Bab 637
Bab 637
“Luna, kamu punya satu kewajiban yang harus kamu penuhi. Hidupmu tidak akan pernah menjadi
milikmu jika kamu tidak memenuhinya,” kata ayah Luna.
“Ayah, mengapa saya tidak diizinkan kembali ke negara itu? Saya ingin melihatnya. Saya
merindukannya.”
“Tidak, kamu tidak bisa. Kamu harus memadamkan perasaanmu dan menunggu waktumu untuk
muncul di depannya.”
“Luna, dia akan menikah. Kamu harus kembali ke negara itu untuk menghadiri pernikahannya.”
Luna memejamkan matanya dan air mata mengalir di pipinya.
Uang adh akar dari seg kejahatan.
Seandainya Keluarga Prapanca tidak mengumpulkan kekayaan yang begitu melimpah, tidak akan ada
yang mengenal tentang mereka. Siapa yang tidak akan berubah menjadi monster bermata hijau ketika
n sendiri memiliki kekayaan yang setara dengan kekayaan sebuah negara kecil?
Namun, ada aturan keluarga yang ketat di Keluarga Prapanca. Si pembuat aturan itu th menyusun
sistem adat yang diturunkan dari generasi ke generasi seh-h dia th mlui penderitaan
dengan dikelilingi oleh keluarga dan teman-teman yang rakus.
Untuk menghindari situasi rumit dan perebutan kekuasaan, anggota Keluarga Prapanca drang
bekerja di Grup Prapanca. Oleh karena itu, masuk akal jika n memiliki setiap sen milik Keluarga
Prapanca, sedangkan yangin hanya dapat membangun bisnis mereka sendiri. Mereka tidak bisa
menikmati sedikit – pun uang yang dimiliki oleh Grup Prapanca.
Meskipun mereka th mencapai kesuksesan di setiap industri berkat pengaruh keluarga, mereka
tidak secemeng Keluarga Prapanca.
Seiring berjnnya waktu, orang-orang serakah di dmnya memiliki keinginan kuat untuk memiliki
segnya seth terus dibantu oleh Keluarga Prapanca. Seperti menteri-menteri yang tamak di
negara itu, mereka semakin mendekati tahta kepemimpinan untuk mengambil alih dan menguasai
segnya.
This content belongs to N?/velDra/ma.Org .
Namun demikian, keluarga dan kehormatan keluarga sangat penting. Grup Prapanca membuat aturan
untuk perlindungan anggota keluargainnya. Jadi, meskipun aturannya ketat, mereka tidak pernah
diabaikan.
Hari ini adh pernikahan n di mana semua anggota keluarga, dan r-r rakus, hadir. Di bawah
pencitraan yang harmonis, mereka memiliki rencana masing-masing.
Dengan setn jas putih, Jodi, sang pangeran kecil, beri ke ruang rias Tasya. Dia memeluk ibunya
lalu mengomentarinya. “Ibu terlihat sangat cantik!”
Tasya tidak bisa membs pelukannya karena hiasan di gaun pengantinnya. Jadi, dia berjongkok dan
membi kepnya. Matanya yang hangat dan mempesona menatap wajah n kecil. “Jodi, apa
kamu bahagia?”
“Sangat bahagia! Mama dan Papa bisa mencintai Jodi bersama smanya!” Tidak ada san baginya
untuk marah karena dia ingin memiliki adik yang menemaninya.
“Ya, kami akan mencintaimu smanya.” Mata Tasya memerah karena tiba-tiba merasa sedih. Apa
Jodi akan menjadi seperti n di masa depan? Ketika saatnya tiba, apa dia akan hancur oleh beratnya
tanggung jawab yang harus dia pikul sebagai kep keluarga?
Dia rasa Jodi bisa tumbuh bahagia tanpa khawatirlu menikah dengan seseorang yang dicintainya di
masa depan. Mengingat kecerdasan dan kemampuan yang Jodi miliki, tidak akan sulit baginya untuk
mendapatkan pekerjaan yangyak seperti dokter atau pengacara. Namun, bahu kecilnya itu sudah
menahan beban dari sekarang.
Tasya yang gelisah menarik Jodi ke dm pelukannya dan memberinya ciuman di kep.
“Mama, ada apa?” Jodi merasakan pancaran kesedihan di mata ibunya.
Tidak apa-apa. Biarkan Ibu memelukmu sebentar. Ibu belum memelukmu beberapa hari terakhir ini.”
Tasya dengan lembut membi rambutnya.
Takma kemudian, seorang anggota staf datang untuk memberi tahu mereka bahwa sudah waktunya
untuk memi acara.
“Mama, Jodi akan menjadi pendamping pengantin di depanmu bersama gadis pembawa bunga!”
“Kalian pasti menggemaskan.” Tasya mengecup pipinya.
Kemudian, dua wanita anggun masuk ke ruangan. Itu adh Ka dan nenek ninnya, Elira.
“Nyonya Prapanca, sudah waktunya. Izinkan kami mengantarmu ke sana.”