AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Ruang Untukmu > Bab 886

Bab 886

    Bab 886


    Bab 886


    15%


    5 mutiara


    Saat itu, Anita yang kutu buku bertemu Darma dan berharap cintanya bisa menjadi penymatannya.


    Namun, Darma ternyata pembohong yang hampir menghancurkan hidupnya.


    Sekarang, dia bertanya-tanya, kenapa hidup itu sungguh melhkan? Mkukan apa yang dia inginkan


    adh cara terbaik untuk hidup saat ini.


    “Wilmar, sepertinya saya masih punya program untuk ditulis,” Sandro tiba-tiba berkata dan berdiri.


    “Seth kamu mengatakannya barusan, saya rasa saya juga masih punya beberapa pekerjaan yang


    harus dkukan,” Teddy buru-buru setuju.


    “Ayo pergi dan kita kembali bekerja. Kami akan membiarkan Kapten menemani Nona Anita untuk


    melihat bintang-bintang!” Jodi menarik Wilmar saat mereka semua berbalik untuk pergi.


    “Hei! Bukankah kalian ingin melihat bintang-bintang?” Anita berteriak dari bkang mereka.


    “Nona Anita, biar Kapten saja yang menemanimu! Sudah waktunya bagi kami untuk kembali bekerja,”


    Sandro berbalik dan berkata sambil tersenyum.


    Dm sekejap mata, keempat orang itu menghng di sudut bebatuan yang menurun dan suara


    langkah kaki mereka juga segera menghng.


    Tanpa suara riuh mereka, puncak gunung itu tiba-tiba terasa hening saat angin mm yang sejuk


    menghngkan sosok mereka.


    Pada saat ini, Anita tanpa sadar mi tersipu malu. Dia segera menyadari bahwa Teddy dan yang


    lainnya sama sekali tidak mencoba untuk melihat bintang! Mereka hanya sengaja membuat kesempatan


    baginya dan Raditya untuk berduaan!


    Benar saja, mereka th sh paham. Mereka mengira mereka berdua berkencan, jadi mereka semua


    merencanakan ini.


    Anita melirik pria yang ada di sampingnya dan memperhatikan bahwa Raditya tampak sama sekali tidak


    peduli tentang mash ini saat dia menatapngit mm berbintang yang jauh; dia tidak tahu apa yang


    sedang Raditya pikirkan.


    Anita tidak bisa menahan senyum ketika dia melihat ini. Kenapa dia harus repot-repot? Dia hanya harus


    menikmati dan hidup saat ini.


    Pada titik ini, lehernya sedikit sakit karena duduk dan menatap bintang-bintang, jadi dia mh berbaring


    di tangan Raditya.


    Saat dia melihatngit berbintang yang luas, sepertinya semua kekhawatiran dm pikirannya th


    menghng, dan hatinya terasa lebih bebas.


    Ketika dia melihat punggung kokoh pria itu, pikiran liar muncul di benaknya; Apa Raditya menyukai


    wanita sepe?ti dia?Apa Raditya menyukainya, bahkan sedikit saja?


    “Ayo kembali!” Raditya melirik arlojinya dan berkata kepada Anita yang sedang berbaring di


    bkangnya.


    “Kita akan pergi sekarang?” tanya Anita dengan heran; dia masih ingin menikmati keindahanngit


    mm berbintang!


    Raditya menyadari suhu di sana sudah menurun dan tidak ingin Anita masuk angin, jadi dia


    mengangguk. “Ya, ini sudah telu dingin.”


    “Saya tidak takut dingin,” jawab Anita dengan segera; dia sangat senang bisa berduaan bersamanya di


    bawah bintang-bintang. Bahkan jika Raditya tidak mengatakan apa pun, suasananya tetap menghibur.


    Terlepas dari itu, Raditya sudah berdiri dan menunggunya di bawah batu. Anita tidak punya pilihan sin


    berdiri di atas batu dengan enggan. Pada saat ini, Anita setengah lebih tinggi dari Raditya dan itu adh


    kesempatanngka baginya untuk melihatnya dari ketinggian seperti itu.


    Terus terang, beberapa orang tidak perlu mkukan apa pun sin berdiri di sana untuk membuat


    jantung orang berdetak kencang. Raditya adh orang seperti itu.


    Dia melihat ke kejauhan, begitu diam bagai patung di bawah cahaya bn. Raut wajahnya tampak


    cukup jantan; alih-alih memiliki sepasang mata bt yang akan membuatnya populer di antara kaum


    wanita, matanya sipit dan panjang, sementara tatapannya fokus dan penuh tekad.


    Yang membuatnya tampak lebih menawan adh bahwa dia memancarkan aura pertapa seksi.


    Semakin serius dia, semakin banyak wanita yang ingin merebut hatinya.


    Wanita mendambakan untuk mematahkan peitarakannya dan melihat betapa liarnya dia sesungguhnya.


    Mata Anita tidak bisa menahan diri untuk tidak berfokus pada bibir pria itu; perasaan yang dia miliki


    ketika terakhir kali menyentuhnya masih melekat di hatinya.


    Dm keadaan seperti itu, bukankah lebih masuk akal jika seorang pria memiliki imajinasi tentang


    seorang


    wanita?


    Tiba-tiba, dia tercengang ketika dia sepertinya menyadari bahwa dih yang memikirkan pria itu.


    “Kapten Raditya, bisakah kamu membantu saya turun?” Anita merentangkan tangannya, dan sebuah ide


    muncul di kepnya.Content ? copyrighted by N?velDrama.Org.


    Raditya menoleh seketika saat mendengarnya; tidak ada tanda-tanda ketidaksabaran di matanya.


    Kemudian, dia mengulurkan tangan untuk memeluk Anita.


    “Maksud saya… gendong…” bibir merahnya cemberut sambil menatap Raditya dengan penuh harap


    menggunakan matanya yang indah.
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul