Bad 1266
Bab 1266 Adik Perempuan Bermuka Dua
Sin itu, perkataan Bianca memiliki nada yang menyiratkan kebenciannya terhadap Qiara.
“Kamu Bianca, kan? Apa kamu tertarik dengan pakaian ini? Jangan khawatir. Saya adh VIP
premium di sini, jadi saya bisa meminta manajer toko agar memberimu diskon tujuh puluh persen
untuk itu.”
Bianca berseri bahagia mendengar perkataan Lina. Diskon tujuh puluh persen? Luar biasa! “Kamu
yakin? Nona Lina, terima kasih banyak!”
“Bukan mash besar. Kamu bisa menganggap ini sebagai cara saya untuk mendapatkan teman
baru.” Lina menatap lurus ke arah Bianca ketika dia menjawab.
Biancangsung mengerti maksud Lina. Mereka berdua membenci orang yang sama. Sin itu,
Bianca dapat menjebak Qiara dan mencegahnya menikahi Keluarga Sofyan dengan bantuan
Lina.
Pada saat yang sama, Lina berpikir untuk memanfaatkan bantuan Bianca untuk memisahkan. Nando
dan Qiara dengan lebih mudah.
“Saya senang mendengarnya. Nona Lina, mari bertukar nomor telepon. Kita bisa nongkrong sambil
minum kopi sesekali.” Bianca menjawab dengan antusias.
Seth mereka berdua bertukar nomor telepon, Lina menggunakan kartu keanggotaannya untuk
mengim diskon tertinggi untuk kemeja itu, dan Bianca senang dengan sikapnya.
Dia tidak sabar melihat Lina menjadi saingan Qiara.
Qiara tetap berada di hotel sampai dia makan mm bersama Nando sebelum dia png. Sudah jam
9.00 mm ketika dia tiba di rumah.
“Bu, saya png!” Dia menyapa ibunya, yang sedang menonton televisi di sofa.
“Smat datang di rumah. Kemari. Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan padamu. Maggy memberi
isyarat agar dia datang.
Qiara menurut dan duduk di samping ibunya dengan cemas. “Ada
apa, Bu?”
“Saya punya pertanyaan. Apa keluarga Nando tahu kalian berdua berkencan?” Maggy bertanya
dengan raut wajah serius.
Menunduk karena malu, Qiara menggelengkan kepnya. “Kami belumma berkencan. Saya belum
bertemu orang tuanya untuk saat ini.”
“Apa dia berencana memperkenalkanmu pada orang tuanya?” Maggy mendesak.
Qiara merenung sejenak sebelum dia kembali menggelengkan kepnya. “Kami belum sampai sana,
Bu. Kami menjninya denganmbat saat ini.”
This belongs to N?velDrama.Org.
Maggy kecewa mendengar perkataan seperti itu dari Qiara. Dia th melihat banyak anak kaya yang
tidak bertanggung jawab dm urusan hubungan mereka. Mereka hanya mencari kesenangan sesaat
dan akan mencampakkan wanita seth itu. Karenanya, Maggy tidak ingin melihat putrinya berakhir
dengan patah hati seth menghabiskan sebagian besar masa mudanya untuk pria yang dicintainya.
“Bu, jangan khawatir tentang saya. Nando menyukai saya, dan saya juga menyukainya. Kami th
memikirkannya dengan serius saat kami mi berkencan.” Qiara menghibur ibunya.
“Kamu harus menangani hubunganmu bersama seorang pria dengan bijak. Saya hanya memberimu
saran berdasarkan pengman saya. Ayahmu dan saya sama–sama berpikir bahwa Nando adh
pria yang baik. Tapi, keluarganya lebih rumit daripada yang bisa kita bayangkan. Keluarga kita tidak
sekuat keluarganya, paham?”
Qiara sangat menyadari perbedaan antara kedua keluarga itu. Karenanya, dia mengangguk dan
meyakinkan ibunya, “Baih. Saya akan berhati–hati.”
Di suatu tempat di dekat pegangan tanggantai dua ada Bianca, yang berdiri di sana seperti hantu
dan menguping pembicaraan dintai bawah. Seringai terbentuk di sudut bibirnya saat mengetahui
bahwa Qiara belum pernah bertemu dengan orang tua Nando. Apa Nando telu malu untuk
memperkenalkan Qiara kepada orang tuanya karena dia tidak berguna? Apa itu berarti Nando hanya
berencana untuk mempermainkan perasaannya?
Sudut bibirnya membentuk senyum puas. Karena Bianca kini memiliki nomor telepon Lina, mereka
akan bekerja sama untuk memisahkan Qiara dan Nando saat waktunya tepat.
Ketika Qiara menaiki tangga dengan membawa dompetnya, dia bertemu Bianca di ujung tangga, dan
wanita itu menghngi jnnya.
“Minggir.” Qiara tidak repot–repot menyembunyikan ketidaksabaran dm suaranya.
“Qiara, apa kamu masih marah pada saya? Apa yang bisa sayakukan untuk mendapatkan
maafmu?” Bianca berpura–pura sedih dengan nada bicaranya, namun tangannya masih terulur,
menghngi Qiara untuk melintas.
“Apa kamu tidak dengar saya memintamu agar memberi jn untuk saya?” Qiara tidak bisa menahan
rasa frustrasinya.
“Qiara, maafkan saya! Tolong jangan marah pada saya! Saya berjanji tidak akan mengnginyagi.”
Bianca sengaja mengeraskan suaranya, dan perkataannya sampai ke Maggy yang berada dintai
bawah sebagaimana yang diharapkan. Saat itu, Maggy meneriaki putri sulungnya dari sofa, “Qiara,
Bianca sudah bjar dari keshannya. Berhenti menyhkannya.
Qiara menggertakkan giginya pada ibunya karena memihak Bianca. Sebaliknya, Bianca
menyunggingkan senyum lebar yang terbentang di wajahnya, dan nada bicaranya merendahkan saat
dia berkata, “Qiara, saya th bjar dari keshan saya! Maukah kamu memaafkan saya? Saya
berjanji akan mendengarkanmu di masa depan.”
Qiara jijik dengan perku Bianca yang bermuka dua dan dia merasa mual karenanya. Namun, dia
merasa sedih dan putus asa jauh di lubuk hatinya. Memiliki adik perempuan yang maniptif
seperti Bianca hanya akan membahayakan seluruh keluarga suatu saat nanti.