. ¡°Ibu¡­.¡± Alfa tercengang hebat, dia berjongkok dan meraih bahu Olivia dengan tatapan tidak percaya. ¡°Putri kecil, apa yang baru kamu katakan tadi? Bisa tidak kamu katakan sekaligi?¡± Olivia yang melihat Alfa menyusulnya, menunjuk Samara : ¡°Ibu¡­.Ibu¡­..¡± Alfa menoleh kearah Olivia menunjuk dan melihat sebuah wajah yang penuh dengan bintik dan bengkak, dan sama sekali tidak menarik. Apa-apaan? Kenapa putri kecil keluarga mereka mh meneriaki wanita itu ibunya? Alfa bertanya dengan kaget : ¡°Kamu? Apa yang sebenarnya kamukukan pada Olivia?¡± ¡°Apa kamu ayah dari anak ini? Apa kamu masih punya muka untuk bertanya padaku?¡± Samara merasa gadis kecil itu merasakan ketidak amanan dan berkata dengan marah : ¡°Gadis kecil yang selucu ini tidak kamu jaga dengan baik, seburuk apa kamu mempekukannya sampai-sampai dia terus memanggilku ibu?¡± Alfa kembali tercengang : ¡°Dia memanggilmu ibu?¡± Samara memutar b matanya : ¡°Lantas apa dia sedang memanggilmu ibu?¡± ¡°¡­¡­¡± Alfa menegaskan kembali beberapa kali sebelum pehan mencerna ketidakpercayaan di hatinya. ¡°Izinkan saya memperkenalkan diri, saya adh paman keduanya Olivia, Alfa.¡± ¡°Keterkejutanku tadi dikarenakan Olivia sudah menderita afasia sejak kecil, dia tidak pernah berbicara kepada siapapun.¡± Mengetahui bahwa gadis kecil itu tidak dapat berbicara, mata Samara berkt, dan dia tiba-tiba merasa sedikit menyayangkannya. ¡°Olivia, apakah dia paman yang bisa dipercaya?¡± Olivia menganggukkan kepnya. ¡°Olivia, apakah yang dia katakan benar? Ku kamu tidak bisa berbicara?¡± Olivia kembali mengangguk. ¡°Karena pamanmu sudah menemukanmu, maka kamu pnh dengan dia ya.¡± Samara membi kep gadis kecil itu. Olivia juga tidak membuat keributan, dia menatap Samara yang menggandeng Javier pergi dengan patuh. Alfa awalnya ingin bertanya kenapa putri kecil ini tiba-tiba membuka suaranya dan berbicara, dan tatapannya yang penuh arti. Tatapan itu, apakah pantas? Namun dia melihat ku Olivia sudah meskan air mata sejak tadi, hidungnya bahkan sudah memerah. Bab 3 Bab 3 Alfa mengantarkan Olivia kembali ke rumah. Sejak berpisah dengan wanita itu, wajah kecil Olivia terlihat sangat sedih. Olivia merasa tidak senang, dan seth png kerumah dia bahkan menggelengkan kep terhadap eskrim kesukaannya, matanya memerah bagaikan seekor kelinci dan beri masuk kedm kamarnya. Alfa terpikirkan raut wajah dingin dan menyedihkan dari Olivia, bukankah itu js-js akan membuat kakaknya memenggalnya! Dia membalikkan badannya pehanhan kearah Asta yang sedang duduk di sofa. Pria itu mengenakan kemeja hitam dana setn jas, yang membalut tubuhnya dengan sempurna. Fitur wajahnya sangat indah, seperti seorang dewa, sepasang mata tajamnya yang gp bagaikanngit mm, dan dingin sedingin danau es, membuat orang yang melihatnya bergidik. ¡°Katakan, apa yang kamukukan pada Olivia?¡± ¡°Kak, demi Tuhan, putri kecil itu tidak mengangguku saja saya sudah sangat bersyukur! Mana berani saya menganggunya?¡± Bagaimanapun Alfa juga merupakan Tuan Muda kedua dari Keluarga Costan, tapi sejak Asta membawa Oliver dan Olivia kerumah lima tahunlu, posisinya sebagai tuan muda langsung diturunkan menjadi pengasuh. Asalkan ada sedikit yang sh pada kedua putra putri kesayangan keluarganya itu, maka dia yang akan menanggung deritanya, tanpa peduli apapun sannya! Tapi sebelum itu, Alfa merasa akan lebih baik ku dia memberitahukan poin utamanya terlebih dulu. ¡°Kak, ada kemajuan pesat, Olivia sudah bisa berbicara.¡± Mendengar hal itu, mata tajam Asta menjadi sedikit lebih hangat, dan senyuman tipis terukir di wajahnya. ¡°Apakah perjnanmu membawa Olivia ke Paris untuk menemui Profesor James untuk berobat dibng berhasil?¡± ¡°Bukan, bukan, benar-benar bukan seperti itu.¡± Alfa menggelengkan kepnya : ¡°Saya juga bukannya tidak tahu tentang permashan psikologis Olivia dulu. Profesor James hanyh mkukan perawatan rutin pada Olivia kali ini, dan tidak jauh berbeda dengan pengobatan-pengobatan sebelumnya.¡± ¡°Lalu apa yang membuahkan hasil ini?¡± ¡°Kak, hari ini Olivia bertemu dengan seorang wanita berkisar 20 tahunan di bandara. Olivia sangat menyukainya, dan terus memanggilnya ibu. Dan saat dia berpisah dengannya, tatapan sedihnya itu bahkan tidak pernah terlihat sebelumnya, aduh, matanya yang bt dan besar itu basah dan terus menitikkan air mata!¡± Alfa teringat dengan kejadian tadi siang, dan masih merasa aneh. Saat Asta membawa kedua bayi kembar itu kerumah, dia tidak memberitahukan kepada orangin siapa ibunya, tapi didm hati Keluarga Costan tahu dengan js ku ibu dari kedua anak ini adh Nona Muda dari Keluarga Wijaya, Samantha. Putri kecil itu saja tidak memanggil ibu pada ibu kandungnya sendiri, kenapa mh meneriaki seorang wanita asing sebagai ibunya? Asta memicingkan matanya dan merasa sama bingungnya : ¡°Bagaimana wanita itu?¡± ¡°Wanita itu sangat jelek, wajahnya penuh dengan bintik-bintik.¡± Alfa mencoba mengingatnya dengan keras : ¡°Figur wajahnya juga biasa-biasa saja, sangat tidak berkesan.¡± ¡°Alfa, siapa yang menanyakan padamu dia cantik atau jelek?¡± Alfa : ¡°¡­¡­¡± Asta berkata dengan serius : ¡°Alfa, karena kamu sudah tahu ku wanita itu sangat istimewa bagi Olivia, kenapa kamu tidak mengutus seseorang untuk memeriksanya?¡± Entah kenapa, perasaan Asta memberitahunya ku wanita yang biasa itu adh orang yang dapat menyembuhkan afasia yang diidap Olivia. Seth diingatkan oleh Asta, Alfa juga memukuli pahanya sendiri dengan penyesn. ¡°Astaga! Kenapa saya mh melupakan hal sepenting ini! Sekarang juga saya akan mengutus seseorang untuk memeriksanya.¡± ¡­¡­ Di kamar dintai dua. Putra kesayangan dari Keluarga Costan sedang meraut pensil warna untuk Olivia. Menyandang status cucu tertua di Keluarga Costan, Oliver, sebenarnya lebih dimanjakan dibandingkan dengan adiknya Olivia. Namun, sifat manja yang ditunjukkan oleh Oliver hanya untuk diperlihatkan kepada orang luar, dia sebenarnya adh kakak yang sangat protektif pada adiknya. Olivia meraih pensil warna yang baru diraut oleh Oliver, dan menggambar seorang wanita diatas kertas. Wanita ini ramping, dengan hidung pesek dan bibir tebal, dan bintik-bintik di seluruh wajahnya, tapi Olivia slu tersenyum saat dia menggambar wanita ini. Dia tidak berhenti disana, dia bahkan menggambar garis-garis kuning di samping wanita jelek itu seh wanita itu bercahaya. Seth dia selelsai menggambar, Olivia menambahkan satu kata diatas kep wanita jelek itu ¡ª Ibu. Oliver menatapnya dengan penuh keraguan : ¡°Ibu?¡± Olivia tersenyum dan menganggukkan kepnya. ¡°Apa kamu menggambar wanita yang diceritakan Ayah kepada kita?¡± Oliver bertanya wupun dia merasa wanita yang digambar itu tidak mirip sama sekali. Meskipun dia dan adiknya tidak menyukai Samantha, tapi tidak bisa dipungkiri ku ibu mereka memiliki wajah yang terbng cantik, tidak ada bintik-bintik di wajahnya. Dan saat Oliver membahas Samantha, sudut bibir Oliviangsung turun, wajahnya terlihat sedih dan mi menggelengkan kepnya seperti mainan. Bagaimana Samantha bisa dibandingkan dengan wanita yang digambarnya ini? ¡°Bukan dia,lu siapa?¡± Olivia ingin berbagi perasaan bertemu ibu dengan kakaknya, tapi saat dia membuka mulutnya, tidak ada suara yang keluar. Menyadari ku dia tidak bisa menemukan cara untuk berkomunikasi, Olivia sedikit putus asa. Namun, Olivia meraih gambar yang digambarnya dan memeluknya seperti memeluk seorang bayi. Melihat adiknya begitu menyukai wanita jelek itu, Oliver juga menjadi penasaran, sebenarnya pesona istimewa apa yang dimiliki wanita itu sampai-sampai adiknya begitu terobsesi padanya? ¡­¡­ Pada saat itu. ¡°Hachiu¡ª¨C¡± Samara yang baru melepaskan topeng jeleknya tiba-tiba bersin dengan kuat. ¡°Pasti ada orang yang sedang merindukanku kan?¡± Sedangkan Javier yang duduk didepan komputer dan mengetik diatas keyboardnya sedang melirik isi sebuah email. ¡°Ibu, memang ada orang yang mencarimu! Dia bersedia membayar 100 miliar agar kamu mau membantunya!¡±Content ? N?velDrama.Org 2024. Bab 4 Bab 4 Dm tiga tahun terakhir, seorang tabib wanita sudah menjadi sangat terkenal baik di dm maupun luar negeri, mengandalkan pengetahuannya dm metode pengobatan tradisional China yang sudah turun temurun sma 5000 tahun, dia sudah menyembuhkan banyak penyakit yang sulit dan bahkan tidak bisa disembuhkan. Banyak orang yang berpikir identitasnya akan dapat dicari dan ditemukan dengan mudah, namun ada hal yang aneh, setiap kali dia mengobati seseorang, dia akan menunjukkan penampn yang berbeda dengan sebelumnya. Ada banyak sekali orang yang ingin mengetahui identitas aslinya, namanya, namun tidak ada yang berhasil menemukannya, apab mereka ingin meminta bantuannya untuk menyembuhkan penyakit, tidak peduli sekuat dan seberkuasa apapun orang itu, mereka hanya bisa menghubunginya mlui email dan menunggu jadwal temu yang dia tentukan dengan patuh. Mengenai apakah dia bersedia membantu atau tidak¡­.itu juga tergantung kepada tabib wanita itu. Dan, tabib wanita yang misterius itu tidakin tidak bukan adh Samara yang mengenakan topeng berbentuk wajah manusia itu. ¡°Sayangku, 100 miliar bukah juh yang kecil, coba katakan siapa yang mencariku? Dan penyakit apa yang ingin diobatinya?¡± ¡°Ibu, orang yang meminta bantuanmu adh Daniel, Direktur dari Hanamari Real Estate. Tiga bnlu dia mengmi pendarahan otak mendadak, dan seth mengmi komplikasi sekarang setengah dari tubuhnya sudah menjadi lumpuh, kemampuan berbahasanya juga sudah rusak, dan sekarang dia sudah masuk ke tahap sulit untuk berbicra.¡± Seth mendengar nama Daniel, Samara mendengus. ¡°Tk.¡± ¡°Tapi, Ibu, mereka menawarkan 100 miliar, kamu bahkan tidak mempertimbangkannya dulu danngsung menjawab?¡± ¡°Hanya 100 miliar mereka berencana membeli hati nuraniku? Daniel ini sudah sering mencari uang dengan cara yang kotor! Di dunia ini, semakin kaya mereka-mereka yang berhati busuk itu, maka semakin takuh mereka akan kematian!¡± Tatapan jijik terlihat dm mata Samara, dan dia langsung melemparkan topeng wajahnya ke meja kopi. ¡°Jadi, karena ith kamu menyerah menjadi tabib dan kembali kemari untuk menjadi dokter forensik?¡± Samara tidak menyangkal : ¡°Hati manusia slu dipenuhi keserakahan, dokter itu bukan orang yang mahakuasa, tapi orang-orang kaya ini slu mengira mereka bisa memaksa para dokter untuk mkukan hal-hal diluar batasannya dengan uang yang mereka miliki. Karena ith, saya lebih memilih untuk mewakili orang mati berbicara, daripada harus mengobati manusia-manusia ini dengan semena-mena.¡± ¡°Ibu, saya sangat suka prinsip keadnmu!¡± wajah tembem Javier dipenuhi dengan kekagumannya pada Samara. Samara memegangi pipinya dengan satu tangannya dan tersenyum : ¡°Tentu saja, siapa yang tidak menyukaiku?¡± Javier menatap wajah ibunya seth melepas topeng wajah itu, dan tanpa sadar teringat gadis kecil manja yang ditemuinya di bandara. ¡°Ibu, gadis kecil yang menempel padamu di bandara tadi, terlihat mirip denganmu¡­.¡± ¡°Benarkah?¡± Ketika membahas gadis kecil itu, Samara juga tidak bisa tidak teringat putrinya sendiri. Lima tahunlu, saat dia baru mhirkan sepasang anak kembar, Samantha membawa mereka pergi. Tapi, Samantha yang begitu membenci dirinya pasti akan mempekukan sepasang anak itu dengan buruk kan? Memikirkan hal ini, Samara merasakan jantungnya yang berdegup kencang. Andaikan putrinya masih hidup, Apakah dia akan terlihat seperti gadis kecil lucu yang dia temui tadi dibandara? ¡­¡­ Keesokan harinya, pukul 5 lewat. Samara dibangunkan oleh sebuah panggn telepon. Dia meraih ponselnya dm keadaan setengah sadar, dan meletakkannya di sisi telinganya, dan suara lki tua terdengar di balik telepon. ¡°Samara, maaf menganggumu wu kamu belum ditugaskan disini secarangsung. Beberapa kantong mayat dari Sungai Padi sudah dibawa kemari pagi ini, dan karena sudah berada teluma didm sungai, autopsi akan sulit dan perlu diselesaikan dengan segera, kami membutuhkanmu datang kemari lebih awal dari yang ditugaskan.¡± ¡°Oscar, kirimkan matnya padaku, saya akan sampai dm 15 menit.¡± Samara mengusap matanya yang masih mengantuk, dan menyelimuti kembali anaknya yang menendang selimut,lu bangkit dari tempat tidur. Seth mencucinya sebentar, Samara mengenakan kembali topeng wajah jelek itu dan menatap cermin, dan wanita cantik itu seh lenyap digantikan dengan seorang wanita jelek yang tidak menarik perhatian, hanya tersisa sepasang matanya yang bercahaya namun terlihat hidup. Samara yang sudah berjanji untuk tiba dm 15 menit, menepatinya dan muncul tepat waktu. Lokasi itu diblokir dengan garis polisi, dan seorang polisi berseragam menghngi jnnya. ¡°Nona, jn ini sudah ditutup, orang luar tidak diizinkan masuk.¡± ¡°Saya Ahli Forensik Khusus untuk Unit Kejahatan Berat , Samara.¡± Samara mengeluarkan sebuah kartu pengenal dari kantongnya dan menunjukkannya kepada polisi itu. Polisi itu melirik kartu pengenalnya dan sorot matanya pada Samara tiba-tiba berubah. Ahli Forensik Khusus tidak termasuk dm departemen maupun sistem Unit Kejahatan Berat, dia mengikuti perintahngsung dari Perwira Tinggi dmBelonging to N?velDrama.Org. Kepolisian. Sin itu, orangin tidak berhak mengaturnya untuk mkukan pekerjaan, sebaliknya dia yang memiliki kewenangan untuk mengatur orangin. Melihat polisi itu masih termenung, Samara mengernyit. ¡°Permisi, sekarang apakah saya sudah boleh masuk?¡± ¡°Tentu saja boleh, shkan.¡± Polisi itu bergegas memberikan hormat kepada Samara, dan mengizinkannya untuk masuk. Seth Samara berjn ke tepi Sungai Padi, dia menemukan beberapa kantong mayat yang sudah diletakkan di tanah, dan ada sh satu kantong mayat yang sudah terbuka. Didm kantong mayat itu berisi sebuah mayat yang sudah hancur dan darahnya terus mengalir ke tanah. Dua dokter forensik yang mengenakan jas putih sudah terlihat di lokasi, mereka sedang mengemasi tas dan mengambil foto untuk dibawa kembali ke kantor. Penampakan visual dari mayat itu telu mengerikan dan bau busuknya juga sangat menyengat, pergerakan dua dokter forensik itu telumbat, dan sh satu dokter forensik wanita yang berkali-kali tidak sanggup mnjutkan pekerjaannya. Seth mempjari situasi yang ada dihadapannya, Samara akhirnya mengerti kenapa Oscar memintanya untuk bekerja pagi-pagi buta. Dia menggulung lengan bajunya dan berjongkok,lu mi membuka kantong mayat yang ada di tanah : ¡°Kalianmbat sekali, rejeki sudah dipatok ayam loh.¡± Lucas dan Jane bertukar pandang. Terutama Jane, dia yang sudah mual dibuat oleh mayat yang ada dihadapannya, mh diceramahi oleh wanita jelek ini, membuat emosinya naik ke ubun-ubun. ¡°Kamu atau kami yang dokter forensik? Siapa kamu? Berani-beraninya mengatur pekerjaan kami!¡± Bab 5 Bab 5 Samara mengenakan jas putihnya dan sarung tangan medis, tatapan matanya dingin dan tenang. ¡°Saya adh Ahli Forensik Khusus yang bergabung hari ini, Samara.¡± Samarangsung turun tangan mengambil dan meni mayat busuk itu, tanpa bergeming : ¡°Bukan kebetn, saya memang punya hak untuk mengatur pekerjaan kalian. Tidak puas? Ku begitu kalian harus menahannya.¡± Jane dan Lucas tahu ku bagian Administrasi Umum akan mengutus seseorang yang penting kemari, tapi mereka berdua sama sekali tidak menyangka ku orang penting itu adh wanita berusia dua puluhan tahun yang ada didepan mereka saat ini. Mereka berdua termenung dan menatap Samara dengan ketidak-percayaan untuk waktu yangma. Melihat mereka berdua yang termenung dan tidak bekerja, Samara menyipitkan matanya : ¡°Kalian akan memandangku terus seperti ini? Apakah diwajahku ada petunjuk untuk kasus ini?¡± Meskipun Samara mengenakan topeng wajah yang membuat penampnnya turun drastis, namun tatapan matanya yang tajam itu begitu mendebarkan, bahkan aura yang tenang dan tenteram terpancar dari tubuhnya, membuat orang-orang secara tidak sadar tidak berani mengajukan keberatan padanya. Seketika, Jane dan Lucas tidak berani mengalihkan fokus mereka, dan segera membantu Samara untuk menandai bagian tubuh dari mayat- mayat itu dan mengambil foto dan mengemasnya. Seth menyelesaikan pekerjaan mereka, mereka memindahkan kantong mayat kedm mobil dan kembali ke kantor polisi. Mobil berhenti didepan pintu kantor polisi, dan Samara pun turun. Saat dia hendak memasuki ruang autopsi bersama dengan kantong mayat itu, seorang pria asing menghadangnya. ¡°Nona Samara, Tuan kami sudah menunggu Anda cukupma, apakah Anda bisa masuk kedm mobil Bentley itu untuk berbincang sebentar?¡± Samara melirik Bentley tidak jauh dari sana, alisnya terlihat arogan : ¡°Sebelum Anda meminta bantuan seseorang, bukankah seharusnya Anda memperkenalkan diri dulu?¡± Wilson tercengang, sebagai bawahannya Asta dia juga tidak jarang berurusan dengan orang-orang, namun dia belum pernah menemui ada wanita yang tidak memberi muka padanya. ¡°Nona Samara, Bos saya adh Asta Costan, Direktur dari Grup Costan dan dia ingin berbicara dengan Anda.¡± Asta? Meskipun lima tahun bkangan Samara tidak tinggal di Kota Metro, namun dia pernah mendengar nama Asta. Keluarga Costan adh keluarga konglomerat terpandang di Kota Metro bahkan di Negara Metropolis, bisnis mereka mencakup industri real-estate, keuangan, cip atau sirkuit terpadu, hraga, hiburan, dan masih banyakinnya. Keluarga Costan tampaknya sangat berhati-hati dan tidak berusaha menonjolkan diri, namun bisnis keluarga mereka sudah seperti akar pohon yang merambat dan menjr ke semuapisan masyarakat, dan semua aspek yang ada di Metropolis. Dia dan Asta belum pernah bertemu sebelumnya, kenapa Asta tiba-tiba mencarinya? Karena dia tidak menemukan jawabannya, Samara pun tidak capek-capek memikirkannyagi : ¡°Sampaikan pesanku pada Tuanmu, saya sibuk mengurusi autopsi mayat, tidak ada waktu untuk bertemu dengannya.¡± Seth mendengar kalimat itu, Wilson kebingungan, bahkan Lucas dan Jane juga tercengang. ¡°Apa? Orang yang ingin bertemu denganmu itu Asta¡­.¡± ¡°Bu, ku kamu mengabaikan orangin yang ingin bertemu denganmu, tidak mash, tapi Asta mencarimu dan kamu mh menknya?¡± Samara menoleh dan melirik kedua asistennyalu berkata : ¡°Apakah tiga mayat itu sudah diautopsi? Wupun kalian sangat ingin bertemu dengan Asta, tapi pekerjaan kalian juga harus diselesaikan terlebih dulu, segera periksa mayat-mayat itu!¡± Dibawah sinar mentari, wanita itu terlihat biasa-biasa saja, namun tatapan matanya yang tajam itu membuat auranya terasa begitu kuat. Lucas dan Jane tahu ku autopsi kali ini merupakan tugas yang berat dan mendesak, mereka juga tidak berani banyak bicaragi dan mengikuti Samara dari bkang menuju ruang autopsi. Wilson menatap punggung Samara yang tegas dan menyadari ku dia gagal menjnkan tugasnya,lu kembali ke kursi pengemudi Bentley itu dengan cemas. Melihat Wilson kembali, Asta mengalihkan pandangannya dari dokumen yang ada di tangannya : ¡°Wilson, mana wanita itu?¡± ¡°Saya sudah memberitahukan kepada Samara ku Tuan ingin menemuinya dan berbicara dengannya, tapi dia menk¡­.dan dia bahkan tidak mempertimbangkannya danngsung menk¡­.¡± Tidak biasanya Wilson berbicara dengan nada tidak percaya diri, dan suaranya semakin merendah saat dia mnjutkan perkataannya. Tidak mempertimbangkannya? Asta datang mencarinya dengan ketulusan hati karena Olivia, tapi dia mh menk untuk menemuinya. ¡°Apa dia mengatakan san penkannya?¡± ¡°Dia bng dia sibuk memeriksa mayat.¡± Seth berkata, Wilson melirik Asta mlui kaca spion dengan hati-hati. Tatapan mata Asta dingin, dia meletakkan tangannya pada dagunya dan menatap kearah gedung Unit Kejahatan Berat : ¡°Ku dia tidak bisa menemuiku karena sibuk memeriksa mayat, maka tunggu sampai dia selesai.¡± Sma bertahun-tahun, Asta slu sibuk dengan pekerjaannya setiap hari danFrom N?velDrama.Org. meninggalkan sepasang putra dan putrinya untuk dirawat oleh Alfa, namun dia tidak pernah mengabaikan Oliver dan Olivia. Asalkan ada cara untuk menyembuhkan afasia yang diderita Olivia, dia tidak akan menyerah. ¡°Wilson, apa kamu sudah mengirimkan informasi tentang Samara?¡± ¡°Sudah, tapi hanya berisi tentang informasi dasar saja.¡± Wilson juga merasa pusing : ¡°Saya tidak tahu apakah ini dikarenakan oleh pekerjaannya atau bukan, namun informasi masalunya sudah disembunyikan.¡± ¡°Apakah orang yang kita bayar tidak bisa meretas sistemnya?¡± ¡°Tuan¡­¡± Wilson memejamkan matanya dan memberitahukan dengan jujur : ¡°Tidak bisa diretas. Bukan saja tidak bisa diretas, mh sistem kita yang diretas balik oleh pihakin dan kehngan miliaran kode.¡± Tatapan mata Asta memancarkan ktan dan dia menyeringai. ¡°Menarik! Sepertinya saya semakin ingin bertemu dengan Samara ini¡­¡± Bab 6 Bab 6 Samara dan kedua orang itu berjn menujuntai dpan gedung Unit Kejahatan Berat. Lantai dpan digunakan oleh ahli dan tim forensik,mpu pijar berwarna putih yang menyukan mata, dan mungkin karena jaraknya yang dekat dengan kamar mayat, udara dintai ini jauh lebih dingin daripadantaiinnya. Samara juga tidak telu menikmati suasana kantor barunya, diangsung mensterilkan diri dan bersiap memasuki ruang autopsi dengan dua asistennya. Saat dia berbalik, dia menemui Jane yang masih menatap keluar jend kearah mobil Bentley yang masih belum beranjak pergi. ¡°Masih memikirkan Asta?¡± Isi hati Jane seh dibaca oleh wanita itu dan diangsung menyangkalnya : ¡°Ti, tidak¡­bicara sembarangan.¡± ¡°Saya bicara sembarangan atau tidak kamuh yang paling tahu.¡± Samara menatapnya dengan dingin : ¡°Saya tidak peduli dengan kehidupan pribadi bawahanku, tapi ku permashan pribadimu sampai mempengaruhi pekerjaanmu, maka saya akan menyuruhmu untuk mengemasi barang-barangmu dan pergi dari sini, saya tidak peduli wupun kakekmu adh Perwira Tinggi di Unit Kejahatan Berat.¡± Jane mengigit bibirnya, dia merasa tidak puas dm hatinya namun dia tidak bisa berbuat apa-apa. Sebelum Samara resmi ditugaskan, kakeknya sudah berpesan kepadanya untuk menahan emosinya dan bjar dengan serius dari ahli forensik. Dan apab ahli forensik memberikannya ni D pada penian akhir tahun, maka kakeknya juga tidak akan membantunya dan memecatnya sesuai dengan peraturan. Jane juga takut ku Samara akan benar-benar mporkannya kepada kakeknya,lu mi menghngkan pikirannya tentang Asta dan mi bekerja dengan serius. Dm ruangan bedah,mpu bedah hijau menyinari meja bedah, dan mralisir warna darah yang menyukan. Samara mi menyusun potongan- potongan mayat itu diatas meja bedah dan seth bagian-bagian itu tersusun, dia mi menjahitnya. Gerakannya terlihat terampil dan profesional, benang bedah bergerak denganncar di tangannya, membuat Lucas dan Jane yang melihatnya juga tercengang. Meskipun mereka sudah tahu ku Samara yang sudah menjabat sebagai ahli forensik khusus pasti memiliki kemampuan yang luar biasa, tapi mereka tidak menyangka profesionalitas Samara akan mencapai titik seperti ini! Ck ck, wanita ini¡­.. Lantas apakah dia tidak merasa jijik kepada mayat yang sudah membusuk itu? Seth potongan-potongan tubuh mayat itu selesai disatukan, mereka harus memeriksa jaringan DNA yang sudah rusak, dan mereka bertiga kembali menyibukkan diri. ¡­¡­ Mm harinya, di kediamanContent ? N?velDrama.Org 2024. Keluarga Costan¡£ Samantha yang sudah menyelesaikan jadwal syutingnya, bergegas mampir ke kediaman Keluarga Costan. Samantha menggunakan san hendak menjenguk kedua anak kembarnya untuk mengunjungi kediaman Keluarga Costan, namun san sebenarnya bukah kerinduannya terhadap kedua anaknya, minkan terhadap Asta. Lima tahunlu, dia mengira dia bisa mempert kedua anak itu dan menjadi istri dari Tuan Muda Keluarga Costan, tapi Asta hanya ingin menerima kedua anaknya, dan tidak berniat menerima ¡®ibu kandung¡¯ dari kedua anak ini. Orang luar sama sekali tidak tahu ku Samantha adh ibu dari kedua cucu Keluarga Costan. Begitu juga dengan Keluarga Costan, mereka semua hanya menganggapnya sebagai ibu dari kedua anak ini, dan tidak ada yang mempekukannya sebagai Nyonya dari Keluarga Costan. Sma beberapa tahun ini, Samantha juga terus menahan dirinya, dan terus berpura-pura baik kepada anak yang dhirkan oleh Samara, karena dia berpikir dengan memanfaatkan Oliver dan Olivia, suatu hari nanti dia akan bisa menikah dengan Asta. Tapi, lima tahun belu begitu saja, dan dia masih belum menjadi Nyonya dari Keluarga Costan. ¡°Nona Samantha, Anda sudah datang ya.¡± Michael menyapa dan memimpin jn untuk Samantha. ¡°Pak Michael, apakah Asta sudah png?¡± ¡°Tuan Muda Asta belum png, tapi Tuan Kecil dan Nona Kecil ada dirumah.¡± Michael menganggap Samantha sebagai ibu kandung dari kedua cucu Keluarga Costan dan mempekukannya dengan hormat : ¡°Anda juga sudahma tidak bertemu dengan mereka kan?¡± Samantha yang mendengar bahwa Asta tidak dirumah dan hanya ada kedua anak kembar itu seketika merasa pusing. Karena anak kembar itu bukah anak kandungnya, dan tidak akrab dengannya serta slu mengali lubang untuk mempersulitnya. Saat Asta dirumah suasana akan sedikit lebih baik, tapi saat Asta tidak ada, kedua anak itu bahkan tidak bisa berkomunikasi dengannya dan slu mengabaikannya. Dia sangat ingin main tangan dan memberi pjaran kepada dua anak itu, tapi bagaimanapun mereka adh kesayangan Asta. Dia takut ku dia benar-benar menampar mereka, Asta tidak akan membiarkannya munculgi di Keluarga Costan. ¡°Nona Samantha¡­.¡± ¡°Hm?¡± Samantha tersadar dan segera tersenyum : ¡°Pak Michael, sebenarnya tadi saya merasa bersh, merasa bersh karena sebagai ibu mereka saya tidak bisa menemani mereka setiap saat. Meskipun saya juga sangat rindu pada mereka, tapi¡­.saya tidak punya hak untuk tinggal disini.¡± Samantha yang merupakan seorang aktris tentu tidak sulit baginya untuk berakting seperti ini. Pak Michael mengira ku Samantha benar-benar merasa bersh, dan menghiburnya : ¡°Nona Samantha, jangan telu dipikirkan, sekarang saya akan membawamu menemui mereka.¡± ¡°Maaf merepotkan Pak Michael ya.¡± Samantha mengikuti Pak Michael menujuntai dua dan Pak Michael mengetuk pintu kamar Oliver dan Olivia. ¡°Tuan Kecil, Nona Kecil, tolong buka pintunya, ibu kalian datang untuk menjenguk kalian.¡± Samantha mengira ku kedua anak itu akan mengabaikannya seperti sebelumnya, tapi siapa yang menyangka sebuah suara anak-anak yang jernih terdengar dari dm. ¡°Kakek Michael, biarkan dia masuk sendirian, saya dan Olivia ingin menghabiskan waktu bersamanya.¡± Pak Michael yang mendengar itu merasa lega : ¡°Nona Samantha, lihah, memang naluri ibu dan anak itu ada, bukan hanya kamu yang merindukan mereka, mereka juga merindukanmu.¡± Samantha tersenyum pahit, tapi didm hatinya dia tiba-tiba merasakan firasat buruk. Bab 7 Bab 7 Samantha membuka pintu kamar dan mngkah masuk kedm. Samantha tidak suka pada sepasang anak kembar itu, tapi demi menyenangkan mereka, dia terpaksa harus tersenyum : ¡°Olivia, Oliver, ibu datang menjenguk kalian.¡± Oliver dan Olivia yang sedang duduk di karpet seketika bergidik saat mendengar kata ibu keluar dari mulut Samantha. Meskipun ayahnya mengatakan kepada mereka ku wanita ini adh ibu yang mhirkan mereka, tapi mereka tidak suka padanya, sangat tidak suka. Mata hitam Oliver berputar beberapa kali dan raut wajah jahil terlihat di wajahnya. ¡°Bisakah kamu kemari sebentar?¡± Samantha tidak tahu apa yang sedang Oliver rencanakan, tapi dia tetap berjn menghampirinya. ¡°Saya memiliki sesuatu yang sangat berharga untuk saya, saya ingin memperlihatkannya kepadamu.¡± Jarang-jarang Oliver tidak menunjukkan sisi gpnya dan memperlihatkan senyuman polos di wajah tembemnya. Samantha yang melihat Oliver mi menurunkan kewaspadaan terhadap dirinya, hendak menggunakan kesempatan ini untuk mendekatkan diri dengannya, jadi dia berpura-pura lembut dan berkata : ¡°Baik, apa yang ingin kamu perlihatkan kepadaku?¡± Oliver mengeluarkan tangan kecil yang tersembunyi di balik punggungnya, dan seekor r kecil berwarna putih salju terlihat melingkar di tangannya, dan tidak berhenti menjulurkan lidahnya. ¡°Ini hewan peliharaanku, Snowy.¡± r putih itu seh tahu Oliver sedang memperkenalkan dirinya, dan sepasang mata kuningnya menatap Samantha dan lidahnya menjulur dengan bersemangat. Dan saat Samantha melihat r putih yang ada didepannya, dia terkejut setengah mati dan bergegas mngkah mundur. ¡°Singkirkan! Cepat singkirkan! Jangan kemari!¡± Oliver mengelus kep r itu dan sengaja mngkah mendekat pada Samantha. ¡°Saya dan Olivia sangat menyukai Snowy, ku kamu takut sebaiknya kamu tidak usah bemama disini.¡± Olivia yang tidak bisa berbicara juga menganggukkan kepnya sebagai isyarat ku dia setuju dengan ucapan kakaknya. Samantha menatap sepasang anak kembar yang sengaja memprovokasinya, dia menggertakkan giginya dan hatinya dipenuhi dengan kebencian, dia sangat ingin menampari mereka namun seth memikirkan konsekuensi yang akan terjadi, dia menahan diri.¡± ¡°Bagaimanapun saya adh ibu kalian! Kalian keteluan sekali!¡± Seth mengucapkan kalimat itu, Samantha keluar dari kamar Oliver dan Olivia dengan marah. Tangan kecil Oliver bermain dengan Snowy, menunjukkan ketidakpuasannya : ¡°Wanita itu sangat tidak berguna kan? Bahkan Snowy saja bisa membuatnya sekaget itu, sebenarnya apa yang dipikirkan ayah sampai-sampai bisa tertarik padanya?¡± Olivia menganggukkan kepnya, dan dia kembali teringat pada bibi yang dia temui di bandara.¡± Dia sangat ingin mengganti ibunya, bibi yang ditemui di bandara itu barh sosok ibu dm hatinya! ¡­¡­ Pukul sebs mm. Sesampainya Asta dirumah, Michael mporkan kepadanya ku Samantha datang untuk menjenguk Oliver dan Olivia. ¡°Kali ini berapama Samantha bertahan disini?¡± ¡°Lebihma dibandingkan beberapa kali sebelumnya, kali ini dia bertahan sma 15 menit.¡± ¡°Baik, kamu turun saja.¡± Asta membuka kancing kemejanya dan kemejanya sedikit terbuka, memperlihatkan tng rahangnya dan tng sngkanya yang indah. Enam tahunlu, dia dibius oleh seseorang dan obat itu membuat nafsunya bergejk, dan dia menjadikan Samantha sebagai pemuas nafsunya, tapi dia tidak menyangka akan mendapatkan Oliver dan Olivia. Mm itu, enam tahunlu, js-js dia sangat terpikat oleh tubuh seksi dan mempesona itu, meskipun dia terus merintih seperti seekor hewan kecil dibawah tubuhnya, tapi dia mengabaikannya dan terus memperkosanya dengan kejam. Namun lima tahun ini, dia berhadapan dengan wajah yang sama, orang yang sama tapi dia tidakgi merasakan perasaan bergejk dm dirinya. Dia hanya menganggap Samantha sebagai ibu dari kedua anaknya saja saat ini. Saat ini Asta tidak memperdulikan Samantha, dia lebih peduli tentang Samara yang mengabaikannya pagi tadi,lu menelpon Wilson. ¡°Wilson, bagaimana kabar Samara disana?¡± ¡°Sampai saat ini dia belum png kerja, kabarnya kasus yang dia tangani saat ini adh korban mutsi, beban kerjanya sangat berat.¡± Wilson mporkan keadaan dengan jujur. Asta melirik jam dindingnya dan berkata dengan tatapannya yang dm : ¡°Kirimkan makan mm untuknya atas namaku.¡± Wilson yang mendengarnya tercengang dan tidak bisa menahan dirinya untuk tidak membuka mulut : ¡°Tuan, wanita ini sangat tidak tahu diri, apa Anda masih¡­..¡± Asta meny dengan sinis : ¡°Kamu sedang mengajariku?¡± Wilson : ¡°Tidak berani, Tuan, maaf, saya sh.¡± Seth panggn berakhir, Wilson segera memesan makan mm untuk diantarkan kepada Samara. Asta bangkit berdiri dan menatap hman bkangnya yang dipenuhi dengan mawar putih dari jend besarnya. Dia tidak peduli sesulit apa sosok Samara, dan berapa banyak uang yang harus dihabiskannya, dia hanya peduli apakah dia bisa meminta bantuannya untuk menyembuhkan afasia yang diidap Olivia. Bagi Asta, dia tidak ingin putrinya sendiri tidak bisa berbicara seumur hidupnya, bahkan tidak bisa memanggilnya Ayah.Content ? N?velDrama.Org 2024. Bab 8 Bab 8 Seth mematikanmpu hijau, Samara melepaskan masker medis dan kacamata pelindungnyalu berjn menuju area kantor. Saat dia baru hendak duduk dan menandatanganiporan autopsi, dia melihat kotak-kotak makan mm yang dikemas dengan rapi menumpuk di mejanya, dan sebuah tulisan tercetak diatas kantong makanan itu ¨C Metroluxe. ¡°Lucas, apa ini? Samara mengernyitkan keningnya. ¡°Bu, ini adh pesanan untuk Anda.¡± Lucas melirik-lirik kotak makanan itu dan berkata dengan iri : ¡°Metroluxe adh sh satu restoran paling berks di Kota Metro, rumornya itu hanya dibuka untuk orang yang memiliki keanggotaan dan biaya keanggotaannya itu mencapai miliaran, orang berstatus setinggi apa yang bisa meminta Metroluxe untuk mengantarkan makan mm di jam segini?¡± ¡°Untukku?¡± Samara kembali mengernyitkan keningnya : ¡°Siapa yang mengirimkannya?¡± Lucas meraih secarik kartu yang ada dibawah kotak-kotak makanan itu, dan membacakannya : ¡°Nona Samara bergadang untuk bekerja semman, Anda sudah bekerja keras¡ª- Sm, Asta.¡± Lucas yang membacakan tulisan di kartu itu seketika terkejut, bahkan Jane juga tampak kebingungan. Keahlian Samara sebagai ahli forensik memang tidak diragukangi, tapi dari segi penampn dia benar-benar jelek, belumgi bintik-bintik diseluruh wajahnya, dan fitur wajahnya yang tidak menarik, itu bukah penampn yang akan meninggalkan kesan kepada orang. Bagaimanapun mereka tidak percaya ku Asta akan cukup buta dan mengejar wanita sejelek Samara, tapi kotak makan mm dari Metroluxe yang ada dihadapan mereka membuat mereka mau tidak mau harus percaya ku diantara mereka berdua memang ada hubungan khusus. Lucas menggaruk kepnya dan bertanya : ¡°Bu, ada hubungan apa¡­antara Anda dan Asta?¡± ¡°Orang asing.¡± ¡°Bu, kamu sedang membohongi kami?¡± ¡°Terserah mau percaya atau tidak.¡± Samara meraih kartu ucapan yang ada di tangan Lucas dan membuangnya ke tempat sampah,lu melirik kearah makanan yang memenuhi mejanya dan berkata dengan dingin : ¡°Lucas, bawa semua makanan ini dan bagikan kepada rekan-rekan forensik yang lembur mm ini, ku masih bersisa, bagikan juga kepada paman yang berjaga.¡± Seth selesai berbicara, Samara mengeluarkan sebungkus biskuit dari tasnya dan memakannya. Lucas menatapnya dengan tatapan tidak mengerti : ¡°Bu, kamu tidak memakan makanan dari Metroluxe dan memilih memakan biskuit?¡± Samara menatapnya dengan tajam : ¡°Ada yang sh?¡± Lucas segera menggelengkan kepnya : ¡°Tidak ada, saya akan segera membagikan makanan ini.¡± Samara mengunyah biskuitnya dan tidak melirik sedikitpun makanan-makanan itu. Kenapa memangnya ku itu makanan dari restoran mahal seperti Metroluxe? Samara tidak akan mengambil sesuatu yang tidak pantas dia dapatkan, tapi itu adh makanan yang dibuat dengan hasil jerih payah, ku dia tidak memakannya, dia bisa memberikan kepada orangin untuk dimakan. Jane tidak menyentuh makan mm dari Metroluxe, dan menatap Samara tanpa berkedip. Saat ini Jane merasa ku atasan barunya ini cukup menarik, dia tidak hanya terampil, tegas dan profesional, dm menghadapi orang- orang terkemuka seperti kakeknya dan Asta pun dia tidak merendahkan maupun menyombongkan dirinya dan senantiasa menjaga jarak, penampn luarnya js-js tidak menarik tapi auranya yang tenang dan dingin mh membuat Jane tidak bisa mengabaikannya. ¡°Bu, apakah saya boleh meminta biskuitmu?¡± Samara menatapnya dan tersenyum : ¡°Tidak makan makanan yang dikirimkan Asta?¡± ¡°Saya tidak kenal dengan Asta, tadi saya hanya sedikit penasaran dengan hubungan kalian. Karena Anda mengatakan ku Anda juga tidak mengenalnya, saya tentu harus berada dijalur yang sama dengan Anda.¡± Jane th melihat profesionalitas dan kepribadian Samara, jadi dia sudah bersedia menerima Samara sebagai atasannya. Samara merasa ku cucu perempuannya Oscar cukup menarik dan kemudian membagikan sepotong biskuit kepadanya. ¡°Ini.¡± Kedua gadis itu mengunyah biskuit padat yang terasa hambar, dan bertukar pandanglu tersenyum satu samain. Satu pandangan itu membuat Jane menyadari ku fitur wajah Samara memang biasa saja, tapi sepasang matanya itu sangat indah, apgi saat dia tersenyum, pesona didm matanya itu membuat orang sulit untuk melupakannya. ¡­¡­ Keesokan paginya. Di gedung perkantoran yang tinggi, Asta menghadap keluar jend besar yang memenuhi dinding, dan memperhatikanlu lintas Kota Metro yang dipenuhi oleh mobil yang belulang. Kemeja hitam membalut bahu lebar dan pinggangnya yang ramping dengan sempurna, fitur wajahnya yang indah dan setampan patung, dan sekujur tubuhnya yang memancarkan aura yang menakjubkan. ¡°Tuan, saya curiga ku wanita ini sama sekali tidak tahu apa-apa.¡± Wilson mporkan dengan wajah muram : ¡°Samara tidak tahu sekuat apa nama Keluarga Costan di Kota Metro, dan sepertinya dia juga tidak tahu restoran sebaik apa Metroluxe itu, tadi mm saya melihatnya dengan mataku sendiri ku bawahannya sedang membagikan makanan yang kita kirimkan kepada petugas jaga!¡± Asta membuka suara dengan ringan : ¡°Dia mungkin tidak tahu tentang Keluarga Costan maupun Metroluxe.¡± Wilson menggertakkan giginya dan mengemukakan tebakannya dengan berani : ¡°Tuan, ku Samara sedang berpura-pura bodoh, maka kemungkinan besar dia sedang memainkan taktik jual mahal. Dia sengaja memancing Anda dan pehanhan membuat Anda semakin penasaran terhadapnya. Ku dia selihai ini, bisa saja dia akan mempert Nona Olivia kemudian harinya¡­.¡± Mata tajam Asta berputar, dan dia mengetuk meja kerjanya dengan berirama. ¡°Wilson, kamu sudah bisa menulis novel dengan isi otakmu itu.¡± ¡°Tuan¡­.¡± ¡°Orang yang kita pekerjakan saja tidak bisa meretas informasi pribadinya,ntas kamu mengira dia hanyh orang biasa?¡± Asta yang duduk di kursinya menyeringai dengan sepasang mata tajamnya yang gp : ¡°Ahli Forensik Khusus? Itu hanyh sedikit cuplikan yang ditunjukkan wanita itu saja.¡± Seth mendengar ucapan Asta, Wilson seketika tersadar. ¡°Tuan, maafkan kekeliruanku.¡± ¡°Tidak apa.¡± Asta melipat tangannya dan bertumpu : ¡°Tolong undur semua pertemuan bisnisku mm ini, saya yang akan langsung menjemputnya png kerja.¡±Belonging to N?velDrama.Org. Bab 9 Bab 9 Keesokan harinya, pada sore hari, ruangan rapat hening dan tidak terdengar suara, semua orang tampak sangat tidak berdaya. Sebagai petugas yang bertanggung jawab atas kasus ini, Max mengumpulkan data yang ada didepannya : ¡°Ku tidak adagi yang ingin ditambahkan, maka rapat hari ini selesai sampai disini, ikuti terus perkembangan tentang daftar wanita yang hng baru-baru ini, kita harus segera memastikan identitasnya.¡± Pada saat semua orang sedang menguap dan bersiap meninggalkan ruangan rapat, seseorang dari sudut berdiri pehan. ¡°Ada yang ingin saya tambahkan.¡± Samara yang mengenakan jas putih dengan satu tangan yang diletakkan didm saku berkata dengan tenang dan acuh tak acuh. Orang-orang yang ada disekitarnya punngsung menatap Samara yang bangkit berdiri dan mi berbisik-bisik. ¡°Wajah baru, saya belum pernah melihat dia sebelumnya, apakah dia anak baru di departemen forensik?¡± ¡°Apakah anak muda sekarang semuanya seg ini? Begitu banyak orang yang jauh lebih berpengman dibandingkan dengan dia, mereka saja tidak mengatakan apa-apa, anak baru seperti dia mh mau menambahkan sesuatu?¡± ¡°Saya penasaran dengan omong kosong apa yang ingin ditambahkannya!¡± Jane dan Lucas saling bertukar pandang, seh sedang bertelepati, ck ck ck, orang-orang ini menganggap atasan mereka adh anak baru? Ku begitu tunggu saja wajah tebal orang-orang ini dipermalukan oleh atasan mereka! Samara sama sekali tidak peduli dengan suara-suara itu, dia berjn menghampiri Max, dan berjongkoklu mengambil secarik kertasporan, dan diatas kertasporan itu juga terlihat bekas injakan. ¡°Sin laporan autopsi, saya juga menuliskan selembarporaninnya tapi sepertinya orang mh menganggap kertas ini sebagai kertas bekas ya.¡± Suaranya tidak keras, tapi setiap katanya begitu bergema, seperti seberkas cahaya yang menembus hati manusia. Max menjadi sedikit canggung dihadapan semua oranglu berkata tanpa pikir panjang : ¡°Berikanporannya kepadaku, saya akan membacanya.¡± ¡°Ku sudah dipekukan sebagai kertas bekas sekali, pasti akan dipekukan seperti kertas bekas untuk kedua kalinya.¡± Samara menepuk-nepuk debu yang ada diatas kertasporannya itu. ¡°Autopsi tidak hanya sekedar menguji untuk mendapatkan waktu kematian dan mengekstrak informasi DNA, saya sudah menjahit dan menyatukan kembali mayat kedua wanita itu, meskipun tidak bisa dikenali, fitur wajah yang sulit dibedakan, tetapi dari karakteristik fisiknya saya bisa menarik kesimpn bahwa mereka sudah menikah, dan keluarga mereka cukup kaya dan mereka sering mengunjungi klub kecantikan tingkat atas. Dan dengan informasi ini, hanya 3 orang dari daftar orang hng yang memenuhi persyaratan. Dan hanya ada dua orang yang cocok jika disifikasikan dari segi usia, yaitu Levana dan Yumi, kalian boleh meminta keluarga dari kedua wanita ini untuk datang memeriksa DNA nya. Departemen Investigasi harus segera mengintensifkan pencarian wanita ketiga yang masih belum ditemukan, dia harus bisa ditemukan sebelum sesuatu terjadi padanya. Keterampn pisau pembunuh ini cukup bersih, dia tidak memiliki simpati sedikitpun, ini termasuk sebagai pembunuhan berantai dan dia memiliki jiwa psikopat yang khas, ku dia tidak segera ditangkap dan dipenjara, akan lebih banyak wanitain yang terbunuh. Seth selesai berbicara, Samara meletakkan dokumen itu dihadapan Max. Max meliriknya seks, dia tahu ku apa yang diucapkan Samara tadi benar, dan dia berhasil menyempitkan lingkup pencarian dari ratusan orang menjadi dua orang. ¡°Karena kedatangan saya bertepatan dengan kasus mutsi ini, maka saya tidak sempat menyapa kalian semua.¡± Tatapan Samara setenang air : ¡°Saya Samara, Ahli Forensik Khusus dari Unit Kejahatan Berat, mohon bantuannya.¡± Seth mendengar ucapan Samara, semua orang yang ada di ruangan rapat seketika bergidik. ¡°Saya kira Ahli Forensik Khusus itu akan berusia 40 tahunan, tidak disangka masih semuda ini!¡± ¡°Dengan analisanya tadi, apakah itu berarti kita tidak perlu repot-repot mengerjakan daftar nama berisikan ratusan orang itugi?¡± ¡°Astaga! Dia baru saja menymatkan kita dari bergadang!¡± ¡°¡­¡­¡± Samara tidak memperdulikan keraguan mereka, dan juga tidak peduli dengan pujian mereka. ¡°Saya sudah memaparkan informasi dari segi forensik, ku begitu saya pamit dulu, semoga yanginnya juga bekerja keras agar saya bisa mengurangi jam lembur saya minggu ini.¡± Sudut bibir Samara melengkung keatas dan menunjukkan senyumannya, mata almondnya juga terlihat jernih seperti kristal. Semua rekannya menatap punggung Samara yang tegas, dan mengira dia sedang menyombongkan dirinya. Wah, begak sekali! Kenapa memangnya ku dia baru berumur dua puluh tahunan? Diseluruh Unit Kejahatan Berat tidak ada satu orang pun yang bisa sepertinya, dia sanggup mempersingkat waktu penyelidikan yang seharusnya memakan waktu berhari- hari dan bermm-mm, dan membuat mereka memiliki lebih banyak waktu berharga untuk menyelesaikan kasus ini. Di ruang ganti, saat Samara baru mengganti jas putihnya, dan mendapat telepon dari putranya. ¡°Ibu, apakah kamu sibuk dan sudah lupa padaku?¡± Javier mengeluh kepadaConTEent bel0ngs to N?v(e)lD/rama(.)Org . Samara, tapi nada bicaranya tidak terdengar menyhkan Samara sama sekali, sebaliknya mh penuh kehangatan : ¡°Tidak apa-apa ku kamu melupakanku, tapi jangan sampai kamu lupa akan kesehatanmu, saya sudah membuatkanmu sup ayam herbal, ingat diminum saat kamu png ya.¡± Teringat keterampn memasak putranya itu, Samara tidak menahan diri untuk mencium ponselnya sebentar. ¡°Sayangku, ibu cinta sekali padamu~~¡± ¡°Ibu, saya juga mencintaimu.¡± Javier kembali bertanya beberapa pertanyaan kepada Samara sebelum akhirnya mengakhiri panggn dengan tidak r. ¡°Bu, siapa sayang-mu yang menelponmu barusan, apakah dia pacarmu?¡± Jane yang mendengar kata ¡®sayang-ku¡¯ seketika menjadi penasaran dan bertanya. Pacar? Samara tidak bisa menahan gk tawanya dan menepuk pundak Jane : ¡°Jane, sayangku bahkan ada lebih dari satu.¡± Jane yang mendengarnyangsung bergidik, astaga! Atasannya ini luar biasa sekali, ada Asta yang mengiriminya makan mm dan dia masih punya dua brondong kesayangan. Samara turun kebawah dan keluar dari area Unit Kejahatan Berat. Tapi, belum sempat mngkah jauh, sebuah mobil Hummer mengkp berhenti di sisinya. Pintu mobil itu terbuka, dan saat Samara belum sempat melihat dengan js orangnya, dia sudah ditarik masuk kedm kursi penumpang. Bab 10 Bab 10 Samara ditarik paksa kedm mobil, dia terkejut dan bersiap untuk mwan tapi pergerakanwan jauh lebih cepat daripadanya. Lengannya di tahan oleh pria itu, dia bahkan bisa merasakan nafas hangat pria itu didekat telinganya, bahkan bibir tipisnya menyentuh daun telinganya dengan lembut. ¡°Lepaskan saya, kamu ini pria bukan sih? Beraninya menyerang secara mendadak seperti ini.¡± Semakin Samara mencoba melepaskan diri, semakin erat pria itu memeluknya, dia bisa merasakan punggungnya dan dada pria itu semakin sesak. Suara pria itu terdengar menarik, dan suara tawa nya melewati telinganya. ¡°Saya pria atau bukan? Kamu periksa saja sendiri, bagaimana?¡± ¡°Ku begitu lepaskan saya.¡± B mata Samara berputar beberapa kali : ¡°Kamu menggenggamku dengan erat, bagaimana saya bisa memeriksanya?¡± Pria itu tidak berkomitmen namun pada akhirnya dia melepaskan lengan Samara. Detik snjutnya, Samara membalikkan badan dan mengarahkan tinjunya kepada pria itu namun ditangkis dengan mudah. Tangan besarnya meraih tinjunya dan menariknya ke arahnya, dan jarak antara keduanya tiba-tiba menyempitgi. ¡°Kamu ini benar-benar kucing liar kecil dengan cakar yang tajam ya.¡± Samara menatap pria di depannya, matanya penuh keterkejutan. Fitur wajahnya yang sempurna tanpa ch, sepasang mata tajamnya yang dingin dan menatap dm sedm sumur berusia ribuan tahun, dan tidak terlihat dasarnya. Tahilat di bawah kelopak mata kanan menambahkan sedikit aura genit ke seluruh wajahnya. Sudut bibirnya terangkat, dan tatapan dinginnya tersirat kebenaran dan kejahatan, begitu misterius. Samara sudah hidup sma dua puluh lima tahun dan sudah banyak menemui pria yang berkulit mulus, tapi pria di hadapannya ini benar-benar sangat sempurna. Asta melihat Samara yang tercengang, dan matanya berbinar. ¡°Saya sangat ingin mengundang Nona Samara untuk makan dan sudah ditk berkali-kali oleh Anda, jadi saya tidak punya carain sin menggunakan cara ini untuk menemuimu.¡± Asta melepaskan cengkramannya pada tangan Samara, dan berkata : ¡°Nama saya Asta.¡± Seth mendengar nama itu, Samara segera tersadar kembali. ¡°Jadi, kamu adh Asta?¡± Samara menyandarkan punggungnya pada pintu mobil dan matanya menatap Asta dengan penuh pertahanan : ¡°Saya tidak kenal kamu, jangan beritahu saya ku kamu menculikku seperti ini hanya untuk mengajakku untuk makan?¡± Asta sudah bertemu dengan berbagai jenis wanita, yang berks, yang manja, yang lembut, yang lemah, tapi mereka semua sama-sama memiliki keinginan untuk mengikat hubungan dengannya, tapi wanita yang ada dihadapannya ini mh menatapnya dengan penuh kewaspadaan. Wanita ini tidak telu cantik, tapi pemikirannya sadar dan membuatnya merasa ku dia sangat menarik. Asta ingin melihat wanita ini lebih js, jadi dia mencondongkan tubuhnya dan semakin mendekat padanya. Samara terus bergerak mundur dan menempelkan dirinya pada pintu mobil sampai tidak ada jarakgi untuknya, namun tangannya yang ada dibalik tubuhnya diam-diam meraih sebuah jarum perak, dan saat dia mendekatkan dirigi, jarum itungsung dititikkan pada keningnya. Tapi saat Samara hendak bertindak, Asta tidakgi mendekat, dia mengulurkan tangannya menuju punggungnya dan mengeluarkan jarum perak yang disembunyikan Samara. ¡°Kamu¡ª-¡± Samara tidak menyangka ku kemampuan observasi Asta begitu mengejutkan, dan membuatnya tercengang. ¡°Nona Samara, kamu berpikir telu jauh.¡± Asta mengambil jarum perak yang ada ditangan Samara dan melihat lebih dekat : ¡°Saya adh ayahnya Olivia, saya mengajakmu untuk makan hanya untuk berterimakasih kepadamu karena sudah membantu menjaga putriku saat di bandara.¡± Olivia? Saat mendengar namanya, Samara samar-samar memiliki ingatan tentang gadis kecil yang mengidap afasia yang dia temui dibandara. ¡°Tidak perlu berterimakasih, Olivia sangat lucu, ku berganti menjadi orangin pun pasti akan mkukan hal yang sama.¡± Samara mengingat sosok imut dan lucu itu, ekspresinya seketika melunak dan senyuman mi terlihat merekah diwajahnya : ¡°Apakah si imut itu baik-baik saja bkangan ini? Dia sangat imut sampai membuat orang yang melihatnya akanngsung menyayanginya¡­.¡± Asta meni wajah Samara, fitur wajahnya memang terlihat biasa saja, tetapi sepasang matanya itu membuat dia merasa tertarik. Samara yang dibayangkannya memang sesuai dengan yang ditemuinya, dia begitu menyukai Olivia, dan perkataannya juga tidak dibuat-buat atau menyiratkan keinginanin, itu benar-benar ucapan yang tulus dari hatinya. Rasa sukanya itu bahkan membuat Asta secara tidak sadar memiliki pemikiran. Samara sepertinya lebih menyukai Olivia daripada Samantha, ibu kandungnya. Pada saat ini, mobil tiba-tiba berbelok kearah kanan dengan tajam dan membuat Samara terhempas kearah Asta. Tapi¡­ Yang lebih parah adh, wajah kecil Samara mendarat pada tubuh bagian bawahnya Asta. Wilson yang mengemudi dibarisan depan menggunakan sistem komunikasi didm mobil untuk menyampaikan : ¡°Maaf, Tuan, ada truk yang tiba-tiba berganti jalur didepan dan saya tidak sempat mengerem mobilnya.¡± Seth adegan itu, Hummer itu kembali mju di jnan.Belonging to N?velDrama.Org. Keheningan mengisi barisan bkang mobil, Samara dan Asta mempertahankan postur yang sangat ambigu. Bab 11 Bab 11 Wajah Samara merona merah, dia bahkan merasa ingin mati saja. Dia menopang kursi dengan tangannya dan hendak bangkit dari tubuh Asta, tetapi saat wajahnya terangkat, kulit kepnya terasa sakit dan dia kembali terbenam. ¡°Apa yang kamukukan!¡± Nafas Asta tiba-tiba menjadi lebih berat, bahkan suaranya sedikit serak. Mampus! Asta tahu betul ku Samara tidak sedang menggodanya, tapi jarak wajah Samara begitu dekat dengan area sensitifnya dan dia bahkan bisa merasakan nafasnya. ¡°Jangan bergerak. Rambutku tersangkut¡­diresletingamu.¡± Samara jarang berbicara dengan suara terbata-bata, dan warna merah pipinya terus menyebar hingga ke telinganya, sangat merah seperti meskan darah, dia juga tidak tahu harus berbuat apa. Benar-benar sial sekali! Ujung rambutnya tidak kusut, tapi bisa-bisanya tersangkut di resletingnya Asta. Samara th berusaha sebisanya untuk menjauh dari zona berbahaya itu, tapi dia harus melepaskan ikatan rambutnya yang tersangkut, dan posisi itu hampir tak terkkan. Pada saat ini, Samara membenci dirinya sendiri karena memiliki rambut yang begitu panjang, dan terasa sangat menyakitkan saat menariknya, tetapi ku tidak menariknya, ini akan menjadi siksaan sampai mati. Samara tidak berhenti memberitahu dirinya sendiri untuk tetap tenang, dia adh seorang dokter, dan sudah sering melihat mayatkiki, dia tidak hanya sering melihat bend aitu, dia bahkan pernah membedahnya dengan tangannya sendiri¡­ Tepat ketika Samara hendak menenangkan dirinya, ukuran t vital pria itu pehanhan mengmi perubahan. Tatapan itu membuat Samara merasa terpecah, sin, yang dia lihat sma ini semuanya sudah mati, sekarang dia dihadapkan dengan yang masih hidup dan ganas, bagaimana bisa sama? Samara akhirnya tidak tahan untuk membuka suara : ¡°Saya sedang melepaskan lilitannya, apakah kamu bisa mengendalikan dirimu?¡± Mata tajam Asta terlihat gp, dan berbisik padanya : ¡°Mohon maaf, tapi tanganmu sudah meraba-raba disini sejak tadi, bagaimana bisa kamu memintaku untuk mengendalikan diri? Selesaikan saja urusanmu sendiri.¡± Samara mengigit bibirnya dengan kuat, rasanya dia sudah hampir g! ¡°Baik, saya sudah tahu, saya akan cepat, tapi jangan mendesak!¡± Samara bergumam, dan mi memikirkan cara untuk melepaskan diri, dialu mengarahkan tangannya dan menyentuh area resleting yang berbahaya, dan pehanhan menurunkan tangannya untuk menarik ujung rambut yang terlilit, tapi itu juga artinya dia harus menyentuh bagian yang tidak seharusnya. ¡°Apa yang sebenarnya sedang kamu raba?¡± ¡°Saya sudah tahu, jangan berteriak, sebentar identitas aslinya, dan ingin dirinya membantu menyembuhkan seseorang? Apakah ibu dari gadis imut itu? Penyakit tersembunyi apa yang diidap oleh kekasih Asta itu? ¡°Asta, ayo kita buka kartu, dan katakan dengan sejujurnya apa tujuanmu mencariku?¡±Belonging to N?velDrama.Org. Bab 12 Bab 12 Asta menatap dm pada wajah Samara, dan bibirnya yang tipis terangkat : ¡°Nona Samara, tingkat kewaspadaan Anda memang tidak biasa. Tapi, hal apa yang kamu bayangkan akan kkukan padamu?¡± Samara yang ditatap oleh sepasang mata itu merasa tidak nyaman. Tatapan pria itu menjjahi wajah kecilnya, seh-h dia bisa melihat ke dm jiwanya. Samara tidak hanya terpikir soal rumor Asta yang ada diluar, yang mengatakan bahwa dia adh sosok yang superior dan kuat, serta sulit dibodohi. Yang Asta sukai, tidak pernah tidak didapatkan olehnya. Dia juga tidak sepenuhnya mengabaikan Asta sebelumnya, hanya saja dia tidak ingin terlibat dengan pria berbahaya seperti itu. ¡°Tuan Muda, makan mm sudah siap.¡± Pak Michael datang untuk mporkan. Bibir Asta sedikit terangkat : ¡°Nona Samara, mari makan bersama, shkan cicipi keahlian memasak koki saya.¡± Samara juga tidak ragu-ragu, dan ikut bersama Asta menuju meja makan. Hidangan lezat sudah memenuhi meja makan, Samara duduk dan mi makan, diangsung tercengang dengan keahlian memasak koki Keluarga Costan pada suapan pertama, tapi dia bisa menahan dirinya, dan akhirnya bisa makan bersama dengan Asta dengan lega. Dan saat mereka hampir selesai makan, ponsel Asta tiba-tiba berdering. ¡°Maaf, saya tinggal sebentar ya.¡± ¡°Shkan.¡± Seth Asta pergi, Samara akhirnya merasa lebih lega. Dia menghabiskan sepiring nasi hanya dm beberapa suap, dan Asta pun tidak terlihat mempersulitnya. Lantas apakah dia sendiri yang berpikiran jahat dan menganggap Asta adh orang jahat? Samara yang hendak membersihkan sisa makanan di piringnya, tiba-tiba merasakan kelembutan yang dingin di pahanya. Apa ini? Samara melihat ke bawah dan melihat seekor r seputih salju melilit betisnya, merangkak naik sedikit demi sedikit. Mata rnya seperti batu amber yang jernih, dan dia tidak berhenti menjulurkan lidahnya¡­ Dia berbeda dengan Samantha yang sejak kecil tumbuh besar di kota, sebelum dia berumur 19 tahun, dia tinggal di perdesaan, dan dia sudah sering menjumpai r di sawah maupun anak sungai, bukan hanya tidak takut r, saat itu dia dan teman-temannya bahkan sering menangkap r. Dan seth dia pindah ke kota, Samara sudah jarang menemukan r. Samara meletakkan sumpitnya dan menangkap r kecil yang melilit betisnya,lu pehanhan mengusap kep r itu : ¡°Halo, kamu cantik sekali, apa jangan-jangan kamu jelmaan siluman r putith?¡± Ku r ini tidak ada pemiliknya, Samara berencana membawanya png untuk dijadikan hewan peliharaannya Javier. ¡°Kamu tidak takut pada Snowy?¡±From N?velDrama.Org. suara seorang anak kecil terdengar. ¡°Sno..snowy?¡± Tatapan Samara beralih dari Snowy menuju ke anakkiki yang ada didepan pintu ruang makan. Anakkiki itu sangat menawan, matanya yang hitam dan besar menatap padanya, aura menawannya bahkan tidak kh dari putranya, Xavier dan Javier. Bahkan jika dilihat lebih dekat, dia memiliki alis yang mirip dengan Xavier dan Javier, mungkin karena kemiripan itu, Samara tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tersenyum. Samara membawa r itu dan menghampiri Oliver,lu berjongkok dihadapannya. ¡°Apakah r kecil ini milikmu? Lucu sekali!¡± Samara tersenyum, sambil menatap mata anak itu : ¡°Namanya Snowy ya?¡± Anak itu cemberut lalu mendengus : ¡°Kamu jelek, tapi lumayan berani, kamu jauh lebih baik dibandingkan bibi yang berteriak histeris saat melihat Snowy.¡± ¡°Huh, kembalikan dia padaku.¡± Samara meletakkan r putih itu pada tangan kecil Oliver. Oliver kembali mendengus, tapi dia tidak bisa berhenti menatap wajahnya : ¡°Tadi saya mengatakan kamu jelek, kenapa kamu tidak marah?¡± Samara memang memakai topeng wajah itu untuk terlihat jelek, jadi tentu saja dia tidak keberatan dengan apa yang dikatakan anak itu. ¡°Kan memang jelek, kenapa harus marah?¡± Tangan kecil Samara mengusap-usap kep Oliver : ¡°Lagip, ku sudah jeleklu marah, bukannya akan menjadi lebih jelekgi?¡± Oliver yang sudah berusia 5 tahun tidak pernah diusap kepnya oleh orangin sin kakeknya. Ayahnya juga tidak pernah menyentuhnya, dan orangin tidak memiliki keberanian itu, bahkan wanita yang mhirkannya pun, akan takut dengan kata-katanya dan tidak berani dekat-dekat dengannya. Oliver yang kepnya diusap oleh bibi ini merasakan kehangatan yang tak terlukiskan di hatinya. Dia tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya¡­. ¡°Kamu¡­Kamu¡­.¡± anak kecil itu mengepalkan tinjunya. ¡°Hm? Ada apa?¡± Samara menghentikan gerakannya dan mendongak untuk melihat Oliver. ¡°Hei wanita, kamu sudah mengusap kepku, kamu harus bertanggung jawab padaku.¡± Tatapan Oliver terpaku dan berkata : ¡°Jadh wanitaku ya, saya bersumpah akan mkukan yang terbaik untuk melindungimu, dan tidak akan ada orang yang bisa menganggumu!¡± ¡°Pftt¡ª-¡± Samara tidak bisa menahan tawanya dan menggelengkan kepnya. Usia bocah ini tidak jauh dari anaknya Xavier dan Javier,lu sekarang dia mh mengutarakan perasaannya? Yang paling penting adh penampnnya yang menggemaskan dan imut, tetapi perkataannya mh mengundang gk tawa orang yang mendengarnya. ¡°Apa yang kamu tertawakan?¡± Wajah tembem Oliver menjadi serius : ¡°Tidak banyak wanita yang pantas untukku, kamu yang pertama. Karena saya dan Snowy tidak membencimu, maka hari ini kamu mah di sisiku¡­¡± Samara bertanya-tanya apakah ayah anak itu akan mengmi pendarahan otak jika dia mendengarnya perkataan putranya itu. Dan saat dia sedang memikirkan hal itu, sesosok tinggi dan ramping berjn masuk dari arah ruang tamu. Mata pria itu setajam pedang, dan suaranya dingin : ¡°Oliver.¡± Bab 13 Bab 13 Tubuh kecil Oliver membeku,lu menoleh pada Asta yang berjn masuk ke ruang makan. Asta masih memegang ponselnya di tangan, kemeja hitam dengan dua kancingnya yang tidak terkancing, pinggangnya yang ketat dan kakinya yang ramping, dan sepasang mata tajamnya yang terlihat sedikit marah. Anak itu mengatupkan bibirnya, dan wajah tembemnya tampak enggan dan berkata dengan nada suara yang berbeda : ¡°Ayah.¡± Hati Samara membeku saat dia menatap sepasang mata tajam yang dm itu, jadi bocah yang mempunyai r ini adh putranya Asta? Jadi Asta tidak hanya memiliki seorang putri, Olivia, minkan sepasang anak kembar? Asta melirik Oliver dengan acuh tak acuh : ¡°Apa yang ada didm kepmu itu? Memintanya menjadi wanitamu, kenapa?¡± Oliver sedikit takut melihat Asta, tetapi dia ingat bahwa dia baru saja bersumpah di depan Samara bahwa dia akan melindunginya, jadi dia tidak boleh kelihatan gusar didepan ayahnya, dan bersikeras berkata : ¡°Ayah, saya menyukainya, dan saya ingin dia tetap disini.¡± Kening Asta berkerut lebih dmgi : ¡°Apa kamu mengerti apa itu rasa suka?¡± ¡°Tentu saja!¡± Oliver menggaruk telinganya, dan rona merah samar muncul di pipinya : ¡°Ayah, bisakah kamu berhenti mempekukanku sebagai anak kecil? Saya sudah dewasa, saya tahu saya harus menunjukkan inisiatif pada wanita yang kusukai.¡± ¡°Siapa yang mengajarimu kata- kata ini?¡± Asta bertanya dengan dingin. ¡°Saya¡­.¡± Tatapan Asta membuat Oliver sedikit ketakutan. ¡°Oliver, siapa yang mengajarimu?¡± Oliver memutar mata hitamnya beberapa kali,lu menjual pamannya, Alfa : ¡°Paman, saya mendengarnya berbicara seperti itu pada seorang bibi, dan bibi itu menjadi sangat senang, jadi saya kira ku saya berbicara seperti itu, dia juga akan senang,lu tetap menemaniku disini¡­.¡± Mendengar ucapan putranya, Asta sudah menyimpan mash ini dm hati dan akan membuat Alfa membayar harganya. ¡°Kembalh ke kamarmu, ada yang ingin saya bahas dengan Nona Samara.¡± Asta melirik sejenak anak itu. Oliver masih ingin menghabiskan waktu dengan Samara, tapi tatapan ayahnya itu seh menyuruhnya untuk segera pergi, jangan-jangan dia sendiri menyukai wanita ini, dan ingin berduaan dengannya, jadi tidak membiarkan dia, putranya sendiri mendekatinya? Anak itu bergumam samar-samar : ¡°Ayah sendiri ingin memilikinya¡­jadi menggunakan statusnya sebagai ayah untuk menekan orang¡­tunggu saja¡­¡± ¡°Oliver, apa yang sedang kamu katakan?¡± Oliver menggelengkan kepnya dengan patuh : ¡°Saya..saya akan kembali ke kamar.¡± Dan sebelum naik keatas, anak itu tidak lupa menatap Samara dengan serius dan menjskan : ¡°Ayah tidak membiarkanku disini, jadi saya hanya bisa berpamitan denganmu, bye-bye.¡± Mulutnya memang mengatakan seperti itu, tapi tatapannya seh berkata pada Samara, Ayah sudah tua dan tidak mengerti apapun, maafkan saya ya. Samara berjongkok dan mengelus kep anak itu : ¡°Bye-bye~~¡± Seth melihat Oliver pergi, Samara berbalik dan melihat Asta sedang menatapnya dengan tenang, tatapan matanya yang dm membuat jantungnya berdetak kencang. ¡°Nona Samara, sepertinya sangat terampil dm mengurus anak ya?¡± ¡°Mungkin?¡± Samara merasa dirinya bukah ibu yang baik dm merawat anaknya, dia juga sangat ingin menjaga kedua putranya dengan baik, namun seth Xavier dan Javier berangsur-angsur dewasa, sebaliknya mh merekh yang menjaga ibunya dengan sangat baik. Seth makan mm, Samara mengikuti Asta menuju ruang baca dintai dua. Di ruang baca. Sin perabotan, Samara juga melihat satu set rak buku yang megah, tingginya mungkin mencapai lima meter, dan memerlukan tangga untuk mencapai rak paling atas untuk mengambil buku, benar-benar cocok untuk bjar dan bekerja dengan serius disini. Tatapan Asta sangat dingin, tapi fokus : ¡°Nona Samara, sebenarnya memang ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan Anda, saya memerlukan bantuanmu untuk menyembuhkan seseorang.¡± Samara mengerutkan keningnya, dia berpikir ku dia sudah menyembunyikan identitasnya sebagai tabib dengan sangat baik, dan bagaimana pria didepannya ini bisa mengetahui identitasnya? Ku dia tahu, sebanyak apa yang dia tahu? Atau apakah pria ini sudah tahu wajah aslinya di balik topeng ini? Samara mencoba mengk : ¡°Tuan Asta, ku Anda sudah memeriksatar bkangku, maka Anda pasti tahu saya ini dokter forensik, bukan dokter. Hanya berbeda satu kata namun perbedaannya beribu kilometer.¡± Asta mngkah mendekat pada Samara,, dan mata tajamnya itu tidak berhenti menatapnya dengan intens. Sedangkan Samara yang ditatap olehnya merasa seperti seorang bayi yang baru dhirkan, berdiri didepan Asta tanpa dibungkus sehi pakaian pun, dan membiarkan matanya menatap dan meni dirinya sendiri. ¡°Olivia sudah mengidap afasia sejak kecil, dan saya sudah membawanya menemui berbagai dokter, tapi mereka semua mengatakan ku penyakitnya ini bukan penyakit turunan, minkan terjadi karena mash psikologisnya.¡± Asta berhenti sesaat sebelum mnjutkangi : ¡°Kamu adh orang pertama yang membuatnya bisa berbicara, dan membuatnya mengucapkan kata ¡®ibu¡¯¡­.¡± ¡°Saya membuatnya bisa berbicara?¡± ¡°Tidak ada gunanya saya membohongimu.¡± AstaContent ? N?velDrama.Org 2024. menatap wajah Samara yang sempat kagetlu berkata dengan tenang : ¡°Saya hanya ingin kamu membantu membuat hati Olivia sedikit terbuka.¡± Mendengar itu, Samara mengh nafasnya dan merasa lega karena ini tidak ada hubungannya dengan identitas aslinya. ¡°Asalkan kamu bisa menyembuhkan penyakit afasia yang diidap Olivia, kamu boleh mengajukan persyaratan apa saja padaku, saya pasti akan memenuhinya.¡± ¡°Tidak perlu.¡± Samara menggelengkan kepnya dan tidak lagi tersenyum. ¡°Hati manusia bagaikan r yang ingin menn gajah.¡± Asta mengernyitkan keningnya dan nada bicaranya terdengar sedang menahan kesinisannya : ¡°Entah persyaratan apa yang kamu inginkan, bahkan Keluarga Costan pun tidak akan sanggup memenuhinya?¡± ¡°Saya rasa orang yang tidak tahu berpuas hati adh kamu sendiri.¡± Samara meliriknya dengan ms : ¡°Tidak perlu artinya saya tidak perlu Keluarga Costan untuk memenuhi persyaratan apapun terhadapku.¡± Samara menjawab dengan rendah hati sambil menatap tajam pada mata Asta yang tajam. ¡°Tuan Asta, saya bersedia membantu menyembuhkan afasia Olivia tanpa persyaratan apapun.¡± ¡°Tanpa persyaratan apapun?¡± Mata licik Samara seperti rubah kecil yang lucu : ¡°Saya menyukai Olivia, dan saya juga tidak keberatan sering-sering bertemu dengannya, hanya itu. Mengenai kamu dan Keluarga Costan, saya tidak tertarik sama sekali.¡± Bab 14 Bab 14 Seth Asta selesai membicarakan mashnya dengan Samara, dia berpesan kepada Michael untuk menghubungi supir dan mengantar Samara png ke rumah. Asta melirik secarik kertas berisikan sederetan nomor telepon yang dipegangnya. Dia¡­memang diluar dugaannya, tidak hanya Olivia yang menyukainya, bahkan Oliver juga sama! Dua bocah dirumahnya itu, hanya sedikit takut dan menuruti perkataannya, bahkan paman, kerabat, Pak Michael serta pengurus rumahinnya juga tidak akan bisa menangani mereka berdua. Tidak hanya dua bocah itu yang tidak membencinya, dia sendiri juga merasakan hal yang sama. Saat memikirkan kembali adegan panas yang terjadi didm mobil tadi, Asta merasakan ku ¡®adik¡¯ kecilnya yang ganas kembali terbangun. Sin! Sejak kapan dia kehngan kendali dirinya terhadap seorang wanita? ¡°Tok tok¡ª¡± suara pintu yang diketuk terdengar. ¡°Masuk.¡± Asta memiliki daya ingat yang bagus, dia sudah menghafal nomor telepon yang dituliskan wanita itu sejak tadi. Tapi dia tidak membuang kertas itu kedm tong sampah mh memasukkannya kedmci. Alfa mngkah masuk tanpa segan-segan, danngsung mendudukkan dirinya ke sofa, dan bers. ¡°Kak, saya perlu membahas tentanghan di Kota Fana denganmu.¡± Wajah Alfa terlihat sedang meminta pujian dari kakaknya. Asta menatapnya dengan dingin : ¡°Saat kamu sedang bersama dengan Oliver, apa kamu pernah mengajarinya cara menggoda wanita?¡± Bibir Alfa berkedut, dia panik : ¡°Astaga! Tuan kecil adh calon penerus Keluarga Costan, meskipun saya bernyali besar saya juga tidak berani mengajarinya hal itu!¡± ¡°Jangan main mata dengan wanita saat kamu sedang bersama dengan Oliver dan Olivia.¡± Alfa kebingungan : ¡°Hah?¡± ¡°Meskipun kamu tidak mengajarinya, mereka bisa menirumu.¡± Tatapan mata Asta dingin : ¡°Lain kali jangan sampai saya menemukan Oliver mempjari hal yang tidak-tidak darimu.¡± ¡°Tidak-tidak? Keponakanku?¡± Alfa dan Asta saling berpandangan,lu dia bertanya dengan penasaran : ¡°Karakter Tuan kecil itu sangat mirip denganmu¡­dingin, iya, dingin, dia tidak pernah mendengar perkataan siapapun kecuali kamu, siapa yang dia goda?¡± ¡°Kamu kenal, Samara.¡± Alfa terheran : ¡°Dia? Apa yang sebenarnya dia inginkan? Olivia saja sudah sangat menyukainya, sekarang bahkan Oliver, si jelmaan iblis kecil itu juga menyukainya?¡± ¡°Tidak tahu, dan tidak penting, saya hanya peduli apa dia bisa membantu Olivia untuk sembuh atau tidak.¡± ¡°Kak, wanita itu terlihat sangat mencurigakan.¡± Alfa mengangkat bahunya : ¡°Mungkin saja dia sedang berpura-pura tahan pada kedua anak itu, dan mencoba memancingmugi dangi, mungkin saja suatu saat akan berhasil!¡± Baru saja suara Alfa tenggm, dibalik pintu kamar yang tidak ditutup muncul dua sosok bocah kecil. ¡°Paman, apakah matamu bermash?¡± Oliver mengernyitkan keningnya, wajah tembemnya terlihat tidak senang pada Alfa. ¡°Mata¡­mataku¡­..¡± ¡°Dari segi mana dia jelek?¡± Oliver melirik adiknya seh meminta bukti : ¡°Ku tidak percaya, tanyakan pada Olivia.¡± Olivia sedang menggendong boneka panda di tangannya, wajahnya yang bt dan menggemaskan juga terlihat sangat serius, dan menganggukkan kepnya sekuat tenaga. Alfa pernah bertemu dengan Samara, wajahnya penuh dengan bintik-bintik, sin sepasang matanya cotnya, dia terlihat biasa-biasa saja, dari sisi mana dia bisa dikatakan cantik? Namun melihat mata kedua kakak beradik yang berbinar-binar itu, dia menatap kakaknya seh meminta bantuan. ¡°Kak, sini sini, coba kamu beri sedikit penjsan.¡± Secara tidak sadar, Asta kembali memikirkan sepasang mata yang lincah itu dan berkata dengan pehan : ¡°Lumayan cantik.¡± Alfa terdiam. Apa katamu?! Sudah! Sekelompok orang ini benar-benar egois, sekarang mereka bahkan menjadi buta!!! ¡­ Mm harinya, Samantha yang menginap di hotel tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menelpon ke kediaman Keluarga Costan. Sudah lima tahun, Samantha bahkan tidak memiliki nomor ponsel pribadinya Asta, mash apapun harus disambungkan dari telepon rumah yang diurus oleh Michael. ¡°Tut¡­.¡± Seth sekianma, teleponnya akhirnya tersambung. ¡°Halo, Kediaman Keluarga Costan.¡± ¡°Pak Michael, ini saya.¡± Samantha tersenyum : ¡°Apa Asta ada dirumah? Saya ingin mendiskusikan mash anak-anak dengannya.¡± ¡°Nona Samantha, Tuan Muda Asta dan Tuan Muda Alex sedang membicarakan sesuatu diruang baca, sepertinya dia tidak akan bisa mengangkat telepon darimu.¡± Pak Michael mporkan dengan jujur. ¡°Oh begitu ya¡­¡± Samantha masih tidak bisa menahan perasaan kesepiannya, dan tangan kecilnya mencengkram erat sudut roknya. Demi memperdm kesannya sebagai seorang ibu yang penuh kasih, Samantha berpura-pura menanyakan : ¡°Bagaimana kabar Olivia dan Oliver bkangan ini? Apa mereka patuh? Terakhir kali saya harus pergi karena ada urusan mendadak, belum sempat menghabiskan waktu dengan mereka, mereka tidak mengeluh pada Asta kan?¡± Pak Michael tidak tahu soal apa yang terjadi diantara Samantha dengan Oliver dan Olivia, dia mengira, karena Samantha tidak tinggal bersama dengan putra putrinya, jadi sedikit kesulitan untuk akrab, jadi dia menjawab pertanyaan Samantha dengan tulus. ¡°Tuan Kecil dan Nona Kecil sangat baik, terutama karena hari ini Tuan Muda Asta membawa png seorang tamu, saya sangat jarang melihat Tuan Kecil begitu ramah kepada orang asing¡­.¡± ¡°Begitu ramah?¡± Samantha termasuk bibi kandung mereka, dan secara status adh ibu mereka, tapi mereka bahkan tidak pernah menunjukkan raut wajah senang kepadanya. Saat mereka belum bisa berbicara, mereka mengigitnya. Sekarang ketika sudah bisa berbicara, mereka mengabaikannya, atau mencari cara untuk mengagetkannya. ¡°Pak Michael, siapa tamu itu?¡± Samantha bertanya dengan santai. ¡°Seorang nona, sepertinya marganya Wijaya.¡± Samantha mengernyitkan keningnya. Marganya Wijaya? Ku begitu, orang itu semarga dengannya? Dangi, Oliver juga sangat akrab dengannya, sangat ramah padanya? Rahasia yang dikubur dilubuk hatinya yang paling dm seh mi merenggang, dan kegelisahan pun menyelimutinya. ¡°Pak Michael, apa kamu tahu apa nama lengkap wanita itu?¡± Pak Michael mencoba untuk mengingatnyalu menjawab : ¡°Sepertinya¡­Sepertinya namanya Sa.. apay a? Oh, namanya Samara Wijaya!¡±Content ? N?velDrama.Org 2024. Bab 15 Bab 15 ¡°Samara Wijaya?¡± Mendengar dua kata itu membuat Samantha bagaikan disambar petir, raut wajahnya yang terlihat cantik seketika berubah menjadi muram dan kusut. Lima tahunlu, bukankah wanita itu sudah mati? Mati ditangannya sendiri, diutan api yang membakar habis tng-tngnya? Bagaimana mungkin dia masih hidup? Ketakutan mi menghantamnya seperti gelombang ombak, tidak mungkin, ini tidak mungkin. Samantha seperti akan mati lemas, dia berusaha keras menstabilkan nada bicaranya namun nada bicaranya sudah tidak semanis tadi. ¡°Pak Michael¡­Saya sangat penasaran orang seperti apa yang disukai oleh Oliver dan Olivia? Apakah kamu bisa memberitahukan kepadaku¡­seperti apa rupa wanita itu?¡± Pak Michael berpikir sejenaklu berkata : ¡°Nona Samara terlihat sangat biasa, sepertinya berusia 24-25 tahun, dan tingginya sekitar 165cm, sin sepasang matanya, fitur wajah yangin sangat biasa¡­bisa diperkirakan dia juga sudah sering berjemur dibawah sinar matahari, wajahnya penuh dengan bintik-bintik¡­.¡± Seth mendengar itu, Samantha barh merasa lega, dan mi tersenyum kembali. Dia dan Samara adh kembar identik, fitur wajah mereka sama percis, secara keseluruhan mungkin Samara sedikit lebih cantik dibandingkan dengannya, tapi seth Pak Michael mengatakan ku Samara yang bertamu ke rumah memiliki wajah yang penuh dengan bintik-bintik, bisa dipastikan itu bukah kakaknya. Seth menutup telepon, Samantha memutar gs anggur yang ada di tangannya, dan seberkas cahaya tajam melintas dimatanya. Orang itu sudah mati terbakar ditangannya, mana mungkin dia bisa bangkit kembali dan merubah tubuhnya? Wanita jelek yang bernama Samara Wijaya itu pasti hanyh kebetn yang menakutkan. ¡­¡­ Supir pribadi Keluarga Costan mengantarkan Samara sampai dirumah. Samara melihat apartemen tipe 120 yang dia sewa dan seketika merasa ku rumahnya ini sedikit kumuh b dibandingkan dengan v kediaman Keluarga Costan yang megah dan luas. Seth mendengarngkah kaki Samara, Javier bergegas keluar dari kamarnya. ¡°Ibu, saya akan menghangatkan supnya untukmu.¡± Tidakma kemudian, Javier meletakkan semangkuk sup ayam herbal yang dia buat didepan Samara : ¡°Ibu, ini adh sup ayam herbal, saya khusus menambahkan Chong Cao, Huang Qi, Gojiberry serta jujube yang baik untuk kesehatanmu.¡± Samarangsung meminum dan merasakan kehangatan yang menyelimutinya. Meskipun keahlian memasak Javier masih tidak bisa dibandingkan dengan koki Keluarga Costan, tapi Samara lebih suka memakan masakan putrnya sendiri, dia juga tidak menahan diri danngsung menghabiskan sup yang dimasak oleh Javier. Javier tidak terburu-buru membereskan piring kotor, dia mengeluarkan ponselnya dan menunjukkannya kepada Samara. ¡°Ibu, kakak baru-baru ini lolos audisi disebuah drama, dia memerankan putra dari pemeran utama wanitanya. Saat kakak pertama kali melihat pemeran utama wanita dm drama online itu, diangsung tercengang, tempramen wanita itu sedikit berbeda denganmu, tapi wajah kalian sangat mirip. Kakak tidak memberitahukan kepada pemeran utama wanita itu ku wajahnya sangat mirip dengan ibu, tapi dia bertanya kepadaku apakah pemeran utama wanita ini punya hubungan dengan ibu?¡± Javier berkata sambil memperbesar foto yang ada dyar ponselnya hingga tampak wajah wanita itu. Hanya melihat seks saja, Samarangsung mengenali siapa wanita ini. Samantha. Sma bertahun-tahun, Samara th memendam kebencian di hatinya dan berusaha membuat dirinya terlihat sebahagia mungkin, tetapi tidak ada yang bisa memahami rasa sakit yang ada didm hatinya. Setiap mmnya, saat semua orang sudah terlp, adegan pembakaran yang dkukan oleh Samantha akan terng dibenaknya seperti film yang diputar berng-ng. Jari-jari Samara mencengkram tak meja dengan kuat, sampai-sampai tak mejanya robek. ¡°Ibu, ada apa?¡± ¡°Javier, dia adh adik kandungnya ibu, tapi dia juga orang yang melukai ibu paling dm.¡± Tatapan mata Samara kabur : ¡°Kamu beritahu kepada Xavier, jangan sampai dia membocorkan identitas ibu, dan jangan beritahu Samantha ku dia adh putraku.¡± Melihat Samara yang terlihat teraniaya, Javier menganggukkan kepnya : ¡°Ibu, saya sudah tahu.¡± Samara slu menahan diri untuk menjskan hal ini kepada kedua putranya. Meskipun IQ dan EQ mereka sama-sama tinggi, tapi bagaimana dia bisa memberitahu mereka ku orang yang disebut dengan ¡®bibi¡¯ ini pernah mencoba membakar ibunya, dan membunuh dua kakak mereka yang terus disebut anak haram? Dendam ini, pasti akan dia bskan suatu hari nanti. ¡­¡­ Waktu belu dengan cepat, hari peringatan kematian ibunya sudah tibagi. Samara yang tidak berada di dm negeri sma lima tahun ini, tidak pernah mengunjungi makam ibunya. Jadi kali ini, Samara bangun pagi- pagi buta dan berpakaian serba hitam, dia juga tidak mengenakan topeng wajahnya dan hanya mendandani wajahnya dengan tipis. Javier yang sedang bersandar didepan pintu kamar menatap punggung ibunya dan berkata dengan cemberut : ¡°Ibu, apakah kamu tidak berencana mengajakkuContent ? N?velDrama.Org 2024. untuk mengunjungi nenek?¡± ¡°Diluar hujan, makam nenekmu ada diatas gunung, jnannya tidak rata, kamu dirumah saja ya.¡± Js-js dia adh istri sah dari Keluarga Wijaya, tapi mh dimakamkan dipuncak gunung yang bahkan tidak diketahui namanya, sma dia tidak berada di Metropolis, makam ibunya pasti juga tidak terurus dan sudah dipenuhi rerumputan liar. ¡°Ku begitu,in kali kamu harus membawa serta saya dan kakak ya.¡± Javier mengemas kue ku dan memberikannya kepada Samara : ¡°Ibu, ini kue ku yang saya buatkan khusus untuk nenek, kamu bawakan untuk nenek ya.¡± Samara membi kep mahkluk kecil itu dan tersenyum cerah : ¡°Baik.¡± Seth keluar, Samara memesan sebuah taksi dan pergi menuju Gunung Limah yang terletak di pinggiran kota. Dan seth sampai, dia menyadari situasi seperti yang dia bayangkan, hujan membuat gunung itu sulit didaki, dan dia menghabiskan banyak energi untuk sampai dipuncak gunung itu. Samara menyeka lumpur dari batu nisan, meletakkan bunga lili dan kue ku di depan makam. Hujan terus turun, Samara memandangi foto wanita lembut dan anggun yang ada di batu nisan, matanya merah dan masam, dia berdiri diam di sana untuk waktu yangma sebelum akhirnya pehanhan berbalik dan pergi. Seth berjiarah, Samara beranjak dari pinggiran kota menuju pusat kota. Karena kehujanan, tubuhnya menjadi kedinginan, dan saat menemukan sebuah caf¨¦ dan toko buku, dia membuka pintu dan masuk kedm. Sma beberapa tahun terakhir, Samantha terjun kedm industri hiburan, dan agar terhindar dari mash yang tidak perlu, Samara tidak memakai topeng wajah yang biasanya dia pakai, tetapi dia mengenakan kacamata hitam dan masker yang menutupi sebagian besar wajahnya. ¡°Segs kopi hitam.¡± ¡°Segs kopi hitam.¡± Satu suara terdengar saat Samara memesan kopinya. Samara menoleh ke asal suara, dan tanpa diduga dia menemukan sesosok pria dengan tatapan dm dari mata tajamnya, dan membuat hatinya tersontak. Apa yang dinamakan dengan dunia itu sempit? Ini adh penjsannya! Dia benar-benar bertemu dengan Asta, disini. Bab 16 Bab 16 Bab 16 Wajah Asta sangat tampan, seperti karya sempurna Tuhan yang diukir dengan sangat teliti, dan aura kuat terpancar dari tubuhnya, membuatnya sulit untuk mengabaikan keberadaannya. Samara melengkungkan bibirnya. Saat dia bertemu dengan Asta, dia memakai topeng wajah yang berbintik-bintik itu, bukan dengan wajah aslinya seperti sekarang ini! Terlebihgi, kacamata hitam, masker, dan topi yang menutupi hampir seluruh wajahnya saat ini. Dia tidak percaya dengan berpenampnn seperti ini¡­ Asta masih bisa mengenalinya? Dan saat tatapan Asta melewatinya, Samara mengetukkan jari-jarinya dengan berirama, mata cot yang tersembunyi dibalik kacamata hitam itu terlihat tenang. Seth kopinya siap dibuat, Samara hendak pergi tapi seth sampai didepan pintu dia baru menyadari ku hujan turun semakin deras. Akhirnya dia mencai tempat di pojok ruangan untuk duduk sambil menunggu hujan reda. Dan baru saja dia mendudukkan pantatnya di kursi, ponselnya berdering. Samara mengangkat teleponnya dan dari balik telepon terdengar suara kekanak-kanakan yang menarik: ¡°Hei wanita, terakhir kali Ayahku berusaha menghngi kita, saya harap itu tidak mempengaruhi hubungan kita¡­. Ayahku juga bukan tidak menyukaimu, ayahku itu sebenarnya misoginis, dia akan menjadi lebih marah lagi ku ada wanita yang mendekatinya.¡± Samara : ¡­¡­¡± Mahkluk kecil ini pintar sekali memilih waktu untuk berkeluh kesah, memilih waktu tepat saat ayahnya berada di caf¨¦ yang sama dengan dirinya. Ku dia mengaktifkan speakerphone saat ini, dijamin Asta akan memukuli pantatnya sampai berbunga dirumah nanti. ¡°Kenapa kamu tidak menjawab? Apa kamu sudah lupa denganku?¡± ¡°Bagaimana mungkin saya lupa? Oliver.¡± ¡°Kenapa kamu tidak memanggilku Tuan Kecil?¡± Tuan kecil bertanyagi. ¡°Apa kamu ingin saya memanggilmu Tuan Kecil?¡± ¡°Orangin tentu harus memanggilku Tuan Kecil, tapi kamu dikecualikan.¡± Oliver berkata dengan sengit: ¡°Saya akan memberikan kewenangan itu kepadamu, hanya kamu, wanitain tidak usah bermimpi¡± Samara hampir saja tertawa terbahak-bahak. Ckckck, memang tidak diragukan putranya Asta, karakteristiknya yang bossy ternyata turun-temurun secara gik dari generasi satu ke generasi berikutnya. ¡°Hari ini saya menelpon mu, sin untuk menyampaikan rasa bersh karena ayahku yang sulit bersosialisasi itu, yang paling penting adh karena Olivia, adikku merindukanmu, apa kamu bisa berbicara sebentar dengannya? Dia sedang disampingku.¡± Samara yang teringat dengan Olivia yang lucu dan imutngsung tersenyum. Seth dipikir-pikir dia juga tidak tahu harus berkata apa, Samara hanya bisa mengatakan hal-hal yang dia katakan pada Javier dan Xavier. ¡°Layar elektronik itu sangat menguras tenaga mata, jangan sering-sering menonton dan ku kamu ingin menontonnya, ingat harus istirahat dari waktu ke waktu ya.¡± ¡°Harus ingat minum susu dan makan telur yang banyak ya,lu sayuran juga, jangan karena merasa sayuran tidak enak, jadi kamu hanya memakan daging.¡± ¡°Jangan lupa sikat gigi, dan sebelum tidur tidak boleh makan permen atau yang manis-manis, nanti gigimu rusak loh.¡± ¡°Dan ku kamu merindukanku, kamu tidak perlu menyuruh Oliver untuk menghubungiku, kamu boleh meneleponkungsung dan ketuk-ketuk saja tiga kali, saya akanngsung tahu itu panggn darimu.¡± Samara bukah tipe orang yang bisa menunjukkan perasaannya, tapi dihadapan dua bocah dari keluarga Costan, dia benar-benar tidak berdaya. Rasa suka ini¡­bahkan tidak kh dari perasaan sukanya terhadap putranya sendiri, Javier dan Xavier, sangat suka sampai-sampai dia sendiri juga kaget. Saat menelpon dua bocah itu, hati Samara terasa hangat dan manis. Dan tepat ketika tangan kecilnya ingin meraih cangkir kopinya, sebuah tangan besar tiba-tiba menarik pergngan tangannya dan mengangkatnya berdiri. Samara mengangkat matanya dan melihat tatapan tajam dari pria dihadapannya, hatinya seketika tersontak. Sainata masih mengenakan kacamata hitamnya, tapi meskipun begitu dia masih bisa merasakan tatapan Asta yang dingin km yang membeku dimusim dingin, membeku di suhu minus. ¡°Siapawan bucaramu di telepon?¡± Pria itu menurunkan matanya dan menatap lurus ke arahnya. Samana tidak percaya ku Asta bisa mendengar percakapan antara dirinya dengan dua bocah dari keluarga Costan, jadi dia menggerakkan giginya : ¡°Saya sedang berbicara dengan putra dan putriku sendiri, apa tidak ¡°Kenapa kamu ada disini?¡± Samara tercengang sejenak dan belum menunggu responnya, Asta melepaskan topinya dan membuat rambut panjang dan lembutnya tergerai Samara tanpa sadarngsung memegangi kepnya, namun masker dan kacamata hitamnya pun dilepas oleh Asta satu per satu, dan wajah dengan riasan tipis yang begitu mempesona terlihat dihadapan Asta.Belonging to N?velDrama.Org. Bab 17 Bab 17 Bab 17 Bulu mata Samara sedikit bergetar, dan ekspresi terkejut melintas di matanya. Habih! Asta sudah melihat wajahnya dengan js, dia sudah tidak bisa menyembunyikannyagi. Asta mengernyit : ¡°Bukankah kamu sedang syuting di Kota l¡¯olo?¡± ¡°Kota Polo_Syuting-* Putranya Xavier juga sedang syuting di Kota Polo? Lalu Asta berk seperti ini padanya,ntas dia mengira ku¡­dia adh wanita itu? Detik berikutnya, suara berat pria itu memberinya jawaban. ¡°Samantha, kamu sedang membuntutiku?¡± Suara pria itu dingin dan terdengar menakutkan. Samara menstabilkan dirinya, dan merapikan pikirannya. Asta mengira dirinya adh Samantha, dan dia tahu ku Samantha sedang syuting di Kota Polo, ku begitu dia harusnya cukup dekat dengan Samantha, dan ku dia tahu dirinya bukah Samantha, maka Samantha juga akan mengetahui ku dia masih hidup. Samara tidak berencana membeberkan identitasnya saat ini. Ku Asta sudah mengira dirinya adh Samantha, ku begitu keshpahaman ini biah terus benjut. Samara memutar pergngan tangannya, dan mencoba melepaskan diri untuk waktu yangma namun usahanya gagal, dia mengh nafas dan berkata dengan pasrah: -Asta, bisa tidak kamu lepaskan tanganmu, tanganku..sakit..¡± Dia benar-benar kesakitan, tapi dia tidak menyadari ku suaranya menjadi sedikit manja dan terdengar lemal?, seperti seekor kucing kecil yang teraniaya, membuat orang-orang yang melihatnya merasa kasihan. M dingin Asta menatap dirinya dan merenggangkan cengkraman tangannya. Dia belum pernah melihat Samantha yang begitu bersemangat. Samantha yang dia kenal adh sosok yang lemah dan manja, auranya seperti aura nona muda dan nyumannya juga seperti sudah dtih, membuat dia nierasa tidak tertarik. Samana melirik pergngan tangannya, dan benar saja pergngannya sudah lecet karena cengkramannya. Wajah Asta menjadi dingin, dan dia mengangkat alisnya: ¡°Kamu belum menjawab pertanyaanku, kenapa kamu ada di sini?¡± ¡°Kangen padamu.¡± Samara menatapnya dengan polus, matanya yang jernih terlihat begitu polos : Saya mengambil ch waktu syuting, dan diam-diam keluar untuk melihatmu tidak disangka kamu menyadarinya.¡± Kata-kata ini.. Apakah berlebihan¡­ Apakah telu menjijikkan.. Tadi ditelepon Oliver mengatakan ku ayahnya misoginis, jadi dia mengatakan hal-hal yang dibenci Asta dan Asta pasti akan menjadi jijik padanyalu mengusirnya kan? Saat Samara memejamkan matanya dan menunggu badai menerpa, tapi Asta sama sekali tidak menunjukkan perubahan. Seth sesaat, dia membuka mata cotnya dan tercengang sejenak, dan menatap mata gp dan tajam pria yang ada dihadapannya. ¡°Samantha, ternyata kamu begitu merindukanku ya?¡± Beratas-namakan Samantha, Samara menjawab sesuka hatinya: ¡°Tentu saja saya memikirkanmu setiap saat sebelum tidur! Bagaikan pungguk merindukan bn.. Samara yang mengatakan perkataan itu merasa jijik pada dirinya sendiri, dia bahkan bergidik. Pyan sedang mengantarkan kopi dan Samara yang tidak mengetahuinya terus mngkah mundur, dan menabrak pyan itu. Dan saat bertabrakan, Asta mengulurkan tangannya untuk menangkapnya. Asia menurunkan tatapannya dan menatap wanita mungil yang ada didm pelukannya itu, udara bagaikan bercampur dengan aroma wangi yang menyegarkan dan hatinya seh tergelitik. Apakah Samantha yang memiliki kesan yang begitu menarik? Sangal menarik sampai-sampai dia berangsur-angsur kehngan kewarasannya, nafsunya terus bergejk dm dirinya karena jarak mereka yang begitu dekat. Belonging to N?velDrama.Org. Dm sekejap, keputusannya untuk menurunkan tatapannya sudah mengacaukan benak dan pikirannya. Jakunnya ?kryerak naik turun, dan merasa ku bibir ceri mungil yang ada dihadapannya sedang mengundang dirinya untuk mencicipinya. Tangan kecil Samara berada di dada Asia dan hendak mendorongnya agar dia bisa membebaskan diri, tapi disaat dia belum wprouhnya merespon, Asia menarik tubuhnya dan menciuminya dengan ganas. -Mmn.. Mata cot Samara membk menp Asia dengan tidak percaya. Tolong morang jskan padanya? Inikal yang dinamakan misogini? Punggung Samara dipeluk erai oleh Asia, tenaga itu seh-h hendak memasukkannya kedm tngnya, pewanannya tidak ada gunanya, Yang paling kasihan adh bibirnya¡­ yang diciumi dengan ganas hingga memerah oleh Asta, si pria bajingan. Bab 18 Bab 18 Bab 18 Kekuatan Samara seh direnggut, dia gemr dihadapan A, merasa marah tapi tidak bisa mwan. Asta memang menghantam Samara hingga ke titik terlemahnya, tapi dia tidak mkukan halinnya lagi. Ketika dia melepaskan pelukannya, kep Samara masih terasa pusing karena kekurangan oksigen, dan tatapan matanya berantakan. Kecuali kejadian di mm itu, enam tahunlu¡­. Dia tidak pemah dekat dengan pria manapun, karena enam tahunlu dia juga sangat mabuk, dia tidak bisa mengingat wajah pria itu, tapi saat Asta menciuminya dengan ganas dan memaksakan lidahnya kedm mulutnya, membuatnya hampir g. Samara baru tersadar seth sekianma, dan saat mengingat ciuman tadi dia merasa marah dan kesal,lu mengangkat tangannya dan hendak menampari Asta. This belongs ? N?velDra/ma.Org. Tapi saat tangannya baru terangkat, Asta sudah menggenggam pergngan tangannya dengan presisi. ¡°Bukankah kamu tidak mengidap misogini?¡± Samara berkata dengan icrengah-engah. ¡°Itu tidak perlu kamu ingatkan, kamu sendiri yang mengatakan kamu merindukanku.¡± Pria itu tiba-tiba mendekatlu membungkuk dan berbisik di telinganya, Nafas pria itu menyapu lehernya, Samara yang berbalikngsung bertukar tatapan dengan mata tajam pria itu yang seperti m ng, seketika seh melihat musuh berbuyutannya. Sini Sudah g ya? Samara awalnya mengira dengan berpura-pura menjadi Samantha akan membuat Asta mundur, tapi tidak disangka mh jadi seperti ini, dan diciumi dengan ganas oleh pria itu. Apa dia khiran tahun anjing? Ciumannya itu sudah bisa membuat bibirnya robek. Samara dan Ana meninggalkan caf¨¦, dan hujan sudah reda. Wilson mengendarai Hummer untuk menjemput Asia, dan menemukan Asta sedang memayungi seorang wanita bergaun hitam, dan sal dia melihat wajah wanita itu dengan js, dia tercengang. Bukankah itu Samantha? Ka Tuln wish lill trild drlli Sinnihal? Melihat Wilcon datang menjemput Asia, Samara memegangi lebenya dan berkata dengan bibirnya yang memerah: ¡°Manajerku akan datang untuk menjemputku, karena Wilson sudah datang, kamu pergi saja dulu.¡± Dan wal Samad diam-duan menarik nafas lega, pria itu tiba-tiba melingkarkan tangannya di pinggangnya dan menariknya kedm pelukannya. Pada saat ini, tubuh lemas Samara seketika menegang. tangannya mi memukulinya, dia menggerakkan giginya dan berkata: ¡°Wilson ada disini¡­¡± Samara ingin memakinya cabul, tapi saat mengingat ku dirinya sedang berpura-pura menjadi orang lain, dia segera menunjukkan mata cotnya : ¡°Seperti ini..kurang pantas kan?¡± Asta mengatupkan bibirnya. Namun, pria itu lp mendekatinya, mencondongkan tubuh ke lehernya, mengendus aroma manis di tubuhnya, dan tiba-tiba membuka bibir tipisnya,lu menggigit telinganya. ¡°Sakit¡­kamu ini jelmaan vampir ya?¡± Samara menutupi daun telinganya yang berdarah dengan panik. Tatapan Asta menatapnya dm : ¡°Meninggalkan jejak untuk diperiksain kali.¡± Samara terkejut, dia menatap pria dihadapannya yang sedang mengerucutkan bibirnya dan menatapnya dengan dingin, cahaya gp melintasi matanya yang tenang, dan membuat dia merasa seperti santapan bagi serig liar! ¡°Kamu kira Wilson itu orang mati ya?¡± Samara tersipu malui. ¡°Kamu boleh menganggap Wilson sudah mati, dia tidak akan melihat juga tidak berani melihat.¡± Memang tidak berani melihat, karena saat ini Wilson sedang membkangi mereka, dia menatapngit yang masih gerimis, dan pertama kali dm hidupnya dia bertanya-tanya apakah matahari terbit dari barat hari Asta menatap puas bekas gigitannya pada daun telinganya, dan meninggalkan tempat itu dengan Hummernya yang mengkp Samana lwndiri dibawahp cale dan menatap bagian bkang mobil Hummer itu, dan sudul mulutnya ku bukan karena dak ingin identitnya terbongkar, mana mungkin dia membiarkan pria bajingan itu Dengan kebencian Keluarga Wijaya dan Samantha terhadapnya, matipun dia tidak akan membiarkan Asta menylui identitas asliny¡­ Yvinpainya di rumah, Javier bn kecil dengan hukimungilnya untuk menyambutnya dini ya melihat dia melepaskan maskernya, anak itu bertanya dengan kebingungan Ibu, apa yang terjadi dengan bibirmu? Apakah kamu alergi Bab 19 Bab 19 Bab 19 1. Alergi? Samara menatap mata besar Javier yang hitam dan jernih, dan hatinya seketika tenggm. Dia js- js tidak sedang alergi, tapi dia juga tidak mungkin menjskan kepada anak berusia lima tahun ku ini adh perbuatan Asta yang menciumnya dengan ganas kan? Samara tidak bisa memikirkan sanin, jadi dia hanya mengikuti arus. ¡°Benar..alergi.¡± ¡°Oh begitu ya¡­.¡± ¡°Iya¡­benar.¡± Mata Javier berkt seperti anggur ungu, dan dia bertanya dengan serius dan mendesak : ¡°Ibu, apa yang terjadi pada telingamu? Kenapa telingamu berdarah?¡± Dia bertanya dengan mata besarnya yang polos, wajah tembemnya menunjukkan rasa perhatiannya. ¡°Uhuk uhuk.¡± Samara tersedak air liurnya sendiri, dan berkata seth sesaat : ¡°Sayangku, untunh kamu tidak pergi jiarah denganku hari ini. Disana banyak sekali nyamuk dan serangga beracun, lihah bibirku dan telingaku digigit sampai seperti ini.¡± ¡°Ibu, saya akan mengambilkan salep untukmu.¡± Meskipun IQ Javier tinggi, tapi bagaimanapun dia hanyh anak berusia lima tahun, seth mendengar penjsan Samara, dia juga tidak mencurigainyagi. Samara yang melihat anaknya mempercayai sannya pehanhan merasa lega, tapi dm hatinya sudah mencaci maki leluhur-leluhur Asta. Ck ck ck, betapa hausnya Asta ini, sampai-sampai Samantha juga tidak bisa memenuhi nafsunya dan harus melibatkan dirinya. Javier membawakan salep sambil membawaptopnya. Samara mengambil salep itu dan menemukan putranya mengarahkanyarptop padanya, dan mi mengosok-gosokkan tangannya: ¡°Ibu, saya menemukan seorang pria yang sangat mirip dengan kakakku! Saya mengirimkan fotonya pada kakak, dan kakak juga merasa sangat mirip dengannya.¡± Samara menyandarkan kepnya pada tangannya, danngsung menepis pemikiran anak itu. ¡°Orang itu pasti bukan ayah kandung kalian, apa kalian masih mencari sosok ayah kandung didm hati kalian itu?¡± Seth meninggalkan Metropolis, Samara juga pernali meminta bantuan seseorang untuk mcak pria yang menghabiskan satu mm bersamanya enam tahunlu, dan menemukan ku Samantha pernah membayar seseorang bernama Edward yang sudah putus asa. Seth mashnya beres, Edward mengambil uang dari Samantha dan tidak meninggalkan jejak apapungi. seh-h menghng dari dunia ini. Tapi manusia tidak mungkin menghng begitu saja, dia merasa Samantha pasti sudah membinasakannya. karena itu Samara juga tidak memiliki bukti apapun, dia hanya memiliki satu fotonya dan dia tidak merahasiakannya dari dua anak itu, dan memperlihatkannya kepada mereka. Siapa sangka, kedua anak itu mh mengatakan ku Edward bukah ayah kandung mereka, dan berkata ku ayah kandung mereka pasti orangin dan masih hidup. Dan karena san ini jugh¡­. Dua anak itu. Xavier menerima tawaran menjadi artis cilik, karena dia ingin ayahnya bisa melihatnya dari bhan dunia manapun. Dan Javier, mempjari pemrograman dan peretasan, agar dia bisa menemukan ayah kandungnya mlui inte. ¡°Bagaimana mungkin pria yang seperti ayam jago dan tidak terlihat mirip dengan kami merupakan ayah kandung kami?¡± Bibir kecil Javier cemberut: ¡°Tapi pria yang kutemukan hari ini, mh jauh lebih mirip dengan kami daripada pria yang ibu katakan itu.¡± Content ? N?velDrama.Org 2024. Luar biasa! Anak kecil ini sangat keras kep, bagaimanapun ibunya harus melihat penemuannya hari ini. ¡°Baik, ku begitu tunjukkan padaku, seberapa mirip orang yang kamu katakan itu.¡± Tangan mungil Javier sibuk mengetik di keyboardptopnya dan sesaat kemudian sebuah foto terpampang diyar. Di foto itu, wajah pria itu tampak sangat tampan, rahangnya tegas, dan tatapan matanya tajam seperti seekor ng, dan begitu dm, fitur wajahnya juga sempurna. Meskipun foto itu bukan foto tunggalnya, tapi dia yang berdiri di keramaian pun masih begitu menonjol diantara oranginnya, membuat orangngsung memakukan mata mereka saat melihatnya. ¡°Ibu, bagaimana? Tampan sekali kan?¡± Samara menarik nafas dm-dm, pria ini bukan orangin, minkan pria bajingan yang menciumnya dengan ganas di caf¨¦ tadi. Bab 20 Bab 20 Bab 20 Samara memblak tidak percaya, dan tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun. ConTEent bel0ngs to N?v(e)lD/rama(.)Org . Javier tiba-tiba mengganti tampn diyar, dan jari mungilnya menunjuk-nunjuk padayar. ¡°Asta, Kep keluarga dari keluarga konglomerat di Metropolis, 30 tahun, kekayaan bersihnya mencapai 10 triliun. Dia dan kakakku mirip sekali kan? Kakakku masih lumayan, persentase kemiripannya hanya 40-50% tapi ibu, coba kamu bandingkan denganku, Asta dan saya sangat mirip kan?¡± Samara memegangi pipi tembemnya dan menatapnya lebih dekat. Astaga! Memang mirip sekali dengan Asta, kemiripannya mencapai 80-90%! Sebelumnya, dia tidak menyadarinya karena kontur wajah Asta lebih tegas, sedangkan Javier berwajah bt dengan pipi tembemnya yang merona. Tapi sekarang seth diperhatikan dengan seksama, kedua orang ini memiliki fitur wajah yang hampir tidak ada bedanya. * Memang sedikit mirip, tapi dia bukan ayah kandungmu dan Xavier.¡± Samara mencubit gemas pipi tembem Javier, penjsannya tidak menjawab apapun. ¡°Ibu, tapi saya dan orang ini sangat sangat mirip! Dia pasti¡­.a¡­ayahku!¡± **Sayangku, jangan menghabiskan tenagamugi, siapapun boleh menjadi ayahmu, tapi khusus orang ini, tidak boleh!¡± Javier seketika panik : ¡°Kenapa?¡± ¨C Tidak ada san.