Bab 870
Bab 870
Langkah kaki Raditya tiba-tiba terhenti. Dia berhenti di tempat beberapa detik, kemudian menoleh. “Saya
tidak perlu kamu menyukai saya.”
Anita menyesali ucapannya yang emosional, tetapi melihat reaksinya, tiba-tiba dia marahgi. “Jangan
khawatir. Saya tidak akan pernah menyukaimu seumur hidup saya.”
Raditya mengernyit dan pergi.
Anita menghirup napas dm-dm saking marahnya. Saya tidak pernah bertemu dengankiki
serumit dirinya.
Saat itu, Teddy dan Jodi mampir dan melihat Anita sedang berdiri di depan pintu, memegang gagang
pintu dengan wajah memerah dan penuh amarah. Lalu, mereka tersenyum dan datang untuk
menghiburnya.
“Nona Anita, kamu baik-baik saja?”
“Apakah Pak Raditya membuatmu kesal?”
Anita tersenyum ramah kepada mereka. “Saya tidak apa-apa, terima kasih.”
“Pak Raditya kita sebenarnyakiki yang baik. Dia seperti kakak bagi kami. Mungkin sma ini dia
slu dikelilingi olehkiki, sehingga tidak tahu cara bersikap lembut kepada perempuan. Jangan
marah padanya.” Teddy mencoba mengatakan hal baik tentang Raditya.
Anita mengibaskan tangannya. “Saya tidak memasukkannya ke dm hati; saya hanya perlu
mengurangi pertemuan dengannya mi dari sekarang.”
Pukul 9 mm, Anita merasa badannya sedikit gatal, dan ingin mandi. Namun mengingat hubungannya
dengan Raditya, dia tidak mau mandi di kamarnya. Lebih baik dia pergi ke kamar mandi umum.
Maka, Anita mengambil piyama dan handuk, kemudian pergi ke kamar mandi umum. Ada satu kamar
mandi yang kosong dan dia mi mandi.
Content ? N?velDrama.Org 2024.
Saat keluar dengan piyama konservatifnya seth mandi, tiba-tiba dia berpapasan dengan Jodi dan
Teddy. Mereka hanya mengenakan handuk yang melingkar di pinggang.
Ya Tuhan!
Sebaliknya, keduakiki itu tampak sangat terkejut. Merekangsung menutupi tubuhnya.
“Nona Anita, kenapa mandi di sini?” tanya Teddy terkejut sambil membkanginya.
“Iya! Perempuan sepertimu tidak seharusnya berada di sini.”
Anita menatap mereka. Dia sama sekali tidak merasa malu. “Apa maksud kalian? Saya bisa mandi di
mana saja. Sekarang, saya permisi, mau beristirahat.”
Seth berkata, Anita pun pergi, meninggalkan Teddy dan Jodi yang tersipu malu.
Seth mandi, merekangsung ke kamar Raditya. Seth mengetuk pintu, Teddyngsung mpor
padanya.
“Pak Raditya, saya baru saja melihat Nona Anita mandi di kamar mandi umum
Seth selesai bicara, Teddyngsung menutup mulutnya dan mengoreksi kata-katanya. “Bukan,
bukan. Kami melihat Nona Anita di “kamar mandi umum, dan berpapasan dengan kami.”
“lya, kami hampir keluar dengana dm saja,” tambah Jodi.
“Untungnya, kami mengenakan handuk; ku tidak, pasti malu setengah mati.”
Raditya mendengar cerita mereka dengan tenang, tetapi wajahnya tampak sedikit tidak menyenangkan.
Sebenarnya apa yang membuat perempuan ini marah? Saya hanya mrangnya mendaki gunung!
Dengan tubuhnya itu, bahkan b bisa mendaki, dia pasti tidak akan bisa turungi.
Sekarang, dia ke kamar mandi umum untuk mandi. Di sana ada banyakkiki, tetapi dia tidak takut
sama
sekali.
“Pak Raditya, cepat akui keshanmu pada Nona Anita dan biarkan dia memakai kamar mandimugi!
Dia benar-benar mengagetkan kami,” ucap Teddy.
“Kembali ke kamarmu dan istirahah,” ucap Raditya kepada mereka,lu berbalik dan menutup pintu
kamarnya.
Mereka berdua saling memandang beberapa saat tetapi tidak punya pilihanin sin kembali ke
kamar. Tampaknya mereka telu cemas. Pak Raditya sama sekali tidak peduli dengan Nona Anita!
Raditya kembali duduk di sofa dan mengambil buku yang sedang dibacanya, tetapi tiba-tiba kehngan
minat membaca. Dia mengambil napas dm-dm dan meletakkan bukunya. Penampn Anita
seth mandi tanpa sadar muncul dm benaknya. Dia mengakui bahwa wajahnya yang bersemu
merah memiliki pesona tersendiri.
Apakah dia ingin semuakiki di markas ini mengagumi penampnnya yang segar seth mandi?
Raditya mendesah kesal,lu bangkit, membuka pintu dan ke luar kamar.
Anita yang baru saja mandi dan hendak tidur mendengar suara ketukan di pintu kamarnya.
Dia merasa sedikit aneh. Sudahrut mm, siapa yang mencarinya? Dia pun bangkit dan membuka
pintu kamarnya,lu melihat sosok yang tinggi dengan aura mencekam berdiri di luar pintu, menghngi
cahaya dari luar.