AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Ruang Untukmu > Bab 1107

Bab 1107

    Bab 1107


    Bab 1107 Lagu Pengantar Tidur


    ra terkejut dengan perkataan Raisa, dan matanya memblak tak percaya. “Apakah kamu sedang


    menjalin hubungan? Dengan siapa? Kenapa kita belum bertemu dengannya?”


    N?velDrama.Org owns all ? content.


    Roni juga bingung saat dia melirik Raisa dengan rasa ingin tahu.


    Raisa mengangguk dengan wajah memerah dan mengaku, “Ya, saya sedang jatuh cinta dengan


    seseorang.”


    Jadi inh mengapa Raisa berperku seperti itu di restoran. Kekesn ra tumbuh seiring dengan


    kesadarannya. “Kamu bisa memberitahukan kami lebih cepat. Ceritakan lebih banyak. Saya ingin tahu


    tentang dia dantar bkang keluarganya. Apakah dia tampan juga?”


    Raisa


    mengerucutkan bibirnya. Dia tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan mamanya, namun ketika dia


    menjawabnya, dia terdengar tegas. “Dia adh pria sukses yang jauh dari kemampuan saya.”


    “Lalu, apa pekerjaannya?” ra mendesak dengan tidak sabar.


    Raisa hanya menggelengkan kepnya sebagai jawaban. “Saya akan memberitahumu. Kita baru saja


    bertemu satu samain.”


    “Ku begitu, sebaiknya kamu pastikan dia bisa dipercaya. Saya tidak ingin kamu membawa png


    berandn,” ra memperingatkan putrinya.


    Raisa mengirim pesan teks kepada Rendra segera seth dia tiba di rumah mm itu. Apa yang


    sedang kamukukan?’


    Raisa tidak menyangka bahwa Rendra menjawab pesannya sangat cepat dan jantungnya berdetak


    kencang. Dia mengirim pesan, ‘Saya baru saja png, kamu?‘


    ‘Saya juga. Tebak apakah yang orang tua saya benar–benar mengatur kencan untuk saya hari ini. Raisa


    berbaring di tempat tidurnya sambil mengantisipasi tanggapannya.


    Raisa dikejutkan oleh panggn telepon dari Rendra dan dia hampir menjatuhkan ponselnya. Raisa


    mendengar suaranya yang dm dan memikat bertanya, “Apa yang terjadi?”


    “Saya th mengusik orang tuanya,” kata Raisa pn dengan tangan menutupi mulutnya.


    Rendra terkekeh saat dia tampak senang dengan ucapannya dan bercanda, Kamu mungkin harus


    menghibur mereka.”


    “Ya, dan saya mengatakan kepada mereka bahwa saya jatuh cinta dengan seseorang,” katanya malu–


    málu. “Tapi saya tidak memberitahukan mereka bahwa itu kamu.”


    “Apakah kamu benar–benar ingin menikah dengan saya, Raisa?” tanya Rendra dengan suara serak.


    Raisa berkedip pehan saat sebuah jawaban muncul di benaknya, namun dia tidak mengatakan


    apapun. Sebaliknya, dia bertanya dengan acuh tak acuh, “Apakah kamu ingin saya menikah


    denganmu?”


    “Jika saya bisa, saya akan menjadikanmu istri saya sekarang,” kata Rendra dengan nada pn dan


    penuh nafsu.


    Dia menghiburnya sambil tersenyum, “Sungguh dramatis. Kamu sadar saya tidak punya tempat untuk


    lari, kan? Kita slu bisa menunda pernikahan sampai waktu yang tepat tiba.”


    Dia tertawa menanggapi. “Maumu.”


    Suara tawanya membuat jantungnya berdetak kencang. Ada sesuatu yang menghibur dan meyakinkan


    saat berbicara mlui telepon. Suaranya yang dm membangkitkan kehangatan yang familiar dm


    dirinya. Dia ingin agar dia tetap terhubung sehingga percakapan mereka dapat benjut smanya.


    “Apakah kamu sudah mandi? Apakah kamu di tempat tidur?” tanyanya tiba–tiba. Jika dia menjawab ‘ya,


    maka dia bisa berbicara dengannya sedikit lebihma.


    “Ya, saya ada di tempat tidur,” jawabnya dengan aksennya yang menarik.


    Demikian juga dengan Raisa, dia berada di tempat tidur sambil selimutan. Suara bas Rendra memikat


    membuat kulitnya tergelitik, dan dia bertanya. “Apakah kamu akan segera tidur?”


    “Tidak.”


    Raisa menyukai cerita pengantar tidur dan yakin dia akan menjadi wanita paling bahagia di ini jika


    dia bisa membujuk Rendra untuk menceritakan cerita pengantar tidur sebelum dia tertidur. “Saya ingin


    tahu apakah… kamu bisa menceritakan dongeng sebelum tidur. Saya kesulitan tidur sekarang,” kata


    Raisa seperti anak kecil. Dia tidak menginginkan apa pun sin tertidur dengan mendengar suaranya.


    “Kamu suka cerita apa?” tanya Rendra dengan sabar seh kata–katanya th menyentuh hatinya.


    “Apa saja,” guraunya riang. “Saya akan mendengarkan cerita apa pun yang kamu ceritakan kepada


    saya. Kamu juga bisa menyanyikangu pengantar tidur untuk saya jika kamu mau!” Raisa terkikik nakal


    dan tidak ragu untuk mengajukan permintaannya.


    Dia berhenti sma beberapa detik saat dia mempertimbangkan pilihannya,lu berkata tanpa basa–


    basi, “Inigu pengantar tidur.”


    Raisa hanya bercanda, dan dia terkejut karena Rendra setuju untuk mkukannya. “Apakah kamu


    serius, Rendra? Apakah kamu benar–benar akan menyanyikangu pengantar tidur untuk saya?” tanya


    Raisa.


    “Bukankah saya belum pernah mkukannya ketika kamu masih kecil,” kata Rendra dengan penuh


    kasih.
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul