Bad 774
Bab 774
“Salsa, di mana Tuan Muda William?” tanya Tasya.
“Oh, dia png karena ada urusan keluarga,” jawab Salsa.
“Ku begitu, apakah dia memberitahu kapan akan kembali?”
“Dia bng seth menyelesaikan urusan keluarganya.” Sorot mata Salsa penuh kerinduan.
Jantung Tasya berdebar mendengarnya. Saya yakin, dia sama sekali tidak mengetahui hal ini! Arya
tidak png untuk menyelesaikan urusan keluarga; dia png untuk menikah, dan hari pernikahannya
Sabtu ini!
Cara Arya memutuskan hal ini benar-benar membuat Tasya marah. Bahkan, jika dia adh teman baik
n, tidak dapat saya sangkal ku dia memang seorangkiki brengsek karena sudah memainkan
perasaan cinta Salsa dan tidak bertanggung jawab atas hal ini.
“Maya, tunggu kami di dm mobil. Ada urusan penting yang ingin saya bicarakan dengan Salsa.”
Tasya memutuskan mereka berdua harus bicara empat mata.
Sementara Maya menunggu di mobil, Tasya dan Salsa masuk ke sebuah kafe. Saat memesan, Tasya
meminta pyan untuk membawakan minuman untuk Maya dan sopir
Salsa, di sisiin, merasa bingung karena Tasya tampak memiliki sesuatu yang penting yang harus
diberitahukan kepadanya. Apakah mungkin mengenai pengunduran dirinya?
“Tasya, apakah ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan dengan saya?” Salsa merasakan firasat buruk.
Dia seharusnya menjadi asisten Tasya, tetapi mengundurkan diri beberapa hari sebelum memi
bekerja pada posisi itu.
“Salsa, bagaimana hubunganmu dengan Tuan Muda William?” tanya Tasya dengan serius.
Salsa tersenyum malu-malu menjawabnya. “Baik-baik saja.”
“Apakah kalian sudah sampai pada pembicaraan tentang pernikahan?” Tasya menekannya.
Mengingat janji yang dia katakan kepada orang tuanya, Salsa mengangguk. “Dia sudah bertemu
dengan orang tua saya, dan berkata akan menikahi saya. Saya bahagia karena kami bisa bersama-
sama.”
Sekaligi kesan Tasya terhadap Arya berubah. Dia sudah berjanji untuk menikahi Salsa? Lalu
sebenarnya apa yang diakukan, menikah dengan orangin ketika png ke Elegan? Dia tidak
mungkin berpikir untuk memiliki dua keluarga dan dua istri, bukan?
Kemudian dia menatap Salsa yang duduk di seberangnya, yang tatapan matanya begitu polos.
Perempuan muda ini sama sekali tidak tahu ku dia sudah dicampakkan!
“Salsa, apa yang akan saya katakan kepadamu mungkin akan sangat mengejutkanmu. Tolong berjanji
kepada saya untuk tetap tenang dan tidak histeris, oke?” Tasya memutuskan ku Salsa harus tahu.
“Baih.” Salsa mengangguk.
“Hari ini, suami saya mendapat telepon dari keluarga Arya jam 4 sure tadi, mengundangnya untuk
menghadiri
Content (C) N?v/elDra/ma.Org.
pernikahan Arya di Elegan Sabtu ini.”
Cangkir kopi di tangan Salsa terlepas dan jatuh dengan suara keras ke atas meja, bahkan kopi panas
itu sempat membakar tangannya, tetapi dia tidak merasakan apa-apa.
Terkejut, Tasyangsung mengambil kertas tisu untuk menahan agar kopi tidak tumpahgi, dan
meminta pyan untuk membersihkan meja.
“Tasya, benarkah?” Air mata karena terkejut sudah menggenang di mata Salsa saat dia mengangkat
kepnyagi.
Seth memberikan tisu kepadanya, Tasya mengangguk membenarkan. “Benar. Saya kira kamu yang
menjadi pengantin perempuannya, tetapi n sudah memastikan ternyata orangin.”
Salsa mengerucutkan bibirnya dan air mata mengalir di pipinya seperti mutiara yang terlepas dari
rantai yang putus. Dia tidak ingin mempermalukan dirinya di hadapan publik, tetapi rasanya seperti ada
orang yang mengoyak-oyak hatinya, membuatnya berdarah-darah hebat.
Bahkan kupun tidak pernah berpikir bahwa dia dan Arya akan menjni masa depan bersama,
mendengar dia akan menikah begitu png ke rumah tetap tidak bisa diterima, sangat menyesakkan
dadanya. Ternyata, dia tidak sekuat yang dia kira.
“Salsa..” Tasya mengambil tisu dan menghampirinya,lu menyerahkan tisu itu dengan lembut.
Tasya merasa bersh, karena sebenarnya dia tahu pasti memberitahu Salsa hanya akan
meremukkan hatinya. Akan tetapi, dia juga tidak tega melihat Salsa tidak tahu apa-apa mengenai hal
ini. Setidaknya, tentu lebih baik baginya untuk keluar dari perpisahan yang buruk ini dengan cepat.
“Tasya, saya…” Salsa tercekat, bahkan tidak bisa bicara dengan js.
“Tidak apa-apa. Saya mengerti. Keluarkan saja uneg-unegmu. Saya ada di sini.” Tasya duduk di sofa
di sebhnya. Hatinya ikut sakit, tetapi hanya itu yang bisa diakukan.
Air mata Salsa jatuh seperti air terjun yang tidak ada habisnya. Dia berusaha menerima kenyataan,
tetapi justru membuatnya tambah sakit. Dia tidak mengerti mengapa Arya meninggalkan surat itu
untuknya dan mengapa memberikan harapan sebesar itu kepadanya, mengatakan ku dia hanya
akan pergi sebentar.