AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Ruang Untukmu > Bad 1242

Bad 1242

    Bad 1242


    Bab 1242 Memberikan Qiara Perhiasan


    Awalnya, dia pikir Lathan akan tetap memikirkan perasaannya seperti yang slu diakukan. Namun,


    dia hanya mendengarnya mendengus kecil. “Saya dulu buta. Bagaimana bisa saya meninggalkan


    wanita sebaik Qiara dan tergoda oleh wanita tidak punya hati sepertimu?”


    “Maaf. Apa kamu bng saya tidak punya hati? Mana mungkin saya tidak punya hati?” Bianca


    menyangkalnya.


    Melihat mereka terlibat dm perdebatan panas, Qiara berniat untuk pergi dan dia berdiri sebelum


    berkata, “Kaliannjutkan saja. Saya ingin ke kamar.”


    Namun, Lathan meraih pergngan tangannya begitu dia berdiri. “Qiara, jangan pergi.”


    Qiara segera menepis tangannya dan memperingatinya, “Jangan sentuh saya.


    Meskipun menerima tanggapan yang dingin, Lathan sama sekali tidak keberatan. Sebaliknya, dia


    tersenyum dan memberikan penawaran, “Karena kita tidak bisa menjadi sepasang kekasih, bisakah


    kita berteman?”


    Bianca memblakkan matanya dengan terkejut. Apa Lathan sudah jatuh cinta pada Qiara?


    Qiara js–jd tidak ingin berurusan dengannya, sehingga dia bergegas naik ke atas. Namun Lathan


    juga tidak berniat untuk pergi. sementara itu, Bianca duduk di sofa dan berpura–pura sedih.


    Dia ingin melihat reaksi Lathan karena dia tidak percaya pria itu akan melupakannya dm semm.


    Kenyataannya,


    dia percaya ku pesonanya bisa mempertahankan pria itu.


    Begitu dia menyadari pria itu menoleh ke arahnya, matanya memerah. “Saya minta maaf, oke? Saya


    tidak bermaksud untuk menckaimu tadi mm. Saya sedang marah.”


    Namun, dia tidak tahu ku keckaan mobil semm hampir merenggut nyawa Lathan. Seth


    dirinya hampir sekarat, dia akhirnya mengerti ku hal terpenting di dunia ini bukah kecantikan luar,


    minkan kewarasan.


    “Hubungan kita sudah berakhir. Saya hanya ingin mengganti rugi semua hal yang sudah sayakukan


    pada Qiara,” ungkapnya.


    “Lathan, apa kamu sudah lupa bagaimana dia membawa Nando makan mm semm dan


    menghinamu; Saya tidak ingat jika sudah melihatnya sedih karena hal itu!” Bianca mendengus singkat


    dan menentangnya.


    Saat itu, Lathan menerima sebuah panggn dan mengangkatnya seraya berdiri. “Apa semuanya


    sudah dikirim?”


    Dialu bergegas pergi ke arah pintu. Bianca terpaksa bangkit dan berdiri di depan jend bergaya


    Prancis di rumah itu, memikirkan apa yang dikirimkan oleh pria itu. Karena dia berasal dari keluarga


    kaya dan bukah orang yang pelit, hadiah yang dia berikan padanya sma enam


    bn kebersamaan mereka mungkin berni ratusan juta.


    Segera sethnya, dia melihatnya kembali bersama tiga orang pegawai dari sebuah toko perhiasan.


    Mereka memakai sarung tangan saat mengeluarkan empat set perhiasan dengan hati- hati dari koper–


    koper yang mereka bawa.


    Cahaya yang mengenai perhiasan–perhiasan itu membuat semuanya berku, dan setiap perhiasan


    itu membuat jantung Bianca berdetak kencang. Empat set perhiasan ini pasti berni setidaknya


    ratusan juta rupiah! Sejak kapan Lathan menjadi sebaik ini?


    “Pak Lathan, perhiasan yang Anda pesan sudah sampai. Tolong tanda tangan di sini.”


    “Bagus. Saya akan menghubungi kalian jika ada mash nantinya.” Lathan mengangguk dan


    duduk di atas sofa.


    Begitu para pegawai dari toko perhiasan itu pergi, Bianca segera duduk di sebhnya dan menunjuk


    sh satu kalung. “Lathan, gaun yang baru saja saya pesan membutuhkan kalung yang cocok


    dengannya! Bisakah kamu memberikan saya sh satu kalung itu?”


    “Kamu lihat ke–empat set perhiasan ini? Yah, tidak ada dari mereka yang akan menjadi milikmu, dan


    kamu bisa berhenti mengharapkannya. Semuanya adh milik Qiara.” Seth menyelesaikan


    perkataannya, dia menutup kotak–kotak perhiasan itu dan membawanya ke atas.


    Bianca, yang ditinggalkan begitu saja di ruang tamu, memicingkan matanya dan diam–diam


    menghentakkan kakinya. Sesuai perkiraan, tidak akan ada orang sadar sampai mereka akhirnya


    mengmi kehngan. Saat ini, dia menyadari ku dirinya semakin tertarik pada Lathan.


    This belongs to N?velDrama.Org.


    Namun, pria itu sekarang hanya mau melihat kakaknya saja.


    Di sisiin, Qiara tengah menghabiskan waktu di kamarnya dengan membaca buku. Dia tengah


    menunggu sampai jam menunjukkan pukul 11 siang agar dirinya bisa pergi berkencan bersama


    Nando. Tak disangka, seseorang mengetuk pintu kamarnya.


    “Qiara, bukan pintunya. Saya ingin mengatakan sesuatu.” Suara Lathan terdengar dari luar pintu.


    Sambil mengerutkan dahinya, dia memikirkan kenapa pria itu belum pergi. dia ingin mengabaikannya,


    namun dia terus–menerus mengetuk pintunya, membuatnya merasa kesal. Karena itu, dia akhirnya


    bangkit dan membuka pintu sebelum melihatnya membawa beberapa kotak perhiasan di tangannya.


    “Qiara, kenapa kamu tidak melihat kotak–kotak ini dulu? Siapa tahu kamu akan menyukainya. Saya


    memilih mereka khusus untukmu.” Lathan dengan canggung membuka kotak perhiasan pertama dan


    menunjukkan isinya padanya.


    Namun, Qiara hanya menatap perhiasan itu seks sebelum menatapnya kembali. “Lathan, saya


    sudah bng, jangan ganggu sayagi. Kita bahkan tidak bisa berteman, apgi menjadi sepasang


    kekasih, jadi tolong tinggalkan rumah saya.”
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul