Bab 1002
Bab 1002
“Bersabah! Cepat ataumbat, dia akan kembali,” ucap Darwanti kepada Anita.
Sementara itu, Andre dan anak buahnya mengantar Alvian png dengan jet pribadi menuju
penerbangan internasional tanpa henti. Raditya, yang duduk di sofá dan menatap ke luar jend ke
arah awan, tidak dapat menyembunyikan kerinduannya.
Kakinya dibebat dengan gips, dan tidak mengmi patah tng yang parah, namun dia masih harus
memulihkan diri sma beberapa waktu.
“Raditya, siapa Nona Anita?” Andre’duduk di seberangnya dan bertanya dengan penuh rasa ingin tahu.
Dia menjawab secara mi dan sambil tersenyum, “Istri saya.”
“Kamu sudah menikah? Kenapa saya tidak diberitahu tentang hal ini?”
“Saya akan menikah ketika saya kembali kali ini.”
“Kamu sangat berani kali ini. Kenapa kamu menentang perintah saya dan mengejar Mukhtar?”
“Karena apa yang dia katakan.” Raditya mengepalkan tinjunya.
“Apa yang dia katakan?”
“Dia mengatakan bahwa dia akan mengingat saya. Awalnya, saya juga ragu untuk mengambil risiko itu.
Namun kata–katanya memaksa saya untuk bertindak. Jika tidak, kesmatan orang–orang yang saya
sayangi akan terancam,” kata Raditya dengan gigi terkatup.
Andre mengh napas dan berkata, “Tidak mengherankan jika kamu mempertaruhkan segnya untuk
mengejar Mukhtar. Mukhtar juga orang yang kejam yang akan mkukan apa saja untuk membs
dendam. Jika saya berada di posisimu, saya rasa saya juga akan mkukan hal yang sama.”
Ya, Raditya menyadari bahwa dia harus kembali ke tempat yang aman saat itu juga. Namun, dia
terpaksa mengambil risiko yang mengancam nyawanya ini karena dia ingin melindungi orang–orang
yang dicintainya.
Anita masih terjaga dan bersemangat meskipun saat itu sudah hampir tengah mm. Satu jam sebelum
pesawat Raditya mendarat, sebuah mobil tiba untuk membawanya ke rumah Sta. Keduanya th
sepakat untuk menjemputnya bersama di bandara.
Dua mobil SUV th menunggu mereka saat tiba di rumah Sta. Anita dan Sta berada di dm satu
mobil yang mju di mm yang gp menuju bandara pangkn militer.
Saat itu lima bs menit sebelum pendaratan ketika Andre memberi tahu Raditya, “Saya sudah
menghubungi markas agar menyiapkan kursi roda untukmu.”
bertanya, “Bisakah kamu mencarikan kruk untuk saya?”
“Apa bedanya antara kruk dan kursi roda? Kruk akan membuatmu lebih kesakitan.” Andre tidak bisa
kata- kata.
“Ya js ada. Jika saya menggunakan kursi roda, orang mungkin beranggapan bahwa kedua kaki saya
terluka parah. Setidaknya dengan menggunakan kruk, saya bisa membuktikan bahwa sh satu kaki
saya masih baik–baik saja,” canda Raditya.
“Kamu benar–benar cerewet.” Andre mendengus pn dan bangkit untuk mengambilkan kruk untuknya.
Anita yang berada di ruang tunggu bandara merasa gelisah, sambil mondar–mandir ke sana kemari.
Saya diberitahu bahwa kakinya patah. Seberapa parah itu? Dia sangat ingin menemuinya.
Seth sepuluh menit, ada keributan di ruang kedatangan. Sta dan suaminya, Wirawan, masih duduk
ketika dia tiba–tiba berdiri. Wirawan meyakinkannya, “Jangan khawatir, Raditya akan segera tiba.”
“Dia terluka, dan saya tidak tahu seberapa parah lukanya itu.” Sta masih mengkhawatirkan putranya.
Akhirnya, sekelompok anggota tim tiba dengan semangat tinggi bersama Alvian yang berjanggut abu–
abu dan disambut oleh timin. Seth mereka pergi, tim itu batu masuk, dan mata indah Anita terus
menatap mereka. Pada saat yang sama, dia menunggu dengan napas tertahan, hanya untuk melihat
Raditya muncul dengan menggunakan kruk.
Meskipun Raditya bergerakmbat, anggota timinnya mengikuti di bkangnya dan mengimbangi
langkah kakinya. Detik berikutnya, Anita beri ke arahnya danngsung memeluk Raditya sambil terus
berjn menyusuri lorong.
All rights ? N?velDrama.Org.
Raditya mengulurkan tangan dan melingkarkan tangannya di tubuh Anita. “Jangan khawatir, saya baik–
baik saja.”
“Seberapa parah cedera kakimu?” tanyanya buru–buru.
“Kamu pasti Nona Anita! Cedera Raditya tidak telu serius. Dia hanya butuh waktu untuk sembuh,”
Andre.
ucap
“Bagaimana Anda tahu nama saya?” tanya Anita dengan terkejut.
“Nona Anita, seluruh tim kami tahu namamu. Lagi p, kamu adh san Pak Raditya-” Sh satu
anggota yang berterus terang hampir saja membocorkan semuanya.
Andre meny dengan sedikit batuk. “Karena Raditya memberi tahu kami bahwa kamu adh calon
istrinya. Begith kami bisa mengetahui tentangmu.”