Bad 1112
Bab 1112 Bertemu Keluarga
Hardi mmbai pada Raditya ke arahnya. Dia adh kakek yang jarang hadir dm masa pertubuhan
Raditya sampai dia dewasa, dan mereka jarang bertemu satu samain di luar acara keluarga. Rasa
bersh pun semakin menumpuk dari waktu ke waktu, dan sekarang Hardi sudah berada di usia senja,
jadi dia ingin menymatkan hubungannya dengan cucunya.
Takma kemudian, Sta memberi isyarat kepada Raditya dan Anita untuk pergi ke paviliun,lu
menyuruh sh satu pyan membawa Raisa untuk masuk juga.
N?velDrama.Org owns all ? content.
“Raditya, kenalkan ini Raisa,” Sta memperkenalkan.
Ini adh pertama kalinya Raisa bertemu putra Sta, tetapi ada rasa keakraban yang membuatnya
merasa nyaman. Dia tersenyum padanya dan berkata, “Senang bertemu denganmu, Raditya.”
“Saya juga merasa senang,” kata Raditya, seth menerimanya sebagai bagian dari keluarga.
Sta menunjuk wanita di sebh Raditya dan berkata kepada Raisa, “Dan izinkan saya
memperkenalkanmu kepada istrinya, Anita.”
Anita th memperhatikan gadis cantik bernama Raisa sejak dia masuk dan mengira bahwa ini adh
putri baptis yang diangkat oleh Sta. Entah kenapa, kedua gadis itungsung menyukai satu samain.
“Senang bertemu denganmu, Anita,” sapa Raisa dengan manis.
Hati Anita terasa hangat saat mendengarnya. Wajahnya berseri–seri sambil mengulurkan tangan untuk
memegang tangan gadis itu, senang bahwa dia th mendapatkan seorang saudara perempuan.
“Jangan jadi orang asing. Raisa. Ayo kita pergi berbnja dan makan mm kapan- kapan.”
“Oke,” jawab Raisa dengan ramah, sambil tersenyum.
Saat itu, Rendra sudah masuk ke dm. Jantung Raisa hampir melompat ke tenggorokannya ketika dia
melihat pria. Sebuah pikiran tiba–tiba terlintas di benaknya, dan wajahnya pun menjadi panas. Jika
saya… Jika saya dan Rendra menikah suatu hari nanti, maka saya tak perlugi memanggilnya Om
Rendra di depan semua orang! Astaga, hal itu pasti akan mengejutkan bagi semua keluarga!
“Rendra, kemarh. Kami tak peduli ku kamu adh seorang wakil presiden. Tetah bersama kami!
Kami akan saling bercerita tentang keluarga,” ujar Sta, sekaligus melepaskan mantel wakil presiden
Rendra.
berat
“Saya datang.” Rendra tersenyum sambil berjn mendekat dan berhenti tepat di sebh Raisa. Napas
Raisa tercekat pada kedekatan yang tak terduga ini, dan secara mi diangsung mengambilngkah
ke samping. Namun, dia tidak menyadari bahwa ada sebuah vas yang tepat di sebhnya. Raisa akan
menabraknya seandainya Rendra tidak menjangkaunya tepat waktu untuk menghindari akibat buruknya,
dan ketika Rendra memandangnya, tatapannya terlihat sangat lembut dan penuh kasih.
Tak ada orangin di ruangan itu yang menangkap momen singkat namun intens ini, tetapi Anita melihat
mereka. Untuk sesaat, jantungnya hampir jatuh ke perutnya, dan matanya memblak
sedikit sambil berpikir, Apakah itu hanya dugaan saya atau apakah itu yang benar–benar terjadi?!
Namun, Anita menyembunyikan keterkejutannya dan tidak menunjukkannya, khawatir ku dia akan
bereaksi berlebihan. Yang dia tahu, Rendra hanya bersikap protektif terhadap Raisa, seperti bagaimana
orang tua biasa melindungi anak.
“Nona Sta, kamu dipanggil oleh Bu Sherin,” ucap pyan itu dengan sopan.
“Baih, ku begitu. Rendra, tetap di sini bersama para tamu sementara saya menemui ibu kita,” kata
Sta saat dia keluar dengan anggun.
Rendra menoleh untuk melihat Raditya dan berkata dengan ramah, “Ceritakah apa saja yang th
kamu kerjakan, Raditya!”
Seth mendengarnya, Raditya menepuk punggung Anita. “Temani Raisa. Saya akan segera
bergabung dengan kalian berdua.”
Anita mengangguk. Dia bergandengan tangan dengan Raisa dan menyarankan dengan riang,
“Haruskah kita menyingkir agar bisa mengobrol tentang wanita?”
Seth meninggalkan paviliun, Anita dan Raisa menuju ke srium dan duduk di kursi besi.
Raisa menyangga dagunya dengan satu tangan dan memandang Anita dengan rasa penasaran.
“Bisakah kamu memberitahu saya bagaimana kamu dan Raditya bisa bertemu? Kamu adh seorang
pengusaha dan dia adh seorang anggota pasukan khusus. Pasti ada cerita yang menarik dibaliknya!”
Anita sangat senang untuk membagikan kisahnya. Wajahnya tampak bersinar merah jambu saat
berkata, “Ya. Kisah kami dimi karena lipstik.”
Persis seperti itu, Raisa mendapati dirinya mendengarkan sh satu kisah cinta yang paling
mendebarkan, yang intinya adh bahwa Raditya ditugaskan untuk menjaga keamanan Anita. Mereka
saling jatuh cinta satu samain saat dia tinggal di pangkn militer bersamanya, dan seth mengakui
perasaan mereka, mereka membutuhkan waktu tiga bn untuk meresmikan hubungan mereka.
Kecemburuan terlihat js di wajah Raisa ketika dia mendengar kisah ini.
“Bagaimana denganmu, Raisa? Apakah ada seseorang yang kamu sukai?” Anita bertanya, seth dia
selesai menceritakan kisah cintanya yang mempesona, sangat ingin mendapatkan pengetahuan secara
langsung tentang kehidupan cinta Raisa.
Raisa mendongak tepat pada waktunya untuk melihat seks sosok Rendra di dekat jend paviliun,
yang berada tepat di sebh srium. Kacanya sedikit berkabut karena hawa yang dingin, tapi dia
masih bisa melihat bayangan pria itu yang menjng tinggi. Sungguh lucu bagaimana Rendra berdiri
begitu dekat, tetapi tampak begitu jauh dari jangkauannya.
Raisa mengerutkan bibirnya dan mengangguk dengan malu–malu sambil mengakui, “Ada seseorang
yang spesial.”
“Benarkah? Apa yang pekerjaannya? Apakah kalian sudah bertemu dengan orang tua masing- masing?”
Anitangsung berubah ke mode interogasi. Dia merasa sangat gembira untuk Raisa. Lagi p, hanya
ada sedikit hal dm kehidupan seorang gadis yang dapat menandingi kebahagiaan saat bertemu
dengan cinta sejatinya.