¡± Samara menutup matanya dan membalikkan badannya dengan pasrah, dia menutupptopnya dan menggendong anak itu menuju kamarnya. Grpat tidur¡± Javier menyadari ku ibunya sedang mencoba untuk mengganti topik pembicaraan, tapi dia juga takut akan membuat ibunya manal, jadi dia tidak meneruskan pertanyaannyagi. Seth dia tenang, dia melingkarkan dengannya di leher Samara dan memberikan ciuman ringan di pipinya. ¡°Smat mm.¡± Seth Samara menutup pintu kamarvice, sekujur tubulinya membeku didepan pintu, jantungnya berdegup kencang Sma lima tahun ini¡­ Tidak peduli sebaik apapun dia berusaha menjadi seorang ibu, itu tetap tidak cukup untuk mengisi kekosongan dm hati Javier dan Xavier yang tidak pernah merasakan kehadiran sosok ayah. Javier dan Xavier memang terlihat mirip sekali dengan Asta, tapi dia tidak mungkin ayah kandung mereka. Samantha tidak mungkin membiarkan pria mm itu berganti menjadi Asta, dan Asta bukah boneka yang bisa dimanipsi oleh Samantha, untuk membantu rencananya. Rasa sakit sesaat lebih baik dibandingkan dengan rasa sakit yang berkepanjangan. Samara tahu ku kata-katanya akan mempengaruhi suasana hati anak itu, tapi dia juga tidak ingin melihatnya jatuh kedm imajinasi yang tidak realistis. Didm kamar. Javier mencengkram erat selimutnya, dia tidak menyerah hanya karena kata-kata Samara. Dia pasti akan terus mengikuti dan mcak informasi tentang Asta. Wupun dia bukan ayah kandung mereka, mereka akan memikirkan cara untuk menjadikannya ayah tiri mereka! Dia dan kakaknya th mencapai kesepakatan secara pribadi Hanya pria seperti Astah¡­yang pantas untuk ibu mereka yang cantik dan pintar! keesokan harinya. Di gedung perkantoran Grup Costan. Asta sidang rapat, A datang lebih awal dan Wilson menyambutnya di ruangan rapat. Wilson menceritakan pada A tentang kejadian yang terjadi antara Asta dan ¡®Samantha¡¯ di caf¨¦ hemarin. A yang baru meminum sleguk kopingsung memuncratkannya. Wilon yang membu kenal dm hatinya namun masih memberikan sebalik tisu kepada A: ¡°Tuan Muda A wisibukah¡± -Tidak mungkin! Tidak mungkin! Mh ini tidak mungkinli ngat yakin Wilson menggelengkan kepnya: Tuan Muda All, Awalnya saya juga tidak mengerti kenapa Tuan Muda Asta bisa bersama dengan Nona Samantha dan mhirkan Tuan Kecil serta Nona Kecil, tapi sekarang, saya sudah mengerti, Kemarin saya sudah menyaksikan semuanya¡­ Saat Tuan Muda Asta menatap kearah Nona Samantha, tatapannya begitu dm.¡± Alfa yang baru menyeka mulutnya, kembali memuncratkan kopinya. Kakaknya itu identik dengan pantangan, bagaimana mungkin dia bisa menatap dm pada seorang wanita? Dia merasa Wilson sedikit berlebihan, tapi sma beberapa tahun ini, dia tahu ku Wilson adh sosok yang jujur, dan tidak mungkin mengarang cerita. Hanya saja.. Alfa juga merasakan ada yang tidak beres disini. Bukankah Samantha sedang menjni syuting di Kota Polo sebagai pemeran utama wanita untuk drama online? Apa mungkin Samantha ini diam-diam mencuri waktu untuk datang kemari? Bab 21 Bab 21 Bab 21 Departemen Forensik di Unit Kejahatan Berat gar ilia ConTEent bel0ngs to N?v(e)lD/rama(.)Org . Jane meletakkanporan autopsi akhir dari kasus mutsi di Sungai Paud diumping Sant menandatanganinya. ¡°Bu, Tim Investigasi kriminal sangat kagum padamu. Identitas kedua korban yang sudah meninggal berhasil dipastikan dm waktu singkat, itu juga memberikan mereka waktu tambahan untuk menymatkan korban ketiga. Saat Tim Investigasi kriminal menemukan korban, dia sudah dm kondisi tak sadarkan diri dan tersangka sedang bersiap untuk menyuntikkan sianida kedm tubuhnyalu memutsinya.¡± Apakah dia lebih dari seorang pembunuh? Kali ini Samara tumnngan, dan berhasil menymatkan nyawSecong Jane menyandarkan kepnya pada satu tangannya, dan menatapnya dengan hagum, matanya begitu berbinar-binar saat melihatnya. ¡°Baguh ku sudah dismatkan.¡± Samara juga merasa lega dm hatinya, dia membacaporan itu dan tidak menemukan adanya mash,lu menandatangannya ¡°Bu, akan ada pesta perayaan mm ini, Tim Investigasi kriminal meminta Anda untuk hadir ¡°Tidak ikui.¡± Samara mengembalikanporan itu pada Jane dan berkata dengan santai: ¡°Oscar hanya mengizinkan saya untuk ikut serta dm penyelidikan, dan tidak berpaitisipasi dm hal-hal seth penyelidikan, sepeiti pesta perayaan yang tidak ada hubungannya.¡± Jane tercengang sesaal sebelum akhirnya mengangguk, dia teringat sejak awal, sejak Samara ditugaskan dihari pertama, dia slu mengira ku dia adh orang yang sombong dan arogan, hanya membicarakan tentang profesionalisme dan kemampuannya.¡± Dia tidak cantik. Tapi Jane yang menatap wajah Samara, kembali kehngan akal sehatnya. Samana yang ditatap olehnya menyidak nyaman,lu memegang wajahnya yang ditutupi oleh topeng wajah, dan memastikan ku topeng itu masih menutupi wajahnya. ¡°Jane, ku tidak ada maligi, saya pergi dulu.¡± Samara mengganti jas putihnyalu menenteng tasnya dan berjn keluar dari Unit Kejahatan Berat, dia memesanksi dan mju menuju Perusahaan Farmasi Intermega Baru naik keksi. Samana sudah mendapat telepon dari Presiden Direktur Perusahaan Farmasi Intermega, Timothy Dan saat telepon tersambung tendengaran Timothy L. VYng yang ng marah-marah -Bos, jam berapa kamu akan tiba dist* ¡°Saya sudah dijn¡± Samaa melirik Runlu lintas ¡°Mungkin viegali amgi akan sampai -Baik, saya akan menunggumu.¡± Timothy Dekat dengan Ah ¡°ant aneh sekali ya Sudah menawarinya gaji yang tinggi untuk menjabai bai Durektur Penelitian dan Pengembanganpidu v sekali tidak leitanik.¡± ¡°Kamu tidak perlu membujuknya cukup bantu saya untuk menahannya N G NTM ¡°Bos, cepai kemari ya¡­¡± Samara menutup teleponnya, dan bibir meramya Nalikit melengkung Perusahaan Farmasi Intermega adh perusahaanman yang diadukan sendiri tiga tahunlu dan karena sifatnya yang low-profile dan tidak nyaman mengungkap identitasnya, dia memutuskan untuk mengangkat Timothy sebagai Presiden Direktur, cum diu sendiri menjadi hominITIN Utama ng benerak dibkangyar Beberapa tahun ini¡­ Dia tidak pernali menyerah untuk memperkuat dirinya sendiri. Dan dia juga slu mengingat pesan terakhir dari mendiang hakek n ibunya Dan saat Samara sedang terut dm pikirannya, supir taksi itu berada ¡°Sudah sampai.¡± Samara membayar ongkos taksilu berjn keluar Gedung Perusahaan Farmasi Intermega terbng megah, dan didepan pintu kada banyak pekerja serta tamu yang belu Lng, Samana yang hendak mngkah masuk, melihat seorang pria dan wanita yang berjn keluar dari Gedung Intermega, dan berpapasan dengannya. Satulapan waja Samara sudahngsung mengenali dua orang itu. Felix dan Amelia Leonardi. Tujuh tahunlu, wat ibunya baru meninggal, dia membawa Kuci abu ibunya dari kampung ke kota Metro, dan Felix pernah mempekukannya dengan hangatyaknya seorang kakakkiki. Dan enam tahunlu, dia baru mengetahui ku Amelia adh tunangannya Felix. Seluruh perhatian Felix padanya hanyh siasat Samantha dan teman baiknya Amelia yang sedang mempermainkannya. Sudah enam tahun. Tidak disangka dia akan bertemu dengan mereka ditempat ini Felix dan Amelia bergandengan tangan sambil mengobrol dengan bahagia Dan mereka lewat disisi Samara begitu saja, karena mereka tidak menyadari wajah Samara yang tersembunyi dibalik topeng wajahnya itu. Bibir merah Samara menjadi dingin, dan mata cotnya seketika menjadi gp. Sepertinya.. Sepertinya keluarga Utama juga merupakan klien dari Perusahaan Farmasi Intermega. Bukankah ini namanya mengantarkan diri menuju ajal? Tapi, tidak perlu tergesa-gesa, semua hutangma itu harus dihitung satu per satu, dengan pehan- lahan agar lebih menyenangkan. Samara masuk ke lobi dan menggunakan sidik jarinya untuk membuka akses pada pintu pertama, dia tidak menaiki lift umum yang ramai dan berjn menuju lift VIP yangngsung mengantarnya kentai s. Dua orang resepsionis menatap punggung Samara dengan kebingungan ¡°Dia mau menggunakan lili VIP7 Wanita itu orang baru ya? Apa dia tidak tahu ku lilt VIP memerlukan akses sidik jari dan hanya bisa digunakan oleh para petinggi perusahaan?¡± ¡°Sudah, tidak usah dihiraukan Nanti ku sidik jarinya ditk dia juga harus kembali mengantri lift Bab 22 Bab 22 Bab 22 Dua orang resepsionis itu sedang bersiap untuk menertawai Samana. Samara sudah menggunakan sidik jarinya untuk mengakses lift VIP, dan berjn masuk kedm, Seketika itu¡­. Giliran dua orang resepsionis itu yang menjadi kacau Wanita yang kelihatannya hanya berusia 241-25 tahun, penampnnya tidak cantik, kenapa bisa menggunakan lift VIP ¡°Jesslyn, apa mungkin wanita itu adh pacarnya pria pujaan kita, Presdir Timothy? ¡°Tidak mungkin kan? Wajah wanita itu penuh bintik-bintik, Presdir Timothy tidak mungkin menyukainya.¡± ¡°Ku bukan pacarnya Presilir Timothy, apakah dia komisaris Utama dari perusahaan ini?¡± *Itu..lebih tidak mungkingi.¡± kedua resepsionis itu berdiskusi untuk waktu yangma, dan semakin bingung dengan asal usul Samara, Samara menggunakan lil kentai 3G, ruangan Presir Timothy masih berurusan dengan Peter didm ruangannya, dan secara khusus berpesan kepada asistennya, Kimi, untuk menjemput Samara -Presdir memintaku untuk menunggumu disini.¡± -Ya.¡± Samara mengangguk kecil : ¡°Orangnya belum pergi kan?¡± islum.¡± Kimi menggelengkan kepnya : ¡°Pak Presdir berhasil memancingnya kemari, dan seth Peter yadainya dia ingin pergi. Sekarang Pak Presidir sedang menggunakan berbagai cara untuk menahannya,¡± Yaya akan konvekarang Seih wampai di depan pintu ruangan Previe, Saman mengetuk pintulu menggunakan sidik jarinya Timothy udang duduk dintai, dan memeluk lukileri untuk memahannya agar tidak pergi Yh melihat Samara, Timothyngsung tersenyum, dia Langsung melepaskan pelukannya dari kaki luter dan mempuk puk debu di tubulinya,lungsung bangkit bendin Akhirnya Bos tiba jugal Tadi Timothy bahkan tidakgi memikirkan kehormatannya, tapi sekarang diangsung begak seperti seorang Presdir yang bermartabat dan mengangkat alisnya: ¡°Tuan Peter,di saya hanya sedang memasang umpan, sekarang pemimpin yang sebenarnya sudah tiba.¡± Samara menutup pintu ruangan. Dan saat dia melihat Peter, dia tidak bisa menahan keterkejutannya Enam tahunlu, dia pernah menjalin hubungan dengan Peter yang waktu itu baru berusia 28 tahun, saat itu dia begitu hebat dan bersemangat tinggi, tapi sekarang dia menjadi begitu loyo dan lusuh, jenggot didagunya sudah seperti hutan. Tidak hanya Samara yang menatap dan meni Peter Peter juga menatap Samara yang tiba-tiba masuk ke dm ruangan. ¡°Presdir Timothy, kamu saja tidak bisa meyakinkanku sekarang kamu menyuruh bocah ingusan ini untuk meyakinkanku?¡± Bisakah kamu menunjukkan Timothy yang mendengar Bosnya dipanggil bocah ingusanngsung marah sedikit rasa hormat? Siapa yang kamu maksud bocah ingusan? ¡°Ku bukan dia,lu kamu?¡± ¡°Ku kamu berani mengatakannya sekaligi. Saya akan melemparkanmu dari atas sini.¡± Peter yang sekarang tidakgi seperti Peter yang dulu, dia sangat kurus, tng-tngnya terlihat dengan js.. Samara melirik Timothy dengan sinis: -Timothy, tidak boleh tidak sopan terhadap Professor Winata.¡± ¡°Professor Winata?¡± Peter berkata dengan nada dingin : ¡°Sudahma sekali orang-orang tidak pernah memanggilku dengan sapaan itu.¡± Samara berjn kehadapan Peter, dan berk. ¡°Kamu akan tahu seberapa busuknya hati manusia seth jatuh kedm jurang. Benar! Kamu memang pernah dikhianati dan dilukai dengan parah, tapi apakah kamu akan terus berdiam diri didasar jurangdan menghancurkan sisa hidupmu? Dan membiarkan Be meremehkan kelusuhanmu smanya?¡± Belonging to N?velDrama.Org. Peter mengernyitkan keningnya dan menatap pada wanita yang ada dihadapannya, dan menatapnya dengan bingung dan kaget. ¡°Kenapa kamu bisa tahu tentang masaluku?¡± ¡°Apakah itu penting? Yang penting adh apakah kamu berniat keluar dari keterpurukanmu, dan kembali ke dirimu yang dulu¡± Samara mengepalkan tangannya dengan erat. Saat dia mencoba menghibur Peter, dia mh teringat pada dirinya sendiri. Mengingat sepasang anak kembarnya yang meninggal tidakma seth dhirkan.. Mengingat adiknya yang dia anggap sebagai orang terdekatnya, mh membakarnya hidup-hidup¡­ Mengingat kakeknya dan ibunya yang bersusah payah membangun pondasi dan akhirnya dinikmati oleh setan-setan itu¡­ Saat menatap mata Samara, Peter merasakan keakraban. ¡°Meskipun kamu dan pria disampingmu ini berani mempekerjakanku, apa Komisaris Utama Perusahaan Farmasi Intermega akan berani?¡± ¡°Kenapa tidak berani?¡± Samara bertanya balik : ¡°Perusahaan Farmasi Intermega saya dirikan sendiri, saya bng berani, siapa yang berani membantah?¡± Bab 23 Bab 23 Bab 23 Mendengar itu, Peter terkejut, dia tidak percaya apa yang baru dia dengan ¡°Kamu adh Komisaris Utama Perusahaan Farmasi Intermega?**** Perusahaan farmasi Intermes adh perusahaanrmasi yang baru berdiri sma 3 tahun bkangan di Metropolis, obal antiinmasi mereka adh san mereka berkembang dengan pesat di industri farmasi. hamny. Perusahaan Farmasi Semua orang tahu hu Timothy hanya memiliki 15% Intermega dan sisa 70% dimiliki oleh homin um Ini¡­. Ini adh komisaris Utama yang misterius itu, yang tidak pernah menunjukkan wajahnya di publik, jadi banyak orang yang berspeksi bahwa kominis madh orang yang sudah tua, jadi tidak leluasa untuk tampil di publik u ma Penuhanman Intermnega adh wanita Peter tidak menyangka hu homin muda jelek yang ada dihadapannya ¡°Benar, dia adh bosku homiylis ma dan Perusahaanmasi Intea Samara Timothy mengibaskan poninya, dan memperkenalkan Samara dengan No Samara tidak memperdulikan Timothy yang menyanjungnya dan menatap kearah Peren ¡°kamu sendiri yang memutuskan apakah kamu mau tetap terpuruk didasar jurang atau ingin bangkit kembali dan merebut kembali kehormatanmu yang dulu¡­¡± Samara disinari oleh sinar matahari dan membuat tubuhnya seh bersinar dan mata cotnya menunjukkan ketegasannya. Cantik Tidak cantik. Saat ini, sudah tidak pentinggi. Aura yang terpancar dari tubuhnya sudah cukup untuk membuat orang merasa yakin dan menurutinya. ¡°Saya ingin bangkit, saya ingin bs dendam.¡± Dan Samara tersenyum karena sudah mendapatkan jawaban yang dia inginkan. ¡°Langkah pertama untuk bangkit dari keterpurl:kan adh membenahi dirimu ini.¡± Samara menatap kearah Timothy:¡±Timothy, bawa dia bnja beberapa baju, atau pinjamkan dulu bajumu padanya.¡± Seth Samara bertitah, Timothy membawa Peter menuju ruang istirahat di ruangannya. Tidakma kemudian, Samara melihat Peter yang sudah berganti pakaian dan bergumam dm hatinya : Kuda mengandalkan pna, dan manusa mengandalkan pakaian, perkataan ini memang tidak sh. Hanya sebuah kemeja putih polos, dana kerja hitam, dia berdiri tegak dengan kedua tangan yang diselipkan kedm sakunya, tapi masih membuat Samara melihat kembali ketampanan Peter yang dulu. Samara menganggukkan kepnya, dan menunjukkan rasa kagumnya yang tulus. ¡°Profesor Peter, lumayan juga.¡± Peter tidakgi terlihat seperti orang lusuh yang sebelumnya : ¡°Terima kasih.¡± Timothy melihat Samara yang hanya memperhatikan Peter, mengeluhkan isi hatinya : ¡°Bos, apa saya tidak cukup baik?¡± ¡°Kamu? Sudah cukup kok.¡± Samara tersenyum sambil mengejeknya: ¡°Ku saya memujimugi, bisa- bisa kepmu menjadi semakin besar.¡± Tiga orang itu tertawa. Samara membahas arah penelitian & pengembangan serta perencanaan strategi kedepannya dengan Timothy dan Peter. Timothy sudahma terbiasa dengan cara berpikir Samara, sedangkan Peter mendengarkan sambil memikirkannya, dan memiliki kekaguman yang lebih dm kepada Samara. Dan saat Samara hampir menyelesaikan pembahasannya, ponselnya tiba-tiba berdering. Peter dan Timothy mnjutkan diskusi dengan suara pn, dan Samara berdiri dan berjn ke pojok ruangan untuk menjawab teleponnya. ¡°Halo, apakah saya berbicara dengan Nona Samara?¡± Content ? N?velDrama.Org 2024. ¡°Iya, ini siapa?¡± ¡°Saya adh pengurus keluarga dari keluarga Costan, Mich?l.¡± Panggn ini sedikit tidak terduga baginya. Dia memang berjanji untuk membantu Olivia menyembuhkan afasianya, tapi waktu yang dijanjikan adh sebn sekali, dan sepertinya masih berjangka setengah bn dari waktu yang dijanjikan. ¡°Pak Mich?l, ada apa ya?¡± ¡°Nona Samara, saya tahu saya tidak seharusnya menelponmu, tapi Tuan Kecil dan Nona Kecil sedang mogok makan.¡± ¡°Kenapa mereka tidak mau makan?¡± Samara tidak habis pikir, apgi Olivia adh gadis yang begitu patuh dan lembut. ¡°Itu karena¡­ mereka terus ribut ingin bertemu denganmu. Tapi Tuan Muda berkata tidak boleh karena waktu pertemuannya belum tiba, jadi mereka terus meributi Tuan Muda. Dan membuat Tuan Muda kesal, sampai-sampai ponsel mereka berdua juga disita. Kedua anak itu juga tidak mau kh darinya, jadi mereka memutuskan untuk mogok makan.¡± Samara terkejut. Kedua anak imut ini, mkukan aksi mogok makan¡­ karena dia? Bab 24 Bab 24 Bab 24 a . ¡°Pancen Gudan, Sudili berapama mereka Sin terkejul, Samara beitanya berdua mojok makan?¡± ¡°Sepertinya dari kemarin sore, mereka tidak makan mm. Dan sekarang sudah hampir seharian, Tuan kecil dan Nona Kecil benar-benar tidak makan sebutir nasi pun, bahkan mereka juga jnji minum air..¡± Suara Pak Michael terdengar sangat panik. This belongs ? N?velDra/ma.Org. Sudah hampir seharian tidak makan, mana boleh seperti itu? Samara mengernyitkan keningnya dan bertanya: ¡°Lalu dimana ? \pa dia tahu kedua anaknya mogok makan?¡± ¡°Tuan Muda tahu, tapi dia¡­.¡± ¡°Dia bng apa?!¡± Pak Michel menjawab dengan enggan dari balik telepon: ¡°Dia bng waktu pertemuannya sudah ditetapkan, sekali dm sebn, jadi harus dituruti, tidak boleh slu menuruti mereka Ku mereka mau mogok makan. Slikan saja, ku merekapar dan tidak tahan, mereka akan makan dengan sendirinya, ku pingsan, tinggal panggil dokter untuk menyuntikkan vitamin,¡± Samara tercengang, dan dm sekejap merasa ku Asta, pria ini benar-benar hewan yang Sangat berdarah dingin. Oliver dan Olivia masih kecil, mana boleh tidak makan seharian? Dan ku mereka pingsan, tinggal disuntikkan vitamin? Wah benar-benar! Kenapangit bisa mengizinkan orang seperti dia menjadi seorang ayah! ¡°Pak Michal, saya akan kesana sekarang *** Seth menutup telepon, Samara berbalik dan lipan dengan Timothy dan Peter ¡°Adunun mendesak, Mya pergi dulu leter baru bergabung dengan perusahaan kita, Timothy kamu halus membantunya dmnyh penelitian dan pengembangan.¡± Tidak menunggu jawaban dari Timothy, Samarangsung keluar dengan tergesa-gesa dari wrdung peiuvaan, dan m enasi menuju kediaman keluarga Costan Kediaman keluarga Con Samara membayar ongkos taksi, dan saat dia baru sampai didepan pintu pagar, wajah Pak Michal sudah berseri-seri. Pak Michal sudah mondar-mandir sejak tadi, dan seth melihat Samara, sepasang matanya seh bercahaya. ¡°Nona Samara, terima kasih sudah bersedia mampir. Saya benar-benar takut ku saya yang hanya pengurus rumah tidak memiliki hak untuk memintamu kesini¡­¡± ¡°Tidak mash, apa kamu bisa membawaku menemui merekalu minta juru masak kalian untuk menyiapkan bubur yang mudah dicerna.¡± ¡°Baik.¡± Di kamar dintai dua. Perut kecil Oliver sudah berbunyi karenapar sejak tadi. Olivia juga tidak jauh berbeda dengan kakaknya, tadi perutnya masih sedikit buncit, tapi karenapar, perutnya seperti menyusut, dan dia cemberut. ¡°Olivia, kita bertahan sebentargi ya. Bagaimanapun kita adh anak kandung ayah, dia tidak mungkin membiarkan kita mati kparan.¡± Olivia menganggukkan kepnya. -Olivia, kita harus menunjukkan kepada ayah seberapa besar keinginan kita untuk bertemu dengan wanita itu.. Ku kita menyerah sekarang, bukankah¡­perjuangan kita menahanpar menjadi sia-sia?¡± Olivia kembali mengangguk. -Tapi, Olivia_baya wnupar¡± Olivia tidak berbudi. Tapi dia juga memegang perutnya sendiri, dan air mata bergulir dari H a ludua anak itu udah sangat teraniaya, tapi sul mereka saling menatap utusanin tidak ada yang berinisial merajukan untuk berhenti baliknya dua buah mul au mh menemukan tekad dan keinginan untuk bertahan di Dan saat mereka berdua sekarat, pintu kamar diketuk. ¡°Tok tok¡ª-¡± Oliver tahu pasti Pak Michael datang membujuk mereka untuk makangi, dia mendengus ¡°Tidak mau makan, tidak mau makan, jangan goda saya dan adikku dengan makanan, kami tidak mau makan! Kami akan makan seth kami bertemu dengan wanita itu!¡± Di depan pintu, Samara yang tadinya masih berpikiran ku Pak Michal sedang melebih lebihkan perkataannya, seketika sadar saat mendengar ucapan Oliver yang bersikeras tidak mau makan. Saat itu¡­ Hati Samara berdegup kencang Dia tidak tahu kenapa dua anak ini begitu menyukainya, tapi dia sendiri juga merasakan hal yang sama. Saat mendengar kedua anak ini mogok makan, diangsung meninggalkan Peter dan Timothylu bergegas kemari. Mungkin¡­ Dia menganggap mereka seperti sepasang anak kembarnya yang direnggut darinya? Seth menjernihkan pikirannya, Samara kembali mengetuk pintu. ¡°Kalian benar-benar tidak mau membuka pintu?¡± ¡°Ku begitu. Sya pergi saja ya?¡± Bab 25 Bab 25 Bab 25 Oliver melirik Olivia dan berkata dengan lemn ¡°Olivia, apakah saya. Sudah telu rindu dengannya. Sampai-sampai berhalusinas¡± Dibandingkan dengan Oliver yang sedang merasukan dirinya sendiri. Olivia mh menggelengkan kepnya, sekelika matandanya terlihat sedung tersenyum dan berkega beri kearah pintu. Dia berjinjil dan membuka kunci pintunya. Pintu berdecit dan terbuka, Samara melihat Olivia yang mengenakan rok tutu berwarna kuning Dan sedang memeluk boneka panda. Sepasang mata hitam bonchu panda itu terbuat dari batu obsidian, yang terlihat sama berkunya dengan mata Kadis imut ini. -Olivia¡­¡± DIT ?dat SIIIrd In(¡°TILL JA? ?ITIdly¡¯, lill illili UtIly iliir IT?ld Elli huddli, dil mata yang sejak tadi tergenang di pelupuk matanya mengalir begitu saja. Seh menangis saja tidak cukup, tubuh mungil gadis imutngsung memeluk erat kakinya, dia memeluk seerat yang dia bisa Tangisan itu¡­. Membuat hati Samara melunak. Dia bergegas berjongkok dan memeluk Olivia, ialu menghiburnya: ngan nangis ya, jangan nangis, bukankah bibi sudah disini?¡± Olivia tidak bisa berhenti menangis, bahkan saat Samara inembujuknya pun dia masih tersedu wdu. Melihal gadis kecil yang menangis dm pelukannya, Samara juga merasa tidak tega, hatinya juga meran tidak nyaman. Sedangkan di sisiin, Oliver yang melihat Samarangsung begak seperti seorang Tuan kecil dan berjn menghampirinya. ¡°Kamu, wanita ini, kenapa baru datang sekarang? Apa kamu tidak tahu saya sangat menderita menunggumu disini?¡± ¡°Kenapa harus saya yang menelponmu setiap kali? Apa kamu tidak punya inisiatif untuk menelponku atau datang kemari untuk menjenguk kami?¡± Samara : ¡°¡­¡± ¡°Hei wanita, tidak ada kedua kalinyagi! Jangan biarkan saya kparan seperti ini, saya sangat menderita.¡± Samara melihat bocah dm pelukannya,lu kembali menatap bocah yang ada dihadapannya, hatinya merasa sangat perih. Dua anak ini¡­. Kenapa bodoh sekali? Bagaimana mereka bisa membuat diri mereka menahanpar hanya demi bertemu dengannya? Samara mengerutkan keningnya dan berkata dengan lembut: ¡°Baih, saya sudah tahu. Kamu dan Olivia pasti sudahpar kan, bagaimana ku kita ke ruang makan untuk makan?¡± Kedua anak itu sudah kparan sejak tadi, dan seth tujuan mereka untuk bertemu dengan Samara tercapai, mereka juga mengikuti Samara menuju ruang makan dengan patuh. Di ruang makan, Pak Mich?l sudah meminta para pyan untuk menyiapkan berbagai macam makanan enak. Meskipun Pak Mich?l hanyh pengurus rumah, tapi dia benar-benar tulus menyayangi Oliver dan Olivia, dan saat melihat kedua anak itu memasuki ruang makan dengan patuh, dia hampir menangis. Tidak hanya merasa lega, Pak Michal juga semakin kagum terhadap Nona Samara. Hanya saja¡­. Meskipun memiliki marga yang sama dengan Samantha, tapi di lubuk hati kedua anak ini sepertinya mereka lebih akrab dengan Samara dibandingkan dengan ibu kandung mereka sendiri. Samara dan kedua anak itu duduk di meja makan. Kedua anak itu sudah kparan, jadi merekangsung membenamkan kep mereka pada makanan mereka. Sambara yang berada disamping terus mengingatkan mereka untuk makan dengan pn, dia juga mengupaskan udang untuk kedua kakak beradik itu, dan memberikannya dengan adil. Ini adh kebiasaan Samara saat merawat Javier dan Xavier Jangan lihat kedua bocah itu sangat akrab, mereka juga tidak jarang berebut saat menginginkan sesuatu Seth Olivia dan Oliver selesai makan, perut kedua anak itu terlihat sedikit membt. Olivia yang belum kenyang masih ingin makan makanan penutup, dia memberi isyarat kepada Pak Michal dan Pak Michal yang memahaminya segera membawakannya sepotong mousse cot Olivia menarik-narik sudut baju Samara Samara menoleh dan melihat Olivia sedang tersenyum manis padanya. Sambil memegang sendok kecil dan menyuapkan kue itu padanya. Belonging to N?velDrama.Org. Samara juga sangat suka mousse cot Ditambah anak imut ini yang menyuapinya. Samana juga tidak banyak pikir dan memakannya, Pada walilu, Suid rendah seorang pria terdengar dari pintu masuk Oliver dan Olivia masih mogok mahan? Bab 26 Bab 26 Bab 26 ¡°Tuan kecil dan Nona Kecil¡­.sudah makan¡­.¡± Pak Michal sedikit terbata-bata karena dia meminta Samara datang tanpa memikirkan akibatnya. Dinaa nigrka? Pak Michal tidak berani berbohong : ¡°Di ruang makan, baru selesai makan.¡± Suarangkah kaki pria itu semakin dekat. Dan saat Asta memasuki ruang makan, tatapannya tertuju pada Samara. Asta mengenakan kemeja hitam dana panjang hitam, pakaian kerja yang sangat umum, tetapi saat pria ini yang mengenakannya, pakaian itu menjadi pakaian modis yang bersk internasional. Lengan kemeja digulung tepat di bawah siku, dan memperlihatkan lengan bawahnya yang terlihat kuat. -Kenapa dia bisa ada disini?¡± Asta melirik kearah Pak Michal dengan tatapannya yang dingin. Pak Mich?l menundukkan kepnya, dan raut wajahnya memucat, tidak peduli sedm apa senioritasnya di keluarga Costan, dia hanyh seorang pengurus rumah. Kali ini dia berani mengambil keputusan sendiri, itu tentu melewati garis batasannya Asta. Danaal Pak Michel hendak mengakui perbuatannya. Samara membuka suara terlebih dulu : =Saya merindukan dua anak ini jadi datang kemari untuk menjenguk mereka. Pak Michal yang melihatku tidak sengaja memberitahukan ku mereka sedang mogok makan, jadi saya memintanya untuk mengizinkanku membujuk mereka. Pak Muhaledak bisa menk permintaanku, dia juga kasihan pada Olivia dan Oliver yang Content ? N?velDrama.Org 2024. dak mau makan jadi mengizinkanku untuk masuk *** Samal mindahkan tanggung jawab amn ini dari Pak Michal pada dirinya sendiri Anta riziap Saia dan Pak Mal beixantian dan l. Cyn udiu vang Saat Asta melihat sepasang mat aitu, dia mh teringat pada wanita yang ditemui di caf¨¦. Apa dia sudah g ya? Bagaimana dia bisa menyamakan wanita dengan wajah penuh bintik-bintik ini dengan Samantha yang begitu cantik? Cahaya gp terlihat melintas pada mata tajam pria itu. ¡°Ayah, kamu tidak boleh memarabinya, ku kamu menganiaya Samara, kamu harus melewatiku dulu.¡± Perkataan Oliver juga membuat Olivia yang tidak bisa berbicarangsung mengadang didepan Samara, dia memeluk kaki Asta dengan erat, seh takut ku Asta benar-benar akan menganiaya Samara. Asta melihat kakinya yang dililit erat oleh dua bocah itu dan mengernyitkan keningnya : ¡°Mereka benar- benar berusaha keras demi menyukaimu.¡± Samara tersipu malu. Kedua bocah ini bahkan tidak segan-segan menunjukkan perasaan mereka terhadapnya. Ku Asta benar-benar berani memukulnya, Samara yakin kedua bocah itu tidak akan ragu untuk memukuli ayahnya sendiri! Asta dengan mudah melepaskan jeratan kedua bocah itu dan mendudukkan mereka kembali di kursi. ¡°Kalian sudah bertemu dengannya, juga sudah makan, sekarang kalian kembali ke kamar kalian, ada yang harus saya bicarakan dengannya.¡± Dua anak itu tidak mau pergi. Mengetahui watak anaknya dengan js, Asta mengh nafas. ¡°Jangan khawatir, saya tidak akan menganiayanya.¡± Seth mendengar ucapan itu, kedua anak itu beranjak pergi dengan tergesa-gesa, dan kembali ke kamar mereka. Saat itu¡­ Di ruang makan hanya tersisa Asia dan Samara, ¡°Kenapa kamu membantu Pak Michal berbohong tadi?¡± ¡°Kamu menyadarinya dan tidak menyudutkanku.¡± Samara bertanya balik : ¡°Pak Michael mkukan itu demi mereka, dia juga r ku kamu menyhkannya, tapi pasti tidak akan mengenakan.¡± ¡°Kamu juga bisa membaca isi hati orang.¡± ¡°Hanya menebak.¡± Asta menopang dagunya dengan tangannya dan bertanya : ¡°Pak Mich?l memintamu kemari, dan kamu langsung mengiyakan?¡± Saat topik ini dibahas, Samarangsung kesal. ¡°Apakah tubuh anak-anak bisa disamakan dengan orang dewasa? Ku kamu kparan juga tidak akan kenapa-kenapa, tapi bagaimana boleh membiarkan mereka kparan?¡± Saat teringat kejadian di caf¨¦ waktu itu, dada Samara terasa sesak, dan meluapkan isi hatinya. ¡°Bagaimanapun, Olivia dan Oliver adh anak kandungmu, kenapa kamu tidak bisa lebih memperhatikan mereka? Ku menyibukkan pekerjaan, masih tidak mash, mh sibuk menjalin hubungan tidak js dengan wanitain.¡± Mata tajam Asta terpaku pada Samara, dan bertanya dengan penuh arti : ¡°wanitain?¡± Bab 27 Bab 27 Bab 27 Siapagi? Ya Samantha! Tapi Samara tidak bisa menyebutkan nama itu untuk saat ini, jadi dia hanya bisa menahannya di dm hati dan berkata dengan keras kep. ¡°Tuan Asta, seharusnya kamu sendiri tahu dengan js wanita yang mana, dan tidak perlu bertanya padaku.¡± Asta memutar matanya dengan ms dan melirik Samara dengan santai. ¡°Nona Samara, sepertinya kamu punya keluhan yang mendm terhadapku?¡± Samara menyangkal. ¡°Mana berani.¡± Saat dia teringat adegan waktu Asta menciumnya sampai dia kekurangan oksigen, wajah bt Samara memerah, jantungnya berdegup dengan kencang. Asta yang menyadari ku hati wanita dihadapannya sedang berapi-api, berkata dengan acuh tak acuh. ¡°Hari ini Oliver dan Olivia mkukan mogok makan karena ingin bertemu denganmu, seth kamu datang, mereka juga sudah tidak bertingkahgi. Ku suatu hari, mereka ingin mkukan hal-hal yang mnggar aturan atau kontrak, apa mereka juga boleh bertingkah seperti hari ini? Saya bukan tidak memperdulikan mereka, saya hanya tidak ingin mereka tumbuh menjadi anak-anak yang tidak tahu rasa bertanggung jawab.¡± Dan saat Asta menyelesaikan kalimatnya, Samara baru menyadari ku pria yang ada dihadapannya ini¡­jauh lebih perhatian kepada Oliver dan Olivia dibandingkan dengan perkiraannya. Sebagai ayah dari kedua anak itu¡­ Dia sedang mengajari kedua anaknya ku mereka tidak boleh menggunakan cara yang merusak tubuh mereka untuk menyelesaikan suatu mash. Selingah jam kemudian. Samara baru membuka mulut: ¡°Bagaimanapun mereka masih anak-anak¡­.kamu bisa mendidik mereka dengan cara yang lebih lembut.¡± ¡°Saat mereka mogok makan, cara yang paling lembut adh memintamu untuk datang kemari.¡± Asta mengerutkan bibirnya dan bertanya : ¡°Saya ingin kamu kemari, apa kamu akan datang begitu saja? This belongs ? N?velDra/ma.Org. Dengan alisnya yang sedikit berkerut, dan sepasang mata tajamnya yang begitu daam dan gp, dia menatap kearah Samara seh ingin menatap kedm jiwanya. Wajah Samara js-js ditutupi oleh topeng wajahnya, tapi dihadapan Asta, Samara merasa ku tatapan matanya itu menembus kedm topeng wajahnya dan dia bisa melihat wajah asli yang bersembunyi dibalik topeng itu. ¡°Ku Olivia dan Oliver memerlukanku, saya akan datang.¡± ¡°Ini adh janjimu sendiri, saya harap kamu mengingat setiap kata yang kamu ucapkan.¡± ¡°Iya.¡± Jari-jari ramping Asta mengambil sendok kecil yang baru saja digunakan Olivia, untuk mengambil sepotong kue mousse cokt dan memasukkannya ke dm mulutnya. ¡°Kamu¡­..¡± ¡°Kenapa?¡± Asta menaikkan bibirnya dan menatap Samara dengan tenang. Mata Samara berkedip, dia tidak tahu bagaimana cara memberitahunya ku sendok itu sudah pernah dipakai olehnya, dan tempat dimana dia menyendokkan kue itu juga merupakan bekasnya. Wajah kecilnya memerah dan terasa panas, dia tanpa sadar ingin mrikan diri. ¡°Saya mau ke toilet.¡± Samara berbalik pergi, dan Asia mh bersandar di kursi dengan santai, bibir tipisnya menunjukkan senyuman yang tidak ada sebelumnya. Pada mm harinya, Olivia dan Oliver kembali meributi Samara untuk membacakan cerita Meskipun Samara memiliki pengman dm merawat Javier dan Xavier, tapi dm benaknya dia hanya mengingat cerita Tiga Bubi kecil Saat dia baru mi m eritakan awalnya, dua anak itu sudah menatapnya dengan mata besar dan wajah mereka kelihatan tidak tertarik sedikitpun Bagaimana ini? Samara berdehem: ¡°Bibi tidak punya cerita yang menarik, bagaimana ku saya bernyanyi untuk kalian?¡± Dua anak yang mendengarnyangsung mengangguk bagaikan ulekan yang sedang menumbuk bawang. Samara menyanyikangu tradisional dari Negara Ordine, yang ditulis dm bahasa Ordine, suaranya memang tidak seindah suara mikat tapi lembut dan merdu. Tidakma kemudian, mata kedua anak itu pehanhan terpejam. Samara tidakngsung berdiri, mh bersender disana sambil menatap sepasang anak kembar itu. ku saja¡­ Ku saja kedua anaknya tidak dickai oleh Samantha, seharusnya sepasang anak kembarnya juga akan selucu dua anak ini kan? Mata Samara digenangi air mata saat dia teringat anak yang sudah dikandungnya sma sepuluh bn dan pada akhirnya tidak bisa dia lindungi. Seth menyelimuti kedua anak manis itu dengan baik, Samara berbalik dan hendak pergi, tapi dia mh menemukan sesosok pria yang sudah berdiri sejak tadi didepan pintu kamar. Air mata Samara disudut matanya tidak sempat dihapus, dan mengalir begitu saja dihadapan Bab 28 Bab 28 Bab 28 Samara kebingungan sejenak, saat berbalik dan menatap mata dingin pria itu. ¡°Sejak kapan kamu ada didepan pintu?¡± Asta menarik sudut bibirnya dan suaranya yang dm memiliki makna yang tidak dapat dipahami: ¡°Sejak kamu mi menceritakan kisah tiga babi kecil ¡­¡± Samara yang ditatapnya merasa seperti seekor mangsa, dan segera memalingkan wajahnya. Dia sudah disana sejak dia membacakan cerita, ku begitu pria ini sudah mengawasinya sejak setengah jam yanglu. Apa dia mengkhawatirkan Oliver dan Olivia yang berada dengannya? ***Tuan Asta, saya bersedia menemani Olivia dan Oliver murni karena takdir¡± Samara menatap seks dan genangan air mata masih terlihat js di matanya: ¡°Karena sebelumnya kamu juga memintaku membantu menyembuhkan afasia yang diidap oleh Olivia, maka saya mohon agar kamu tidak mengawasiku diam-diam seperti ini. Ini adh kediaman Keluarga Costan, ini adh wyah kekuasaanmu, ku saya benar-benar punya rencana jahat, saya juga tidak akan bertindak di tempat ini, saya tidak sebodoh itu.¡± This belongs ? N?velDra/ma.Org. Sepasang mata Samara memerali, tapi dia menggunakan punggung tangannya untuk menyeka air mata itu dengan keras seh-h itu bukan matanya. Lima tahunlu, kehngan sepasang anak kembarnya adh pukn paling menyakitkan baginya. Itu adh rahasia terdmnya bahkan Javier dan Xavier juga tidak tahu tentang kedua kakaknya yang meninggal dunia. Pada saat ini, dia tidak ingin Asta melihat air matanya, dia juga tidak ingin dia melihat sisinya yang lemah dan rapuhi. ¡°Jangan mengucek sekasar itu¡­nanti matamu terluka.¡± Asta mengernyitkan keningnya saat melibal wanita ini menyeka air matanya, tangannyangsung menahan pergngan tangan wanita itu : ¡°Yang paling indah diwajahmu ini adh matamu.¡± Samara tersentak, dan menatap Asta dengan kosong, dia bahkan tidak tahu harus memberikan ¡°Ku saya mencurigaimu, Saya pasti akan menyuruh Pak Michel untuk mengawasimu.¡± ¡°Ku begitu kamu¡­¡± Jari ramping pria itu menyeka sudut mata Samara dengan ringan dan menghapus air matanya. ¡°Saya tidak telu rukun dengan anak-anak.¡± Asta bersuara : ¡°Saya hanya ingin melihat bagaimana caramu berbaur dengan mereka, dan kenapa mereka sangat bergantung padamu, dan hanya menginginkan dirimu.¡± Samara ingin menghindari gerakan Asta yang menyeka air matanya, tapi saat dia baru mngkah mundur, tangan pria itu sudah melingkar di pinggangnya dan membuatnya tidak bisa mundur. Dia memberikan pewanan, tapi semakin dia inwan, tangan pria itu melingkar semakin erat padanya. Dia mengigit bibirnya dengan keras,lu berkata. ¡°Asta¡­.¡± ¡°Orang dewasa sepertimu masih kh dengan Oliver dan Olivia, menghapus air mata saja tidak pandai.¡± Suara lembut dan dm seorang pria terdengar di atas kep Samara, dia yang hendak menghindar pada akhirnya tidak mkukan apa-apa. Jarak diantara kedua orang itu sangat dekat, hidung Asta dipenuhi dengan aroma manis yang dipancarkan oleh wanita ini, aroma manis yang menyegarkan ini¡­.terasa familiar. Jari-jari Asta menyelipkan rambutnya yang menutupi sisi wajahnya ke balik telinganya, dan tatapannya seketika mencari bekas gigitan yang ada di daun telinganya. Tidak ada. Bekas gigitan yang diharapkan tidak muncul. Lantas apakah dia sh mengenali orang? Kebingungan melintasi benak Asta, dan tangannya mi merenggangkan pelukannya terhadap SaIIIArd. Samara menatap punggung Asta, dan tangannya mengelus dadanya yang sejak tadi gelisah. Asia ini memang pantas menjadi kep keluarga keluarga Costan, dia jauh lebih pintar dari yang dibayangkan. Meskipun dia mengenakan topeng wajah, tapi Asta mi menaruh kecurigaan padanya? Ku bukan karena dia mengoleskan obat anti-inmasinya yang khusus, sepertinya Asta akan langsung menyadari bekas gigitannya dan melepas topeng wajahnya ditempat. Seth kedua anak itu tertidur lp, Samara hendak png. Tapi, saat dia baru turun¡­ Dia mendengar suara hujan deras dari luar, suara hujan itu terus menghujam ke jend danngitngit rumah. Bab 29 Bab 29 Bab 29 Samara yang melihat hujan turun dengan deras sedikit tercengang. Dm cuaca seperti ini, pasti akan sulit mendapatkan taksi, dan wupun ada yang bersedia mengantarnya, menyetir dm cuaca seperti ini juga sangat berbahaya. Bagaimana¡­.dia bisa png? Samara berkeliling di ruang tamu dan tidak menemukan sosok Pak Mich?l. ¡°Huh? Dimana Pak Mich?l¡­. Dan saat Samara mngkah mundurgi, dia tidak sengaja menabrak dada lebar dan keras. Kakinya terpeleset dan tubuhnya kehngan keseimbanganlu jatuh, dan seketika, lengan panjang itu meraih pinggangnya dan menarik tubuhnya kedm pelukannya dengan erat. Bau segar dari asap tembakau menembus hidung Samara, dan dia segera mengangkat kepnya Dm keadaan tidak sadar, dia melihat wajah sempurna pria itu, dan sorot matanya yang tajam dan begitu dm. ¡°Ah¡­¡± Asta mengerucutkan bibirnya, seth menopang Samara, dia menarik kembali tangannya yang melingkar di pinggangnya. ¡°Nona Samara, sepertinya penampnku tidak telu mengagetkan orang kan?¡± ¡°Mana mungkin? Penampn mu tidak mengagetkan kok¡­¡± Samara menghindari tatapan Asta yang membara dan menjawab dengan ringan : ¡°Tapingkah kakimu seperti setan, tidak terdengar sedikitpun¡­¡± ¡°Apa kmu?¡± Samara menarik sudut bibirnya dan tersenyum : ¡°Saya bng¡­terima kasih Tuan Ista harena sudah menopangku.¡± Samara melirik keluar jend dan sepertinya hujan belum berencana untuk berhenti mm ini. dia masih melihat awan hitam yang menyelimuti pertanda badai akan turun sebentargi. Melihat Asta yang hendak beranjak pergi, Saman bergegas memanggilnya, ¡°Tunggu sebentar!¡± ¡°Ada mash?¡± Asta menghentikanngkah kakinya. ¡°Em¡­.ada! Begini¡­.¡± Samara menggaruk kepnya dan berkata dengan kesulitan. ¡°Asta, apa¡­.apa saya boleh menginap disini mm ini?¡± Wajah tenang Asta seketika termenung, matanya yang dm seketika menunjukkan rasa bersemangat dan menatap wanita itu dengan gp. Saat Samara mengatakannya dia tidak menyadarinya, tapi seth diucapkan dia merasa ku ucapannya terkesan mengundang dengan ambigu, dan segera menjskan : ¡°Hujan diluar telu deras, menyetir di cuaca seperti ini telu berbahaya, apa saya boleh meminjam kamar tamu mu? Besok pagi saya akan segera png.¡± Content ? N?velDrama.Org 2024. Asta membawa Samara menuju kamar tamu dintai dua. Dan saat didepan pintu, ponsel Samara tiba-tiba berdering, dan dyar tertera panggn masuk dari ¡®sayangku¡¯. Saat mengetahui putranya menelpon, Samara juga tidak memperdulikan orang yang ada disampingnya, danngsung mengangkat telepon itu. ¡°Halo, sayangku¨C¡± ¡°Hujapnya telu deras, saya tidak bisa png hari ini, jadi saya menginap dirumah seorang teman dan png besok pagi ya.¡± ¡°Coba periksa apakah jendnya sudah tertutup rapat,lu jangan lupa pakai selimut saat tidur ya.¡± ¡°Sayangku, muah muah¨C¡± Dan saat Samara sedang menunggu ciuman bsan dari Javier, dia mendengar deheman pria yang ada disampingnya. ?didlu : Javier yang ada dibalik telepon : ¡°¡­¡± Seth beberapa detik, Javier akhirnya tersadar dan bertanya dengan semangat : ¡°Ibu, kamu menginap dirumah seorang paman? Apa kamu sedang mencarikan ayah tiri untukku dan kakak? Bagaimana tampang ayah tiri? Tampan tidak? Kaya tidak? Apa dia bersikap baik padamu?¡± Samara yang mendengarnya seketika pusing, dan saat tpannya bertemu dengan tatapan Asta yang seh ingin memangsanya, dia tidak berdaya ¡°Jangan bicara sembarangan, saya akan menjskannya padamu nanti. Kamu masih berniat membs ciuman ibu atau tidak? Ku tidak saya tutup ya.¡± Mendengar ucapan Samara, Javier hanya bisa membs ciuman smat mmnya mlui telepon dan menutup teleponnya. Seth panggnnya berakhir, Samara berbalik dan menatap Asta yang berdiri disampingnya seh tidak terjadi apa-apa. ¡°Apa maksud dehemanmu tadi?¡± Bab 30 Bab 30 Bab 30 Asta menunduk dan menatapnya, dia menjawab dengan pn. ¡°Tenggorokanku tidak enak.¡± ¡°Kamu kan tahu saya sedang menelpon, apa tidak bisa tahan sebentar?¡± Mata dingin Asta tercengang: ¡°Kenapa saya harus menahannya?¡± ¡°Kamu¡­ini bisa menyebabkan keshpahaman! Saya tidak png dan menginap dengan seorang pria, bagaimana ku dia sampai sh paham?¡± Asta menenggmkan wajahnya dan mendekati Samara sngkah demi sngkah : ¡°Tidak png semman dan menginap dengan seorang pria,lu kenapa? Lagip, ku sampai sh paham, itu juga urusanmu sendiri.¡± ¡°Kamu¡­.¡± Content ? N?velDrama.Org 2024. Samara merasa ku dia juga bukan orang yang tidak bisa berdebat, dia sudah memaki banyak orang sma beberapa tahun sm, dan sangat jarang kh. Tapi kenapa saat dihadapkan dengan Asta, dia tidak bisa menang? ¡°Kemampuan Nona Samara untuk memberi nama panggn buruk sekali, bisa-bisanya menamai pacarnya dengan nama seberlebihan itu.¡± Detik berikutnya, Samara mengigit bibir merahnya, dm hatinya sudah sangat ingin mencaci maki Asta si pria bajingan ini. Pacar? Itu adh putranya sendiri, apa shnya memanggil putranya dengan sebutan sayangku? Samana awalnya ingin menjskan kepada Asta tentang siapa orang yang ada dibalik telepon itu, tapi seth menatap punggung Asta dia teringat ku Asta bukan siapa-siapanya, kenapa dia harus menjskan kepadanya. Dia oleh memanggil siapa saja dengan sebutan sayangku! Asia kembali ke kamarnya, dia memiliki kebiasaan untuk membaca beberapa dokumen sebelum Tapi mm ini. Ian, dn setengah jam, dokumen itu hanya dibalik satu hman saja. Mengetahui efisiensinya mm ini hanya sampai disini. Pria itu melemparkan dokumennya ke meja yang ada disamping tempat tidurnya, dan tangannya memijat-mijat pelipisnya. Wanita ini¡­ benar-benar bukan dia? Meskipun penampnnya sangat berbeda, aroma manis seperti herbal di tubuhnya dan sepasang mata yang cerdas dan licik tidak mungkin sh dikenali. Hanya memikirkan bibir mungil wanita itu, Asta merasakan cairan hangat yang mengalir dari¡­.¡¯adik kecilnya.¡¯ Asta sudah mandi tadi, tapi akhirnya kembali ke kamar mandi dan mandi dengan air dingin sekaligi. Perasaan panas dm dirinya, mi sedikit mendingin seth dialiri oleh air dingin. Seth mematikan keran air, Asta bergumam. ¡°Sayangku?¡± Dia kembali teringat raut wajah kesenangan wanita itu saat menelpon tadi, dan raut wajah Asta seketika menjadi dingin, sedingin es yang sudah membeku sma puluhan ribu tahun. Samara berbaring di kamar tamu, sambil mendengarkan suara hujan yang deras, dan pehan tertidur. Tengah mm, ktan petir tiba-tiba menembus awan hitam, suara guntur yang memekakkan Liba-tiba terdengar. Samara yang terbangun karena terkejut menatap keluar jend dengan panik. Tangannya mencengkram dadanya, dan nafasnya terasa berat dan cepat. Ibunya meninggal saat hujan badai, sebelum meninggal ibunya memintanya untuk pergi ke kediaman Keluarga Wijaya untuk mencari Samantha, ibunya ingin bertemu dengan Samantha untuk terakhir kalinya. Namun, dia berdiri didepan pintu kediaman Keluarga Wijaya dimm hujan badai itu, dan tidak menemukan sosok Samantha sama sekali. Pada akhirnya¡­ Ibunya tidak bisa bertemu Samantha untuk terakhir kalinya. Dan karena dia yang menunggu dengan bodohnya didepan pintu rumah keluarga Wijaya, dia juga melewatkan kesempatan terakhir bersama ibunya. Dan saat dia mendapat kabar, dia bergegas kembali ke rumah sakit, namun ibunya sudah ditutup dengan kain putih, dan sudah tidak bernyawa. Dan sejak saat itu, setiap melihat hujan badai yang disertai petir, dia merasa ku hatinya sedang dijerat dengan erat oleh kawat besi yang tidak terlihat, bahkan untuk bernafas juga terasa sangat sakit. Dia meringkuk, meringkuk di sudut tempat tidur, tubuhnya gemetar tak terkendali. Dulu saat badai, dia sebagai seorang ibu akan melindungi kedua putranya yang sedang tertidur, tapi mm ini Xavier dan Javier tidak berada di sisinya. Apa¡­dia pergi ke kamar kedua anak imut itu saja? Mungkin saja dua anak itu juga takut petir, dan mereka bisa berpelukan agar tetap hangat? Samarangsung menuju ke kamar dua anak imut itu, tapi saat membuka pintu dia menemukan Oliver dan Olivia yang tertidur ps, dan tidak terbangun karena suara petir. Apakah orang yang takut pada petir hanya dia seorang? Samara menutup kembali pintu kamar, dan hendak kembali ke kamarnya, namun petir kembali menyambar dan membuatnya menutup telinga dan berjongkok dengan panik. Rasa sakit yang menusuk hati membuat matanya dipenuhi aura kosong dan kesedihan. Tiba-tiba-== Sepasang kaki panjang dan ramping muncul dihadapan Samara. Dia melirik dari sandalnya,lu betisnya, pahanya, pinggangnya, dadanya,lu terakhir, wajah lampannya yang tidak tertandingi. ¡°Nona Samara, apa yang sedang kamukukan disini?¡± Bab 31 Bab 31 Bab 31 Bayangan Asta yang tinggi berdiri tegak di hadapannya, memakai mantel mandi berwarna hitam tampak anggun dan sangat seksi. Dengan pengman bertahun tahun duduk di posisi yang tinggi, menyebabkan pandangan pria tersebut penuh wibawa keras dan dingin. Kemu Asta, menyebabkan Samara terkejut sampai melongokan mulut kecilnya. Dibawah tatapan Asta yang mencurigakan, Samara tidak tahu bagaimana dia harus menjskan mengapa dirinya tidak tidur dan berkeliaran di koridor di tengah mm. Samara meringkuk sambil memeluk lututnya sendiri, tidak bangkit berdiri, mirip seekor anak kucing yang sedang waspada terhadap musuh. ¡°Kamu¡­..apa urusannya denganmu?¡± Tetapi baru selesai perkataan Samara, th terdengar sebuah sambaran petir yang mengpetir, suara petir yang menggetarkan telinga menyebabkan tubuh Samara gemetaran. Pikiran Samara plong bagaikan kertas putih sama sekali tidak dapat berpikir, detik snjutnya tanpa mengindahkan apapun dia memeluk erat paha di hadapannya, mengikuti instingnya dia menempelkan wajah mungilnya ke paha pria tersebut. ¡°Tidak¡­.jangan¡­¡­¡± Pandangan Asta menjadi berat, dia mengawasi wanita mungil yang berada di bawah tubuhnya. Barusan wanita mungil ini masih mengabaikannya, sekarang memeluk pahanya dengan begitu erat. Wanita ini memakai mantel tidur yang tersedia untuk tamu, tetapi sangat js untuk dibawa tidur dia sama sekali tidak memakai sehi benangpun di bawah mantel tidurnya. Sekarang tubuh hangat wanita ini menempel dengan erat di pahanya, pahanya yang kukuh dapat merasakan postur tubuhnya yang ramping dan lembut, ini¡­..posisi ini seketika membangkitkan hasratnya Lepaskan tanganmu.¡± Samara menatapnya dengan pandangan bimbang, dia merasa th kehngan harga diri di hadapan Asta Saat dia baru mau melepaskan pelukan di paha pria tersebut, sekaligi terdengar suara petir yang menggelegar, menggetarkan dan sama sekali tidak mengenal ampun. Keberanian Samara seketika pupus, bukannya melepaskan pelukan di paha pria itu, justru pelukannya bertambah erat¡­..seh h ingin bersatu dengan dirinya. Suara petir yang menggelegar. Asta dapat merasakan tubuh wanita mungil di bawah kakinya ini bagaikan seekor anak kucing yang ketakutan, sama sekali tidak berani bergerak. ¡°Lepaskan tanganmu.¡± ¡°Tidak.¡± ¡°Jangan sampai saya mengng untuk ketiga kalinya.¡± ¡°Kamu mengng sampai empat kali juga tidak berguna,¡± Kenangan pahit mm itu melintas dm benak Samara, bahkan menyebabkan dia mengoceh tak karuan: ¡°Saya mohon¡­.jangan tinggalkan saya¡­. Ibu¡­.. Ibu¡­.jangan tinggalkan saya.¡± Tampak kebimbangan di mata Asia yang gp dan tajam. Mengetahui wanita mungil di bawah tubuhnya ini tidak mempunyai maksud untuk menggodanya. Dengan polos dia hanya menganggapnya sebagai tempat untuk bersandar, melewati masa masa pahit yang sangat membekas dm ingatannya. Tetapi ¡­¡­ Wanita ini memang tidak bermaksud untuk menggodanya, tetapi nafsu liarnya yang baru berhasil diredam dengan mandi air dingin, sekaligi bangkit dengan tidak terkendali. Bagian tubuhnya menjadi tegang, wupun dia tidak memaksa melepaskan tubuh wanita mungil dengan kasar, tetapi dia mengepal tinjunya dengan semakin erat, lengannya menunjukkan urat urai berwarna hijau. Seth sekianma, akhirnya suara petir berhenti menggelegar. Content ? N?velDrama.Org 2024. Ketika Samara tersadar kembali dari ingatan yang menyakitkan, dia baru menyadari semua tindakannya yang begitu memalukan sekali. Tangan kecilnya dengan pn pn mengendorkan pelukan pada paha pria tersebut, tetapi suasana th menjadi begitu hening dan penuh tekanan. Samara merapikan pakaiannya yang kusut, dan bangkit berdiri dengan pehan, tidak berani menatap sepasang m tajam dan dingin pria itu. Asta th menyuruhnya untuk mengendorkan pelukan, dia yang tidak tahu malu terus memaksa memeluknya, menurut logika yang beku saat itu semua tindakan yang diakukan membuktikan dia yang melecehkan Asta dan bukan sebaliknya. Samara sangat ingin begak bisu, dia tahu dirinya tidak bisa menghindargi terpaksa harus memberi penjsan kepada pria itu. ¡°Maaf¡­. maafkan saya¡­..saya harap Anda tidak sh paham, saya takut terhadap suara petir yang menggelegar sehingga bertindak tidak sopan seperti itu.¡± ¡°Kamu pikir saya butuh permintaan maaf darimu?¡± wajah Asta dingin bagaikan es, sepasang mata tajam dingin bagaikan benua kutub. ¡°Asta, saya tahu ku suasana hatimu pasti menjadi buruk, tetapi saya tetap harus menyampaikan permintaan maaf saya kepadamu.¡± Samara sama sekali tidak bisa menerka apa yang dipikirkan oleh pria ini, dia mengira sudah meminta maaf sehingga cepat cepat berbalik badan ingin mrikan diri dari tempat itu. Tetapi, siapa sangka, Asta sebenarnya th menargetkan dirinya, belum sempat dia mngkah, tubuhnya sudah ditarik masuk ke pelukan pria yang berdiri di bkangnya itu. Bab 32 Bab 32 Bab 32 Pria ini sudah g! Wajah mungilnya menabrak dada pria yang kekar itu, hidungnya terasa sakit seperti menabrak dinding yang keras. ¡°Asta, saya sudah meminta maaf.¡± Samara melotot kepadanya: ¡°Apagi yang kamu inginkan dariku?¡± ¡°Kamu ingin pergi begitu saja seth memanfaatkan saya?¡± Memanfaatkan? Tempramen buruk Samarangsung meledak, dan dia bertanya dengan ketus : ¡°Siapa yang memanfaatkan kamu? Saya sudah memberi penjsan kepadamu kan? Apa kamu harus mendesak orang dengan membawa-bawa san ini?¡± ¡°Bukankah kamu sudah memiliki ¡®sayang¡¯mu?¡± ¡°Benar! Tetapi apa hubungannya denganmu?¡± Tangan besar Asta merayap dengan liar diantara dagu dan lehernya, suaranya lebih dingin dari udara di kutub. ¡°Karena kamu sudah ada yang punya, maka menjauh dari saya.¡± ¡°Itu¡­.. Samara mengernyitkan alisnya, maksud sayang-ku disini adh putranya, kenapa bisa dishartikan menjadi pacarnya? Barusan Samara ingin buka mulut menjskan, Asta sudah melepaskan pegangan di dagunya, dengan dingin dia berkata: ¡°Nona Samara, jangan sampai saya mengetahui rahasiamu¡­. ku saya sampai menangkap basah kelemahanmu, saya tidak akan melepaskanmu.¡± Mereka saling bertatapan dm jarak yang begitu dekat. Dingin, muram, menakutkan, pandangan pria itu sangat mendm sehingga susah ditebaknya. Samana merasa dirinya sekarang seperti bayi yang baruhir tanpa mengenakan apapun, dia tidak dapat menghindar dari tatapan matanya. Asta, pria yang masih muda sudah menjabat sebagai pemimpin keluarga Costan, bahkan berhasil menaklukkan para letual dari keluarga Costan, ini membuktikan dia bukah sosok yang bisa dianggap enteng, sedangkan penyamanannya yang dia rasa sudah sempurna, apakah akan berhasil mengbuinya? Diawasi dengan k oleh tatapan Asta van panas membara hati Samara seketika menjadi panik. Kepanikannya tidak bengsungma, dengan cepat pikiran rasionalnya th kembali. Kenapa dia harus mengaku sendiri? Mungkin saja ini hanyh permainan Asta yang ingin menggertaknya, dia berupaya memancingnya tanpa mempunyai bukti yang kuat? Boleh saja ku dia ingin menangkap kelemahannya, asalkan dia punya bukti yang kuat, tetapi dia tidak akan bertindak bodoh dengan mengatakan apa yang tidak seharusnya dia katakan. B mata Samara bergetar, sudut mulutnya mengait keatas: ¡°Selera orang kaya memang aneh ya? Begitu banyak wanita cantik tidak suka, mh tertarik dengan wanita jelek seperti saya?¡± Intonasi suaranya terdengar sangat santai waktu mengucapkan perkataan tersebut, tetapi mengandung sindiran yang kental terhadap Asta. ¡°Itu belum bisa dipastikan.¡± Di tengah keterkejutan Samara, bayangan tubuh Asta th lepas dari pandangannya. Seth Samara kembali ke kamar tamu, kepnya terasa pusing, dia terus berusaha memahami apa maksud dari perkataan Asta. Dia tidak tahu dimana letak keshannya yang menimbulkan kecurigaan Asia terhadap rahasianya? Tetapi berpikir sampai otaknya sakit pun Samara tidak berhasil mengetahui penyebabnya, akhirnya dia membiarkan person ini lewat begitu saja. Mm semakinrut, dia tidur dengan nyenyak sampai bermimpi, bahkan mimpi basah yang indah. Mimpinya terasa sangat nyata, bibir pria itu yang lembut dan tipis mendarat di atas bibirnya, membakar hasratnya, tanpa putus putusnya terus menyerang. Panas. Telu panas. Dan telu dm. Samara tidak puas hanya menjadi pihak yang diserang. Dengan penuh kebencian, dan nafsu yang tidak dapat dijskan, Samara membs menggigitnya. Samara seperti mendengar suara pria yang mengerang karena kesakitan, gara gara gigitannya ini nafsu birahi mereka berdua terbakar, seh h ingin membakar habiswan mereka sampai menjadi abu. Gesekan diantara bibir dan gigi, menyebabkan Samara merasa mimpi basah ini sudah telu nyata. Ketika Samara tersadar dari mimpinya, dia menyadari di dm kamarnya tidak ada orangin sin dirinya sendiri. Ada rasa sakit yang menyengat di bibirnya, dia mengangkat tangan kecil dan meraba bibirnya. Jarinya terasa basah, seth diamati¡­¡­ternyata ada butiran darah yang berwarna merah. ConTEent bel0ngs to N?v(e)lD/rama(.)Org . Apakah mungkin¡­¡­. Apakah barusan dia telu mendmi mimpi basahnya, sehingga menggigit bibir sendiri sampai mengeluarkan darah? ¡°Phui phui phui, Samara, Samara!¡± Samara mengusap usap rambutnya,lu bergumam sendiri : ¡°Betapa lapar dan hausnya dirimu, sampai-sampai mengigit bibir sendiri hingga berdarah?¡± Bab 33 Bab 33 Bab 33 Telu banyak hal yang terjadi mm itu. Tidur Samara juga tidak begitu nyaman, dia bangunlu berberes-beres, dan saat membuka pintu kamar dia menyadari di depan pintu kamarnya ada sebuah kotak yang terbuat dari kertas. Dia mangambil kotak kertas itu dan membukanya, di dm adh setn baju yang masih baru dan¡­.bra. Setn bra ini, berwarna putih dengan renda renda bermotif bunga, memberi kesan polos tetapi menggoda. Selera pakaian ini tidak mirip dengan selera Pak Michal yang sudah berumur 60-an. Apakah mungkin ¡­¡­Asta yang memilihnya? Saat pikiran itu timbul di benaknya, Samara segera menggeleng dan menepis kemungkinan tersebut, pria itu slu berusaha untuk membuka kedoknya sma ini, bagaimana mungkin dia memilih sendiri bra untuk dirinya. Seth kembali ke kamarnya, Samara mencoba pakaian baru di dm kotak itu, dia baru menyadari bukan hanya bentuk, model, bahkan ukurannya¡­..semua pas dengan ukuran tubuhnya. ConTEent bel0ngs to N?v(e)lD/rama(.)Org . Terutama bra, yang bahkan tidakk selisih , lcm pun, semuanya pas bahkan cup bra juga sangat COCOK. Seperti teman akrab yang mengetahui ukuran tubuhnya dengan tepat? Samara turun kebawah, dia menyadari di ruang makan duduk satu orang dewasa dan dua orang anak kecil, di atas meja th tersedia sarapan yang dihidangkan oleh pembantu rumah tangga, ada sarapan timur seperti Pao, Cakwe¡¯, susu kedi, sarapan barat seperti panini, muffin, kopi daninin. Begitu melihat dua orang anak kecil yang imui itu, perasaan Samara seketika menjadi jauh lebih baik, dia menyapa dengan perasaan gembira. ¡°Smat pagi Oliver, smat pagi Olivia¨C¡± Olivia tersenyum sambil menganjukan kepnya ¡°Lambat sekali, apab kamu tahu saya dan Olivia th menunggumu sma hampir lima bs menit?¡± Oliver hanya berbicara kasar di mulut saja, tetapi tindakannya menunjukkan Sebaliknya, dia th menyusun piringan kecil tempat cuka, mangkuk dan sumpit untuk Samara dengan rapi. ¡°Baik baik baik, saya menyesal th menyebabkan Tuan Kecil Oliver dan Nona Kecil Olivia menunggu lama¡­..¡± Samara mengambil sumpitnya, sambil menjepit sebuah Pao yang panas dan mencelupkannya ke dm larutan cuka. Dia baru ingin memasukkan Pao ke dm mulutnya, pandangannya tanpa sengaja beradu dengan Asta yang sedang minum kopi. Mulutnya baru setengah terbuka, Pao nya hampir terlepas dari jepitan sumpit ketika dia menyadari sedang diawasi oleh sepasang mata Asta yang gp dan suram. Samara mengedipkan matanya yang bt, tidak tahu keshan apa yang dkukannya pada Tuan ini, kenapa pagi-pagi saja sudah diberikan tatapan seperti itu darinya? ¡°Tuan Asta, apakah kamu ingin makan Pao?¡± Samara meletakkan Pao yang hampir masuk ke mulutnya tadi ke dm mangkok Asta,lu tersenyum: ¡°Karena kamu ingin makan, maka Pao kecil ini untukmu saja.¡± Samara tidak menyadari ada yang sh dengan tindakannya meletakkan Pao di mangkuk A. Kedua bocah di sampingnya saling memandang, wajah bt mereka merasa tidak tenang. Wilson yang melihatnya juga berteriak tidak baik, seth melirik Samara, dia bergegas berkata: ¡°Tuan, saya akan memindahkan mangkok kecil Anda. Samara tertegun. Apa pria ini punya penyakit mysophobia yang sangat parah? Sumpitnya belum sempat masuk ke mulut,gip tadi Asta yang terus mengawasi Pao yang sedang dijepit dengan sumpitnya. ¡°Siapa yang mengizinkanmu menyentuhnya?¡± Asta menggunakan sumpitnya dan menjepit Pao yang ada didm mangkoknya,lu menggigitnya: ¡°Saya, memang ingin makan Pao ini.¡± Mendengar perkataannya, kedua bocah itu terkejut. Wilson bahkan lebih terkejutgi sampai dagunya hampir terjatuh, Tuan Mudanya ini mempunyai penyakit mysophobia yang sudah sangat parah, dia bahkan tidak mau memakai sumpit umum, waktu makan makanan juga harus dibagi terlebih dahulu. Tetapi kenapa menghadapi wanita jelek yang muka penuh bintik-bintik ini, Tuan Muda slu bertindak di luar dugaan dan menjadi sangat toleransi? Bagaimana bisa begini? Wanita jelek ini mendapal perhatian dari Tuan kecil dan Nona Kecil itu masih bisa diterima logikanya, tetapi sekarang babkan Tuan Mudanya juga ikut terbius olehnya? Dia tidak mengerti, benak Wilson penuh dengan tanda tanya. Selesai sarapan. Oliver dan Olivia akan berangkat ke Taman kanak kanak, Samara akan png ke rumah. Seth kedua anak kecil itu dan Samara saling melepas rindu, mereka diantar oleh supir keluarga Costan ke Taman kanak kanak. Ketika sebuah mobil Rolls Royce berhenti di depannya, tanpa berpikir panjang dia membuka pintu bkang, tetapi tidak bisa dibuka sama sekali. Samaralu pergi ke bagian pengemudi, dan mengetuk jend mobil dia ingin bertanya apa maksudnya ini? Apa sedang mempermainkannya? Tapi ¡ª¡ª ketika kaca jend bagian pengemudi diturunkan, Samara baru melihat js raut wajah pria yang dingin dan tajam, sedang menatapnya. Pengemudi itu adh ¡­. Asta? Bab 34 Bab 34 Bab 34 ¡°Naik¡ª¨C¡± Suara pria itu terdengar garang, matanya yang tajam dan dm menatap lurus padanya. ¡°Orang sibuk sepertimu, apakah pantas mengantarku?¡± Samara mengejap ngejapkan matanya, dia bertanya dengan tersenyum : ¡°Apakah keluarga Costan memiliki supirin¡­¡­apakah bisa merepotkan¡­.¡± Akan tetapi sebelum Samara menyelesaikan perkataannya, Asta dengan suara yang berat sudah menjawab dengan dua kata. ¡°Tidak ada.¡± ¡°Mana¡­.mana mungkin?¡± ¡°Nona Samara, menurut logikamu, apakah saya sedang membohongimu?¡± ¡°Bukan itu maksudku.¡± Samara sadar jika dia terus menk maka suasana akan bertambah canggung dan itu tidak perlu terjadi, alisnya mengerut tapi dia tidak membantah,lu duduk di tempat duduk di samping pengemudi. Seth menutup pintu mobil, dia sulit menekan prasangkanya terhadap Asta, dia juga tidak tahu apa yang diinginkan pria itu? Asta bisa mempunyai hubungan tidakzim dengan perempuan bernama Samantha, itu menjskan ku bukan hatinya jahat pasti orangnya buta! Ketika dia sedang mmun, tiba tiba dia merasa tubuh kekar pria itu hampir menimpa dirinya, kedekatan tubuh mereka hanya kurang lebih 3cm. Tatapan mata pria yang membara, mengarah lurus kepadanya, tubuhnya masih cenderung untuk semakin dekat dengannya. Samara teringat mimpi basah yang diminya semm, seketika hatinya bergemuruh, tanpa Sadar dia bertanya ¡°Asta, apa yang ingin kamukukan?¡± Asta menatapnya dari samping memasangkan sabuk pengaman kepadanyalu kembali duduk di tempat sem, dia memberitahu apa yang ingin diakukan dengan tindakan, Tangan kecil Samara mencengkeram erat sabuk pengaman mobil hatinya kesal sampai ingin menghancurkan sabuk pengaman tersebut. Pria disampingnya ini mh sangat puas melihat reaksi matanya yang marah dan kesal karena ConTEent bel0ngs to N?v(e)lD/rama(.)Org . malu. Mobil sedang terjebak macet di atas jnyang. Samara tidak mempunyai kebiasaan bermain ponsel diatas mobil, dia termenung sambil melihat pemandangan di luar jend, tiba tiba terdengar telepon Asta yang berdering. Asta menekan tombol penerima telepon, terdengar suara seorang pria. Mendengar yang menelepon adh seorang pria, perasaan Samara yang sebelumnya ingin meledek langsung padam, dia mengira yang menelepon adh suara perempuan, mungkin saja Samantha. Samara terus mendengar percakapan itu dengan sabar, dan menyadari ku telepon itu berkaitan sepenuhnya tentang pekerjaan, perasaan ingin tahu di wajahnyangsung pupus seketika. Yang menelepon tadi adh manajer umum perusahaan, yang khusus menangani bagian hiburan. Samara tidak mendapatkan berita gosip, mh mendengar banyak rahasia bisnis, jika dia membocorkan dan menjual rahasia bisnis ini kepada orangin. Asta pasti akan rugi paling tidak 100 miliar. Telepon yang begitu penting, Asta sebagai orang yang berakal, mengapa membiarkannya ikut mendengar? Atau mungkin Asta mengira dia hanya seorang ahli forensik biasa, yang tidak akan mengerti pembicaraan mereka mengenai rahasia bisnis? Perusahaan Farmasi Intermega sudahncar beroperasi, sedangkan Perusahaan Hiburan Intermega di tangannya masih belum dimi dengan resmi, inti pembicaraan telepon tadi membawakan banyak informasi yang berguna baginya untuk dipertimbangkan. Samara menyesap bibir tipisnya yang merah, b matanya berputar dengan licik, secara diam diam dia mengingat semua isi pembicaraan mereka dm hati. Tidak berapama kemudian, Asta mengantar Samara sampai di pintu masuk kompleks perumahan tempat tinggalnya, M Asia yang tajam menatap wajah Samara,lu berpura pura bertanya:¡± Tidak mengundangku untuk berkunjung ke rumahmu?¡± Dm hati Samara tersentak, tetapi wajalinya tetap tersenyumi: ¡°Tidak leluasa, sayangku sedang berada di rumal?.¡± K Sayangku, bukan sengaja diucapkan Samara dengan mesta, namun karena kasih sayang Seorang Ibu membuatnya memanggil dengan mesra, mata btnya juga tampil dengan lincah dan bersinar Suara Asta tidak termasuk melengking, tetapi tersirat suasana yang mengintimidasi: ¡°Sudah jam segini masih belum pergi bekerja? Lki yang mengandalkan istri?¡± ¡°Asta, nasi boleh di makan sembarangan, tapi perkataan tidak boleh diucapkan sembarangan.¡± Samara mendengus, dengan keadn ekstra dia berkata: ¡°Sayangku bukah lki yang mengandalkan istri, dia adh seorang bibit peretas yang hebat, di masa depan dia akan menjuarai peretas tingkat nasional.¡± Bab 35 Bab 35 Bab 35 Mata tajam Asta menjadi km, urat urat hijau timbul di lengannya yang berada di bawah balutan baju. ¡°Sepertinya, posisi dirinya sangat penting di matamu.¡± ¡°Itu sudah pasti karena saya sudah memanggilnya sayangku.¡± Samara mendesah. Javier dan Xavier muk adh dua anak terpenting di dm hidupnya, demi mereka, dia r mengorbankan dirinya sendiri. Di mata Asta terbersit cahaya yang dingin dan tajam: ¡°Ku begituin kali kita harus bertemu, saya ingin tahu pria seperti apa yang th membuat Nona Samara begitu terg g? Samara merasakan aura tidak senang dari pria di hadapannya, tapi dia tidak tahu apa sannya? Wajahnya masih mengenakan topeng wajah yang sangat jelek, ku Asta sampai mengetahui semua ini maka mampuh dia! ¨C Setti Samara sampai di rumah, hal pertama yang dkukan adh melepaskan topeng wajah yang dikenakannya. Seth mengenakan topeng yang memberikan penyamaran sempurna sma sehari semm, dia mi merasa pengap karena topeng itu bukan kulit aslinya. Dia memakai sehi masker pelembab di wajahnya,lu duduk diatas sofa dengan nyaman sambil menikmati perawatan kulit. Javier menyediakan coca c dingin untuk Samara,lu duduk diatas sofa dan menatap dengan matanya yang besar seperti buah anggur. ¡°Ibu, apakah kamu bisa memberitahuku¡­¡­bagaimana rupa ayah tiri kami?¡± Samara yang masih mengenakan masker di wajahnya tidak leluasa untuk berbicara, bicaranya juga terbata-bata: ¡°Apayal¡­liri?¡± ¡°Tadi mmi, saya mendengar suara ayah tiri di telepon, kamu jangan menganggapku sebagai anak 3 tahun yang mudah dibohongi.¡± Javier yang berumur 5 tahun menopang wajahnya yang bt dengan sebh tangannya, dan bertanya seh tahu segnya : ¡°Saya dan kakak slu mendukungmu untuk berpacaran, tapi¡­. Saya mempunyai permintaan kecil¡­.syarat ayah tiri kami tidak boleh lebih buruk dari Asta!¡± Samara sama sekali tidak menyangka, dia tersedak air liur sampai terbatuk-batuk, maskernya sampai terlepas karena batuk. ¡°Apa hubungannya dengan Asta?¡± ¡°Ku kandidat ayah tiri kami lebih buruk dari Asta, maka sebaiknya kamu memilih Asta saja.¡± Javier menjawab dengan santai: ¡°Wupun Ibu belum mengenalnya, tapi dengan tampang Ibu yang asli dan bantuan saya dan kakak, saya tidak percaya dia tidak akan bertekuk lutut.¡± Samara yang mendengarnya sampai berkeringat dingin. Apa dia perlu berterus terang kepada anaknya, ku sebenarnya dia kenal dengan Asta? Lagip semm, dia juga tidak menginap di tempatin, minkan menginap di kediaman Costan? Namun saat melihat wajah bt anaknya yang merah merona karena bersemangat, Samara akhirnya memutuskan untuk tidak memberitahu Javier terlebih dulu. Karena kebetn hari ini tidak perlu masuk kerja, Samara membawa Javier ke pusat perbnjaan yang khusus menjual barang barang impor. Samara boleh mengambil apa saja yang ingin dia makan, dia juga menyuruh Samara untuk memikirkan makanan apa yang dia inginkan dan akan memasakkannya untuk Samara seth dirumah nanti. Samara ingin makan sup Tom Yum, jadi mereka membeli kaldu untuk sup Tom Yum, mereka ke bagian yang menjual bumbu penyedap. Belonging to N?velDrama.Org. Seorang pegawai yang gemuk sedang merapikan rak barang, Samara tidak ingin mengganggunya,lu menarik mundur kereta bnjanya dengan tergesa gesa, namun saat mngkah dia tidak sengaja menginjak ujung sepatu putih seorang wanita. ¡°Ahhh¡ª¡ª¡± teriakan wanita itu terdengar dengan nyaring: ¡°Kamu tidak punya mata ya!¡± Samara memang sh karena merubah arahnya dengan tiba-tiba, jadi dia tidak melihat js wajah orang itu danngsung meminta maaf : ¡°Maaf¡­. maaf, saya tidak sengaja, apakah Anda terluka?¡± Samana sudah minta maal, tetapi amarali wanita itu belum reda, mh berbicara dengan lebih kasar lagi. ¡°Sudah jelek, apakah matamu juga buta? Apanya yang tidak sengaja, saya rasa kamu memang ¡°Apa gunanya minta maa? Apakali kamu tahu berapa harga sepatu Saya? Menjual dirimu juga tidak sanggup membayarnya.¡± Samara merasa suara wanita ini terdengar akrab, dia mendongakkan kepnya dan melihat wajah wanita ini, dan mengerucutkan mulutnya tanpa sadar. Apa yang dinamakan musuh bebuyutan? Ini adh contohnya! Bab 36 Bab 36 Bab 36 Wanita di depannya adh Amelia. Berbicara tentang Amelia dan Felix, mereka adh pasangan serasi. Tujuh tahun yanglu, Felix sengaja mendekati dan sangat baik terhadapnya, membuat dia menganggapnya sebagai kakakkiki yang dapat dia andalkan. Dulu Felix pernah membohonginya, mengatakan dirinya mengmi gagal ginjal dan butuh transntasi ginjal, waktu itu dia percaya dan dengan polosnya pergi ke rumah sakit untuk mkukan pemeriksaan, dia ingin menyumbangkan sebuah ginjalnya untuk Felix. Saat dia membawa hasil pemeriksaan ke rumah Felix, dia baru menyadari ku Felix sama sekali tidak memiliki tanda tanda seperti orang yang mengmi gagal ginjal? Amelia sedang menggandeng tangan Felix yang terlihat sangat puas, dengan tertawa sambil mengejek dia berkata: ¡°Samara, apakah kamu benar benar akan menyumbangkan ginjalmu untuk Felix?¡± ¡°Bukankah kamu adik sepupunya Felix? ¡°Apa kamu pernah menjumpai adik sepupu dan kakak sepupu yang berciuman?¡± ¡°Ini¡­..¡± Suara ciuman terdengar nyaring, kedua orang itu berciuman dengan santai didepannya. Sikap lembut Felix sebagai kakak yang ditunjukkan sebelumnya sirna seketika, dia berbisik di telinga Amelia: ¡°Sudah saya katakan, asal kamu bersikap baik padanya, dia pasti akan terharu sampai r berkorban untukmu?¡± Sampai saat itu, Samara baru mengetahui Amelia adh tunangan resmi Felix. Sikap lembut Felix terhadapnya, hanyh sebuah permainan diantara teman teman mereka yang bertaruh. Felix kh, sehingga sesuai dengan hukuman permainan dia harus mempermainkan dirinya yang baru datang dari desa. Amelia waktu itu juga merasa cemburu, tetapi karena ingin melihat tampang Samara yang menyadari dirinya sedang dibodohi, makanya dia bersabar dan bekerja sama dengan Felix untuk bersandiwara, menyamar sebagai adik sepupu Felix Ingatan masalu dikumpulkan kembali Amelia melihat Samara yang mengejapkan mata meni dirinya, hatinya tambah tidak nyaman. ¡°Phui phui¡­..Apakah sebelum keluar rumah kamu tidak mandi? Di wajahmu banyak bercak? Kotor sekali!¡± Bercak bercak ini¡­.sudah pasti maksudnya adh bintik-bintik diatas wajah Samara. Bintik-bintik ini hanya berada di topeng wajah yang dikenakannya, wajah Samara yang sebenarnya sangat bersih bahkan setitik noda pun tidak ada, sehingga Samara hanya menatap dingin kepada Amelia, dan tidak memasukkan perkataannya ke dm hati. Tetapi Javier kecil merasa marah! ¡°Bibi, meskipun Ibuku tidak mencuci mukanya tapi masih lebih baik dibandingkan kamu yang tidak gosok gigi, aroma apa yang keluar dari mulutmu ini? Bau sekali!¡± ¡°Bibi? Kamu memanggil¡­.. memanggil siapa bibi?¡± ¡°Sudah tahu, masih bertanya? Ku bukan kamu siapagi yang dipanggil bibi? ¡°Kamu¡­..kamu.¡± Amelia dan Samara sebaya, tahun ini mereka berusia 25 tahun, namun anak ini memanggilnya dengan sebutan bibi, dia marah hingga wajahnya merah. Sebelumnya dia memang tidak bermaksud melepaskan wanita ini, sekarang ditambah mulut tajam anak kecil yang di bawanya. Mana mungkin dia melepaskannya begitu saja! ¡°Mari, kita selesaikan dulu mash sepatu.¡± Amelia melipat tangannya, berposeyaknya Nona Besar yang kaya raya: ¡°Sepatu saya ini adh edisi terbatas rancangan desainer Ada, karena kamu menginjaknya, ujung sepatu ini sudah berubah bentuk, saya mau kamu menggantinya, ku tidak jangan harap kamu dapat pergi dari sini!¡± Edisi terbatas rancangan Ada, seharga 6 digit. Tetapi baru tenimjak sebentarngsung berubah bentuk? Tidak bisa dipakaigi? Amelia masih sama seperti dulu, di depankiki dia lembut dan imut bagaikan domba, di depan wanita dia slu ingin menang dan telu perhitungan. ConTEent bel0ngs to N?v(e)lD/rama(.)Org . Sudah 6 tahun, Amelia masih sama dengan Amelia yang dulu. Tetapi, dirinya Samana bukangi Samad yang dulu, yang polos, bodoh dan mudah percaya dengan baikan yang ditampilkan orangin. *(???? ?? ?? ?? ?? ??? ?? ¡°Jika kamu tidak mau ganti, saya akanpor polisi.¡± ¡°Terserah saja.¡± Melihat Samara yang bersikukuh, dia pun mpor ke polisi agar polisi yang menyelesaikan mash ini. Polisi sampai beberapa saat kemudian, Ameliangsung berusaha dengan gayanya seperti pihak yang tersakiti, menunjuk Samara seh h dia sangat sial dan tidak berdosa ditindas oleh Samara yang garang, kasar dan tidak masuk akal. Ini hanyh perselisihan masyarakat umum, pihak polisi juga merasa pusing. ¡°Berapa harga sepatumu ini? Mau dia ganti rugi?¡± Mendengar polisi bertanya harga sepatu, sifat pamer Amelia muncul kembali: ¡°Ini adh sepatu hak tinggi edisi terbatas yang dihadiahi oleh tunangan saya, sepasang sepatu harganya ratusan juta. Sebelumnya saya hanya ingin dia minta maaf, tapi siapa sangka dia mh menyebut sepatu saya sepatu bobrok, dia menyuruh saya mpor polisi dan berkata dia tidak takut dan tidak memandang kalian sebagai polisi! karena sikapnya telu kukuh, saya terpaksa mpor polisi untuk memberi pjaran kepadanya. Apa yang dinamakan fitnah? Inh contohnya! Polisi itu mengernyitkan alis: ¡°Nona, tidak baik jika kamu tidak minta maaf, untuk ganti rugi dengan harga yang dia sebutkan memang telu tinggi, setidaknya kamu harus ganti sedikit untuk menunjukkan niamu¡­.¡± ¡°Bukankali dia ingin saya membayar harga atas keshan saya?¡± Mata Samara terlihat km dan dingin, mulutnya menyeringai: ¡°Baih, dengan polisi sebagai saksi, saya akan mengganti sepatunya sebesar harga pasar untuk mencegah dia membantahgi.¡± Bab 37 Bab 37 Bab 37 Amelia seperti mendengar lelucon besar. ¡°Mengganti dengan harga pasar? Kamu telu sesumbar, apa kamu tahu berapa harga sepatu yang saya pakai ini, kamu berani mengatakan mau ganti rugi?¡± Samara meremehkan dan meliriknya seks. ConTEent bel0ngs to N?v(e)lD/rama(.)Org . ¡°Ku tidak mau, maka saya akan pergi.¡± ¡°Siapa yang bng tidak mau menerima ganti rugi? Sepatu saya adh model edisi terbatas karya desainer Ada, harganya 300 juta.¡± Seth menyebutkan harga sepatunya, Amelia mengangkat wajahnya dengan angkuh, bahkan berkata dengan intonasi yang meremehkan: ¡°300 juta bukan harga murah, ku tidak sanggup jangan dipaksakan.¡± Sepasang sepatu¡­.seharga 300 juta! Bapak polisi juga pusing dengan pertikaian semacam ini yang melibatkan uang, dia juga tidak tahu bagaimana menyelesaikannya. ¡°Perlihatkan kartu bankmu kepada saya.¡± ¡°Apa yang ingin kamukukan?¡± ¡°Hanya melihat.¡± ¡°Lihah.¡± Amelia mengeluarkan kartu bank untuk diperlihatkan kepada Samara, dia hanya memperlihatkan sebentar,lu cepat cepat menyimpan balik ke dm tasnya yang mewah. Samara tidak berkata apa apa, tangannya yang putih dan lentik sedang mengetik diyar ponsel dengan ligar. ¡°Ting¡ª¨C¡± terdengar suara peringatan masuknya pesan pendek. Samara dengan dingin dan ms ms melirik Amelia: ¡°Tolong lihat pesan singkat, uang yang dikirim mungkin sudah masuk ke rekeningmu.¡± ¡°Apa!¡± Terdengar suara Amelia yang tinggi melengking, wajahnya terlihat tidak percaya. ¡°Kamu masih ingin berpura pura? Kamu? Tidak mungkin¡­.ini pasti tidak mungkin!¡± Samara tidak menanggapi sikap Amelia yang meremehkan Mh Javier yang berkata dengan suara nyaring: ¡°Bibi, apa yang tidak mungkin? Daripada kamu mengoceh panjang lebar disini, lihat sebentar ponselmu bukannya sudah tahu uang Ibu saya ada sampai atau tidak?¡± Pengunjung yang semakin ramai juga setuju dengan perkataan tersebut. ¡°Dia mengatakan ku uangnya sudah dikirim, sudah seharusnya kamu periksa apakah yangnya sudah masuk belum?¡± ¡°Sekarang siapa yang berpura pura mendesak masih belum pasti ya?¡± ¡°Jika benar uangnya sudah terkirim, maka muka Nona ini mau dikemanakan?¡± Amelia termasuk anak orang kaya, yang sangat ingin muka, wupun uang 300 juta bukah angka yang telu besar, tetapi dia tidak percaya wanita jelek yang sederhana ini mempunyai kemampuan itu. Hatinya merasa sangat tidak puas, namun akhirnya dia mengeluarkan ponselnya juga, dan berkata: ¡°Akan saya periksa, mari kita lihat seberapamagi kebohonganmu akan bertahan?¡± Seth membuka pesan singkat. Amelia merasa terkejut sampai kepnya hendak meledak. Pesan pendek yang barusan diterima, adh pesan penerimaan uang sebesar 300 juta, tidak lebih dan tidak kurang. Mash ini berbalik dengan cepat, wajah Amelia menjadi pucat, bahkan suaranya gemetar waktu berbicara: ¡°Bagaimana¡­.bagaimana mungkin! Kamu¡­.darimana kamu dapatkan uang banyak itu?!¡± ¡°Sejak kapan ganti rugi masih perlu mengetahui sumber uangnya darimana?¡± ¡°Kamu¡ª-¡± Kata kata pedas dari Samara tidak banyak, dia inelirik kearah sepatu Amelia. ¡°Karena saya sudah ganti rugi, maka sekarang kamu sudah boleh melepaskan sepatumu.¡± ¡°Apa maksudmu?¡± Amelia memblakan matanya, dia menatap lurus kepada Samara. **15ibi, kamu tidak mengerti juga?¡± Javier memiringkan kepnya dengan matanya yang hitam pekat dia berkata: ¡°Uang sepatu, sudah dibayar oleh Ibu saya, maka sekarang bukankah ibuku menjadi pemilik sepatu ini? Kamu masih terus memakainya, apakah tidak merasa malu?¡± Begitu terdengar suara yang manis ini, Amelia terdiam sampai tidak dapat berkata kata. Seth sekianma, Amelia baru buka suara: ¡°Kalian mana boleh begitu? Ku mengambil sepatuku, apa yang harus saya pakai? ¡°Kamu mau memakai apa¡­.¡± Mata bt Samara berputar putar, dengan dingin dia berkata: ¡°Apa hubungannya dengan saya?¡± ¡°Kamu! Kamu tidak tahu malu!¡± ¡°Saya tidak tahu malu?¡± sudut bibir Samara terangkat seh h meremehkan, dia melirik kearah polisi berseragam di sampingnya: ¡°Bapak polisi, apakah tindakan saya sh?¡± Polisi itu mengkaji sebentar person ini,lu menjawab dengan dua kata. ¡°Tidak sh.¡± Bab 38 Bab 38 Bab 38 Samara mengejap ngejapkan matanya, dengan gaya ms msan yang berat dia berkata. **Nona ini, sudah dengar apa yang dikatakan Bapak polisi tadi? Lepaskan sepatunya, saya sedang menunggu sepatu seharga 300 juta ini.¡± Banyak pengunjung yang sedang melihat lelucon Amelia. ¡°Orang sudah membayar ganti rugi, kenapa nona ini masih belum melepaskan sepatunya?¡± ¡°Sebelumnya dia yang mendesak dan memandang rendah orang, sekarang kena batunya karena pihak lawan sama sekali tidak kekurangan uang!¡± ¡°Malh! Tidak mau mengembalikan sepatu, apa yang sedang dia pikirkan?¡± Belonging to N?velDrama.Org. Mendengar kata kata tersebut, raut wajah Amelia berubah, rongga matanya mi merah, tetapi mash ini tidak terbantahkan karena kenyataannya memang demikian. Amelia sudah terbiasancar aman sentosa, tidak ada yang berani mengusiknya, bahkan Felix juga hati hati mempekukan dirinya dan seg sesuatu harus mengikuti kehendaknya, ini pertama kalinya dia dipermalukan di depan umum. Tindakan melepaskan sepatu, dkukan dengan sangatmbat. Ketika dia selesai melepaskan sepasang sepatunya, dia berdiri dengan kaki tanpa aias diatasntai marmer, merasa malu dan menyedihkan. ¡°Nah untukmu!¡± Dua kata itu diucapkan dengan sangat berat, tenaganya seperti ingin menggigit daging di tubuh Samara. Sepasang mata tergenang oleh air mata hampir meledak karena amarah, jika bukan karena ditempat itu banyak orang yang melihatnya, dia benar benar akan menghadiahi wanita jelek ini dengan sebuah tamparan. Terima kasih.¡± Samana menerima sepatu itu dari tangan Amelia, tanpa melihat sama sekali, dia membuang sepatu seharga 30 juta itu kedm tong sampah ¡°Dung¡ª¨C¡± terdengar sebuah suara, akal sehat Amelia juga ikut terputus ¡°Mengapa kamu membuang sepatuku kedm tong sampah!¡± Apa maksudnya sepatumu?¡± Samara memutar tubuhnya dan menatap Amelia dengan tenang : ¡°Sepatu ini sudah saya beli seharga 300 juta, mau saya buang itu adh hak saya. Sepatu ini mungkin sudah tercemar oleh kakimu, tidak cocok dipakaigi, saya membuang sepatuku sendiri, apakah harus mpor kepadamu?¡± ¡°Kamu menggertak orang!¡± Harga diri Amelia benar benar hancur, dia kesal sampai menghentak hentakan kaki diatasntai marmer. ¡°Saya menggertak orang? Ku begitu kamupor polisi untuk menangkap saya? Samara dengan licik mengejap ngejapkan matanya. ¡°Bibi, paman polisi ada di sini.¡± Javier berkata: ¡°Paman polisi mempunyai pekerjaan yang sibuk, pekerjaan mereka sebenarnya adh menangkap orang jahat, menjaga keamanan kota, bukan untuk membereskan mashmu yang sepele ini!¡± Kamu yang mporkan kasusmu ini, hanya menyia-nyiakan tenaga paman polisi, mengganggu mereka menyelesaikan mash yang benar benar membutuhkan tenaga mereka.¡± Paman polisi yang mendengarnya, ingin mengacungkan jempol memujinya. Bocah cerdas ini berkata dengan benar, sangat benar! Amelia kehngan akal, seperti wanita cerewet yang sedang merajuk di tempat, menangis dan menjerit. Mengingat wanita ini dulu pernah menghina dan memandang rendah dirinya, dm hati Samara ada satu kata untuk mengungkapnya, nyaman! ¡°Bertnjang kaki sangat tidak nyaman ya?¡± Samara sengaja melirik kearah tong sampah, dan berkata dengan penuh provokasi : ¡°Jika kamu mau, kamu boleh mengambil dari tong sampah untuk dipakai kembali.¡± Api di mata Amelia sudah hampir meledak: ¡°Kamu¡ª¨C¡± ¡°Sepatu yang saya beli dengan uang, mau saya apakan itu adh hak saya, jika kamu tidak puas shkan tahankan.¡± Rezeki orang slu berputar, jangan menghina orang yang tidak mempunyai uang. Dulu Amelia pernah menggertaknya dengan perasaan tidak bersh, sekarang dia hanya mengembalikannya! Seth Samara menyelesaikan mash dengan Amelia, dia bertemu dengan Peter di dm pusat perbnjaan. ¡°Bu Komisaris¡­.¡± Peter belum selesai mengucapkan, Samara sudah melompat untuk menutup mulutnya dengan tangan. ¡°Kamu tidak perlu memanggil saya dengan sebutan itu diluar kantor.¡± Tindakan menutup mulut dengan tangan ini terkesan sangat mesra, kebetn sekali dilihat oleh Amelia yang sedang mengawasi Samara.¡± Dengan sekali pandang saja Amelia sudah mengenali Peter, bukankah dia adh pria yang dipermainkan oleh kakak sepupunya? Seth ditinggalkan oleh kakak sepupu Be, seleranya menjadi semakin rendah, dia bahkan menyukai wanita jelek dengan wajah penuh bintik-bintik dan membawa anak? Bagus! Dendam hari ini, sudah dicatatnya! Bab 39 Bab 39 Bab 39 Samara melepaskan Peter, sama sekali tidak menyadari adegan mereka ini terlihat js oleh Amelia yang berada di bkang. Peter mengerutkan keningnya, dan bertanya dengan serba sh: ¡°Jadi bagaimana saya harus memanggil Anda?¡± ¡°Diluar kantor, saya memanggilmu Peter, kamu memanggilku Samara.¡± Sejak kecil Samara sudah terbiasa hidup bebas, tidak terbiasa hidup sebagai sosok yang dikagumi orang, terlebih tidak suka dipanggil sebagai Ibu Komisaris Utama di depan umum. Sa¡­.Samara?¡± ¡°Iya.¡± Mendengar Peter memanggil nama ibunya dengan canggung, Javier tertawa kecil dan berkata: ¡°Paman, Ibu saya tidak menakutkan, dia tidak akan memakan orang!¡± ¡°Ini adh¡­.¡± Samara mengelus elus kep anaknya, dan memperkenalkan dirinya: ¡°Anak bungsu saya, Javier.¡± ¡°Anak bungsu?¡± ¡°Benar, kamu tidak sh, dia masih memiliki seorang kakak.¡± Peter mengamati Samara dan Javier dengan teliti, sekaligi dia dikejutkan oleh wanita berusia 20 tahunan ini. Baru berusia dua puluh empat dua puluh lima tahunan sudah memiliki sepasang anak yang cerdik, dan mendirikan Perusahaan Farmasi Intermega, wanita ini pasti menyimpan tenaga motivasi yang sulit dibayangkan. This belongs ? N?velDra/ma.Org. ¡°Dimana ayah dari anak anak?¡± ¡°Ayah kandung, mereka terlibat mash, tidak diketahui keberadaannya, mungkin sudah meninggal di perantauan.¡± Maalkan saya¡­.saya tidak sengaja menyinggungnya.¡± Peter menyadari th sh bertanya. pandangan matanya mengandung penyesn, ¡°Paman, tidak apa apa.¡± Javier menarik narik ujung baju Peter, dan berusaha menyenangkannya dengan tertawa: ¡°Saya dan kakak saya sedang berusaha mencari jodoh baru untuk Ibu, sasarannya sudah ketemu, hanya saja ibu saya keras kep dan tidak setuju. ¡°Mungkin kamu bisa membantu saya dan kakak untuk membujuknya, agar dia lebih cepat mencari ayah tiri untuk kami!¡± Javier sangat serius. Tetapi kep kecilnya mh ditepok oleh Samara. ¡°Ibu, Sakit¡­.kamu tidak takut membuat saya kesakitan?¡± ¡°Masih bicara sembarangan? ¡°Ugh Ugh¡­.tidak beranigi.¡± Bocah itu memegang wajah btnya, menggoyang goyangkan kepnya seperti mainan kecil. Seth meninggalkan pusat perbnjaan barang barang impor mereka bertiga pergi ke sebuah restoran barat yang ada di dekat situ. Mereka bertiga berjn bersama, Peter yang sudah bercukur dan memakai jas, dan Javier yang imut berjn di depan, seketika pyan di sana mengira mereka adh ayah dan anak. Mereka sedang menanti-nanti, ingin melihat Ibu dari anak itu apakah seorang wanita cantik, namun saat melihat Samara mereka terbengong. Wajah Ibu dari anak itu penuh dengan bintik-bintik? Ini benar benar¡­.sangat jelek! Seth mereka bertiga duduk, Peter dan Javier memilih menu, mereka sangat perhatian terhadap Samara, Pyan wanita yang melihat adegan ini, merasa jantung mereka satu persatu hancur lebur. ¨C Wanita ini begitu jelek¡­. mengapa suami dan anaknya begitu tampan di luar dugaan!¡± -Wah! Wanita ini di kehidupan sebelumnya pasti th menymatkan gksi bima sakti?¡± ¡°Benar! Benar! Kamu tidak melihat suaminya begitu memanjakannya?¡± A yang baru keluar dari ruangan VIP pribadi untuk merokok, dan tidak sengaja mendengar diskusi para pyan wanita itu. Hatinya merasa ingin tahu, mata keranjang A melirik kearah orang yang dibicarakan, dan menemukan Saman yang sedang makan mm dengan priain dm suasana yang menyenangkan. Apa yang terjadi! Alfa tahu Samara bukah orang sembarangan, tetapi dia tidak menyangka wanita yang wajahnya penuh bintik-bintik ini, mempunyai kemampuan yang begitu hebat. Bukan hanya berhasil mengatasi kedua putra putri kecil keluarga Costan, dan menyebabkan kakaknya mempunyai pandanganin terhadapnya, sekarang dia bahkan berhasil mengg?t pria tampan yang elegan dan lembut. Manusia benar-benar tidak bisa dini dari tampangnya. Seorang wanita jika pandai menggunakan trik, benar benar tidak ada hubungannya dengan penampn apakah dia cantik atau tidak. Kecanduan rokok Alfa seketika pupus, dia memutar tubuh dan kembali ke ruangan pribadi. Di dm ruangan ada dua orang, satu adh Asta, satugi adh teman kedua saudara itu yang bernama Jayden. Jayden yang melihat Alfa keluar untuk merokok, kembali ke ruangan dengan cepatlu menggodanya dan bertanya: ¡°Mengapa kamu begitu cepat?** Alfa tidak memperdulikan Jayden, diangsung duduk disamping sta, seth duduk dia berkata: ¡°Kakak, coba tebak siapa yang saya jumpai diluar?¡± Asta menyesap sedikit anggur, tidak bersuara. Alfa yang tidak mendapatkan tanggapan, tetapi tidak mengurangi gairahnya untuk berbicara, dengan js dia menyampaikan: ¡°Kakak, saya melihat Samara, dia datang bersama pacarnya.¡± Pacarnya sangat tampan, wupun tidak bisa dibandingkan dengan kakak dan saya, tetapi jika dibandingkan dengan Jayden¡­.rasanya seimbang.¡± Bab 41 Bab 41 Bab 41 Suara nafas Asta dari tenang berubah menjadi kasar dan berat, dia menarik kembali lengannya, berbalik badan dan meninggalkan tempat itu. Samara menatap bayangan tubuh pria yang meninggalkan tempat itu, dia merasa bingung. Barusan tinjunya ingin menghancurkan wajahnya, mengapa tiba tiba tanpa berkata apapun meninggalkan tempat itu? Sampai pecah kepnya juga tidak terpikir olehnya san mengapa Tuan itu marah kepadanya? Selesai dari toilet, Samara kembali ke tempat duduknya, dia baru menyadari di meja cuma ada Peter seorang, anaknya tidak berada di tempat. ¡°Dimana Javier?¡± ¡°Dia bng dia kebelet, mau pergi ke toilet.¡± ¡°Saya tidak melihatnya tadi.¡± Peter takut Samara khawatir, dia berinisiatif dan berkata: ¡°Ku begitu saya ke toilet pria untuk mencarinya? Lagip dia masih kecil.¡± ¡°Tidak perlu.¡± Samara minum coca c dinginnya,lu tertawa: ¡°Dia pasti bukan pergi ke toilet, tetapi pergi ke tempatin dan takut kamu khawatir, sehingga baru mengatakan akan ke toilet. Jangan kamu melihat dia baru berumur 5 tahun, di dm hati bocah ini banyak sekali ide ide miringnya.¡± Menyinggung anaknya ini, tanpa dapat dicegah Samara menyeringai, di dm hatinya merasa Sangat bangga. Ku mm menawan enam tahun yanglu,utan api yang tak terbatas adh mimpi buruknya, maka Xavier dan Javier adh cahaya pemberian Tuhan untuk mengusir kegpan Ku bukan karena mereka, mungkin waktu itu dia tidak akan mempunyai kekuatan untuk mrikan diri dengan memanjal jend. Peter mengejapkan matanya, dengan pn dia nitanya: ¡°Saya sangat penasaran, saya berempati terhadapmu, apa yang sebenarnya ili kamu mi sehingga bisa berkata seperti itu? ¡°Hampir sama dengan yang kamu mi.¡± Samara menutup mulutnya, matanya sangat dingin: Tidak lebih dari seth disayang dan dibawa oleh orang yang paling dicintai sampai ke tempat yang paling tinggi,lu didorong dengan kejam ke jurang tanpa batas, itu saja.¡± Peter menduga adh satu mash, mendengarngsung pengakuan Samara adh mashin. Dia menatap Samara dari samping, dan merasakan wanita ini waktu berbicara pembawaannya serasa kesepian, mungkin apa yang pernah dia mi lebih sakit beberapa ribu kali dibandingkan dirinya. Di luar restoran. Pandangan Asta mengarah pada tempat duduk di dekat jend, dia melihat seorang pria sedang menatap Samara sambil termenung. Tidak dapat mendengar apa yang dibicarakan mereka, tetapi Asta dapat merasakan di depan pria itu Samara dapat melepaskan semua pertahanannya, memperlihatkan penampn dia yang paling rapuh di hadapan pria tersebut Siapakah pria itu? Berdasarkan apa dia membuat Samara menampilkan ekspresi seperti itu? Pandangan matanya yang mendm pehanhan menjadi suram, lekuk di wajahnya juga pehan- lahan menjadi tegang, aura yang ditampilkan seluruh tubuhnya juga menurun. Tanpa dapat dicegah hati Asta merasa gelisah, jari jari tangannya yang panjang dan sempurna mengambil sebatang rokok dari dm kotaknya, disampingnya tiba tiba terdengar suara anak kecil yang nyaring ¡°Paman, ternyata benar wajah saya sangat mirip dengan Paman!¡± Mata Asta setengah terpejam, pandangannya yang mendm pn pn jatuh pada tubuh bocah di hadapannya ini. Bocah di depannya ini dapat dilukiskan sebagai ukiran batu giok, wajah btnya merah merona, mata besarnya terasa sangat hidup. Karena bocah ini masih kecil, panca inderanya masih belum tumbuh sempurna, dilihat seks juga belum bisa dikatakan mirip sekali, tetapi ku dipandang dengan teliti, Asta benar benar dapat menemukan bayangan dirinya di wajah bocah tersebut. ConTEent bel0ngs to N?v(e)lD/rama(.)Org . Beberapa bagian kemiripan ilu, sudali melebihi kemiripan antara Oliver dengan dirinya Asia tidak membantali, keningnya juga sama sekali tidak mengerut. Menyapa ku mirip, Asta tidak merasa bocah ini adh anak kandungnya. Dia hanya pernah diperdaya sekali, dan hanya berhubungan dengan dengan satu wanita dan sekali itu saja, Samantha juga sudah membawa Oliver dan Olivia ke rumah keluarga Costan. Jika masih ada anak yangin, dia tidak yakin Samantha akan melepaskan kesempatan yang begitu baik. Asta menyulut rokoknya dengan mancis, asap rokok berwarna biru menari nari diantara jarinya. Bocah itu pn pn mengernyitkan keningnya: ¡°Paman, Ibu saya tidak suka bau asap rokok, apakah kamu boleh berhenti merokok demi Ibu saya?¡± Asta tanpa sadar menarik ujung bibirnya, melirik seks kearah bocah yang sedang mengoceh: ¡°Mengapa saya harus berhenti merokok demi Ibu kamu?¡± Bab 42 Bab 42 Bab 42 ¡°Paman, Kamu belum menikah kan?¡± RETULUI ¡°Kamu tidak menjawab, saya akan menganggap kamu mengiyakannya.¡± Bocah itu menampilkan pandangan mata yang bersemangat, dan mengangkat wajah btnya dengan pn: ¡°Ibu saya juga belum menikah, kalian berdua sangat serasi.¡± Bocah ini baru berusia empat lima tahun, sebaya dengan Oliver dan Olivia, tetapi nada bicaranya mh membawa kedewasaan yang tidak cocok dengan usianya. Asta memadamkan api rokoknya,lu bertanya: ¡°Apakah perkataan ini diajarkan oleh Ibumu?¡± ¡°Saya mengbuinya secara diam diam dan datang mencari Anda.** ¡°Mengbui dia?¡± ¡°Dia tidak setuju kamu menjadi ayah tiri saya, slu memintaku untuk menyerah.¡± Berbicara sampai disini, Javier dengan sedih menggeleng-gelengkan kepnya, memang tidak gampang bertindak sebagai anak yang senantiasa mengkhawatirkan Ibu. ¡°Dia?¡± Asta mendengus, matanya menampilkan sikap menghina. ¡°Paman, saya sudah menyelidiki Anda, Anda memang sangat hebat, Anda adh pemimpin keluarga Costan, tetapi Ibu saya juga tidak kh, dia adh gabungan wanita yang menarik dan berbakat. Jika kamu tidak suka dengan Ibu saya, orang yang ingin mengejarnya banyak sampai mengantri, saya akan memilih yangin untuknya. Bocah itu berkata dengan serius, Asta mh bersandar, dengan tpak tangannya yang besar memegang puncak kep Javier. ¡°Ku begitu biah Ibumu memilih orangin saja.¡± Javier tidak menyangka Asta benar benar menk, dia tersedak karena tidak percaya. ¡°Kamu¡­..¡± ¡°Paman mempunyai wanita yang disukai.¡± Asta mengejapkan mata tajamnya, dengan bibir tipisnya berkata: ¡°Tidak tertarik dengan wanitain.¡± Javier terkejut, tinju kecilnya dikepalerat ¡°Paman, kamu tidak suka Ibu saya, kamu akan menyesal di kemudian hari.¡± Asta menarik kembali tpak tangannya, tidak menanggapi perkataan Javiergi, sudut mulutnya pn pn terangkat keatas menampilkan kesepiannya. Kecuali Oliver dan Olivia, Asta sama sekali tidak suka anak kecil, apgi anak kecil yang berpendirian keras. Tetapi anakkiki ini th mengatakan hal yang paling dibencinya, mengapa sama sekali tidak mempengaruhi suasana hatinya, mungkin karena anak ini berwajah mirip dengannya? Tetapi, hanya demikian saja. Asta berputar badan dan meninggalkan tempat itu, Javier yang berdiri di bkangnya menahan emosi sampai pipi tembemnya makin mengembang, dengan mata besar dan alis tebal terpampang perasaannya yang tidak senang. ¡°Tidak suka Ibu saya, suka sama wanitain, suatu hari nanti kamu akan menyesal!¡± ¡°Sampai waktunya kamu jangan menangis di depan saya, saya tidak akan memb kamu!¡± ¡°Ughh! Rasakan akibatnya!¡± HUE This belongs ? N?velDra/ma.Org. Samara dan Peter selesai membayar mereka keluar dari restoran, tampah bocah bt yang sedang emosi. ¡°Sayangku, siapa yang mengganggumu?¡± ¡°Bertemu seorang Paman yang sombong.¡± Bocah itu menatap Samara,lu tertawa dengan manis: ¡°Paman itu berkata sesumbar di depan saya, tetapi dia pasti akan menyesal.¡± ¡°Paman? Paman yang mana?¡± ¡°Ibu, Kamu tidak kenal, saya juga barusan kenal, ¡°Ohli, begitu ya¡­¡± Peter mengemudikan mobil dari area parkir untuk menjemput Samara dan Javier png ke rumah. Javier duduk di bkang, Smara duduk di samping pengemudi, seth semuanya naik Peter menggerakan mobil untuk berangkat Pada saat ini, tiga orang pria juga berjn keluar dari restoran. Alfa dan Jayden tidak memperhatikan mobil itu, sedangkan mata tajam Asta terus mengawasi Samara dan Peter yang duduk di barisan depan mobil. Mobil lewat dengan kecepatan tinggi, perhatian Asta berada pada barisan depan mobil, hatinya th tergoyah dengan hebat, sama sekali tidak memperhatikan di barisan bkang mobil masih ada sebuah kep kecil yang sedang bersandar di jend mobil. Perjnan png ke kediaman Costan, Asta hanya diam, seluruh dirinya seh dm tekanan rendah. Sesampai di rumah. Asta melirik ke arah Pak Mich?l, dan bertanya; ¡°Dimana Oliver dan Olivia? ¡°Di dm kamar, masih belum tidur.¡± ¡°Baik.¡± Seth mendapat jawaban yang js. Asta naik ke atas, mengetuk pintu kamar Olivia dan Oliver. ¡°Siapa?¡± ¡°Saya.¡± Mendengar suara Asta, dengan cepat Oliver pergi membuka pintu. Di keluarga Costan, Oliver tidak takut apapun dan siapapun kecuali Asta. Di depan orangin dia adh setan kecil yang nakal, tetapi di depan Asta dia dapat menahan emosi, kedua kaki tnjangnya sedang dilipat, wajahnya penuh curiga dan tidak tenang. ¡°Ayah¡­.sudahrut mm, Ada apa¡­.. kamu mencariku?¡± ITA Apakah ayahnya mengetahui mash dia berkhi dengan si gendut dari keluarga Surya, anak itu dipukulnya sampai menangis? Berpikir sampai disini, tangan Oliver tanpa sengaja meraba raba bokongnya, dia takut tpakngan Asta yang besar sebentargi akan mendarat di tubulinya. ketika Oliver sedang menunggu interogasi ayahnya, terdengar suara Asta yang parau dari atas kepnya ¡°Oliver, apakah sekarang kamu ingin bertemu dengan Samara?