Bab 432
Bab 432
“Pak Roy, apa yang membawamu ke sini?” tanya Helen ketakutan danngsung mencoba
menjskan apa yang mungkin tampak di hadapan Roy meskipun Dani terlihat mengancingkan
kemejanya di bkangnya. “Aku dan Dani sedang mendiskusikan sesuatu di kamar.”
“Pak Dani sudah menunggu di bawah. Turuh ke sana seth Anda selesai mengenakan
pakaian Anda.” Roy menyelesaikan kata-katanyalu pergi.
Seth mendengar kata-kata pria itu, wajah Helen menjadi pucat. Apa? n menunggu di
bawah? Dia kemudian mengalihkan perhatiannya ke Dani dan memelototinya. “Kita tidak boleh
mengatakan apa apa tentang hubungan kita!”
“Kamu yang jangan mengatakannya!” jawab Dani. Perkataan bodoh macam apa itu? Aku belum
mau mati!
Seth mengenakan pakaian, mereka turun ke bawah seh-h mereka baru saja selesai
mendiskusikan bisnis mereka. Kemudian, Helen berjn ke n dan masih berusaha untuk
melupakan rasa terkejutnya tentang kunjungan pria
itu yang tidak tepat waktu. “Kamu disini, n.”
11
LCD
1/5
Dm waktu singkat, Helen berhasil merias wajah dan mengoleskan lipstik ke bibirnya sebelum turun
ke bawah dengan mengenakan mantel yangyak.
Sementara Dani telu takut untuk menatap ke wajah n ataupun mngkah maju.
n mengarahkan pandangannya yang dingin pada wanita yang datang ke arahnya dengan tatapan
penuh kemarahan dan keputusasaan.
“Roy, tolong tunjukkan pada Nona Helen videonya.” n tidak pernah berpikir untuk membunuh
seseorang, tetapi pada saat itu, dia tergoda untuk membuat pengecualian.
Saat Helen tidak tahu apa yang akan dia tonton, Roy menaikkan volume dan menunjukkan video saat
dirinya menukar obat di kediaman Keluarga Prapanca dengan resolusi tertinggi. Pada saat itu, mata
Helen terbuka lebar. Dia menutup mulutnya dan menonton video itu sampai akhir.
Jauh di lubuk hatinya, Helen tidak menyangka bahwa perbuatannya akan terekam kamera. Dia –
gemetar dan berjuang untuk mengumpulkan
Content is property ? N?velDrama.Org.
keberanian menatap mata n. Namun, dia hanya bisa meliriknya seks dan melihat ekspresi pria itu
begitu dingin seh-h dia sedang menekan niat
2/5
membunuhnya. Di sisiin, n yang menatap mata Helenngsung merasakan keinginan yang kuat
untuk membunuhnya.
“Maafkan aku, n. A-aku… aku…” Helen tergagap dan berjuang untuk menyelesaikan kalimatnya di
hadapan tatapan tajam n yang acuh tak acuh. Dia yang biasanya pandai membuat san
sepertinya kesulitan menemukan kata-kata pada saat itu. Bagaimanapun juga, kejahatan dan
kekejamannya terungkap oleh video, dan ini membuatnya tidak punya cara untuk menjskannya.
“Maaf. A-aku sangat bodoh karena mkukan keshan itu. Maafkan aku, n. Aku hanya tidak bisa
berpikir jernih.”
“Nona Helen, tahukah Anda bahwa Nyonya Prapanca sedang dirawat di rumah sakit karena pingsan
seth sh meminum obat yang Anda tukar?” tanya Roy agar Helen memahami gawatnya situasi
ini.
Mendengar jawaban Roy, Helen merasakan darahnya membeku. “Apa? Nenek sh minum obat?
Maaf. Aku tidak pernah berpikir untuk menyakiti Nenek. Aku bersumpah, aku tidak..” Wanita itu
bersikeras mencoba berbicara dan menatap n dengan air mata. “Maafkan aku, n! Aku tidak
bermaksud begitu! Aku tidak sengaja…”
3/5
o
“Helen, aku tidak akan menuntutmu demi kejadian lima tahun yanglu, tapi aku memintamu
untuk mengembalikan kartu dan arlojiku kepadaku. Kemudian, kemasi barang-barangmu dan
keluar dari rumahku,” jawab n dingin tanpa ekspresi yang menunjukkan kemarahannya.
Takut dengan kata-kata pria itu, Helen menggigit bibirnya ketakutan karena dia tidak berpikir
mimpi buruknya akan menjadi kenyataan begitu cepat. Meskipun kebenaran tentang kejadian
yang terjadi lima tahunlu tidak terungkap, dia terkejut bahwa n masih ingin mengambil
semuanya darinya. “Kamu tidak bisa mkukan ini padaku, n! Aku memberimu kesucianku
lima tahun yanglu, jadi begitukah caramu mempekukanku?”
“Kamu mencoba membunuh nenekku, jadi apa kamu pikir aku akan peduli dengan apa yang
terjadi lima tahunlu? Dengan video ini, aku bisa memasukkanmu ke penjara dan
mengurungmu di
sel untuk smanya,” n menjawab dengan dingin.
Lutut Helen menjadi lemas dan diangsung jatuh kentai seth mendengar kata-kata n.
Lagip, n seperti dewa yang sudah menjadikannya wanita kaya. Sekarang, n akan
mengambil semuanya darinya.
4/5
Aku bukangi aku yang dulu, dan aku tidak akan pernah menjadi diriku yang dulu. Saat ini
hidupku seperti seorang putri, bagaimana aku bisa kembali ke masalu saat aku miskin dan
bangkrut?
“Tolong, n! Tolong jangankukan ini padaku! Maaf! Aku sudah membuat keshan, tapi
aku akan bjar dari keshanku…” Helen berlutut dan merangkak ke arah n untuk
memohon padanya agar diampuni. . “Tolong jangan ambil kartuku. Tolong jangan usir aku dari
rumah ini! Aku berjanji tidak akan menyakiti siapa pungi, n! Aku tidak ingin kehngan
semua yang aku miliki sekarang…”
Previous Chapter
Next Chapter