AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Ruang Untukmu > Bab 557

Bab 557

    Bab 557


    Bab 557


    “Dokter Leonel, bagaimana kondisi ayah saya seth dia sadar kembali?” Tasya menatap dokter dan


    bertanya.


    “Dia baik–baik saja. Sin kurangnya kekuatan fisik karena tidak makan dm waktuma, dia tidak


    merasa tidak nyaman. Kami akan meningkatkan asupan nutrisi Pak Frans.”


    “Dokter, bolehkah saya berbicara empat mata dengan putri saya?” Frans bertanya.


    “Tentu boleh.” Dokter membuat semua orang meninggalkan ruangan seth itu.


    Sorot mata Frans mengaduk perasaannya. Apakah Ayah mengetahui sesuatu sebelum dia koma?


    “Ayah, banyak yang th terjadi sma ini,” katanya sambil duduk di depannya.


    “Ceritakan tentang semua yang terjadi seth saya tidak sadarkan diri.” Dia sangat penasaran tentang


    segnya.


    Dengan itu, Tasya menceritakan semuanya secara detail, mi dari saat Frans dirawat di rumah sakit.


    Dia bahkan tanpa keberatan memberitahu ayahnya itu tentang betapa tak tahu malunya Pingkan.


    Hatinya sakit saat melihat betapa kecewa ayahnya. Namun, agar pria itu melihat warna asli Pingkan,


    dia mkukan apa yang harus dkukan.


    ? 2024 N?v/el/Dram/a.Org.


    “Ayah, jangan telu marah tentang itu. Jika dia punya nyali untuk menyakitimu, itu berarti dia tidak


    punya perasaan untukmu.” Tasya menghiburnya.


    Sambil menahan air matanya, Frans terisak. “Saya tidak pernah menyangka dia akan mkukan itu


    pada saya karena kami th menikah sma lebih dari dua puluh tahun. Tasya, saya bodoh karena


    tidak bisa membedakan siapa musuh di antara mereka yang dekat dengan saya. Pingkan, Elsa, Romi,


    dan Ciko adh orang–orang yang paling dekat dengan saya, tapi mereka ingin saya mati.”


    “Ayah, Ayah masih memiliki saya.” Hatinya hancur ketika dia tahu bahwa Ayahnya menderita karena


    hal itu.


    Seth dia mendengar putrinya, secercah kegembiraan bisa terlihat di matanya. “Itu benar! Saya


    masih memilikimu. Saya beruntung memiliki putri yang berbakti sepertimu.”


    “Ayah, jadi apa rencanamu? Ada bukti kuat untuk membuktikan bahwa Pingkan mencoba menyakitimu


    dan Elsa adh kaki tangannya. Sin itu, merupakan fakta yang tak terbantahkan bahwa keduanya


    mencoba mengubah surat wasiatmu.”


    Seth mendengar itu, Frans sangat tertekan sehingga dia memejamkan matanya dan napasnya


    menjadi lebih berat.


    “Ayah, jangan pikirkan itu untuk saat ini. Mari kita tunggu sampai Ayah pulih. Jika Ayah tidak sanggup


    memaksa diri untuk menghukum mereka, saya akan mkukannya untukmu.”


    Frans mengangguk. Dia terkejut, namun juga terkesan pada betapa cerdik dan tenangnya Tasya


    karena dia berhasil menangkap Pingkan dan membuat Romi ditangkap saat dia tak sadarkan diri.


    Semua yang Tasyakukan adh untuk membs dendam untuk dirinya. Dia bersyukur


    kepada Tuhan karena th memberinya seorang putri yang hebat.


    Saat itu, sosok tinggi terlihat berdiri di dekat pintu. Itu adh n yang bergegas kemari dari Grup


    Prapanca seth mendengar kabar bahwa Frans sudah bangun.


    “Pak Frans, Anda sudah bangun,” kata n senang.


    “n, ini semua berkatmu. Tasya memberitahu saya bahwa kamu th menyewa profesional medis


    untuk merawat saya, dan karena itu saya bisa kembali sadar.” Frans menatap pemuda itu


    dengan rasa terima kasih.


    “Hanya ini yang bisa sayakukan.” Dia melirik Tasya, dan wanita itu lik dan bertemu tatap


    dengannya.


    Rasanya seakan–akan Tasya bisa merasakan kegembiraan di balik senyum n, yang membuatnya


    tersipu.


    “Saya minta maaf karena menunda pertunangan kalian. Jika bukan karena keckaan saya, kalian


    berdua pasti sudah bertunangan.” Frans merasa bersh karena merusak hari besar putrinya.


    “Pak Merian, tolong jangan merasa bersh tentang itu. Yang terpenting adh kesehatan Anda.


    Kami slu bisa memilih tanggalin untuk pertunangan kami.” n menghiburnya.


    Frans sangat menyukai n sebagai menantunya. Terlepas dari kekayaan dan kemampuannya,


    cintanya pada Tasya nyata, yang membuatnya menjadi pria yang baik.


    Segera seth itu, dokter membawakan bubur bergizi. Melihat itu, Tasya menyuapkan bubur itu


    kepada ayahnya sementara n menunggu di luar. Seth Frans selesai makan buburnya, dokter


    masuk, dan Tasya meninggalkan ruangan.


    Melihat pria yang dengan tenang yang bersandar di dinding di seberangnya, dia tidak bisa


    menyembunyikan rasa terima kasihnya padanya. Dia berperan penting dm membantu ayahnya


    kembali sadar, dan pada akhirnya, dia pantas mendapatkan semua pujian.


    Previous Chapter


    Next Chapter
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul