Bab 1000
Bab 1000
Semua orang bisa menebak siapa itu Anita. Dia pasti wanita yang dicintai Radityal Apa Raditya berhasil
merangkak keluar dari reruntuhan juga karena wanita ini yang th memberinya kekuatan yang dia
butuhkan?
Sementara itu, di kantor wakil presiden, pria yang baru saja menutup telepon mengh napas panjang
seh melepaskan ketegangannya. Pria itu baru saja selesai mendengar tentang situasi terbaru. Berita
itu mengejutkan sekaligus meyakinkan. Mereka th menyelesaikan misi dan sedang dm perjnan
png.
Rendra menelepon Sta untuk menyampaikan kabar tersebut. Dia tidak akan mengatakan proses yang
tidak menyenangkan; hanya hasil kepngan yang aman yang akan dporkan.
“Benarkah? Raditya menyelesaikan misinya dan kembali dengan smat?” Dia meskan air mata
bahagia.
“Ya, akhirnya Raditya mendapatkan keinginannya.”
“Bagus sekali. Raditya akhirnya membskan dendam ayahnya. Saya yakin hatinya sekarang bisa
tenang. Dia tidak terluka, kan?”
“Hanya luka–luka ringan. Tidak ada yang parah sin patah tng di kakinya.”
“Kita bahkan tidak tahu seberapa parah cederanya!” Sta masih merasakan sakit di hatinya karena dia
tidak akan tega membayangkan putranya terluka.
“Tidak apa–apa. Dia akan dirawat saat kembali.“
“Rendra, cobh untuk memindahkannya kembali! Lagi p, dia dan Anita akan segera menikah. Saya
tidak ingin dia mengikuti jejak ayahnya dengan terus berkeliling dunia.”
“Baihl Saya akan mengusahakan agar dia dipindahkan kembali dm tahun ini.”
Sta dengan riang menjawab, “Itu akan sangat bagus. Jika itu terjadi, saya akan berada di sana untuk
menemaninya. Kami sudah terpisah sejak dia tidak tinggal bersama saya sma ini.” Dia kemudian
bertanya, “Apa Departemen Penerjemahan ada perekrutan?”
Content property of N?velDra/ma.Org.
“Saya tidak telu yakin. Kenapa?”
“Raisa akan segera kembali. Jadi, saya ingin tahu apakah mereka merekrut orang. Jika iya, Raisa bisa
mencobanya karena dia ahli dm bidang penerjemahan.”
“Raisa sudah kembali?” Rendra beitanya dengan serius.
“Ya, dia akan kembali minggu depan.”
Seth telepon berakhir, Rendra segera menghubungi Departemen Penerjemahan. “Apa Anda
berencana untuk mkukan perekrutan?”
“Bolehkah saya tahu siapa yang bertanya?”
“Rendra Hernadar,” dia berbicara dengan suara yang berwibawa.
Orang yang diajak bicara sangat terkejut sehingga dia tergagap, “Oh, i–ini Pak Wakil Presiden. Ya, kami
baru saja menyelesaikan perekrutan enam peserta magang.
“Tambah satugi. Namanya, Raisa Sayaka.”
“Tentu saja, tentu saja. Kami akan segera menambahkannya.”
Rendra menjawab dan kemudian menutup telepon. Dia merenung sejenak sebelum menyeringai. Sudah
lama saya tidak melihat anak nakal manja ini.
Snjutnya, Sta segera menelpon Anita, yang sedang berada di tengah–tengah rapat departemen.
Darwanti, yang berharap putrinya memiliki pengman di setiap departemen, menugaskannya ke
departemen proyek sehingga putrinya itu bisa mengembangkan keterampnnya di semua bidang.
Sejak Anita menjadi kep departemen pada saat kedatangannya, hal ini cukup membuatnya stres.
Namun, pada saat itu, dia th melupakan sepenuhnya tentang bawahannya, karena hanya suara
Sta yang ada dm benaknya.
“Anita, Raditya th berhasil menyelesaikan misinya dan sedang dm perjnan png.”
Anita menangis ketika mendengar berita ini, “Syukuh, Nyonya Sta!”
“Tunggh kepngannya dengan tenang, karena kalian berdua akan segera bertemu kembali.”
Dia merasa sangat lega. “Tentu, Nyonya Sta. Jika saatnya tiba, bolehkah saya menemanimu untuk
menjemputnya?”
“Tentu saja. Saat dia tiba, saya pasti akan mengajakmu.” Sta tahu bahwa Raditya tidakgi terikat
padanya, minkan pada Anita.
Anita menderita insomnia sma setengah bn terakhir, karena ketegangan mental yang diminya
membuat Anita tidak bisa tidur tanpa mengonsumsi obat. Ibunya khawatir Anita akan mengmi
gangguan saraf. Pada saat itu, berita gembira ini melenyapkan semua kekhawatirannya. Dia
sebelumnya sering merasa kesakitan. Akhirnya, kabar baik yang dinanti–nantikannya tiba hari ini.