¡± Bab 43 Bab 43 Bab 43 Mendengar nama Samara, Olivia juga berjn ke depan Asta, bagaikan seekor anak ayam dia mengangguk kepnya juga. Wupun mereka berkomunikasi dengan Samara secara online, tetapi akan lebih baikgi ku bisa bertatap muka? Oliver melirik kearah Olivia, mereka setuju menganggukan kep: ¡°Tentu saja ingin!¡± Seth mengangguk kep, Oliver mh mengernyitkan keningnya, matanya yang bening menatap dengan waspada ke arah Asta. ¡°Tidak benar ini, Ayah¡­..bukankah Anda tidak setuju saya berhubungan dengan Samara?¡± Berpikir sampai disini, kening Bocah makin berkerut: ¡°Apakah Anda melihat saya begitu suka pada Samara, Anda sengaja ingin membohongi dan menipunya untuk datang,lu menggertaknya? ¡°Nama Samara boleh kamu panggil sesuka hati?¡± ¡°Mengapa saya tidak boleh memanggil namanya? Samara setuju saya memanggilnya begitu.¡± ¡°Dia setuju, saya tidak setuju.¡± ¡°Ayah, Kamu¡­..¡± Oliver sama sekali tidak menduga Asta akan mencegah dia mengejar wanita yang disukainya. dia merasa sangat kesal terhadap ayahnya. Asta juga merasakan hal yang sama, jika bukan karena sudah dibuktikan Oliver adh anak kandungnya, dia sangat ingin mengusir bocah itu dari kediaman Costan. ¡°Kamu sebenarnya ingin berjumpa dengannya atau tidak?¡± Oliver dan Olivia saling bertukar pandang, tanpa berjanji sama sama menganggukkan kep. ¡°Oliver, kamukukan ini dulu, kemudian saya akan meneleponnya¡­¡­¡± Seth Oliver mendengar rencana Asta, belum pernah terjadi sebelumnya bocah itu ragu: **Ayah, saya¡­.saya ini bukankah sedang membohongi Samara? Jika dia mengetahui, apakah dia akan merasa saya tidakgi baik?¡± ¡°Ku tidak mau ya sudah mata tajam Asta setengah terpejam, di matanya muncul sinar yang lembut Oliver sedang bergt antara manusia dan Tuhan, akhirnya tidak berhasil menahan godaan untuk berjumpa Samara,lu dia buka mulutnya ¡°Ayah, baih kitaksanakan sesuai rencana membohongi Samara.¡± Peter mengantar Samara dan Javier dengan aman sampai di rumah. Seth mandi dan bersih bersih seperti biasa Javier kembali ke kamarnya mengutak atik komputer, Samara juga kembali ke dm kamarnya, melihatporan keuangan yang dikirim oleh Timothy. Dia sangat jarang berkunjung ke perusahaan Intermega, tetapi seluruh keputusan strategis perusahaan harus melewati persetujuannya baru bisa berjn. Seth melihat sebentar, Samara melepaskan topeng wajahnya, bermaksud masuk ke kamar mandi dan berendam dengan santai. ConTEent bel0ngs to N?v(e)lD/rama(.)Org . Pada saat inh, tiba tiba suara ponselnya berdering. Dia melirik sejenak tampn nama penelepon, nomornya berasal dari kediaman Costan, apakah Oliver yang meneleponnya? ¡°Halo¡­..¡± ¡°Ini saya, Asta.¡± Terdengar suara Pria yang penuh mais. Samara terkejut: ¡°Kamu?¡± ¡°Apa yang sedang kamukukan sekarang?¡± ¡°Sekarang saya¡­.¡± Samara melirik sejenak topeng wajah di tangannya,lu menjawab: ¡°Siap siap mau mandi.¡± ¡°Bersama sayangmu?¡± ¡°Dia sudah selesai mandi, sebentargi kami akan tidur.¡± Seth menjawab Samara baru menyadari mengapa dia harus menjawab setiap pertanyaan Asta, apa hubungan dengannya? Akan tetapi jawaban Samara seketika itu th membangkitkan kegelisahan di hati Ista, mata tajamnya langsung berubah menjadi dingin: ¡°Saya butuh kamu segera datang ke kediaman **Asta, sekarang sudah hampir jam 10 mm!¡± ¡°Oliver sakit perut, tidak mau pergi berobat, dia ribu mau bertemu denganmu.¡± Asta menekan setiap perkataannya: ¡°Saya tidak yakin apakah benar atau tidak, tetapi saya ingat siapa yang pernah mengatakan kepada saya harus mengunakan cara yang lebih lembut mempekukan anak anak. Seg hal yang berhubungan dengan kepentingan kedua anak, dia bersedia membantu saya.¡± Orang yang dimaksud menggigit bibirnya, terpaku mati oleh perkataan Asta. Wupun dia merasa mash Oliver yang sakit perut mungkin ada sedikit aneh, tetapi seth dipikir jika benar benar sakit perut dan r sakit di depan Asta. Bukankah Tuan Kecil ini akan menunggunya dengan sia sia? ¡°Baik, saya akan kesana.¡± Mata tajam Asta yang dingin membeku akhirnya ada tanda tanda meleleh, ujung mulutnya menyeringai : ¡°Lima bs menit kemudian, saya tunggu di bawah rumahmu.¡± Bab 44 Bab 44 Bab 44 Seth Samara turun ke bawah, benar di bawah cahayampu jn th berhenti sebuah mobil merk Hummer. Di bawah cahayampu jn yang kekuningan, tampak bayangan panjang seorang pria yang berdiri tegak. Hanya sebuah bayangan, sudah cukup membuat orang mengetahui apa yang dimaksud dengan kesempurnaan, ini juga membuat Samara jatuh dm renungan. Mendengar suarangkah menuruni tangga, Asta berpaling, dan tatapannya jatuh pada tubuh wanita itu. Samara benar benar mengkhawatirkan keadaan Oliver, begitu buka mulutngsung bertanya kepada Asta: ¡°Bagaimana keadaan Oliver?¡± ¡°Tidak begitu baik.¡± Samara menggigit bibirnya dengan kencang, matanya tanpa dapat ditutupi penuh dengan rasa khawatir. Asta membantu Samara membuka pintu mobil di samping pengemudi, dengan hati yang cemas Samara duduk di dmnya. Di perjnan. Mm ini kamu terpaksa tidak bisa png ke rumah.¡± Asta berkata dengan pn, tanpa ekspresi. ¡°Saya tahu.¡± **Sayangmu tidak keberatan?¡± Mendengar ini, Samara seperti orang bodoh, mata btnya yang lembab menatap pria yang sedang mengemudi ¡°Waktu saya keluar rumal?, sudah melihat ke kamarnya, dia sudah tidur, tidak bisa dikatakan dia keberatan atau tidak.¡± Asta tiba tiba dapat menangkap ini sebenarnyari perhatian ini: hamu dan dia..bukan tidur bersama dm satu kamar?¡± Mengikuti perkataannya baIUNII, mata Asta berubah menjadi semakin lembut, sudut bibirnya yang suramngsung berubah menjadi senang Samara melirik sekejap rasa senang yang ditampilkan Asta, tanpa dapat dicegah dia mengernyitkan keningnya: ¡°Asta, kamu kelihatannya sangat memperhatikan sayangku?¡± ¡°Iya.¡± Asta mendengus,lu melirik Samara: ¡°Ku ada kesempatan pasti ingin bertemu.¡± Setiap kata yang diucapkan Asta, sepertinya tidak ada mash. Tetapi seth didmi oleh Samara, dia mh merasakan adanya api cemburu di dmnya. Rasa permusuhan¡­.terhadap saingan cinta? Ipakah mungkin?! Dia sekarang memakai topeng wajah yang penuh dengan bintik-bintik, bahkan dirinya sendiri juga tidak suka dengan penampnnya, tidak mungkin Asta mengabaikan wajah jeleknya dan melihat hati nuraninya yang baik? Snjutnya dm perjnan, kedua orang ini tidak berbicara, masing masing tenggm dm pemikiran sendiri. Sampai di kediaman Costan. Samara mengikuti Asta, berjn sampai pintu masuk utama. Pak Michal yang melihat Samara,ngsung mmbaikan tangannya: ¡°Nona Samara, untung kamu sudah datang, cepah keatas melihat Tuan kecil kami? Dia sekarang sakit perut, tetapi tidak mau pergi ke dokter, berteriak terus ingin berjumpa denganmu.¡± Samara dan Asta saling bertatapan, jantungnya seperti tiba tiba dipelintir. Dia tidak sadar sandalnya terbalik, dengan tergesa gesa naik ke arahntai dua. Pak Michal sebenarnya juga ingin ikut keatas melihat situasi, tetapi dipanggil oleh Asta yang berada di bkang. -Pak, sekarang sudahrut mm, cepah pergi beristirahat.¡± ¡°Tetapi bagaimana dengan Tuan kecil¡­..¡± Asta menjawab dengan santaiAda saya dan dia, Oliver tidak akan ada masl?.¡± Sebenarnya Pak Michalmasili mempunyai banyak pertanyaan, tetapi menghadapi m tajam Asta yang penuh keyakinan, dia pun merasa kekhawatiran dirinya sudah berlebihan, ¡°Pak mm ini sudali menyusalikan kamu.¡± ¡°Ini sudah kewajiban waya Pak Mich?l mengawasi bayangan Asta yang naik keatas, tiba tibahir sebuah perasaan dm dirinya. Nona Samara ini, lebih mirip Ibu Tuan Kecil dan Nona Kecil jika dibandingkan dengan Samantha. Perasaan khawatir, perhatian dan sebagainya terhadap anak anak¡­.yang belum pernah dilihatnya dari Samantha. Dia sekarang sepertinya sudah sedikit mengerti, mengapa Tuan Kecil dan Nona Kecil yang begitu sulit diatasi bisa begitu suka dengan Nona Samara yang bertampang jelek ini? Di dm kamar anak anak. Oliver yang mendengar suarangkah yang tergesa gesa, mata hitamnya berputar putar.¡± ¡°Olivia, Samara sudah datang, saya akan naik ke tempat tidur.¡± Content ? N?velDrama.Org 2024. Olivia mengetahui kakaknya sedang berpura pura sakit, dia menganggukan kepnya menuruti perkataan kakaknya, memberi tanda agar dia tidak usah khawatir. Samara yang baru masuk ke dm kamar, sudah menjumpai bocah yang rebahan di atas tempat tidur, berteriak teriak sambil memegangi perut kecilnya. ¡°Sakit¡­.¡± ¡°Apakah saya akan segera mati?¡± ¡°Saya sangat ingin bertemu Samara¡­..sebelum saya mati karena kesakitan, semoga bisa bertemu sekaligi dengan Samara.¡± Sebenarnya Oliver ingin memerankan model yang liar, yang berteriak teriak, tetapi waktutihandi, sudah diprotes oleh Asta yang menyuruhnya berhenti. Akhirnya Asta yang turun tangan sendiri, mengajarinya mau bagaimana memerankan adegannya Samana yang menjumpai Oliver berguling guling diatas tempat tidur, tanpa memperdulikan yanginnya, langsung menghampiri tempat tidurnya: ¡°Oliver, sudah berapama sakitnya? Bagaimana rasa sakitnya? Apakah kamu ada makan sesuatu yang khusus? Oliver sebenarnya hanya ingin menjumpai Samara, Samara bisa datang melihatnya dia sudah merasa puas. Tpi melihat Samara begitu yakin dia sakit perut, terpaksa dia terus mnjutkan sandiwaranya. ¡°Samara, saya¡­.saya tidak tahu sudah berapama, yang pasti sangat sakit sekali.¡± Bab 45 Bab 45 Bab 45 Hati Samara gelisah, tidak memperhatikan rasa bersh yang muncul di mata Oliver. ¡°Ulurkan tanganmu.¡± ¡°Hah?¡± Oliver mengernyitkan keningnya, tidak tahu untuk apa Samara menginginkan tangannya, dan apakah dia perlu atau tidak mengulurkan tangan kepadanya? Bocah itu masih terus mengerang disana, b matanya yang hitam melirik kearah Asta, pandangannya seperti sedang meminta petunjuk! Asta mengejapkan mata tajamnya. ¡°Oliver, apakah kamu tidak mendengar perkataan Nona Samara?¡± Oliver menggertakan giginya, tidak ragu ragugi mengulurkan tangannya kepada Samara. Jari lentik Samara memegang nadi di pergngan tangan Oliver, dengan teliti memeriksa denyut nadinya. Tetapi begitu memegang nadinya, Samarangsung mengetahui bocah yang sedang mengerang kesakitan ini hanyh berpura pura sakit perut. Matanya menatap b mata besar dari bocah itu, seth diamati beberapa detik, diangsung menghindari pandangan mata Samara dan menundukkan kepnya. Oliver ini¡­¡­.. Demi bisa menjumpainya, sudah keteluan dengan berpura pura sakit. Jika dkukangi beberapa kali, suatu saat jika benar benar jatuh sakit, keluarga Costan bisa saja tidak menganggapnya serius apa yang akan terjadi? Dm hati Oliver juga tidak ada bayangan, melihat Samara menutup mulut tidak berbicara, jantungnya jadi berdebar debar. ¡°Samara, saya¡­.saya sekarang¡­ Sepertinya tidak begitu sakitgi.¡± ¡°Kamu benar benar adh obat saya, sakit perut saya sudah terobati¡­¡­¡­ Content ? N?velDrama.Org 2024. Samara tahu semua siasat kecil Oliver, letapi tidak membongkarnya: ¡°Mungkin sakit perut yang disebabkan stress, banyak minum air akan baikan.¡± Mendengar perkataan Samara, dm hati Oliver dan Olivia segera merasa lega. Samara membi bi wajah Oliver, dia berpaling berkata kepada Asta: ¡°Tuan Asta, Maaf merepotkan tapi tolong tuangkan secangkir air hangat untuk Oliver.¡± Asta yang bersandar di pintu menuruti perkataannya, berpaling dan turun ke bawah menuang secangkir air hangat. Pada saat ini. Di dm kamar anak anak hanya tinggal Samara dan Oliver Olivia kakak beradik. Samara mengernyitkan alisnya, tiba tiba berkata: ¡°Oliver, anak kecil berbohong adh tindakan yang tidak benar.¡± Oliver yang barusan merasa lega, mendengar Samara berkata seperti itu, jantungnya kembali berdebar debar: ¡°Samara, saya ¡­..¡± ¡°Saya sangat gembira kamu ingin bertemu dengan saya, tetapi menggunakan cara seperti ini adh tidak benar.¡± Dengan pandangan mata yang serius Samara berkata: ¡°Saya tidak marah, tetapi saya sangat kecewa. Saya sangat mengkhawatirkan kamu, sehingga tanpa menghiraukan apapun saya datang kemari, tetapi jika dibohongi olehmu, saya akan merasa kekhawatiran saya tadi sangat murahan dan konyol.¡± Mendengar perkataan Samara, pandangan mata Oliver menjadi km, tidak dapat mwan sepatah katapun. Bahkan Olivia juga dengan kep terki, patuh berdiri disana mendengar didikan. ¡°Samara, saya sudah tahu keshan saya,¡± ¡°Ku sudah tahu sh harus diperbaiki, baru bisa menjadi pria sejati yang saya kagumi.¡± Tetapi¡­¡± Oliver terhenti sebentar,lu mengumpulkan keberaniannya dan berkata: ¡°Saya dan adik setiap hari ingin berjumpa denganmu, apakah kamu dapat pindah kesini dan tinggal bersama kami?¡± Olivia tidak bisa berbicara, tetapi sepasang mata besarnya yang cerdik juga mengisyaratkan harapannya Samara dikejutkan oleh perkataan Oliver. Pindah dan tinggal bersama? Mereka akan menggunakan hubungan yang bagaimana untuk tinggal bersama? Dia sudah mempunyai Javier dan Xavier dua orang kesayangan. Bagaimanapun dia menyukai Oliver Olivia kedua bocah ini, diantara mereka tidak ada hubungan darah sama sekali. Wupun Asta dan ibu kandung anaknya tidak dapat bersama karena san tertentu, tetapi mereka juga mempunyai ibu kandung sendiri, mana mungkin sampai giliran dia untuk pindah kemari menjaga mereka? -Tidak bisa.¡± ¡°Mengapa?¡± ¡°Tidak ada san.¡± Samara tertawa, dengan sabar dia menjskan: ¡°Kamu dan Olivia mempunyai ayah, tentu saja mempunyai Ibu. Jika saya benar pindah kesini untuk tinggal bersama kalian, Ibu kalian pasti akan merasa sedih.¡± Menyinggung tentang Ibu kandung mereka, Oliver dan Oliviangsung menjadi muram. Wajah mungil Olivia mh menunjukkan rasa takut, dengan sekuat tenaga menggigit kedua tangannya. ¡°Cih? Wanita yang hanya bisa berpura pura baik dengan kami itu? Wajah kecil Oliver penuh dengan emosi: ¡°Wanita itu bukan ibu kandung kami!¡± Bab 46 Bab 46 Bab 46 Reaksi kedua kakak beradik itu, sangat diluar dugaan Samara. ¡°Jangan berkata begitu, mungkin Ibu kalian ada sannya yang tidak bisa diungkapkan?¡± Samara berkata dengan serius: ¡°Tidak ada Ibu di dunia ini yang tidak sayang sama anaknya, jika saat ini dia mendengar kalian begitu membencinya, saya yakin dia pasti sangat terluka.¡± Oliver dan Olivia mempunyai kesan yang baik terhadap Samara, kesan baik itu terjadi secara miah. Tetapi kali ini, tanpa berjanji terlebih dahulu mereka sama sama tidak setuju dengan perkataan Samara. Oliver cemberut, dengan keras kep dia berkata: ¡°Wanita itu tidak mencintai kami! Dia hanya bermimpi menjadi bintang film, menganggap kami sebagai t untuk beraksi di depan Ayah.¡± Menyinggung Samantha, bahkan bocah penurut seperti Olivia juga menk dan membencinya. Ini¡­¡­ Samara dapat melihat js apa yang terjadi diantara mereka. Rupanya Ibu kandung mereka berdua, menggunakan mereka untuk dapat menikah dengan ayah mereka, tidak heran kedua bocah ini tidak suka terhadap ibunya. ¡°Saya akan terus berhubungan dengan kalian, juga berjanji saya akan berusaha sebisanya untuk datang kesini melibat kalian.¡± Untuk pertama kalinya Samara begitu tegas di depan kedua bocah ini: ¡°Tetapi sin itu saya tidak bisa berjanji. *** Dia sebenarnya sangat sangat suka dengan kedua bocah keluarga Costan ini. Tetapi dia juga tidak bisa karena rasa suka ini, berjanji akan menjaga mereka terus. Ibu kandung mereka pasti tidak akan setuju, sebagai ayah mereka, Asta juga pasti tidak akan mengizinkan. Suasana di dm kamar seketika berubah menjadi dingin, kedua orang bocah itu seperti dua bual balon yang kempes, seluruh tubuh mereka menjadi lemas terki. Asta yang datang membawa air hangat, Samara menyuruhi Oliver meminumnya,lu dengan san harus cepat beristirahat dia membujuk keduanya untuk segera tidur Kedua bocah itu sedih karena Samana tidak mau pindah ke rumah mereka, tetapi ini sama sekali tidak mempengaruhi rasa suka mereka terhadapnya Semua perkataan Samara terhadap mereka. Seperti dekrit yang harus dipatuhi. Kedua bocah itu menurut dan naik ke tempat tidur, dan Samara menyanyikangu anak anak untuk mereka, dengan pn pn meniduri mereka. Seth selesai semuanya waktu sudah hampir subuh. Ketika Samara keluar dari kamar anak anak, dirinya sudah merasa lh, dia menekan bahu dan pundaknya yang terasa pegal pegai. Seberapama Samara membujuk anak anaknya tidur. Asta juga menemaninya secara diam diam. Keduanya saling berhadapan, bibir tipis Asta berkata: ¡°Kamu sudah bekerja keras.¡± Sikap lembutnya hng seth tidak berada di depan kedua bocah, ganti dengan suara nyaringnya yang bertanya: ¡°Tuan Asta, kamu pasti tahu ku mereka sedang bersandiwara mengapa kamu ikut- ikutan dan datang mencari saya, ini tidak biasanya.¡± ¡°Bagaimana kamu menyadari bahwa saya sudah tahu duluan?¡± ¡°Terhadap Oliver kamu hanya dingin di wajah tapi hangat di dm hati, tetapi hari ini dia ¡®sakit¡¯ kamu justru sangat tenang.¡± Samara mengangkat kep menatapnya: ¡°Saya mengatakan Oliver akan baik sakit perutnya seth minum air hangat, kamu tidak ada komentar sama sekali.¡± ¡°Iya.¡± Samara mengira Asia akan memb diri dan memberi komentar, dia sama sekali tidak menyangka Asta mengiyakan dengan begitu cepat dan tenang. Otaknyangsung berpikir terhadap satu kemungkinan, dengan menggigit bibir dia bertanya: ¡°Kamu sengaja mkukannya?¡± ¡°Mereka ingin berjumpa denganmu, saya juga.¡± Mata tajam Asta menjadi gp dan dm, sepeiti sumur kuno berusia ribuan tahun yang menyebabkan orang sulit menyminya: ¡°Jika kamu mengira ini semua dkukan dengan sengaja, saya tidak membantahnya.¡± Perkataan ini¡­¡­ N?velDrama.Org owns this text. Mengapa kedengarannya dapat membuat orang sh paham? Samara mendengus dengan kuat, mengatakan kepada diri sendiri apakah ini hanya perasaannya Sejak kapan dimi¡­¡­.waktu berbicara dengannya sikap Isia berubah menjadi begitu mesra? Ini semua pasti ilusi! ¡°Tuan Asta, benar benar pandai membuat lelucon.¡± Sudut bibir Samara terangkat seperti tidak percaya: ¡°Tidak usah berbelit belit, saya dapat memahami jika Oliver dan Olivia mereka ingin berjumpa dengan saya, tetapi mengapa kamu juga ingin berjumpa?¡± Empat mata saling bertatapan. Kaki Asta yang panjang sngkah demi sngkah berjn mendekatinya, sngkah demi sngkah mendesaknya. Asta lebih tinggi dari Samara, dengan perbedaan tinggi badan mereka berdua yang mencolok sudah cukup menyebabkan Samara merasakan suasana yang mendominan dan menguasai. Samara tidak ingin mundur, tetapi ketika tubuh kekar terus menerus mendesak mendekatinya, tanpa sadar dia terus mundur ke bkang. Begitu mundur, sudah sampai mentok tidak ada jn mundurgi. ¡°Coba katakan¡­..¡± suara parau menggoda dan hembusan nafas yang hangat dari pria itu: ¡°Mengapa seorang pria ingin bertemu dengan seorang wanita?¡± Bab 47 Bab 47 Bab 47 Jarak seperti ini telu dekat. Ditambahgi dengan wajah tampan Asta yang sempurna tanpa c. Samara senantiasa mengingatkan dirinya agar tenang, tetapi aliran darah di dm tubuhnya tanpa dapat dicegah mengalir dengan cepat, bahkan wajahnya mi terasa panas. Jangan jangan dia juga suka. Tidak mungkin dia menyukai. Tidak usah dibahas tentang pribadi ibu Oliver Olivia, tetapi Asta dapat bersamanya sampai mhirkan anak, hubungan itu pasti tidak sederhana. Lagip Asta dan Samantha masih mempunyai hubungan yang akrab, mungkin diantara mereka masih ada rahasia yang tidak diketahui orang. Mundur ribuanngkah, dengan wajahnya yang penuh bintik-bintik. Lki normal yang dapat tergoda olehnya, pasth orang buta adanya! ¡°Asta, kamu sudah keteluan bercanda.¡± Tangan Samara menahan dada Asia, dengan serius dia berkata: ¡°Wanita yang bagaimana tidak bisa kamu dapatkan? Apakah kamu menyukai wanita seperti saya ini? Bintik-bintik di wajah saya adh bawaanhir, di kemudian hari akan bertambah banyak seiring dengan bertambahnya usia, kamu yakin kamu sanggup melihatnya?¡± Samara bukannya mencemooh dirinya sendiri, tetapi sengaja agar Asta merasa jijik. ¡°Sanggup¡± Samara memblakan mata btnya,lu berkata: ¡°Apa matamu buta!¡± ¡°Bagaimana menurutmu?¡± Mata tajam Asta dengan ketat mengawasi wajah mungil Samara,lu dengan pn berkata: ¡°Telu cantik banyak dirindukan orang, jelek sedikit baru bagus, lebih sedikit orang yang merindukannya.¡± ¡°Kamu-=-= Samara hampir kh dengan logika yang dikemukakan Asta Apakah bkangan ini otak Asta mengmi angguan karena disepak keledai, telu banyak melihai dewi cantik, sehinga merasa penasaran melihat topeng wajahnya yang jelek? ¡°Apakah kamu tahu¡­.¡± ¡°Tahu apa?¡± ¡°Kamu tahu mash saya sudah mempunyai anak?¡± Samara menjt jt bibirnya, sengaja memprovokasi dia: ¡°kemungkinan besar pasti tidak tahu,gip bukan hanya seorang, tetapi dua orang.¡± Ketika Samara mengatakan dua orang, dm mata Asta terlintas emosi yang tertahankan. ¡°Kamu sama sekali tidak memahami saya, juga tidak tahu masalu saya¡­..¡± Samara mengambil kesempatan ini mendorong Asta agar menjauh, melepaskan diri dari belenggunya: ¡°Jadi jangan gara gara Oliver dan Olivia menyukaiku, ingin menggunakan cara ini agar saya menjadi ibu mereka, memberi mereka sebuah keluarga yang sempurna.¡± Hubungan darah tidak bisa diganti, saya bukan ibu kandung mereka,gip saya juga mempunyai anak sendiri yang perlu dijaga dan diperhatikan.¡± Dibandingkan dengan Asta yang cemberut, Samara mh merasa santai. Asta bisa menahan jika dia jelek. Tetapi Samara tidak percaya dia dapat menahan jika mengetahui dirinya pernah mhirkan anak, bahkan merupakan Ibu dari dua orang anak. ¡°Kapan kejadiannya?¡± ¡°Apakah itu penting?¡± mata bt Samara menunjukkan bahwa dia tidak berbohong: ¡°Yang penting saya tidak berbohong, saya mempunyai riwayat mhirkan.¡± -Samara.¡± ¡°Asta, saya nasehati kamu batalkan niatmu untuk membangun rumah tangga bersama saya.¡± Jari tangan Samara mencolek colek dada Asta: ¡°Jika gara gara ingin memberikan sebuah keluarga yang sempurna kepada Oliver dan Olivia, saya anjurkan sebaiknya kamu rujuk kembali dengan ibu kandung mereka.¡± Mm ini saya menginap disini, saya akan beristirahat di kamar tamu, smat mm.¡± Baru selesai perkataannya, tanpa menghiraukan air muka Astagi, dia memutar badan dan meninggalkan tempat itu. Wupun dia sudah meninggalkan tempat itu, Asta masih dapat mencium bau rumput rumputan obal yang samar samar di sekitar udara. Dia mungkin mempunyai san yang tidak dapat diungkapkan. Wupun mungkin dia menggunakan trik tertentu untuk mengubah penampnnya sementara, dia juga tidak mungkin sh mengenali orang. Baunya tidak mungkin berubah, bau yang membawa kenangan manis yang membuatnya ketagihan tidak mungkin berubah. Pandangan mata tajamnya pn pn beralih, tinjunya mengepal erat sampai urat urat hijau di tangan menonjol keluar. Dia tidak pernah mengira Samara mempunyai dua orang anakgi. Belonging to N?velDrama.Org. Akan tetapi¡ª¡ª Mau bagaimanagi? Jangan dibng empat orang anak, bahkan empat puluh orang, dia sta juga sanggup membiayai. Samara berada di kamar mandi dm kamar tamu, dengan santai berendam dengan air panas. Menganggap topeng wajahnya telu pengap, dia melepasnyalu membuangnya ke wastafel, Samara berendam seluruh tubuhnya ke dm bathtub. Tidak pernah terpikir sama sekali¡­¡­. Demi kedua anaknya. Asta r mengorbankan dirinya sendiri untuk menggat wanita jelek seperti dirinya? Dia sebelumnya merasa kasih sayang Asta terhadap Oliver dan Olivia telu ketat dan serius, sekarang sekaligi dipikirkan lebih teliti, rasanya dia th sh meni Asta. Tetapi, ini juga menyebabkan Samara merasa penasaran. Siapa sebenarnya ibu kandung Oliver dan Olivia? Bab 48 Bab 48 Bab 48 Hari kedua. Samara dibangunkan oleh suara gedoran di pintu ¡®tok tok¡±. ¡°Siapa?¡± ¡°Samara, ini saya dan adik Olivia .¡± terdengar suara Oliver dari arah pintu: ¡°Apakah kamu sudah bangun? Apakah kami sudah boleh masuk?¡± ¡°Boleh! Bocah yang berada di luar menggerakkan pegangan pintu, ketika mau mendorong pintunya dan masuk, tiba tiba Samara teringat topeng wajah yang diletakkan di dm kamar mandi, dengan tergesa gesa dia mengambil topeng wajahnya dari wastafel dan memakainya. Samara yang baru keluar dari kamar mandi,ngsung berpapasan dengan kedua bocah itu. ¡°Samara, smat pagi.¡± Oliver mengangkat wajah btnya, tampak tidak bersemangat. Olivia bahkan mengembangkan secarik keitas gambar, diatasnya ada tulisan ¡®Smat pagi¡¯ yang menggunakan crayon, di sampingnya masih ada kelopak bunga yang berwarna merah jambu. Kedua anak ini¡­.. Oliver bocah gk berbau susu, karakter Tuan Muda yang sebenarnya. Olivia cerdik lembut dan lincah, sangat imui dan disukai orang. Wupun semm Samara sudah menk ide mereka untuk tinggal bersama, tetapi melihat kedua orang anak ini, dia tidak dapat menahan diri untuk mendekati mereka. -Oliver, Olivia, kalian juga smat pagi.¡± Samara mendekat dan membi bi kep mereka, tetapi habis membi dia baru menyadari tindakannya telu mi. Dulu dia pernah kehngan sepasang anak kembar, sekarang seperti berada di hadapannya, Lebih kurang rasa sakitnya seperti itu telu sakit tik tertahankan Sehingga dia baru merasa ingin baik baik menyayangi Oliver dan Olivia, untuk mmpiaskan rasa penyesnnya kehngan mereka Samara membawa Oliver dan Olivia bersamanya ke ruang makan untuk sarapan, tidak dapat dihindari bertemu dengan Asta. Samara duduk secara mi dan tenang, tersenyum kepada Asta dan menyapa: ¡°Tuan Asta, smat pagi.¡± Semm¡ª¡ª- Tidak peduli tindakan Asta adh demi kepentingan anak anak, ataukah memang ingin menjalin hubungan cinta dengannya. Apa yang perlu dikatakan sudah dia sampaikan Dia percaya Asta boleh mengabaikan dia jelek, tetapi tidak percaya dia tidak keberatan dirinya punya riwayat mhirkan, bahkan dua orang anak. Asta minum seteguk kopi, pandangan matanya yang tajam dan dm mengarah pada Samara, dengan pn menjawab. ¡°Iya.¡± Menjumpai pekuan Asta terhadapnya yang hambar, dm hati Samara justru merasa lega. Seth lewat lima tahun dia kembali, dengan sepenuh hati hanya ingin membs dendam pada keluarga Wijaya, sama sekali tidak ingin terlibat dm skandal cinta. Ketika keempat orang itu sarapan sampai separuh, Pak Mich?l menerima telepon, dan datang mpor. ¡°Tuan muda Asta, barusan Nona Samantha menelepon, dia bng hari ini sutradara memberinya libur setengah hari, dm setengah jam dia akan sampai disini.¡± Begitu kata katanya selesai ¡ª¡ª- Samara yang sedang memotong kue bolu untuk Olivia, tangannya sedikit menggunakan tenaga, th memecahkan piring keramik. Di tengah piring keramik membekas sebuah ch, dan terbagi menjadi dua. Karena reaksi membal, pinggiran keramik yang tajam itu secara tidak hati hati menggores pul??un? ??¡± S ara . Seketika, tetesan darah segar berwarna merah mengalir keluar dari luka, mes ke bawah. Karena kejadiannya telu tiba tiba, pandangan mata Samara juga terlihat bimbang. Dia tidak merasakan luka di tangannya itu sakin, hanya merasakan apakah reaksinya yang menyedihkan telu tidak normal? ¡°Saya¡­..¡± Samara menggigit bibirnya, memaksa untuk tertawa: ¡°Tadi tangan saya tergelincir¡­¡­¡± kedua bocah itu juga terbengong oleh darah yang mengalir dari punggung tangan Samara, seketika tidak sadar untuk bereaksi. Astangsung memegang tangannya yang terluka, dan berteriak memanggil pegurus rumah tangga: ¡°Cepat, bawa kemari kotak obat.¡± Pak Mich?l segera tersadar, dengan cepat mencari kotak P3K. Asta dengan dingin melirik Samara, suaranya terdengar sangat dingin: ¡°Mengapa begitu tidak hati hati.¡± ¡°Lukanya tidak begitu sakit.¡± ¡°Samara, mau seberapa sakit baru disebut sakit?¡± Dm mata tajam Asta terbersit kelembutan: ¡°Sampai saya juga merasa sakit apakah tidak cukup?¡± Kata kata ini berhasil menyebabkan hati Samara melonjak, matanya yang bt dengan terkejut menatap pria di depannya ini. Kata kata ini¡­¡­ Mengapa begitu gampang membuat orang menjadi ambigu? Apakah dia merasa sayang kepadanya sehingga hatinya sakit melihatnya terluka? Mungkinkah itu? Dia sudah bertampang begitu menyedihkan, masih ada dua orang anak, mengapa dia masih begitu perhatian kepadanya? Pak Michal datang membawa kotak obat, menyerahkan kain kassa yang lebar kepada Asta. Asta menerima kain kassanyalu menekan diatas luka Samara, matanya yang tajam menatap terus kepadanya. ¡°Apakah sakit?¡± ¡°Ku sakit boleh berteriak, menangis juga tidak mash.¡± Sakit? Sebenarnya Samara tidak begitu sensitif terhadap sakit. Sejak kecil di desa sudah terbiasa liar. karena tidak memiliki avah. sejak kecil slu dimarahi orang sebagai bibit wanita jng, dan slu dipukul. Belonging ? N?velDram/a.Org. Mungkin saja waktu kecil dia juga takut sakit, karena sering dipukul sehinggamama tidak begitu takut sakitgi. Waktu kecil masih ada ibunya yang merasa kasihan dia digertak orang, tetapi sejak ibunya meninggal dunia, tidak adagi orang yang benar benar sayang dan kasihan kepadanya. Dan sekarang¡­¡­ Pria ini memperlihatkan rasa sayang terhadapnya dan ingin melindunginya. Samara hampir tersesat dm suasana ini, tetapi begitu mengingat hubungan antara Samantha dan Asta, mata btnyangsung berubah menjadi dingin kembali. ¡°Tuan Asta, saya tidak seperti bayanganmu yang begitu rapuh.¡± Bab 49 Bab 49 Bab 49 Baru selesai perkataannya. Samana Sudah menarik tangan kecilnya dari genggaman I ¡°Tidak usah merepotkan Tuan Asta.¡± Samara mengambil kain kasalu menekan dengan kuat kuat pada lukanya, dengan pn berkata: ¡°Wupun saya bukan dokter, tetapi saya mengenal pengobatan, js dengan kondisi luka saya sendiri.¡± Merasakan Samara sedang membatasi hubungan dengan dirinya, mata tajam Ista tiba tiba terpejam. Dia mendekatinya, Samara menghindarinya. Dia khawatir terhadapnya, Samara tidak suka. Apakah wanita ini begitu membencinya? Jika bukan karena keberadaan Oliver dan Olivia, dia benar benar ingin bertanya kepadanya apa sebenarnya yang ada dm pikirannya? kedua bocah itu tentu saja tidak mengetahui perselisihan diantara orang dewasa, mereka menganggap barusan Asta th membuat Samara kesakitan waktu merawat lukanya. Oliver dan Olivia mengelilingi Samara. ¡°Samara, kamu baik baik saja?¡± bicara sampai disini, dengan benci dia menatap Asta: ¡°Maklum sudah berumur 30 tahun sudah termasuk pria tua, bicara dan tindakan ada knya telu sembrono, kamu jangan masukkan dm hati.¡± Olivia tidak dapat berbicara, tetapi sepasang mata hitamnya yang besar th menjadi merah. N?velDrama.Org owns this text. Seperti anak kelinci yang disakiti, merasa sangat simpati. Samara merasakan kehangatan yang di tebar oleh kedua bocah itu, barusan hatinya yang gu gara gara Samantha dan Asta, pehanhan mi menjadi lembut kembali. ¡°Oliver, Olivia, kalian tidak usah khawatir, saya tidak apa apa.¡± Asta melihat Samara yang mempekukan dirinya dengan tidak adil, tidak tahu harus bagaimana menghadapi wanita ini. Js js dia dapat bersikap begitu lembut waktu bersama Oliver dan Olivia, tetapi mengapa justiu waktu berhadapan dengannya berubah menjadi keras kep dan penuh duri yang tajam, slu takut dan waspada dia akan melewati batas. Darah, pehanhan th berhasil dihentikan. Dengan tangan tetih Samara menaruli obat infeksi keatas lukanya, mengobati sendiri luka di tangannya. Tidak berapama seth selesai merawat lukanya, di depan pintu utama terdengar suara wanita yang sangat merdu. ¡°Pak Michael, Asta ada di rumah? ¡°Ada, Tuan Muda Asta berada di ruang makan sedang sarapan.¡± ¡°Paman Michael, saya tidak gampang mendapat libur setengah hari, dari lokasi shooting datang kemari, belum sempal sarapan.¡± ¡°Ku begitu tunggu sebentar dan sarapan bersama?¡± ¡°Terima kasih.¡± Suara ini terdengar sangat akrab bagi Samara, akrab sampai masuk ke tng sumsum. Dm 5 tahun ini asalkan dia bermimpi buruk yang berhubungan dengan kasusutan api itu, dia akan mengingat dengan js kata yang diucapkan Samantha kepadanya sebelum dia menyhkan api untuk membakar mati dirinya. Js js mereka adh saudara kembar, tetapi Samantha justru ingin dia lenyap dari muka bumi ini. Benci. Samantha membencinya. Dan dia, kapan dia tidak membenci Samantha? Ini adh pertama kali dia bertemu Samantha sejak peristiwa dia berhasil lolos dari kasus kebakaran itu Dia menggigit keras bibirnya smpai terluka dan berdaral?. Suarang kali semakin mendekati. Samantha berjn masuk ke ruang makan dengan penuh harapan, seth sampai baru menyadari di dm ruang makan kecuali Asta yang dirindukannya, dua orang sn kecil yang menyebabkan dia pusing tujuli keliling masih ada seoranggi! SIMIMME WAn Lagip wanita ini duduk di samping kiri Asta. Tetapi karena dia membkangi, Samantha hanya bisa melihat bayangan punggung Samara, tidak melihat js tampangnya. Siapakah dia? Dia belum pernah berjumpa sebelumnya! Dan juga mengapa dia bisa sarapan bersama Asta? Js js dm hati Samantha timbul rm peringatan, tetapi di mulutnya tetap tersenyum dengan anggun: ¡°Asta, ini adh¡ª¡ª ¡°Saya adh Samara Wijaya.¡± Terdengar suara yang dingin dan tegas, seperti salju yang turun di musim semi. Nama Samara Wijaya, sudah cukup bagaikan petir, yang tepat menyambar Samantha. Suara ini¡ª¡ª- Nama ini¡ª¡ª- Adh orang yang sangat dikenalnya! Wanita yang lima tahunlu, mati di tengah peristiwa yang dirancangnya, sudah terbakar sampai tidak bersisa. Samantha mengetahui orang mati tidak mungkin hidup kembali, wanita ini juga tidak mungkin adh Samara Wijaya, tetapi mendengar nama yang mirip, intonasi bicaranya yang sama, dia mi merasa goyah. Senyum masih tergantung di sudut bibir Samantha, tetapi tanpa sadar nafasnya pn pn berubah menjadi cepat. Samara yang membkanginya, mh menyeringai seperti mengejek. Dengan pn dia membalikkan badannya, sepasang mata bt yang bersinar dengan gembira dan penuh candaan menatap kearah Samantha Bab 50 Bab 50 Bab 50 Pada saat ini Samara tidak bermaksud mengungkapkan identitasnya kepada Samantha. Apa gunanya mengungkapnya sekarang? Samantha masih belum sampai puncaknya, dia ingin membawanya sampai ke puncak dengan tangannya sendiri,lu dengan kejam membantingnya hingga jatuh ke bawah. This belongs ? N?velDra/ma.Org. Dengan mengenakan secarik topeng wajah yang penuh bintik-bintik ini, Samara dan Samantha bertatapan secara empat mata. Ketika melihat js wajah di depannya adh secarik wajah yang biasa biasa bahkan penuh dengan bintik-bintik, hati Samantha yang menggantung tinggi baru berhasil merasa lega. Wajah ini¡­.. berbeda seratus dpan puluh derajat dengan Samara. Kakak kembarnya Samara yang sudah meninggal dunia mh lebih cantik beberapa kali lipat dari dirinya. Wanita jelek di depannya, dari ujung kep sampai kaki tidak ada satu bagianpun yang bisa dibandingkan dengan Samara. Orang mati sudah mati. Wanita jelek ini, mungkin hanya namanya saja yang sama dengan orang mati. Wajah kecil Samantha kembali bersinar dengan senyuman yang manis, dengan inisiatif mengulurkan tangannya menymi Samara: ¡°Nona Samara, apa kabar, saya bernama Samantha Wijaya, secara kebetn, kita sama sama bermarga Wijaya.¡± Dm hati Samantha memandang rendah terhadap Samara, tetapi dia ingin memberi kesan yang baik di hadapan Asta, sehingga menampilkan sikapnya yang paling dermawan. Terapi ¡ª¨C Samara mh begak tuli, sama sekali tidak memandang Samantha yang mengulurkan tangan kepadanya. ¡°Nona Samara, kamu ini¡­..¡± Samara masih belum berbicara, Oliver th gelisah sambil memonyongkan mulutnya: ¡°Bagaimana mau sm? Tangan Samara th terluka.¡± ¡°Oliver, kamu¡ª¡ª ¡°Kenapa dengan saya?¡± Oliver mendelikkan matanya: ¡°Saya seorang anak kecil berusia 5 tahun juga dapat melihat kain kasa di tangannya, pandanganmu jelek makanya tidak nampak?¡± Samantha tahu setan kecil ini sulit diatasi. Mendapat pewanan keras dari putranya, Samantha tidak berani memberi pjaran kepada Olivergi, dengan gagap dia memandang kearah Asta Dulu setiap kali Oliver mwannya. Asta pasti akan bersuara memb harga dirinya sebagai ibu kandung mereka. Oliver dan Olivia kedua bocah yang merepotkan ini, tidak menghargai dirinya, tetapi tidak berani tidak menghargai Asta. Pada saat Samantha mengira Asta akan bertindak seperti biasanya, memberi peringatan kepada Oliver, dia mh mendengar Asta bersuara dengan ringan. ¡°Matamu tidak bagus, apakah perlu saya kenalkan dokter spesialis mata kepadamu?¡± kata kata yang begitu santai, berhasil membuat raut wajah Samantha seketika berubah menjadi pucat. ¡°Asta¡­.¡± Samantha masih belum ingin menyerah, masih berusaha mengadu: ¡°Saya mempunyai kata kata yang ingin kusampaikan secara pribadi, apakah kamu mempunyai waktu senggang sekarang?¡± Samara tidak tertarik mendengar percakapan antara Samantha dan Asta, dia berinisiatif untuk pamit : ¡°Saya hari ini masih perlu ke Unit Kejahatan Berat untuk mkukan autopsi, saya pamit duluan.¡± Samantha mengangguk dengan ringan, tetapi dm hatinya ratusan kali memandang rendah Terhadap Samara. Sudah wajahnya penuh dengan bintik-bintik. Masih mkukan autopsi mayat? Mungkin seperti yang dikatakan Ik Mic.cl, Smara ini hanya lebili disukai oleh Oliver dan Asta bindak bergeming terhadap Wanu unuk seperti dimnya, dia pasti tidak mungkin jatuh hati kepada wanita jelek ini! Seth Saman meninggalkan tempat itu, Oliver an Olivia kedua bocah itu juga mengikutinya. Di dm ruang makan hanya tinggal Asia dan Samantha berdua. Asta meneguk kopinya yang belum habis diminum, pandangannya sama sekali tidak jatuh di tubuh Samantha yang merias diri dengan sempurna. Samantha duduk di tempat bekas Samara tadi, tubuhnya pn pn bergerak ke depan seperti ingin semakin mendekat kepada Asta: ¡°Asta, saya ingin diskusi sesuatu denganmu¡­¡­¡± Asta tidak bersedia memberi komentar Samantha tidak mendapatkan bsan darinya, terus mnjutkan bertanya: ¡°Minggu depan adh ng tahun ayah saya, apakah kamu bisa membawa Oliver dan Olivia menemani saya png ke rumah keluarga Wijaya? ¡°Apakah kamu mau saya mengumumkan secara resmi bahwa kamu adh ibu kandung dari Oliver dan Olivia?¡± ¡°Asta, bukan itu maksud saya.¡± Samantha menggigit bibirnya dan berkata: ¡°Sejak Oliver dan Olivia dikirim png kepada keluarga Costan, ayahku tidak pernah bertemu merekagi, dia bandar ingin bertemu mereka di acara ng tahunnya yang ke GO.¡± Bab 51 Bab 51 Bab 51 Lima tahunmanya. Samantha slu menanti-nantikan menjadi bagian dari keluarga Costan, menjadi istri Asta. Dia mengira dengan mhirkan Oliver dan Olivia untuknya, menikah dengan Asta hanya tunggu waktu saja, tetapi seth lima tahun, Asta masih belum mmarnya. Bahkan¡ª Orang luar tidak tahu dia adl? ibu kandung dari cucu pertama keluarga Costan. Penantian yang panjang sangat menyiksa, dia tidak ingin menunggugi. Dia benar-benar sangat menyukai Asta, dia tidak maugi hanya menunggu, dia akan berusaha memikat hati pria yang dicintainya. ¡°Asta, sma lima tahun ini saya tidak pernah minta apapun darimu, tapi tentang hal ini saya harap kamu bisa menyetujuiku.¡± Tentang hal ini, saya setuju.¡± Benarkah? Bagus sekali!¡± Dia harus mkukan yang terbaik di pesta ng tahun Ayah yang ke 60, supaya bisa merebut hali Asta Sampai disini,ngan Samantha ingin menggenggam tangan Asta dengan antusias, tetapi belum sempat tersentuh, tangan Asta menghindar sentuhannya dengan dingin. M pria itu dingin, berkata datar: ¡°Sudah kubng, saya tidak suka disentuh orang asing.¡± Symali Samanta membeku dengan canggung menurunkan tangannya. *Ada halingi¡± A balik bertanya dengan dingin Tidak tidak adagi ¡°Ku begitu, kamu boleh perki¡± Anta meletakan cangkir kopi sorot matanya tidak ada Samantha masih ingin meidusan dengan Asta idak mkukan apapun tidak mash Tapi kau mata beradu drugun maLA Asia aix dingin, bagaimanapun tidak inginanya, dia tetap harus pergi. Ketika Samantha pergi, kebetn bertemu dengan Samara yang diantar keluar oleh dua bocah Oliver dan Olivia. ¡°Samara, kamu harus mengoles obat tepat waktu, tidak boleh ms.¡± Oliver mengerut alis menasehatinya. ¡°Baik, baik, Tuan Kecil.¡± ¡°Karnu ini benar-benar wanita bebal, darah mengalir begitu banyak tapi tidak menangis.¡± Belonging to N?velDrama.Org. ¡°Saya sudah cukup jelek, menangis bukankah semakin jelek?¡± ¡°Kamu sama sekali tidak jelek.¡± Oliver menatap wajah Samara yang penuh bitnik bintik-bintik. berkata dengan serius: ¡°Di dm hatiku, kamu dan adik adh yang tercantik. ** Samara: ¡°. Samantha: ¡°¡­¡± Olivia tidak bisa mengungkapkan pendapatnya, kep kecilnya mengangguk tak henti, takut pendapatnya tidak terlihat oleh Samara. Hati Samra menghangat, kedua anak kecil ini benar-benar menyukainya. Meskipun sekarang dia memakai topeng jelek, tapi mereka tidak pernah membenci penampnnya. **Terima kasih atas perhatianmu, saya bisa menjaga diri.¡± Samara mengelus kep dua anak kecil itu: ¡°Telepon saja jika merindukanku.¡± Ketika Samara bangkit berdiri, matanya beradu dengan mata Samantha yang penuh arti. A tidak berada ditempat, kepura-puraan Samantha terlepas, sorot mata berubah menjadi lebih tajain dan jahat Wajah Samantha lebih cantik dibanding lima tahunlu, tetapi hatinya yang jahat tidak berubah Tetapi taun ini, dia bukangi nak desa yang d..ng ke hutu beni yang sangat mail *Tadi kamu terkejut saat mendengar mamaku, seperti melihat hantu?¡± Mana mungkin? Kamu telu sensiut. Samantha menyelip anak rambutnya ke bkang telinga dengan gaya menggoda, sorot matanya penuh hinaan dan ejekan. ¡°Saya mengira kita semarga, apakah karena namaku sama dengan nama seseorang yang kamu kenal?¡± Samantha sedikit terkejut, tetapilu dengan tenang berkata: ¡°Kenapa ku memang namanya sama? Kamu tidak mungkin adh dia.¡± Sudut bibir Samara terangkat, mendadak ingin sekali merobek topeng yang dikenakan di wajahnya, agar Samantha tahu siapa dia sebenarnya. Tapi sekarang¡ª Bukah waktu yang tepat. Seth berpamitan dengan kedua anak kecil itu, Samara menaiki taksi meninggalkan kediaman Costan. Samantha menatap si kembar yang memandang wanita jelek itu dengan tatapan tidak r, mendadak hatinya gu. Sma lima tahun dia berusaha merebut hati mereka, tetapi si kembar slu mwannya, memaksanya sampai kehngan kesabaran. Lihah sekarang ini. Di hadapan wanita jelek yang berwajah penuh bintik, mereka sangat patuh dan lengket. ¨C Wanita itu begitu jelek, kalian bng cantik?¡± Samantha bertanya sambil meredam amarahnya: ¡°Soal cantik atau tidak? Saya adh ibu kandung kalian, apakah tidak lebih cantik ribuan kali lipat dari wanita itu?¡± Bab 52 Bab 52 Bab 52 Oliver melirik Samantha sebentar. ¡°Hei, siapa yang memberimu kepercayaan diri, sehingga kamu bng diri sendiri lebih cantik ribuan kali lipat dari Samaraku?¡± ¡°Kamu¡ª- ¡°Apakah saya sh bicara?¡± Oliver mengernyitkan alis, dengan nada suara yang merendah: ¡°Sudah bukan anak kecil, tapi masih tidak tahu diri.¡± ¡°Saya tidak tahu diri?¡± Samantha berjongkok, mengunci bahu Oliver: ¡°Saya adh ibu kandungmu dan Olivia, seberapa bencinya kalian padaku, kenyataan ini tidak akan berubah! Cepat ataumbat saya akan pindah ke sini, dan secara resmi menjadi ibu kalian!¡± Jika mereka bukan darah daging Asta, tempat mereka berada sekarang adh di kuburan menemani Samara. Mereka adh bidak penting baginya untuk bisa menjadi bagian dari keluarga Costan. Dia harus meraih kesempatan ini dengan baik, mereka tidak boleh curiga sedikitpun padanya. ¡°Itu kan cuma omonganmu, saya dan Olivia tidak pernah mengaku.¡± Oliver menaikkan alis, suaranya arogan dan dingin. ¡°Oliver, kamu¡ª¡± ¡°Ayah, mengapa kamu kemari? Oliver berseru memandang ke bkang Samantha. Samantha kaget dan melonggarkan pegangan di bahu Oliver, menegakkan badan dan tersenyum lembut. Dia berpaling menemukan tidak ada siapapun dibkangnya, baru menyadari dia sudah dibohongi oleh Oliver si anak bandel ini. ¡°Kamu!¡± ¡°Dengan kecerdasanmu yang cuma segini ingin menikahi ayahku?¡± Oliver menekan pipi kanan membuat ekspresi mengejek: ¡°Mimpi?¡± Oliver ms menanggapinya, menggandeng tangan kecil Olivia **Ayo Olivis, kita pergi.¡± Olivia juga tidak menyukai Samantha, dengan patuh mengikuti di bkang Oliver memasuki patio, meninggalkan Samantha yang kesal. Memandangi punggung sosok si kembar, wajah cantiknya berkerut kesal. ¡°Orang rendahan!¡± Ibu kandung mereka adh Samara. Lalu sekarang, mereka begitu patuh dan baik dihadapan seorang wanita jelek yang bernama Samara. Nama Samara Wijaya menghantui hidupnya seperti arwah gentayangan. ¡°Namanya Samara, ya? Kubuat kamu menyesal karena memakai nama ini! Grup Costan. Asta berdiri di depan jend besar, memandang ke pemandangan jnan Kota Metro yang padat dan ramai, sorot matanya menggp. ¡°Tok Tok¡­¡± Seth Wilson mengetuk pintu bsan kali, Asta baru tersadar. ¡°Masuk.¡± Wilson meletakkan dokumen dari berbagai departemen yang harus ditandatangani oleh Asta, dan memberiporan singkat tentang pekerjaan. Sorot mata Asia km, ekspresi wajahnya kaku dan tegang, saat mendengarkanporan, tidak telu fokus seperti biasanya. Keuka Wilson selesai memberikanporan, Asta tidak bertanya tentang pekerjaan, sebaliknya membuka mulut bertanya. ¨C Wilson, Tolong cari informasi tentang Samantha dan keluarga Wijaya.¡± Tuan, bukannya sudah pernah mencari tahu?¡± ¡°Informasi itu hanyh permukaan saja.¡± kedua tangan Asta menopang dagu, soroi matanya penuh anti: ¡°Saya tidak ingin tahu tentang Samantha, yang ingin saya ketahui adh rahasia kluarga Wijaya, misalnya¡­¡± Sin Samanth, pakableru Wijaya memiliki seorang anak perempuanin yang sebaya ??nsamantha Wilson tidaklu tujuan Asta ingin dia mcak hal ini, tapi dia tahu pasti ada san mengapa Asia berkata begitu ¡°Tuan, saya akan mengutus orang untuk mcaknya.¡± ¡°Ya.¡± Seperti teringat sesuatu, Asta mengingatkan. ¡°Saat mkukan pcakan, jangan telu gembar-gembor, jangan sampai pihakwan bersikap waspada.¡± ¡°Baik¡ª¡± Seth Wilson pergi, ujung jari Asta mengetuk-ngetuk permukaan meja, sorot matanya berbinar-binar. Dia mengingatkan Wilson untuk tidak membuat pihakwan waspada, takut mengagetkan pihak Samara. Wanita ini diam-diam menghanyutkan. Wajahnya palsu, yang disembunyikan orang wanita itu dengan rapat. Seseorang jika bersembunyi telu rapat, pasth pernah terluka sangat dm, tidak ingin dilukaigi oleh siapapun. Tetapi semakin dia berbuat demikian, Asta semakin merasa iba padanya. Dia tidak ingin memaksa Samara mengaku, juga tidak ingin memaksanya membuka Samarannya, Asia bersedia menunggu hari dimana dia sendiri yang melepaskan baju zirahnya yang dingin. Samara bekerja di Unit Kejahatan Berat, sedang mkukan autopsi jenazah di meja bedah. Belonging ? N?velDram/a.Org. -Kematian bukan disebabkan oleh luka di bagian perut, minkan luka di bagian kep.¡± luka di bagian kep disebabkan oleh paku, terdapat 3 buah paku besi yang tentancap di bagian kep, paku-paku ini nanti dikirim ke bagaian Forensik untuk diuji.¡± Luas memberikan t kepada Samara, Jane bertanggung jawab untuk mengambil gambar dan Si autop i , Samara berjn keluar dan hmmar autopsi, dan ketika berjn masuk ke kantor lorensik, dia bertemu dengan seorang pria lua yang berseragam. Janengsung berveru memanggil: ¡°kakek¡ª¡± Pria tua itu adh Oscar, perwira tinggi di Unit Kejahatan Berat. Jane penasaran kedatangan kakeknya yang mendadak, Lucas yang tidak pernah bertemu dengan polisi senior berpangkat tinggi,ngsung merasa gelisah, tidak tahu harus berbuat apa. Sebaliknya Samara seperti bertemu dengan temanma, menaikkan alisnya: ¡°Pak Tua Oscar, Mengapa datang kesini? Orar meneliti wajah Samara, berseru kaget: ¡°Samara, wajahmu¡­ mengapa jadi begini?¡± Bab 53 Bab 53 Bab 53 Ucapan Oscar baru saja selesai, tatapan mata Lucas danne tanpa sadar jatuh ke sosok Samara, yang segera memberinya sinyal mata, ¡°Pak Tua, orang yang berpangkat setinggi kamu tidak cocok berbicara denganku di kantor, ayo kita bicara di ruang rapat sebh?¡± Oscar mengangguk paham. Meninggalkan Lucas dan Jane yang saling berpandangan, Samara dan Oscar berjn masuk ke ruang rapat. Pintu ruang rapat ditutup. Sebelum Oscar sempat bertanya, Samara berinisiatif melepaskan topeng kulit di wajahnya, dan memperlihatkan wajah yang sebenarnya. Oscar menggelenglu mengh nafas berkata, ¡°Samara, kamu seorang nona cantik, untuk apa menyamar jadi jelek? ¡°Jadi orang harus sederhana.¡± ¡°Saya tidak mengerti.¡± Oscar merasa sayang sekali: ¡°Bukan ini akan menakut-nakuti pemujamu?¡± -Pak Tua, tunggu, mash tentang kamu mendesak saya untuk cepat menikah sudah terdengar olehku, jangan mendesakkugi.¡± Samara menopang pipi dengan satu tangan: ¡°Dua pria di rumalku sudah cukup membuatku kewhan, saya tidak punya waktu memperhatikanwan Osar tahu Samara adh orang yang keras kep, sehinggangsung masuk ke topik utama Samara, hari ini saya mencarimu, berharap kamu bisa membantuku menymatkan Vodny -Menymatkan bapa?¡± Turman Gandhi, dia adh kepada keluarga Gandhi Berbacara tentang liman membuat air tuk. Odi menjadi muran ¡°Didjdh teman lomaku, dan pernah menolonghu Sehunang dia mendadak ku paral, budah menari banyak sekali dokter ternama, tetap tidak sembuh Turman sedang kritis, suas di dm keluarga Gandhi mi berubah beberapa anak cucunya Doir ternama yang diundang mungkin ja memang ahli, tapi tidakn siapa yang ¡°Saya sangat yakin dengan kemampuan medisinu, karena diwariskan dari hakemu, sehingga leniogal padamu supaya menobanya.¡± Samara mencerna ucapan Oscar, dm hatinya berpikir pasti ada yang tidak beres dengan penyakit Firman. Keluarga Gandhi sama seperti keluarga Costan, merupakan keluarga besar yang memiliki akar yang dm di negara Metropolis. Jika Firman tetap tidak sadarkan diri, dan meninggal dunia sebelum sempat mengutarakan kata-kata terakhirnya, maka pondasi yang didirikan oleh leluhur keluarga Gandhi sma ratusan tahun kemungkinan akan hancur. ¡°Pak Tua Oscar, saya akan mencoba.¡± ¡°Mengenai pembayaran, saya bermaksud memberimu¡­ Lima tahunlu ketika dia mhirkan Xavier dan Javier, saat-saat paling miskin dan mengenaskan Oscarh yang membantunya, memberinya status legallu mengirimnya ke luar negeri. Makanya¡ª Ku bukan karena dia, maka tidak akan ada Samara yang sekarang. ¡°Jangan bicara tentang pembayaran.¡± Wajah Samara yang mungil bersih dan putih, sorot matanya yang jernih tertuju pada Oscar, ¡°Pak Tua, lima tahunlu jika bukan karena bantuanmu, kami Ibu-anak bertiga sudah tiada. Jangan khawatir, saya akan berusaha menyembuhkan Firman Gandhi.¡± ¡°Terima kasih, Samara.¡± Sore hari itu. Samnara dan Timothy membawa kotak miedis berangkat ke kediaman keluarga Gandhi, V Garden View Sebelum tiba di depan pintu, Samara memperingatkan Timothy: ¡°Ingat, sesampai disana hamu prkenalkan diri sebagai dokter Irimus, membual sebisamu, semakin heboh semakin baik, tarik prihatian mereka, mereka tidak tahu identitatsimu yang sebenarnya, dan takut kamu akan berhasil menyembulkun Tuan Gandhi, pasti akan menghngimu, usahakan ulur waktu untukku Vya akan m eli kesempatan untuk menyusup masuk.¡± Wajah Timothy suram ¡°Bos, bisabuh kamu jangan slu memberiku misi susah seperti ini? Bagaimanapun yadh leniden Direktur l¡¯erusahaanmast Intermega.¡± -Ada mash? Tidak ingin mkukannya?¡± ¡°Demi los, baya bersedia mengarungiutan api tanpa ragua * Ayo, Timoniy Samara menendang tepat di pantat Timothy, yangngsung terlempar keluar. Timothy hanya bisa memaksakan diri, tersenyum ceria berjn ke arah Pengurus Rumah yang berdiri di depan pintu: ¡°Saya diundang oleh Tuan Muda kedua Gandhi, khusus datang untuk menyembuhkan penyakit Tuan Besar.¡± Pengurus Rumahngsung waspada: ¡°Tidak ada pesan dari Tuan Muda kedua, tidak boleh masuk.¡± Reaksi dari Pengurus Rumah seperti yang diduga Timothy Dia tahu anak cucu keturunan keluarga Gandhi sangat jahat, dan ingin Tuan Firman cepat meninggal dunia. Dia tidak ingin menghabiskan waktu Samara yang bermaksud menyusup masuk,lu memutar pergngan tangan dan myangkan sebuah tinju tepat di hidung Pengurus Rumah. Pengurus Rumah meraung kesakitan: ¡°Kamu memukul saya?¡± -Tidak mengerti bahasa manusia? Saya ingin menyembuhkan penyakit Tuan Firman, siapa yang menghngiku akan kupukul, dua orang menghngiku maka kupukul dua orang.¡± Meskipun Timothy berwajah kekanak-kanakan, tapi kemampuannya luar biasa bagus. Pengurus Rumah yang dipukul oleh Timothy segera mencari bantuan, depan pintu Vingsung heboh. N?velDrama.Org owns this text. Melihat Timothy berhasil menarik perhatian orang-orang. Samara memutar ke bkang rumah, memilih sebuah jend yang tidak tertutup rapat dan melompat masuk. Sebum datang kemari, Samana sudah mkukan PR, tahu bahwa Firman berada di sebuah kamai bagian paling timurntai dua. Diangsung beri menuju kami tersebut, menyiapkan obat bius sambil membuka pintu Sh membuka pintu. Saman menemukan sin liran yang terbaring diatas ranjang. binar tervbui tidak ada orangin Dia berjn mendekati liman,ngan Saman memeriksa kendini nadiny Begitungannya meraba radi linnan, menkipun sudah menyiapkan diri untuk menghadapi kondisi terburuk, Samara tetap terkejut dengan hundin nadiny. Bab 54 Bab 54 Bab 54 Detak nadi Firman beifluktuasi, tidak teratur. kondisi nadi seperti ini sudah js th terkena racun, dan bukan hanya terdapat I jenis racun. Tubuh pria lua ini terdapat berbagai jenis racun, menggerogoti organ tubuhnya, sehingga menyebabkan dia tak sadarkan diri. Jenis racun yang berbeda, menandakan bukan hanya satu orang yang meracuninya. Samara merenung tentang hal menakutkan ini, bagaimanapun juga Firman adh kep keluarga Gandhi, berapa banyak keparat yang berada disisinya, sehingga menyebabkan dia diracuni oleh berbagai jenis racun. Jika bukan karena Oscar mengundangnya memeriksa kondisi Firman, mungkin nyawanya hanya bertahan setengah bn saja. Samara mengeluarkan satu set jarum dari tas selempangnya, ketika dibuka terdapat puluhan jarum yang mengeluarkan sinar dingin. Dia membuka pakaian Firman, tangannya yang putih mengambil sebatang jarum dan menusuk ke sebuah titik di darah perut Firman. Prioritas utamanya¡­adh memaksa keluar racun-racun itu dari dm tubuh Firman. Hanya dengan mengeluarkan semua racun itu, Firman baru memiliki kesempatan untuk sembuh Jarum terakhir belum sempat ditusuk ke titik kedua alis Firman, lengannya dicengkeram mendadak oleh seorang yang bertenaga. Sama kali tidak bisa bergerak sedikitpun. ¨C Siapa kamu? Apa yang kamukukan pada hakekku? Samana melirik sebentar lengannya yang ditenkeran, matanya menatap leka-lekat pada orang Prahu mengenakan kemeja putih keparang hitamata berpinxir emas tetengger di hidungnya, leb amda tidak dapat menyembunyikan sinar tujuan yang terpancar dari matanya wajahnya Akkup mengkkan ketampanan para idol dari kngan selebriti Pria di hadapannya ini memang rupawan, tapi dina kenting seperti ini, Samara bukah orang yang terlena dengan penampn bagus ¡°Saya adh dokter, tujuanku ke sini untuk menymatkan orang¡± Jonas Gandhi tidak bermaksud melonggarkan cengkeramannya, berk dingin: ¡°Belum tentu.¡± ¡°Belum tentu?¡± Samara menyipitkan matanya berkata kesi ¡°hakemu hampir menemui ajal. jika saya tidak turun tangan, dia pasti meninggal.¡± ¡°Mengapa saya harus percaya padamu? Jika terjadi sesuatu pada hakekku, dibayar dengan nyawamu juga tidak cukup.¡± ¡°Saya tidak ingin mendengar omong kosongmu, lepaskan!¡± ¡°Tidak mungkin.¡± Mereka berdua diam-diam beradu tenaga, tetapi tenaga Samara tidak mungkin bisa menandingi Jonas. Melihat detik-detik terakhir penusukan jarum terakhir terganggu, Samara menggigit bibir kuat kuat. ¡°Kamu tahu berapa banyak jenis racun yang terdapat didm tubuh hakemu?¡± ¡°Empat jenis! Yang berarti di sisinya paling sedikit ada empat orang yang meracuninya!¡± ¡°Kamu bisa menjamin dokter yang menanganinya sekarang ini bukan diundang oleh orang yang menginginkan kematiannya?¡± N?velDrama.Org owns this text. ¡°Jika saya ingin menckai Tuan Gandhi, untuk apa saya repot-repot mkukan akupunktur, bukah lebih efektif jika saya masuk danngsung menusuknya dengan pisau!¡± Tpan Jonas jatuh pada wanita yang muncul di kamar kakeknya. Wajahnya penuh dengan bintik-bintik, hidung pesek dan berbibir tebal, tetapi matanya memancarkan bersinar cemeng Sinar matanya tegas, suci bagi siapa pun. Jonas tumbuh besar di lingkungan keluarga Gandhi yang rumit, sudah terbiasa dengan intrik di tengah perseteruan, jangan telu mudah percaya pada orangin, tetapi ketika mata mereka beradu, dia tidak dapat memaluan diri untuk memercayai perkataan wanita yang bahkan nama pun tidak diketahuiny¡­ ¡°Saya..ya bin memercayaimu?¡± ¡°Kamu ada pilihanin sin memercayaiku? Somara menggkkan gigi berkata: ¡°Nyawanya dipertaruhkan, Wya tidak akan bercanda tentang hal ini.¡± Jonas melonggarkan tangan Samara, yangngsung segera mengangkat jarum akupunktur dan menusukkannya ke titik tengah diantara alis. Tusukan ini¡­ Membuat hati Samara yang tegangngsung menjadi santai. Tangannya masih tetap berada di pergngan orang tua, merasakan perubahan kondisi nadinya. Pada saat bersamaan dari luar terdengar suarangkah kaki, pintu kamar dibuka dengan kasar, sekumpn orang berpakaian mor memasuki kamar. Melihat wajah asing, seorang pria berambut klimis, dengan sebatang cerutu tergantung dimulutnya segera berseru dingin: ¡°Siapa wanita ini? Mengapa dia bisa berada disini?¡± Bab 55 Bab 55 Bab 55 Samara menegakkan badannya dengan pn, alisnya sedikit terangkat l¡¯enampn pria paruh baya itu termasuk enak dilihat, berpakaian trend, lctapi gayanya yang mengusap dagu, di matanya terpancar sesuatu yang tidak dapat disembunyikan Ketika Saman Sng berpikir bagaimana caranya meloloskan diri, Jonis yang berpakn putih sudah berjn maju dan berdiri di depannya. ¡°Y..¡± Willis Gandhi mengangguk dan berkata dingin: nggan-jangan kamu yang membawa masuk wanita jelek inikamu menyetujui dan menusuk begitu banyakrun di tubuliny, Sebenarnya tujuanmu?¡± Begitu Willis membuka suara, Watson Gamli yang berdiri dibkangnya jugu ikut menuduh ¡°Jonas, saya lihat kamu memakai statusmu sebagai pewaris, berharap pak tua segera meninggal, supaya bisa segera mengendalikan keluarga Gandhi. Sebesar apa ambisimu, tapi jangah mkukan sesuatu yang tidak berhati nurani.¡± Istri-istri dari Willis dan Watson juga mi membakar-bakar dan menyindir ¡°Cucu pewaris Cucu pewaris p.1.002 Dengantar bkang keluarga ibunya, diayak menyandang hata pewaris? ¡°Iya betul! ketika Tua masih sehat, memang mengakuinya, tapi sekarang apakali dia masih bisa diangmappewaris?¡± Samara berdiri di bkang Jonas, hanya bisa melihat punggungnya Walcupun dia tidak dapat melihat ekspresi mereka, tapi siapapun bisa membayangkan ekspresi jahal mereka saat mengucapkan hal buruk seperti ini. Tinman Gandhi masih belum meninggal! This belongs ? N?velDra/ma.Org. Orang-orang ini sudah tidak sabar untuk membagi-bagi warisan Orang-orang ini benar-benar batang Menghadapi seniornya yang menyulitkall, Jonas dengan tentang berkata ¡°halian sh paham, dia adl? dokter yang kuundang untuk menyembuhkan kakek¡± Samara sedikit terkejut, pria ini tidak bodoli, tahu mereka berada di perahu yang sama ¡°Menyembuhkan penyakit? DIZ¡± ¡°Berapa usianya, dupululi tahunan bisa memiliki berapa banyak pengman.¡± ¡°lony, hamu jangan begitu tidak benan, myani omong koson! Winnita ini?¡± ¡°Kim bicubiurhiin dia menyembulikiny., Domn lika im. Sest paidk ?** JOns mendorong kacamata berpinggir einasnya dan berkaitan dingin: ¡°Di dm tubuh hubek Terdapat beberapa jenis rancun, coba kalian tebak, siapa yang sok pintar meracuninya?¡± Beberapa jenis? Begitulonas selesai berbicara, air muka Willis, Watson dan ISITI-INET?y. In jelek keempat orang ini¡­ masing-masing memiliki niat buruk, melihat tatapan mereka saling menghindar satu samain sudah bisa ditebak. Momen itu. Orn¡±-OLD Van Derin di dm kur l¡¯imman terlin. Firman Van terbaring di ranjan: kayu ceudak merah mendadak mentali cara bercak-bercak darah hitam menodai seprei berbahan sutra Muntn darali ini, menyebabkan Willis dan Watson dua pasang suami istri dan bahkan lonas tidak tahu harus berbul apa. Dia membalikkan badan, sorot matanya agak berubah. ¨C vebenernya yang terjadiMengapa kakekku bisa muntah darah? Bukankah kamu bng han baik-baik ja? Tanpa takut koton, Jon Sex meinbeisilihan Sulut bibir liman dengan Saputangan Nutra. tetapi pria lua itu muntah tak henti-hentinya Serig-serig keluarga Gandhi mi mengibaskan ekor Jonas, bud kukatakan kamu th ditipu oleh wanita ini, kami masih tidak percaya!¡± ¡°Ini namanya menyembuhkan penyakit ini mnanya pembunuhan!¡± seperti ini, hamu hnus Jon, dukter wanita ini diundang olehy Vhram kondisi bnggung jawabal ¡°Keluarga Gandhi tidak mengakui cucu durhakal sepertimul kamu tidak pantas mendapat warisan keluarga Gandhi!¡± Jonas sama sekali tidak mendengar apa yang diucapkan mereka, sebaliknya menatap Samara lekat- lekat. Dia memercayai pandangan matanya, memercayainya, tetapi dia mh membolonjinya. Saat ini¡ª Pandangan mata Jonas seperti ng pemburu, yang penuh dengan keinginan untuk mengoyaknya. Samara yang menjadi sasaran kritik publik menatap Jonas,lu berkata dengan tenang, ¡°Saya tidak membohongimu, kakekmu muntal? darah itu normal, Sya mampu menyembuhkannya.¡± Baru saja selesai berkata, ucapannya kembali ditertawakan oleh keluarga Gandhi. ¡°Sudah muntah darah sedemikian rupa, dibng normal? ¡°Lapor polisi! Tangkap wanita ini, hukum dia!¡± ¡°Pak Tua tidak bisa bertahangi, saya segera hubungi rumah duka untuk mengurus upacara pemakaman.¡± ¡°Betul! Saya hubungi pengacara Umar, Supaya perihal warisan bisa js, biang kerok yang membunuh pria lua tidak mendapatkan apapun. Di depan pintu Vi dimana Timothy sedang ribut-ribut, polisi juga sudah datang. Dengan pistol yang mengarah padanya, Timothy tidak berdaya, terpaksa membiarkan dirinya Timothy tidak tahu apa yang sedang terjadi, melihatman berbaring di atas kenangan darah, tudut mulut terdapat banyak moda darab Adepan itu sangat mengerikan Tihy terkejut,lu berkata mu ¡°Bon, jangan-jangan kamu sudah membunuh orang? Jonas trwlink muthy spintan, menyadari baliwan Timothy dan Suman adh sekutu keributan di bawah adh kejadian yang disenga untuk mengalihkan perhatian, saat ini Jonas sangat membenci Samara. ¡°Hal yang paling kusesali seumur hidup ini adh memercayaimu.¡± Bab 56 Bab 56 Bab 56 Wajal? Samara lp datar tidak berekspresi ¡°Tidak ada yang perlu dijskan, menjskan tentang medis pada orang wall hanya membuatny-buang waktu This belongs ? N?velDra/ma.Org. Tatapannya yang dingin menyupu sema onunlu dengan lemang berjn ke samping: lirman dari mi menyimpan jarum. Akupunktur adh warisan bertanya dan kakeknyal, In ini terbuchun bu meteor kung Kandungan batu meteoritu sangat spesial, terdapat kandungan logam yang tidak dikenal selinya sangat berharga. Setiap batang jarum akupunktur ini adh harta tak terni baltya ¡°Pak polisi, tangkap wanita ini, dia adl? pembumuliyal? siya!¡± ¡°Jarum itu adl? senjatanya, kita adli saksimyali vya dickai olehnya. Saya ingin dia membayar dengan nyawa!¡± Dua bersaudara Willis dan Waison merebut posisi tampuk kekusan keluarga Gandhi dengan sengit, tetapi ketika menghadapi Saman, mereka yang kompak. Saat ini, Samara sudah selesai memberikan jatum akupunkturnya yang terakhir,lu melirik saya kedua orang ini yang mengesalkan itu. ¡°Siapa yang bng bahwa pak tua sudah meninggal?¡± Willis berjn maju beberapangkah,ngannya yang memegang Cerutu menunjuk Samara: ¡°Ayahku memuntalkan begitu banyak darah, masih tidak mati? Masih ingin berbantah, saya lihat kamu ini tidak lakui sebelum kematian tiba.¡± Sudut bibir Samana terangkat mengejek ¡°Ya.¡± Tetapi ketika polisi bersiap membekuknya, firman yang tadinya muntah darah tak henti-henti, menjadi batuk kecil. ¡°Uhuk uhuk¡ª- Suaranya ringan dan rendah, tetapi bagi mereka terdengar seperti suara guntur Pupil mata Jonas mengerut, dengan mata tak percaya memandang Firman: ¡°Kakek, kamu¡­baik baik saja?¡± Firman bersusah payah menegakkan tubuhnya untuk duduk,lu mengusap noda darah di sudut mulut, suaranya lemah tetapi tegas: ¡°Siapa yang berani¡­menangkap penolongku?¡± ¡°Penolong? Dua pasang suami istri Willis dan Watson terbengong, tapi dengan cepat tersadar. Denganncar Watson berkata: ¡°Ayah, tadi kamu tidak sadarkan diri mungkin tidak js dengan apa yang barusan terjadi, saya jskan padamu, wanita ini adh dokter tak js yang diundang Jonas, tadi dia sembarang menusukkan jarum padamu, menyebabkan kamu memuntahkan banyak darah. Jika tidak percaya coba lihat, genangan darah ini semuanya adh darah yang tadi dimuntahkan olehmu.¡± Samara tidak dapat menahan diri untuk memutar b matanya. Kedua putra Firman ini sampai sekarang masih berniat memfitnalinya? Aph mereka mengira dia idiot, atau otak Firman yang bermash? Firman berkata pn kepada Jonas yang disampingnya: ¡°Berikan saya sebuah cangkir teh.¡± ¡°Ini, kakek¡ª¡± Firman mengambil cangkir tersebut, tidak meminumnya, sebaliknya melemparkan cangkir itu ke arah Watson yang berdandan kampungan. Lemparan ini¡ª Tenaga firman tidak kuat tapi dengan tepat sasaran, membentur dahi Watson. ¡°Ayah, apa maksudmu ini?¡± Watson berseru marah: ¡°Mengapa kamu melempar cangkir ke kepku?¡± Dengan ms berat l¡¯irman berkata: ¡°Saya hanya tidak sadarkan diri, bukan mati, saya tahu js bagaimana saya bisa siuman? Jangan memutar balik fakta.¡± Ucapan firman berhasil membungkamkan mulut Willis dan Watson. Mereka mengira kali ini limman memuntahkan darah yang begitu banyak pasti tidak tertolonggi, tidak disangka l¡¯imman bisa membaik secar ajaib. Sayang! Sayang sekali Firman masih berstatus kep keluarga, asalkan dia masih hidup, dia tetap memiliki kewibawaan. Meskipun di dm hati mereka masing-masing memiliki ide sendiri, tapi di depan Firman, tidak ada yang berani membantah sedikitpun. Firman siuman, kedua putranya dan menantunya kembali berpura-pura berebut ingin merawatnya. Firman mencengkeram erat selimutnya, mata tuanya menajam dan berkata: ¡°Kalian semua keluar, Jonas tetap disini, penolongku tetap disini.¡± Begitu Pak Tua mengumumkan, keributan itungsung berakhir, tidak ada yang berani membantah Sampai akhirnya di dm kamar ini hanya tersisa Firman, Jonas dan Samara. Samara mengh nafas lega: ¡°Pak Tua, jika kamu agak tt siuman, mungkin saya sudah dibawa ke kantor polisi.¡± ¡°Untung saja keburu.¡± Firman mengh nafas: ¡°Meskipun kamu th menymatkanku, tapi saya masih belum tahu namamu.¡± Mata Samara berputar ringan, tersenyum simpul. ¡°Samgra.¡± ¡°Samara, nama yang indah.¡± Firman mengangguk ringan: ¡°Nyawaku itu dismatkan olehmu. kebaikan ini, saya dan anak-cucuku akan slu ingat di hati.¡± Samara teringat kedua putra dan menantu Firman yang aneh,lu melirik Jonas yang tadinya ingin mengoyaknya,lu mmbaikan tangan. ¡°Kamu saja yang mengingat kebaikanku¡­ ku anak cucu Anda, sudah!¡± Bab 57 Bab 57 Bab 57 This belongs ? N?velDra/ma.Org. Mata Jonas berku, kedua pipinya merona. ¡°Nona Samara, maaf sekali, tadi saya sh paham.¡± Matanya bersinar menatapnya: ¡°Kamu menymatkan nyawa kakekku, kebaikan ini saya akan slu mengingatnya.¡± Samara tidak setuju dan berkata: ¡°Tidak perlu slu mengingatnya.¡± ¡°Nona Samara, apakah kamu masih tersinggung dengan ucapanku tadi?¡± ¡°Hatiku tidak sesempit itu.¡± Samara mengangguk sopan pada Firman: ¡°Tuan Firman, saya diutus oleh Oscar datang untuk menyembuhkanmu, saya tidak memeriksa penyakit untuk orangin. Makanya saya harap Tuan Firman bisa merahasiakan tentang kejadian ini.¡± Firman mengangguk. Samara menyimpan jarum meteornya, dan menaruhnya dengan rapi ke dm tas selempangnya. ¡°Racun dm tubuhmu masih belum bersih tuntas, saya akan mkukan akupunktur dua kaligi, racun dm tubuh baru bisa bersih.¡± ¡°Sin penusukan, nanti minta tolong cucumu menemani saya mengambil obat di suatu tempat, obat ini sangat murni, tidak usah repot-repot memasaknyagi, diminum sesudah makan.¡± ¡°Racuti di dm tubuh Anda bersifat kronis, kemungkinan ditaruh oleh orang yang berada disampingmu sedikit demi sedikit, tidak mudah diketahui tetapi jika akan berbahaya seiring waktu berjn.¡± ¡°Empat jenis racun, semoga Anda bisa mengambil kesempatan ini melihat js kedok orang Orang disampingmu¡­.** Samara hanya berkata sampai disini saja. Patologi racun sudah dijskannya. Mengenai urusan keluarga Gandbi, dia tidak tertarik ikut campur. M tua limman terpejam, seih mengh ns dm beberapa hali baru berkata: ¡°Saya sudah sua ini, bagaimana mungkin tidak tahu maksud hati mereka yang tidak kuduga adh demi kekuasaan, mereka mkukan perbuatan kejam ini padaku.¡± ¡°Orang-orang bng sya kejam, tapi dibandingkan dengan mereka, saya termasuk baik hati.¡± Urusan keluarga yang kau bu membuat firman sakit kep Samana tidak memberi komentar apapun ** Tuan Firman, ku begitu izinkan saya membawa Jonas untuk mengambil obat, tiga harigi saya akan datang untuk mkukan akupunktur. Firman tersenyum kecil: ¡°Samara¡­terima kasih. Seth memerintah orang kepercayaannya menemani Firman, Jonas turun ke bawah bersama Samara. Ketika mereka berjn berdampingan, Jonas melirik Samara yang disampingnya. ¡°Tidak marah padakugi?¡± Samara menghentikanngkahnya, berkata: ¡°Marah¡ª¡± Jonas tidak menyangka Samara benar-benar akan mengatakan marah padanya, mata yang tersembunyi dibkang lensa tersirat rasa heran. Pria sopan ini mungkin pertama kali dijahili, sama sekali tidak tahu harus berbuat apa, Samara tidak dapat menahan diri, tawanya tersembur. ¡°Kamu¡ª¡± ¡°Sudah kubng hatiku tidak sesempit itu.¡±m Samara tersirat candaan: ¡°Kamu tidak tahu tentang medis, melihat orang yang paling kamu sayangi muntah darah hitam, merasa panik itu normal. Jika saya melihat kakekku seperti ini, ku ada pisau ditanganku, mungkin saja sudah kutancapkan ke ulu hatimu.¡± Jonas termenung sebentarlu menatap Samara, Perkataan dan perbuatan wanita ini slu diluar dugaannya. Js-js penampn Samara biasa-biasa saja, bahkan tidak termasuk enak dipandang, tetapi dari dirinya terpancar aura tenang yang membuatnya berbeda dengan orangin. Wanita ini¡ª Lebih menarik dibandingkan wanita-wanita sosialita yang berdandanan mirip satu samain seperti di kloning! Jonas dan Samana menuruni tangga, mendadak sesuatu terlempar ke arah Samara. Ketika Jonas menyadari dan segera menariknya, wajali Sannara sempat tersiram oleh cairan teh berwarna cot muda dan daun tebi. Orang yang menyiram Samara adh Diana, istri Watson Gandhi. Dia sama sekali tidak merasa bersh karena siramannya terkena orangin, sebaliknya menggoyang pinggang dan berkata menyindir. ¡°Aduh¡­maaf sekali, tadi tanganku licin, teh yang diseduh semm tersiram di wajahmu.¡± Diana menutupi mulutnya tersenyum: ¡°Bukankah kamu dokter hebat? Dengar-dengar teh semm bisa menyembuhkan bintik-bintik, tidak tahu apakah siraman tehku bisa membersihkan bintik bintik-bintik- bintik kotor di wajahmu?¡± Bab 58 Bab 58 Bab 58 Vi Garden View, mang tamu. Di dm ruangan yang begitu luas bisa merasakan tekanan yang menegangkan. Jonas memapah tubuh Samara, matanya menatap tajam pada Diana. ¡°Tante Diana, apa maksudmu ini?** Sebelum sempat menjawab, suaminya Watson merangkul bahunya, dengan gaya tidak setuju berkata: ¡°Jonas, ucapan Tantemu kurang js? Tangannya licin.¡± ¡°Kamu ¡ª¡± ¡°Tadi sudah minta maaf, Jonas, kamu minta keadn apagi?¡± Watson bergaya seperti senior: ¡°Lagip, saya adh putra kandung Pak Tua, juga merupakan anggota keluarga Gandhi, apakah kamu ingin membelol, membantu wanita jelek ini!¡± LalII dan Dialo katil kallina Santal illullk [?Lalid Indf cha, Shi0ALL? TITL?ri kesempatan untuk mmpiaskan kemarahan. Mereka juga tahu Jonas tidak mudah dihadapi, tetapi mereka tidak percaya Jonas akan bermusuhan dengan mereka hanya karena peristiwa kecil siraman teh kepn tangan Jonas mengetat, bermaksud maju mendekat. Triapi kaki Jonas belum sempat mngkah,ngan Samara menggenggam kepn tangannya. Tunggu dniar¡ª¡± =Sayli wang yang mereka tindas Sam mengangkat kepnya sedikit, matanya dingin jernih pertahaya bn ¡°Kamu tidak usah repot menghadapi mereka.¡± Dibawah tatapan Jonas yang mengali peruya, Miyum keilmunul divului bibir S . Dia berjn arah ja kopi dan mengambil cangkir teh, Lulu menghancurkan cangkir tel terubui, dan merungut pihan cangkir itu mnholi radehati Duna Diana juga merupakan putra luarga kenglomerat, tidak pernah menghadapi situasi seperti ini, wat itu juga mundur beberapangkah ¡°Apa apa maumu?¡± keterampn ja, tetapi untuk makluadapi Diana yang lena Belonging ? N?velDram/a.Org. sangah cukup. Saat ini juga¡ª Serpihan yang tajam sudah tertekan di leher Diana. Diana ketakutan dan terbata-bata: ¡°Kamu¡­kamu¡­mau membunuhku¡­ kamu g¡­¡± Watson juga takut, tapi sepatah kata pun tidak keluar dari mulutnya. Bibir merah Samara mengucapkan tiga kata. ¡°Tergantung suasana hatiku.¡± Jonas juga terkejut dengan perubahan situasi seperti ini, tetapi dia tidak bermaksud campur tangan. Dia hanya menonton, dan terkesima oleh sinar matanya yang dingin dan kejam. Kemudian dia menambah tekanan di tangannya, sekujur tubuh Diana gemetar seperti daun-daun yang berguguran di musim gugur. ¡°Ku tangan tergelincir karena licin, bagaimana, ya?¡± Diana mendengar kata-kata ¡®tangan licin, tadinya masih sok hebat, sekarang ketakutan. ¡°Jangan sampai tergelincir, saya¡­saya bersh, saya seharusnya tidak menyirammu dengan air teh.¡± ¡°Akhirnya mengucapkan bahasa manusia?¡± -Maaf¡­¡± ¡°Tidak terdengar.¡± Jemari Samara menekan sedikit, leher Dianangsung robek, darah segar merembes keluar Diana ketakutan. Air matanya seperti kalung mutiara murahan yang terputus, berderai jatuh. ¡°Maal, maal, saya bersh.¡± ***Saya seharusnya tidak menyiram air teh, uy seharusnya tidak menentawaimu, kumohon jangan menggunakan teng..¡± Mendengar Diana mengucapkan kata-kata yang ingin didengarnya, dia melonggarkan tangannya, dan melempar serpihan cangkir itu kentai ¡°Saya bukan anggota keluarga Gandhi, sehingga saya tidak akan merasa kasihan saat menghadapi kalian.¡± Diana sangat ketakutan, terduduk lemas dintai, tidak sanggup menggerakgi. Samara menginjak serpihan itulu meninggalkan Vi Garden View Jonas segera mengejarnya, membisu, dengan diam berjn disisinya. ¡°Banyak sekali hal aneh di keluarga Gandhi.¡± Samara cemberut, mengeluarkan isi hatinya Ku bukan karena Firman Gandhi dan Pak Tua Oscar adh temanma,lu Oscar adh penolongnya, dia benar-benar tidak ingin ikut campur urusan ruwet ini. Jonas menatap sepasang mata Samara yang cerdas, terpaku. Wanita itu memarahi keluarga Gandhi¡­ apakah dia juga termasuk didmnya? Jonas membukakan pintu depan penumpang mobil sport Lamborghini, mempershkan Samara masuk. Seth duduk dengan baik, Jonas baru berjn ke kursi pengemudi dan masuk, melihat wajah dan rambutnya masih terdapat sisa cairan, dia menarik beberapa lembar tisu dan memberikan kepadanya. ¡°Ya.¡± Samara menarik keluar cermin dari papan pemisah, tetapi tidak menggunakan tisu membersihkan cairan di wajah. Ujung jarinya dengan hati-hati membuka bagian pinggiran rambut,lu sedikit demi sedikit mengopek topeng wajah yang penuh dengan bintik bintik-bintik. Bab 59 Bab 59 Bab 59 Kali ini¡ª Diluar dugaan Jonas. Dia mengira Samara memang berwajah penuh dengan bintik-bintik. Ketika dia melepaskan topeng wajah memperlihatkan wajah aslinya, Jonas melihat sebuah wajah yang putih bersih, terkesima melihatnya. Wajah yang tersembunyi dibawah topeng itu mulus, putih bersih tidak terlihat pori-pori sedikitpun, licin seperti telur yang dikopek cangkangnya. Hidungnya yang pesek juga palsu, hidung aslinya mancung, bibirnya berwarna merah muda seperti warna bunga plum, sangat menggoda hati. Meskipun tidak ada topeng wajah itu sebagai perbandingan kontras, wajah ini bisa dibng sempurna. ¡°Kamu¡­¡± Mendengar suara terkesiap, Samara menoleh, dengan ms-msan meliriknya seks. ¡°Kaget, kan?¡± Samara memainkan topeng wajah itu ditangannya: ¡°Pertama kali saya mendapatkan topeng ini, ekspresiku juga seperti kamu sekarang ini. Tetapi topeng wajah ini masih memiliki kekurangan, tidak mash jika terkena air, jika air sedikit panas maka akan berkerut, tidak nyaman dipakai.¡± Tatapan Jonas tertarik kuat pada Samara, dan dia tidak mampu mengalihkan tatapannya. ¡°Kamu js-js begitu cantik, mengapa memakai topeng sejelek ini?¡± ¡°Orang yang menginginkan kematianku tidak terhitung juhnya.¡± Samara mengp wajahnya dengan tisu,lu berkata: ¡°Jika saya menggunakan wajah ini, beberapa tahun ini hidupku tidak akan tenang¡± Wamils in Js-js hanya berusia 20 tahunan, tetapi ucapannya seperti orang yang kenyang dengan asam Varam Wanita dengan usia seperti ini, seharusnya hidup tenang tanpa tekanan, mengapa bisa hidup dengan ragu-ragu, Jonas tidak tahu harus berkata apagi, tapi menatap profil wajah yang sangat cantik itu, hatinya tanpa sadar berdetak tak beraturan Dihadapan Samara yang asli, dia¡­tidak dapat menahan diri untuk tidak terpesona. Jonas mengantar Samara sampai ke sebuahboratorium Perusahaan Farmasi Intermega. Samara membuka pintu dengan sidik jari,lu dari ruang obat tersendiri mengeluarkan dua botol obat ¡°Ini, pil merah sekali sebiji, pil putih sekali tiga biji, pantang makan pedas, makananut dan alkohol.¡± Jonas mengambil botol obat itu,lu menatap Samara yang sudah memakai kembali topeng wajahnya. Seth mengetahui wajah aslinya,lu kembali melihat wajah yang penuh bintik-bintik ini, Jonas tidak merasa jelek, sebaliknya merasa sedikit imut. Bahkan¡ª Orang-orang tidak tahu wajah asli Samara itu adh hal yang baik, wajahnya yang cantik sempurna hanya milik dia seorang Samara mmbaikan tangan: ¡°Jonas, kamu mengerti apa yang kuucapkan?¡± Samara jarang map dib, sehingga saat mengantar Jonas keluar dia juga ikut keluar: ¡°Perusahaan Farmasi Intermega adh perusahaan farmasi yang akhir-akhir ini sangat berpengaruh, hubunganmu dengan perusahaan ini¡­¡± Jonas bertanya heran. Presiden Direkturnya adh temanku, dia tahu saya suka meneliti obat-obatan, memberiku izin khusus memperbolehkan saya menggunakan ruangboratorium perusahaan miliknya.¡± Samara kinyum simpul pada wa liga harigi saya akan pergi ke Vi, jika tidak ada hal Mendadak Jonas merasa sedikit tidak r berusaha mencari topik pembicaraan: ¡°Sekarang sudah sore, bagaimana ku saya mentraktirmu makan?¡± ¡°Mengapa?¡± ¡°Dirumah sudah ada yang memasak makan mm, dia akan marah jika tidak png makan.¡± N?velDrama.Org owns this text. ¡°Ku begituin kali saja.¡± Jonas tidak mempunyai san untuk menahannyagi, hanya bisa merkan Samara berjn menjauh. Pada saat bersamaan, dibawah gedungb di dm sebuah mobil Hummer. Asta duduk di barisan bkang menatap Jonas berdiri sendirian, matanya bersinar, sudut bibirnya terangkat jahat. Wilson mengenali orang itu, tidak dapat menahan diri berseru: ¡°Tuan, bukankah orang itu adh Jonas Gandhi, cucu pewaris kesayangan Firman Gandhi?¡± ¡°Ya. Betul.¡± Nada suara Asta terdengar datar. ¡°Dia¡­kenal dengan nona? Sekarang dia menatap punggung Nona Samara dengan tatapan merana, jangan-jangan dia ditk Nona Samara?¡± Wilson berpikir, tanpa disadari pikiran itu terucap keluar. Wupun Wilson sudah tahu Samara tidak sesuci penampnnya, tapi kembali menyaksikan dengan mata kep sendiri, dia semakin salut padanya. ¡°Bukan suatu kejutan.¡± Jari Asta menyentuh bibir, berkata pn. Wanita ini bahkan menk saya, apgi Tuan Muda yang kurang pengman seperti Jonas Melihat dia menk priain tanpa basa-basi, Asta merasa wanita idamannya..memang luar Bujangan di kngn menyukai wanita ylig bebom- din, tetapi yang bisa membuat banyak bujangan kaya mengejarnya paling tidak harus cantik, kan? Wanita dengan wajah penuh bintik-bintik ini benar-benar membuat Wilson tidak habis pikir ¡°Tuan,njutnya kita kemana? ¡°Menunggu.¡± Bab 60 Bab 60 Bab 60 Ketika Samara tiba dirumah, di depan apartemennya terdapat sekumpn tante yang berbunga bunga. ¡°Pemuda ini agak telu ganteng, ya?¡± ¡°Pemuda ini menunggu di bawah, apakah menunggu kekasihnya?¡± ¡°Tidak tahu wanita mana yang beruntung bisa menjadi kekasih pemuda ini?¡± Samara tidak percaya pria itu bisa seberapa ganteng Mengenai kegantengan, bisakah pria ini menandingi dua Tuan Muda keluarga Costan yang gantengnya selevel siluman? Belonging to N?velDrama.Org. Dia melirik tidak setuju pada pria yang dikelilingi oleh Tante-tante itu, tetapi lirikan itu.ngsung membuat pupil mata Samara mengerut. Ista? Mengapa dia bisa berada disini? Meskipun mengenakana panjang abu-abu yang biasa, kemeja hitam putih, leiapi Asta mampu menambahkan kesan trendi mode internasional dari baju yang dikenakannya. Dua kancing teratas kemeja itu terbuka, tng sngkanya yang seksi terlihat samar-samar dibawa kemeja hitamnya, penuh dengan godaan yang mematikan. Slunynnya terselip mining dikantonganya, postur tubuhnya yang tegap dan panjang dibawah sinar venja, susah mencari kata yang cocok untuk menggambarkan saking Mridun pan Samata padany nad u vung kn menp balik padany Kiba ak samara berputar upal, prihu mengeluarkan tangan yang terselip di kantonglu Alis pria itu berkerut, bibirnya yang tipis kembali bertanya dengan sabar ¡°Rumahimu dntai berapa?¡± Otak Samara sedikit kurang fokus ditatap oleh mata kelum ia bergumam. ¡°Di..dintai dpan.¡± Tangan Asta memegang tangannya,lu berjn menuju lift apartemen Samara digiring beberapangkah, tiba-tiba tersadar ada yang tidak beres,ngsung menghentikan langkali kakinya: ¡°, apa yang kamukukan? ¡°Tidak mengundang saya untuk duduk sebentar, kamu yakin ingin berbicara denganku disini. ditonton oleh tante-tante itu? ¡°Kamu ¡ª¡± Samara ingin melototinya, tetapi dari sudut matanya dia menemukan berpasang-pasang mata para tante itu sedang menatap mereka Ickat-lekat Saat ini¡ª Samara merasa dirinya menjadi sasaran kecemburuan tante-tante itu. Samara terpaksa menarik Asta masuk ke dm lift, menunggu sampai pintu lift tertutup, baru bernafas lega seth tidak terlihat tatapan iri dari parante. Pria berpenampn jelek adh bencana, tetapi pria yang telu ganteng juga bencana! ¡°Ting ¡ª¡± Sesampai dintai dpan, Asia dan Samara tiba di depan pintu rumahnya. ¡°Asta.¡± Samara membalikan badan, matanya sedikit terangkat: ¡°Ada apa mencariku? Apakah berhubungan dengan Oliver dan Olivia? ¡°Tidak ada hubungan dengan mereka, apakah saya tidak boleh mengunjungimu?¡± ¡°Bukan begitu, tapi kamu slu ingin¡­.¡± Mata Asia menyipit, sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman. ¡°Saya datang karena merindukanmu.¡± Samara sama sekali tidak memiliki pertahanan, terkesiap mendengar ucapan Asta ¡°Asta, apakah matamu bermash?¡± Samara menunjuk wajahnya sendiri: ¡°Bagaimana bisa kamu mengucapkan hal yang merinding ini didepan wajah seperti ini?¡± Meskipun Samara tidak mengizinkan orang menjelek-jelekan topeng wajahnya, tetapi dia sendiri juga merasa topeng wajah yang penuh dengan bintik-bintik ini sangah jelek.¡± Asta menggenggam tangan Samara, menatap lekat pada sepasang mata yang heran itu. ¡°Saya tidak mengizinkan kamu berkata seperti itu.¡± ¡°Asta, perlu saya rekomen doktor mata untukmu?¡± -Apakah mataku bermash? Tiba-tiba Asia membungkukkan badannya, jarak antara mereka semakin dekat, ujung hidung menyentuh ujung hidung: ¡°Bukankah kamu juga bjar medis? Bisakah tolong periksa saya? Sedekat ini cukup tidak?¡± Jarak antara mereka hanya satu sentimeter. Ns panas membara membelit di antara mereka. Bibir mereka berjarak sangat dekat, hampir bersentuhan. Pertama kali Samara merasa kh dihadapan seorang pria. Saat ini. Lalu sebuah suara ¡°Hayo¡ª¡± wajah berpipi bt yang lucu melongok keluar. -ibu, Lamu kali itu?¡± Bab 61 Bab 61 Bab 61 Mendengar suara Javier, hati Samara tiba-tiba hacau. Matanya membt,lu melotot buas pria dihadapannya yang terlihat kabur,lu mendorongnya sekuat tenaga. Tetapi¡ª Bocah ini sudah sempat melihat semuanya. Terutama saat dia melihat js Wajah Asia, matanya yang besar jernih terpaku,lu bersinar. seperti rubah kecil yang licik. ¡°Paman, apakah kita pernah bertemu?¡± Asta menoleh, menatap seorang anak lki yang mengenakan baju kaos putih dana kodok berwarna biru. Pakaian yang dikenakan anak lki ini berbeda dengan saat bertemu di restoran makanan barat, tetapi diangsung mengenal wajah mulus berpipi tembem itu. kelihatan sebaya dengan Oliver dan Olivia,lu memanggil Samara ¡®ibu¡± Dan juga, wajahnya ini lebih mirip dengannya dibanding dengan Oliver, mendadak muncul sebuah tebakan di hati Asta. Samara via vkali tidak tahu bahwa Javier dan Asta pernali bertemu, berpikir dm hati jangan jangan bocah ini memiliki pemikiran untuk menjadikan Asta sebagai ayah tiri,lu menggunakan cara bodoh ini untuk memi percakapan Supaya jadian tidak berkembang menjadi hal yang tidak diinginkan, Samara segera brijanok, menutupi mului puit dily Lalu berbuk disamping telinga Javien yang hanya bisa terdengar oleh mereka berdua luttaku. Javiei mengantuk mengerti Ini adh putrahu dan Javier sedikit membungkuklu mengangguk kepada Asta Asta yang pehanhan tersadar dari kekagetan, matanya menyipit, bibir tipisnya membentuk sebuah lengkungan yang indah. ¡°Namamu Javier? Apa artinya? ¡°Cerah dan cemeng.¡± **Nama yang bagus.¡± ¡°Ibuku yang menamaiku, tentu saja bagus.¡± Tatapan mata Samara bk balik menatap kedua orang dewasa dan bocah itu. Dia mengerti sikap Javier, tapi sama sekali tidak mengeiti sikap Asta. Asta bisa tahan dengan wajahnya yang jelek ini sudah cukup susah dimengerti. Mengapa kenyataan bahwa dia memiliki dua putra tidak membuat Asta mundur. Jangan-jangan¡­Asta tahu identitas aslinya, mencarinya dengan san menyembuhkan penyakit yang tidak bisa disembuhkan, ataukah dia ingin menn Perusahaannya, sehingga dengan gencar mendekati wanita jelek seperti dia?¡± Tidak habis pikir,lu Samara terpikir sebuah ide untuk mengusir tamunya. Tuan Asta, sekarang sudah waktunya makan mm.¡± Samara berkata: ¡°Meskipun Javier sudah menyiapkan makan mm, tapi bagaimanapun dia hanyh seorang anak berusia lima tahun, dari persiapan bahan makanan sampai keterampn memasaknya, pasti tidak dapat menandingi koki khusus keluarga Costan.¡± ¡°Bagaimana ku kita¡­¡± Saman hanya berkata sampai disini, dia merasa Asta adh pria cerdas, seharusnyangsung mengerti maksudnya? Siapa sangka Asta mh membuka kuning telur kemejanya,lu matanya menatap Samara Irkalekut: ¡°Ku begitu kita makan mm bersama, kebetn bisa mencicipi masakan ¡°Iya, wy gera menyiapkannya¡± Javier mengangguklu berbalik masuk menyiapkan makan mm Meninggalkan Samana yang menatap Asta dengan wajah terbengong Pria ini tidak png menyantap hidangan rumah yang mewah, sebaliknya menumpang makan di apartemennya?¡± Dia tidak percaya pria ini tidak mengerti sinyal yang diberikan, js sekali dia hanya pura-pura tidak mengerti! ¡°Asta, apa maksudmu?¡± ¡°Maksudku ingin makan sesuatu,par.¡± Mata Asta berku, ¡°Atau kamu takut, saya bukan makan nasi tapi makan yangin.¡± Samara hampir tersedak oleh ludahnya sendiri. -Uhuk uhuk uhuk¡­kamu¡­¡± ¡°Tenang saja, saya hanya makan nasi tidak makan yangin.¡± Batuk Samara semakin menjadi, merasa pria ini mkukan sanggup apa pun hanya demi mendekatinya. Baik! Dia ingin membuka kedokku, kuizinkan! Dm hati Samara sudah mengambil keputusan,lu memasuki apartemen bersama Asta. Apartemen ini memiliki tiga kamar dua ruang, ketiga kamar itu terdiri dari kamar Samara, Javier dan Xavier, sebuah ruang tamu dan sebuah ruang makan. Hari ini Javier Menyiapkan ludanyan hotpoi, dan sedang berjn bk balik antara ruang makan dan dapur menyajikan bahan makanan Belonging ? N?velDram/a.Org. Tetapi ketika dia baru saja mengoles sabun cuci tangan, mendadak muncul seseorang disisi. Bab 62 Bab 62 Bab 62 Samara mengangkat kelopak matanya memandang pria disisinya yang lebih tinggi darinya. Tinggi badan Asta mendekati 1.9 meter, wajahnya yang rupawan sempurna seperti patung pahatan, jam tangan Rolex yang melingkari pergngan tangannya memancarkan sinar dingin, pria ini memiliki selera tinggi yang sederhana, tubuhnya memancarkan aura yang menggoda hati. ¡°Saya tidak mengerti sikapmu yang ikut-ikutan, apakah masakan koki keluarga Costan tidak lebih enak dari masakan kesayanganku?¡± Bulu mata Samara bergetar, ketika mengucapkan kalimat ini bahkan dia sendiri tidak menyadari nada suaranya terdengar manja. Javier¡­adh sayang-mu yang kamu sebut itu?¡± ¡°Tidak boleh?¡± Samara melototinya: ¡°Dia adh putra kecilku, ada mash jika saya memanggilnya Sayang?¡± ¡°Ya, kamu baik sekali.¡± Tatapan yang mengandung tawa terpancar dari matanya, tatapan mata itu mengandung sedikit godaan, membuat hati Samara tergelitik dan membara. Wajah pria ini¡­benar-benar sempurna. ketika tidak tersenyum saja sudah sangat menakjubkan, sekarang senyuman ini, bahkan Samara yang berhati murni saja tidak bisa lolos dari pesonanya. Tpak tangan pria itu diletakkan diujung kepnya,lu menggesek lembut beberapa kali. seperti sedang mengelus hewan peliharaan, lembut dan memanjakan. Babir Samara terbuka sedikit, tangannya yang berbusa mengibas lengan Asta ¡°Saya tahu seleramu emmin dan yangin, tapi jangan membuang-buang waktu pada dinku tidak akan ada hasilnya, baya berbeda dengan wanita-wanita yang mengelilingimu.¡± Dia ingin merebut kembali properti halnya, mendirikan kerajaan bisnis miliknya Dia tidak akan priti Samantha dan wanitain menggunakan seg cara untuk menjadi Nyonya Costan. Dia tidak mau. Dan juga tidak sudi Matanya beradu dengan mata Samara yang mengandung kekeras-kepan, dingin jernih, cerah dan cemeng, membuat wajah kecilnya semakin bersinar hidup. ¡°Buang waktu atau tidak, sayli yang memutuskannya.¡± Asta balik menggenggam tangannya, matanya bersinar: ¡°Yang terpenting saya merasayak, setiap detik tidak terasa membuang buang waktu.¡± Samara bisa merasakan keteguhan pria ini. G! Dengan wajah penuli bintik-bintik dan dua anak yang menjadi beban tidak berhasil membuatnya mundur! Asta..benar-benar membuatnya tidak habis pikir! Ketika suasana diantara mereka menegang. sesosok kecil muncul dari toilet. ¡°Ibu, boleh buka¡­¡± Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Javier menggunakan dua tangan montoknya menutupi matanya yang bt ¡°Uhuk uhuk¡­ ibu, saya tidak nampak apa-apa, kalian teruskan saja.¡± Teruskan? Saltar a mena tidak berdaya Homab itu sudal? kabur entah kemana, tentu saja tidak mendengar penjsan Samara Olia¡± Asmunaxarkan genxaman di pergngan Santana dengan tidak fokus berkata: ***Vanti bnkan padanya¡± Asta iubitak uh i tinya tidak peduli dengan keshpahaman itu. Samald tidak yakin dia bisa menjaskan dengan baik kepadavice Selesai mencuci tangan, keduanya duduk di ruang makan. Mereka bertiga duduk mengelilingi meja makan, mi menyantap hotpot dua rasa. Samara memakan hotpot sup pedas, Asta dan Javier memakan sup kaldu putih. Mnya Samara tidak menyadari, sewaktu menyantap hidangan dia menemukan bocah dan Asta tidak hanya makan dari sup kaldu putih, jenis sayuran yang dimasak di sup kaldu putih itu juga sama persis. Dia menggigit sumpit, mengawasi orang dewasa dan bocah yang duduk bersampingan itu. Kedua orang itu makan dengan pn, bahkan cara menggenggam sumpit, mata dan alis memberi kesan yang sangat mirip satu samain. Pada momen ini¡­ Mendadak perasaan Samara mengatakan. Asta memang adh Ayah Javier. Tetapi pemikiran ini hanya bertengger tidak lebih dari beberapa detik di otaknya,ngsung segera dibuangnya, Ayah Javier dan Xavier adh¡­.penjahat yang tidak diketahui keberadaannya. Dia sudah berhasil mcak rekaman obrn dan informasi transaksi antara dia dan Samantha, informasi ilu dengan js merekam seluruh kejadian mm itu. This belongs ? N?velDra/ma.Org. Ibu, mengapa kamu menatapman terus?¡± Javier bertanya ingin tahu: Apakah ada sesuatu di wajah Paman?¡± Bab 63 Bab 63 Bab 63 Samara sedang menatap Asta tanpa berkedip, tetapi malu karena rahasianya dibuka terang terangan oleh Javier. ¡°Uhuk uhuk¡­Javier, omong kosong apa ini!¡± ¡°Ibu, saya tidak omong kosong!¡± Mulut kecil Javier mengerucut: ¡°Jeroanmu sudah dimasak lebih dari 2 menit, telu matang tidak bisa dimakangi!¡± Tatapan matanya beralih pada jeroan terendam di dm sup merah, Memang betul, jeroan itu sudah mengerut, terlihat js sudah telu matang. Tahu bahwa bocah ini tidak sembarangan omong, tetapi Samara tidak mungkin mengaku dirinya menatap Asta sampai terlena. ¡°Kamu tidak mengerti, saya memang suka makan yang agak matang.¡± Selesai berkata, Samarangsung memasukkan jeroan itu ke dm mulut, sama sekali tidak mengangin-anginkannya, ingin segera memusnahkan bukti. Tetapi¡­ This belongs ? N?velDra/ma.Org. Jeroan baru saja keluar dari sup merah, sangat pedas dan panas. Di saat seperti ini, dia tidak boleh kehngan muka dihadapan putranya. Maka itu, js-js dia sangat kepanasan, tetapi wajahnya biasa-biasanya saja. Pura-pura! Tidak boleh kebngan muka. Samara menahan panas itu, Javier tidak melihat sesuatu yang tidak beres, Asta menuangkan segs penuh air soda yang disisi tangan Samara, matanya tersirat tawa, bibir tipisnya sedikit mengerucut, membentuk sebuah lengkungan yang enak dipandang. Wanita ini saat keras mului pun begitu imui? Selesai bersantap, Samara mengawasi panci yang berminyak dan piring kosong yang tadinya tersusun bahan sayuran,lu menggulung lengan baju dan membawa ke dapur untuk dicuci. Di sisiin. Javier menarik Asta masuk ke dm kamar tidurnya. Javier duduk bers di atas ranjang, tatapan mata beradu sejajar dengan Asta yang duduk diatas karpet, mata besar bertemu dengan mata kecil. ¡°Paman¡­¡± sebh tangannya menopang pipi tembemnya,lu mengangkat alis dan berkata pada Asta: ¡°Kemarin sewaktu bertemu, kamu bng tidak tertarik pada ibuku!¡± ¡°Iya.¡± ¡°Kuberitahu kamu, ibuku sangat luar biasa, punya bakat dan kecantikan, saya tidak berbohong, kan?¡± Bocah itu membusungkan dadanya, wajah tembemnya terlihat girang: ¡°Paman, apakah kamu menyesal sehingga bermaksud berubah pikiran?¡± ¡°Saya tidak bermaksud berubah pikiran.¡± ¡°Hah?¡± Javier mengira Asta ingin mendua, pipi tembemnyangsung marah: ¡°Kamu memikirkan wanita lain, masih berani mengganggu ibuku?.¡± ¡°Waktu itu saya tidak tahu Samara adh ibumu.¡± Mata tajam Asta bersinar: ¡°Sebenarnya, sma ini hanyh ibumu seorang saja.¡± ¡°Kamu sejak awal sudah tertarik pada ibuku?¡± Asta terdiam sejenaklu mengangguk pn. ¡°Iya.¡± Javier mengangguk puas. Berani mengaku, intinya Asta tidak membenci topeng wajah ibu, membuktikan bahwa pria ini tidak berpikiran dangkal, yang disukainya adh jiwa dan bakat ibu. ¡°Ibuku tidak mudah dikurjar, mungkin dia th dilukai telu dm oleh ayah kandungku?¡± *Ayah kandungmu?¡± ¡°Sorang penyelundup,¡± Bocah berkata tanpa emosi: ¡°Saya hanya pernah melihat fotonya, lima tahun yanglu bng ditn bumi, tidak tahu apakah sudah meninggal di sudut dunia, jangan jangan rumput yang tumbuh diatas kuburannya sudah setinggi badanku.¡± ¡°Ibupu yang memberitahumu?¡± ¡°Ibu hanya bercerita setengah saja, viengalinyagi adh hasil selidikan saya dan kakakku.¡± Mendengar ucapannya, alis miata Asta berkerut kt, bahkan matanya berubah menjadi serius. Mengapa Samara bisa mengira ¡®dia¡¯ adh penyelundup? Mengapa dia bisa membuang Oliver dan Olivia, bahkan tidak mengetahui keberadaan mereka? Mengapa dia bisa tidak ingat sedikitpun padanya? Seth mencuci t makan, Samara membuka pintu kamar Javier, melihat Javier dan Asta duduk bers didepanyar komputer LED 27 inci. Seorang pria dewasa dan seorang anak kecil masing-masing memegang sebuah ponsel, sedang membentuk pasukan untuk bermain permainan penyerangan menara. Kedua orang itu sangat fokus, bahkan tidak memperhatikan Samara yang berdiri di depan pintu. ¡°Paman, di jn tengah muncul seorang pembunuh, cepat kesini.¡± ¡°Baik.¡± Samara juga pernah menemani Javier bermain permainan. Tetapi ketika dia menemani Javier membentuk pasukan, tidak pernah melihat senyum cerah seperti ini, Ketika berduaan, kedua orang ini¡­ Seperti sepasang ayah-anak yang sedang bermain permainan. Bab 64 Bab 64 Bab 64 Ayah-anak? Ilusi yang menyesatkan! Samara menggigit bibir, menggeleng keplu membuang jauh-jauh pemikiran g itu dari otaknya. Di saat ini¡­ Perasaan mnkolis dan rasa kehngan yang sulit digambarkan merambat didm hatinya. Melihat interaksi antara Asta dan Javier, mendadak dia merasa, seberapa banyak kasih ibu yang diberikan kepada Xavier dan Javier, mungkin saja tidak akan cukup mengganti posisi seorang ayah di masa-masa pertumbuhan mereka. Dua anak kesayangannya berusaha mencari ayah tiri untuk diri sendiri, tidak hanya berharap ibunya bisa menjalin kisah cinta yang manis, tetapi lebih berharap bisa memiliki seorang kasih seorang ayah yang bisa menemani mereka? . Kehadiran Asta mm ini membuat Javier lebih ceria dari biasanya, terus-terusan memanggilnya ¡®Paman¡¯, mulutnya tertarik hampir mencapai ke ujung telinganya. Pukul Sembn mm. Samara buka suara berkata: ¡°Sudahrut, anak kecil harus tidur.