Bad 976
Bab 976
“Kamu pergi liburan seorang diri?”
“Tidak, saya mengajak beberapa teman ks untuk ikut bergabung. Banyak yang akan menemani
saya di sana!”
Mengangguk–angguk, Anita kemudian mjukan mobilnya ke sebuah restoran barat mewah yang
terkenal. Dia tidak ingin merusak selera makan Ani, maka dia menahan diri untuk mengatakan apapun
sebelum mereka makan.
Seth makan mm, Anita mengajaknya jn–jn di sekitar taman dan keduanya menuju ke sana.
Terlepas dari kenyataan bahwa Ani adh orang yang periang, dia bisangsung tahu ku Anita
sedang banyak pikiran.
“Anita, apakah kamu sedang dm mash? Kenapa kamu terlihat murung sepanjang mm ini?”
Akhirnya, Anita mengajak Ani ke sebuah bangku panjang dan menegakkan kepnya sebelum
berkata, “Ani, ada sesuatu yang ingin saya katakan padamu. Apa yang akan saya sampaikan ini
mungkin akan menyakiti hatimu, dan kamu boleh menyhkan saya atau memarahi saya sesuka
hatimu seth mendengar cerita ini, tetapi harus tetap tenang dan berpikir rasional.”
Sambil mengedip–ngedipkan mata dm kebingungan, Ani tidak bisa membayangkan skenario apa
yang akan membuat sepupunya Anita, yang sangat menyayanginya sejak kecil, menyakiti hatinya!
“Anita, kamu membuat saya bingung. Memangnya hal apa yang bisa membuat kamu tega menyakiti
hati saya?”
“Dengarkan saya dulu.” Tentu saja, Anita tidak ingin menyakiti hati Ani, tetapi semuanya sudah
tenjur terjadi, tidak ada pilihanin kecual menjskannya
“Katakan saja! Apapun mashnya, saya akan memaafkanmu.” Ani siap untuk mendengarkan.
“Ingatkah kamu mm saat saya png dan kamu dengan antusias menelepon untuk memberitahu
bahwa Kakek sudah menjodohkanmu dengan seseorang? Saya sangat senang mendengarnya, tetapi
saat itu kamu tidak mengatakan siapa nama tunanganmu ketika kita bicara di telepon. Apakah kamu
masih ingat?”
“Tentu saja!”
“Saya diculik keesokan harinya. Ayal? menyewa pengawal untuk melindungi saya. Pengawal ini sangat
kuat dan juga menakutkan. Mm itu dia membawa saya ke tempat yang aman untuk melindungi
saya, tetapi dia mengambil ponsel saya membatasi saya berkomunikasi dengan dunia luar.”
“Saya tahu, dia Raditya,” ucap Ani dengan tegas.
“Iya, dia.”
“Itu adh mm yang sama saat kami bertunangan. Kamu tahu, saya mencoba mengirimimu pesan
dan meneleponmu, tetapi ponselmu mati sepanjang mm. Saya rasa sekarang saya tahu
sannya.”
Copyright by N?v/elDrama.Org.
“Maka, ketika dikirim ke markas demi perlindungan dan keamanan, saya tidak bisa menghubungi
keluarga
tidak tahu bahwa orang yang sma ini menjaga saya lebih dari dua puluh jam adh tunanganmu.”
“Benar. Saya ketakutan saat mendengar orang tua saya mengatakan bahwa seluruh dunia sedang
mencari–cari kamu.” Semua kejadian ini masih js dm pikiran Ani. “Tetapi saya tidak melihat cerita
ini dapat menyakiti hati saya! Kenapa kamu bicara seserius itu, Anita? Kamu membuat saya takut.” Dia
mempertimbangkan ucapan Anita dan menyimpulkan bahwa semua tidak berbahaya.
“Ada satu halgi. Saya pernah bercerita bahwa kondisi di markas tidak begitu bagus. Kamar mandi
umum dipergunakan oleh orang banyak dan kamar saya begitu kecil, hampir tidak ada tempat untuk
mandi sin toilet. Saya hanya dikelilingi empat tembok dan satu jend. Akhirnya, saya harus mandi
di kamar Raditya. Sin itu, dia juga slu berada di markas sehingga saya slu bersamanya
sepanjang siang dan mm. Kami bahkan makan bersama tiga hari sekali.”
“Lalu kenapa?” mata Ani berkedip–kedip.
“Lalu… Seth Darma berkhianat, saya menjadi murung dan saya… saya jatuh cinta pada Raditya.”
Anita mengh napas.
Dengan mata terblak saking terkejutnya, Ani bertanya, “Anita, apakah kamu juga menyukai
Raditya?”
Sebagai tanggapan, Anitangsung meminta maaf saat melihat Ani panik, “Maafkan saya, Ani. Saya
benar- benar tidak bermaksud seperti itu. Saya tidak akan berani memiliki perasaan terhadapnya jika
saja tahu ku dia adh tunanganmu. Saya benar–benar minta maaf… tolong maafkan saya.” Pada
titik ini, Anita telu malu untuk berani menatap mata Ani.
Akan tetapi, yang terdengar di udara adh pertanyaan fatal dari Ani. “Anita, apakah dia juga suka
padamu?”