Bab 841
Bab 841
Sungguh dunia tidak dapat diprediksi. Kemarin, dia masih sakit hati karena pacarnya
mencampakkannya. Hari ini, dia mengmi insiden hingga hampir matì,lu sekarang, dia terlibat dm
mash yang begitu mengerikan.
“Kamu…” Raditya ingin memarahinya, tetapi dia menahan diri untuk tidak mkukannya.
Dia tidak punya hak untuk memberinya pjaran.
“Kamu bisa mencarinya di hman bkang rumah saya. Kamu pasti bisa menemukannya di sana.”
Anita ingin menyelesaikan mash ini secepat mungkin karena dia sama sekali tidak ingin terlibat dm
mash seperti ini.
“Saya akan mengirim seseorang untuk menggeledah hman bkang rumahmu. Namun, untuk saat
itu, kamu hanya bisa tinggal di sini. Kamu tidak boleh pergi ke mana pun.”
“Kenapa?”
“Apa kamu pikir kamu akan aman seth saya menangkap ketiga penjahat itu? Masih banyakgi
orang- orang dari organisasi mereka. Mereka akan mencarimu dengan sungguh–sungguh karena lipstik
itu. Lebih baik kamu tidak berkeliaran di luar sana.”
“Ku begitu, kamu juga harus memberi tahu orang tua saya agar mereka bisa menjaga diri mereka
sendiri!” desak Anita.
“Kami akan memberi tahu mereka. Tapi untuk saat ini, saya akan membawa anak buah saya untuk
mencari lipstik itu. Tunggu kami di sini sebelum kami membuat keputusan.” Seth berbicara, Raditya
bangkit dan pergi.
Anita menarik napas dm–dm,lu teringat akan ponselnya. Dia meraih ponselnya dan
menykannya. Tiba–tiba, sebuah pesan muncul. Dia segera membukanya dan melihat bahwa itu
adh pesan bsan dari pacarnya, Darma Kuncoro.
‘Anita, saya sudah memikirkannya. Jauh di lubuk hati saya, saya masih mencintaimu. Jangan khawatir!
Saya sudah membatalkan pertunangan saya, dan saya akan segera kembali untuk menemuimu. Mari
kita kembali bersama!‘
“Darma…” Anita menangis karena kegirangan. Dia tahu bahwa Darma tidak akan jatuh cinta dengan
wanitain begitu mudah.
‘Oke, saya akan menunggumu kembali. ‘jawabnya. Anita mendekap ponselnya di dada, dan pikirannya
langsung dipenuhi dengan kenangan manis tentang Darma.
Darma th menemaninya sma empat tahun saat dia bjar di luar negeri. Darma adh pria yang
hangat di hatinya. Dia datang ke dm hidupnya seperti seberkas cahaya, dan mengisi hatinya dengan
cinta yang gagal diberikan oleh orang tuanya.
Saat itu, Raditya masuk ke dm mobil danngsung menuju kediaman Keluarga Maldino untuk
mencari keberadaan lipstik itu.
Di dm mobil, teleponnya berdering. Dia mengambilnya dan melirikyar sebelum menjawab, “Halo,
Content ? N?velDrama.Org 2024.
Kakek.”
“Jangan tembat datang ke jamuan pertunangan mm ini.” Panji mengingatkannya dari ujung
telepon.
“Ada sesuatu yang harus ditangani hari ini. Jadi, saya mungkin tidak bisa hadir,” jawab Raditya dengan
suara rendah.
“Tidak peduli seberapa sibuknya kamu, sebaiknya kamu datang di jamuan pertunangan jam 7 mm ini.
Ku tidak, Kakek akan membuatmu keluar dari ketentaraan.” Seth itu, Panji menutup telepon
dengan marah.
Itu adh ancaman.
Bagi Panji, peralihan jabatan keluarga adh prioritas utama.
Raditya mengh napas ringan dan memijat dahinya dengan jari–jarinya. Tampaknya sulit untuk
mwan perintah kakeknya kali ini. Namun, dia tidak pernah ingin bertunangan, apgi dengan wanita
yang belum pernah dia temui.
Raditya tiba di Kediaman Keluarga Maldino bersama anak buahnya. Para pyan sadar bahwa mereka
ada di sini untuk menangani beberapa pekerjaan keamanan. Jadi, mereka tidak menghentikan Raditya
daninnya.
Ketika Raditya melihat kamar Anita dari hman bkang, dia memperkirakan jarak antara balkon
kamarnya dan hman bkang untuk mencari tahu di mana kemungkinan lipstik itu jatuh. Kemudian,
dia memerintahkan bawahannya menggeledah area tertentu itu. Mereka menggunakan detektor
elektronik untuk memindai area itu. Namun, yang bisa mereka deteksi hanyh logamin, bukan lipstik
yang mereka cari.
“Pak Raditya, mereka pasti menggunakan bahan khusus untuk kemasan yang bisa melindungi pertan
elektronik di dmnya, jadi saya pikir kita hanya bisa mencarinya secara manual,”
Bawahanin datang beri untuk mpor. “Pak Raditya, saya punya kabar buruk. Gara–gara hujan
badai tadi mm, sistem saluran pembuangan di seluruh hman bkang dialirkan ke selokan di sana
yang terhubung ke pipa drainase bawah tanah sekitar 300 kaki jauhnya. Jika lipstik terseret arus,
mungkin kita perlu memperluas area pencarian kita.”
Raditya menatapngit tanpa berkata–kata. “Adakah yang bisa menjskan kepada saya apa yang
sebenarnya dipikirkan wanita itu?”
Ini mungkin sesuatu yang tidak bisa diketahui oleh semua pria. Mengapa wanita membuang barang
begitu saja?
Ini seharusnya menjadi mash yang mudah untuk dipecahkan, tetapi sekarang ma?h ini sama
sulitnya dengan menemukan jarum di tumpukan jerami.
“Kita harus menemukannya sekalipun kita harus menggali tanah sejauh 300 kaki. Saya akan memberi
tahu Keluarga Maldino tentang ini.” Usai mengatakan itu, Raditya menambahkan, “Hentikan
pengoperasian sistem drainase. Kita mungkin harus menghabiskan waktu di sini.”