¡± ¡°Baik, Ibu.¡± Bocah mengucapkan hal itu tetapi matanya berkedip menatap Asta: ¡°Paman, mm ini saya sudah mau jidur. Oh ya,in kali paman datang kerumahkugi, ya.¡± Melihat perjanjian antara Asia dan Javier, alis mata Samara berkerut semakin ketat. Bocsh menx.xosok gigi dan mencuci wajahlu tidur. Samara duduk di s, menoleh dan matanya beradu dengan mata km milik Asta,lu sprayelipkan anak rambut ke bkang telinga ¡°Disini hanya ada saya dan kamu, mm ini ada apa inencariku?¡± ¡°Sudah kubng¡± Jemari Asta menyentak kerali leher, bibir tipisnya berkata pn ¡°Saya banya ingin bertemu denganmu.¡± ¡°Asta, kita sudah dewasa, jangan bertele-tele, bukankah lebih bagusngsung berdiskusi rahasia apa yang ingin kamu ketahui dariku? Atau apa yang akan kamukukan dengan saya?¡± Samara tahu Asta bukah orang awam. Jika Asta ini mcaknya, pasti bisa mendapatkan informasi tentang dia, daripada berpura-pura, lebih baikngsung bicara terus terang dengannya. Asta baik padanya hanya karena ingin mendapatkan kepercayaan darinya, dia bersedia menemaninya berakting. Tetapi Samara tidak mau melihat dia bersikap seperti pada Javier. This belongs ? N?velDra/ma.Org. ¡°Tidak mash jika ingin mengambil kepercayaan saya, saya harap Tuan Asta jangan mengunakan cara ini pada anakku. Kamu juga memiliki anak, pasti mengerti. Demi anaknya, sebagai orang tua bisa seberapa kejam?¡± ¡°Samara, inikah yang kamu pikirkan?¡± ¡°Betul.¡± Mata bt Samara tenang seperti air es, setiap patah katanya ditekankan: ¡°Jangan bng padaku, kamu menyukai saya, menyukai Javier, saya tidak akan percaya pada omong kosong ini.¡± Mata tajam Asta menatap wanita dihadapannya tanpa kedip, js-js usianya hanya sekitar 24-25 tahun, tetapi kewaspadaannya begitu tinggi. Apa yang th diminya, sehingga memiliki pertahanan seperti ini? ¡°Apa yang yang dkukan orang keluarga Wijaya padamu?¡± Bertanya tentang keluarga Wijaya? Ternyata semua yang dkukan Asia adh deini Samantha? ¡°Kelihatannya tidak sedikit yang kamu ketahui.¡± Samara menyipiskan matanya yang semakin dingin ¡°Tapi sma ada uya, jangan mengharapkan bisa ikut campur urusan keluarga Wijaya.¡± Wupun bantuan Asia untuk Samantha akan membuat perjnan bs dendamnya menjadi Bab tu, Iriapi dia tidak akan mengampuni orang orang yang melukainya Samara lideri di mamping Ario. mkukan gerakan tangan Shkan ¡°hudalitu mm. Kamu boleto png Tetapi¡ª Asta mh menggenggam tangannya,lu menariknya masuk ke dm pelukan. Samara tidak menyangka pria ini akan mkukan ini, ketika dia tersadar, dia sudah terduduk dengan kaki terbuka, dan duduk mengangkang di pelukannya. ¡°Asta, kamu¡ª¡± ¡°Usia semuda ini pertahanan hati begitu tinggi.¡± Asta merangkul Samara erat di dm pelukannya,lu mengh nafas di sisi telinganya: ¡°Sebenarnya seberapa dm luka yang kamu dapat sehingga membuatmu menjadi sedemikian rupa?¡± Han nafas ini, mengandung rasa sayang, tidak berdaya, tetapi lebih banyak mengandung¡­ rasa kasihan. Bab 65 Bab 65 Bab 65 -Asta, saya paling benci jika ada yang menguji Sya.Pertahanan yang tersirat di mata Samara semakin kental : Daripada membuang waktu menyelidikiku, lebih baik waktu itu dihabiskan untuk Samantha.¡± Orang yang membantu Samantha, bahkan jika orang itu adh Asta, akan tetap menjadi musuhnya. Samara ingin bangkit dari pangkuan Asia, ingin segera lepas dari gaya yang memalukan ini. Dia begitu dekat dengannya. Terpisah oleh busana yang dikenakan mereka, suhu panas membara dari tubuh pria itu mengalir terang- terangan padanya, dia tidak sanggup mengacuhkannya. Baru saja bergerak sedikit, pria berkata dengan suara parau. ¡°Jangan sembarang bergerak. Gerakan ini, seperti llu menggerakkan apa yang seharusnya tidak digerakkan. Samara tidak takut pada Asta, hanya saja pengman sentuhan asing ini membuatnya merasa malu, segira naluri tidak berani memberontakgi. -Siapa yang bng ya sekutu Samantha? Apa saya terlihat seperti wanita yang mudah ditipu?¡± bibir Samara cemberul. ¡°Secara terang terangan masuk ke kediaman Costan, kamu bukan ordingnya? Bukankah kamu juga terang-terangan masuk? ¡°Sayu.¡± humu tidak suka dia datanglo kali Samanthu tidak diperbolehkan memasuki pintu kediaman Costan langkahpun¡± V lenyinar penuh rahasia tpi Samuru m an pria itu serius dengan ucapannya rady dengantapun pentiini, Samara tidak mampu membantah wanannya sedikitpun Samara, kamu boleh tidak percaya pada dunia ini, tetapi kamu buleh inencoba memercayaiku Dulu dia poti urung teduh yang ik tahu cara mlindummi diri sendiri. dicluai umpal terluka-luka. Dilecehkan, dipert, kehngan kesucian, dibakar, kehngan anak¡­dan semua ini dkukan oleh orang terdekat yang paling dipercayainya. Percaya. Kata yang sederhana, bagi Samata yang sekarang, mungkin merupakan hal yang seumur hidup ini tidak akan bisa dkukannya. ¡°Asta.¡± ¡°Ya.¡± ¡°Maaf, sin diri sendiri, saya tidak percaya pada siapapun.¡± Mata tajam Asta menyipit, melihat js penderitaan dan kesedihan di dm mata wanita ini. Dia tidak bercerita sedikitpun tentang masalunya, tetapi Asta dapat melihat kerapuhan dibalik kekeras- kepan Samara. Dia tidak menangis. Tetapi Asta bisa merasakan hatinya yang berdarah. ¡°Maaf. Asta melepaskan Samara dari pelukannya,lu bangkit dari sofa. Dia telu terbuju-buru. This belongs ? N?velDra/ma.Org. Telu ingin dia berada disisinya, tetapi tidak pernah memikiran beban apa yang ditanggungnya. Mengenai Samara, Asia hanya bisa pn-pn mkukan perencanaan. Asta pergi. Samara memandang sosok pria itu berjn menjauh, jemarinya mengepal ketai. Sisi realistisnya memberitahunya jangan memercayai Asta. Tetapie Kata ¡°Maaf yang diucapkan Asta sewaktu pergi, membuat hatinya berdebar keras. Keluarga Gandhi Samara memenuhi janji mkukan akupunktur untuk firman Sesampai di kamar lirman, Samara menemukan di dm kamar yang luas itu hanya ada Firman dan Jonas Wupun Firman masih terbaring di ranjang, tetapi kondisinya membaik cukup banyak dibanding sebelumnya. ¡°Tuan Mirman.¡± ¡°Samara, kamu adh penolongku.¡± Wajah tua firman penuh senyuman: ¡°Saya mempunyai pemintaan yang agak keteluan, Jonas hanya lebih tua sedikit darimu, kamu jangan memanggilku Tuan Firman atau Tuan Besargi. Kamu ikut dia memanggilku kakek saja, ya?¡± Permintaan ini tidak termasuk keteluan. Samara tidak memiliki san untuk menk, akhirnya mengangguk setuju. ¡°Kakek Firman Firman tertawa girang ¡°Bagus, bagus sekali.¡± Samara menyapa lonas dengan menganggukkan kep,lu mi memeriksa kondisi nadi pria tua itu, dan menancapkan beberapa jarum pada beberapa titik di tubuhnya Sma proses pemnyembuhan bengsung,lapan Jonas Tidak pernah lepas dari Samara, maid yang tersembunyi dibalik lensa kanam berpinggiran emas bersinar terang, Perhatian Samara terfokus pada proses penusukan jarum Perhatian Jonas terfokus pada seseorang. Dan perhatian lirman terfokus pada kedua orang itu. Firman sangat mengagumi kemampuan dan kepribadian Samara, tetapi dia takut cucunya tidak suka dengan penampn Samara. Tetapi Melihat cucunya menatap Samara sampai terlena seperti ini, js-js sudah terpikal Bagus longs menyukainya Selesai mkukan akupunktur, Samana menyimpan jarum ineira ¡°Kakek Firman, racun di dm tubuhmu sudah hampir bersih tuntas. Tetapi obat yang kuberikan harus tetap diminum, obat ini berguna untuk pemulihan kesehatanmu.¡± ¡°Baik.¡± ¡°Jika tidak ada halingi, saya pamit.¡± Firman berdeham, mata tuanya menatap Jonas yang berada disampingnya: ¡°Jonas, mengapa bengong? Wakili kakek mentraktir Samara.¡± Samara menggerakkan bibirnya bermaksud menk. Jonas sudah membuka suara berkata: ¡°Nona Samara, jangan menk niat baik kakek dan saya. * Samara menatap kakek-Cucu itu sebentar, tahu bahwa menk permintaan ini sedikit keteluan. ¡°Ku begitu sudah merepotkan.¡± Jonas tidak menahan Samara untuk makan di kediaman Gandhi, minkan membawanya ke sebuah restoran barat yang mewah milik keluarga Gandhi. Ketika Janas dan Samara tiba di restoran tersebut, wajah manajer restoran terlihat heran melihat penampn Samara. Wupun Jonas masih belum mewarisi tampuk kekuasaan keluarga Gandhi, tetapi tetah bukan orang awam. Penampn wanita ini tidakkah telu lusuh? Mungkin karena telu kaget, sehingga tatapan meni manajer restoran tak berkedip menatap wajah yang penuh bintik-bintik ilu. Tidak mash bagi Saniara. Dia sudah terbiasa, tidak peduli dengan tatapan orangin. Berbeda dengan Jonas. Dia menggunakan badannya menghngi pandangan manajer Itu, mata dibalik kacamata mejnberi peringn, Yeperti berkata, Minggir Bab 66 Bab 66 Bab 66 Tatapan m lonas telu menusuk Tng bkang manajer restoran terasa dingin, tidak beranigi menatap Samara Wanita ini kelihatannya bukan hanya menemani Tuan Muda Jonas makan, dari gayanya kemungkinan adh calon istri Tuan Mudal Jonas dan Samara duduk Sumaca mentinum seteguk air membasuhi kerongkongan ¡°Sebenarnya tadi kamu tidak ush memb saya, saya sudah terbiasalapan seperti ini -Kamu adh penolong kukek saya, tentu jidak seorangpun yang boleh melukaimu. Sdal mengucapkan hal ini, tatapan Jonas terasa panas membara ¨C U n ini akan slu kuingat di lubuk hatiku- Samaran tersenyum simpul. ¡°Suatu hari jika vya butuh bantuan keluargaGuti, pasti akan merepotkan kamu dan hakemu ¨C Sebagai sh satu keluarga berpeguh, wupun pengaruhnya sedikit lemah dibanding pengaruh keluarga Costan bisnis keluarga Gandhi sudah berakar dan terjalin kuat, tidak bisa dianggap remeh Wupun Grup Intermega sudah mi berkembang Tetapi masih perlu mlui jn yang panjang untuk mencapai tujuannya mendirikan kerajaan bisnis Sayang sekali jika koneksi sebagus ini jika tidak diraih Mendentaf yapan ini Jonas Sedikit terkejut, tetapi segera menampilkan Ynyuman cerah -Nona Samana kamu boleh merepotkanku setiap wat, saya berurdia repl untukmu.¡± ¡±nji ya ¡± ¨Cnji ¨C Mereka berwng letryum berpandangan Hevden haat ini mirupakan peran huwahut atriuin than-than berenang di air yang punih dan tutuwal yang mh rnrin ni p unjung oran menyup hwangannya Tak hanya memiliki nuansa yang bagus, setiap hidangan yang disajikan pun sangat leza Jonas mengawasi Samara menyantap dia sendiri mh jarang menyentuh makanannya Mnya Samara tidak menyadari hal ini, ketika tersadar dia menemukan tatapan Jonas yang melihat ons di wajahnya Dia mengira topeng wajahnya bermash. ¡°Ada yang tidak beres dengan wajahku ? ¨C Na noda krim di sudut bibirmu.¡± Jonas memajukan badannya, mengulurkan tangan bermaksud membersihkan noda krim di Sudut bibir Samara Tetapi¨C Gerakan Samara lebih cepat darinya. Ketika Jonas mendekat, badannya mundur menjauh,lu mengusap noda krim di sudut muluinya dengan tangan ¡°kamu. Tatapan Mamara beradu dengan Jonas, beitanya: ¡°Sekarang tidak adagi kan? Tidak adagi Jonas Tidak mungkin tidak tahu Samara sengaja menghindamnya wupun dm hatinya ker etapi tidak putus ay Dia menyukainya Venyukai keahlian medisya Menyukai kebebasannya Menyukai krsantaiannya Ini adh pertama kalinya dia tritarik pada semang wanita Mexhipun wajahuya ditutupi toprng flek tetapi dia tidak dapat menahan diri ingin selulu hah uh dari una Be dan Amelia berdiri di bkang pr marmer menatap adegan mereka bersantap air muka jelek terpancar dari wajah mereka yang berdandan cantik itu. Amelia menggerakkan giginya: ¡°Kak, wanita jelek itu yang pernah kusebut! Itu dia, orang yang menyebabkan saya berdiri tnjang kaki di depan umum ditertawakan banyak orang.¡± Belonging ? N?velDram/a.Org. ¡°Apa kamu bng? Be bertanya tidak percaya: ¡°Dia¡­bukankah kamu bng dia ada kekasih baru Peter? Mengapa sekarang bisa bersama Jonas?¡± ¡°Saya tidak bohong, dia orangnya.¡± Mata Be berkobar api kemarahan, pandangan tidak lepas dari Jonas dan Samara yang berada di tengah ruangan restoran. kepribadian Jonas memang hangat, tetapilapannya lembut menatap wanita jelek yang berwajah penuh bintik-bintik, berhidung pesek berbibir tebal. Apakah penampnnya yang cantik tidak bisa menandingi wanita ini? Tetapi bahkan saat berbicara dengannya, gaya Jonas acuh tak acuh. Jika bukan karena kakek Firman dengan kakeknya memiliki hubungan yang baik. babkan jika berdiri dihadapan Jonas, pasti akanngsung diabaikan keberadaannya Pekuan yang berbeda jauh ini, bagaimana mungkin dia bisa menerimanya? ¡°Mengapa? Apakah wanita iniyak duduk berdampingan dengan Jonas? Wupun Amelia tidak menyukai Jonas, tetapi melihal Samara duduk berdampingan dengan Tuan Muda keluarga Gandhi, juga merasa ini. ¡°kak vya saja dibohonginya, wanita ini diam-diam makan dm Tuan Muda lonas bisa duduk berdampingan dengannya, pasti karena dia mkukan trik busuk.¡± Bab 67 Bab 67 Bab 67 ¡°Amelia.¡± Be menyipitkan matanya, berkata dingin: ¡°Tidak peduli wanita itu mkukan trik busuk atau tidak. Apapun yang kuinginkan, saya harus mendapatkannya.¡± Tatapan Amelia bradu dengan tatapan Be yang kejam, tanpa sadar mengangguk setuju. Jangan hanya melihat penampn kakak vpupunya yang lemah lembut, berwajah lembut, tpi hati bisa sangat legas dan kejam. Belonging ? N?velDram/a.Org. Be bukah putri tunggal, dia memiliki kakak lki dari adik lki, letapi dia adh cucu kesayangan kakeknya, dia bahkan dipupuk untuk mewarisi bisnis keluarganya. ¡°Kak, saya percaya padamu.¡± *Ku begitu, mari kita menyapa mereka.¡± ¡°Ayo.¡± Di sisiin. Samara sedang menyantap hidangan cuci mulut ketika dua wanita berjn menuju kearahnya dan Jonas. Dua wanita ini.. Kebetn dia mengenal mereka, Amelia yang sudah sangat dikenalnya, dan satunyagi Be yang hanya pernah bertemu sekall. Hanya saja kedua wanita ini bukan orang baik? Mereka adh wanita rendahl Samara menciuskan santapannya tanpa melihat mereka, bahkan ms melirik mereka. Jonas, kebetn sekali bertemu denganmu disini.¡± Be tersenyum Nimpul, berusaha menampilkan sisi lembuinya. Jonas mengangkat kep melihal ternyata adh Be, hanya memberikan jawaban datar velungai bulukan. Be tidak mungkin menerima pekuan Jonan yang acuh begitu saja,lu menyelipkan anak fumliui ke bkang telinga, dan berkata: ¡°Die Irrll asing, seprtinya tidak pernal? bertemu dengannya, dia adh Samana meminum leguk air en Sih meletakkan gr kl. pandangannya jatuh kepada He, itupunny lidah mengandung emeri. Ingin pamer diri didepannya? Maka Be h uran -Sudah kayang¡± -Tidak mau makan yangingi? A ona lrkri bertanya -Tidak biyelersgi-Samard menp dingin m Be, ukapannya ditekunhan ydemikon rupa Wajah Be memul ¡°hung¡­¡± Dm hal Samara senang melihat air muka dia yang julek sekali Wupun Be tidak pemah menchatnya. tapi dulu dia pernah mempermainkan ¡®rer. buhkun nerampas izin dari ohi khusus yang diciptakan rirr. Beberapa tahun ini. B berjuya dengan pari ohut khusus ini, Yhaliknya remiua yang sphalusnya dimiliki o¡¯rter dirampas, dan melewati hidup yang menderita Sekaranx ITier adh Direktur Peneldn dan Pengembangan l¡¯erusan Farmavi Interior yang artinya Yudah menjadi orangnya, Orangnya a tidak mungkin niinberi muka krpada wan yang manindas orangnya! Loh? Garan, y27¡å M bi Samara bersinar menghina. S ¡°Saya pumit dulu.¡± Santara berk pada M -Sya anlur kuinu. Ierhatian Jones han tekus pada Samard, melihat dia bangkit hermaksud prixl. wker hengjarnya ingin menguntar Amelia dan H irruna dkang mricha Amchi mengawasi He dengan hati-hati, nirlihat ait mukanya yang kirk vull dirudint ¡°Keirluan Wanita ini yma whali tidak mengungkapku!¡± petersirain cairan racun, membuat orang Kedua tangannya terlipai di dada, vinar matanya mengikil. ¡°Dia mengira dengan adanya dukungan Jonas, ya tidak bisa menyentuhnya?¡± ¡°Kekasih Prier? Pujaan hai Jenay Saya ingin Ionas melihat dengan pernah wanita ini bukan hanya jelek, tapi juga murahan!¡± Ameita ikut nimtung: ¡°kak. ku legitu mari kita buka ludaknya di depan Jonas?¡± Betwerapa tahunlu Prier adh pemujahu ¨C He mengangkat wajahnya dengan angkuh: ¡°Sharanx analkun vya mau partitive sampai waktunya Vya akan menyuruhnya berkomplotan denganku mempermalukan wanita itu, way inginu umpai waktunya apakah Juntas masih menyukainyal¡± Amelia memujt ¡°kak, bagus juge idem keluar dari restoran Jonas berhasil inengrur Samara, ingin menjskan: ¡°Nona Samara, yya dan Be Ildak ada hubungan ym shali.¡± Melihat Jora menyskan dengan verius, meinbual Samara ingin ketawa, tetapi tidak sempat menahan lamanya, ternubur sedikit. Apa yang luk u? ¡°Tenang uja. Samara ningalihkan pandangannya, menghentikanwanya: ¡°Saya tahu vleramu Tidak wburuk itu.¡± Bab 68 Bab 68 Bab 68 Jonas menp senyum Samara, matanya kembali mun ul riah kelembutun. Betul! Seleranya sangai tinggi. Wanita yang disukainya sangat pesial. Jonas berkata: ¡°Saya tidak ingin kamu sh paham mengenai hubungan uyuckngan dia -Saya tidak sh paham.. Samara memutar lehelu memijat bahu: ¡°Saya hanya membencinya, ms berhubungan dengannya. Berpura-pura terus, dia tidak capek. saya yang capek1 Jonas mengerunui bibirnya membisu. Menatap punggung Samara, halinya ¡®makin lenkkm. luarga berpengaruh, mendadak tidak ada upa-apanya dibandingkan Wanita luar biasa dari dengan wanita ini. Jika bisa hidup beruma smanya, bukankah itu adh suatu hal yang Inarik? Di bawah cahaya senja. Samara tidak tahu Jonas menatapnya dari bkang, dm hati sudah berjanji pada diri sendiri akan menjaganya kumur hidup. Samara diantar png oleh Jonas, Beberapa hari ini Javier Ildak berada di rumah, sedang mengikuti perkemahan musim panas yang digr Taman Kanak-kanak sma empat mm lima hari. Sebenarnya Javier tidak ingin pergi karena mengangrapnya telu kurangkan, irtapi sebagal vorang ibu, Samara tidak ingin anaknya yang lianya berusia 5 tahun dengan krlerdanan tinggi tidak melewati man kanak-kanak yang normal. Karena Samara bernikras, Javier irrpaku dengan patuh membereskan dan kecilnya dan mengikuti rumbangan taman kanak-kanak IX. unx, pintu lili terbuka. u ng yang Yamata vedang mengeluarkan kunci pintu rumahnya, menemukan dua tah hxrjongkok di depan pintu rumahnya Mendengar suarangkah kaki, kedua xk ah u vrempak m¡¯ngungkul kep melihatnya Ketika mwlihatny, dua pung mata bryriurnar emengngsung darimanga Yamara ierakang -Oliver, Olivia han_bukaimana bisa berada disini?¡± Olivia tidak by menjab. Oliver yang menyumbara Saya dan ukku-wang jn n.lu vopuiluh dinni Haru wa k mpki disini, kamu pulung Oliver bruuhu menguapkan kalimat ini dengan ringan Dia tidak ingin Numara chu Dia dan adik itrmpuannya bersyuh payah nandapuikan malnya,lu bagaimana mereka diam-diam datang urvini vih png vkh, dan bagaimana mereka berjangkuk di sini ma 2 jam menunggunya Oliyet Ingin Ixrpura-pura tidak peduli Sebaliknya Olivia sama kali tidak ingin berpura-pura Dia memeluk paha Nainara, dengan suara yang lunak berkata ¡°Hindu rindu Lali Samara m embui katrna kure il Olivia buka waru berbicara Rindu padaku Roxah itu mengedipkan mata, mengangguk-angguk. *Ayo masuk ke dm duduk seber.¡± Samara membuka pintu mempehkan dua buah itu masuk. Dia menuand il dys gs keramiklu menuangkan ydikul air, dan memberikan kepada Olin dan Mungkin karen capek menunggu teluma begitu menerima ks herramiku, merekangsung meminum habitarnya Yamara merupang pipi mrmandang paving wuh luu Int. Srbrram sukanya akirupanya7 di depan pintu m un kuny4. Yhinna live membuat luan Muda dari Nunti lundil Ini Lori Junk dan tidak hiringek wikitpun Samara merav terunjung karena disukai oleh mereka, karena dia vendiri juga menyukai mereka. Nerayaan uliog menyukai ini letos vangai hangat dan manis ¡°Minum pn-pn, air putih banyak kok Baru vja vlevithicata, Oliver dan Olivia mmbaikan harian minumnya Samara udah makan mm dengan luar di resiran Tetapi¡ª Melihal kedua boxah di hadapannya ini, Samara yakin mereka bwlum makan. Samara tahu belul keahlian memauknya sendiri, akhirnya dia mampuan jyam goreng dari pouvet Saal menunu Wynan makanan dne. Tatapan Samara dan Oliver Gradu: ¡°Sekarang sudah leli skan, kalian diam-diam dng kerumahku. Pak Michel tatu tidak?¡± Ollver mendongak kep memandangngitngit Tahu.¡± ¡°Benar diahu¡¯r ¡°Henar¡± Samara cemberut: ik, sini kupinjam sebentar povelmu.¡± ¡°Samara, wanita baik-baik tak veliarusnya memeriksa ponsel lki. ¡°Pria baik-baik tidak seharusnya menyembunyikan sesuatu di dm ponsel.¡± Samara lervenyum,lu mirngulurkan tangan memata pada Ollver: Ayu, anak baik, sini nya lihat.¡± Senarnya Oliver masih ingin membantah Tapi dihapan Suara, dia slu mengh dengan mudahnya Akhirnya, dia moxrluerkan vel dan meinberikannya kurda Samara -Nih, ambil Srata fitonus jennyl Van diberikan, n¡¯aprukan ponsel itu dimallkan, Seth dia menghidupkan ponsel, pesan yang tidak terhitung juhnya melompat keluar ponsel bergetar terus-menerus. Dia meinbuka sebuah pun. [Tuan Kecil Nona kruil, kalian dimana!!! Crpal angkal lelepon Pamanman sudah tua. jantung lemah, tidaknggup bermain-main dengan kalian Jika kalian tidak muncul, ayah halian benar-bhinar akan membunuhkull Dina Samara membuca-baca pesan A yang Hinuh dengan pirmohonan, mendadak sebuah Telepon masuk. Diyar lertera Paman kecil Oliver liriklu mulut kecil m¡¯ngerucut berkata: ¡°Bisakah jangan diangkat? llegitu diahu k disini, pasti akan membawa kita png.¡± -Png atau tidak ituin walgi. Samara mengelus kep Oliver: ¡°Tetapi jidak memberi kabar kepua orang rumah, kalian vh. Dia benar-benar mengkhawatirkan kalian, ku kalian menghindarinya, kalian memikirkan bagaimana perasannya?¡± Ollver dan Olivia saling berpandangan,lu menunduk merasa xrsh. Samara menekan tombol terima. Begitu Telepon itu tersambung. disebarang terdengar suara Nlfa penuh dengan emosi menggebu xebu. Tuan Nona Keuil, akhirnya kalian mengungkal teleponkulir¡± N?velDrama.Org owns this text. ¡°Saya bukan tuan dan nuna kesilmu ¡± Dibanding dengan suara Alfa yang menyebu, suana S ara Hintai dan danar: ¡°Saya Samara, vekarang Oliver dan Olivia berada di anipingku.¡± Bab 69 Bab 69 Bab 69 ¡°Samaral A yang berada di dm mului, menepuk dat drugu Mengapa dia biv lupa dengan Samara ndeur pemotring Seharusnya dia terpikir dardikedua buah ini main h unpai dengannya, bukankah memang untuk bermu dengan Samara! ¡°Nova Yamina, tolong lyrikan matmu kepadaku. Saya harang juga, segera menimput mereka. ¨C ¡°Saya akan membagikan lokas krpudarnu Tulipan Son menyapu dua wajah berpipi Irmb¨¦m: ¡°Oliver dan Olivia Hrumaku, mereka man, humu agak mman ja datang menjemput.¡± ¡°Ini.¡± *Ada mash ¡°Tidak mah ¡°Ku begitu vya tutup.¡± Wupun A bukan up keluarga Custan, tapi yildaknya dia adh Tuan Muda keluarga Cosjan, balu ja bernimpn berhadapan dengan Samara, tk disangka dengan mudahnya diusir. Tapi dipikir-piku wanita ini tidak hanya mampu Hinangun kedua putra putri kecil, bahkan kakaknya pun mempekukannya dengan spesial. Orang yang bisa Spih A tahu mereka amun, hal pitama yang dkukannya mh menelpon Ana ¡°Kak, inereka l?ra di rumah Sanura Alfa berkat tinejr input thereku png Axth minanyakan pergi ¡°Karnu Kak perlu innfrinpui.¡± ¡°hak. Maksutniu ¨C ¡°Saya yang jemput M Ana memanahan kelgan sudut mulutnya ruanghal *Tapi, bukankah kamu akan mkukan pat vide dengan link ¡± ¡°Kamu yang pimpin ja Mendengar perkataan itu. Nlia tervek Kakaknya tidak memercayainya dm hal penyemputan anak-anak Bagun, dia yang pimpin Menghadapi jajarin akyrkulll l ropa yang menyulitkan ily, lebih mudah dibanding menghadapi Vikyan Tuan Kruil dan Yonahril ¡°Tidakma, punan makanan tih dengan urpul Samara xhur nyar koweng, air w dan kewang goreng diatus W Kedua buah itu melihat makanan kereng berwarna man ang menxxida tu, tulik berminant mengambilnya. ¡°Mengapa kalian tidak makan o karing wrwarna au hu lwny Sudan ¡°Apakah ini enak7 Oliver menunjuk dyin k adik tidak pernah memakannya Belonging to N?velDrama.Org. Oliva jugu menatap makanan asing itu dengan wajahngung Melihat gaya mereka yang burungunkan. Yanard row tidak berdaya Peraturan keluarka Cowan begitu kar? Kedua bex ah ini udah bisa 5 tahun, tak divga belum penal? nyantap makanan keput -Tral waja enak¡± Mendengar thapati Samara, hurdlyd l ah batu mengambil 2 putong 11 Karen Jan 14 Sahu suap ini 13.git luar ning teinvali, daging yum leinbut luru Mereka juga pemilih, tetapi kenikmatan makanan berhaluri tinggi, mana bisa dibandingkan dengan makanan sehar. Ketika sedang menyantap. Diluar lerdengar suara ketuk pintu, Mului Oliver yang penuh dengan daging ayam, bergumam lidak js: ¡°Paman-apa yang terjadi_ bukankah bukankah agak rt datang?¡± Wajah tembrm Olivia juga kesal. Samara bangkit membuka pintu. Ketika pintu dibuka, Samara nyngira yang datang adh Alfa, tidak disangkanya sosok yang tertangkap dimatanya adh Asta. Dia mengenakan pakaian berwarna hitam, badannya yang panjang bersandar ms di ambang pintu, m tajamnya km. Hanya dengan berdiri diam disana, tpi tetap saja memberi kesan elegan dan mahal. ¡°Kenapa. bisa kamu?¡± ¡°Kenapa memangnya ku saya? Maia Samara melocot: ¡°Ya?¡± M A mengandung tawa: ¡°Ya?¡± ¡°Tapi di telepon js-js adh.¡± -Alfa wa rapai. Tpan mata Asta membara, yuar¨¢nya rendah: Terpaksa saya yang dng mnenjemput Oliver dan Olivia.¡± Samara meran ada yang tidak teres, tetapi dia tidak tahu apa yang tidak beres, hanya bisa mngkah mundur, mempersahkan Asia untuk masuk. Hegitu Asta memasukt juang makan, melihat Ollver dan Olivia sedang mengunyah paha ayam. Tidak hanya paha ayam, diatas meja terdapat banyak makanan sampah. ¡°Aavah.¡± trgitu melihat Axta, Oliver Terkejul sampai puhul ayam dinului terjatuh ke meja (Jiva Jux menundukkan palunya rendal?-reilu, meran vid burslt. Asta mengerut kening. sinar di matanya menggp. suaranya terdengar menegang. ¡°Kamu memberi mereka makan ini? Samara merasa sesekali makan makanan cepat saji bukah mash, dia mengambil sebatang kentang goreng dari meja makan, mencelupkannya ke dm saos lomat,lu membawakannya ke bibir Asta. ¡°Coba cicipi, ini enak sekali.¡± Melihat Asta tidak memakannya, Samara juga tidak merasa canggung, bersiap untuk memakannya. Tetapi¡ª Disaal Samara akan memasukkan kentang goreng itu kedm muluinya sendiri, sebuah tenaga mencengkeram pergngannya,lu kentang goreng ditangannya digigit oleh pria itu. Gigitan ini Sin memakan kentang goreng ditangan Samara. Bibir dan ujung lidah pria itu bergesekan dengan ujung jarinya. Bab 70 Bab 70 Bab 70 Mata Samara membt, melotot. Disaat ujung lidah yang basah mengusap jarinya, bagaikan disetium listrik, membuat suhu jarinya memanas, dan juga membuat sekujur tubuhnya menjadi memanas. Apa yang diinginkan Asta? Samara menatap marah Asia yang berada di hadapannya. Asta mh meliriknya sebentar, sebh tangannya menopang dahi, membs dengan tatapan tenang Dia, dingin dan mahal. Sepertinya perbuatan yang barusan dkukanya hanyh kebetn saja, tidak ada maksudin. Samara menggigit bibir, jangan-jangan dia yang telu banyak pikir? ¡°Sangat lezat.¡± Asta menatap Samara tanpa kedip ketika mengukapkan kalimat ini. Ucapan ini, membuat orang sulit membedakan dengan js, yang dimaksud Asia kentang goreng, atau. dirinya. ¡°Jika suka, makah yang banyak.¡± Samara mendorong kotak kentang goreng kehadapan Asia, dan sengaja menghindari tatapan Asta, tidak membiarkan dirinya berpikir yang tidak-tidak. Di mata Asta, cara dia menghindarnya seperti seekor kucing kecil yang marah, sangat imut dan membuat orang merasa sayang. Jika bukan karena keberadaan Oliver dan Oliver, dia ingin sekali menolehkan wajahnya,lu menatap matanya yang panik. ¡°Tapi meski begitu.. Sudut mulut Asta letap terangkal membentuk sebuah senyuman kecil. Virah wlewat inakan makan. Shinin rrugira Antarkan nieumbwwz Ollver dun Olivia png, tetapi staps sangka selh selesai makan, pria dewasa dan dua bocah itu mh duduk di sofa ruang tamunya, sama sekali tidak berniat png. Oliver dan Olivia masih kecil. Tidak mengerti situasi, Samara maklum. Tapi, Asta yang berusia 30 tahun, dia tidak percaya Asia tidak mengerti bahwa dia sudah boleh membawa png dua bocah itu. Samara mengepalkan tangannya,lu diletakkan disamping bibir, berpura-pura membersihkan tenggorokan. Asta mh mengangkai matanya melirik sebentar, matanya berkerlip, sengaja tidak melihainya. Suasana menegang. Melihat tidak ada reaksi dari Asta, Samara seorang diri pergi ke dapur,lu meminum segs air es, untuk memadamkan api kemarahannya. Belonging to N?velDrama.Org. Dia sudah memintanya menjauh dari kehidupannya. Dia ¨C tidak mengerti, atau mkukan segnya demil Samantha, atau map disisinya untuk mengujinya? Ketika baru saja akan menuangkan gs kedua, dia melihat berjn masuk kemari. ¡°Kamu tahu betul saya tidak ingin bertemu denganmu, mengapa sekarang muncul dihadapanku?¡± ¡°Supaya kamu melihat js saya tidak begitu mengesalkan.¡± Asta menggulung lengan baju, memamerkan lengannya yang kuat bertenaga: ¡°Kamu akan memberi kesempatan seperti ini kepadaku, kan?¡± Beradu dengan mata km pria ini, kelembutan yang tersembunyi di hatinya yang lerdm. tanpa sadar tersentuh. Dia kokoh seperti balu. Dihadapan Asta, hali Samara kacau. w meminum habis air ¡®s di ks kaca itu, mengusup alr yang tervisu di bibirlu kabur keluar dari dapur. Oliver dan via mk iutuu kejadian eli dapur, dun ineka sedang kunggimana rara incentimethan widtikan at hujungu wang tua kru Salut Mereka tidak mengharapkan kehadiran Asta. Jika Asta pergi ke sekh mereka, sekelompok guru-guru akan mengelilinginya dengan senyum cerah. Sebaliknya¡ª Kedua bocah itu lebih ingin mengundang Samara. Mereka ingin Samara melihat tempat mereka biasanya pergi, dan yang terpenting adh mereka ingin seperti teman-temanin, ada ibu yang menemani. Hati Samara masih kacau. Oliver dan Olivia memberikan undangan kepada Samara, wajah tembem mereka serempak penuh dengan ketegangan. ¡°Ini..kamu bisa hadir?¡± Pertama kali Samara melihat mereka begitu gelisah, menunduk melihat seks isi undangan. Undangan Hari Kunjungan Orang tua? Dia mengira urusan penting apa yang membuat kedua box¡¯ah lucu ini begitu serius! Samara menebak mungkin saja Asia telu sibuk bekerja, tidak ada waktu untuk hadir, sehingga kedua bocah ini menginginkannya pergi. Bukan mash besar Samara tersenyum: ¡°Tidak mash.¡± Mm hari, Asta mengantar Oliver dan Olivia putang ke rumah. Oliver menopang wajahnya yaog tembem, berk dengan antusias: ¡°Olivia, kamu bng jika besok suyu mengenakan busana berwarna putih llu, Samara akan suka?¡± Olivia mengxeleng mengungkapkan pendapatnya. ¡°Kaluu baju hraga yang berwarna biru itu?¡± Olivia kembali n¡¯kerleng Kali ini, Olivia IINIKA RRUR-ixkek Ketika kedua kakak-beradik itu berdiskusi dengan gembira, seseorang menaikkan telinganya. Sudut bibir Asta terangkat, bagus sekali, wupun sepasang anaknya ini terkadang bandel, membuatnya tidak bisa tenang, tetapi akhir-akhir ini mereka benar-benar menyenangkan hatinya. Keesokan harinya. Ketika Samara mengenakan gaun hitam menuruni tangga, melihat di samping mobil Hummer, sin kedua bocah itu, juga terdapat seorang pria berpakaian hitam. Asta. Bab 71 Bab 71 Bab 71 Wah. Pria ini seperti siluman. Padahal hanya sebuah kemeja saja, namun terlihat sangat gagah dan elegan di tubuhnya, tubuhnya memiliki rasio yang pas antara bahunya yang lebar dan pinggangnya yang sempit. Sosok yang tinggi dan tegap, dengan bayangan tubuh yang tinggi, sangat keren. Fitur wajah yang sempurna, dengan pandangan mata tajam yang lembut, sangat indah, seindah dunia. ¡°Pagi.¡± Bibir Asta melengkung. ¡°Pagi.¡± Samara mengangguk, namun dia merasa sediki resah karena Asta harus ikut menemani Oliver dan Olivia. ¡°Asta, bukannya kamu seharusnya sangat sibuk?¡± alis Samara terangkat. ¡°Ya, sangat sibuk.¡± Suasana Asta sedang baik, ¡°Namu, saya tetap punya waktu untuk menemani Oliver dan Olivia.¡± Oliver dan Olivia saling memandang, dua pasang mata berbinar karena terkejut. Ayah ini keras kep. Bagaimana dia punya waktu? Ayah th begadang semman demi bisa berpartisipasi dm kunjungan orang tua hari ini. Belonging to N?velDrama.Org. Saat mereka bangun di pagi hari, mereka masih melihat Paman Wilson datang ke rumah untuk mengambil tumpukan dokumen yang tebal dari ruang kerja. ¡°Ayah sebenarnya tidak harus pergi hari ini, sejak kemarin mm , dia belum...¡± Ketika Oliver hendak mengabarkan tentang ayah yang bergadang tadi mm, tiba¨Ctiba matanya beradu pandang dengan mata Asta yang tajam dan dm, dia pun menn kata¨Ckatanya. ¡°Ada apa dengan ayahmu?¡± Oliver tidak berani mengatakannya, dia buru¨Cburu menyangkalnya, ¡°Tidak apa¨Capa, ayo cepat pergi, jika tidak, kita bisa tembat ke sekh.¡± Meskipun Samara penasaran, namun mengingat bahwa mereka tidak boleh tembat untuk acara hari ini, dia pun tidak menanyakannyagi. Seth mju sekitar tiga puluh menit, mobil Hummer itu pun berhenti di depan gerbang taman kanak¨C kanak. Oliver dan Oliver adh keturunan keluarga Costan, wajar jika mereka bersekh di taman kanak¨C kanak untuk kaum konglomerat. Karena hari ini adh hari kunjungan orang tua, ada banyak mobil mewah yang terpakir di depan gerbang. ¡°Sudah sampai¨C¡± Seth turun dari mobil, Oliver dan Olivia mengangkat tas sekh merekalu masuk ke gerbang taman kanak¨Ckanak untuk bersekh, sementara Samara mengikuti Asta dan melewati jalur khusus orang tua. Begitu mereka tiba di meja administrasi, beberapa guru wanita dengan riasan wajah indah pun tersenyum. ¡°Tuan Asta, ini benar¨Cbenar kamu.¡± ¡°Halo, saya adh kep sekh dari Taman Kanak¨CKanak Bintang.¡± ¡°Saya ada kep departemen akademik Taman Kanak¨CKanak Bintang.¡± Bahkan belum membahas penampn Asta, hanya dengan mengetahui identitasnya sebagai tuan muda pertama dari keluarga Costan sudah cukup untuk membuat para guru ingin memeluk erat pria yang berkuasa itu. Mereka biasanya mkukan yang terbaik untuk myani dua putra¨Cputri kecil Oliver dan Olivia ini, sekarang mereka kedatangan orang tua dari mereka, para guru tentu saja berusaha untuk mkukan yang terbaik. Samara yang berdiri di samping Asta, mh meremehkan pesonanya. Ketika para guru wanita ini melihat Asta, mereka sepertilat yang melihat bangkai, mereka bergegas menghampirinya tanpa mempedulikan apa¨Capa. Samara yang terlihat biasa¨Cbiasa saja, dianggap telu menghngi karena berdiri di sampingnya, tidak ada orang yang menganggapnya ada, dan mendorongnya hingga mundur ke bkang. Di tengah kerumunan. Tidak tahu siapa yang mendorongnya, Samara terhuyung mundur. Kaki kanannya terkilir. Samara meratap dm hati, tidak ada satu pun di sekitarnya yang membantunya, apakah dia semenyedihkan itu hingga dia bisa terjatuh? Tepat ketika Samara akan jatuh kentai, seperti sebuah ktan, pria itu th meraih pinggangnya, dan menariknya kembali. Detik berikutnya. Karena tarikan Asta yang kuat, bibir Samara pun mengenai bibirnya. ¡°Um......¡± Bibirnya terbuka, sehingga ketika mengenai bibir Asta, bibir Asta tergigit hingga berdarah. Semua terjadi dengan cepat, dan bibir Asta benar¨Cbenar berdarah. ¡°Kamu tidak apa¨Capa, kan?¡± Tanpa sadar, ujung jari Samara menyentuh bibir Asta, namun ketika jari itu menyentuhnya, dengan cepat, dia menarik kembali tangannya, seperti tersengat listrik. Meskipun dia yang menyebabkan luka itu, namun tindakannya ini... telu ambigu. Mata Asta setengah menyipit, menunggu tangan kecilnya untuk menyentuhnya, tetapi ketika melihatnya tiba¨Ctiba menarik kembali tangannya, rasa kehngan samar¨Csamar bergejk di hatinya. Wanita kecil ini sebenarnya peduli padanya, tapi dia juga membuat jarak antara mereka. Asta menggunakan jari¨Cjarinya untuk menyeka darah di bibirnya, membuka bibirnya dan berkata dengan santai, ¡°Terjadi mash, apakah kamu akan bertanggung jawab?¡± ¡°Bertanggung jawab atas apa?¡± Ketika Asta seks melihat Samara menjaganya seperti seekor kucing, tiba tiba dia berbisik: ¡°Lupakan saja, ikuti saya mi sekarang.¡± Samara mengangguk. Namun, Astangsung menggenggam tangan Samara dan membawanya mngkah ke depan. ¡°Kamu ini...¡± ¡°Ini baru mengikuti.¡± Asta menatap Samara dengan mata berapi¨Capi: ¡°Kamu milikku, saya akan menjagamu dimana pun.¡± Samara sedikit tercengang, sejak kapan dia menjadi miliknya? Tanpa dia sadari, dia berusaha untuk melepaskan tangannya. Namun sebagai gantinya, Asta menggengam tangan kecilnya dengan lebih erat. Ini seperti sebuah perasaan dimana dia takut Samara akan mrikan diri darinya. Next Chapter Bab 72 Bab 72 Bab 72 Samara terus berjuang, namun Asta menahannya dengan kuat. This belongs ? N?velDra/ma.Org. Tpak tangan pria itu besar dan kuat, mengepal tangannya yang kecil dengan erat. Tpak tangan Asta yang menempel di tpak tangannya, memberikan sebuah perasaan lembut dan hangat yang tidak bisa dijskan. Sejak ibunya meninggal, dia sudah sangatma tidak dipegang begitu erat. Saat ini...... Samara yang memandang wajah Asta dari samping, tiba¨Ctiba ada sebuah kehangatan mengalir di hatinya. Tindakan kasih sayang Asta terhadap Samara terlihat secarangsung para guru wanita. ¡°Tadi... apa yang terjadi barusan, apakah kalian melihatnya?¡± ¡°Pak Asta sangat baik terhadap wanita jelek itu, dia bahkan tidak marah ketika bibirnya di sentuh oleh wanita itu, dan ketika menatapnya, dia menatapnya dengan penuh kasih sayang!¡± ¡°Benar! Menurut kalian, apakah dia pacar Pak Asta? Yang akan menjadi ibu dari tuan kecil dan nona kecil?¡± Para guru wanita itu tidak bisa mempercayai perkataan mereka, namun apa yang baru saja terjadi membuat mereka semua berpikir demikian. Sampai terdengar suara guru seni bernama Monica yang memecah kebingungan mereka, ¡°Tidak mungkin!¡± ¡°Ibu Guru Monica, kenapa tidak mungkin?¡± Seorang guru wanita mempertanyakan perkataan Monica: ¡°Tidakkah kamu melihatnya?¡± ¡°Saya mengatakan ini justru karena th melihatnya, tadi itu adh sebuah keckaan sehingga bibir wanita itu dan bibir Pak Asta bertemu. Lagian, apakah menurut kalian orang dengan status seperti Pak Asta dan dengan penampnnya, bisakah dia menyukai wanita yang seperti tadi?¡± ujar Monica dengan tatapan mata yang penuh dengan penghinaan terhadap Samara. Jika wanita itu cantik, maka Asta mungkin akan menyukainya. Tapi mashnya... Wanita ini benar¨Cbenar tidak cantik, bahkan sedikit jelek. Penampn para guru wanita yang ada di sini juga tidak lebih baik dari pada Samara. Pada saat itu, semua wanita segera mengubah kata¨Ckata mereka. ¡°Selera Asta tidak telu berat, bukan?¡± ¡°Wajah yang penuh bintik itu. Butuh keberanian yang besar untuk bisa menciumnya dengan tulus.¡± ¡°Menurutku... wanita ini mungkin memiliki banyak rencana! Menurutmu, bagaimana bisa sekebetn itu, bisa begitu saja saling menempelkan bibirnya? Ini js menunjukkan bahwa dia mengambil keuntungan dari pria seperti Pak Asta.¡± ¡°Ck ck ck, sekarang di dunia ini... bahkan wanita jelek pun bisa mkukan apa saja untuk menang.¡± Mendengar ucapan itu, Monica menggertakkan giginya dengan erat, dan matanya penuh dengan kebencian. Bukankah dia lebih cantik dari wanita tadi? Dia ini hanya telu pendiam, dan juga tidak bisa mampu mencari cara untuk mendekati Asta, sehingga dia terus melewatkan kesempatan untuk mengenal Asta. Mengingat bahwa wanita yang tidak secantik dia bisa mencium bibir Asta, membuat Monica semakin menggerakkan giginya dengan kebencian, Sma ini dia slu merasa rendah ini, dan merasa dirinya tidak cukup baik dan pantas untuk Asta, namun sekarang, dia mh dinodai oleh wanita jelek itu. Tidak peduli siapa wanita jelek itu, dia harus memberinya pjaran! Samara dan Asta berdiri di depan jend ks yang terbuat dari kaca transparan untuk memperhatikan Oliver dani Olivia bersekh. Ini adh kali pertama dia melihat dua anak kecil yang imut itu bersekh, Melihat bagaimana mereka mendengar dan berbicara, sudut mului Samara terangkat. Namun, tiba¨Ctiba dm sekejap. Dia teringat saat kehngan bayi kembarnya. Hatinya seperti disayat oleh pisau bti yangngsung mengeluarkan darah segar. Jika mereka masih hidup, mereka seharusnya seumuran dengan Oliver dan Olivia, kan? Seperti Oliver dan Olivia, mereka seharusnya sudah duduk di bangku ks taman kanak¨Ckanak, kan? Dia mhirkan mereka, namun tidak merawat mereka dengan baik. Maaf, bayi¨Cbayiku. Rasa sakit itu menyebar seperti api di dadanya, semakinma semakin membuatnya merasa tidak nyaman. Saat ini, semakin Samara memandang Oliver dan Olivia, dia semakin teringat pada bayi kembar itu. Matanya semakin memerah, hingga akhirnya pengelihatannya menjadi kabur, dan bulir air mata pun mes. Saat Samara sedang merasa kesakitan hingga dia tidak bisa menahan diri, Asta menarik pergngan tangannya dengan erat,lu menariknya ke depan tubuhnya. Pandangan mata yang tajam dari pria itu menggp dan mendm, dan dia berkata dengan serius: ¡°Samara, kamu menangis.¡± Next Chapter Bab 73 Bab 73 Bab 73 Dengan air mata yang bergenang, Samara menatap Asta. Sebelum dia sempat menyeka air matanya, air mata sebesar kristal itu pun jatuh dari sudut matanya. Samara tidak suka terlihat lemah di hadapan orangin, apgi di hadapan Asta. N?velDrama.Org owns this text. ¡°Tidak perlu kamu pedulikan.¡± Samara berkata sambil melirik Asta, menyingkirkan tangannya. Dia hampir saja pergi dan mrikan diri dari gedung taman kanak¨Ckanak. Beberapa tahun ini.¡­. Dia th berusaha semaksimal mungkin untuk melupakan rasa sakit itu. Namun melihat Oliver dan Olivia yang seumuran dengan anak-anak kembarnya, dia masih saja terus teringat akan kenangan yang menyakitkan itu. ¡°Kamu baik¨Cbaik saja, kan?¡± Monica berjn ke samping Samara dan memberikan tisu kepadanya. Samara menoleh,lu dia melihat seorang wanita muda yang mengenakan gaun putih. ¡°Kamu adh?¡± ¡°Saya adh guru seni Oliver dan Olivia, nama saya, Monica.¡± Monica menyerahkan tisu yang ada di tangannyagi, ¡°Saya tidak bermaksud apa apa, hanya saja saya melihatmu menangis, jadi saya ingin memberikanmu tisu.¡± ¡°Terima kasih.¡± Samara mengambil tisu itu dan menyeka air mata dari wajahnya. ¡°Oliver dan Olivia adh...¡± ¡°Teman saya.¡± Samara menjawab Monica yang bertanya¨Ctanya. Dia tidak memiliki hubungan darah dengan Oliver dan Olivia, jadi dia tidak pernah menganggap dirinya sebagai tetua dari kedua anak kecil yang imut itu. Monica mengibas poninya dannjut bertanya, ¡°Lalu hubunganmu dengan Pak Asta?¡± Begitu mendengar pertanyaan ini, Samarangsung mencium motif tersembunyi dan mengerti maksud hati ibu guru Monica ini. ¡°Apakah kamu menyukai Asta?¡± Monika tidak menyangka bahwa Samara akan menanyakan pertanyaan itu secara gambling, wajahnya punngsung memerah: ¡°Kamu...¡± ¡°Sepertinya begitu.¡± ¡°Kenapa kamu berbicara seperti itu? Monica pun kesal, ¡°Apakah saya membutuhkan persetujuanmu untuk menyukai Asta?¡± Samara memandang Monica yang penuh amarah,lu mengh nafas pn. Apakah dia mengira bahwa mereka ditakdirkan bersama hanya karena dia menyukainya? Apakah pria seperti Asta hanya bisa dia lihat dari kejauhan tapi tidak bisa dia miliki? ¡°Kenapa kamu mengh nafas?¡± ¡°Mengh nafas atas kemustahn antara kalian.¡± Samara berkata tanpa segan: ¡°Ibu Guru Monica, kamu dan Asta tidak akan bisa berakhir bersama, jadi jangan menghabiskan waktumu untuknya.¡± ¡°Saya tidak akan bisa berakhir bersama dengannya,lu kamu bisa berakhir bersama dengannya?¡± Monica tidakgi berpura¨Cpura menjadi wanita yang polos dan lugu, alisnya yang awalnya tenang dan mata yang lembut itu tiba¨Ctiba menjadi tajam dan kejam. ¡°Tidak kamu berkaca untuk melihat dirimu sendiri? Kamu?¡± Monica menunjuk wajah Samara, ¡°Wajahmu penuh dengan binyik¨Cbintik seperti biji wijen, terlihat sangat kotor dan tidak menggugah selera.¡± Samara tidak menyangka bahwa sikap Monica bisa berubah begitu cepat, tatapannya juga berubah menjadi dingin. ¡°Monica, sebagai seorang guru, seperti itukah caramu berbicara?¡± ¡°Di mana perkataanku yang sh?¡± Monica menatap wajah Samara yang kecil, matanya penuh dengan kesombongan, merasa dirinya benar: ¡°Apakah kamu tidak senang karena saya lebih cantik darimu? Tidak senang karena saya menyukai Asta? Saya tidak tahu cara kotor seperti apa yang kamu gunakan untuk mendekati Asta. Tapi wanita jelek dan tidak sadar diri sepertimu sungguh membuat orang kesal.¡± Jelek? Samara hampir g karna marah. Wanita itu r jelek, jika dia melepas topeng wajah¨Cnya, mari kita lihat sebenarnya siapa yang jelek. ¡°Kamu, menjauh dari Asta.¡± Monica berjn dengan sombong, dan dia juga sangat ingin mendorong Samara. Tapi begitu tangannya menyentuh pergngan tangan Samara, Samara membalikkan badannya dan tangannya pun ikut diputar ke bkang badannya. ¡°Jika tadi saya berpikir kalian tidak mungkin berakhir bersama, sekarang saya merasa bahwa kamu bahkan tidakyak untuk Asta.¡± ¡°Sakit¡ª¡± Monica kesakitan hingga meskan air mata. Tepat di saat itu. Monica melihat sosok Asta. Seperti melihat mikat penymat, Monica pun mi menangis senggugukan: ¡°Pak Asta, smatkan saya, wanita ini ingin memukul saya.¡± Next Chapter Bab 74 Bab 74 Bab 74 Bibir Samara menyeringai. Di tidak menyangka bahwa Asta akan datang dan melihat adegan yang ¡®mengerikan seperti ini. Samara tidak takut Monica akan mengadu pada Asta, dia hanya merasa bahwa Monica yang menangis di sana, sangat menjengkelkan. ¡°Diam.¡± Monica menangis dengan lebih sedihgi seth mendengarnya: ¡°Pak Asta, tanganku sudah akan patah... cepat smatkan saya..¡± Kening Asta mengerut,lu berjn ke sana denganngkah yang lebar. Bibir merah yang tipis itu mengerucut menjadi satu garis. Ketika melihat Asta datang mendekatinya, Monica merasa bahagia dm hatinya, namun air matanya terus mengalir seperti kalung mutiara yang putus. Monica th bjar menari sejak kecil, bentuk tubuhnya sangat bagus, fitur wajahnya juga cantik, jika dibandingkan dengan wanita yang wajahnya di penuhi oleh bintik¨Cbintik ini, bukankah dia bisa menghkannya dm hitungan menit? Dia cantik Samara jelek. Dia lemah lembut. Samara jahat dan kasar. Monica tidak percaya bahwa konglomerat seperti Asta akan tidak menyukaii orang seperti dia? Samara memalingkan wajahnya, menatap wajah Asta yang tampan itu, hatinya pun berdegup kencang. Tapi mau tidak mau matanya pun menunduk ketika dia memikirkan bahwa bunga putih kecil seperti Monica juga bisa berakting dan menunjukkan ekspresi seperti itu. Dm sekejap mata mereka pun bertemu. Samara menatap mata Asta dengan dm, mencoba untuk mengerti maksud dari tatapannya. Guru wanita yang begitu menawan itu, seperti pencuri dengan tangan terlipat di bkang punggungnya. Bagaimanapun melihatnya, sepertinya dia yang th mengganggunya. ¡°Asta, apakah kamu disini untuk menyhkan saya?¡± Alis Asta terangkat,lu berkata dengan suara yang sangat mais, ¡°Menyhkan apa?¡± Begitu suara Asta terdengar, Samara hanya bisa tercengang. Monica sangat terkejut hingga dia melupakan rasa sakit di tangannya, mengisak tangis di sana: ¡°Pak Asta... tidakkah kamu melihat¡­ tindakannya terhadapku?¡± Asta melihat wajah Monica yang bergelinang air mata, mata yang tajam itu gp, namun tidak ada rasa iba maupun kasihan. ¡°Lalu kenapa?¡± ¡°Pak Asta, Kamu¡ª¨C¡± Asta berkata dengan dingin: ¡°Bisa membuatnya mkukan sesuatu terhadapmu, seharusnya kamu bisa mencari tahu sannya dari dirimu sendiri.¡± Samara melepaskan Monica seth melirik ke Asta. Ekspresi Monica pun berubah, suaranya penuh dengan tangisan: ¡°Pak Asta, bagaimana kamu berkata begitu padaku? Antara saya dan dia, bukankah seharusnya kamu membantu saya?¡± ¡°Kamu?¡± Asta terkekeh, mata yang tajam itu melirik Monica,lu berkata pn. ¡°Atas dasar apa kamu membandingkan dirimu dengannya?¡± ¡°Pak Asta, apa maksudmu saya tidak bisa dibandingkan dengannya?¡± Mata Monica memblak, suaranya meninggi : ¡°Saya... tidak lebih cantik darinya?¡± Samara yang berada di samping, sedikit mengangguk setuju. Jika dia melepas topeng wajah¨Cnya, penampn Monica tidak bisa dibandingkan dengannya. Namun sekarang dia masih memakai topeng wajah¨Cnya, dengan hidung pesek dan bibir tebal, wajahnya juga dipenuhi dengan bintik¨Cbintik, memang tidak secantik Monica. Namun, Asta menjawab tanpa ragu: ¡°Sangat jelek, atas dasar apa kamu membandingkan diri dengannya?¡± N?velDrama.Org owns this text. Sangat jelek? Sangat jelek! Monica pun mematung. Asta yang mengatakan bahwa dia tidak cantik, jadi dia bisa menerimanya. Namun, dia ternyata mengatakan bahwa wanita jelek ini lebih cantik darinya, ucapan itungsung menghancurkan kepercayaan dirinya. ¡°Meni orang dari penampnnya, kamu tidakyak untuk menjadi guru dari anak¨Canakku.¡± Asta berkata dengan dingin, alisnya terangkat tajam dan dingin, dialu menarik tangan Samara yang kecil dan membawanya pergi. Ketika Samara hendak merespons, dia sudah ditarik oleh Asta dan berjn jauh. Kedua orang itu berdiri di sudut koridor. Samara pun kebingungan. Asta seharusnya tidak tahu tentang kenyataan bahwa dia mengenakan topeng wajah, dan wajak di balik topeng wajah itu sangat persis dengan wajah Samantha. ¡°Wanita itu tadi... niat hatinya memang tidak murni, tapi dia lebih cantik dariku... Tiba¨Ctiba, hormon pria dewasa itu meningkat, dan napas yang hangat terhembus di wajahnya, segar dan gatal. Jarak antara ujung hidung kedua orang itu kurang dari setengah sentimeter. Bulu mata Samara bergetar, pupil matanya menunjukkan keterjekutan yang tidak terlukiskan, dan tatapan mata Asta yang tajam semakin mendm. ¡°Samara, saya bng kamu lebih cantik darinya, artinya kamu memang lebih cantik darinya.¡± Next Chapter Bab 75 Bab 75 Bab 75 Ketika Asta mendekat ke Samara, samar¨Csamar dia bisa mencium aroma obat di tubuhnya. Dia th bertemu telu banyak wanita. Tapi dia satu¨Csatunya yang membuatnya tidak bisa berhenti. Bahkan dengan wajah seperti ini, dia merasa bahwa dia cantik, bahkan semakin dia melihatnya, dia semakin menyukainya. ¡°Buka matamu sebelum berbohong.¡± Samara mendengus, merendahkan dirinya dm kemarahannya: ¡°Dengan wajahku yang sepert ini, jangan bng bahwa kamu benar¨Cbenar menganggapnya cantik ¡°Cantik Samara meletakkan tangan kecilnya di dada Asta untuk mencoba mendorongnya menjauh: ¡°Siapa yang percaya...¡± Namun, detik berikutnya. Bibir Asta dengan cepat menutup bibirnya, secepat kt. Dengan penuh keheranan, Samara pun mngkah mundur tanpa sadar, namun seth mundur beberapangkah, punggungnya menempel ke dinding yang dingin. Dia sudah berada di situasi dimana tidak ada jn untuk kembaligi. This belongs ? N?velDra/ma.Org. Bibir dan gigi yang terjalin itu semakin memanas, dan ciuman itu juga membuat nafas Samara terengah¨C engah. Ketika Asta melepaskan Samara, tangan Samara pun terangkat dan dia menampar wajah Asta. ¡°Piakk¡°, tangan kecil itu mendarat di wajahnya yang tampan, dengan suara yang js. Lalu, Samara tertegun sesaat. Dengan keterampn Asta, tidak sulit baginya untuk menahan tangannya dan menghindar dari tamparannya, namun dia tidak menghindarinya, dia menerima tamparan yang tiba¨Ctiba itu. Samara terengah, bibirnya memerah dan sedikit membengkak: ¡°Asta, ini masih di taman kanak¨Ckanak... kamu tidak tahu malu!¡± ¡°Saya tidak bisa menahan diri.¡± Mata Asta sedikit terangkat, tatapan matanya dm, sedikit merasa bodoh akibat keinginannya: ¡°Saya... saya tidak slu se bergairah yang kamu kira, dimataku, kamu lebih menarik daripada wanita mana pun.¡± Kalimat ini... terdengar bodoh. Namun, ketika Samara menatap matanya, tidak ada keraguan dari tatapan matanya. Dia memakai topeng wajah untuk menyembunyikan identitasnya. Sma beberapa tahun ini, dia juga sudah terbiasa melihat semua kejahatan karena wajahnya yang jelek ini. Namun di mata Asta, dia sama sekali tidak membenci ¡®kejelekan¡¯¨Cnya. Hati Samara sangat terpana, seperti ada semacam ketergantungan, kehangatan dan kesetiaan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Dia merindukan kehangatan seperti ini, namun dia juga takut kehangatan yang dia dambakan ini akhirnya akan menckai dirinya sendiri. Dia ragu untuk berjuang. Dia tidak tahu harus bagaimana menghadapi Asta, dia hanya bisa buru buru berbalik untuk pergi, seperti binatang buas terperangkap yang berusaha mrikan diri. Samara menghabiskan waktu yangma untuk kembali tenang,lu dia berjn kembali ke gedung sekh untuk mencari Oliver dan Olivia Ketika dia melewati kantor guru, diangsung melihat Monica sedang berjn keluar dengan sebuah kotak kardus di tangannya. Sepertinya dia mengundurkan diri karena tekanan dari Asta. Mata Monica memerah karena menangis, dia menggertakkan giginya seth melihat Samara: ¡°Mengapa? Mengapa? Mengapa Asta membenciku, namun sangat peduli padamu?¡± Samara teringatgi pada ciuman dari pria itu,lu bergumam pada dirinya sendiri: ¡°Ya, kenapa, ya? Apakah dia buta?¡± ¡°Kamu,¡± Monica menghentakkan kakinya dengan keras: ¡°Jangan sombong, ibu kandung Oliver dan Olivia adh wanita tercantik, dan kamu juga tidak akan pernah bisa berakhir bersama dengan Asta!¡± ¡°Kamu telu banyak berpikir, saya tidak pernah berpikir untuk bersama dengannya.¡± ¡°Kamu¡ª¡± ¡°Mengajar dan mendidik anak itu bukah suatu hambatan.¡± Samara berkata dengan santai: ¡°Daripada bertanya mengapa? Lebih baik tanyakan pada dirimu sendiri. Dunia ini sangat adil, kamu menuai apa yang kamu tanam. Kamu membuatku merasa kamu sangat menyukai Asta, namun apa yang th kamukukan untuknya?¡± Monica yang baru saja mengg karena kecemburuannya pun terpaku. Melihat b mata Samara dari dekat, dia merasa bahwa sepasang mata ini sangat berbinar dan berku seperti bintang yang indah, sehingga membuat orang¨Corang tidak bisa mengalihkan pandangan darinya. Samara tidakgi melihat Monica yang terpana, dan berjn lurus ke arah ks. Ks yang tadi baru saja berakhir, snjutnya adh ks hraga orang tua¨Canak Oliver dan Olivia pergi ke ruang ganti dengan hati senang untuk berganti pakai hraga, bahkan Samara dan Asta juga harus mengganti pakaian. Samara sedikit mengernyit ketika melihat pakaian hraga berwarna putih yang diserahkan oleh Asta: ¡°Saya juga harus mengganti pakaian?¡± ¡°Oliver dan Olivia tidak pernah memiliki ibu untuk menemani mereka ke acara seperti ini.¡± Mata Asta sedikit sendu: ¡°Saya tidak ingin mereka kecewa, seharusnya kamu juga berpikir seperti itu, kan?¡± Asta memanfaatkan kelemahannya dengan sangat tepat. Ya, dia tidak ingin. Kasih sayangnya terhadap kedua anak kecil Oliver dan Olivia itu tidak bisa dijskan, tidak berwujud dan tidak bisa di gambarkan. Dia tidak perlu menghabiskan begitu banyak energi dan waktu untuk kedua anak yang tidak berhubungan dengannya itu, namun setiap berbicara mengenai mereka, hatinya akan melemah, dan dia tidak tega. Bibir Samara mengerut, dialu berbalik untuk masuk ke ruang ganti dan mengganti pakaian hraga. Asta memandang punggungnya, rencana licik melintas di matanya yang tajam itu, dan sudut bibirnya pun terangkat. Samara bisa menknya dengan kejam, namun, dia tidak percaya bahwa Samara bisa menk Oliver dan Olivia, kedua anak kecil yang imut itu. Next Chapter Bab 76 Bab 76 Bab 76 Seth Samara mengganti pakaiannya, dia pun berjn keluar dari ruang ganti. Begitu dia keluar, diangsung melihat Asta dan kedua anak kecil yang juga th berganti pakaian. ¡°Seperti yang diharapkan oleh tuan muda, pakaian hragamu sangat bagus.¡± Oliver tersenyum lebar, berkata dengan nada bos: ¡°Ayah, tolong foto saya bersama dengan Samara, saya akan menjadikan foto ini sebagai fotoyar ponselku.¡± Begitu mendengar ucapan Oliver, Olivia juga ingin mengambil foto: ¡°Mau... mau...¡± Samara masih marah dengan ciuman yang dimanfaatkan oleh Asta. Namun, dia tidak punya pilihanin sin menuruti kedua anak kecil itu. Sma itu adh permintaan Oliver dan Olivia, dia akan mencoba yang terbaik untuk memenuhinya. Oliver dan Olivia berdiri di kiri dan kanan Samara, mereka bertigalu berpose membentuk hati. Asta sangat jarang memotret, bisa dihitung dengan jari berapa kali dia memotret dirinya sendiri maupun memotret orangin. Ketika dia mengarahkan kameranya ke arah Samara dan sepasang anak kembarnya di bawah sinar matahari, senyuman terpancar dari sinar matanya. Mungkin topeng wajah itu bisa membuat hidung dan bibirnya menjadi jelek, namun matanya sama sekali tidak berubah. Sepasang mata yang cerdas, lembut, sejernih air di musim gugur Situasi yang indah, dengan sedikit sentuhan kelembutan, membuat Asta tidak bisa mengalihkan pandangannya sma beberapii wakili Samara seperti sebuah keadaan yang menyibir, tidak ada cara untuk keluar. hanya bisa membuatnya semakin mendekat. Selesai memotret. Ketika keempat orang yang berpakaian l?raga berwarna putih itu berjn ke tempat hraga, mereka terlihat seperti keluarga. Perbuatan Monica yang menyinggung Sumara tersebar dengan cepat, sekarang semua guru di taman kanak¨Ckanak sudah tahu bahwa Sumara ini merupakan orang yang berarti di hati Asta, dan mereka pun tidakgi berani menertawakan Samaragi. Namun.. This belongs to N?velDrama.Org. Masih ada beberapa orang tua murid yang memandang Samara dengan pandangan aneh. Samara menatap mereka kembali dengan sombong dan tidak ramah, tindakannya itu ml? membuat orang¨Corang itu menundukkan kep karena merasa segan. Oliver dan yanginnya mendaftar untuk mengikuti lombari estafet campuran 4¡Á100 untuk orang tua¨C anak. Kebetn mereka empat orang, masing¨Cmasing dari mereka akan mengambil tongkat sebanyak empat kali. Seth bunyi tembakan ¡°Pull¡ª¡°, Oliver mi beri dengan tongkatnya. Oliver menjadi orang pertama di putaran pertama, kemudian tongkat akan beralih ke Olivia, namun ketika Oliver beri, kakinya tersandung, dan tongkat itu pun jatuh ke tanah. Saat Olivia mengambilnya dan beri, mereka sudah menempati peringkat terakhir. Mata Olivia meskan air mata yang berbulir seperti anggur dan menangis, namun ketika teringat masih sedang dm perlombaan, dia pun beri sambil menangis. Ketika tongkat itu beralih ke tangan Samara, dia tidakngsung beri, dia pun menghiburnya dengan lembut. ¡°Apakah kamu percaya padaku dan ayahmu?¡± Olivia mengangguk semangat. ¡°Ku begitu jangan menangis, perhatikan baik¨Cbaik bagaimana cara kita mengejar ketertinggn.¡± Selesai mengatakan hal itu, Samara pun mengambil tongkat itu dan mi beri menuju Asta. Dia beri dengan cepat sehingga dia pun berhasil menduduki peringkat kedua. Ketika Asta mengambil tongkat itu dari Samara, dia sangat tercengang. Wanita itu bisa beri lebih cepat daripada pria. Sin karena berbakat, dia bisa membayangkan betapa kerastihan fisiknya. Seth pikirannya buyar, Asta tidak berani mengulur waktu, diangsung mengambil tongkat estafet itu dan beri menuju garis finish. Asta beri seperti cheetah, bagaikan angin yang belu, dan dia hampir mmpaui orang dengan peringkat pertama dm waktu sekejap. Akhirnya, Asta berhasil melewati orang itu. ¡°Menang!¡± Samara memegang wajah Olivia yang tembem,lu tersenyum: ¡°Olivia, sudah saya katakana bahwa saya dan ayahmu bisa mengejar ketertinggn.¡± Olivia pun tersenyum dengan manis, dia benar¨Cbenar sangat menyukai Samara Asta berjn ke samping Samara, wajahnya yang dingin itu memerah karena selesai berhraga. Nafas panas pria itu menyembur krlcher Samara, sehingga jantung pun berdetak kencang Jika mereka terus saling terlibat seperti ini, pasti akan semakin kacau. Samara menggigit ujung bibirnya untuk menghindari aroma dari pria itu, namun dia mh meraih pergngan tangannya.¡± ¡°Ke mana?¡± ¡°Tidak kemana¨Cmana.¡± Dm hati, Samara ingin mengatakan, bersembunyi darimu ¡°Tidak ada yang perlu dikatakan padaku?¡± ¡°Tidak.¡± ¡°Saya ada.¡± ¡°Ha?¡± Mata Samara membt penasaran: ¡°Apa yang ingin kamu katakan?¡± ¡°Hari ini, saya semakin lebih mengenal.¡± Asta tersenyum lebar, dan pancaran kebahagiaan di mata tajamnya: ¡°Kamu sungguh hebat, sedangkan saya, sangat sombong.¡± Bab 77 Bab 77 Bab 77 Wajah Asta yang ingin meleleh di bawah sinar matahari, dan hanya menyisakan ketampanannya. Dia adh pria paling tampan yang pernah Samara lihat, meskipun dia terus mengikutinya, dan slu mengacaukan suasana hatinya, ¡°Ayah, apa yang kamu bicarakan dengan Samara?¡± kening Oliver mengerut, dan wajahnya yang tembem penuh dengan kecemburuan. Samara adh wanita yang disukainya. Ayah sangat dekat dengannya, apakah ayah mencoba untuk merebutnya? Ayah adh seorang pria berusia tiga puluhan tahun, dia benar¨Cbenar tidak tahu diri, bagaimana bisa dia membandingkan dirinya dengan anak muda seperti dirinya? Asta melirik putranya dengan santai, dan ujung bibirnya bergerak: ¡°Tanyakan saja padanya.¡± Samara tersedak sambil memikirkan bagaimana cara menjawab pertanyaan anak kecil itu. Dan di saat ini. Terdengar seorang pria meraung dari samping, ¡°Raisa, Raisa! Kamu baik¨Cbaik saja, kan?¡± Belonging ? N?velDram/a.Org. Bersamaan dengan raungan pria itu, terdengar juga suara tangisan anak kecil dengan nafas terengah¨C cngah. ¡°Ibu, ada apa denganmu... ibu...¡± Pria dan anak kecil itu mengelilingi seorang wanita muda yang mengenakan pakaian hraga berwarna merah muda, rambutnya yang di kunor kuda th melonggar, dia meringkuk kesakitan dintai, wajah pucat seperti kertas, msnya berat dan pendek. Keckaan yang tiba¨Ctiba terjadi saat itu, membuat situasi di taman kanak kanak menjadi kacau. Guru wanita yang ada di tempat juga terkejut, reaksi pertamanya adh dia segera pergi ke ruang kesehatan untuk mencari guru kesehatan. Samara melirik wanita itu untuk melihat kondisinya. Bibirnya biru¨Ckeunguan, dia kesulitan untuk bernafas, tangannya yang kecil memegangi saku di dada kirinya, js itu adh serangan jantung. Untuk beberapa penyakit, dia tidak perlu mengambil tindakan. Namun, jika keadaan jantungnya sangat parah, jika tertunda satu menit saja, kemungkinannya untuk smat akan turun secara drastis. Sebagai seorang dokter, Samara pasti tidak bisa hanya melihat keadaan di sekitarnya itu dengan tenang. Dengan cepat, dia berjn ke sisi Raisa dan berjongkok,lu meletakkan tangannya pada pergngan tangan Raisa. Denyut nadinya sangat lemah, dan terasa cepat dan kacau. Dia berbaringgi untuk mendengarkan detak jatung dan nafas wanita itu, dan suara yang terdengar, seperti yang dia takutkan. Kondisi wanita ini lebih kritis dari yang dia bayangkan. Jika dm waktu tiga menit dia tidak disuntik, bahkan jika dia diantar ke rumah sakit pun, tidak ada gunanyagi. Samara menggulunga hraganya,lu mengeluarkan jarum akupunktur yang terbuat dari batu meteor yang diikat di betisnya. Dia mengeluarkan jarum dan mi mencari lilik akupunktur di tubuh Raisa. Ketika Nicky melihat istrinya Raisa mengmi serangan jantung, dia panik, tapi dia masih mempertahankan prinsipnya. ¡°Kamu adh seorang dokter?¡± ¡°Bukan.¡± Samara mengangkat matanya untuk melirik Nicky: ¡°Dokter forensik.¡± Ekspresi Nickyngsung berubah drastis: ¡°Tugas dokter forensik adh mkukan autopsi pada orang mati, bagaimana bisa kamu merawat Raisa? Pergh, saya tidak bisa percaya padamu, saya tidak bisa menyerahkan Raisa kepadamu.¡± ¡°Tidak percaya?¡± ¡°Saya tidak mungkin mempercayaimu!¡± Mata Nicky memerah: ¡°Kamu adh seorang dokter forensik, bagaimana saya bisa mempercayaimu! Jika kamu membunuh Raisa, nyawamu pun tidak bisa menggantikannya.¡± Dm keadaan genting seperti saat itu, tanggapan seperti itu hanya membuang¨Cbuang waktu. Keahliannya cukup untuk membuat Nicky pingsan dengan segera. Ketika pikirannya sedang rumit, Samara mengangkat matanya,lu memandang semua orang,lu pandangannya mendarat di Asta. ¡°Jika kamu mempercayaiku.¡± Samara berhenti sebentar,lu mnjutkan: ¡°Saat saya menusuk jarum nanti, kamu harus membantuku untuk menghentikannya, Jika kamu tidak percaya...¡± Sebelum Samara selesai berbicara, mata Asta yang tajam membeku, pandangan matanya serius. ¡°Saya percaya.¡± Sarnara sedikit mengangguk,lu berbalik untuk fokos memberikan akupunktur kepada Rajsa. Ketika Nicky melihat bahwa Samara, seorang dokter forensik itu sedang merawat Raisa, dia kebingungan dan ekspresinya sangat masam ¡°Saya tidak mengizinkanmu untuk menyentuh Raisa! Dia bukan benda untuk kamu uji coba! Sinkukan tanganmu!¡± Nicky, menung pada Samana pembinatang buas yang baru saja keluar dari kendani, mencoba untuk menariknya menjauh den Kansa Namun¡ª Sebelum Nicky bisa menyentuh Samara, bahunya terkunci. Mata Asta setengah menyipit, dan matanya muram: ¡°Siapa yang berani menyentuhnya tanpa izinku?¡± Next Chapter Bab 78 Bab 78 Bab 78 Asta yang mengenakan pakaian hraga berwarna putih, seluruh tubuhnya seperti dpisi sentuhan emas di bawah sinar matahari. ¡°Lantas kenapa jika kamu adh Asta? Pergh, saya tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada Raisa!¡± Mata Nicky memerah, dan dia pun meninju Asta seperti orang g. Dm setiap puknnya, Nicky meninjunya dengan kuat, namun itu sama sekali tidak menyakiti Asta. Asta hanya bisa bertahan, namun tidak akan membiarkan Nicky mendekati Samara. Samara membuka resleting di dada Raisa, memperlihatkan posisi lengannya. Di bagian tiga jari pergngan tangannya, dia menusuk jarum akupunktur untuk mempercepat aliran darahnya. Setiap tusukan yang dia buat itu tepat dan akurat. Guru kesehatan yang buru¨Cburu datang untuk mengambil alih pasien, namun mh dipelototi Samara. ¡°Jangan bergerak¡± Guru kesehatan itu dikejutkan oleh pancaran mata Samara, dia pun tidak berani bergerak karena bayangannya mempengaruhi tusukan jarum Samara. Sangat ingin menymatkan orang, Samara tidak bisa menjskan benar dan sh, dia hanya bisa menggunakan cara pengobatan yang tercepat dan termudah. Hanya saja¨C¨C Dia tidak pernah menyangka bahwa pria ini... begitu mempercayainya tanpa sedikit keraguan? Hatinya merasa hangat, dia pun tenanglu kembali fokus pada jarum di tangannya. Sepuluh menit kemudian. Nicky yang mengenakan pakaian berwarna terang, dia tampaknya tanpa lh mencoba untuk menerobos pertahanan Asta. ¡°Uhuk uhuk...¡± Raisa terbatuklu matanya terbuka pehan. Samara melepaskan jarum¨Cjarum yang tertusuk di tubuh Raisa satu per satu, mengembalikannya ke dm tas kecilnya, dan mengikatnya kembali ke betisnya. ¡°Selesai.¡± Mendengar suara Samara, Nicky pun tercengang. Semua pria biasanya tidak mudah meskan air mata, namun air mata Nicky mes, dengan cepat dia berjn ke sana dan bertanya dengan penuh semangat: ¡°Raisa, apa yang kamu rasakan sekarang? Tidak apa-apa, kan?¡± Belonging ? N?velDram/a.Org. ¡°Suamiku, saya mengira... saya akan mati.¡± Raisa menatap Nicky dengan ketakutan, suara sangat bergetar: ¡°Namun ketika saya sedang merasakan kesakitan, saya merasa bahwa darah di jantungku tiba¨Ctiba menjadi hangat, saya belum pernah senyaman ini sejak saya kecil...¡± Begitu dia mendengar perkataan Raisa, mata Nicky memancarkan ketidakpercayaan. Raisa memang memiliki kinan jantung sejakhir, keadaan memburuk seth dia mhirkan. Di suatu tengah mm, Raisa mengambil obat penghng rasa sakit di bkangnya berkali¨Ckali agar bisa tertidur, bahkan dia meminta seorang pengacara untuk membuat surat wasiat saat dia berusia dua puluhan. Vicki sangat bahagia, dia pun berlutur ke arah Samara. ¡°Wat vara tidak seharusnya berkata seperti itu tadi, terima kasih, terima kasih th menymatkan Raisa Samara buru¨Cburu menghentikanva: ¡°Ini mash prioritas, penyakit ismu ndak dapat ditunda, dan saya tidak punya waktu untuk menjskan kepadamu hamu peduli padanvin, dan in normal bagimu untuk mempertanyaannya. Dia masih perlu pergi ke rumah sakit untuk citpens nunti, pemeriksaan menyeluruh, namun sebelum dia pulih, dia tidak boleh berpartipasi pada perlombaan estafet orang¨Ctua semacam ini ¡°Rusa adh segnya bagiku. Jika kamu menymatkannya, kamu juga th menymatkanku Suva, Nicky akan slu mengingat kebaikanmu sma hidupku Vickr dan Raisa memiliki hubungan yang mendm, dan dia juga merupakan orang yang tahu bagaimana cara berterimakasih. Dia akan membs kebaikan ini seratus kali lipat. Takdir Samara adh untuk menymatkan orang, dan juga dia tidak perlu dibavar, dialu tersenyum tanpa mengatakan apa¨Capagi. Samara berjn pergi. Asta dan kedua anak kecil itu mengikutinya dari bkang ¡°Kamu luar biasa. Samara!¡± Oliver memandang Samara dengan kagum: ¡°Kamu bahkan mengerti pengobatan tradisional: Bisakah kamu mengajariku nanti: Saya juga ingin bjar.¡± Mata Olivia juga berbinar, dan berkata dengan susah payah: ¡°Bjar... bjar Samara memandang kedua anak kecil itu, dan merasa geli dengan ekspresi kedua anak kecil itu. Memikirkan tentang Javier dan Xavier, yang satu suka IT, dan yanginnya suka akung, tidak ada satupun dari kedua bayi itu yang tertarik pada pengobatan tradisional, namun dia tidak pernah mengira bahwa Oliver dan Olivia sangat tertarik dan antusias. Tapi aturan sudah ditetapkan oleh Kakek sejak awal... Harus memiliki hubungan darah dengan keluarga Kurnia untuk mewarisi cara akupunktur yang terbuat dari batu meteor, dan mempjari buku buku pengobatan tradisional dari keluarga Kurnia. Meskipun Samara juga sangat menyukai Oliver dan Olivia, namun mereka sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengannya, jadi dia tidak bisa menurunkannya. ¡°Oliver, Olivia, maafkan saya.¡± Bab 79 Bab 79 Bab 79 Mata Oliver yang awalnya berbinar, pun meredup. ¡°Lupakan saja... saya hanya bercanda saja, dan tidak benar¨Cbenar ingin bjar.¡± Oliver ingin bersikap cuek, namun aktingnya telu buruk, kekecewaan tertampang js di wajahnya yang tembem itu, dia tidak bisa menyembunyikannya. Olivia masih bersikap tidak putus asa, dia menarik¨Cnarik sudut pakaian Samara. Namun, Samara menggelengkan kepnya dengan sungguh¨Csungguh: ¡°Olivia, jika kamu ingin mempjari halin, saya dapat mengajarkan semua padamu, kecuali keterampn di bidang ini.¡± Olivia benar¨Cbenar ingin bjar, namun dia tidak ingin menyulitkan Samara. Dia menganggukan kepnya dengan patuh, namun matanya memerah, seperti seekor kelinci kecil yang bermata merah. Seks, Samara melihat air mata di mata Olivia, namun dia hanya bisa merasa asam dan sakit di hatinya. Js¨Cjs Olivia bukan putrinya¡­ Namun, hanya melihat matanya yang memerah, Samara merasa bahwa kasih sayangnya sebagai seorang ibu meluap di sekujur tubuhnya. Asta memeluk Oliver dan berkata dengan pn: ¡°Kalian sangat menyukai Samara, Samara juga sangat menyukai kalian. Kalian tidak perlu menempel padanya dengan mengikutinya mempjari pengobatan tradisional, sma kalian memikirkannya, saya yakin dia akan menemani kalian.¡± Begitu suaranya terdengar, pandangan kedua anak kecil itu pun tertuju padanya Samara tidak pernah berpikir bahwa Asta akan mengatakan hal seperti itu, dia tidak menahan diri untuk tidak terkejut. Pria ini... Kenapa dia sangat memahaminya? Melihat Samara diam tidak berbicara, Asta pun mengangkat alisnya: ¡°Benar, kan?¡± Samara pun tersadar,lu mencubit pipi tembem Olivia: ¡°Ya, saya benar benar sangat menyukai Oliver dan Olivia.¡± Matahari pun terbenam. Keempat orang mengenakan pakaian hraga berwarna putih. Pemandangan yang indah. Serangan penyakit Raisa yang sangat tidak terduga ini, membuat taman kanak¨Ckanak mengakhiri kunjungan orang tua lebih awal. Ketika Samantha tiba dengan mobil Alphard¨Cnya dan berdiri di gerbang taman kanak¨Ckanak, penjaga keamanan mh memberitahu bahwa semua anak¨Canak dan orang tua th pergi dari taman kanak¨C kanak. Ekspresinyangsung berubah. Dia tahun hari ini adh hari kunjungan orang tua, jadi dia bergegas datang untuk menunjukkan diri di depan Asta dan sepasang anak kembar itu. Dia th menunda syuting untuk bergegas datang, namun siapa sangka kedatangannya mh sia¨Csia. Samantha melirik hadiah Ultraman dan Barbie yang ada di tangannya,lu menjatuhkannya. Sepasang anak kembar ini... adh benih dari wanita itu! Dirinya tidak pernah beruntung mengenai hal apapun yang berhubungan dengan sepasang anak kembar ini! Singkatnya, mereka adh musuh besarnya! Hati Samantha sangat marah, namun dia tidak meluapkannya di hari siang bolong ini. Dia menelepon manajernya dan memintanya untuk bergegas kembali dan menjemputnya. Saat Samantha menunggu mobil Alphard¨Cnya untuk menjemputnya, dia mh terdengar beberapa guru wanita sedang bergosip di sana. ¡°Menurutmu... apa hubungan wanita itu dengan Pak Asta? Bahkan mereka berpartisipasi dm lomba lari estafet campuran 4¡Á100 untuk orang tua anak bersama dengan tuan kecil dan nona kecil.¡± ¡°Bukankah dari nama estafet ini sudah cukup js? Dia pasti wanitanya Asta.¡± ¡°Wajah yang penuh dengan bintik¨Cbintik itu... dan masih bisa menjadi wanita Pak Asta, sungguh membuatku iri padanya.¡± ¡°Benar! Untuk apa seorang wanita disukai oleh banyak pria, disukai oleh seorang pria seperti Pak Asta saja sudah sangat beruntung!¡± Samantha berjn melewati mereka dengan wajah pucat, sementara para guru wanita itu sedang asyik mengobrol. ¡°Kalian mengatakan bahwa wajah wanita itu dipenuhi oleh bintik¨Cbintik?¡± This belongs ? N?velDra/ma.Org. Para guru wanita tertegun sesaat,lu menjawab secara spontan. ¡°Ya... benar...¡± ¡°Asta menyukainya?¡± Samantha mendengus menghina dan menurunkan kacamata hitam dari hidungnya, ¡°Kalian th menonton th banyak drama, ya? Bagaimana mungkin Asta bisa menyukaunya? Sebagai guru, kalian seharusnya mengurangi gosip¨Cgosip yang tidak js kebenarannya. Asta tidak mengumumkan ibu kandung dari sepasang anak kembarnya, bukan berarti wanita itu tidak ada.¡± Samara th meninggal lima tahun yanglu. Dih yang membawa Oliver dan Olivia ke kediaman Costan. Dia, Samantha, saat ini merupakan ¡®ibu kandung¡® dari sepasang anak kembar ini. Next Chapter Bab 80 Bab 80 Bab 80 Mobil Alphard berhenti di depan Samantha. Samantha sama sekali tidak mempedulikan para guru wanita itu, seth dia membuka pintu mobil dan masuk ke dmnya, mobil punngsung mju pergi. Dia melepas kacamata hitamnya, matanya yang bt penuh dengan kemarahan. Manajer Vicky awalnya hendak bertanya mengapa Samantha selesai begitu cepat, namun ketika dia melihat ekspresi Samantha yang kesal, dia pun memilih untuk diam. Samantha menggigit tangkai kacamata hitamnya, gigitannya semakin kuat setiap kalinya. Samantha sangat yakin, wanita dengan wajah penuh bintik itu adh Samara. Sudah cukup jika sepasang anak kembar yang nakal itu menyukai wanita jelek itu, sekarang bahkan Asta pun mi menyukainya? Sebelumnya, dia mengira bahwa wanita ini telu jelek, pasti Asta tidak akan pernah melihatnya, jadi dia tidak mempermashkannya. Namun...... Beberapa hal itu berkembang di luar ekspektasinya. Informasi yang baru saja dia dengar tadi menyadarkannya. Jika terus di bjarkan, dia khawatir ¡®Samara¡® akan menjadi penghng dm hidupnya, sama seperti wanita yang sudah meninggal itu. ¡°Vicky, ininta Kak Roy selidiki seseorang untukku.¡± ¡± Kak Samantha, siapa maksudmu?¡± ¡°Samara Wijaya.¡± Samantha berkata dengan dingin, ¡°Secepatnya, saya ingin tahu kabarnya secepat mungkin.¡± ¡°Baik.¡± Seth meninggalkan taman kanak¨Ckanak, mereka berempat pergi ke Restoran Metroluxe untuk makan mm, mereka terlihat seperti keluarga. Selesai makan mm, Asta mengantar Samara untuk png terlebih dahulu. Kedua anak kembar itu duduk di barisan bkang mobil, sementara Asta dan Samara duduk di barisan depan. Ketika mobil terhenti dintai bawah kediaman Samara, dia berbalik untuk mengucapkan smat tinggal kepada sepasang anak kembar itu. Seth berbalik, Samara mendapati bahwa kedua anak kembar itu sudah sama¨Csama tertidur. Dua anak kecil yang memiliki pipi tembem itu, mata mereka tertutup, bulu mata mereka sangat lentik dan tebal, seperti boneka, mulut mereka berdua sedikit terbuka. Sangat lucu hingga dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mencubit pipi mereka. Anak¨Canak yang lincah dan aktif, namun sekarang mereka sudah kehabisan energi. Mereka pasti sudah sangat lh seharian ini, sehingga mereka bisa tertidur di mobil Samara tentu saja tidak tega membangunkan mereka, sudut bibirnya sedikit bergerak, dia mengucapkan smat tinggal kepada mereka dm hatinya. This belongs to N?velDrama.Org. Saat berbalik, dia tidak mengingat keberadaan Asta di sampingnya Namun, dia tidak menduga bahwa Asta juga sedang berbalik ke samping untuk melihat kedua anak kecil itu di bkang Di dm mobil sangat sempit, sehingga saat dia berbalik, wajah Samara pun berada sangat dekat dengan Asta. Bibirnya... dengan lembut mengusap sudut bibir pria itu. Yang terjadi berikutnya, sama sekali tidak mereka duga. Keempat mata itu saling berhadapan, dan ada sedikit kepanikan di tatapannya. Samara menyhkan dirinya karena terpengaruh oleh Asta. Asta menyhkan ciuman yang tidak di sengaja tadi, ciuman itu meningkatkan gairahnya, dan darah di tubuhnya hampir mendidih. Ciuman di koridor tadi sore, meskipun dia mencium Samara hingga hampir kehabisan nafas, tapi baginya... ciuman itu, telu singkat. Bibirnya telu manis. Asta merasa kesulitan untuk mengendalikan dirinya, dan tidak ingin repot untuk menenangkan diri. Dia tidak ingin tenang. Saat ini, dia hanya ingin mencium bibirnya dm¨Cdm. Samara yang bisa merasakan gairah Asta, berkata: ¡°Terima kasih... Saya jn duluan ya.¡± Sambil mengatakannya, tangannya meraih sabuk pengaman, dia ingin pergi dengan cepat, dan keluar dari situasi ini sebelum terjadi hal¨Chal di luar kendali. Tapi... Asta sudah mengetahui niatnya. Jarinya yang kuat dan panjang itu mencubit dagu Samara, memaksanya untuk menatap lurus ke matanya, dan tidak melihat ke arah yangin. Jika kedua anak itu melihat adegan ambigu antara dia dan ayah mereka, pasti akan sulit untuk menjskan kebenarannya pada mereka. ¡°Asta¡­ bisakah kamu¡­ tenang?¡± Takut bisa membangunkan kedua anak kecil di kursi bkang, Samara berusaha mungkin untuk menahan suaranya. Samara berpikir dengan berkata demikian, Asta akan lebih bersikap sebagai seorang ayah. Namun dia telu meremehkan kelicikan dan ketidakmaluan Asta, dan hanya berkata dengan suara rendah. ¡°Saya... tidak bisa tenang.¡± Next Chapter Bab 81 Bab 81 Bab 81 ¡°Apa?¡± Bulu mata Samara bergetar, tidak menyangka akan kata¨Ckata yang keluar dari mulut Asta. ¡°Asta, Oliver dan Olivia ada di sini, kamu jangan..¡± Sayangnya.. Bahkan sebelum dia bisa mengucapkan kata ¡®g¡®, pria itu sudah menunduk untuk mencium bibirnya yang merah dan sedikit terbuka. Ciuman itu seperti badai, hampir tidak memberi Samara waktu untuk beradaptasi, ciuman yang sangat mendm. Samara berusaha menghindar, namun Asta memegang dagunya erat, tidak mengizinkannya untuk menghindar. Nafas mereka menjadi lebih berat karena bibir dan gigi mereka berdua saling terkait.. Samara sangat ketakutan. Takut kedua anak kecil yang sudah tidur nyenyak itu terbangun oleh suara yang tidak pantas mereka dengar. Dasar Asta, pria tidak taliu malu, dia masih tahu malu! Tangan kecil Samara mencubit lengan Asta dengan keras, namun pria itu sepertinya tidak merasa apa¨C apa, sama sekali tidak bergeming. Sebaliknya, dia mh menghukumnya dengan menciumnya lebih dmgi. Dari penampn luarnya, dia terlihat arogan dan dingin, tapi sebenarnya, hatinya seperti binatang buas. ¡°As.. Asta¡­ kamu ... ¡°Apakah kamu yakin mau membangunkan Oliver dan Olivia?¡± M tajam Asta yang menatap penuh kesuksesan, dan suaranya yang sangat menawan: ¡°huh?¡± Di dm mobil, bukan hanya ada dia dan Asta. Dia dm mobil, ada si kecil Oliver dan Olivia. Dia sangat yakin jika Samara akan menurutinya dan membiarkannya mkukan apa pun yang dia inginkan di situasi seperti ini! Samara menggerakkan giginya dengan kesal, namun dia tidak berani mengeluarkan suara yang besar, karena dia takui membangunkan kedua anak kecil itu. Terpancar kebahagiaan di mata Asia yang tajani, menatap wanita yang berantakan karena dicium olehnya Js mereka scharusnya berhenti mkukan, namun melihat Samara yang berantakan... sungguh membangkitkan gairah pria illi, yang membuatnya hanya ingin membuatnya terlihat lebih berantakangi... agar terlihat lebih baik, ¡°Ayah..¡± Suara Oliver yang tiba¨Ctiba terdengar itu menegangkan Samara Oliver sudah terbangun? Tapi di saat ini, bibir pria itu masih menempel padanya, bukankah situasi ini yang dilihat anak kecil itu saat ini? Wajah Samara pun memucat, diangsung berbalik untuk melihat ke bkang, Mata Oliver masih tertutup rapat, ujung bibirnya meskan air liur, dan dia mengigau. ¡°Ayah... saya akan meminta Samara untuk... menjadi istriku!¡± ¡°Kamu harus bersikap lebih baik pada Samara... dia akan menjadi memantu perempuanmu di masa depan...¡± ¡°Hehe¡­.¡± Mungkin dia sedang memimpikan adegan yang indah, sudut mulut anak kecil itu hampir berada di bkang telinganya, Melihat pria kecil in hanya mengigau dan tidak bangun, Samara pun incrasalega Baguh! Dia hanya sedang mengigau! Seth mendengar keinginan hati putranya, Asta mh menjadi gelisah. ¡°Seorang anak kecil ingin bersaing denganku?¡± Asta meremas dagu Samara dengan jari¨Cjarinya, dan menatapnya dengan matanya yang tajam: ¡°Saya tidak berpikir untuk memiliki apapun, namun sckarang ada. Yang saya inginkan adh, saya harus menjadikanmu sebagai milikku, Milikku seorang.¡± Samara terhuyung¨Chuyung meninggalkan llummer itu. Dia mrikan diri dengan sangat malu, diari seperti th kehngan pelindung besinya, dia bahkan lupa untuk mengucapkali smat tinggal pada kedua anak kecil itu Pikiran Samara berantakan, sampai terhembus angin mm, suhu di wajahnya baru menurun. Asta... Sebagai kep keluarga Costan, pria ini seharusnya penuh perhitungan, kan?¡± Tapi mengapa saat dia melihatnya tadi, matanya penuh dengan kasih sayang dan kelembutan. Seth kembali ke rumah. Dia merobek topeng wajah¨Cnya,lu menatap bibirnya di cermin. Belonging ? N?velDram/a.Org. Bibirnya berantakan karena Asta, tapi untungnya Jaxier dan Xavier tidak ada, jika tidak, dia tidak tahu bagaimana cara untuk menjskannya kepada mereka. Apakah pria ini... serig ? Tepat ketika Samara mmun, ponselnya berdering. Next Chapter Bab 82 Bab 82 Bab 82 Samara mengh nafas tenang,lu menjawab panggn dengan membkangi cermin. ¡°Bu, ini saya.¡± Samara yang sedang menggosok bibirnya yang merah dan bengkak, berkata dengan santai, ¡°Timothy, ada apa kamu mencariku?¡± Timothy yang hidup slu santai, suaranya sangat jarang terdengar serius: ¡°Sejak minggu ini, Perusahaan Farmasi Wijaya dari keluarga Wijaya th memburu personil R&D Perusahaan Farmasi Intermega kita, dan tiga dari mereka th mengajukan pengunduran diri dari saya hari ini.¡± ¡°Saya tidak menyangka dengan kepergian saya sma beberapa tahun ini, tidak hanya kinerja Perusahaan Farmasi Wijaya saja yang turun, namun tindakan mereka juga terc.¡± Mata Samara menyipit,lu dia mengetuk meja marmer dengan jarinya. ¡°Bu, apakah kita perlu...¡± ¡°Tidak perlu mengambil tindakan, saya belum tahu trik Heru.¡± Samara meledek: ¡°Perusahaan Farmasi Wijaya adh kerja keras kakekku, namun sekarang semuanya menjadi kacau, dan benar¨Cbenar membutuhkan bantuan. . Saya tidak ingin Perusahaan Farmasi Wijaya bangkrut akibat Heru dan Emma sebelum saya mendapatkan kembali semua kerja keras kakekku.¡± Justru karena berurusan dengan keluarga Wijaya, makanya Timothy ragu untuk meminta bantuan dari Samara. Meskipun dia tidak tahu apa yang terjadi pada Samara lima atau enam tahun yanglu, namun yang js itu bukan hal baik. Tujuan panggn mm ini, sin untuk membicarakan Herli, masih ada satu anggota keluarga Wijaya yang perlu di bicarakan. ¡°Bu, Samantha sedang menyelidikimu, dan sikapnya berbanding terbalik darimu.¡± ¡°Saya sebelumnya pernah sekali bertemu dengannya...¡± Belonging ? N?velDram/a.Org. ¡°Apa? Ku begitu, apakah dia?¡± *Tidak Samara meny Timothy, bibirnya yang merah berkata santai: ¡°Di dm hatinya, saya sejak lama sudah mati dm kebakaran itu. Bahkan jika dia merasa saya sangat familiar, takutnya bahkan mati pun dia udak akan teringat padaku, saya masih ludup dan akan muncul di ¡°Namun jika vamantha berinisiatif untuk menyelidikimu, apakah itu berani dia sudah Mencurigamu¡® Perkataan Timothy membuat Samara menjadi tak yakin dengan pemikirannya tadi ¡°Identitasku dijaga oleh Oscar dan Javier, dia tidak mungkin mengetahuinya.¡± Mata Samara menyipit, dan suaranya pun menjadi dingin: ¡°Bahkan jika dia menemukannya seth mundur sepuluh ribu Langkah,lu kenapa?¡± Palingan dia akan merasa kurang kerenlu membs dendam saja.¡± Sangat g! Sangat bangga! Namun Timothy sama sekali tidak merasa bahwa Samara mengatakannya secara hiperb, karena dia tahu lebih baik dari siapa pun bahwa Samara memang memiliki kualifikasi seperti itu. Seth menutup panggn, Samaralu menuangkan segs anggur merah untuk dirinya,lu dia duduk di dekat jend di kamar tidur. Keluarga Wijaya. Adh dendamnya dan juga bekas lukanya. Dm proses untuk membs dendam, yang juga sama dengan mengupas penipuannya sma beberapa tahun ini. Sangat bagus. Awalnya, dia masih ingin meninggalkan beberapa waktu mereka untuk bertahan hidup, namun dia tidak berpikir untuk meminya sendiri. Kediaman Costan. Asta mengantar Oliver dan Olivia png ke rumah. Karena ciuman yang sangat memikat dengan Samara, suasana hati Asta menjadi sangat baik, dan sepasang mata tajam yang dingin itu menjadi selembut cahaya bn. Ciuman ini ... Satu¨Csatunya kelemahannya adh dia tidak menunggu reaksinya. Jika suatu hari, wanita kecil ini bersedia untuk duduk di pangkuannya dan mengambil inisiatif, bagaimana caranya untuk merangsang pengman dengan suara itu? Memikirkan hal ini, Asta mau tidak mau menarik¨Cnarik lehernya, dan mulutnya tiba¨Ctiba terasa kering Dia membuka pintu untuk turun dari mobil, namun dia hanya melihat seorang wanita berbalut gaun renda putih dan berdiri di depan gerbang. Saat Samantha melihat Astagi, ketidaksabaran untuk menunggu tiba¨Ctiba menghng dm sekejap, dan matanya pun berbinar. ¡°Asta, akhirnya kamu png.¡± ¡°Kecilkan suaramu.¡± Kening Asta sedikit mengernyit: ¡°Oliver dan Olivia sudah tertidur, jangan sampai mereka bangun.¡± Samantha pun mengangguk. Asta memasukkan satu tangannya ke sakunya, dan tatapan wajahnya setajam pisau Dia menatap Samantha dengan matanya yang tajam saat ini, dingin dan tanpa kehangatan: ¡°Katakan, untuk apa kamu mencari saya?¡° Next Chapter Bab 83 Bab 83 Bab 83 Samantha berkata pn: ¡°Saya tahu hari ini adh hari kunjungan orang tua di taman kanak kanak Oliver dan Olivia, jadi saya sengaja mengambil cuti untuk mengikuti acara ini bersama kalian. Namun sayangnya, saat saya tiba di taman kanak¨Ckanak, kegiatannya sudah berakhir.¡± Asta mendeham pn untuk menanggapinya. Samantha tiba¨Ctiba merasa sangat tidak nyaman dan merasa dirugikan. vaman leras Sma beberapa tahun ini, dia th menjaga Asta, namun mengatakan dia bahkan tidak mau banyak berbicara dengannya? ¡°Asta, bisakah kamu tidak memperkukan saya seperti itu?¡± Mata Samantha memerah, dia hampir mes air mata. ¡°Saya th mengandung dan mhirkan Oliver dan Oliva, js saya adh ibu kandung mereka, namun saya mli tidak untuk bersama mereka setiap saat.¡± Samantha mngkah mendekati Asta, air matanya mes seperti Mutiara: ¡°Mereka tidak menyukaiku dan tidak mau berinteraksi denganku, bahkan kamu.. kamu juga sangat dingin terhadapku. Asta, kita dulu sangat dekat, bisakah kamu bersikap lebih baik padaku?¡± Di tengah angin mm musim panas. Tubuh Samantha menawan, air matanya juga diwarnai dengan sedikit keindahan yang pedih. Biasanya jika seorang pria melihat seorang wanita cantik menangis di hadapannya, dia akan mereka menderita dan buru¨Cburu memeluknya. Namun Asta masih tetap berekspresi dingin, tidak ada perubahan emosional yang terlihat dari tatapan matanya. ¡°Kamu datang mencari saya dengan membawa Oliver dan Olivia, saya sudah mengatakan hal ini dengan sangat js.¡± ¡°Saya...¡± ¡°Saya tidak pernah menjanjikan apa pun padamu.¡± Asta menyipitkan matanyalu berkata, ¡°Sebelumnya tidak ada, dan smanya juga tidak akan ada.¡± Mendengar perkataan itu, Samantha merasa sedih dan enggan, dialu berkata dengan histeris: ¡°Tapi bagaimanapun juga saya adh ibu dari Oliver dan Olivia!¡± Ini adh kartu As¨Cnya. Asta bisa meninggalkannya, namun sepasang anak kembar itu tidak bisa! Meskipun tanpa status dan gr sebagai nyonya, namun ibu dari pewaris keluarga Costan tetah dia! Mata Asta meliriknya sesaat, dan bertanya dengan enggan. ¡°Apa? Samantha tidak menangkap keanehannya itu, dan terus mengeluh tentang dirinya. ¡°Saya saya tidak meminta apa¨Capa, saya hanya ingin tetap di sisimu dan melihat Oliver Olivia tumbuh dengan sehat.¡± Asta mengerutkan bibimya dan tidak mengucapkan apa¨Capa. Matanya yang tajam menatap mata Samantha, dan dia tidak berkedip untuk waktu yangma, seh¨C seh sedang mencoba untuk mengertinya Ini adh pertama kalinya Asta melihat Samantha untuk waktu yangma, dan dia merasa sedikit tidak wajah. Dia dan wanita kecil itu mirip_ Mereka memilikit mata bt yang sama persis, jika hanya melihat bentuk dan warnanya, mata mereka hampir tidak ada perbedaan. Namun sayangnya, tatapan sepasang mata bt yang ada di hadapannya ini kurang jernih dan cermat daripada yang dia sukai. Tidak peduli sebagaimana miripnya, itu bahkan bukan pengganti ¡°Asta, kamu ¡°Saya akan meminta Pak Michael untuk mengirim supir untuk mengantarmu png.¡± This belongs ? N?velDra/ma.Org. Asta tidakgi melihat Samantha, dia mengeluarkan kedua anak kecil itu dan kursi bkang dan langsung membawa mereka ke atas. Samantha menatap punggung Asta, keengganan dan kerinduannya pun menjadi semakin kuat. Pria seperti ini Dia th memikirnya sma enam tahun penuh, bahkan dia membunuh kakak perempuannya sendiri demi dia Bagaimana dia bisa r.. begitu saja r melepaskannya? Sarrara png kerja dari ruang autopsi forensik dan th membuat janji untuk pergi berbnja bersama Jane Meskipun Jane hanya sedikit lebih muda dari Samara, namun sikapnya masih seperti gadis kecil Hal pertama yang diakukan tiba di mall adh mengunjungi toko kosmetik Jane sangat suka berdandan, jadi dia akan banyak membeli ketika berada di toko tersebut. Melihat Samara yang menemaninya, tidak membeli apa pun, Jane bertanya karena merasa malu, ¡°Bu, kamu hanya menemaniku melihat¨Clihat saja, kamu tidak membeli apa¨Capa?¡± ¡°Saya tidak akan menggunakannya.¡± Samara menggeleng. Topeng wajah ini palsu. Kulit aslinya sangah bagus, tidak ada jerawat maupun bintik¨Cbintik, memang tidak perlu menggunakan riasan. Pyan wanita di toko itu ingin menjual satu produkgi, jadi dengan antusias dia mempromosikan : ¡°Nona, kami baru saja merilis concealer yang sangat bagus, sangat cocok untuk menutupi bintik¨Cbintik di wajahmu, kamu boleh mencobanya.¡± Jane juga menyetujuinya: ¡°Iya benar! Coba saja, bu!¡± Namun di saat itu, ada sebuah suara melengking yang terdengar. ¡°Ada begitu banyak bintik di wajahmu, saya rasa satu botol concealer ini pun tidak akan cukup untuk menutupinya!¡± Orang yang berbicara adh Amelia Next Chapter Bab 84 Bab 84 Bab 84 Ketika Amelia melihat wajah Samara yang penuh dengan bintik¨Cbintik itu, dia pun tidak bisa menahan emosi di hatinya. Pria seperti Jonas, yang statusnya lebih baik dari pacar aslinya, Felix. Kenapa dia harus ternodai oleh wanita jelek di hadapannya ini? Janes lebih marah dari pada Samara, temperamennya sebagai nona besar punngsung terlihat. ¡°Kenapa kamu berbicara seperti itu?¡± ¡°Apakah saya sh berbicara?¡± ejek Amelia: ¡°Orang¨Corang menggunakan sedikit concealer sudah cukup, namun wanita ini apakah sedikit concealer cukup untuk menutupi seluruh wajahnya? Lagian, saya sedang membicarakannya, bukan membicarakanmu, kenapa kamu yang berteriak padaku?¡± Janehir di keluarga terkenal, dia memiliki kemampuan untuk berurusan dengan orang¨Corang, namun dia kehngan temperamennya di depan wanita ini. ¡°Lagian, percaya atau tidak, saya bisa mencabik¨Ccabik mulutmu!¡± Bibir Amelia merengut dan berkata, ¡°Ckckck, di dunia ini masih ada orang jelek yang tidak boleh dikatai!¡± Samara mengambil concealer dari pyan toko tersebut, dan dengan sengaja mengangkat alisnya. Dia mengambil kuas dari tempat kosmetik, menaruh concealer di kuas tersebut,lu mengolesnya ke mulut Amelia sebanyak dua kali. Mulut Amelia mengejek dan menghina dengan sangat baik, namun dia tidak menyangka bahwa mulutnya akan di olesi dengan concealer, dia pun mengg di tempat itu. ¡°Kamu... apa maksudmu!¡± ¡°Mulutmu memiliki noda besar, kenapa kamu tidak cepat¨Ccepat menutupinya?¡± mulut Samara sedikit berkedut, tatapan matanya penuh kesombongan: ¡°Sebotol concealer ini, saya yang bayar saja, anggap saja yang membelinya untukmu.¡± N?velDrama.Org owns this text. ¡°Kamu¡ª¨C¡± Sebelumnya, Amelia sudah ingin menampar wanita ini, namun sayangnya dia tidak memakai sepatu saat itu, bahkan juga ada polisi di sana. Dia merasa Samara hanya keras kep, jadi dia harus memberinya pjaran. Amelia menyeka concealer di mulutnya dengan jarinya,lu mangangkat tangannya untuk menamppar Samara, Tapi...... Saat tangannya terangkat, Samara sudah meremas pergngan tangannya dengan erat. ¡°Ahh...¡± Amelia tidak menyangka Samara begitu kuat, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mendesis. Dibandingkan dengan ekspresi Amelia yang kesakitan, Samara sedikit memiringkan matanya, dan lengkungan di sudut mulumya semakin terangkat Tungan kecilnya yang tidak terlihat kuat, namun bisa menggenggam Amelia begitu keras hingga dia sama sekali tidak bisa bergerak. ¡°Apa seru menggeriak orang?¡± Samara bertanya dengan cuck, ¡°Apa kamu mengira mama bkangmu, Leonardi dan pacarmu, Felix itu sudah sangat hebat?¡± ¡°Kamu ... bagaimana kamu tahu bahwa saya...¡± ¡°Semua omong kosongni, saya bahkan taliu lebih banyak daripada orang tuamu. Jika kamu masih ingin bersama dengan Felix, bersikah lebih bijaksana, jika tidak, hati¨Chati saya meledakkan km ikanmu.¡± ¡°Kamu......¡± Amelia sangat terkejut hingga dia hanya bisa terdiam, mulutnya ternguga untuk wakili yangma. Seth menyelesaikan ucapannya, Samara melepaskan pergngan Amelia dengan begitu saja. Amelia tidak meyangka bahwa Samara akan tiba¨Ctiba melepaskannya, dia pun terhuyung danngsung jatuh kentai karena kebingungan. ¡°Jika kamu berani memberitahu Felix, saya... saya tidak akan membiarkanmu.¡± ¡°Tergantung suasana hatiku.¡± Samara sedikit menunduk, tatapan matanya penuh peringatan: ¡°Jangan memancingku, jika kamu beranigi, sulit bagi saya untuk menjamin bahwa saya tidak akan memberi tahu kak Felix.¡± Pengngan kali ini... Seluruh pikirannya tertuju pada keluarga Wijaya, namun jika Amelia seperti ini, dan ingin mati sendiri, maka dia juga tidak akan menknya. Dan benar saja, ckspresi Amelia menjadi sangat buruk saat dia mendengar perkataannya. Tiba¨Ctiba, Amelia merasa bahwa tatapan Samara.. sebenarnya sedikit familiar, sepertinya dia pernah melihatnya di suatu tempat. Penari Dia pasti pernah bertemu dengan wanita ini. Tapi, bagaimana keras pun Aindlia berusaha mengingat, dia tidak mengingat dimana ia melihat wanita dengan wajah bintik¨Cbintik ini. ¡°Kamu... siapa kamu sebenarnya?¡± Amelia terduduk dintai dan terus menatap Samara: ¡°Bagaimana kamu tahu nama keluargaku Leonardi? Bagaimana kamu tahu Felix itu pacarku? Kamu mengenalku?¡° Next Chapter Bab 85 Bab 85 Bab 85 Kenal? Bagaimana mungkin tidak kenal? Meskipun saat itu dia tidak benar¨Cbenar menyukai Felix, namun Amelia dan Felix menujukkan sebuah pertunjukkan yang bagus, berng-ng kali memainkannya. Dia secara khusus pergi ke rumah sakit untuk mkukan tes sumsum tng bkang, untuk mendonornya kepada Felix, namun ternyata itu hanya permainan Felix dan Amelia bka untuk mempermainkannya. Dia mempekukan Felix sebagai senior yang dia hormati. Dia dan Amelia mh membodohinya seperti itu. Atas dasar mereka konglomerat, dan dia datang pinggiran kota dan dia miskin? Samara teringat kembali kenangan yang tidak menyenangkaan itu, dan sudut mulutnya sedikit berkedut: ¡°Ya.¡± Suara sengau dengan nada yang berakhir meninggi membuat pertahanan Amelia runtuh seketika. Wanita berkata dia mengenalnya, tapi mengapa dia tidak mengingatkan? Dan juga...... Jika wanita membohonginya, bagaimana dia tahu bahwa dia mengselingkuhi Felix di bkangnya? Jika Felix tahu apa yang diakukan di luar sana, Felix pasti tidak akan membiarkannya. Wajah Amelia pucat, tatapannya penuh kepanikan. Samara mengeluarkan kartu kreditnya dan berkata kepada pyan di toko, ¡°Saya akan membayar concealer ini dan memberikannya kepada nona Amelia.¡± Pyan itu menyaksikan semua kejadian antara Samara dan Amelia dengan matanya sendiri, dan dia sangat mengagumi Samara ¡°Baik, tidak mash.¡± ¡°Terima kasih.¡± Seth membayarnya, Samara dan Jane pun berjn keluar dari toko. Samara ingin mendiskusikan kejadian ini dengan Jane, namun dia tidak melihat Jane di sampingnya. Saat dia berbalik, dia baru menyadari bahwa Jane mengikutinya dari bkang seperti penggemar kecilnya. ¡°Ada apa denganmu?¡± ¡°Bu, bukankah itu sangat hebat?¡± Janc memuji Samara: ¡°Emosi wanita itu menghng dm waktu sekejap hanya dengan beberapa perkataanmu.¡± ¡°Semakin suka orang mengejek, semakin dia takut untuk di ejek.¡± Samara menggeleng dan berkata: ¡°Hanya saja saya tidak menyangka, dia semakin keteluan seth beberapa tahun tidak bertemu dengannya.¡± ¡°Bu, apakah kamu benar¨Cbenar mengenalnya?¡± Samara mengangguk secara spontan. ¡°Bu, ku begitu... kenapa dia tidak bisa mengenaliinu?¡± Jane tiba¨Ctiba mendekatinya, memperhatikan topeng wajahnya, dia merasa ada sesuatu yang tidak beres. Wajah Samara yang dianggap sangat jelek ini, seharusnya meninggalkan kesan jika dia pernah melihatnya. Namun dari pekuan wanita itu terhadap Samara tadi, sepertinya dia sama sekali tidak mengingatnya? Samara mendorong wajah Jane agar dia menjauh, dan berkata dengan santai: ¡°Saya tidak kenal dekat dengannya dulu, sangat wajar jika dia tidak mengingatku.¡± ¡°Lalu apakah kamu akan memberitahu pacarnya, siapa itu namanya..., dan membuat km ikan itu menjadi berantakan?¡± This belongs to N?velDrama.Org. Tidak perlu.¡± Samara mengedipkan matanyalu berkata: ¡°Mereka sama saja, bajingan pria dan wanita snurahan, mereka sangat cocok.¡± Apakah perkataan ini telu kejam? Namun, Jang sangat menyukainya, dia sudah hampir menjadikan Samara sebagai panutan. Kakek benar¨Cbenar pandai meni orang bisa mengajak wanita yang luar biasa seperti dia ke unit kriminalberat sebagai konsultan forennik! Seth itu, Samara dan Janc berpisah, bersiap untuk png Namun ia tiba ta sporing wanita datang ke mahnya dan berkata dengan penuh hormat Samantha? Samara sedikit terkejut: ¡°Samantha?¡± Vicky mengangguk: ¡°Benar, saya manager dari kak Samantha. Ada yang ingin dia bicarakan denganmu.¡± ¡°Tapi, tidak ada yang ingin saya bicarakan dengannya.¡± Vicky tertegun sejenak, dia merasa malu dan matanya memerah: ¡°Nona Samara, jika kamu tidak ikut denganku, kak Samantha akan menyhkanku.¡± Mata Samara terus memperhatikan ekspresi Vicky. Dia tidak berakting, dia benar¨Cbenar menangis. Jika dipikirkan, dengan penampn Samantha yang seperti peri namun beracun di dm, manajernya ini hanya umpan meriamnya saja. ¡°Baih, saya ikut.¡± Next Chapter Bab 86 Bab 86 Bab 86 Melihat Samara setuju untuk ikut dengannya, Vicky mengangguk dengan air mata berlimang ¡°Nona Samara, kak Samantha tidak ada di sini, perusahaan kami.¡± polu meminta untuk ke kantor pusat ¡°Oke,¡± Bibir Samara mengerut dan dia pun duduk di naik ke mobil Alphanditu dan duduk di bkang Vicky. ¡°Ini¨C¨C Saat Vicky menolch, chia melihat Samara memberi tisu kepadanya t a untuk ¡°Ambih¡± Samanan memi pembicani , ia berkata dengan satu, ¡°Air Ma orang yang memahamian, orang yang indak memakamani, inerek banyak menganggapinu lemah dan hanya akan lemn T erkini.¡± Hati Vicky bergetar, namun dia tidak bisa berkande apa apa Nada bicara Samara lembut, wu tatapan matanya tidak iruju padanya, namun Vicky bisa dengan js merasakan perhatian orang asing itu padanya Dia mengambil tisu itu darinya,lu menyeka air matanya, dia merasakan sedikit kehangatan di hatinya, Mobil Alphard pun berhenti di depan Perusahaan lliburan Mahkota Pintu terbuka, Samaralu mengikuti Vicky untuk masuk ke gedung perusahaan hiburan. Perusahaan lliburan Mahkota adh perusahulubunan yang ickenal, bukan hanya perantara artis atau produksi film dan Iclevisi, pemasaran mereka memiliki pengaruh besar dm lingkaran hiburan. Aktor Justin dan aktris Selena sama¨Csama berada di naungan l¡®erusahaan lliburan Mahkota sejak sebagai pendatang baru, sampai akhirnya menjadi daftar orang dengan pencarian tertinggi di lingkaran hiburan. Namun Sepengetahuan Samara, Samantha tidak berada di bawah naungan Perusahaan lliburan Mahkota, minkan di Perusahaan Hiburan Intermega Bagaimana dia bisa berada di Mahkota? Melihat kening Samara mengerut, Vicky berinisiatif untuk menjawab kebingungannya ¡°Nona Samara, kontrak kak Samantha dengan nama akan segera berakhir, N intedant bernegosiasi dengan Mahkota mengenai kontrak baru. Jika tidak ada kend, akhir bn ini dia akan mengumumkan kontrak barunya dengan Perusahaan Hiburan Mahkota.¡± ¡°Oh begitu.¡± Sumber daya Samantha sangat bagus sma beberapa tahun ini, dia memiliki modal namun tidak memiliki pekerjaan dan penghargaan. Mahkota slu suka menandatangi artis dengan keierampn bisnis yang kuat, dan saat ini Samantha akan menandatangani kontrak dengan mereka, Samara sedikit tidak menduganya. Sepertinya ada beberapa cerita di balik penandatanganan kontrak ini, ada beberapa cerita. Samara tersenyum, namun tatapan matanya seperti puncak es, dingin dan tajam. Vicky membawa Samara ke ruang tunggi VIP,lu mengetuk pintu. ¡°Tok tok...¡± ¡°Masuk.¡± Vicky membuka pintu, menggigit bibirnya dan mporkan pada Samantha: ¡°Kak Samantha, saya sudah membawa nona Samara datang.¡± Saat ini, Samantha sedang duduk di sofa yang terbuat dari kulit asli dengan mata tertutup. Saat mendengarngkah kaki, dia baru pehan membuka matanya dan menatap manajernya Vicky dan Samara yang secara fisik sangat jelek itu. Dua pasang mata itu saling berhadapan. Samara bertemugi dengan Samantha, dan dm sekejap kebencian yang terukir di tngnya berkumpul menjadi suatu kesatuangi di hatinya. Pembunuh yang merugikannya, mengambil anak¨Canaknya dan membakarnya tepat di hadapannya, dia adh adik kandung perempuan yang memiliki hubungan darah paling dekat dengannya di dunia ini. Wajah yang sangat mirip ini... membuat Samara tidak bisa berpikir rasional seth melihatnya untuk waktu yangma. Sakit. Benci. Tangan Samara yang kecil terkepal crat, hingga kuku jarinya meninggalkan bekas di tpak tangannya, Mengapa orang yang pernah paling ingin dia manja dulu.. bisa menjadi wanita penggoda seperti ini? ¡°Nona Samara, kamu sudah datang, duduh.¡± Samantha menggosok pelipisnya dengan jari jarinya, melirik Vicky n berkata dengan dingin, ¡°Vicky, untuk apa kamu masih di sini, apakah saya masih hartis mengajarimu cara menjamu tamu?¡± This belongs to N?velDrama.Org. ¡°Saya. Saya akan pergi sekarang.¡± Vicky berbalik dan meninggalkan ruang tungku, ruang lunggu VIP yang besar itu, sekarang hanya Samara dan Samantha yang tersisa di sana Samanthan bangkat dari soli, menginjak stiletto dengan tinggi tujuh atau dpan sentimeter,lu pehan berjn menuju Samara Samara bisa merasa bahwa mata Samantha tertuju pada dirinya, menatapnya dengan cermat, seperti scrang mengevaluasi dirinya dari atas kep hingga ke ujung kaki. ¡°Saya mendengar bahwa kamu dan Asta sangat dekat akhir¨Cakhir ini...¡± kata Samantha seth cukup mengevaluasinya, Next Chapter Bab 87 Bab 87 Bab 87 Samantha tersenyum sangat manis, namun tidak ada pancaran kebahagiaan di matanya. ¡°Teman Asta adh temanku, saya yakin kita akan memiliki hubungan yang baik.¡± Samara dan Samantha adh saudara kembar, Samantha mengatakannya dengan samar, namun menurut Samara, maksud dari perkataannya adh dia sedang menjskan kepemilikannya terhadap Asta. Mendengar itu, Samara teringat kembali saat dia berasa di toko buku dan kopi tanpa mengenakan topeng wajah, dan Asta mengiranya sebagai Samantha. Saat itu¡­.. Asta mendorongnya ke sudut rak buku dan menciumnya dengan ganas. Ciuman panas yang membuat bibirnya merah dan bengkak hingga berdarah. Sekarang, mendengar Samantha berkata begitu, bibir Samara hanya bisa cemberut, matanya yang bt memancarkan kemarahannya. ¡°Antara kamu dan Asta...¡± ¡°Saya dan dia.¡± Ketika membahas tentang Asta, Samantha tersipu malu: ¡°Sma beberapa tahun berada di sisi Asta, kamu adh wanita pertama yang berada di kediaman Costan.¡± Samantha memang Samantha. Sebuah tembok yang gp ini menghambat hubungan antara dirinya dengan Asta, sudah cukup bisa membuat kepnya pecah! Belonging ? N?velDram/a.Org. Namun, siapa Samara? Dia mencibirnya dan menatap Samantha yang ada di hadapannya: ¡°Ku begitu, saya sangat penasaran, kamu bisa keluar masuk dari kediaman Costan, kenapa Asta masih belum menikahimu?¡± ¡°Kamu¨C-¡± Sebelum dia selesai berbicara, Samara berkatagi: ¡°Tidak tahu berapama kamu berada di sisinya? Cinta itu juga ada kadaluarsanya. Jika di undur teluma, kedua bh pihak mungkin sudah lh, dan pernikahan mungkin tidak bisa dksanakangi saat itu. Kamu harus segera bergegas untuk menikah dengan Asta, epat mungkin.¡± Perkataan Samara menusuk hati Samantha, ckspresinya pun berubah kaku, Lima tahun. Lima tahun penuh. Dia mengganti identitasnya menjadi Samara, menk tawaran¨Ctawaran besar yang tidak terhitung juhnya, hanya karena dia ingin menikah dengan Asta. Namun sampai saat ini... keinginannya belum terwujud. ¡°Apakah kamu sedang sarkas padaku?¡± tanya Samantha, ekspresinya berubah. ¡°Berbicara kasar dan menertawakan orangin disebut sarkasme. Bukankah apa yang saya katakan itu kenyataan?¡± Samara membs tatapan Samantha, sudut mulutnya menyeringai, dan tatapan matanya penuh kesombongan. Ingin menantangnya? Mengira dia masih seperti gadis enam tahunlu yang datang dari pinggiran kota dan bodoh itu? Dulu dia bodoh, dia mengabaikan tanda¨Ctanda dan memberi kesempatan pada Samantha untuk menckainya, namun sekarang, tidak mungkingi! Samantha merasa kesal, namun dia masih bisa mengendalikan emosinya dan menenangkan dirinya. ¡°Nona Samara, bagaimana jika.. kitangsung saja ke inti pertemuan kita.¡± Samantha mengeluarkan map berwarna kuning dari atas sofa,lu menyerahkannya kepada Samara. ¡°Ini adh: ¡°Seperti yang kamu katakan, saya belum menikah dengan Asta, tapi cepat ataumbat, saya akan menjadi Nyonya Costan. Saya tidak percaya bahwa di dunia ini ada persahabatan antara pria dan wanita, saya tidak ingin kamu berada di dekat Asta.¡± Jadi, kamu ingin saya meninggalkan Asta dengan memberiku sejuh uang?¡± Samara menjt sudut mulutnyalu bertanya. ¡°Kamu sebagai seorang dokter forensik seharusnya tidak menghasilkan banyak uang, kan? Lima miliar, saya akan membayarmu sebesar itu untuk berhenti berhubungan dengan Asta¡± Samantha berhenti sejenak,lu mnjutkan. ¡°Jika kurang, saya masih bisa menambahkangi.¡± Samara tidak pernah membayangkan bahwa percakapan antara ibu mertua kaya raya dan menantu miskin akan terjadi padanya dan Samantha. Meskipun Asta th menciumnya dan pernah memberikan kehangatan padanya, namun pria yang pernah disentuh oleh Samantha... Bagaimana mungkin dia bisa jatuh cinta padanya? Trauma lima tahun yanglu, mungkin juga th menghngkan kemampuannya untuk Bonentai seseorang Melihat kening Samara mengerut, Samantha berkata pngaimana menurmu? Penawaranya udah tidak rendah.¡± Samara mengangat tangan kecilnya, mengambil map berisi dokumen yang diserahkan oleh Samantha: ¡°Oke, tapi saya mau sepuluh miliar, tidak kurang sepeser pun.¡± Next Chapter Bab 88 Bab 88 Bab 88 ¡°Sepuluh miliar?¡± Samantha sedikit terkejut: ¡°Kamu benar benar berani meminta harga?¡± ¡°Bukankah Asta berni sepuluh miliar?¡± Samara membuka tali dari map dokumen itu dan berkata dengan ms: ¡°Jika kamu merasa sayang dengan uangmu, maka saya akan terus berada di sisi Asta. Meskipun wajahku yang penuh binukiniudak cantik dirimu, tapi mungkin Asta Inemiliki selera yang kuat, dan mh menyukai orang seperti saya.¡± ¡°Kamu.¡­..¡± Samantha memang merasa Samara jelek Bintik¨Cbintik di wajahnya, membuatnya seluruh wajahnya terlihat jelek dan kotor Sin mata btnya yang terlihat hidup in, tidak adaki dan wajah Samara yang bisa dilihat Namun, dia adh wanita pertama yang mendapat pengecualian dari Asta Dan juga, wanita itu juga Bernama Saman, meskipun dia yakin wanita yang ada di hadapannya ini bukan dia, tapi meskipun memiliki nama dan nama keluarga yang sama, Samantha merasa tidak beruntung. ¡°Oke.¡± Samara mengepalkan tangan kecilnya dan berkata dengan tegas: Sepuluh miliar, Ictapi seth kamu menandatanginya, kamu benar¨Cbenar harus menjauh dari kehidupan Asta, kamu tidak diizinkan unyuk bertemu dengannyagi.¡° Samara menjawab dengan cepat: ¡°Oke.¡± Dia bisa tidak bertemu dengan Asta, dan mendapatkan uang sebesar sepuluh miliar, mengapa tidak? Pria seperti Asta... pernah memiliki ibu kandung Oliver dan Olivia, dan sma beberapa tahun ini juga memiliki Samantha. Jika Samantha menginginkan pria yang berhati dan pikiran yang tidak bersih itu, maka tinggalkan saja untuknya! Hanya saja...... Ketika Samara menandatangani dan menulis nama di kolom tanda tangan, ada rasa sakit di hatinya. Hanya saja rasa sakit itu bisa ditekan oleh rasionalitas Samara. Dengan cepat, Samara th menandatangani dan menyerahkan dokumen itu kepada Samantha. ¡°Saya sudah menandatanganinya.¡± Hanya membutuhkan waktu kurang dari satu menit bagi Samara untuk menyetujui dan menandatangani dokumen itu. Tidak ada yang tidak cocok, semuanyancar dan mengalir seperti air, sch¨Ch tidak sulit baginya untuk tidak bertemu dengan Astagi. Seth mengambil cek itu, Samara berbalik dan meninggalkan ruang VIP dengan elegan Perusahaan Hiburan tentu saja penuh dengan pria tampan dan wanita cantik, sin aktris yang cantik dan tampan, umumnya, para pekerjanya juga lebih cantik dan tampan daripada industriinnya. Samara yang berjn di Perusahaan Hiburan Mahkota, benar¨Cbenar terlihat seperti orang asing. ¡°Wanita itu terlihat familiar, apakah kamu pernah melihatnya?¡± ¡°Tidak pernah, wajahnya penuh dengan bintik¨Cbintik, seperti tidak pernah mencuci muka.¡± Mendengar perkataan itu, telinga Samara menjadi gatal, dia mengeluh di dm hatinya, tidak bisakah memilih kata yang lebih bagus? Tapi tepat ketika Samara ditunjuk¨Ctunjuk, terdengar seseorang memanggilnya dari bkang. ¡°Penymat.¡± Ehh... apakah itu panggn untuknya? Samara menoleh dan melihat Nicky yang memakai setn berwarna biru. Dia memiliki kesan terharap pria itu, dia pernah menymatkan istrinya dari serangan jantung. Awalnya Nicky tidak yakin apakah itu Samara atau bukan, namun ketika dia menoleh, dia baru yakin. ¡°Penymat, tahukah kamu bahwa sangat sulit bagiku untuk mencarimu?¡± ¡°Penymat, mengapa kamu ada di sini?¡± Samara, yang baru saja ditertawakan oleh semua orang, dipegang erat oleh Presiden Direktur Perusahaan Hiburan Mahkota, dan memanggilnya dengan sebutan Penymat membuat mereka merasa Presiden Direktue mereka sedikit berlebihan, sch dia akan berlinang air mata. Semua orang tampak tercengang Samara menyipitkan matanya yang bt: ¡°Kamu adh?¡± Nicky baru menyadari bahwa mereka tidak sh mengenal, dan berkata: ¡°Penymat, izinkan maya untuk memperkenalkan diri, nama saya Nicky, dan saya adh Presiden Direktur dari Perusahaan liburan Mahkota.¡± Nicky N?velDrama.Org owns this text. Pria berusia awal tiga puluhan di hadapannya itu adh Nicky? ¡°Halo, nama saya Samara.¡± Nicky yang slu tegas dan berprinsip dm urusan bisnis, yang tidak pernah berekspresi baik terhadap para bawahan eksekutif, namun dia mh sangat sopan dan sabar terhadap Samara. ¡°Penymat, apakah Anda memiliki waktu sekarang? Bagaimana jika kamu duduk sebentar di kantorku?¡± Next Chapter Bab 89 Bab 89 Bab 89 Samara dipekukan sebagai VIP dan diundang ke kantor Presiden Direktur olch Nicky dengan tatapan yang penuh semangat. Semua orang melihat punggung Samara dengan ekspresi yang sangat terkejut. Wanita ini... Apa kemampuan yang dia miliki, hingga bisa membuat Presiden Direktur Perusahaan Hiburan Mahkota sangat menghormatinya? Di dm kantor Presiden Direktur. Nicky mempershkan Samara untuk duduk di sofa, dan tanpa merepotkan asistennya, dia sendiri yang turun tangan untuk menuangkan secangkir the untuk Samara. Untuk sesaat, embun panas menguap dan aroma teh pun tercium. ¡°Sejak kecil, keschatan Raisa memang kurang baik, apgi seih mhirkan Martin, dokter bahkan th mendiagnosis bahwa akan sangat sulit baginya untuk melewati usia tiga puluhan.¡± Nicky memandang Samara dengan serius: ¡°Keterampn medismu luur biasa, mungkin ini adh harapan terakhir saya, saya ingin memintamu untuk membantu Raisa, Saat itu dia berkata padaku, jantungnya tidak pernah merasa senyaman itu sejak dia kecil. Saya baru menyadari dengan apa yang disebut sebagai tidak ada gej bukan berarti bahwa dia tidak kesakitan atau menderita, Di depan saya dan Martin, dia slu mporkan kabar baik, bukan kabar buruk.¡± Mata Samara sedikit menyipit, menyesap teh, dan membuka mulutnya dengan santai. ¡°Jika saya bisa menyembuhkan Nyonya Raisa...¡± ¡°Maksudmu adh..¡± Tangan Nicky mengepal dengan penuh semangat: ¡°Kamu bisa mienyembuhkan Raisa?¡± ¡°Lalu, jika saya bisa menyembuhkan Nyonya Raisa maka kamu akan memberiku Perusahaan Hiburan Mahkota¨Cmu?¡± berbicara tentang ini, mata Samara terangkatlu menyipit untuk melihatnya. Tarupa ragu¨Cragu Nicky berkata, ¡°Saya bersedia, asan Raisa bisa sembuh, semua properti atas nama saya bisa diberikan kepadamu.¡± Sarrara esdak berharap Nicky menjawab seperti itu, namun keteganan Nicky dm memberikan jawaban tanpa mengejutkannya Sejak jatrat dulu, cinta seorang pria slu beruliah ubah Cinta Nicky yang mendm terhadap Raisa, sangat sulit untuk membuat orang tidak terharu. Samara meletakkan cangkir teh yang ada di tangannya, dia berpikir sejenaklu berkata: ¡°Meskipun Nyonya Raisa sudah tehir dengan penyakit jantung, bukan berarti penyakit itu tidak bisa disembuhkan. Saya akan menggunakan jarum akupunktur untuk memperbaiki jantung yang rusak,lu melengkapinya dengan ramuan obal untuk meningkatkan efeknya. Hanya saja kedua jenis obat ini sangat mahal danngka, perlu usaha keras untuk menemukannya.¡± ¡°Anda bisa memberitahuku, saya akan mencoba yang terbaik untuk menemukan dua ramuan ini.¡± ¡°Saya terus memperhatikan tentang ini, saya akan memberitahumu begitu saya mendapatkan kabar.¡± ¡°Baik, baik.¡± Mata Nicky memanas, dia terus tertawa hingga hampir menangis: ¡°Saya sangat bahagia karena kamu berjanji untuk menyembuhkan Raisa... kamu mungkin tidak tahu betapa pentingnya Raisa bagiku. Asalkan dia bisa tetap hidup, bahkan jika saya harus memberikan nyawaku untuknya, saya juga bersedia.¡± Samara sangat tersentuh hingga sudut mulutnya terangkat,lu berkata dengan tulus, ¡°Pak Nicky, hari¨C hari untuk saling mencintai antara kamu dan nyonya masih panjang.¡± ¡°Terima kasih, saya akan segera meminta pengacara untuk membuat perjanjian untuk memberikan Perusahaan Hiburan Mahkota atas nama penymat.¡± ¡°Pak Nicky, saya tidak menginginkan hak milik, saya hanya menginginkan dua hak dari Perusahaan Hiburan Mahkota.¡± ¡°Katakan saja.¡± ¡°Kontrak berjangka sma tiga tahun untuk semua artis yang berada di bawah naungan Perusahaan Hiburan Mahkota, termasuk hak untuk membuat keputusan atas pembuatan film.¡± Samara berkata: ¡°Seth tiga tahun, kontrak akan otomatis berakhir.¡± Nicky sangat mengkhawatirkan kondisi kesehatan Raisa, dia sama sekali tidak peduli dengan syarat yang diajukan oleh Samara. Saat ini, meskipun syarat yang disebutkan Samara agak sedikit aneh, tapi tidak berlebihan, dan Nicky tentu saja tidak bisa menknya. Alis Samara mengangkat dengan kebahagiaan. Samantha ingin menandatangani kontrak dengan Perusahaan Hiburan Mahkota,lu pertunjukan baik akan berdatangan. Grup Costan, Kantor Presiden Direktur. Asta menatap ponselnya, sedikit tercengang. Wilson jarang melihat Asta tenggm dm ponselnya untuk waktu yangma, dia tidak tahan untuk tidak bertanya: ¡°Presiden Direktur, beberapa minggugi adh ng tahun tuan kecil dan nona kecil, apakah kamu sedang memikirkan bagaimana cara untuk merayakan ng tahu mereka?¡± Belonging ? N?velDram/a.Org. ¡°ng tahun Oliver dan Olivia?¡± Mata Asta yang tajam itu mengedip,lu dia melirik Wilson. ¡°Pengingat yang bagus.¡± Dengan begini, akhirnya dia memliki san yang js dan iepat untuk mencari wanita kecil itu. Next Chapter Bab 90 Bab 90 Bab 90 Wilson kebingungan karena mendadak di puji oleh Asta, dia pun meninggalkan kantor Presiden Direktur dan kembali untuk bekerja di meja kerjanya. Asta bangkit pehan dan berjn ke jend untuk melihatngit dengan cahaya matahari yang akan terbenam. Pancaran cahaya matahari yang berwarna jingga itu jatuh di tubuh pria itu, membuatnya yang terbalut dm kemeja putih itu tampak lebih elegan dan keren. Dia menghubungi nomor Samara. ¡°Tutt......¡± Telepon tersambung dengan cepat, dan suara Samara yang nyaring pun terdengar. ¡°Halo.¡± ¡°Ini saya, Asta.¡± Sambungan telepon tiba¨Ctiba menjadi hening, seh menunggunya untuk berbicara terlebih dahulu. ¡°Apakah kamu ada waktu mm ini? Saya ingin bertemu denganmu, Oliver dan Olivia akan segera berng tahun, saya ingin membahas denganmu...¡± ¡°Mm ini tidak ada waktu.¡± Samara menknya dengan baik. ¡°Besok?¡± ¡°Besok juga tidak ada waktu.¡± ¡°Lusa?¡± ¡°Tidak ada juga.¡± Asta sepertinya sudah kehngan kesabarannya, alisnya terangkat,lu bertanya: ¡°Baih, ku begitu beritahu saya, kapan kamu punya waktu? Saya akan menyesuaikan waktu denganmu.¡± ¡°Saya tidak nyaman bertemu denganmu.¡± Samara sedang duduk di rumah, dan tangannya sedang mmbaikan cek itu saat mengatakannya: ¡°Atau bisa di bng, snjutnya kita jangan bertemu Begitu mendengar ucapan itu, ekspresi Asta tiba¨Ctiba menggp. Jari tangan yang memegang ponsel itu mengepal erat, hingga tangannya menjadi putih pucat, dan urat berwarna biru tampak js di punggung tangannya. ¡°Apa kamu tahu dengan apa yang kamu katakan?¡± nadia kemarahan tersirat dari pertanyaan pria itu. ¡°Tahu.¡± Samara meletakkan cek di atas meja kopi dan memeluk kakinya dengan crat, terpancar sedikit rasa dingin di matanya yang bt. Bahkan tanpa cek sebesar sepuluh miliar dari Samantha, dia dan Asta... memang sebaiknya tidak saling bertemugi. Dia memang memiliki Oliver dan Olivia. Memang benar, Samantha bisa keluar masuk dari kediaman Costan. Dan memang benar juga, clia mengiranya sebagai Samantha dan menciumnya dengan ganas. Presiden Direktur yang dingin dan tegas macam apa, dia kira dia sudah sangat hebat? Meskipun dia sendiri juga tidak tahu mengapa dia mengenakan topeng wajah, tapi pria ini masih saja mendekatinya seperti ini. Sekarang dia sama sekali tidak ingin masuk ke dm pusaran perasaan, terutama... yang berhubungan antara Asta dan Samantha. ¡°Samara, kamu tidak tahu.¡± Samara tersenyum sinis dan berkata pehan: ¡°Mengapa saya tidak tahu? Saya hanya tidak ingin bertemu saja.¡± ¡°san.¡± Alis mata Asta terangkat dengan ekspresinya dingin. san? Samara melirik cek itu, ada sebuah kebahagiaan di atas kemngan orangin di matanya. ¡°Samantha th mencariku, dia berkata jika saya tidak bertemu denganmu, dia akan memberiku sepuluh miliar.¡± Samara berakting santai dan mengangkat suduh mulutnya: ¡°Asalkan saya tidak bertemu denganmu, saya akan mendapatkan bayaran sebesar sepuluh miliar, betapa bagusnya ini! Saat itu, saya th menandatangi perjanjian dan menerima cek sebesar sepuluh miliar dari Samantha.¡± Dia memang menerima uang dari Samantha, namun dia tidak berkewajiban untuk membantunya menjaga rahasia ini. Adapun mengenai... Apa yang dipikirkan Asta tentang Samantha, sama sekali bukan urusannya, Ada keheningan untuk waktu yangma di telepon. Seth waktu yangma, terdengar suara seorang pria yang rendah di telepon. ¡°Samara, apakah di hati, saya hanya berni sepuluh miliar?¡± Samara tercengang, namun dia tetap menjawab dengan tegas: ¡°Ya.¡± ¡°Saya adh kep keluarga Costan dan Direktur Grup Costan, sejak kapan pendanganmu menjadi begitu sempit?¡± Asta bertanya dengan lembut. Mendengar perkataan itu, jantung Samara pun berdetak kencang. Di saat ini...... Samara sangat beruntung karena berada di seberang telepon, jika tidak, maka Asta pasti bisa melihat pandangannya yang kacau. ¡°Asta, semuanya sudah tembut sekarang.¡± Samara menggigit bibirnya dan berkata, ¡°Saya th menerima uangnya dan menandatangani perjanjian, jadi saya tidak bisa mnggar perjanjian.¡± Belonging ? N?velDram/a.Org. Next Chapter Bab 91 Bab 91 Bab 91 Seth mengucapkan kata¨Ckata ini, Samara mengambil inisiatif untuk mematikan telepon. Mungkin karena merasa bersh, seth menutup telepon, dia mengaktifkan mode pesawat di teleponnya. Pria ini... Js memiliki hubungan dekat dengan ibu kandung Oliver dan Olivia, dan masih menjalin hubungan dengan Samantha sma ini. Sekarang tiba¨Ctiba datang padanya dan bertingkah seperti kekasih? Apakah Asta mengira dia adh gadis bodoh yang tidak tahu apa¨Capa tentang hal duniawi? Samara melingkarkan lengannya di kakinya, meringkuk menjadi b kecil, dan bergumam dengan bibir merahnya. ¡°Asta, kamu adh pembohong besar! Saya tidak percaya padamu!¡± Namun, melihatyar yang th ditutup oleh tangannya, Samara hanya bisa merasa bahwa hatinya kosong, sebuah kehngan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Pada saat yang sama. Presiden Grup Costan, Asta, merasa dadanya sesak. Hanya dengan 10 miliar dapat membuat wanita kecil ini meninggalkannya? Jika dia menginginkan uang, Asta dapat memberinya berapapun yang dia inginkan, bahkan jika dia menginginkan semua miliknya, dia juga akan memberikannya, karena nyawanya pun akan diberikan untuknya. Belonging ? N?velDram/a.Org. Tapi... Dia bng dia takut akan mnggar perjanjian dan tidak bisa mau bertemu dengannyagi? ¡°Samara.¡± Tatapan tajam mata Asta yang dm dan gp: ¡°Saya... th sangat percaya padamu. Kamu tidak akan bisa pergi dariku.¡± KINGS bar. Samara inemasuki ruangan yang th dipesan Timothy sebelumnya, dan di dm ruangan itu, ada Timothy dan Peter, yang sudah datang lebih awal. Ketika Timothy melihat Samara, dia menjadi seperti siput yang lengket di tempatnya. ¡°Bon, kamu sudah datang?¡± Timothy inengeluarkan sebotol anggur: ¡°Ini adh 82 vintage dari Roman¨¦e¨CConti Grand Cru favoritmu, saya berhasil mendapatkannya baru¨Cbaru ini, jadi saya m§Ön§åi§ä§â§Ñ§á§å§Ñ untuku¡± ¡°Ku begitu, saya akan menikmatinya dengan baik.¡± Timothy, yang dipuji oleh Samara, merasa tinggi hati. ¡°Hmm, bagus ku bos menyukainya.¡± Peter, yang mendengarkan percakapan antara keduanya, tercengang. Wanita di depannya... js bukan Samara, tapi mengapa Timothy memanggilnya bos? ¡°Timothy, ini...¡± Peter tidak bisa berpikir untuk beberapa waktu: ¡°Bukankah seharusnya bos kamu adh Samara? Berapa banyak bos yang kamu miliki?¡± Mm ini, Samara datang ke bar tanpa memakai topeng wajah jeleknya, tapi dia mengenakan topeng wanita cantik dari keluarga kaya. Lagi p... Jika memakai wajah seperti itu, akan membuatnya agak repot untuk keluar masuk bar. Timothy sudahma mengetahui wajah aslinya dan fakta bahwa dia biasanya memakai topeng wajah jelek. Namun, dia lupa bahwa Peter belum mengetahuinya. Samara membuka bibirnya dan pehan berkata: ¡°Saya, adh Samara.¡± ¡°Kamu... bagaimana mungkin?¡± Mulut Peter terbuka lebar karena terkejut: ¡°Wajahmu... mengapa wajahmu berbeda?¡± ¡°Wajahku?¡± Samara sedikit mengh nafas, meletakkan jarinya di ujung dagunya, dan melepas topengnya, memperlihatkan wajah aslinya. ¡°Ini adh wajah asliku, yang kamu lihat sebelumnya dan yang kamu lihat sekarang hanyh topeng yang dibuat olehku.¡± ¡°Kamu..¡± ¡°Hmm.¡± Timothy menikmati apa yang sedang dia lihat sekarang sambil memakan buah melon. Melihat reaksi Peter saat ini, dia teringat dengan dirinya saat pertama kali melihat wajah asli Samara. Reaksinya pada saat itu seharusnya lebih heboh daripada reaksi Peter, kan? Ketika Peter pertama kali melihat Samara, dia dikejutkan oleh kecantikannya. Dia tidak pernah berpikir bahwa Samara yang asli akan begitu cantik dan memiliki pesona yang mendebarkan. Lalu, Peter mengingat sesuatu dan bertanya, ¡°Apakah namamu juga palsu? Nama aslimu Samara.... atau Samantha?¡± Timothy menahan senyumnya. Sebaliknya, wajah Samara memerah, dia melengkungkan bibir merahnya dan berkata pehan: ¡°Wajahku palsu tapi namaku asli.¡± Next Chapter Bab 92 Bab 92 Bab 92 ¡°Lalu antara kamu dan Samantha..¡± ¡°Samantha adh saudara kembarku.¡± Tatapan mata Samara dingin, ¡°Namun, dia tidak tahu keberadaanku dan mengira saya sudah mati lima tahun yanglu.¡± Peter tersedak keras. Meskipun Samara tidak secara khusus mengatakan apa yang terjadi lima tahun yanglu, Peter bisa merasakan ada rasa sakit yang tersembunyi di hatinya, N?velDrama.Org owns this text. Melihat keheningan di dm ruangan, Timothy pun sibuk meramaikan suasana. ¡°Gimana? Saya sudah bng bahwa bos kita cantik, kan?¡± Peter melirik Samara dan mengangguk: ¡°Hmm.¡± Samara mengambil gs anggur, meneguk seteguk anggur merah, dan berkata, ¡°Pernbohong.¡± Mereka bertiga sedang minum, lctapi apa yang mereka semua bicarakan adh tentang pekerjaan. Ketika Samara menyebutkan bahwa Nicky th menyerahkan hak pengelan Perusahaan Hiburan Mahkota untuk tiga tahun kepadanya, Timothy dan Peter saling menatap, tetapi mereka dapat melihat dari mata masing¨Cmasing bahwa sang pawan melihat hal yang sama, Wanita ini... Memiliki otak yang lebih baik daripada seorang pria. Tidak mengherankan jika dia bisa mkukan semua ini. Samara mengguncang gs anggur dan berbisik dengan bibir merahnya, ¡°Fokus saya saat ini mungkin beralih ke perusahaan hiburan Intermega, dan untuk sarmasi, saya serahkan kepada kalian berdua.¡± Timothy menepuk dadanya dan meyakinkannya, ¡°Bos, jangan khawatir.¡± Peter juga tersenyum dan setuju: ¡°Saya akan mkukan yang terbaik.¡± Samara menyipitkan matanya dan memandang Peter: ¡°Kamu, jangan hanya fokus menghasilkan uang untuk penelitian dan pengembanganku. Jangan lupa mencari wanita itu untuk membskan dendam yang seharusnya...¡± Peter mengangkat sudut mulutnya, matanya dingin. ¡°Tentu saja, rasa sakit yang saya rasakan, akan saya bs ke Be sepuluh bahkan seratus kali lipatnya Anggur yang dibawakan Timothy untuk Samara memang anggur yang enak. Samara tidak bisa menahan untuk tidak terus meminumnya. Tidak peduli berapa besar kemampuannya dm minum alkohol, dia pasti tidak akan tahan jika dia minum seperti ini. Sampai ke gs terakhir, kep Samara terasa sedikit pusing, dan sudut mulutnya terangkat tanpa sadar. ¡°Bos, apakah kamu baik¨Cbaik saja?¡± Timothy bertanya dengan cemas. ¡°Tidak apa¨Capa, saya tidak terpengaruh dengan minuman ini.¡± Samara berdiri dari sofa dan mmbaikan tangannya: ¡°Kalian minuh, saya mau ke toilet dan akan kembaligi nanti.¡± ¡°Tidak perlu ditemani?¡± ¡°Untuk apa kamu menemaniku ke toilet wanita?¡± Samara memelototinya: ¡°Tetap duduk di sini dan jangan bergerak.¡± ¡°Baik, Bos, saya akan turuti apapun yang kamu katakan.¡± Timothy duduk tegak dengan seperti seorang putri. Samara pun pergi ke kamar mandi, dan dm perjnan kembali, kepnya terasa semakin pusing, danngkah kakinya tersandung. Astaga. Samara merasa bahwa tangan dan kakinya sama sekali tidak memiliki kekuatangi, bahkan pemandangan di depannya pun berubah bentuk. Melihat tanda ruangan VIP, dia tidak melihat nomor ruangannyagi, diangsung mendorong pintu ruangan itu dan masuk. Di hadapannya, ada hiasan¨Chiasan yang sama persis dengan apa yang diingatnya. Meskipun dia tidak melihat Timothy dan Peter, Samara tidak telu peduli karena dia sudah sangat mabuk. Dia pun duduk di sofa. Ini... Timothy dan Peter tidak ada di ruangan sekarang, mengapa mereka menghng? Sudah! Kedua pria ini sangat cerdas, mereka tidak mungkin dijual. Samaralu berbaring di sofa untuk sementara waktu. Pada saat yang sama. Sosok yang bermartabat dan tegas berjn ke dm ruangan, Tiga kancing teratas kemeja putih pria itu dibiarkan terbuka, memperlihatkan tng sngka yang putih dan halus. Samara bisa dengan samar bisa melihat otot dadanya yang seksi. Mata btnya menatap dingin pria yang meringkuk di sofa dan sambil mengerutkan keningnya. Mengapa wanita ini disini? Alfa dan Jayden yang memintanya untuk datang ke sini mm ini. Apakah wanita ini memang sengaja menunggu tamu disini, atau apakah dua bajingan ini menyewa seorang wanita untuk menggodanya lagi? Bagaimanapun, dia tidak akan tergoda. Asta mngkah mendekat, meraih pergngan tangan wanita itu dengan tpak tangannya yang besar, dan bertanya dengan suara yang dm, ¡°Kenapa kamu... kenapa kamu di sini?¡± Next Chapter Bab 93 Bab 93 Bab 93 Sebelum dia mengatakan kata ¡®keluar, Asta melihat mata bt yang jernih itu. Dia... This belongs ? N?velDra/ma.Org. Wanita yang sedang mabuk ini memiliki wajah yang sangat asing, tetapi matanya sama dengan mata bt Samara. Untuk memastikan tebakannya, Asta membungkuk dan mengamatinya lebih dekat. Dia th meminum banyak alkohol dan tubuhnya berbau alkohol, tetapi Asta masih bisa mencium sedikit aroma herbal di tubuhnya. Mata gp Asta mengamati wajah kecilnya, dan akhirnya melihat seks garis tipis samar di dagunya. Hal ini membuat Asta lebih yakin bahwa wanita ini bukah orangin. Dia adh serig kecil bermata putih yang pernah mengatakan di telepon bahwa dia tidak akan pernah bertemu dengannya lagi. Meskipun dia tidak tahu bagaimana wanita ini bisa masuk ke ruangan yang th dipesan Alfa. Tapi karena mangsanya muncul dengan sukar, dia tidak mempunyai san untuk membiarkannya pergi. Jari kering dan ramping pria itu dengan lembut membi dagunya. Dia bisa dengan mudah merobek topeng di wajahnya sekarang, tetapi dia menahan keinginan itu di dm hatinya. Rahasia, seringkali disertai dengan luka dan rasa sakit. Jika dia memaksa merobeknya, dia mungkin akan melukai hati Samara. Akhirnya, Asta pun tidak mkukannya. Ketika kesadarannya membaik, Samara hanya merasakan sentuhan lembut dan hangat di bibirnya. Harum seperti jeli, lembut, dan sangat manis. Rasanya luar biasa... dan membuatnya ketagihan. Mata bt Samara yang setengah tertutup, dengan canggung mengejar dua potongan kelembutan yang membuatnya terpesona. Asta tidak bisa menahan diri untuk tidak menciumnya, dia ingin pergi, ictapi dia tidak siap, dan wanita yang berada di bawahnya.. pun mengejar bibirnya seperti anjing kecil dan tanpa sadar menjt ujung lidahnya. Detik ini... Asta merasa bahwa ada rasa yang sangat panas di suatu tempat di tubuhnya, seperti akan meledak. Dia adh seorang pria, seorang pria yang sangat normal. Menghadapi godaan wanita yang disukainya, bagaimana dia bisa hanya memeluknya dan tidak mkukan apa¨Capa? Mengikuti kata hatinya, Asta memutar bibirnyagi dengan paksa, dan menciumnya semakin kuat. Samara awalnya mengira bahwa apa yang dia rasakan hanyh ilusinya sendiri, tetapi ketika ada tekanan yang semakin berat di bibirnya, pikiran tiba¨Ctiba menjadi sedikit lebih jernih. Mata tajamnya melebar saat dia melihat pria di depannya yang tenggm dm ciuman ini. As... Asta... Apakah dia sedang bermimpi? Tapi ciuman yang membuatnya hampir tidak bernafas ini dengan js memberitahunya bahwa ini adh kenyataan. ¡°Ka... kamu ..¡± Samara dengan sudah payah berbicara, ingin mempertanyakan perku Asta yang seperti binatang buas. Tapi dia tiba¨Ctiba menyadari bahwa topeng yang dia kenakan di wajahnya bukah topeng wajah jelek, tetapi topengin yang belum pernah dilihat Asta sebelumnya. Jika dia bisa memanggil nama Asta sekarang, dia pasti akan mencurigainya, bukankah akan menjadi mash? Sekarang, bukah waktu yang tepat untuk mengungkapkan identitasnya kepada Samantha. Dia tidak boleh mengekspos dirinya saat ini! Tepat ketika dia sedang ragu, pria itu menciumnya kuat untuk waktu yangma. Pada saat ini. Pintu ruangan itu didorong dari luar. ¡°Kakak, Jayden akan lebih tembat dariku. Saya tembat setengah jam, dan dia akan tembat...¡± Begitu Alfa mendorong pintu dan masuk, dia bisa melihat dirinya yang polos dan abangnya yang angkuh sedang menckan scorang wanita di sofa dan menciumnya dengan kuat. Seperti ada bom atom dihati A, dan semua pikirannya hancur berantakan. Jika bukan karena keberadaan Oliver dan Olivia, Alfa akan meragukan vitalitas kakaknya. Sekarang¡­ Dimana nafsu kakaknya, ini js tidak akan puas! Ketika Alfa mengoceh dan berseru di sana, Samara, yang ditekan oleh Asta, terengah¨Cengah. Next Chapter Bab 94 Bab 94 Bab 94 Samara tidak menyangka bahwa ketika dia dicium oleh Asta, sescorang akan mendorong pintu dari dan masuk G! Benar¨Cbenar g! Meskipun dia mengenakan topeng wajah dan Asta tidak mengenalnya, tetapi perasaan malu dan marah tetap ada di hatinya. Seumur hidup, Samara tidak pernah merasakan malu seperti ini kecuali mm itu. Tetapi pada saat ini, wajah kecil Samara tiba¨Ctiba ditutup oleh dada pria itu, dan hanya suara rendah dan serak pria itu yang terdengar dari atas kepnya. ¡°Keluar.¡± ¡°Kakak, saya dan.... Alfa menggaruk kepnya dan ingin mengatakan bahwa adiknya ingin dikenalkan dengan wanita ini, tetapi dia tidak punya waktu untuk mengatakan apa¨Capa, dan diperingatkan oleh Astagi. ¡°Jangan sampai saya mengatakannya tiga kali, keluar.¡± Alfa cemberut, dm hati berkata, saudara ibarat kaki dan tangan, dan wanita ibarat pakaian. Di dunia ini, kamu mungkin sering melihat orang dengan tangan dan kaki yang patah, tapi siapa yang bisa melihat orang tanpa pakaian? Akhirnya mempunyai kakak ipar, jangan cium adikmugi. ya. Jika Asta sudah memerintah, maka keluah. Saat Alfa menutup pintu, hanya ada Asta dan Samara yang berada di ruangan inigi. Ruangan itu tiba¨Ctiba menjadi sangat sunyi. Sisi wajah Samara menempel di dada Asta. Pada saat ini, dia bisa mendengar detak jantung pria ini dengan sangat js. ¡°Bajingan! Lepaskan aku!¡± Samara mencoba sekuat tenaga untuk mendorong Asta menjauh darinya ¡°Ini ruanganku, kamu yang masuk dan tidur di sini sendiri. Seth mengatakan ini, Asta sengaja berhenti, dan kemudian mnjutkan Dan kamu baru saja menciumku saat kamu mabuk Saat itu, Samara akhirnya sadar dan melihat sekeliling nangan Meskipun dekorasi ruangan ini persis dengan ruangan sebelumnya tapi, anggur di lemari angkur ruangan ini belum dibuka, n gs anggur di atas india masih kosong ini adli ruangan VIP, tapi bukan yang dipesan oleh Timothy Samara mengerikan kering, ma atnya menatap lumus kewal Asia ¡°Siapa yang duluan mencium? Js kamu... kamu amant¡± ¡°Oh? Siapa yang menempelkan bibirnya akan ml seperti anjing?¡± Asta meletakkan jarinya di bibirnya, dan bertanya dengan mata yang menyengat. ¡°Js kamu yang menggodaku, masih berani minta saya inengontroluluk ilm/¡± Suaranya pun dimakan sedikit, terdengar renyal? dan seksi, Hati Samura berantakan. ¡°Saya... saya bukan anak anjing...¡± Dia tanpa sadar menyangkalnya dan samar¨Csama mengingat baliwa chia tadi menjt dua potongan daging yang lembut Belonging ? N?velDram/a.Org. Lalu bagaimana dia talu... bahwa bibir itu adli bibir Asta? ¡°Bahkan... balikan jika saya menciummu terlebih dahulu, itu karena saya mabuk, bukan berarti saya menggodamu.¡± Samara berdiri dari s, berbalik dan hendak pergi: ¡°Saya sudah sadar sekarang jadi nggap saja tidak terjadi pa¨Capa.¡± Hanya saja Asta meraih tangannya dan menyercinya kembali. Samara duduk di pangkuan pria yang kokoh itu, dan dipeluk crat olehnya dari bkang, dagunya bertumpu di bahunya, dan bernafas. ¡°Kamu... jangan keteluan!¡± ¡°Siapa yang keteluan?¡± Asta menyipitkan mata scgah, dan dengan suaranya yang serak: ¡°Siapa yang mengajarimu mrikan diri?¡± Samara memiliki tanda tanya besar di hatinya, mungkinkah dia sh? ¡°Tuan, dengan pakaian dan temperamenmu, kamu pasti sangat berharga¡± Samara menggerakkan giginya dan berkata, ¡°Saya mungkin wanita yang paling cantik saat ini. Jika kamu ingin mencari seorang wanita untuk mmpiaskan nafsumu, kamu bisa mencari wanita yang lebih cantik dariku yang memiliki lubuh yang lebih seksi dariku.¡± Misalnya, Samantha... Next Chapter Bab 95 Bab 95 Bab 95 Perhitungan Samantha sangat akurat, jika tidak dia sendiri akan terbunuh seperti itu lima tahunlu. Berdasarkan apa yang dia ketahui tentang Samantha, jika bukan karena dia memiliki kemungkinan besar untuk menikali dengan keluarga Costan, dia tidak mungkin tidak menjalin hubungan dengan siapapun. Dia balikan bersedia mengambil inisiatif untuk mencarinya dan memintanya untuk mengambil uang itu untuk menjauh dari Asta. Belonging ? N?velDram/a.Org. Samantha bisa berpikir begitu, tentu saja karena kepercayaan yang diberikan Asta padanya. Misoginis? Asta bisa mencium bibir orang sampai merah dan bengkak, misoginis macam apa ini? ¡°Apa yang ingin kamukukan?¡± Mata tajam Asta memancarkan aliran cahaya: ¡°Karena kamu menggodaku, bukankah kamu harus bertanggung jawab?¡± Melihat gadis cantik yang ada dipelukannya sekarang, Asta tahu mengapa para pawan slu bersedih dulu. Dia sangat mencintai Samara sekarang, dan tidak sabar untuk hidup bersamanya setiap hari. Samara menyembunyikan telu banyak misteri, tetapi dia tidak mengizinkan siapapun untuk mengoreknya, tetapi semakin dia bertindak seperti ini, pria ini semakin tidak tahan untuk lebih dekat dengannya. jarak antara keduanya semakin dekat, dan suasana ambigu semakin terasa. Tetapi pada saat ini, hati Samara sangat tenang. Apa yang dkukan Asta? Js sudah memiliki Samantha, juga pengakuan ¡®Samara¡®, tapi dia masih menggodanya? Dia tidak akan pernah memberi Asta kesempatan untuk menyakitinya. ¡°Tuan.¡± Tubuh Samara sangat tegang, dan ada sedikit embun dingin di mata btnya: ¡°Pria dan wanita bisa disebut ciuman jika ada rasa tulus, yang tadi hanyh keckaan, benar¨Cbenar tidak bisa disebut ciuman.¡± Mendengar ini, mata Asta tenggm. ¡°Jangan sentuh saya. Saya sudah punya pacar.¡± ¡°Kamu benar¨Cbenar berani, katakangi¡± Suara Asta terdengar dingin, seperti iblis ¡°Saya sudah punya pacar, jangan sentuh suya Saya takut kotor¡± Kata Samara dingin ¡°Ada banyak orang yang ingin bermain denganmu, jangan dan padaku Manukkan Jant Astmeremasgu Samara dengan crat, memaksanya untuk memalingkan wajahnya can menatap matanya Keuka mata mereka bertemu, Astainenangkap rasa jijik dari tatapan mata Samara. Dia benar¨Cbenar membencinya Mengambil kesempatau pria itu cricrun, Samara mendorong Asta,lu bangkit, berbalik dan meninggalkan ruangan itu, Samantha pernah membuatnya tidak incmpunyai apa¨Capa. Karena Asta berada di pihak Samantha, berarti dia juga adh musuhnya. Dia berjn keluar dari ruangan dan melihat A yang sedang bersandar di dinding di luar pintu, dari wajahnya terlihat sedang mengirim gosip di ponselnya. Mendengar suara gerakannya, A menoleh ke arahnya dan bertanya tanpa sadar, ¡°Cepat... cepat Samara memberinya pandangan dingin, kedua saudara itu memang hidung bng. A tidak mendapat jawaban, dia tidak marah, hanya mendorong pintu ruangan dan berjn masuk Lalu melihat Asta yang sedang memegang s anggur dengan ipak tangannya, buku¨Cbuku jarinya memutih, can urat bimu lilengannya menonjol. ¡°Kakak, kamu dan wanita itu.¡± Alfa bertanya dengan sangat hati¨Chati: ¡°Apakah tidak ada apa Asta tidak menjawab pertanyaan Alfa, tetapi memecahkan gs di tangannya dengan tangannya. Darah merah yang bercampur dengan anggur, mencies setetes demi setetes. Ruangan itulu penuh dengan anggur dan darah. A terlihat bodoh. Tetapi Asta yang terluka memiliki tatapan tajaun di matanya dan tidak merasakan sakitnya luka di pak tangannya, Samara akhirnya masuk kembali ke ruangan yang dipesan Timothy. Dm ruangan, Timothy terlihat gelisah, dan ketika dia melihat Samara kembali, dia pun santau ¡°Bos, saya sedang ragu apakah saya harus keluar mencarimu, karena kamu belum kembali.¡± ¡°Timothy, kamu masih tidak percaya padaku? ¡°Bukan tidak percaya, tetapi khawatir...¡± Timothy berjn mendekati Samara, dia dapat melihat bibirnya yang merah dan bengkak, tidak seperti biasa. Next Chapter Bab 96 Bab 96 Bab 96 ¡°Bos, apa yang terjadi dengan bibirmu?¡± suara Timothy bergetar: ¡°Katakan, bajingan mana yang menyentuhmu? Ku hari ini saya tidak mencabik¨Ccabik bocah itu, jangan panggil saya Timothy!¡± Meskipun Peter tidak seheboh Timothy, wajahnya juga merah seperti tertutup es tipis. Samara menatap mereka berdua dengan tatapan kosong. Kedua pria ini berusia tiga puluhan, jadi tentu saja mereka tahu mengapa bibirnya bengkak. ¡°Timothy, saya th menyelesaikannya.¡± Samara berkata dengan ringan. ¡°Bos, berapa banyak kakinya yang kamu patahkan?¡± Timothy menggertakkan giginya dan ingin bertengkar : ¡°Jika kedua kakinya sudah kamu patahkan, maka saya akan mematahkan kminnya!¡± Samara membuka matanya, melirik ke arah Timothy. ¡°Timothy, saya bng aku th menyelesaikannya.¡± Peter meraih bahu Timothy: ¡°Karena dia sudah bng dia sudah menyelesaikannya, jangan ikut campur lagi.¡± Di bawah bujukan Peter, meskipun Timothy tidak berteriak bahwa dia ingin melenyapkan pria itu, dia masih terengah¨Cengah. Belonging ? N?velDram/a.Org. Astaga! Bos nya ini adh orang yang paling suci didm hati mereka. Sekarang melihatnya th dinodai oleh orang biasa namun dia bisa tenang seperti ini, artinya dia bisa mengendalikan emosinya dengan cukup baik. Mash ini membuat orang tidakgi mood untuk mnjutkan minum dan mengobrol. Seth Timothy menyelesaikan pembayaran, ketiganya meninggalkan KINGS Bar bersama sama. Ketiganya mabuk. Timothy mclirik Peter: ¡°Saudaraku, tunggu di sini sebentar, saya akan mengirim seseorang untuk menjemput kamu. Saya akan antarkan bos dulu.¡± ¡°Tidak apa¨Capa, jaga dia.¡± ¡°Tentu saja. Samara dan Timothy berdiri di pintu bar, menunggu. Efek anggur yang diminum Samara kembaligi, cian dia menjadi linglung. Timothy adh seseorang yang benar¨Cbenar dipercayai Samara, dan dia tahu bahwa Timothy tidak akan mengambil kesempatan dm keadaan ini, jadi ketika dia merasa akan pingsan, dia tanpa sadar meraih lengan Timothy di sampingnya. ¡°Biarkan saya memegangmu.¡± ¡°Ini ini.¡± Timothy berkata dengan kpa yang sakit: ¡°Bos, ini semua shku, saya seharusnya tidak membiarkanmu minum begitu banyak anggur hari ini.¡± ¡°Minta maaf untuk? Apa hubungan kita?¡± ¡°Ya, ya, ya! Sekali menjadi anak buah bos, akan menjadi anak buah bos seumur hidup. ¡°Hmm... Meskipun Samara tersiksa karena anggur hari ini, dia masih bisa bertahan dan berkata, ¡°Jadi lain kali jika kamu memiliki anggur yang baik, kamu sebaiknya... ajak saya.¡± Mendengar ini, wajah Timothy menjadi hitam. Melihat Samara yang sedang pusing, dia bergumam dengan suara rendah, ¡®Saya benar¨Cbenar tidak akan memanfaatkanmu, dan kemudian memutar bahunya untuk menopangnya. Tetapi pada saat ini, Asta dan Alfa juga berjn keluar dari KINGS Bar. Tangan Asta yang terluka hanya diperban dengan sapu tangan, tetapi sapu tangan itu sudah basah karena darah merah segar terus mengalir. Matanya tertuju pada sosok ramping itu. Sin melihat Samara, dia juga melihat pria yang memegang Samara di tangannya. Memikirkan apa yang dikatakan wanita ini tadi bahwa dia punya pacar, mata gp Astangsung menyusut, dan ada rasa dingin di antara alisnya. Alfa melirik kakak yang berada di sampingnya, dan merasa bahwa tatapan mata Asta sangat ganas dan bisa membunuh pria dan wanita di hadapannya. Dia mengajak Alfa pergi. Wanita ini¡­ bukankah dia yang dicium dengan liar oleh kakaknya di sofa tadi? Sekali dayung dua pu tempaui? Ketika Alfa sedang mengomel dm hatinya betapa sakitnya dia hari ini, Asta sedang berjn mendekati pria dan wanita itu. Samara l¨ªnglung dan merasa bahwa udara di sekitarnya tiba¨Ctiba turun beberapa derajat. Dia pehan membuka mata btnya dan menatap sepasang mata tajam yang dingin, Next Chapter Bab 97 Bab 97 Bab 97 Tatapan matanya dipenuhi dengan kemarahan yang tidak bisa dihngkan, dan jantung Samara berdenyut kencang. Hampir pada saat yang sama, Samara membuang muka dengan rasa bersh Tetapi dm sekejap, dia bereaksi seperti dia bersh! Asta bukan miliknya, mengapa dia menatapnya dengan wajah pernerkosa? Dia merasa seperti tertangkap karena th mkukan keshan. Masih memikirkan hal ini, cahaya redup melintas di mata bt Samara, dan mengambil inisiatif untuk memegang lengan Timothy di sampingnya. Tarikan ini... Tubuh Timothy tiba¨Ctiba menegang, dan matanya menatap ke arah Samara. Bisa dikatakan bahwa bosnya cantik yang mempesona, tetapi ketika dia jatuh dm pelukannya, mengapa dia tiba¨Ctiba merasa panik di hatinya? Timothy hanya ingin bertanya, tetapi dibs oleh tatapan Samara yang mengisyaratkannya untuk diam. Dia tidak berani mengatakan apa¨Capa, dan Timothy tidak berani gerakan, dia hanya diam seperti pr yang kaku. Samara menatap mata Asta yang panas dan merasa tidak nyaman, ingin meninggalkan pintu bar ini sesegera mungkin. ¡°Sayang, saya sangat pusing...¡± Samara sedikit kesal: ¡°Kapan sopirnya datang kita sudahma menunggu di sini.¡± Satu kata ¡®sayang¡® ini hampir mematikan Timothy. Timothy tidak berani membantah, dia menjawab dengan berani: ¡°Scharusnya sebentargi, tunggu sebentar Pada saat inh Timothy bertemu dengan mata tajam Asta yang suram dan gp. Timothy ih mendengar tentang keluarga Costan, tetapi dia tidak pernah berhubungan dengan mereka dan Asta yang berada di depannya. Mata pria ini telu mengintimidasi, kan? Mengingat bahwa dia juga merupakan presiden Grup Intermega, tetapi saat dihadapkan dengan Asta du seperti tidak mempunyai paapit ¡°Dia pannu Asta bertanya dengan dingin ¡°Yat Samana menyipsthanifata brnya dan bergumam). Dia sangat perhatian kan Dia adh pria populer yang sangat menggemaskan.¡± Timothy: ¡°...¡± Siapa itu pria populer? Apakah dia? Tepat ketika Timothy tercengang, lengannya tiba¨Ctiba dicubit, dan dia sadar kembali. ¡°Benar, saya adh pria populer di hatinya.¡± Bibir tipis Asta terbuka, terlihat sangat kasar. ¡°Tidak telu baik.¡± Samara sedikit terkejut, dan kemudian menjawab: ¡°Yang penting saya bahagia.¡± Pada saat ini, Maybach Timothy berhenti di pintu bar KINGS, dan mengakhiri pertarungan tiga orang ini. Timothy membuka pintu bkang untuk Samara dan membantunya duduk. Sosok Asta tidak bergerak, tetapi mata tajamnya menatap mereka berdua sejenak, mengepal tangannya erat, bekas luka di antara tpak tangannya semakin dm, dan darah terus membasahi sapu tangan yang digunakan untuk perban. Samara tahu bahwa Asta sedang melihat dirinya sendiri, tetapi dia tidak melihat ke arahnya. Bajingan! Pembohong! Jika bukan karena dia memakai topeng yang berbeda, mungkin dia tidak bisa melihat wajah asli pria ini sama sekali. Hampir saja... dia jatuh dm tipuannya. Untungnya, dia sadar dengan cepat dan tepat waktu. Dm kegpan, Maybach itu berjn pergi. A berjn ke sisi Asta dan berkata dengan sedih, ¡°Kakak, ada apa dengan wanita ini? Dia js punya pacar, mengapa dia... dan kamu... atau dia sedang menjnkan kalimat ¡®sekali mendayung dua pu tempaui¡®? Wanita ini berani menyakitimu, saya tidak akan membiarkannya pergi.¡± This belongs ? N?velDra/ma.Org. ¡°Kamu berani menyakitinya?¡± Asta mengalihkan mata tajamnya ke samping, dan cahaya dingin di matanya membuat orang bergidik. A tersedak ¡°Kakak, tapi dia mempekukanmu seperti ini...¡± ¡°Kamu pikir pria itu pacarnya?¡± Sudut mulut Asta terangkat mengejek. ¡°Kenapa tidak?¡± ¡°Dia sengaja menunjukkannya padaku untuk membuatku mundur.¡± Mata tajam Asta menyipit. Pacar apa? Jika dia punya pacar, keterampn berciumannya tidak akan seperti itu. Jika pria itu benar¨Cbenar pacar Samara, dia tidak akan membiarkannya mendapatkan Samara.. Next Chapter Bab 98 Bab 98 Bab 98 Di dm mobil Maybach. Mata bt Samara setengah tertutup, tatapannya ke bawah. ¡°Bos, pria itu...¡± Timothy bertanya dengan rasa ingin tahu. ¡°Asta.¡± Mata Samara sedikit dingin, dan dia memperkenalkannya dengan singkat: ¡°Kep keluarga Costan dan juga presiden Grup Costan.¡± Mendengar bahwa dia adh kep keluarga Costan, Timothy tertegun. ¡°Asta... Costan? Keluarga Costan, sh satu keluarga terkuat di negara Metropolis?¡± Timothy menn ludah, matanya penuh ketidakpercayaan: ¡°Saya baru saja mengatakan bahwa identitas pria ini pasti tidak biasa, barusan dia melihatku seperti ingin mengelupas kulitku dan menn seluruh hidupku!¡± ¡°Jangan khawatir, kamu begitu besar, dia tidak bisa akan bisa mennmu.¡± ¡°Bos, kenapa kamu bng di depannya bahwa saya adh pacarmu?¡± Timothy tiba¨Ctiba memikirkan sesuatu dan tidak bisa menahan diri untuk bertanya: ¡°Apakah dia yang secara paksa menciummu di bar tadi?¡± Tatapan mata Samara menjadi dm dan rumit. ¡°Saya baru ingat, kamu bng kamu akan mematahkan kmin pria itu...¡± Timothy tidak bisa menahan tawa ketika dia memikirkan mata tajam Asta yang dingin: ¡°Aduh, saya... sepertinya saya sedikit mabuk, saya tidak ingat.¡± Samara mengerutkan bibirnya dan tidak mengatakan apa¨Capa, mata btnya menatap dingin pemandangan diluar jend mobil. Samara sendiri bahkan tidak berada pada level yang sama dengan Asta, apgi Timothy. Meskipun Grup Intermega yang didirikannya, berkembang pesat, tetapi dibandingkan dengan kekuatan dan keuangan yang th dikumpulkan keluarga Costan sma beberapa dekade, dia masih berada jauh dibawahnya. Dia tidak akan mengakui kekhannya. Dia akan menjadikan Grup Intermega menjadi kerajaan bisnis seperti Grup Costan. Adapun kehangatan itu, dia tidak membutuhkannya, jika Asta ingin memberikannya, berikan saja kepada Samantha! Di tengah mm. This belongs ? N?velDra/ma.Org. Alfa awalnya ingin memanggil Dokter Patricia untuk datang ke rumah keluarga Costan, tetapi dia dihentikan oleh Asta sebelum panggn dkukan. ¡°Kakak, darah di tanganmu belum berhenti sampai sekarang.¡± ¡°Ini hanya cedera kecil.¡± Asta berkata dengan ringan, ¡°Minta Pak Michael bawakan kotak P3K, dan kamu bisa membantuku mengatasinya.¡± Alfa ingin membantah, tetapi terintimidasi oleh tatapan mata Asta. Kakaknya tidak menyukai sifatnya yang bertele¨Ctele. Alfa menekan kekhawatiran di hatinya, dan melepas saputangan yang dililitkan di tpak tangan Asta. Darah merah segar mengalir pehan di sepanjang jari¨Cjarinya, dan terlihat daging dan darahnya. Keahlian Alfa dm membalut luka sangat buruk, dia terus menyentuh luka itu, tetapi Asta terlihat seperti patung, Dia tidak merasakan sakit, bahkan tidak mengerutkan kening. Jika dia tidak melihatnya dengan matanya sendiri, akan sulit bagi Alfa untuk membayangkan bahwa saudaranya, yang dulu sangat dingin juga memiliki sisi yang g dan tidak terkendali. Siapa sebenarnya wanita itu: Bagaimana kakaknya bisa begitu terpesona: ¡°Selesai. ¡°Hmm.¡± Mata tajam Asta terangkat sedikit: ¡°Sudah mm, kembalh lebih awal. Alfa tahu bahwa Asta memerintahkannya untuk pergi. Dia pun mengh nafas dm hatinya, dan meninggalkan rumah itu. Seth Alfa pergi, Asta menyipitkan mata tajamnya, dan bibir tipisnya terbuka. ¡°Berapama kamu akan berdiri disana dan menatap ayahmu ini?¡± Seperti yang diperkirakan. Olivia yang sedang mengenakan baju tidur merah muda, keluar dari balik poi tanaman hijau di dekat tangga dengan panda kecil di lengannya. Wajah gadis kecil itu berwarna merah muda, matanya besar dan bt, begitu jernih sehingga bisa memantulkan segnya Olivia, sini.¡± Olivia berjn mendekati Asta dan melihat luka di tangan Asta. Dia meletakkan panda kecil di tangannya,lu dua tangan kecilnya menank lengan Asta, matanya memerah dan meniup lukanya. ¡°Hu...¡± Melihat Olivia yang begitu mengerti keadaan, hati Asta menjadi hangat dan tidak bisa dijskan. Tapi ketika matanya menatap sisi wajah Olivia, Asta ingat wanita itugi. Next Chapter Bab 99 Bab 99 Bab 99 Olivia menggembungkan pipinya dan menangis. Seth meniup luka itu, dia mengangkat wajahnya untuk menatap Asta, matanya yang berair clipenuhi dengan rasa sakit hati, ¡°Sakit, sakit..¡± ¡°Tidak sakit, ayah sudah membuatmu khawatir.¡± Asta memeluk Olivia dan dengan lembut mengusap rambutnya, Sepasang tangan kecil Olivia melingkari lcher ayahnya dengan sedih. Js bahwa Olivia 80% mirip dengan wanita itu, tetapi wanita itu menk mendekatinya dan mengatakan bahwa dia kotor? ¡°Olivia, kenapa dia tidak bisa merasa kasihan pada ayah sepertimu?¡± Dia? Meskipun Asta tidak mengatakan siapa dia, Olivia bisa menebak bahwa orang yang dikatakan ayahnya adh Samara. Apa yang terjadi antara Samara dan ayahnya: Olivia sangat baik padanya dan dia sangat bahagia. Samara menyukai dirinya dan kakaknya, tapi sepertinya tidak telu menyukai ayah¡­ Memikirkan hal ini, Olivia juga bingung. Dia ingin Samara menjadi ibunya, dan ingin dia bersama dengan ayahnya. Meskipun ayah tidak pernah menunjukkan bahwa dia menyukai Samara, tapi dia dapat melihat bahwa ayahnya sangat mencintai Samara. Sma ayahnya bersama dengannya dan kakaknya, dia jarang terlihat tertawa. Tapi, sejak Samara muncul, dia bisa merasakan bahwa ayahnya tidakgi kedinginan, dan ada lebih banyak kehangatan di matanya. ¡°... Ibu... akan...¡± Olivia mencengkeram leher Asta dan melontarkan satu per satu kata: ¡°akan... su... suka... kamu...¡± Mendengar apa yang dikatakan putrinya, senyum tipis muncul di mata tajam Asta. ¡°Dulu ayah sh mengenali orang dan melewatkannya untuk waktu yangma.¡± Dialu mnjutkan: ¡°Kali ini, ayah tidak akan membiarkannya meninggalkan kitagi.¡± Hari berikutnya. Olivia tidak melihat Asta di meja makan. Kedua kaki kecil itu bergoyang¨Cgoyang di sana, mengedipkan sepasang mata besar, mencari sosok Ayah di mana¨Cmana. ¡°Nona kecil, apakah kamu mencari tuan muda?¡± Pak Michael tersenyum ramah: ¡°Dia sudah pergi bekerja.¡± Olivia mengangguk. Luka ayah berdarah begitu banyak, mengapa dia pergi bekerja? N?velDrama.Org owns this text. Dialu ingat kesedihan yang terpancar di mata ayah ketika menyebut nama Samara. Tidak! Ayah sangat menyukai Samara, putrinya yang berharga harus membantu ayahnya, Gadis kecil ini sudah punya ide dan hendak bertindak. Sayangnya, adikkikinya sibuk mempersiapkan kompetisi piano dan tidak akan png sampai waktunya tidur. Saat ini¨C¨C Dia bertempur sendiri! Dm sekejap mata, hari sudah sore. Javier kembali ke rumah seth selesai perkemahan musim panas. Javier menyenandungkangu dengan ringan. Saat dia hendak memasuki komplek perumahannya, dia menemukan anak kecil yang mengenakan rok tutu berwarna merah muda dan ungu, berkeliaran di pintu. Tidak jauh dari sana, ada dua paman setengah baya menatapnya dengan jahat. Javier mengerutkan kening. Takut anak kecil ini akan bertemu dengan orang jahat, dia mendekatinya, meraih tangan kecilnya, dan beri ke tempat yang ramai. Olivia tidak bereaksi sampai akhirnya dia menyadarinya tetapi dia th diseret untuk waktu yangma. Ketika dia beri ke toko serba ada, Javier melepaskan tangan kecil Olivia. Kedua anak kecil itu kehabisan nafas karena kaki mereka yang pendek Seth keduanya mengatur pernapasan mereka, mereka saling memandang dan terkejut. ¡°Kami¡­.. ¡°ka, kamu....¡± Javier menatap gadis kecil yang memegang ibunya di bandara. Dialu mengeruskan keningnya, ¡°Kamu... Mengapa kamu berkeliaran di dekat rumalki?¡± Javier bertanya dengan marah, ¡°Jangan bng, kamu datang untuk mencari ibuku?¡± Javier sudah pusing karen: Xavier slu merebu ibu carinya. Sekarang, dia tidak perlu bertarung dengan dia yang Tidak memiliki hubungan darah dengannya, kan? Olivia mengangguk seperti ayam yang mematuk masi, dengan senyum manis di sudut mulutnya. Next Chapter Bab 100 Bab 100 Bab 100 Javier hanya ingin marah pada Olivia. Tetapi melihat senyum manisnya, Javier bukan hanya tidak bisa marah, tetapi dia juga merasa bahwa dia sangat imut dan gemas. ¡°Sebelum kamu keluar, apakah kamu memberi tahu ayah dan ibumu?¡± Suara Javier melembut ¡°Jika mereka tidak dapat menemukanmu, mereka akan sangat cemas.¡± Olivia menyelinap keluar sendirian untuk mencari Samaras Dia pernah datang dengan saudarakikinya, dia hanya ingat dengan samar lokasi rumah Samara, tetapi tidak ingat pastinya dimana, jadi dia tidak punya pilihan sin berkeliaran di sekitar komplek rumahnya dan berencana untuk Samara kembali. Sekarang dia bertemu dengan Javier,lu dia akan png bersamanya, bukankah dia bisa melihat Samara? Memikirkannya, Olivia menarik tangan kecil Javier, mata btnya meskan air mata. ¡°Saya... rin... rindu... Samara..¡± ¡°Dia adh ibuku.¡± Javier mengangkat alisnya dan berkata dengan sedikit masam: ¡°Jangan berpikir karena kamu bertingkah manja, saya akan membagi ibuku denganmu. Tingkah manja tidak beku disini. Sudah ada yang bersaing denganku, jangan menambah mashgi.¡± ¡°Kakak.¡­.¡± Javier lebih kecil dari Xavier, dan di depan Xavier, dia harus memanggil kakaknya dengan patuh. Dia pernah berpikir tentang betapa indahnya jika ibu tidak mhirkan Xavier yang berperut hitam, tetapi seorang saudara perempuan yang manis dan lembut seperti permen kapas. Kata ¡®kakak¡® iningsung mematahkan pertahanan psikologis Javier. ¡°Kamu... baru saja memanggilku apa?¡± Olivia tersenyum lucu pada Javier. ¡°Kakak...¡± Suara itu manis, tetapi tidak bisa menandingi senyumnya yang membuat Javier juga tersenyum. ¡°Apakah barusan saya mendengar suara perut keroncongan?¡± Javier merasa bahwa sudut mulutnya sedikit naik, jadi dia menurunkan mulutnya dengan menahan diri: ¡°Kamu pastipar, saya akan membawamu ke minimarket untuk makan sesuatu.¡± ¡°Hmm.¡± ¡°Jangan berpikir tingkah manjamu berguna. Saya hanya peduli padamu karena kamupar.¡± ¡°Him.¡± Tapi begitu memasuki minimarket, Javier membelikan banyak makanan untuk Olivia. Javier sangat menyukai Olivia, tapi dia js tidak ingin bersaing dengannya untuk mendapatkan kasih sayang, tetapi ketika dia melihat senyum manisnya, dia tidak bisa berbuat apa¨Capa, dia hanya ingin memanjakan gadis kecil imut ini. Samara baru saja meninggalkan rumah Nicky seth memberi Raisa suntikan dan dia mencrima panggn telepon ketika masih di jn. Nomor Asta tertulis diyar ponselnya. Samara meliriknya dan menk panggn itu tanpa berpikir. Pria ini¡­ berani menghubunginya? Peristiwa tadi mm masih js dm pikirannya, mengapa dia menghubunginyagi hanya dm satu mm? Tidak beretika! Hari ini dia, kemarin mm juga dia, dan hasilnya, Samara bisa melihat kepribadian Asta. Seth panggn ditk, Asta sepertinya tidak menyerah dan meneleponnyagi dangi. Secara mi, Samara menk panggnnya. Sampai akhirnya... Samara mendengus dingin, menerima panggn masuk, dan meletakkan ponselnya di telinganya untuk mendengar. ¡°Asta, tidakkah kamu mengerti apa yang saya katakan sebelumnya? Saya sudah menerima uang dari putrimu dan berjanji padanya untuk tidakgi berurusan denganmu!¡± Samara berkata dengan marah, ¡°Saya sudah menerima uang itu, tentu saja saya harus menepati janji. Bisakah kamu tidak membuatku malu!¡± This belongs to N?velDrama.Org. ¡°Olivia hng.¡± Samara tercengang, tetapi dengan cepat sadar kembali. Bagaimana bisa Olivia menghng? Lagi p, pria ini... bukannya kaya dan berkuasa, apakah dia perlu melibatkan Samara untuk menemukan seorang seorang gadis kecil? ¡°Jika hng, maka carh.¡± Samara menggigit bibirnya dan berpura¨Cpura dingin: ¡°Mengapa kamu mencariku? Bisakah saya menemukan seseorang yang tidak dapat ditemukan oleh Asta?¡± ¡°Apakah kamu tidak khawatir?¡± 12 Bagaimana mungkin Samara tidak khawatir. Dari pertama kali dia melihat Olivia, dia sudah mencintainya. Namun, tidak peduli seberapa besar cintanya pada Olivia, dia bukan ibu kandungnya, dan dia tidak bisa menemaninya tumbuh dewasa smanya. ¡°Asta, dia adh putrimu.¡± Samara mengalihkan pandangannya dan berkata dengan ringan, ¡°Yang seharusnya khawatir adh kamu, bukan aku.¡± Next Chapter Bab 101 Bab 101 Bab 101 ¡°Apakah semua ini isi hati kamu?¡± ¡°Mengapa saya harus mengatakan semua isi hati saya di depanmu?¡± Samara menggenggam ponselnya dengan erat dan mengatakan setiap kata dengan tajam, ¡°Asta, kamu pikir kamu itu siapa bagiku? Apakah kamu sepenting itu sampai saya harus berpura¨Cpura di depan anda?¡± Memikirkan Olivia yang sedang hng, tatapan Samara juga terlihat panik. Hanya saja, semua ini.....dia tidak ingin Asta melihatnya. ¡°Cepat pergi temukan Olivia, saya telu sibuk untuk mengobrol denganmu.¡± Seth selesai berbicara, Samara pun menutup teleponnya. Dia menggertakkan giginya begitu kuat dan mengigit bibirnya hingga terluka dan berdarah, tetapi tampaknya dia tidak sadar dengan hal itu. Olivia masih sangat muda dan dia baru saja menunjukkan tanda¨Ctanda pulih dari afasia, kemana dia pergi? Ditambahgi dengan kekuasaan yang dimiliki oleh Keluarga Costan, wupun musuh mereka tidak tertarik untuk menyerang Asta dan¨CAlfa, tapi itu tidak menjamin mereka tidak akan memilih Olivia sebagai target mereka. Semakin memikirkannya, Samara semakin merasakan perasaan sakit. Tanpa banyak ragu, diangsung menelepon Timothy. ¡°Timothy, tolong bantu saya untuk mencari seorang gadis kecil, saya akan mengirimkan informasi dan fotonya padamu, kamu harus menemukan keberadaannya dm waktu dua jam.¡± ¡°Bos, siapa gadis itu, sampai¨Csampai kamu begitu buru¨Cburu mencarinya!¡± ¡°Saya tidak punya waktu untuk menjskan padamu, sin itu, tolong panggil Jacob dan memintanya untuk membantu juga.¡± ¡°Jacob berhutang budi padamu, dan kamu mau meminta bantuannya untuk hal seperti ini? Ini telu....¡± Timothy masih menggerutu tentang ketidakadnnya di didm telepon, tetapi Samarangsung menutup telepon dan tidak mau mendengarkannyagi. Dia tahu perasaan Jacob padanya. Itu scbabnya dia sengaja tidak menghubungi Jacob dan tidak menggunakan hak istimewa itu, Tapi sekarang...... Tidak ada yang lebih penting daripada menemukan dan mengkonfirmasi kesmatan Olivia. Seth dia mengirimkan pesan dan foto, Samara bergegas png ke rumahnya dan tidak melihat bocah kecil itu berjongkok di depan rumah. Kemanakah Olivia pergi? Apakah dia mrikan diri dari rumah atau diculik orangin? Di dm supermarket. Javier membuka bungkusan sosis untuk Olivia sebelum menyerahkannya padanya. Olivia mengambil sosis tersebut dan memakannya pehanhan dengan sangathap dan menghabiskannya. Semakin Javier menatap Olivia, dia semakin menyukainya, dia berpikir bahwa jika ibunya kk ingin memiliki anak perempuan, maka harus mhirkan adik seperti Olivia. Sambil menunggu Olivia selesai makan, Javier memegangi tangan kecilnya. ¡°Dimana rumahmu? Biar saya mengantarmu png.¡± Olivia menggelengkan kepnya dan berkata dengan bersikeras: ¡°Ha....hangat....¡± This belongs to N?velDrama.Org. Javier tidak menyangka seth dia memberi makan Olivia, dia masih mengkhawatirkan ibunya. Dia mengh nafas dengan lembut dan berkata kepada Olivia: ¡°Ayo, png bersamaku.¡± ¡°Terima...¡± mata Olivia terlihat berlinang¨Clinang: ¡°Te...terima kasih¡­.kakak...¡± ¡°Iya.¡± Javier menggandeng tangan kecil Olivia, dan mereka berjn menuju ke kompleks perumahan. Namun, baru berjn beberapangkah, Javier menyadari bahwa ada dua pria paruh baya berpakaian bagus mengikuti mereka dari bkang. Ketika dia membawa Olivia ke dm supermarket yang banyak orang, dua pria paruh baya itu tidak berani mkukan tindakan mereka. Sangat js..... Kedua pria paruh baya itu sedang menunggu dia dan Olivia ketika mereka sendirian. Dari supermarket kembali ke dacrah kecil, ada jn teduh yang harus mereka lewati, barisan pohon parasol ditanam di kedua sisi jn, tetapi saat itu hampir sama sekali tidak ada orang, Kedua orang itu masih mengikuti mereka. Bahkan Olivia merasakanngkah kaki di bkangnya, dan tatapan matanya menunjukkan tatapan khawatir, ¡°Ada...ada orang....¡± Javier memegang eral tangan Olivia yang kecil, dan dengan suara rendah berkata: ¡°Saya akan hitung sampai liga, jangan lihat ke bkang, dan fokus beri kedepan denganku.¡± ¡°Satu¡± ¡°Dua¡± Pada hitungan ketiga, Javier menarik tangan Olivia dan beri sekuat tenaga. Ketika kedua pria itu melihat bahwa kedua anak itu hendak mrikan diri, mereka berteriak ¡°Kejar¡±lu mereka mempercepatngkah mereka dan mengejar. Anak¨Canak memiliki kaki yang pendek dan fisik yang terbatas. Kali ilu tidak seberuntung terakhir kalinya, seorang pria dengan bekas luka di wajahnya beri ke arah depan mereka. ¡°Untuk apari? Apakah kalian pikir kalian bisari dengan kedua kaki pendek kalian?¡± Next Chapter Bab 102 Bab 102 Bab 102 Kali ini sudah tidak adagi jn keluar, Javier diam¨Cdiam menarik Olivia ke bkangnya. Jantung Javier tiba¨Ctiba ¡°terguncang¡°, tapi dia sama sekali tidak memperlihatkannya di depan Olivia. ¡°Kami berdua masih kecil.¡± Javier menatapngsung ke atrali pria yang memiliki luka goresan di wajahnya itu: ¡°Untuk apa kamu menculik kami berdua?¡± ¡°Kamu kira kamu siapa?¡± pria itu menyentuh dagunya, menatap melewati Javier dan melihat Olivia yang gemetar ketakutan di bkangnya: ¡°Yang kami inginkan adh putri kecil keluarga Costan yang ada di bkangmu, ku dia berada di tangan kami, ipa saya perlu takut keluarga Costan tidak akan patuh pada kami?¡± Keluarga Costan? Putri kecil? Mendengar itu, Javier baru menyadari. Putri kecil lemah lembut yang ada di bkangnya itu ternyata adh putrinya Asta. ¡°Kakak...kakak¡­.takut....takut...¡± terlihat mata Olivia yang sedang menampung air matanya, dan wajah kecilnya itu terlihat sangat takut. Olivia slu dijaga dengan baik oleh keluarga Costan. Dia pernah menyelinap keluar beberapa kali sebelumnya, baik mengikuti Oliver atau ditemukan tidak lama seth dia mrikan diri. Kali ini, ini adh pertama kali baginya untuk menyelinap keluar sendirian untuk pergi mencari Samara, yang tidak disangka, dia bukan hanya tidak menemukan orang yang dia cari, mh diincar oleh pria paruh baya yang jahat ini? Pria dengan luka di wajahnya itu berjn maju kedepan dan meraih bahu Javier membuatnya seperti seekor anak ayam yang bergntungan di udara. Javier tidak menunjukkan kelemahannya, jadi dia meraih lengan pria itu dan menggigitnya keras di lengannya, menggigit sampai lenganwannya penuh dengan luka merah. ¡°Beraninya kamu menggigitku? Dasar anjing g! Lihah bagaimana saya menghabisimu.¡± Pria itungsung melempar Javier, dan Javier pun tersungkur di atas tanah. Javier tergeletak di atas tanah dan merasa ku tng¨Ctngnya hampir hancur, rasa sakit itu membuatnya tidak bisa bernafas. Tidak! Javier menycka memar yang ada di sudut mulutnya dan ingin berdiri untuk melindungi adik perempuannya. Tapi, sebelum dia bergerak, sebuah tangan menekan bahunya: ¡°Sayang, saya akan memberikanmu satu tugas.¡± Segera seth dia mendengar suara tersebut, mata Javier terlihat bersinar, ¡°Ibu, apakah itu kamu,¡± ¡°Tidak baik bagi anak¨Canak untuk menonton telu banyak perkhian diantara orang dewasa.¡± Mata cot Samara tiba¨Ctiba memancarkan cahaya ingin dan pehanhan berkata: ¡°Bawa adikmu Olivia ke sudut dan lilip matanya, dan tutup matamu juga dan jangan membuka mata tanpa izinku.¡± ¡°Tapi kamu...¡± ¡°Sayang, kapan ibu pernah mengecewakanmu?¡± N?velDrama.Org owns this text. ¡°Saya..saya tahu¡± ¡°Baik.¡± Javier berbalik untuk menjaga Olivia yang sedang mengis, seinentana Santa Senclirian dengan dua pria paruh baya di depannya Meskipun Samant ilu meminta Timothy n Jacob untuk mencari orang itu, tetapi dia masili Takut ku Olivia aku pergi mencarinya, jadi chi sendiri pergi ke daerah sekitar rumahnya untuk memeriksa. Dia tidak menyangku..... Di jn itu, dia melihat putrinya sedang disakiti oleh orangin. Menyentuh sh satu saja sudah pantang menyentuh kedua anak ini sama saja memintanya mengirim mereka ke neraka! ¡°Sebaiknya kamu Urus saja urusan Semelini chan serahkan putri kecil keluarga Costill kep kami.¡± Pria yang memiliki luk ili wajahnya itu sih sekali tidak tertawa, dan mengeluarkan pisau dari akunya dan berkata: ¡°Mak. Saya tidak akan melukumu.¡± ¡°Menyerahkan dia kepada kalian? Bermimpll¡± ¡°Kamu¨C¨C¡± Pria yang memiliki luka di wajahnya itu sangat marah dengan Samara dan diangsung datang kehadapannya dan menikamnya. Samara berhasil menghindar, mengk dari ukaman pisau itu dan memukul pria itu di perutnya dengan satu tinju. Pria itu ndak menyangkat bahwa Samara memiliki keterampn b diri, karena terkejut dia dat temannya ¡°Apa kian masiliau merenung disana? Masih tidak mau membantuku menghabisi wanita ini?¡± Kedua orang ini sudah menjual nyawa mereka kepada orangin dan bekerja untuk orangin, mereka bisa mkukan apapun. Tidak hanya menggunakan pisau, kedua orang itu bahkan mengepung, Samara. Samara yang berada dikepung kedua pria itu, terus menerus menghindar dari mereka, tetapi kecepatannya bertahap mmbat. Seth itu, pria itu menikamkan pisaunya ke lengan Samara dan segera, darah pun mengalir keluar. Samara tidak ingin dua anak kecil itu khawatir tentang dirinya, dia sama sekali tidak mendengus dan terus mwan. Seth itu... Tikaman kedua pun menyusul. Tidak perlu waktuma, pisau itu kembali menikam lengan Samara untuk keuga kalinya. Lengan Samara berlumuran darah, dia merasakan rasa sakit di lengannya sudah membuat lengannya mati rasa, dan lengannya sudah tidak bertenaga. Tepat pada waktu itu ¨C¨C Sebuah Hummer mju dengan kencang. Dan sosok yang sedang duduk di kursi pengemudi memancarkan aura yang mengerikan dan haus akan darah. Next Chapter Bab 103 Bab 103 Bab 103 Samara terluka dan tidak bisa menjamin kesmatan Olivia dan Javier, Asta yang tiba¨Ctiba muncul th mengubah seluruh situasi. Dia akhirnya merasa lega, dan membiarkan rasa sakit dari lukanya menguasai kesadarannya. Ini benar¨Cbenar sakit! Kedua orang itu tidak tahu bahwa orang yang datang adh Asta, mereka hanya tahu ku mereka baru melihat tatapan tajam dan gp dari pria itu yang membuat mereka ketakutan dan jantung mereka berdebar kencang seh akan meledak. Kedua pria itu saling bertatapan, dan mereka berdua bisa melihat rasa takut yang mendm di mata satu samain. ¡°Ayo kita pergi!¡± pria yang memiliki luka di wajahnya berkata kepada rekannya. Mercka berbalik dan ingin segera mrikan diri. Tapi sebelum mereka mengambil beberapangkah, Astangsung melompat dan menggerakkan kakinya dan menendang kedua orang itu jatuh ke tanah. Pria dengan luka di wajahnya itu menggenggam pisau yang ada di tangannya dan hendak bertarung dengan Asta, tetapi detik berikutnya, pergngan tangannya diinjak dengan kuat oleh sepasang sepatu kulit. ¡°Aaaah!!!¡± pria itu tiba¨Ctiba menjerit seperti babi yang sedang dibunuh dan wajahnya terlihat sangat kesakitan. Dengan suara ¡°Krek-¡ª¡°, tng pergngan pria itu hancur parah, dan pisau yang ada di tangannya jatuh ke tanah. ¡°Tanganku!¡± Pria dengan luka di wajahnya itu terlihat pucat, dan suaranya terdengar gemetar. Melihat apa yang terjadi pada pria dengan luka di wajahnya itu, rekannya sangat ketakutan hingga kencing dia dan mi memohon bs kasihan,¡± Melihat tragedi yang terjadi pada temannya, dua oranginnya sangat ketakutan sampai¨Csampai dia kecing dia dan memohon bs kasihan, ¡°Ka..kami juga diperintahkan untuk mkukan ini¡­kami tidak menyakiti putri kecil itu! Putri kecil itu tidak terluka, dan hanya wanita jelek itu yang terluka....tolong lepaskan kami!¡± Olivia adh putri kecilnya. Samara adh putri didm hatinya. Tatapan Asta scdingin aliran sungai di daerah terpencil, dan bibirnya yang tipis itu mengerut dengan crat Seth menyakiti dua wanita terpenting m hidupnya, Asta ingin membuat orang itu menyesal hingga ingin kembali ke dm rahim ibunya, ¡°Tidak.¡± Dengan itu, Asta mkukan hal yang samangsung menendang kaki pria itu dan menghancurkan lengannya. Segera, Wilson membawa orang dari keluarga Costan bergegas datang. ¡°Tuan.¡± Wilson berkata dengan suara rendah: ¡°Maaf kami datang tembat.¡± ¡°Bawa kedua orang ini kembali, dan cari tahu siapa yang mengirimkan mereka kemari.¡± Asta menyipitkan matanya: ¡°Laluyani mereka dengan baik, dan biarkan mereka merasakan keramahan dari keluarga Costan.¡± Js kata ¡°myani¡± dari mulutnya, tapi pria itu terlihat sangat marah dan membuat orang yang mendengarnya menggigil. Sma bertahun¨Ctahun Wilson mengikuti Asta, dia sudah banyak melihat bagaimana cara Asta mengurus musuhnya. Namun, ini adh pertama kalinya Wilson melihat Asta begitu kejam dan haus akan darah. Wilson mengangguk dan menjawab: ¡°Baik tuan, saya mengerti.¡± Kedua pria itu pingsan karena kesakitan, mereka ditarik oleh Wilson dan yanginnya ke dm mobil seperti babi mati. Asta tidak pergi melihat Olivia dan Javier, dia mh berjn ke arah Samara terlebih dahulu. ¡°Bagaimana keadaanmu?¡± Ketika Samara pertama kali melihat Asta, dia merasa penuh dengan ketenangan. Tetapi, ketika mash krisis itu selesai, tatapan mata cot Samarangsung terlihat rumit, bahkan tangan kecilnya mendorong Asta untuk pergi. ¡°Tidak apa¨Capa.¡± ¡°Kamu bahkan berdarah dan kamu masih mengatakan kamu tidak apa¨Capa?¡± Tubuh Asta kokoh seperti batu, dan dia sama sekali tidak memberikan Samara kesempatan untuk mendorongnya pergi: ¡°Harus seperti apa baru kamu akan mengatakan kamu ada apa¨Capa?¡± Tatapan mata Asta seperti gelombang besar dan penuh dengan amarah. This belongs to N?velDrama.Org. Ini pertama kalinya Samara melihat Asta sangat marah Tapi ketika dia memikirkan ruap depan yang terjadi di dm ruangan tadi mm hatinya tidak bisa menahan rasa sakitnya Itu benar. Wanita yang dicium Asta adh dirinya sendiri. Tapi pada saat itu, dia memakai topeng wajah orangin, dan dia bahkan tidak tahu bahwa itu adh dia tadi mm. Bagi Asta, mereka adh dua orang yang berbeda. Tapi dia menggodanya dengan semua cara, tanpa kesadaran dirinya. Samara menutupi lengannya yang berdarah, tetapi dia tidak bisa mengendalikan sikap agresifnya terhadap Asta. ¡°Asta, tidak bisa kamu mengerti apa yang saya katakan?¡± ¡°Saya sudah bng padamu, saya th menerima sepuluh miliar dari Samantha, dan oleh karena itu saya tidak boleh bertemu dengan dirimugi.¡± ¡°Saya terluka, itu adh urusanku, bahkan jika saya mati pun itu juga tidak ada urusannya dengan dirimu!¡° Next Chapter Bab 104 Bab 104 Bab 104 Asta sudah sangat sakit hati melihat luka Samara, tetapi dia tidak habis pikir bahwa kebaikannya ditk oleh dirinya. Lengannya melewati lutut Samara, dia mengangkat dan menggendongnya, dan berjn ke arah mobil Hummer. ¡°Asta, turunkan saya!¡± ¡°Hei! Apakah kamu mendengarkanku?¡± ¡°Dasar bajingan! Js¨Cjs kamu mendengarnya, mengapa kamu pura¨Cpura tidak mendengarnya!¡± Asta melirik ke arah Samara: ¡°Kamu berjanji dengan Samantha untuk tidak bertemu denganku. tetapi saya tidak berjanji padanya untuk tidak bertemu denganmu.¡± Samara terkejut atas apa yang Asta katakan sampai dia tidak bisa mengeluarkan kata apapun. ¡°Kamu¨C¨C¡± ¡°Saya yang mengambil inisiatif dan memaksamu.¡± Mata Asta berbinar¨Cbinar: ¡°Tetah dm pelukanku dan jangan bergerak, jika kamu bergerak maka darahnya akan mengalir semakin banyak, dan kamu akan menderita nanti pada saat penyembuhan.¡± Samara sudah terbiasa dengan luka darah. Dia¡­.bagaimana bisa menahan kehangatan seperti itu? Samara diam¨Cdiam memarahi dirinya sendiri yang tidak berprinsip ini, js¨Cjs dia ingin memutuskan hubungannya dengan Asta, pria anjing ini, tetapi dm hati dia diam¨Cdiam menerima perawatan yang dia berikan kepadanya. ¡°Asta, jangan berbicara kepadaku dengan nada seperti itu!¡± ¨C Bench saya seth kamu sembuh.¡± Asta menatapnya dan berbicara dengannya dengan suara dm dan lembut: ¡°Sekarang jangan membuat onar, saya...benar¨Cbenar khawatir terhadapmu.¡± N?velDrama.Org owns this text. Pada saat ini.¡­. Hidung Samara terasa asam. Dia th mengatakan banyak kata¨Ckata tajam, tetapi mengapa Asta masih tidak melepaskannya? Mengapa hubungannya dengan Samantha sangat ambigu, dan masih bisa memberikan dia sebuah ilusi bahwa hanya ada dia saja di dm hidupnya? Sebelum naik ke dm inobil. Tangan kecil Samara meraih pintu dan berkata : ¡°Tunggu, dimanakah Olivia? Dan Javier...¡± ¡°Jangan khawatir, ada Wilson, mereka akan baik¨Cbaik saja.¡± Asta mclihat dia khawatir dan menjawab pertanyaannya dengan sabar. Samara mengigit bibirnya. Akhirnya, tidak ada san untuk dia bersikerasgi, jadi dia hanya bisa melepaskan tangannya dan menuruti Asta yang mengangkutnya ke dm kursi penumpang Asta bersandar, dan melewati luka di lengan Samara, dan memakaikan sabuk pengaman untuk dirinya. Gerakannya sangat lembut dan hati¨Chati, seh¨Ch dia sedang mempekukan harta karun dm hatinya. Samara duduk di kursinya dan tidak berani bergerak, tapi mata cotnya menatap pria yang mkukan semua itu untuk dirinya. Seperti ilusi..... Kapan ini akan berakhir? Asta melirik Samara dan naik ke kursi pengemudi. Sepanjang perjnan, Asta sama sekali tidak mengatakan sepatah katapun kepada Samara, tapi dia mh mju dengan sangat cepat. Dm waktu kurang dari sepuluh menit, mobil Hummer itu berhenti di depan pintu rumah sakit swasta. Ketika turun dari mobil, Asta mengendong Samaragi. ¡°Yang terluka adh lenganku.....¡± ¡°Saya tahu, tetapi saya tidak akan membiarkanmu turun.¡± Tatapan mata Asta yang membara: jangan bergerak, jika kamu menyentuh lukanya, saya akan menciummu di depan umum.¡± Mata Samara memerah. ¡°Kamu...¡± ¡°Jika kamu tidak percaya, kamu boleh coba.¡± Tentu saja Samara tidak berani untuk bertaruh dengan Asta tentang hal itu, jadi dia hanya bisa berkompromi dengan dia. Tangannya sakit. Namun, pelukannya itu terasa hangat. Ketika dia dibawa ke ruang UGD, dokter merobek lengan baju Samara, dan memperlihatkan daerah yang terluka Dan terlihat... Pada lengan seputih akan teratai, ada tiga luka dengan kedman yang berbeda kulit yang terluka itu dibuka dan darah bercucutan keluar,n terlihat daging yang menempel bersamaan. ¡°Gadis, lukamu perlu dijahit.¡± ¡°Dokter, jahitah.¡± Dokter mi menjahit luka di lengan Samara dengan jarun dan benang, matanya tidak berkedip bahkan dia tidak menjerit, Bahkan dokter paruh baya yang sedang menjahit lukanya tanpa sadar melirik ke arah Samara, bertanya¨Ctanya seberapa mati rasanya gadis itu sampai tidak merasa rasa sakit sama sekali. Melihat kebingunan dokter paruh baya itu, Samra berkata sumar: ¡°Saya pernah mengmi luka yang lebih parah daripada ini sebelumnya, jadi luka kecil seperti ini tidak telu sakit...¡± Next Chapter Bab 105 Bab 105 Bab 105 Mendengar cerita itu, dokter paruh baya itu pun terdiam. Gadis itu baru berusia 24 atau 25 tahun, luka apa yang th dia mi untuk mengatakan kata kata seperti itu? Asta melihat luka yang ada di tangan Samara, dia mengepalkan tangannya dan jari¨Cjarinya terlihat warna putih kebiruan. Tiga pisau.... Tiga bekas luka ditinggalkan di lengannya. Setiap luka yang dimi Samara, dia pasti akan membuat dua sampah itu membayar 200 kali lipat. Pasti. Seth dokter menjahit luka untuk Samara, sang dokter dengan teliti memberi tahu beberapa tindakan pencegahan yang harus mereka ingat untuk pemulihan, dan akhirnya tidak lupa untuk mengingatkan kepada Asta: ¡°Jagh pacarmu.¡± ¡°Dokter, kamu sh...¡± Sebelum dia bisa menyelesaikan kata¨Ckatanya, Asta berkata: ¡°Terima kasih, saya pasti akan 11jaganya.¡± Seth meninggalkan ruangan UGD, Asta mcmopong Samara ke ruang pasien seh¨Ch tidak ada orangin. Samara menekankan: ¡°Asta, saya bukan pacarmu.¡± ¡°Ya.¡± ¡°Kamu tahu itu, tetapi mengapa kamu hanya menjawab perkataan dokter tadi?¡± Asta menghentikanngkahnya, tatapan matanya yang gp berhenti pada wajah kecil Samara: Karena kk kamu akan menjadi inilikku, saya hanya menggunakan hak¨Cku lebih awal.¡± ¡°Kamu¨C¨C¡°Samara terdesak keras. ¡°Jangan menggunakan janjimu dengan Samantha untuk mengk dari diriku.¡± Tatapan Asta yang bersinar: ¡°Tidak ada yang bisa mengancam saya, kecuali dirimu.¡± Pria ini.... N?velDrama.Org owns this text. Ketika dia sedang serius, tubuh dia mengeluarkan kata ¡°menarik¡± Pa saat yang sama, pasien dan perawat sedang berbisik di koridor ¡°Wanita itu terlihat sangat biasa, tapi dia digendong oleh pria yang sangat tampan, bukankah tia sangat beruntung?¡± ¡°Wanita itu pasti sangat kaya, dan terobsesi dengan pria tampan itu!¡± ¡°Iya! Saya juga ingin dipeluk!¡± ** Pria itu telu lembut! Woo..... Bahkan suamiku tidak begitu baik padaku!¡± Mendengar kecemburuan mereka padanya, dan rasa kasihan yang ditujukan kepada Asta, Samara terdiam seribu bahasa. G! Dia sama sekali tidak jelek! Lagip, mereka berpikir bahwa dih yang mengejar Asta, tetapi sebenarnya Astah yang mengambil inisiatif untuk mendekat padanya, dia bahkan tidak bisa menyingkirkannya. Samara menahan emosinya, pipinya terlihat bengkak. Sudut bibir Asta terlihat sedikit melengkung akibat sikapnya yang sedang menahan emosi, dia membawanya ke ruang pasien dan menempatkannya dengan lembut di atas tempat tidur. ¡°Bebek matipun tidak sekeras dirimu.¡± Lengan Asta berada di kedua sisi tubuh Samara, dan dia hendak memeluknya: ¡°Kamu js khawatir tentang Olivia, sampai¨Csampai tidak maugi akan nyawamu.¡± Karena pria itu telu dekat, jantung Samara tiba¨Ctiba berdetak menjadi lebih cepat. Pandangannya juga jatuh di tempatin karena hatinya yang bersh. ¡°Lalu?¡± Samara bergumam: ¡°Saya menghkhawatirkannya, menyukainya, juga bukan karena dirimu. Saya menymatkan Olivia secara sukar, kamu tidak perlu merasa bersh dan saya juga tidak perlu kompensasi dari dirimu.¡± Meskipun Samara berkata demukian, tapi di dm hatinya dia juga merasa bahwa perkunya barusan telu impulsif. Dia tidak sendirian. Dia juga memiliki bayi untuk diurus. Jika Asta tidak tiba tepat waktu, maka konsekuensinya akan tak terbayangkan. Namun, ketika Olivia berada dm bahaya, dia sama sekali tidak mempedulikan hal itu, melindungi Olivia sepertingsung ada did m nalurinya. Rasanya seperti.... Dia lebih memilih jika sepuluh pisau itu menikam dirinya daripada jatuh ke badan Olivia ¡°Maaf.¡± Asta menatapnya dan berkata dengan lembut. ¡°Asta?¡± ¡°Samara, maaf saya datang tembat,¡± Asta menggerutu: ¡°Jika saya tiba lebih awal, maka kamu tidak akan begitu sakit.¡± Hati Samara bergetar hebat, dan mata cotnya terlihat sangat kompleks. Detak jantungnya.....terguncang oleh pria yang ada di depannya. Timothy meminta bantuan dari Jacob, tetapi tidakma kemudian dia menerima berita bahwa Samara terluka. Jacob melirik ke arah Timothy. ¡°Sebenarnya ada hubungan apa Samara dengan gadis kecil itu?¡± Jacob mengerutkan keningnya dan bertanya kepada Timothy dengan dingin: ¡°Dia sangat menghargai hidupnya, bagaimana dia bisa mempertaruhkan nyawanya untuk seseorang yang tidak penting?¡± Next Chapter Bab 106 Bab 106 Bab 106 Timothy juga tercengang saat Jacob menarik kerah bajunya. ¡°Jacob, kamu bertanya padaku,lu saya harus bertanya pada siapa?¡± Timothy diam sejenak sebelum mnjutkan : ¡°Meskipun saya tidak tahu sannya, tapi saya percaya pada bos, dan dia pasti mempunyai san sendiri.¡± ¡°san apa?¡± tatapan mata Jacob menyiratkan kemarahan : ¡°Ada san apa di dunia ini yang jauh lebih penting daripada nyawanya sendiri?¡± Timothy cemberut dan menatap Jacob dengan pasrah. Dia juga mengkhawatirkan Samara. Namun dibandingkan dengan Jacob, itu bukan apa¨Capa. Dan saat Timothy tidak tahu bagaimana cara untuk menghibur Jacob, ponselnya berdering. | Saat ¡°Halo.¡± ¡°Timothy, ini saya.¡± Suara Samara terdengar dari balik telepon, Timothy tiba¨Ctiba merasakan kelegaan yang teramat mendm. ¡°Bos, bagaimana keadaanmu?¡± ¡°Hanya sedikit terluka.¡± Samara tersenyum : ¡°Tidak akan mati.¡± ¡°Saya hanya.....¡± Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, ponsel Timothy sudah direbut oleh Jacob yang ada disampingnya. ¡°Bagaimana seorang wanita boleh terus¨Cmenerus mengeluarkan kata ¡®mati¡® dengan begitu mudah?¡± Mendengar suara Jacob, Samara tidak bisa menahan tawanya : ¡°Dasar adik kurang ajar, kamu semakin lama semakin kurang ajar ya, begini caramu berbicara dengan kakakmu ini?¡± Dia dan Jacob tumbuh besar di kampung yang sama. Jacob berusia 2 tahun lebih muda darinya, dan sudah mengikutinya seperti anak bebek sejak dulu. Saat Jacob kecil, tubuhnya tidak setinggi besar seperti saat ini, dan slu dianiaya oleh anak¨Canakin, Samarh yang slu mengambil batu untuk melempari anak¨Canak yang menganiaya Jacob. Hanya saja..... Seperti Samara yang memiliki identitas scorang Nona Muda dari keluarga Wijaya, identitas Jacob bahkan lebih hebatgi. Dia adh cucu luar dari Harvey Putra yang berasal dari kngan politikus dan militer, dia adh satu¨C satunya penerus keluarga Putra, identitasnya js sangat dihormati. ¡°Siapa yang mau menjadi adikmu?¡± Jacob menggerutu. ¡°Ku tidak mau menjadi adikku, saya akan menutup teleponnya.¡± ¡°Kamu.....¡± ¡°Sudah, jangan marahgi, saya menelpon kalian untuk memberitahukan keadaanku.¡± Samara mengedipkan matanya dan berkata : ¡°Saya niemang terluka, tapi tidak berat. Seth saya memulihkan lukaku, saya akan menemuimu untuk bernostalgia.¡± Jacob mendengus pasrah menghadapi Samara, dia hanya bisa mengiyakan. This belongs to N?velDrama.Org. ¡°Pintar¨C¨C¡± Seth menutup telepon, Samara masih tersenyum. Dia teringat bocah ingusan imut yang slu mengikutinya di bkang sambil memanggilnya kakak, sekarang sudah berubah menjadi seorang Kolonel termuda di militer. Dia memiliki perasaan bagaikan seorang ibu yang bangga melihat anaknya tumbuh dengan berhasil. Pada saat itu. Asta membuka pintu kamar pasien dan mngkah masuk,lu menjumpai Samara yang memegang ponselnya sambil tersenyum¨Csenyum. ¡°Siapa yang menelponmu?¡± Asta sengaja bertanya padanya : ¡°Pria atau wanita?¡± ¡°Pria.¡± Astangsung mngkah menghampiri dan mendorong Samara ke bawah. ¡°Pria?¡± Dm hati Samara, dia memang sengaja bertentangan dengan Asta. ¡°Pria.¡± mata cot Samara melebar dan menatap lurus pada Asta : ¡°Dia dan saya adh kekasih masa kecil.¡± Kekasih masa kecil? Samara juga tidak termasuk sedang beromong kosong. Hanya saja, dia slu menganggap Jacob seperti dikkikinya saja. Asta menatap Samara yang ada di hadapannya. Samara yang mengetahui perasaan Asta terhadap dirinya sedang bermain api dengannya. ¡°Samara, kamu ini benar¨Cbenar tidak memperdulikan orangin ya.¡± Samara merasakan kekejaman dm mata Asta, tapi saat ini dia tidak bisa menundukkan kepnya. ¡°Asta, kamu juga tidak berbeda.¡± Asta ingin segera mengeluarkan hatinya dan memperlihatkan kepadanya, tapi Samara hanya terus waspada dan waspada terhadapnya. Wajahnya palsu. Identitasnya juga palsu. Semuanya palsu. Kemarahan yang dirasakan dm hatinya sudah mencapai puncak, Asta mengigit bibir Samara dengan ganas. Samara yang merasakan rasa sakit di bibirnya menatap Asta dengan tidak percaya : ¡°Asta, kamu ini binatang buas ya? Saya ini masih terluka!¡± Bab 107 Bab 107 Bab 107 Dia adh seorang pasien. Lengannya masih terluka. Tapi pria yang bagaikan binatang buas ini...mh menekannya dibawah tubuhnya tanpa memperdulikan lukanya. Asta menarik tubuhnya dan membuat sedikit jarak, jari¨Cjari rampingnya membi bibir Samara : ¡°Yang saya cium adh bibirmu, yang terluka kan lenganmi, tidak berpengaruh.¡± Baru menyelesaikan kalimatnya, Astangsung menarik tubuh Samara dan menciumnya dengan intens. Namun..... Meskipun ciuman Asta semakinma semakin dm, dia masih mengingat luka di lengan Samara dan tidak telu menekankan tubuhnya. ¡°Bi...binatang buas...¡± Samara samar¨Csamar mengutuknya. Tapi sebagai gantinya, pria itu mh menghukumnya lebihmagi. Dia tahu Samara menk ciumannya, tapi dia slu merebutnya dengan ganas, agar dia terbiasa, agar dia terbelenggu. Dan saat mereka berdua hampir kehngan kendali, pintu kamar tiba¨Ctiba dibuka pn dan suara lembut seorang wanita terdengar. ¡°Asta, apa kamu ada disini? Saya datang menjengukmu.¡± Dan pada saat bersamaan, Asta dan Samara mengenali suara itu, suara Samantha. Samara yang masih terengah¨Cengah karena ciuman Asta tanpa sadar menahan nafasnya agar tidak ¡°Uhuk uhuk uhuk¡­..¡± This belongs to N?velDrama.Org. Asta sedikit lebih baik daripada Samara, hanya saja suaranya terdengar serak dan rendah seth keinginannya terpuaskan. Sebagai orang dewasa....sebagai orang dewasa yang memiliki pengman, pasti bisa membayangkan betapa panasnya ciuman kedua orang itu tadi diatas ranjang. Samantha tiba¨Ctiba memucat, jantungnya seperti berhenti berdetak, dan tanpa sadar membuka mulutnya namun tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun. Dia ingin pergi ke kediaman Costan untuk mengambil hati Oliver dan Olivia, namun dia mh mendapatkan kabar dari Paman Michael ku mereka berdua sedang bersama dengan A. Paman Michael yang tidak mengetahui apa¨Capa memberitahukan kepadanya ku Asta sedang berada di rumah sakit. Ada yang pernah mengatakan ku sescorang paling rentan ketika sakit, Asta juga jarang¨Cjarang sakit, makanya dia berinisiatif mengambil kesempatan untuk mendekati Asta, Namun¨C¨C¨C¨C Dia datang kemari dengan tekad kuat, dan mh menjadi lelucon konyol. Asta tidak terluka, sebaliknya yang terluka adh wanita jelek dengan wajah yang penuh bintik bintik itu. Dan wajahnya yang merona merah dan nafasnya yang lerengah¨Cengah itu merupakan bukti js ku dia baru saja menerima pekuan cintanya Asta. Kenapa Samara berani? Dia js¨Cjs sudah menerima 10 miliar darinya, dan menanda¨Ctangani perjanjian agar tidak bertemu dengan Astagi. Sekarang lihah apa yang diakukan! Samantha mengepalkan tangannya dengan crat, namun di hadapan Asta dia hanya bisa menn ludahnya dengan susah payah. Sekarang dia masih belum bisa bertindak pada Samara, dia harus menunggu saat Asta tidak ada,lu mencabik¨Ccabiknya! ¡°Kamu, sudah puas melihatnya?¡± Asta membuka mulutnya, tatapan mata serta nada bicaranya terasa tajam dan dingin. ¡°Asta, saya kira kamu terluka.¡­¡± Samantha mengigit bibir merahnya dengan ringan, dan matanya terlihat tidak tega : ¡°Saya...sepertinya sh paham.¡± Samara menyeringai saat menyadari Samantha sedang begak kasihan. Melihat Samantha yang sudah dipenuhi dengan keinginan untuk mencabik¨Ccabik dirinya namun tidak berdaya dan tidak bisa mkukan apa¨Capa, hali Samara merasakan sensasi kepuasan. Ini....sepertinya cukup menarik. Lengan baju Asta tiba¨Ctiba ditarik oleh sepasang tangan mungil saat dia hendak berdiri dari ranjang Samara. ¡°Kamu....¡± ¡°Lenganku sangat sakit.¡± Samara menatap Asta dengan mata cotnya yang sedikit basah : ¡°Kamu mau kemana?¡± Dia sengaja. Dia hanya ingin memprovokasi Samantha. Namun yang tidak bisa dia pastikan adh.... Asta Ku Asta lebih memilih Samantha yang berpura¨Cpura kasihan, maka yang akan dipermalukan adh dirinya sendiri, Samara sedang bertaruh, namun dia tidak tahu apa yang sedang dia pertaruhkan dan kenapa dia bertaruh. Dan saat pikirannya mi jernil, lubuhnya sudah berada dibawah tubuh Axta, dia inengeluarkan tatapan mata polos dan tidak berdaya, dan menggunakan hal hal yang membuatck seperti matcha. Asta menatap lurus padanya dan tidak mengatakan apapun, Hati Samara ¡®tcrgclitik¡® sejenak, apakah alia ini sedang meminta penghinaan untuk diri sendiri? Next Chapter Bab 108 Bab 108 Bab 108 Asta memegang dagunya: ¡°Kamu ingin saya tetap disini?¡± ¡°Hm?¡± Samara termenung, dan melirik sejenak pada Samantha yang berdiri didepan pintu : ¡°Ada orang yang sedang menunggumu.....¡± ¡°Kamu mau saya tetap disini atau tidak?¡± Asta menatap Samara seperti mangsanya yang sudahma dia perhatikan, begitu posesif dan mendominasi. Asta diatas, dan Samara dibawah, di sebuah ranjang yang tidak telu besar, dan mereka mempertahankan postur yang sangat ambigu. Samantha merasakan kobaran api yang membara dm hatinya, sangking kesalnya, tubuhnya terus gemetar. Dia tidak mengerti, wajahnya seribu kali lebih cantik daripada Samara, dia juga bisa mkukan apa yang dkukan wanita ini kepada Asta. Tapi kenapa Asta mh lebih memilih wanita ini dibandingkan dengan dirinya. ¡°Asta....¡± Mata Samantha memerah : ¡°Dia terluka, dia juga butuh istirahat....¡± Samantha belum menyelesaikan kalimatnya, Samara sudah meny dan memberikan jawabannya dengan keras. ¡°Mau.¡± Mata tajam Asta sedikit menyipit dan menatap wanita mungil dan licik yang ada dibawah tubuhnya, dan sudut bibirnya terangkat. Dia menyadari ku wanita mungil ini sedang memprovokasi Samantha dan menggunakan dirinya sebagai senjata untuk menyerang. Tapi, dia sama sekali tidak peduli. Sebaliknya, jawaban ¡®mau¡® yang manis membuatnya terpesona. ¡°Karena sudah sh informasi untuk apa kamu masih termenung disana?¡± Meskipun Asta tidak menunjukngsung, tapi sudah sangat js perkataan itu ditujukan kepada siapa Samantha tidak menyangka dia akan diusir dengan keji, wajahnya penuh keheranan : ¡°Asta, saya....¡± ¡°Keluar Tutup pintunya¡± Samantha ragu¨Cragu dan tidak ingin pergi, namun dia tidak pernah bisa menggoyahkan keputusan Asta Sma lima tahun ini, dia tidak bisa, saat ini tentu juga tidak bisa Gigi geraham Samantha hampir hancur, tapi dia bunya bisa pergi dengan hati yang tidak r Samara, kita lihat saja! Seth Samantha keluar dari kamar pasien, Samara juga ms berakting,gi, Dia melepaskan cengkraman tangannya pada Asta, dun wajahnya kembali terlibat tidak peduli seperti sedia k Asta talu S: ra sangat realistis, tapi dia tidak menyangka tingkat kerealisusnya sampai sejauh ini. ¡°Habis manis sepah dibuang.¡± ¡°Lalu?¡± Samara mengalihkan pandangannya dan berman: ¡°Kami juga menyadari ku syai sedang beraking kan?¡± Belonging ? N?velDram/a.Org. Hali Asta tersentak. Wanita ini js¨Cjs musuh berbuyutannya. Dia r diperi olehnya, tapi siapa yang menyangka dia akan memalingkan wajahnya seth sclesai mempertnya. Asta mengerutkan bibirnya tapi dia tidak merubali posisinya yang masih menckan Samara dengan crat dibawah tubuhnya, Meskipun terganggu olch kedatangan Samantha, tapi Asta tidak lupa tentang kekasih masa kecil yang dibahas Samaratadi. ¡°Jadi siapa sebenarnya kekasih masa kecil yang menelponmu tadi?¡± Samara tcrcengang, astaga, dia masih ingat tentang Jacob. ¡°Asta, kenapa saya harus mporkan seg sesuatu padamu?¡± ¡°Karena saya adh lkimu.¡± Asta menatapnya dengan ganas dan berkata dengan suara rendah : ¡°Apa kamu harus menantang batas terbawahku?¡± ¡°Bagaimana kamu bisa menyebut dirimu Ikiku?¡± ¡°Karena saya sudah memberikan semua cintaku hanya untukmu seorang...¡± Asta berkata dengan dingin dan bangga : ¡°Tentu saya sudah menjadi milikmu kan?¡± Asta yang seperti ini terlihat sangat serius, tidak hanya tatapan matanya yang memancarkan aura serius, bahkan rambutnya pun terasa memancarkan keseriusan. Samara sangat ingin membantahnya Tapi dia tidak bisa mengucapkan sepatah katapun seth ditatap oleh matanya yang gp dan dm itu. Samara takut Asta akan marahlu mengigit bibirnya dengan ganas sampai bengkakgi, jadi dia pun tidak mwannya. Dia celingak¨Ccelinguklu berkata padanya : ¡°Saya ini seorang pasien, dan kehngan banyak darah...sekarang saya ngantuk....saya ingin tidur.... ¡°Baik.¡± Mata Asta terlihat bersikeras : ¡°Istirahat saja dulu, seth itu baru kita bicarakangi mash kekasih masa kecilmu.¡± Samara benar¨Cbenar mengantuk. Dia berpikir mungkin saat dia bangun nanti Asta juga sudah pergi, dan dia akan merasa sedikit lebih baik. Namun saat Samara menyenderkan kepnya pada bantal dan menutupi dirinya dengan selimut, pria itu mh merentangkan tangannya dengan kuat.... Next Chapter Bab 109 Bab 109 Bab 109 This belongs to N?velDrama.Org. Samara terkejut, dan bergegas mengk ¡°Apa yang kamukukan? Saya sudah seperti ini kamu masih mau Perkatuannya belum selesai, Asta sudah menarik tubuhnya kedm pelukannya : ¡°Saya juga Th...biarkan viya memelukinu sebentar...¡± Mungkin karena dintcrluka dan kehngan telu banyak darah, atau mungkin pelukan Asta icinang membawa kebanyataan¡­ Mata cot Samara terpejam dan dia pun terlp Dia bermimpi, bermimpi tentang min itu, lima tahunlu, dia berusaha keras menymatkan hidupnya dmutan api, dan sepasang anak kembarnya yang dibawa pergiolch Samantha Dihantui oleh mimpi buruk, Samara tanpa sadar memeluk pingsang, Asti dan bergumam: ¡°Jangan..jangan bayiku¡­.kerbalikan bayiku...¡± Dia tidak bisa melepaskan dirinya dari mimpi buruk itu, dia hanya merasakan hatinya yang Icrammal sakir. Asta menunduk dan melihat wanita mungil yang memeluk dirinya,lu mengelus punggungnya dengan lembut ¡°Jangan takut, ada saya disini.¡± Kediamanma keluarga Costan, Borris sedang memainkan kacang kenarinya, dan menatap cicitnya yang sedang memakan eskrim dengan sepasang mata yang bahagia Borris Costan, adh kakek dari Asia dan A Asta tidak pernah dekat dengan wanita, jadi kakeknya slu mengira ku dia akan menimang cicit dari A terlebih dulu, namun tidak disangka mh Asta yang mendahului. Kakek sangat menyukai Oliver dan Olivia Terutama Oliver, tidak berlchihan menyebutnya sebagai sumber kehidupannya Kakek. ¡°Sayang, makannya pn¨Cpn....¡± Kakek berkata dengan wajah penuh kasih sayang, senyuman di wajahnya merekah lebar : ¡°Seth makan masih adagi, mau makan sebanyak apapun ada....¡± ¡°Kakek buyut, kamu baik sekali.¡± ¡°Tentu saja!¡± Kakek yang dipanggil ¡®Kakek Buyur¡® hampir luluh, dia memikirkan dm hatinyain kali dia akan membawa serta Olivia, n bukan hanya Oliver Dia membayangkan ditemani oleh sepasang cicitnya dan merasampir terbang ke mwan Oliver yang sedang makan eskrim mendapatkan pesan singkat dari adiknya, ¡°Kakak, Samara terluka demi melindungikut ¡ª *emoticon menangis Apa! Wanitanya terluka! Seth membaca pesan itu, hali Oliver seperti tertusuk, m diangsung meletakkan sendoknya dan berkata dengan panik : ¡°Kakek buyut, saya tidak mau makan skrigi..Aya ada masa penting dan ingin png sekarang...¡± Kenari di tangan Kakek terjatuh kentai, chia mchup jenggonya: ¡°Oliver, acha insan heming apa? Bukankah kamu sudah berjanji akan betil piano sma satu bn pembelimumab kukek buyur?¡± ¡°Kakek buyut, Samara¨Cku terluka!¡± Kakek buyut bertanya dengan penasaran : ¡°Samara, ilu anjing peliharaan peliharaanmu? Saya akan menyuruh seseorang untuk mengantarnya kemani ya¡± ¡°Bukan, dia adh wanitaku, seth saya dewasa saya akan menikalinya dan menjadikannya menantu cicitmu!¡± Oliver berkata dengan serius, tidak terlihat seperti seamng bercanda: ¡°Du terluka, saya tentu harus menjenguknya! Kakek liuyil, cepal minta sescongantarkan saya png kerumah!¡± Kakek buyut yang mendengar perkataan itu merasakan Samana memiliki posisi yang penting dm hati Oliver, jadingsung mengantarkan Oliver png kembali ke kerliaman Asta Tentu saja.... Dia juga ikut, dia ingin melihat orang seperti apa Samara ini. Ku Oliver benar¨Cbenar menyukai gadis kecil itu, maka dia yang kuno ini bukannya tidak mengerti perubahan zaman tapi tidak ada shnya ku diangsung menimbangkan Oliver dan calon menantu cicitnya itu kan. Sesampainya di kediaman Asta. Oliver melihat Olivia yang sudah menangis hingga matanya memerah seperti seekor kelinci Alfa yang disampingnya juga terus menghiburnya. ¡°Putri kecil, kesayanganku, Samara sekarang sedang memulihkan lukanya, dia tidak mati kok.¡± ¡°Sekarang ayahmu juga sedang menemaninya, nanti ku dia sudah lebih baik, saya akan membawamu menjenguknya ya¡± ¡°Jangan menangisgi dong! Saya bersumpah, saya tidak membohongimu!¡± Olivia yang melihat Oliver sudah pngngsung beri kearahnya dan memeluknyalu berusaha keras membuka mulutnya dan berkata : ¡°Kak....dia...terluka...darah...banyak...¡± Sambil berbicara, air matanya juga seperti kalung mutiara yang benangnya terputus, tidak berhenti jatuh kentai. Melihat Olivia gadis kecilnya menangis, Alfa merasa hatinya sakit, kakek buyutnya juga merasa lebih sakit hatigi. Samara ini¡­. Sebenarnya dewi dari khayangan mana? Bahkan cicit perempuannya pun menangis tersedu¨Csedu untuknya. Kakek yang melihat kedua cicitnya dengan kebingungan itu menoleh pada Alfa : ¡°Alfa, kemari. ada yang mau saya tanyakan padamu.¡± Next Chapter Bab 110 Bab 110 Bab 110 Alfa memanggil Paman Michael untuk mengawasi Oliver dan Olivia, dan dia mengikuti kakeknya naik ke ruang baca dintai dua. ¡°Kakek....¡± ¡°Kakek apanya?¡± Kakek berkata dengan kesal : ¡°Olivia bisa bersuara dan mi berbicara, hal sepenting ini kenapa tidak kamu beritahukan kepada kakek?¡± Bagaimanapun Alfa adh cucu kedua dari kakeknya. Tapi, sejak Oliver dan Olivia hadir, posisinya di hati kakeknya sudah berpindah ke negeri impian. ¡°Saya...saya lupa.¡± ¡°Lupa? Hal sepenting ini bisa kamu lupakan? Apa kamu bisa memfungsikan sedikit otak udangmu itu?¡± Ku bukan karena Kakek tidak membawa tongkatnya, pantat Alfa pasti sudah dipukuli sejak tadi¡­ Alfa mengaruk¨Cgaruk kepnya, dadanya sesak seperti akan mati. Otak udang? Dia belum pernah bertemu dengan orang bodoh dengan wajah tampan sepertinya! ¡°Bagaimana Olivia bisa sembuh? Dokter spesialis mana yang kalian temukan?¡± ¡°Bukan, sejak bertemu dengan Samara, dia pehanhan mi membaik...¡± Wajah Kakek tercengang : ¡°Samara? Itu...gadis yang membuat Oliver panik dan mendesak untuk png?¡± ¡°Iya.¡± Tadi dia mengira hanya Oliver yang menyukai Samara. ¡°Ternyata, sin Oliver, bahkan Olivia pun begitu menyukainya. Ku begitu, Samara ini....memang merupakan calon menantu cicitnya yang terbaik. ¡°Samara itu orangnya seperti apa?¡± Alfa berpikir sejenak: ¡°Saya rasa tidak buruk, bahkan kakakku yang pemilih itu juga merasa dia tidak buruk Yang paling penting, kali ini dia terluka karena melindungi Olivia...¡± Kakek menyapu jenkkotnya dengan Put wajah pues, orangnya baik, dan bisa melindungi Olivia sangat bagus ¡°Lalu bagaimana dengan penampnnya?¡± *Sangat biasa, bahkan bisa dibng jelek¨C Alfa melontarkan kalimatnya begitu saja, tapi saat dia teringat pada pendapat dua bocah dan kakaknya itu, dia segera mengubah perkataannya : *Namun, kakakku, serta Oliver dan Oliva merasa dia sangat cantik. Mendengar itu, Kakek melirik Alfa dengan tatapan menghina. ¡°Dasar otak udang benar¨Cbenar tidak punya selera Si otak udang termenung: ¨C¨CWah wah wah, bagaimana dia bisa tidak punya selera. Seth menanyakan hal itu, kesan baik Kakek terhadap Samara bertambah, sepertinya tidak ada shnya ku dia segera menerapkan gadis kecil itu untuk dirunangkan menjadi menantu cicitnya. ¡°Alfa, karena Oliver begitu menyukai Samara, sebaiknya kita menemui orang tuanya Samara, abahas bagaimana ku kedua anak ini kita tunangkan terlebih dahulu.. Perkataan kakek yang keluar dari mulutnya dengan nada yang bangga berhasil membuat Alfa terheran. ¡°Kakek kamu ingin Samara menjadi menantu cicitmu?¡± ¨CAda mash: Kakek meliriknya seks. ¡°Samara ini sudah berusia 25 tahun.¡± Alfa mengedipkan matanya : ¡°Apa kakek vakin: ¨CChuk uhuk uhuk.. Mendengar ucapan Alfa, Kakekngsung tersedak dan batuk¨Cbatuk, seth itu dia menatap Alfa dengan gk : Memang otak udangmu ini tidak ada gunanya! Hal sepenting itu kenapa tidak kamu beritahu terlebih dulu: ¡°Kakek_kamu kan tidak bertanya.. ¡°Masih membantah!¡± Alfa memegangi kepnya, dia menggerutu dm hatinya, kenapa slu dia yang tersakiti? Lantas apakah statusnya sebagai Tuan Muda kedua...begitu tidak berharga. Dia baru saja dianiaya oleh mahkluk kecil penguasa keluarga Costan, sekarang yang tua juga menganiayanya! Dm mimpinya. ¡°Hatchiu¡ª-¨C Samara bersin N?velDrama.Org owns this text. Suara bersin itu jugangsung membangunkannya dari m mimpi Diatas ranjang, hanya ada dirinya. Asta tidak berada di sampingnya Samara membuka selimutnya dan pergi ke kamar mandi, namun saat dia tiba didepan pintu, dia menyadari ada seseorang didm kamar mandi dan sedang menelpon didm. ¡°Javier.....¡± Mendengar ada yang menyebut nama putranya, Samara menempelkan telinganya pada daun pintu. Asta sedang menelpon Javier ya? Bagaimana pria ini bisa memiliki nomor teleponnya Javier, dan untuk apa dia menelponnya? Eh? Kenapa tidak ada suaranya? Samara semakin menempel pada pintu. Tapi¡ª- Siapa sangka pada saat itu, pintunya terbuka. Bab 111 Bab 111 Bab 111 Dm sekejap. Samara terdorong karena kehngan keseimbangan. Tubuhnya jatuh tepat ke pelukan Asta. Asta yang tersandung, juga terdorong dan terduduk di toilet, sedangkan Samara duduk tepat pada pangkuannya. Kejadian ini¡­.. Terjadi dm sekejap mata. Jantung Samara berdegup kencang, seh jantungnya akan melompat keluar. Kenapa Asta membuka pintu pada saat itu? Yang paling penting, bukankah posisinya saat ini sedikit memalukan? Seperti hanya¡­.sngkahgi dari api. ¡°Kamu jangan bergerak¡­saya bisa sendiri¡­¡± Samara menahan rasa malunya dan berkata dengan suara kecil. Tapi pada saat Samara hendak bangkit dari pangkuan Asta, tangan pria itu mh melingkari pinggangnya, dia ingin mempertahankan posisi ini. Samara tidak bisa berdiri, dan hanya bisa duduk berhadapan dengannya. Dan¡­.dia dapat merasakan¡­.perubahan pada bagian tertentu dari tubuh pria ini. Suara Samara bergetar karena marah : ¡°Asta, kamu¡­.jangan keteluan!¡± ¡°Keteluan, siapa yang keteluan? Kamu sendiri yang menjatuhkan diri kedm pelukanku¡­..¡± Samara tersentak. C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. ¡°Saya bukan saya.¡± ¡°Lantas saya yang memelukmu dan mendudukkanmu pada pangkuanku?¡± mata tajam Asta menyipir, wajahnya terlihat santai : ¡°Seperti itu kah?¡± Samara udak bisa inengatakan apapun pada Asta, dia hanya bisa menjadikan lukanya sebagai san ¡°Kamu menyenai lukaku.¡± Asta tidak melepaskan pelukannya, dan terus bertanya: ¡°Karena kamu sudah bangun, mari kita lanjutkan pembahasan mengenai kekasih masa kecilmu itu.¡± ¡°Kekasih masa kecil?¡± ¡°Tidak mau memberitahu?¡± ¡°Asta, saya tidak tahu apa yang sedang kamu bicarakan.¡± Samara sengaja begak bodoh, Asta tidak marah, mh sebaliknya sudut bibirnya terangkat dan dia tersenyum sinis. Detik snjutnya¡­¡­ Lengan pria itu melingkari pinggangnya dan menariknya lebih dekat. Gerakan itu membuat lekuk tubuh kedua orang itu menempel tanpa ch sedikitpun. Panas dan keras¡­.adh sesuatu yang tidak familiar untuk Samara. Kecuali mm itu, enam tahunlu¡­. Sin itu dia tidak memiliki pengmanin. Dan ini¡­benar-benar mengagetkannya! ¡°Kamu¡­ mau memberitahu atau tidak?¡± Samara mengangkat kepnya dan merasakan tatapan mendominasi dan mengejek dari mata tajam Asta. Dia sengaja! Dia menggunakan cara seperti ini untuk menginterogasinya! Dm ruang yang sempit dan ketat seperti ini, dia tidak berani bertaruh. Ku dia terus bersikeras mwan Asta, maka pria itu bisa saja benar-benar berubah menjadi binatang buas dan menghabisinya di tempat, tanpa menghiraukan luka yang ada pada tubuhnya. ¡°Hm?¡± kesabaran pria itu tampaknya berangsur-angsur hng. Samara seperti b yang kempes,lu berkata dengan cemberut : ¡°Seorang adik yang berusia dua tahun lebih muda dariku, kami tumbuh besar bersama¡­. dia adh pemuda yang baik,gip saya memiliki sepasang putra, orang hanya menganggapku seperti kakaknya saja.¡± ¡°Lalu kamu?¡± ¡°Ada apa denganku?¡± Asta mendesak : ¡°Lalu bagaimana kamu memandangnya?¡± ¡°Seperti seorang adik.¡± Samara berhenti sejenaklu mnjutkan : ¡°Ku saya memang menyukainya, saya pasti sudah menjadi pacarnya sejak dulu, dan bukan menjadi kakaknya seperti sekarang ini¡­.¡± Jacob, pemuda yang sempurna itu ¡­.. Sejak Samara kehngan keperawanannya enam tahunlu, dia sudah tidak memiliki hak untuk menjadi siapa-siapanya Jacob. Dan pada saat itu¡­. Asta baru merasa puas dengan jawaban Samara dan tersenyum. ¡°Asta, kenapa kamu tersenyum?¡± ¡°Senang.¡± Mata tajam Asta penuh dengan kasih sayang : ¡°Meskipun kamu belum menyukaiku, setidaknya di hatimu tidak ada orangin.¡± Pria ini¡­. Kenapa mengatakan hal seperti ini padanya? Seh-h perasaannya terhadap dirinya sudah berakar, dan seh-h hanya dia satu-satunya wanita di dunia ini! ¡°Tok tok¡­¡± Tiba-iba terdengar suara ketukan pintu dari luar. ¡°Ibu, apa ibu didm? Saya dan kakak datang menjengukmu!¡± ¡°Saya akan membuka pintunya ya!¡± Samara, yang duduk dm pangkuan Asta, mengerang dm hati. Yang datang tidak hanya satu, tapi mh kedua bocah itu. Bab 112 Bab 112 Bab 112 Pintu terbuka, dan kedua bocah itu masuk kedm. ¡°Ibu¡­..¡± Javier dan Xavier berjn memasuki ruangan dan melihat Samara yang terbaring di ranjang pasien dengan wajah memerah. Sejak Xavier menjadi bintang cilik, dia sering menghabiskan waktu untuk syuting diluar. Dan saat dia mendapat kabar dari Javier ku ibunya terluka, dia bergegas datang dari lokasi i syuting. ¡°Ibu¡­apakah lukamu serius?¡± Xavier melepas kacamatanya dan bertanya dengan cemas : ¡°Apakah kamu demam? Ibu, kenapa wajahmu merah sekali?¡± Javier juga menghampiri : ¡°Benar kata kakak, wajah ibu merah sekali!¡± Belonging ? N?velDram/a.Org. Samara tersentak oleh pertanyaan itu, dan memegang wajahnya dengan perasaan bersh. Dia tidak demam, tapi san kenapa wajahnya merah juga tidak bisa dia beritahukan kepada kedua bocah itu. Dan saat Samara kewhan, Asta mngkah keluar dari kamar mandi. ¡°Ibu kalian tidak demam¡­.¡± Asta menggulung lengan kemejanya dan menatap Samara dengan mata tajamnya : ¡°Dia hanya sedikit¡­.kepanasan, jadi suhu tubuhnya sedikit panas¡­.¡± Samara melebarkan matanya dan menatap Asta dengan tidak percaya. Ku bukan karena pria ini menahannya dm pangkuannya tadi, mana mungkin wajahnya menjadi merah seperti sekarang ini? Tapi dia tidak berdaya, dia juga tidak bisa mengatakan hal yang sebenarnya, jadi dia hanya bisa mengiyakannya. ¡°Ini kan ayah t¡­..¡± Xavier merasa ku dia akan sh bicara, jadi dia segera mengubah kalimatnya : ¡°Eh¡­.paman Asta?¡± ¡°Benar! Dia orang yang kuceritakan padamu waktu itu.¡± Javier berusaha tenang : ¡°Kakak, karena waktu itu kamu sedang syuting, jadi tidak pernah bertemu dengannya, hari ini kebetn bisa bertemu.¡± Xavier menatap Astalu meninya, dan disaat bersamaan Asta juga sedang meni Xavier. Meskipun Xavier dan Javier adh kakak beradik, tapi mereka juga merupakan anak kembar. Javier saja sudah cukup tampan, tapi Xavier jauh lebih tampan dibandingkan dengan adiknya, wajahnya lebih halus dan sempurna, ¡°Kalian¡­..¡± Samara menatap Asta,lu menatap Javier dan Xavier. mar CY Sebelumnya dia sudah merasa ku Javier mirip dengan Asta, tapi sekarang seth membandingkannya dengan Xavier, sepertinya Xavier juga mirip dengan Asta. Dia sangat bingung, tapi dia juga merasa ku tebakan dm hatinya yang tidak mungkin itu bisa saja benar. Asta dan dia¡­. G! Tidak mungkin, tidak mungkin! Pria yang merebut keperawanannya mm itu, bisa siapa saja, tapi tidak mungkin Asta. ¡°Apa yang ingin kamu katakan?¡± Asta mengangkat alisnya dan bertanya : ¡°Ada apa dengan kami?¡± ¡°Saya ingin bertanya, kalian ingin makan apa?¡± Samara memilih untuk tidak mengatakan hal-hal yang berbahaya, dia mengelus perutnya dan berkata dengan lemas : ¡°Sayapar¡­¡± Asta bertanya kepada Javier dan Xavier : ¡°Kalian mau makan apa?¡± ¡°Saya mau makan ayam.¡± ¡°Saya mau makan ikan.¡± Asta mengangguk kecil : ¡°Baik, saya akan menyiapkannya.¡± Dia berbalik dan hendak keluar dari kamar pasien, Samara mengernyitlu bertanya : ¡°Asta, kenapa kamu tidak bertanya padaku?¡± Asta bahkan tidak menoleh : ¡°Ku kamu¡­.makan bubur saja.¡± Seth Asta pergi, Javier dan Xavierngsung berbaring di ranjang pasien dan mengelilingi Samara dari kedua sisi. ¡°Ibu, ibu¡­¡± Javier melihat dengan matanya sendiri sebanyak apa Samara berdarah, jadi dia bertanya dengan khawatir : ¡°Apakah lukamu benar-benar tidak serius?¡± ¡°Sebenarnya sedikit sakit¡± Samara tersenyum : ¡°Tapi karena hari ini saya bisa bertemu dengan dua kesayanganku, sekarang sudah tidak sakitgi.¡± Tapi sayangnya, Javier dan Xavier tidak tertipu. Javier berkata dengan serius : ¡°Ibu, kami ini sudah lima tahun, bukan anak kecil berusia tiga tahun lagi.¡± ¡°Js-js kamu takut sakit¡­.¡± Xavier berkata dengan sungguh-sungguh : ¡°Begak apagi? Kamu sudah memanggil kami berdua kesayanganmu, tapi tidak mau berkata jujur pada kami¡­.¡± Samara mengerutkan hidungnya. Perkataan kedua anaknya ini membuat dia merasakan kehangatan yang membuat tenggorokannya sedikit tersedak. Bab 113 Bab 113 Bab 113 Js¨Cjs dih ibu mereka, tapi kedua bocah ini... mh slu memanjakannya seperti ini. Sma lima tahun ini..... Dia sering sekali merasakan ku dirinya akan jatuh ke dasar jurang, namun nalurinya sebagai seorang ibh yang memungkinkannya untuk bertahan dan mengatasi berbagai kesulitan, dan menjadikannya seperti dia yang sekarang. ¡°Xavier sayangku.¡­¡± ¡°Javier sayangku....¡± Samara mencium Javier yang berada di kirinya,lu mencium Xavier yang ada di kanannya, dan kembali berterima kasih kepada Tuhan yang mengasihaninya dan membiarkannya mhirkan sepasang bayi jenius ini. Javier dan Xavier merasa kasihan pada ibunya ini, jadi mereka kembali membagikan pengetahuan mereka tentang perawatan luka yang mereka dapatkan dari artikel di inte kepada Samara. ¡°Xavier, bukankah kamu seharusnya berada di lokasi syuting?¡± ¡°Seth mengetahui kamu terluka, sayangsung memberitahu Bibi Winda ku saya mau png, Bibi Winda membantuku mengatur ng jadwal, dan saya harus kembali sebelum jam 11 mm,lu mkukan syuting besok.¡± Xavier seperti teringat sesuatu, dia kemudian menambahkan : ¡°Ibu, saya ini termasuk apa? Samantha lah pemeran utamanya! Saat dia baru bergabung dengan grup, dia masih terbng serius, tapi semakin kesini, dia semakin menjadi¨Cjadi. Dia tidak hanya meminta pemeran pengganti untuk adegan b diri, tapi untuk adegan musikal juga, beberapa hari ini bahkan sosoknya juga tidak kelihatan, jadi sin adegan close¨Cup, semuanya benar- benar mengandalkan pemeran pengganti dan editan komputer.¡± This belongs to N?velDrama.Org. Javier menggerutu : ¡°Wanita itu benar-benar menyia¨Cnyiakan wajahnya yang mirip dengan wajah ibu.....¡± Membahas tentang penampnnya, kedua bersaudara itu sudah menebak hubungan Samantha dengan ibu mereka. Kedua anak ini sebenarnya sangat penasaran, tapi mereka juga tidak pernah menanyakannya. ¡°Javier, Xavier...¡± Bulu mata Samara bergerak, tangannya mengepal dengan erat : ¡°Kalian, harus menjaga jarak dengannya, jangan karena dia mirip denganku, jadi kalian menganggap dia sama seperuku.¡± ¡°Ibu.¡± Javier dan Xavier baru kali ini melihat tatapan mata ibunya memancarkan kebencian yang teramat mendm. ¡°Xavier, sepertinya dramamu kali ini akan gagal.¡± Samara menyeringai. ¡°Maksud ibu.... ¡°Drama ini tidak akan bisa ditayangkan.¡± Mata cot Samara berku,lu dia berkata dengan santai : ¡°Dia...harus membayar harga atas semua yang th diakukan.¡± Asta mengatur hidangan dari Restoran Metroluxe. Javier makan ayam, Xavier makan ikan, dan Asta benar¨Cbenar menyiapkan...bubur untuk Samara. Melihat kedua anak itu makan daging denganhap, Samara mengaduk¨Caduk mangkuk kecilnya dengan sendok, dan wajahnya terlihat sebal. ¡°Kalian.....¡± Samara yang berniat mengambil beberapa potong daging dari mangkuk dua anak itu, mendapati Asta sedang menatapnya dengan dingin. ¡°Kamu, bahkan makanan putramu juga kamu rebut?¡± Samara menarik kembali tangannya saat pikirannya tertangkap basah dan diungkapkan oleh Asta, dia berkata sambil mendengus : ¡°Bicara sembarangan apa kamu? Saya...saya ini seorang ibu.¡­ bagaimana mungkin?¡± Samara memakan buburnya dengan pasrah sambil menarik nafas dm hatinya. Javier dan Xavier bertukar pandang dan kesan baik mereka terhadap Asta semakin bertambah. Seth makan mm. Asta mengutus Wilson untuk mengantarkan Javier png, dan mengantarkan Xavier ke tempat manajernya. Saat menunggu Wilson mengemudikan mobilnya kemari, Javier dan Xavier mengangkat telinga mereka. ¡°Javier, apa kamu yakin Asta belum pernah melihat wajah asli ibu?¡± ¡°Belum.¡± Javier berkata dengan yakin : ¡°Setiap kali keluar, Ibu slu mengenakan topeng wajahnya, tidak peduli seberapa tinggi IQ Asta, dia pasti tidak akan menyadarinya.¡± ¡°Wajah ibu sekarang penuh dengan bintik¨Cbintik, Asta pasti sudah sangat mencintai Ibu makanya dia terus berada di sisinya!¡± ¡°Kak, saya juga merasa seperti itu.¡± Javier menganggukkan kepnya : ¡°Kita berdua saja sangat mirip dengan Asta, ku kita mengatakan kita ini adh anak kandungnya, mungkin saja akan ada yang percaya?¡± ¡°Tentu saja....¡± Seth diingatkan oleh adiknya, Xavier teringat sebuah kemungkinan yang sangat g. ¡°Javier, menurutmu, Asta....dia...apakah dia ayah kandung kita?¡± Bab 114 Bab 114 Bab 114 Ayah! Mata Javier yang jernih memancarkan seberkas cahaya, tetapi dengan cepat meredup. ¡°Kak, tidak mungkin....¡± ¡°Javier, belum mkukan tes DNA kenapa kamu sudah mengatakan tidak mungkin?¡± Xavier mengerutkan keningnya dan berkata dengan mengebu¨Cgebu : ¡°Kita dan Asta sangat mirip.... kenapa dia tidak mungkin ayah kandung kita?¡± ¡°Asta juga memiliki anak.¡± Javier berkata dengan wajah bersungguh¨Csungguh : ¡°Dia punya sepasang anak kembar, dan usianya sama dengan kita, baru 5 tahun.¡± Mendengar itu, semangat kecil yang membara dm hati Xavier seketika redup. ¡°Bukan¡­.bukankah kamu mengatakan ku Asta belum menikah?¡± ¡°Asta memang belum menikah, tapi dia punya anak.¡± Javier menepuk pundak Xavier,lu menyimpulkan : ¡°Ditambahgi, ku dia memang ayah kandung kita, ibu tidak mungkin merahasiakannya. Dan seth saya mengamati mereka berdua sma beberapa waktu ini, saya rasa mereka juga baru kenal dan belum pernah bertemu sebelum kitahir.¡± Wajah tembem kedua anak itu seketika runtuh. Mereka sangat menyukai Ibu, tapi dm hati mereka juga menginginkan seorang Ayah. Tapi.... Mereka sudah berusaha keras untuk mencari informasi, tapi keberadaan ayah kandung mereka masih tidak diketahui. Meskipun mereka tahu ku Asta tidak mungkin adh ayah kandung mereka, tapi saat mereka mengingat sosok ayah dm hati mereka, yang terpikirkan adh Asta. Dan saat kedua anak ini mengh nafas, suara wanita yang terkejut terdengar dari bkang mereka. ¡°Xavier....Bukankah kamu seharusnya berada di Kota Polo, kenapa kamu bisa disini?¡± Javier dan Xavier membalikkan badan dan melihat Samantha yang mengenakan gaun berenda putih dan riasan tipis. Xavier dan Samantha sudah syuting bersama sma satu bn jadi wajahnya yang mirip dengan Samara itu tidakgi mengagetkannya. Javier mh tertegun, meskipun dia tahu ku Samantha sangat mirip dengan ibunya, tapi dia tidak menyangka akan semirip ini. ¡°Ibuku sedang dirawat dirumah sakit, jadi saya menjenguknya dan sekarang bersiap untuk kembali.¡± Xavier menyenggol Javier dengan tangannya, agar dia tidak mmun didepan Samantha ¡°Oh begitu ya¡­¡± Samantha melirik Javier yang ada disamping Xavier : ¡°Yang disampingmu ini....¡± ¡°Dia, adikku.¡± Xavier tidak menunjukkan ekspresi, dia hanya berkata dengan tenang : ¡°Kebetn sekali, saya sudah hampir satu minggu ini betih dialogku dengan seorang paman, tidak disangka mh bertemu denganmu disini.¡± Xavier wupun masih kecil tapi dia cukup pendendam. Dia tahu ku ibunya tidak menyukai Samantha, jadi dia juga tidak akan menunjukkan raut wajah yang baik padanya. Wajah Samantha tercengang. This belongs to N?velDrama.Org. Seluruh kru produksi saja harus bersikap baik padanya, bahkan sutradara dan produser harus memenuhi permintaannya tanpa syarat, tapi bocah ingusan yang berada di hadapannya ini mh menganggapnya remeh. Beberapa kali dia slu ingin main tangan dan mengajarinya, tapi manajernya slu menghngi, katanya ku seorang dewasa perhitungan dengan seorang anak kecil akan sedikit tidak mengenakkan. ¡°Bukankah itu benar?¡± Xavier menyipitkan matanya : ¡°Ku tidak, saya akan bertanya padamu. perkataanku yang mana yang kamu rasa tidak sesuai?¡± ¡°Ingat, ¡®hanya ucapan anak¨Canak¡®tidak akan menjadi jimat pelindungmu seumur hidup.¡± ¡°Jimat Pelindung?¡± Xavier mengangkat keningnya, : ¡°Ku begitu bibiapakah kamu itu setan?¡± ¡°Kamu¡ª¡ª¨C¨C¡± Samara mengerutkan keningnya, dan hatinya seperti baru terbakar. Samantha yang tidak bisa mengatasi Oliver dan Olivia tidak menyangka ku dirinya juga akan ditindas oleh dua anak bawang didepannya ini. Sekarang..... Apakah anak berusia lima tahun semuanya pembangkang? Kenapa ucapan mereka itu hebat sekali, sedangkan dia yang menggunakan berbagai san tetap udak bisa menang mwan mereka. Pada saat ini¨C¨C¨C¨C Sebuah mobil Rolls¨CRoyce berhenti didepan Javier dan Xavier, itu mobilnya Wilson. Javier dan Xavier membuka pintu bkang dan duduk di kursi penumpang bkang. Dan saat mereka sudah duduk dengan baik, Wilson mjukan mobilnya meninggalkan rumah sakit. Wilson tadi tidak turun, tapi dia melihat sosok Samantha dari balik jend mobil, jadi dia bertanya dengan penasaran : ¡°Kalian berdua tadi sedang mengobrol dengan Nona Samantha ya?¡± Bab 115 Bab 115 Bab 115 ¡°Kamu juga penggemarnya?¡± Xavier meletakkan tangannya pada pipi tembemnya : ¡°Namun, seleramu dm memilih id cukup buruk.¡± ¡°Perkataan kakakku ada benarnya.¡± Javier juga menyetujuilu menambahkan : ¡°Paman Wilson, ku kamu menyukainya, berhati-hath rumahmu bisa dirubuhkan kapan saja.¡± Wilson teringat, seburuk apapun Samantha, dia tetah ibu kandung dari dua bocah kesayangan di Keluarga Costan itu. Dan karena san ini juga, Keluarga Costan tidak akan membiarkan Samantha tenang-tenang saja. ¡°Merubuhkan rumah? Sepertinya kalian berpikir telu jauh.¡± Wilson berkata sambil bercanda : ¡°Ada beberapa hal yang tidak akan terjadi seumur hidup ini¡­.¡± ¡°Ku begitu kita tunggu dan lihat saja.¡± Xavier berkata dengan tidak setuju : ¡°Paman, ada beberapa hal yang mungkin terlihat tidak memungkinkan untuk saat ini, tapi kedepannya tidak ada yang tahu¡­¡± Karena ibunya sudah berkata seperti itu, maka dia percaya hal itu pasti akan terjadi. Didepan pintu rumah sakit, Samantha merasa ku Rolls-Royce yang baru mju pergi itu kelihatan sedikit familiar. Seingatnya dia seperti pernah melihat mobil itu, tapi dia tidak bisa mengingat dimana. Saat siang, Asta mengusirnya jadi dia pun pergi dari rumah sakit dengan kesal. Namun¡­. Sesampainya pada waktu ini, dia juga tidak bisa menahan diri untuk kembali kemari. Beberapa tahun ini dia sudah menganggap Asta seperti lkinya sendiri, dan dia mkukan seg sesuatu untuk bisa menjadi Nyonya Costan. Meskipun tidak ada perkembangan apapun, namun Asta tidak pernah menganggap istimewa orang lain, jadi dia berpikir ku posisi Nyonya Costan pasti akan jatuh kedm tangannya suatu hari nanti, Tapi sekarang Samara tiba-tiba muncul¡­dan membuat Asta dan sepasang iblis kecil itu bersikap berbeda padanya. Dia pergi kentai tempat kamar Samara dirawat, dan belum sempat masuk kedm kamar, dia mendengar obrn dua orang suster. ¡°Menurutmu, pasien wanita di kamar 1802 itu pernah berbuat kebaikan apa di kehidupanmpau, dan mendapatkan pria sebaik ini sebagai bsannya di kehidupan sekarang!¡± ¡°Benar! Bahkan dia membantunya menyeka tubuhnya.¡± ¡°Lihat wajah wanita itu, sekarang saya mengerti¡­.kehidupan pernikahan yang baik tidak ditentukan dari penampn, tapi nasibmu!¡± 1802 adh kamar pasiennya Samara. N?velDrama.Org owns this text. Samantha yang mendengar Asta membantu Samara menyeka tubuhnya merasakan kemarahan dm hatinya. Sma beberapa tahun ini¡­.. Dia juga pernah terluka, dia juga pernah sakit. Tapi setiap kali dia bertingkah manja untuk mendapatkan perhatian Asta, yang dia dapat hanyh satu bsan dingin. ¡°Cari saja dokter.¡± Memikirkan perbedaan yang mencolok antara dirinya dan Samara membuat dia mencengkram dinding dengan kuku jarinya dan membuat lima goresan terlihat di dinding itu. Samara? Wanita yang sudah mati lima tahunlu, sekarang bahkan muncul seseorang wanita keji yang memiliki nama yang sama dengannya! Dia tidak boleh duduk diam. Ku dia masih mengambilngkah lunak, pada saatnya saat Samara benar-benar menjadi Nyonya Keluarga Costan, maka habih semua ini. Dia berbalik dan meninggalkan rumah sakit, tapi dia sudah membuat keputusan dm hatinya. Karena semua orang di Keluarga Costan mengira dia adh ibu kandung dari Oliver dan Olivia, maka dia harus mempergunakan identitas ¡®ibu kandung¡¯ ini dengan baik! Seth duduk di kursi penumpang mobil Alphard-nya yang nyaman, Samantha membuat panggn Sebelum panggn itu tersambung, Samantha sudah menangis. Seth menunggu bunyi ¡®tul¡ª¨C¡®begituma, panggn akhirnya tersambung dan mata Samantha sudah memerah, dan suaranya sudah terdengar bergr karena menangis. ¡°Samantha?¡± ¡°Iya, kakek¡­..¡± Samantha menangis. Suara Kakek merendah : ¡°Samantha, apa ada orang yang menganggumu?¡± ¡°Tidak ada¡­. Tangisan Samantha semakin dm : ¡°Kakek, saya¡­saya hanya sh menelpon¡­.¡± ¡°Sh menelpon juga jskan padaku, siapa yang menganggumu.¡± Kakek berkata dengan serius : ¡°Kamu ini telu baik, kamu bahkan tidak bisa mengatakan sepatah katapun seth ditindas? Cepat ceritakan keluh kesahmu padaku!¡± Tujuan Samantha tercapai, dia tidak berhenti meskan airmatanya tapi sudut bibirnya terus terangkat naik. Bab 116 Bab 116 Empat bayi Kembar Kesayangan Ayah Misterius Bab 116 Bab 116 Kamar pasien 1802. Asta sedang duduk di pinggir ranjang, matanya tertuju pada Samara yang sedang tertidur. Saat dia terbangun, dia slu bersikap waspada padanya... Mungkin, hanya pada saat dia tertidur seperti ini dia baru bisa benar¨Cbenar melepaskan semua yang ditutupinya. Pada saat itu, suara getaran terdengar dari ponsel. Karena takut membangunkan Samara, Asta bangkit berdiri dan meninggalkan kamar pasien untuk mengangkat teleponnya di lorong rumah sakit. ¡°Tuan, mash itu sudah sedikit terlihat.¡± ¡°Wilson, kirimkan lokasinya padaku, saya akan kesana sekarang.¡± Menurut lokasi yang dikirimkan oleh Wilson, Asta mengendarai mobilnya menuju sebuah gudang penyimpanan di sh satu pbuhan. Seth membuka sebuah pintu berkarat, tampak sederet orang sedang berlutut didm. Asta melepaskan dua kancing bajunya dan memancarkan aura elegan dan dingin dari sekujur tubuhnya, seh¨Ch dia adh Raja Iblis yang berada di neraka yang gp. C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. ¡°Tuan, orang yang ingin menculik Nona Kecil adh Jovian dari Perusahaan Real Estate Nagamas.¡± Wilson menendang seorang pria paruh bayah dari deretan orang¨Corang : ¡°Dia adh orang yang menyogok supir Nona Kecil, saat Nona Kecil baru mrikan diri, supirh vang menyerahkannya kepadanya.¡± Jovian terbaring diatasntai dan menatap Asta. Pria itu seperti seekor serig liar mata tajamnya memancarkan aura pembunuh yang amat dm, seh dia akan merobek¨Crobeknya. Tatapan itu, membuatnya menyesal. ¡°Tu..Tuan Asta...¡± Jovian berkata sambil menahan sakit : ¡°Saya....saya awalnya ingin menculik putrimu hanya untuk mendiskusikan jatuh tempo pembayaran pada Anda. Saya tidak berniat melukai putrimu! La.gip,sepengetahuanku, putrimu juga tidak terluka sekarang! Tuan Asta, saya mohon, saya mohon padamu lepaskan saya ya! Astangsung mencengkram leher Jovian, Dan menekannya, hingga wajahnya membiru. Dan saat Jovian sedang berpikir ku dia akan mati tercekik, Asta tiba¨Ctiba melepaskan cengkramannya. Jovian mengambil nafas dengan kasar, dan merasa senang karena bisa lolos kali ini. Detik berikutnya¨C¨C¨C¨C Mata Asta beralih ke wajahnya, dan membuka mulutnya. ¡°Tusuk lengan semua orang yang ada disini sebanyak tiga puluh kali.¡± Mendengar perkataan itungsung membuat mereka semua memucat. Para pengawal berbaju hitam mngkah maju, dan berlutut dihadapan orang¨Corang yang ada didepannya, dan mi menusukkan pisau pada tangan mereka. Jovian menutup matanya, dan sedang menunggu tusukan pertama. Asta tiba¨Ctiba berkata : ¡°Tunggu.¡± Wilson mengernyit : ¡°Tuan, Anda ini sedang¡­¡± Asta menyipitkan mata tajamnya dan berkata dengan dingin : ¡°Yangin mendapatkan 30 tusukan, tapi dia, 300 tusukan, ku dia bisa bertahan, maka lepaskan dia.¡± Js¨Cjs wajahnya sangat tampan, tapi perkataannya teramat sadis. Bau darah....memenuhi gudang saat ini. Ini adh janji yang dia buat pada Samara. Penderitaan yang diminya, Asta akan membantu membskannya 100 kali lipat. Mm ini....luar biasa panjangnya. Pukul lima pagi. Asta sedang menyeka bercak darah yang ada ditubuhnya dengan sapu tangan didm mobil Hummernya, Wilson menoleh dan bertanya: ¡°Tuan, Anda mau kemana sekarang?¡± ¡°Rumah sakit.¡± Seth berkata, Asta masih bisa mencium bau darah yang samar¨Csamar dari tubuhnya, dia tidak ingin Samara inengetahuinya, jadi dia berkata : ¡°Wilson, sebelum ke rumah sakit, antarkan dulu saya ke Grup Costan, saya mau mengganti pakaian.¡± ¡°Baik¨C¨C¨C¡± Wilson tahu ku Asta peduli pada Samara, hanya saja dia tidak menyangka rasa pedulinya akan mencapai tahap ini, hampir setiap kali, perbuatan Tuannya itu menyegarkan ketiga inderanya. ¡°Tuan Besar semm menginap di Kediaman Costan.¡± ¡°Oh.¡± Asta mnjutkan : ¡°Minta Alfa untuk merawat Oliver dan Olivia dengan baik beberapa hari ini, lalu kamu kirimkan dokumen penting perusahaan ke emailku, saya akan mengurusnya di rumah sakit.¡± ¡°Baik Tuan.¡± Kediaman Costan, jam 8 lebih. Kakek dan Alfa sedang duduk berdua di meja makan untuk sarapan. Raut wajah Kakek sedikit kaku, dia bertanya dengan datar : ¡°Dimana Asta? Saya kakeknya ini sudah berada disini sma dua hari, dan masih belum melihat batang hidungnya!¡± ¡°Kakek, beberapa hari ini kakakku tinggal di rumah sakit.¡­.¡± ¡°Bajingan!¡± Wajah Kakek tiba¨Ctiba memerah dan dia memukul meja : ¡°Seorang wanita yang tidak ada hubungan dengannya terluka, kenapa dia, Tuan Muda keluarga Costan harus menemaninya di rumah sakit?¡° Bab 117 Bab 117 Bab 117 Kakek yang tiba¨Ctiba menepuk meja membuat Alfa yang baru mengigit rotinyangsung tersedak. Dia bersusah payah mennnya,lu menjawab: ¡°Kakek, bagaimanapun Samara terluka karena menymatkan Olivia, jadi tidak ada shnya ku kakak merawatnya.¡± ¡°Memang benar wanita itu menymatkan Olivia.¡± Kakek mengerutkan keningnya, tapi tatapannya tersirat ketidak puasan : ¡°Apa para dokter dan perawat dirumah sakit sudah menjadi hiasan? Sampai harus kakakmu, Tuan Muda dari keluarga Costan yang merawatnya sendiri? Ku menurutku, wanita ini hanya ingin memanfaatkan san menymatkan Olivia untuk membuat Asta berjanji padanya....¡± Meskipun Alfa tidak banyak bertemu dengan Samara tapi dia merasa Samara bukan seperti apa yang kakek katakan. ¡°Kakek, saya rasa kakek sedikit sh paham pada Samara...¡± Alfa memiringkan kepnya dan menjskan : ¡°Sekarang bukan Samarah yang menganggu kakak dan memintanya untuk merawatnya, minkan kakak sendiri yang khawatir dan bersikeras untuk map dirumah sakit untuk menjaganya.¡± Dengan kepribadian kakaknya, Asta yang dingin dan arogan itu... Ku bukan dia yang memilih map disana atas kemauannya sendiri, siapa yang bisa memaksanya? Sayangnya, Kakek bahkan tidak bisa memikirkan san yang sesederhana ini. Wajah Kakek menekuk kebawah, alisnya penuh kekhidmatan. ¡°Alfa, sekarang kamu juga membantu Samara wanita itu berbicara?¡± Samantha sudah memberitahunya sejak awal ku Samara ini memiliki trik yang tidak biasa, sekarang bahkan cucu keduanya Alfa juga sedang membantunya menjskan. Ini membuat Kakek merasa ku dia memang bukan wanita biasa, dan ku dia sampai mendekatkan diri pada Keluarga Costangi, maka pasti akan membawa bencana di masa depan. ¡°Kakek...¡± N?velDrama.Org owns this text. ¡°Apa dia menuangkan kalian semua sup ekstasi?¡± Kakek berkata dengan marah, ¡°Baru berusia semuda itu sudah memiliki banyak akal bulus, Samara ini pasti bukan orang baik!¡± Pada saat itu, suara yang nyaring terdengar, ¡°Kakek buyu!! Saya tidak mengizinkanmu mengatai Samara seperti itu!¡± NIU M Kakek dan Alfa menoleh,lu menemukan Oliver dan Olivia yang sedang turun tangga. n mal Tatapan mata Oliver terlihat marah, seperti seekor binatang kecil yang sedang cemberut : ¡°Kakek buyut, kamu tidak tahu sebaik apa Samara, kenapa kamu mengatainya seperti itu? Apa kamu tahu, sin Olivia, dia adh wanita terpenting dm hidupku!¡± Olivia juga tidak jauh berbeda dengan kakaknya, sepasang mata besarnya yang berair menjadi merah karena menahan kemarahannya. ¡°Kamu... kamu...tidak...¡± Dia juga ingin berkata lebih banyak pada kakeknya, namun dia sangat sulit mengutarakannya, jadi pada akhirnya dia hanya bisa berkata dengan marah : ¡°Saya...saya... benci...kamu....¡± Kakek boleh mengabaikan pendapat Alfa. Tapi melihat dua pasang mata cicitnya yang menatapnya dengan kecewa, dia merasa hatinya yang sudah berusia hampir 80 tahun itu akan segera hancur. ¡°Olivia, Oliver...¡± Oliver mengernyitkan keningnya lebih eratgi : ¡°Kakek buyut, saya sudah kenyang karena kesal, tidak bisa makangi.¡± Air mata Olivia tergenang di pelupuk matanya dan ikut berkata : ¡°Saya...saya...juga...¡± Seth selesai berkata, kedua bocah itu benar¨Cbenar tidak makan sarapan, danngsung kembali ke lantai dua tanpa melihat Kakek buyutnyagi. Dibandingkan dengan Kakek yang hatinya sudah remuk itu, Alfa mh tidak lupa mengigit rotinya, Ck ck ck! Sikap Tuan Kecil dan Nona kecilnya....terhadap Samara, dia sebagai paman mereka sudah tahu paling js. Jangankan membandingkan Kakek buyut dengan Samara, bahkan ku kedua bocah ini lebih memilih Samara dibandingkan dengan ayah kandung mereka sendiri, Asta, dia juga tidak akan heran. ¡°Makan, makan, A, kamu hanya tahu makan ya...¡± Kakek menghancurkan kacang kenarinya dengan membenturkannya pada kep Alfa : ¡°Memakimu otak udang itu benar¨Cbenar penghinaan terhadap udang! Oliver dan Olivia sudah seperti ini kamu masih punya selera untuk makan?¡± ¡°Kakek, itu adh tindakan mereka yang normal!¡± ¡°Normal? Ini dinamakan normal?¡± Kakek memblak : ¡°Lalu bagaimana Oliver dan Olivia mempekukan Samantha¡­.¡± Bab 118 Bab 118 Bab 118 Alfa berkata dengan santai : ¡°Tidak berubah, masih enggan padanya¡­.¡± Kakek tidak mengatakan apapungi, rasa ketidakpuasan terhadap Samara yang ada didm hatinya menjadi semakin kuat. Meskipun beberapa tahun ini, Asta tidak menikahi Samantha, tapi didm hati Kakek, dia sudah menganggap Samantha seperti cucu menantunya sendiri. Kedua cicitnya itu terpisah dan menjadi tidak dekat dengan ibu kandung mereka, mh dekat dengan wanita liar dari luar. Bahkan¡ª- Dia hanya mengkritik Samara dan kedua cicitnya itungsung menjadi marah pada kakek buyut ini, dan mogok makan! Sepertinya¡­ Bagaimanapun dia harus menemui Samara secarangsung. Didm rumah sakit. Samara sudah bangun, tapi dia merasa kepnya masih sedikit pusing. nar nerasa Iva II ¡°Mi¡­minum air¡­¡± dia menopang dirinya, menyipitkan mata, dan meraba gs di meja samping tempat tidur. Seth meraba sma sesaat, Samara masih belum menemukan gs, sebaliknya dia merasa ada bibir botol air mineral yang melekat padanya, dan kepnya ditopang oleh sebuah tpak tangan yang besar. Dia membuka bibirnya tanpa sadar, memegang botol air mineral dengan kedua tangan, dan meminumnya Kkuan ini¡­ Seperti bayi yang baruhir yang sedang minum susu, benar-benar imut dan menggemaskan. Senyunan upis terlihat pada mata tajam Asia, dan dia terus menatapnya seperti itu. Samnara meneguk habis sebotol air mineral itulu mengembalikan botol itu kepada pria yang ada disainpingnya dengan puas, Namun, tiba-tiba¡ª. Samara merasa ada yang sh, dia masih dirumah sakit, dan Javier tidak berada di sisinya. Seketika ilu, dia membuka mata cotnya dan melihat dengan js orang yang memberikan air padanya¡­ternyata adh Asta. Samara mengernyitkan keningnya dan bertanya : ¡°Kenapa kamu masih disini? Ini sudah jam berapa¡­.apa kamu tidak bekerja?¡± a ¡°Saya cuti.¡± Asta tidak menggunakan tisu danngsung menyeka sisa air yang ada di bibir Samara dengan tangannya : ¡°Beberapa hari ini saya akan menemanimu di rumah sakit.¡± ¡°Hm?¡± mata Samara melebar, dan tidak mempercayai apa yang baru dia dengar. ¡°Hm.¡± Asta memalingkan wajahnya dan melirik seks padanya, nada ¡®Hm¡¯ itu terdengar sangat arogan. ¡°Lenganku hanya terluka ringan¡­¡± Samara berpikir sejenak dan merasa ini kurang pantas : ¡°Tidak perlu kamu yang merawatku.¡± ¡°Kamu terluka demi Olivia, saya sebagai ayahnya tentu harus merawatmu sebagai bs jasaku.¡± ¡°Tidak perlu¡­.¡± Samara tidak ingin menerima kehangatan Asta, dan kembali pada sikap ketidakpeduliannya yang biasa. ¡°Asta, bagaimanapun saya sudah menerima 10 miliar.¡± Bulu mata Samara berdelik,lu mnjutkan perkataannya : ¡°Meskipun seperti yang kamu katakan, kamu menemuiku tidak termasuk pnggaran kontrak tapi setidaknya kamu harus membiarkanku memiliki sedikit etikad terhadap kontraknya¡­dan menjaga jarak denganku, bisa tidak?¡± Asta melemparkan botol air kosong ditangannya kentai, dan berlutut dengan satu kakinya diatas ranjang, menjerat seluruh tubuh Samara dibawah tubuhnya. ¡°Menjaga jarak?¡± Mata tajam Asta melekat padanya, dan ada kemarahan yang terdengar dm nada bicaranya : ¡°Jarak seperti ini?¡± N?velDrama.Org owns this text. Nafas pria itu mendekat, dan membuat jantung Samara berdetak kencanggi. ¡°Jangan berpura-pura bodoh denganku, Asta, kamu tahu apa maksudku!¡± ¡°Iya, dan sekarang saya sedang menjawabmu¡± Asta menjawab satu kata demi satu kata dengan dingin dan posesif : ¡°Sainara, bermimph.¡± ¡°Kamu¡ª¡± Samara belum sempat memakinya, bibirnya sudah digigit oleh Asta. Benar! Kalimat ini tidak sh, digigit, bukan dicium! Asta seperti seekor anjing g yang mengigit bibirnya, lidak telu ringan namun juga tidak telu kasar, js-js perbuatannya itu sangat panas dan memprovokasi, tapi mh membuatnya merasa tidak nyaman. Jari-jari kasarnya mengangkat gaun rumah sakitnya, dan mi mkukan beberapa pengujian berbahaya namun mendm¡­ Sebelumnya, Asta paling hanya akan menciumnya, tapi sekarang sepertinya dia tidak akan puasgi¡­ ku hanya bermain dibibirnya. ¡°Asta¡­saya..saya sedang terluka¡­¡± ¡°Tadi kamu js-js mengatakan itu hanya luka ringan¡­ Asta berkata dengan nada rendah yang menawan : ¡°Hal seperti ini, yang penting pria bisa mengambil inisiatif saja¡­.sudah cukup¡­.¡± Bab 119 Bab 119 Bab 119 Asta bernafsu dan dingin. Seperti katanya, dia tidak membiarkan Samara mkukannya, jadi dia membuka sendiri kancing kemejanya dan menunjukkan tng sngkanya yang halus dan seksi. Wajah yang sempurna ini.... Tubuh seksi yang membuat darah orang yang melihatnya mendidih.... Samara baru pertama kali merasa terpesona pada seorang lki, dan saat bibirnya kembali digigit, dia pehanhan kembali tersadar. ¡°Tidak....tidak boleh...¡± Apa Asta benar¨Cbenar menyukainya? Lalu bagaimana dengan ibu kandung Oliver dan Olivia? Lalu Samantha! Mata cot Samara seketika tenang, tangannya menumpu pada dadanya : ¡°Saya...saya terluka... lenganku sangat sakit....¡± Asta berhenti dengan susah payah, dan menatapnya dengan nafas yang berat. ¡°Benar.¡± Samara membenarkan gaun rumah sakitnya yang ditarik oleh Asta dan berkata dengan terengah¨Cengah, ¡°Kamu menyakitiku! Saya mengatakan itu hanya luka ringan....untuk mengusirmu...ku tidak percaya...saya akan menunjukkan lukanya padamu...lukanya terbuka...¡± Samara menggulung lengan bajunya keatas dan memperlihatkan lukanya. Dan benar saja, ada bercak¨Cbercak merah darah yang merembes di perban. Samara tidak berbohong. Asta menarik dirinya dari tubuh Samara, mengancing kembali kemejanya dan berkata dengan muram : ¡°Saya akan memanggil dokter.¡± Dan seth Asta keluar untuk memanggil dokter, Samara akhirnya merasa lega. Sebenarnya.... Tadi Asta tidak bertindak kasar dengannya, juga tidak menekan lukanya. Samara sendiri yang takut ku dia akan terbius oleh keindahan Asta, jadi dia sengaja merobek lukanya agar dia berpikiran jernih. Belonging ? N?velDram/a.Org. Dihadapkan dengan Asta, dia tidak memiliki sedikit peluang pun untuk menang. Namun, untung saja...dia bisa bertindak kejam pada dirinya sendiri. Asta memanggil dokter dan dokter kembali mkukan perawatan pada luka Samara. ad nara. Dokter membalut luka Samara sambil mengomeli Asta dan Samara. ¡°Anak muda...memang dimaklumi ku memiliki permintaan yang tinggi dm hal itu, tapi Anda harus mendahulukan penyembuhan tubuh Anda terlebih dulu.¡± ne ¡°Ada harga yang harus dibayar untuk kesenangan sesaat ....luka ini paling tidak harus dirawat satu hari lagi di rumah sakit.¡± ¡°Aduh, anak muda sekarang memang perlu dikekang...kali ini akan kubiarkan, tapi jangan sampai ada lain kaligi!¡± Meskipun dokter ini tidak dengan spesifik menyebut namanya, tapi dm ruangan ini hanya ada dia, dan Asta. Dikritikngsung oleh dokter dihadapannya membuat wajah dan telinga Samara sedikit memerah. Dia melirik Asta seks, hanya saja wajahnya tidak merah dan tidak terlihat tersipu, sepasang mata tajamnya melekat pada luka yang ada dilengannya, seh dia tidak mendengar apa yang baru dikatakan oleh dokter tadi. Seth dokter pergi. Tangan mungil Samara mengelus perban yang ada dilengannya. Dan merasa senang dm hatinya, dia merasa kali ini dia sudah aman. ¡°Jangan sampai saya mendengar kamu mengatakan mau menjaga jarakgi....¡± Mata tajam Asta berku : ¡°Ku saya mendengarnyagi, luka dimanapun tidak akan bisa menymatkanmu.¡± Tatapan Samara yang bertemu dengan tatapan tajam Asta membuat hatinya berdegup kencang. Dia...seperti mangsanya, perasaan dikuasai olehnya ini telu berat. Dia harus segera menyembuhkan lukanya, dan keluar dari rumah sakit secepat mungkin. Dan seth menghabiskan beberapa saat dm kebosanan, ponsel Asta tiba¨Ctiba berdering. Seth berbicara sesaat, wajahnya menjadi muram, dia menutup teleponnya dan berkata pada Samara : ¡°Ada pekerjaan yang harus kuurus, saya akan kembali mm ini.¡± ¡°Ya.¡± Seth Asta pergi, Samara merasakan udara bebas. Ada pekerjaan yang harus diurus oleh Asta, dia juga harus mengurus pekerjaannya. Sin Perusahaan Farmasi Intermega, Perusahaan Hiburan Intermega miliknya juga sudah berhasil merekrut pekerja. Dm kotak masuknya, terlihat beberapa email masuk dari Timothy, dia mengirimkan beberapa CV dari kandidat yang sudah lolos seleksi untuk mengisi beberapa jabatan penting, karena sebelumnya ada Asta, dia juga tidak bisa melihatnya dengan leluasa. Dan saat dia sedang sangat fokus, pintu diketuk dari luar. ¡°Tok tok¡ª-¨C¡± Dia mengira Asta sudah kembali dan segera menyimpanptopnya kedm selimut, dan begak tidak terjadi apa¨Capa. ¡°Masuk.¡± Pintu kamar pasien terbuka, dan seorang pria tua berambut putih dan mengenakan setn jas berjn masuk. Bab 120 Bab 120 Bab 120 Siapa orang tua ini? Samara mengerutkan kening dan menatap lki tua itu dengan bingung. Sebelum Kakek datang menemui Samara, dia berpikir seorang wanita yang bisa mempesona Asta hingga membuat Asta menjadikan rumah sakit ini rumahnya pasth seorang wanita yang cantik Namun..... Dan saat Kakek melihat wajah Samara yang dipenuhi dengan bintik¨Cbintik, Kakek tersentak. ¡°Kamu... kamu Samara?¡± Kakek bergumam, apakah dia sh orang. ¡°Iya, benar.¡± Samara berbalik menjawab: ¡°Orang tua,lu kamu siapa?¡± Kakek akhirnya mengerti kenapa saat diruang baca, Alfa mengatakan ku Samara jelek. Dia mengira pada saat itu Alfa tidak tahu membedakan cantik dan jelek,lu berkata asal¨Casn! Sekarang seth dia melihat orangnyangsung, kakek akhirnya menyadari ku dia sh memarahinya. Kakek tidak mengerti apa yang membuat cucu sulungnya itu begitu terjerat pada Samara, namun dia tetap menunjukkan ekspresi yang tenang : ¡°Saya adh kakeknya Asta, Borris Costan.¡± ¡°Tuan Besar...Costan? Ada apa Anda mencariku?¡± ¡°Nona Samara, saya datang kemari untuk berterima kasih padamu karena sudah menymatkan cicitku.¡± Borris mengeluarkan selembar kartu hitam dari sakunya dan melemparkannya ke ranjang :This belongs to N?velDrama.Org. ¡°Didm kartu ini ada 20 miliar, anggah sebagai tanda terimakasih dari keluarga Costan.¡± Samara berpikir, biasanya tidak akan mudah mendapatkan uang dari orang kaya. Dan seperti yang dia perkirakan¡ª¨C¨C Kakek berkata dengan nada merendahkan : ¡°Sekarang saya sudah mewakili cucu sulungku untuk berueruna kasih kepadamu, saya berharap Nona Samara akan memikirkannya, jangan karena merasa kamu sudah menymatkan Olivia, jadi kamu berbeda dari wanitain¡­¡± Borris nerana ku Samara pasti merasa senang seth menerima uang ini US Namun, Samara mh mendengus dan wajahnya terlihat penuh penghinaan. ¡°Orang tua, saya tidak mau uang ini.¡± ¡°Sudah tahu siapa saya masih memanggilku orang tua?¡± Borris mengernyitkan keningnya dengan erat : ¡°Kamu tidak mau dua puluh miliar? Aduh anak ini, kamu ini sedang tawar menawar denganku, atau ambisius ingin menjadi cucu menantuku?¡± Samara tidak bisa menahan tawanya. ¡°Saya tidak tertarik menjadi cucu menantumu.¡± Samara mengangkat kepnya dan berkata : ¡°Cucu sulungmu itu yang bersikeras mengangguku! Saya juga sedang memusingkan hal ini, ku Anda sebagai kakeknya bisa membujuknya untuk tidak datang menganggukugi, saya juga akan sangat berterima kasih.¡± ¡°Cucu sulungku....bagaimana mungkin!¡± ¡°Ku tidak percaya, kamu bisa bertanyangsung padanya, untuk apa bertanya padaku.¡± Samara mengh nafas panjanga : ¡°Lalu, saya menymatkan Olivia karena ketulusan dm hati saya. Saya tidak memerlukan uang tanda terimakasih dari Keluarga Costan, tidak peduli keadaan berbahaya seperti apa, asalkan Olivia membutuhkanku, saya pasti akan menymatkannya.¡± Mungkin karena dia pernah merasakan sakitnya kehngan seorang putri.... Mungkin karena dia dan Olivia memang cocok tanpa memerlukan san... n ... Asalkan dia bisa melindungi Olivia, wupun harus menukarkan nyawanya dengan nyawa Olivia, dia pasti bersedia. Borris sudah banyak bertemu dengan orang¨Corang sma hidupnya, namun tatapan mata Samara yang begitu tulus membuatnya tersentuh. Borris memang tersentuh dengan kasih sayang Samara terhadap Olivia, tetapi dia tetap tidak setuju ku Samara menjadi kandidat cucu menantunya. Pada saat itu, ¡°Tok tok tok¡ª¨C¨C¨C¡± Suara pintu diketuk terdengar dari luar. Seth dua ketukan, tiga orang pria membuka pintu dan berjn masuk. Tiga orang itu adh Timothy, Peter dan Jacob yang mengenakan seragam militernya. Kamar pasien yang tadinya luas, menjadi sempit seth kedatangan tiga pria tinggi besar ini. Timothy yang baru membuka mulut untuk menyapa ¡°Bos¡ª-¨C¡± terkejut seth tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata Borris. ¡° B.....¡± belum sempat mengeluarkan kata¨Ckatanya, Timothy segera merubah panggnnya : ¡°Bapak.¡± Borris menatap tiga orang pria yang masuk ini dengan alis yang mengerut erat. Cucunya belumma dipancing pergi olehnya, dan sekarang sudah ada pemuda tampan yang datang menjenguk Samara, dan tidak hanya satu minkan tiga? Bab 121 Bab 121 Bab 121 Diantara ketiga orang itu, Jacob yang mengenakan seragam militernya paling mencolok. Borris tidakngsung mengenalinya, namun seth dia melihatnya lebihma, dia baru teringat ku anak ini adh cucu luarnya Harvey....yang baru dia temukan dua tahunlu. Saat muda Harvey sering bepergian untuk berperang, kasih sayangnya lemah, dan sekarang saat dia menemukan cucu luarnya, dia tidak sabar untuk menebusnya beratus kali lipat. Jacob juga akhirnya mengenali orang tua ini dan berkata : ¡°Kakek Borris? Kenapa kamu disini?¡± ¡°Nona Samara terluka karena menymatkan cicitku.... Borris berkata dengan tenang : ¡°Sebagai kakek buyutnya saya pasti harus datang kemari untuk berterima kasih kepadanya.¡± Borris ini memang rubah tua yang licik, dia hanya menceritakan permukaannya saja dan tidak membahas tentang bagaimana dia menyogok Samara untuk menjauhi Asta. Sebaliknya, dia menatap tajam pada Jacob : ¡°Jacob,lu kamu? Kamu dan Nona Samara....¡± Jacob melirik Samara sekslu berkata tanpa malu : ¡°Kakek Borris, Samara adh teman bermainku sejak kecil.¡± ¡°Oh begitu....¡± Borris mengangguk, dia tidak mengatakan apapun, namun dm hatinya sudah menyadari perasaan cucunya Harvey ini pada Samara. Dia awalnya mengira Samara seperti r yang inin menn gajah dan menginginkan Asta. Tapi seth melihat ini¡­¡­ Tiga pria yang ada di kamar rumah sakit tampaknya sangat mempedulikan Samara, terutama Jacob yang berseragam militer. Apa yang terjadi dengan dunia ini? Cukup cucunya sendiri, sekarang bahkan cucu luarnya Harvey juga terpesona pada wanita ini? Borris yang slu tahu cara menyusun strategi, bingung untuk pertama kalinya, dia meninggalkan kamar pasien seth mengucapkan sampai jumpa dengan terburu¨Cburu. Seth Borris pergi, Jacob mengernyitkan keningnya. ¡°Samara, sejak kapan kamu terkait dengan keluarga Costan? Keluarga Costan memiliki kekuatan yang tidak terduga, terutama kep keluarga mereka, Asta, pria itu berdarah dingin, dia bukan pria yang bisa disinggung sembarangan....¡± Timothy yang ada disampingnya juga membeo : ¡°Bos, yang dikatakan Tuan Jacob tidak sh. Ku hanya teman dari keluarga Costan, tidak mash, tapi ku sampai menjadi musuh mereka, mashnya bisa runyam.¡± ¡°Saya juga ingin menghindar.¡± Samara mengerutkan bibirnya dan berkata dengan pikirannya yang kacau : ¡°Tapi terkadang ada hal hal yang tidak bisa dihindari seperti sekarang ini.¡± Sebenarnya¡ª- Dia sendiri tidak mengerti bagaimana dia bisa memikat Asta? This belongs to N?velDrama.Org. Dia juga tidak mengerti kenapa Asta bisa mencium ¡®wajahnya ini¡® sampai seperti itu? Seth membahas Keluarga Costan, suasana di kamar pasien tiba¨Ctiba menjadi hening. Timothy yang merasa suasananya menjadi canggung dan segera mengganti topik pembicaraan : ¡°Bos, ini obat salep yang kamu minta saya bawakan.¡± ¡°Terima kasih.¡± Tangan kecil Samara membi botol obat itu dan berkata : ¡°Saya harus segera menyembuhkan luka ini, dan segera keluar dari sini....¡± III Dan seketika Samara teringat sesuatu, mata cotnya beralih pada Peter. ¡°Apa ada pergerakan dari Keluarga Kusma bkangan ini?¡± ¡°Instingmu memang luar biasa.¡± Peter tercengang,lu mengepalkan tangannya dengan erat : ¡°Be datang mencariku, dan mengaku ku dia mencuri penelitianku sebelumnya..lu diantara semua itu, dia juga bertanya keadaanmu, dan mencoba mencari tahu apa hubunganmu denganku....¡± ¡°Tentu saja.¡± Saat di restoran, Samara sudah menyadari perasaan Be terhadap Jonas. Melihat dirinya dan Jonas begitu dekat, Be pasti akan mencari tahu tentang dia. Dia meminta Javier untuk menulis beberapa informasi palsu tentang dirinya dan Peter,lu mengirimkannya dengan teknologi peretasan kepada bawahan Be, sekarang tampaknya, Be yang sudah mendapatkan informasi itu masih tidak berubah dan ingin mwan dirinya dan Peler. Jacob berkata : ¡°Apa perlu kubantu bereskan?¡± ¡°Tidak usah.¡± Mata cot Samara memancarkan sedikit kelicikan, dia menyeringai : ¡°Ini bukan bs dendamku, minkan dendamnya Peter. Ini adh hal yang kujanjikan padanya, dia bekerja untuk Perusahaan Farmasi Intermega dan saya akan memberinya kesempatan untuk bangkit dari jurang dan menghancurkan musuhnya.¡± Seth mendengar perkataan itu, ketiga pria itu seketika tercengang. Bab 122 Bab 122 Bab 122 Senyuman terlihat di mata Timothy, dia merasa bangga dm hatinya karena memiliki bos seperti ini. Jacob teringat pada bagaimana Samara melindunginya saat kecil, tiba-tiba merasa tidak heran Samara bisa mengatakan kata-kata seperti itu. Sedangkan Peter, mengepalkan tangannya lebih eratgi, hatinya dipenuhi dengan rasa bersyukur dan tersentuh pada Samara. Wanita ini tidak melupakan janji yang pernah dibuat padanya! Pada saat itu, Peter diam-diam bersumpah dm hatinya, dia, Peter, pasti akan mengingat kebaikan Samara, dan akan slu mengikutinya seumur hidup ini¡­. Samara memelintir ujung rambutnya dan berkata dengan enteng : ¡°Seth lukaku pulih, maka hari-hari indahnya Be akan berakhir.¡± Seth bersusah payah memngkan Jacob dan yanginnya, Samara melepas gaun rumah sakitnya dan merobek perbannya,lu mi mengoleskan salep pada lukanya. Sangat sulit untuk mengoles salep pada lukanya sendiri, dia berusaha untuk waktu yangma dan masih belum bisa mkukannya. ¡°Ssssh¡ª¨C¡± Tidak sengaja menabrak lukanya, Samara segera menarik kekagetannya. Dan pada saat itu, pintu kamar dibuka, Asta mngkah masuk kedm. Semua kancing pada gaun rumah sakitnya tidak dikancing, dan dia menyibakkannya pada bahunya, adegan setengah terbuka ini jatuh kedm tatapan mata Asta. N?velDrama.Org owns this text. Dan saat mereka berdua bertatapan, pupil mata mereka sama-sama menyusut. Samara terkejut, dan segera menarik bajunya yang disibakkan pada bahunya untuk menutupi dadanya, Tapi dia lupa pada luka di lengannya, gerakannya yang cepat dan kasar tidak sengaja mengenai lukanya, dan membuat keningnya berkerut karena kesakitan, ¡°Kamu kamu berbalik!¡± Samara meraung putus asa : ¡°Kemana matamu melihat? Cepat berbalik!¡± Asta menn ludabuya, dan mata tajamnya seketika menjadi dm. Sebenarnya apa yang tidak seharusnya dilihat sudah terlihat olehnya saat masuk tadi¡­.. Namun dia masih menurut perkataan Samara dan membalikkan badannya, dan menenangkan hasrat membara dm tubuhnya. Mengingat bhan seputih salju yang menggoda itu, Asta merasakan ada pergerakan dari¡­.binatang buas yang ada didm hatinya itu, seh-h dia siap melepaskan diri dari sangkar akal sehatnya. Samara mengigit bibirnya, dan mengancing satu per satu kancing bajunya. ¡°Asta, kenapa¡­ kenapa kamu tidak mengetuk pintu dulu?¡± ¡°Pintunya terbuka.¡± Suara Asta menjadi serak karena nafsunya : ¡°Saya kira kamu sedang tidur dan takut membangunkanmu.¡± ¡°Kamu¡­..¡± Samara ingin memaki Asta, tapi dia tahu itu tidak ada gunanya, karena dia sudah melihat apa yang tidak seharusnya dilihat. Sekarang hal yang paling tepat untuk dkukan adh menganggap ini tidak pernah terjadi. Samara mengubur dirinya sendiri kedm selimut, membkangi Asta, dan menutup matanya. Asta melirik punggungnya dan berjn kearah kamar mandi yang berada didm kamar pasien. Pria itu menghidupkan pancuran dan menyiram dirinya sendiri dengan air dingin untuk menekan panas dan hasratnya. Seth beberapa saat berdiam dibawah pancuran air, tubuh dan pikiran Asta akhirnya tenang. Kejadian tadi¡­. Tidak hanya menyiksa Samara, tapi lebih menyiksa dirinya. Wanita yang js-js berada di sisinya, bisa dilihat, bisa disentuh, tapi tidak bisa dimiliki, ini benar- benar siksaan yang berat bagi Asta. Seth Borris meninggalkan rumah sakit, dia dan Samantha bertemu di sebuah kedai teh berks. Saat Borris baru tiba, Samantha sudahngsung menuangkan secangkir teh dengan tulus untuknya. ¡°Kakek, ini¡­.¡± ¡°Baik.¡± Borris melihat Samantha didepannya ini yang berperku lembut dan baik, merasa penggap dm hatinya sedikit memudar: ¡°Mencari istri itu harus yang sepertimu, saya benar benar tidak tahu apa yang dipikirkan oleh anak itu.¡± Mendengar itu, Samantha sekalian memanfaatkan situasi. Kakek, saya juga bersedia menjadi cucu menantumu¡­.¡± Samantha menurunkan matanya, dan wajah kecilnya terlihat iba : ¡°Saya sudah berusaha keras untuk memenangkan hati Asta sma beberapa tahun ini, tapi hasilnya tetap nihil.¡± Borris yang baru meneguk teh panas kembali mengh nafas berat. ¡°Wanita sebaikmu, Asta benar-benar tidak punya mata!¡± ¡°Dulu ku bukan kamu yang menymatkan nyawaku, saya yang sudah tua dan rentan ini mungkin sudah kembali berpng!¡± Bab 123 Bab 123 Bab 123 Enam tahunlu, Borris mengmi keckaan di pinggiran kota. Dampak yang kuat menyebabkan dia mengmi pneumotoraks akut. Meskipun supirnyangsung meminta pertolongan dan memanggil ambns, tapi rasa sakit dan sesak di dadanya tidak tertahankan sehingga membuatnya kesulitan bernafas Dan dm proses panjang menunggu dismatkan, dia sudah mempersiapkan mentalnya untuk mati. Pada saat ith, Samantha tiba-tiba muncul disampingnya, dan dengan tenang menusuk bagian paru- parunya menggunakan ujung pulpen, dan melepaskan darah yang terkumpul di rongga dadanya, meredakan gangguan pernafasannya dan akhirnya memungkinkan dia diantarkan ke rumah sakit dengan lega. Saat itu¡ª Baik supir maupun pengurus rumah mengkritiknya, namun Samantha hanya fokus pada perawatannya. ¡°Samantha, oh Samantha, kamu bukan sekedar ibu kandungnya Oliver dan Olivia.¡± Borris menatapnya dengan penuh kasih : ¡°Kamu juga penymatku, dan membuatku bisa tetap hidup di dunia ini sampai sekarang, dikelilingi oleh cucu-cucu dan cicit-cicitku dan melewati hari-hari dm kebahagiaan¡­.¡± ¡°Kakek, itu¡­sudah seharusnya kkukan.¡± Samantha tersenyum malu-malu, matanya sedikit berkedip. Takut Borris dapat melihat ketidakwajarannya, dia buru-buru mengambil cangkir teh kecil dan menyesap tehnya, menggunakan kesempatan itu untuk menyembunyikan hati nuraninya yang merasa bersh. Bagaimana dia tidak merasa bersh? This belongs to N?velDrama.Org. Borris menyebutkan dua poin penting yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan dia, Samantha, Oliver dan Olivia adh anak kembar yang dhirkan oleh kakak kandungnya, bahkan yang menymatkan nyawa Borris pun adh Samara! Lima tahunlu saat dia membawa sepasang bayi kembar itu ke kediaman Keluarga Costan, dia mengira Borris akan merendahkannya dan tidak akan menganggapnya, tidak disangka saat melihatnya Borrisngsung memanggilnya penymatku¡¯ dengan mata yang berlinang air mata. Saat itu dia kebingungan, namun seth mengetahui ceritanya, dia pun mempergunakan keshpahaman itu, ¡°Kakek, jangan khawatir.¡± Mata Samantha memerah, dan terlihat seperti akan menangis : ¡°Tidak peduli apapun yang terjadi kedepannya, wupun Asta memilih menikahi Samara, saya akan tetap mempekukan kakek seperti kakek kandungku sendiri.¡± ¡°Anak ini, bicara sembarangan saja!¡± ¡°Kakek, saya tidak memaksa Asta harus menikahiku.¡± Samantha menarik nafasnya,lu berkata : ¡°Saya hanya berharap Asta, Oliver dan Olivia bisa hidup bahagia, Samara dia¡­ ¡°Ada apa dengan dia?¡± ¡°Beberapa waktulu dia pernah menemuiku, dan memintaku memberikannya 10 miliar untuk menjauhi Asta. Saya akui saat itu saya terbakar api cemburu danngsung memberikan cek 10 miliar kepadanya, namun seth dia mengambil uang itu¡­dia tidak menepati janjinya, sebaliknya dia berkata padaku¡­Asta yang bersikeras mencarinya dan dia tidak bisa mkukan apa-apa atas hal itu.¡± Samantha menutupi wajahnya dan air mata mengalir di pipinya. Melihat itu, Borris menjadi marah dan memukul meja : ¡°Samara ini¡­berani sekali mengatakan hal seperti itu, dia kira dia siapa!¡± ¡°Kakek, jangan marah, marah itu merusak kesehatanmu.¡± Samantha berpura-pura membujuknya. Borris mengeluarkan sebuah kotak berwarna hijau tua dari sakunya, dan membukanya, memperlihatkan sebuah gng berwarna merah yang ada didmnya. Liontin gng itu terbuat dari batu giok salju yang terukir menyerupai bentuk tetesan air. ¡°Kakek, ini?¡± Samantha mengerti tentang perhiasan, namun dia tidak telu paham tentang batu giok, namun wupun dia orang awam, dia pun bisa menebak ku batu giok ini sangat berharga. ¡°Ini adh barang pusaka milik Keluarga Costan.¡± Borris meletakkannya pada tangan Samantha : ¡°Bentuk tetesan air yang mengalir mirip denganmbang Keluarga Costan yang sudah turun temurun sma 100 tahun lebih, hari ini saya memberikannya kepadamu, untuk menunjukkan kelulusanku sebagai tetuamu. Di dunia ini tidak ada orangin yang lebih pantas untuk menjadi Nyonya Costan sin kamu, wanita lain yang ingin masuk ke Keluarga Costan, bermimpi saja.¡± Samantha melihat gng giok yang ada ditangannya, dan mendengar ucapan dari Borris membuatnya semakin bersemangat dan emosional. Ini adh warisan pusaka keluarga! Ini adh tanda persetujuan dari kakek terhadapnya! Didm rumah sakit, Samara tiba-tiba teringat sesuatu. Hari ini merupakan pertama kalinya dia bertemu dengan Borris, tetapi kenapa dia merasa wajah Borris sangat familiar? Bab 124 Bab 124 Bab 124 Samara memikirkannya untuk beberapa saat, dan masih tidak bisa mengingatnya, jadi dia menyerah. Dan kelihatannya, wupun dia pernah bertemu dengan Borris paling juga sekedar berpapasan saja. Ku tidak, dia tidak mungkin merasa wajahnya familiar namun tidak bisa mengingat siapa dirinya. Dan saat Samara sedangrut dm pikirannya, Wilson membawa makanan yang dipesan khusus dari Metroluxe. Saat kotak makanan itu dibuka, ada aroma wangi dan menggoda yang membuat cacing rakus di dm perutnya bergejk. Ada ikan ada udang, ringan dan bergizi. Samara mengangkat sumpitnya dan saat dia hendak mengambil sepotong ikan, sumpitnya diambil oleh Asta. ¡°Asta, kamu....¡± ¡°Siapa yang mengizinkanmu mengambilnya?¡± mata tajam Asta meliriknya dan berkata dengan santai : ¡°Lihat.¡± Samara melebarkan mata cotnya dengan tidak percaya, apa Asta bisa lebih brengsekgi? Tidak mengizinkannya yang sedang terluka ini untuk makan udang dan ikan saja sudah cukup, sekarang mh menyuruhnya melihat dia memakan itu? ¡°Wilson, kamu sudah boleh png,lu bawa juga dokumen yang ada diatas sofa itu.¡± ¡°Baik, Tuan¡­.¡± Wilson membawa dokumen itu dan pergi, Asta meletakkan kotak makanan di atas meja di samping sofa dan mi mengambil ikan dan udang yang ada didmnya. Samara juga udak bodoh, dia tidak bisa memakannya untuk apa melihat orang menikmati makanan itu, dia berbalik dan mencari novel didm aplikasi ponselnya dan mi membaca. Dan saat inembaca hingga bab ke 10, dia mendengar suara rendah dan mempesona dari pria yang ada di bkangnya. **Sekarang sudah boleh makan.¡± §¡§â§Ñ? Samara sedikit tidak percaya pada pendengarannya, namun saat dia berbalik, dia mendapati udang dan ikan didm kotak itu sudah dibersihkan. Dua bs ekor udang sudah dikupas kulitnya, tersusun dengan rapi dan siap dimakan dengan sedikit kecap. Ikan kakap putih juga sudah dilucuti semua tngnya, menyisakan daging ikan yang berwarna putih salju, bahkan sedikit duri kecil pun tidak ada. Ini..... Membuat jantung Samara berdetak kencang. Perasaan diperhatikan secara ekstrim ini belum pernah dia rasakan sebelumnya, dan ini membuat dia sedikit bingung. ¡°Tidak mau makan?¡± Asta mengernyitkan keningnya dan berkata : ¡°Apa perlu saya yang menyuapimu?¡± ¡°Ti...tidak usah.¡± Samara segera mengangkat sumpitnya, mengambil seekor udang dan memasukkannya kedm mulutnya. Bahkan kotoran hitam yang ada dipunggung udang juga sudah diangkat dan dibersihkan, dan membuat rasanya terasa manis dan segar juga renyah. Saat Samara mendongak, tatapan matanyangsung bertemu dengan tatapan Asta. Dengan tangan yang diletakkan di pelipisnya, dia menatapnya dengan mata tajamnya yang penuh dengan kelembutan dan memanjakan, ini membuat jantung Samara berdetak kencang tanpa terkendali. Sosok pria ini...slu dapat digambarkan dengan dua kata ¡®luar biasa¡®. Ditatap olehnya dengan tatapan yang begitu menggoda, wanita mana pun tidak akan bisa menk. Perasaan ini..... Seperti saat dia makan udang, sedangkan Asta sedang memakannya. ¡°Asta.¡± Samara menn seekor udang yang sedang dimulutnyalu berkata : ¡°Itu....bagaimana ku saya mengenalkan seorang wanita padamu?¡± Sarnara tidak ingin terlibat dengannya, dan dia juga tidak mau Asta menghabiskan waktu untuknya. Dia dan Asta, merupakan dua orang dari dunia yang berbeda, mereka tidak mungkin bisa bersama ¡°Latar bkang wanita itu mungkin sedikit rendah dibandingkan denganmu, namun penampnnya cantik dan karakternya juga sangat baik.....¡± Samara belum sempat menyelesaikan perkataannya namun wajah Asta sudah berubah menjadi muram danngsung memotong perkataannya : ¡°Menurutmu, apakah saya tipe pria yang kekurangan wanita?¡± Iya? Bukan? Samara tidak tahu harus menjawab apa, jadi dia hanya menatap Asta untuk sesaat. ¡°Kamu tidak perlu memberi isyarat padaku.¡± Mata tajam Asta menatapnya sejenak : ¡°Saya belum mencapai titik dimana saya menginginkan siapa saja, saat ini siapa yang kuinginkan, saya rasa kamu sendiri paling tahu.¡± C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. Suhu tubuh Asta seh turun beberapa derajat, seth berkata dia bangkit berdiri dan meninggalkan kamar pasien. Samara menatap punggungnya, dan sudut bibirnya sedikit terangkat. Yang dia inginkan, tidak mungkin diberikannya, dan tidak bisa diberikannya. Lautan api lima tahunlu....seh sudah membakar habis semua yang dimilikinya, termasuk kemampuannya untuk percaya pada orangin. Mungkin.....seumur hidup ini dia tidak akan bisa mencintai siapapungi. Bab 125 Bab 125 Bab 125 Asta menekan amarahnya dan png ke kediaman Costan. Alfa baru berhasil membujuk kedua bocah itu untuk tidur, dan mencuri sedikit waktu untuk bermain game sambil berbaring di sofa. Tidakma kemudian dia melihat kakaknya png dengan wajah dingin, bahkan mata tajamnya itu terasa lebih dingin daripada biasanya. Dan itu membuat Alfa bergidik ngeri. ¡°Kak kamu bukankah kamu mengatakan akan tinggal beberapa hari di rumah sakit?¡± Alfa memberanikan diri untuk bertanya : Kenapa sudah png -Divakar oleh serig Serig¡¯ Seng apa: Alfa yang mendengarnya merasa kebingungan, namun tidak lupa untuk menandak keudak-adn: ¡°Kak, serig brengsek mana yang berani mencakarmu, saya pasti akan membunuhnya.¡± Alfa kamu berani menyentuhnya¡¯ Mata tajam Asta menjadi gp dan tatapan matanya penuh derigan peringatan Coba saja.¡± Dan saat ith Alfa akhirnya tersadar. Sudah dvakar dan disakiti namun masih dilindungi dengan keras, mana mungkin serig yang buza dumpai di kebun binatang Scann Semara sergaia yang udak tahu bertenma kasih itu. Alfa tidak bisa memikirkan szpapun yang bisa membuat kakaknya yang slu bersikap dingin ini merasa tertekan. Alta rrzwa zaring Tidak berani, udak berani Kak, saya hanya bercanda saja kok.¡± Sana sana torek dirumah dua hari ini, bagaimana keadaan Oliver dan Olivia!¡± Asta membuka Ka r th burrya dan bertanya a In WELL u rutan baik-baik saja, hanya mereka terus ribut ingin bertemu Samara.¡± Alfa yang this wa Lingung memijal pilipisnya, Saya tidak bisa menahan mereka sendirian, . Laura rintrantuku penuhan mereka, ku udak dua bocah itu pasti akan kabur ke Ada se unan dan manaju ke kamar anaknya da se p r eferuar berwarna biru dan murah m Ohver sudah terlp hingga Scha ya dah beratura. Ovi pun tidak jauh berbeda, etang Laki mungilnya sudah keluar dari dekapan selimut. Ku hanya melihat wajah mereka, bisa dibng mereka tidur dengan nyenyak. Namun ku dilihat dari posisi tidur mereka yang telentang¡­.sangat kacau. Saat Asta melihat sepasang anaknya yang terlp, dia tidak bisa tidak teringat pada adegan wanita mungil yang terlp itu. Cara tidur kedua anak ini memiliki tingkat kemiripan 80% dengan cara tidur wanita itu. Seth meluruskan kembali kaki dan tangan mungil anaknya dan memasukkannya kembali kedm selimut, Asta berbalik pergi dari kamar mereka. Dia kembali ke kamarnya sendiri, dan menykan sebatang rokok. Dm lubuk hati Samara, Samara masih belum percaya padanya. Mungkin¡­.luka yang pernah diminya telu dm, sehingga dia tidak bisa dengan mudahnya mempercayai orangin. Hal inh yang membuat dia tidak berani membeberkan rahasia terdm wanita itu, dia takut hal itu akan melukainya. N?velDrama.Org owns this text. Di tengah asap rokok yang mengepul, mata tajam pria itu dilintasi cahaya yang dm dan tegas. Dia bersedia mencurahkan kesabaran seumur hidupnya¡­.untuk dia. Sejak terakhir kali Asta pergi, dia tidak pernah terlihatgi di kamar rumah sakit sma beberapa hari. Ku mengabaikan perasaan sedikit kehngan didm hatinya, Samara bisa dibng melewati hari tanpa beban. Hari dimana dia keluar dari rumah sakit. Yang menjemputnya png dari rumah sakit adh Oliver dan Olivia, serta Alfa. Oliver memasuki kamar pasien dengan seikat bunga mawar merah ditangannya, dan saat melihat Samara, dia menyodorkan tangannya : ¡°Wanita, ini adh pemberianku kepadamu, tidak boleh menk¡­¡± Hidup sma dua puluh lima tahun, Samara belum pernah menerima bunga mawar dari siapapun Melihat wajah ternbem didepannya yang merona merah, dia tidak bisa menahan senyumannya : ¡°Kenapa menk: Oliver, Terima kasih ya.¡± Oliver sangat gembira, namun karena takut Samara mengetahui perhitungan dm hatinya, tangan kecilnya segera menghngi sudut bibirnya yang terangkal. ¡°Kamu juga tidak perlu telu merasa berterima kasih padaku, saya¡­.saya hanya membelinya karena kebetn lewat.¡± ¡°Benar¡­.Oliver benar-benar kebetn lewat, jadi dia memintaku untuk berhenti dipinggir jn sma setengah jam¡­¡± Alfa mengungkapkan kekurangan ceritanya dengan kejam. ¡°Paman!¡± Oliver panik dan terdesak karena rahasianya dibeberkan. ¡°Ku kamu tidak pandai bicara, bisa tidak kamu tidak usah berbicara! Kamu¡­ kamu sudah mempermalukanku!¡± Bab 126 Bab 126 Bab 126 Melihat wajah tembem Oliver yang berubah marah, Samara mengendus aroma bunga dan memancarkan senyuman dari mata cotnya, ¡°Oliver, saya sangat menyukainya¡­.¡± Oliver tercengang, dia membalikkan badan dari Samara,lu diam-diam tersenyum bangga. LE Kakaknya memberikan bunga, Olivia juga tidak mau kh. Tangan kecilnya itu mengeluarkan segenggam permen warna warni dari dm tas panda yang dipikulnya, dan memberikannya kepada Samara. ¡°Per¡­men¡­manis¡­..¡± Alfa baru membuka mulut dan ingin membantu nona kecil menjskan maksud kalimatnya, namun Samara yang sudah terlebih dulu berkata, ¡°Ini adh permen kesukaanmu, kamu memberikannya kepadaku dan berharap seth saya memakan permen yang manis ini, luka ku tidak akan telu sakit lagi¡­¡± ¡°Hm hm.¡± Olivia menganggukkan kepnya dengan keras. Alfa menatap Samara dengan sedikit terkejut, namun tiba-tiba dia merasa ku keterkejutannya ini sedikit mengherankan,gip ini juga bukan pertama kalinya dia melihat kemampuan Samara. Lagip dihadapkan dengan sepasang bocah dari keluarga Costan serta kakak sulungnya itu, tidak ada yang tidak bisa dkukan oleh Samara. Tatapan Samara tanpa sadar jatuh ke balik tubuh Alfa, dan menyadari ku Asta tidak datang. Alfa melihatnyalu menjskan : ¡°Grup Costan mengadakan pertemuan penting di Kota Lippo, beberapa hari ini kakakku sedang mkukan perjnan bisnis ke sana jadi dia tidak datang menjemputmu png dari rumah sakit.¡± Samara mengigit bibirnya. N?velDrama.Org owns this text. Kemudian mengangkat kepnya dan menatap Alfa dengan dingin : ¡°Apa saya menanyakan tentang Asta?¡± Alfa tersedak. Samara memang tidak bertanya, tapi tidak ada shnya ku dia menjskan kan? Seth menyelesaikan administrasi, Alfa mengantar Samara png ke rumah. Sesampainya di rumah, Javier menyambut Samara dengan pelukan penuh kasih dan semangkuk Sup ayam herbal Melihat Samara minum denganhap, Javier meletakkan dagunya pada kedua tangannya dan bertanya, ¡°Ibu, kenapa paman Asta tidak ikut kemari bersamamu?¡± Samara meletakkan sendok kuah dan menyipitkan mata cotnya, ¡°Sejak kapan kamu dan Asta menjadi akrab?¡± ¡°Ti..tidak kok.¡± Javier menyangkalnya dengan k-kan, tetapi mata hitamnya yang besar terus berkedip. ¡°Sebaiknya seperti itu.¡± Samara kembali meminum sup ayamnya dan berkata dengan serius : ¡°Ibu dan dia tidak berasal dari dunia yang sama, paling hanya pertemuan ¡­.. Dan tidak akan memiliki hasil apapun.¡± ¡°Ibu¡­apa maksudnya tidak berasal dari dunia yang sama?¡± Javier bingung, ¡°Bahasamu mendm sekali.¡± ¡°Mendm? Ku begitu baguh.¡± Samara menyentuh-nyentuh ujung hidung Javier : ¡°Urusan orang dewasa, anak kecil tidak perlu ikut campur. Yang perlu kamu ketahui hanya, meskipun kamu dan Xavier hanya memiliki ibu, tapi ibu akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga dan melindungi kalian.¡± Wajah kekanak-kanakan Javier dipenuhi dengan keseriusan. ¡°Ibu, saya dan kakak berharap kamu bisa bahagia. Meskipun saya dan kakak baru berusia lima tahun, tapi kami akan berusaha untuk tumbuh dan menghasilkan banyak uang untukmu. Pada saatnya nanti, saya dan kakak akan membiayai keluarga ini, dan ibu, kamu hanya perlu bertanggung jawab atas kecantikanmu saja.¡± Hati Samara yang terharu dipenuhi dengan kehangatan dan kasih sayang. Dia tidak bisa menahan perasaannya, entah kebaikan sebanyak apa yang sudah diakukan di kehidupanmpau sehingga bisa memiliki sepasang anak jenius yang begitu menyayangi dia, ibunya ini. Seth selesai minum sup ayam. ??? Vam Javier mencuci piring dan sendok, dan saat Samara hendak pergi ke ruang baca untuk menyelesaikan pekerjaannya, teleponnya berdering. ¡°Halo¡ª- ¡°Ini saya.¡± dari balik telepon terdengar suara Jonas yang lembut dan merdu. Mendapatkan telepon dari Jonas membuat Samara berpikir ku sesuatu th terjadi pada kesehatan Tuan Besar,lu mau tidak mau bertanya, ¡°Apa sesuatu terjadi pada Kakek Firman? Apa obat yang kuberikan sebelumnya sudah habis?¡± ¡°Bukan¡­¡± ¡°Lalu?¡± Samara tercengang, ¡°Ada apa?¡± ¡°Akhir pekan ini adh hari ng tahun kakekku, saya berharap kamu bisa menghadiri acara ng tahunnya sebagai pendampingku.¡± Samara mengelus topeng wajah yang dikenakannya, dan bertanya dengan ragu, ¡°Saya tidak berencana membuka topeng wajah, dan meskipun begitu¡­ kamu tetap bersedia mengajakku menghadiri pesta itu sebagai pendampingmu?¡± Bab 127 Bab 127 Bab 127 Di seberang telepon. ¡°Saya tentu bersedia.¡± Sudut bibir Jonas terangkat, dan berbicara dengan sangat tulus, ¡°Kamu adh penymat kakekku, bisa mengundangmu menjadi pendampingku juga merupakan kehormatan untukku.¡± Samara ragu¨Cragu. Sebenarnya tidak mash baginya untuk menghadiri pesta ng tahun Tuan Firman, namun hadir sebagai pendampingnya Jonas akan membuat orang gampang sh paham. ¡°Tuan Muda Jonas, sebenarnya untuk menghadiri acara ng tahun kakekmu, juga tidak harus membawa pendamping wanita kan....¡± ¡°Membawamu untuk menjadi tamengku....bagaimana dengan san ini?¡± Jonas mnjutkan perkataannya, ¡°Pada hari ng tahunnya, kakek mengundang banyak sekali teman dan kennnya, ku mereka melihatku hanya seorang diri, pasti akan berusaha keras untuk memperkenalkan putri atau cucu mereka kepadaku, saya merasa pusing ku harus menk semua itu.¡± Perasaan pusing itu, benar¨Cbenar tidak pernah dirasakan oleh Samara. ¡°Apa....separah itu?¡± ¡°Nanti pada saatnya kamu lihat saja sendiri.¡± Nada bicara Jonas terdengar pasrah, ¡°Satu per satu nona muda itu seperti barang yang dicetak massal dengan cetakan yang sama, dan akan menggunakan seg macam cara untuk mendekatiku. Adanya perbedaan peringkat membuatku benar¨Cbenar merasa pusing.¡± Memikirkan adegan itu.... Samara merasa hal itu memang cukup memusingkan, dan bersedia membantu Jonas. ¡°Baih, saya setuju.¡± ¡°Oke, janji ya.¡± Seth telepon dimatikan, Samara mengirimkan sebuah email kepada Peter, dan membahas tentang jadwal acara ng tahun di akhir pekan ini. Dm sekejap, hari perayaan ng tahun Tuan Firman sudah tiba. *Ting long...¡± Scth mendengar suara bel berbunyi, Javier membuka pintu dan menemukan seorang paman paruh baya yang inengenakan setn jas berwarna biru tua. ¡°Paman, mau mencari siapa?¡± Javier yang berwajah tembem itu bertanya. ¡°Apakah ini rumahnya Samara, Nona Samara Wijaya? Apa dia ada?¡± C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. ¡°Dia mkukan autopsi semman dan baru png, saat ini sedang tidur.¡± Javier berdiri didepan pintu, ¡°Dia sangat lh, paman bisa memberitahukan keperluan paman padaku, saya akan memberitahukannya kepadanya saat dia bangun.¡± Paman paruh baya itu menyerahkan sebuah kotak yang indah kepada pria kecil di depannya. ¡°Ini khusus disiapkan oleh Tuan Muda Jonas untuk Nona Samara, dia berharap Nona Samara akan mengenakan gaun ini untuk menghadiri acara perayaan ng tahun Tuan Besar Keluarga Gandhi mm ini.¡± ¡°Baik, saya akan menerimanya dan memberitahukan kepadanya.¡± ¡°Baik.¡± Seth menutup pintu, Javier memeluk kotak besar itu dengan susah payah. Kotak ini sangat berat, kemasan luarnya saja sudah terlihat jauh lebih mewah dibandingkan dengan kotak kemasan pada umumnya. Pria kecil itu menopang kep kecilnya, dan tangannya yang imut itu menyentuh¨Cnyentuh permukaan kotak itu dan bergumam, ¡°Bahkan gaun untuk perayaan pestanya saja sampai dikirim ke rumah.....mungkin hanya ibu yang tidak tanggap ini...yang tidak menyadari ku ada tujuanin dibalik semua ini....¡± Javier berkali¨Ckali ingin membuka kotaknya, dan ingin melihat gaun seperti apa yang dikirimkan oleh orang itu. Namun dia berpikir, ini adh hadiah untuk ibunya, tanpa seizin ibunya dia tidak boleh membuka kiriman untuk ibunya. Jadi, pria kecil ini memeluk kotak ini bagaikan memeluk sebuah kentang panas, dibuang sh, udak dibuang juga sh. Dan menunggu Samara untuk bangun dengan susah payah. Tidurnya ini.... Samara lidur dengan kep yang pusing. Dan sal dia berjn keluar dari kamar, dia menemukan putranya sedang memeluk sebuah kotak yang indah sainbil termenung. ¡°Sayangku, apa itu?¡± Samara menghampiri Javier dan menunjuk kotak yang kelihatannya tidak murah ini ¡°Tuan Muda Jonas mengurus seseorang kemari untuk memberikannya kepada ibu, dan berharap ibu akan memakainya untuk acara perayaan ng tahun nanti mm.¡± Jonas? Samara sedikit terkejut, namun saat dia teringat pada perhatian Jonas sma ini, dia juga tidak berpikir banyak. Dia tidak tergesa¨Cgesa tapi putranya mh tergesa¨Cgesa dan terus mendesak, ¡°Ibu, cepat buka kotaknya!¡± Saat kotak terbuka, sebuah gaun ekor ikan berwarna perak yang menarik perhatian terlihat didmnya. Sin kain yang sangat halus, gaun yang berbentuk buntut ikan juga bertatahkan serpihan berlian yang tak terhitung juhnya, cukup mempesona apgi di bawah pencahayaan dm ruangan. Melihat seks saja sudah tahu ku gaun ekor ikan ini pasti didesain oleh desainer ternama! Samara meraih gaun itu dan membandingkannya di cermin. Javier mengerutkan keningnya, gawat sudah, bagaimana ku Asta bertemu dengan saingan yang kuat? Dia mengeluarkan ponselnya sendiri, dan mengirimkan pesan singkat dengan gelisah kepada Asta. [Paman, gawat sudah O(T¨CT)o ibu akan direbut oleh pamanin dan dibawa ke pesta ng tahun... Penting!!!] Bab 128 Bab 128 Bab 128 Seth Javier mengirimkan pesan itu, dia menatapyarnya dan menunggu bsan dari Asta. Namun waktu belu dari menit ke menit, dan pria kecil itu menunggu bsan yang tak kunjung datang Apa yang terjadi pada Asta? Dia...sebenarnya mau menjadi ayah tirinya dan Xavier atau tidak? [Ibu akan segera berangkat dengan menggunakan gaun pemberian pamanin!] 1 sene DOPTA ma [Paman, kamu dimana!) (Huh, apa kamu ingin pamanin yang menjadi ayah tiriku?] [Hem!) Tepat saat anak itu menunduk dan sibuk mengirimkan pesan, Samara sudah mengenakan gaun ekor ikan berwarna perak yang diberikan oleh Jonas. Gaun ekor ikannya yang panjang dan menyentuhntai berpadu sempurna dengan lekuk tubuh Samara. Bagian ekor gaun yang dipenuhi dengan serpihan berlian, bersinar dengan indah. Javier mendongak dan melihat Samara yang mempesonan, bergumam. ¡°Ibu....kamu...cantik sekali...¡± ¡°Tentu saja! Kamu tidak lihat siapa yang mendesain gaun ini?¡± Samara mengedipkan matanya pada putranya, ¡°Saya baru menghubungi Alexy, ini adh karyanya yang paling memuaskan tahun ini, biaya produksi dan desain dari gaun ini saja sudah menghabiskan 10 miliar...¡± Javier bergumam : ¡°Oh, ternyata karyanya ibu angkat! Pantas saja!¡± 10 miliar.... Tuan Muda Jonas ini r juga menghabiskan uang untuk ibunya! Ku terus seperti ini....Asta akan benar¨Cbenar kh jika dibandingkan dengan Jonas. ¡°Sayangku, kenapa wajahmu murung sekali?¡± ¡°Tidak udak apa¨Capa.¡± Wajah tembemnya js terlihat murung tapi dia masih berusaha tersenyum : ¡°Saya, saya hanya khawatir... khawatir.¡­.¡± ¡°Apa yang kamu khawatirkan?¡± Pria kecil itu tergesa¨Cgesa, dia beri dengan kaki kecilnyalu mengambil topeng wajah yang dipenuhi bintik¨Cbintik : ¡°Topeng! Ibu, saya khawatir kamu lupa mengenakannya, kamu harus ingat mengenakan topeng ini saat keluar ya!¡± ¡°Baik, saya tahu.¡± Samara mengambil topeng itu dan mengernyitkan keningnya, ¡°Sayangku, kamu sangat mencurigakan, bukankah kamu slu tidak suka saat saya mengenakan topeng?¡± ¡°Mana ada?¡± Javier tidak berhenti mengetukkan kedua jari telunjuknya, hatinya merasa bersh karena tidak berkata jujur. Ku ibunya menghadiri pesta itu dengan wajah aslinya, dan ditambah dengan gaun buatan ibu angkatnya, pasti akan menggemparkan pesta itu! Saat itu, bukan hanya Jonas seorang, sepertinya seth acara berakhir juh saingan Asta akan bertambah banyak. Aduh.... Dia anak yang baru berusia lima tahun kenapa harus menanggung begitu banyak beban untuk kisah cinta ayah tirinya. Samara mengenakan topeng wajahnya dan bersiap untuk meninggalkan rumah, sebelum berangkat dia berpesan kepada Javier : ¡°Javier, saat ibu tidak dirumah kamu harus menjaga dirimu dengan baik ya.¡± ¡°Iya!¡± ¡°Pintar¨C¡± Saat Samara membalikkan badannya untuk memakai sepatu hak tinggi, pria kecil itu mengeluarkan ponselnya dan memotret sosok ibunya diam¨Cdiam. TIS ¡°Ibu berangkat ya¨C¡± ¡°Ibu, sampai jumpa!¡± ¡°Crek¨C.¨C¡± seth suara pintu tertutup terdengar, di dm rumah hanya tersisa Javier. Suara TU Dia mengirimkan foto yang diambilnya kepada Asta yang belum membsnya. Masih tidak mau membs? Javier marah, dia benar¨Cbenar marah! (Saya memberimu kabar terkini, tapi kamu mh mengabaikanku!!!] (Ibuku sudah akan direbut, kamnu...kamu pasti akan menyesal!) N?velDrama.Org owns this text. [Tunggu saja saat dimana kamu menyesal dan menangis¨Cnangis!) Pria kecil itu merasa amarahnya belum tempiaskan, seth mengirimkan pesan itu, dia memblokir Asta. Hm! Dia, Javier, mengumumkan aliansinya....berakhir! Di sisiin, Samara mengenakan gaun sepanjangntai ini dan muncul di pintu masuk kediaman Gandhi. Ketika penjaga pintu membukakan pintu mobil, dia melihat bagian ekor gaun yang dipenuhi dengan serpihan berlian yang membalut sepasang kaki putih mulus bagaikan salju, dia membayangkan pemilik kaki ini pasti....sescorang yang sangat cantik. Tapi¡ª- Saat Samara membungkukkan badan dan berjn keluar dari mobil, penjaga pintu itu Tercengang §¡§â§Ñ¨C§Ñ§â§Ñ§Ñn ini? Sosok tubuhnya itu setingkat dengan dewi dan bidadari! Tapi wajahnya...itu...mh seperti ini? Senyuman penuh aru terlihat di mata cot Samara, dia tidak memperdulikan penjaga pintu itu dan mngkah masuk kedm Kediaman Gandhi. Mm ini banyak orang terkemuka dari kngan bisnis dan politik yang hadir untuk memberi smat kepada Tuan Besar Firman. Namun saat pengurus rumah, Andrian, yang melihat Samara berjn masuk, dia bergegas menghampirinya. ¡°Apakah Anda Nona Samara Wijaya?¡± Bab 129 Bab 129 Bab 129 Samara mengangguk : ¡°Iya, benar.¡± ¡°Saya adh pengurus rumahnya Keluarga Gandhi.¡± Andrian berkata dengan penuh hormat kepada Samara : ¡°Tuan Besar dan Tuan Muda secara khusus memintaku untuk menunggu disini dan menyambut kedatanganmu di Kediaman Gandhi, saya akan membawamu menuju ke ruang utama tempat perayaan.¡± Samara bisa merasakan tatapan dari orang-orang terkemuka disekitarnya yang sedang meninya, namun dia tidak memperdulikannya, dan tersenyum acuh tak acuh. ¡°Ku begitu, maaf merepotkan Anda ya.¡± Disambutngsung oleh pengurus rumah Keluarga Gandhi, Samara pun tidak perlu mengantri untuk memverifikasi identitasnya danngsung memasuki kediaman Keluarga Gandhi. Belonging ? N?velDram/a.Org. Ini seharusnya merupakan v pinggir kota kediaman Keluarga Gandhi, bangunan bergaya Eropa terlihat sangat megah di mm hari, bahkan semak-semak dan rerumputannya juga dirawat dengan sedemikian. Dan, dm perjnan menuju ruangan utama tempat perjamuan, ada sebuah km air mancur yang sangat besar. Lampu disorotkan pada air yang mengalir, membuatnya terlihat seperti mimpi yang indah. Seth memasuki ruang utama, Samara melihat orang-orang disekelilingnya yang mengenakan pakaian cantik, parfum yang wangi serta rambut yang ditata dengan baik, semuanya merupakan orang-orang kngan atas yang sedang sibuk bersng satu samain. Semua orang kaya ini pasti mengenakan setidaknya gaun yang harganya tidak murah, atau buatan edisi spesial. Samara tersenyum. Dm acara perjamuan seperti ini, gaun biasa benar-benar¡­.bisa menjadi ampas dm hitungan deuk. Jonas mungkin teringat ku dia akan hadir dengan kasual, jadi berinisiatif menghadiahkannya gaun rancangan Lexy, agar dia tidak diremehkan di acara ng tahun ini. ¡°Nona Samara, shkan minum segs anggur terlebih dahulu, saya akan memberitahukan kepada Tuan Muda.¡± ¡°Baik.¡± Seth pengurus rumah pergi, Samara mengambil segs anggur merah dari pyan dan menyesapnya Samara sedang menikmati anggurnya, namun tatapan seluruh hadirin sudah melekat padanya sejak dia memasuki a perjamuan. Dan tatapan mereka semua penuh¡­.keterkejutan! Gaun yang dikenakan oleh wanita ini adh gaun misterius rancangan terbaru dari Lexy¡ª-wow. Dan ini adh satu-satunya gaun yang Lexy rancang tahun ini, dan itu dibuat dengan tangan oleh pengrajin terkemuka yang menghabiskan waktu lima bn penuh, dan serpihan berlian yang terjahit pada ekor gaun itu merupakan berlian asli. Banyak istri konglomerat dan wanita kaya yang menginginkannya, namun Lexy tidak menjualnya di pasaran. Bukan hal yang aneh ku gaun ekor ikan berwarna perak ini¡­muncul di acara ng tahun Tuan Besar Firman. Namun yang paling tidak bisa diterima adh¡­. Gaun ekor ikan yang indah ini dikenakan oleh seorang wanita jelek yang wajahnya dipenuhi dengan bintik-bintik. Semua orang sedang berbisik-bisik dan berdiskusi untuk menebak identitas Samara. ¡°Apa kamu pernah bertemu wanita ini?¡± ¡°Tidak pernah, ku pernah bertemu dengannya, wajahnya yang dipenuhi bintik-bintik itu pasti akan meninggalkan kesan mendm.¡± ¡°Pak Andrianngsung menyambutnya secara pribadi, wanita ini pasti bukan orang biasa!¡± ¡°Wupun bukan orang biasa¡­namun wajah jeleknya itu, dipadukan dengan gaun seindah ini, masih tetap jelek!¡± Orang-orang itu berbicara dengan nada suara yang rendah, namun karena yang berbicara telu banyak, membuat itu terdengar seperti dengunganlat di telinga, ngung ngung ngung. Samara mengangkat tangan kecilnya, dan meminum segs anggur merah,lu menjt sudut bibirnya dengan lidahnya. Benar-benar¡­.membosankan. Dia cantik atau jelek, apa ada hubungannya dengan mereka? Lagip, yang mereka diskusikan juga bukan dirinya yang sebenarnya, namun sebuah topeng wajah yang dibuat dari kulit sintetis. **Nona Samara, kebetn sekali, kamu juga menerima undangan dari Kakek Firman untuk menghadiri acara ng tahunnya ya?¡± Be menatap Samara dan sedang meni penampnnya,lu bertanya : ¡°Yang kamu kenakan ini gaun rancangan Lexy¡­apa kamu membelinya?¡± Samara meliriknya dengan senyuman dm mata cotnya, ¡°Hari ini saya hadir sebagai pendamping Jonas, dia yang memberikannya kepadaku.¡± Be tersentak, dan diam-diam menggertakkan giginya, namun juga takut Bab 129 Samara mengangguk : ¡°Iya, benar.¡± ¡°Saya adh pengurus rumahnya Keluarga Gandhi.¡± Andrian berkata dengan penuh hormat kepada Samara : ¡°Tuan Besar dan Tuan Muda secara khusus memintaku untuk menunggu disini dan menyambut kedatanganmu di Kediaman Gandhi, saya akan membawamu menuju ke ruang utama tempat perayaan.¡± Samara bisa merasakan tatapan dari orang-orang terkemuka disekitarnya yang sedang meninya, namun dia tidak memperdulikannya, dan tersenyum acuh tak acuh. ¡°Ku begitu, maaf merepotkan Anda ya.¡± Disambutngsung oleh pengurus rumah Keluarga Gandhi, Samara pun tidak perlu mengantri untuk memverifikasi identitasnya danngsung memasuki kediaman Keluarga Gandhi. Ini seharusnya merupakan v pinggir kota kediaman Keluarga Gandhi, bangunan bergaya Eropa terlihat sangat megah di mm hari, bahkan semak-semak dan rerumputannya juga dirawat dengan sedemikian. Dan, dm perjnan menuju ruangan utama tempat perjamuan, ada sebuah km air mancur yang sangat besar. Lampu disorotkan pada air yang mengalir, membuatnya terlihat seperti mimpi yang indah. Seth memasuki ruang utama, Samara melihat orang-orang disekelilingnya yang mengenakan pakaian cantik, parfum yang wangi serta rambut yang ditata dengan baik, semuanya merupakan orang-orang kngan atas yang sedang sibuk bersng satu samain. Semua orang kaya ini pasti mengenakan setidaknya gaun yang harganya tidak murah, atau buatan edisi spesial. Samara tersenyum. Dm acara perjamuan seperti ini, gaun biasa benar-benar¡­.bisa menjadi ampas dm hitungan deuk. Jonas mungkin teringat ku dia akan hadir dengan kasual, jadi berinisiatif menghadiahkannya gaun rancangan Lexy, agar dia tidak diremehkan di acara ng tahun ini. ¡°Nona Samara, shkan minum segs anggur terlebih dahulu, saya akan memberitahukan kepada Tuan Muda.¡± ¡°Baik.¡± Seth pengurus rumah pergi, Samara mengambil segs anggur merah dari pyan dan menyesapnya Samara sedang menikmati anggurnya, namun tatapan seluruh hadirin sudah melekat padanya sejak dia memasuki a perjamuan. Dan tatapan mereka semua penuh¡­.keterkejutan! Gaun yang dikenakan oleh wanita ini adh gaun misterius rancangan terbaru dari Lexy¡ª-wow. Dan ini adh satu-satunya gaun yang Lexy rancang tahun ini, dan itu dibuat dengan tangan oleh pengrajin terkemuka yang menghabiskan waktu lima bn penuh, dan serpihan berlian yang terjahit pada ekor gaun itu merupakan berlian asli. Banyak istri konglomerat dan wanita kaya yang menginginkannya, namun Lexy tidak menjualnya di pasaran. Bukan hal yang aneh ku gaun ekor ikan berwarna perak ini¡­muncul di acara ng tahun Tuan Besar Firman. Namun yang paling tidak bisa diterima adh¡­. Gaun ekor ikan yang indah ini dikenakan oleh seorang wanita jelek yang wajahnya dipenuhi dengan bintik-bintik. Semua orang sedang berbisik-bisik dan berdiskusi untuk menebak identitas Samara. ¡°Apa kamu pernah bertemu wanita ini?¡± ¡°Tidak pernah, ku pernah bertemu dengannya, wajahnya yang dipenuhi bintik-bintik itu pasti akan meninggalkan kesan mendm.¡± ¡°Pak Andrianngsung menyambutnya secara pribadi, wanita ini pasti bukan orang biasa!¡± ¡°Wupun bukan orang biasa¡­namun wajah jeleknya itu, dipadukan dengan gaun seindah ini, masih tetap jelek!¡± Orang-orang itu berbicara dengan nada suara yang rendah, namun karena yang berbicara telu banyak, membuat itu terdengar seperti dengunganlat di telinga, ngung ngung ngung. Samara mengangkat tangan kecilnya, dan meminum segs anggur merah,lu menjt sudut bibirnya dengan lidahnya. Benar-benar¡­.membosankan. Dia cantik atau jelek, apa ada hubungannya dengan mereka? Lagip, yang mereka diskusikan juga bukan dirinya yang sebenarnya, namun sebuah topeng wajah yang dibuat dari kulit sintetis. **Nona Samara, kebetn sekali, kamu juga menerima undangan dari Kakek Firman untuk menghadiri acara ng tahunnya ya?¡± Be menatap Samara dan sedang meni penampnnya,lu bertanya : ¡°Yang kamu kenakan ini gaun rancangan Lexy¡­apa kamu membelinya?¡± Samara meliriknya dengan senyuman dm mata cotnya, ¡°Hari ini saya hadir sebagai pendamping Jonas, dia yang memberikannya kepadaku.¡± Be tersentak, dan diam-diam menggertakkan giginya, namun juga takut Samara akan menyadari sikapnya. ¡°Jonas baik sekali terhadapmu.¡± Be menyipitkan matanya. ¡°Dia mengundangku sebagai pendampingnya, dan memberikan gaun ini kepadaku.¡± Samara menarik bibir merahnya dan berkata, ¡°Saya tidak yakin apakah dia akan memintaku untuk menjadi pacarnya seth ini? Saya dengar Tuan Muda belum pernah berpacaran sebelumnya, dan ini pertama kalinya dia bersikap baik kepada seorang wanita¡­..¡± Be pasti sudah menduga sejak awal ku dia akan menghadiri acara ng tahun Tuan Besar, jadi dia sudah merencanakan plot sejak awal. Namun¡­.. Kali ini, Samara sudah terlebih dahulu memi sandiwara sebelum dirinya. Jadi, Samara sengaja mengatakan hal itu. Hanya saja, semakin marah dan cemburu Be, maka IQ nya juga merosot semakin cepat. Samara akan menyadari sikapnya. ¡°Jonas baik sekali terhadapmu.