AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Ruang Untukmu > Bab 952

Bab 952

    Bab 952


    Bab 952


    Sambil memandangi keempat sosok jangkung itu meninggalkannya, Anita merasakan bahwa dia


    mungkin tidak akan pernah bertemu mereka kembali. Matanya memerah, dan hidungnya terasa sakit


    karena kesedihan


    menyergapnya.


    Memerhatikan matanya yang memerah, Darwanti segera melingkarkan lengannya pada Anita dm


    upaya untuk menenangkannya. “Wahai anak gadis kami. Kamu enggan berpisah dengan mereka, bukan


    begitu?”


    Namun, siapa yang tahu emosi macam apa yang campur aduk dan dirasakannya saat itu? Dia bukan


    lagi orang seperti dirinya dua bnlu. Sma dua bn terakhir ini, dia sudah jatuh cinta hebat pada


    seorangkiki sanibil mencoba melupakannya sebisa mungkin. Dia terlihat begitu tenang dan tanpa


    mash dari luar, tetapi hatinya sudah hancur berkeping.


    “Ayo!” Guntur berkata pada Darwanti dan Anita.


    Anita melepaskan pegangan Darwanti dan segera beri ke pintu di mana dia tidakgi melihat Wilmar


    dan temanin. Saat mngkahkan kakinya keluar pintu, dia melihat SUV hijau tentara yang baru saja


    beranjak mju. Tatapan matanya mengikuti SUV itu sampai menghng di ujung jn. Dia


    mengerulkan bibirnya


    sambil menahan air mata.


    Saat ini, seakan keempatkiki itu tidak pernah hadir di dunianya. Mereka bukah orang biasa, dan


    pekerjaannya juga sepenuhnya berbeda dari pekerjaan orang kebanyakan. Mereka seperti sekumpn


    pawan tak dikenal yang akan bergegas pergi ke mana saja tenaga dan jasanya diperlukan. Ketika


    misi selesai, mereka menghng tanpa jejak.


    Tiba–tiba saja, Anita sadar bahwa dirinya bahkan tidak memiliki nomor ponsel satupun dari mereka.


    Yang dia ketahui tentang mereka hanyh namanya, dan yang dimilikinya adh ingatan tentang


    kebersamaannya dengan mereka.


    Darwanti menangkap kebingungan Anita. “Anita, kamu sedang memerhatikan apa?”


    “Tidak ada apa–apa. Ayo kita png.” Anita menggelengkan kepnya sebelum berjn menuju


    Bentley hitam yang terparkir di dekat mereka.


    Copyright by N?v/elDrama.Org.


    Anita duduk di dm mobil sambil menatap area pusat kota yang sibuk mlui jend. Berdiam sma


    dua bn di pegunungan tanpa menerima panggn telepon, dia merasa masuk ke keadaan


    ketidaksadaran seth kembali ke kesibukan kota besar.


    Sesaat kemudian, Darwanti bertanya dengan sedikit kesal. “Apakah kamu putus hubungan dengan


    Darma? Dia sudah mengembalikan semua uang yang ibu berikan padanya. Hmm, bisa ibu katakan


    bahwa dia cukup peka dan tahu diri mkukan hal itu. Ku tidak, ibu tidak akan membiarkannya pergi


    begitu saja.”


    Anita mengangguk. “Kita tak perlugi menyebut namanya sejak saat ini. Saya tidak punya urusan


    apapungi dengannya.”


    khawatir, Ibu kenal beberapa bujangan. Ibu akan memilihkannya satu yang terbaik untukmu,” Darwanti


    berkata dm usaha untuk menenangkannya.


    “Ibu, saya belum ingin membina hubungan dengan siapapun saat ini. Saya hanya ingin beristirahat


    sma beberapa hari.”


    Darwanti berkata, “Ku belum ingin berkencan dengan siapapun, mengapa tidak datang saja ke kantor


    Ibu? Sudah waktunya kamu bjar untuk ‘mengambil–alih posisi Ibu.” Ibu sudah menderita migran sejak


    mengmi keckan mobil dulu. Oleh karena itu, dia berencana untuk mundur dari posisinya dan


    memberikan kesempatan bagi putrinya untuk bjar mengel sebuah perusahaan.


    Kediaman Maldino sudah berubah sama sekali. Aneka bunga dan tanaman tumbuh subur kembali di


    taman yang pernah disiangi; bahkan sistem keamanan diganti dengan yang paling canggih. Sambil


    duduk di dm mobil, Anita tiba–tiba melihat mlui jend mobil seseorang tengah beri dengan


    riang gembira menghampiri mobil.


    B mata Anita agak mengerucut. Dia adh Ani.


    Ketika Anita membuka pintu mobil, Ani menghampiri dan menggamit tangannya dengan penuh


    semangat. “Akhirnya, kamu kembali png, Anita. Kamu th membuat saya takut setengah mati.”


    Perhatiannya pada Anita tertulis di seluruh wajahnya.


    Di dm dirinya, Anita sibuk mengatasi rasa malu dan menc diri sendiri. Melihat betapa naif dan baik.


    hatinya Ani, Anita merasa bahwa dirinya th sh besar sma ini. Dia senang sudah mengetahui


    pertunangan Ani dengan Raditya terlebih dahulu. Ku tidak, betapa Ani akan sakit hati sekali b dia


    bercerita tentangkiki itu dan apa yang terjadi sma di markas saat kembali nanti? “Ani, terima


    kasih untuk perhatianmu pada saya,” Anita berterima kasih sambil melenguh pn.


    “Beruntung sekali semua bahaya th belu. Sejak saat ini, kita bisa pergi berbnja dan berbincang


    sambi minum kopigi dengan pikiran tenang,” Ani berkata dengan penuh semangat.


    Darwanti berkata, “Anita, ayo cepat, segera mandi. Lalu kita buka hadiah yang sudah Ibu siapkan


    untukmu.”


    Tanpama berpikir, Anita tahu pasti Darwanti th membeli banyak pakaian dan tas tangan karya


    perancang terkenal. Namun, dia sudah tak punya minatgi dengan barang–barang itu sekarang.
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul