AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Ruang Untukmu > Bad 968

Bad 968

    Bad 968


    Bab 968


    Raditya mengangguk. “Ketika saya berusia satu tahun, ayah meninggal dunia dan ibu menikahgi.”


    Anita bersimpati padanya sambil memerhatikannya. Dia tehir dari keluarga yang harmonis dan


    orang tuanya menyiraminya dengan kasih sayang dan cinta yang tiada henti. Apab membandingkan


    dirinya dengan Raditya, hatinya berdenyut mendengar cerita masalunya.


    “Maaf. Seharusnya saya tidak bertanya.” Dia menyesal karena khawatir mh akan mengingatkannya


    pada kenangan pahit.


    “Kamu harus mencari tahu lebih dm sebelum menjadi istri saya,” ucapnya dengan serius.


    Terperanjat dengan kata–katanya dia berpikir, Kenapa tiba–tiba saya menjadi istrimu? Kita bahkan


    belum


    berkencan!


    “Sudah hentikan.” Anita menggit bibirnya dan menatap keluar jend dengan pipi memerah. Sekarang


    Ani dan pertunangannya sudah batal, kekhawatiran di kep Anita hng, tetapi dia juga tidak bisa


    bertindak


    sembrono.


    “Hanya mash waktu sebelum itu semua terjadi.” Raditya sangat yakin sambil meliriknya dengan


    penuh percaya diri.


    Copyright by N?v/elDrama.Org.


    Di sisiin, Anita tidak membsnya karena tidak tahu harus bagaimana. Saat itu, dia memarkir


    mobilnya. dekat taman yang ramai. “Ayo, kita jn–jn.”


    Anita mengangguk dan turun dari mobil. Tidak seperti di pegunungan, di tengah kota ini udara cukup


    hangat. Meskipun sudah masuk awal musim hujan, suhunya tidak begitu rendah dan masih terasa


    suasana akhir musim kemarau.


    Seth Anita maju duangkah,kiki itu menggandeng tangannya sementara dia berusaha


    menepisnya. Namun, usahanya tentu saja sia–sia karenakiki itu telu kuat, maka akhirnya


    menyerah dan membiarkan dia menggandengnya. Setiap kali ada kerumunan orang, dia bahkan


    melingkarkan lengannya pada bahu seperti yang dkukan banyak pasangan.


    “Mau minum sesuatu?” tanyanya.


    Kebetn dia melihat sebuah kedai kopi. “Saya ingin kopi seduh. Mari kita minum sambil jn–jn.”


    “Akan saya ambilkan untukmu.” Lalu dia melepaskan tangannya.


    Bibir Anita mengerucut membentuk garis tipis saat berusaha menahan senyum sambil mengangguk–


    angguk. Dia menyaksikan tubuhkiki yang tegap berjn ke kedai kopi; baju rajut ketat dana


    hitam membentuk garis yang js dari bahunya yang bidang dan pinggangnya yang ramping di bawah


    sinarmpu


    taman!


    Jantungnya berdebar–debar melihat pemandangan yang begitu menyenangkan seakan dia th


    kembali ke saat pertama kali jatuh cinta padanya di markas dulu.


    Takma, Raditya mendekatinya dengan membawa dua gs kopi dan Anita mengambil sh satu


    gs. Berjn–jn di taman dengan kopi enak dan hangat di awal musim hujan adh sebuah


    kesenangan yang


    Mereka berdua saling diam sambil mengelilingi taman; suasana di sekitar mereka semakin terasa


    nyaman.


    Takma kemudian, Raditya berbicara, “Kakek ingin bertemu denganmu.”


    Anita menatapnya terkejut. “Apakah kamu bercerita padanya tentang kita?”


    “Saya tidak mengatakan padanya bahwa perempuan itu adh kamu. Saya hanya mengatakan bahwa


    saya memiliki seseorang yang saya sukai dan dia ingin saya membawanya untuk bertemu dengannya


    sesegera mungkin.” Raditya menatapnya dengan sorot mata penuh kehangatan.


    “Ta–tapi saya belum menjernihkan pikiran. Kita bicarakan nanti saja.” Dia teringat saat makan mm


    dan juga percakapan antara Henida dan Darwanti. Itu bukti ku Henida masih kesal dengan


    pembatn pernikahan ini.


    Sin itu, ucapan ibunya menunjukkan ku lebih baik dia menjauhikiki ini sejak sekarang.


    Ku tidak, Darwanti akan menjadi lelucon bagi yangin.


    Terlintas ktan di matanya dan dia mengh napas. “Baih. Kita bicarakan hal iniin waktu.


    Lagip kita tidak buru–buru akan menikah.”


    Sekarang, Anita yang menjadi bingung. Rasanya dia berkata bahwa betapa inginnya dia segera


    menikahi saya, tetapi mengapa baru saja dia berkata tidak perlu tergesa–gesa?


    Faktanya, Raditya tidak bisa berterus terang pada Anita bahwa dia mendapat tugas baru, yang berisiko


    mempertaruhkan nyawanya. Oleh karena itu, dia tidak dapat menjamin kepngannya dengan


    smat.


    Saat Anita hendak bertanyagi, Raditya melingkarkan lengannya di bahunya. “Ayo kitapng.


    Anginnya kencang.”


    Firasatnya mengatakan bahwa Raditya memiliki sesuatu dm pikirannya, tetapi tak berniat untuk


    menceritakan padanya.


    Apakah dia tengah menyembunyikan sesuatu dari saya?


    Saat memasuki mobil, ada seseorang dm kendaraan terdekat tengah mengarahkan kamera pada


    mereka. Wajah Anita tersimpan dm sekian banyak foto.
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul