Bab 624
Bab 624
Tasya tiba-tiba menjawab dengan malu-malu, “Jangan bawa dia ke sini. Dia bisa tidur di kamar yang
sama dengan Nando.”
Pada saat itu, ada sedikit tatapan intim yang melintas di mata n yang tajam. “Saya paham apa yang
kamu maksud.”
Wajah Tasya memerah sedikit dan dia memutar b matanya ke arah n, “Pikiran tidak senonoh
macam apa yang ada di benakmu, hah?”
“Kedap suara di sini tidak bagus, jadi saya setuju jika Jodi tinggal bersama Nando untuk sementara
waktu.” Senyum di wajah n semakin dm.
Saat itu, Tasya merasa sangat malu. Apa itu artinya suara saya telu keras saat di tempat tidur?
Tidak mungkin!
Di V No. 58, Salsa masih menemani Arya dan slu terkurung di dm v sepanjang hari. Pada
saat Arya keluar di mm hari, ith saat yang Salsa tunggu-tunggu. Dia berencana untuk
menyelinap ke pesta dan bersenang-senang.
Dia merasa bosan dan tidak tahan slu terkurung di sana. Dia berpikir, bagaimanapun juga, misi
saya untuk merayunya pasti akan memakan waktu lebih dari satu atau dua hari agar berhasil. Oleh
karena itu, dia memutuskan untuk mengesampingkan mash yang memalukan ini untuk sementara
waktu dan memprioritaskan menikmati kebahagiaannya sendiri.
Dia sangat menyesal dan sangat ingin meneriaki dirinya sendiri. Dia berpikir, seharusnya saya tidak
menyebabkan begitu banyak mash untuk diri saya sendiri! Pasti rasanya sangat menyenangkan jika
saya bisa menikmati kebebasan! Lihah betapa terkekangnya saya sekarang! Saya merasa seperti
seorang
tahanan.
Saat ini, dia tidak memiliki kebebasan bergerak dan harus menahan emosinya setiap hari.
Salsa menyelesaikan makan mm sendirian. Mm ini, kebetn dia berdandan dengan sangat
cantik dan sangat cocok baginya untuk menghadiri pesta dansa dengan pakaian seperti ini. Dia tidak
berniat untuk mencari hubungan yang menggairahkan atau romantis. Dia hanya ingin pergi dan
bersenang-senang.
Dia mengendarai kereta golf dan pergi ke pesta. Terdengar musik merdu dari pesta perjamuan itu, dan
pada saat itu, dia merasa seperti ada perasaan romantis mengudara.
Saat mm semakinrut, ada banyak pria dan wanita muda yang berbondong-bondong menuju
pest?. Masing-masing dari mereka berpakaian mewah dan terlihat menawan juga seksi.
Ada beberapa pyan yang memegang nampan, membawa sampanye seita anggur merah di
atasnya. Mereka myani para tamu dengan berkeliling ruangan.
Begitu Salsa memasuki ruangan, diangsung menarik perhatian banyak pria muda. Sh satu dari
mereka cukup bersemangat dan senang melihatnya, “Salsa, kamu disini.”
Salsa tidak menyangka akan bertemu Jeremi. Dia pun menyapanya, “Hai, Jeremi.”
“Kenapa kamu di sini sendiri? Di mana pacarmu?” tanya Jeremi dengan rasa ingin tahu.
Salsa akhirnya menemukan kesempatan untuk menjskan mash itu. Dia buru-buru menjskan
kepada Jeremi, “Jeremi, kamu sh paham. Dia bukan pacar saya. Kami hanya beiteman.”
Pada saat itu, ekspresi Jeremi tampak bahagia. “Benarkah? Jadi, kalian hanya berteman?”
Salsa mengangguk dengan tegas. “Ya.”
Jeremi mengh napas lega seth mendengar itu. Itu artinya dia masih punya kesempatan. Wanita
di bawahmpu remang-remang itu terlihat polos dan ini sangatngka. Sin itu, gaun mm merah
yang dia kenakan menonjolkan kepolosannya, tetapi masih memancarkan kesan seksi. Dia adh tipe
wanita yang membuat banyak pria sangat tertarik.
“Jeremi, siapa wanita cantik ini?” Beberapa pria muda maju dan menatapnya dengan tatapan
menggoda.
This text is ? N?velDrama/.Org.
Jeremi memperkenalkannya, “Ini Salsa, dia junior di di sekh saya.” Pada saat yang sama, Jeremi
menatap mereka dengan tajam seh-h mencoba mengatakan bahwa dia tertarik pada wanita ini,
jadi mereka harus menjauh.
H
Jeremi memegang posisi tinggi di antara generasi muda Prapanca. Orang-orang di sekitarnya ini
adh generasi muda Prapanca yang hanyh sahabat karibnya.
Salsa mengikuti Jeremi dan duduk. Tiba-tiba, dia berseru kaget saat melihat band yang baru saja
memasuki ruangan. Itu band favorit saya!
Sementara itu, di Vi No. 58, Arya turun dari mobil dan memasuki ruang tamu. Pada saat itu, dia
memiliki perasaan yang kuat bahwa Salsa th menyelinap keluar.
“Salsa…” panggil Arya dengan wajah cemberut.
Namun, satu-satunya tanggapan yang dia terima adh deru angin sepoi-sepoi di luar jend.
Arya memiliki firasat kuat di mana Salsa berada sekarang. Ada pesta dansa di pu mm ini. Jadi,
dia cukup yakin bahwa Salsa pasti menyelinap keluar untuk bergabung dengan pesta.
Arya duduk di sofa. Biasanya, dia sangat menikmati waktu tenangnya sendirian, tetapi sekarang, entah
kenapa dia merasa sangat gelisah.
Kemudian dia teringat dengan gaun merah ketat yang dikenakan Salsa hari ini. Apa dia berpakaian
seperti itu untuk merayu pria di pesta dansa?
Tentu saja, wupun itu adh rencana Salsa, itu tidak ada hubungannya dengan Arya sama sekali.
Arya hanya marah karena Salsa mengaku tertarik bekerja untuknya, tetapi justru menentang kata-
katanya dan mengabaikan perintahnya.