AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Ruang Untukmu > Bab 1164

Bab 1164

    Bab 1164


    Bab 1164 Pencegahan


    “Rendra seharusnya belum bisa png dm kondisi seperti ini, tapi dia bersikeras, dan saya tidak


    punya pilihanin. Saya tahu ku kamu akan merawatnya. Tapi ingah ku dia tidak boleh


    mkukan… hal–hal berat.”


    Wajah Raisa memerah. Dia tidak sedang membicarakan tentang hraga. “Baih. Saya mengerti.”


    “Saya tidak ingin lukanya terbukagi, jadi tolong kerjasamanya.”


    Dia menyunggingkan senyumnya dan mengangguk malu. “Saya mengerti. Saya akan mengingatnya.”


    “Baih. Tidak boleh ada kucing juga untuk sementara. Saya yang


    akan mengurusnya.” Saka sudah memeriksa semua tempat dan berpikir ku kucing juga harus


    disingkirkan.


    “Baih. Saya akan menyerahkan Celin padamu.” Raisa mengangguk.


    Saka kemudian masuk ke dm kamar dan berpamitan pada Rendra sebelum dia pergi. Hanya ada


    dua pyan yang disisakan untuk bekerja di rumah itu. Suasananya juga benar–benar hening, entah


    kenapa.


    Dan sekarang sudah hampir tahun baru. Raisa kembali masuk ke dm kamar. Rendra tengah


    berbaring di atas ranjangnya dan terlihat bosan. Dia bertanya, “Mau dibawakan buku?”


    “Apa kamu pikir saya punya selera untuk membaca buku?” tanya Rendra sambil tersenyum.


    Raisa mengerjapkan matanya. “Lalu apa yang kamu inginkan?”


    “Saya ingin kamu menghabiskan mm di kamar saya, Raisa,” pintanya.


    Jantung Raisa berdetak kencang. Dia segera berkata, “Tidak. Dokter Saka bng saya tidak boleh


    mengganggumu. Dan saya tidak mau memperparah lukamu.”


    Rendra mengerutkan alisnya. Apa yang dikatakan Saka padanya? “Saya tidak peduli. Kamu akan tidur


    bersama saya mm ini,” ucapnya dengan nada mendesak.


    Baih. Dia sedang terluka. Saya akan menurutinya untuk kali ini saja. “Baih. Saya akan tidur di


    sini, tapi kamu harus menghabiskan sup yang dibuatkan oleh pyan. Ada hati sapi di dmnya.”


    Rendra benar–benar ingin menknya, namun dia tidak mkukannya. “Baih. Saya akan


    menghabiskannya.”


    Anak baik. Makanan itu penting untuk kesembuhannya.


    All content is ? N0velDrama.Org.


    “Oh. Sta bng ibumu akan datang besok. Kamu harus berpura–pura tidak terluka. Apa kamu bisa


    mkukannya?”


    “Tentu saja.” Rendra mengangguk.


    Kembali ke Kediaman Keluarga Hernandar, seorang pyan kembali dengan membawa barang yang


    sudah dibelinya atas permintaan Sherin. “Jangan lupa untuk membawanya besok. Ini adh


    barang yang penting.”


    “Tapi Nyonya, Tuan Rendra masih muda. Apa Anda yakin ingin memberikannya… ini?”


    “Hei, saya ingin Raisa segera hamil.” Dia terkekch. “Pastikan dia meminumnya, dan jangan beritahu


    dia apa itu.”


    Pyan itu pergi seth membersihkan meja makan seth makan mm selesai. Raisa mengganti


    bajunya dengan piyama dan masuk dengan malu–malu ke dm kamar Rendra. Bahkan ketika dia


    masih dm masa pemulihan, dia akan tetap memeriksa email–nya dan mengurus beberapa


    pekerjaan lewat iPad–nya.


    Ini sudah jam setengah sepuluh mm.


    Dia mendekati Rendra dan menatap lurus ke arahnya. “Masih bekerja? Kamu harus banyak istirahat.”


    Rendra meletakkan iPad–nya, dia bisa merasa aroma wangi dari tubuh Raisa, dan raut frustrasi


    muncul di matanya. Dia hanya berjarak beberapa inci dari saya, tapi saya bahkan tidak bisa


    berhubungan seks dengannya.


    Raisa naik ke atas ranjang dan masuk ke dm pelukannya sebelum dia bahkan menariknya. Saya


    tidak boleh membuatnya kelhan, dan saya juga tidak boleh menekan luka di punggungnya. Karena


    dia hanya bisa berbaring di satu sisi, Raisa menyandarkan kepnya di lengannya yangin, dan


    mereka saling berpelukan erat.


    Udara dingin dari luar membuatnya semakin menikmati pelukan hangat itu. Dia mungkin berbau


    disinfektan, namun dia tetap mencintainya.


    Rendra mencium kepnya dan menghirup aroma rambutnya. Sesuatu di bawah sana semakin


    membesar, dan wajah Raisa memerah. Dia merasakannya, tentu saja, namun Saka menyuruhnya


    untuk tidak mkukan apapun, jadi dia mencoba mengabaikannya.


    “Raisa…” Rendra memanggilnya, seh ingin mengeluh. Pria itu mengangkat dagunya dan menunduk


    untuk menciumnya.


    Dia juga ikut merasa panas. Yah. Saya pasti tidak akan bisa tidur jika seranjang dengannya.
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul