Bad 1121
Bab 1121 Biarkan Saya Membantumu
“Terima kasih… Anita.” Raisa meraih tangannya, merasakan kehangatan karena didukung.
Anita tertawa terbahak–bahak. “Apa perlu saya menanggilmu Bibi Raisa sekarang?”
Raisangsung tersipu sambil menunduk. Bagaimanapun, mash generasi ini memang agak kacau.
Content provided by N?velDrama.Org.
“Saya … Dia menggigit bibir merahnya, merasa sangat malu sampai–sampai dia tak tahu harus berkata
apa.
Anita berhenti menggoda Raisa dan mengulurkan tangan untuk memeluknya. “Apa pun gr kita, kita
akan memutuskannya ketika saatnya tiba. Saat ini, yang paling penting adh kalian bersama. Saya
berjanji ku saya dan Raditya akan mendukung kalian.”
Raisa tiba–tiba merasa cemas. “Raditya …”
“Sma saya di pihakmu, dia tidak akan berani menentang saya!” Anita mendengkus.
Raisa menatapnya penuh rasa terima kasih. Meskipun kata–kata Anita tidak mewakili pendapat
orang
“Nona Sayaka, Nyonya Laksmana, kalian berdua ada di sini! Makan siang akan segera dimi di a,”
para pyan memberi tahu.
Raisa dan Anita saling bertukar pandang dan berjn menuju a, bergandengan tangan. Sementara
itu, Sonia sudah duduk di depan meja, dan Nyonya Hernandar th mengatur agar dia duduk di
samping Rendra. Meskipun Rendra belum turun, js mereka disiapkan untuk duduk bersama, jadi
Sonia sengaja melirik Raisa.
Raisa duduk di samping orang tuanya, sedangkan Anita duduk di samping Raditya. Kemudian Raditya
menatapnya dengan tatapan penuh arti karena kata–katanya hari ini cukup mengejutkannya.
“Kenapa Rendra belum turun?” Nyonya Hernandar bertanya kepada pyan.
“Tuan Hernandar sedang menelepon di atas. Beliau sepertinya sibuk menyelesaikan pekerjaannya.
Beliau akan segera turun.”
“Jadwal anak ini slu saja sangat padat. Sulit sekali untuk bertemu dengannya,” keluh Nyonya
Hernandar kepada semua orang di meja.
Sambil mengatakan itu, mereka tahu bahwa dia bangga dengan putranya.
Hanya Sta yang bisa menanggapi ibunya. Dia tersenyum dan menjawab, “Ku Rendra tidak bekerja
dengan baik, kamu pasti cemas, tetapi sekarang dia baik–baik saja, kamu masih saja mengomel tentang
dia.”
Begitu dia mengatakan itu, semua orang tertawa, tetapi Nyonya Hernandar mengh napas dan
menjawab, “Dia itu sempurna dm seg hal sin pernikahannya!” Seth dia selesai berbicara, dia
menatap Soniagi diliputi kegembiraan di matanya.
Begitu Sonia merasakan tatapan Nyonya Hernandar padanya, dia menunduk malu–malu. Seth itu,
dia menoleh untuk melihat Raisa dengan seringai kemenangan.
Melihat pemandangan itu, Raisa merasa patah hati.
Saat ini, sosok Rendra yang tinggi dan tampan mngkah ke ambang pintu. Dia melirik kursi kosong di
meja, sedangkan Anita punya rencana. Dia segera bangkit dan berkata kepada Rendra, “Paman
Rendra, skan duduk di sini.”
Seth berbicara, Anita bangkit dan duduk di sebh Sonia. Lalu dia mengaitkan lengannya dengan
Sonia dan berkata dengan intim, “Nona Liando, saya sangat menyukaimu! Ayo duduk
bersama!”
Soniangsung menegang. Dia tahu bahwa Anita sengaja memisahkan dia dan Rendra.
Melihat mereka berdua, Raditya juga sedikit bingung. Dia tahu apa yang ada di pikiran istrinya. Oleh
karena itu, Rendra duduk di samping Raditya. Dia mengangkat cangkir teh dan memandang Raisa dari
tepi cangkirnya. Gadis itu duduk berhadapan di seberangnya.
Raisa mengangkat kepnya dan menatap tatapan Rendra. Kemudian, dia mengerucutkan bibir
merahnya dengan guguplu menunduk.
Seth Raditya diingatkan oleh Anita, dia sengaja mengalihkan pandangannya ke pamannya dan
mendapati bahwa meskipun Rendra sedang minum teh, dia sebenarnya sedang menatap Raisa.
Hanya pria yang paling memahami pria, jadi Radityangsung merasa sedih. Mungkinkah Anita benar
tentang mereka?
“Ayo, kita bersng bersama untuk pertemuan kita hari ini,” kata Sta sambil berdiri.
Terkecuali dua tetua yang tidak berdiri, semua orang berdiri dan saling mendentingkan gs. Suasana
seketika menjadi lebih hidup.
Seth segs anggur pertama, semua orang mi menikmati kudapan. Sonia tak bisa menahan diri
untuk meminta dengan lembut kepada Rendra, “Rendra, saya mau makan ikan. Apa kamu bisa
mengambilkannya untuk saya?”
“Kamu mau ikan? Biarkan saya yang membantumu.” Anita merupakan yang paling proaktif dan segera
mengambil sepotong ikan untuk Sonia. Sonia dm hati mengutuknya karena merusak peluangnya.