Bad 1297
Bab 1297 Jadh Sopir Saya Hari Ini
Ponsel Nando berderinggi. Kali ini dari Julian.
Kemudian, dia menykannya dm mode pengeras suara. “Hei, Julian.”
Di ujung telepon, suara Julian terdengar seperti letusan gunung berapi. “Paparazi
terkutuk itu, bagaimana mereka bisa menulis sesuatu seperti ini?!”
N?velDrama.Org holds text ? rights.
“Saya akan menghadapinya.” Nando sudah mi tenang.
”
“Perusahaan saya sudah menuntut mereka. Saya tidak mempermashkan
kejadian ini, tapi saya khawatir hal ini akan memengaruhi hubunganmu dan Qiara.
Sebaiknya kamu segera menjskan kejadian ini padanya.”
“Dia duduk tepat di samping saya.”
“Halo, Nona Qiara! Saya Julian. Nando dan saya tumbuh besar bersama dan kami
berteman sangat dekat. Yang paling penting, kami sangat dekat, jadi tolong
jangan sh paham dengan hubungan kami.” Seperti yang diharapkan dari
seseorang yang mencari nafkah mlui akting, penjsannya sangat tepat
sasaran.
Sambil tertawa terbahak–bahak, Qiara menjawab, “Pak Julian, semuanya baik–
baik saja.”
Ketika Nando menyadari bahwa dia terhibur oleh priain, dia merasa sedikit
cemburu. “Julian, saya akan menutup telepon dulu. Ada yang harus saya
lakukan.” Seth mengatakan itu, dia dengan tegas menutup telepon.
Sementara itu, suasana hati Qiara yang muram th lenyap seperti awan hujan
seth badai. Dia kemudian bertanya kepadanya, “Apa kamu sudah sarapan?”
“Perut saya kosong!” jawabnya, terdengar sedih.
“Bagaimana ku saya traktir kamu sarapan?” Qiara menawarkan dengan murah
hati.
“Saya minta maaf atas kejadian semm. Saya berjanji tidak akan berbohonggi
padamu.” Segera seth mengatakan itu, dia membuat gerakan bersumpah.
“Saya bersedia bersumpah dengan nyawa saya.”
Kemudian, Qiara menutupi bibir Nando dengan tangannya. “Saya percaya
padamu.”
Sambil meraih tangannya, Nando memberikan ciuman di punggungnya. “Seperti
yang sudah saya duga, kekasih saya pasti akan mengkhawatirkan saya.”
“Istrimu siapa?”
“Tentu saja kamu!”
“Kita bahkan belum bertunangan.”
“Itu hanya mash waktu saja.” Dia sangat yakin akan hal itu.
Ketika Qiara melihat jam saat itu, dia segera mendorong pria di sampingnya dan
mendesak. “Saya harus buru–buru menghadiri rapat. Keluah.”
“Tidak akan. Saya akan pergi ke kantor bersamamu.”
“Tapi mobilmu ada di sini!”
“Saya akan memanggil taksi kembali ke sini untuk mengambilnya nanti.” Seth
itu, Nando memasang sabuk pengaman dengan cepat.
dia Dia ingin tinggal Bersama Qiara lebihma agar dia bisa mengurangi rasa
bersh yang rasakan pada Qiara. Kejadian ini semua karena kebodohannya, dan
jika dia mengatakan yang sebenarnya saat di restoran, dia bisa mengundang
Qiara dan memperkenalkannya kepada ibunya.
Seandainya hal itu terlintas di benaknya, semua ini tidak akan terjadi.
“Bagaimana ku kita mkukannya dengan cara ini? Kita akan menggunakan
mobilmu, dan kamu akan menjadi sopir saya hari ini, mengantar dan menjemput
saya ke kantor.”
“Tentu, itu tidak akan menjadi mash. Saya bahkan akan membayar makananmu
seharian.” Nando tidak ingin lebih dari sekedar menempelkan dirinya pada Qiara
seperti permen karet.
Qiara tertawa terbahak–bahak melihat antusiasmenya, terutama saat dia
memutuskan untuk mengikuti permintaan konyol Bianca untuk berlutut dan
meminta maaf. Bagaimanapun juga, dia sangat puas dengan penampnnya hari
ini.
Keduanya turun dari mobil dan berjn keluar dari hman. Di sisiin, Bianca
sudah kembali ke balkon dintai atas dan mengintip mereka dari balik tirai.
Ketika dia melihat keduanya turun. dari mobil Qiara dan menaiki mobil Nando, dia
terkejut sejenak dan mengentakkan kakinya dengan frustrasi.
Bagaimana mereka bisa berdamai secepat itu? Kekhawatiran yang dia rasakan
sebelumnya, akhirnya kembaligi. Jika dia tidak bisa memisahkan Qiara dan
Nando, situasi masa depannya akan menjadi sangat bermash. Sin itu,
melihat Qiara pergi ke kantor keluarga setiap liari memberinya perasaan bahwa
perusahaan itu akan berakhir di tangan Qiara di masa depan, sehingga hal itu
juga membuatnya sangat cemas.
Seth Qiara turun dari mobil Nando di Perusahaan Shailendra, dia ingin masuk
ke dm mobil bersamanya namun Qiara menk, mengatakan bahwa dia harus
segera menghadiri rapat dan tidak punya waktu untuk menjamu Nando.
bisa
“Jika itu mashnya, saya akan mencari kafe terdekat untuk menghabiskan
waktu saya. Saya akan menunggu di dekat pintu masuk kantormu pada pukul
11.30,” usulnya. Tidak ada yang menghkan saya untuk membuat kekasih saya
bahagia sepanjang hari.
Kemudian, Qiara pergi ke kantornya sementara Nando mencari hotel terdekat
untuk beristirahat dan menghadapi gosip lucu tentang dia dan Julian. Dia
bertekad untuk meminta kedua reporter
tersebut untuk meminta maaf secara terbuka. Tidak hanya itu, perusahaan media
yang
menerbitkan artikel tersebut harus ganti rugi seg yang diderita Nando dan
Julian, serta tidak akan pernah munculgi di Inte. Tidak akan pernah.