¡± Be menyipitkan matanya. ¡°Dia mengundangku sebagai pendampingnya, dan memberikan gaun ini kepadaku.¡± Samara menarik bibir merahnya dan berkata, ¡°Saya tidak yakin apakah dia akan memintaku untuk menjadi pacarnya seth ini? Saya dengar Tuan Muda belum pernah berpacaran sebelumnya, dan ini pertama kalinya dia bersikap baik kepada seorang wanita¡­..¡± Be pasti sudah menduga sejak awal ku dia akan menghadiri acara ng tahun Tuan Besar, jadi dia sudah merencanakan plot sejak awal. Namun¡­.. Kali ini, Samara sudah terlebih dahulu memi sandiwara sebelum dirinya. Jadi, Samara sengaja mengatakan hal itu. Hanya saja, semakin marah dan cemburu Be, maka IQ nya juga merosot semakin cepat. Bab 130 Bab 130 Bab 130 Be mencengkram gs ditangannya dengan erat, sudut matanya memancarkan kemarahan : ¡°Kamu kira kamu bisa menikah dengan Jonas?¡± ¡°Ku bukan?¡± Samara meletakkan gs anggur yang sudah kosong di nampan pyan dengan santai,lu melirik Be dan melengkungkan sudut bibirnya. ¡°Ku bukan saya,ntas kamu? Kamu dan Jonas sudah kenal begituma, namun sepertinya diantara kalian¡­sepertinya tidak ada kemajuan apa-apa.¡± Seth Samara selesai berbicara, raut wajah Be berubah drastis, nafas lembut dan keanggunannya juga hng dm sekejap. ¡°Kamu¡­jangan berbesar diri!¡± Samara mnjutkan perkataan yang membuatnya semakin kesal : ¡°Hm? Ku Tuan Muda Jonas mkukan semua ini untukmu, sepertinya Nona Be akan jauh lebih berbesar diri dibandingkan dengan saya.¡± ¡°Kamu¡ª-¡± Sejak kecil Be sudah menjadi permata di Keluarga Kusma, meskipun dia seorang anak perempuan namun kedudukannya di Keluarga Kusma jauh lebih tinggi dibandingkan dengan adikkikinya, dan orang yang diremehkan olehnya tidak pernah berani menentangnya.. Gelisah seth mendengarkan perkataan Samara, Be menyiramkan anggur merah yang ada ditangannya kearah Samara. Namun Samara sigap dan segera mngkah mundur, dan berhasil menghindari siraman anggur merah itu, tidak setetes pun anggur itu tumpah pada gaunnya¡­ Sebaliknya, genangan anggur merah terlihat pada karpet wol yang ada dintai. Samara tersenyum sinis dm hatinya. Trik dari Nona muda ini¡­benar-benar gampang ditebak. Rasa malu yang Be harapkan terlihat di wajah Samara, sama sekali tidak muncul, di sisiin, Jonas sudah bergegas menghampiri. ¡°Samara, kamu tidak apa-apa?¡± Jonas meraih tubuh Samara,lu menatap Be dengan marah. Kehadiran Jonas membuat Be tertangkap basah. ¡°Be, Samara adh tamu penting yang diundang secara khusus oleh saya dan Kakek, apa yang sedang karnukukan padanya?¡± C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. ¡°Jonas, saya..saya hanya¡­.¡± Be yang tadinya bersikap gegabah, sekarang menenangkan diri dan merasa menuangkan anggur padanya didepan umum adh trik rendahan. Dia sudah menyiapkan trik untuk Samara, dan tidak perlu bertindak sekarang. ¡°Gs itu tergelincir dari tangannya.¡± Samara membuka mulutnya dan menatap Be dengan tersenyum : ¡°Nona Be, yang saya katakan tidak sh kan?¡± Dm hati Be sebenarnya tidak ingin mengikuti arus yang dibuat oleh Samara, tapi saat ini dia tidak punya carain. Dia tersenyum : ¡°Iya benar.¡± Perkataan Samara itu, sudah js benar atau tidaknya dm hati mereka bertiga. Jonas merasa cemas, dan tidakgi melirik Be, dia menggandeng tangan Samara dan membawanya menuju ruang perjamuan dintai dua. dan ¡°Ikuti saya, Kakek sedang menunggumu dintai dua.¡± Jonas menggandeng tangan Samara menujuntai dua, dan itungsung menghebohkan seluruh hadirin. ¡°Ada apa ini?¡± ¡°Apakah selera Tuan Muda¡­sudah rusak? Tidak suka dengan wanita cantik, dan mh menyukai wanita yang wajahnya penuh bintik-bintik?¡± ¡°Ahhh! Ku saya tahu dia suka dengan bintik-bintik, untuk apa saya mkukanser picosecond?¡± ¡°Apakah wanita itu akan segera menjadi cucu menantu Keluarga Gandhi?¡± Be masih terpaku ditempat, raut wajahnya sangat muram, dan kemarahan didm hatinya semakin membara. Acara perjamuan ini¡­. Dia ingin menghancurkan Samara. Rasa bangga yang Samara rasakan sekarang akan segera hng sebentargi! . Seth tiba dintai dua. Samara menggerakkan pergngan tangannya dan melepaskan tangannya dari genggaman Jonas. rkejut, ¡°Saya¡­tadi hanya refleks¡­¡± ¡°Saya berharap kamu tidak sh paham.¡± Samara menatap Jonas dan berkata dengan js, ¡°Saya memprovokasi Be, itu tidak ada hubungannya denganmu, itu karena saya memiliki san Mata cot Samara terlihat jernih, seperti tidak ternodai oleh debu. Jonas sudah banyak menatap mata yang slu dipenuhi oleh keinginan, namun ini pertama kalinya dia bertemu dengan sepasang mata yang acuh tak acuh¡­. Perkataan Samara sedang membuat garis js diantara mereka. Namun, Jonas mh semakin terpesona olehnya. Jari-jarinya bergerak keatas, memegangi dagunya, dan dia sangat ingin merobek topeng wajah itu¡­. Bab 131 Bab 131 Bab 131 Saat jari Jonas hendak mendarat di pipinya, Samara tanpa sadar mngkah mundur dan bergumam. ¡°Jonas, apa...apa yang kamukukan?¡± Jonas menyadari ku perbuatannya sudah melewati batas, dan segera menarik tangannya dan menatapnya dengan tatapan bersh. ¡°Saya refleks, ingin melepas topeng wajahmu tanpa persetujuanmu...¡± ¡°Topeng ini memang tidak telu menarik.¡± Samara berkata, ¡°Namun saat ini saya belum bisa melepasnya dan menjadi diriku yang sebenarnya.¡± ¡°Saya tahu.¡± Andrian yang melihat Jonas dan Samara berdiri didepan pintu ruang istirahat dan tidak masuk kedm, mengerutkan keningnya : ¡°Tuan Muda, Nona Samara, Pengacara Adam sudah tiba, Tuan Besar serta beberapa Tuaninnya sedang menunggu kalian didm.¡± Belonging ? N?velDram/a.Org. Andrian membuka pintu, Samara dan Jonas mngkah masuk kedm. Tapi... Saat Samara masuk, dia menyadari ku yang duduk di ruang istirahat tidak hanya Tuan Firman seorang, kedua putranya Willis dan Watson serta kedua menantunya juga ada didm. Saat Firman melihat Samara, senyuman di wajahnyangsung merekah. Namun Watson dan Willis serta istri mereka seketika menjadi muram. ¡°Ayah, hari ini kamu akan mengumumkan wasiatmu, untuk apa kamu memanggil bocah ini kemari?¡± ¡°Benar! Perkataan Kakak tidak sh, hari ini yang hadir semua bermarga Gandhi, untuk apa orang asing seperti dia ikut mendengarkan wasiat?¡± Meskipun dua saudara dari Keluarga Gandhi itu slu berebut dan bertengkar, namun dm menghadapi orang asing, kekompakan mereka berdua cukup mengejutkan. ¡°Saya incanggil Samara kemaritentu saja wasiat saya berhubungan dengannya.¡± Firman memainkan longkat yang ada ditangannya, dan berkata dengan bijak: ¡°Adam, tolong bacakan wasial yang sudah saya buat untuk mereka semua.¡± Adam mengambil surat wasiat dan mi membacanya. ¡°Seth? Tuan linnan meninggal dunia, 95% saham yang dimiliki olehnya akan diwariskan kepada Tuan Jonas. Kediaman atas nama Keluarga Gandhi akan diwariskan kepada Watson dan Willis seth ninya dibagi r. 5% saham yang tersisa, serta barang¨Cbarang antik, seluruhnya akan diwariskan kepada Samara...¡± Kalimat pembuka dari surat wasiat itu sudah membuat raut wajah Watson, Willis dan istri mereka berubah drastis, dan saat mendengar bagian Samara, kedua kakak beradik itu sudah tidak bisa duduk diam, mereka melompat dari sofa dan berkata dengan marah. ¡°Ayah, saya ini putra kandungmu, kenapa saya tidak mendapatkan hak atas saham, dan dia....kenapa mh dia yang mendapatkannya!¡± ¡°Ayah, sejahat¨Cjahatnya harimau tidak akan memakan anaknya! Kenapa kamu tidak membagikannya kepada kami, mh membagikannya kepada orang luar!¡± Kedua menantu perempuannya juga terlihat panik. Firman mengetuk tongkat yang ada ditangannya dengan keraslu berteriak : ¡°Kalian bisa mendapatkan sesuatu saja sudah lumayan! Kalian berempat, sudah meracuni saya orang tua ini dengan empat macam racun yang berbeda! Saya tidak menjebloskan kalian kedm penjara hanya karena memandang wajah ibu kalian, berani¨C beraninya masih menuntut ini itu! Lantas...apakah kalian harus dijebloskan kedm penjara, mengenakan baju tahanan dulu baru bisa mengerti cara menjadi manusia!¡± Perkataan Firman membuat mereka semua tidak bisa berkutik. ¡°Samara sudah menymatkan nyawaku, ini sudah sepantasnya diberikan kepadanya, dangip, sekarang Pengacara Adam ada disini, ku kalian berani mengucapkan sepatah katagi, saya akan memutuskan hubungan ayah dan anak dengan kalian.¡± Seketika itu juga¡ª Wu Watson dan Willis merasa tidak puas dm hatinya, namun mereka tidak berani membuka mulut dan berkomentargi, karena ku mereka sampai membuat Firman kesal dan berundak kejam, bisa saja dia benar¨Cbenar menjebloskan mereka semua ke penjara. Seth wasiat diumumkan, Firman meminta Samara seorang untuk tetap disana. ¡°Samara, kamu tidak akan mengeluh saya memberimu telu sedikit kan?¡± Samara menggelengkan kepnya, ¡°Saya menymatkanmu, untuk membs budiku pada Oscar, sebenarnya kamu tidak perlu memberiku saham Keluarga Gandhi, angka ini telu besar untuk orang biasa....¡± ¡°Untuk orang biasa memang telu banyak, tapi..¡± Cahaya tajam melintas pada mata Firman : ¡°Saya sudah banyak bertemu dengan orang, dan kamu, bocah ini, bisa dipastikan bukan orang biasa, Saya berharap kamu bisa menjadi cucu menantuku, menjadi istri yang baik untuk Jonas, namun saya juga menyadari ku kamu tidak memiliki ketertarikan terhadap cucuku. Jadi, saya memberimu 5% dari sahamku, untuk berinvestasi padamu, berinvestasi agar kedepannya kamu bisa menymatkan Keluarga Gandhi sekaligi.... Bab 132 Bab 132 Bab 132 Keluar dari ruang istirahat. Samara bertemu dengan Watson, Willis dan istri mereka didepan pintu. Mereka berempat menatap Samara dengan tatapan penuh kebencian dan keinginan untuk membunuh, tatapan itu seh menusuk beberapa lubang pada tubuhnya. ¡°Pengacara Adam, apa saya boleh bertanya satu hal padamu?¡± Mata cot Samara berkedip, dan dia bertanya dengan ms. ¡°Shkan, Nona Samara.¡± i ¡°Wasiat Tuan Firman sudah dibekukan, dan ku saya tiba¨Ctiba mengmi keckaan tak terduga, apa yang akan terjadi pada bagian yang seharusnya diberikan kepadaku?¡± ak Adam terkejut saat mendengarnya, namun dia segera menyadari maksud Samara dan menjawab: ¡°Berdasarkan ketentuan yang dibuat Tuan Firman, warisan itu akan disumbangkan kepada yayasan amal Metropolis atas nama Anda dan Keluarga Gandhi.¡± Samara menyipitkan matanya dan mengangguk dengan puas na 1 men ¡°Tuan¨Ctuan, dan nyonya¨Cnyonya...kalian sudah mendengarnya kan?¡± Raut wajah mereka berempat semakin muram, sedangkan Samara berbalik dengan gagah dan meninggalkan mereka. Dua putra yang dibutakan ini....meskipun mereka sudah berbuat hal yang sangat keji, tapi Tuan Firman masih tidak tega menjebloskan putra kandungnya sendiri kedm penjara. Memberinya 5% saham, membuatnya tidak hanya bisa menjadi tameng Jonas, namun juga bisa membantu Jonas saat dia mengmi kesulitan. Tidak bisa dipungkiri.... Ku kemampuan Tuan Firman dm menopang Keluarga Gandhi benar¨Cbenar penuh perhitungan. Pemberiannya juga sangat tulus dan membuatnya sulit untuk menk. Dan saat sedang berpikir. Suara Jonas terdengar : ¡°Samara, apa yang kakek katakan padamu tadi?¡± ¡°Kakek memintaku untuk memeriksa keadaannya.¡± Samara tidak mengatakan kejadian yang sebenarnya dan berkata dengan santai : ¡°Racun dm tubuhnya memang sudah dibersihkan secara tuntas, l¨¢pi usianya juga sudahnjut, dia harus memperhatikan p makan sehari¨Chari dan rajin berhraga.¡± ¡°Oh begitu ya...¡± ¡°Lantas? Kamu kira kakekmu memintaku seorang untuk tinggal disana untuk membicarakan hal apa?¡± ¡°Ti...tidak.¡± Jantung Jonas berdetak kencang. Perasaannya terhadap Samara sangat gambling. Meskipun dia berusaha mengontrol dirinya, namun dia takut kakeknya menyadari perasaannya dan membicarakan hal itu dengan Samara. Samara tidak tahu maksud hati Jonas, dan berjn kebawah bersamanya. Dintai bawah, tamu yang berdatangan semakin banyak. Samara berdiri disamping Jonas, dan membuatnya semakin menarik perhatian. Banyak tamu yang datang untuk menyapa Jonas, dan secara mi membawa mereka pada Samara, Samara juga tidak bersembunyi, dan memperkenalkan dirinya dengan tenang dan murah hati. Tidakma kemudian..... Semua tamu yang menghadiri acara ng tahun itu tahu nama wanita jelek itu adh Samara. Dan saat sedang sibuk bersng dengan mereka, Samara tidak sengaja melihat satu keluarga yang udahma tidak dilihatnya. Dia tidak menyangka Heru dan Emma juga diundang ke pesta ng tahun Tuan Firman. This is property ? N?velDrama.Org. Seth hampir enam tahun tidak bertemu...... Pria paruh baya yang sedang tersenyum itu sepertinya sudah lupa ku dia memiliki seorang putri bernama Samara ya? ¡°Jonas, saya akan mengambil kue.¡± ¡°Baik¡± Samara berjn pehan kearah sekeluarga itu, dan tatapannya menatap pria munafik itu dengan jujik dan kebencian di matanya semakin mendm. Ibunya menghabiskan seumur hidup untuk mencintainya. Dan dia mh inenghancurkan seluruh kebahagiaannya, merebut bisnis kakeknya, dan kematian kakeknya juga berkaitan dengannya, Heru, Emma, dan putri mereka Herna bahkan tidak menyadarinya sama sekali, mereka hanya merasakan tatapan dingin yang jatuh pada mereka namun tidak bisa menemukan sumbernya. Bahkan wupun berpapasan, mereka tidak akan mengenali satu samain. Herna memperhatikan Samara karena dia merupakan pendamping Jonas dan gaunnya yang luar biasa. Seth Samara berjn menjauh, dia menarik lengan Emma dan berkata dengan lembut : ¡°Ibu, wanita jelek itu juga bernama Samara Wijaya....namanya sama percis dengan nama wanita itu....¡± Mendengar nama itu, mata Emma memancarkan rasa jijik yang mendm. ¡°Herna, nama boleh sama tapi takdirnya berbeda. Wanita kampungan yang dihamili oleh pria asing dan mhirkan anak haram itu entah sudah berada dimana, bagaimana dia bisa dibandingkan dengan wanita itu?¡± Bab 133 Bab 133 Bab 133 ¡°Aduh! Untuk apa membahasnya di hari baik seperti ini!¡± Herungsung meneguk habis anggur merah yang ada digsnya, dan melirik Emma, ¡°Bocah itu memang memiliki karakter yang liar, dan tidak tahu cara menjaga diri, dia tidak pantas menjadi putriku....¡± Emma tersenyum bersh : ¡°Benar, benar, gadis itu map di kampung bersama ibunya, apa yang bisa didapatnya?¡± Meskipun Emma berstatus sebagai istri muda, tapi dia menganggap Samantha seperti anaknya sendiri, bahkan dia lebih menyayanginya dibandingkan putri kandungnya, Herna. ¡°Lihat Samantha yang sejak kecil ikut dengan kita, baik pengetahuan, bakat dan seleranya semua sangat berks...¡± Seth membahas Samantha, kerutan pada kening Heru akhirnya melonggar. ¡°Samantha memang luar biasa.¡± III I mema ¡°Lihat dulu dong siapa yang mendidiknya?¡± Emma juga berkata dengan bangga, ¡°Tunggu seth dia masuk kedm keluarga Costan, perayaan ng tahunmu nanti juga tidak akan kh dari Tuan Firman.¡± Membahas person itu membuat Heru sekeluarga tersenyum. ¨CTidak jauh dari sana, Samara sedang memakan kue cot yang dipegangnya, dan melihat senyum bahagia sekeluarga itu. Dia.... Slu menjadi orang asing didm keluarga itu. Dulu dia slu mencoba untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri, namun dia slu dikucilkan. Sekarang, yang tersisa hanyh kebencian dan penghinaan. Dia masih ingat dengan js sarkasme dan hinaan yang dilontarkan oleh Heru dan Emma saat dia pergi ke kediaman Keluarga Wijaya dengan selembar tes kehamn. Bahkan¨C¨C¨C¨C Herna sengaja membuatnya tersandung, mencoba membuatnya jatuh dari tangga. Semua penderitaan itu dia ingat jauh didm lubuk hatinya. Meskipun itu tersimpan dm lubuk hatinya yang paling dm, tapi dia tidak pernah melupakannya Dan saat Samara sedangrut dm pikirannya, Be menggandeng Peter yang mengenakan setn jas dan muncul di hadapannya. Keduanya saling memandang, dan dua aliran cahaya melintas di mata mereka masing¨Cmasing. Namun, segera.... Tatapan Peter penuh keterkejutan : ¡°Samara...kenapa kamu bisa disini?¡± ¡°Siapa kamu?¡± ekspresi Samara berubah dari terkejut menjadi dingin, dia meletakkan kue yang sudah dimakan setengah keatas meja : ¡°Saya...saya tidak mengenalmu, kamu sh orang.¡± ¡°Samara, dulu kamu tidak bersikap seperti ini padaku.¡± ¡°Jangan panggil namaku, saya tidak mengenalmu.¡± Seth itu, Samara berbalik dan pergi. Dia sengaja membuat dirinya terlihat panik dan malu. Namun seth dia berjn melewati Be, sudut bibirnya terangkat dan menunjukkan seringai. Tidakma seth itu. Tuan Firman muncul di ruang utama bagaikan bintang yang menyambut para hadirin. Dia datang untuk memberi kata sambutan, dan disambut meriah oleh para tamu, seth itu acara dnjutkan ke sesi penerimaan hadiah dari para tamu. aca Pertama¨Ctama, hadiah diberikan oleh para generasi penerus dan keluarga yang memiliki garis keluargangsung dengan Keluarga Gandhi. Semua hadiah itu sangat berharga, namun Tuan Firman sudah tua dan hanya mengangguk ngangguk. Dan saat sampai pada giliran Be. Be yang berpakaian serba hitam, mngkah maju dengan bermartabat, seperti angsa hitam yang bangga dan anggun. ¡°Kakek Firman, saya Be, mendoakanmu agar hidup sehat dan panjang umur, dan bisa merayakan hari ini setiap tahunnya.¡± ¡°Terima kasih.¡± Be tidak tergesa¨Cgesa mengeluarkan hadiah yang dia siapkan, dan kembali berkata. C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. ¡°Kakek, melihat hadiah satu per satu telu memakan waktu dan membosankan, bagaimana ku seth ini kita menarik undian dan dua orang yang terundi harus memberikan hadiah bersamaan.¡± ¡°Ide yang menarik!¡± Firman memainkan tongkatnya dan berkata : ¡°Tidak ada yang dirugikan, mari kita coba.¡± Be sudah membuat perhitungannya sejak tadi. Dan dia sudah menyogok staf yang akan mengundi, dan dia juga sudah menyiapkan hadiah yang akan ditukarkan dengan hadiah asli Samara. Sma hadiah dibuka dan diperlihatkan kepada hadirin, Samara pasti akan menjadi lelucon dan tidak akan bisa melupakannya seumur hidup. Be dan Samara tidak berdiri bersampingan, namun tatapannya padanya dipenuhi oleh perhitungan yang mendm. Samara acuh tak acuh seh dia sedang terpisah dari dunia, dan sedang bersiap mencicipi anggur yang disajikan di pesta ng tahun. Anggur ini... penuh aroma dan sedikit manis. Blang tahu ada jangkrik didepannya tapi dia tidak menyadari ada kepodang yang sedang mengincarnya dari bkang. Bab 134 Bab 134 Bab 134 Atas instruksi Tuan Firman, staf membawa kotak undian keatas. ¡°Sekarang sudah siap, ayo dimi.¡± Tuan Firman mmbaikan tangannya dan staf mi menarik undian. Staf menarik undian, dan yang terundi pertama adh Be, dan kembali menarik undian, dan yang terpilih snjutnya adh Samara. Samara yang dipanggil, meletakkan gs yang dipegangnya. ¡°Apa yang kamu siapkan untuk kakekku?¡± Jonas yang disampingnya bertanya dengan suara rendah. ¡°Rahasia, nanti kamu juga akan tahu.¡± Staf mengambil hadiah, dan Samara serta Be berdiri dihadapan Tuan Firman, yang satu serba perak dan yang satugi serba hitam. Ku hanya melihat punggung, keduanya adh sosok cantik yang tiada tara. Namun... Saat meni dari wajah, Be memukul tk Samara. Be menegakkan punggungnya dan tatapan matanya dipenuhi dengan kebanggaan dan keangkuhan Staf menghampiri dengan dua kotak, ukurannya tidak kecil, ku meni dari penampn kotaknya, hadiah Be jauh lebih baik daripada hadiah Samara. Kotak hadiah Samara sudah tua dan tidak banyak ukiran maupun hiasan. Tuan Firman membuka mulut dan bertanya : ¡°Punya siapa yang harus saya buka dulu?¡± Tuan Firman bertanya tanpa maksud. Samara bisa menghadiri acara ng tahunnya saja sudah menjadi hadiah yang terbaik untuknya, wupun dia menghadiahi sebuah kotak busuk, itu juga wangi baginya. Be melirik Samaralu berkata : ¡°Kakek Firman, bagaimana ku melihat hadiah dari Nona Samnara dulu? Nona Samara sangat bijaksana, dia pasti akan menghadiahkan sesuatu yang bermakna...¡± Perkataan itu meinbuat rasa penasaran para hadirin bergejk. Mengenakan gaun rancangan Lexy, dan Jonas juga terus menempel padanya. Wanita seperti ini...entah akan memberikan hadiah seperti apa? Tuan Firman menyadari ku Be sedang menentang Samara, namun dia tetap bertanya dengan tenang : ¡°Samara, menurutmu bagaimana?¡± ¡°Saya tidak mash....¡± Mendengar jawaban Samara, Be mengeluarkan senyuman penuh kemenangan. ¡°Kakek Firman, karena Nona Samara sudah berkata demikian, ayo lihat hadiahnya terlebih dahulu....¡± Tuan Firman mengangguk. Be mengepalkan tangannya dan menunggu dengan cemas, tapi dia sudah tersenyum penuh kemenangan di wajahnya. Hm! Saat Samara membuka kotak itu, akan seperti membuka Kotak Pandora, dan pada saat itu dia akan menjadi lelucon semua orang. Hidung Samara mendengus ringan. ¡°Krek¡ª-¡± suara kotak kayu yang tua itu terbuka. Be yang tidak melihatnyangsung berteriak : ¡°Ah! Samara, hadiah apa yang kamu berikan? Kamu sudah g ya! Apa kamu sedang mengutuk kakek!¡± Seketika, para hadirin terdiam. Tatapan semua orang tertuju pada Be. Be tentu tidak tahu, menganggap ¡®hadiah¡® Samara membuat para hadirin terkejut. This is property ? N?velDrama.Org. ¡°Samara, hari ini kamu harus menjskan kepada para hadirin apa niatmu!¡± Samara berkata tanpa ekspresi : ¡°Menurutmu apa niatku?¡± Be menganggap Samara sedang terpojok dan mencibir : ¡°Jangan bng kamu sendiri tidak tahu hadiah apa yang kamu siapkan! Berpura¨Cpura tidak bersh, dan ingin melepaskan tanggung jawab!¡± Suasana menjadi lebih dingingi. Raut wajah Tuan Firman berubah drastis. ¡°Saya masih disini!¡± Firman yang marah menghentak¨Chentakkan tongkatnya dengan keras. Dan saat tongkat itu menghantamntai, itu menghasilkan suara yang membosankan. Be diam¨Cdiam merasa senang : ¡°Samara, kamu menempatkan otoritas kakek pada....¡± Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, kakek sudah berteriak pada Be dengan tajam : ¡°Be, kamu masih tidak mau diam ya!¡± Be terkejut dan merasa sedih. ¡°Kakek Firman...saya...saya kenapa?¡± Dia berbalik dan menatap Firman, dia ingin memberikan penjsan namun tatapannya melekat pada kotak yang dibuka oleh Samara, dan tercengang. Didm kotak tua itu, sebuah patung Buddha Raja Obat sedang terbaring didmnya. Buddha Raja Obat diukir dari kayu cendana merah dan gaharu berusia seribu tahun, dengan mahkota di atasnya, tangan kiri yang mengepal diletakkan di pinggang, lengan kanan ditekuk dan diletakkan di depan dada,lu ibu jari, jari tengah, dan jari manis memegang pohon obat. Ukiran patung Buddha Raja Obat itu terawatt dengan baik, dan samar¨Csamar tercium aroma obat dan cendana merah, melihatnya saja sudah tahu ku barang ini berni lebih dari 10 miliar. Memberikan hadiah ini sebagai hadiah ng tahun, adh sesuatu yang berharga dan tepat. ¡°Ba....bagaimana bisa...¡° Bab 135 Bab 135 Bab 135 Be mengerutkan bibirnya, dan tatapannya tampak tidak percaya. Dia js¨Cjs sudah menyogok orang untuk mengganti hadiah Samara.... Kenapa di dm kotak itu tidak berisi hadiah pengganti yang disiapkan olehnya? Sebenarnya apa yang terjadi! Be telu percaya diri, sangking percaya dirinya dia mengira semuanya akan berjn mulus, karena ith dia tidak melirik apa isi dari kotak hadiah Samara, danngsung membuka suara. Sekarang bukan Samara yang menjadi lelucon! Diah yang menjadi lelucon! ¡°Nona Be...¡± Samara menghampiri Be dan mengangkat alisnya : ¡°Permisi....apa yang sh dengan hadiah yang kuberikan kepada Tuan Firman, sampai membuatmu mempertanyakan niatku?¡± Perkataan itungsung disusul oleh para hadirin yang mi berbisik¨Cbisik. ataan ¡°Apa yang terjadi pada Be hari ini?¡± ¡°Be yang slu dikenal dengan keanggunannya, kenapa tiba¨Ctiba menjadi seperti ini?¡± ¡°Menurutmu dia yang seperti ini apa dirasuki oleh setan? Kkuannya aneh sekali¨C¨C¡± Wajah Be memucatlu merona merah. ¡°Saya.....¡± ¡°Tadi kamu mengatakan saya sedang mengutuk kakek?¡± Samara mengerucutkan bibir merahnya. ¡°Saya menghadiahi patung Buddha Raja Obat kepada kakek, berharap agar dia sehat slu, panjang umur, saya tidak mengerti dari bagian mana saya mengutuk kakek?¡± Be mengigit bibirnya hingga berdarah dan tidak bisa mengatakan sepatah kata pun. Patung Buddha Raja Obal yang terbuat dari cendana merah ini, sempurna dari berbagai aspek, harga, selera, makna, semuanya sempurna tanpa ch.... Dia sangat ingin menampar mulut besarnya sendiri saat ini! Kenapa tadi dia tidak melihat dulu sebelum mempertanyakan niat Samara didepan umum! Mata Jonas berkt dingin, Tuan Firman juga sangat marah dm hatinya, namun dia tidak bisa menunjukkannya karena hubungan persahabatan yang erat antara Keluarga Gandhi dan Keluarga Kusma. Sma. ¡°Be anak ini, pasti telu banyak minum dan mabuk, sampai sh lihat.¡± an Samara tersenyum tidak natural : ¡°Mungkin.¡± Tuan Firman maju untuk membenahi suasana. Samara yang difitnah oleh Be juga tidak meminta pertanggung jawaban. Antara mereka berdua, siapa yang lebih tinggi dan siapa yang lebih rendah sudah terlihat js. Samara berdiri disana dengan tenang dan damai, dia tidak menunjukkan tempramen yang arogan maupun rendah diri, tatapan matanya yang lincah itu membuat orang merasa ku dia adh sosok yang mempesona. This is property ? N?velDrama.Org. Semakin Samara menunjukkan toleransinya semakin Be merasa tidak puas. Sampai pada akhirnya...yang menjadi lelucon adh dirinya! Tuan Firman berdehemlu berkata : ¡°Be, coba perlihatkan kepadaku, hadiah apa yang kamu siapkan untuk orang tua ini?¡± Be mengangguk. Ini adh satu¨Csatunya kesempatan baginya untuk membalikkan situasi! Untuk hadiah ng tahun Tuan Firman kali ini, dia juga sudah berusaha keras, dan menemukan sepotong batu giok yang sudah mengendapma didasar perairan dan sudah dipoles oleh erosi, dan meminta seorang master untuk mengukir sosok dewi pada batu giok itu. ¡°Baik, saya akan menunjukkannya pada Kakek.¡± Be berjn kesamping kotak dan membuka kotak itu. Para hadirin juga penasaran dan ingin melihat hadiah apa yang diberikan oleh Nona Muda Keluarga Kusma. Tapi¡ª¨C Saat Be membuka kotak itu, dia kembali berteriak. ¡°Aaah!¡± Dan teriakannya jauh lebih keras dibandingkan yang tadi. Be erkejut dan jantungnya sampai berdetak kencang, tangannya mengibas dan kotak itungsung terjatuh kentai, dan membuat hadiah¡® yang ada didmnya terguling keluar. Awalnya semua orang belum melihat dengan js, namun saat mereka sudah melihat dengan js. Sckclika itu¨C¨C¨C Ruangan menjadi sangat hening. Tidak ada orang yang berani bersuara, bahkan nafas mereka pun tertahan. Hanya terlihat seekor kucing hitam yang berlumuran darah tergeletak pada karpet. Kucing hitam itu sepertinya sudah mati untuk waktu yangma, dan sepertinya kematiannya juga cukup menyakitkan. Sepasang mata kucingnya memblak dengan tajam, pupil berwarna amber itu membuat orang yang melihatnya merasa ketakutan. Sin mayat kucing, juga terlihat gumpn kapas yang sudah bersimbah darah menggelinding keluar.... Tangan Be memegangi jantungnya dan terengah¨Cengah karena ketakutan. Ini adh.... Hadiah yang dia siapkan untuk ditukarkan dengan hadiah Samara. Kenapa mh...ditukar dengan hadiahnya sendiri? Bab 136 Bab 136 Bab 136 Dibandingkan keterkejutan orangin, Samara sudah menduga semua ini. Dia mengetahui rencana Be dari Peter. Dia tidak berniat menguaknya, hanya membiarkan segnya berjn sesuai yang diinginkan. Karena ith, semua perbuatan yang dkukan Be padanya, terbskan satu per satu. Be menggeleng kuat. ¡°Bukan saya! Sungguh bukan saya!¡± Sejak dulu kucing hitam slu menjadi pertanda buruk. Lagip, kucing hitam ini sudah mati membeku, sekujur tubuhnya berdarah-darah, ini bahkan lebih tabu Tuan Gandhi bangkit dari kursinya, berkata marah. ¡°Be, ku bukan kamu, jadi siapa yang menghadiahkannya padaku! Padahal saya slu memercayaimu, menyayangimu seperti cucu sendiri, tidak menyangka kamu membuat lelucon seperti ini!¡± ¡°Kakek Gandhi, benar-benar bukan saya!¡± ¡°Masih membantah?¡± Be merasa difitnah, jengkel dan sedih. Air matanya berderai turun dari matanya. ¡°Saya bersumpah demi Tuhan, saya menghadiahkanmu sebuah patung ukir dewi batu Giok! Bukan kucing hitam ini!¡± ¡°Jadi dimana palung dewi yang kamu berikan itu?¡± Tuan Gandhi tidakgi memercayai perkataan Be, Be juga tidak tahu dimana patung dewi itu berada, Tetapi, dia yakin sekali, penukaran patung ini pasti berhubungan dengan Samara. ¡°Samara!¡± Be menunjuk pada Samara, seraya berkata histeris: ¡°Dia ingin menckaiku, dia yang menukar hadiahku!¡± Sama-sama mati. Sampai disini, Be tetap ingin menariknya, sama-sama mati? ma -saman Samara menaikkan bibir dengan ringan, ¡°Nona Be, kamu mengatakan saya yang mkukannya, mana buktinya?¡± ¡°Saya¡­¡± Be berkata pada Tuan Gandhi, ¡°Kakek Gandhi, kumohon periksh video pemantau¡­¡± n III Belum selesai berkata, dia tersadar ucapannya tidak beres. Demi memuluskan rencananya, dia memerintah bawahannya merusak semua kamera pemantau. Kamera pemantau tidak dapat merekam bukti saat dia menukar hadiah, tentu saja tidak dapat juga merekam bukti penukaran yang dkukan Samara. Melihat Be tergagap, Samara tertawa. ¡°Nona Be, mengapa tidak menyelesaikan ucapanmu?¡± ¡°Samara, kamu menipuku?¡± Mata Be memerah, meminta penjsan pada Samara. ¡°Kamu yang merusak hadiahku, mengejek hadiahku adh kutukan.¡± Samara menyipitkan matanya, bertanya santai: ¡°Sekarang kamu menuduh saya menipumu, bukankah ini menggelikan?¡± Sebelumnya Be mengatakan bahwa bingkisan Samara adh kutukan. Sekarang hadiah yang diberikan mh berupa bangkai kucing. Jonas sudah bisa menebak kira-kira apa rencana busuk yang dipikirkan Be. Be sudah tenjur memalukan diri sendiri, sehingga dia tidak peduligi. Sekarang yang dipikirkannya hanyh berkonfrontasi dengan wanita ini. Samara, karnu wanita tak tahu malu¡­¡± Jonas estariang di depan Samara, berkata dengan air muka gp: ¡°Be, kuperingati kamu, ksual ruuh! Scrlumnya saya tidak inengatakan apapun karena demi persahabatan antara keluarga kita, jika berani menfitnahnyagi, berarti bermusuhan dengan saya.¡± Be sangat menyukai Jonas. Melihat Jonas begitu posesif melindungi Samara, hatinya mati rasa karena sakit hati. ¡°Jonas, wanita ini begitu jelek!¡± ¡°Mengapa kamu menyukainya!¡± ¡°Tahukah kamu, dia wanita yang plin n, gampangan, dan¡­¡± Jonas tidak mempunyai kebiasaan memukul wanita. Gs anggur di tangan dilemparnya dengan kuatlu jatuh tepat di sisi kaki Be. Gs anggur tersebut pecah berkeping-keping. Pecahan kaca menggores pergngan kaki Be. Darah segar mengalir keluar dari luka gores tersebut, dan berhasil menghentikan omong kosong Be. Be menahan sakit di pergngan kakinya, sngkah demi sngkah mendekati Peter. Dia menarik kuat siku Peter. Setiap jari tangannya menggenggam sedemikian kuatnya, seperti Peterh satu-satunya orang yang bisa diandalkan. ¡°Peter, beritahu mereka hubunganmu dengan Samara! Supaya semua orang tahu wajah aslinya.¡± Untung saja¡­ Dia masih memiliki Peter yang merupakan kartu As-nya. Peter yang ditarik kuat-kuat oleh Be, hanya berdiam diri. Tatapan matanya yang dingin meyapu Be, ¡°Wajah asli apa, Be?¡± Bab 137 Bab 137 Bab 137 Be membeku oleh tatapan Peter. Tapi dia masih saja belum putus asa dan bertanya: ¡°Bukankah kamu bng padaku bahwa Samara menggodamu, mencuri hasil riseimu, habis manis sepah dibuang,lu jatuh ke pelukan priain!¡± Semua orang menatap Samaralu beralih menatap Peter Mata Peter dingin, seraya berkata: ¡°Saya tidak pernah berkata seperti ini.¡± ¡°Peter, kamu membohongiku!¡± Darah yang mengalir dari pergngan kakinya semakin banyak, dia tidak peduli: ¡°Js-js kamu pernah mengucapkan hal ini padaku!¡± ¡°Tidak pernah.¡± Peter terdiam sebentarlu mengalihkan pembicaraan. ¡°Lagip beberapa tahunlu, orang yang menggodaku, mencuri hasil risetku dan seth mempertku menuduh orangin!¡± Dendam dan benci di antara Peter dan Be. Meskipun waktu itu kejadian ini ditekan keluarga Kusma dengan segepok uang, tapi kabar burung tetap saja sempat tersebar. Sekarang kejadianma ini kembali diungkit, orang-orang segera mengenali pria ini adh Peter, Dosen Medis berbakat yang dulu dickai Be sampai jatuh pamornya. ¡°Peter, saya sudah memberimu 50 miliar, kamu mh mkukan semua ini terhadapku! Demi menjatuhkan Samara, terus menerus menyuap Peter, mengorek informasi tentang Samara darinya. Peter tertawa, seperti mendengar lelucon yang lucu: ¡°Be, kamu berhutang saya lebih dari 50 miliar¡± Pergngan kaki Be sangat sakit, tapi dia tetap menaruh harapan bisa mkukan skakmat terakhir Tapi sekarang¡­ Samara tidak terluka sama sekali, mh dia yang terkena sial. Saat itu juga, dia jatuh lemas dintai, rambutnya acak-acakan, seperti wanita judes berpendidikan rendah. Kakek Gandhi tidak tahan dengan semua inigi, berkata capek: ¡°Melihat hubungan baikku dengan kakekmu, hari ini saya menyudahi semua ini, tapi saya tidak ingin berjumpa denganmugi. Andrian, cari seseorang, usir wanita ini keluar dari sini!¡± Andrian mengangguk. Be digotong oleh dua pria kekar, saat digotong dia berteriak gk. ¡°Samara, kamu akan menerima konsekuensi yang buruk!¡± ¡°Kamu pasti akan disambar petir!¡± Samara mendengar dengan tanpa emosi, sesekali meneguk anggur lezat di tangannya. Hukum tabur tuai, siapa yang bisa lolos darinya Ketika Be mkukan perbuatan buruknya, sudah seharusnya dia memikirkan konsekuensi, suatu ketika akan menerima akibatnya. Jonas melirik Samara: ¡°Kamu baik-baik saja?¡± ¡°Baik-baik saja,¡± Sama melebarkan mulutnya, mata btnya menyipit membentuk bt sabit, ¡°Sedikit keshpahaman, hanyh hal yang sepele.¡± ¡°Baguh.¡± Saat ini, di pojok a pesta, sesosok pria berpenampn menonjol berdiri diam disana. Saat Asta memasuki a pesta itu, mata tajamnya slu tertuju pada sosok berpakaian perak itu. Dia baru png dari negara Ordine. Sewaktu turun dari pesawat sembari menghidupkan ponsel,ngsung menerima pesan tak lerhitung banyaknya dari Javier. Mnya hanya pesan teks, sampai akhirnya menerima sebuah foto punggung Samara. LIICI Kelihatannya, bocah ini diam-diam memotret ketika Samara tidak memperhatikan. Dari foto tersebut, dapat melihat dengan js desain gaun tersebut memamerkan tng belikat dan leher rampingnya yang indah. Rok bermodel ekor ikan, membuat lekukan pantatnya yang anggun semakin menggoda. Saat itu juga¡ª Hati Asta berdenyut keras. Merasa mangsa yang ditargetkannya¡­juga ditargetkan orangin. 1 ? Diangsung memerintah Wilson mengecek keberadaan Samara, dan mendapatkan undangan pesta ng tahun Firman Gandhi. Tidak menyangka baru saja tiba,ngsung menyaksikan momen mematikan dari Samara. Dia khawatir wanita ini akan ditindas oleh wanitain di pesta ng tahun, tidak menyangka dia mampu membs dengan serangan tk, dengan sangat sempurna. Pantas menjadi wanita idamannya. Wanita ini benar-benar harta tak terni, benar-benar tidak membosankan. Terutama perpisahan kali ini. Dia sangat merindukannya,This belongs to N?velDrama.Org. Bab 138 Bab 138 Bab 138 Samara sama sekali tidak tahu bahwa di suatu tempat, sebuah tatapan yang terfokus terus padanya. Hatinya sekarang sangat gembira. Ditambahgi anggur yang lezat, dia kembali mengambil segsgi dari nampan yang dihidangkan pramusaji. Dipisah oleh sekumpn orang, Samara mengangkat sedikit gs anggurnya, bertatapan dengan Peter dari ujung sana. Tatapan mereka bertemu. Ujung mulut Peter terangkat, matanya penuh dengan rasa terima kasih dan hormat pada Samara. Keduanya bertatapan sembari tersenyum. Peter mendongak kepnya, menenggak anggur tersebut sekali teguk. Samara tidak mau kh, juga menenggak habis anggur di tangannya. Semua ini adh janjinya pada Peter saat masuk ke Perusahaan Farmasi Intermega, dan di pesta hari ini, dia memenuhi janji yang dia buat untuknya. Karena keonaran yang dkukan Be, suasana hati Firman juga menjadi buruk, sehingga sudah kembali ke kamar tidur untuk istirahat, Kebiasaan buruk Samara meminum telu banyak anggur kembali kambuh. Anggur yang diminumnya telu banyak, sehingga dia sedikit pusing. ¡°Tuan Jonas...saya ke toilet sebentar.¡± Samara memijat-mijat sisi keningnya. ¡°Baik.¡± Begitu Sarnara memasuki toilet, Herna sedang menghadap ke cermin memperbaiki dandanannya Tatapan Samara menyapu ke sosok Herna. Lima tahun tidak bertemu, Herna yang saat itu tidak telu cantik, sekarang kembali diperhatikan, juga tidak telu cantik. Kecantikan dia dan Samantha diwariskan oleh ibu kandung mereka, Vero. Emma juga lumayan cantik, tapi Herna mh mewariskan penampnnya dari Heru Wijaya, yang jauh dari kata indah. Samara memutar keran untuk memcuci tangan, wajah Herna mendekat padanya ingin menjtnya. ¡°Nona Samara, kebetn sekali!¡± Herna berseru: ¡°Kamu bermarga Wijaya, saya juga bermarga Wijaya.¡± Bibir Samara mengerucut: ¡°Apakah snjutnya kamu akan berkata, saya dengan seseorang yang kamu kenal memiliki nama yang sama?¡± Herna terkesiap. ¡°Ba¡­bagaimana kamu bisa tahu?¡± ¡°Bukankah seperti inh biasanya membuka sebuah percakapan?¡± Samara mematikan keran, tatapannya jatuh pada sosok Herna: ¡°Apakah cara ini susah ditebak?¡± Herna menatap sepasang mata bt Samara. Dia merasa sepasang mata bt ini terasa sangat familiar, sama persis dengan wanita dm pikirannya itu, tapi wanita yang di dm pikirannya tidak memiliki aura kuat seperti ini. Hanya dengan sebuah tatapan, Samara berhasil membuatnya merasa bersh tanpa sebab. Dia menundukkan kepnya sembari berjn masuk ke dm kamar sekat, dan mengunci pintu. Samara mengibas tetesan air di tangannya, tawanya tersembur pecah. Waktu itu, nona kecil yang baru berusia 16 tahun juga tahu bagaimana menindas kakaknya yang baru datang dari desa, sekarang kelihatannya sudah berubah jadi pengecut, hanya berani menindas yang lemah! Tatapan Samara jatuh pada sebatang tongkat pel yang terletak di sudut toilet. Dia membungkuk mengambil tongkat pel tersebut, dan menyangkutkan tongkat itu pada pintu kamar This is property ? N?velDrama.Org. sekat,lu memutar badan dan keluar, Selesai buang air, Herna ingin membuka pintu. Tapi bagaimanapun dia membukanya, tetap saja tidak bisa, terpaksa berteriak. ¡°Ada orang di luar?¡± ¡°Saya dikunci di dm! Siapa yang bisa datang menolongku!¡± ¡°Ada yang mendengarkan saya!¡± Mendengar suara minta tolong Herna, bibir merah Samara membentuk lengkungan. Ckckck¡­ Derita sekecil ini, teriakannya begitu mengenaskan. Bagaimana Herna bisa menanggung derita di kemudian hari? Karena minum telu banyak anggur, sehingga sedikit pusing, ditambahgi kejadian menggembirakan tadi membuatnya bersemangat, mata btnya hampir membentuk dua bt sabit, tersenyum seperti seekor kucing kecil. Hanya sempat berjn beberapangkah. Saat Samara tertawa terbahak-bahak, mendadak matanya beradu dengan sepasang mata tajam. Pria itu berdiri di kegpan lorong, dengan mata dm menatapnya. Asta! Samara mengucek mata tak percaya. Dia sudah melihat daftar tamu pesta ng tahun Firman Gandhi mm ini, tidak ada seorangpun yang bermarga Costan, apgi yang bernama Asta Costan. Dia¡­tidak mungkin berada disini. ¡°Sa¡­saya pasti sh lihat¡­¡± Samara berkata pada diri sendiri: ¡°Saya tidak pintar minum, tapi suka minum, suatu keshan¡­¡± Ketika Samara sedang menertawakan diri sendiri, mendadak dia ditarik masuk ke dm kegpan. Bab 139 Bab 139 Bab 139 Alkohol menyebabkan tubuh Samara memanas dan pusing. Mata btnya setengah terpejam, tangannya bergerak naik sembari menatap pria di hadapannya, menangkup wajah Asta,lu mencubit kuat-kuat. ¡°Tidak sakit ya¡­¡± seth berkat, dia kembali meyakinkan diri sendiri, ¡°Ternyata saya memang mabuk, yang di depan mata ini semuanya ilusi.¡± Asta merasa lucu, tapi lebih merasa tidak berdaya. Ini adh wajahnya, bagaimanapun kerasnya Samara mencubit, tentu saja dia sendiri tidak akan merasakannya. Wajah gantengnya dicubit Samara sampai memerah, tapi dia tidak marah sedikitpun, sebaliknya sedikit tertarik ¡°Perlu saya membantumu konfirmasi apakah ini ilusi atau bukan? ¡°Boleh saja.¡± Samara bergumam, ¡°Pokoknya semua yang kulihat saat mabuk adh ilusi.¡± Jawaban Samara kebetn pas dengan yang sedang dipikirkan Asta. na Bibir pria itu menangkap bibirnya tanpa ragu sedikitpun. Asta sudahma tidak berjumpa dengannya, juga tidak menghubunginya. Berapama dia tidak mencarinya, sma ith Samara tidak berhubungan dengannya. Asta mengira dirinya paling tidak memiliki sebuah tempat di hatinya, tapi ?amara sanggup menahan diri tidak mencarinya, tidak menghubunginya, sepertinya sama sekali tidak peduli padanya. Mh dia yang merindukannya, hampir g karena merindukannya. Bersusah payah dia menahan rindu sampai png dari luar negeri, mh menyaksikan wanita ini mengenakan gaun yang diberikan priain, dan muncul di pesta yang digr di rumah pria itu. Owned by N?velDrama.Org. Mungkinkah dia telu sabar? Membuatnya mengira boleh menyukai priain? Ciuman itu, mengandung penghukuman yang kental. Dia sedang menghukumnya, dan juga sekaligus mengambil kesempatan untuk meredakan kerinduannya. ¡°Ugh¡­¡± Saat ini Samara tersadar. Dia minum kurang banyak sehingga tidak telu mabuk, ini sama sekali bukan halusinasi! Orang yang menghimpit kuat-kuat dirinya, dan menciumnya adh Asta. Asta¡­dia datang. Samara berusaha melepaskan diri dari himpitan kuat pria itu. Tapi pria itu sangat kokoh, bagaimanapun kuatnya dia memberontak, tetap saja tidak berhasil lolos, mh Asta semakin liar menginginkannya. G! Ini adh pesta keluarga Gandhi! Meskipun tidak pasti kepergok oleh seseorang, tapi jika tertangkap basah oleh seseorang, bahkan jika dia menjskan ini bukan selingkuh, tidak akan ada yang percaya. ¡°As¡­sta, tenang dulu¡­¡± Samara menghindari ciumannya, berkata dengan suara tidak js. ¡°Jika¡­ seseorang memergoki¡­kita tidak bisa menjskan¡­¡± Asta menatapnya lekat-lekat. ¡°Mengapa harus menjskan?¡± ¡°Ya?¡± ¡°Memang bukan sh paham.¡± Asta tersenyum licik, ¡°Bahkan jika memang adh sebuah keshpahaman, saya juga punya cara untuk membenarkannya.¡± Ucapan apa ini? Melihat Samara masih terbengong, Asta kembali menciumnya. Ketika mereka sedang bermesraan, terdengar suara seorang wanita tidak jauh dari sana. ¡°Herna¡­¡± Emma memanggil panik, ¡°Apa yang terjadi dengan anak ini? Ke toiletma sekali?¡± rm berdering di otak Samara. Bagaimana ini? Mash ini sudah di luar ekspektasinya. Masa Emma harus memergoki Asta menekan kepnya dan menciumnya? ¡°Jangan panik.¡± Suara pria terdengar parau. Samara terengah-engah oleh ciumannya, sembari melototinya. Huh! Ucapan pria anjing ini santai sekali! Asta melepaskan jaketnya dan menyelimuti wajah kecil Samara,lu menggunakan tubuhnya yang tinggi tegap menutupi tubuh Samara yang kurus kecil. ¡°Jika tidak ingin kepergok, peluk saya erat-erat!¡± ¡°Begitu ingin orangin melihat js wajahmu?¡± Tentu saja dia tidak ingin, seraya menggertakkan giginya, sepasang lengannya memeluk erat pinggang kokoh Asta. Emma berjn mendekat, dan segera menyadari keberadaan Asta. Tinggi badan Asta 180 meter lebih, menutupi tubuh seorang wanita, dan sekaligus menghngi pandangannya. Sebenarnya Emma berniat menebak identitas wanita itu dengan melihat gaun yang dikenakan, tapi terhngi oleh jaket dan tubuh pria itu. Emma terlegun. Hari ini Samantha tidak menghadiri pesta ng tahun Firman, ku begitu wanita ini¡­tidak Bab 140 Bab 140 Bab 140 Emma bukah ibu kandung Samantha. Sejak dia mengetahui Samantha mhirkan sepasang kembar untuk Asta, dia berusaha menjt Samantha. Tunggu sampai Samantha menikah dengan Asta, dia berharap putrinya, Herna juga bisa menikah dengan orang kaya dan menikmati hidup bahagia. Beberapa tahun ini¡ª Meskipun Asta belum menikah dengan Samantha, tapi juga tidak terdengar rumor asmaranya dengan wanitain. Dia slu mengira Samantha cepat ataumbat akan menjadi Nyonya Costan, tapi tidak menyangka hari ini dia mh memergoki Asta sedang bermesraan dengan seseorang. Emma menghentikanngkahnya, menyipitkan mata, berusaha melihat js wanita yang bersembunyi di bkang Asta. ¡°Kamu ingin melihat sampai kapan?¡± ¡°Oh Asta!¡± Emma tersenyum menyanjung: ¡°Saya tidak tahu hari ini kamu akan menghadiri pesta ng tahun Firman, jika saya tahu, saya pasti akan¡­¡± ¡°Siapa yang mengizinkanmu memanggil nama depanku.¡± u mem ama C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. irur bera Dada pria itu bergerak naik turun dengan cepat, masih merasakan sisa nafsu dan kehangatan yang panas. Suaranya dm dan dingin, setiap patah kata tersembur dari ch giginya yang mengetat. Emma terkesima, tubuhnya gemetaran, dia juga tidak ingin, tapi reaksi tubuhnya tidak terkontrol ¡°Enyah.¡± Asta membentak dingin. Emma masih belum bereaksi. ¡°Enyah!¡± Kali ini suaranya lebih dingin dan lebih mengejutkan dari yang scbclumnya. Emma baru tersadar: memutar badan dan kabur icrbirit-birit, dia bahkan lupa tujuan sebenarnya adh mencari Herna. Telinga Samara yang meringkuk di dada Asta masih agak berdenging. Tadi dua kali ¡®enyah¡¯ itu meskipun bukan diucapkan untuknya, tapi meringkuk di pelukan Asta tetap merasa terkejut. ¡°Kamu tidak telu gk?¡± Samara menarik turun jaket yang menutupi kepnya, wajah kecilnya melongok keluar. ¡°Suasana hatiku sedang buruk.¡± Samara menggertakkan gigi sembari berpikir, bagaimana mungkin suasana hati pria anjing ini buruk, bisa lebih buruk dari suasana hatinya? Asta tidak melepaskan Samara, mh mengangkat dagu Samara dengan sebh tangannya, memaksa Samara menatap dirinya. ¡°Ketika sedang bermesraanlu terputus¡­¡± Mata tajam Asta menggp, suara sedikit parau: ¡°Pria normal pasti ingin membunuh seseorang.¡± Dagu Samara terjepit, matanya jatuh pada jari tangannya. ¡°Saya tidak peduli tentang ini.¡± Samara membuka suara, ¡°Saya sudah pergi teluma, Jonas akan mencariku.¡± Mata tajam Asta menyipit berbahaya. ¡°Tuan Muda keluarga Gandhi yang kekanakan itu?¡± ¡°Lebih dewasa darimu.¡± Samara melototinya: ¡°Paling tidak dia tidak sepertimu, tidak bertanya dulu, Jemari Asta menjepit ketat dagu Samara. Tenaganya semakin kuat, bahkan Samara merasakan sedikit sakit. ¡°Ingat. Di dunia ini, bibirmu hanya boleh dicium olehku.¡± Samara berpikir tanpa sadar, mana mungkin, bahkan jika beberapa tahun ini dia tidak berhubungan dengan pria manapun, enam tahunlu mm itu, ciuman memabukkan pria itu, bukan hanya bibirnya, tetapi setiap jengkal tubuhnya yang dia sendiri pun malu menyebutnya¡­ Ku tidak dari mana datangnya Javier dan Xavier? ana Tapi ketika matanya beradu dengan mata tajam Asta, Samara merasakan tekanan yang besar, tidak mampu membantahnya. Mendadak. Pria itu menunduk,lu menggigit kuat di lehernya. Samara hanya merasakan rasa sakit, mendadak bibir Asta terlepas dan melonggarkan pelukannya. ¡°Saya menunggumu di depan pintu depan Vi.¡± ¡°Kamu¡ª¡± Tangan Samara menutupi leher sendiri, jengkel sekali kepada Asta. Tidak perlu bercermin pun dia tahu pria itu meninggalkan cupang di lehernya, dapat ditebak dengan cepat menjadi merah dan kentara. ¡°Segel.¡± Asta menaikkan alis, ¡°Bukti bahwa kamu sudah dimiliki seseorang, tidak boleh ada yang mendambakanmugi.¡± ¡°Jika kamu tidak ingin terus-menerus menutupi cupang di lehernya, ikut denganku, saya mengantarmu png.¡± Sebelum pergi, tangan Asta merangkul bahu Samara, mengambil kembali jaketnya, matanya penuh tawa, Bab 141 Bab 141 Bab 141 Asta sudah berjn menjauh, namun Samara masih memegang lehernya dengan erat. Dia sengaja! Sengaja meninggalkan jejak di tubuhnya, akan lebih baikgi ku Jonas bisa melihatnya dengan js, ku dia adh milik Asta! Samara tahu js dm hatinya, tapi dia tidak bisa mkukan apapun terhadap Asta. Siapa suruh kekuatan Keluarga Costan begitu tidak tertandingi. Kembali ke ruang perjamuan. Jonas yang melihat Samara sudah kembali, menyapa beberapa orang disekitarnya dan kembali menghampirinya. ¡°Samara, kamu ini¡­¡± Jonas melihat leher Samara : ¡°Apa yang terjadi pada lehermu?¡± Samara tidak mungkin berkata jujur, dia juga tidak bisa menyingkirkan tangannya dan memperlihatkan cupang yang ada dilehernya pada Jonas. ¡°Leherku terasa tidak nyaman.¡± ¡°Tidak nyaman? Apa perlu saya carikan dokter?¡± ¡°Tidak usah, bukan mash besar.¡± Mata cot Samara berkedip dan dia berkata dipenuhi rasa bersh : ¡°Tuan Muda Jonas, waktu juga sudahrut, saya sudah harus png.¡± ¡°Baik, ku begitu saya akan mengantarmu png.¡± Mendengar itu membuatnya berpikir dia harus menutupi lehernya sepanjang waktu ku bersama dengan Jonas, jadi Samara buru-buru menk : ¡°Tidak usah, saya bisa png sendiri. Lagip acara ini belum selesai, dan Kakek Firman sudah beristirahat, kamu sebagai kep keluarga snjutnya harus bertanggung jawab atas situasi disini.¡± Melihat Samara yang bersikeras, Jonas hanya bisa menghormati keinginannya dan tidak mendesak lagi. ¡°Saya png ya.¡± ¡°Baik.¡± Jonas menatap punggung Samara, matanya dipenuhi keengganan. Pertemuan ini baru saja berakhir, tetapi dia sudah menantikan pertemuan berikutnya. Samara meninggalkan ruang perjamuan yang dipenuhi hiruk-pikuk dan segera menurunkan tangannya yang pegal. | Asta ini sangat suka mengigit orang! Memakinya pria anjing memang tidak shgi! Samara merasa malu dan marah, dia sudah memaki Asta berng kali dm hatinya untuk waktu yangma dan baru merasa sedikit lebih baik. Saat melewati air mancur yang ada didepan pintu a utama. Samara menemukan seorang anak berusia 3 tahun yang sedang berdiri di samping air mancur, dan menatap air mancur dengan rasa ingin tahu,lu mengocok air yang ada didm km dengan tangan kecilnya. Riak-riak air yang menggerakkan cahaya juga membuatnya merasa terpukau. Anak itu melompat kegirangan, namun karena dia masih kecil, keseimbangannya juga tidak stabil, dan dia hampir terjatuh kedm km air mancur. Bahaya! Melihat dia hampir jatuh kedm km¡­. Samara bergegas menghampiri dan meraih anak itu, namun karena ketergesa-gesaannya, dia jatuh kedm km. Seketika, percikan air yang tidak terhitung juhnya keluar dari km. Samara berdiri di km, dengan sekujur tubuhnya yang basah kuyup, namun dia tidak memperdulikan dirinya sendiri dan segera memeriksa anak kecil yang ada disampingnya : ¡°Nak, kamu tidak apa-apa?¡± Awalnya anak itu masih kebingungan, namun seth melihat Samara jatuh kedm air dan menyadari itu berbahaya, diangsung menangis. ¡°Maaf¡­..¡± Suara tangisannya lembut dan menggemaskan, namun membuat Samara kng kabut, dia tidak Lahu bagaimana cara menghibur anak ini. ¡°Anak pintar ¨C ¨C Jangan menangis ya¨C¡± Seperti mendengar suara percikan air dan suara tangisan anak kecil, seorang pyan wanita beri menghampiri. Dia menggendong anak itu dan menghibur : ¡°Danny, jangan menangis, jangan menangis ya.¡± Suasana hati anak itu berangsur-angsur tenang, dan pyan wanita itu menoleh kearah Samara yang sedang merangkak keluar dari km. ¡°Maaf, Danny sudah merepotkanmu, tolong jangan beritahukan kepada pengurus rumah ya?¡± Pyan wanita itu menyhkan dirinya sendiri : ¡°Saya tahu saya tidak seharusnya membawa anak saya ke tempat kerja, tapi anak ini tidak memiliki ayah, dan ibuku sedang sakit bkangan ini, jadi tidak ada orang yang bisa membantuku menjaganya¡­.¡± Samara tahu bagaimana sulitnya menjadi seorang ibu tunggal, dan merasa pengertian jadi dia tidak marah sedikitpun : ¡°Saya tidak apa-apa, tapiin kali kamu harus lebih berhat-hati, kesmatan anak harus diutamakan¡­..¡± Pyan itu tidak menyangka Samara begitu pengertian, dan segera menganggukkan kepnya. ¡°Baik, saya mengerti.¡± This is property ? N?velDrama.Org. Seth keluar dari km, Samara berjn keluar dari v seperti seekor ayam dm sup. Dan saat Asta melihat Samara yang basah kuyup, dia bertanya dengan marah : ¡°Tadi baik baik saja, kenapa kamu mh membuat dirimu jadi seperti sekarang ini?¡± Bab 142 Bab 142 Bab 142 Angin mm di pertengahan musim panas, sudah sedikit dingin. Samara yang diterpa angin mmngsung memeluk pundaknya dengan erat dan masih berkata dengan sombong : ¡°Bukan urusanmu, yang penting saya puas.¡± Teringat pada keckaan yang bisa saja membuat anak itu jatuh kedm km membuat dia merasa bersyukur atas kesigapannya. Gaunnya menjadi kacau bu karena basah. Namun, tidak peduli betapa mahalnya gaun ini, nyawa anak itu lebih penting. Dan pada saat itu juga. Samara merasakan sesuatu di bahunya. Asta melepaskan jubahnya dan memakaikannya pada Samara. Namun tangannya tidak lepas dari jubah itu, mh menarik dirinya dan jubah itu kehadapannya, dan membuat tubuhnya yang basah menabrak dadanya yang kekar. ¡°Asta, apa yang kamukukan?¡± ¡°Apa yang sedang kkukan?¡± Wajah Asta menjadi gp dan berkata dengan marah : ¡°Ku bisa, saya sangat ingin mkukan sesuatu padamu sekarang.¡± This is property ? N?velDrama.Org. Kata-katanya telu tidak terduga, mata cot Samara menyusut drastis dan wajahnya menjadi panas. Mkukan sesuatu? Mkukan apa padanya? Jubah itu ditarik lebih erat oleh Asta, dan membuat jarak diantara mereka semakin tipis. Asta menundukkan kepnya, dan menatap dadanya dengan gp : ¡°Ku kamu tidak keberatan mempertontonkan tubuhmu seperti ini, maka saya akan memberimu kesempatan untuk mempertontonkannya didepanku.¡± Perkataan Asta ini apa masih perkataan manusia? Samara ingin marah, tapi saat dia menundukkan kepnya, dia melihat seks dadanya. Entah trrbuat dari bahan apa gaun ini, sebegitu basahngsung menampakkan semuanya¡­ kasanya tidak ada bedanya dengan tidak memakai apa-apa. Tadi dia tergesa-gesa menymatkan anak itu dan tidak memperdulikan halin, dan saat dia memperhatikannya, dia baru mengerti kenapa wajah Asta terlihat begitu tegang dan tatapannya begitu membara, ¡°Kamu jangan sh paham¡­..¡± Samara berkata dengan malu : ¡°Asta, saya tidak sedang menggodamu.¡± ¡°Saya tahu.¡± ¡°Kamu jangan sh paham.¡± ¡°Samara, ku saya sh paham.. Jempol Asta mengusap bibir merah Samara dengan kasar, seh sengaja membuat bibir yang baru diciuminya dengan ganas semakin membengkak¡­.. ¡°Saya pasti tidak hanya mkukan ini padamu¡­ kamu akan lebih malu daripada sekarang ini.¡± Asta sebenarnya bukah orang yang dipenuhi dengan nafsu, namun saat didekatkan dengan wanita ini, dia seperti kehngan kendali atas dirinya dan berkeliaran tanpa kendali. Samara menatap mata tajam pria ini. Dia dapat melihat¡­ku dirinyah yang membuat pria ini kehngan kendali¡­. Dia juga dapat melihat ku pria ini mencoba yang terbaik untuk menahan diri agar tidak membuatnya takut ¡­ Asta membungkus tubuh Samara dengan erat menggunakan jubahnya, tapi tidakma kemudian dia seperti merasa tidak telu puas, dan mengancingkan seluruh kancingnya untuk Samara. ¡°Naik¡ª-¡± Samara mengira dia akan duduk di kursi penumpang depan, namun dia baru menyadari keberadaan Wilson seth melihat Asta membuka pintu bkang mobil. Ku begitu semua yang Astakukan padanya tadi, terlihat sepenuhnya oleh Wilson? Adegan bersk besar. Seth masuk kedm mobil, Asta meminta Wilson menykan penghangat mobil. Wilson sudah mengikuti Asta sma bertahun-tahun, dan ku hal seperti ini saja tidak bisa disadari olehnya, maka dia sudah butuh bantuan seekor anjing. Dia tidak memiliki keraguangi dan menganggap Samara seperti Nyonya Muda nya. Wilson menykan penghangat dan disaat bersamaan dia juga menekan tombol tirai partisi yang memisahkan barisan depan dan barisan bkang menjadi dua ruang terpisah. Samara inengigit bibirnya dan menempelkan tubuhnya di pintu dengan canggung Dia ingin menjaga jarak dengan Asta sebisanya, namun Asta sepertinya tidak peduli akan hal itu. Dia mengikuti keinginannya sendiri, mengulurkan tangannya dan meraih tubuhnya,lu menarik tubuh Samara kedm dekapannya dan memeluknya dengan erat. Ketika aroma herbal samar samar dari tubuh Samara masuk ke hidung Asta, dia menarik nafasnya dengan puas : ¡°Kenapa kamu berada sejauh itu dariku¡­. Saya juga tidak akan memakanmu.¡± ¡°Asta, saya tidak mungkin¡­.¡± ¡°Saya sudah bosan mendengarnya.¡± Asta meny perkataan Samara dengan dingin dan bergumam: ¡°Jangan bicaragi¡­kamu lebih menggemaskan saat tidak berbicara.¡± Bab 143 Bab 143 Bab 143 Samara cemberut. Dan dia bergerak¨Cgerak dm pelukan Asta untuk melepaskan diri dari pelukannya. Namun saat dia bergerak sedikit, tangan itu mh melingkar lebih erat padnya, membuatnya tidak bisa bergerak sedikitpun. Samara memelototi dengan mata cotnya : ¡°Bukankah kamu menyuruhku jangan bicara?¡± ¡°Saya menyuruhmu jangan bicara, tapi tidak menyuruhmu melepaskan pelukanku.¡± Asta memeluk tubuh Samara dengan erat, sangking eratnya dia merasa badan mereka akan segera menjadi satu kesatuan. ¡°Kamu¨C¨C¨C¡± ¡°Saya baru kembali dari Negara Ordine dan menaiki pesawat sma dua jam lebih, danngsung kemari seth pesawat mendarat, saya sangat lh.¡± Asta kelhan dan berkata, ¡°Pintar, jangan bergerak, jika kamu bergerakgi, saya tidak dapat menjamin bahwa saya dapat mengendalikan diri ...¡± Samara th memutuskan untuk menarik garis dengan Asta. Namun seperti tanpa disadari.... Dia kembali dibingungkan dan menjalin sesuatu yang ambigu dengan Asta. Topeng wajah ini sudah cukup jelek! Bagaimana dia bisa tahan dengan ini! Pikirannya sedang bercabang, namun Samara hanya bisa patuh saat Asta menjadikannya sebagai bantal dan memeluknya dengan erat. Mobil mju dengan pn. Samara sedang diterpa oleh angin hangat, efek alkohol yang diminumnya juga mi terasa, ditambah berada dipelukan Asta yang sangat nyaman. Dia terbaring, dan merasa ku matanya semakin berat dan akhirnya terlp. Dan saat Asia menundukkan kepnya, dia melihat bulu mata Samara berkibar seperti sayap kupu¨C kupu, m cotnya tertutup rapat dan dia tertidur lp. Dia js¨Cjs begitu waspada padanya tadi, namun dia mh tertidur ps sekarang. Wanita mungil ini benar¨Cbenar tidak takut dia akan mkukan sesuatu padanya saat dia tertidur, mkukan apapun yang dia mau dengannya.... Asta tidak bisa menahan tawanya Dia menghargainya yang sedang terlp. Wanita mungil ini terlihat patuh ketika dia tertidur, sama seperti Olivia. Sepanjang perjnan, Asta seh terpaku pada wajah mungilnya. Dan seth sampai didepan pintu apartemen Samar?. Wilson tidak yakin apa yang terjadi di barisan bkang, jadi dia berhenti dan menunggu di kursi pengemudi, karena takut mengganggu sesuatu yang seharusnya tidak diganggu... Asta membuka pintu dan mngkah keluar dari Rolls¨CRoyce. This is property ? N?velDrama.Org. Dia tidak membangunkan Samara, dan membungkuklu menggendongnya keluar dari mobil. ¡°Hm....¡± Mungkin karena penyesuaian postur yang tiba¨Ctiba, Samara mendengus kebingungan. Sepasang tangan kecilnya juga tampak mengikuti insting dan mengait pada leher Asta. Samara mungkin mkukannya secara tidak sengaja, tetapi Asta merasa suatu bagian di tubuhnya akan segera mati lemas. ¡°Pintar.¡± Kata ¡®pintar¡® itu terdengar serak, namun penuh dengan peringatan. Samara mungkin mendengarkannya dengan linglung,lu tidak bergerakgi. Dan dengan seperti itu, Asta menggendong Samara hingga keatas. Dan saat sampai didepan pintu, Asta menekan bel. Javier datang dan membukakan pintu : ¡°Ibu, kamu sudah png...¡± Dan saat pintu terbuka, Javier melihat Asta sedang menggendong ibunya dan wajah tembemnya dipenuhi keterkejutan. ¡°Kenapa ibuku bisa bersama denganmu....¡± ¡°Shhh.¡± Asta berkata dengan nada rendah, ¡°Ibumu sudah tertidur.¡± Javier masih marah pada Asta, namun mengingat ibunya dia hanya bisa berkata dengan enggan : ¡°Kamu, masuh¡­.¡± Asta inenggendong Samara menuju ke kamarnya, Dan saat dia baru membaringkannya di kasur, dia menemukan bocah dibkangnya sedang menunjuknya dan jarinya memberi isyarat agar dia keluar dan berbicara dengannya, Di ruang tamu. Asta dan Javier sedang bertukar pandang. Javier masih menyimpan dendamnya, wajah tembemnya terlihat marah : ¡°Saya mengirim begitu banyak pesan untukmu, kenapa kamu tidak membsnya? Saya tidak ingin menjadi aliansimugi, hm! Saya tidak bisa berada dm satu tim dengan rekan sepertimu.¡± Asta memandangi versi mini dirinya dan menjskan dengan sabar kepadanya ku dia baru kembali dari perjnan bisnis dan baru turun dari pesawatlu bergegas berangkat ke kediaman Keluarga Gandhi. Seth anak itu mendengar penjsan Asta, matanya bersinar terang. ¡°Itu artinya kamu belum menyerah untuk mengejar ibuku kan?¡± ¡°Tidak mungkin menyerah.¡± Asta berkata dengan tegas : ¡°Saya sudah pernah mengatakannya, ibumu...adh satu¨Csatunya wanita...dm seumur hidupku...¡± Bab 144 Bab 144 Bab 144 C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. Seth orang dewasa dan anak kecil itu selesai berdiskusi. Javier ingin pergi ke kamar untuk merawat Samara yang mabuk, tetapi sebelum kaki pendeknya bisa mengambil beberapangkah, Asta menghentikannya. ¡°Sekarang sudah jam 11 lebih, kamu sudah harus tidur.¡± Bocah itu melirik jam di dinding, ini memang sudah melewati jam tidurnya tapi dia tidak bisa berhenti mengkhawatirkan Samara. ¡°Tapi ibuku mabuk, dan tidak ada yang merawatnya....¡± ¡°Ada saya disini.¡± Asta menggulung lengan bajunya dan tersenyum : ¡°Tiduh, saya akan menjaganya dengan baik.¡± ¡°Kamu akan menjaga ibuku dengan baik kan?¡± Meskipun Javier belum telu mengerti kehidupan orang dewasa, tapi hatinya sedikit goyah. Menyerahkan ibunya seperti ini, sepertinya sedikit kurang baik? ¡°Tentu saja saya akan menjaganya dengan baik.¡± Asta menegaskan perkataannya : ¡°Tenanh, saya tidak akan menindasnya yang sedang mabuk.¡± ¡°Baih.¡± Seth bocah itu pergi, Asta kembali ke kamar Samara. Seth membuka pintu, dia berjn masuk kedm. Menatap pemandangan di tempat tidur seketika membuat mata tajam pria itu menegang. Jubah yang dililitkan pada tubuh Samara entah sejak kapan dibuka olehnya...dan dilemparkan ke lantai, bahkan resleting pada gaunnya juga sudah terbuka dan menunjukkan punggung putihnya yang bagaikan batu giok putih..... Cahayampu berwarna oranye mengisi seluruh kamar, dan membuat pemandangan ini menjadi lebih indahgi, ¡°Tidak nyaman....¡± Samara yang mabuk merasa pakaiannya yang basah membuatnya tidak nyaman, jadi dia ingin segera inclepasnya, Tapi dia¡­. Tidak tahu ku tatapan Asta sedang melekat padanya. Dan tindakannya ini, seperti sedang menggoda seseorang. Asta menn ludah, tatapan matanya seketika menjadi dm dan rumit, tubuhnya memanas seh akan meledak. Dia jarang mnggar kata¨Ckatanya. Tapi dia sudah berjanji pada Javier ku dia tidak akan menindas ibunya, sekarang baru 10 menit belu dan dia sudah menyesalinya.. Asta berlutut dengan satu kakinya di sisi ranjang, dan melepaskan gaun Samara yang basah kuyup.... Samara merasa jauh lebih nyaman, dan bergumam dengan nyaman dihadapan Asta. Gadis kecil itu sudah makan dengan kenyang dan mengantuk, tapi dia tidak tahu ku yang menggendongnya adh Asta, yang sudah seperti seekor binatang buas yang kparan dan menunggu dirinya untuk menyuapinya sampai kenyang. ¡°Javier, jangan ganggu saya....saya mau tidur...¡± Dia mengira dirinya adh Javier? Pria itu tersenyum, dia menundukkan kepnya dan mencium bibirnya. Saat mabuk, wanita ini sangat patuh dan baik, tidak seperti dia yang slu menentangnya saat dipenuhi dengan kesadaran, sebaliknya, dia sangat berkompromi, bahkan meresponnya dengan masuk akal¡­. Dan ini...membuat Asta semakin ketagihan. tidak berniat untuk mengambil kesempatan dari Samara saat dia sedang mabuk. Tapi dia sudah tidak bisa berhenti sekarang, ciumannya pehan turun dan berpindah dari bibirnya dan mendarat di cupang yang dibuatnya tadi, dan membuatnya lebih parahgi¡­. ¡°Sakit¡­.¡± Samara merasakan rasa sakit di lehernya. Tapi Asta tidak merasa kasihan padanya. Jejak yang ditinggalkannya membuktikan dia adh miliknya. Dia hanya miliknya, milik Asta seorang Dia tidak mengizinkan pria manapun menginginkannya. Asta udak pernah terobsesi terhadap siapapun, atau apapun, namun dihadapkan dengan Samara, dia memiliki sikap poscsil yang tidak bisa digambarkan. Sikap posesifnya sangat kuat hingga mencapai titik tidak normal. Tangan Asta bergerak turun....... Janiny lorrgerak minkerskan sesuatu yang licin, saat dia melihatnya, ada cairan yang bei war nierucunu Dannnmoinbat Asta seketika memang bantinya akan meledak, Kenapa wanita ini luariis annoy, boudan pada saat peri ini? ¡± S TW, kunt datang bulundu lorauni minunn abanyak ini, dan masuk kedm airl Cari Kata kata itu keluar dari manau Asia yang sudah mencetakkan miyinya dengan kesal Astanak bisa menjskan kekembarny a in karena dia yang tidak bisa menjaga dirinya Mak in pusti siluman yang menyiksa orang warnai intaln! Bab 145 Bab 145 Bab 145 Membiarkan Samara yang tidur dengan tubuh lengket seperti ini kurang baik. Namun sebelum dia memandikan Samara, Asta pergi ke kamar mandi dan menyiram dirinya sendiri terlebih dahulu dengan air dingin. Sekali tidak cukup. Dua kali, tiga kali, empat kali¡­. Sampai air dingin itu meredam nafsu didm tubuhnya barh Asta mematikan pancuran air Sejak kapan Asta pernah merasa begitu tercekik? Js-js dia sudah berada di masa kritis dimana hasratnya sudah berada di ambang pelepasan, mh digagalkan oleh menstruasinya. Memikirkan dirinya yang terpaksa menggunakan air dingin untuk meredakan nafsunya, Asta hanya bisa tertawa dan menggelengkan kepnya. Dia kembali ke kamar. Dan menggendong Samara keluar dari ranjang menuju ke kamar mandi dan meletakkannya pada bak mandi yang berisi air hangat. Mungkin karena air hangat ini menambah kenyhmanannya, Samara seperti seekor kucing kecil yang terus bersenandung,lu berbaring di tepi bak mandi dengan postur yang memanjakan mata pemiliknya. Wanita ini js-js tidak tahan pada api. Namun dia mh tanpa sadar kembali menykan api dan hampir membuat Asta merasa sia-sia menyiram diri dengan air dingin. Asta tidak berani bemama, semakin dia bemama, itu hanya semakin menambah siksaannya. Dia mempercepat gerakannya dan memandikan Samara sampai bersih,lu membalutnya dengan handuk bermotif panda dan menggendongnya kembali ke kamar. Asta membuka lemari danngsung menemukan bajunya. Namun, dia mencari-cari pembalut dan tidak menemukannya. Karena tidak bisa menemukannya, dia hanya bisa membelinya. Asta turun ke bawah dan bertemu dengan Wilson yang sedang bersandar di Rolls Roycenya sambil merokok. ¡°Tuan, apakah Anda sudah mau png ke kediaman Costan?¡± Wilson membuang rokok yang ada ditangannya ¡°Tidak png.¡± Asta melirik Wilson : ¡°Wilson, bisa tidak kamu membantuku membeli¡­..¡± ¡°Tuan, katakan saja¡­.. Wilson sudah dm keadaan siap siaga. on su Satu kata pembalut. Asta menatap wajah Wilson dan tiba-tiba kehngan keinginan untuk berbicara. Wilson sudah ikut dengannya sejak usia 17 tahun, dia bahkan belum pernah berpacaran, mana mungkin dia mengerti. ¡°Sudah.¡± ¡°Tuan, ada apa?¡± Wilson merasa harga dirinya terpukul dan dia penasaran dengan barang apa yang ingin Asta beli. ¡°Sejak kapan saya harus menjskan mashku kepadamu?¡± Asta memelototinya, ¡°Kamu png saja, besok pagi jam dpan jemput saya dari sini.¡± Tuan akan menginap di rumah Samara m mini. Ku begitu, barang yang ingin dibelinya tadi¡­.harusnya kondom kan? Pantas saja saat Tuan berkata tadi, cara bicaranya sedikit aneh, sekarang sudah js kenapa! Wilson mengira dia sudah memahami situasinya dan tidak berani banyak bicaragi, dia kembali masuk kedm mobil dan mju pergi. Asta berjn hingga ke sebuah minimarket yang buka 24 jam. Dia mengira membeli pembalut adh hal yang mudah. Namun saat dia melihat berbagai macam kemasan yang berbeda, Asta mengernyitkan keningnya. This is property ? N?velDrama.Org. Kapas tipis? Daya serap tinggi? Menyegarkan dan menenangkan? Asta berdiri didepan rak itu, dia mengangkat dan meletakkan kemasan itu berng kali, dan keningnya mengenyit lebih eratgi. ¡°Nak, saya lihat kamu sudahma berdiri disini?¡± Seorang bibi penjaga toko menghampirinya, ¡°Apa kamu membantu pacarmu membelinya?¡± Pacar Asta mengerucutkan bibirnya dan mengangguk. ¡°Iya, pacar¡± *Anak ini baik sekali, begitu tampan dan begitu menyayangi pacar, pacarmu beruntung sekali.¡± Bibi penjaga toko itu tidak slu seramah ini, namun karena melihat ketampanan Asta, dia baru menghampirinya. ¡°Memilih pembalut itu juga perlu memperhatikan seberapa sensitifnya pacarmu?¡± ¡°Hm¡­.¡± Asta memikirkan reaksinya saat berada dibawah tubuhnya,lu merasakan tubuhnya memanas, ¡°Dia¡­sangat sensitif¡­.¡± Asta mengira ku Asta mengatakan pacarnya memiliki kulit yang sangat sensitif, jadi dia mengambil pembalut terbaik yang ada di rak dan menyerahkannya kepada Asta. ¡°Ku sensitif, beli yang ini saja.¡± ¡°Terima kasih, ku begitu saya akan membeli yang ini.¡± Asta mengeluarkan uang 100 ribu dari kantongnya dan memberikan kepada bibi itu dan menyuruhnya untuk menyimpan kembaliannya saja. Saat kembali ke rumah Samara, dia menemukan Samara yang masih terlp. Asta kembali menggendong Samara dari ranjang, dan membantunya memakaikan pembalut yang baru dibelinya seperti seorang ibu. Bab 146 Bab 146 Bab 146 Samara bangun dengan efek samping seth mabuk. Kepnya masih terasa sakit dan pusing, tenggorokannya juga kering dan haus. ¡°Sayang¡­tuangkan air untukku¡­.¡± Samara berseru dengan matanya yang masih terpejam. This is property ? N?velDrama.Org. Segera. Sebotol air menempel di bibir Samara. Karena tidak minum air semman, Samarangsung menghabiskan satu botol air itu. Seth minum, Samara masih terbaring di ranjang dan berkata dengan cemberut, ¡°Sayangku¡­.biasanya saat kamu merawatku, kamu slu memarahiku karena mabuk, dan tidak lebih baik dibandingkan dengan anak berusia 5 tahun sepertimu¡­.¡± ¡°Setidaknya kamu masih tahu diri.¡± Suara pria yang rendah dan dingin terdengar, ¡°Tahu ku dirimu tidak lebih baik dibandingkan dengan anak kecil.¡± Mendengar itu. Samara yang masih linglungngsung bangun. Ini rumahnya! Kenapa dia bisa mendengar suara Asta? ¡°Asta, kenapa kamu ada dirumahku?¡± Samara membuka matanya dan menatapnya dengan panik : ¡°Kenapa¡­.kamu masuk ke kamarku? Gaun¡­.gaunku¡­..¡± Samara segera menyibakkan selimutnya dan menemukan ku pakaiannya sudah diganti. Dan¡ª- Pakaian dm, bahkan pembalutnya sudah diganti dengan yang baru. . Seth Samara sadar dari keterkejutannya, dia menggertakkan giginya dan bertanya : ¡°Kamu yang membantuku menggantinya?¡± ¡°Ku udak?¡± Asta menatapnya dengan dingin, bibirnya melengkung dan menunjukkan kedinginannya, ¡°Kamu tidak benar-benar mengharapkan Javier mkukan hal seperti ini untukmu kan?¡± ¡°kamu se.¡± ¡°Meskipun dia adh putramu, tapi hal seperti ini akan lebih baik ku saya yang mkukannya kan?¡± Asta bertanya balik. Pertanyaan ini membuat wajah Samara seketika memerah, dan sama sekali tidak ada ch untuk membantahnya. Membiarkan Asta membantunya mengganti pakaian dm adh pilihan terakhir, tapi membiarkan Javier membantunya itu adh pilihan terakhir dari pilihan terakhir! Samara juga bukan orang yang tidak tahu tata krama. ¡°Mash tadi mm¡­terima kasih¡­¡± ¡°Kamu berterima kasih padaku.¡± Mata tajam Asta menyipit dan menatap lurus padanya, ¡°Katakan, bagaimana kamu mau berterima kasih padaku?¡± Samara terkejut, tapi Asta tidak heran, ¡°Ku tidak terpikirkan sekarang, tidak apa-apa, kamu boleh berhutang dulu. Lunasi nanti seth kamu tahu caranya, saya akan membiarkanmu berhutang padaku.¡± Perkataan Asta membuat Samara memiliki ilusi. Dia dan Asta sepertinya akan terus terlibat dan berhubungan ke depannya. Namun ada suara di kepnya yang terus mengingatkannya, tidak boleh, tidak boleh, tidak boleh¡­. Ku seperti ini terus, dia akan benar-benar jatuh kedm jaring cinta yang dia tebar dan tidak akan bisarigi. Diluar pintu. ¡°Tok tok tok¡ª¨C¡± Sebuah tangan mungil sedang mengetuk pintu, disusul dengan suara anak-anaknya Javier. ¡°Ibu, apa kamu sudah bangun? Saya sudah menyiapkan sarapan! Saya membuatkan kuotie udang kesukaanmu!¡± ¡°Tolong minggir¡­¡± Samara menyibak selimut dan keluar dari ranjang, wajahnya terlihat bangga, ¡°Saya mau mandi! Kesayanganku sudah menyiapkan sarapan penuh kasih untukku¡­.¡± Ini¡ª¨C Seth dia selesai berbicara, sesaat kemudian suara Javier kembali terdengar. ¡°Paman Asta, kamu juga cepat keluar ya! Saya juga sudah menyiapkan bagianmu!¡± ¡°Baik.¡± ¡°Paman, saya akan menunggumu¡­¡± Samara yang mendengarnya sedikit heran. Sepasang putra kembarnya itu memang terlihat sangat imut dan lembut, namun karakter mereka sangat kual, sin dia ibu mereka, mereka sangat jarang bersikap baik kepada orangin. Dia tidak menyangka Javier akan bersikap sebaik ini kepada Asta. Seth keduanya mandi, mereka berjn bersama ke ruang makan. Javier meletakkan kuotie udang yang baru dipanggang didepan Samara dan Asta,lu menata sumpit dan memberikan sedikit cuka dengan penuh perhatian. Kedua tangannya memegangi pipi tembemnya dan menatap mereka berdua sambil tersenyum senyum. Ibu dan Paman Asta yang disinari oleh sinar matahari. Membuat keduanya terlihat sangat serasi! Andai kakak ada disini, pemandangan mereka berempat yang sarapan bersama seperti ini pasti terlihat sangat bahagia. Samara menyadari Javier yang menatapnya dan seketika menjadi gugup, apakah topeng wajahnya sudah dipakai teluma dan ada yang sh? Memikirkan itu, dia segera meletakkan sumpitnya dan bergegas ke kamar mandi. Bab 147 Bab 147 Bab 147 Di ruang makan hanya tertinggal Asta dan Javier. Javier mengigit kuotie udang dan bertanya dengan penasaran : ¡°Paman, apakah ibu yang mabuk semm sangat menakutkan?¡± ¡°Tidak menakutkan kok.¡± ¡°Hah?¡± ¡°Ibumu itu¡­..¡± Asta teringat pada hasrai tak tersalurkannya pada Samara dan hanya bisa menahan diri sepanjang mm,lu mengatakan 2 kata dengan kesal, ¡°Sangat menyebalkan.¡± Melihat ekspresi Asta yang sedikit muram, Javier segera mengganti topik pembicaraan : ¡°Paman, apa kamu tidak merasa ku Olivia¡­..terlihat mirip dengan ibuku?¡± Asta menyipitkan mata tjamnya: ¡°Olivia mana mirip dengan ibumu?¡± Javier menepuk kepnya, dan seketika tersadar ku ibunya mana pernah melepas topeng wajah didepan Asta? Namun dia tidak bisa menarik kata-kata yang sudah dia ucapkan jadi bocah itu hanya bisa berkata dengan panik : ¡°Paman, saya¡­yang saya bng mirip itu! Benar! Suaranya! Suara mereka sangat mirip!¡± Cahaya dm mata Asta seperti mengalir, tatapannya sangat mendm. ¡°Javier, apa kamu tahu dimana keberadaan ayah kandungmu?¡± ¡°Tidak tahu, juga tidak tertarik untuk tahu.¡± Javier cemberut, ¡°Ayah kandungku yang tidak berperikemanusiaan itu mungkin sedang dm perjnan ke ujung dunia, atau sudah dikubur di padang rumput yang tingginya hampir menyamai tinggi badanku.¡± Mendengar Asta menanyakan hal seperti ini, Javier berkata : ¡°Hanya saja, ada beberapa hal yang harus saya katakan terlebih dulu! Eman tahunlu ibuku dickai! Jadi kamu tidak boleh merendahkan dia karena dia memiliki saya dan kakakku!¡± Meskipun bocah ini sangat menyukai Asta, tapi ku Asta berani menganiaya ibunya sedikit saja, maka dia tidak pantas menjadi ayah tiri mereka! ¡°Kamu juga tahu kan saya juga punya anak.¡± Asta membi kep Javier, ¡°Kebetn sekali impas dengan ibumu.¡± Memikirkan Olivia si buntn yang imut itu¡­.. Javier mengangguk dengan bahagia. Meskipun Olivia bukan anak kandung ibunya, tapi setiap bertemu dengannya, dia merasakan rasa sayang yang asing terhadapnya. Pada saat itu, Samara yang sedang didm kamar mandi sedang berkaca. Dia tidak merasa ada yang sh dengan topeng wajahnya, namun dia mh menemukan cupang di lehernya. Untung saja¡ª¨C Javier masih kecil dan tidak mengerti apa itu cupang. Ku bocah itu mengerti, maka dia ibunya ini, lebih baik mati saja daripada harus menahan rasa malu itu. Pantang apanya? Misoginis apanya! Desas desus tentang Asta ini¡­.benar-benar menckakan orang! Samara mengeluarkan sebotol concealer dari lemari di kamar mandi dan mengoleskannya pada cupangnya. Sepertinya cupang ini menjadi jauh lebih parah dibandingkan dengan sebelumnya, dia sampai mengoleskan 3pis untuk menutupi perbuatan Asta itu. Seth bersusah payah menutupinya, Samara kembali ke ruang makan. ¡°Ibu, saya ingin pindah sekh.¡± Tatapan mata Javier penuh harap, ¡°Saya ingin pindah ke sekh yang sama dengan Olivia, dengan begitu saya bisa menjadi teman sekhnya Olivia, bisa menjaganya dan bisa membuatkan biskuit kesukaannya setiap hari.¡± This belongs to N?velDrama.Org. ¡°Bukannya tidak boleh¡­¡± Samara menjatuhkan tatapannya pada Asta : ¡°Hanya saja¡­¡± ¡°Saya setuju.¡± Cahaya di mata Asta kembali terlihat, ¡°Ku kamu tidak keberatan, saya akan meminta Wilson mengurus administrasi untuk pindah sekh.¡± Memikirkan tiga bocah itu akan bersekh bersama, Samara juga merasakan perasaan bahagia yang asing dm hatinya. Seth sarapan. Asta dan Samara masuk kedm lift dan turun ke bawah. Samara sedang membaca pesan singkat di ponselnya, dan membuka pesan suara yang Jonas kirimkan untuknya. Dia awalnya ingin mengkonversi pesan suara ilu ke dm bentuk teks, namun karena tangannya licin, dia mh mengklik dan memainkan pesan itu. ¡°Samara, berjanjh padaku kedepannya kamu tidak akan bersikeras ya? Saya sekarang sangat menyesal¡± ¡°Menyesal karena saya tidak seharusnya membiarkanmu png seorang diri semm.¡± ¡°Kamu minum cukup banyak, dan saya sangat mengkhawatirkanmu¡­.¡± Samara yang menerima pesan suara penuh perhatian dari Jonas, bersiap membs dengan sopan. Namun saat jarinya belum sempat mengetikkan beberapa kata, dia sudah mendengar cibiran Asta yang disampingnya : ¡°Cih! Munafik!¡± Bab 148 Bab 148 Bab 148 ¡°Asta, apa kamu bisa menjaga ucapanmu ¡­..¡± Samara melirik Asta seks, ¡°Perhatian yang orang tujukan kepadaku, kenapa mh menjadi cibiran di mulutmu?¡± ¡°Apa perkataanku sh?¡± Bibir Asta mengerucut, ¡°Js-js tidak mkukan apapun, untuk apa terus berkata khawatir dan khawatir, ku bukan munafiklu apa?¡± ¡°Dasar kekanak-kanakan.¡± ¡°Mengataiku kekanak-kanakkan?¡± Asta membalikkan badannya, tangannya meraih dagunya dan mengangkat wajahnya, ¡°Apa saya perlu mkukan hal-hal dewasa untuk membuktikan dirii padamu?¡± ¡°Mkukan hal dewasa apa?¡± Mata cot Samara membt, tangan mungilnya mendorong dadanya, ¡°Asta, jangan kira karena kamu adh kep keluarga Keluarga Costan, saya tidak bisa berbuat apa- apa padamu! Jangan memaksaku, kelinci yang terpojok juga bisa¡­¡± Owned by N?velDrama.Org. Meskipun Perusahaan Farmasi Intermega sudah memiliki pondasi di Kota Metro, tapi seluruh peta strategi bisnisnya masih dm tahap pertumbuhan. Nanti seth kerajaan bisnis yang dia bangun sudah stabil, dia sudah memiliki modal untuk bersaing dengan Asta. ¡°Baik, saya akan menunggu kelinci sepertimu datang mengigitku! Asta meny, mata tajamnya menatap Samara dengan lekat. ¡°Eh¡­.¡± Samara baru pertama kalinya melihat Asta yang arogan itu bersikap kekanak-kanakan, dia sedikit tercengang. ¡°Ting¡ª- Pintu lift terbuka, namun Asta dan Samara masih mempertahankan posisi mereka. ¡°Aduh, bukankah ini pria tampan yang datang membeli pembalut di tokoku?¡± Bibi di minimarket kemarin berjn memasuki lifi dan tersenyum manis, ¡°Nona, pacarmu ini sangat baik, kamu datang bn, dia masih membantumu membeli pembalut di tengah mm.¡± ¡°A.,apa?¡± Samara terkejut dan mulutnya terbuka lebar. Bibi ini sudah menjodoh-jodohkan mereka, kata-kata ini akan seperti air yang mengalir, dan tidak bisa dihentikangi. ¡°Nona, kamu tidak melihatnya! Pacarmu yang tinggi besar ini berdiri termenung didepan rak pembalut, dia tidak tahu mana yang harus dipilih dan dibeli. Lalu dia bng ku kamu sangat sensitive, jadi saya merekomendasikan pembalut dari kapas lembut padanya.¡± Dan Samara masih belum tersadar seth bibi yang penuh senyum itu masuk kedm lift. ¡°Kamu yang membelikan pembalut untukku?¡± Samara bertanya dengan terkejut. ¡°Lalu kamu kira pembalut itu datang sendiri padamu,lu menempel di tubuhmu?¡± Asta menunjukkan ekspresi wajah ms seperti menjawab pertanyaan konyol dari orang bodoh. ¡°Saya¡­.¡± Saat baru mau membantah, Samara teringat sepertinya pembalutnya memang sudah habis, dan tidak jadi mengatakan sanggahannya. ¡°He¡­¡± Mendengar pria itu tertawa, Samara tidak tahan untuk tidak menoleh padanya. ¡°Apa yang kamu tertawakan?¡± ¡°Jarang sekali melihatmu tidak bisa berkata-kata seperti ini¡­¡± Asta merasa senang, ¡°Menarik, ingin sering-sering melihatnya.¡± ¡°Tunggu saja.¡± ¡°Baik.¡± Pria itu mendengus ringan, namun senyuman di mata tajamnya masih terlihat js. Samara yang kesal hendak belu pergi, namun pria dibkangnya itu segera menarik pergngan tangannya. ¡°Apagi yang mau kamu katakan?¡± ¡°Menjauh dari Jonas, dan pria-priainnya juga.¡± Asta melengkungkan sudut bibirnya, alis dan tatapan matanya dipenuhi dengan aura mendominasi yang belum pernah dia lihat sebelumnya, ¡°Samara, kamu adh milikku! Meskipun sekarang bukan, tapi cepat ataumbat, suatu hari nanti pasti akan menjadi milikku.¡± Samara tersentak dm hati. Scuh selesai berbicara, Asta naik ke mobil dan mju pergi bersama Wilson. Samara inengigit bibirnya dan pikirannya kacau. Dia adh seorang bos yang sangat berkuasa, namun dia mh bersedia menemani di sisinya, bersama dengan Javier dan Xavier, merawatnya saat mabuk, dan membelikannya pembalut di inint market¡­ Dia bukan patung, yang udak bisa merasakan kelulusan Asta terhadapnya. Tapi¨C Dia benar-benar tidak mengerti kenapa pria seperti Asta harus terjerat padanya? vun Tv Wupun hanya dijadikan mainan, dia juga bisa memilih orangin kan! Dia tidak memaksanya, tapi dia mh menggunakan cara yang lebih berks, dan membuatnya sedikit demi sedikit tergerak¡­ Samara mengepalkan tangan mungilnya dengan erat. Begitu erat hingga dia tidak menyadari ku kukunya menancap di tpak tangannya. ¡°Samara, dendammu belum terbskan¡­¡± Mata cot Samara tiba-tiba dilintasi kebencian : ¡°Dendammu, dendam ibumu, dendam kakekmu, tidak boleh¡­.kamu biarkan seperti ini!¡± Bab 149 Bab 149 Bab 149 Samara pergi ke gedung kantor Perusahaan Farmasi Intermega. Dan baru mngkah masuk ke lobi, dia bertemu dengan Timothy yang mengenakan kemeja ungu tua, berdiri menatap pintu dengan penuh semangat, dan saat melihat dirinya, senyuman di wajahnya merekah lebar. ¡°Anda sudah datang.¡± Timothy sudah menunggu sejak tadi dan sangat bersemangat, ¡°Saya sudah mendengar kejadian yang terjadi di Keluarga Gandhi semm dari Peter, Anda luar biasa!¡± ¡°Sebenarnya, kamu tidak perlu menungguku didepan pintu seperti ini.¡± Samara tersenyum dan berkata, ¡°Saya bisa mengakses lift VIP, danngsung naik keatas ¡°Mendengar Anda akan kemari, saya tentu saja harus menjemputmu untuk menunjukkan ketulusanku.¡± Meskipun Timothy bukan orang yang muram, namun itu tidak berarti dia gampang didekati, melihatnya mengobrol dan tertawa dengan Samara,lu membawanya menuju lift VIP membuat karyawan yang lewat tercengang. Seth pintu lift tertutup, Timothy teringat para karyawannya di lobi tadi dan merasa tergerak. ¡°Bos, Anda memang sangat merendah, berkorban sampai sedemikian! Saya ini juga hanya orang yang bekerja padamu, kamuh BOS sebenarnya dari Grup Intermega!¡± Samara tersenyum : ¡°Saya tidak merendah, kki mengeluarkan kartu raja ku sekarang, permainan akan menjadi membosankan!¡± ¡°Saya mengerti.¡± Timothy mengh nafas, ¡°Hanya saja terkadang saya merasa sangat disayangkan, kamu begitu baik, tapi tidak ada orang yang tahu.¡± ¡°Dasar bodoh, kamu sudah bng¡­.¡¯ ¡°Saya bng apa?¡± ¡°Kamu bng kamu mengerti.¡± Samara menepuk bahu Timothy dan tersenyum, ¡°Orang yang mengerti pasti akan mengerti, saya hanya peduli pada orang yang mengerti.¡± Timothy tercengang, namun dia tidak merasa heran, ini adh Samara, terbuka dan tegas. membuat banyak pria mau tidak mau mengakuinya. Seth memasuki ruangan Presiden Direktur. Peter baru sampai, dan sedang berdiri menghadap jend besar dan menatap kearah jnan yang berada dibawah kakinya. Peter berbalik seth mendengarkanngkah kaki, dan tersenyum. ¡°Komisaris Utama Samara Wijaya, smat pagi.¡± This belongs to N?velDrama.Org. Ini bukan pertama kalinya Samara melihat senyuman Peter, namun ini pertama kalinya dia melihat senyuman itu sangat mi, dan sch beban yang menyangkut di hatinya sudah lepas. ¡°Smat pagi.¡± Samara berkata, ¡°Direktur Peter.¡± Kedua orang itu tersenyum, dan tidak mengatakan apa-apa. Saat ini, Timothy membuka pintu dan berjn masuk dengan segs kopi dan dua kue buatan tangan. ¡°Bos, sebelum membahas mash pekerjaan, shkan coba dulu kopi buatan saya.¡± Timothy mengangkatnya seperti mengangkat harta karun, sama sekali tidak terlihat seperti dirinya yang biasa. Peter berdehem dan bertanya : ¡°Presdir, saya tidak dapat?¡± ¡°Kacangnya boleh kamu makan, saya juga bisa meminta sekretaris cantikku untuk membuatkanmu kopi.¡± Timothy berhenti sejenaklu mengubah pembicaraannya, ¡°Tapi kopi buatan tanganku hanya untuk Bos.¡± ¡°Baih, karena itu untuk Komisaris Utama, saya juga tidak akan perhitungan padamu.¡± Saat ini, Samara merasa dirinya sangat beruntung, karena memiliki dua orang asisten yang begitu handal dan begitu memanjakannya. Tiga orang ini bertemu untuk membahas strategi bisnis untuk mwan Perusahaan Farmasi Wijaya milik Heru. Tujuan Samara sangat sederhana, menggunakan seg macam cara untuk menn Perusahaan Farmasi Wijaya. Sma pembahasan, wajah Samara sama sekali tidak tersenyum, bahkan di mata cotnya itu tersirat aura membunuh yang sangat dm danngka. Seth pembahasan, Timotius dan Peter juga terlihat serius. Meskipun perkembangan Perusahaan Farmasi Wijaya tidak sepesat dulu, tapi unta kurus tetap lebih besar dibandingkan kuda, tidak mudah untuk menn mereka begitu saja. Saat hendak pergi, Samara tiba-tiba berkata. Timothy, sekarang saya adh pemegang kendali di Perusahaan Hiburan Mahkota, Nicky sudah menanda-tangani surat perjanjian denganku.¡± Meskipun Timothy dan Peter sudah mengetahui kehebatan Samara, tapi mereka tetap tidak bisa menahan diri untuk tidak terkejut. Pintu lift wrbuka, dan mereka bertiga yang baru sampai di lobi bertemu dengan Be yang MENETjang masuk dengan marah. ¡°Peter! Kamu membohongiku! Kamu berani membohongiku!¡± Bab 150 Bab 150 Pergngan kaki Be masih terluka. Tapi dia tetap berjn dengan cepat kearah Peter dan melepaskan kacamata hitamnya. Dan saat melihat Samara yang ada disamping Peter, api kemarahan di mata Be serasa akan menyembur keluar. ¡°Samara¡­.Peter, kalian benar-benar licik!¡± Be mencibir dan menghina, ¡°Semm di pesta ng tahun Kakek Firman kalian mengatakan ku hubungan kalian sangat bersih¡­lu sekarang apa yang sedang kaliankukan?¡± Peter menatap Be dengan dingin, Be boleh saja menghinanya, tapi dia tidak diizinkan untuk menyiram air kotor pada Samara. ¡°Be, sejak tadi mm, hutang diantara kita berdua sudah lunas.¡± ¡°Lunas apanya!¡± Be mengernyitkan keningnya, ¡°Kamu tahu betul hadiah yang kusiapkan untuk Kakek Firman adh batu giok, kenapa bisa berubah menjadi mayat kucing hitam pasti ada hubungannya dengan Samara.¡± ¡°Benarkah? Lalu?¡± Be menunjuk Samara, dan berkata dengan marah : ¡°Saya akan mengekspos kalian pada Keluarga Gandhi! Kalian pasangan brengsek ini¡­¡­.¡± Be belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Samara sudah mengangkat kakinya dan menendang kaki Be yang terluka. Tendangan itu tidak kuat, namun karena tendangan itu mengenai lukanya, Be seketika merasa kesakitan, ¡°Bam¡ª-¡± dan seketika bersujud dintai marmer. ¡°Kamu¡­ ¡°Be, apa yang kamu katakan benar.¡± Samara membungkuk dan bibir merahnya terbuka,lu mengatakan satu kata demi satu kata, ¡°Tapi apakah kamu tidak melihat-lihat dulu, ini daerah siapa?¡± Wajah Be berkerut karena marah, dan dia memelototi Samara dengan putus asa. ** Kamu sengaja! Kamu dan Peter bersekongkol untuk mwanku! Kalian memfitnah!¡± ¡°Sebenarnya siapa yang membinah siapa?¡± Samara mencibir, ¡°Periksa saja mayat kucing hitam itu, dan kebenarannya akan terkuak¡­..¡± Perkataan itu berhasil membuat raut wajah Be berubah. ¡°Samara, jangan kira kamu bisa menutupingit dengan satu tangan¡­¡± Be meronta marah, tapi tidak bisa berdiri karena kakinyadcra. ¡°Dasar kekanak-kanakkan.¡± Samara mencibir, ¡°Ku kata-kata kasar itu berguna, saya pasti sudah Samara tidak tertarik pada wanita yang tetap keras kep wu diambang kematian,lu berkata pada Timothy yang berada disampingnya. ¡°Sejak kapan tingkat keamanan di Perusahaan Farmasi Intermega menjadi selonggar ini? Apa hewan seperti ini juga bisa masuk kedm?¡± Timothy memanggil petugas keamanan dengan wajah cemberut. Dia sudah muak pada perkataan Be yang kotor, namun bagaimanapun dia adh seorang wanita jadi dia tidak bisa myangkan tinjunya padanya. Segera, petugas keamanan bergegas menghampiri dan mengusir Be. Be masih terpaku dntai dan menk pergi, dia masih berusaha berteriak. ¡°Kenapa? Kenapa kalian mkukan ini padaku!!!¡± ¡°Kalian orang rendahan ini, kuberitahu, saya adh Nona Muda Keluarga Kusma!¡± ¡°Saya tidak mkukan keshan, kenapa kalian mempekukanku seperti itu, saya akan menuntut kalian!¡± Be mwan dengan kuat, petugas keamanan juga tidak memperdulikannya danngsung menyeretnya keluar. Sma diseret, karena dia sendiri tidak kooperatif, roknya terangkat dan menunjukkan tubuh putihnya sebagai tontonan publik, danngsung dicibir oleh orang-orang yang ada disekitar. Seth Be diseret keluar. Peter berkata dengan rasa bersh : ¡°Maaf, sudah membuat kekacauan untuk kalian.¡± This belongs to N?velDrama.Org. ¡°Untuk melihat seseorang dengan js, ada harga yang harus dibayar.¡± Samara berkata dengan lembut, ¡°Lalu jangan lupa¡­mencabut rumput harus mencabut hingga ke akarnya. Orang yang terpojok bisa mkukan apa saja, meskipun Be dan Keluarga Kusma tidak bisa membuat gelombang badai, tapi mereka cukup merepotkan juga.¡± Kediaman Keluarga Wijaya. Herna inenggerakkan giginya : ¡°Ibu, saya yakin pasti Samara yang mengunciku di toilet!¡± ¡°Jangan berbicara sembarangan!¡± Emma menegur, ¡°Dia adh tamu kehormatannya Keluarga Gandhi, dan udak pernah berselisih denganmu sebelumnya, kenapa dia harus mencari perkara denganmu!¡± ¡°Pasti dia! Ku bukan dia siapagi!¡± Sesampainya Samantha di rumah, dia kembali mendengar nama ¡®Samara! Nama itu membuat saraf tubuhnya tegang seketika. ¡°Ibu¡ª¡ª¡± Samantha bergegas berjn kedm dan bertanya dengan nada rendah, ¡°Sarara apagi! Ada Samara yang managi?¡± Bab 151 Bab 151 Bab 151 Herna yang melihat Samantha segera menjskan : ¡°Kak, tenang! Samara yang saya dan ibu bicarakan bukan wanita yang berasal dari perkampungan itu, namanya sama tapi orangnya berbeda....¡± Mendengar penjsan itu masih membuat Samantha mengepalkan tangannya dan raut wajahnya terlihat jelek. ¡°Herna, kamu ke atas dulu, ada yang harus saya bicarakan dengan Samantha.¡± Emma memelototi Herna. ¡°Ibu,gigi pembicaraan yang tidak boleh kudengar?¡± ¡°Ku sudah tahu ya bagus.¡± ¡°Baih, baih!¡± Herna menggerutu sambil meninggalkan ruang tamu dan berjn ke kamarnya dintai dua. ¡°Ibu, saya ingin bertanya, Samara itu........¡± Samantha belum menyelesaikan kalimatnya, Emma sudah meny dulu : ¡°Samantha, jangan bicarakan wanita itu dulu, saya rasa yang paling penting sekarang adh mash pernikahanmu dan Asta, sudah sampai dimana perkembangan kalian?¡± ¡°Ada apa?¡± Samantha menatap Emma dengan curiga. ¡°Kamu mhirkan anak untuk Keluarga Costan, dan sudah menk begitu banyak pria yang baik, ini sudah lima tahun dan kenapa Asta masih tidak menikahimu?¡± Emma menggenggam tangan Samantha dengan panik, ¡°Cepat katakan padaku dengan jujur, apakah Asta punya wanitain?¡± ¡°Kenapa kamu menanyakan ini?¡± Samantha bertanya kebingungan. ¡°Semm di pesta ng tahun Tuan Firman, saya melihat Asta berciuman dengan wanitain di pojokan!¡± ¡°Apa!¡± Samantha mengayunkann gsnya dengan kuat dan seketika air yang ada didmnya memercik keluar. ¡°Apa kamu melihat wajah wanita itu dengan js?¡± Samantha mengabaikanntai yang basah dan tatapannya tertuju pada Emma, ¡°Siapa dia? Nona muda dari keluarga mana?¡± ¡°Saya juga ingin membantumu memeriksa identitas wanita itu, tapi tubuh Asta menutupi wanita itu dengan erat....¡± Emma menggelengkan kep ¡°Saya bahkan tidak melihat gaun apa yang dia kenakan, benar¨Cbenar tidak kelihatan.¡± Menggunakan tubuhnya untuk menutupi wanita itu dengan erat? Samantha tidak bisa membayangkan, Asta bisa berada didm situasi yang panas seperti itu dengan wanitain. Sma lima tahun ini, dia slu merasa bahwa Asta benar¨Cbenar seperti yang diisukan oleh dunia luar. Dingin. Anti sosial. Ku dia bukan ¡®ibu kandung¡® dari Oliver dan Olivia, mungkin dia tidak memiliki hak untuk mendekati pria yang seperti raja ini.... Siapa? Siapa sebenarnya! Tiba¨Ctiba, ktan cahaya melinas di benak Samantha. ¡°Ibu, saya tanya padamu, tadi ¡®Samara¡® yang kamu dan Herna bahas, apakah wajahnya penuh dengan bintik¨Cbintik?¡± Samantha mengaitkan bibirnya dan mencibir, matanya sama ganasnya dengan racun, ¡°Bibirnya tebal, dan fitur wajahnya sangat kasar ...¡± Emma yang mendengar deskripsi Samantha menganggukkan kepnya. ¡°Benar, benar, ¡®Samara¡® itu seperti yang kamu deskripsikan!¡± ¡°Ternyata memang dia!¡± Samantha tersenyum sinis. Samara ini sudah mengambil 10 miliar darinya, dan sekarang masih berani menggoda Asta terang¨C terangan? Sebenarnya keberanian dari mana yang dipinjam wanita ini? Mendengar itu, Emma juga mengambil kesimpn. ¡°Samantha, maksudmu wanita itu dan Asta.....¡± Emma ingin berkata Asta tidak buta kan? Tapi Jonas juga sangat menyukai wanita itu, sepertinya ketidak mungkinan ini, sedikit mungkin. ¡°Lalu kenapa!¡± Samantha mencibir, ¡°Saya adh ibunya Oliver dan Olivia! Saya yang mhirkan mereka berdua, wupun mereka tidak suka padaku, tapi mereka tidak bisa menghapus hubungan mereka denganku!¡± Emma masih ingin berkata sesuatu, namun saat dia melihat wajah Samantha terlihat menakutkan, dia juga tidak berani berkata apa¨Capagi. ¡°Sekarang sudah hampir tiba waktunya png sekh, saya akan pergi menjemput Oliver dan Olivia.¡± Samantha mengeluarkan kacamata hitamnya dan bergegas keluar dari rumah dan menuju ke taman kanak¨Ckanak. Dan karena bertepatan dengan waktu png sekh, pintu terbuka dan banyak anak¨Canak berian keluar dari sekh. Owned by N?velDrama.Org. Oliver menggandeng tangan Olivia dan berjn keluar dari sekh, dan mendengar suara manis Samantha yang dibuat¨Cbuat. Oliver, Olivia, saya datang menjemput kalian png sekh!¡± Next Chapter Bab 152 Bab 152 Bab 152 Oliver menaikkan alisnya, dan wajahnya terlihat tidak senang : ¡°Kenapa wanita ini datanggi?¡± Mata besar Olivia berkt, dan berkata dengan terbata¨Cbata : ¡°Sebal... sebal....¡± Owned by N?velDrama.Org. Dua anak itu berjn dengan cepat kearah yang bewanan dengan Samantha Senyuman di wajah Samantha membeku, dan dia menyusulngkah mereka dengan cepat : ¡°Oliver Olivia, kenapa kalian beri? Apa kamu tidak mendengar saya memanggil kalian? Atau kalian sengaja menghindar wu mendengarnya?¡± Setiap kali dia slu merendahkan dirinya dan berusaha menyenangkan kedua anak itu. Namun mereka tidak pernah menganggap keberadaannya, dan slu menantang batas kesabarannya! ¡°Berhenti!¡± Samantha berhasil menyusul ke hadapan dua anak itu,lu memperingatkan mereka, ¡°Saya adh ibu kalian! Mana ada anak seperti kalian yang menghindar saat bertemu ibunya!¡± ¡°Kamu bukan ibu kami!¡± Wajah tembem Oliver terlihat sangat dingin, dan sangat tegas. ¡°Saya bukan?¡± Samantha menarik nafas dan mencibir, ¡°Apa ayah kalian tidak memberitahukan kepada kalian ku kalian itu keluar dari rahimku?¡± Mendengar itu Oliver dan Olivia menggertakkan gigi mereka dengan erat. Mereka tidak percaya dengan perkataan Samantha, tapi mereka tidak bisa tidak percaya pada perkataan Ayah mereka. ¡°Lalu mau bagaimana?¡± Oliver mengepalkan tangannya dengan erat, mengangkat dagunya, ¡°Ayah saja tidak mengizinkan kamu tinggal bersama dengan kami! Kamu ingin saya dan adik memanggilmu ibu? Bermimph!¡± ¡°Hm...tidak... mungkin...¡± Olivia berusaha keras untuk berbicara, tapi tatapan matanya sangat tegas. Saat ini.... Itu pukn tk bagi Samantha. Dia tidak percaya ku dia tidak bisa menghadapi sepasang anak berusia lima tahun. ¡°Hubungan antara saya dan kalian berdua tidak bisa kalian hapus begitu saja.¡± Samantha berkata sambil menarik pundak Olivia, ¡°Saya sudah memesan tempat untuk makan makanan ringan di hotel bintang lima....ada eskrim, cot, dan mousse, kalian pasti akan menyukainya.¡± Olivia mwan dan meronta¨Cronta. ¡°Saya....tidak!¡± ¡°Tidak tahu bersyukur!¡± Samantha menjadi semakin marah dan mencengkram pundak Olivia semakin kuatgi : ¡°Saya sudah berbaik hati dan memesankan makanan ringan untuk kalian, kalian mh memalingkan wajah kalian seperti ini? Mau atau tidak mau, kalian harus ikut denganku kesana hari ini!¡± Kuku Samantha panjang dan runcing. Dan dia bersikukuh, dia tidak menarik Oliver, minkan Olivia. Olivia yang ditarik membuat matanya tergenang air mata dan menahan rasa sakit. ¡°sakit...sakit.... Mendengar rengekan Olivia, Samantha tetap menariknya dengan acuh tak acuh. Sepasang anak ini bukan anak kandungnya, dia hanya berpura¨Cpura baik kepada mereka, makanya mereka slu menginjak hingga keatas kepnya. Hari ini dia pasti harus mendidik mereka dengan baik. ¡°Lepaskan adikku!