Bab 1085
Bab 1085 Berbnja Dengan Sahabat
“Kamu di mana?”
This belongs ? N?velDra/ma.Org.
“Saya di rumah sakit.”
“Kamu sakit?!”
“Tidak, saya di sini hanya untuk menjaga seseorang,” Raisa tidak berani memberitahukan siapa orang
itu.
“Oh, baih. Kita akan bertemu di pintu masuk pusat perbnjaan pukul 10.30.”
“Baih.”
Seth mereka memutuskan kapan akan bertemu, Raisa mencari Emir dan bertanya apakah ada orang
yang bisa memberinya tumpangan. Ketika Emir mendengar rencana Raisa, dia segera mengatur
seorang pengawal untuk mengawal Raisa.
Seth itu, dia kembali ke kamar dan mengambil tasnya. Saat dia menatap pria yang masih tertidur
lp itu, dia pergi tanpa pamit.
Sepuluh menit kemudian, Rendra terbangun dan mendapati wanita itu th pergi, dan dia tidak senang
karena wanita itu pergi sepagi itu. Karena itu, dia duduk diam di sofa sementara staf medis
meributkannya. Akibatnya, hal itu membuat perawat yang bertanggung jawab untuk mengambil
darahnya gugup karena dia berkeringat deras.
“Apa dia bng ke mana dia akan pergi?” Rendra menatap Emir dengan sebh mata.
“Nona Raisa hanya mengatakan dia akan menemui seorang teman.”
“Pria atau wanita?”
“Saya tidak bertanya, tapi saya rasa perempuan.” Emir tersenyum. Seth apa yang terjadi semm,
dia tidak berpikir ada halin yang perlu dikhawatirkan Rendra.
Meskipun dia tidak berani berspeksi tentang apa yang terjadi, dia memiliki dugaan yang bagus
berdasarkan wajah Raisa yang tersipu malu pagi tadi.
Pada saat itu, ponsel Rendra berdering. Dia melihat dan mengangkatnya. “Hai, Sta.”
“Rendra! Hari ini Raisa ng tahun. Bisakah kamu mengatur sesuatu untuk merayakannya? Sayangnya,
kami sedang tidak berada di negara ini. Jadi, kamu harus mkukannya di tempat
kami.”
“Jangan khawatir. Saya akan mengaturnya.”
“Saya baru saja meneleponnya. Dia bersama temannya. Apa dia baik–baik saja tinggal di rumahmu?”
“Saya pikir dia baik–baik saja.”
“Baih. Kami akan kembali seth kami selesai dengan pekerjaan di sini”
“Kamu tidak perlu terburu–buru, Sta. Sebaliknya, luangkan waktumu dan pergh berlibur sgi bisa,”
saran Rendra.
“Baih, Wirawan mau saja, tapi saya khawatir Raisa sendirian di rumah.”
“Titipkan saja dia dm penjagaan saya. Nikmath dan bersenang–senanh dengan Wirawan. Tidak
setiap hari dia bisa mkukannya. Rendra terus membujuknya.
“