AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Ruang Untukmu > Bab 1020

Bab 1020

    Bab 1020


    Bab 1020


    Saat itu, Rendra sedang mengerjakan pekerjaan rumahnya di rumah Sta dan gadis itu sangat berisik


    sehingga dia merasa terganggu.


    Pada sore hari, gadis itu akan merebut bnya saat dia bermain basket. Raisa tidak hanya menk


    untuk mengembalikan b itu sambil memeluknya, dia bahkan menangis sambil berbaring di tanah


    seperti anak nakal!


    Saat itu, Raisa baru berusia dua tahun, usia di mana anjing pun merasa terganggu. Ini adh pertama


    kalinya Raisa memberontak, tetapi dia bukah orang yang mudah diajak main-main.


    Sta mengatakan kepadanya bahwa dia akan merawat anak itu karena orang tuanya meninggalkan


    negara itu seth menerima pemindahan pekerjaan pada menit-menit terakhir. Sementara itu, putra


    Sta dibawa ke pangkn militer untuk dibesarkan oleh kakeknya; jarak yang jauh membuat mereka


    sulit untuk bertemu. Oleh karena i Sta sangat ingin menjaga anak perempuan itu.


    “Rendra, bermaih dengan saya.” Gadis kecil itu mengejar Rendra seth dia png sekh.


    Sta menariknya dan berkata, “Raisa, Rendra adh pamanmu. Kamu harus memanggilnya dengan


    sopan.”


    Sejak hari itu, Rendra memiliki bayangan setia yang meniru semua yang diakukan; setiap kali dia


    menyelesaikan pekerjaan rumahnya, Raisa akan duduk di sampingnya dan berpura-pura menulis


    sesuatu di buku catatan kecil sambil membaca, “Kelinci, babi… bebek, bayi… Selesai!”


    Namun, gadis yang dulunya lemah, yang bjar kosakata baru di sampingnya, sekarang th


    berkencan dengan seorang pria.


    Waktu belu dm sekejap mata. Saat Raisa masih berusia lima tahun, Rendra meninggalkan. rumah


    Sta untuk mnjutkan pendidikannya di luar negeri. Dia yakin Raisa tidak mengingat apapun sebelum


    dia berusia lima tahun, tapi dia tetap mengingat semua itu.


    “Apa itu kekasihmu?” Rendra menoleh untuk memastikan situasinya.


    Raisa mmbaikan tangan, “Bukan. Dia senior saya.”


    “Apa kamu berkencan dengannya?” tanya Rendra lebih jauh.


    Ekspresinya berubah menjadi sedih sambil menggaruk-garuk kepnya. “Tidak, kami hanya berteman.”


    Tatapannya yang tajam tertuju pada Raisa saat dia berkata, “Kamu masih muda. Kamu masih punya


    banyak waktu untuk mencari pasangan.”


    “Kamu benar. Saya juga tidak punya rencana untuk berkencan dm waktu dekat ini. Raisa


    mengangguk seperti anak yang patuh.


    Bukannya Raisa tidak mau; ada pembatas di antara dia dan seniornya yang belum bisa dlui oleh


    keduanya. Sin itu, ini bukan waktunya untuk menyatakan cinta karena mereka hanya memiliki kesan


    yang baik satu samain.


    All rights ? N?velDrama.Org.


    Rendra dan Raisa tiba di sebuah restoran, yang sama sekali tidak terlihat seperti restoran. Karena


    terkejut, Raisa mengamati tempat itu dengan mata yang penuh perhatian. Alih-alih sebuah restoran,


    tempat itu lebih mirip dapur pribadi karena dekorasinya seperti dapur tanpa meja-meja para pnggan.


    Meskipun begitu, para pyan mempekukannya dengan sangat hormat. Mereka bahkan memanggil


    Rendra dengan panggn “Tuan’ tanpa nama bkangnya, yang js merupakan bentuk panggn


    kehormatan seh-h dia adh tuan mereka.


    Sambil duduk di atas meja di samping km, dia tidak, rlu memesan makanan karena dia


    mencondongkan tubuhnya untuk mengamati ikan-ikan kecil. Dia seperti anak kecil yang masih memiliki


    minat seperti anak kecil.


    Sementara itu, Rendra duduk dengan siku di atas meja dan dagu di tpak tangannya. Saat tatapannya


    yang intens tertuju pada gadis itu dengan mata berkaca-kaca.


    Semakin banyak kenangan masalu yang muncul dm benaknya. Kenangan dari dua puluh tahun


    yanglu begitu js seh-h baru saja terjadi kemarin; bahkan bayangan Raisa yang menangis


    berputar-putar di benaknya dengan begitu js.


    Dia bisa mengingat, bahwa suatu kali, ketika Raisa sedang lemas karena flu, Rendra membelikan


    sebuah boneka cantik untuknya. Raisa sangat senang dan beri ke arah Rendra untuk memeluknya


    dan mengucapkan terima kasih dengan suara yang lembut.


    Rendra mengenang masa kecilnya sambil melihat sosok ramping yang berjongkok di samping km.


    Dia memiliki ilusi bahwa dia masih bisa menemukan dirinya yang lebih muda dari gadis


    cantik itu.


    Dia terpaku saat tatapannya yang dm mengandung emosi yang tidak dapat dijskan. Ketika Raisa


    bangkit berdiri, dia kembali sadar. Matanya kembali jern” ‘an tenang, sedangkan wajahnya berubah


    menjadi serius dan pendiam seperti biasanya.


    “Pak Rendra, saya rasa ini bukan restoran biasa. Apa ini restoran pribadimu?” Raisa duduk dan


    bertanya dengan penasaran.


    Rendra mengangguk dan berkata, “Ya, saya biasanya menjamu klien saya di sini. Ini tidak terbuka


    untuk umum.”
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul