Bab 439
Bab 439
Saat Tasya bersandar pada pajangan kaca dan mengagumi koleksinya, dia merasakan sensasi
hangat di bkangnya. Ketika dia berbalik, dia bertemu dengan tatapan intens pria itu.
Api dm tatapannya tidak shgi.
Tasya bisa mengerti apa yang n pikirkan saat ini sebagai pria normal berusia dua puluh
dpan tahun,
Namun, teleponnya berdering secara tak terduga. Elen menatap keyar dan melihat nama yang
membuatnya jijik.
Telepon itu dari Helen.
Tasya juga melihatnya. Dia segera menatap n dan ingin bertanya apakah n akan
menjawab panggn itu.
– Namun, n menk panggn tersebut dan
memblokir nomor Helen.
Tasya tahu bahwa, terlepas dari hubungan satu
1/6
mm mereka sebelumnya, tindakan Helen yang menyakiti neneknya sama sekali tidak dapat
diterima oleh n. Dengan mkukan itu, Helen tidak akan pernah bisa bertemu dengan n
lagi.
Menyadari bahwa n sedang tidak dm suasana hati yang baik, Tasya memeluknya dan
berkata, “Aku akan menyiapkan makan mm mm ini. Kamu mau makan apa?”
“Aku akan makan apapun yang kamu masak.” n memeluknya dengan erat dari bkang.
Tasya dapat mencium aroma hormonalnya saat berada dm pelukan pria itu. Kemudian, pria itu
berbisik di samping telinganya, “Tapi kamu adh hidangan favoritku.”
LI
Tasya mendorongnya menjauh sambil tersenyum. “Maaf, Tuan n, tapi hidangan seperti itu tidak
tersedia mm ini.”
– Dia keluar dari ruangan dan meninggalkan n
tersenyum sendirian di kamar. n cukup sabar menunggu apa yang diinginkannya.
216
EL
Saat itu mm begitu gp di luar. Semua arloji yang ada di lemari kaca tampak bercahaya redup.
Hanya arloji bergambar kep serig yang barusan mereka lihat yang memancarkan aura
mendominasi.
II
Di tempatin, Helen duduk dengan sedih di bangku jn yang dingin. Dia th menelepon n
berkali–kali, tetapi tidak ada jawaban.
Dia tahu bahwa n th memblokirnya.
Saat angin dingin bertiup mengenai dirinya, Helenngsung mendekap dirinya sendiri. Sekarang dia
baru menyadari bahwa pakaian mahal yang dia kenakan tidak dirancang untuk menahan cuaca dingin
karena mereka yang mampu membelinya tidak akan pernah hidup
di jnan.
Tiba–tiba, dia teringat seseorang. Dia menelepon Dani menggunakan ponselnya.
11
– “Halo?” Suara pria itu terdengar jauh.
“Ini Helen. Bolehkah aku menginap di tempatmu, Dani?” tanya Helen sambil menggigit
3/6
Property belongs to N?vel(D)r/ama.Org.
bibirnya.
“Nona Helen, maafkan aku, tapi kita tidak ada hubungangi.”
“Bagaimana kamu bisa mempekukanku seperti ini, Dani? Kita sudah sering tidur bersama. Apa
kamu tidak punya perasaan padaku?”
“Ku aku tidak sh, kamh yang memi hubungan intim itu. Pria mana yang akan menk jika
wanita memancingnya lebih dulu? Sebenarnya, aku tidak memiliki perasaan apa apa padamu.” Dani
dipecat oleh Perusahaan Prapanca dan dia menyhkan Helen atas hngnya pekerjaan yang
menjanjikan dan bergaji tinggi itu.
“Dani, kamu bajingan!” teriak Helen.
“Aku menyukaimu sebelum kamu menjni operasi stik. Namun, seth kamu menjni
operasi, aku merasa jijik melihat wajahmu yang dipenuhi dengan prostetik.” Kemudian dia
mnjutkan, “Kamu terlihat persis seperti hantu ketika kamu menangis.”
4/6
.
Kata–katanya membuat Helen marah sampai sampai wajahnya memerah hingga ingin meledak.
“Tasya itu cantiknya mi, sedangkan kecantikan wajahmu buatan manusia. Jangan pernah
berpikir untuk membandingkan dirimu dengannya. Kamu tidak akan pernah bisa menandingi
kecantikannya seumur hidupmu.” Dani melontarkan kata-kata yang bahkan lebih pedas.
“Itu tidak masuk akal! Dm seg hal, aku tidak lebih buruk dari dia!” Helen berteriak marah.
“Sebaiknya kamu sadar! Pak n itu tidak tertarik padamu sejak awal. Wanita rendahan
sepertimu ingin menjadi seorang putri? Sekalipun kamu memakai mahkota, kamu hanya akan
terlihat menggelikan!”
“Diam, Dani Lesmana! Kamu tidak berhak berbicara seperti itu padaku!” bantahnya dengan
marah.
“Jangan pernah meneleponkugi. Sekarang,
5/6
02
kamu memiliki penampn baru seth operasi, kamu mungkin bisa bertahan hidup jika kamu
menjual diri.”
“Dasar bajingan!” teriak Helen sambil menggertakkan giginya. Dia sangat marah hingga
wajahnya gemetar. Kemudian, dia menutup telepon.
Previous Chapter
Next Chapter