Bab 1174
Ruang Untukmu
Bab 1174 Minggu yang Panjang
Raisa terkekch. “Yah, kamu sedang terluka. Jika bukan karena itu, saya pasti sudah membungkus diri
saya sendiri sebagai hadiah dan memberikannya kepadamu.”
Rendra sedikit bersungut–sungut melihat betapa percaya dirinya dia. Dia akan membuatnya
membayar semua itu begitu dirinya benar–benar sembuh.
Sesuai perkiraan, Raisa menerima panggn telepon dari Sta sore harinya. Sta merasa sangat
senang saat dirinya bertanya apakah Raisa hamil. Apa yang bisa dikatakan Raisa? Dia hanya bisa
mengakuinya.
Snjutnya, dia mendapatkan panggn telepon dari ra yang juga merasa senang. ra
menghujani dengan pertanyaan mengenai kapan dirinya akan pergi ke rumah sakit untuk memeriksa
bayinya. ra js–js sangat mengharapkan kehamn itu.
Raisa juga mi merasa gelisah. Dia harus segera membuat kebohongan itu menjadi kenyataan, atau
dia akan kesulitan menghadapi kepedulian dan kekhawatiran semua anggota keluarganya.
Seth mengakhiri panggn itu, Raisa mendesah dan mendengar seseorang terkekeh di
bkangnya. “Sekarang kamu gelisah, kan!”
Dia berbalik menatapnya dan mendengus, “Bagaimana bisa kamu menertawakannya? Cepah
pikirkan sesuatu!”
Mata pria itu terlihat berbinar dan suaranya terdengar menggoda.
“Satu–satunya solusi adh mencobanya mm ini.”
Wajah Raisa memerah. “Tidak bisa. Kesembuhanmu lebih penting. Saya menknya.”
“Percayh, Raisa. Saya akan baik–baik saja.” Rendra memutuskan untuk membuat kebohongan itu
menjadi kenyataan meskipun dirinya sedang terluka. Bagaimanapun, kuncinya adh waktu.
Raisa menampar dirinya sendiri. “Saya sudah melibatkanmu dm mash ini. Saya seharusnya
tidak berbohong.”
Rendra menariknya ke dm pelukannya. “Kamu tidak mkukan sesuatu yang sh. Ayah saya
sudah tidak marahgi dan dia memberikan restunya kepada kita. Saya merasa sangat senang.”
Raisa memejamkan matanya dan membs pelukan itu. “Baih. Fokus saja pada kesembuhanmu
seminggugi. Saya akan membiarkanmu mkukan apapun seth itu.”
Rendra menunduk dan mengecup rambutnya. Dia hampir tidak mungkin bisa menunggu.
Namun, dia tidak ingin membuatnya khawatir, jadi dia hanya bisa menjawab dengan serak, “Baih.
Saya akan menunggu seminggugi.”
Ccontent ? exclusive by N?/vel(D)ra/ma.Org.
“Berjanjh! Kamu harus memegang janjimu, oke?” Raisa khawatir ku pria itu akan membuat
kekacauangi. Jika lukanya terbuka sekaligi, lukanya pasti akan terinfeksi.
“Apa saya akan mendapatkan hadiah jika berhasil mkukannya?”
“Jika kamu memegang janjimu, saya akan memberikanmu satu permintaan, sma itu adh sesuatu
yang bisa sayakukan.”
Pria itu menyeringai. “Sepakat.”
Raisa membenamkan wajahnya di dadanya. Dia merasa malu!
Sma beberapa hari ke depan, Rendra fokus pada penyembuhannya. Saka datang setiap hari untuk
melihat perkembangannya. Sudah dua minggu semenjak luka itu ada, dan jika bukan karena luka itu
pernah terbuka dua kali sebelumnya, lukanya pasti sudah sembuh.
Di sisiin, Raisa menghabiskan waktu sma dua hari untuk mdeni panggn telepon dari ra
dan Sta. Sherin juga mengirim seseorang untuk membawa banyak sekali jenis suplemen. Perhatian
dan kepedulian mereka mi membuat Raisa merasa sedikit bersh.
Rasanya seperti ada dorongan tak kasat mata yang memaksanya untuk segera mkukanngkah
akhir bersama Rendra secepat mungkin. Dia merasa malu, namun juga merasa senang dan
antusias.
Enam dari tujuh hari sudah terlewati, dan kondisi Rendra sudah mi membaik. Lapisan kulit yang
baru mi menutupi lukanya sementara kulitnya yangma mengering dan terlepas. Hal itu
menimbulkan bekas luka yang terlihat mengerikan, namun Raisa merasa itu terlihat jantan.
Akhirnya mereka akan segera tiba di hari terakhir, dan Raisa bisa merasakan tatapan Rendra semakin
bergairah dari hari ke hari. kapanpun dia lewat, dia bisa merasakan intensitas keberadaannya.
Feromonnya seh–h memenuhi udara.
Saka datang hari ini dan Raisa mendengarnya berkata, “Saya bisa melepaskan perbannya besok.
Kamu lebih baik tidak membuat lukanya terbukagi!”
Ini adh hari terakhir. Saya harus waspada dan tidak boleh membiarkannya mkukan apapun
mm ini, batin Raisa.
Ketika Saka pergi, waktu sudah sore, dan para pyan sudah menyiapkan banyak menu makan
mm. Berat badan Raisa naik dua kilo seth menghabiskan banyak makanan yang kaya nutrisi
bersama Rendra sma beberapa hari terakhir. Wajahnya terlihat lebih lembut dan bt, dan dia
bahkan terlihat semakin menggemaskan.
Dari perspektif seorang pria, dia bahkan menjadi semakin berisi ketika disentuh. Saat pukul setengah
sepuluh mm itu, Raisa keluar dari kamar mandi seth membersihkan diri dan memutuskan untuk
menonton seri drama favoritnya untuk menghabiskan waktunya.