Bad 1125
Bab 1125 Peringatan.
“Maafkan saya. Raditya. Saya-”
N?velDrama.Org owns all ? content.
“Ini bukan shmu,” kata Raditya lembut.
Dia mengajak Anita ke ruang keluarga. Anita menyadari bahwa Raditya terlihat tegang. Berdasarkan
percakapan mereka, dia tahu hubungan Rendra dengan Raisa merupakan mash.
besar.
Rendra mundur dari pemilu demi Raisa. Ini tak bisa dipercaya. Namun, Anita menganggap Raisa
beruntung memiliki pria yang sangat mencintainya, Rendra bahkan r berkorban sebesar itu.
“Kamu mengkhawatirkan Rendra?” Anita mengelus wajah Raditya. Dia mengkhawatirkan suaminya.
Raditya mengh napas. “Saya khawatir tentang Kakek dan Nenek. Mereka mengharapkan hal- hal
besar dari Paman Rendra. Ini mh bisa menghancurkan mereka.”
“Raditya, kamu mencintai saya? Maukah kamu melepaskan karirmu demi saya?” tanyanya serius, masih
memegang wajah suaminya.
Dia menjawab tanpa ragu, “Tentu saja.”
“Apa yang akan kamukukan ku saya diculik, dan mereka menginginkanmu sebagai tebusan?”
Raditya memeluknya. Entah mengapa, dia menjadi gugup. “Saya akan membunuh mereka jika mereka
mencoba mkukan sesuatu padamu.”
Oh, wow. Anita menyadari bahwa dia seberuntung Raisa. Keduanya bertemu pria yang akan
menyerahkan segnya demi mereka. Dia tersenyum. “Sekarang apa kamu bisa melihat san Paman
Rendra mundur dari pemilu demi Raisa? Karena dia mencintainya, sama seperti kamu mencintai saya.”
Raditya telu terkejut dengan keputusan Rendra, tetapi sekarang Anita menjskan semuanya
untuknya. Dia mengh napas. “Kamu benar.”
Anita menatapnya. Raditya masih mengerutkan kening, dan Anita mencubit alisnya. “Jangan khawatir.
Kita akan membantu mereka jika mereka memerlukan kita.”
Di rumah kaca, Sherin menertawakan sesuatu yang dikatakan Sonia. Saat itu, seorang pyan masuk.
“Nona Liando? Nona Sta ingin berbicara dengan Anda.”
“Oh, tentu.” Sonia bangkit dan mengucapkan smat tinggal pada Sherin,lu dia pergi bersama
pyan itu. Tepat seth dia pergi, Rendra masuk dan duduk di samping ibunya.
“Ada yang ingin saya katakan padamu, Bu.”
Sherin menyesap tehnya. “Oh, ya? Kenapa kamu harus menunggu sampai Sonia pergi untuk
membahas ini?” Oh, akhirnya. Rendra membahas mash ini.
“Tolong berhenti mengundang Nona Liando, Bu. Saya punya seseorang yang saya sukai,” katanya.
Sherin menatapnya heran. “Masak? Siapa wanita yang menarik perhatianmu itu?”
“Saya akan memperkenalkannya pada kalian b waktunya tepat.”
Oh, dia akhirnya akan mengajak png seorang gadis untuk makan mm. Sepertinya pernikahan
akan segera tiba. Sherin mengangguk. “Ku begitu saya akan menunggunya. Saya akan menemui
Nona Liando tepat pada waktunya.”
Rendra mengangguk. “Tentu. Saya akan kembali nanti.”
“Saya ingin bertemu dengan gadis itu sesegera mungkin. Akan lebih baik jika kamu bisa punya anak
tahun depan,” kata Sherin kepada Rendra saat dia meninggalkan ruangan.
Sonia hendak menemui Sta, tetapi dia mh bertemu dengan Anita, yang juga sedang menuju ke
tempat Sta dan akan menghabiskan waktu bersamanya di koridor. Bahkan sebelum mereka
berbicara, ketegangan sudah bergelora di udara.
“Berhenth membuang–buang waktumu untuk Rendra, Nona Liando. Saya dengar semua yang kamu
katakan pada Raisa tadi. Munduh ku kamu tahu apa yang baik untukmu,” Anita memperingatkan.
Sonia menekan amarahnya. Dia mencoba bersikap sebaik yang dia bisa,lu dia berkata, “Sepertinya
kamu keliru, Anita. Itu demi kebaikan mereka sendiri. Benar, mereka memang tidak punya hubungan
darah, tetapi Rendra berada dm posisi sensitif. Dia harus terbebas dari skandal apa pun. Pemilu
sudah dekat. Jika seseorang mengetahui dia jatuh cinta dengan putri baptis kakaknya, itu akan
menyebabkan banyak mash.”
“Kami tidak perlu orang luar untuk memberi tahu kami apa yang harus dkukan. Urus urusanmu sendiri,
Nona Liando,” bs Anita. Dia tahu sifat asli Sonia, dan itu membuatnya muak.