¡± Oliver melihat Olivia yang tersakiti, segera menarik tangan Samantha, ¡°Dasar wanita beracun! Lepaskan!¡± ¡°Oliver, siapa saya? Kenapa kamu berbicara seperti itu kepadaku?¡± ¡°Saya tidak peduli kamu siapa!¡± Oliver yang marah terlihat seperti macam tutul kecil, kemarahan di matanya terlihat semakin js, ¡°Kamu menganiaya adikku, saya akan membsmu!¡± Meskipun Oliver baru berusia lima tahun, tapi aura dinginnya seketika terasa. ¡°Saya tidak menganiaya dia.¡± Samantha mencibir, ¡°saya hanya sedang mendidik anakku sendiri! Saya adh ibu kandung kalian! Ku kalian butuh kasih sayang seorang ibu, tidak perlu mencari wanita lain, saya bisa memberikannya kepada kalian!¡± Oliver mendengus pn. Detik berikutnya, diangsung mengigit lengan Samantha. Oliver mengigitnya dengan kyatm danngsung membuat lengan Samantha berdarah. ¡°Oliver, kamu....¡± Samantha yang merasakan sakitnya gigitan itungsung melepaskan cengkramannya pada pundak Olivia. Oliver merasakan bau darah di mulutnya, tapi dia masih mengangkat kepnya dengan angkuh. ¡°Saya sudah bng, jangan sentuh adikku!¡± Dia merasa sangat kesal, dan menendang betis Samantha dengan kuat. Samantha tidak menyangka anak itu akan menendangnya, dan terjatuh kentai. Dan saat Samantha bersiap memaki kedua anak itu, suara seorang pria tua terdengar. ¡°Oliver, siapa yang mengajarimu seperti ini!¡± Next Chapter Bab 153 Bab 153 Bab 153 ¡°Oliver, hentikan!¡± Borris turun dari Maybach dan berjn menghampiri kedua anak itu dengan raut wajah marah. ¡°Kalian baru berusia berapa tahun! Sudah menjadi seliar ini!¡± ¡°Saya sudah tahu sejak awal kalian tidak bersikap baik kepada Samantha, tidak disangka sampai seperti ini!¡® ¡°Dia mengandung kalian sma 10 bn dan mhirkan kalian dengan susah payah, kalian mh tidak menganggapnya sebagai ibu kandung kalian!¡± Tuduhanngsung ditujukan kepada Oliver dan Olivia. Dan ini pertama kalinya kedua anak itu melihat Kakek buyutnya semarah ini. Tapi¡ª¨C Menyuruh mereka menundukkan kep mereka pada Samantha? Tidak! Mati pun tidak mau! ¡°Kakek buyut, saya tidak sh!¡± Oliver yang marah seperti seekor binatang buas kecil, dan berteriak dengan marah , ¡°Wanita ini! Yang terus memaksa kami memanggilnya ibu, dan mencengkram bahu adik dan tidak mau melepasnya! Saya menyuruhnya melepas tapi dia tidak mau dan membuat adik kesakitan!¡± Ku wanita itu menganiayanya, mungkin Oliver tidak akan semarah ini. Tapi dia menganiaya Olivia, dia tidak mungkin diam saja! Ku waktu bisa ding, dia akan tetap mengigitnya, dan bahkan lebih kuat dibandingkan dengan gigitannya tadi! Samantha juga tidak menyangka Tuan Besar akan datang hari ini, dan kebetn menyaksikan Oliver yang bersikap seperti ini padanya. Kebetn sekali! Kedua anak ini bisa menginjaknya sampai ke kepnya, tapi dia tidak percaya ku mereka bisa membalikkanngit dan menginjak kep Tuan Besar seperti itu? ¡°Saya yang sh.....¡± mata Samantha memerah dan menitikkan air mata, ¡°saya tahu saya tidak dekat dengan mereka, namun saya terus berusaha. Hari ini saya ingin mengajak kalian pergi ke hotel untuk makan makanan ringan bersama, namun tidak disangka kalian begitu membenciku....¡± ¡°Dasar wanita jahat!¡± Oliver menggertakkan giginya, ¡°Siapa yang mau makan makanan ringan busuk bersama denganmu? Lalu kenapa kamu tidak mengatakan ku kamu menyakiti adikku tadi?¡± ¡°Bagaimana mungkin?¡± Samantha terlihat sedih, ¡°Saya adh ibu kandung kalian, saya sangat menyayangi Olivia, tidak mungkin menyakitinya.¡± ¡°Kamu berbohong!¡± ¡°Baik, semua ini shku.¡± Oliver memang masih kecil tapi pengetahuannya sudah serupa dengan orang dewasa, namun dm hal pengman dia tidak bisa dibandingkan dengan Samantha. Tuan Besar yang tidak bersuara sejak tadi sudah hampir kehngan kesabarannya. ¡°Oliver, tutup mulutmu!¡± Borris terdiam sejenaklu berkata dengan marah, ¡°Png, dan tunggu hukumanmu,¡± Oliver dan Olivia adh kesayangan keluarga Costan. Bahkan Alfa saja menerima takdirnya yang dikhkan oleh kedua anak ini. Dan hanya ada dua orang yang mereka takuti, yang satu adh Asta, dan yang satu adh Borris. Kedua anak itu naik ke mobil. Olivia menatap kakaknya : ¡°Kak¡­.kakak...¡± ¡°Olivia, jangan takut!¡± dm hati Oliver sebenarnya juga takut dihukum, namun demi membuat Olivia tidak ketakutan dia masih berkata dengan angkuh, ¡°Hukum ya hukum saja! Saya tidak takut sakit! Tapi ku menyuruhku meminta maaf pada wanita itu, mimpi saja!¡± This is property ? N?velDrama.Org. Olivia mengangguk dan memeluk panda yang ada di pelukannya dengan erat. Kakaknya....dimarahi demi melindungi dirinya. Sesampainya di rumah. Borris sedang duduk dan menghadap pada Oliver dan Olivia. Dua anak itu baru pertama kalinya melihat Kakek buyut mereka semarah ini, dan merasa tidak tenang dm hatinya. Dan Samantha yang duduk disamping kakek, merasakan kepuasan dm hatinya. Wupun Asta tidak mendukungnya, masih ada Borris yang mendukungnya, dia tidak percaya cara ini tidak bisa membuatnya menang mwan si kembar. ¡°Kakek, saya tidak apa¨Capa.¡± Samantha sengaja menunjukkan luka gigitan Oliver dan berkata dengan lembut, ¡°Saya bukan seorang ibu yang baik, tidak bisa menemani mereka tumbuh besar, jadi mereka merasa sangat asing padaku, semuanya shku!¡± ¡°Darah lebih kental dibandingkan air,¡± Borris berkata dengan tegas : ¡°Berbakti adh hal yang utama, apa mereka mengerti?¡± Dua anak itu tidak bersuara. Berbakti adh hal yang penting? Apa kakek buyut merasa mereka itu bodoh dan tidak mengerti ini? Mereka tentu saja mengerti teori ini! Mereka hanya tidak pernah mengakui ku wanita ini adh ibu mereka! ¡°Mash hari ini, ku kalian sudah menyadari keshan kalian...¡± Borris berkata dengan keras, ¡°Maka segera minta maaf pada Samantha!¡± Next Chapter Bab 154 Bab 154 Bab 154 Oliver dan Olivia bisa dibng merupakan sumber hidupnya Borris. Meskipun biasanya Borris sangat menyayangi mereka, tapi dia tidak akan membiarkan mereka hidup tanpa moralitas. Dia menyerahkan keluarga Costan kepada Asta, ku Asta tidak mkukan keshan, maka kedepannya Keluarga Costan akan diserahkan kepada kedua kakak beradik ini. Memikirkan untuk membiarkan mereka begitu saja akan membuat dua bocah ini semakin arogan! ¡°Asalkan kalian menundukkan kep dan minta maaf, menyadari keshan kalian.....¡± nada bicara Borris berubah, tapi ketegasannya masih terasa, ¡°Hukuman kalian akan diringankan. Saya menginginkan perasaan bersh kalian.¡± Dua anak itu bahkan tidak bertukar pandangan. Mereka merasa yakin ku Kakek Buyut tidak akan benar¨Cbenar menghukum mereka. Oliver dan Olivia menggelengkan kep mereka dengan serempak, seperti sudah bertelepati. ¡°Kalian....apa maksud kalian?¡± Borris sangat marah sehingga tekanan darahnya melonjak dan dia meninggikan nada bicaranya. ¡°Saya tidak sh.¡± Tatapan mata Oliver sangat teguh : ¡°Saya tidak akan minta maaf pada wanita itu.¡± ¡°Kakak tidak sh.¡± Olivia yang disampingnya juga ikut bersuara. Samantha juga tidak menyangka ku dua anak kembar itu, masih menk...wu sudah sampai tahap seperti ini! Ini juga membuktikan pepatah itu! Apa yang bukan milikmu, pasti bukan milikmu! Mereka bekerja sama untuk menindasnya, dan mati pun tidak menyesal. Samantha mencibir dm hatinya, karena mereka bukan miliknya, maka rasakan saja hukuman itu. ¡°Kakek, mereka masih anak¨Canak dan belum mengerti....¡± Samantha sengaja mengompori, ¡°Jangan dimasukkan kedm hati, seth dewasa mereka pasti akan menjadi baik. Saya tahu dikeluarga ini tidak ada yang mengakuiku, dan tidak ada yang menyukaiku.... Mungkin inti dari semua permashan ini ada padaku!¡± ¡°Baguh ku kamu tahu.¡± Oliver memamerkan giginya dan berkata, ¡°Jangan pernah muncul di hadapanku dan adikku, kami benci melihatmu!¡± Dia membencinya! Kenapa ibu mereka adh seorang yang brengsek seperti dia! Benar¨Cbenar kacau! Borris melihat Oliver dan Olivia yang sudah bersikap seperti ini dan mengeluarkan kata¨Ckata yang kasar, merasa tidak ada sangi untuk tidak menghukum mereka. ¡°Tidak tahu aturan, lihah seliar apa kalian ini! Ayah kalian sibuk dan udak sempat mendidik kalian, saya sebagai kakek buyut kalian akan mewakilinya mendidik kalian!¡± Borris berkata dengan wajah yang tegang, ¡°Pak Michael, bawa rotannya kemari.¡± Raut wajah Pak Michael berubah drastis: ¡°Tuan besar¡­.jangan!¡± ¡°Saya bng, bawa kemari, kamu tidak dengar?¡± Borris memelototi Michael, ¡°Mereka berani menantang karena tidak pernah dipukuli! Lantas kamu berani mempertanyakan perintahku!¡± Wupun dm hati Michael sangat menyayangi kedua anak itu, tapi bunalmanapun dia hanyh pesuruh, dan tidak bisa membantu sama sekali, jadi dia hanya bisa mengambilkan rotan itu dengan gemetaran. Tuan besar, mohon berhuu bali! Tuan kecil dan Non kecil masih kecil....¡± Dibandingkan dengan seorang pesuruh. Samantha bahkan tidak bangkit dari duduknya, dia hanya duduk di sofa dan menonton pertunjukkan itu dengan tatapan dingin. This is property ? N?velDrama.Org. Borris meraih rotan dan menunjuk Oliver. ¡°Oliver, kakek buyut tanyakan sekaligi padamu...¡± Borris bertanya dengan gemetar, ¡°Kamu, mau meminta maaf atau tidak?¡± Tanpa ragu¨Cragu, Oliver mengangkat kepnya. ¡°Tidak!¡± suara Oliver terdengar cerah, ¡°Ku saya Oliver, berbuat sh pasti akan mengakuinya, tapi untuk mash ini matipun saya tidak akan mengaku! Kakek buyut ku kamu mau menghukumku shkan saja, saya tidak akan mwan.¡± ¡°Baik, saya akan memenuhi keinginanmu!¡± Borris benar¨Cbenar mengayunkan rotan itu dan melibaskannya ke tubuh Oliver ¡°piak¡ª¨C¡± Oliver mendengus. Meskipun pukn itu tidak didaratkan pada tubuh Olivia, tapi mata merahnya tidak berhenti berlinang air mata. Kakak mkukan ini demi dia! Dia dan kakaknya sama¨Csama tidak mau mengaku ku mereka sh, mereka tidak akan menundukkan kep dan terlebihgi, mereka tidak mau mengakui wanita ini adh ibu mereka! Olivia sudah tidak tahan, dia segera beri ke pojok ruangan. Dan mengeluarkan ponsel anak¨Canaknya dari tas pandanya,lu menelpon seseorang yang disimpan dengan nama ¡®Dewi Pelindung? Dan saat sedang menunggu, Olivia merasa hatinya mengepal dengan erat, dan tidak berhenti bergumam dm hatinya. Cepat angkat telepon!!! Next Chapter Bab 155 Bab 155 Bab 155 Samara baru saja keluar dari ruang autopsi. Jane yang mengenakan masker masih menutupi hidung dan mulutnya dengan tangan, dan terlihat seperti akan muntah. ¡°Saya tidak tahangi....¡± Jane mmbaikan tangannya, ¡°Ini digali dari saluran pembuangan, entah sudah berapama dia terkubur didm situ?¡± ¡°Dokter forensik di kehidupan nyata memang memiliki pekerjaan yang sangat menderita.¡± Samara menepuk nepuk pundaknya : ¡°Jangan lupa sin mkukan autopsi, kita juga memberikan bukti untuk menyelesaikan kasus ini.¡± ¡°Saya tahu.¡± Jane tidak tahan dengan aroma busuk dari mayat yang menempel di tubuhnya, dia menarik Samara ke kamar mandi untuk mandi. Dan pada saat itu, ponsel Samara berdering. Saat melihat panggn dari Olivia, dia merasa suasana hatinya membaik, dan mengangkatnya sambil tersenyum. ¡°Hu.¡­. ¡°Smatkan kakak.....¡± Samara yang mengangkat telponngsung disambut oleh suara Olivia yang terisak¨Cisak. ¡°Ada apa dengan Oliver?¡± Samara tercengang, dan suaranya menegang, ¡°Katakan pn¨Cpn, saya disini, tidak akan terjadi apa¨Capa.¡± This belongs to N?velDrama.Org. Mendengar suara Samara membuat Olivia merasa lebih tenang. ¡°Kakek buyut...memukul kakak....kakak tidak sh.... Olivia panik dan merasa sakit hati. Tiba¨Ctiba dia merasa benci pada dirinya yang tidak bisa berbicara dengan benar, dan tidak bisa menjskan dengan js. Samara yang mendengarnyangsung mengerti maksud Olivia. Sin mendengar tangisan Olivia, dia juga seperti mendengar suara Oliver yang sedang dihukum. Lingkungan di sana sangat ribut, tetapi entah bagaimana Samara bisa mendengar suara Oliver yang dipukuli dengan rotan. Satu pukn demi satu pukn.... Hanya mendengarkannya, Samara juga merasakan hal yang sama, dan tubuhnya gemetar karena marah. Saat ini...... Samara hanya merasa bahwa tanpa izinnya, tidak ada yang boleh menyentuh sehi rambut Oliver dan Olivia. ¡°Olivia, saya akan segera ke sana.¡± Begitu selesai berbicara, Samara menutup telepon. Jane dikejutkan oleh mata cotnya yang dingin, dan bergumam, ¡°Bos, ada apa denganmu? Ekspresimu sangat menakutkan!¡± ¡°Jane, urusan pendataan akan kuserahkan pada kalian, danporan diagnosisnya akan saya kirim ke emailmu nanti.¡± Samara mematikan keran di depannya dan berkata ringan, ¡°Sekarang, saya punya urusan yang lebih penting untuk diselesaikan.¡± ¡°Oh, oh...¡± Samarangsung pergi seth selesai berbicara. Jane menatap punggung Samara, dan merasa ku bosnya bukan pergi untuk menyelesaikan urusan, namun lebih terlihat seperti pergi berkhi!¡± Seth turun. Samara melihat seorang polisi yang mengendarai sepeda motor dan baru mau mencabut kuncinya. Dia bergegas meraih kuncinya beserta helmnya : ¡°Konsultan Forensik Khusus, Samara, pinjamkan dulu sepeda motor ini kepadaku, saya akan mengembalikannya seth selesai menggunakannya.¡± ¡°Aaa¡ª-¡± Wajah petugas polisi muda itu kebingungan. Samara memakai helm, menykan sepeda motor, dan mju kencang. Di sepanjang perjnan, dia terus mengk kesana kemari, rambut panjangnya diterpa angin dan knalpot motornya terus mengaum. Ini pertama kalinya dia mengendarai sepeda motor di Kota Metro. Meskipun sudahma tidak mengendarai sepeda motor, namun tubuhnya masih kuat, dia bisa menyingkir dari mobil yang ada disampingnya dengan cepat dan meninggalkan mereka di bkang. Di ruang tamu kediaman Costan. Borris tidak berani mengerahkan seluruh kekuatannya, namun meskipun begitu, setiap pukn yang mendarat pada Oliver sudah cukup untuk membuatnya mengertakkan giginya dan merasakan sakit di tubuhnya. Wajahnya yang tembem dan berwarna merah muda itu sudah berubah karena kesakitan. Tapi.... Anak berwajah tembem itu sama sekali tidak meneriakkan kesakitannya, dan bahkan tidak meskan setetes air mata pun. Paling saat dia merasa tidak tahan, dia akan mendengus dengan ringan. Samantha yang menonton dari samping pun tidak membujuk Borris untuk berhenti. Dia sudahma merasa jengkel pada Oliver, alis anak ini mirip skali dengan wanita itu! Sin fitur wajah, bahkan tempramennya yang tidak mau menundukkan kep juga sama percis! Sma beberapa tahun ini dia sudah sering dibuat marah olehnya! Sekarang melihatnya dipukuli oleh Borris, Samantha merasa sangat lega. Borris yang sudah memukulnya berkali¨Ckali mi merasa hatinya tidak tega, dia sengaja berhenti dan bertanya. ¡°Oliver, saya sudah cukup memukulimu, sekarang asalkan kamu berkata saya sudah sh, maka kakek buyut tidak akan memukulmugi! ¡°Padanya....¡± Wajah Oliver memucat karena kesakitan, namun dia masih menatap Samantha dengan tatapan tidak jera : ¡°Tidak mungkin!¡± Next Chapter Bab 156 Bab 156 Bab 156 Samantha menggertakkan giginya dengan kebencian. Oliver ini sudah dipukuli namun masih berani keras kep dan membantah? ¡°Kakek....¡± Samantha tersedak, ¡°Ku Oliver tidak bersedia, maka biarkan saja, saya tidak mau memaksanya, juga tidak mau dia semakin membenciku....¡± ¡°Tidak bisa! Saya tidak pernah mengingkari ucapanku.¡± Borris melihat Samantha yang ditindas membuat dia semakin kesal, ¡°Ku dia tidak mau mengaku, saya akan terus menghukumnya.¡± ¡°Jangan.....¡± Samantha berteriak dengan realistis. Namun dia masih duduk dengan anggun di sofa, menyeka air mata dari sudut matanya dengan tisu. ¡°Kakek, kamu sudah tua dan pikun!¡± Oliver juga berteriak kesal, ¡°Kamu sudah dibodohi oleh wanita jahat ini!¡± ¡°Kamu...kamu...¡± Perkataan itu merangsang saraf Borris, dan saat dia mengangkat rotan dan hendak mengayunkannya pada tubuh Oliver, sesosok bayangan bergegas menghampiri. Dia segera memeluk Oliver dengan erat, dan menyembunyikan badan kecilnya dm pelukannya. Borris sama sekali tidak mempersiapkan diri, dan rotan itu mendarat di tubuh Samara dengan keras. Rotan itu mendarat dan membuat suara pukn yang jauh lebih keras dibandingkan dengan sebelumnya. Oliver tidak merasakan sakit, sebaliknya dia merasa dia dipeluk dengan hangat. Dan saat dia mengangkat kepnya, dia melihat Samara. ¡°Samara, kenapa...kenapa kamu kemari?¡± Dia sudah dipukul beberapa kali oleh Kakek buyutnya, memang terasa sakit tapi dia sama sekali tidak ingin menangis. Namun di saat ini, dia melihat Samara yang melindunginya membuat hatinya terasa pedih dan sakit. ¡°Kamu tidak ingin saya kemari?¡± Samara berkata dengan lembut pada Oliver, ¡°Sakit tidak dipukuli?¡± Saat ini¡­. Oliver hanya merasa ku bagian terlembut didm hatinya, dihantam oleh sesuatu yang keras. ¡°Tuan kecil seperti saya mana mungkin kesakitan?¡± Suara Oliver mi bergetar seperti akan menangis, tapi dia masih mengepalkan tangannya dengan erat, ¡°Siapa yang menyuruhmu melindungiku! Saya dipukuli, itu urusanku, bagaimana ku kamu sampai terluka?¡± ¡°Anak sekecil ini, bjar dari mana mengatakan kata¨Ckata yang tidak sesuai dengan isi hati.....¡± Samara mendengus pn, ¡°Saya kemari, tentu saja untuk melindungimu!¡± Baik Borris maupun Samantha tidak menyangka Samara akan menerobos masuk kedm kediaman Costan. Dan lebih tidak menyangka.... Dia menerobos masuk danngsung menggunakan tubuhnya untuk melindungi Oliver dari pukn rotan. ¡°Sa....Samara?¡± Borris mengenggam rotan dengan erat, dan menatap punggung Samara, ¡°Bagaimana kamu bisa masuk kemari? Saya sedang mendidik cicitku, tidak perlu ikut campur darimu.¡± ¡°Berapa umurnya, berapa umurmu?¡± Samara berdiri dan tidak bisa menahan diri untuk tidak membantah. ¡°Apakah kamu mendidik anak kecil dengan menggunakan rotan seperti ini?¡± ¡°Kamu kira siapa kamu?¡± kehormatan Borris tertantang, dan berkata dengan marah, ¡°Bagaimana pun saya pernah menjadi kep keluarga Keluarga Costan, kamu berani berbicara seperti ini padaku! Apa kamu sudah tidak ingin tinggal di Metropolisgi?¡± ¡°Tidak perlu mengancamku dengan statusmu.¡± Samara tersenyum ringan, ¡°Meskipun hari ini Asta ada disini, saya akan tetap berkata seperti itu.¡± Keluarga Costan sudah berakar di Metropolis, dan mereka bukan tandingannya Samara. Tapi¡ª- Saat dia masuk dan melihat Oliver, melihat bajunya bahkan sudah robek karena dipukuli. C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. Dia merasa hatinya sangat sakit. Dan dm situasi seperti ini dia tidak bisa mengatakan hal¨Chal lembut. Ku tidak bisa tinggal, ya sudah! Meskipun harus mati, sebelum mati, dia juga akan melindungi anak ini dengan baik. ¡°Ku perkataanmu benar, tapi Oliver dan Olivia tidak mau mendengarnya, sebagai kakek buyut mereka harusnya kamu memikirkan kembali apa ada yang sh dengan perkataanmu itu.¡± Samara mengangkat wajahya, mata cotnya bersinar dengan angkuh. ¡°Samara, kamu masih punya muka untuk berbicara? Kamu sudah mengambil cek 10 miliarku dan mengingkari janjimu.¡± Samantha berjn ke hadapan Samara dan bertanya dengan bersemangat, ¡°Sekarang kamu datang ke kediaman keluarga Costan, karena uangmu sudah habis, dan ingin menipugi kan?¡± Next Chapter Bab 157 Bab 157 Bab 157 Samantha melihat Samara, dan teringat pada ucapan Emma. Asta sosok yang slu arogan dan tidak pernah berhubungan dengan wanita, mh mengejar¨Cngejar dan mencium seorang wanita jelek seperti ini. Bahkan saudara kembarnya, Samara, sudah mati terbakar dm kobaran api lima tahunlu, mayatnya pun tidak bersisa. Nama ¡®Samara¡® ini¡­. Bahkan tidak lenyap seth lima tahun kemudian, benar¨Cbenar membuat orang jijik sampai mati. ¡°Paman Michael, ada orang luar yang menerobos masuk kenapa kamu tidak menghnginya?¡± Samantha menoleh kearah Michael. ¡°Tuan Muda Asta sudah pernah berpesan, Nona Samara boleh keluar masuk Kediaman Costan sesuka hatinya.¡± Michael melihat Samara datang untuk melindungi dua anak itu tentu dia juga berusaha untuk membantu Samara. Wajah Samantha berubah drastis. Raut wajah Borris juga tidak lebih baik : ¡°Apa sebenarnya yang dipikirkan oleh Asta!¡± ¡°Tuan Borris, sebelumnya saya sudah memberitahumu, cucumuh yang menjeratku, bukan saya yang menjerat dia.¡± Samara mengangkat alisnya. ¡°Kamu harus tahu urutannya.¡± ¡°Kamu¨C¨C¨C¨C¡± Samara mengeluarkan selembar cek dari tasnya dan melemparkannya ke hadapan Samantha ¡°Sepuluh miliar ini kukembalikan padamu hari ini.¡± Samara cemberut dan mencibir, ¡°Jangan bicara padaku dengan mulutmu yang mengira uang bisa membeli segnya, kesabaranku terhadapmu tidak pernah baik Samantha tidak menyangka Samara berani mengatainya, dan wajahnya memerah. Samara tidak ingin banyak bicara dengan Borris maupun Samantha. Yang paling dia khawatirkan saat ini adh tubuh Oliver. ¡°Oliver, Olivia ayo ikut denganku.¡± Samara menggendong Oliverlu menoleh pada Olivia yang menangis. Borris memang sudah tua, tapi otoritasnya tidak bisa ditantang. Rotan yang masih dipegang ditangannya diayunkan dengan kuat ke punggung Samara. Samara tidak mengk, dan menerima pukn ini. ¡°Samara....¡± Oliver tidak bisa menahan air matanya, ¡°Kakek buyut, kenapa kamu memukulinya!¡® Samara tersadar, dan berbalik menatap Borris dan Samantha dengan mata memerah ¡°Hari ini, Keluarga Costan sudah membuka mataku.....¡± Seth berkata, Samara membawa Oliver dan Olivia pergi meninggalkan Kediaman Costan tanpa berbalik sekalipun. Samara mengendarai Bentley milik Keluarga Costan karena membawa dua anak kecil Text ? 2024 N?velDrama.Org. Mungkin karena aura pembunuh yang begitu dingin terpancar dari tubuh Samara, membuat tidak ada orang yang berani menghnginya saat itu. Sesampainya di rumah Samara. Javier membuka pintu, dan saat pintu terbuka dia melihat Oliver dan Olivia yang berdiri dibkang Samara. ¡°Ibu, mereka kenapa?¡± Javier mengerutkan bibirnya, ¡°Lalu dia siapa?¡± ¡°Kamu pernah bertemu dengan Olivia.¡± Samara memperkenalkan mereka pada Javier, ¡°Dia adh Oliver, kakaknya Olivia.¡± ¡°Apa? Dia memanggilmu ibu?¡± Oliver yang mendengarnya terkejut, dan merasa hatinya hancur, ¡°Samara,kamu...sudah punya anak?¡± ¡°Iya.¡± Samara tidak berpikir panjang dan mengangguk : ¡°Saya punya dua orang putra, dia bernama Javier, dan satugi Xavier.¡± Mendengar ucapan itu membuat hati Oliver hancur sekaligi. Dia menganggap Samara sebagai pujaan hatinya, dan akan menikahinya seth dewasa nanti, tapi dia tidak menyangka Samara sudah punya anak yang berusia sama dengannya. Mengesalkan! Raut wajah Oliver tidak telu baik. Begitu juga dengan Javier yang kelihatan murung, Javier mengira Asta hanya punya seorang putri, Olivia, namun tidak disangka dia memiliki seorang kakak yang kelihatannya sangat dekat dengan ibunya ini. Untuk sesaat, kedua anakkiki itu saling menatap, dan tidak ada yang mau menerima yangin. Samara teringat luka di tubuh Oliver, dan berkata : ¡°Javier, bawakan kotak obatku kemari.¡± Javier diam ditempat, Samara menyipitkan matanya dan mengngi kembali kata¨Ckatanya dengan sabar. ¡°Baih.¡± Javier akhirnya pergi mengambil kotak obat dengan enggan. Oliver duduk diatas sofa, dan Samara membuka bajunya untuk memeriksa lukanya. Oliver memiliki banyak perhitungan dm hati, awalnya dia merasa sedikit malu dan canggung, namun seth bertemu dengan tatapan Samara yang serius, dia segera mengubur semua itu dm hati. Samara mengangkat bajunya dan baru menyadari ku punggungnya dipenuhi dengan bekas pukn rotan. Segaris demi segaris... Membekas di punggung Oliver yang putih dan mulus. Next Chapter Bab 158 Bab 158 Bab 158 Samara membayangkan ku luka di tubuh Oliver tidah ringan, namun dia tidak menyangka akan separah ini. Melihat luka¨Cluka tu membuat Samara merasakan perih di hatinya. Oliver baru berusia lima tahun. Borris itu sh makan obat apa sehingga tega memukuli cicitnya sendiri sampai seperti ini? Oliver membkangi Samara, tentu dia tidak bisa melihat raut wajahnya yang sedih. ¡°Samara, luka di tubuhku...tidak mengagetkanmu kan? Oliver berkata dengan kepura¨Cpuraan, ¡°Kakek buyutku sudah hampir berusia dpan puluh tahun, seth makan saja dia sudah tidak bertenaga, meskipun kelihatannya parah, tapi lukanya tidak sakit kok.¡± ¡°Jangan keras kep....ku ibumu melihat ini dia pasti akan sakit hati sekali.¡± ¡°Saya tidak punya ibu.¡± Oliver berkata dengan tegas, ¡°Saya dan adik hanya punya ayah, tidak punya ibu.¡± Mendengar ucapan itu membuat Samara kehngan kata¨Ckata. Tidak punya ibu? Apakah ibu kandung Oliver dan Olivia sudah meninggal dunia? Hanya membayangkannya saja sudah membuat rasa sayang Samara terhadap Oliver dan Olivia bertambah dm. ¡°Sudah kubawakan.¡± Javier membawakan kotak obat dengan enggan, namun saat melihat luka di tubuh Oliver dia juga tidak telu senang. ¡°Sayangku, bawh Olivia ke kamarmu dan temani dia bermain.¡± ¡°Baik, Ibu.¡± Javier menggandeng tangan kecil Olivia, ¡°Olivia, ayo ikuti kakak.¡± ¡°Mm hm.¡± Olivia mengikuti Javier dan bermain bersama. Samara mencelupkan kapas ke dm salep khusus yang dia buat dan mengoleskannya di punggung Oliver. ¡°Ssssssh¨C¨C¡ª¡± Anak kecil ini ingin terlihat kuat hingga akhir, namun karena rasa sakitnya tidak tertahankan, dia akhirnya mendesis. ¡°Saya tidak sengaja...¡± Anak kecil itu terlihat serius dan ingin mengembalikan martabatnya, ¡°Saya tidak selemah itu.¡± ¡°Baik, baik!¡± Samara berkata sambil meniup pada luka itu, ¡°Tahan sedikitgi ya, sebentargi selesai.¡± ¡°Samara, sudah kubng, tuan kecil ini tidak kesakitan.¡± ¡°Apa kamu bisa mati ku tidak keras kep?¡± Samara menambahkan kapas, ¡°Ku sakit ya bng saja sakit, ditahan seperti itu juga tidak baik.¡± C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. Anak kecil itu mengigit tangan kecilnyalu terdiam. Saat Samara mengoleskan obat pada lukanya, dia terlihat marah dan arogan. Tapi.... Oliver merasakan kehangatan dm hatinya. Rasa hangat ini, tidak pernah dia rasakan sejakhir. Seth diolesi obat. Samara menarik dan membenarkan baju Oliverlu mi mencari tahu seluk beluk permashan ini. ¡°Oliver, kenapa kakek buyutmu memukulimu hari ini?¡± ¡°Hari ini saya dan adik bertemu dengan Samantha saat png sekh, wanita itu bersikeras menarik adik dan membuat adik menangis karena kesakitan, saya mau melindungi adik, jadi mengigit tangannya hingga berdarah, dan menendangnya hingga jatuh, tidak disangka kakek buyut melihatnya dan menyuruhku minta maaf....¡± ¡°Kamu tidak minta maaf?¡± ¡°Tentu saja tidak.¡± Oliver mengepalkan tangannya dengan erat, ¡°Wanita itu hanya ingin mencoba mendekati saya dan adik, agar ayah kami menyukainya dan menikahinya, saya dan adik tidak akan menerima wanita seperti ini menjadi ibu tiri kami!¡± Saat melihat Samantha berada di Kediaman Costan, Samara sudah menebak ku semua ini terjadi pasti berkaitan dengan Samantha.¡± Tidak disangka.... Kemampuan Samantha masih belum mundur, sekarang bahkan mengipasi api seperti ini. ¡°Kamu tidak sh.¡± Samara membi kep Oliver, ¡°Hari ini kamu sudah melindungi adikmu dengan baik.¡± ¡°Kamu merasa begitu?¡± ¡°Tentu saja.¡± Mata cot Samara tersenyum, namun suaranya sedikit dingin, ¡°san mengapa orang ingin menjadi lebih kuat adh untuk melindungi orang yang mereka sayangi dan orang yang sangat mereka sukai, bukankah begitu?¡± Seth Samara pergi, Kediaman Costan menjadi kacau. Borris merasa dadanya sesak dan tidak berhenti mengelus dadanya sendiri. Dia sudah hidup sma ini, dan ini pertama kalinya ada juniornya yang tidak patuh padanya! ¡°Dia...berani membawa Oliver dan Olivia pergi begitu saja!¡± wajah Borris menjadi marah, ¡°Dia kira dia sedang berbicara dengan siapa, dia sama sekali tidak menganggapku!¡± ¡°Kakek. hati¨Chati kesehatanmu, kesehatanmu adh hal terutama.¡± Dan pada saat itu, Asta berjn masuk dengan cepat. ¡°Kakek, saya tanyakan padamu, kamu baru saja menghukum Oliver dengan memukulinya?¡± mata tajam Asta menatap Borris, dan kemarahan yang besar melintasi matanya. Next Chapter Bab 159 Bab 159 Bab 159 ¡°Benar,¡± Menghadapi pertanyaan dari Asta, Borris juga menjawab denganntang. ¡°Oliver adh cicit kandungku, dia berbuat sh dan tidak mau mengakui keshannya, kenapa saya tidak boleh memukulinya untuk mendidiknya?¡± Borris berjn dengan gemetar ke hadapan Asta dan berkata dengan serius, ¡°Lantas kamu sedang mempertanyakan keputusanku?¡± Mata tajam Asta terlihat dingin dan cahaya di matanya menjadi redup. This is property ? N?velDrama.Org. ¡°Kakek, Oliver adh putraku.¡± Asta menyambut tatapan Borris, ¡°Ku dia berbuat sh, saya bisa mendidiknya sendiri, kedepannya kumohon padamu agar tidak menggunakan caramu mendidik saya dan Alfa untuk mendidik Oliver dan Olivia.¡± ¡°Kamu¨C¨C¨C¨C¡± ¡°Kakek, seharusnya kamu sangat mengerti apa maksudku kan.¡± Asta tidak menggunakan kata¨Ckata kasar, namun setiap kata yang keluar dari mulutnya terdengar sangat keras. ¡°Asta, kebetn Samantha juga ada disini, hari ini ada sesuatu yang sebaiknya kita bicarakan secara terbuka.¡± Borris menunjuk Samantha, ¡°Dia adh orang yang mhirkan Oliver dan Olivia, dan kamu sampai sekarang masih tidak memberinya sebuah status, pria macam apa kamu?¡± ¡°Lima tahunlu, saya hanya menganggap dia sebagai ibu kandung Oliver dan Olivia, saya tidak pernah berjanji memberikan status apapun kepadanya.¡± Perkataan itu. Membuat Borris tersentak. Raut wajah Samantha juga menjadi sangat jelek, lihah, sma lima tahun inh sikap yang slu ditunjukkan Asta kepadanya. Dia js¨Cjs berhasil membuat Asta percaya ku dirinya adh ibu kandung Oliver dan Olivia, kenapa dia bisa bersenang¨Csenang dengan seorang wanita yang sudah mati, namun tidak sudi memberikan kesempatan untuk berbagi satu ranjang dengan dirinya? Js¨Cjs mereka berdua memiliki wajah yang sama percis, sebagian orang bahkan tidak bisa membedakan mereka berdua. Kenapa dia tidak bisa? ¡°Asta, saya...saya sangat tulus pada anak¨Canak!¡± Samantha menangis dan mengeluh, ¡°Saya juga tulus padamu!¡± ¡°Saya tidak peduli.¡± Borris menyaksikan Asta mempekukan Samantha seperti ini, dan tekanan darahnya naikgi. ¡°Ternyata kamu biasanya juga menindas Samantha seperti ini? Wanita sebaik ini bahkan mhirkan anak untukmu, tapi kamu mh tidak menghargainya.¡± Wajah Borris menjadi kaku, ¡°Dan seorang wanita jelek dengan wajah yang penuh bintik¨Cbintik bisa membuatmu terpesona! Lihah dirimu!¡± ¡°Kakek, saya tidak mengizinkanmu mengatainya seperti itu.¡± ¡°Kenapa? Demi dia, kamu bahkan tidak menginginkan kakekmugi?¡± Asta mengepalkan tangannya dengan erat, dan berusaha menenangkan dirinya untuk sesaat sebelum bertanya : ¡°Dimana Oliver dan Olivia?¡± ¡°Dibawa pergi oleh wanita itu.¡± Borris berkata dengan dingin. Mendengar itu Astangsung mngkahkan kakinya keluar. ¡°Kamu mau kemana?¡± ¡°Menjemput Oliver dan Olivia.¡± Borris tidak ingin Asta berhubungangi dengan Samaralu berkata : ¡°Tidak perlu kamu yang jemput, saya bisa menyuruh Kevin yang pergi menjemput mereka.¡± Seth mendengar ucapan itu, Asta tetap berbalik dan mngkahkan kakinya keluar dari Kediaman Costan seh dia tidak mendengarnya. ¡°Asta! Kembali kemari!¡± Borris berteriak marah, namun itu sama sekali tidak mengubah keputusan Asta. ¡°Huhu...bagaimana ini?¡± Samantha menangis tersedu¨Csedu, matanya memerah dan bengkak : ¡°Kakek...saya kh...saya sudah mkukan banyak hal untuk Asta, tapi dia tidak melihat semua itu...¡± ¡°Dasar bodoh, kakek akan membantumu.¡± Borris menepuk pundak Samantha dan merasa sedih, ¡°Asalkan saya masih hidup, saya akan tetap mendukungmu. Asta berjn ke hman dan Michael menghampirinya. ¡°Paman Michael, terima kasih sudah mporkannya padaku dengan segera.¡± ¡°Tuan muda, ini sudah seharusnya sayakukan.¡± Michael berpikir sesaat sebelum akhirnya buka mulut, ¡°Saya tidak mkukan apa¨Capa, sebaliknya Nona Samara.... ¡°Apa yang terjadi pada Samara?¡± Mendengar Michael membahas Samara, Asta seketika menjadi tegang. ¡°Nona Samara demi melindungi Tuan kecil dan Nona Kecil, menerima dua pukn rotan dari Tuan Besar.¡± Pak Michael yang memikirkan kembali adegan itu merasa hatinya tidak tahan, ¡°Saat memukul Oliver, Tuan Besar tidak memukulinya dengan erat dan mengontrol kekuatannya, namun saat memukuli Nona Samara, dia tidak ragu¨Cragu menggunakan kekuatan penuh....¡± Seth mendengar ucapan Michael, wajah Asta menjadi sangat mengerikan. Pada saat ini, angin sepoi¨Csepoi bertiup, dan mengacak¨Cacak rambut Asta. Dia seperti Raja Iblis yang keluar dari Api Abadi di bumi, tubuhnya penuh dengan aura mengancam dan dingin. Next Chapter Bab 160 Bab 160 Bab 160 Javier membawa Olivia kedm kamarnya dan menonton video panda. Olivia memakan puding stroberi dengan patuh, kakinya yang pendek sedikit bergoyang Dia melirik panda besar yang ada diyar komputer,lu melirik Javier yang kelihatan linglung, dia mengerutkan bibirnya dan berkata : ¡°Kamu... kamu sepertinya...tidak telu senang?¡± Javier mengerutkan kening, dan tidak mengatakan apa¨Capa. Dulu dia dan Xavier juga sering merasa cemburu satu samain karena ingin membuat ibu mereka lebih bahagia dengan cara mereka masing masing, sekarang Oliver juga js ingin memonopoli ibu mereka, mana mungkin dia senang! Olivia menyendokkan sesuap puding, dan mengarahkannya ke hadapan Javier. ¡°Senyum...senyum dulu...¡± Javier memang menyiapkan puding untuk Olivia, tapi dia sendiri juga tidak telu suka. Namun, saat melihat Olivia yang meletakkan puding di bibirnya dengan wajah tulus, dia tidak tega mengecewakannya. Dia juga membuka mulutnya, dan memakan puding itu,lu merasa suasana hatinya sedikit membaik. Memang¡ª- Punya adik perempuan akan jauh lebih baik, seperti gumpn kapas, yang imut dan hangat. Tiba waktunya makan mm. Karena dirumah kedatangan Oliver dan Olivia,uk yang sudah disiapkan oleh Javier tidak cukup, jadi dia menambahkan beberapa potong mi instan untuk dimakan bersama. Empat orang itu mengelilingi mi yang panas. Dan melihat tiga anak itu makan hingga wajahnya memerah, Samara merasakan kehangatan yang teramat dm hatinya. Apab sepasang putra putri kembarnya masih hidup, maka pemandangan yang ada dihadapannya sekarang ini mungkin adh rutinitas makan mm setiap harinya. Samara memperhatikan ketiga anak kecil itu makan mi dengan bersemangat, tetapi dia sendiri makan sangat sedikit. Melihat Samara yang tidak menggerakkan sumpitnya. Javier dan Oliver sama¨Csama menjepitkan udang dan meletakkannya pada mangkuk Samara. ¡°Ibu, makah.¡± ¡°Samara, makah.¡± Seth kedua anak kecil itu selesai berbicara, mereka dikejutkan oleh tingkat sinkronisasi satu sama lain, dan kemudian saling memelototi satu samain. ¡°Ibu, makan punyaku.¡± Owned by N?velDrama.Org. ¡°Samara, makan punyaku.¡± Melihat antusiasme dari kedua anak itu, Samara diam¨Cdiam mengambil dua ekor udang yang ada didm mangkoknya, dan memindahkannya ke dm mulutnya. Dia, seorang orang dewasa berusia 24 tahun menjadi bahan rebutan dua anak berusia 5 tahun, membuatnya sedikit merasa bersh. Tapi¡ª- Kedua anak kecil ini tidak berhenti sampai disana, mereka masih bersaing secara pribadi. Seth memasukkan udang ke dm mangkuk Samara, mereka mi menambahkan daging suwir, dan kemudian sayuran, seh¨Ch dia harus memutuskan pemenangnya. Samara awalnya tidak mengatakan apapun dan memakannya. Tetapi seth melihatuk yang ada di mangkuknya menjadi semakin tinggi dan semakin tinggi, dia akhirnya tidak tahangi dan berkata, ¡°Javier, Oliver, cukup!¡± Javier dan Oliver tidak saling menyukai, dan tidak ada yang mau menundukkan kep mereka terlebih dulu. ¡°Kalian berdua, kemari.¡± Dua anak itu tidak bergerak. ¡°Kalian yakin....¡± Samara menarik kalimatnya dengan panjang, ¡°Tidak mau mendengarkan ucapanku?¡± Seketika itu, Javier dan Oliver bergegas menghampiri sisi Samara. Samara meraih tangan Javier,lu meraih tangan Oliver dan menymkan kedua tangan mungil itu. ¡°Mi sekarang kalian berdua harus berjabat tangan.¡± Samara tersenyum muram, ¡°Seth satu jam baru boleh dilepas, siapa yang melepasnya terlebih dulu, dia akan kh, dan yang kh tidak akan boleh berbicaragi denganku.¡± Javier dan Oliver baru ingin melepaskan tangan mereka. Namun seth mendengar ucapan Samara, mereka tidak berani melepasnya, sebaliknya, mereka menjabat tangan satu samain dengan erat. Dua anak kecil itu merasa frustasi, wajah tembem berwarna merah muda mereka berkerut karena marah. Namun apa yang bisa merekakukan? Mereka tidak takut untuk berkhi, tapi mereka takut Samara tidak mau menghiraukan merekagi. Jabat saja! Lagip hanya satu jam, jabat saja. Melihat ekspresi sedih dari dua pria kecil itu, membuat Samara tertawa kecil. ¡°Ting tong¡ª¨C¡± Bel pintu berbunyi, dan Samara bergegas membuka pintu. Saat pintu terbuka. Dia melihat wajah seorang pria yang sangat dingin, senyuman di wajah Samara seketika juga membeku. ¡°Kamu... kenapa kemari?¡± Next Chapter Bab 161 Bab 161 Bab 161 Asta mengenakan kemeja hitam, dan wajah tampannya terlihat cemas. Mata tajam pria itu menatap lurus kearahnya, dan mungkin karena datang dengan buru¨Cburu, nafasnya terengah¨Cengah. Mata cot Samara dilintasi peringatan. ¡°Kamu datang untuk memintaku mengakui keshan kan?¡± Samara berkata dengan terpojok, ¡°Kamu menangkapku tidak apa¨Capa, tapi kamu tidak boleh menghukum Oliver dan Oliviagi!¡± Asta tercengang Dia mengangkat tangannya dengan tinggi. Samara tahu betapa kuatnya Asta, ku dia ingin menghkannya, dirinya pasti tidak akan bisa mengk. Dan saat dia menutup matanya dan bersiap menerima pukn itu, rasa sakit yang dia kira akan dirasakan di wajahnya tidak terasa, sebaliknya ada kekuatan yang menarik pinggangnya dan membuatnya jatuh ke dm pelukannya. ¡°Siapa yang bng saya mau memukulmu?¡± Asta bergumam, ¡°Saya...saya mana mungkin tega memukulmu?¡± Detik berikutnya, Samara hanya merasakan hatinya tercengang. Borris juga merupakan karakter yang berkuasa di masa mudanya. Dia membawa Olivia dan Oliver pergi karena kesal dan marah, namun seth menenangkan dirinya dia juga diam¨Cdiam memikirkan akibat yang harus ditanggungnya. Ku Keluarga Costan benar¨Cbenar ingin mwannya, maka pasukan sebanyak apa yang harus dia kerahkan untuk bisa membuat mash ini tenang. Dia memikirkan banyak kekacauan yang mungkin terjadi. Dia memikirkan ku dia mungkin akan dipermalukan, namun dia tidak menyangka Asta akan memeluknya. Dia sangat tenang, tapi dia takut menjadi serakah. Asta, apa dia benar¨Cbenar miliknya? Samara termenung dan ingin mendorong Asta, namun dia mh memeluknya lebih eratgi dan tidak berniat melepaskan pelukannya. ¡°Ayah, kenapa kamu kemari?¡± Oliver yang mendengar ada suara di pintu berjn menghampiri sambil menggandeng tangan Javier. Mengingat ku disisinya masih ada tiga orang anak kecil... Samara seperti orang yang mkukan keshan dan buru¨Cburu melepaskan pelukan Asta. Asta merasakan kelembutan di lengannya tiba¨Ctiba menghng, dan menatap Oliver dengan sedikit lebih dingin. Oliver menyusutkan lehernya. Hm, jangan kira dia hanya anak berusia 5 tahun dan tidak menyadari ku ayahnya ini juga menyukai Samara sama seperti dirinya. ¡°Kamu sudah membuat kekacauan, dan meninggalkan sampahnya untuk kubereskan.¡± ¡°Siapa suruh kamu itu ayahku?¡± Oliver sangat cemberut, ¡°Lagip...saya tidak membuat kekacauan hari ini, kakek buyut sudah pikun, dan mendengarkan wanita jahat itu sepenuhnya, dia bahkan tidak percaya pada Owned by N?velDrama.Org. saya cicit kandungnya sendiri!¡± Samara tidak mengundang Asta masuk, jadi dia masuk sendiri. Dan saat dia masuk kedm, dua orang dewasa dan tiga orang anak¨Canak itu memadati ruang tamu yang sem luas. Asta melihat Oliver yang sudah punya energi untuk membantah menebak ku Samara pasti sudah mengobatinya. Tatapannya jatuh pada Samara. Samara yang ditatap merasa canggung : ¡°Untuk apa kamu menatapku?¡± Wajah Asta menegang : ¡°Ada yang harus saya bicarakan berdua denganmu.¡± Samara tidak heran, memikirkan mash ini wu Asta yang muncul juga memerlukan sebuah penjsan. ¡°Baik.¡± Dia mengangguk. Asta baru hendak masuk kekamar untuk berbincang dengan Samara, dan menemukan ada tiga gumpn kecil yang mengelilingi kakinya. Oliver dan Javier menarik ujung bajunya dari kiri dan kanan, tidak lupa mereka tetap bergandengan tangan. Olivia duduk diatasntai dan memeluk kakinya dengan matanya yang memerah, sambil menggelengkan kepnya. ¡°Kalian....¡± Oliver : ¡°Jangan mempersulit Samara.¡± Javier : ¡°Ku kamu berani menindas ibuku, saya tidak akan melepaskanmu.¡± Olivia tidak bisa berbicara denganncar, jadi dia hanya menangis, air mata terus jatuh dari mata btnya itu, sangat kasihan. Asta mengernyitkan keningnya dengan erat. ¡°Lepaskan.¡± Tiga anak itu tetap tidak mau melepaskan. Samara mengh nafas ringan : ¡°Kalian lepaskan saja, jangan khawatir, dia hanya ingin berbicara denganku, kalian semua ada disini, ku dia mau memukulku dia juga tidak akan memilih saat seperti sekarang ini.¡± Tiga anak yang mendengar itu melepaskan tangan mereka dengan patuh. Asta memang tidak heran pada Olivia dan Oliver yang begitu menyukainya, tapi dia tidak menyangka ketergantungan itu jauh lebih dm dari yang dia kira. Seth masuk ke kamar. Asta berkata dengan dingin : ¡°Samara, lepaskan bajumu.¡± Next Chapter Bab 162 Bab 162 Bab 162 Samara tercengang. Saat dia tertegun dan terpaku, Asta sudah menarik tubuhnya ke hadapannya. Dia baru ingin mwan, namun kancing kemejanya sudah dilepaskan olehnya satu per satu.... Kulit putih mulusnya terpampang dihadapan pria itu, dan merangsang saraf penglihatannya. Mata tajamnya yang hitam menatap dirinya dengan panas, jari¨Cjari rampingnya melepaskan seluruh pakainnya dan membuat Samara tidak tahu harus berbuat apa. ¡°Asta, dasar bajingan!¡± ¡°Iya.¡± Asta menjawab dengan nada rendah. Dan saat Samara mengira Asta akan bertindak padanya, tubuhnya mh dibalik dan punggungnya menghadap pada Asta. Asta mengelus bekas luka di punggung Samara. Satu bekas pukn yang sedikit lebih ringan... Dan satu bekas pukn yang membiru dan mengejutkan orang.... Ini mungkin pukn Borris yang menggunakan seluruh kekuatannya seperti yang dikatakan oleh Paman Michael tadi. Jarinya yang kasar dan hangat mendarat di punggung Samara yang dingin, membuat Samara bergidik. Suara Asta rendah dan serak, seh¨Ch dia sangat tertekan : ¡°Bagaimanapun Oliver adh cicit kandung kakek, dia tidak akan memukulinya dengan sadis, untuk apa kamu begak pawan?¡± Samara membkangi Asta, dan merapat ke dinding. Dia tidak mengenakan atasannya, dan seh sedang menempel pada dinding es. Memikirkan ku Asta memeriksa lukanya dm postur yang memalukan, dia tidak bisa menahan rona merah di wajahnya dan berkata dengan marah : ¡°Ku mau memeriksa luka apa bisa tidak melepas pakaianku sesuka hatimu?¡± Mata tajam Asta menatap luka di punggung Samara dengan berapi¨Capi, dan pada akhirnya dia menahan detakan jantungnya. ¡°Mana ada wanita sepertimu? Ku saya tidak melepaskan bajumu yang menghngi, maka lukamu akan semakin parah.¡± ¡°Tapi kamu juga tidak boleh seenaknya terhadapku!¡± Asta mendekatkan bibirnya pada telinga Samara. ¡°Saya tidak bersikap seenaknya, saya hanya bersikap seenaknya denganmu seorang.¡± Owned by N?velDrama.Org. Pada akhirnya Asta melepaskan Samara, tapi bajunya masih belum dikenakan. Asta menendang kemeja itu, dan menggendong Samara ke ranjang besarnya, menelungkupkannya, dan mengoleskan obat padanya. Samara tidak ingin dibantai oleh Asta seperti ini,lu bersikeras berkata : ¡°Asta, saya bisa mengoleskannya sendiri.¡± ¡°Mengoles apa? Punggungmu tidak punya mata.¡± Asta mengambil salep yang diracik Samara, mencelupkan ujung jarinya dan mi mengoleskan obat itu pada lukanya. Asta sudah tahu sejakma ku Samara bisa menahan rasa sakit. Bisa dilihat ku dia sudah memiliki pengman, namun setiap kali melihatnya seperti ini dia merasa sangat sakit hati. Dia mengoleskan obat pada luka Samara dengan sangat fokus, sedangkan Samara yang sedang dioleskan salep merasa sangat tidak nyaman. Tempat dimana Asta mengoleskan salep dengan ujung jarinya terasa dingin dan juga panas, seperti di gigit oleh ribuan semut dengan ringan. Asta juga tidak jauh lebih baik, rasa sakit hatinya sekarang berganti menjadi hasrat. Yang semakin parah.... Nafas kedua orang itu menjadi sangat berat, dan tidak berhenti menguji ambang batas terbawah mereka. ¡°Sudah selesai.¡± ¡°Terima kasih.¡± Samara bersusah payah melewati situasi canggung itu, tapi dia lupa pada keadaannya sendiri. Dia berbalik, dan membuat tatapan Asta menjadi panas, seketika itu diangsung menekan tubuh Samara dibawah, seperti seekor serig. ¡°Asta, kamu...¡± ¡°Terima kasih?¡± Asta merendahkan suaranya, ¡°Bagaimana caramu berterima kasih padaku?¡± ¡°Kamu yang mengoleskan obat itu atas kemauan sendiri, saya tidak memohon padamu.¡± Samara merasa wajahnya semakin panas, ¡°Lepaskan... anak¨Canak masih diluar!¡± Asta sangat ingin mencium bibirnya ini dengan ganas, tetapi memikirkan bahwa ini bukan waktu yang tepat, dia menekan nafsunya dan melepaskannya. Samara terluka. Dia masih agak khawatir. Ku tidak, dia pasti akan menciumnya dengan ganas. Samara mengambil atasannya dan memakainya, dia mengira Asta akan merundingkan mash mm ini dengannya, tapi ternyata tidak. Dia tidak bisa menahan diri dan bertanya : ¡°Asta, benar atau sh, saya percaya di sisi kakekmu....juga memerlukan penjsan kan?¡± ¡°Tidak perlu menjskan apapun.¡± Asta meraih dagunya, ¡°Dia mencari keadn untuk orangnya, dan saya sendiri juga akan mkukan hal yang sama untuk orangku. Ku dia bukan kakekku, maka saya pasti akan membuatnya membayar seratus kali lipat atas apa yang diakukan padamu... Bab 163 Bab 163 Bab 163 Suara Asta sedingin sungai yang dingin, tanpa suhu sedikitpun. Ada cahaya gp melonjak di matanya, dan setiap kata seperti gumaman setan. Samara tiba-tiba mendapat ilusi. Dia sepertinya benar-benar¡­.. wanita yang Asta sembunyikan di ujung hatinya. ¡° Javier dan yanginnya pasti masih mengkhawatirkanku, saya akan keluar dulu agar mereka tidak khawatir.¡± Samara memalingkan wajahnya dan mrikan diri. Asta menatapnya Dia masih mencoba mrikan diri, tapi dia tidak akan melepaskannya sampai mati. Saat Samara membuka pintu, dia melihat tiga anak kecil berdiri di ruang tamu dengan ragu-ragu, dan merasa lega ketika dia keluar tanpa cedera. Melihat kkuan tiga anak itu, dia tidak bisa menahan tawanya. Tiga anak kecil ditemani satu orang dewasa mendengarkan Samara membaca buku cerita Ketiga lki kecil itu memiliki IQ tinggi, dan buku-buku yang biasanya mereka suka baca sangat berbeda. Tetapi ketika Samara membaca cerita ¡°Putri Laut¡±, ketiga pasang telinga kecil itu terangkat, mendengarkan dengan sangat serius. Asta bersandar ke dinding, menyaksikan pemandangan di depannya. Di bawah cahaya oranye, dia tersenyum dan menceritakan kisah putri duyung kecil yang berubah menjadi gelembung untuk sang pangeran. Semuanya js-js terlihat sangat hangat, tetapi dia bisa merasakan bahwa hatinya slu terlihat diselimutipisan kesedihan. Samara tepat di depannya, tapi dia tidak pernah merasa memilikinya. Bar Luxe. Samantha duduk di kursi, dan minum sendirian dengan panik. Asta tidak pernah kekurangan wanita di sisinya, tapi dia adh ¡®ibu kandung dari Oliver dan Olivia, dan dengan ¡®hubungan¡¯ mereka pada mm itu, dia mengira dia akan menjadi Nyonya Keluarga Costan cepat ataumbat. Tapi¡ª- Ada Samara si wanita jelek ini! Meskipun kecantikannya tidak sebanding dengan yang meninggal lima tahunlu, tapi Asta dan sepasang anak kembar itu sangat menyukainya, ini adh ancaman yang besar baginyaC0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. ¡°Samantha, suasana hatimu sedang buruk ya?¡± terdengar suara Diana, istrinya Willis. ¡°Benar!¡± Diana menykan rokok untuk dirinya sendirilu berkata : ¡°Sepertinya kita berada di situasi yang sama! Entah apa yang dipikirkan oleh ayah mertuaku itu! Aset keluarga Gandhi tidak diwariskan kepada yang bermarga Gandhi, mh diberikan kepada orangin!¡± ¡°Apa?¡± Samantha yang mendengarnya kaget : ¡°Kenapa Tuan Firman seperti itu?¡± ¡°Kenapa tidak bisa? Tua bangka itu, lebih memilih mewariskan warisannya pada Samara dibandingkan kepada kami.¡± Diana menggertakkan giginya, ¡°Kami memang tidak lebih berharga dibandingkan dengan cucu tertuanya, tapi darah lebih kental dari air, bagaimanapun kami harusnya lebih berharga dibandingkan dengan orang asing kan?¡± Samantha memang mabuk, tapi dia bisa mendengarkan nama itu dengan js. Samara? Diagi! Emma mengatakan ku dia memiliki hubungan yang tidak biasa dengan Jonas, sepertinya memang benar. Awalnya dia ingin mencabut Samara yang bagaikan duri di matanya, namun sepertinya sekarang tidak perlu dia yang turun tangan. ¡°Kak Diana, kamu sudah menikah dengan Keluarga Gandhi sma bertahun-tahun, tidak dipuji mh ditindas, Tuan Firman benar-benar keteluan.¡± ¡°Sayang sekali membunuhnya pun tidak ada gunanya, dm wasiat sudah tertulis ku dia meninggal, maka bagiannya akan dibagikan kepada yayasan amal!¡± Diana merasa sakit hati saat memikirkan itu. ¡°Tuan Firman masih hidup, apa wasiatnya beku?¡± Samantha menopang kepnya dengan satu tangan dan tersenyum licik, ¡°Ku dia mati di depan Tuan Firman, bukankah mashnya sudah selesai?¡± Mata Diana berbinar atas saran Samantha. Kenapa dia tidak memikirkan ide bagus ini. Meskipun bagian Samara tidak sebanyak bagian Jonas, tetap saja itu adh daging gemuk, ku bisa dimuntahkan dan dibagi bersama itu adh hal baik. ¡°Samantha, kamu adh orang yang cantik dan pintar.¡± ¡°Kak Diana, kamu melebih-lebihkan.¡± Samantha menyesap anggur dan berkata sambil tersenyum, ¡°Saya hanya berkata asal-asal. Saya tidak tahu apakah saya bisa membantumu?¡± ¡°Kamu telu merendah.¡± Diana mencubit wajah kecil Samantha. ¡°Kulitmu sangat bagus sehingga membuat orang iri. Tidak heran Asta sangat terobsesi padamu.¡± ¡°Mana ada?¡± ¡°Masih merahasiakannya dariku, bukankah kamu mhirkan sepasang anak kembar itu untuknya?¡± Samantha meminum anggur dan tersenyum, tetapi pikirannya mi memperhitungkan hari kematian Samara. Next Chapter Bab 164 Bab 164 Bab 164 Mm harinya. Oliver dan Olivia menginap di rumah Samara. Xavier masih syuting diluar kota, dan kamar Javier cukup besar, jadi Javier dan Oliver tidur sekamar, dan Olivia tidur di kamar Xavier. Samara mengira ku Asta tidak akan map. ¡± Tapi seth mm semakinrut, Asta juga tidak terlihat berniat png, dia bahkan meminta Wilson untuk membawakan dokumen yang sedang dia tangani, serta baju ganti. Menghadapi Asta si tamu tak diundang, Samara berkata dengan ms : ¡°Tidak ada kamarin, kamu bisa tidur di sofa.¡± Wilson merasa kasihan pada Tuannya, dan ingin berkata : ¡°Nona Samara, Anda¡­ Namun belum sempat Wilson menyelesaikan perkataannya, Asta sudah meny : ¡°Tidak perlu omonganmu, dengarkan saja dia.¡± Wilson tahu ku keputusannya untuk buka mulut adh hal yang sh, dia tahu ku Asta sudah memanjakan Samara sejakma, bukan satu dua hari, jadi dia hanya bisa meletakkan pakaian itu di sofa dengan patuh,lu pergi. Owned by N?velDrama.Org. Samara mandilu kembali ke kamarnya. Dia ingin menutup pintu tetapi menemukan bahwa kunci di kamar tidur tampaknya sedikit berkarat dan tidak dapat dikunci dengan baik. Berpikir bahwa masih ada tiga anak kecil di rumah, Asta seharusnya tidak akan mkukan sesuatu yang luar biasa di tengah mm, bukan? Tanpa berpikir telu banyak, Samara mematikanmpu di samping tempat tidur dan tidur dengan tenang. Tengah mm. Samara tidur nyenyak dan merasa dirinya masuk ke dm pelukan hangat dan nyaman. Dia belum pernah tidur dengan siapa pun sejak ibunya meninggal. Mm itu sedikit dingin, dan pelukan ini telu lembut dan hangat. Merasa dipeluk saja tidak nyaman, Samara membalikkan tubuhnya,lu kaki dan tangannya juga melingkar pada orang yang memeluknya itu. ¡°Kamu ¡­jangan bergerak¡­.¡± Samara bergumam dm mimpinya, ¡°Biarkan saya memelukmu sebentar.¡± Tubuh Asta menegang seketika, dirinya tidak pernah mengira bahwa dia akan begitu aktif ketika dia tertidur. Dia tidak bergerak, tetapi darah di tubuhnya tiba-tiba mendidih karena merasakan nafasnya yang hangat, dan tidak berhenti menn ludahnya. Wanita itu mendengkur kecil, mulutnya sedikit terbuka dan bulu matanya bergerak gerak, membuatnya terlihat seperti seorang peri yang jatuh daringit. Dia yang ada dihadapannya¡­. Keinginan dan kepolosan, menarik-narik sanubarinya dengan keras. Asta merasa tertekan, tapi tubuhnya seperti papan t besi. Samara juga merasa sesuatu yang memeluknya itu semakinma semakin erat dan keras,lu membuka matanya. Dan saat dia menyadari ku dia memeluk Asta dengan erat, dia terkejut dan hampir berteriak, namun dia segera menenggmkan teriakannya dengan menyegel bibirnya. Asta awalnya ingin mengunakan bibirnya untuk menutupi suara teriakannya. Tapi¡ª- Hasrat Asta yang tertahan meledak saat dia menyentuh bibirnya. Disegel dengan ciuman. Dia benar-benar menggunakan ciuman yang panas dan ganas untuk mengubah teriakan Samara menjadi tangisan yang memalukan. Seth sesaat, Asta baru melepaskannya. Samara tersentak dan bertanya : ¡°Kamu¡­ kenapa kamu mkukan ini?¡± ¡°Ku tidak begini, apa kamu ingin teriakanmu membangunkan Olivia Oliver dan Javier?¡± Asta menunjukkan wajah saya mkukan ini demi kamu, suaranya terdengar ms. Samara mengigit bibirnya. ¡°Ku kamu tidak naik ke ranjangku, saya mana mungkin¡­.¡± ¡°Sofanya telu keras.¡± Asta menarik Samara ke pelukannya dengan hati-hati, ¡°Saya tidak terbiasa, saya ingin tidur denganmu.¡± Bagaimanapun dia adh kep keluarga Keluarga Costan! Dia bisa dibng adh pria nomor satu dm perekonomian nasional di seluruh negara ini¡­ kenapa dihadapannya dia menjadi sangat tidak tahu malu? Samara kesal, dia hanya merasa bahwa dia semakin terbiasa dengan pelukannya, semakin terbiasa dengan ciumannya, semakin terbiasa dengan kepemilikannya yang mendominasi. Jatuh berarti kehngan kendali. Samara takut ku dia akan kehngan kendali, tapi dia juga tidak tahu bagaimana caranya lepas dari jeratan Asta. ¡°Asta, jangan ganggu saya.¡± ¡°Kamu jaga saja kepolosanmu, dan saya akan mengganggu apa yang ingin ku ganggu.¡± Asta tersenyum ringan, ¡°Saya berjanji, saya tidak akan mencuringkah denganmu sampai kamu bersedia ¡­¡± Samara mengigit bibirnya. Kepolosan? Bagaimana dia bisa memiliki kepolosan saat dipeluk seperti ini olehnya? Next Chapter Bab 165 Bab 165 Bab 165 Membkangi Asta membuat Samara merasa jantungnya berdebar kencang. Dia merasa kesal dan menggerakkan tubuhnya, namun itu dibs dengan pelukan yang melingkar semakin erat pada pinggangnya. ¡°Menunggumu bersedia adh satu hal¡­.¡± Suara Asta serak, ¡°Namun ku kamu bermain api sembarangan, maka kamu harus bertanggung jawab untuk memadamkan api itu sendiri.¡± ¡°Saya tidak bermain api.¡± ¡°Sebaiknya begitu.¡± Asta memeluk wanita itu dengan erat, bibir tipisnya mencium rambutnya, ¡°Tidurh, smat mm.¡± Samara memejamkan matanya dan memaksa dirinya untuk tertidur dm posisi ini. Dia berpikir ku dia akan insomnia mm ini, tetapi ternyata dia tidur dengan nyenyak. Saat bangun Samara tidak menemukan orang di sisinya. Dia menggosok matanya yang mengantuk, berjn keluar dari kamar tidur, dan mendengar suara kopi sedang dibuat dari arah dapur. ¡°Sayangku¡­smat pagi ¨C¡± Dia berjn ke dapur dengan keadaan setengah sadar. Bibir Asta sedikit melengkung: ¡°Smat pagi.¡± Mata Samara memblak dan segera menjskan : ¡°Kamu? Saya kira Javier sedang berada di dapur, yang kupanggil sayangku itu dia, bukan kamu.¡± ¡°Apa saya mengatakan sesuatu?¡± Samara merasa malu, dia tahu ku otak Asta sangat pintar, dia tidak bisa memanfaatkannya, dirinya tidak dimanfaatkan olehnya saja sudah sangat bersyukur. ¡°Dimana Javier dan yanginnya? Kenapa saya tidak melihat mereka?¡± Asta menuangkan air mendidih ke dm teko kopi, dan menyeduh secangkir kopi hitam, sambil menjskannya kepada Samara saat dia menyeduh. ¡°Prosedur transfer Javier th selesai, dan saya baru saja meminta Wilson untuk mengantarkan mereka ke taman kanak-kanak bersama.¡± ¡°Bagaimana denganmu?¡± Samara melirik jam di dinding, waktu sudahma belu dari jam masuk kerja normal. ¡°Menunggumu.¡± ¡°Saya?¡± Samara kebingungan. ¡°Saya akan mengoles obat pada lukamugi,lu berangkat kerja.¡± Samara yang teringat adegan Asta membantunya mengoles obat kemarin seketika merasa kulit kepnya mati rasa : ¡°Asta, tidak perlu merepotkanmu, saya bisa mkukannya sendiri.¡± Asta menyesap kopinya dengan ringan, mata tajamnya sedikit terangkat, dan ada senyum muluk di sudut bibirnya. ¡°Inisiatif, atau mau dilucuti, kamu pilih sendiri?¡± ¡°Dilucuti?¡± Akan telu memalukan b menunggu pakaiannya dilucuti oleh Asta. Saat kemeja itu dilepas Asta, dua kancingnya sampai robek. Samara tahu bahwa dia bukanwan Asta, jadi dia hanya bisa bergumam : ¡°Saya akan melepasnya sendiri.¡± Di kamar tidur, Samara mengangkat pakaiannya dan menunjukkan punggungnya di mana dia dipukuli dengan rotan. Seth dipukuli oleh kakeknya, sekarang cucunya datang membantunya mengoles obat, nasib seperti apa ini? Asta membantu Samara mengoleskan salep. Dengan pengman sebelumnya, Asta takut ku dirinya akan kembali terjatuh dan tersiksa oleh pemandangan yang bisa dilihat tapi tidak bisa dimiliki olehnya, jadi kecepatannya dm mengolesi luka juga bertambah cepat. Asta dan Samara tidak berkata apa-apa, namun kedua jantung mereka sudah berdetak dengan sangat kencang. OOOO Asta berangkat kerja, dan Samara beres-beres dan bersiap pergi ke Unit Kejahatan Berat untuk menyelidiki kasus. Sin menyelidiki kasus, bkangan ini Samara juga sedang merawat Raisa, ada dua macam obat yang sangat penting dm referensi obat Raisa. Dia th meminta Timotius untuk mencari dan menemukannya. Tapi¡­.. Namun satugi, Buah Darah Naga masih belum ditemukan. Buah Darah Naga, seperti namanya yang seterang darah naga dan sama berharganya dengan darah naga. ¡°¡±Timothy, tolong bantu saya temukan berita tentang buah darah naga.¡± Samara menginstruksikan kepada Timothy, ¡°Saya sudah berjanji pada Nicky, berapa pun harganya, saya harus mendapatkannya.¡± ¡°Bos, saya mengerti.¡± Seth menutup panggn Timothy, Samara keluar dari gedung Unit Kejahatan Berat. Dia memanggil taksi, seorang pria mengenakan topi hitam mengendarai taksi dan berhenti di hadapannya. Samara jarang menemukan supir taksi yang mengenakan topi, jadi dia terus meliriknya. ¡°Mau kemana? Samara memberitahukan tempat tujuannya,lu dia berencana mengirimi Timothy dan Peter email. Namun seth dilihat-lihat, dia merasa ku tulisan dmyar ponselnya bergoyang dan menjadi kabur, kepnya juga terasa semakin berat. TU 32 Sal, 3 Sept Text ? 2024 N?velDrama.Org. Empat bayi kembar : ¡­ Next Chapter Bab 166 Bab 166 Bab 166 Kenapa bisa seperti ini? Samara menopang dirinya, melihat ke arah kursi pengemudi, danngsung memastikan bahwa ada yang sh dengan taksi ini. Siapa yang sedang menyerangnya? Owned by N?velDrama.Org. Sma bertahun-tahun, dia mencoba yang terbaik untuk menjaga dirinya tetap rendah hati, dan tidak menyangka ku dia akan menarik perhatian orangin. ¡°Wanita jelek tidak perlu berjuanggi¡­ ini adh obat bius khusus, sekuat apapun kamu berjuang tidak aka nada gunanya¡­ Tangan kecil Samara diam-diam menyelinap ke suatu tempat di pahanya,lu mengeluarkan sebuah pil putih dan memasukkannya ke dm mulut sebelum dia kehngan kesadaran. Diikuti dengan suara ¡°Buk¡ª-¡°. Kekuatan Samara terkuras habis, dia terki di kursi penumpang dan mata cotnya tertutup rapat. Mendengar ada suara di kursi bkang, orang yang duduk di kursi pengemudi melepaskan topinya dan menampakkan wajahnya yang sangar. Dia membuat panggn menggunakan koneksi bluetooth, dan telepon tersambung. ¡°Nyonya, semua berjn denganncar disini, wanita itu sudah tertidur bagaikan babi mati¡­.¡± ¡°Saya akan membuat wanita ini menghng dari dunia, tentu saja kamu harus menepati janjimu, bagianku dan saudara-saudaraku tidak boleh kurang satu sen pun.¡± ¡°Nyonya, jangan khawatir, saya tidak akan mkukan keshan sekecil apapun.¡± Pria itu melirik dari kaca spion dan memeriksa wajah Samara dengan hati-hati. Awalnya saat dia mendapat tugas dari Diana untuk menculik seorang wanita, dia mengira wanita itu pasti wanita cantik yang bisa dia mainkan bersama saudara saudaranya sebelum dibunuh, namun tidak disangka wajah wanita ini sangat jelek dan penuh bintik-bintik, membuat nafsunya menghng. Karena tidak bisa dimainkan, maka dia akan membunuhnyangsung. Taksi samaran itu terus mju hingga ke tepi Sungai Sembn di Kota Metro. Seth mencapai garis sungai, mobil itu pun berhenti. Pintu barisan bkang dibuka, dan dua orang pria menarik Samara keluar dari kursi penumpanglu melemparnya di tanah yang lembab dan berjamur seperti sebuah karung pasir. ¡°Apa tangan dan kaki wanita ini perlu diikat?¡± Sh seorang pria itu bertanya. ¡°Untuk apa diikat? Menghabiskan tenaga saja.¡± Pria yang tadi mengemudi menykan sebatang rokok dan memasukkannya kedm mulut, ¡°Wanita ini sudah pingsan seperti ini, dibangunkan pun tangan dan kakinya tidak akan memiliki tenaga. Nantingsung lemparkan ke sungai, wupun dia tenggm dan tersadar, apa kamu kira dia akan memiliki tenaga untuk berenang kembali?¡± ¡°Benar juga.¡± Beberapa pria juga mengangguk setuju. Seth sebatang rokoknya habis, pria itu membuang puntung rokoknya di tanah dan memadamkan apinya dengan sepatu kulit murahannya. ¡°Sudah, ayo cepat selesaikan agar bisa lebih cepat mendapatkan bayaran, nanti saat saya melemparkannya kedm sungai, ingat direkam.¡± ¡°Baik.¡± Pria itu menepuk-nepuk wajah Samara. Samara tidak merespon, bahkan kelopak matanya juga tidak bergerak. ¡°Sepertinya efek obat bius ini bagus juga,in kali boleh di beli agak banyak.¡± Seth memastikan Samara masih pingsan, pria itu menarik lengannya dan melemparkannya ke dm sungai yang gp di mm hari. ¡°Byurr¡ª-¡± suara seseorang yang dilemparkan kedm air disusul dengan percikan percikan air yang besar. Tanpa pewanan, diangsung tenggm kedm sungai. Beberapa pria ini juga sudah berpengman, mereka tidakngsung pergi dan berdiri di tepi sungai sma beberapa menit. Tidak bernafas sma beberapa menit sudah cukup untuk membuat seorang dewasa mati tenggm. ¡°Wanita jelek ini pasti sudah mati.¡± Pria itu melihat tugasnya sudah selesai, dan mengangkat tangannya, ¡°Ayo pergi, bersihkan bagian bagasi mobil dan bersiap untuk mengambil bayaranlu kabur.¡± ¡°Baik!¡± Beberapa pria itu saling menatap dan sangat puas dengan penyelesaian tugas mereka. Sekelompok orang itu memasuki dua mobil, dan mju pergi di tengah kegpan. Hanya saja¡ª Serangkaian gelembung kecil mi terlihat di tepi sungai yang berkuan. Pada saat bersamaan. Javier yang sedang duduk didepan komputer melihat peringatan berwarna merah muncul dan membuatnya bagaikan disambar petir. Bagaimana bisa? Kenapa posisi GPS ibu mengarah dari tempat kerjanya menuju ke tepi sungai,lu menghng Dan posisi terakhir yang terekam sebelum menghng¡­ada didm sungai! Bab 167 Bab 167 Bab 167 Peringatan di komputernya masih terus meny, dan tangan kaki mungil Javier sudah membeku bagaikan es. Untuk membuat posisi GPS ibunya lebih akurat, dia sudah memasang sistem pengenn lokasi sebelumnya di ponsel dan gng pintar ibunya. Sekarang kedua pemancar tidakgi mentransmisikan sinyal, mungkin karena pertan ini jatuh kedm air sehingga menjadi rusak. Ibu baik-baik saja, kenapa dia harus melompat kedm sungai? Kening kecilnya mengernyit, dan segera menelpon Samara, dan menyadari ku nomornya tidak bisa dihubungi, Tidak! Pasti sesuatu th terjadi pada ibu! Sekarang yang tahu ku ibunya tenggm hanya dirinya, dia harus memikirkan cara untuk menymatkan ibunya. Si kecil memiliki ide di hatinya sekarang, tetapi kecemasannya masih menarik hatinya seperti cakar yang tajam, sekarang sudah mm, dan sungai sedang pasang, air nya sangat deras, posisi ibu yang jatuh kedm air mungkin saja¡­¡­ Javier mengepalkan tangannya dengan erat, dia memikirkan sangat banyak kemungkinan dm hatinya. Tidak mungkin, tidak mungkin, ibunya adh orang yang beruntung, tidak mungkin terjadi apa-apa. Grup Costan. Asta dan Alfa sedang membicarakan mash Samara. Alfa menyesap teh Pu¡¯er dan berkata : ¡°Kak, saya dengar Samara membuat kakek sangat kesal! Orang yang berani membuatnya seperti itu, hanya beberapa yang masih hidup hingga saat ini.¡± ¡°Lalu?¡± Asta membalikkan dokumen, dia bahkan tidak mengangkat kepnya. Alfa awalnya ingin bertanya pendapat Asta, tapi dia tersedak saat mendapatkan jawaban yang tidak dibayangkan olehnya. ¡°Bagaimana kamu akan menghadapi kakek?¡± ¡°Tidak mash apab dia mendidik Oliver dengan hukuman fisik, tapi dia tidak seharusnya memukul Samara.¡± Asta mengangkat mata tajamnya, ¡°Saya masih menganggapnya sebagai tetuaku, dan tidak ingin memikirkan mash inigi.¡± Alfa yang mendengarnya kembali tercengang. Saat Kakek membuat keputusan, meskipun mereka berdua tidak setuju, tapi untuk pertimbangan keluarga, mereka biasanya akan mengikuti keputusannya tanpa persyaratan. ¡°Kak, sebenarnya apa yang begitu baik dari wanita itu?¡± Alfa tidak mengerti, sangat tidak mengerti. ¡°Semuanya.¡± Asta melirik Alfa dan berkata dengan acuh tak acuh, ¡°Dan jangan menanyakan pertanyaan bodoh seperti itugi di hadapanku.¡± Alfa menggelengkan kepnya, mengh nafas sambil meminum teh Pu¡¯er. Dulu dia mengira Asta tidak akan pernah terpesona pada wanita, dan wupun dia terpesona, orang itu pasth dewi dari khayangan. Tapi dia tidak menyangka, sama sekali tidak menyangka Asta akan terpesona pada seorang wanita jelek, yang berstatus ibu tunggal dari dua orang putra. Dan di saat itu¡ª Wilson masuk dengan wajah panik. JIULICO ¡°Tuan, Javier datang ke Grup Costan untuk mencarimu, resepsionis tidak mengijinkannya masuk jadi dia membobol sistem firewall departemen informasi¡­.¡± C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. Alfa yang sedang minum teh seketika tersedak, apa-apaan, seorang anak kecil mengamuk dan langsung membobol sistem firewall milik departemen informasi Grup Costan? ¡°Wilson, bawa Javier menemuiku.¡± ¡°Baik, Tuan.¡± Asta kagum pada kemampuan hackingnya Javier, tapi sekarang dia lebih penasaran dengan san anak ini ingin bertemu dengannya. Anak ini meskipun seumuran dengan Oliver dan Olivia, tapi dia sangat dewasa, ku dia begitu gelisah ingin bertemu dengannya, maka pasti ada hubungannya dengan Samara, dan itu pasti sesuatu yang sangat mendesak. Tidakma kemudian. Wilson membawa Javier memasuki ruangan Presdir. Javier mengigit bibirnya, matanya sudah memerah karena panik. Hanya saja dia terus menahan air matanya, dia masih harus menymatkan ibunya, jadi dia harus memaksa dirinya untuk tenang. ¡°Javier, ada apa?¡± Asta berjn menghampiri Javier. ¡°Paman, sekarang hanya kamu yang bisa menymatkan ibuku.¡± Javier membukaptop yang ada di tangannya, dan menunjukkan pada Asta, ¡°Sinyal GPS ibuku sudah menghng sejak setengah jam yanglu didm sungai, saya sudah mencoba berbagai cara untuk menghubunginya tapi tidak bisa. Dia sangat mungkin jatuh kedm sungai, tolong smatkan ibuku.¡± Hati Asta terasa sangat sakit, seh ada jarum baja yang menusukngsung ke hatinya. ¡°Maksudmu¡­.ibumu menghng didm sungai?¡± Next Chapter Bab 168 Bab 168 Bab 168 Javier mengangguk, tatapan matanya sangat bertekad. ¡°Pcak GPS yang saya buatkan untuk ibu pasti tidak bermash.¡± Dia takut Asta tidak mempercayainya, jadi dia menambahkan perkataannya dengan cemas. ¡°Ibu pasti dm bahaya, dia tidak mungkin sengaja membuang t itu kedm sungai, satu-satunya kemungkinan adh dia jatuh kedm sungai dan t itu rusak karena tenggm.¡± Hati Asta seh tercabik-cabik. Js-js beberapa hari yanglu, dia berbaring dengan lembut didm pelukannya seperti seekor anak kucing, tetapi sekarang hidup matinya tidak bisa dipastikan Ketakutan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya sekarang mengisi seluruh hatinya. ¡°Terlepas dari benar atau tidaknya, saya pasti akan membantumu mencarinya¡­¡± Asta melirik Wilson dengan wajah serius, ¡°Kerahkan semua kapal pesiar milik Keluarga Costan ke tepi sungai untuk mencari keberadaan Samara, temukan dia.¡± ¡°Baik Tuan, saya akan segera membuat perintah.¡± Wilson membuat pengumuman atas perintah Asta. Alfa menatap Asta yang wajahnya terlihat sangat dingin, dan merasa hatinya juga ikut tenggm. Dia sendiri tidak peduli dengan hidup matinya Samara, tapi melihat Asta yang begitu terobsesi pada Samara, dia tidak bisa tidak mengkhawatirkannya. Ku Samara masih hidup, maka semua akan baik-baik saja. Namun ku yang ditemukan adh mayat yang membusuk dan membengkak, maka kakaknya yang terobsesi itu akan tersiksa hingga tahap bagaimana? Kapal pesiar Keluarga Costan dikerahkan seluruhnya, berita ini tentu terdengar hingga telinga Borris. Seth dibuat kesal oleh Samara, tubuhnya juga terasa tidak sehat, dan Samantha sengaja memanfaatkan kesempatan ini untuk membuktikan dirinya. Dia tinggal dirumahnya sma beberapa hari dan terus merawat Borris, dia memasakkan obat untuknya dan menemaninya bermain catur saat senggang. Dan saat Kevin memberitahukan tentang mash ini, Samantha juga berada di tempat, dan mendengarkan mash ini. ¡°Asta benar-benar g!¡± Borris yang mendengarnyangsung memukul meja dengan marah, dan membuat cangkir teh yang ada diatas meja terbalik. ¡°Kakek, jangan marah!¡± Samantha memapahnya, ¡°Beberapa hari ini kamu sakit karena merasa marah atas mash itu, kamu tidak boleh membiarkan kemarahanmu merusak kesehatanmugi.¡± ¡°Bagaimana mungkin saya tidak marah? Seorang wanita jatuh kedm sungai dan menghng, untuk apa dia menyibukkannya!¡± ¡°Kakek, wanita itu memiliki posisi khusus di hati Asta, dia mkukannya juga karena panggn hatinya¡­¡±C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. ¡°Panggn hati apanya!¡± Borris memelintir janggutnya dan tersenyum sinis : ¡°Tenggm kedm sungai juga bagus, air sungai begitu dm dan kencang, jatuh kedm sungai juga merupakan nasib buruknya! Wanita ini ku mati juga merupakan kabar baik, mengurangi satu manusia yang menyebalkan! Uhuk uhuk¡­.¡± ¡°Kakek, kesehatanmu lebih penting.¡± Samantha menurunkan wajahnya, dan sudut mulutnya sedikit berkedut. Dia tidak menyangka seorang wanita seperti Diana bisa mkukan hal seperti ini. Awalnya dia mengira Diana akan membutuhkan sedikit waktu untuk mengurus mash ini, tidak disangka akan secepat ini, dan serapi ini. Samara yang merupakan duri di matanya sudah dicabut, dan nantinya gr ¡®Nyonya Costan¡¯ secara mi akan menjadi milik Samantha! ¡°Samantha, kemampuanmu dm ilmu kedokteran sangat disayangkan ku dibiarkan begitu saja, apa saya perlu membukakan sebuah rumah sakit untukmu?¡± ¡°Saya¡­saya mana bisa?¡± Samantha merasa takut dan menggelengkan kepnya, ¡°Saya hanya bisa mengobati penyakit ringan.¡± ¡°Penyakit ringan apanya? Ku bukan karena kamu, saya pasti sudah bertemu dengan penguasa neraka.¡± Borris mmbaikan tangannya, ¡°Kamu, anak ini telu merendah, telu baik hati, saya akan memikirkan hal ini dan memutuskannya untukmu, tunggu beberapa waktugi saya akan membantumu membangun rumah sakit atas namamu.¡± Samantha tidak mengerti ilmu kedokteran, dan hanya bisa tersenyum pahit. Pada saat ini, garis sungai di mm hari bersinar dengan terang benderang. Bsan kapal pesiar sedang berada di permukaan sungai dan masih banyak kapal pesiar yang sedang dm perjnan kemari. Asta berdiri di sh satu kapal pesiar, tatapan matanya melekat pada permukaan sungai. Wanita ini sangat pintar, dan penuh akal¡­dia tidak mungkin mati begitu saja. Tapi¡ª- Angin sungai menderu, dan pmpung yang dijatuhkan oleh petugas SAR juga ikut tertiup angin kencang. Pria itu mencengkram pagar pembatas dengan erat, kuku jarinya sampai memutih, bibirnya bergumam : ¡°Samara, ku kamu berani mati. Dia berhenti sejenak, tatapan matanya penuh kesedihan, dan kata-katanya terdengar sangat js : ¡°Samara, kamu tidak boleh mati!¡± Next Chapter Bab 169 Bab 169 Bab 169 Karena mengkhawatirkan kesmatan Samara, Javier memaksa ikut naik ke kapal pesiar. Sampai pada jam dua tiga dini hari, anak itu sudah melewati jam tidurnya dan kelopak matanya mi memberontak. ¡°Javier, saya akan menyuruh Wilson mengantarmu kedm kamar untuk tidur.¡± Asta berkata dengan tenang. ¡°Saya tidak mau, saya mau mencari ibu.¡± Javier membuka matanya lebar lebar dan bersikeras, ¡°Saya tidak akan mengantuk sebelum menemukan ibu, saya juga tidak akan tidur!¡± Javier sudah meminta bantuan penymat seperti Asta, tapi hatinya masih tidak bisa tenang. This is property ? N?velDrama.Org. Ibunya adh segnya bagi dia dan kakaknya. Ku sesuatu terjadi pada ibunya, maka dia dan Xavier akan menjadi anak yatim piatu yang tidak memiliki siapa-siapa. Dia sangat takut, tapi dia berusaha sekuat mungkin untuk berpura-pura tenang. ¡°Tidur.¡± ¡°Saya sudah bng, saya tidak mau tidur!¡± Javier meraung seperti seekor binatang buas kecil yang mengamuk, ¡°Saya tidak mau menjadi yatim piatu, saya mau ibuku! Asalkan ibuku kembali dengan smat, saya akan mkukan apapun!¡± ¡°Saya berjanji akan patuh pada kata-kata ibu, dan akan menjadi anak yang berbakti padanya.¡± Javier yang sebelumnya tidak menangis sekarang sudah tidak bisa menahan diri, air matanya yang seperti mutiara jatuh dari matanya. Dia menyeka matanya dengan kuat, dan tidak membiarkan dirinya menangis, tapi sebaliknya air matanya tidak berhenti turun. Asta berjongkok dan menatap Javier. ¡°Untuk apa kamu menangis?¡± mata tajam Asta sangat dingin, ¡°Apa kamu percaya ibumu sudah tidak berada di dunia ini?¡± ¡°¡¯Tidak! Ibuku pasti masih hidup!¡± Javier mengepalkan tangannya dengan erat dan menjawab dengan lantang. ¡°Benar, ibumu masih hidup.¡± Asta membi kep Javier, dan berkata dengan lembut. ¡°Ibumu hanya sedang tenggm saat ini, tapi saya berjanji padamu saya akan menggunakan seg cara untuk menemukannya.¡± Ini adh janjinya pada Javier. Juga permintaan kepada dirinya sendiri. Sebelumnya, dia mungkin berpikir bahwa Samara hanyh seorang wanita yang membuat hatinya berdebar, tetapi sekarang dia tahu dengan js bahwa baginya, Samara bukan hanya wanita yang dia inginkan, tetapi dia juga merupakan hidupnya! Dia harus menemukan Samara. Javier merasakan kepnya dipenuhi dengan kehangatan, dan mengenduskan hidungnya. ¡°Paman, terima kasih.¡± Dua tangan mungil Javier melingkar pada lengan Asta, dan berkata dengan suara terisak, ¡°Saya¡­saya akan mengingat jasamu dm menymatkan ibu, saya Javier, akan terus mengingat kebaikanmu.¡± ¡°Iya.¡± Seth dibujuk oleh Asta, Javier dibawa Wilson turun dari kapal dan png ke rumah untuk tidur. Asta masih berdiri di dek kapal, menyaksikan tim SAR yang tak terhitung juhnya bekerja secara intensif di sungai, dia bahkan terjaga sepanjang mm. Mm berganti. Begitu juga dengan siang. Para petugas SAR berganti shift, namun Asta nyaris tidak tidur. Dia makan sangat sedikit, dan hanya tidur sebentar, bahkan terkadang sama sekali tidak tidur dan hanya mengandalkan rokoknya untuk membuatnya terjaga. Beberapa hari ini, tim SAR belum mendapatkan informasi tentang keberadaan Samara. Namun seiring berjnnya waktu, peluang Samara untuk bertahan hidup semakin kecil. Alfa datang ke lokasi penymatan dan terkejut saat melihat Asta. Asta adh seorang pria yang terkenal dingin, namun tidak melihatnya sma dua hari ini, dia menjadi sangat kacau, kemejanya sudah tidak beraturan, janggutnya mi memanjang, mata tajamnya juga memancarkan tatapan yang kosong dan mati rasa, sosoknya terlihat sangat loyo. ¡°Kakak, kamu harus istirahat!¡± ini adh pertama kalinya Alfa menggunakan nada memerintah pada Asta. ¡°Tidak bisa.¡± ¡°Kenapa tidak bisa?¡± Alfa merasa kasihan pada Asta, dan nada bicaranya menjadi menggebu-gebu, ¡°Kak, kamu sudah mengerahkan seluruh kapal pesiar yang dimiliki oleh Keluarga Costan, dan sudah mencari sma 48 jam dan belum mendapatkan kabar apapun¡­ Ku wanita itu tidak mati,lu apa? Ku bawahanmu tidak berani mengatakannya, saya yang akan mengatakannya! Meskipun kamu tidak mau menerimanya, saya juga harus mengatakannya!¡± Next Chapter Bab 170 Bab 170 Bab 170 Alfa sangat emosional ketika dia berbicara. Sebuah kata ¡®mati¡¯ benar-benar membangkitkan semua kemarahan yang th ditekan Asta beberapa hari ini. Asta mengarahkan tinjunya kepada adiknya sendiri, mata tajamnya menyipit : ¡°Alfa, siapa yang mengizinkanmu berkata seperti itu? Siapa yang mati? Samara tidak mati, dia hanya hng dan akan kembali!¡± Alfa menjt sudut bibirnya yang bengkak, dan kehngan senyumnya. ¡°Kak, kamu ini sedang membohongi orangin atau sedang membohongi dirimu sendiri?¡± Sebagai respon, Asta kembali myangkan tinjunya kepada Alfa, dan membuatnya terhuyung beberapangkah. ¡°Kak, ku mau menipu orang, mau saya menutup mulut itu tidak sulit¡­.¡± Alfa merasa kesakitan hingga wajahnya berkerut, ¡°Tapi apa kamu bisa membohongi dirimu sendiri? Hidup mau melihat orangnya, mati mau melihat jasadnya? Tenggm di air yang begitu deras, wupun sudah mati juga belum tentu jasadnya bisa ditemukan!¡± Tepat saat Asta hendak myangkan tinjunyagi, tangannya yang mengepal erat tiba-tiba direnggangkan. ¡°Alfa, shkan percaya pada keyakinanmu, tapi jangan menghngiku.¡± Asta menoleh pada Wilson dan berkata, ¡°Bawa dia pergi dari sini,lu beritahukan kepada tim darat, dia tidak boleh naik ke kapal lagi.¡± Alfa terkejut tapi tidak merasa heran. Dia adh adik kandungnya, bagaimana dia bisa bersikap seperti ini padanya? G! G! Asta benar-benar sudah g dibuat wanita ini! Perkataan Alfa sama sekali tidak membuat Asta goyah, dia percaya dan akan terus percaya ku Samara akan kembali. Kediaman Samara. Mata Javier sudah membengkak karena menangis. Dia yang masih kecil tidak bisa membantu apapun dm pencarian dan penymatan, dan hanya bisa menunggu kabar di rumah. Saat ini dia merasa sangat kesal kenapa dirinya masih berusia 5 tahun, kenapa dia belum cukup kuat untuk bisa melindungi kesmatan ibunya? Dia ketakutan dan tidak berdaya. Terlepas dari komitmen Asta padanya, dia masih takut kehngan Samara. Pada saat ini¨C Bel pintu berbunyi. ¡°Ting tong¡ª-¡± Suasana hati Javier masih buruk, dia menyeret kakinya dan berjn untuk membuka pintu. ¡°Siapa?¡± Namun pada saat pintu dibuka, tubuh kecil Javierngsung membeku, seh-h dipaku di tempat. Wanita didepan pintu mengenakan kaus bunga kuning, dengan dua kepang di bagian bkang kepnya, js-js itu adh pakaian paling sederhana namun wajah kecilnya yang putih dan mulus, mata cotnya yang dipenuhi dengan senyuman. ¡°Sayangku, saya png.¡± Ku yang ada dihadapannya ini bukan Samara,lu siapa? Javier bergegas menghampiri dan memeluk paha Samara dengan bahagia dan tidak berhenti menangis. ¡°Ibu, smat datang kembali!¡± ¡°Kamu benar-benar mengagetkanku, apa kamu tahu saya sangat takut sesuatu benar-benar terjadi padamu, saya takut saya dan Xavier akan menjadi anak yatim piatu!¡± Samara tentu tahu ku putranya sangat bergantung padanya. Melihatnya menangis seperti ini, hatinya merasa sangat hangat namun juga merasa bersh. ¡°Kamu tidak memberitahu Xavier kan?¡± ¡°Belum.¡± Javier menangis terisak-isak, ¡°Saya saja sudah seperti ini, saya takut Xavier akan lebih terpukulgi, jadi belum memberitahunya.¡± ¡°Baguh ku begitu.¡± Samara merasa lega, dan menggendong Javier masuk kedm kamar. Samara menarik beberapa lembar tisu dan menyeka air mata dan ingus yang sudah menodai wajah tembem Javier. ¡°¡­ibu, GPS yang saya pasangkan padamu kenapa tidak memancarkan sinyal?¡± Javier bersendawa, ¡°Apa kamu benar-benar tenggm?¡± ¡°Iya, saya dilempar kedm sungai, dan hampir mati.¡± Mengingat orang-orang yang turun tangan padanya, mata cot Samara Text ? 2024 N?velDrama.Org. dilintasi cahaya dingin. ¡°Tapi untungnya Tuhan masih kasihan padaku, dan tidak membiarkanku mati, seth tenggm meraih sebuah rantai jangkar yang ada di sungai dan tidakma kemudian saya dismatkan oleh perahu nyan.¡± Bab 171 Bab 171 Bab 171 Javier bertanya dengan ketakutan : ¡°Ibu, apakah kamu tahu siapa yang menckaimu?¡± ¡°Orang yang membiusku dan melemparkanku kedm sungai hanyh orang¨Corang yang dibayar oleh seseorang.¡± Mata Samara bergerak, ¡°Saya mendengar dia memanggilnya dengan sebutan ¡®Nyonya¡® dm keadaan tidak sadar, orang yang membayarnya mungkin seorang wanita berusia tiga puluh tahun keatas....¡± Samara melepaskan tas jinjing yang terikat di betisnya. ¡°Untung saya slu membawa pil penawar racun bersamaku, dan memakannya tepat sebelum saya pingsan, ku tidak saya pasti benar benar akan mati didm sungai.¡± Tiba¨Ctiba. Javier teringat sesuatu, tangan mungilnya menepuk kepnya. ¡°Aduh lihah otakku ini, karena telu bahagia melihat ibu png dengan smat, saya melupakan hal penting!¡± ¡°Apa itu?¡± Javier meraih ponselnya dan sedang memencet beberapa tombol : ¡°Ibu, kamu sudah png dengan smat, saya tentu harus mengabarkannya pada Paman Asta. Kamu tahu tidak... Paman Asta sangat panik seth tahu kamu menghng, dia menggerakkan seluruh kapal pesiar milik Keluarga Costan untuk mencarimu....¡± Sebelum anak itu menyelesaikan perkataannya, Samara meraih ponsel yang ada ditangan Javier. ¡°Javier, kamu tidak boleh menelponnya sekarang.¡± ¡°Ibu, kenapa?¡± Javier menatap Samara dengan bingung, ¡°Paman Asta demi mencarimu, tidak tidur sama sekali, ku dia tidak tahu kamu sudah kembali, maka dia akan terus mencarimu!¡± Samara tersentak. Mm itu seth tenggm dan dismatkan oleh perahu nyan, obat bius itu masih menyisakan efek dm tubuhnya jadi dia tidur cukupma di perahu nyan. Dia tidak tahu ku Asta mengerahkan seluruh kapal pesiar milik Keluarga Costan, dan mencarinya dengan gigih. ¡°Javier, topeng wajah ibu terlepas sendiri karena teluma terendam air, dan tidak tahu hanyut kemana. Saya perlu menghubungi orang untuk membuat ng topeng wajah itu dan mengirimkannya kepadaku....¡± Samara mencubit ringan pipi Javier. ¡°Saya masih belum bisa memberitahukan kepada semua orang, siapa saya, dan itu termasuk Asta.¡± Menghadapi Asta yang begitu dominan dan lembut, dia merasa hatinya mi retak dan tersentuh. Tapi¨C¡ª Akal sehatnya tetap bekerja. Sebelum dia bisa membskan dendamnya, dia tidak boleh. Javier berpikir keras, dia th melihat dengan matanya sendiri bagaimana Asta berusaha mencari Ibunya, tapi dia juga tahu bahwa ibunya th hidup dm kebencian sma ini, dan sudah membayar banyak untuk membskan dendam dirinya dan neneknya sma ini.. Seth menimbang untuk waktu yangma, Javier akhirnya menuruti Samara. ¡°Ibu...ku begitu seth topeng wajahmu selesai, segera kabari paman Asta.¡± ¡°Baik.¡± Samara berpikir ku topeng wajah itu paling tidak akan selesai dm waktu 3¨C4 hari. Asta yang sudah dewasa, tidak mungkin tidak bisa menunggu waktu sesingkat itu kan? Beberapa hari ini Samara tidak mandi dengan benar, jadi dia masuk ke kamar mandi dan mandi. C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org. Javier tidak tahan,lu diam¨Cdiam menelpon Asta. Seth telepon diangkat ¡°Paman, ini saya.¡± ¡°Javier, maaf saya belum bisa menemukan ibumu.¡± Suara pria itu sangat serak dan suram, ¡°Tapi saya tidak akan menyerah.¡± Javier merasa hidungnya terasa asam, dan tahu pandangannya tidak sh memilih ayah tirinya. ¡°Paman, jaga kesehatanmu juga ya.¡± Javier tidak bisa berkata jujur tapi dia juga tidak tega melihat Asta terpuruk, ¡°Ibuku pasti akan kembali dengan smat! Dia mungkin sedang berada di suatu tempat terpencil dan tidak bisa menghubungi kita.¡± Mendengar ucapan anak itu membuat Asta tersenyum. ¡°Javier, ini adh perkataan yang paling ingin kudengarkan dm beberapa hari ini....¡± ¡°Terima kasih, jaga dirimu dengan baik, serahkan saja disini padaku, saya pasti akan menemukannya.¡± Seth telepon ditutup. Asta kembali mwan angin, menatap sungai yang tidak terlihat dasarnya dan batuk¨Cbatuk. Wajahnya sangat pucat kecuali dua pipinya yang memerah. Tidak berhenti. Pria itu terus mnjutkan pencarian wanita yang dicintainya dengan g. Bab 172 Bab 172 Bab 172 Seth telepon itu, Javier Lidak berani menghubungi Astagi. Dia takut dia akan merasa kasikan pada istelu memberitahukan kebenaran bahwa ibunya sudah kembali, tapi dia juga merasa sangat tidak enak hati. Kadang saat menerima panggn dari istit, illtak itu jugagal rigu, dia takut ku dia tidak bisa me¡¯111.git mulut, lungnya Ustad jug sedang fokus dm mencari ibunya jadi tidak menyadari ada yang slu dengannya. Namun setiap kali seth panggn itu ditutup, Javier mensa hatinya singill perili. Samara yang menunggu topeng wajalinya selesai tetap menunggu di rumah, Dan saat topeng wajahnya selesai, Timothy yang mengantarkannyangsung ke rumahnya Samara membuka bungkusan itu dan melihat topeng wajah jelek vang familiar,lu memakainya didepan cermin Didepan cermin, wajah kecil yang memikat itu seketika berubah menjadi wajah yang penuh bintik bintik. Dia memeriksa beberapa kali, dan akhirnya memastikan kiu topeng wajahnya yang baru terlihat sama persis dengan yang hanyut di sungai ¡°Bos, sebaiknya kamu segera menghubungi Asta va? Tindakannya dm mencarimu semakinma semakin besar, bahkan sawa juga sudah mendapat kabu.¡± Timothy menggelengkan kepnya. ¡°Dia membuat sayembara, bagi siapa saja yang bisa menemukanmu akan mendapatkan imbn satu triliun....¡± Satu triliun? Samara tersentak. Beberapa hari yanglu dia mengira ku Asta akan menyerah dm mencarinya, tapi tidak disangka dia akan semakin paral Javier juga segera berkata : ¡°Ibu, kamu sudah berjanji padaku, cepat hubungi dia!¡± Samara memang berjanji kepada Javier ku dia akan segera menghubungi Asta seth menerima topeng wajahnya. Dia mengangguk dan seth sedikit berberes¨Cberes, dia menghubungi Asta. Telepon itu berdering cukupma sebelum diangkat. Dan suara serak seorang pria terdengar dari balik telepon. ¡°Javier....tunggh sebentargi...saya pasti...akan menemukannya!¡± Seth berhari¨Chari, ini adh pertama kalinya Samara mendengar suara Asta, tapi dia tidak menyangka suaranya itu begitu serak. Bahkan sebelum bisa mengatakan apapun, dia sudah merasa bersh. ¡°Asta...ini saya, Samara,¡± tenggorokan Samara terasa kaku, dan dia berkata dengan susah payah, ¡°Saya masih hidup.¡± Ada keheningan yangma di telepon, hanya napas berat pria itu dan sin angin sungai yang bisa terdengar. ¡°Di mana kamu? Saya akan mencarimu.¡± ¡°Saya sudah png dan sedang bersama Javier sekarang.¡± ¡°Saya... saya akan kesana.¡± Seth telepon ditutup Asta tersenyum, mata tajamnya yang memerah akhirnya terlihat tersenyum. Dia berbalik dan turun dari kapal pesiar, mengendarai Hummernya menuju rumah Samara, Apa ini yang dinamakan menemukan kembali yang hng? Apa kah ini rasanya berpindah dari neraka menuju surga? Pada saat ini...Asta benar¨Cbenar merasakannya, Dia mju dengan kencang menuju rumah Samara, dan saat pintu terbuka, dia melihat Samara yang masih hidup. Asta menarik Samara kedm pelukannya dengan putus asa. Dia memeluknya begitu erat hingga Samara bahkan tidak bisa bernapas, seh¨Ch dia ingin memasukkan dirinya menjadi satu dengan tubuhnya. This is property ? N?velDrama.Org. Samara berkata dengan cemberut : ¡°Asta, apa kamu bisa meringankan pelukanmu, saya tidak bisa bernafas!¡± ¡°Tidak, saya tidak mau.¡± ¡°Kamu....¡± ¡°Kenapa kamu baru muncul sekarang? Kenapa membiarkanku mencarimu sma ini? Apa kamu tidak tahu...saya sangat takut kehnganmu?¡± Pertanyaan yang dmpiaskan satu per satu juga membuat hati Samara bergetar hebat. Tiba¨Ctiba¨C¡ª Dia merasakan cairan hangat di lehernya. Ini baru mengejutkan, seorang pria yang terkenal dengan sifatnya yang dingin, menangis karena menemukannya. Dipekukan seperti harta karun seperti ini, dia tiba¨Ctiba merasa bingung. ¡°Asta, pertanyaanmu telu banyak...saya tidak bisa menjawab semuanya...¡± ¡°Baik, saya punya cukup waktu untuk mendengar jawabanmu.¡± Asta sekarang tidak ingin kemana¨C mana, dia hanya ingin berada di sisinya, ¡°Beritahu padaku bagaimana awal mnya,lu seluruh kejadiannya saya mau mendengar semuanya...¡± Dan saat Asta hendak mngkah masuk, kakinya kehngan tenaga dan sebagian tubuhnya bersandar pada tubuh Samara. Bab 173 Bab 173 Bab 173 Samara bergegas melingkarkan tangannya pada pinggang Asta. ¡°Asta....apa yang terjadi padamu?¡± Tangan kecilnya menyentuh kening Asta, dan menyadari ku suhu tubuhnya sangat panas. Samara melihat lebih dekat ke wajah pria itu, dan menyadari ku baru satu minggu, rongga mata pria ini menjadi cekung, dan wajahnya sangat pucat seh tidak dialiri oleh darah. Demamnya ini... Sudah bukan satu dua hari Samara ingin memapah Asta kedm kamar, untuk memeriksanya dan menggunakan akupunktur untuk meredakan panasnya, tapi Wilson menahannya. ¡°Pak Wilson?¡± Samara mengernyit padanya. ¡°Nona Samara, Tuan ku sedang tidak sehat, saya harus membawanya kembali ke Kediaman Costan, dan memanggil Dokter Patricia untuk memeriksanya.¡± Wilson berkata dengan serius, ¡°Tuan sekarang adh kep keluarga, dan peraturan Keluarga Costan, hanya dokter yang dtih oleh keluarga yang boleh memeriksa dan mengobati kep keluarga, saya harap Anda mengerti.¡± Posisi kep keluarga sangat penting dan tinggi, tentu saja akan didambakan oleh banyak orang. Peraturan keluarga Costan ini sepertinya dibuat untuk melindungi nyawa Borris yang bisa dibunuh oleh dokter¨Cdokter yang diundang dari luar. Samara berjuang sesaat,lu mengigit bibirnya dan mengangguk. ¡°Saya mengerti.¡± Samara hendak menyerahkan Asta yang pingsan pada Wilson, tapi Asta memeluknya dengan sangat erat dan tidak mau melepasnya. Js¨Cjs pria ini sedang sakit, tapi tenaganya begitu kuat, rasanya seperti orang tenggm yang meraih sebalok kayu dan memeluknya dengan erat. ¡°Asta, bisa tidak kamu lepaskan?¡± Asta yang dm keadaan tidak sadar menggerakkan kelopak matanya, tapi lengan itu masih melingkar erat di pinggang Samara. Wilson mengh nafasnya didm hati, kegan Asta sma beberapa hari ini, dih yang melihat paling js dibandingkan dengan orangin. Orangin tidak akan memahami kenapa Tuannya yang sakit masih bersikeras tidak mau melepaskan Samara, tapi dia sangat memahaminya. ¡°Nona Samara, karena Tuan tidak mau melepaskan pelukannya, tolong temani dia png ke Kediaman Costan.¡± Saat ini, tidak ada carain. Samara hanya bisa mengangguk : ¡°Baih.¡± Samara berpesan kepada Javierlu ikut dengan Wilson membawa Asta naik ke mobil. Wilson duduk di kursi pengemudi. Sedangkan Samara dan Asta duduk di kursi penumpang barisan bkang. Sebagian tubuh Asta menopang pada tubuh Samara, Samara merasa keberatan dan tanpa sadar ingin mendorongnya. Tapi saat melihat wajahnya, dia merasa tidak tega. Pria ini memiliki apa saja yang bisa didapatkan didunia... Kenapa dia mh melindunginya yang tidak berharga ini? Dia awalnya mencurigai Asta mendekatinya karena memiliki maksud tersembunyi, namun sekarang dia menjadi ragu, tujuan seperti apa yang bisa membuat seorang pria mkukan hal seperti ini untuknya? ¡°Saya terus berusaha keras menjauhimu, dan tidak ingin berhutang budi padamu, kenapa kamu mh terus mengejar dan tidak mau melepasku?¡± Mata cot Samara berkedip dan dia bergumam pada dirinya sendiri. ¡°Kamu membuatku semakin berhutang padamu..ku seperti ini bagaimana saya bisa benar¨Cbenar terlepas darimu?¡± Seth sampai di kediaman Costan, Wilson dan Samara memapah Asta ke tempat tidur. Seorang gadis berusia dua puluh enam atau tujuh tahun yang mengenakan jubah putih sudah menunggu di kamar. Saat melihat penampn Asta yang loyo. Dokter Patricia mengernyitkan keningnya dengan erat : Wilson, apa yang terjadi pada Asta?¡± ¡°Tuan sudah tidak tidur hampir satu minggu, dan makannya juga sangat sedikit¡­¡± kata Wilson. ¡°Sembarangan!¡± Dokter Patricia memakinya, ¡°Dia kira dia terbuat dari besi? Kamu tidak tahu dia....¡± Text ? 2024 N?velDrama.Org. Dokter Patricia awalnya ingin mengeluarkan kata¨Ckata dm hatinya, namun saat pandangannya bertemu dengan tatapan Wilson yang memperingatkannya, dia baru berhenti bicara. ¡°Kalian keluah dulu.¡± Dokter Patricia memakai stetoskop,lu memerintah Wilson dan Samara Asta masih memeluk Samara secara naluriah, dan keduanya menempel seperti bayi kembar siam, Dokter Patricia menatap wanita yang dipeluk Astal, wajahnya yang berbintik¨Cbintik, fitur wajahnya yang biasa, tapi mh bisa bermesraan dengan Asta membuat hatinya seperti terbakar. ¡°Siapa kamu masih tidak mau melepaskan Asta?¡± Bab 174 Bab 174 Bab 174 Keluarga Hill sudah menjadi dokter keluarga untuk keluarga Costan sma beberapa generasi. Dokter Patricia adh cucu kandung dari Dokter Patrick, dia juga merupakan dokter paling terampil dan handal di Keluarga Hill saat ini. Dokter Patrick sangat menyukai Patricia dan sudah membawanya disisinya sejak kecil, dan memperkenalkan ilmu kedokteran kepadanya. Sejak dia berusia enam tujuh bs tahun, dia sudah ditunjuk untuk dokter khususnya Asta. Awalnya Patricia mengira ku kep keluarga Keluarga Costan adh seorang lki tua, tapi tidak disangka saat bertemu dengan Asta untuk pertama kalinya dia sudah menyukai pria yang dingin itu. Makanya... Saat Dokter Patricia melihat Asta memeluk seorang wanita dengan erat, raut wajahnya sangat jelek. Samara mendorong dada Asta, tapi mh dipeluk lebih erat olehnya. ¡°Siapa yang tidak mau lepas?¡± Samara mengh nafas dengan pasrah, ¡°Lihat saja sendiri..siapa yang tidak mau lepas?¡± Dokter Patricia tentu bisa melihat dengan js, hanya saja dia tidak mau mengakui ku Astah yang tidak mau melepas pelukannya terhadap wanita jelek itu. ¡°Asta pasti sakit berat dan menjadi linglung...¡± Patricia berkata sambil mengigit bibirnya, ¡°atau kamu menjeratnya, ku tidak dia tidak mungkin berinisiatif memelukmu dengan erat!¡± Samara mengangkat kepnya dan melirik Patricia, sudut bibirnya terangkat dan menunjukkan senyuman sinis. ¡°Kamu datang untuk memeriksa Asta, atau khawatir dia akan menempel padaku?¡± Samara tidak peduli pada perasaan Patricia terhadap Asta, tapi dia bukan seseorang yang bisa dianiaya oleh siapa saja. ¡°Saya....¡± Patricia yang suara hatinya dibeberkan merasa malu dan wajahnya memerah. Samara telu ms untuk berbicara dengan wanita ini, dia hanya peduli dengan kesehatan Asta sekarang. ¡°Beri dia seperlima dosis dari obat penenang, ku tidak dia tidak akan melepaskannya dengan mudah.¡± Dokter Patricia juga ingin Asta segera menyingkir dari jeratan wanita jelek ini, jadi dia menyuntik Asta dengan sedikit obat penenang. Tidakma seth itu. Pelukan Asta yang erat mi berangsur¨Cangsur melunak. Dan tanpa pengekangan darinya, Samara melepaskan diri dari pelukannya dan keluar dari kamar. Meskipun dia tidak berada di kamar,tapi hatinya masih mengkhawatirkan kesehatannya. Mata cotnya berkedip, dan tangannya mengepal dengan erat. Dia merasa khawatir pada Asta, juga karena hutang budinya pada Asta. Dan saat Dokter Patricia selesai memeriksa Asta, Wilson dan Samara menghampiri dan bertanya tentang keadaannya. ¡°Nona Patricia, tuan kami....¡± ¡°Gizi buruk, dehidrasi, kelhan fisik yang parah, dan radang paru¨Cparu yang disebabkan oleh demam tinggi.¡± Dokter Patricia berkata dengan sungguh¨Csungguh, ¡°Asta seharusnya merasa sangat tidak nyaman sma berhari¨Chari, kenapa dia bisa bertahan dan baru mencari dokter sekarang?¡± ¡°Dia¡­.¡± Wilson ingin menjawab tapi dia melirik Samara dan tidak mengatakan apa apa. Dokter Patricia juga tidak berbasa basi, dan berkata : ¡°Wilson, saya akan berada di sisi Asta untuk menjaganya, ku terjadi sesuatu saya akan memberitahumu.¡± ¡°baik.¡± Wilson mengangguk, ¡°Dokter Patricia, terima kasih.¡± ¡°Wilson, tidak perlu sesungkan itu padaku, menjaga Asta dengan baik adh tugasku dan Keluarga Hill.¡± Perkataan ini... Lebih terdengar seperti Nyonya keluarga Costan dibandingkan dengan dokter pribadi Asta. Dokter Patricia melirik Samara dan berkata : ¡°Asta membutuhkan istirahat yang cukup, orangin sebaiknya tidak mengganggu.¡± Samara cemberut, dia berbalik danngsung menuruni anak tangga. Wilson merasa kulit kepnya mati rasa, dan segera mengejarnya : ¡°Nona Samara, saya berharap kamu tidak memasukkan perkataan Dokter Patricia kedm hati.¡± Owned by N?velDrama.Org. ¡°Saya tahu.¡± Samara mengangguk dan berkata dengan tenang, ¡°Tapi apa yang dia katakan benar, saya map pun tidak bisa membantu apa¨Capa, dangip saya bukan siapa¨Csiapanya Asta.¡± Wilson menatap punggung Samara yang belu, dan tanpa sadar tertegun. Tuan sedang tidak sadarkan diri, tapi dia sangat yakin ku orang pertama yang ingin dilihat oleh Tuannya seth sadar adh....Samara, dan bukan Dokter Patricia Dibawah pengawasan Dokter Patricia, kesehatan Asta mi membaik. Dan saat Asta membuka matanya, tatapannyangsung mencari sosok Samara. ¡°Asta, kamu sudah bangun?¡± saat melihat Asta tersadar, Dokter Patricia