Bab 491
Bab 491
Keesokan harinya, Romi diam–diam membuat janji dengan Pingkan dan Elsa. Scih mereka semua
tiba di ruangan privasi di restoran yang ditentukan. Romi mi memberitahu mereka secara rinci
tentang rencana yang Hclen katakan padanya tadi mm. Elsa cukup terkejut ketika dia mendengar
perkataan Romi, tetapi l‘ingkan secara mengejutkan tetap tenang saat dia duduk.
“Romi, apakah kamu memiliki kepercayaan diri untuk mkukan ini?”
“Tentu saja, kalian berdua harus membantu saya dm hal ini.” Romi tidak ingin menjadi satu–satunya
yang bertanggung jawab untuk itu.
Elsa, bagaimanapun, masih telu takut untuk mkukan sesuatu yang akan membahayakan
ayahnya. Elsa bergumam dengan suara kecil, “Bu... Ayah,”
Pingkan segera memotong perkataan Elsa saat dia melirik putrinya. “Kamu memanggilnya sebagai
ayahmu, tetapi apakah dia pernah menganggapmu sebagai putrinya?”
Romi juga menimpali, “Elsa, ibumu benar. Presdir Frans hanya memperhatikan Tasya. Surat wasiat
akan segera beku jika kamu tidak bertindak sekarang. Masih belum tembat untuk mengubah surat
wasiat. Atau kamu tidak akan mendapatkan apa–apa.”
Seth mendengar itu, Elsangsung dipenuhi dengan kebencian terhadap Frans. Dia mengatupkan
rahangnya sebelum akhirnya berkata, “Oke. Saya setuju dengan rencanamu.”
Pingkan dan Romi terus berbincang hingga sore hari sebelum akhirnya Romi pergi. Mereka
memutuskan untuk membunuh Frans terlebih dahulu,lu diam–diam mengubah wasiatnya. Mereka
akan menyuap pengacara di sepanjang rencananya dan membuat perusahaan dibagi menjadi tiga
bagian, Pingkan dan Elsa masing masing akan memegang satu bagian, sedangkan Tasya akan
memiliki sisanya. Hal ini akan membuat ibu dan anak tersebut memiliki lebih dari 60% dari ekuitas
perusahaan, yang berarti bahwa mereka memiliki hak muk untuk mengeksekusi perusahaan
tersebut.
Pingkan dan Elsa masih di restoran seth Romi pergi. Tangan Elsa sedikit gemetar, saat dia merasa
tidak nyaman dengan rencana tersebut.
Pingkan tiba–tiba meraih tangan putrinya dan menatapnya dengan tenang. “Elsa, apakah kamu
takut?”
“Bu, apakah Ayah benar–benar ... harus mati?” Ada ketakutan terlukis di wajah Elsa saat itu.
Pingkan merasa sudah waktunya untuk mengatakan sesuatu padanya, atau putrinya tidak akan bisa
mnjutkan rencananya dengan tenang.
“Elsa, ibu ingin memberitahumu sesuatu. Kamu tidak akan takutgi seth ini.” Pingkan
meyakinkannya.
“Apa itu?”
“Ini tentang khiranmu. Frans bukan ayah kandungmu. Kamu adh anak yang ibuhirkan pria
lain.” Pingkan merasa tidak perlu terus menyembunyikan rahasia tersebut.
Pikiran Elsangsung kosong saat dia mendengar berita mengejutkan itu. “Apa?! Bu, bagaimana
mungkin saya bukan anak Ayah? Bukankah Ayah sudah mkukan tes DNA ketika ibu membawa
saya ke rumah? Apakah ayah tidak meragukan saya sama sekali.”
“Tentu saja Frans mkukannya. Saya mengambil darahmu di depan Frans untuk mkukan tes
DNA, tetapi saya menukar darah Tasya dengan darahmu. Ith sebabnya Frans tidak ragu sma
bertahun–tahun.”
Elsa mencengkeram dadanya seth mendengar pengakuan ibunya. Rahasia ini telu mengejutkan
untuknya.
“Ku begitu, siapa ayah kandung saya?” Elsa mau tidak mau bertanya.
“Kamu tidak perlu peduli siapa dia. Dia hanya seorang pecundang yang masih berguling–guling dm
kemiskinan!” Pingkan meludah dengan jijik. “Kita harus mkukan ini jika kita ingin menjni
kehidupan yang baik sma sisa hidup kita.”
Seperti yang diharapkan Pingkan, Elsa mi merasa jauh lebih baik seth itu. Ternyata pria yang dia
panggil “Ayah” sma lebih dari 20 tahun itu bukah ayah kandungnya.
“Kamu tidak bisa begitu saja memanggilnya Ayah sma bertahun–tahun tanpa san. Kita harus
mendapatkan bagian yang pantas kita dapatkan.” Mata Pingkan dipenuhi dengan tekad untuk
menang.
Elsa juga takut kehngan status dan kekayaan sma sisa hidupnya. Elsa sama seperti ibunya saat
ini, dia menginginkan bagian dari harta milik Frans. Frans mungkin akan mengusirnya dari keluarga
Merian jika dia mengetahui identitasnya suatu hari nanti.
Daripada membiarkan hal seperti itu terjadi, Elsa lebih memilih Romi bekerjasama dengan ibunya dan
membuat Frans meninggal.
Frans saat ini sedang bermain kartu dengan beberapa teman baiknya. Frans tidak tahu bahwa istri dan
putrinya th merencanakan sesuatu untuk menyakiti dirinya
dengan orang yang paling dipercaya.
Belonging to N?velDrama.Org.
n dan Tasya sudah tiba di Kediaman Prapanca sekitar pukul 10 pagi.
n tentu saja tidak tertarik untuk mengatakan kebenaran di balik cedera Jodi ketika Hana
memperhatikan cedera kaki Jodi. n bahkan membuat san, yang tidak luput dari perhatian Hana.
Namun, Hana tidak memaksa untuk mengetahui kebenarannya. Yang penting baginya hanyh
cucunya smat.
Segera seth itu, Hana mendapat kabar baik dari Jodi bahwa n dan Tasya akan bertunangan.
Berita itu membuat Hana sangat bersemangat hingga matanya basah oleh air mata, Ini benar–benar
sesuatu yang membuatnya bahagia. Itu juga sesuatu yang th Hana nantikan sma bertahun–
tahun!
Previous Chapter
Next Chapter