Bab 551
Bab 551
“Mereka klien ayah saya. Bukankah saya harus mempekukan mereka dengan baik?” Tasya tidak
yakin apa yang harus diakukan.
“Tidak perlu karena mereka semua lebih dari senang untuk terus bekerja dengan perusahaan
ayahmu.” n melengkungkan bibirnya membentuk senyuman.
Tasya js merasakan kesombongan dm nada suaranya. Lagi p, pria ini adh san orang–
orang ini berada di sini untuk menjalin kerja sama dengan Perusahaan Konstruksi Merian.
Saat ini, ruang rapat dipenuhi dengan semua orang ini. Saat Tasya duduk di kursi paling depan dengan
n di sisinya, setiap peserta mendatanginya dan memperkenalkan diri mereka secara singkat
sebelum mereka mnjutkan untuk berdiskusi dengan karyawan mengenai proyek mereka masing–
masing, misalnya tentang pasokan bahan dan syarat ketentuan untuk bekerja sama di masa depan.
Tanpa mengangkat satu jari pun, Tasya menyaksikan perusahaan itu hidup kembali. Berkat n,
perusahaan yang berada di ambang kebangkrutan kini menjadi sepenuhnya hidup.
N?velDrama.Org owns ? this.
“Nona Tasya, apa Anda puas dengan harga saya? Anda akan senang mengetahui ini adh harga
tertinggi yang pernah kami tawarkan kepada perusahaan mana pun.”
Karena pria itu sudah mengatakan sebanyak ini, Tasya mengangguk dengan senyum tipis. “Saya
sangat puas.”
“Nona Tasya, saya masih memiliki beberapa properti yang sedang dibangun. Saya akan menggunakan
perusahaan Anda untuk bahan bangunannya.”
“Nona Tasya, kami akan mengawasi pasokan Perusahaan Konstruksi Merian. Sma perusahaan
Anda sangat membutuhkan bahan baku, kami akan menjadi yang pertama mengirimkannya.”
Tasya tersenyum saat mendengarkan semua tokoh terkemuka ini. Tidak terkecuali para manajer
Perusahaan Konstruksi Merian, karena senyum mereka bahkan lebih lebar dibandingkan senyum
Tasya. Mereka tahu perusahaan bukan hanya dismatkan minkan akan terus tumbuh semakin
besar mi sekarang.
“Saya akan menyerahkan sisanya kepada kalian semua.” n dengan sabar mendengarkan
segnya sebelum dia berdiri dan meraih tangan Tasya. “Ayo kita istirahat.”
Tasya tidak bisa berkata–kata atas apa yang n sarankan, karena dia merasa tidak pantas baginya
untuk beristirahat ketika perusahaan mengadakan pertemuan penting. Namun, pria itu terus
menyeretnya keluar dari ruang rapat tanpa penjsan. “Saya presdir di sini, jadi saya harus tinggal
bersama mereka di dm,” katanya dengan enggan.
“Kita tidak bisa membuang waktu di sini, karena masih banyak yang harus kitakukan,” jawab
n.
Ketika Tasya melihat bahwa mereka menuju ke departemen keuangan, dia segera menyadari sudah
waktunya untuk memulihkan uang yang th digpkan Romi dari perusahaan.
Meskipun masih ada anak buah Romi di departemen, masing–masing dari mereka memasang
ekspresi tegas saat ini dan bahkan tidak berani mengambil napas dm–dm. “Nona Tasya, apakah
Anda memiliki urusan dengan kami?”
“Romi th mkukan transfer sebesar 60 milyar. Saya ingin melihat catatan transfer itu.”
Sh satu mata pria itu bersinar; pria itu adh satu–satunya kaki tangan Romi di sini. Romi tidak
akan membiarkan semua orang tahu tentang transfer dengan juh sebesar itu. Dengan demikian,
dia adh satu–satunya kaki tangan.
“Kamu yang di sana, datang kemari.” Untuk seseorang yang cerdas seperti n, dia berhasil
mengidentifikasi kaki tangannya hanya dengan satu pandangan.
“Pak n… Ada yang bisa saya bantu?”
“Ku kamu mengumpulkan semua bukti penggpan Romi, saya akan mengampuni keshan
Anda,” kata n, nadanya dingin dan bermusuhan.
Wajah karyawan yang bersangkutan segera memutih karena ketakutan. “Pak Romi memang meminta
saya untuk membuat akun palsu, tetapi uang itu… uang itu sudah berada di akun luar negeri dan sama
sekali tidak dapat dcak. Tidak mungkin mendapatkan uang itu kembali.”
“Saya hanya ingin kamu menyiapkan bukti.” Mengatakan itu, n menepuk bahu Tasya. “Saya akan
pergi menelepon.” Dia kemudian pergi seth Tasya mengangguk menyetujui.
Seth n pergi, kaki tangan Romi segera mendatangi Tasya dengan ketakutannya yang tampak
js. “Nona Tasya, saya minta maaf. Pak Romi memaksa saya mkukan ini. Saya harus
mkukannya demi keluarga saya…”
“Berapa banyak yang kamu ambil?” Tasya tidak percaya pria di depannya tidak bersh.
“Saya… hanya mengambil dua milyar…” Pria itu menundukkan kepnya dengan malu–malu. “Saya
akan mengembalikan uang itu ke perusahaan dan segera membereskan buktinya. Jadi, Nona Tasya,
tolong lepaskan saya. Jangan kirim saya ke penjara.”
“Itu akan bergantung pada apakah penebusanmu cukup baik. Ku kamu masih memiliki sesuatu
yang tidak kamu ceritakan kepada kami, saya jamin kamu akan jatuh bersama Romi,” kata Tasya tegas
dengan matanya yang jernih dan dingin.
Diliputi ketakutan dan kekaguman, karyawan itu buru–buru berkata, “Nona Tasya, saya juga seorang
pengecut, ith sebabnya saya merekam percakapan antara saya dan Pak Romi. Saya akan
mengirimkan rekaman itu kepada Anda bersama dengan bukti penggpannya.“
Previous Chapter
Next Chapter