AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Ruang Untukmu > Bab 493

Bab 493

    Bab 493


    Bab 493


    “Yang itu dari saya.” n memberitahunya sambil tersenyum saat dia meletakkan dagunya di


    lengannya.


    Tasya sedikit terkejut memegang kartu tersebut. “Kamu memberi saya kartu?”


    “Ini adh kartu yang tidak memiliki batas. Kamu dapat menggunakannya sesukamu.” Alisnya sedikit


    terangkat, matanya penuh cinta terhadap Tasya.


    Ini mungkin kata–kata yang paling disukai semua wanita. Tasya juga tidak bisa menyembunyikan


    senyum di wajahnya saat dia beralih ke hadiah berikutnya. “Apakah ini dari Nenek?” tanya Tasya.


    “Buka dan lihah.”


    n penasaran dengan apa yang disiapkan Hana. Lagi p, wanita tua itu tidak mengatakan apa–apa


    padanya.


    Tasya membuka hadiah tersebut, dan ketika dia mengeluarkan isi hadiah, sebuah kartu aneh yang


    terlihat seperti kartu akses jatuh.


    “Apa ini?” tanya Tasya.


    n meliriknya sebelum dia menjawab sambil tersenyum, “Kartu akses ke unitntai atas Perumahan


    Cenderawsih No.1.”


    Tasya terkejutgi seth mendengarnya. Jika ingatannya benar, Tasya tahu bahwa harga dari sebuah


    unit di Perumahan Cenderawsih No.1 sangat tinggi. Tasya juga melihat harga tersebut th dinaikkan


    menjadi sekitar 200 miliar.


    Dan kartu akses tersebut ada di tangannya saat ini.


    “Saya tidak bisa menerimanya!” Tasya tidak menk kartu hitam dari calon suaminya, namun hadiah


    Hana telu mahal untuk dia terima.


    “Kenapa tidak? Semua yang dimiliki keluarga Prapanca akan menjadi milikmu di masa depan.” n


    kemudian mengatakan, “Saya ingat pernah memberitahumu sebelumnya tentang taman kanak–kanak


    swasta terbaik di daerah tersebut. Keamanannya sangat baik, dan sistem pendidikan mereka juga


    yang terbaik secara internasional. Nenek peduli dengan kesmatanmu dan pendidikan Jodi.”


    Seth mendengar itu, Tasya bisa merasakan kehangatan di dadanya. Hadiah dari Nenek mungkin


    mahal, tapi yang lebih berharga dan menghangatkan hatinya adh kebaikan dan ketulusan Hana


    terhadap Tasya dan putranya.


    Belonging to N?velDrama.Org.


    Oleh karena itu, Tasya tidak punya pilihan sin menerimanya juga. Tasya


    kemudian mengambil kartu hitam itu dan melihatnya, bibir merahnya melengkung tersenyum. “Saya


    akhirnya menjadi wanita kaya,” dia bersorak.


    nngsung mengoreksinya, “Maksudmu, kamu adh wanita saya.”


    Mendengar itu, Tasya dengan malu–malu menggigit bibir merahnya. “Belum!”


    n menghampirinya untuk duduk di sampingnya. n melingkarkan lengannya yang panjang di


    tubuh Tasya saat dia bergumam, “Akan segera terjadi.” Seth mengatakannya, dia menempelkan


    bibirnya yang tipis ke dahinya. “Saya tidak sabar untuk mengumumkan ini.”


    Tasya mi menghitung hari saat itu. Tampaknya hanya tersisa 15 hari sebelum dia resmi menjadi


    tunangannya.


    Semuanya masih terasa seperti mimpi bagi Thisya.


    Tasya baru saja kembali bersama Jodi untuk menjni kehidupan yang tenang di mana Tasya akan


    terus mendapatkan uang untuk membesarkan Jodi. Tasya berencana untuk tetap fokus pada karir dan


    anaknya. Namun, Tasya entah bagaimana berhasil mendapatkan suami dm waktu satu tahun


    seth kembali ke negara ini.


    Jika dipikir–pikir, Tasya dan n baru bersama sekitar satu tahun.


    Kembali di kediaman Merian, Elsa mi mempekukan Frans seperti dia adh orang asing seth


    Elsa mengetahui kebenaran mengenai khirannya.


    Elsa akan mencoba yang terbaik untuk tidak memanggilnya ‘Ayah. Tatapan mata Elsa menatapnya


    seperti orang asing.


    Frans sedang duduk di sofa ketika dia melihat Elsa berpakaian rapi dan siap untuk pergi. Karena


    khawatir, Frans bertanya, “Elsa, kemana kamu akan pergirut mm begini.”


    “Sa... saya akan keluar.”


    “Sudahrut mm. Tidak aman bagi gadis sepertimu untuk pergi sendiri. Mengapa kamu tidak tinggal


    di rumah dan beristirahat saja?”


    “Saya ada janji dengan seorang teman,” gumamnya dengan kep tertunduk sebelum pergi.


    “Putri kita ini semakin keras kep!” Frans mengh napas sambil menggelengkan kepnya. Ketika


    Pingkan mendengar itu, dia dengan lembut memeluk lehernya dari bkang dan berkata, “Jangan


    ganggu dia, sayang. Dia sudah dewasa sekarang. Kamu tidak bisa membuat keputusan untuknya.”


    Frans berbalik dan melirik istrinya sebentar sebelum Pingkan duduk bersamanya, “Frans,” kata


    Pingkan. “Tasya akan segera bertunangan. Menurutmu apa yang harus kita berikan padanya sebagai


    hadiah?”


    Frans th memikirkan tentang hadiah apa yang bisa dia berikan. Seth memikirkannya sejenak,


    Frans memberitahu Pingkan, “Saya tidak tahu apa yang tidak dia miliki. Biarkan saya bertanya


    padanya. Kita akan memberikan apa pun yang belum dia miliki!”


    Wajah Pingkan berubah masam saat itu. Pingkan mi merasakan pekuan baik Frans terhadap


    Tasya. Bahkan baginya, Frans tidak sabar untuk memberikan semua uang yang dia miliki jika dia bisa.


    “Apakah kamu akan memberinya perusahaan sebagai hadiah jika Tasya menginginkannya?”


    Frans terdiam sejenak mendengar perkataannya. “Tasya adh orang yang akan mengambil alih


    perusahaan saya!”


    “Ku begitu bagaimana dengan Elsa? Apakah kamu akan memberinya perusahaan juga jika itu yang


    Elsa inginkan?” Pingkan mencoba menyelidiki.


    “Namun Elsa belum memiliki pasangan!!”


    Pingkan semakin marah. Pingkan akhirnya berdiri dan berjn pergi, dia berbalik untuk melihat Frans


    sejenak, niat membunuh terlihat di wajahnya.


    Previous Chapter


    Next Chapter
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul