Bad 717
Bab 717
12%
5 mutiara
Pusaka Keluarga William yang tak terni itu hng? Dan Salsa yang
menghngankannya? Astaga! Pusaka itu seharusnya dikenakan di leher saya! Tak saya sangka
Salsa–wanita jng itu–th menghngkannya! Sial! Saya harus memberi tahu Nyonya William
tentang ini! Memikirkan hal ini, dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor Mariana.
“Halo, Me. Apakah ada mash?”
“Nenek, saya harus memberitahumu kabar yang sangat buruk. Pusaka keluarga yang nenek berikan
kepada Arya hng, dan Salsa yang menghngkannya.”
Seperti yang dia duga, Mariana terdengar kaget di ujung telepon. “Apa?”
“Itu benar. Saya baru saja mendengar bahwa Arya dengan cemas mencarinya, tapi sepertinya tidak
bisa ditemukangi.”
“Oke, saya akan segera png.”
Me menutup telepon dengan ktan kegembiraan di matanya. Sekarang pusaka keluarga itu hng,
Salsa akan berada dm mash besar.
Mariana tiba di rumah hanya setengah jam kemudian. Dia berkata kepada seorang pengawal yang
berjaga di pintu masuk, “Masuh seth saya.”
Pengawal itu mengikutinya ke ruang tamu sebelum memasuki taman kecil di luar ruang tamu.
“Izinkan saya menanyakan ini–apakah Arya kehngan kalungnya?”
Wajah pengawal itu membeku. Dia segera membukam mulutnya; Arya th memberi tahu mereka
untuk tidak berkeliling memberi tahu siapa pun tentang hal
ini.
“Ada apa? Bahkan saya tidak bisa membuatmu bicara, ya?” Mariana bertanya dengan suara
memerintah. “Apa kalungnya hng? Katakan!”
Pengawal itu tidak berani menentangnya. “Ya, benar, Nyonya William.”
“Siapa yang menghngkannya?”
Pengawal itu ragu–ragu untuk menjawab. “Nona…”
Mariana tampak sehitam guntur. “Apakah kalung itu hng di tangan Salsa?”
Pengawal itu tertegun sma beberapa detik. “Anda tahu semua tentang itu?”
Dm hati Mariana merasa sangat jengkel. Cucunya tidak hanya memberikan pusaka keluarga
mereka kepada seorang wanita muda tanpa izinnya, tetapi wanita muda itu bahkan menghngkannya!
Arya sedang merapikan pergngan tangan bajunya saat turun ketika dia melihat pengawal datang
dengan tergesa–gesa dari taman. Saat melihatnya, pengawal itu segera datang dan meminta maaf
kepadanya dengan ketakutan. “Tuan Muda Arya, s- saya minta maaf.”
Sebelum Arya menyadari apa yang th terjadi, suara wanita yang tegas dan berwibawa terdengar.
“Kemarh, Arya!”
Mendengar suara Mariana, Aryangsung merasakan ada yang tidak beres. Seth melirik pengawal
yang pergi dengan tergesa–gesa, diaagsung pergi ke taman.
Mata Mariana berkobar karena amarah saat dia duduk di sofa di rumah kaca taman sambil melihat
Arya masuk. Tidak hanya itu, dia juga memiliki ekspresi serius yang jarang dia lihat di wajahnya.
Content rights by N?velDr//ama.Org.
“Nenek.” Arya duduk di seberangnya sambil menunggu dia menanyainya.
“Di mana pusaka keluarga yang diberikan ibumu? Di mana pusaka itu sekarang?” tanya Mariana lugas.
Aryangsung menyadari tentang apa ini. Tapi bagaimana Nenek mengetahui tentang hngnya
pusaka keluarga? “Nenek, kamu tahu semua tentang itu?” Tidak tahu seberapa banyak Mariana tahu
tentang itu, dia tidak punya pilihan sin menyuarakannya terlebih dahulu.
“Mengapa kamu secara pribadi memberikan pusaka keluarga kita kepada seorang wanita muda tanpa
berkonsultasi dengan kami terlebih dahulu? Bukan hanya itu, tetapi kamu bahkan membiarkan dia
menghngkannya sembarangan!” Mariana bertanya dengan marah.
Pupil mata Arya membesar karena terkejut. Apakah pengawal itu mengkhianati saya dan
memberitahunya tentang Salsa? Dia hanya bisa dishkan dengan berbohong terlebih dahulu,
berkata, “Nenek, sayah yang menghngkannya, bukan dia.”
Mariana tercengang. Arya berusaha melindungi gadis itu! Kenapa? Apa saya meremehkan
perasaannya terhadap wanita itu? Ini segera membuatnya waspada. “Arya, biar saya mengatakan ini
dulu. Kamu harus menemukan pusaka keluarga kita dan menjauh dari Nona Salsa itu,” katanya sambil
menatap Arya.
Saat itu, sosok Me muncul di dekat taman. Mengalihkan pandangannya ke arah Me, Mariana
menambahkan, “Dengan cara apa Me tidak ada bandingannya dengan Nona Salsa itu? Dia tumbuh
di dekat tempat kita dan lebih cocok untukmu daripada Salsa Anindito dm haltar bkang
keluarga.”
“Nenek, saya bisa mkukan apa pun yang kamu katakan, tapi saya tidak bisa menurutimu ketika
menyangkut pilihan kekasih saya. Maaf tentang itu,” bs Arya dengan suara yang dm.