AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Ruang Untukmu > Bab 1277

Bab 1277

    Bab 1277


    Bab 1277 Rapat Perusahaan


    “Bu, akan saya jskan kenapa saya memukulnya nanti. Suruh dia mencari saya ku dia datang ke


    rumah kita.” Nando sedikit merintih. “Saya sangat lh dan perlu tidur lebih banyak.”


    Sabrina mengh napas saat dia menutup telepon. Anak saya akhir–akhir ini mengmi banyak


    tekanan karena pekerjaannya, jadi saya harus memberinya ruang.


    Tiba–tiba, ponselnya berderinggi, dan seth melirikyar sebentar, dia menjawab panggn itu


    dengan ekspresi gembira. “Hei, Joana!”


    “Sabrina! Saya berhasil bertanya pada gadis yang informasinya kamu minta. Dia saat inijang dan


    tidak punya pacar. Mungkin kamu bisa mengatur kencan buta untuk Nando agar mereka bisa saling


    mengenal.”


    “Hebat! Saya cukup senang dengan gadis ini, dan saya perhatikan dia memiliki kepribadian yang


    menyenangkan sejak bertemu dengannya di pameran perhiasan terakhir kali dan mengobrol sedikit


    dengannya.”


    “Benar! Dia berasal dari tiga generasi cendekiawan, cantik dm pengertian sik, dan memiliki`


    kepribadian yang luar biasa. Sama sekali tidak ada dasar untuk kritik apa pun.”


    “Setiap kali saya mengatur kencan buta untuk Nando, dia bereaksi seh–h saya meminta


    nyawanya. Saya khawatir dia akan menk saya.”


    “Oh, Sabrina! Undang saja dia bergabung untuk makan mm denganmu, tapi jangan katakan


    padanya bahwa ini adh kencan buta. Mungkin dia akan mempertimbangkan kembali begitu dia


    melihat gadis itu di meja!”


    Mata Sabrina berbinar ketika dia menyadari bahwa temannya memiliki ide yang luar biasa, dan dia


    tahu dia harus mencobanya, jadi dia menjawab, “Oke. Mari kitakukan. Jumat ini, kita semua akan


    pergi makan mm bersama, dan kamu bisa mengajak gadis itu keluar sementara saya mengajak


    anak saya keluar.”


    Content property of N?velDra/ma.Org.


    “Tentu saja, tak mash.”


    “Sudah diputuskan, ku begitu.” Mata Sabrina berbinar dengan kegembiraan saat dia mengakhiri


    panggn. ngkah baiknya jika putranya menikah tahun ini agar dia dapat memiliki cucu di tahun


    mendatang.


    Saat sarapan di Kediaman Keluarga Shailendra bersama kedua putrinya, pandangan Biantara sempat


    menyimpang ke arah mereka. Dia menoleh ke arah Qiara dan bertanya, “Qiara, apa kamu luang di


    siang hari? Bergabunh dengan saya di sebuah rapat.”


    “Rapat seperti apa, Ayah?”


    “Saya ingin kamu datang dan duduk di rapat perusahaan,” jawabnya.


    Ketika Bianca mendengar perkataannya, dia mengeluh, “Kenapa saya tidak bisa datang. Ayah?”


    “Bianca, tinggah di rumah bersama ibumu dan dengarkan saya,” bujukhya.


    “Apa san Qiara bisa pergi dan saya tidak?” Rasa dendam yang bertumbuh membuat Bianca


    membanting sendoknya ke atas meja.


    “Bianca, ayahmu semakin tua dan berharap menemukan seseorang untuk mengel urusan.


    perusahaan untuk dia. Qiara bersekh di sekh bisnis, jadi dia lebih memenuhi syarat daripada


    kamu untuk bergabung dengan perusahaan dan mengawasi kegiatan operasional,” Maggy


    menghiburnya.


    Rasa frustrasi Bianca menjadi semakin kuat karena pernyataan itu. Apa ini menyiratkan bahwa ayah


    saya berniat untuk menyerahkan perusahaan kepada Qiara dan bukannya saya?


    “Ayah, saya mungkin tidak memiliki kredensial yang sama dengan Qiara, tapi saya juga bisa


    menjnkan bisnis, jadi tolong izinkan saya ikut,” desaknya.


    Maggy dan Biantara saling bertukar pandang sebelum wanita itu berkata, “Baih! Kamu bisa


    bergabung dengan mereka!”


    Bianca akhirnya mengambil pertan makannya dan mnjutkan makan dengan puas, namun dia


    segera mendapati bahwa nafsu makannya hng, meskipun makanannya enak. Ternyata orang tuanya


    sudahma memutuskan untuk menyerahkan bisnisnya kepada Qiara. Apa mereka berprasangka


    terhadap dia karena kurangnya pendidikan?


    “Oke, kita akan pergi seth sarapan.”


    Di kantor pusat perusahaan Keluarga Shailendra, rapat ringkasan sedang bengsung untuk


    mkukan inventarisasi setengah tahunan. Karena Bianca dan Qiara datang ke rapat itu hanya


    sebagai pengamat, mereka diberi tempat duduk di ujung. Seth duduk, Bianca melihat bahwa Qiara


    sedang membaca dengan telitiporan performa mereka yang th dikirimkan.


    Seth mengambilporan itu, Bianca membk–balik beberapa hman dan terkejut saat melihat


    bahwa, sin beberapa kata yang ditulis dm bahasa setempat pada pendahuluan, sisaporan itu


    ditulis dm bahasa asing. Dia tidak tahu apa arti angka–angka di hman itu, tapi rasanya seperti


    membaca sebuah ayat Alkitab.


    Frustrasi, dia diam–diam menatap Qiara, yang membaca hman–hman itu dengan saksama


    seh dia memahaminya. Itu memunculkan perasaan cemburu dan kecemasan yang kuat di hati


    Bianca. Jika Qiara sebagus yang dia katakan, bagaimana bisa dia menghkan Qiara untuk posisi -


    manajemen perusahaan?
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul